ANALISIS PERMAINAN EMPAT BILANGAN
|
|
|
- Ivan Hartanto
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal UJMC, Volume 2, Nomor 1, Hal pissn : eissn : X ANALISIS PERMAINAN EMPAT BILANGAN Melisa 1 Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, [email protected] Abstract. The four-number game starts from 4-tuple (a, b, c, d) of nonnegative numbers a, b, c, d. In this game, the next 4-tuple is ( a b, b c, c d, d a ) and similar rule of changes of the subsequent 4-tuples is imposed until the game reaches the zero 4-tuple (0, 0, 0, 0). The winner of this game is the one who chooses the initial 4-tuple leading to the longest game. In this paper analyzes the game length based on the following criteria imposed on the four numbers of the 4-tuple: nonnegative integers, nonnegative rationals and nonnegative reals. The results shows that every four-number game with nonnegative integers or rational integers has finite length. Despite of this fact, for every positive integer m, there is an initial 4-tuple based on Tribonacci sequence that leads to four-number game with length greater than m. For the game with real integers, although the game generally has finite length, there are (infinite number of) initial 4-tuples that leads to infinite length games. Keywords: four-number game, Tribonacci sequence. Abstrak. Permainan empat bilangan dimulai dari urutan-4 awal (a, b, c, d) dari empat bilangan tak negatif a, b, c, d. Permainan ini dilanjutkan ke urutan-4 ( a b, b c, c d, d a ) dan dengan aturan perubahan urutan-4 yang sama, permainan berhenti setelah diperoleh urutan-4 (0, 0, 0, 0). Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang memilih urutan awal dengan permainan yang paling panjang. Dalam tulisan ini, dilakukan analisis panjang permainan empat bilangan berdasarkan beberapa kriteria yang dikenakan pada ke-empat bilangan tak negatif di dalam urutan-4: bilangan bulat tak negatif, bilangan rasional tak negatif, bilangan real tak negatif. Hasil analisis membuktikan bahwa permainan empat bilangan dengan urutan-4 awal berupa bilangan bulat tak negatif atau bilangan rasional tak negatif mempunyai panjang permainan yang berhingga. Walaupun demikian, untuk setiap bilangan bulat positif m, bisa dipilih sebuah urutan-4 awal berdasarkan barisan Tribonacci yang menghasilkan permainan dengan panjang lebih besar dari m. Untuk permainan dengan empat bilangan real, walaupun pada umumnya berhingga, tetapi bisa dipilih (ada tak hingga pilihan) urutan-4 awal yang menghasilkan permainan dengan panjang tak hingga. Kata Kunci: permainan empat bilangan, barisan Tribonacci. 1 Pendahuluan Permainan empat bilangan telah banyak dibahas oleh ilmuwan yang berbeda, tetapi catatan paling awal dari permainan ini ditulis oleh Enrico Ducci dari Italia pada abad ke-19 [6]. Oleh karena itu, permainan ini kadang-kadang disebut permainan Ducci [1]. Aturan main permainan empat bilangan sangat sederhana dan permainan ini bisa dilakukan oleh siswa matematika sekolah dasar, mahasiswa bahkan orang awam. Walaupun demikian, permainan yang hanya memerlukan perhitungan yang sederhana ternyata memerlukan analisis yang cukup kompleks untuk memprediksi jawabannya. Permainan dimulai dengan memberi label berupa empat bilangan bulat tak negatif pada keempat sudut kotak persegi awal yakni kotak persegi yang 22
2 akan menjadi kotak persegi terbesar dan paling luar. Keempat label berupa bilangan bulat tak negatif ini menjadi titik awal permainan. Pada kotak persegi tersebut, diturunkan kotak persegi yang lebih kecil yang titik-titik ujungnya terletak di tengah sisi kotak persegi yang lebih besar. Setiap titik kotak persegi yang lebih kecil diisi dengan nilai mutlak dari selisih kedua bilangan bulat yang terletak pada sisi yang sama, mengapit titik kotak persegi kecil ini. Dapat dibuktikan bahwa proses menurunkan kotak persegi yang lebih kecil tersebut akan berakhir pada kotak persegi yang semua titik ujungnya berlabel bilangan 0. Lebih jauh, kotak persegi berlabel 0 ini layak menjadi titik akhir karena jika diteruskan, akan selalu diperoleh kotak persegi lebih kecil yang semua titik ujungnya juga berlabel 0. Dalam permainan empat bilangan, pemenangnya adalah pemain yang mendapatkan urutan-4 dari bilangan-bilangan bulat tak negatif yang bisa menghasilkan permainan paling panjang, yaitu permainan yang menghasilkan paling banyak kotak persegi. 2 Metode Penelitian Permainan empat bilangan yang dibahas mengenai bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan yang memiliki panjang berhingga, bilangan yang memiliki panjang sembarang tapi berhingga, bilangan riil, dan bilangan yang memiliki panjang tak hingga. Permainan empat bilangan ini dilakukan dengan menentukan kriteria pemilihan urutan-4 dari bilangan-bilangan bulat tak negatif secara tepat agar menghasilkan lebih banyak kotak persegi. Kemudian, megeneralisasi permainan tersebut dari urutan-4 bilangan bulat tak negatif ke urutan-4 bilangan rasional tak negatif, bahkan urutan-4 bilangan real tak negatif. 3 Hasil dan Pembahasan 3.1 Permainan Empat Bilangan dengan Bilangan Bulat Bentuk paling dasar dari permainan bisa digambarkan melalui empat bilangan bulat tak negatif a, b, c, d yang menjadi label dari ke-4 titik-titik ujung sebuah kotak persegi. Kotak persegi ini dengan ke-4 bilangan awal pada setiap sudutnya menjadi kotak persegi awal. Kotak persegi awal disebut hasil permainan pada langkah 0 dan hasil langkah 0 permainan ini diberi simbol S 0 = (a, b, c, d). S 0 merupakan awal dari seluruh permainan yang disebut permainan-(a, b, c, d). Gambar 1: Kotak Persegi Awal S 0 = (a, b, c, d) 23
3 Langkah berikutnya adalah menciptakan sebuah kotak persegi kedua yang berukuran lebih kecil di dalam kotak persegi awal dengan titik-titik sudut persegi kedua merupakan titik-titik tengah dari sisi-sisi kotak persegi sebelumnya. Ke empat label sudut kotak persegi kedua ini adalah nilai mutlak dari selisih dua label bertetangga dari persegi pertama. Secara matematis, persegi kedua ini dilambangkan melalui urutan-4 S 1 = ( a b, b c, c d, a d ). (1) Proses membuat persegi baru terus berlanjut sampai akhirnya diperoleh persegi (terkecil) yang semua label pada setiap titik sudutnya bernilai nol. Pemenang dari permainan ini adalah pemain yang bisa menurunkan permainan yang paling panjang, dimana panjang permainan dihitung mulai dari proses menurunkan kotak persegi berdasarkan kotak persegi awal (langkah pertama) sampai pada kotak persegi yang semua label pada setiap titik sudutnya bernilai nol. Definisi 1. Jika urutan-4 awal suatu permainan empat bilangan adalah S 0 = (a, b, c, d) dan urutan-4 akhir dari permainan adalah S n = (0, 0, 0, 0), maka panjang permainan didefinisikan sebagai n. Panjang permainan dinotasikan sebagai L(S 0 ) = L(a, b, c, d) = n. Definisi 2. Dua permainan empat bilangan dengan urutan-4 awal (a, b, c, d) dan urutan-4 awal (e, f, g, h) dikatakan ekuivalen jika terdapat permutasi σ D4 sedemikian rupa sehingga (e, f, g, h) = (σ(a), σ(b), σ(c), σ(d)). Jadi, berdasarkan Definisi 2 urutan-4 awal (a, b, c, d) dapat diputar atau dicerminkan pada kotak persegi awal dengan kombinasi dari permutasi D4 tanpa mempengaruhi panjang dari permainan. 3.2 Permainan Empat Bilangan dengan Bilangan Rasional Permainan empat bilangan dengan label bilangan rasional tak negatif dimainkan dengan aturan yang sama pada saat label bilangan bulat tak negatif. Misalkan S 0 = (a 0, b 0, c 0, d 0 ) mewakili kotak persegi awal permainan dan S i = (a i, b i, c i, d i ) adalah urutan-4 pada langkah ke-i yang dituliskan sebagai S i = ( a i 1 b i 1, b i 1 c i 1, c i 1 d i 1, a i 1 d i 1 ). 3.3 Permainan Empat Bilangan dengan Panjang Berhingga Setiap permainan empat bilangan dengan label bilangan rasional tak negatif memiliki panjang yang berhingga. Selain itu, nilai maksimum untuk panjang dari setiap permainan S dapat dihitung dari nilai-nilai pada label S 0. Untuk membuktikan fakta ini, dibutuhkan lemma berikut. Lemma 1. Perkalian dari empat bilangan awal yang rasional tak negatif pada sebuah permainan dengan sebuah bilangan bulat positif m tidak mengubah panjang dari permainan. 24
4 Lemma 2. Jika permainan empat bilangan dengan urutan-4 awal bilanganbilangan bulat tak negatif memiliki panjang paling sedikit 4, maka semua bilangan yang muncul dari langkah 4 dan seterusnya adalah genap. Lemma 3. Setiap permainan empat bilangan yang dimainkan dengan bilangan bulat tak negatif memiliki panjang hingga. Bahkan, jika A adalah bilangan yang terbesar dari keempat bilangan bulat tak negatif pada urutan-4 awal dan jika k adalah bilangan bulat terkecil sedemikian sehingga A/2 k < 1, maka permainan mempunyai panjang paling banyak 4k. Teorema berikut membahas perluasan permainan ke bentuk permainan dengan entri-entri bilangan rasional (bilangan dengan pembilang bulat dan penyebut bulat tak nol). Teorema 1. Setiap permainan empat bilangan dengan bilangan rasional tak negatif mempunyai panjang yang berhingga. Sesungguhnya, jika N adalah pembilang terbesar pada urutan-4 awal yang bilangan-bilangannya memiliki penyebut bersama, maka panjang permainan paling banyak 4k, dimana N < 2 k. Berdasarkan lemma dan teorema di atas, dapat disimpulkan bahwa permainan empat bilangan dengan bilangan bulat tak negatif dan bilangan rasional tak negatif sebagai urutan-4 awal mempunyai panjang yang berhingga. 3.4 Permainan Empat Bilangan dengan Panjang Sembarang tetapi Berhingga Untuk menyelidiki permainan empat bilangan dengan panjang yang lebih besar, perhatikan permainan tribonacci. Definisikan sebuah permainan Tribonacci sebagai sebuah permainan empat bilangan yang dimainkan dengan empat barisan Tribonacci berurutan. Barisan Tribonacci t n didefinisikan sebagai dan untuk setiap n > 1, t 0 = 0, t 1 = 1, t 2 = 1, t n+1 = t n + t n 1 + t n 2. Semakin besar bilangan Tribonacci yang digunakan pada label, maka permainan akan semakin panjang. Selain itu, akan ditunjukkan bahwa dapat dihitung panjang yang tepat dari setiap permainan tribonacci dan dapat dihasilkan permainan yang panjang, tetapi pertama-tama perhatikan beberapa konsepkonsep baru berikut. Aturan terdahulu yang telah dijelaskan sebelumnya pada Persamaan 1 dan aturan baru S 1 = ( a d, a b, b c, c d ). Kedua aturan ini ekuivalen karena salah satu aturan bisa diperoleh dari rotasi ρ 1 = (1, 2, 3, 4) D4. Untuk setiap n, didefinisikan urutan-4 Tribonacci T n = (t n, t n 1, t n 2, t n 3 ). Misalkan diberikan urutan-4 Tribonacci T n = (t n, t n 1, t n 2, t n 3 ), maka DT n = (t n t n 3, t n t n 1, t n 1 t n 2, t n 2 t n 3 ), 25
5 dan langkah ke-k dari permainan dinotasikan D k T n. Kemudian digunakan fungsi pembulatan kebawah yang dinotasikan [r] untuk setiap bilangan real r, yakni bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan r. Lemma 4. Permainan empat bilangan yang dimulai dengan langkah ketiga dari permainan T n mempunyai panjang yang sama dengan permainan 2T n 2 yakni D 3 T n = 2T n 2. Lemma 5. Untuk setiap n N, [ n 2 n ] + 1 = [n 2 ]. Teorema 2. Untuk setiap n N, permainan empat bilangan Tribonacci dengan urutan-4 awal T n = (t n, t n 1, t n 2, t n 3 ) mempunyai panjang yaitu L(T n ) = 3[ n 2 ]. Jadi, dengan mempertimbangkan urutan-4 Tribonacci yang awal dengan n yang besar, maka dapat dihasilkan permainan dengan panjang sembarang. 3.5 Permainan Empat Bilangan dengan Bilangan Riil Pada bilangan riil, diperlukan analisis yang lebih kompleks dan juga diperlukan teori-teori dari aljabar linier. Dalam hal ini, setiap urutan-4 adalah sebuah vektor di R4. Lebih jauh, aturan iterasi untuk permainan empat bilangan adalah fungsi F : R4 R4 yang didefinisikan sebagai F (a, b, c, d) = ( a d, a b, b c, c d ). Dalam aljabar linier, fungsi F : R4 R4 adalah sebuah transformasi linier jika untuk setiap vektor u, v R4 dan untuk setiap r R, F (u + v) = F (u) + F (v) dan F (ru) = r(f (u)). Karena aturan transisi dari permainan empat bilangan sekarang digambarkan sebagai sebuah matriks, maka dapat diamati bahwa permainan empat bilangan dengan s = (a, b, c, d) S mempunyai panjang n jika n adalah bilangan bulat terkecil yang memenuhi F n (s) = M n (s) = 0. Selain itu, sebuah permainan empat bilangan dengan urutan awal s mempunyai panjang tak hingga jika untuk setiap n N berlaku F n (s) = M n (s) Permainan Empat Bilangan dengan Panjang Tak Hingga Misalkan s 0 S adalah sebuah vektor eigen dari M untuk nilai eigen λ, yaitu F (s 0 ) = λs
6 Dengan menerapkan F lagi, maka disimpulkan Secara umum dapat ditulis Unisda Journal of Mathematics and Computer Science F (F (s 0 )) = F (λs 0 ) = λf (s 0 ) = λ 2 s 0 0. F n (s 0 ) = λ n s 0 0. Teorema 3. Terdapat tak berhingga permainan empat bilangan yang panjangnya tak hingga. 4 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembaahasan yang dilakukan, berikut kesimpulan yang diperoleh: 1. Permainan empat bilangan dengan urutan-4 awal berupa bilangan bulat tak negatif dan bilangan rasional tak negatif mempunyai panjang yang berhingga yaitu paling banyak 4k. 2. Permainan empat bilangan yang dimainkan dengan empat barisan Tribonacci berurutan, panjang permainannya dapat dihitung dengan cepat dan tepat dengan menggunakan rumus L(T n ) = 3[ n ], dimana n adalah suku 2 ke-n barisan Tribonacci. 3. Walaupun secara umum panjang permainan dengan urutan-4 awal berupa bilangan-bilangan real panjangnya berhingga, tetapi terdapat tak hingga permainan empat bilangan yang urutan-4 awalnya berupa empat bilanganbilangan real yang mempunyai panjang tak hingga. Daftar Pustaka [1] Brockman, G., dan Zerr, R. J Asymptotic Behavior of Certain Ducci Sequences. Fibonacci Quarterly. 45(2): [2] Chamberland, M., dan Thomas, D. M The N-Number Ducci Game. Journal of Difference Equations and Applications. 10(3): [3] Anton, H Elementary Linear Algebra; Dasar-Dasar Aljabar Linear Jilid 2. Terjemahan Ir. Hari Suminto. Interaksara. Batam. [4] Spickerman, W.R Binet s Formula for the Tribonacci Sequence. Fibonacci Quart. 20: [5] Webb, W The Length of the Four-Number Game. Fibonacci Quart. 20: [6] Diakses pada tanggal 7 Oktober [7] Diakses pada tanggal 10 Oktober
APLIKASI METODE PANGKAT DALAM MENGAPROKSIMASI NILAI EIGEN KOMPLEKS PADA MATRIKS
Jurnal UJMC, Volume, Nomor, Hal 36-40 pissn : 460-3333 eissn : 579-907X APLIKASI METODE PANGKAT DALAM MENGAPROKSIMASI NILAI EIGEN KOMPLEKS PADA MATRIKS Novita Eka Chandra dan Wiwin Kusniati Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Matriks 1 Pengertian Matriks Definisi 21 Matriks adalah kumpulan bilangan bilangan yang disusun secara khusus dalam bentuk baris kolom sehingga membentuk empat persegi panjang
BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN
BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN Pada bab 1 ini akan dibahas definisi kode, khususnya kode linier atas dan pencacah bobot Hammingnya. Di samping itu, akan dijelaskanan invarian, ring invarian dan
MATERI ALJABAR LINEAR LANJUT RUANG VEKTOR
MATERI ALJABAR LINEAR LANJUT RUANG VEKTOR Disusun oleh: Dwi Lestari, M.Sc email: [email protected] JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Analisis Fungsional. Oleh: Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Analisis Fungsional Oleh: Dr. Rizky Rosjanuardi, M.Si Jurusan Pendidikan Matematika UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Lingkup Materi Ruang Metrik dan Ruang Topologi Kelengkapan Ruang Banach Ruang Hilbert
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan diberikan beberapa materi yang akan diperlukan di dalam pembahasan, seperti: matriks secara umum; matriks yang dipartisi; matriks tereduksi dan taktereduksi; matriks
BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR
BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR 1. Bilangan Berpangkat Sederhana Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktorfaktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian
Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks
Vol. 8, No.1, 1-11, Juli 2011 Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks Nur Erawati, Azmimy Basis Panrita Abstrak Teorema Cayley-Hamilton menyatakan bahwa setiap matriks bujur sangkar memenuhi persamaan
SOLUSI NON NEGATIF PARSIAL SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ORDE SATU
SOLUSI NON NEGATIF PARSIAL SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ORDE SATU Muhafzan Jurusan Matematika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas Kampus Unand Limau Manis Pag 25163 email:
SOLUSI PERSAMAAN DIOPHANTINE DENGAN IDENTITAS BILANGAN FIBONACCI DAN BILANGAN LUCAS. Ayu Puspitasari 1, YD Sumanto 2, Widowati 3
SOLUSI PERSAMAAN DIOPHANTINE DENGAN IDENTITAS BILANGAN FIBONACCI DAN BILANGAN LUCAS Ayu Puspitasari 1, YD Sumanto 2, Widowati 3 1 Program Studi S1 Matematika, Departemen Matematika FSM Universitas Diponegoro
FORMULA SELISIH DAN PENJUMLAHAN BARISAN BILANGAN k-fibonacci. Rini Adha Apriani ABSTRACT
FORMULA SELISIH DAN PENJUMLAHAN BARISAN BILANGAN k-fibonacci Rini Adha Apriani Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus
TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada suatu graf sebagai landasan teori penelitian ini. 2. Konsep Dasar Graf Teori dasar mengenai graf
Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks
Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks Kuliah Aljabar Linier Semester Ganjil 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U Agustus 2015 MZI (FIF Tel-U) Matriks -
Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar
Matriks Leslie dan Aplikasinya dalam Memprediksi Jumlah dan Laju pertumbuhan Penduduk di Kota Makassar Wahidah Sanusi 1, Sukarna 1 dan Nur Ridiawati 1, a) 1 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan
Jln. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Indonesia, Kode Pos Perintis Kemerdekaan Street, Makassar, Indonesia, Post Code 90245
PERTIDAKSAMAAN DETERMINAN UNTUK MATRIKS SEMIDEFINIT POSITIF Williem Prasetia Widiatno 1), Amir Kamal Amir 2), Naimah Aris 3) [email protected] 1), [email protected] 2), [email protected]
II. KONSEP DASAR GRUP. abstrak (abstract algebra). Sistem aljabar (algebraic system) terdiri dari suatu
II KONSEP DASAR GRUP Suatu cabang matematika yang mempelajari struktur aljabar dinamakan aljabar abstrak abstract algebra Sistem aljabar algebraic system terdiri dari suatu himpunan obyek satu atau lebih
KAJIAN MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINEAR WAKTU DISKRIT
KAJIAN MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINEAR WAKTU DISKRIT Nama Mahasiswa : Aprilliantiwi NRP : 1207100064 Jurusan : Matematika Dosen Pembimbing : 1 Soleha, SSi, MSi 2 Dian Winda Setyawati,
Topik: Tipe Bilangan dan Sistem Bilangan
Mata Kuliah: Matematika Kode: TKF 20 Topik: Tipe Bilangan dan Sistem Bilangan MAT 0 Kompetensi : Dapat menerapkan konsep-konsep tipe dan sistem bilangan dalam mempelajari konsep-konsep keteknikan pada
Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu
Sifat Strong Perron-Frobenius Pada Solusi Positif Eventual Sistem Persamaan Differensial Linier Orde Satu Yulian Sari FKIP Pendidikan Matematika Universitas Riau Kepulauan e-mail: [email protected]
PENGKONSTRUKSIAN BILANGAN TIDAK KONGRUEN
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 4 Hal. 27 33 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENGKONSTRUKSIAN BILANGAN TIDAK KONGRUEN RATI MAYANG SARI Program Studi Matematika Fakultas Matematika
Matematika Diskrit 1
Dr. Ahmad Sabri Universitas Gunadarma Pendahuluan Apakah Matematika Diskrit itu? Matematika diskrit adalah kajian terhadap objek/struktur matematis, di mana objek-objek tersebut diasosiasikan sebagai nilai-nilai
MATRIKS UNITER, SIMILARITAS UNITER DAN MATRIKS NORMAL. Anis Fitri Lestari. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK
MATRIKS UNITER, SIMILARITAS UNITER DAN MATRIKS NORMAL Anis Fitri Lestari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK Matriks normal merupakan matriks persegi yang entri-entrinya bilangan kompleks
KARAKTERISASI ALJABAR PADA GRAF BIPARTIT. Soleha, Dian W. Setyawati Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
KARAKTERISASI ALJABAR PADA GRAF BIPARTIT Soleha, Dian W. Setyawati Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya ABSTRAK. Pada artikel ini dibahas penggunaan teknik aljabar linier untuk mempelajari graf
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran bertempat di
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2011-2012 bertempat di Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Ruang Vektor Euclid R n
Ruang Vektor Euclid R n Kuliah Aljabar Linier Semester Ganjil 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U Oktober 2015 MZI (FIF Tel-U) Ruang Vektor R n Oktober 2015 1 / 38 Acknowledgements
MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINIER WAKTU DISKRIT. Soleha, Dian Winda Setyawati Jurusan Matematika, FMIPA Institut Teknologi Surabaya
MATRIKS JORDAN DAN APLIKASINYA PADA SISTEM LINIER WAKTU DISKRIT Soleha, Dian Winda Setyawati Jurusan Matematika, FMIPA Institut Teknologi Surabaya Abstract. Matrix is diagonalizable (similar with matrix
BAB 2 LANDASAN TEORI
8 BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas beberapa konsep teori permainan pada permainan berstrategi murni dan campuran dari dua pemain yang akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam melakukan
matematika LIMIT ALJABAR K e l a s A. Pengertian Limit Fungsi di Suatu Titik Kurikulum 2006/2013 Tujuan Pembelajaran
Kurikulum 6/1 matematika K e l a s XI LIMIT ALJABAR Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Dapat mendeskripsikan konsep it fungsi aljabar dengan
[Enter Post Title Here]
[Enter Post Title Here] SISTEM BILANGAN REAL DAN HIMPUNAN A. Perubah, Konstanta dan Parameter Suatu perubah (variable) adalah sesuatu yang besarnya dapat berubah. Luas lingkaran tergantung dari jari-jarinya.
SISTEM MAKS-LINEAR DUA SISI ATAS ALJABAR MAKS-PLUS 1. PENDAHULUAN
SISTEM MAKS-LINEAR DUA SISI ATAS ALJABAR MAKS-PLUS Kiki Aprilia, Siswanto, dan Titin Sri Martini Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret ABSTRAK.
ALGORITMA ELIMINASI GAUSS INTERVAL DALAM MENDAPATKAN NILAI DETERMINAN MATRIKS INTERVAL DAN MENCARI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN INTERVAL LINEAR
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 3 (2015), hal 313 322. ALGORITMA ELIMINASI GAUSS INTERVAL DALAM MENDAPATKAN NILAI DETERMINAN MATRIKS INTERVAL DAN MENCARI SOLUSI SISTEM
INF-104 Matematika Diskrit
Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah February 13, 2012 Apakah Matematika Diskrit Itu? Matematika diskrit: cabang matematika yang mengkaji objek-objek diskrit. Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)?
PENGHITUNGAN VEKTOR-KHARAKTERISTIK SECARA ITERATIF MENGGUNAKAN TITIK TETAP BROUWER
J. Math. and Its Appl. ISSN: 829-65X Vol. 8, No. 2, November 2, 8 PENGHITUNGAN VEKTOR-KHARAKTERISTIK SECARA ITERATIF MENGGUNAKAN TITIK TETAP BROUWER Subiono Jurusan Matematika FMIPA Institut Teknologi
MENENTUKAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN MATRIKS INTERVAL TUGAS AKHIR
MENENTUKAN NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN MATRIKS INTERVAL TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains pada Jurusan Matematika oleh DEVI SAFITRI 10654004470 FAKULTAS
DIAGONALISASI MATRIKS HILBERT
Jurnal UJMC, Volume 3, Nomor 2, Hal 7-24 pissn : 2460-3333 eissn : 2579-907X DIAGONALISASI MATRIKS HILBERT Randhi N Darmawan Universitas PGRI Banyuwangi, randhinumeric@gmailcom Abstract The Hilbert matrix
Suatu Generalisasi Permainan Kombinatorik NIM dan Wythoff
Suatu Generalisasi Permainan Kombinatorik NIM dan Wythoff Syamsurijal ), Loeky Haryanto ), Armin Lawi ) Departemen Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan KM. Makassar, Indonesia
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Matriks 1. Pengertian Matriks Definisi II. A. 1 Matriks didefinisikan sebagai susunan segi empat siku- siku dari bilangan- bilangan yang diatur dalam baris dan kolom (Anton, 1987:22).
Nilai Eigen dan Vektor Eigen Universal Matriks Interval Atas Aljabar Max-Plus
Nilai Eigen dan Vektor Eigen Universal Matriks Interval Atas Aljabar Max-Plus Fitri Aryani 1, Tri Novita Sari 2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau e-mail: [email protected]
SOLUSI POSITIF DARI PERSAMAAN LEONTIEF DISKRIT
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 3 Hal. 103 108 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND SOLUSI POSITIF DARI PERSAMAAN LEONTIEF DISKRIT RASITA ANAS Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
DIAGONALISASI MATRIKS KOMPLEKS
Buletin Ilmiah Mat Stat dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No 3 (2015), hal 337-346 DIAGONALISASI MATRIKS KOMPLEKS Heronimus Hengki, Helmi, Mariatul Kiftiah INTISARI Matriks kompleks merupakan matriks
BARISAN SIMBOL DAN UKURAN INVARIAN FUNGSI MONOTON SEPOTONG-SEPOTONG KONTINU
BARISAN SIMBOL DAN UKURAN INVARIAN FUNGSI MONOTON SEPOTONG-SEPOTONG KONTINU Rinurwati Jurusan Matematika FMIPA-ITS Jl. Arif Rahman Hakim Surabaya 60 Abstract. Let g [0 ] [0] is piecewise continuous monotone
Materi 1: Teori Himpunan
Materi 1: Teori Himpunan I Nyoman Kusuma Wardana STMIK STIKOM Bali Himpunan (set) kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota. Terdapat beberapa cara
STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR DISKRIT LINIER POSITIF
Jurnal Matematika UNAND Vol. VI No. 1 Hal. 83 89 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND STABILISASI SISTEM DESKRIPTOR DISKRIT LINIER POSITIF LILI ANDRIANI Program Studi Magister Matematika,
(MS.3) SUBRUANG CONINVARIAN DARI MATRIKS KUADRAT KOMPLEKS
Seminar Nasional Statistika 2 November 20 Vol 2, November 20 (MS.3) SUBRUANG CONINVARIAN DARI MATRIKS KUADRAT KOMPLEKS Euis Hartini Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE
MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE Rini Pratiwi 1*, Rolan Pane 2, Asli Sirait 2 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika 2 Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu
Teori Himpunan Elementer
Teori Himpunan Elementer Kuliah Matematika Diskret Semester Genap 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U Januari 2016 MZI (FIF Tel-U) Himpunan Januari 2016 1 / 72 Acknowledgements
NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN disebut vektor eigen dari matriks A =
NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN >> DEFINISI NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Jika A adalah sebuah matriks n n, maka sebuah vektor taknol x pada R n disebut vektor eigen (vektor karakteristik) dari A jika Ax adalah
MATRIKS BENTUK KANONIK RASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN PEMBAGI ELEMENTER INTISARI
Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 6, No. (17), hal 7 34. MATRIKS BENTUK KANONIK RASIONAL DENGAN MENGGUNAKAN PEMBAGI ELEMENTER Ardiansyah, Helmi, Fransiskus Fran INTISARI Pada
SIFAT NILAI EIGEN MATRIKS ANTI ADJACENCY DARI GRAF SIMETRIK
Faktor Exacta 10 (2): 154-161, 2017 SIFAT NILAI EIGEN MATRIKS ANTI ADJACENCY DARI GRAF SIMETRIK NONI SELVIA [email protected] Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik,Matematika dan Ilmu Pengetahuan
II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bilangan Bulat Bilangan Bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan cacah dan negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga negatif dari bilangan
RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh
Muhammad Kukuh, Ruang RUANG FAKTOR Oleh : Muhammad Kukuh Abstraksi Pada struktur aljabar dikenal istilah grup faktor yaitu Jika grup dan N Subgrup normal G, maka grup faktor dengan operasi Apabila G ruang
INF-104 Matematika Diskrit
Teori Himpunan Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah February 25, 2015 Himpunan (set) adalah koleksi dari objek-objek yang terdefinisikan dengan baik. Terdefinisikan dengan baik dimaksudkan bahwa untuk sebarang
G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.
2. Grup Definisi 1.3 Suatu grup < G, > adalah himpunan tak-kosong G bersama-sama dengan operasi biner pada G sehingga memenuhi aksioma- aksioma berikut: a. operasi biner bersifat asosiatif, yaitu a, b,
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN Mata Kuliah : Aljabar Linear Kode / SKS : TIF-5xxx / 3 SKS Dosen : - Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini berisi Sistem persamaan Linier dan Matriks, Determinan, Vektor
Himpunan dari Bilangan-Bilangan
Program Studi Pendidikan Matematika STKIP YPM Bangko October 22, 2014 1 Khususnya dalam analisis, maka yang teristimewa penting adalah himpunan dari bilangan-bilangan riil, yang dinyatakan dengan R. Himpunan
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Untuk materi ini mempunyai 3 Kompetensi Dasar yaitu: Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar 2. Melakukan operasi
Fadly Ramadhan, Thresye, Akhmad Yusuf
ISSN: 978-44 Vol.0 No. (06) Hal.8-7 DETERMINAN MATRIKS DENGAN ELEMEN BILANGAN FIBONACCI ORDER- YANG DIGENERALISASI Fadly Ramadhan, Thresye, Akhmad Yusuf Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas
MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen
MATEMATIKA BISNIS Modul ke: DERET Fakultas Ekonomi Bisnis Muhammad Kahfi, MSM Program Studi Manajemen http://www.mercubuana.ac.id Konsep Barisan (sequence) adalah suatu susunan bilangan yang dibentuk menurut
BAB II LANDASAN TEORI. eigen dan vektor eigen, persamaan diferensial, sistem persamaan diferensial, titik
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini, akan dijelaskan landasan teori yang akan digunakan dalam bab selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung dan memperkuat tujuan penelitian. Landasan teori yang dimaksud
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pada bab ini dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari polinomial permutasi atas finite field.
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari polinomial permutasi atas finite field. Hal ini dimulai dengan memberikan pengertian dari group
BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas
BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan mengenai matriks (meliputi definisi matriks, operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas aljabar max-plus, dan penyelesaian
Super (a,d)-h- antimagic total covering of connected amalgamation of fan graph
Super (a,d)-h- antimagic total covering of connected amalgamation of fan graph S. Latifah 1,, I. H. Agustin 1,, Dafik 1,3 1 CGANT - University of Jember Mathematics Department - University of Jember 3
SOLUSI BILANGAN BULAT SUATU PERSAMAAN DIOPHANTINE MELALUI BILANGAN FIBONACCI DAN BILANGAN LUCAS ABSTRACT
SOLUSI BILANGAN BULAT SUATU PERSAMAAN DIOPHANTINE MELALUI BILANGAN FIBONACCI DAN BILANGAN LUCAS Bona Martua Siburian 1, Mashadi, Sri Gemawati 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Dosen Jurusan Matematika
Riset Operasi GAME THEORY. Evangs Mailoa, S.Kom., M.Cs.
Riset Operasi GAME THEORY Evangs Mailoa, S.Kom., M.Cs. Teori Permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai persaingan. Teori ini dikembangkan
Beberapa Sifat Operator Self Adjoint dalam Ruang Hilbert
Vol 12, No 2, 153-159, Januari 2016 Beberapa Sifat Operator Self Adjoint dalam Ruang Hilbert Firman Abstrak Misalkan adalah operator linier dengan adalah ruang Hilbert Pada operator linier dikenal istilah
Fungsi dan Limit Fungsi 23. Contoh 5. lim. Buktikan, jika c 0, maka
Contoh 5 Buktikan jika c 0 maka c c Analisis Pendahuluan Akan dicari bilangan 0 sedemikian sehingga apabila c untuk setiap 0. 0 c berlaku Perhatikan: c ( c)( c) c c c c Dapat dipilih c Bukti: c c c Ambil
I. Aljabar Himpunan Handout Analisis Riil I (PAM 351)
I. Aljabar Himpunan Aljabar Himpunan Dalam bab ini kita akan menyajikan latar belakang yang diperlukan untuk mempelajari analisis riil. Dua alat utama analisis riil, yakni aljabar himpunan dan fungsi,
Konstruksi Matriks NonNegatif Simetri dengan Spektrum Bilangan Real
J. Math. and Its Appl. ISSN: 189-605X Vol. 4, No. 1, May 007, 17 5 Konstruksi Matriks NonNegatif Simetri dengan Spektrum Bilangan Real Bambang Sugandi 1 dan Erna Apriliani 1 Jurusan Matematika, FMIPA Unibraw,
HUBUNGAN BILANGAN SEMPURNA DAN BILANGAN PRIMA FIBONACCI ABSTRACT
HUBUNGAN BILANGAN SEMPURNA DAN BILANGAN PRIMA FIBONACCI Revi Lestari 1, Sri Gemawati, M. Natsir 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika Dosen Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
MATRIKS BUJUR SANGKAR AJAIB ORDE GENAP KELIPATAN EMPAT MENGGUNAKAN METODE DURER
MATRIKS BUJUR SANGKAR AJAIB ORDE GENAP KELIPATAN EMPAT MENGGUNAKAN METODE DURER Fitri Aryani, Lutfiatul Ikromah Jurusan Matematika Fakultas Sains Teknologi, UIN SUSKA Riau Email: baihaqi_fatimah78@yahoocom
BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas tentang landasan teori yang digunakan pada bab selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi yang diuraikan berupa definisi-definisi
BAB I HIMPUNAN. Contoh: Himpunan A memiliki 5 anggota, yaitu 2,4,6,8 dan 10. Maka, himpunan A dapat dituliskan: A = {2,4,6,8,10}
BAB I HIMPUNAN 1 1. Definisi Himpunan Definisi 1 Himpunan (set) adalah kumpulan dari objek yang berbeda. Masing masing objek dalam suatu himpunan disebut elemen atau anggota dari himpunan. Tidak ada spesifikasi
MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR
MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains pada Jurusan Matematika Oleh: IRMA
KETERCAPAIAN DARI RUANG EIGEN MATRIKS ATAS ALJABAR MAKS-PLUS. 1. Pendahuluan
KETERCAPAIAN DARI RUANG EIGEN MATRIKS ATAS ALJABAR MAKS-PLUS Tri Anggoro Putro, Siswanto, Supriyadi Wibowo Program Studi Matematika FMIPA UNS Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas
Aljabar Linear Elementer
BAB I RUANG VEKTOR Pada kuliah Aljabar Matriks kita telah mendiskusikan struktur ruang R 2 dan R 3 beserta semua konsep yang terkait. Pada bab ini kita akan membicarakan struktur yang merupakan bentuk
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
PREVIEW KALKULUS TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Mahasiswa mampu: menyebutkan konsep-konsep utama dalam kalkulus dan contoh masalah-masalah yang memotivasi konsep tersebut; menjelaskan menyebutkan konsep-konsep
PENGANTAR MATEMATIKA DISKRIT DAN HIMPUNAN PERTEMUAN I
PENGANTAR MATEMATIKA DISKRIT DAN HIMPUNAN PERTEMUAN I oleh : Lisna Zahrotun, S.T, M.Cs [email protected] lisnazahrotun.tif.uad.ac.id 1 Penilaian : 1. UTS 25% 2. UAS 30% 3. Keaktifan 4. Praktikum
Bilangan Fibonacci dan Lucas dengan Subskrip Riil
Bilangan Fibonacci dan Lucas dengan Subskrip Riil A 17 Suzyanna Universitas Airlangga Fakultas Sains Dan Teknologi Departemen Matematika e-mail : [email protected] Abstrak Dalam makalah ini pengertian
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG
PENERAPAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ITERATIF MAKS-PLUS PADA MASALAH LINTASAN TERPANJANG oleh MIRA AMALIA M0113030 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS MODULES AND BASES OF FREE MODULES Dian Mardiani Pendidikan Matematika, STKIP Garut Garut, Indonesia [email protected] Abstrak Penelitian ini membahas beberapa
Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Definit Negatif Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift
Jurnal Penelitian Sains Volume 14 Nomer 1(A) 14103 Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Definit Negatif Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift Yuli Andriani Jurusan Matematika FMIPA,
KEBEBASAN LINEAR GONDRAN-MINOUX DAN REGULARITAS DALAM ALJABAR MAKS-PLUS
KEBEBASAN LINEAR GONDRAN-MINOUX DAN REGULARITAS DALAM ALJABAR MAKS-PLUS oleh ANNISA RAHMAWATI M0112010 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika
Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal
Vol. 9, No.1, 49-56, Juli 2012 Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal Nur Erawaty 1, Andi Kresna Jaya 1, Nirwana 1 Abstrak Misalkan D adalah daerah integral. Unsur tak nol yang bukan unit
BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Matriks Definisi 2.1 (Lipschutz, 2006): Matriks adalah susunan segiempat dari skalarskalar yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: Setiap skalar yang terdapat dalam
PERTEMUAN 5. Teori Himpunan
PERTEMUAN 5 Teori Himpunan Teori Himpunan Definisi 7: Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang terdfinisi dengan jelas Penyajian Himpunan 1. Enumerasi Enumerasi artinya menuliskan semua elemen (anggota)
POLINOMIAL KARAKTERISTIK MATRIKS DALAM ALJABAR MAKS-PLUS
POLINOMIAL KARAKTERISTIK MATRIKS DALAM ALJABAR MAKS-PLUS oleh MARYATUN M0112053 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika FAKULTAS MATEMATIKA
PERMANEN DAN DOMINAN SUATU MATRIKS ATAS ALJABAR MAX-PLUS INTERVAL
PERMANEN DAN DOMINAN SUATU MATRIKS ATAS ALJABAR MAX-PLUS INTERVAL Siswanto Jurusan Matematika FMIPA UNS [email protected] Abstrak Misalkan R himpunan bilangan real. Aljabar Max-Plus adalah himpunan
BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai definisi-definisi dan teorema-teorema
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai definisi-definisi dan teorema-teorema yang akan menjadi landasan untuk pembahasan pada bab III nanti, di antaranya model matematika penyebaran penyakit,
BAB 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR
BAB 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR MATERI A. Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak A. PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN YANG MEMUAT NILAI MUTLAK Dalam matematika, sesuatu yang nilainya selalu positif
Sistem Bilangan Riil
Sistem Bilangan Riil Pendahuluan Kalkulus didasarkan pada sistem bilangan riil dan sifat-sifatnya. Sistem bilangan riil adalah himpunan bilangan riil yang disertai operasi penjumlahan dan perkalian sehingga
Super (a,d)-h-antimagic Total Covering of Connected Semi Jahangir Graph
Super (a,d)-h-antimagic Total Covering of Connected Semi Jahangir Graph Diana Hardiyantik 1,, Ika Hesti A. 1,, Dafik 1,3 1 CGANT - University of Jember Mathematics Departement - University of Jember 3
MENGHITUNG DETERMINAN MATRIKS MENGGUNAKAN METODE SALIHU
MENGHITUNG DETERMINAN MATRIKS MENGGUNAKAN METODE SALIHU DENGAN Andi Bahota 1*, Aziskhan 2, Musraini M. 2 1 Mahasiswa Program Studi S1 Matematika 2 Dosen JurusanMatematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Daftar Isi 5. DERET ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB September 26, 2011
(Semester I Tahun 2011-2012) Dosen FMIPA - ITB E-mail: [email protected]. September 26, 2011 Diberikan sejumlah terhingga bilangan a 1,..., a N, kita dapat menghitung jumlah a 1 + + a N. Namun,
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta Bahan Ajar: BAB POKOK BAHASAN I MODUL ATAS RING Direncanakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aljabar Matriks 2.1.1 Definisi Matriks Matriks adalah suatu kumpulan angka-angka yang juga sering disebut elemen-elemen yang disusun secara teratur menurut baris dan kolom sehingga
1 INDUKSI MATEMATIKA
1 INDUKSI MATEMATIKA Induksi Matematis Induksi matematis merupakan teknik pembuktian yang baku di dalam matematika. Melalui induksi matematis maka dapat mengurangi langkah-langkah pembuktian bahwa semua
2. Sinyal Waktu-Diskret dan Sistemnya
2.1 Sinyal Waktu-Diskret Sinyal waku diskret x(n) : 2. Sinyal Waktu-Diskret dan Sistemnya Sinyal waktu diskret didefinisikan untuk setiap nilai n integer untuk - < n
KONSTRUKSI BARISAN HITUNG SERAGAM SEIMBANG BERBASIS BARISAN TRANSISI KODE GRAY
Jurnal Wahana Matematika Sains, Volume 10, Nomor 1, April 2016 34 KONSTRUKSI BARISAN HITUNG SERAGAM SEIMBANG BERBASIS BARISAN TRANSISI KODE GRAY N. D. Sintiari, I. N. Suparta, D. Waluyo Jurusan Pendidikan
BAB 2 OPTIMISASI KOMBINATORIAL. Masalah optimisasi merupakan suatu proses pencarian varibel bebas yang
BAB 2 OPTIMISASI KOMBINATORIAL 2.1 Masalah Model Optimisasi Kombinatorial Masalah optimisasi merupakan suatu proses pencarian varibel bebas yang memenuhi kondisi atau batasan yang disebut kendala dari
SOLUSI NON NEGATIF MASALAH NILAI AWAL DENGAN FUNGSI GAYA MEMUAT TURUNAN
SOLUSI NON NEGATIF MASALAH NILAI AWAL DENGAN FUNGSI GAYA MEMUAT TURUNAN Muhafzan Jurusan Matematika Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas Kampus Unand Limau Manis Pag 25163 email:
