FORMAT PENGKAJIAN PASIEN

dokumen-dokumen yang mirip
III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.

I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERAPI MUROTTAL

Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Status perkawinan : sudah menikah

Format Pengkajian Klien di Lingkungan V Kelurahan Harjo Sari II kecamatan Amplas Kota Medan

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT. Simalungun

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN

PROGRAM DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT. Tanggal Masuk RS : 09 Desember 2014

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Pukul Tindakan keperawatan Evaluasi. vital. nyeri, skala nyeri

Lampiran 1 ASUHAN KEPERAWATAN KASUS. 1. Pengkajian I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Status Perkawinan : Kawin

Status Perkawinan : Menikah : Kristen Protestan Pendidikan :

Alamat : Jl. A. Hakim No. 28

: Jl. Bajak IV Gg. Hidayah Golongan Darah : o Tanggal Pengkajian : 18 mei 2015 Diagnosa Medis : stroke

PROGRAM DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN KOMUNITAS

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

Lampiran Asuhan Keperawatan Kasus PROGRAM DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USUU BIODATA I. IDENTITIAS PASIEN Nama

PROGRAM DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN

: Jln. Panca Karya No.81, Kelurahan Harjosari II,

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

BAB II PENGELOLAAN KASUS

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. MS DENGAN SYOK SEPTIK DI IGD RSUD WANGAYA TANGGAL 8 DESEMBER 2015

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

PEMERIKSAAN FISIK (PHYSICAL ASSESMENT) Ulfatul Latifah, SKM

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 April Tanggal lahir : 21 Agustus : 8 bulan 7 hari

BAB III TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN PNC. kelami

LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN

CATATAN PERKEMBANGAN

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN JIWA. PADA Sdr.W DENGAN HARGA DIRI RENDAH. DI RUANG X ( KRESNO ) RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG. 1. Inisial : Sdr.

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA PASIEN NY. S DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI IGD RS HAJI JAKARTA

BAB II PENGELOLAAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU AKSEPTOR KB TERHADAP NY. Y DI BPS HERTATI

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien

BAB II PENGELOLAAN KASUS Konsep Dasar Perawatan Diri/Personal Hygiene Defenisi Perawatan Diri/Personal Hygiene

TUGAS SISTEM INTEGUMEN

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

FORMAT PENGKAJIAN PENDEKATAN POLA FUNGSI KESEHATAN MENURUT GORDON

LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

BAB III ILUSTRASI KASUS

CATATAN PERKEMBANGAN IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

LAPORAN JAGA 24 Maret 2013

BAB III TIJAUAN KASUS. Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA AKADEMI KEPERAWATAN PANTI WALUYA MALANG

BAB III LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUS (CASE REPORT)

BAB II RESUME KEPERAWATAN WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat:

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

BED SITE TEACHING. Dani Dania D Siti Fatimah Lisa Valentin S Perceptor dr. Octo Indradjaja, Sp.

BAB II PENGELOLAAN KASUS

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 50 Desa Lenek Kec. Aikmel

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BAGIAN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI

Data Administrasi diisi oleh Nama: NPM/NIP:

BAB III TINJAUAN KASUS. Lukman RS Roemani Semarang, data diperoleh dari hasil wawancara dengan

Tindakan keperawatan (Implementasi)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NN.S POST SEKSIO SESAREA DI RUANG ALAMANDA RSHS BANDUNG. Di Susun oleh : Nama : Venti Apriani Fatimah NPM :

BAB III TINJAUAN KASUS

JOB SHEET. : Asuhan Kebidanan Kehamilan Bobot mata kuliah : Bd : DIII Kebidanan. : Siti Latifah Amd, Keb Pertemuan : 3 /18 Pebruari 2016

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB II PENGELOLAAN KASUS A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Manusia Oksigenasi di RSUD.dr.

PENILAIAN KETERAMPILAN KELAINAN PADA LEHER ( ANAMNESIS + PEMERIKSAAAN FISIK)

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan

FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA KELUARGA TN. S

Portofolio Kasus 1 SUBJEKTIF OBJEKTIF

Chairul Huda Al Husna

BAB III TINJAUAN KASUS

ADHIM SETIADIANSYAH Pembimbing : dr. HJ. SUGINEM MUDJIANTORO, Sp.Rad FAKULTAS KEDOKTERAN UNIV. MUHAMMADIYAH JAKARTA S t a s e R a d i o l o g i, R u

KALA I (tanggal, jam)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny 60 DENGAN PERIODE ANTENATAL G 1 P 1002 UK MINGGU T/H DI PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN TANGGAL 16 MEI 2014

BAB III TINJAUAN KASUS. Tanggal dilakukan pengkajian 14 Juni 2005 pada jam WIB.

BAB II PENGELOLAAN KASUS Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Rasa Aman dan Nyaman Pengkajian Keperawatan

BAB III LAPORAN KASUS REHABILITASI MEDIK DOKUMEN MEDIK

A. Pengertian Defisit Perawatan Diri B. Klasifikasi Defisit Perawatan Diri C. Etiologi Defisit Perawatan Diri

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB II PENGOLAHAN KASUS

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. H DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG LUKMAN RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH SEMARANG

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.K DENGAN DIAGNOSA MEDIK DISPEPSIA DIRUANG KENANGA WANITA RSU CIAMIS

Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat sakit serupa sebelumnya, batuk lama, dan asma disangkal Riwayat Penyakit Keluarga: Riwayat TB paru dan Asma

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

Transkripsi:

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN 1. Pengkajian I. Biodata Nama : Tn. T Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 71 Tahun Status Perkawinan : Sudah Menikah Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : Petani Alamat : Jln. Panca No. 20 Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Golongan Darah : O Tanggal Pengkajian : 18 Mei 2015 Diagnosa Medis : Asma Bronchial II. Keluhan Utama Klien mengatakan sesak jika melakukan aktivitas maupun sedang istirahat. III. Riwayat Kesehatan Masa Lalu A. Penyakit yang pernah diami Klien mengatakan penyakit yang pernah dialami adalah kanker prostat. B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan Klien mengatakan pernah dilakukan prostatectomy. C. Pernah dirawat/dioperasi Klien mengatakan dirawat di Rs. Pringadi, Sembiring dan Imelda. D. Lama dirawat Klien mengatakan dirawat selama 2 minggu. E. Alergi Klien mengatakan tidak ada alergi. F. Imunisasi Klien mengatakan tidak mendapatkan imunisasi 21

IV. Riwayat Kesehatan Keluarga A. Orangtua Klien mengatakan orangtuanya tidak ada yang menderita penyakit saluran pernafasan. B. Saudara kandung Klien mengatakan saudaranya tidak menderita penyakit saluran pernafasan. C. Penyakit keturunan yang ada Klien mengatakan tidak memiliki penyakit keturunan di keluarganya. D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Tidak ada naggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. E. Anggota keluarga yang meninggal Kedua orangtua dari klien sudah meninggal dan 2 orang anak. F. Penyebab meninggal Klien mengatakan anggota keluarganya meninggal karena mengalami penyakit diabetes. V. Riwayat Keadaan Psikososial A. Persepsi pasien tentang penyakitnya Klien mengatakan yakin bahwa penyakitnya adalah cobaan dan merupakan akibat dari merokok sejak remaja dan yakin akan sembuh. B. Konsep diri Gambar diri : Klien mengatakan menyukai semua bagian tubuh. Ideal diri : Klien ingin cepat sembuh dari penyakitnya. Harga diri : dalam keluarganya pasien sebagai kepala keluarga. Identitas : selama sakit, sebagian besar aktivitas klien dibantu oleh keluarga. C. Keadaan emosi : Emosi klien tampak stabil. D. Hubungan sosial Orang yang berarti : Orang yang berarti bagi pasien adalah semua anggota keluarga. 22

Hubungan dengan keluarga : Hubungan pasien dengan keluarga baik. Hubungan dengan orang lain : Hubungan pasien dengan orang lain baik. Hambatan dalam berhubungan : Tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan orang lain. E. Spiritual Nilai dan keyakinan : Klien mengatakan menganut agama islam. Kegiatan ibadah : Klien mengatakan rajin melaksanakan ibadah sholat 5 waktu dan membaca Al qur an. VI. Status mental Tingkat kesadaran Penampilan Pembicaraan Alam perasaan Afek Interaksi selama wawancara Memori : Kompos mentis. : Klien tampak rapi. : Lambat : Sedih. : Datar. : Kontak mata kurang. : Gangguan daya ingat jangka panjang. VII. Pemeriksaan Fisik A. Keadaan umum Pasien sadar, lemah dan kesulitan melakukan aktivitas sehingga pasien berbaring di tempat tidur dan aktivitasnya dibantu oleh keluarganya. B. Tanda-tanda vital Suhu tubuh : 37C Tekanan darah : 120/70 mmhg. Nadi : 60x/menit. Pernafasan : 30x/menit. Skala nyeri : - 23

C. Pemeriksaan head to toe a. Kepala dan rambut 1. Bentuk : Oval dan simetris. 2. Ubun-ubun : Tepat di tengah dan tidak ada benjolan. 3. Kulit Kepala : Bersih dan tidak ada bekas trauma. a. Rambut 1. Penyebaran rambut : Rambut rontok dan tidak merata. 2. Bau : Rambut tidak berbau. 3. Warna kulit : Sawo matang. b. Wajah 1. Warna kulit : Sawo matang. 2. Struktur wajah : Merah muda dan lembam. c. Mata 1. Kelengkapan dan kesimetrisan : Mata lengkap dan simetris. 2. Palpebra : Merah muda dan lembam. 3. Konjungtiva dan sclera : Konjungtiva merah mudah, sclera putih 4. Pupil : Isokor, reflex terhadap cahaya. 5. Cornea dan iris : Bening. 6. Visus : Ketajaman penglihatan sudah mulai menurun. 7. Tekanan bola mata : Baik. d. Hidung 1. Tulang hidung : Tulang hidung simetris dan tepat di medial. 2. Lubang hidung : Lubang hidung normal dan bersih. 3. Cuping hidung : Pernafasan menggunakan cuping hidung e. Telinga 1. Bentuk telinga : Daun telinga normal simetris. 24

2. Ukuran telinga : Normal dan simetris kika. 3. Lubang telinga : Lubang telinga normal. 4. Ketajaman pendengaran : Sudah mulai berkurang. f. Mulut dan faring 1. Keadaaan bibir : Kering, pucat dan simetris. 2. Keadaan gusi dan gigi : Keadaan gusi pucat dan gigi 25. 3. Keadaan lidah : Lidah kurang bersih dan pucat. 4. Orofaring : Pita suara baik. g. Leher 1. Posisi trachea : Posisi trachea medial. 2. Thyroid : Tidak ada pembesaran. 3. Suara : Suara normal. 4. Kelenjer limfe : Tidak ada pembesaran. 5. Vena jugularis : Tidak ada distensi. 6. Denyut nadi karotis : Denyut teraba manun lemah. h. Pemeriksaan integuman 1. Kebersihan : Kulit tampak kurang baik. 2. Kehangatan : Akral hangat. 3. Warna : Warna kulit sawo matang. 4. Turgor : Turgor kulit jelek, CRT> 2 dtk. 5. Kelembahan : Kelembaban kulit baik. 6. Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan pada kulit. i. Pemeriksaan payudara daan ketiak 1. Ukuran dan bentuk : Tidak dilakukan pemeriksaan. 2. Warna payudara dan areola : Tidak dilakukan pemeriksaan. 3. Kondisi payudara dan putting : Tidak dilakukan pemeriksaan. 4. Produksi ASI : Tidak ada. 5. Aksilla dan calvicula : Tidak dilakukan pemeriksaan. 25

D. Pemeriksaan thoraks/dada 1. Inspeksi thoraks : Normal dan simetris. 2. Pernafasaan (frekuensi dan irama) : 30 kali/menit, irama tidak teratur. 3. Tanda kesulitan bernafas : Klien menggunakan pernafasan cuping hidung dan takipnea. E. Pemeriksaan paru 1. Palpasi getaran suara : Getaran dada klien normal. 2. Perkusi : Didapati suara resonam. 3. Auskultasi : Suara nafas vesikuler tidak ada suara tambahan. Pemeriksaan jantung 1. Inspeksi : Tidak ada sianosis. 2. Palpasi : Pulsasi teraba. 3. Perkusi : Suara dullness saat perkusi. 4. Ausklutasi : Bunyi jantung normal. F. Pemeriksan abdomen 1. Inspeksi : Simetris, tidak ada benjolan. 2. Auskultasi : Peristaltik usus 8-15x/menit. 3. Palpasi : Ada nyeri tekan pada area suprapubis. G. Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya 1. Genitalia (rambut pubis, lubang uretra) : Tidak ada kelainan. 2. Anus dan perineum : Tidak ada kelainan pada anus. H. Sistem muskulokletal 1. Kesimetrisan otot : Simetris kika. 2. Pemeriksaan edema : Tidak terdapat edema. 3. Kekuatan otot : Kekuatan otot 4. 4. Kelainan ekstremitas :Tidak ada kelainan sistem neurologi. 26

Tingkat kesadaran GCS : 15 E : 4 V : 5 M : 6 Nervus cranialis 1. Nervus olfaktorius/n I Pasien dapat membedakan bau-bauan dengan jelas dan baik. 2. Nervus optikus/n II Lapangan pandang klien sedikit mengalami9 gangguan visus mata terganggu pada jarak 2 meter. 3. Nervus okulomotorius/n III, Trochealis/N IV, Abdusen/N VI Tidak terdapat edema pada kelopak mata, tidak terdapat hiperemi konjungtiva, kelopak mata tidak jatuh (pitos), reaksi pupil terhadap cahaya normal, ukuran mata kanan dan kiri normal, tidak ada tanda pendarahan, gerakan bola mata normal kesegala arah. 4. Nervus triggeminus/n V Klien dapat merasakan dengan baik rasa raba di kulit wajah pada bagian maxilla dan mandibulla kiri dan kanan serta bagian frontal klien, klien bisa merasakan nyeri, sentuhan panas dan dingin serta getatan yang diberikan di kulit klien, reflek berkedip dan menutup mata normal, kekuatan otot masester dan temporalis kiri dan kanan baik, gerakkan mandibulla simetris. 5. Nervus fasialis/n VII Identifikasi terhadap rasa asam, pahit dan asin baik. Kekuatan otot wajah atas dan bawah baik. 27

6. Nervus vestibulocochlearis/n VIII Keseimbangan klien masih baik. Klien masih dapat berdiri dengan normal. 7. Nervus glossopharingeus/n IX, Vagus/N X Gerakkan palatum dan vulva normal, palatum lunak dan sedikit trangkat, letak uvula ditengah, gag reflek pasien normal, gerakan menelan pasien baik dan vocal suara pasien jelas. 8. Nervus assesoris/n XII Gerakan bahu tidak simetris kiri dan kanan, rentang gerak sendi servikal normal, kekuatan daya dorong di sisi bahu pasien baik, kekuatan otot. 9. Nervus hipoglosus/n VIII Gerakan lidah pasien normal dan baik, kekuatan otot lidah sangat baik. a. Fungsi motorik 1. Cara berjalan Tn. T mampu berjalan normal. 2. Romberg tes Tn. R dapat berdiri tegak 3. Pronasi-supinasi tes Pronasi tes klien tampak baik. Klien dapat melakukan posisi telungkup secara mandiri. Supinasi test klien tampak baik. Klien saat berbaring dapat meluruskan kakinya. b. Fungsi sensosi 1. Identifikasi sentuhan ringan Klien dapat menegtahui area kulit tubuhnya yang disentuh. 2. Test tajam-tumpul Klien dapat mengidentifikasi barang tajam dan tumpul yang disentuhkan kekulitnya. 3. Test panas dingin 28

Klien dapat mengidentifikasi rasa panas dan dingin yang disentuhkan kekulitnya. 4. Test getaran Klien dapat merasakan getaran dengan baik yang disentuhkan di area wajahnya. c. Refleks 1. Reflek bisep Terangsang dengan baik pada motorik atas sebelah kanan dan kiri. 2. Reflek trisep Terangsang dengan baik pada motorik atas sebelah kanak dan kiri. 3. Reflek pateler Terangsang dengan baik pada motorik bawah sebelah kanan dan sebelah kiri. 4. Reflek tendon achiles Terangsang dengan baik pada motorik bawah sebelah kanan dan sebelah kiri. 5. Reflek plantar Terangsang dengan baik pada motorik bawah sebelah kanan dan sebelah kiri. VIII. Pola kebiasaan sehari-hari I. Pola makan dan minum a. Frekuensi makan/hari : 3 kali/hari. b. Nafsu makan : Berkurang. c. Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri ulu hati. d. Alergi : Tidak ada alergi. e. Mual dan muntah : Pagi, siang dan malam. f. Waktu pemberian makan : 1 piring nasi dan makanan padat. g. Jumlah dan jenis makanan : Nafsu makan berkurang dan tidak ada masalah minum. 29

II. Perawatan diri 1. Kebersihan tubuh : Klien tampak bersih. 2. Kebersihan gigi dan mulut : Gigi dan mulut klien tampak bersih. 3. Kebersihan kuku kaki dan tangan : Kuku kaki dan tangan tampak kotor III. Pola kegiatan/aktivitas a. Klien kadang dimandikan oleh keluarga di atas tempat tidur, makan sendiri, eliminasi dilakukan secara mandiri dang anti pakaian dilakukan secara sendiri. b. Klien mengatakan masih melaksanakan sholat, namun untuk sholat jum at klien tidak dapat melakukan dikarenakan klien kesulitan untuk berjalan terlalu jauh. IV. Pola eliminasi 1. BAB a. Pola BAB : Teratur 2x/hari. b. Karakter feses : Lembek. c. Riwayat pendarahan : Tidak ada riwayat pendarahan d. BAB terakhir : 17 Mei 2015. e. Diare : Klien tidak mengalami diare. f. Penggunaan laksatif : Klien tidak menggunakan laksatif. 30