BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gamaran Umum Oyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laoratorium Fisika Universitas Negeri Gorontalo, dengan menggunakan taung yang teruat dari pipa dan ier transparan dan kelereng. Setelah peralatan yang digunakan sudah siap dipakai, maka langkah pertama mengukur diameter dalam taung, menentukan massa jenis kelereng, dan menentukan massa jenis minyak kelapa Langkah kedua adalah memperkirakan kecepatan terminal yang akan dialami kelereng saat dijatuhkan di dalam minyak kelapa.langkah ketiga dilakukan tes pengamilan data lalu menghitung kecepatan terminal dan mencari koeisien viskositas aik pada temperatur 7 C, temperatur 30 Ctemperatur 80 C, dan temperatur 90 C yang diperoleh kemudian mencari nilai kesalahan atau ralat dari kecepatan terminal dan koeisien viskositas minyak kelapa temperatur 7 C, temperatur 30 Ctemperatur 80 C, dan temperatur 90 C. 4. Data Hasil Penelitian Tale 4.1 Diameter ola NO D (mm) 1 15.56 15.67 3 15.56 D Avg 15.5633 m ola = 5,49 dan 6,73 gram 18
19 D Avg =15.5633mm =1.5563cm = 1,556 X 10 - m maka massa jenis ola yaitu: m Kelereng m Kelereng = 5,489 gr = 0,00549 kg = 6,73 gr = 0,00673 kg 1 3 1 3 V Keleren g =. d Avg (3,14).(0,01556) 6 6 = 0,000001973m 3 Massa 5,49 gram m v 0,00549 0,000001973 Massa 6,73 gram =783 kg/m 3 m v 0,00673 0,000001973 =341 kg/m 3 Massa jenis minyak kelapa V minyak kelapa = 16 l =0,0016m 3 m gelas ukur = 16.9 gr=0,169 kg m gelas ukur + minyak kelapa =139.4= 0,1394 kg m minyak kelapa = 1.5 gr = 0,015 kg m 0,015 0,78 kg/m 3 V 0,016 4.3 Perkiraan Kecepatan Terminal, Standar Error, dan Koeisien Viskositas
0 Untuk mencari nilai kecepatan terminal dapat ditemukan dengan menggunakan soware origin. Dengan memasukkan data kedalam kolom origin, lalu kita plot data sehingga muncul graik dan kita it dengan it linier untuk graik kecepatan terminal dan it non linier untuk graik koeisien viskositas minyak kelapa atau luida. 1.6 jarak (m) 1.4 1. 1.0 0.8 0.6 0.4 0. 0.0 Equation Weight Residual Sum o Squares y = a + *x No Weighting 0.00313 Pearson's r 0.99858 Adj. R-Square 0.99684 Value Standard Error jarak Intercept 0.0195 0.01834 jarak Slope 0.10175 0.00181 jarak Linear Fit o Sheet1 jarak 0 4 6 8 10 1 14 16 waktu (s) Gamar 4.1 Huungan x-t pada temperatur 7 o C untuk massa 5,4 gram Dari gamar diatas, hasil eksperimen diekspresikan dengan simol. Sedangkan garis linier merupakan ungsi dari regresi linier dari data-data eksperimen yang dilakukan. Sedagkan nilai kecepatan terminal di dapat dari nilai slope atau kemiringan dari data eksperimen. Sehingga nilai kecepatan terminalnya adalah 0.101 m/s dan ketidakpastian kecepatan terminal didapatkan dari nilai standar dari slope. Sehingga nilai ketidakpastian kecepatan terminal adalah 0,00181 m/s. Dan untuk leih jelasnya akan ditunjukkan pada tale 4.1.
1 Tale 4.Hasil Perhitungan Kecepatan Bola untuk massa 5,4 gram Temperatur ( o C) ± 10 ( m/s) 7 1,0±0,0 30 1,10±0,03 80 1,8±0,06 90 1,91±0,07 Dari tale hasil perhitungan kecepatan terminal pada massa 5,48 gram di atas kita isa menarik kesimpulan ahwa huungan antara temperatur dengan kecepatan terminal itu eranding lurus. Karena isa dilihat pada temperatur terendah yaitu 7 C menghasilkan kecepatan terminal rendah yaitu ( 1,0±0,0) 10-1 m/s. Sedangkan pada temperatur tinggi yaitu 90 C menghasilkan kecepatan terminal yang tinggi yaitu (1,91±0,07) 10-1 m/s. 1.6 jarak (m) 1.4 1. 1.0 0.8 0.6 0.4 0. Equation Weight Residual Sum o Squares y = a + *x No Weighting 0.00838 Pearson's r 0.99618 Adj. R-Square 0.99154 Value Standard Error jarak Intercept -0.19417 0.03607 jarak Slope 0.11383 0.0033 jarak Linear Fit o Sheet1 jarak 0.0 0 4 6 8 10 1 14 16 waktu (s) Gamar 4. Huungan x-t pada temperatur 7 o C untuk ola 6,73 gram Dari gamar diatas, hasil eksperimen diekspresikan dengan simol. Sedangkan garis linier merupakan ungsi dari regresi linier dari data-data eksperimen yang dilakukan. Sedagkan nilai kecepatan terminal di dapat dari nilai
slope atau kemiringan dari data eksperimen. Sehingga nilai kecepatan terminalnya adalah 0,11 m/s dan ketidakpastian kecepatan terminal didapatkan dari nilai standar dari slope. Sehingga nilai ketidakpastian kecepatan terminal adalah 0,0033 m/s. Dan untuk leih jelasnya akan ditunjukkan pada tale 4.14. Tale 4.3 Hasil Perhitungan Kecepatan terminal untuk ola 6,73 gram Temperatur ( o C) ± 10 ( m/s) 7 1,13±0,03 30 1,19±0,05 80 1,88±0,07 90,49±0,1 Dari data di atas kita isa menarik kesimpulan ahwa huungan antara temperatur dengan kecepatan terminal itu eranding lurus. Karena isa dilihat pada temperatur terendah yaitu 7 C menghasilkan kecepatan terminal rendah dengan nilai (1,13±0,03) 10-1 m/s. Sedangkan pada temperatur tinggi yaitu 90 C menghasilkan kecepatan terminal yang tinggi dengan nilai (,49±0,1) 10-1 m/s Dengan mengetahui kecepatan terminal maka dapat diketahui nilai koeisien viskositas dengan menggunakan persamaan (10). Sedangkan untuk ralat koeisien viskositas menggunakan persamaan (11). Dan untuk persamaan (1) digunakan untuk mencari kesalahan relatinya Pada massa 5,49 Pada temperatur 7 C r g( 9v t ) 3 (0,00778.10 ) 9,8(783 0,78) 9.0,10
3 =0,0374 Pa.s r g( 9vt ) xv t 3 (0,00778.10 ) 9,8(783 0,78) X 0,00 9.(0,10) 0,00000763 Pa.s KR = 100% =,, 100% =0,0% ( 5AP) ( ± ) = (3,7400±0,0007) 10 - Pa.s Pada massa 6,78 gram Pada temperatur 7 C r g( 9v t ) 3 (0,00778.10 ) 9,8(341 0,78) 9.(0,10) = 0,039793 Pa.s r g( 9vt ) xv t 3 (0,00778.10 ) 9,8(341 = 9.(0,10) 0,78) x0,00 = 0,00000763Pa.s KR x100%
4 0,00000763 0,039793 =0,0% ( 5AP) x 100% ( ± ) = (3,9793±0,0007) 10 - Pa.s Tael 4.3 Kecepatan terminal kelereng, koeisien viskositas Untuk massa 5,48 gram dan 6,73 gram Massa 5,48 gram Massa 6,73 gram Temperatur ( ± 10 ( ± 10 ( C) 10 (. ). 10 (. ). m/s) m/s) 7 1,0±0,0 3,7400 ± 0,0001 1,13±0,03 3,9793 0,0014 30 1,10±0,03 3,440 ±0,0013 1,19±0,05 3,778±0,003 80 1,8±0,06 1,980± 0,007 1,88±0,07,39± 0,009 90 1,91±0,07 1,90± 0,009,49±0,1 1.81± 0,03 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas kelapa eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nilai koeisien viskositasnya (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s Sedangkan huungan antara kecepatan terminal dan koeisien viskositas minyak kelapa itu eranding teralik, karena saat nilai kecepatan terminal rendah yaitu ( 1,0 ± 0,0) 10-1 m/s maka koeisien viskositas yang dihasilkan (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. sedangakan pada saat kecepatan terminanya tinggi yaitu (1,91± 0,07) 10-1 m/s dan nilai koeisien viskositasnya juga naik menjadi (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s. Tael 4.4 Huungan temperatur, koeisien viskositas, dan ralat koeisien
5 viskositas minyak kelapa dengan massa 5,48 gram Temperatur ( o C) 10 (. ). KR (%) 7 3,7400 ± 0,0001 0,0 30 3,440 ±0,0013 0,04 80 1,980± 0,007 0,36 90 1,90± 0,009 0,49 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas kelapa eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nailai koeisien viskositasnya (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s Tael 4.5 Huungan temperatur, koeisien viskositas, dan ralat koeisien viskositas minyak kelapa dengan massa 6,73 gram Temperatur ( o C) 10 (. ). KR (%) 7 3,9793 ± 0,0014 0,04 30 3,778±0,003 0,1 80,39± 0,009 0,5 90 1.81± 0,03 1,9 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya ( 3,33 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nailai koeisien viskositasnya ( 1,5 ± 0,07) 10 - Pa.s.
6 Untuk melihat pengaruh temperatur terhadap koeisien viskositas, dierikan pada graik erikut ini 4,0 viskositas (10 - (Pa.s)) 3,5 3,0,5,0 1,5 5,48 gram 6,73 gram Exp3P1 Fit o Sheet1 viskositas Exp3P1 Fit o Sheet1 viskositas 0 30 40 50 60 70 80 90 100 Temperatur ( o C) Gamar 4.3 huungan temperatur dengan viskositas dengan massa 5,48 gram dan 6,78 gram Dilihat dari gamar diatas kita dapat mengetahui ahwa huungan antara temperatur dengan viskositas itu eranding teralik, semakin tinggi temperatur suatu enda maka nilai viskositasnya akan rendah. Dan semakin rendah nilai temperatur maka nilai viskositasnya akan leih tinggi. 4.4 Analisis Data Untuk melihat keerartian data hasil eksperimen yang diperoleh, maka dilakukan analisis dengan data hasil eksperimen yang dilakukan oleh Kailas M.
7 Talkit, dkk dan Bernard senge,dkk Karena dengan memandingkan data saya dapat dilihat keerhasilan dari eksperimen terseut. Tale 4.6 perandingan koeisien viskositas dengan literatur N o Temper atur ( o C) Massa 5,49 gr (mpa.s) Massa 6,73 gr (mpa.s) (mpa.s) (literarur) 1 7 37,400 ± 0,0010 39,793 ± 0,0140-30 34,40 ±0,013 37,78±0,03 35,4 (Bernhard Senge,dkk.008). 19,80± 0,07 3,9± 0,09 8.30 ( kailas M. 3 80 talkit,dkk. 01:49). 4 90 19,0± 0,09 18,1± 0,3 - Dari tale diatas dapat disimpulkan ahwa peredaan antara hasil eksperimen yang saya lakukan dengan hasil eksperimen peneliti lain, tidak eda jauh dengan literatur. Ini ditujukan pada temperatur 30 C peredaanya -1, mpa.s dan,3 mpa.s dam pada temperatur 80 C peredaannya -7,5 mpa.s dan -5,4 mpa.s Tale 4.7 korelasi untuk viskositas minyak kelapa dengan literature Massa Kostanta A B 5,49 gr -6,53 ± 0,0 5, ± 0,8 6,73 gr -6,7 ± 0,1 6 ± 4 Literature Data (Hossen Noureddini, 199) 1,0945 -,6145.10-3 Literature Data (Sege, 008) -7,9± 0, 73±17 Literature Data (Talkit, 01) -6,5±0,1 51±6
8 Dari tale diatas dapat disimpulkan ahwa peredaan antara hasil eksperimen yang saya lakukan dengan hasil eksperimen peneliti lain, tidak eda jauh dengan peneliti seelumnya. 4.5 Kemungkinan Kesalahan Kemungkinan kesalahan dalam melakukan eksperimen ini adalah: 1) Dari segi peneliti, yakni kurangnya teliti dalam menekan stopwatch (menghidupkan dan mematikan stopwatch) saat ola melewati jarak yang telah ditentukan. ) Dari segi ahan ola yang ereda mempenggaruhi hasil penelitian ini. 3) Dari segi alat ukur dan ojek yang digunakan, yakni: Gelas ukur yang digunakan dalam mengukur volume dari sampel cairan memiliki nst 0,1 ml masih esar.