PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN. Oleh. Estalita Kelly Program Studi Ilmu Psikologi ABSTRAK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN. Oleh. Estalita Kelly Program Studi Ilmu Psikologi ABSTRAK"

Transkripsi

1 PENGARUH TERAPI PSIKIS TERUTAMA SHOLAT DAN DZIKIR TERHADAP PROSES PERSALINAN Oleh. Estalita Kelly Progra Studi Ilu Psikologi ABSTRAK Proses persalin erupak proses yg sgat ditakuti d dapat enibulk keceas bagi setiap wita khususnya wita hail. Hal ini karena elahirk ak enibulk rasa sakit, wita harus erasak ketidaknya kelahir d wita ceas deng proses persalin yg berbahaya bahk dapat enyebabk keati. Eosi yg tidak stabil juga ak ebuat ibu erasak sakit yg seakin enjadi-jadi. Proses persalin yg terdiri dari epat kala, yg diulai dari pebuka serviks sapai enjadi lengkap 10 c, pengeluar jin, pelepas d pengeluar uri, serta ulai lahirnya uri sapai 1-2 Ja yg dapat ditdai deng adya pendarah. Faktor yg epengaruhi persalin adalah faktor fisik, seperti 1) Kekuat endorong jin keluar (power) 2) Faktor jin; 3) Faktor jal lahir, d faktor psikis ditarya adalah pengala spiritual. Salah satu pengala spiritual adalah elalui sholat d dzikir.tuju peneliti adalah Untuk engetahui pengaruh terapi psikis terutaa sholat d dzikir terhadap proses persalin. Kata Kunci:Terapi Psikis, I.PENDAHULUAN Proses persalin erupak proses yg sgat ditakuti d dapat enibulk keceas bagi setiap wita khususnya wita hail. Hal ini karena elahirk ak enibulk rasa sakit, wita harus erasak ketidaknya kelahir d wita ceas deng proses persalin yg berbahaya bahk dapat enyebabk keati (Dorothy, 2002). Selain penyebab yg bersifat klinis seperti plasenta previa, suasa psikologis sg ibu yg tidak endukung turut dil epersulit proses persalin. Eosi yg tidak stabil juga ak ebuat ibu erasak sakit yg seakin enjadijadi (Saifuddin, Wiknjosastro,Afdi, Waspodo. 2002). Proses persalin yg terdiri dari epat kala, yg diulai dari pebuka serviks sapai enjadi lengkap 10 c, pengeluar jin, pelepas d pengeluar uri, serta ulai lahirnya uri sapai 1-2 Ja yg dapat ditdai deng adya pendarah. Faktor yg epengaruhi persalin adalah faktor fisik, seperti 1) Kekuat endorong jin keluar (power) yg terdiri dari: a) His 19

2 (kontraksi uterus) : kekuat ini ditentuk oleh intensitas, laya d frekuensi kontraksi, b). Kontraksi otot-otot dinding perut, c) Kontraksi diafraga; 2) Faktor jin; 3) Faktor jal lahir. Sedgk faktor psikis terdiri atas: a) Keatg psikologis, b) Dukung org-org terdekat, c) Meiliki pengetahu, d) Pengala spiritual : ibu hail yg eiliki hubung yg intensif deng penciptya, eiliki kerohi yg atg ak lebih teng, pasrah d realitas serta udah eneria seua kenyata yg tidak enyengk sekalipun, karena inya bahwa Allah selalu eberi rahat d kekuat kepadya, daripada ibu hail yg tidak eiliki hubung kerohi yg intensif udah erasa ceas, takut, tidak percaya, ragu-ragu. Salah satu pengala spiritual elalui sholat d dzikir. Menurut Dorothy (2002) seakin wita hail epunyai kesiap psikologis atau psikis seakin udah persalin. Seakin ibu teng enghadapi proses persalin aka persalin ak berjal seakin lcar. Salah satu cara di dala Isla agar wita hail endapatk keteng psikologis dala enghadapi proses persalin adalah deng terapi psikis seperti sholat, sholat tahajud aupun dzikir. II. METODE PENELITIAN Desain Peneliti Peneliti ini erupak jenis peneliti eksperien, bertuju untuk enguji suatu hipotesis peneliti yg berhubung variabel bebas deng variabel tergtung d diharapk dapat digeneralisasi dala seluruh ggota populasi. Lokasi d Waktu Peneliti Peneliti ini dilakuk pada bul Juni sapai deng bul Agustus 2009 yg berada di praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg. Peneliti eilih tepat tersebut deng pertibg waktu, biaya, serta untuk eudahk pengendali d pengebg observasi. Populasi d Sapel Populasi dala peneliti ini adalah seua ibu hail yg eeriksak kdung d bersal di Praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg. Dala peneliti ini digunak sapel sebyak 30 ibu hail yg dibagi enjadi 3 kelopok yaitu 10 ibu hail yg elakuk sholat d dzikir kadgkadg, 10 ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin d 10 ibu hail yg elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin. 20

3 Variabel Peneliti d Definisi Operasional Variabel-variabel yg diteliti pada peneliti ini terdiri atas: a. Variabel Dependen (variabel tergtung) Variabel dependen pada peneliti ini adalah: proses persalin, yg eliputi proses kala I, kala II, kala III d kala IV. b. Variabel Independen (variabel bebas) Variabel dependen pada peneliti ini adalah: variabel kelopok, yg terdiri dari 3 kelopok, yaitu: A 1 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir kadgkadg t d dzikir A 2 = A 3 = d dzikir kadgkadg kelo pok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin kelo pok ibu hail yg elakuk sholat, sholat ala d dzikir rutin. A 2 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat d dzikir rutin A 3 = kelopok ibu hail yg elakuk sholat, sholat ala d dzikir rutin. 2 Pros es Pers alina n suatu proses pengeluar hasil konsepsi yg dapat hidup dari dala uterus elalui vagina ke dunia luar Kala I Kala II Ja Ja Definisi Operasional Variabel Kala III Ja No. Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Varia bel 1 Tera pi Psiki s terut aa shola Definisi Operasional A 1 = kelo pok ibu hail yg elakuk sholat Cara Ukur Kate gori Kala IV : Volu e perdar ah Deraja t robek cc c 21

4 perini u T i = Pengaruh perlaku dala hal ini pelaksa sholat d dzikir (kesalah) ij = Pengaruh Galat Instruen Peneliti Yij = pengaat Instruen peneliti ini eliputi 2 bagi yaitu bagi pertaa digunak untuk enjaring data variabel tergtung, bagi kedua untuk enjaring data variabel bebas. Instruen bagi pertaa encakup observasi, wawcara d pengukur yg digunak untuk eraih data berhubung deng variabel laa pebuka, laa pengeluar jin, laa pengeluar uri, volue perdarah d robek vagina. Sedgk instruen kedua encakup pertya yg digunak untuk eraih data berhubung deng identitas ibu hail. 3.6.Metode Analisis Data Untuk engalisa data dala peneliti ini digunak pendekat odel alisis varis klasifikasi satu arah (Nugroho, 1990). Secara ringkas persaa etode linier statistik dari alisis tersebut: Yij = + T i + ij Dia: = Rata-rata uu Data diolah deng paket progra SPSS 11.5 yg keudi enghasilk tabel alisis varis seperti tabel dibawah ini. Tabel 2. Analisis Raga Pengaruh Terapi Psikis Terutaa Sholat d Dzikir Terhadap Proses Persalin Suber Keraga Perlakua n Derajat Bebas Julah Kuadra t 2 JK Kelop ok Galat 27 JK Galat Raga Raga Kel. Raga Galat F hit p Total 29 JK Total - - Untuk enguji hipotesis: Ho : i = 2 = j = Ho : μ1 μ (paling tidak salah satu i j) Bilaa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel pada = 0,05 Ho ditolak, deng kata lain terdapat pengaruh sholat d dzikir terhadap proses persalin. Seljutnya dilakuk perbding tara rata-rataperlaku deng 22

5 enggunak Uji Beda Nyata Terkeil (BNT) yg dihitung deng ruus: BNT 0.05 = t 0,05 * 2 Raga galat / n III. HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek Peneliti Subyek yg digunak pada peneliti ini adalah ibu-ibu hail yg diabil sesuai deng kriteria yg telah dijelask sebelunya ciri subyek peneliti berdasark tingkat uur, tingkat pendidik d jenis pekerja Tingkat uur responden terbyak pada uur tahun enunjukk erupak usia subur sehingga proses persalin dapat berlgsung secara noral. Tingkat pendidik bervariasi sebagi besar dari SD sapai SMU enunjukk pengetahu ibu hail terhadap proses persalin cukup seibg dala variasi pendidik.pekerja ibu hail sebgi besar adalah sebagai buruh pabrik, ibu ruah tgga d swasta enunjukk bahwa ibu hail yg bersalin di Praktek Bid Swasta bervariasi dala hal pekerja. Hasil Analisis Peneliti ini adalah peneliti eksperiental deng subyek peneliti ibu hail. Terdapat tiga kelopok subyek peneliti asing-asing terdiri dari 10 ibu hail. Kelopok (A1) elakuk sholat d dzikir kadg-kadg; Kelopok (A2) elakuk sholat d dzikir rutin; d Kelopok (A3) elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin. Variabel peneliti yg diaati pada peneliti ini eliputi: i) Laa Pebuka, Laa Pengeluar Jin, d Laa Pengeluar Uri, ii) Volue Perdarah d iii) Tingkat Robek periniu. Proses Persalin Kala I, Kala II, d Kala III Variabel pebuka (kala I),pengeluar jin (kala II) d penegluar uri (kala III) sesudah perlaku adalah berbeda nyata yaitu berkisar ditara A 1 6 ja ja 55, A 2 5 ja 9 10 ja 5 d A 3 2 ja 45 6 ja 55, deng sipg baku ditara 1 ja 19 3 ja 48. Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.2) yg eperlihatk bahwa kala I, kala II d kala III sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Tabel 3.1. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah perlaku (dala ja) 23

6 A 1 12 ja 53 A 2 A 3 7 ja 28 4 ja 43 Mini u 6 ja 10 5 ja 9 2 ja 45 Maksi u 16 ja ja 5 6 ja 55 Sip g Baku 3 ja 46 1 ja 40 1 ja 19 Tabel 3.3. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg (A 1) rutin (A 2) Ratarata Ratarata c b () Bawah Atas nilai F hitung Kondisi tersebut dapat dilihat dari yaitu lebih besar dari F tabel ( =0,05) sebesar 3,35, deng kata lain pebuka (kala I), pengeluar jin (kala II) d pengeluar uri (kala III) sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 3.3) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg tidak saa, yg berarti tar kelopok berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.2. Analisis raga pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri sesudah diberi perlaku. Suber Variasi Perlaku Galat Total (T) Derajat Bebas (db) Julah kuadrat (JK) Raga F hitung F 0, Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) a Proses Persalin Kala IV (i) Volue Darah Variabel proses persalin kala IV (volue darah) sesudah perlaku adalah berbeda nyata yaitu berkisar ditara A , A d A , deng sipg baku ditara Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.5) yg eperlihatk bahwa volue darah perlaku adalah berbeda nyata. sesudah diberi Tabel 3.4. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku proses persalin kala iv (volue darah) sesudah perlaku (dala cc) Perlaku Rata -rata A Miniu Maksi u Sipg Baku

7 A A (A 1) rutin (A 2) Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) a a Kondisi tersebut dapat dilihat dari nilai F hitung ( =0,05) yaitu lebih besar dari F tabel sebesar 3,35, deng kata lain proses persalin kala IV (volue darah) sesudah diberi perlaku adalah berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 3.6) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg tidak saa, yg berarti tar kelopok berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.5. Analisis raga proses persalin kala iv (volue darah) sesudah diberi perlaku. Sub er Varias i Perlak u Galat Total (T) Dera jat Beb as (db) Jula h kuadra t (JK) Raga F hitu ng F 0, (ii) Robek Periniu Variabel proses persalin kala IV (robek periniu) sesudah perlaku adalah tidak berbeda nyata yaitu berkisar ditara A 1 3 5, A d A 3 3-5, deng sipg baku ditara Hasil ini didukung deng alisis raga (Tabel 3.8) yg eperlihatk bahwa subyek peneliti sesudah diberi perlaku adalah tidak berbeda nyata. Tabel 3.7. rata-rata, nilai iniu, nilai aksiu d sipg baku proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah perlaku Perlaku Nila i Rat a- rata Miniu Maksi u Sipg Baku A A A Tabel 3.6. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas proses persalin kala iv (volue darah) sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg Ratarata b () Bawah Atas Kondisi tersebut dapat dilihat dari nilai F hitung yaitu lebih kecil dari F tabel ( =0,05) sebesar 3,35, deng kata lain proses persalin kala IV (robek periniu) sesudah diberi perlaku adalah tidak berbeda nyata. Deiki pula bila dilihat dari perbding rata-rata (tabel 25

8 3.9) juga eperlihatk nilai rata-rata kelopok A 1, A 2 d A 3 di dapingi huruf yg saa, yg berarti tar kelopok tidak berbeda nyata sesudah diberi perlaku. Tabel 3.8. Analisis raga proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah diberi perlaku. Suber Variasi Perlakua n Galat Total (T) Deraj at Beba s (db) Jula h kuadr at (JK) Raga F hitun g F 0, Tabel 3.9. Perbding nilai rata-rata d nilai batas bawah d batas atas proses persalin kala iv (robek vagina) sesudah perlaku Perlaku kadg-kadg (A 1) rutin (A 2) Sholat, Sholat tahajjud d Dzikir rutin (A 3) Pebahas Ratarata () Bawah Atas 4.00 a a a Dari hasil peneliti yg didapatk dari 30 responden di Praktek Bid Swasta Kecaat Kedungkdg Malg, terdiri dari 33.33% elakuk sholat d dzikir kadg-kadg, 33.33% elakuk sholat d dzikir rutin d 33.33% elakuk sholat, sholat tahajjud d dzikir. Sedgk dari 30 responden. Sedgk dari 30 responden tersebut 76.67% berasal dari ibu hail yg beruur tahun, 16.67% berasal dari ibu hail beruur tahun, 3.33% ibu hail beruur tahun d 3.33% ibu hail beruur > 35 tahun. Keudi yg berasal dari ibu hail yg berpendidik SMU 40%, SD 30%, SMP 26.67% d Sarja hya 3.33%. Ibu hail yg bekerja sebagai buruh pabrik 43.33%, ibu ruah tgga 26.67%, swasta 20% d pegawai negeri sipil (PNS) 10%. Variabel tergtung engenai proses persalin kala I (pebuka), kala II (pengeluar jin) d kala III (pengeluar uri). Deng enggunak uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung > F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti pelaksa sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin d sholat, sholat tahajjud d dzikir berpengaruh terhadap pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri, naun dari ketiga perlaku yg paling berpengaruh adalah pelaksa sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin yg ditunjukk deng 26

9 uji Anova tingkat signifiksinya = 0.05 adalah (4 ja 43 ) d sholat d dzikir rutin (7 ja 28 ) berarti ada perbeda responden yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin d sholat d dzikir rutin dala pengaruhnya terhadap pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri, karena yg paling baik terapi psikis sholat, sholat tahajjud d dzikir bagi ibu hail dala eperlcar proses persalin, aka para ibu hail juga harus eperhatik kesiap psikologis saat enghadapi proses persalin. Salah satunya deng elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir untuk eperlcar proses pebuka, pengeluar jin d pengeluar uri. Melaksak sholat yakni berhadap hati d pasrah kepada Allah, ak ak sggup enghadapi ttg di saat kritis sebagaia proses persalin (Labib,2005) d enak keyakin positif kepada ibu hail agar proses persalin lebih udah deng enggunak kaliat doa bahwa Allah ak eudahk proses persalin (Sholeh, 2006). Ibu hail yg teng d ebatasi diri, relaks ak tertolong untuk epercepat kelcar d keaju persalin (Harry Oxorn, 1990). Lebih ljut dikatak bahwa ibu hail yg bisa relaks d teng pada vsetiap engeluark his ak eperlcar eperlcar perbuka cervix. Variabel proses persalin kala IV (volue darah). Dilakuk uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung > F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti pelaksa sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin serta sholat, sholat tahajjud d dzikir berpengaruh pada proses persalin kala IV (volue darah), naun dari ketiga perlaku yg paling berpengaruh adalah elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin yg ditunjukk deng uji Anova tingkat signifiknya = 0.05 adalah ( cc), sedgk sholat d dzikir rutin tingkat signifiknya = 0.05 adalah ( cc) d sholat d dzikir kadg-kadg 0,023 ( cc) berarti ada perbeda responden yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin, sholat d dzikir rutin serta sholat d dzikir kadg-kadg dala pengaruhnya terhadap proses persalin kala IV (volue darah). Bila proses pengeluar uri (kala III) berjal lcar aka proses persalin kala IV (volue darah) juga ak lebih a (Oxorn, 1990). Lebih ljut dikatak bahwa proses persalin kala IV (volue darah) ada di bawah pengawas ketat d selalu diperiksa bila ada perdarah, tek darah diukur d nadinya dihitung karena kala ini lebih berbahaya untuk ibu daripada waktu-waktu lain (Oxorn, 1990), 27

10 dari hasil sebelunya dapat dilihat bahwa ibu hail yg elaksak sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin ak lebih cepat pada saar enjali proses pengeluar uri, sehingga deng terapi psikis sholat d dzikir dapat dilihat bahwa proses persalin kala IV (volue darah) noral d sedikit sehingga proses persalin kala IV ak lebih tidak ebahayak. Variabel proses persalin kala IV (robek vagina). Dilakuk uji statistik Anova dia hasil uji enunjukk bahwa nilai Fhitung yaitu d F0.05 yaitu 3.35 jadi Fhitung < F0.05 sehingga Ho ditolak deng derajat signifik ( = 0.05) berarti elaksak sholat d dzikir kadg-kadg, sholat d dzikir rutin serta sholat, sholat tahajjud d dzikir rutin tidak berpengaruh pada proses persalin kala IV (robek perineu). BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesipul Berdasark hasil peneliti yg telah dilakuk dapat disipulk bahwa : 1. Terapi sholat d dzikir berpengaruh terhadap variabel proses persalin kala I (pebuka), proses persalin kala II (pengeluar jin), proses persalin kala III (pengeluar uri) d proses persalin kala IV (volue darah). 2. Terapi sholat d dzikir tidak berpengaruh terhadap robek perineu Sar Berdasark hasil peneliti yg telah dilakuk aka sar yg diberik adalah : 1. Terapi psikis terutaa sholat d dzikir dapat dijadik sebagai salah satu terapi yg digunak untuk ebtu ibu-ibu hail yg ak enghadapi saat persalin agar enjadi lebih teng d eiliki kesiap psikologis, sehingga proses persalin enjadi suatu yg tidak enyakitk d enakutk. 2. Terapi psikis sholat d dzikir dapat disark kepada ibu-ibu hail sejak awal kehail karena udah untuk dilakuk oleh seua ibu hail d tidak enibulk efek saping apapun. DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin, 2002, Metode Peneliti, Yogyakarta, Pustaka Pelajar 28

11 Dorothy, E.H., Mengenal Proses Persalin: Pdu Bagi Wita Hail, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta East, N.J & Hell, L.M, Obstetrics, 12 th Edition, New York, Appleton- Century-Crofts, Inc Hadi, Soetrisno, 2002, Statistik, Jilid 2, Yogyakarta, Penerbit Andi Ibrahi, KH, Penuntun Sholat: Lengkap Deng Kupul Do a-do a, Surabaya, Penerbit TB Koko Jones & Llewellyn, Derek, 2009, Setiap Wita: Pdu Terlengkap Tentg Kesehat, Kebid & Kdung, Penerjeah: Di Paraesti Bahar, Jakarta, Delapratasa Publishing Labib, Mz, Pilih Shalat Terlengkap: Disertai Do a, Dzikir & Wirid serta Hikya, Surabaya, Penerbit Bintg Usaha Jaya Mochtar, Rusta, 1998, Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi & Obstetri Patologi, Jakarta, Penerbit Buku Kedokter Nawawi, M.T, 2002, Penuntun Praktis Shalat Lengkap: Beserta Dzikir d Do a-do a, Surabaya, Karya Ilu Nugroho, W.H., 1990, Percg d Analisis Percoba, Bdung, Geca Exact Nursala, 2009, Konsep d Penerap Metodologi Peneliti Ilu Keperawat, Edisi 2, Pedo Skripsi, Tesis, d Instruen Peneliti Keperawat, Jakarta, Saleba Medika Notoatodjo, Soekidjo, 2005, Metodologi Peneliti Kesehat, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta Oxorn, Harry, 1990, Ilu Kebid: Patologi & Fisiologi Persalin, Editor: Hakii, Penerbit Yayas Essentia Medica Saifuddin, A.B, dkk.,2002, Buku Pdu Praktis Pelay kesehat Maternal d Neonatal, Jakarta, Penerbit Yayas Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo bekerja saa deng Jaring Nasional Pelatih Klinik Kesehat Reproduksi POGI Seniati, L.,Yulito,A. & Setiadi, B.N., Psikologi Eksperien,Jakarta, PT. Indeks Sholeh, Mohaad, 2006, Terapi Salat Tahajud, Surabaya, Hikah Populer Silalahi, Ulber, 2009, Metode Peneliti,Sosial Jakarta: PT. Rafika Aditaa Suto, 2002, Pebahas Terpadu Statistika & Metodologi Riset, Yogyakarta, Penerbit Andi Suryabrata, Suadi, 2003, Metodologi Peneliti, Yogyakarta, Penerbit Rajawali 29

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menibang

Lebih terperinci

SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO

SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO SOAL DAN PEMBAHASAN POSTEST PEMBINAAN GURU OLIMPIADE MADRASAH ALIYAH (MA) NARASUMBER: DODDY FERYANTO 31 Juli-1 Agustus 2016 KAMPUS PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN POSTTEST PEMBINAAN GURU

Lebih terperinci

DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN

DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN ejurnal Boga, Volume 3 Nomor 3, Yudisium Oktober Tahun 2014 Halam 8-12 DETERMINAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BRANTA PESISIR DAN DESA TLANAKAN KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti

HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU. LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011. Husin :: Eka Dewi Susanti HUBUNGAN PERSALINAN KALA II LAMA DENGAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD.Dr.H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2011 Husin :: Eka Dewi Susanti ISSN : 2086-3454 VOL 05. NO 05 EDISI 23 JAN 2011 Abstrak

Lebih terperinci

BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON

BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON BAB III METODE BEDA HINGGA CRANK-NICOLSON 3. Metode Beda Hingga Crank-Nicolson (C-N) Metode Crank-Nicolson dikebangkan oleh Crank John dan Phyllips Nicholson pada pertengahan abad ke-, etode ini erupakan

Lebih terperinci

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

B C D E... 2h g. =v 2h g T AB. B, y. = 2 v' =2e v 2h T BC

B C D E... 2h g. =v 2h g T AB. B, y. = 2 v' =2e v 2h T BC 1. Gerak benda di antara tubukan erupakan erak parabola. Sebut posisi ula-ula benda adalah titik A, posisi terjadinya tubukan pertaa kali adalah titik B, posisi terjadi tubukan kedua kalinya adalah titik

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAKPETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG Sri Wahyuningsih R 1, Anisa 2, Raupong ABSTRAK Analisis variansi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

Analisis Ragam & Rancangan Acak Lengkap Statistik (MAM 4137)

Analisis Ragam & Rancangan Acak Lengkap Statistik (MAM 4137) 10th Meeting Analisis Ragam & Rancangan Acak Lengkap Statistik (MAM 4137) by Ledhyane I.H Tujuan Instruksional Khusus Mahasiswa akan dapat menggunakan rangkaian prosedur percobaan dengan menggunakan analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

Sistem Informasi Manajemen Pada Hotel Gran Nikita Prabumulih

Sistem Informasi Manajemen Pada Hotel Gran Nikita Prabumulih Sistem Informasi Majemen Pada Hotel Gr Nikita Prabumulih Ira_Apriis (irha_154ap@yahoo.co.id), Aditya Indra Lesma (aditya.indralesma@yahoo.com) Suwirno Mawl (suwirnomawl@stmik-mdp.net)) Program Studi Sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni

PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni Pendahuluan Dalam seluruh langkah penelitian, seorang peneliti perlu menjaga sebaik-baiknya agar hubungan yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH NURLAILA RAMADHAN 1 1 Tenaga Pengajar Pada STiKes Ubudiyah Banda Aceh Abtract

Lebih terperinci

PENGARUH RANGSANGAN PUTING SUSU TERHADAP WAKTU KALA II PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN ABSTRACT

PENGARUH RANGSANGAN PUTING SUSU TERHADAP WAKTU KALA II PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN ABSTRACT P E N E L I T I A N I L M I A H PENGARUH RANGSANGAN PUTING SUSU TERHADAP WAKTU KALA II PADA IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOWEL PAMEKASAN INFLUENCE OF THE SECOND PERIOD TIME AT MOTHER GIVE BIRTH

Lebih terperinci

Jurnal Kesehatan Kartika 27

Jurnal Kesehatan Kartika 27 HUBUNGAN MOTIVASI KERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN KARTU IBU HAMIL DI PUSKESMAS UPTD KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2008 Oleh : Yulia Sari dan Rusnadiah STIKES A. Yani Cimahi

Lebih terperinci

BAB 4: PELUANG DAN DISTRIBUSI NORMAL.

BAB 4: PELUANG DAN DISTRIBUSI NORMAL. BAB 4: PELUANG DAN DISTRIBUSI NORMAL. PELUANG Peluag atau yag biasa juga disebut dega istilah keugkia, probablilitas, atau kas eujukka suatu tigkat keugkia terjadiya suatu kejadia yag diyataka dala betuk

Lebih terperinci

SENAM HAMIL MEMPERCEPAT PROSES PERSALINAN KALA II

SENAM HAMIL MEMPERCEPAT PROSES PERSALINAN KALA II SENAM HAMIL MEMPERCEPAT PROSES PERSALINAN KALA II Nurotun Eniyah¹, Machmudah², Pawestri³ ¹Alumni Program S Keperawatan FIKKES UNIMUS,3 Staf Keperawatan Maternitas FIKKES UNIMUS ummu_aulya@yahoo.com ABSTRAK

Lebih terperinci

Imelda Erman, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik Kesehatan Palembang ABSTRAK

Imelda Erman, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik Kesehatan Palembang ABSTRAK HUBUNGAN PARITAS DAN SIKAP AKSEPTOR KB DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI KELURAHAN MUARA ENIM WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2012 Imelda Erman, Yeni Elviani

Lebih terperinci

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Tujuan Praktikum: Membantu mahasiswa memahami materi Pegambilan keputusan dari suatu kasus dengan menggunakan kaidah dan persamaan I. Pendahuluan Di dalam analisa ekonomi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL

HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD DR. SOESELO KABUPATEN TEGAL Relationship Between Labor Premature Rupture of Membranes Asphyxia Neonatorum In Incident

Lebih terperinci

REGRESI LINEAR SEDERHANA

REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI 1. Model Regresi Linear 2. Penaksir Kuadrat Terkecil 3. Prediksi Nilai Respons 4. Inferensi Untuk Parameter-parameter Regresi 5. Kecocokan Model Regresi 6. Korelasi

Lebih terperinci

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2007 Bidang studi : FISIKA Tingkat : SMA Waktu : 4 jam

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 2007 Bidang studi : FISIKA Tingkat : SMA Waktu : 4 jam SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL (OSN) 007 Bidang studi : FISIKA Tingkat : SMA Waktu : 4 ja 1. (nilai 0) A. Sebuah obil bergerak enuruni suatu jalan yang iring (dengan sudut θ terhadap bidang horizontal)

Lebih terperinci

Serawak dan lebih dari 90% habitatnya berada di wilayah Indonesia. Laju degradasi hutan di Sumatera dan Kalimantan yang terus meningkat menyebabkan

Serawak dan lebih dari 90% habitatnya berada di wilayah Indonesia. Laju degradasi hutan di Sumatera dan Kalimantan yang terus meningkat menyebabkan ANALISIS POLA PENGGUNAAN RUANG DAN WAKTU ORANGUTAN (Pongo pygaeus pygaeus Linneaus, 1760) DI HUTAN MENTOKO TAMAN NASIONAL KUTAI, KALIMANTAN TIMUR (Spatial Pattern Distribution Analysis of Orangutan (Pongo

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN I.1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kehamilan dan persalinan pada primigravida dan atau wanita dengan umur 35 tahun atau lebih, diberi prioritas bersalin di rumah sakit dan diperlakukan pelayanan sama

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sebagai factor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau segala BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Menurut Sumadi suryabrata, variable sering dikatakan sebagai gejala yang menjadi obyek pengamatan penelitian. Sering juga dinyatakan variable penelitian

Lebih terperinci

UJI CHI KUADRAT (χ²)

UJI CHI KUADRAT (χ²) UJI CHI KUADRAT (χ²) 1. Pendahuluan Uji Chi Kuadrat adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi/yg benar-benar terjadi/aktual dengan frekuensi harapan/ekspektasi 1.1 Pengertian

Lebih terperinci

Menerima surat/berkas. Menecatat pada agenda surat/berkas masuk. 30 mnt. Menelaah surat/berkas yang diterima sesuai dengan disposisi.

Menerima surat/berkas. Menecatat pada agenda surat/berkas masuk. 30 mnt. Menelaah surat/berkas yang diterima sesuai dengan disposisi. SOP ADMIITRASI KEPEGAWAIA 1. SOP Sura Masuk / Sura Keluar Bagi Bagi Uu Menyerahk sura/berkas yg sudah disiposisi Uu Mengiri sura/berkas 2 n Meneria sura/berkas. Menecaa pada agenda sura/berkas asuk. Menelaah

Lebih terperinci

einstein cs Fisika Soal

einstein cs Fisika Soal [OSN-Kabupaten 2008] 1. Sebuah elevator nai e atas dengan percepatan a e. Saat etinggian elevator terhadap tanah adalah h dan ecepatannya adalah v e (anggap t = 0), sebuah bola dilepar vertial e atas dengan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKK Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK: Dalam upaya penurunan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

ANALISIS MORFOLOGI DAN SITOLOGI TANAMAN BUAH NAGA KULIT KUNING (Selenicereus megalanthus)

ANALISIS MORFOLOGI DAN SITOLOGI TANAMAN BUAH NAGA KULIT KUNING (Selenicereus megalanthus) ANALISIS MORFOLOGI DAN SITOLOGI TANAMAN BUAH NAGA KULIT KUNING (Selenicereus egalanthus) Skripsi Untuk eenuhi sebagian persyaratan Guna eperoleh derajat Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012.

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012. HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012 Oleh Etik Sulistyorini 1) dan Tutik Hartanti 2) 1) Dosen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Awal Persiapan awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah mematangkan konsep

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. SULAWESI SELATAN Beatris F. Lintin 1. Dahrianis 2. H. Muh. Nur 3 1 Stikes Nani Hasanuddin

Lebih terperinci

Analysis Of Variance(Anova) week 12. I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com

Analysis Of Variance(Anova) week 12. I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com Analysis Of Variance(Anova) week 12 Universitas Pendidikan Ganesha I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom resika.arthana@gmail.com http://www.rey1024.com 1 Pendahuluan Uji perbedaan dua rata-rata menggunakan

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Bidan di Puskesmas Jagir patuh dalam menggunakan partograf, namun

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Bidan di Puskesmas Jagir patuh dalam menggunakan partograf, namun BAB 6 6.1. Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan partograf dan hasilnya di puskesmas Jagir Surabaya periode Oktober, November dan Desember 2013 dapat disimpulkan

Lebih terperinci

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI Kustini Dosen Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Persalinan gemelli merupakan salah satu penyebab kematian

Lebih terperinci

MEMBANDINGKAN DUA PER

MEMBANDINGKAN DUA PER MEMBANDINGKAN DUA PERLAKUAN Contoh Hail Penelitian Pengaruh fluida rumen terhadap produki bioga Produki bioga kumulatif, ml 3.500 3.000.500.000.500.000 500 MW avg. MR avg. MR avg. MW avg. Apa keimpulan

Lebih terperinci

Diah Eko Martini ...ABSTRAK...

Diah Eko Martini ...ABSTRAK... PERBEDAAN LAMA PELEPASAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR YANG MENDAPATKAN PERAWATAN MENGGUNAKAN KASSA KERING DAN KOMPRES ALKOHOL DI DESA PLOSOWAHYU KABUPATEN LAMONGAN Diah Eko Martini.......ABSTRAK....... Salah

Lebih terperinci

PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf

PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan.

Lebih terperinci

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR Data Sampel I Data Sampel II Data Sampel III 5 4 7 9 8 5 9 4 6 CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR Kategori Data Sampel I Data Sampel

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati //Paradigma, Vol. 16 No.1, April 2012, hlm. 31-38 SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. penulis akan mengemukakan metode penelitian induktif. Metode penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN. penulis akan mengemukakan metode penelitian induktif. Metode penelitian 76 BAB III METODELOGI PENELITIAN Agar suatu masalah dapat dipaparkan dengan jelas, maka perlu adanya suatu metode khusus sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas. Disini penulis akan mengemukakan

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. N DENGAN POST OP SECTIO CAESARIA DENGAN INDIKASI KALA II LAMA DI RUANG DAHLIA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI NASKAH PUBLIKASI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. N DENGAN POST OP SECTIO CAESARIA DENGAN INDIKASI KALA II LAMA DI RUANG DAHLIA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI NASKAH PUBLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. N DENGAN POST OP SECTIO CAESARIA DENGAN INDIKASI KALA II LAMA DI RUANG DAHLIA RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : DIAH RESTY AINIE J.200.090.050 DIPLOMA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00-

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa Bulango

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Biologi

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Pendidikan Biologi UJI TOTAL ASAM DAN ORGANOLEPTIK DALAM PEMBUATAN YOGHURT SUSU KACANG HIJAU ( Phaseolus radiatus ) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA Oleh: Nugraha Setiawan FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN November 007 Penentuan Ukuran Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Hasil susut pengeringan daun alpukat

LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Hasil susut pengeringan daun alpukat LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Replikasi Hasil susut pengeringan daun alpukat Hasil susut pengeringan daun belimbing manis 1 5,30 % 6,60% 2 5,20 % 6,80% 3

Lebih terperinci

KALA 1. Nama: Diah Ayu Ningsih (kelompok: 11) NIM: 09013. milik: Misi Asriani (kelompok: 1) Yang di kritisi:

KALA 1. Nama: Diah Ayu Ningsih (kelompok: 11) NIM: 09013. milik: Misi Asriani (kelompok: 1) Yang di kritisi: Nama: Diah Ayu Ningsih (kelompok: 11) NIM: 09013 milik: Misi Asriani (kelompok: 1) Yang di kritisi: KALA 1 DAGNOSIS Ibu sudah dlm persalinan kala 1jk pembukaan serviks kurang dr 4 cm dan kontraksi terjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

APLIKASIANALISIS RANCANGAN ACAK LENGKAP DALAM PENGOLAHAN DATAHASILPENELITIAN PERCOBAAN PAKAN TERNAK PADAKAMBINGINDUK

APLIKASIANALISIS RANCANGAN ACAK LENGKAP DALAM PENGOLAHAN DATAHASILPENELITIAN PERCOBAAN PAKAN TERNAK PADAKAMBINGINDUK APLIKASIANALISIS RANCANGAN ACAK LENGKAP DALAM PENGOLAHAN DATAHASILPENELITIAN PERCOBAAN PAKAN TERNAK PADAKAMBINGINDUK M.E. Yusnandar Balai Penelitian Ternak, PO Box 221, Bogor 16002 RINGKASAN Kambing BKC

Lebih terperinci

KEPERAWATAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN. ESTI YUNITASARI, S.Kp

KEPERAWATAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN. ESTI YUNITASARI, S.Kp ASUHAN KEPERAWATAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN. ESTI YUNITASARI, S.Kp TANDA PERSALINAN : KELUAR LENDIR BERCAMPUR DARAH (BLOODY SHOW) TERDAPAT HIS YANG ADEKUAT DAN TERATUR TERDAPAT PEMBUKAAN/DILATASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

PERBEDAAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI ANTARA PRIMIPARA DAN MULTIPARA. Siti Aisyah

PERBEDAAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI ANTARA PRIMIPARA DAN MULTIPARA. Siti Aisyah PERBEDAAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI ANTARA PRIMIPARA DAN MULTIPARA Siti Aisyah Dosen Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu

Lebih terperinci

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU 1 MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU MODEL OF HARMONIC LOGARITHMIC MOTION OSCILLATION WITH THE MASSCHANGING LINEARLY WITH TIME Kunlesiowai

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 Zuraidah, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik

Lebih terperinci

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum KEADAAN PERINEUM LAMA KALA II DENGAN POSISI DORSAL RECUMBENT DAN LITOTOMI PADA IBU BERSALIN Titik Lestari, Sri Wahyuni, Ari Kurniarum Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan

Lebih terperinci

Pengaruh Cara Meneran terhadap Kelancaran Proses Persalinan Kala II

Pengaruh Cara Meneran terhadap Kelancaran Proses Persalinan Kala II 31 Pengaruh Cara Meneran terhadap Kelancaran Proses Persalinan Kala II (Infl uence Way of Straining to Fluently Labor Process Stage of II) Luluk Susiloningtyas D-III Kebidanan Akademi Kebidanan Pamenang

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Umum Klinik Herbal Insani Depok. Bulan Maret 2007. Di atas tanah seluas 280 m 2 dengan luas bangunan

BAB V HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Umum Klinik Herbal Insani Depok. Bulan Maret 2007. Di atas tanah seluas 280 m 2 dengan luas bangunan BAB V HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini terlebih dahulu akan membahas gambaran umum wilayah penelitian, proses penelitian dan hasil penelitian yang mencakup analisa deskriptif (univariat) serta analisa

Lebih terperinci

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com 1 APLIKASI ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT DIABETES MELLITUS (Studi Kasus di Puskesmas Tempeh Kab. Lumajang) Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN Stefani Gita Cakti Erly Suandy Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari 43-44 Yogyakarta.

Lebih terperinci

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin. By. Ulfatul Latifah, SKM

Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin. By. Ulfatul Latifah, SKM Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin By. Ulfatul Latifah, SKM Kebutuhan Dasar pada Ibu Bersalin 1. Dukungan fisik dan psikologis 2. Kebutuhan makanan dan cairan 3. Kebutuhan eliminasi 4. Posisioning dan aktifitas

Lebih terperinci

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TEKANAN DARAH

PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN TEKANAN DARAH Jurnal Matematika UNAND Vol. 3 No. 2 Hal. 34 43 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENERAPAN ANALISIS FAKTOR KONFIRMATORI STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA MODEL HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS TERHADAP PERILAKU ANC PUSKESMAS LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA The Relationship Of Knowledge And Attitude Of Pregnant

Lebih terperinci

Hubungan Berat Bayi Lahir dengan Kejadian Rupture Perineum pada Persalinan Normal

Hubungan Berat Bayi Lahir dengan Kejadian Rupture Perineum pada Persalinan Normal Hubungan Berat Bayi Lahir dengan Kejadian Rupture Perineum pada Persalinan Normal The Relationship Between The Weight Of Newborn with The Perineal Rupture at Normal Labor Nunung Istianawati 1, Henny Juaria

Lebih terperinci

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03 PENGARUH ORIENTASI PEMBELIAN, KEPERCAYAAN, DAN PENGALAMAN PEMBELIAN ONLINE TERHADAP NIAT BELI ONLINE Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjanaa Ekonomi (S1) Pada Program Studi

Lebih terperinci

PENGARUH INDUKSI PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR (Studi Kasus di Ruang VK Obsgyn RSUD Dr. R. Koesma Tuban)

PENGARUH INDUKSI PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR (Studi Kasus di Ruang VK Obsgyn RSUD Dr. R. Koesma Tuban) PENGARUH INDUKSI PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR (Studi Kasus di Ruang VK Obsgyn RSUD Dr. R. Koesma Tuban) NURUS SAFAAH STIKES NU TUBAN ABSTRAK bayi baru lahir sangat erat hubungannya

Lebih terperinci

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Uji Korelasi Wahyu Setyawan Wahyu.gtx1@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Lisensi Dokumen: m Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia)

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) Seiring dengan semakin ketatnya dunia usaha, maka perusahaan dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nyeri punggung bawah adalah perasaan nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jaman, pihak manajemen perusahaan melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi perubahan, manajemen harus bisa menyusun strategi dan kebijakan perusahaan

Lebih terperinci

RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL)

RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Oleh: Ir. Sri Nurhatika M.P Jurusan Biologi Fakultas MAtematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010 RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Penggunaan

Lebih terperinci

Inge Handriani, M.MSI., M.Ak

Inge Handriani, M.MSI., M.Ak Modul ke: Metode Analisis Data Uji Beda Fakultas Ilmu Komputer Inge Handriani, M.MSI., M.Ak Program Studi Sistem Informasi Pendahuluan Data penelitian yang diperoleh akan diolah dalam bentuk melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat. Puskesmas ini terletak di Jalan Angsana Raya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan lahirnya bayi, placenta dan membran dari rahim ibu (Depkes, 2004). Persalinan dan kelahiran

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 Metro. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

Lebih terperinci

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Lama Persalinan pada Ibu Inpartu di RSUD Dr. R. Koesma Tuban

Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Lama Persalinan pada Ibu Inpartu di RSUD Dr. R. Koesma Tuban 1 Hubungan Ketuban Pecah Dini dengan Lama Persalinan pada Ibu Inpartu di RSUD Dr. R. Koesma Tuban The Corelation between Early Membrane Rupture and The Labor Duration in In-partu Mothers in Dr. Koesma

Lebih terperinci

STATISTIK NON PARAMTERIK

STATISTIK NON PARAMTERIK STATISTIK NON PARAMTERIK PROSEDUR PENGOLAHAN DATA : PARAMETER : Berdasarkan parameter yang ada statistik dibagi menjadi Statistik PARAMETRIK : berhubungan dengan inferensi statistik yang membahas parameterparameter

Lebih terperinci

DETERMINANT FACTOR OF DELIVERY DURATION OF SECOND PERIOD AND THE INPACT ON PLACENTA RELEASE FOR PRIMIGRAVIDA,

DETERMINANT FACTOR OF DELIVERY DURATION OF SECOND PERIOD AND THE INPACT ON PLACENTA RELEASE FOR PRIMIGRAVIDA, DETERMINANT FACTOR OF DELIVERY DURATION OF SECOND PERIOD AND THE INPACT ON PLACENTA RELEASE FOR PRIMIGRAVIDA, Sumarni ¹, Masni ², Veni Hadju ³ ¹ Bagian Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

Lilin Turlina*, Heny Ekawati** ABSTRAK

Lilin Turlina*, Heny Ekawati** ABSTRAK PERBEDAAN EFEKTIFITAS KOMPRES PANAS DAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RSUD Dr.SOEGIRI KABUPATEN LAMONGAN Lilin Turlina*, Heny Ekawati** ABSTRAK Semua

Lebih terperinci

INVESTASI SKRIPSI. Oleh : /AK. Kepada

INVESTASI SKRIPSI. Oleh : /AK. Kepada PENGUKURAN KINERJA EVA DAN FVA TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVAA TETAP SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Oleh : IDFI DWI KARLINA

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA

HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA ,Jurnal Karya Tulis Ilmiah HUBUNGAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA MISRINA Mahasiswi Pada STIKes U Budiyah

Lebih terperinci

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN BIDAN DESA DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU HAMIL DIWILAYAH KERJA LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2012 FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE

Lebih terperinci

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan, Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan (ANC)

Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan, Keteraturan Pemeriksaan Kehamilan (ANC) PENGARUH PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I DAN II TENTANG DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN DENGAN KETERATURAN ANC Ninik Suhartini Akademi Kebidanan Pamenang Pare, Kediri ABSTRAK Tingginya angka kematian

Lebih terperinci