D Avg

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN TEORI. bergerak dalam fluida tersebut. Beberapan ayat dalam Al-Qur an menyebutkan

Keywords: Linear Regression Analysis of Stokes Law, coefficient of viscosity. I. Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seluruh perusahaan yang

Model Persamaan Faktor Koreksi pada Proses Sedimentasi dalam Keadaan Free Settling

UPAYA KECIL BERKELANJUTAN MENGURANGI PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL MELALUI PEMBELAJARAN PEMBUATAN ALAT PERAGA DALAM PERKULIAHAN FLUIDA

APERSEPSI. Jenis-jenis zat Massa jenis dan bobot jenis Tekanan

LEMBAR PENILAIAN. 1. Teknik Penilaian dan bentuk instrument Bentuk Instrumen. Portofolio (laporan percobaan) Panduan Penyusunan Portofolio

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL. Model Gravitasi

Disusun Oleh : Dewi Ratna Nawangsari NRP Dosen Pembimbing : Tri Tiyasmihadi, ST. MT

BAB XII GAYA DAN TEKANAN

STUDI BANDING ANALISIS STRUKTUR PELAT DENGAN METODE STRIP, PBI 71, DAN FEM

PENDEKATAN TEORI ... (2) k x ... (3) 3... (1)

BAB VIII LEAST-SQUARES FITTING

BAB 5 DESAIN DAN ANALISIS SAMBUNGAN

HUBUNGAN ANTARA KUAT TEKAN DAN FAKTOR AIR SEMEN PADA BETON YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND-POZZOLAN

Bab 3 PERUMUSAN MODEL KINEMATIK DDMR

APROKSIMASI PERSAMAAN MAXWELL-BOLZTMANN PADA ENERGI ALTERNATIF

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kependudukan di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu

7. FLUIDA FLUIDA STATIK FENOMENA FLUIDA DINAMIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

DASAR PENGUKURAN FISIKA

5. Viscositas. A. Tujuan. Menentukan koefisien kekentalan zat cair dengan menggunakan hukum Stokes. B. Alat dan Bahan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. usaha untuk memperbaiki kondisi pertumbuhan jagung dan menambah

HUKUM STOKES. sekon (Pa.s). Fluida memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR

LAPORAN PRAKTIKUM GERAK PADA BIDANG MIRING. (Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas Fisika Dasar I) Dosen Pengampu : Drs.Suyoso, M.Si.

STUDI KEANDALAN (RELIABILITY) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) LABUHAN ANGIN SIBOLGA

1. Tujuan 1. Mempelajari hukum Newton. 2. Menentukan momen inersia katrol pesawat Atwood.

REGRESI DAN INTERPOLASI

4. Mononom dan Polinom

Faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan DRM : 1. Aspek sumber daya manusia 2. Aspek pendukung

Melalui kegiatan diskusi dan praktikum, peserta didik diharapkan dapat: 1. Merencanakan eksperimen tentang gaya apung

Menganalisa Pondasi Rumah Rakit dari Bambu ke Pipa PVC di Sekitar Sungai Musi Palembang

yang lain.. Kekentalan atau viskositas dapat dibayangkan sebagai peristiwa gesekan

Lampiran 1. Formulir Uji Organoleptik Untuk Penelitian Pendahuluan FORMULIR UJI ORGANOLEPTIK (UJI RANKING)

TRIGONOMETRI. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Aturan sinus Aturan kosinus Luas segitiga A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

(R.2) PERBANDINGAN METODE BOOTSTRAP DAN JACKKNIFE DALAM PENDUGAAN PARAMETER REGRESI DENGAN PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION

TEORI BAHASA DAN AUTOMATA

Lembar Kegiatan Siswa

1). Definisi Relasi Relasi dari dua himpunan A dan B adalah pemasangan anggota-anggota A dengan anggota B.

Bil. Asli Bil. Bulat Bil. Cacah

VISKOSITAS CAIRAN. Selasa, 13 Mei Raisa Soraya* ( ), Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah. Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam

Rancang Bangun Viskosimeter Fluida Metode Bola Jatuh Bebas Berbasis Mikrokontroler ATMEGA16

I. Kombinasi momen lentur dengan gaya aksial tarik

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI. A. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum

KAJI EKSPERIMENTAL UNTUK MENINGKATKAN PERFORMASI DESTILASI SURYA BASIN TIGA TINGKAT MENGGUNAKAN BEBERAPA BAHAN PENYIMPAN PANAS

PENGUKURAN VISKOSITAS. Review Viskositas 3/20/2013 RINI YULIANINGSIH. Newtonian. Non Newtonian Power Law

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

ANALISA STABILITAS LERENG TANAH BERBUTIR HALUS UNTUK KASUS TEGANGAN TOTAL DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXEL ABSTRACT

FLUIDA STATIS NAMA :... Kelas :... Kelompok :... ALFIAH INDRIASTUTI

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

BAB 2. RANDOMISASI DALAM PENELITIAN

OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2010 BIDANG ILMU FISIKA

ANALISIS KONSENTRASI TEGANGAN PADA GELAGAR BERLUBANG MENGGUNAKAN PEMODELAN DAN EKSPERIMEN

dlp2usaha - - USAHA DAN ENERGI - - Usaha dan Eenergi 8105 Fisika 1 mv

LAJU PERTUMBUHAN BAKTERI S. Aerous MELALUI PENDEKATAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

6. 2 Menerapkan konsep fungsi linier Menggambarkan fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat

1. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archimedes.

MODUL FISIKA BUMI METODE GAYA BERAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini akan diperlihatkan hasil penelitian aplikasi multimode fiber

UN SMA IPA 2010 Matematika

Analisis Korelasi & Regresi

1. Jika p dan q akar-akar persamaan. x 2 bx c 0 dan k konstanta real, maka

PERANCANGAN BALOK BETON PROFIL RINGAN UNTUK PEMASANGAN LANTAI BANGUNAN BERTINGKAT YANG EFEKTIF

PERSEPSI TERHADAP PELAYANAN RUMAH KOST DI KELURAHAN GEBANG REJO (PERCEPTION BOARDING HOUSE SERVICES IN VILLAGE GEBANGREJO) BY Tabita R.

PENGARUH GAYA BELAJAR VISUAL, AUDIOTORIAL DAN KINESTETIK TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA KELAS VII MTs NEGERI GENENG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

b. Titik potong grafik dengan sumbu y, dengan mengambil x = 0

HUBUNGAN B VALUE DENGAN FREKUENSI KEJADIAN DAN MAGNITUDO GEMPA BUMI MENGGUNAKAN METODE GUTENBERG-RICHTER DI SULAWESI TENGAH PERIODE

BAB II PENGUKURAN DASAR

OVERVIEW Persamaan keadaan adalah persamaan yang menyatakan hubungan antara state variable

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pokok Pengalaman Belajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu. perbandingan jenisjenis.

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-04/MEN/1993 TAHUN 1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA

JENIS-JENIS VISKOMETER (Viskometer Hoppler & Viskometer Cone and Plate) MAKALAH. Tugas Mata Kuliah TA Fisika Tahun Ajaran 2014/2015

Bab IV ANALISA SIRIP

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PROSES PRODUKSI PENGRAJIN KUSEN DAN PINTU BERBASIS MESIN BAND SAW

ULANGAN TENGAH SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 MATA PELAJARAN : FISIKA : LINTAS FISIKA : SENIN, 7 OKTOBER 2013 ;120 MENIT

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KIMIA FISIK II. VISKOSITAS CAIRAN Selasa, 08 April 2014

E-LEARNING MATEMATIKA

USAHA DAN ENERGI. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

Lampiran 1. Prosedur uji

PENENTUAN JUMLAH BUS YANG OPTIMAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus Di Trayek B 35 Jurusan Terboyo - Cangkiran Semarang)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK

ANALISIS REGRESI. Stat/Reg/Sam 04

EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS SIRIP LONGITUDINAL DENGAN PROFIL SIKU EMPAT KEADAAN TAK TUNAK KASUS 2D

FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Page 1

Model Regresi Berganda

1. Hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh jangka sorong berikut adalah... Jawab:

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II VISKOSITAS Sabtu, 05 April 2014

Kompetensi Siswa Hakikat Fisika

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALatihan Soal 11.4

ANTIREMED KELAS 10 FISIKA

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gamaran Umum Oyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laoratorium Fisika Universitas Negeri Gorontalo, dengan menggunakan taung yang teruat dari pipa dan ier transparan dan kelereng. Setelah peralatan yang digunakan sudah siap dipakai, maka langkah pertama mengukur diameter dalam taung, menentukan massa jenis kelereng, dan menentukan massa jenis minyak kelapa Langkah kedua adalah memperkirakan kecepatan terminal yang akan dialami kelereng saat dijatuhkan di dalam minyak kelapa.langkah ketiga dilakukan tes pengamilan data lalu menghitung kecepatan terminal dan mencari koeisien viskositas aik pada temperatur 7 C, temperatur 30 Ctemperatur 80 C, dan temperatur 90 C yang diperoleh kemudian mencari nilai kesalahan atau ralat dari kecepatan terminal dan koeisien viskositas minyak kelapa temperatur 7 C, temperatur 30 Ctemperatur 80 C, dan temperatur 90 C. 4. Data Hasil Penelitian Tale 4.1 Diameter ola NO D (mm) 1 15.56 15.67 3 15.56 D Avg 15.5633 m ola = 5,49 dan 6,73 gram 18

19 D Avg =15.5633mm =1.5563cm = 1,556 X 10 - m maka massa jenis ola yaitu: m Kelereng m Kelereng = 5,489 gr = 0,00549 kg = 6,73 gr = 0,00673 kg 1 3 1 3 V Keleren g =. d Avg (3,14).(0,01556) 6 6 = 0,000001973m 3 Massa 5,49 gram m v 0,00549 0,000001973 Massa 6,73 gram =783 kg/m 3 m v 0,00673 0,000001973 =341 kg/m 3 Massa jenis minyak kelapa V minyak kelapa = 16 l =0,0016m 3 m gelas ukur = 16.9 gr=0,169 kg m gelas ukur + minyak kelapa =139.4= 0,1394 kg m minyak kelapa = 1.5 gr = 0,015 kg m 0,015 0,78 kg/m 3 V 0,016 4.3 Perkiraan Kecepatan Terminal, Standar Error, dan Koeisien Viskositas

0 Untuk mencari nilai kecepatan terminal dapat ditemukan dengan menggunakan soware origin. Dengan memasukkan data kedalam kolom origin, lalu kita plot data sehingga muncul graik dan kita it dengan it linier untuk graik kecepatan terminal dan it non linier untuk graik koeisien viskositas minyak kelapa atau luida. 1.6 jarak (m) 1.4 1. 1.0 0.8 0.6 0.4 0. 0.0 Equation Weight Residual Sum o Squares y = a + *x No Weighting 0.00313 Pearson's r 0.99858 Adj. R-Square 0.99684 Value Standard Error jarak Intercept 0.0195 0.01834 jarak Slope 0.10175 0.00181 jarak Linear Fit o Sheet1 jarak 0 4 6 8 10 1 14 16 waktu (s) Gamar 4.1 Huungan x-t pada temperatur 7 o C untuk massa 5,4 gram Dari gamar diatas, hasil eksperimen diekspresikan dengan simol. Sedangkan garis linier merupakan ungsi dari regresi linier dari data-data eksperimen yang dilakukan. Sedagkan nilai kecepatan terminal di dapat dari nilai slope atau kemiringan dari data eksperimen. Sehingga nilai kecepatan terminalnya adalah 0.101 m/s dan ketidakpastian kecepatan terminal didapatkan dari nilai standar dari slope. Sehingga nilai ketidakpastian kecepatan terminal adalah 0,00181 m/s. Dan untuk leih jelasnya akan ditunjukkan pada tale 4.1.

1 Tale 4.Hasil Perhitungan Kecepatan Bola untuk massa 5,4 gram Temperatur ( o C) ± 10 ( m/s) 7 1,0±0,0 30 1,10±0,03 80 1,8±0,06 90 1,91±0,07 Dari tale hasil perhitungan kecepatan terminal pada massa 5,48 gram di atas kita isa menarik kesimpulan ahwa huungan antara temperatur dengan kecepatan terminal itu eranding lurus. Karena isa dilihat pada temperatur terendah yaitu 7 C menghasilkan kecepatan terminal rendah yaitu ( 1,0±0,0) 10-1 m/s. Sedangkan pada temperatur tinggi yaitu 90 C menghasilkan kecepatan terminal yang tinggi yaitu (1,91±0,07) 10-1 m/s. 1.6 jarak (m) 1.4 1. 1.0 0.8 0.6 0.4 0. Equation Weight Residual Sum o Squares y = a + *x No Weighting 0.00838 Pearson's r 0.99618 Adj. R-Square 0.99154 Value Standard Error jarak Intercept -0.19417 0.03607 jarak Slope 0.11383 0.0033 jarak Linear Fit o Sheet1 jarak 0.0 0 4 6 8 10 1 14 16 waktu (s) Gamar 4. Huungan x-t pada temperatur 7 o C untuk ola 6,73 gram Dari gamar diatas, hasil eksperimen diekspresikan dengan simol. Sedangkan garis linier merupakan ungsi dari regresi linier dari data-data eksperimen yang dilakukan. Sedagkan nilai kecepatan terminal di dapat dari nilai

slope atau kemiringan dari data eksperimen. Sehingga nilai kecepatan terminalnya adalah 0,11 m/s dan ketidakpastian kecepatan terminal didapatkan dari nilai standar dari slope. Sehingga nilai ketidakpastian kecepatan terminal adalah 0,0033 m/s. Dan untuk leih jelasnya akan ditunjukkan pada tale 4.14. Tale 4.3 Hasil Perhitungan Kecepatan terminal untuk ola 6,73 gram Temperatur ( o C) ± 10 ( m/s) 7 1,13±0,03 30 1,19±0,05 80 1,88±0,07 90,49±0,1 Dari data di atas kita isa menarik kesimpulan ahwa huungan antara temperatur dengan kecepatan terminal itu eranding lurus. Karena isa dilihat pada temperatur terendah yaitu 7 C menghasilkan kecepatan terminal rendah dengan nilai (1,13±0,03) 10-1 m/s. Sedangkan pada temperatur tinggi yaitu 90 C menghasilkan kecepatan terminal yang tinggi dengan nilai (,49±0,1) 10-1 m/s Dengan mengetahui kecepatan terminal maka dapat diketahui nilai koeisien viskositas dengan menggunakan persamaan (10). Sedangkan untuk ralat koeisien viskositas menggunakan persamaan (11). Dan untuk persamaan (1) digunakan untuk mencari kesalahan relatinya Pada massa 5,49 Pada temperatur 7 C r g( 9v t ) 3 (0,00778.10 ) 9,8(783 0,78) 9.0,10

3 =0,0374 Pa.s r g( 9vt ) xv t 3 (0,00778.10 ) 9,8(783 0,78) X 0,00 9.(0,10) 0,00000763 Pa.s KR = 100% =,, 100% =0,0% ( 5AP) ( ± ) = (3,7400±0,0007) 10 - Pa.s Pada massa 6,78 gram Pada temperatur 7 C r g( 9v t ) 3 (0,00778.10 ) 9,8(341 0,78) 9.(0,10) = 0,039793 Pa.s r g( 9vt ) xv t 3 (0,00778.10 ) 9,8(341 = 9.(0,10) 0,78) x0,00 = 0,00000763Pa.s KR x100%

4 0,00000763 0,039793 =0,0% ( 5AP) x 100% ( ± ) = (3,9793±0,0007) 10 - Pa.s Tael 4.3 Kecepatan terminal kelereng, koeisien viskositas Untuk massa 5,48 gram dan 6,73 gram Massa 5,48 gram Massa 6,73 gram Temperatur ( ± 10 ( ± 10 ( C) 10 (. ). 10 (. ). m/s) m/s) 7 1,0±0,0 3,7400 ± 0,0001 1,13±0,03 3,9793 0,0014 30 1,10±0,03 3,440 ±0,0013 1,19±0,05 3,778±0,003 80 1,8±0,06 1,980± 0,007 1,88±0,07,39± 0,009 90 1,91±0,07 1,90± 0,009,49±0,1 1.81± 0,03 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas kelapa eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nilai koeisien viskositasnya (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s Sedangkan huungan antara kecepatan terminal dan koeisien viskositas minyak kelapa itu eranding teralik, karena saat nilai kecepatan terminal rendah yaitu ( 1,0 ± 0,0) 10-1 m/s maka koeisien viskositas yang dihasilkan (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. sedangakan pada saat kecepatan terminanya tinggi yaitu (1,91± 0,07) 10-1 m/s dan nilai koeisien viskositasnya juga naik menjadi (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s. Tael 4.4 Huungan temperatur, koeisien viskositas, dan ralat koeisien

5 viskositas minyak kelapa dengan massa 5,48 gram Temperatur ( o C) 10 (. ). KR (%) 7 3,7400 ± 0,0001 0,0 30 3,440 ±0,0013 0,04 80 1,980± 0,007 0,36 90 1,90± 0,009 0,49 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas kelapa eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya (3,63 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nailai koeisien viskositasnya (1,9 ± 0,03) 10 - Pa.s Tael 4.5 Huungan temperatur, koeisien viskositas, dan ralat koeisien viskositas minyak kelapa dengan massa 6,73 gram Temperatur ( o C) 10 (. ). KR (%) 7 3,9793 ± 0,0014 0,04 30 3,778±0,003 0,1 80,39± 0,009 0,5 90 1.81± 0,03 1,9 Dari tael di atas, huungan antara temperatur dengan koeisien viskositas eranding teralik. Karena pada temperatur rendah yaitu 7 C mengahasilkan nilai koeesien viskositas sanggat tinggi di andingkan dengan temperatur lainnya dengan nilai koeisiennya ( 3,33 ± 0,07) 10 - Pa.s. Sedangkan pada temperatur tertinggi yaitu 90 C dengan nailai koeisien viskositasnya ( 1,5 ± 0,07) 10 - Pa.s.

6 Untuk melihat pengaruh temperatur terhadap koeisien viskositas, dierikan pada graik erikut ini 4,0 viskositas (10 - (Pa.s)) 3,5 3,0,5,0 1,5 5,48 gram 6,73 gram Exp3P1 Fit o Sheet1 viskositas Exp3P1 Fit o Sheet1 viskositas 0 30 40 50 60 70 80 90 100 Temperatur ( o C) Gamar 4.3 huungan temperatur dengan viskositas dengan massa 5,48 gram dan 6,78 gram Dilihat dari gamar diatas kita dapat mengetahui ahwa huungan antara temperatur dengan viskositas itu eranding teralik, semakin tinggi temperatur suatu enda maka nilai viskositasnya akan rendah. Dan semakin rendah nilai temperatur maka nilai viskositasnya akan leih tinggi. 4.4 Analisis Data Untuk melihat keerartian data hasil eksperimen yang diperoleh, maka dilakukan analisis dengan data hasil eksperimen yang dilakukan oleh Kailas M.

7 Talkit, dkk dan Bernard senge,dkk Karena dengan memandingkan data saya dapat dilihat keerhasilan dari eksperimen terseut. Tale 4.6 perandingan koeisien viskositas dengan literatur N o Temper atur ( o C) Massa 5,49 gr (mpa.s) Massa 6,73 gr (mpa.s) (mpa.s) (literarur) 1 7 37,400 ± 0,0010 39,793 ± 0,0140-30 34,40 ±0,013 37,78±0,03 35,4 (Bernhard Senge,dkk.008). 19,80± 0,07 3,9± 0,09 8.30 ( kailas M. 3 80 talkit,dkk. 01:49). 4 90 19,0± 0,09 18,1± 0,3 - Dari tale diatas dapat disimpulkan ahwa peredaan antara hasil eksperimen yang saya lakukan dengan hasil eksperimen peneliti lain, tidak eda jauh dengan literatur. Ini ditujukan pada temperatur 30 C peredaanya -1, mpa.s dan,3 mpa.s dam pada temperatur 80 C peredaannya -7,5 mpa.s dan -5,4 mpa.s Tale 4.7 korelasi untuk viskositas minyak kelapa dengan literature Massa Kostanta A B 5,49 gr -6,53 ± 0,0 5, ± 0,8 6,73 gr -6,7 ± 0,1 6 ± 4 Literature Data (Hossen Noureddini, 199) 1,0945 -,6145.10-3 Literature Data (Sege, 008) -7,9± 0, 73±17 Literature Data (Talkit, 01) -6,5±0,1 51±6

8 Dari tale diatas dapat disimpulkan ahwa peredaan antara hasil eksperimen yang saya lakukan dengan hasil eksperimen peneliti lain, tidak eda jauh dengan peneliti seelumnya. 4.5 Kemungkinan Kesalahan Kemungkinan kesalahan dalam melakukan eksperimen ini adalah: 1) Dari segi peneliti, yakni kurangnya teliti dalam menekan stopwatch (menghidupkan dan mematikan stopwatch) saat ola melewati jarak yang telah ditentukan. ) Dari segi ahan ola yang ereda mempenggaruhi hasil penelitian ini. 3) Dari segi alat ukur dan ojek yang digunakan, yakni: Gelas ukur yang digunakan dalam mengukur volume dari sampel cairan memiliki nst 0,1 ml masih esar.