Sequences & Series. Naufal Elang Ciptadi

dokumen-dokumen yang mirip
MATEMATIKA 2. DERET Series ASEP MUHAMAD SAMSUDIN, S.T.,M.T. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Modul ke: Matematika Ekonomi. Deret. Bahan Ajar dan E-learning

BARISAN DAN DERET. Drs. CARNOTO, M.Pd. NIP Pola Barisan Bilangan

BARISAN DAN DERET. Romli Shodikin, M.Pd. Prepared By : LANJUT

Ekspresi Reguler Definisi. Notasi Ekspresi Regular. Contoh Ekspresi Reguler [2]

MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

Diusulkan oleh: Nama : Pita Suci Rahayu Nim : Kelas/Semester: C/1

18. SOAL-SOAL NOTASI SIGMA, BARISAN, DERET DAN INDUKSI MATEMATIKA

BARISAN DAN DERET. Matematika Dasar

KARTU SOAL URAIAN. KOMPETENSI DASAR (KD): 4.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmatika dan geometri

PERBANDINGAN DAN KARAKTERISTIK BEBERAPA TES KONVERGENSI PADA DERET TAK HINGGA

BARISAN DAN DERET. AFLICH YUSNITA F, M.Pd. STKIP SILIWANGI BANDUNG

BY : DRS. ABD. SALAM, MM

Pola dan Barisan Bilangan

Materi W6b BARISAN DAN DERET. Kelas X, Semester 2. B. Barisan dan Deret Aritmatika.

Matek 2 Sistem PD dan Solusinya. Rudy Dikairono

BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

LEMBAR AKTIVITAS SISWA INDUKSI MATEMATIKA

Piramida Besar Khufu

MATEMATIKA SEKOLAH 2. MENENTUKAN POLA BARISAN BILANGAN & SUKU KE-n. Oleh : Novi Diah Wayuni ( ) Riswoto ( )

Barisan dan Deret. Matematika dapat dikatakan sebagai bahasa simbol. Hal ini. A. Barisan dan Deret Aritmetika B. Barisan dan Deret Geometri

Diskripsi: Types of Statistics dan Penyajian Data

Adam Mukharil Bachtiar English Class Informatics Engineering Algorithms and Programming Searching

KHAIRUL MUKMIN LUBIS

BAHAN AJAR. Bisnis Manajemen dan Parwisata Mata Pelajaran. Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar

Dwi Lestari, M.Sc: Konvergensi Deret 1. KONVERGENSI DERET

2. Suku pertama dan suku kedua suatu deret geometri berturut-turut adalah a -4 dan a x. Jika suku kedelapan adalah a 52, maka berapa nilai x?

MATEMATIKA EKONOMI DAN BISNIS. Nuryanto.ST.,MT

BILANGAN BERPANGKAT. Jika a bilangan real dan n bilangan bulat positif, maka a n adalah

BARISAN ARITMETIKA DAN DERET ARITMETIKA

PELABELAN TOTAL (a, d)-sisi-anti AJAIB PADA GRAF BINTANG

INDUKSI MATEMATIS Drs. C. Jacob, M.Pd Pengantar Apakah suatu formula untuk jumlah dari n bilangan bulat positif ganjil

Definisi 1 Deret Tak Hingga adalah suatu ekspresi yang dapat dinyatakan dalam bentuk:

MATEMATIKA SEKOLAH 2

ANALISIS PERMAINAN EMPAT BILANGAN

NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1. Beda Barisan Aritmatika. b =.. RUMUS SUKU KE N: King s Learning Be Smart Without Limits

1) Perhatikan bentuk di bawah: U 1 U 2 U 3 U 4 U n 2, 5, 8, 11, dengan: U 3 = suku

Surat Berharga Jangka Panjang ( Long term securities) Manajemen Keuangan Maret 2015

Analisis Algoritm. Fundamentals of the Anlysis of Algorithm Efficiency

tanya-tanya.com Barisan dan Deret Aritmetika Barisan dan Deret Geometri

Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat

POLA, BARISAN DAN DERET BILANGAN SERTA BUNGA. VENY TRIYANA ANDIKA SARI, M.Pd.

Arsitektur Komputer. Pertemuan ke-2 - Aritmatika Komputer >>> Sistem bilangan & Format Data - Perkembangan Perangkat Keras Komputer

Soal Babak Penyisihan MCSHS (Mathematics Competition for Senior High School) Olimpiade Matematika SMA

Ayundyah Kesumawati. April 29, Prodi Statistika FMIPA-UII. Deret Tak Terhingga. Ayundyah. Barisan Tak Hingga. Deret Tak Terhingga

BARISAN DAN DERET MATERI PENDAMPING OLIMPIADE MATEMATIKA MA/SMA

BARISAN & DERET GEOMETRI

INF-104 Matematika Diskrit

BARISAN DAN DERET ARITMETIKA

Barisan adalah su,sunan bilangan bilangan atau angka angka yang ditulis dengan dipisahkan tanda koma dengan mempunyai pola tersendiri.

PEMBINAAN TAHAP I CALON SISWA INVITATIONAL WORLD YOUTH MATHEMATICS INTERCITY COMPETITION (IWYMIC) 2010 MODUL BILANGAN

B. POLA BILANGAN 1. Pengertian pola bilangan Pola bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan.

[Enter Post Title Here]

PERSAMAAN DIOPHANTINE KUADRATIK QUADRATIC DIOPHANTINE EQUATION. Orgenes Tonga

Antiremed Kelas 09 Matematika

S1- MATEMATIKA I BAHAN 7 TURUNAN FUNGSI (DERIVATIVES OR DIFFERENTIATIONS)

ALGORITMA PERULANGAN

STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA SESUAI KURIKULUM 2004 disampaikan pada

Data Time Series. Time series merupakan data yang diperoleh dan disusun berdasarkan urutan waktu atau

RUANG BARISAN KONVERGEN DAN TERBATAS YANG DIBANGUN OLEH GENERALISASI FUNGSI ORLICZ-λ SKRIPSI GUNTUR PRANAJAYA

Statistika. Daftar Isi

CONTOH SOAL CONTOH SOAL CONTOH SOAL TENTUKAN JUMLAH DERET GEOMETRI TAK HINGGA BERIKUT

Hukum Iterasi Logaritma

Sri Purwaningsih. Modul ke: Fakultas EKONOMI BISNIS. Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

BARISAN DAN DERET 1. A. Barisan dan Deret Aritmatika 11/13/2015. Peta Konsep. A. Barisan dan Deret Aritmatika

Bahan Ajar Matematika. Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Kelompok :..

PENERAPAN METODE DERET PANGKAT UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR ORDEDUA KHUSUS SKRIPSI

PENGANTAR MATEMATIKA DISKRIT DAN HIMPUNAN PERTEMUAN I

SILABUS. Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Matematika 1 Beban Belajar : 4 SKS. Materi Pembelajaran.

Lomba dan seminar matematika XXV

MODUL 2. Deret FEB. Nur Azmi Karim, SE, M.Si. Fakultas. Modul ke: Program Studi

Misal, dan diberikan sebarang, terdapat sehingga untuk setiap

Daftar Isi 5. DERET ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB September 26, 2011

Matriks, Barisan (sequence), Deret (summa)ons)

Analisis Deret Waktu

CONTOH SOAL UAN BARIS DAN DERET

Aturan Penilaian & Grade Penilaian. Deskripsi. Matematika Diskrit 9/7/2011

Pengantar Matematika. Diskrit. Bahan Kuliah IF2091 Struktur Diksrit RINALDI MUNIR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

KED INTEGRAL JUMLAH PERTEMUAN : 2 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: Materi : 7.1 Anti Turunan. 7.2 Sifat-sifat Integral Tak Tentu KALKULUS I

1-x. dimana dan dihubungkan oleh teorema Pythagoras.

Uji Komptensi. 2. Tentukan jumlah semua bilangan-bilangan bulat di antara 100 dan 200 yang habis dibagi 5

Algoritma Perulangan. Kuliah algoritma dan pemrograman

ANALISIS ALGORITMA BABY-STEP GIANT-STEP DAN POHLIG-HELLMAN UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH LOGARITMA DISKRIT SKRIPSI ETTY WINITA ROISKA SIMBOLON

Pembahasan Soal Barisan dan Deret Geometri UN SMA

CATATAN KULIAH ANALISIS REAL LANJUT

T DAR INTEGRAL TAK MUTLAK

Cermat : Modul dan LKS Mat. Teknik Tk. 2 Sm. 3 0

Sebaran Peluang kontinyu Sebagian besar kegiatan di alam ini mengikuti sebaran kontinyu Salah satu sebaran kontinyu adalah sebaran normal. Sebaran nor

18/09/2017. Fakultas Teknologi dan Desain Program Studi Teknik Informatika

BARISAN DAN DERET. Peta konsep berikut untuk lebih mudah mempelajari materi Barisan dan Deret :

GRUP HINGGA NILPOTENT. Patma dan Hery Susanto Universitas Negeri Malang

Pengantar Matematika. Diskrit. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diksrit RINALDI MUNIR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

INF-104 Matematika Diskrit

tidak terdefinisi ketika x = 1, tetapi dapat kita peroleh

Inferensia Statistik parametrik VALID?? darimana sampel diambil

Daftar Isi 3. BARISAN ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB

BARISAN DAN DERET Jenis-jenis barisan dan deret yang sering diujikan adalah soal-soal tentang :

OPERATOR. Percobaan 1: Mengimplementasikan Assignment operator dalam bahasa C.

Transkripsi:

Sequences & Series Naufal Elang Ciptadi

Topics that will be discussed Concepts of Sequence and Series Sequences Series Binomial Expansion Mathematical Induction

Concepts of Sequences & Series A. Sequences Sequence adalah sebuah set bilangan yang berurutan dengan sebuah rule untuk mendapatkan value dari bilangan tersebut. Sequence bisa menjadi finite atau infinite. Contohnya: 1, 3, 5, 7,, 33 adalah sebuah sequence bilangan ganjil yang finite dan 2, 4, 6, adalah infinite sequence dari bilangan genap. Un (atau Tn) biasa digunakan sebagai tanda untuk urutan ke-n dalam sebuah deret. I.e.: 1, 4, 7, 10,, term pertama, U 1 = 1, term kedua, U 2 = 4 dan seterusnya. Sequence bisa dideskripsikan dengan algebraic expression untuk term ke-n. Contohnya: U n = 2n 1 untuk deret ganjil

Concepts of Sequences & Series Sequence bisa diberikan dalam bentuk recurrence relation yang berarti untuk membentuk bilangan deret berikutnya bilangan itu membutuhkan bilangan sebelumnya ( Un+1 = f(un) ). Sebagai contoh: 1, 6, 31, 156, yang bisa dideskripsikan sebagai Un+1 = 5Un + 1 B. Series Series adalah jumlah dari deret (sequences). Series yang terus berlanjut tiada akhirnya disebut infinite series. Contoh: 1 + ½ + 1/3 + ¼ + adalah infinite series. Sedangkan yang ada batasnya disebut finite series. Contohnya adalah 1 + 2 + 4 + 8. Sn biasa digunakan sebagai penanda dari jumlah suku n pertama didalam deret (Sn = u1 + u2 + + un)

Sequences A. The relationship between U n and S n Untuk setiap sequence, u1, u2, u3,, anggap S n adalah jumlah dari sequence suku n. Berarti: U1 = S1 dan suku ken: U n = S n S n-1 dimana Sn-1 menunjukkan jumlah dari suku n-1 yang pertama. Contoh: Jumlah deret suku n pertama adalah S n = 2n + 3n 2. Carilah value dari suku pertama dan carilah U n dalam ekspresi n: Jawaban: a = S 1 = 2(1) + 3(1)(1) = 5

Sequences U n = Sn Sn-1 = 2n + 3n 2 [2(n 1) + 3(n 1) 2 ] = 2n + 3n 2 [2n 2 + 3(n 2 2n + 1)] = 2n + 3n 2 2n + 2 3n 2 + 6n 3 = 6n 1 B. Sequence given by formula of the n term Contoh: Sebuah sequence memiliki equation bilangan ke n yaitu U n = 4n + 6. Tentukan sequence dari 10 urutan pertama.

Sequences Jawaban: U 1 = 4(1) + 6 = 10; U 2 = 4(2) + 6 = 14; U 3 = 4(3) + 6 = 18; dst. Sequences = 10, 14, 18, 22, 26, 30, 34, 38, 42, 46. Contoh: Ada sebuah sequence: 8, 17, 26, 35, 44, carilah hubungan U n dalam sequence ini. Jawaban: U 1 = 8; b = 9 -> 8 + (n 1)9 = 9n 1 (akan dijelaskan lebih lanjut saat arithmetic series)

Sequences C. Sequences generated by recurrence relation form Contoh: Sebuah recurrence relation dari sebuah Sequence Un+1 = 0.5Un + 25. Temukan persamaan suku dalam n. Jawaban: Un = 0.5Un-1 + 25 = 0.5(0.5Un-2 + 25) + 25 = 0.5 2 Un-2 + 25(1 + 0.5) = 0.5 3 U n-3 + 25(1 + 0.5 + 0.5 2 ) = 0.5 n U 0 + 25(1 + 0.5 + 0.5 2 + + 0.5 n-1 )

Sequences = 0.5 n U 0 + 25 = 0.5 n U 0 + 50(1 0.5 n ) = 0.5 n (U 0 50) + 50 Note: akan dijelaskan lebih lanjut didalam geometric sequence untuk (1 + 0.5 + 0.5 2 + 0.5 3 + ) =

Series A. Arithmetic Series Jika a menunjukkan first term of a sequence dan d menunjukkan common difference, progresi aritmatiknya akan menjadi: a, a + d, a + 2d, a + 3d,, a + (n 1)d Dari persamaan diatas, persamaan nth term adalah: U n = a + (n 1)d d = U n U n-1 Jumlah dari progresi aritmatik (arithmetic series) = S n :

Series Contoh: Carilah jumlah dari U 6 sampai dengan U 18, dimana a adalah 5 dan d adalah 3. Jawaban: a = 5; d = 3. U 6 + U 7 + U 8 + + U 18 = S 18 S 5 S 18 = 18/2[2(5) + 17(3)] = 549; S 5 = 5/2[2(5) + 4(3)] = 55 549 55 = 494

Series B. Geometric Series Jika a menunjukkan term pertama dari sebuah sequence, dan setiap term nya merupakan kelipatan dari r yaitu common ratio maka bentuk dari sequence itu adalah: a, ar, ar 2, ar 3,, ar n-1, The n term: ar n-1 Common ratio = Sum of the first n term:

Series Contoh: Term pertama, a, adalah 5. U n = 640. S n = 1275. r? Jawaban: a = 5 U n = ar n-1 640 = 5r n-1 128 = r n-1 r n = 128r Dari menggunakan rumus S n dan men-subtitusi r n = 128r, kita mendapatkan:

Series 1275 1275r = 5 640r 635r = 1270 r = 2 Geometric series bisa dikatakan konvergen apabila r < 1 Jika geometric series konvergen, maka jumlah series sampai tak terhingga bisa dihitung: S = a/(1 r)

Series C. Σ (sigma) notation r = n disebut upper limit. r = 1 disebut lower limit. r sendiri adalah index of summation. Bentuk dari sigma notasi berfungsi untuk mempermudah penulisan series. Seperti contoh diatas, makna dari notasi diatas adalah 1 + 2 + 3 + + n.

Series Sigma notasi ini memiliki beberapa rules of summation diantaranya:

Series Lalu ada beberapa contoh penting dalam results untuk diingat seperti:

Binomial Expansion Jika n adalah bilangan integer yang positif, maka: Lalu diderivasikan menjadi:

Binomial Expansion Dari persamaan sebelumnya kita bisa menyimpulkan: Atau jika kita mengganti x dengan x:

Mathematical Induction The use: Proving results and statements involving series or sequences. Steps: Let P n denotes (given in the question) Verify that the smallest value of n in P n is true Assume k is true for some k (Hypothesis) Show that P k+1 is true with the hypothesis from previous step. Show that the Left Hand Side is the same with the Right Hand one Write down the conclusion

Mathematical Induction Contoh: Buktikan 1 + 3 + 5 + + (2n -1) = n 2 Jawaban:

Mathematical Induction Since P 1 is true, and P K is true which implies that P k+1 is true, by mathematical induction, P n is true for all n 1.