Statistika. Daftar Isi
|
|
|
- Sucianty Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Daftar Isi Halaman Kata Pengantar.i Daftar Isi ii Peta Kompetensi, Peta Bahan Ajar dan Informasi..iv Skenario Pembelajaran..v Bab I. Pendahuluan.... Latar Belakang.... Tujuan Ruang Lingkup Bab II. Statistika..3 A. Penyajian Data Dalam diagram...3. Membaca Diagram Menyajikan Data Dalam Diagram....6 a. Diagram Batang b. Diagram Lingkaran c. Diagram Garis B. Data Tunggal.... Ukuran Kecenderungan Memusat..... a. Mean.... b. Median..... c. Modus... 3 d. Menafsirkan Rata-rata Ukuran Letak a. Kuartil...5 ) Prosedur Menentukan Kuartil ) Menentukan Kuartil Dengan Lebih Teliti...8 3) Menentukan Kuartil Dengan Diagram Batang Daun...9 b. Desil Ukuran Penyebaran.. a. Jangkauan... b. Simpangan Baku dan Ragam.. c. Simpangan Kuartil.. 6 d. Statistik Lima Serangkai, Rataan Tiga dan Rataan Kuartil 7 e. Pencilan dan Diagram Kotak Garis....8 ) Pencilan ) Diagram Kotak Garis 3 C. Data Berkelompok Daftar Distribusi Frekuensi.. 3 a. Distribusi Frekuensi Tunggal Iryanti ii
2 b. Distribusi Frekuensi Berkelompok c. Daftar Distribusi Frekuensi Kumulatif d. Histogram dan Poligon Frekuensi...36 e. Ogif Ukuran Kecenderungan Memusat a. Mean b. Modus dan Median ) Modus ) Median Ukuran Letak a. Kuartil b. Desil Ukuran Penyebaran D. Lembar Kerja.. 55 E. Evaluasi F. Rangkuman.. 6 Bab III. Penutup Daftar Pustaka..66 Kunci Jawaban..67 Iryanti iii
3 Peta Kompetensi: Memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan konsep-konsep statistika deskriptif dalam hal:. Mampu menyajikan data dalam berbagai bentuk diagram dan memilihnya secara representatif.. Mampu membedakan dan menentukan berbagai ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran 3. Mampu melakukan penafsiran terhadap sekumpulan data melalui berbagai ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran Peta Bahan Ajar:. Penyajian data dalam diagram. Ukuran pemusatan, ukuran letak dan ukuran penyebaran 3. Tafsiran ringkasan data Informasi Indikator keberhasilan: menguasai peta kompetensi. Kompetensi yang dipelajari berikutnya: mampu menjelaskan dan memberi contoh memaknai tendensi sentral dari sekumpulan data mampu menjelaskan dan memberi contoh memaknai variansi dan simpangan baku dari sekumpulan data. Iryanti iv
4 Skenario Pembelajaran. Pendahuluan Salam dan perkenalan Mengemukakan tujuan diklat dan kompetensi yang akan dicapai. Mengidentifikasi masalah-masalah statistika yang dihadapi peserta diklat.. Kegiatan Inti a. Penyajian data Penyampaian dan pembahasan materi dengan tanya jawab. Pemecahan masalah tentang penyajian data yang sudah diidentifikasi sebelumnya. b. Membahas ukuran pemusatan, penyebaran dan letak untuk data tunggal Penyampaian dan pembahasan materi dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta melakukan tugas yang ada di Lembar Kerja Pembahasan dan pelaporan tentang tugas Pemecahan masalah yang sudah diidentifikasi sebelumnya. c. Membahas ukuran pemusatan, penyebaran dan letak untuk data berkelompok Iryanti v
5 Penyampaian dan pembahasan materi dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta melakukan tugas yang ada di Lembar Kerja dan 3. Presentasi tugas yang sudah dikerjakan Pemecahan masalah yang sudah diidentifikasi sebelumnya. 3. Penutup Merangkum dan menyimpulkan hasil yang sudah didapat. Mengucapkan terimakasih atas perhatian peserta. Iryanti vi
6 Peta Kompetensi :. Menyebutkan pengertian notasi sigma, pola barisan dan deret bilangan.. Mengidentifikasi barisan aritmetika dan geometri. 3. Menurunkan rumus deret aritmetika dan geometri. 4. Menyatakan jumlah dalam bentuk notasi sigma sebagai suatu fungsi. Peta Bahan Ajar:. Notasi Sigma. Pola Barisan dan Deret Bilangan ( khususnya barisan aritmetika dan barisan geometri) 3. Barisan Sebagai Fungsi Informasi:. Kompetensi prasyarat: mampu menjelaskan konsep-konsep dasar materi/ pokok bahasan Matematika yang akan dipelajari siswa.. Indikator keberhasilan: menguasai peta kompetensi di atas. 3. Kompetensi yang dipelajari berikutnya: menjelaskan cara memprediksi bentuk umum pola, barisan, dan deret. menjelaskan cara mengidentifikasi berbagai jenis barisan ( aritmetika, geometri, harmonik, barisan bilangan polygonal) sesuai sifatnya. Notasi sigma, Barisan dan Deret Bilangan I/ Iryanti iii
7 menjelaskan dan memberi contoh cara menurunkan rumus jumlah deret. Skenario Pembelajaran. Pendahuluan: Salam dan perkenalan. Menginformasikan tujuan diklat dan kompetensi yang akan dicapai. Mengidentifikasi masalah tentang Notasi sigma, Barisan dan Deret yang dihadapi peserta dikla a. Kegiatan Inti I ( Penyajian Notasi Sigma) Penyampaian materi Peserta diklat mengerjakan tugas (sifat notasi sigma 3, 4 dan 5) Pembahasan dan pemecahan masalah yang diidentifikasi sebelumnya. b. Kegiatan Inti II ( Barisan dan Deret Aritmetika) Penyampaian materi Peserta diklat mengerjakan tugas kelompok di Lembar Kerja Pembahasan dan pemecahan masalah yang diidentifikasi sebelumnya. c. Kegiatan Inti III ( Barisan dan deret Geometri) Penyampaian materi Notasi sigma, Barisan dan Deret Bilangan I/ Iryanti iv
8 Peserta diklat mengerjakan kegiatan yang tertulis di Lembar Kerja Presentasi Pembahasan dan pemecahan masalah yang diidentifikasi sebelumnya. d. Kegiatan Inti IV Penyampaian materi Peserta diklat mengerjakan tugas kelompok di Lembar Kerja 3 Presentasi Pembahasan dan pemecahan masalah yang diidentifikasi sebelumnya. 3. Penutup Merangkum dan menyimpulkan hasil yang diperoleh Mengucapkan terimakasih atas perhatian peserta. Notasi sigma, Barisan dan Deret Bilangan I/ Iryanti v
9 Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Notasi Sigma menjadi dasar untuk penulisan barisan dan deret sehingga penting untuk menguasai materi ini serta sifat-sifatnya. Demikian pula, penting untuk menguasai materi barisan dan deret yang banyak diterapkan dalam kejadian di sekitar kita. Melihat perbedaan yang sangat besar antara pertumbuhan manusia dan pertambahan bahan makanan, Thomas Robert Malthus mengatakan bahwa pertumbuhan manusia berdasarkan kepada deret geometri (deret ukur) sebaliknya pertambahan bahan makanan berdasarkan kepada deret aritmetika ( deret hitung). Jika Anda mencari alamat seseorang, tentu yang paling penting adalah nama jalan dan nomor rumahnya. Umumnya penomoran rumah yang menghadap ke jalan berdasarkan aturan salah satu sisi diberi nomornomor ganjil dan sisi yang lain diberi nomor-nomor genap. Jika dituliskan berurutan nomor-nomor itu akan membentuk barisan bilangan ganjil dan barisan bilangan genap yang termasuk dalam barisan aritmetika. B. Tujuan Bahan ajar ini disusun dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta diklat untuk mengembangkan ketrampilan siswa dalam menggunakan konsep Notasi sigma, Barisan dan Deret Bilangan. 6
10 C. Ruang Lingkup Ruang lingkup materi yang dibahas dalam bahan ajar ini adalah;. Notasi Sigma dan Sifat-sifatnya.. Barisan dan Deret: a. Barisan dan Deret Aritmetika b. Barisan dan Deret Geometri 3. Barisan sebagai fungsi. 7
11 Bab II Notasi Sigma, Barisan dan Deret Bilangan I A. Notasi Sigma Seorang siswa SMA yang beberapa kali tidak mengerjakan PR akhirnya diberi sanksi oleh gurunya. Siswa itu disuruh menulis tangan kalimat Saya tidak akan malas lagi mengerjakan PR Matematika sebanyak 00 kali. Sungguh membosankan pekerjaan ini, kelihatan ringan tetapi tidak menyenangkan. Seandainya bisa ditulis dengan komputer, tentu pekerjaan ini akan mudah dan cepat selesai. Tetapi siswa tersebut mempunyai akal dan menyelesaikan sanksi yang diberikan dengan cepat sehingga membuat gurunya kaget karena tidak menduga siswa itu menyelesaikan sanksi itu dengan cepat. Inilah yang ditulis oleh siswa tersebut: 00 c, dengan c = Saya tidak akan malas lagi mengerjakan PR Matematika k= Siswa itu menyingkat penulisan yang diminta oleh gurunya dengan menggunakan notasi sigma. Notasi sigma memang jarang Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi notasi ini akan banyak dijumpai penggunaannya dalam bagian Matematika yang lain. Jika Anda mempelajari Statistika maka Anda akan menjumpai banyak rumus-rumus yang digunakan memakai lambang notasi sigma, misalnya rumus mean, simpangan baku, ragam, korelasi, dan lain-lain. Di Kalkulus, pada waktu membicarakan luas daerah yang dibatasi oleh kurva dan sumbu-sumbu koordinat, Anda akan menemui Jumlahan Riemann yang menggunakan notasi sigma untuk menyingkat penjumlahan yang relatif banyak. Ketika 8
12 mempelajari Kombinatorik, Anda akan menemui bentuk notasi sigma dalam koefisien binomial. Untuk mengawali bahasan mengenai notasi sigma, perhatikan jumlah 5 bilangan ganjil pertama berikut ini: Pada bentuk tersebut disebut suku ke-, 3 disebut suku ke-, 5 disebut suku ke-3, 7 disebut suku ke-4, dan 9 disebut suku ke-5. Ternyata sukusuku tersebut mengikuti suatu pola sebagai berikut: Suku ke- = = () Suku ke- = 3 = () Suku ke-3 = 5 = (3) Suku ke-4 = 7 = (4) Suku ke-5 = 9 = (5) Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola dari suku-suku penjumlahan itu adalah k dengan k {,,3,4,5}. Untuk menyingkat penulisan penjumlahan seperti di atas digunakan huruf kapital Yunani Σ, dibaca notasi sigma yang diperkenalkan pertama kali tahun 755 oleh Leonhard Euler. Selanjutnya bentuk penjumlahan di atas dapat ditulis dalam notasi sigma sebagai: = 5 (k ) k= Ruas kanan dibaca sigma k = sampai dengan 5 dari k-. Batas bawah bentuk notasi sigma ini adalah k = dan batas atas k = 5. Secara umum bentuk notasi sigma didefinisikan sebagai berikut: 9
13 n a k k= = a + a + a an Contoh : Nyatakan 6 ( 3k +) dalam bentuk lengkap k= Jawab: 6 ( 3k +) = k= Contoh : Hitunglah nilai 4 (k ) k= 4 Jawab: (k ) = = 56 k= Contoh 3: Nyatakan dalam bentuk notasi sigma Jawab: suku ke- = 3 = ()+ suku ke- = 5 = ()+ suku ke-3 = 7 = (3)+, dan seterusnya sehingga suku ke-6 = 3 = (6) + Dengan melihat pola suku-suku tersebut dapat disimpulkan bahwa suku-suku dalam penjumlahan itu mempunyai pola k+. Dengan demikian = 6 ( k +) k= 0
14 Latihan. Tulislah bentuk-bentuk penjumlahan berikut dalam bentuk notasi sigma a b c d e f g. ( x ) + ( 3 x 4) + (5 x 6) + (7 x 8) + ( 9 x 0) h. a + a b + a 3 b + a 4 b 3 + a 5 b 4 + a 6 b 5 i. b + ab + a b 3 + a 3 b 4 + a 4 b 5 + a 5 b 6. Nyatakan notasi-notasi sigma berikut dalam bentuk lengkap 5 5 a. ( k ) c. (- ) k k k = k= 4 e. (n + n +) n= b. 4 k(k +) k= 3. Diketahui: 4 d. (n 3 n ) n= f. 6 (k )k k= a =, a = 3, a 3 = 5, a 4 = 7, a 5 =, a 6 = 3. b = -, b =, b 3 =, b 4 = 4, b 5 = 5, b 6 = 6. Hitunglah:
15 a. 6 a k f. 6 b k k= k= b. 6 b k g. 6 ( a k + bk ) k= k= c. 5 a kb k h. k= 6 ( ak bk ) k = d. 5 6 a k + b k i. a k k= k = + b k e. 6 a k j. k= 6 a b k k k = Sifat-sifat Notasi Sigma Untuk setiap bilangan bulat a, b dan n berlaku: n. = n k=. b cf (k) = b c f(k) k=a k=a b 3. [f(k)+ g(k)] k=a = f (k) + g (k) b k=a m n n 4. f(k) + f(k) = f(k) k = k = m k = n n+ p 5. f (k) = f(k p) k = m k = m+ p b k=a
16 Bukti: n. = = n () = n k= n suku b. cf (k) = c f(a) + c f(a+) +c f(a+) + + c f(b) k= a b = c [f(a) + f(a+) + f(a+) + + f(b)] = c f (k) k= a Tugas: Buktikan sifat-sifat notasi sigma no. 3,4 dan 5 Batas bawah notasi sigma dapat dirubah dengan menggunakan sifat-sifat notasi sigma. Perhatikan contoh 4 dan contoh 5 berikut ini: Contoh 4: Nyatakan bentuk-bentuk notasi sigma berikut dengan batas bawah 3 0 a. k k - b. k=7 k=4 k + 3 c. 8 k + 3 k= 3 Jawab: Dengan menggunakan sifat nomor 5, n f (k) = k = m n+ p f(k p) k = m+ p a. k = (k + 6) k = 7 k = = ( k + 6) k = 3
17 0 k b. k = 4 k = 3 (k + 3) k = 4 3 (k + 3) k + = k= k c. k + 3= + 4 (k 4) + 3 k = 3 k = 3+ 4 = k 5 k= Contoh 5: Buktikan bahwa (k 7) 4 k = + 4 k + 6 k = 5 k = k = Bukti: ( k 7) = [(k + 4) 7].sifat nomor 5 k = 5 k = = ( k + 8 7) k = 6 = ( k + ) k = 6 = ( 4k k = + 4k + ) = 4 k + 4k + sifat nomor 3 k = k = k = 4
18 6 6 = 4 k + 4 k + 6 k = k =.sifat nomor dan Latihan. Nyatakan jumlah di bawah ini dengan bilangan sebagai batas bawah 4 n 4 a. (k 3) d. k = 5 n= 6 n b. ( k + ) e. ( a ) k = 5 a= 8 4 c. (b + b) k = 5 0 f. 4 k k = 8. Buktikan 0 4 a. ( n ) = (n 9) n= n= b. ( p + 4) = p + p p= p= p= Bentuk ruas kanan nomor di atas disebut bentuk monomial. 3. Nyatakan jumlah-jumlah di bawah ini sebagai jumlah monomial. 6 a. k k c. k = 5 n 3n n= 8 b. k 4k 5 k = 0 d. ( 4k 6)(3 k) k = 5
19 B. Barisan dan Deret. Barisan dan Deret Aritmetika a. Barisan Aritmetika Iwan mencari rumah temannya di Jalan Gambir no.55. Setelah sampai di Jalan Gambir ia memperhatikan bahwa rumah-rumah yang terletak di sebelah kanan jalan adalah rumah-rumah dengan nomor urut genap, 4, 6, 8, dan seterusnya. Dengan demikian ia langsung tahu bahwa rumah temannya terletak di sebelah kiri jalan karena di sebelah itu terletak rumah-rumah bernomor urut ganjil,3, 5, 7, dan seterusnya termasuk no. 55. Nomor-nomor rumah di atas merupakan barisan bilangan aritmetika. Barisan bilangan ini mempunyai selisih yang tetap antara dua suku yang berurutan. Pada barisan, 3, 5, 7,, suku pertama adalah, suku kedua adalah 3, dan seterusnya. Selisih antara dua suku yang berurutan adalah. Barisan, 4, 6, 8,, juga mempunyai selisih dua suku yang berurutan selalu tetap yang besarnya. b. Rumus suku Ke-n Barisan Aritmetika Pada barisan aritmetika dengan bentuk umum u, u, u 3, dengan u adalah suku pertama, u adalah suku ke-, u 3 adalah suku ke-3 dan 6
20 seterusnya. Selisih antara dua suku berurutan disebut juga beda dan diberi notasi b, sehingga b = u u = u 3 u = u 4 u 3 = = u n u n- Misalkan suku pertama u dinamakan a dan beda antara suku berurutan adalah b, maka: u =a u u = b u = u + b = a + b = a + (-)b u 3 u = b u 3 = u + b = a + b = a + (3-)b u 4 u 3 = b u 4 = u 3 + b = a + 3b = a + (4-)b u 5 u 4 = b u 5 = u 4 + b = a + 4b = a + (5-)b Dengan memperhatikan pola suku-suku di atas kita dapat menyimpulkan rumus umum suku ke-n adalah: u n = a + (n-)b dengan u n = suku ke-n a = suku pertama dan b = beda contoh 6: Tentukan suku ke-35 dari barisan 3, 7,, 5, Jawab: U = a = 3, b = u u = 7 3 = 4, n = 35 Dengan mensubstitusikan unsur-unsur yang diketahui ke u n = a + (n-)b diperoleh u 35 = 3 + (35-)4 = 39 Jadi suku ke-35 adalah 39. contoh 7: a. Carilah rumus suku ke-n barisan 60, 56, 5, 48, b. Suku ke berapakah dari barisan di atas yang nilainya adalah 6? 7
21 Jawab: contoh 8: U = a = 60, b = u u = = -4 a. u n = a + (n-)b = 60-4 (n -) = 64 4n b. u n = 64 4n 6 = 64 4n 4n = 48 n = Pada suatu barisan aritmetika suku ke-0 adalah 4 dan suku ke-5 adalah. Tentukan suku ke-5 Jawab: Latihan 3 U 0 = a + (0-)b = a + 9b = 4 U 5 = a + (5 -)b = a + 4b = 5b = 0 b = 4 a = 5 U 5 = a + (5-)4 = 5 + 4(4) = 50. Carilah rumus suku ke-n dari setiap barisan berikut: a., 5, 8,, d. 53, 48, 43, 38, b. 8,, -6, -3, e., -6, -, -6, c. 3, 5, 7, 9, f. 0, 3 9, 8, 7, 4 4. Tentukan suku yang diminta dalam setiap barisan aritmetika berikut 8
22 a., 7, 3, 9, suku ke-45 d. 80, 7, 64, 56, suku ke-30 b. 6, 3, 0, -3, suku ke- 8 e. 3, 5, 6, 8, suku ke-4 c. 5, 9, 3, 7, suku ke-50 f. 65, -6, -57, -53, suku ke Suku ke-0 suatu barisan aritmetika adalah 4. Jika suku ke-7 adalah 9, tentukan suku ke Dari suatu barisan aritmetika, u + u 7 = 6 dan u 3 + u 5 =. Tentukan suku ke Diketahui barisan aritmetika 64, 6, 58, 55, a. Suku keberapakah yang bernilai 6? b. Tentukan suku negatifnya yang pertama 6. Diketahui barisan bilangan asli kurang dari 5. Tentukan banyak bilangan yang : a. habis dibagi b. habis dibagi 5 c. habis dibagi tetapi tidak habis dibagi 5 7. Diantara bilangan-bilangan 8 dan 73 disisipkan 3 buah bilangan sehingga terjadi barisan aritmetika. Tentukan a. beda barisan itu b. rumus suku ke-n 9
23 c. Deret Aritmetika Tentu Anda sudah mengetahui cerita tentang matematikawan Gauss. Ketika masih di sekolah dasar ia diminta gurunya untuk menjumlahkan 00 bilangan asli yang pertama. Teknik menghitung Gauss kecil sederhana tetapi tidak diragukan lagi keefektifannya. Ia memisalkan S adalah jumlah 00 bilangan asli yang pertama seperti di bawah ini. S = Kemudian ia menulis penjumlahan itu dengan urutan suku-suku terbalik. S = Selanjutnya ia menjumlahkan kedua deret. S = Karena banyak suku dalam deret itu ada 00, maka penjumlahan itu dapat juga ditulis sebagai: S =00 (0) = 000 S =5050 Teknik menghitung Gauss ini yang diikuti selanjutnya untuk mendapatkan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku dari suatu barisan aritmetika. Dari barisan aritmetika u, u, u 3, u 4, diperoleh deret aritmetika u + u + u 3 + u 4, Bila jumlah n suku yang pertama dari suatu deret aritmetika dinyatakan dengan S n maka S n = u + u + u 3 + u 4 + +u n Misalkan U n = k, maka S n = u + u + u 3 + u 4 + +k 0
24 S n = a + (a+ b) + (a + b) + (a+3b) + + (k -b) + k () Jika urutan penulisan suku-suku dibalik maka diperoleh S n = k + (k -b) + (k-b) + ( k 3b) + + (a+b) + a.() Dengan menjumlahkan persamaan () dan () didapat: S n =(a +k) +(a +k) + (a +k)+ (a +k)+ + (a +k) + (a +k) n suku = n (a + k) = n [ a + (n ) b] Jadi S n = n (a + k) atau S n = n (a + un ) = n [(a + (n-)b ] dengan a = suku pertama, U n = suku ke-n, b = beda Jika ditulis dalam bentuk notasi sigma, jumlah n suku pertama deret n aritmetika dinyatakan sebagai S n = u k k = a + (n ) b = n n= Dengan demikian jumlah n suku pertama dan n suku pertama deret aritmetika dapat dinyatakan sebagai n S n = u k = u + u + u 3 + u u n- + u n k = n S n- = u k = u + u + u 3 + u u n- k = Dengan mengurangkan S n dengan S n- terlihat dengan jelas bahwa U n = S n - S n-
25 Tugas: Misal u = a, u = a + b, u 3 = a + b, dan seterusnya. a. Jumlahkan setiap suku ganjil kemudian dibagi atau dikalikan /, misal ½(u + u 3 ), ½(u + u 5 ), dan seterusnya selanjutnya bandingkan dengan suku-suku yang lain. Apa yang Anda dapatkan? b. Jumlahkan setiap suku genap kemudian dibagi atau dikalikan /, misal ½ (u + u 4 ), ½ (u + u 6 ), dan seterusnya selanjutnya bandingkan dengan suku-suku yang lain. Apa yang Anda dapatkan? Contoh 9: Diketahui deret Tentukan a. bentuk notasi sigma jumlah n suku pertama deret tersebut b. rumus jumlah n suku yang pertama c. jumlah 5 suku yang pertama jawab: n a n = ( 5k 4) k= b. S n = n [(a + (n-)b ] = n [ + (n-) 5] = 5 n - 3 n
26 c. S 5 = 5 (5) - 3 (5) = 55 Contoh 0: Hitunglah jumlah bilangan asli antara 0 sampai 00 yang habis dibagi 6 Jawab: Jumlah bilangan asli antara 0 sampai 00 yang habis dibagi 6 adalah deret u n = 96 disubstitusikan ke u n = a + (n )b Jadi 96 = + (n )6. Dengan menyelesaikan persamaan ini didapat n = 5 Selanjutnya n =5 dan u n = 96 disubstitusi ke S n = n(a + un ) sehingga: S 5 = (5)( + 96) = 80 Jadi jumlah bilangan asli antara 0 sampai 00 yang habis dibagi 6 adalah 80. Contoh : Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika ditentukan oleh rumus S n = n + 5n. Tentukan suku ke-n. 3
27 Jawab: U n = S n - S n- = n + 5n {(n -) + 5(n } = 4n + 3 Jadi rumus suku ke-n adalah U n = 4n + 3 Latihan 4. Hitunglah jumlah 30 suku yang pertama untuk tiap deret berikut ini a c., 4, 3, 3 4 3, b d. 7, 6, 4, 3,. Hitunglah jumlah tiap deret berikut 0 5 a. (k ) c. (3n + ) k = n= 4 0 b. ( k + 3) d. (5 p) k= p= 3. Hitunglah n jika ditentukan a n = 0 b n= 0 4. Hitunglah jumlah semua bilangan asli a. antara dan 00 yang habis dibagi 4 4
28 b. antara dan 00 yang habis dibagi 4 tetapi tidak habis dibagi 5 5. Diketahui jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika adalah S n = n (3n + 5). Tentukan : a. rumus suku ke-n b. suku pertama dan beda 6. Tiga bilangan merupakan barisan aritmetika. Jika bilangan yang ketiga adalah dan hasil kali ketiga bilangan itu 0. Tentukan bilangan itu.. Barisan dan Deret Geometri a. Barisan Geometri Alkisah di negeri Antah Berantah seorang raja akan memberikan hadiah kepada juara catur di negeri itu. Ketika raja bertanya hadiah apa yang diinginkan oleh Abu, sang juara, menjawab bahwa dia menginginkan hadiah beras yang jumlahnya adalah banyak beras di persegi terakhir papan catur yang diperoleh dari kelipatan beras kg di persegi pertama, kg di persegi kedua, 4 kg dipersegi ketiga, dan seterusnya. Raja yang mendengar permintaan itu langsung menyetujui karena Raja berfikir bahwa hadiah yang diminta itu begitu sederhana. 5
29 Apakah memang hadiah itu begitu sederhana dan berapa kg beras sesungguhnya jumlah hadiah Abu? Jika dianalisa hadiah yang diperoleh Abu tergantung kepada banyak persegi dipapan catur yang jumlahnya 64. persegi n 64 Beras (kg) n- 63 Ternyata hadiah yang diperoleh Abu bukan main besarnya yaitu 63 kg beras. Perhatikan bahwa barisan,, 4, 8, 6, mempunyai perbandingan yang tetap antara dua suku berurutan. Perbandingan yang tetap itu disebut rasio dan dilambangkan dengan r. Pada barisan ini perbandingan dua suku yang berurutan adalah r =. Barisan yang mempunyai perbandingan yang tetap antara dua suku berurutan disebut barisan geometri. Secara umum dapat dikatakan: Suatu barisan u,u,u3,u4,...,un, un, disebut barisan geometri jika un = konstan = r. un b. Rumus Suku Ke-n Barisan Geometri Jika suku pertama u = a dan perbandingan dua suku yang berurutan disebut rasio r, maka u = r u u = ur = ar 6
30 u3 u u4 u3 u5 u4 = r u3 = r u4 = r u5 = u r = ar = u 3 3r = ar = u 4 4r = ar Dengan memperhatikan pola suku-suku di atas diperoleh rumus umum suku ke-n barisan geometri u n n = ar u n = suku ke-n, a = suku pertama, r = rasio Contoh : Suku ketiga dan suku kelima suatu barisan geometri berturut-turut 7 dan 3. Jika rasio barisan ini bilangan positif, tentukan: a. rasio dan suku pertama b. rumus suku ke-n dan suku ke-8 Jawab : a. u5 u3 ar 4 = ar = 3 7 r = 9 r = 3 7
31 ar = 7 a = 7 a = 43 9 Jadi rasio deret itu r = dan suku pertama a = 43 3 b. u n = ar n- = 43 ( 3 ) n- = 3 5 (3 - ) n- = 3 6-n u 8 = = 3 - = 9 Rumus suku ke-n adalah u n = 3 6-n dan suku ke-8 adalah 9 Contoh 3: Tiga bilangan membentuk barisan geometri yang hasil kalinya 000. Jika jumlah tiga bilangan itu 35, tentukan bilangan-bilangan tersebut. Jawab: Tiga bilangan itu dimisalkan sebagai r p, p, pr. Hasil kali tiga bilangan itu p 3 = 000 p = 0. Jumlah tiga bilangan r p + p + pr = 35 8
32 r = 35 r 0 r 5r + 0 = 0 r 5r + = 0 ( r ) (r ) = 0 r = atau r = Untuk r = dan p = 0 barisan adalah 0, 0, 5 Untuk r = dan p = 0 barisan adalah 5, 0, 0 Latihan 5. Tentukan rasio, rumus suku ke-n dan suku ke sepuluh tiap barisan geometri berikut: a., 4, 6, 64, d. 4, -8, 6, -3, b., 6, 8, 54, e. 0, -5,, - 4, c. 3, 6, 8, 4, f. 3, 6, 3, 7,. Suku pertama suatu barisan geometri adalah 6, sedangkan suku ke empatnya sama dengan 8. Tentukan rasio, dan suku ke-8 9
33 3. Dari suatu barisan geometri diketahui u + u 6 = 44 dan u 3. u 4 = 43. Tentukan rasio dan u 4. Tiga bilangan membentuk barisan geometri naik yang jumlahnya 93 dan hasil kalinya Tentukan barisan tersebut. 5. Harga suatu mesin menyusut setiap tahun 0% dari harga pada permulaan tahun. Jika mesin itu dibeli seharga Rp ,-, berapakah harga mesin itu setelah 5 tahun? 6. Sebidang tanah berharga Rp ,-. Setiap tahun harga tanah itu naik 5 %. Berapakah harga tanah itu pada tahun ke-8? 7. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika. Jika suku tengah dikurangi 5 maka terbentuk barisan geometri dengan rasio. Tentukan bilangan-bilangan tersebut. 8. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika. Jumlah ketiga bilangan itu sama dengan. Jika bilangan ke-3 ditambah dengan maka terbentuk suatu barisan geometri. Tentukan bilangan-bilangan tersebut. c. Deret Geometri Banyak orang di sekitar kita yang bekerja dalam bisnis Multi Level Marketing (MLM) seperti Sophie Martin, Avon, Sara Lee, dan sebagainya. Seseorang yang membangun bisnis ini mengembangkan bisnisnya dengan mencari agen di bawahnya yang memasarkan produk. Masing- 30
34 masing agen itu juga mencari agen lagi dan seterusnya. Keuntungan yang diperoleh oleh orang pertama sangat tergantung dari kerja para agen di bawahnya untuk memasarkan produk MLM itu. Semakin banyak orang yang terlibat untuk memasarkan produk itu akan menambah banyak pendapatan dari orang pertama. Banyak orang yang terlibat adalah Jumlahan merupakan salah satu contoh deret geometri. Jika n suku pertama barisan geometri u,u,u3,u4,..., un dijumlahkan maka diperoleh deret geometri S n = n n u + u + u3 + u un = u k = ar n. k = k = Rumus umum jumlah n suku deret geometri dapat ditentukan sebagai berikut: S n = u + u + u3 + u un = a + ar + ar + ar ar n-..() Masing-masing ruas pada persamaan () dikalikan dengan r sehingga didapat r S n = ar + ar + ar ar n- + ar n...() Kurangkan persamaan () dengan persamaan (), diperoleh S n r S n = a ar n 3
35 S n ( r ) = a ( r n ) S n = a( r n ) ( r) atau S n = a(r n ) (r ) Dengan demikian jumlah n suku pertama deret geometri adalah: S n = a( r n ) ( r) berlaku untuk r < S n = a(r n ) (r ) berlaku untuk r > Contoh 4: Tentukan jumlah 5 suku pertama deret Jawab: a = 3, r = S n = a( r n ) = ( r) 5 3[ ( ) ] = 6 ( ) Jadi jumlah 5 suku pertama deret tersebut adalah 6 Contoh 5: 3
36 n Tentukan nilai n jika k = 50 k= Jawab: n k k = = n = 50 a =, r = S n = a(r n ) (r ) 50 = ( n ) = ( n+ ) 5 = n+ n = 8 Latihan 6. Hitunglah jumlah 0 suku pertama tiap deret geometri berikut a d b e
37 c f Hitunglah jumlah deret geometri berikut a c b d. +, + (,) + (,) (,) 0 3. Dari suatu deret geometri diketahui u 9 = 8 dan u 4 = -4. Hitunglah S 0 4. Dari suatu deret geometri diketahui S = 4 dan S 4 = 40.Tentukan a. rasio dan suku pertama deret tersebut b. jumlah 8 suku pertama 5. Jumlah n suku pertama suatu deret geometri ditentukan dengan rumus S n = 8 3-n. Tentukan a. suku pertama dan rasio deret itu b. jumlah lima suku yang pertama 6. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian m di atas permukaan lantai. Setiap kali sesudah jatuh mengenai lantai bola dipantulkan lagi 34
38 mencapai 4 3 dari tinggi sebelumnya. Hitunglah panjang seluruh lintasan yang ditempuh bola itu selama enam pantulan yang pertama. 7. Seutas tali dipotong menjadi 6 ruas dan panjang masing-masing potongan itu membentuk barisan geometri. Jika potongan tali yang paling pendek sama dengan 3 cm dan potongan tali yang paling panjang adalah 96 cm, hitunglah panjang tali keseluruhan. 8. Jumlah penduduk suatu kota setiap 4 tahun menjadi lipat dua dari jumlah sebelumnya. Jika jumlah penduduk pada tahun 997 adalah orang, berapakah jumlah penduduk kota itu pada tahun 0? 9. Beni menyimpan uang di bank dengan bunga majemuk ( bunga diperhitungkan dari jumlah uang sebelumnya) sebesar 8 % per tahun. Jika uang yang disimpan pada tahun 996 adalah Rp ,- berapakah jumlah uang Budi pada tahun 003? d. Deret Geometri Tak Hingga Untuk membahas masalah deret geometri tak hingga dapat menggunakan benda yang sudah dikenal siswa. Sebuah kertas yang berbentuk persegi dibagi menjadi dua bagian. Salah satu bagian kertas itu kemudian dibagi lagi menjadi dua bagian. Selanjutnya bagian terkecil dari kertas itu dibagi lagi menjadi dua bagian dan seterusnya seperti digambarkan di bawah ini: 35
39 Kertas Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian semula pertama kedua ketiga keempat Secara teoritis proses pembagian ini dapat diulangi terus menerus sampai tak berhingga kali. Pada pembagian yang pertama diperoleh bagian, yang ke- diperoleh 4 bagian, yang ke-3 diperoleh 8 bagian dan seterusnya sampai tak berhingga kali. Tampak jelas bahwa jumlah dari seluruh hasil pembagian sampai tak berhingga kali adalah bagian = Proses tadi menjelaskan pengertian jumlah deret geometri tak hingga yang bisa diperagakan secara sederhana. Untuk penjelasan secara teoritis perhatikan jumlah n suku pertama deret geometri S n = a( r n ). ( r) Jika suku-suku deret itu bertambah terus maka deret akan menjadi deret geometri tak hingga. Dengan demikian jumlah deret geometri menjadi lim S n = n lim n a( r n ) ( r) = lim a - n ( r) lim n a ( r) n r 36
40 = a - ( r) a ( r) lim n n r Terlihat jelas bahwa nilai S n sangat dipengaruhi oleh nilai lim n n r. Jika ) < r <, lim n n r akan menjadi nol sehingga deret tak hingga itu mempunyai jumlah S = a ( r) Deret geometri tak hingga yang mempunyai jumlah disebut konvergen atau mempunyai limit jumlah. ) r < - atau r >, lim n n r = ± sehingga deret tak hingga itu tidak mempunyai limit jumlah. Deret yang seperti ini disebut divergen. Contoh 6: Hitunglah jumlah deret geometri tak hingga jawab: a = 4 dan r = S = a = ( r) 4 8 = 3 ( + ) 37
41 Jadi jumlah deret geometri tak hingga itu adalah 3 8. Latihan 7. Hitunglah jumlah tiap deret geometri tak hingga berikut ini a b c d ,5,5 +. Hitunglah a. lim ( ) n b. lim ( n ) n k 4 k = 3. Deret geometri tak hingga suku pertamanya 3. Deret itu konvergen dengan jumlah 9. Tentukan suku ketiga dan rasio deret tersebut. 4. Jumlah suatu deret geometri tak hingga adalah (4 + ) sedangkan rasionya adalah. Tentukan suku pertama deret tersebut. 5. Jumlah suku-suku nomor ganjil dari suatu deret geometri tak hingga adalah 8. Deret itu sendiri mempunyai jumlah 4. Tentukan rasio dan suku pertama deret geometri itu. 38
42 6. Jumlah deret geometri tak hingga 8 x x + x 3... sama dengan 5 5. Carilah nilai x Suku pertama suatu deret geometri tak hingga adalah a, sedangkan rasionya adalah r = log(x 3). Carilah batas-batas nilai x sehingga deret geometri itu konvergen. 8. Sebuah bola tenis dijatuhkan ke lantai dari suatu tempat yang tingginya m. Setiap kali setelah bola itu memantul akan mencapai 3 dari tinggi yang dicapai sebelumnya. Hitunglah panjang lintasan bola sampai bola itu berhenti. C. Barisan Sebagai Fungsi Untuk menentukan suku-suku suatu barisan kita melihat keteraturan pola dari suku-suku sebelumnya. Salah satu cara untuk menentukan rumus umum suku ke-n suatu barisan adalah dengan memperhatikan selisih antara dua suku yang berurutan. Bila pada satu tingkat pengerjaan belum diperoleh selisih tetap, maka pengerjaan dilakukan pada tingkat berikutnya sampai diperoleh selisih tetap. Suatu barisan disebut berderajat satu (linear) bila selisih tetap diperoleh dalam satu tingkat pengerjaan, disebut berderajat dua bila selisih tetap diperoleh dalam dua tingkat pengerjaan dan seterusnya. 39
43 Bentuk umum dari barisan-barisan itu merupakan fungsi dalam n sebagai berikut: Selisih tetap tingkat U n = an + b Selisih tetap tingkat U n = an + bn + c Selisih tetap 3 tingkat U n = an 3 + bn + cn + d Perlu diperhatikan bahwa a dan b pada fungsi ini tidak sama dengan a = suku pertama dan b = beda pada suku-suku barisan aritmetika. Untuk memahami pengertian barisan berderajat satu, berderajat dua, dan seterusnya perhatikan contoh berikut: Barisan, 5, 8,, disebut barisan berderajat satu karena selisih tetap diperoleh pada satu tingkat penyelidikan. 5 8, selisih tetap = 3 Barisan 5, 8, 3, 0, 9, disebut barisan berderajat dua karena selisih tetap diperoleh pada dua tingkat penyelidikan selisih tetap = 40
44 Barisan, 5, 8, 45, 90, disebut barisan berderajat tiga karena selisih tetap diperoleh pada tiga tingkat penyelidikan selisih tetap = 4 Untuk menentukan rumus suku ke-n masing-masing barisan itu dilakukan dengan cara sebagai berikut:. Barisan Linear ( Berderajat Satu) Bentuk umum U n = an + b. Dengan demikian u = a + b, u = a + b, u 3 = 3a + b, u 4 = 4a + b, dan seterusnya. (i) (ii) a + b, a + b, 3a + b, 4a + b, a a a Rumus umum suku ke-n barisan, 5, 8,, dapat ditentukan dengan cara: (i) (ii) 5 8, (ii) a = 3 (i) a+ b = 4
45 3 + b = b = -, sehingga u n = 3n. Barisan Berderajat Dua Bentuk umum U n = an + bn + c. Dengan demikian u = a + b + c, u = 4a + b + c, u 3 = 9a + 3b + c, u 4 = 6a + 4b + c, dan seterusnya. Identifikasi selisih tetapnya adalah sebagai berikut: (i) a + b + c, 4a + b + c, 9a + 3b + c, 6a + 4b + c, (ii) 3a + b 5a + b 7a + b (iii) a a Rumus umum suku ke-n barisan 5, 8, 3, 0, 9, dapat ditentukan dengan cara: (i) (ii) (iii) (iii) a = a = (ii) 3a+ b = 3 b = 0 (i) a + b + c = 5 c = 4, sehingga U n = n + 4 4
46 3. Barisan Berderajat Tiga Bentuk umum U n = an 3 + bn + cn + d. Dengan demikian u = a + b + c + d, u = 8a + 4b + c + d, u 3 = 7a + 9b + 3c + d, u 4 = 64a + 6b + 4c + d, dan seterusnya. Identifikasi selisih tetapnya adalah sebagai berikut: (i) a + b + c + d, 8a + 4b + c + d, 7a + 9b + 3c+ d, 64a + 6b + 4c+d (ii) 7a +3 b + c 9a + 5b +c 37a +7b +c (iii) a + b 8a + b (iv) 6a Rumus umum suku ke-n barisan, 5, 8, 45, 90, dapat ditentukan dengan cara: (i) (ii) (iii) (iv) 4 4 Dengan menyelesaikan persamaan (iv), (iii), (ii) dan (i) seperti yang dilakukan pada barisan berderajat satu maupun barisan berderajat dua diperoleh 43
47 4 a =, b =, c = dan d = 5 sehingga rumus suku ke-n 3 3 U n = n 3 + n 4 n = (n 3 + 3n 4n + 5) 3 Latihan 8. Tentukan rumus suku ke-n untuk tiap-tiap barisan berikut ini: a. 5, 9, 3, 7, d., 5,, 3, b. 6,, 6,, e., 9, 7, 6, c., 6, 3,, f., 0, 8, 68,. Tentukan rumus suku ke-n a. barisan bilangan segi tiga, 3, 6, 0, 5, b. barisan bilangan persegi panjang, 6,, 0, c. barisan bilangan balok 6, 4, 60, 0, 44
48 D. Lembar Kerja Lembar Kerja Materi Kompetensi dasar : Barisan Aritmetika : Menentukan rumus ke-n barisan aritmetika Waktu : Bahan/ alat : gelas aqua plastik ( bisa diganti wadah plastik yang bisa ditumpuk), garisan, pita ukuran. Langkah-langkah:. Ukur tinggi gelas aqua plastik dengan garisan atau pita ukuran. Ambil satu lagi gelas plastik, kemudian tumpukkan di atas yang pertama. Lakukan lagi sampai 4 kali. Selanjutnya isilah tabel berikut berdasarkan hasil pengukuran: Tumpukkan gelas Tinggi (bulatkan dalam cm) Apakah tinggi tumpukkan gelas itu mempunyai pola tertentu? Jelaskan hasil pengamatanmu. 45
49 . Dari hasil pengamatan tadi, tentukan rumus tinggi n tumpukkan gelas. Berdasarkan rumus yang sudah diperoleh tentukan tinggi 0 tumpukkan gelas. Lembar Kerja Materi Kompetensi Dasar : Deret Geometri Tak Hingga : Menentukan jumlah deret geometri tak hingga Waktu : Bahan/ alat : kertas dan gunting Langkah- langkah:. Guntinglah sehelai kertas berbentuk persegi secara horizontal atau vertikal menjadi bagian yang sama. Masing-masing bagian ini disebut separuh. Jika bagian itu dinyatakan dengan bilangan ditulis sebagai. (isi titik-titik ini). Tuliskan bilangan ini di bagian kertas yang bersesuaian.. Ambil separuh bagian tadi dan gunting lagi seperti di atas menjadi bagian yang sama. Masing-masing bagian ini jika dinyatakan dengan bilangan ditulis sebagai ( isi titik-titik ini). Tuliskan bilangan ini di bagian kertas yang bersesuaian. 3. Ulangi lagi langkah sampai empat kali lagi. Semua potongan kertas tidak boleh hilang. Gabungkan lagi tiap-tiap potongan kertas hasil guntingan sehingga membentuk persegi lagi. Nyatakan dengan 46
50 operasi bilangan hasil penggabungan potongan-potongan kertas tersebut. 4. Tuliskan hasil ( kesimpulan) yang diperoleh. Lembar Kerja 3 Materi Kompetensi Dasar : Barisan Sebagai Fungsi : Menyatakan rumus suku ke-n suatu barisan sebagai fungsi Waktu : Bahan/ alat : - Langkah-langkah:. Perhatikan semua persegi panjang di bawah ini, kemudian lengkapi tabel berikut: Banyak persegi panjang kecil Banyak seluruh persegi panjang 47
51 . Perhatikan pola bilangan yang Anda dapat. Jika ada n persegi panjang kecil berapa jumlah seluruh persegi panjang? Jika ada 0 persegi panjang kecil berapa jumlah seluruh persegi panjang? E. Evaluasi Buktikan k k = + 3 k + 0 k= k= k= 6. Hitunglah nilai.3 n n= 3. Tentukan n jika: a n = 59 b n = 0 4. loga, a log, b a log b,. Barisan bilangan apakah ini? 5. Suku tengah barisan aritmetika adalah 5. Jika beda adalah 4 dan suku ke-5 adalah, berapa jumlah semua suku pada barisan tersebut? 6. Suatu deret aritmetika suku ke-5 adalah 5 3 dan suku ke- adalah + 9. Tentukan jumlah 0 suku pertama. 7. Sebuah deret aritmetika mempunyai suku umum a n dan beda. Jika a + a 4 + a a 0 = 38. Tentukan jumlah 5 suku pertama deret itu. 8. Suku tengah barisan aritmetika adalah 5. Jika beda adalah 4 dan suku ke-5 adalah. Berapa jumlah semua suku pada barisan tersebut? 48
52 9. Suatu deret aritmetika diketahui u + u 3 + u 5 + u 7 + u 9 + u = 7. Tentukan nilai u + u 6 + u 0. Sepotong kawat yang panjangnya 4 cm dipotong menjadi 5 bagian sehingga panjang potongan-potongannya membentuk barisan geometri. Jika potongan kawat yang paling pendek 4 cm, berapa ukuran kawat yang terpanjang?. A berhutang pada B sebesar Rp ,-. A berjanji untuk membayar kembali hutangnya setiap bulan sebesar Rp ,- ditambah bunga % perbulan dari sisa pinjamannya. Berapa jumlah bunga yang dibayarkan sampai hutangnya lunas?. Suku pertama suatu deret geometri tak hingga adalah a, sedangkan rasionya adalah r = log(x 3). Carilah batas-batas nilai x sehingga deret geometri itu konvergen. 3. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika. Jika suku ke-3 ditambah dan suku ke- dikurangi diperoleh barisan geometri. Jika suku ke-3 barisan arritmetika ditambah maka hasilnya menjadi 4 kali suku pertama. Berapa beda barisan aritmetika itu? 4. Nyatakan penjumlahan berikut dengan bentuk notasi sigma: a b Tiga bilangan merupakan barisan aritmetika turun. Jika yang terbesar ditambah 4 terjadi barisan geometri yang hasil kali ketiga suku itu 49
53 5. Jika dibentuk deret geometri tak hingga dengan tiga suku pertama yang diperoleh di atas tentukan limit jumlah deret tersebut. F. Rangkuman Notasi sigma ( ) digunakan untuk menyingkat penjumlahan yang panjang. n a k k= = a + a + a an Sifat-sifat Notasi Sigma Untuk setiap bilangan bulat a, b dan n berlaku: n. = n k =. b cf(k) k = a b f(k) k=a = c b 3. [f(k)+ g(k)] k=a = f (k) + g (k) b k=a m n n 4. f(k) + f(k) = f(k) k = k = m k = n n+ p 5. f (k) = f(k p) k = m k = m+ p b k=a Barisan aritmetika adalah barisan yang mempunyai selisih yang tetap antara dua suku yang berurutan yang disebut beda. 50
54 Contoh barisan aritmetika: ) 3, 7,, 5, ), 5, 8,, Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah u n = a + (n-)b dengan a = suku pertama dan b= beda = u n u n- Deret aritmetika adalah jumlahan dari suku-suku barisan aritmetika. Contoh deret aritmetika: ) ) Rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika S n = n (a + un ) atau S n = n [(a + (n-)b ] Barisan geometri adalah barisan yang mempunyai perbandingan (rasio) yang tetap antara dua suku yang berurutan. Contoh deret geometri: ),, 4, 8, 6, ), 6, 8, 54, 5
55 Rumus suku ke-n barisan geometri adalah: u n n = ar dengan a = suku pertama dan r = rasio = un un Deret geometri adalah jumlahan dari suku-suku barisan geometri. Contoh deret geometri: ) ) Rumus jumlah n suku pertama deret geometri: S n = a( r n ) ( r) berlaku untuk r < S n = a(r n ) (r ) berlaku untuk r > Untuk -< r <, deret geometri mempunyai jumlah tak hingga S dengan S = a ( r) Barisan, 5, 8,, disebut barisan berderajat karena selisih tetap dipeoleh pada satu tingkat penyelidikan. 5 8,
56 selisih tetap = 3 Suku ke-n barisan ini jika dinyatakan sebagai fungsi adalah U n = an + b. Barisan 5, 8, 3, 0, 9, disebut barisan berderajat karena selisih tetap dipeoleh pada dua tingkat penyelidikan selisih tetap = Suku ke-n barisan ini jika dinyatakan sebagai fungsi adalah U n = an + bn + c. 53
57 54
58 55
STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA SESUAI KURIKULUM 2004 disampaikan pada
STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA SESUAI KURIKULUM 004 disampaikan pada 6 Agustus s.d. 9 Agustus 004 di PPPG Matematika Yogyakarta DISAJIKAN OLEH DRA. PUJI IRYANTI, M.Sc. Ed DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KARTU SOAL URAIAN. KOMPETENSI DASAR (KD): 4.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmatika dan geometri
. Siswa dapat menentukan suku pertama, beda/rasio, rumus suku ke-n dan suku ke-n, jika diberikan barisan bilangannya NO. SOAL: 31 Tentukan suku pertama, beda atau rasio, rumus suku ke-n, dan suku ke-10
BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN
BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN Peta Konsep Barisan dan Deret Bilangan mempelajari Pola bilangan Barisan bilangan Deret bilangan jenis jenis Aritmatika Geometri Aritmatika Geometri mempelajari Sifat Rumus
Bahan Ajar Matematika. Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Kelompok :..
Bahan Ajar Matematika Kelas X SMA Semester 1 Barisan dan Deret Waktu : 15 x 45 Menit (5 x Pertemuan) Nama Nis Kelas : : : Kelompok : 1 PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR 1 Bacalah Setiap masalah yang diberikan
SILABUS. tentu. Menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral. Menyelesaikan masalah
SILABUS Nama Sekolah : SMA PGRI 1 AMLAPURA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XII / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR
21. BARISAN DAN DERET
2. BARISAN DAN DERET A. BARISAN ARITMETIKA DAN GEOMETRI U, U 2, U 3,,U n adalah barisan suatu bilangan yang memiliki ciri khusus sebagai berikut Barisan Ciri utama Rumus suku ke-n Suku tengah Sisipan k
Piramida Besar Khufu
Sumber: Mesir Kuno Piramida Besar Khufu Peradaban bangsa Mesir telah menghasilkan satu peninggalan bersejarah yang diakui dunia sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yaitu piramida. Konstruksi
CONTOH SOAL CONTOH SOAL CONTOH SOAL TENTUKAN JUMLAH DERET GEOMETRI TAK HINGGA BERIKUT
CONTOH SOAL CONTOH SOAL CONTOH SOAL TENTUKAN JUMLAH DERET GEOMETRI TAK HINGGA BERIKUT Contoh Soal 3.17 Tentukan jumlah deret geometri tak hingga berikut. 2 2 2 + + +... 3 9 Jawab: 1 Berdasarkan deret
Tujuan Pembelajaran : Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat
Contoh Soal Barisan dan Deret Aritmatika Geometri, Pengertian, Rumus, Sifat-sifat Notasi Sigma, Tak Hingga, Hitung Keuangan, Bunga Tunggal Majemuk Anuitas, Matematika 4:00 PM Pernahkah kalian mengamati
CONTOH SOAL UAN BARIS DAN DERET
CONTOH SOAL UAN BARIS DAN DERET 1. Dari suatu barisan aritmetika, suku ketiga adalah 36, jumlah suku kelima dan ketujuh adalah 144. Jumlah sepuluh suku pertama deret tersebut adalah. a. 840 b. 660 c. 640
LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 2 LATIHAN 1. Jawab: Jawab:
NAMA : KELAS : C. BARISAN DAN DERET GEOMETRI 1. BARISAN GEOMETRI (B.G) Barisan Geometri adalah suatu barisan dengan rasio antara dua suku yang berurutan selalu tetap dan sama. 1) Perhatikan bentuk di bawah:
BAHAN AJAR. Bisnis Manajemen dan Parwisata Mata Pelajaran. Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar
BAHAN AJAR Kelompok : Bisnis Manajemen dan Parwisata Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : XI / 3 Standar Kompetensi : 5 Menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah Kompetensi
KARTU SOAL PILIHAN GANDA
4. Menggunakan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah 4.1 Menentukan suku ke-n barisan dan jumlah n suku deret aritmetika dan geometri Barisan dan deret aritmatika Siswa dapat menentukan nilai
Pembahasan Soal Barisan dan Deret Geometri UN SMA
Pembahasan Soal Barisan dan Deret Geometri UN SMA 1. Sebuah mobil dibeli dengan haga Rp. 80.000.000,00. Setiap tahun nilai jualnya menjadi ¾ dari harga sebelumnya. Berapa nilai jual setelah dipakai 3 tahun?
Penulis Penelaah Materi Penyunting Bahasa Layout
Penulis Clara Ika Sari Budhayanti Josef Tjahjo Baskoro Edy Ambar Roostanto Bitman Simanullang Penelaah Materi M. Syaifuddin Penyunting Bahasa Yumiati Layout Renaldo Rhesky N Kata Pengantar Pendidikan Jarak
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMK Mata Pelajaran : Matematika Kelas : XII (Dua Belas) Program : Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : 13. Memecahkan
SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Memahami cara memperoleh data yang baik, menentukan jenis dan ukuran data, serta memeriksa, dan menyusun data.
SILABUS NAMA SEKOLAH : MATA PELAJARAN : Matematika KELAS : XII STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan aturan konsep statistika dalam pemecahan masalah. KODE KOMPETENSI : 10 ALOKASI WAKTU : 52 x 45 Kompetensi
BARISAN DAN DERET. Drs. CARNOTO, M.Pd. NIP Pola Barisan Bilangan
BARISAN DAN DERET Drs. CARNOTO, M.Pd. NIP. 19640121 199010 1 001 Pola Barisan Bilangan Beberapa urutan bilangan yang sering kita pergunakan mempunyai pola tertentu. Pola ini Sering digunakan untuk menentukan
18. SOAL-SOAL NOTASI SIGMA, BARISAN, DERET DAN INDUKSI MATEMATIKA
8. SOAL-SOAL NOTASI SIGMA, BARISAN, DERET DAN INDUKSI MATEMATIKA UN00.Nilai (n 6). n A. 88 B. 00 C. 00 D. 97 E. 060 n (n 6) (. 6) + (. 6) + (. 6)+ + (. 6) + 9 + +...+ 99 a b 9 9 n n(akhir) (n(awal)-) (-)
tanya-tanya.com Barisan dan Deret Aritmetika Barisan dan Deret Geometri
Barisan dan Deret Aritmetika 1. Barisan Aritmetika Barisan aritmetika adalah suatu barisan dengan selisih (beda) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Berlaku: Un - Un - 1 = b atau Un = Un - 1 +
BARISAN DAN DERET. U t = 2 1 (a + U 2k 1 ), U n = ar n 1 U t = a Un
BARISAN DAN DERET A. BARISAN ARITMETIKA DAN GEOMETRI U 1, U 2, U 3,,U n adalah barisan suatu bilangan yang memiliki ciri khusus sebagai berikut Barisan Ciri utama Rumus suku ke-n Suku tengah Sisipan k
Barisan dan Deret. Bab. Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR
Bab Barisan dan Deret A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret, siswa mampu:. menghayati pola hidup disiplin, kritis, bertanggungjawab,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XI (Sebelas) Semester : Ganjil
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XI (Sebelas) Semester : Ganjil Standar Kompetensi : 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan,
MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen
MATEMATIKA BISNIS Modul ke: DERET Fakultas Ekonomi Bisnis Muhammad Kahfi, MSM Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id Konsep Barisan (sequence) adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut
SILABUS MATERI PEMBELAJARAN. Statistika: Diagram batang Diagram garis Diagram Lingkaran Tabel distribusi frekuensi Histogram dan Ogif
SILABUS Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sungai Penuh Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPA Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat
Barisan dan Deret. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR
Bab Barisan dan Deret A KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret, siswa mampu: Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten,
Matematika Dasar : BARISAN DAN DERET
Matematika Dasar : BARISAN DAN DERET. Suku ke-n pada barisan, 6, 0, 4, bisa dinyatakan dengan (A) Un = n (B) Un = 6n 4 (C) Un = 4n + (D) Un = 4n (E) Un = n + 4. Suku ke-5 pada barisan, 0, 7, 4,.. (A) 65
STAND N AR R K OMP M E P T E EN E S N I:
Silabus Matematika Kelas XI IPS Smester 1 STANDAR KOMPETENSI: Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat- sifat peluang dalam pemecahan masalah. u Kompetensi Dasar 1.1 Membaca data dalam
2. Suku pertama dan suku kedua suatu deret geometri berturut-turut adalah a -4 dan a x. Jika suku kedelapan adalah a 52, maka berapa nilai x?
1. Jika Un suku ke-n dari sutu deret geometri dengan U 1 = x 1/3 dan U 2 = x 1/2, maka suku ke lima dari deret tersebut adalah r = U 2/U 1 = x 1/2 : x 1/3 = x (1/2-1/3) = x 1/6 U 5 = a. (r)4 U 5 = x 1/3.
King s Learning Be Smart Without Limits NAMA : KELAS :
NAMA : KELAS : A. PENGERTIAN STATISTIKA Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisis data, serta menyajikan data. Statistik adalah hasil dari pengolahan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 SEBANGKI Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XI (Sebelas) / IPS Semester : Ganjil Standar Kompetensi : 1. Menggunakan aturan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XII Semester : Genap
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Program : XII Semester : Genap Standar Kompetensi : 4. Menggunakan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah.
BARISAN DAN DERET. Romli Shodikin, M.Pd. Prepared By : LANJUT
BARISAN DAN DERET Prepared By : Romli Shodikin, M.Pd www.fskromli.blogspot.com [email protected] LANJUT Standar Kompetensi : Menggunakan konsep notasi sigma, barisan dan deret dalam pemecahan masalah
TEKS UTAMA MATEMATIKA
SILABUS TEKS UTAMA MATEMATIKA SMA/MA KELAS XI PROGRAM IPS SILABUS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN UNTUK SMA DAN MA Nama Sekolah : Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI (sebelas) / IPS Semester
BARISAN DAN DERET. AFLICH YUSNITA F, M.Pd. STKIP SILIWANGI BANDUNG
BARISAN DAN DERET AFLICH YUSNITA F, M.Pd. STKIP SILIWANGI BANDUNG . Pola Bilangan Adalah: susunan bilangan yang memiliki aturan atau pola tertentu Contoh:,,,4,5 mempunyai pola bilangan ditambah satu dari
BARISAN DAN DERET. Matematika Dasar
BARISAN DAN DERET 8.1 BARISAN BILANGAN A. Mengenal pengertian barisan suatu bilangan Perhatikan ilustrasi berikut! Seorang karyawan pada awalnya memperoleh gaji sebesar Rp.600.000,00. Selanjutnya, setiap
UN SMK AKP 2014 Matematika
UN SMK AKP 204 Matematika Soal Doc. Name: UNSMKAKP204MAT999 Doc. Version : 206-03 halaman 0. Seorang pedagang menjual salah satu jenis mesin cuci seharga Rp637.500,00. Jika harga beli mesin cuci itu Rp750.000,00,
BARISAN DAN DERET. Peta konsep berikut untuk lebih mudah mempelajari materi Barisan dan Deret :
BARISAN DAN DERET Peta konsep berikut untuk lebih mudah mempelajari materi Barisan dan Deret : Pengertian Aritmetika dan Geometri Suku ke-n Barisan Jumlah n Suku pada Deret Barisan dan Deret Menuliskan
DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : MATEMATIKA : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
Uji Komptensi. 2. Tentukan jumlah semua bilangan-bilangan bulat di antara 100 dan 200 yang habis dibagi 5
Uji Komptensi Barisan dan Deret "Aljabar Linear Elementer". Diketahui barisan 84,80,77,... Suku ke-n akan menjadi 0 bila n =... Tentukan jumlah semua bilangan-bilangan bulat di antara 00 dan 00 yang habis
SATUAN ACARA TUTORIAL (SAT) Mata Kuliah : Statistika Dasar/PAMA 3226 SKS : 3 SKS Tutorial : ke-1 Nama Tutor : Adi Nur Cahyono, S.Pd., M.Pd.
Tutorial : ke-1 Nama Tutor : a. Menjelaskan pengertian statistik; b. Menjelaskan pengertian statistika; c. Menjelaskan pengertian data statistik; d. Menjelaskan contoh macam-macam data; e. Menjelaskan
1) Perhatikan bentuk di bawah: U 1 U 2 U 3 U 4 U n 2, 5, 8, 11, dengan: U 3 = suku
NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1 A. PENGERTIAN BARISAN DAN DERET Barisan bilangan adalah kelompok bilangan yang tersusun menurut aturan (pola) tertentu. Deret bilangan adalah penjumlahan
NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1. Beda Barisan Aritmatika. b =.. RUMUS SUKU KE N: King s Learning Be Smart Without Limits
NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1 A. PENGERTIAN BARISAN DAN DERET Barisan bilangan adalah kelompok bilangan yang tersusun menurut aturan (pola) tertentu. Deret bilangan adalah penjumlahan
DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : MATEMATIKA : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
B B S S B S S B S S B B S S S B B S B S S S S B B S B B
1. Ingkaran pertanyaan: Petani panen beras atau harga beras murah. A. Petani panen beras dan harga beras mahal. B. Petani panen beras dan harga beras murah. C. Petani tidak panen beras dan harga beras
BY : DRS. ABD. SALAM, MM
BY : DRS. ABD. SALAM, MM Page 1 of 26 KOMPETENSI DASAR Pola Barisan dan Deret Bilangan a. Tujuan Setelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini, anda dapat: Menunjukkan pola bilangan dari suatu barisan
SILABUS PENGALAMAN BELAJAR ALOKASI WAKTU
SILABUS Mata Pelajaran : Matematika Satuan Pendidikan : SMA Ungguan BPPT Darus Sholah Jember kelas : XII IPA Semester : Ganjil Jumlah Pertemuan : 44 x 35 menit (22 pertemuan) STANDAR 1. Menggunakan konsep
Bab 6. Barisan dan Deret. Standar Kompetensi
Bab 6 Barisan dan Deret Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam memecahkan masalah sederhana Kompetensi Dasar 6.1 Menentukan pola barisan bilangan
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI MATEMATIKA Program Keahlian Akuntansi dan Penjualan PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELEJARAN ( RPP )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELEJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMA CITRA NEGARA : MATEMATIKA : XI / I Alokasi Waktu : 2 JP ( 2 x 45 menit ) A. Standar Kompetensi : 1. Menghayati
SILABUS PEMBELAJARAN
SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah :... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPS Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang
IPS. Untuk Sekolah Menengah Atas. þ Program Tahunan (Prota) þ Program Semester (Promes) þ Silabus. þ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
PEMBELAJARAN STANDAR ISI 2006 þ Program Tahunan (Prota) þ Program Semester (Promes) þ Silabus þ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) MATEMATIKA Untuk Sekolah Menengah Atas 11 IPS CV. SINDHUNATA Matematika
SILABUS KEGIATAN PEMBELAJARAN. Membaca sajian data dalam bentuk diagram garis, dan diagram batang.
Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : XI / IPS Semester : 1 SILABUS STANDAR KOMPETENSI: 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan
SMA / MA Bahasa Mata Pelajaran : Matematika
Latihan Soal UN 0 Paket Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah SMA / MA Bahasa Mata Pelajaran : Matematika Dalam UN berlaku Petunjuk Umum seperti ini :. Isikan identitas Anda ke dalam Lembar Jawaban Ujian
STATISTIKA. Standar kompetensi : Menggunakan aturan statistika, kaidah, pencacahan, dan sifatsifat peluang dalam pemecahan masalah
1 SMA SANTA ANGELA STATISTIKA Standar kompetensi : Menggunakan aturan statistika, kaidah, pencacahan, dan sifatsifat peluang dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar : Membaca data dalam bentuk tabel dan
Barisan dan Deret. Bab 3
Bab 3 Barisan dan Deret Sumber: i74.photobucket.com Pada bab ini, Anda diajak menerapkan konsep barisan dan deret dalam pemecahan masalah dengan cara mengidentifikasi pola, barisan, dan deret bilangan,
SOAL MATEMATIKA IPA UJIAN NASIONAL BARISAN DAN DERET
SOAL MATEMATIKA IPA UJIAN NASIONAL 2014 2013 BARISAN DAN DERET 1. UN 2014 Seutas tali dipotong menjadi 5 bagian sehingga panjang potongan-potongan tali tersebut membentuk barisan geometri. Jika panjang
PENYAJIAN DATA. Cara Penyajian Data meliputi :
PENYAJIAN DATA Cara Penyajian Data meliputi : 1. Tabel Tabel terbagi menjadi : - Tabel Biasa - Tabel Kontingensi - Tabel Distribusi Tabel Distribusi terbagi menjadi : Tabel Distribusi Mutlak Tabel Distribusi
SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P I SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR. Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamatan Penugasan
SILABUS KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil KODE : D.1 : 57 x 45 menit 1. Menerapkan operasi pada bilangan riil Dua atau lebih bilangan bulat
DESKRIPSI PEMELAJARAN
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT : Matematika TUJUAN : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
4 + 3 = 13 + = 4. , maka nilai 2x + y. 3. Jika x dan y adalah penyelesaian dari sistem persamaan A. 1 B. 3 C. 4 D. 5 E. 7
1. Sebuah laptop dengan harga Rp10.000.000,00 setelah dipakai selama 1 tahun dijual dengan harga Rp7.500.000,00, maka presentase kerugian dari penjualan laptop adalah A. 5% B. 10% C. 25% D. 50% E. 75%
Barisan dan Deret. Matematika dapat dikatakan sebagai bahasa simbol. Hal ini. A. Barisan dan Deret Aritmetika B. Barisan dan Deret Geometri
Bab 3 Sumber: www.jakarta.go.id Barisan dan Deret Matematika dapat dikatakan sebagai bahasa simbol. Hal ini dikarenakan matematika banyak menggunakan simbol-simbol. Dengan menggunakan simbol-simbol tersebut,
KATA PENGANTAR. Puji Syukur atas kehadirat Allah S.W.T, karena atas karunia-nya kami
KATA PENGANTAR Puji Syukur atas kehadirat Allah S.W.T, karena atas karunia-nya kami dapat menyelesaikan buku ajar matematika yang juga merupakan tugas kelompok mata kuliah program komputer. Buku ajar ini
DURASI PEMELAJARAN KURIKULUM SMK EDISI 2004
DESKRIPSI PEMELAJARAN MATA DIKLAT TUJUAN : MATEMATIKA : Melatih berfikir dan bernalar secara logis dan kritis serta mengembangkan aktifitas kreatif dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan ide/gagasan
RINGKASAN MATERI UN SMA
RINGKASAN MATERI UN SMA - 2016 EKSPONEN DAN LOGARITMA (3 SOAL) PROGRAM LINEAR (1 SOAL) PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT (3 SOAL) A. PERSAMAAN KUADRAT (P.K) Bentuk Umum ax 2 + bx + c = 0 Penyelesaian
Silabus. Indikator Teknik
Nama Sekolah : MADRASAH ALIYAH NEGERI BAYAH Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : XI / IPA Semester : GANJIL Silabus STANDAR KOMPETENSI: 1. Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan
MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM
MATA PELAJARAN Mata Pelajaran Jenjang Kelompok : Matematika : SMK : Bisnis Managemen WAKTU PELAKSANAAN Hari : Sabtu Tanggal : 9 Januari 0 Jam : Pukul. 07.00 09.00 PETUNJUK UMUM Isikan identitas Anda ke
SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P D SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
SILABUS KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil KODE : D.9 : 44 x 45 menit 1. Menerapkan operasi pada bilangan riil Dua atau lebih bilangan bulat
Nama:... Kelas/Kelompok :... Tanggal:... Pola Bilangan Genap dan Bilangan Ganjil
6.1 61 Nama:... Kelas/Kelompok :... Tanggal:... Pola Bilangan Genap dan Bilangan Ganjil 1. Sebelum kita belajar lebih jauh, untuk mendalami pola bilangan lakukan kegiatan berikut ini. Bahan : Satu lembar
Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional
Rekap Nilai Ujian Nasional tahun 2011 Pada tahun 2011 rata-rata nilai matematika 7.31, nilai terendah 0.25, nilai tertinggi 10, dengan standar deviasi sebesar 1.57. Secara rinci perolehan nilai Ujian Nasional
Probabilitas dan Statistika Analisis Data dan Ukuran Pemusatan. Adam Hendra Brata
Probabilitas dan Analisis dan Adam Hendra Brata Deskriptif Induktif Pembagian Deskriptif Metode guna mengumpulkan, menghitung, dan menyajikan suatu data secara kwantitatif sehingga memberikan informasi
Tata dan Dio bermain permainan bola di komputer. Bolabola itu bertuliskan bilangan-bilangan yang disusun seperti gambar berikut.
BAB 1 LETAK BILANGAN PADA GARIS BILANGAN Tata dan Dio bermain permainan bola di komputer. Bolabola itu bertuliskan bilangan-bilangan yang disusun seperti gambar berikut. Sumber : Ilustrasi Haryana Bacalah
STATISTIK DAN STATISTIKA
STATISTIK DAN STATISTIKA MAKNA DARI PENGERTIAN STATISTIK DAN STATISTIKA DATA STATISTIK Pengertian : Data adalah keterangan atau fakta mengenai suatu persoalan bisa berupa kategori (rusak, baik senang,
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007 PANDUAN MATERI MATEMATIKA Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran, dan Akuntansi (Bisnis dan Manajemen) PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS Hak Cipta
SMK3 Bogor
45. MATEMATIKA SMK (KELOMPOK PARIWISATA, SENI, DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADM. PERKANTORAN) SKL 2011 STANDAR KOMPETENSI NO. LULUSAN 1. Memecahkan masalah yang berkaitan
SATUAN ACARA TUTORIAL (SAT) Tutorial ke : 1 Kode/ Nama Mata Kuliah : PAMA 3225 / Statistika Dasar
Tutorial ke : 1 : 3 Kompetensi Umum : Setelah mempelajari bahan ajar matakuliah ini diharapkan mahasiswa 1. Memahami pengetahuan dasar statistika. 2. Memahami tehnik penyajian data dalam bentuk tabel.
BARISAN DAN DERET TAK BERHINGGA
BARISAN DAN DERET TAK BERHINGGA MATERI KULIAH 1 Kalkulus Lanjut BARISAN DAN DERET TAK BERHINGGA Sahid, MSc. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010 BARISAN DAN
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Matematika Wajib
K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Matematika Wajib Baris dan Deret Aritmatika - Latihan Soal Ulangan Doc. Name: RK13AR11MATWJB0603 Version : 2016-11 halaman 1 01. Suku ke-20 pada barisan 3, 9, 15, 21,. Adalah
BARISAN & DERET GEOMETRI
BARISAN & DERET GEOMETRI TJAN PEMBELAJARAN Siswa dapat menjelaskan pengertian barisan dan deret geometri Siswa dapat menjelaskan syarat suatu barisan geometri Siswa dapat menentukan rumus suku ke-n suatu
Matematika Semester IV
F U N G S I KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi Menerapkan konsep fungsi linear Menggambar fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi trigonometri
Sri Purwaningsih. Modul ke: Fakultas EKONOMI BISNIS. Program Studi Manajemen dan Akuntansi.
Modul ke: Fakultas EKONOMI BISNIS MATEMATIKA BISNIS Sesi 2 ini akan membahasteori Deret Hiutung dan Deret Ukur pada Matematika Bisnis sehingga Mahasiswa mempunyai dasar yang kuat untuk melakukan pengukuran
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Data Data adalah bentuk jamak dari datum, yang dapat diartikan sebagai informasi yang diterima yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau dalam bentuk lisan dan tulisan
Diusulkan oleh: Nama : Pita Suci Rahayu Nim : Kelas/Semester: C/1
Diusulkan oleh: Nama : Pita Suci Rahayu Nim : 1384202092 Kelas/Semester: C/1 BARISAN DAN DERET Barisan bilangan adalah himpunan bilangan yang diurutkan menurut suatu aturan/pola tertentu yang dihubungkan
PEMBAHASAN UN 2009/2010
PEMBAHASAN UN 009/00. Konsep: Operasi Bilangan Real (Perbandingan Berbalik Nilai) Suatu pekerjaan dikerjakan orang dapat selesai 0 hari. Pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu hari. Pekerja Hari 0 y y
Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Penyajian Data dalam Bentuk Tabel Misalkan, hasil ulangan Bahasa Indonesia 37 siswa kelas XI SMA 3 disajikan dalam tabel di bawah. Penyajian data pada Tabel 1.1 dinamakan penyajian data sederhana. Dari
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Umi Salamah MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Membangun Kompetensi MATEMATIKA untuk Kelas IX SMP dan MTs 3 Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas
Antiremed Kelas 11 Matematika
Antiremed Kelas 11 Matematika Statistika - Data Tunggal - Set 2 Uraian Doc. Name: AR11MAT0108 Version : 2012-08 halaman 1 01. Hitunglah mean, median, dan modus dari data berikut ini! (A) 43, 52, 54, 47,
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Untuk materi ini mempunyai 3 Kompetensi Dasar yaitu: Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar 2. Melakukan operasi
SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya
SILABUS Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/Program : X Semester : 1 STANDAR KOMPETENSI: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma. KOMPETENSI DASAR
BAB 3: NILAI RINGKASAN DATA
BAB 3: NILAI RINGKASAN DATA Penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik memberikan kemudahan bagi kita untuk menggambarkan data dan membuat kesimpulan terhadap sifat data. Namun tabel dan grafik belum
Soal, Kartu Soal, Kisi-kisi Soal
Ulangan Tengah Semester Ganjil SMA Negeri 1 Ponorogo TA 00/010 Soal, Kartu Soal, Kisi-kisi Soal Bentuk Soal : Uraian Jl. Budi Utomo 1 Ponorogo Telp. 4114 E-mail: [email protected] Web: www.smazapo.sch.id
SOLUSI DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
SOLUSI DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 0/0 TES UJI COBA UJIAN NASIONAL SMA/MA MATEMATIKA IPS 7 7.... SOAL B6
UJIAN NASIONAL TAHUN 2009/2010 MATEMATIKA (E-4.2) SMK
UJIAN NASIONAL TAHUN 009/00 MATEMATIKA (E-.) SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran (P UTAMA). Konveksi milik Bu Nina mengerjakan
B. POLA BILANGAN 1. Pengertian pola bilangan Pola bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan.
A. PENGERTIAN BARISAN DAN DERET 1. Pengertian barisan bilangan Barisan bilangan adalah urutan suatu bilangan yang diurutkan menurut aturan tertentu. Contoh barisan bilangan genap : 2, 4, 6, 8,... 2. Pengertian
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas/ Program : XII IPS Waktu : 0 menit Petunjuk Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar pada lembar jawaban yang tersedia (LJK)! Dilarang menggunakan kalkulator, kamus
SOAL PENJAJAKAN UN MATEMATIKA 2012 PROVINSI DIY
SOAL PENJAJAKAN UN MATEMATIKA 0 PROVINSI DIY. Suatu proyek akan selesai dalam waktu 0 hari oleh 0 orang pekerja. Tambahan pekerja yang dibutuhkan agar proyek tersebut selesai dalam waktu 90 hari adalah.
LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA
Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA Beberapa bentuk penyajian data, sebagai berikut: Kompetensi Dasar (KURIKULUM 2013): 3.15 Memahami dan menggunakan berbagai ukuran
UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK. Matematika Non Teknik Bisnis dan Manajemen (E4-1) PAKET 2 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul
DOKUMEN NEGARA SANGAT RAHASIA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK Matematika Non Teknik Bisnis dan Manajemen (E4-1) PAKET 2 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul 07.30 09.30 DEPARTEMEN PENDIDIKAN
PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran
PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMK Kelompok Pariwisata, Seni, dan Kerajinan, Teknologi Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran TAHUN PELAJARAN 9/ MATEMATIKA PEMBAHAS: UJIAN NASIONAL
model bangun lingkungan, kawat atau datar dari karton 2x40 menit Buku teks, sebangun? Mengapa? Teknik Bentuk
Sekolah : SMP Kelas : IX Mata Pelajaran : Matematika Semester : I(satu) SILABUS Standar : GEOMETRI DAN PENGUKURAN 1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah 1.1 Mengiden
