PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN. Oleh. Estalita Kelly Program Studi Ilmu Psikologi ABSTRAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN. Oleh. Estalita Kelly Program Studi Ilmu Psikologi ABSTRAK"

Transkripsi

1 PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN Oleh. Estalita Kelly Progra Studi Ilu Psikologi ABSTRAK Proses persalin erupak proses yg sgat ditakuti d dapat enibulk keceas bagi setiap wita khususnya wita hail. Hal ini karena elahirk ak enibulk rasa sakit, wita harus erasak ketidaknya kelahir d wita ceas deng proses persalin yg berbahaya bahk dapat enyebabk keati. Eosi yg tidak stabil juga ak ebuat ibu erasak sakit yg seakin enjadi-jadi. Proses persalin yg terdiri dari epat kala, yg diulai dari pebuka serviks sapai enjadi lengkap 10 c, pengeluar jin, pelepas d pengeluar uri, serta ulai lahirnya uri sapai 1-2 Ja yg dapat ditdai deng adya pendarah. Faktor yg epengaruhi persalin adalah faktor fisik, seperti 1) Kekuat endorong jin keluar (power) 2) Faktor jin; 3) Faktor jal lahir, d faktor psikis ditarya adalah pengala spiritual. Salah satu pengala spiritual adalah elalui sholat d dzikir.tuju peneliti adalah Untuk engetahui pengaruh terapi psikis terutaa sholat d dzikir terhadap proses persalin. Kata Kunci:Terapi Psikis, I.PENDAHULUAN Proses persalin erupak proses yg sgat ditakuti d dapat enibulk keceas bagi setiap wita khususnya wita hail. Hal ini karena elahirk ak enibulk rasa sakit, wita harus erasak ketidaknya kelahir d wita ceas deng proses persalin yg berbahaya bahk dapat enyebabk keati (Dorothy, 2002). Selain penyebab yg bersifat klinis seperti plasenta previa, suasa psikologis sg ibu yg tidak endukung turut dil epersulit proses persalin. Eosi yg tidak stabil juga ak ebuat ibu erasak sakit yg seakin enjadijadi (Saifuddin, Wiknjosastro,Afdi, Waspodo. 2002). Proses persalin yg terdiri dari epat kala, yg diulai dari pebuka serviks sapai enjadi lengkap 10 c, pengeluar jin, pelepas d pengeluar uri, serta ulai lahirnya uri sapai 1-2 Ja yg dapat ditdai deng adya pendarah. Faktor yg epengaruhi persalin adalah faktor fisik, seperti 1) Kekuat endorong jin keluar (power) yg terdiri dari: a) His 19

2 (kontraksi uterus) : kekuat ini ditentuk oleh intensitas, laya d frekuensi kontraksi, b). Kontraksi otot-otot dinding perut, c) Kontraksi diafraga; 2) Faktor jin; 3) Faktor jal lahir. Sedgk faktor psikis terdiri atas: a) Keatg psikologis, b) Dukung org-org terdekat, c) Meiliki pengetahu, d) Pengala spiritual : ibu hail yg eiliki hubung yg intensif deng penciptya, eiliki kerohi yg atg ak lebih teng, pasrah d realitas serta udah eneria seua kenyata yg tidak enyengk sekalipun, karena inya bahwa Allah selalu eberi rahat d kekuat kepadya, daripada ibu hail yg tidak eiliki hubung kerohi yg intensif udah erasa ceas, takut, tidak percaya, ragu-ragu. Salah satu pengala spiritual elalui sholat d dzikir. Menurut Dorothy (2002) seakin wita hail epunyai kesiap psikologis atau psikis seakin udah persalin. Seakin ibu teng enghadapi proses persalin aka persalin ak berjal seakin lcar. Salah satu cara di dala Isla agar wita hail endapatk keteng psikologis dala enghadapi proses persalin adalah deng terapi psikis seperti sholat, sholat tahajud aupun dzikir. II. METODE PENELITIAN Desain Peneliti Peneliti ini erupak jenis peneliti eksperien, bertuju untuk enguji suatu hipotesis peneliti yg berhubung variabel bebas deng variabel tergtung d diharapk dapat digeneralisasi dala seluruh ggota populasi. Lokasi d Waktu Peneliti Peneliti ini dilakuk pada bul Juni sapai deng bul Agustus 2009 yg berada di praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg. Peneliti eilih tepat tersebut deng pertibg waktu, biaya, serta untuk eudahk pengendali d pengebg observasi. Populasi d Sapel Populasi dala peneliti ini adalah seua ibu hail yg eeriksak kdung d bersal di Praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg. Dala peneliti ini digunak sapel sebyak 30 ibu hail yg dibagi enjadi 3 kelopok yaitu 10 ibu hail yg elakuk sholat d dzikir kadgkadg, 10 ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin d 10 ibu hail yg elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin. 20

3 Variabel Peneliti d Definisi Operasional Variabel-variabel yg diteliti pada peneliti ini terdiri atas: a. Variabel Dependen (variabel tergtung) Variabel dependen pada peneliti ini adalah: proses persalin, yg eliputi proses kala I, kala II, kala III d kala IV. b. Variabel Independen (variabel bebas) Variabel dependen pada peneliti ini adalah: variabel kelopok, yg terdiri dari 3 kelopok, yaitu: A 1 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir kadgkadg t d dzikir A 2 = A 3 = d dzikir kadgkadg kelo pok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin kelo pok ibu hail yg elakuk sholat, sholat ala d dzikir rutin. A 2 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin A 3 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat, sholat ala d dzikir rutin. 2 Pros es Pers alina n suatu proses pengeluar hasil konsepsi yg dapat hidup dari dala uterus elalui vagina ke dunia luar Kala I Kala II Ja Ja Definisi Operasional Variabel Kala III Ja No. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Varia bel 1 Tera pi Psiki s terut aa shola Definisi Operasional A 1 = kelo pok ibu hail yg elakuk sholat Cara Ukur Kate gori Kala IV : Volu e perdar ah Deraja t robek cc c 21

4 perini u T i = Pengaruh perlaku dala hal ini pelaksa sholat d dzikir (kesalah) ij = Pengaruh Galat Instruen Peneliti Yij = pengaat Instruen peneliti ini eliputi 2 bagi yaitu bagi pertaa digunak untuk enjaring data variabel tergtung, bagi kedua untuk enjaring data variabel bebas. Instruen bagi pertaa encakup observasi, wawcara d pengukur yg digunak untuk eraih data berhubung deng variabel laa pebuka, laa pengeluar jin, laa pengeluar uri, volue perdarah d robek vagina. Sedgk instruen kedua encakup pertya yg digunak untuk eraih data berhubung deng identitas ibu hail. 3.6.Metode Analisis Data Untuk engalisa data dala peneliti ini digunak pendekat odel alisis varis klasifikasi satu arah (Nugroho, 1990). Secara ringkas persaa etode linier statistik dari alisis tersebut: Yij = + T i + ij Dia: = Rata-rata uu Data diolah deng paket progra SPSS 11.5 yg keudi enghasilk tabel alisis varis seperti tabel dibawah ini. Tabel 2. Analisis Raga Pengaruh Terapi Psikis Terutaa Sholat d Dzikir Terhadap Proses Persalin Suber Keraga Perlakua n Derajat Bebas Julah Kuadra t 2 JK Kelop ok Galat 27 JK Galat Raga Raga Kel. Raga Galat F hit p Total 29 JK Total - - Untuk enguji hipotesis: Ho : i = 2 = j = Ho : μ1 μ (paling tidak salah satu i j) Bilaa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel pada = 0,05 Ho ditolak, deng kata lain terdapat pengaruh sholat d dzikir terhadap proses persalin. Seljutnya dilakuk perbding tara rata-rataperlaku deng 22

5 enggunak Uji Beda Nyata Terkeil (BNT) yg dihitung deng ruus: BNT 0.05 = t 0,05 * 2 Raga galat / n III. HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek Peneliti Subyek yg digunak pada peneliti ini adalah ibu-ibu hail yg diabil sesuai deng kriteria yg telah dijelask sebelunya ciri subyek peneliti berdasark tingkat uur, tingkat pendidik d jenis pekerja Tingkat uur responden terbyak pada uur tahun enunjukk erupak usia subur sehingga proses persalin dapat berlgsung secara noral. Tingkat pendidik bervariasi sebagi besar dari SD sapai SMU enunjukk pengetahu ibu hail terhadap proses persalin cukup seibg dala variasi pendidik.pekerja ibu hail sebgi besar adalah sebagai buruh pabrik, ibu ruah tgga d swasta enunjukk bahwa ibu hail yg bersalin di Praktek Bid Swasta bervariasi dala hal pekerja. Hasil Analisis Peneliti ini adalah peneliti eksperiental deng subyek peneliti ibu hail. Terdapat tiga kelopok subyek peneliti asing-asing terdiri dari 10 ibu hail. Kelopok (A1) elakuk sholat d dzikir kadg-kadg; Kelopok (A2) elakuk sholat d dzikir rutin; d Kelopok (A3) elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin. Variabel peneliti yg diaati pada peneliti ini eliputi: i) Laa Pebuka, Laa Pengeluar Jin, d Laa Pengeluar Uri, ii) Volue Perdarah d iii) Tingkat Robek periniu. Proses Persalin Kala I, Kala II, d Kala III Variabel pebuka (kala I),pengeluar jin (kala II) d penegluar uri (kala III) sesudah perlaku adalah berbeda nyata yaitu berkisar ditara A 1 6 ja ja 55, A 2 5 ja 9 10 ja 5 d A 3 2 ja 45 6 ja 55, deng sipg baku ditara 1 ja 19 3 ja 48. Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.2) yg eperlihatk bahwa kala I, kala II d kala III sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Tabel 3.1. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah perlaku (dala ja) 23

6 A 1 12 ja 53 A 2 A 3 7 ja 28 4 ja 43 Mini u 6 ja 10 5 ja 9 2 ja 45 Maksi u 16 ja ja 5 6 ja 55 Sip g Baku 3 ja 46 1 ja 40 1 ja 19 Tabel 3.3. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg (A 1) rutin (A 2) Ratarata Ratarata c b () Bawah Atas nilai F hitung Kondisi tersebut dapat dilihat dari yaitu lebih besar dari F tabel ( =0,05) sebesar 3,35, deng kata lain pebuka (kala I), pengeluar jin (kala II) d pengeluar uri (kala III) sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 3.3) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg tidak saa, yg berarti tar kelopok berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.2. Analisis raga pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah diberi perlaku. Suber Variasi Perlaku Galat Total (T) Derajat Bebas (db) Julah kuadrat (JK) Raga F hitung F 0, Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) a Proses Persalin Kala IV (i) Volue Darah Variabel proses persalin kala IV (volue darah) sesudah perlaku adalah berbeda nyata yaitu berkisar ditara A , A d A , deng sipg baku ditara Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.5) yg eperlihatk bahwa volue darah perlaku adalah berbeda nyata. sesudah diberi Tabel 3.4. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku proses persalin kala iv (volue darah) sesudah perlaku (dala cc) Perlaku Rata -rata A Miniu Maksi u Sipg Baku

7 A A (A 1) rutin (A 2) Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) a a Kondisi tersebut dapat dilihat dari nilai F hitung ( =0,05) yaitu lebih besar dari F tabel sebesar 3,35, deng kata lain proses persalin kala IV (volue darah) sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 3.6) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg tidak saa, yg berarti tar kelopok berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.5. Analisis raga proses persalin kala iv (volue darah) sesudah diberi perlaku. Sub er Varias i Perlak u Galat Total (T) Dera jat Beb as (db) Jula h kuadra t (JK) Raga F hitu ng F 0, (ii) Robek Periniu Variabel proses persalin kala IV (robek periniu) sesudah perlaku adalah tidak berbeda nyata yaitu berkisar ditara A 1 3 5, A d A 3 3-5, deng sipg baku ditara Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.8) yg eperlihatk bahwa subyek peneliti sesudah diberi perlaku adalah tidak berbeda nyata. Tabel 3.7. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah perlaku Perlaku Nila i Rat a- rata Miniu Maksi u Sipg Baku A A A Tabel 3.6. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas proses persalin kala iv (volue darah) sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg Ratarata b () Bawah Atas Kondisi tersebut dapat dilihat dari nilai F hitung yaitu lebih kecil dari F tabel ( =0,05) sebesar 3,35, deng kata lain proses persalin kala IV (robek periniu) sesudah diberi perlaku adalah tidak berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 25

8 3.9) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg saa, yg berarti tar kelopok tidak berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.8. Analisis raga proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah diberi perlaku. Suber Variasi Perlakua n Galat Total (T) Deraj at Beba s (db) Jula h kuadr at (JK) Raga F hitun g F 0, Tabel 3.9. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg (A 1) rutin (A 2) Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) Pebahas Ratarata () Bawah Atas 4.00 a a a Dari hasil peneliti yg didapatk dari 30 responden di Praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg, terdiri dari 33.33% elakuk sholat d dzikir kadg-kadg, 33.33% elakuk sholat d dzikir rutin d 33.33% elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir. Sedgk dari 30 responden. Sedgk dari 30 responden tersebut 76.67% berasal dari ibu hail yg beruur tahun, 16.67% berasal dari ibu hail beruur tahun, 3.33% ibu hail beruur tahun d 3.33% ibu hail beruur > 35 tahun. Keudi yg berasal dari ibu hail yg berpendidik SMU 40%, SD 30%, SMP 26.67% d Sarja hya 3.33%. Ibu hail yg bekerja sebagai buruh pabrik 43.33%, ibu ruah tgga 26.67%, swasta 20% d pegawai negeri sipil (PNS) 10%. Variabel tergtung engenai proses persalin kala I (pebuka), kala II (pengeluar jin) d kala III (pengeluar uri). Deng enggunak uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung > F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti pelaksa sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin d sholat, sholat tahajjud d dzikir berpengaruh terhadap pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri, naun dari ketiga perlaku yg paling berpengaruh adalah pelaksa sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin yg ditunjukk deng 26

9 uji Anova tingkat signifiksinya = 0.05 adalah (4 ja 43 ) d sholat d dzikir rutin (7 ja 28 ) berarti ada perbeda responden yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin d sholat d dzikir rutin dala pengaruhnya terhadap pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri, karena yg paling baik terapi psikis sholat, sholat tahajjud d dzikir bagi ibu hail dala eperlcar proses persalin, aka para ibu hail juga harus eperhatik kesiap psikologis saat enghadapi proses persalin. Salah satunya deng elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir untuk eperlcar proses pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri. Melaksak sholat yakni berhadap hati d pasrah kepada Allah, ak ak sggup enghadapi ttg di saat kritis sebagaia proses persalin (Labib,2005) d enak keyakin positif kepada ibu hail agar proses persalin lebih udah deng enggunak kaliat doa bahwa Allah ak eudahk proses persalin (Sholeh, 2006). Ibu hail yg teng d ebatasi diri, relaks ak tertolong untuk epercepat kelcar d keaju persalin (Harry Oxorn, 1990). Lebih ljut dikatak bahwa ibu hail yg bisa relaks d teng pada vsetiap engeluark his ak eperlcar eperlcar perbuka cervix. Variabel proses persalin kala IV (volue darah). Dilakuk uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung > F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti pelaksa sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin serta sholat, sholat tahajjud d dzikir berpengaruh pada proses persalin kala IV (volue darah), naun dari ketiga perlaku yg paling berpengaruh adalah elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin yg ditunjukk deng uji Anova tingkat signifiknya = 0.05 adalah ( cc), sedgk sholat d dzikir rutin tingkat signifiknya = 0.05 adalah ( cc) d sholat d dzikir kadg-kadg 0,023 ( cc) berarti ada perbeda responden yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin, sholat d dzikir rutin serta sholat d dzikir kadg-kadg dala pengaruhnya terhadap proses persalin kala IV (volue darah). Bila proses pengeluar uri (kala III) berjal lcar aka proses persalin kala IV (volue darah) juga ak lebih a (Oxorn, 1990). Lebih ljut dikatak bahwa proses persalin kala IV (volue darah) ada di bawah pengawas ketat d selalu diperiksa bila ada perdarah, tek darah diukur d nadinya dihitung karena kala ini lebih berbahaya untuk ibu daripada waktu-waktu lain (Oxorn, 1990), 27

10 dari hasil sebelunya dapat dilihat bahwa ibu hail yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin ak lebih cepat pada saar enjali proses pengeluar uri, sehingga deng terapi psikis sholat d dzikir dapat dilihat bahwa proses persalin kala IV (volue darah) noral d sedikit sehingga proses persalin kala IV ak lebih tidak ebahayak. Variabel proses persalin kala IV (robek vagina). Dilakuk uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung < F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti elaksak sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin serta sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin tidak berpengaruh pada proses persalin kala IV (robek perineu). BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesipul Berdasark hasil peneliti yg telah dilakuk dapat disipulk bahwa : 1. Terapi sholat d dzikir berpengaruh terhadap variabel proses persalin kala I (pebuka), proses persalin kala II (pengeluar jin), proses persalin kala III (pengeluar uri) d proses persalin kala IV (volue darah). 2. Terapi sholat d dzikir tidak berpengaruh terhadap robek perineu Sar Berdasark hasil peneliti yg telah dilakuk aka sar yg diberik adalah : 1. Terapi psikis terutaa sholat d dzikir dapat dijadik sebagai salah satu terapi yg digunak untuk ebtu ibu-ibu hail yg ak enghadapi saat persalin agar enjadi lebih teng d eiliki kesiap psikologis, sehingga proses persalin enjadi suatu yg tidak enyakitk d enakutk. 2. Terapi psikis sholat d dzikir dapat disark kepada ibu-ibu hail sejak awal kehail karena udah untuk dilakuk oleh seua ibu hail d tidak enibulk efek saping apapun. DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin, 2002, Metode Peneliti, Yogyakarta, Pustaka Pelajar 28

11 Dorothy, E.H., Mengenal Proses Persalin: Pdu Bagi Wita Hail, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta East, N.J & Hell, L.M, Obstetrics, 12 th Edition, New York, Appleton- Century-Crofts, Inc Hadi, Soetrisno, 2002, Statistik, Jilid 2, Yogyakarta, Penerbit Andi Ibrahi, KH, Penuntun Sholat: Lengkap Deng Kupul Do a-do a, Surabaya, Penerbit TB Koko Jones & Llewellyn, Derek, 2009, Setiap Wita: Pdu Terlengkap Tentg Kesehat, Kebid & Kdung, Penerjeah: Di Paraesti Bahar, Jakarta, Delapratasa Publishing Labib, Mz, Pilih Shalat Terlengkap: Disertai Do a, Dzikir & Wirid serta Hikya, Surabaya, Penerbit Bintg Usaha Jaya Mochtar, Rusta, 1998, Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi & Obstetri Patologi, Jakarta, Penerbit Buku Kedokter Nawawi, M.T, 2002, Penuntun Praktis Shalat Lengkap: Beserta Dzikir d Do a-do a, Surabaya, Karya Ilu Nugroho, W.H., 1990, Percg d Analisis Percoba, Bdung, Geca Exact Nursala, 2009, Konsep d Penerap Metodologi Peneliti Ilu Keperawat, Edisi 2, Pedo Skripsi, Tesis, d Instruen Peneliti Keperawat, Jakarta, Saleba Medika Notoatodjo, Soekidjo, 2005, Metodologi Peneliti Kesehat, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta Oxorn, Harry, 1990, Ilu Kebid: Patologi & Fisiologi Persalin, Editor: Hakii, Penerbit Yayas Essentia Medica Saifuddin, A.B, dkk.,2002, Buku Pdu Praktis Pelay kesehat Maternal d Neonatal, Jakarta, Penerbit Yayas Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo bekerja saa deng Jaring Nasional Pelatih Klinik Kesehat Reproduksi POGI Seniati, L.,Yulito,A. & Setiadi, B.N., Psikologi Eksperien,Jakarta, PT. Indeks Sholeh, Mohaad, 2006, Terapi Salat Tahajud, Surabaya, Hikah Populer Silalahi, Ulber, 2009, Metode Peneliti,Sosial Jakarta: PT. Rafika Aditaa Suto, 2002, Pebahas Terpadu Statistika & Metodologi Riset, Yogyakarta, Penerbit Andi Suryabrata, Suadi, 2003, Metodologi Peneliti, Yogyakarta, Penerbit Rajawali 29

Jurnal Sistem Informasi

Jurnal Sistem Informasi JSIKA Vol 3, No 1 (2014)/ ISSN 2338-137X Jurnal Siste Inforasi Situs Jurnal : http://jurnal.stiko.edu/index.php/jsika RANCANG BANGUN APLIKASI ANALISIS LAPORAN REALISASI ANGGARAN PEMBANGUNAN GEDUNG MENGACU

Lebih terperinci

PSIKOLOGI PERKEMBAN GAN

PSIKOLOGI PERKEMBAN GAN PSIKOLOGI PERKEMBAN GAN 1 Definisi psikologi perkebangan Psikologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata psikose yg berarti jiwa dan logos yg berarti ilu. Berarti psikologi adalah ilu yg ebahas tentang

Lebih terperinci

PROFIL UMUR DAN PEKERJAAN IBU BERSALIN SECTIO CAESAREA YANG MEMPUNYAI RIWAYAT SECTIO CAESAREA

PROFIL UMUR DAN PEKERJAAN IBU BERSALIN SECTIO CAESAREA YANG MEMPUNYAI RIWAYAT SECTIO CAESAREA PROFIL UMUR DAN PEKERJAAN IBU BERSALIN SECTIO CAESAREA YANG MEMPUNYAI RIWAYAT SECTIO CAESAREA Sri Hartatik*, Henny Juaria* *Akademi Kebidanan Griya Husada, Jl. Dukuh Pakis Baru II no.110 Surabaya Email

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliti Peneliti ini menggunak peneliti tindak deskriptif kualitatif. Jenis peneliti yg digunak untuk meremediasi kesalah siswa tentg materi persama d pertidaksama linear

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Graph Sebelu sapai pada pendefinisian asalah network flow, terlebih dahulu pada bagian ini akan diuraikan engenai konsep-konsep dasar dari odel graph dan representasinya

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Tabel 1. Indikator/ Indikasi Penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Tabel 1. Indikator/ Indikasi Penelitian 39 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Tipe Penelitian Penelitian ini terasuk tipe penelitian dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis ini dipergunakan untuk enggabarkan tentang

Lebih terperinci

CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES. Pertemuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA

CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES. Pertemuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES Perteuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA Miniu distance classifiers elakukan klasifikasi berdasarkan jarak terpendek. Ada dua jenis yang dibahas:. The Euclidean Distance

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Data dan Variabel 2.1.1 Data Pengertian data enurut Webster New World Dictionary adalah things known or assued, yang berarti bahwa data itu sesuatu yang diketahui atau dianggap.

Lebih terperinci

THE CAUSALITY AVAILABILITY OF FOOD AND ECONOMIC GROWTH IN CENTRAL JAVA

THE CAUSALITY AVAILABILITY OF FOOD AND ECONOMIC GROWTH IN CENTRAL JAVA THE CAUSALITY AVAILABILITY OF FOOD AND ECONOMIC GROWTH IN CENTRAL JAVA Juli Biantoro 1, Didit Purnoo 2 1,2 Fakultas Ekonoi dan Bisnis, Universitas Muhaadiyah Surakarta dp274@us.ac.id Abstrak Ketahanan

Lebih terperinci

Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum

Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Dasar Hukum I Pendahulu A Latar Belakg Penyelenggara d pengelola pendidik di sekolah pada dasarnya meliputi kegiat: perenca, pelaksa, d pengawas Kegiat-kegiat tersebut saling berkait d merupak fungsi pokok dari kegiat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam skala prioritas pembangunan nasional dan daerah di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. dalam skala prioritas pembangunan nasional dan daerah di Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pebangunan ekonoi erupakan asalah penting bagi suatu negara, untuk itu sejak awal pebangunan ekonoi endapat tepat penting dala skala prioritas pebangunan nasional

Lebih terperinci

CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES. Pertemuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA

CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES. Pertemuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA CLASSIFIER BERDASAR TEORI BAYES Perteuan 4 KLASIFIKASI & PENGENALAN POLA Miniu distance classifiers elakukan klasifikasi berdasarkan jarak terpendek. Ada dua jenis yang dibahas:. The Euclidean Distance

Lebih terperinci

MENGUKUR MOMEN INERSIA BEBERAPA MODEL VELG SEPEDA MINI

MENGUKUR MOMEN INERSIA BEBERAPA MODEL VELG SEPEDA MINI KONSTAN: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika (ISSN.460-919) Volue 1, No., Maret 016 MENGUKUR MOMEN INERSIA BEBERAPA MODEL VELG SEPEDA MINI 1 Suraidin, Islahudin, 3 M. Firan Raadhan 1 Mahasiswa Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. situs tersebut juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Kota

BAB I PENDAHULUAN. tersebut. situs tersebut juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Kota BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakg Masalah Situs-situs sejarah merupak aset bagi masyarakat yg ada di sekitar situs tersebut. situs tersebut juga bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Kota Surabaya

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RUMAH PERAWATAN PSIKO NEURO GERIATRI PURI SARAS SEMARANG)

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RUMAH PERAWATAN PSIKO NEURO GERIATRI PURI SARAS SEMARANG) RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS BERBASIS WEB (STUDI KASUS : RUMAH PERAWATAN PSIKO NEURO GERIATRI PURI SARAS SEMARANG) Julia Widya S.K.

Lebih terperinci

Uji Rank Mann-Whitney Dua Tahap

Uji Rank Mann-Whitney Dua Tahap Statistika, Vol. 7 No., 55 60 Mei 007 ji Rank Mann-Whitney Dua Tahap Teti Sofia Yanti Dosen Jurusan Statistika FMIPA NISBA. Abstrak ji rank Mann-Whitney adalah salah satu bentuk pengujian dala analisis

Lebih terperinci

KAJIAN METODE ZILLMER, FULL PRELIMINARY TERM, DAN PREMIUM SUFFICIENCY DALAM MENENTUKAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA

KAJIAN METODE ZILLMER, FULL PRELIMINARY TERM, DAN PREMIUM SUFFICIENCY DALAM MENENTUKAN CADANGAN PREMI PADA ASURANSI JIWA DWIGUNA Jurnal Mateatika UNAND Vol. 3 No. 4 Hal. 160 167 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Mateatika FMIPA UNAND KAJIAN METODE ZILLMER, FULL PRELIMINARY TERM, DAN PREMIUM SUFFICIENCY DALAM MENENTUKAN CADANGAN PREMI PADA

Lebih terperinci

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KAB. JOMBANG TAHUN 2013

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KAB. JOMBANG TAHUN 2013 HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KAB. JOMBANG TAHUN 2013 Sri Wahayu 1, Erika Agung M, SST 2, Heni Maryati, S.Kep.,Ns,.M.Kes

Lebih terperinci

KAJIAN TEORI DAN METODE

KAJIAN TEORI DAN METODE PERBANDINGAN KEGIATAN UKS DENGAN USAHA KESEHATAN DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT BINA MANDIRI CIPAGERAN KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN KELURAHAN CIPAGERAN KOTA CIMAHI

Lebih terperinci

Definisi 3.3: RUANG SAMPEL KONTINU Ruang sampel kontinu adalah ruang sampel yang anggotanya merupakan interval pada garis bilangan real.

Definisi 3.3: RUANG SAMPEL KONTINU Ruang sampel kontinu adalah ruang sampel yang anggotanya merupakan interval pada garis bilangan real. 0 RUANG SAMPEL Kita akan eperoleh ruang sapel, jika kita elakukan suatu eksperien atau percobaan. Eksperien disini erupakan eksperien acak. Misalnya kita elakukan suatu eksperien yang diulang beberapa

Lebih terperinci

HUBUNGAN KEJADIAN PRE EKLAMSIA DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT ISLAM KLATEN

HUBUNGAN KEJADIAN PRE EKLAMSIA DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT ISLAM KLATEN HUBUNGAN KEJADIAN PRE EKLAMSIA DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT ISLAM KLATEN Sri Wahyuni 1, Nurul Ayu Safitri 2 Abstrak : Pre eklamsia adalah suatu sindrom klinik dalam kehamilan usia lebih

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Faktor yang Berperan dalam Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Jagir Surabaya periode Juli Agustus 2014, dapat

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Robekan Jalan Lahir Pada Ibu Bersalin

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Robekan Jalan Lahir Pada Ibu Bersalin Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Robekan Jalan Lahir Pada Ibu Bersalin Stella Pasiowan 1, Anita Lontaan 2, Maria Rantung 3 1. RSJ.Prof.Dr.V.L.Ratumbuysang Manado 2,3, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes

Lebih terperinci

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap Final Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap Final Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap Final Diponegoro Physics Copetititon Tingkat SMA 1. Ujian Eksperien berupa Naskah soal beserta lebar jawaban dan kertas grafik. 2. Waktu keseluruhan dala eksperien dan

Lebih terperinci

PENGARUH POSISI BEBAN DAN MOMEN INERSIA TERHADAP PUTARAN KRITIS PADA MODEL POROS MESIN KAPAL

PENGARUH POSISI BEBAN DAN MOMEN INERSIA TERHADAP PUTARAN KRITIS PADA MODEL POROS MESIN KAPAL PENGARUH POSISI BEBAN DAN MOMEN INERSIA TERHADAP PUTARAN KRITIS PADA MODEL POROS MESIN KAPAL Waris Wibowo Staf Pengajar Akadei Mariti Yogyakarta (AMY) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk endapatkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menibang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDARA BLIMBINGSARI, KABUPATEN BANYUWANGI

PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDARA BLIMBINGSARI, KABUPATEN BANYUWANGI PENGEMBANGAN FASILITAS SISI UDARA BANDARA BLIMBINGSARI, KABUPATEN BANYUWANGI Bayu Surya Dara T, Ir. Hera Widyastuti, MT. PhD., Istiar, ST. MT. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORI 8 BAB II TINJAUAN TEORI A. Tinjauan Teori 1. Pengertian Prematur Persalinan merupakan suatu diagnosis klinis yang terdiri dari dua unsur, yaitu kontraksi uterus yang frekuensi dan intensitasnya semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. segi kuantitas dan kualitasnya. Penambahan jumlah konsumen yang tidak di ikuti

BAB I PENDAHULUAN. segi kuantitas dan kualitasnya. Penambahan jumlah konsumen yang tidak di ikuti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air erupakan kebutuhan yang penting bagi kehidupan anusia. Manusia tidak dapat elanjutkan kehidupannya tanpa penyediaan air yang cukup dala segi kuantitas dan kualitasnya.

Lebih terperinci

ISSN WAHANA Volume 67, Nomer 2, 1 Desember 2016

ISSN WAHANA Volume 67, Nomer 2, 1 Desember 2016 ISSN 0853 4403 WAHANA Volue 67, Noer 2, Deseber 206 PERBANDINGAN LATIHAN BOLA DIGANTUNG DAN BOLA DILAMBUNGKAN TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK MULA DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW PADA SISWA PUTRA KELAS X-IS

Lebih terperinci

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK BAB GLOMBANG LKTROMAGNTIK Contoh. Hubungan dan B dari gelobang bidang elektroagnetik Suatu gelobang bidang elektroagnetik sinusoidal dengan frekuensi 5 MHz berjalan di angkasa dala arah X, seperti ditunjukkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Halaan i iii I PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 11 Latar Belakang 1 12 Fungsi Pengawas dan Peeriksa 2 13 Pengawasan 2 14 Peeriksaan 3 II PEMERIKSAAN ISIAN DAFTAR VIMK14-L2

Lebih terperinci

Volume 17, Nomor 2, Hal Juli Desember 2015

Volume 17, Nomor 2, Hal Juli Desember 2015 Volue 17, Noor 2, Hal. 111-120 Juli Deseber 2015 ISSN:0852-8349 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA MIND MAP TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KERINCI TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Efriana

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) Judul Mata Kuliah : METODOLOGI PENELITIAN DAN RANCANGAN PERCOBAAN Kode Mata Kuliah : TPH 4111 Tuju Instruksional Umum : Setelah menempuh mata kuliah Metodologi Peneliti, diharapk

Lebih terperinci

JURNAL PSIKIATRI INDONESIA

JURNAL PSIKIATRI INDONESIA JURNAL PSIKIATRI INDONESIA Vol. No.1 Tahun 016 Hubung Komunikasi Terapeutik Deng Kecemas Keluarga Pasien Di Rug Flamboy RSUD Jombg M.Mahmudi 1, Monika Sawitri Prihatini, Rifa i 3 1,,3 STIKes Pemkab Jombg

Lebih terperinci

Model Produksi dan Distribusi Energi

Model Produksi dan Distribusi Energi Model Produksi dan Distribusi Energi Yayat Priyatna Jurusan Mateatika FMIPA UNPAD Jl. Raya Jatinangor Bdg Sd K 11 E ail : yatpriyatna@yahoo.co Abstrak Salah satu tujuan utaa proses produksi dan distribusi

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PICTURE AND PICTURE PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Oleh : Ela Susilawati, Elly Sukmasa, Nedin Badruzzam Program Studi

Lebih terperinci

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Gizi Buruk Di Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Gizi Buruk Di Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol., No., (Sept. ) ISSN: 3-9X D-77 Faktor-Faktor yang Mepengaruhi Angka Gizi Buruk Di Jawa Tiur dengan Pendekatan Regresi Nonparaetrik Spline Riana Kurnia Dewi, I Nyoan Budiantara

Lebih terperinci

DISTRIBUSI DUA PEUBAH ACAK

DISTRIBUSI DUA PEUBAH ACAK 0 DISTRIBUSI DUA PEUBAH ACAK Dala hal ini akan dibahas aca-aca fungsi peluang atau fungsi densitas ang berkaitan dengan dua peubah acak, aitu distribusi gabungan, distribusi arginal, distribusi bersarat,

Lebih terperinci

ANALISA GELOMBANG KEJUT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI JALAN WALANDA MARAMIS BITUNG

ANALISA GELOMBANG KEJUT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI JALAN WALANDA MARAMIS BITUNG Jurnal Iliah MEDIA ENGINEERING Vol. 3, No. 2, Juli 2013 ISSN 2087-9334 (94-98) ANALISA GELOMBANG KEJUT TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DI JALAN WALANDA MARAMIS BITUNG Octaviani Litwina Ada Aluni

Lebih terperinci

KAJIAN PERBANDINGAN KINERJA GRAFIK PENGENDALI CUMULATIVE SUM

KAJIAN PERBANDINGAN KINERJA GRAFIK PENGENDALI CUMULATIVE SUM KAJIAN PERBANDINGAN KINERJA GRAFIK PENGENDALI CUMULATIVE SUM (CUSUM) DAN EXPONENTIALLY WEIGHTED MOVING AVERAGE () DALAM MENDETEKSI PERGESERAN RATARATA PROSES Oleh: Nurul Hidayah 06 0 05 Desen pebibing:

Lebih terperinci

SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO

SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO 31 Juli-1 Agustus 2016 KAMPUS PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN POSTTEST PEMBINAAN GURU

Lebih terperinci

Komplek joglo Baru Blok E 16 RT 007/006, Lemabayan, Jakarta

Komplek joglo Baru Blok E 16 RT 007/006, Lemabayan, Jakarta PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KANTOR KECAMATAN KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Sus Novita Rotua Situmorg, Haryadi Sarjono 2,2

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM KOMPUTERISASI PROSES PINJAMAN DAN ANGSURAN PINJAMAN ANGGOTA KOPERASI ( STUDI KASUS PADA KOPERASI AMANAH SEJAHTERA SEMARANG )

PERANCANGAN SISTEM KOMPUTERISASI PROSES PINJAMAN DAN ANGSURAN PINJAMAN ANGGOTA KOPERASI ( STUDI KASUS PADA KOPERASI AMANAH SEJAHTERA SEMARANG ) PERANCANGAN SISTEM KOMPUTERISASI PROSES PINJAMAN DAN ANGSURAN PINJAMAN ANGGOTA KOPERASI ( STUDI KASUS PADA KOPERASI AMANAH SEJAHTERA SEMARANG ) Siti Munawaroh, S.Ko Abstrak: Koperasi Aanah Sejahtera erupakan

Lebih terperinci

PERHITUNGAN INTEGRAL FUNGSI REAL MENGGUNAKAN TEKNIK RESIDU

PERHITUNGAN INTEGRAL FUNGSI REAL MENGGUNAKAN TEKNIK RESIDU PERHITUNGAN INTEGRAL FUNGSI REAL MENGGUNAKAN TEKNIK RESIDU Warsito (warsito@ail.ut.ac.id) Universitas Terbuka ABSTRAT A function f ( x) ( is bounded and continuous in (, ), so the iproper integral of rational

Lebih terperinci

BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK

BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK KATA PENGANTAR Buku 3 ini erupakan seri buku pedoan yang disusun dala rangka Survei Industri Mikro dan Kecil 2013 (VIMK13) Buku ini euat pedoan bagi

Lebih terperinci

PENYEARAH TERKENDALI SATU FASA BERUMPAN BALIK DENGAN PERUBAHAN GAIN PENGENDALI PI (PROPORSIONAL INTEGRAL)

PENYEARAH TERKENDALI SATU FASA BERUMPAN BALIK DENGAN PERUBAHAN GAIN PENGENDALI PI (PROPORSIONAL INTEGRAL) Media Elektrika, ol. 8, No. 1, Juni 015 ISSN 1979-7451 PENYEARAH TERKENDALI SATU FASA BERUMPAN BALIK DENGAN PERUBAHAN GAIN PENGENDALI PI (PROPORSIONAL INTEGRAL) Adhi Kusantoro, ST, MT [1] Ir.Agus Nuwolo,

Lebih terperinci

Pengaruh Lama Fermentasi Dan Penambahan Inokulum Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum Terhadap Kualitas Silase Tebon Jagung (Zea mays)

Pengaruh Lama Fermentasi Dan Penambahan Inokulum Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus fermentum Terhadap Kualitas Silase Tebon Jagung (Zea mays) D w i S a t r i y o W i d o d o, 2 0 1 4 1 Pengaruh Lama Fermentasi D Penambah Inokulum Lactobacillus pltarum d Lactobacillus fermentum Terhadap Kualitas Silase Tebon Jagung (Zea mays) Dwi Satriyo Widodo

Lebih terperinci

Respon Tanaman Jagung (Zea mays) pada Berbagai Regim air Tanah dan Pemberian Pupuk Nitrogen

Respon Tanaman Jagung (Zea mays) pada Berbagai Regim air Tanah dan Pemberian Pupuk Nitrogen Respon Tanaan Jagung (Zea ays) pada Berbagai Regi air Tanah dan Peberian Pupuk Nitrogen Burhanuddin Rasyid, Solo S.R. Saosir, Firan Sutoo Jurusan Ilu Tanah, Fak. Pertanian, Universitas Hasanuddin Jl. Perintis

Lebih terperinci

RANCANGAN ALAT SISTEM PEMIPAAN DENGAN CARA TEORITIS UNTUK UJI POMPA SKALA LABORATORIUM. Oleh : Aprizal (1)

RANCANGAN ALAT SISTEM PEMIPAAN DENGAN CARA TEORITIS UNTUK UJI POMPA SKALA LABORATORIUM. Oleh : Aprizal (1) RANCANGAN ALAT SISTEM PEMIPAAN DENGAN CARA TEORITIS UNTUK UJI POMPA SKALA LABORATORIUM Oleh : Aprizal (1) 1) Dosen Progra Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian Eail. ijalupp@gail.co

Lebih terperinci

MATRIKS DALAM LABORATORIUM oleh : Sugata Pikatan

MATRIKS DALAM LABORATORIUM oleh : Sugata Pikatan Kristal no.12/april/1995 1 MATRIKS DALAM LABORATORIUM oleh : Sugata Pikatan Di dala ateatika anda pasti sudah pernah berhadapan dengan sebuah siste persaaan linier. Cacah persaaan yang berada di dala siste

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PERBAIKAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2015

KERANGKA ACUAN PERBAIKAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2015 KERANGKA ACUAN PERBAIKAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS TAHUN 2015 I. Pendahulu Dalam mencapai derajat kesehat yg optimal dibidg kesehat pada saat ini diupayak melalui perbaik mutu pelay di fasilitas Puskesmas

Lebih terperinci

BAB V PERENCANAAN STRUKTUR

BAB V PERENCANAAN STRUKTUR BAB V PERENCANAAN STRUKTUR 5.1. TINJAUAN UMUM Dala perencanaan suatu bangunan pantai harus ditetapkan terlebih dahulu paraeter-paraeter yang berperan dalan perhitungan struktur. Paraeterparaeter tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di bidang-bidang lain, seperti sosial, politik, dan budaya. perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin.

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di bidang-bidang lain, seperti sosial, politik, dan budaya. perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pebangunan ekonoi erupakan asalah penting bagi suatu negara, untuk itu sejak awal pebangunan ekonoi endapat tepat penting dala skala prioritas pebangunan nasional

Lebih terperinci

HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN LAMANYA PELEPASAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH BERSALIN AL-AMIN DONOYUDAN KALIJAMBE SRAGEN

HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN LAMANYA PELEPASAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH BERSALIN AL-AMIN DONOYUDAN KALIJAMBE SRAGEN HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN LAMANYA PELEPASAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RUMAH BERSALIN AL-AMIN DONOYUDAN KALIJAMBE SRAGEN Ika Minda Agustin & Atik Setyaningsih Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali

Lebih terperinci

PENGETAHUAN DAN KECEMASAN IBU PENGGUNA KONTRASEPSI AKDR. Vera Virgia

PENGETAHUAN DAN KECEMASAN IBU PENGGUNA KONTRASEPSI AKDR. Vera Virgia PENGETAHUAN DAN KECEMASAN IBU PENGGUNA KONTRASEPSI AKDR Vera Virgia Program Studi Kebidanan, STIKES Dian Husada Mojokerto Email : veravirgia@gmail.com ABSTRAK IUD (Intra Uteri Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DOKUMEN PERSURATAN PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMSEL

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DOKUMEN PERSURATAN PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMSEL SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DOKUMEN PERSURATAN PADA BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI SUMSEL Zulprisyah (zulprisyah04@yahoo.com) Dafid (dafid@stmik-mdp.net) Jurus Sistem Informasi STMIK GI MDP Abstrak :

Lebih terperinci

MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI PAKET WAVELET Rosanita Listyaningrum*, Imam Santoso**, R.

MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI PAKET WAVELET Rosanita Listyaningrum*, Imam Santoso**, R. 1 MAKALAH SEMINAR TUGAS AKHIR ANALISIS TEKSTUR MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI PAKET WAVELET Rosanita Listyaningru*, Ia Santoso**, R.Rizal Isnanto** Abstrak - Tekstur adalah karakteristik yang penting

Lebih terperinci

PENENTUAN BESAR CADANGAN PADA ASURANSI JIWA BERSAMA DWIGUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ILLINOIS

PENENTUAN BESAR CADANGAN PADA ASURANSI JIWA BERSAMA DWIGUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ILLINOIS Jurnal Mateatika UNAND Vol. 5 No. 3 Hal. 85 91 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Mateatika FMIPA UNAND PENENTUAN BESAR CADANGAN PADA ASURANSI JIWA BERSAMA DWIGUNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ILLINOIS FERDY NOVRI

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR DENGAN MIOMA UTERI DI RS. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR DENGAN MIOMA UTERI DI RS. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR DENGAN MIOMA UTERI DI RS. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Neni Rusnita*, Estu Lovita.P Akademi Kebidanan Betang Asi Raya, Jln.Ir.Soekarno No.7 Palangka Raya ABSTRAK Mioma Uteri

Lebih terperinci

MODUL PERTEMUAN KE 6 MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN

MODUL PERTEMUAN KE 6 MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN 43 MODUL PERTEMUAN KE 6 MATA KULIAH : MATERI KULIAH: Mekanika klasik, Huku Newton I, Gaya, Siste Satuan Mekanika, Berat dan assa, Cara statik engukur gaya.. POKOK BAHASAN: DINAMIKA PARTIKEL 6.1 MEKANIKA

Lebih terperinci

BAB II PENYEARAH DAYA

BAB II PENYEARAH DAYA BAB II PENYEARAH DAYA KOMPETENSI DASAR Setelah engikuti ateri ini diharapkan ahasiswa eiliki kopetensi: Menguasai karakteristik penyearah setengah-gelobang dan gelobang-penuh satu fasa dan tiga fasa Menguasai

Lebih terperinci

BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK

BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK BUKU 3 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK BAB I PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 11 Latar Belakang Keberhasilan suatu kegiatan survei tidak terlepas dari tanggung jawab, fungsi dan peran seluruh

Lebih terperinci

Laporan akhir fenomena dasar mesin BAB I PENDAHULUAN

Laporan akhir fenomena dasar mesin BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dala bidang konstruksi sifat aterial yang dapat terdefleksi erupakan suatu hal yantg sangat enakutkan karena bila saja hal tersebut terjadi aka struktur yang dibangun

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2010

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2010 ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2010 SYAFNELI, SST SRI MASYUNI DAULAY ABSTRAK Perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml yang merupakan

Lebih terperinci

BAB III UJI STATISTIK PORTMANTEAU DALAM VERIFIKASI MODEL RUNTUN WAKTU

BAB III UJI STATISTIK PORTMANTEAU DALAM VERIFIKASI MODEL RUNTUN WAKTU BAB III UJI STATISTIK PORTMANTEAU DALAM VERIFIKASI MODEL RUNTUN WAKTU Salah satu langkah yang paling penting dala ebangun suatu odel runtun waktu adalah dari diagnosisnya dengan elakukan peeriksaan apakah

Lebih terperinci

KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) DAN DAYA TERIMA KERIPIK DAUN BANGUN BANGUN (coleus amboinicus, Lour)

KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) DAN DAYA TERIMA KERIPIK DAUN BANGUN BANGUN (coleus amboinicus, Lour) KANDUNGAN ZAT BESI (Fe) DAN DAYA TERIMA KERIPIK DAUN BANGUN BANGUN (coleus amboinicus, Lour) Ferrum Contents d Receive Power of Bgun- Bgun Leaves (coleus amboinicus, Lour) Risti Febrine Ropita Situmorg

Lebih terperinci

STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA SELAMA MASA NIFAS (Di Desa Pomahan Janggan Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan 2015)

STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA SELAMA MASA NIFAS (Di Desa Pomahan Janggan Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan 2015) STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA SELAMA MASA NIFAS (Di Desa Pomahan Janggan 2015) Sumiyati* Hetti Latifah** *Dosen Program Studi D III Kebidanan Universitas Islam Lamongan **Mahasiswa Program

Lebih terperinci

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET. 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS)

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET. 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS) BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS) Adapun sejarah Badan Pusat Statistik di Indonesia terjadi epat asa peerintah di Indonesia, antara lain : 1. Masa Peerintahan

Lebih terperinci

ACCURATE HIJRI CALCULATOR 2.2 SEBAGAI PIRANTI HISAB PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH BERDASARKAN KRITERIA VISIBILITAS HILAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL

ACCURATE HIJRI CALCULATOR 2.2 SEBAGAI PIRANTI HISAB PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH BERDASARKAN KRITERIA VISIBILITAS HILAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL ACCURATE HIJRI CALCULATOR 2.2 SEBAGAI PIRANTI HISAB PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH BERDASARKAN KRITERIA VISIBILITAS HILAL NASIONAL DAN INTERNASIONAL Abdurro uf, Abdurrouf, Mauludi A. Paungkas Jurus Fisika

Lebih terperinci

Volume 2 No ijse.bsi.ac.id IJSE Indonesian Journal on Software Engineering

Volume 2 No ijse.bsi.ac.id IJSE Indonesian Journal on Software Engineering Percg Aplikasi Mobile Berbasis Android Untuk Pemelihara Mesin Produksi Pada PT. Temprint Muhamad Fitra Syawall, Endg Pujiastuti Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Budi Luhur muhamadfitra@gmail.com,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENGUKURAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENGUKURAN 35 BAB IV ANALISIS HASIL PENGUKURAN Skripsi ini bertujuan untuk elihat perbedaan hasil pengukuran yang didapat dengan enjulahkan hasil pengukuran enggunakan kwh-eter satu fasa pada jalur fasa-fasa dengan

Lebih terperinci

BUKU 3 : PEDOMAN PENGAWAS / PEMERIKSA

BUKU 3 : PEDOMAN PENGAWAS / PEMERIKSA BADAN PUSAT STATISTIK BUKU 3 : PEDOMAN PENGAWAS / PEMERIKSA SURVEI INDUSTRI MIKRO DAN KECIL TAHUNAN T A H U N 2 0 1 5 (VIMK15 TAHUNAN) Pedoan Teknis Pipinan BPS Provinsi, Kabupaten/Kota VIMK15 Tahunan

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) SISTEM PERAMALAN UNTUK PENGADAAN MATERIAL UNIT INJECTION DI PT. XYZ

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) SISTEM PERAMALAN UNTUK PENGADAAN MATERIAL UNIT INJECTION DI PT. XYZ Jurnal Ilmiah Komputer d Informatika (KOMPUTA) Vol. 2, No. 2, Oktober, ISSN : 289-933 SISTEM PERAMALAN UNTUK PENGADAAN MATERIAL UNIT INJECTION DI PT. XYZ Ade Abdul Gofur 1, Utami Dewi Widiti 2 1,2 Teknik

Lebih terperinci

Implementasi Histogram Thresholding Fuzzy C-Means untuk Segmentasi Citra Berwarna

Implementasi Histogram Thresholding Fuzzy C-Means untuk Segmentasi Citra Berwarna JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (03) ISSN: 337-3539 (30-97 Print) Ipleentasi Histogra Thresholding Fuzzy C-Means untuk Segentasi Citra Berwarna Risky Agnesta Kusua Wati, Diana Purwitasari, Rully Soelaian

Lebih terperinci

Dinamika Kebidanan vol. 2 no.2. Agustus 2012

Dinamika Kebidanan vol. 2 no.2. Agustus 2012 HUBUNGAN TINDAKAN MANAJEMEN AKTIF KALA TIGA DENGAN JUMLAH PENGELUARAN DARAH PADA POST PARTUM OLEH BIDAN DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN DEMAK Budi Yuningsih Imbarwati*) *)Akademi kebidanan Abdi Husada Semarang

Lebih terperinci

Lampiran 1 - Prosedur pemodelan struktur gedung (SRPMK) untuk kontrol simpangan antar tingkat menggunakan program ETABS V9.04

Lampiran 1 - Prosedur pemodelan struktur gedung (SRPMK) untuk kontrol simpangan antar tingkat menggunakan program ETABS V9.04 50 Lapiran 1 - Prosedur peodelan struktur gedung (SRPMK) untuk kontrol sipangan antar tingkat enggunakan progra ETABS V9.04 Pada sub bab ini, analisis struktur akan dihitung serta ditunjukan dengan prosedur

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KINERJA PUSKESMAS

KERANGKA ACUAN KINERJA PUSKESMAS KERANGKA ACUAN KINERJA PUSKESMAS A. Pendahulu Dalam mencapai derajat kesehat yg optimal dibidg kesehat pada saat ini diupayak melalui perbaik mutu pelay di fasilitas Puskesmas merupak fasilitas kesehat

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN SIMULASI MODEL HODGKIN-HUXLEY

BAB 3 ANALISIS DAN SIMULASI MODEL HODGKIN-HUXLEY BAB 3 ANALISIS DAN SIMULASI MODEL HODGKIN-HUXLEY 3.1 Analisis Dinaika Model Hodgkin Huxley Persaaan Hodgkin-Huxley berisi epat persaaan ODE terkopel dengan derajat nonlinear yang tinggi dan sangat sulit

Lebih terperinci

PENGARUH BENTUK COVER TERHADAP PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI SOLAR STILL

PENGARUH BENTUK COVER TERHADAP PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI SOLAR STILL PENGARUH BENTUK COVER TERHADAP PRODUKTIFITAS DAN EFISIENSI SOLAR STILL Nova R. Isail Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Widyagaa Malang novarislapung@yahoo.co.id ABSTRACT Various distillation

Lebih terperinci

Siti Mursidah & Nurul Eko Widiyastuti Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali ABSTRAK

Siti Mursidah & Nurul Eko Widiyastuti Akademi Kebidanan Estu Utomo Boyolali ABSTRAK PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PKD MEKAR SARI DESA NGARGOTIRTO SUMBERLAWANG SRAGEN Siti Mursidah & Nurul Eko Widiyastuti

Lebih terperinci

TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN SALURAN ASI DI BPM SUWARNI SIDOHARJO SRAGEN

TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN SALURAN ASI DI BPM SUWARNI SIDOHARJO SRAGEN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN SALURAN ASI DI BPM SUWARNI SIDOHARJO SRAGEN Endang Rusdjianti, Niken Ratnasari Akademi Kebidanan YAPPI Sragen ABSTRAK Latar Belakang: Kehamilan merupakan

Lebih terperinci

PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG MIPA CENTER (TAHAP I) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG JURNAL

PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG MIPA CENTER (TAHAP I) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG JURNAL PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG MIPA CENTER (TAHAP I) FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG JURNAL Diajukan untuk eenuhi persyaratan eperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

(R.4) PENGUJIAN DAN PEMODELAN ASOSIASI DUA VARIABEL KATEGORIK MULTI-RESPON DENGAN METODE BOOTSTRAP DAN ALGORITMA GANGE

(R.4) PENGUJIAN DAN PEMODELAN ASOSIASI DUA VARIABEL KATEGORIK MULTI-RESPON DENGAN METODE BOOTSTRAP DAN ALGORITMA GANGE (R.4) PENGUJIAN DAN PEMODELAN ASOSIASI DUA VARIABEL KATEGORIK MULTI-RESPON DENGAN METODE BOOTSTRAP DAN ALGORITMA GANGE Giat Sudrajat Saruda, 2 Septiadi Padadisastra, 3 I Gede Nyoan Mindra Jaya Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB VI SUHU DAN KALOR

BAB VI SUHU DAN KALOR BAB VI SUHU DAN KALOR STANDAR KOMPETENSI : 5. Meneapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi energi dan suber energi dengan berbagai perubahannya dala esin kalor. Kopeensi Dasar : 5.1 Melakukan percobaan

Lebih terperinci

Aplikasi Information Retrieval (IR) CATA Dengan Metode Generalized Vector Space Model

Aplikasi Information Retrieval (IR) CATA Dengan Metode Generalized Vector Space Model Aplikasi Inforation Retrieval (IR) CATA Dengan Metode Generalized Vetor Spae Model Hendra Bunyain, Chathalea Puspa Negara Jurusan Teknik Inforatika Fakultas Teknologi Inforasi, Universitas Kristen Maranatha.

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PADURESO KABUPATEN KEBUMEN Tri Puspa Kusumaningsih

GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PADURESO KABUPATEN KEBUMEN Tri Puspa Kusumaningsih GAMBARAN PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PADURESO KABUPATEN KEBUMEN Tri Puspa Kusumaningsih PENDAHULUAN Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil,

Lebih terperinci

PEMETAAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA PEMUKIMAN PENDUDUK DI BAWAH JARINGAN SUTT 150 KV PLN WILAYAH KALIMANTAN BARAT

PEMETAAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA PEMUKIMAN PENDUDUK DI BAWAH JARINGAN SUTT 150 KV PLN WILAYAH KALIMANTAN BARAT PEMETAAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA PEMUKIMAN PENDUDUK DI BAWAH JARINGAN SUTT 5 KV PLN WILAYAH KALIMANTAN BARAT Baharuddin Progra Studi Teknik Elektro, Universitas Tanjungpura, Pontianak Eail : cithara89@gail.co

Lebih terperinci

HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DENGAN KECEMASAN PROSES PERSALINAN DI BPM HESTI UTAMI DESA GRANTUNG KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO

HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DENGAN KECEMASAN PROSES PERSALINAN DI BPM HESTI UTAMI DESA GRANTUNG KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO HUBUNGAN PELAKSANAAN ASUHAN SAYANG IBU DENGAN KECEMASAN PROSES PERSALINAN DI BPM HESTI UTAMI DESA GRANTUNG KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO Tri Puspa Kusumaningsih, Astuti Yuliningsih ABSTRAK Data Dinas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Konsep teori graf diperkenalkan pertama kali oleh seorang matematikawan Swiss,

I. PENDAHULUAN. Konsep teori graf diperkenalkan pertama kali oleh seorang matematikawan Swiss, I. PENDAHULUAN. Latar Belakang Konsep teori graf diperkenalkan pertaa kali oleh seorang ateatikawan Swiss, Leonard Euler pada tahun 736, dala perasalahan jebatan Konigsberg. Teori graf erupakan salah satu

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. primer akibat robekan portio, perineum derajat II, dan hematoma vagina di

BAB V PENUTUP. primer akibat robekan portio, perineum derajat II, dan hematoma vagina di BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dengan selesainya studi kasus yang berjudul Asuhan Kebidanan Ibu Nifas pada Ny. G P 1 A 0 umur 25 tahun dengan perdarahan postpartum primer akibat robekan portio, perineum derajat

Lebih terperinci

BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON

BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON 3. Metode Beda Hingga Crank-Nicolson (C-N) Metode Crank-Nicolson dikebangkan oleh Crank John dan Phyllips Nicholson pada pertengahan abad ke-, etode ini erupakan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI. Beberapa Defenisi Pada analisa keputusan, si pebuat keputusan selalu doinan terhadap penjabaran seluruh alternatif yang terbuka, eperkirakan konsequensi yang perlu dihadapi pada setiap

Lebih terperinci

BAB 4 KAJI PARAMETRIK

BAB 4 KAJI PARAMETRIK Bab 4 Kaji Paraetrik BAB 4 Kaji paraetrik ini dilakukan untuk endapatkan suatu grafik yang dapat digunakan dala enentukan ukuran geoetri tabung bujursangkar yang dibutuhkan, sehingga didapatkan harga P

Lebih terperinci

Seminar Nasional Teknik Industri BKSTI 2014

Seminar Nasional Teknik Industri BKSTI 2014 Evaluasi pdu desain untuk mengurgi kepadat penumpg akibat keberada area komersial di desain stasiun bawah tah pada proyek Mass Rapid Trsit (MRT) Jakarta deng pemodel berbasis agen Akhmad Hidayatno 1, Reiner

Lebih terperinci

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TOT PARAMETER TES CABOR ATLETIK

NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TOT PARAMETER TES CABOR ATLETIK NARASI KEGIATAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TOT PARAMETER TES CABOR ATLETIK Oleh: Dr. Ria Luintuarso, M.Si. NIP. 19621026 198812 1 001 Hotel Patra Jasa Searang Jawa Tengah 26-27 Noveber 2014 Fakultas

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN. Wahyuningsih ABSTRAK

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN. Wahyuningsih ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN Wahyuningsih ABSTRAK Upaya untuk mencegah kematian bayi baru lahir yang baru

Lebih terperinci

DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN

DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN ejurnal Boga, Volume 3 Nomor 3, Yudisium Oktober Tahun 2014 Halam 8-12 DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE HOMOTOPI PADA MASALAH PERAMBATAN GELOMBANG INTERFACIAL

PENGGUNAAN METODE HOMOTOPI PADA MASALAH PERAMBATAN GELOMBANG INTERFACIAL PENGGUNAAN METODE HOMOTOPI PADA MASALAH PERAMBATAN GELOMBANG INTERFACIAL JAHARUDDIN Departeen Mateatika Fakultas Mateatika Ilu Pengetahuan Ala Institut Pertanian Bogor Jl Meranti, Kapus IPB Daraga, Bogor

Lebih terperinci

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR (STUDI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEYER DAN PUSKESMAS TOROH TAHUN 2011)

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR (STUDI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEYER DAN PUSKESMAS TOROH TAHUN 2011) FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR (STUDI DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEYER DAN PUSKESMAS TOROH TAHUN 2011) Dhina Novi Ariana 1, Sayono 2, Erna Kusumawati 3 1. Fakultas Ilmu

Lebih terperinci