Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

dokumen-dokumen yang mirip
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

A. Pengantar B. Tujuan Pembelajaran Umum C. Tujuan Pembelajaran Khusus D. Materi Pelajaran Pendahuluan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen II) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika

RINGKASAN MATERI SUDUT DAN PENGUKURAN SUDUT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMP dan MTs Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII (Tujuh) Semester : 2 (Dua)

LAMPIRAN 1-5 TERPISAH ADA DI EXEL

SILABUS PEMELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi. Menjelaskan jenisjenis. berdasarkan sisisisinya. berdasarkan besar sudutnya

STANDAR KOMPETENSI IPS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Kontrol) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika. Jumlah Pertemuan : 2 x Pertemuan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL (RPP 1) : SMP Negeri 1 Terbanggi Besar. Kelas / Semester : VIII / 2 : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen II) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Kontrol) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika. Jumlah Pertemuan : 2 x Pertemuan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen II) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika

360 putaran. Ukuran sudut yang lebih kecil dari derajat adalah menit ( ) dan detik ( )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Lampiran 1. Jadwal Penelitian. Lampiran 1.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian. Lampiran 2. RPP dan LKS. Lampiran 2.1 RPP Kelompok Eksperimen 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MEDIA POWER POINT Nama Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Matematika Kelas : VII (Tujuh) Semester : 2 (Dua)

LAMPIRAN V RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen I) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I. : 4 x 35 menit (2x pertemuan)

Sesi Perdagangan Pasar Saat ini Setelah Perubahan Sesi Pra-Pembukaan Reguler s.d s.d Sesi I

Kajian Matematika SMP Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd Semester/Kelas : 3A3 Tanggal Pengumpulan : 14 Desember 2015

D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (Kelas Eksperimen I) Nama Sekolah : SMP N 2 Kubung Mata Pelajaran : Matematika

Lampiran 1 : Refleksi Pembelajaran Pra Siklus REFLEKSI PEMBELAJARAN PRA SIKLUS

Lampiran 1. RPP Siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Daftar Nilai Ketuntasan Siswa Pra Siklus No Nama KKM Nilai Keterangan 1 Era Susanti Tuntas 2 Nuri Safitri Belum Tuntas 3 Aldo Kurniawan

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA KISI-KISI ULANGAN KENAIKAN KELAS (SEMESTER GENAP) TAHUN PELAJARAN 2012/2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1. Kisi-Kisi Soal Pretest

34 LAMPIRAN - LAMPIRAN

HUBUNGAN SATUAN PANJANG DENGAN DERAJAT

1 Lembar Kerja Siswa LKS 1

IKIP BUDI UTOMO MALANG GEOMETRI HAND OUT 2

Modul 2 SEGITIGA & TEOREMA PYTHAGORAS

TABEL NILAI HASIL BELAJAR AWAL

HIMPUNAN (I)

Lampiran 1.1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 1)

SURAT KETERANGAN Nomor: 421/80/2011

LAMPIRAN 1 RANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri I Kedungrejo

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SILABUS PEMELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi. Tes tertulis

Geometri Dimensi Dua

GARIS DAN SUDUT. (Materi SMP Kelas VII Semester1)

SILABUS PEMELAJARAN Sekolah : SMP Negeri 1 Poncol Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : II (dua) GEOMETRI

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU RAYON 44 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Materi Gaya Melalui Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Siswa Kelas

BAB JENIS DAN BESAR SUDUT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : VIII (Delapan) : Mengidentifikasi faktor suku aljabar bentuk selisih dua kuadrat

47

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

CATATAN OBSERVASI PENDAHULUAN

KISI-KISI INSTRUMEN AKTIVITAS BELAJAR SISWA. No Jenis Aktivitas Aspek yang dinilai

Lampiran 1: Surat Keterangan dari Sekolah

LATIHAN SOAL UTS BAB HIMPUNAN Oleh : Ghelvinny, S.Si (SMPN 199 Jakarta)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus sebagaimana

Siswa menyelesaikan soal-soal prasyarat pada modul.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (KELAS EKSPERIMEN II) : VII (Tujuh)

LAMPIRAN 1 Surat Ijin Uji Validitas

43 LAMPIRAN - LAMPIRAN

TABEL NILAI HASIL BELAJAR AWAL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B O 14. Jika A dan B bertolak belakang maka nilai x pada A =(4x+8) 0 dan B= (6x- 22) 0 adalah...

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SIKLUS 1. Kelas/Semester : VI/ 2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit ( 2 X Pertemuan )

REFLEKSI I. Mata Pelajaran : Matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM SOLVING LEARNING BERBASIS DISCOVERY PADA KELAS VII

DAFTAR NILAI PRETEST DAN POSTTEST KELAS EKSPERIMEN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SOAL PRA SIKLUS. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d didepan jawaban yang paling benar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada pelajaran matematika kelas empat pokok

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : VIII (Delapan) : Operasi pecahan pada bentuk aljabar

Relasi dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu :

INSTRUMEN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

datar Belah ketupat. 2. Menentukan keliling dan luas bangun datar Belah

Transkripsi:

LAMPIRAN 1

40

LAMPIRAN 2 41

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaan : Matematika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Sekolah : SMP Negri 3 Mojolaban Kelas / Semester : VII / II Materi Pokok : Geometri ( Sudut ) Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Standar Kompetensi :Memahami hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut, serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar : Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut. Indikator : Mengenal satuan sudut yang sering digunakan Mengukur besar sudut dengan busur derajat Menjelaskan perbedaan jenis sudut (siku-siku, lancip, tumpul) A. Tujuan pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan satuan sudut yang sering digunakan 2. Siswa dapat mengukur besar sudut dengan menggunakan busur derajat 3. Siswa dapat membedakan jenis-jenis sudut B. Karakteristik siswa yang diharapkan 1. Disiplin 2. Rasa hormat 3. Tekun 4. Tanggung jawab 42

C. Materi pembelajaran 1. Hubungan antara dua sudut 2. Mengukur besar sudut 3. Jenis-jenis sudut D. Model Pembelajaran Problem Posing tipe post solution posing E. Metode pembelajaran (Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi, Pemberian tugas) F. Langkah-langkah pembelajaran ; Pendahuluan : Appersepsi : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut Kegiatan inti : Eksplorasi a. Guru memfasilitasi siswa agar terjadi interaksi siswa dengan guru Guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang membentuk sudut yang ada di ruang kelas. b. Guru melakukan introduksi bahwa banyak bentuk-bentuk dalam kehidupan sehari-hari yang berbentuk sudut. Elaborasi a. Mengajak siswa untuk mengingat kembali tentang sudut dan cara mengukur sudut dengan busur derajat. - Sudut adalah bentuk atau bangun yang terjadi dari dua sinar yang bersekutu pada pangkalnya, dan alat yang

digunkan untuk mengukur besar sudut adalah busur derajat. b. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara mengukur sudut dengan menggunakan busur derajat. - Guru memerintahkan kepada siswa untuk memperhatikan. Pada gambar menunjukan cara mengukur sudut BAC = 40 o. titik sudut A berimpit dengan titik tengah garis hubung 0-180. Kaki sudut AB berimpit dengan garis hubung 0-180 dan menunjuk angka 0 pada garis hubung, kaki sudut AC menunjuk angka 40. - G uru memberikan satu contoh soal lagi, sisa diperintahkan untuk membuat sudut 70 o. c. Siswa diminta untuk membuat 1 atau 2 pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan pernyataan yang dibuat guru. - Pada pembuatan soal oleh siswa siswa diarahkan untuk membuat soal yang besar sudutnya lebih dari 90 o. d. Guru menjelaskan tentang jenis-jenis sudut. - - Sudut lancip, yaitu sudut yng besarnya antara 0 o 90 o. Sudut siku-siku, yaitu sudut yang besarnya 90 o. 44

- - - - Sudut tumpul, yaitu sudut yang besarnya antara 90 o 180 o. Sudut lurus, yaitu sudut yang besarnya 180 o. Sudut refleks, yaitu sudut yang besarnya antara 180 o 360 o. Sudut putaran penuh, yaitu sudut yang besarnya 360 o. Komfirmasi a. Guru menyuruh secara acak satu orang siswa untuk menyajikan soal temuannya didepan kelas.. b. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan tentang jenis-jenis sudut. c. Siswa mengerjakan soal latihan pada modul yang diberikan. Penutup : 1. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman 2. Siswa dan guru melakukan refleksi 3. Guru memberikan PR G. Alat dan Sumber Belajar : Modul, penggaris, busur derajat, lembar kegiatan siswa. H. Penilaian : Teknik : Tes Tulis Bentuk Instrumen : Uraian Instrumen 45

2. Gambarlah sudut-sudut di bawah ini! a. Sudut 30 o b. Sudut 150 o c. Sudut 135 o 3. Sebutkan Jenis Sudut pada soal No 2? 46

LAMPIRAN 3 47

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaan : Matematika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Sekolah : SMP Negri 3 Mojolaban Kelas / Semester : VII / II Materi Pokok : Geometri ( Sudut ) Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Standar Kompetensi :Memahami gabungan garis dengan garis, garis dengan sudut serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar : Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.. Indikator : Mengenal satun sudut dalam konversi satuan waktu Menjumlahkan dan mengurangkan sudut I. Tujuan pembelajaran : 4. Siswa dapat mengenal satuan sudut dalam konversi waktu 5. Siswa dapat menjumlahkan dan mengurangkan sudut dalam konversi satuan waktu yang ditentukan. J. Karakteristik Siswa yang Diharapkan 1. Disiplin 2. Rasa hormat 3. Tekun 4. Tanggung jawab K. Materi Pembelajaran Menjumlahkan dan mengurangkan sudut L. Model Pembelajaran Problem Posing tipe post solution posing M. Metode pembelajaran (Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi, Pemberian tugas) N. Langkah-langkah pembelajaran ; Pendahuluan : Appersepsi : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut Kegiatan inti : Eksplorasi c. Guru memfasilitasi siswa agar terjadi interaksi siswa dengan guru 48

- Guru meminta siswa untuk menyebutkan konversi pada satuan waktu. - Guru menjelaskan beberapa satuan sudut yang akan dipelajari yaitu derajat, menit, dan detik. Elaborasi a. Guru menjelaskan beberapa satuan sudut dalam satuan konversi satuan waktu. 1 derajat = 60 menit, ditulis 1 o = 60 1 menit = 60 detik, ditulis 1 = 60 b. Dengan memberikan contoh soal guru menjelaskan bagaimana cara menyelesaiakan soal yang berkaitan satuan sudut dalam konversi satuan waktu. Contoh : 1 45 o =... Penyelesaian: 1 o = 60 Maka 45 o = 45 x 60 = 2.700 4. 7,25 o =... Penyelesaan: 1 o = 60 Maka 7,25 o = 7,25 x 60 = 435 5. =... Penyelesaian: 1 o = 60 1 = 60 maka x 60 = = x (60 x 60 ) = 74.700. c. Siswa diminta untuk membuat 1 atau 2 pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan pernyataan yang dibuat guru. Dengan pengarahan dari guru siswa diharapkan membuat soal yang berfariatif. Misalnya satuan awalnya dari menit diubah ke derajat. 49

d. Guru memberikan contoh soal mengenai penjumlahan dan pengurangan sudut. Contoh: 1. 15 0 + 30 =... 0 Penyelesaian: 15 0 +30 = 15 0 + =15 0 + = 2. 7 0 + 45-40 = Penyelesaian: 7 0 + 45-40 = (7 x 60) + (45 x 60) 40 = (420 x 60) + 2.700 40 = 25.200 + 2.700 40 = 27.860 e. Guru memerintahkan siswa untuk membuat soal tentang penjumlahan dan pengurangan sudut yang serupa dengan contoh soal. - Jika diketahui a = 5 0, b = 30, dan c = 90 Hitunglah... siswa diarahkan untuk menentukan sendiri satuan yang ingin dijadikan. Komfirmasi a. Guru menyuruh secara acak satu orang siswa untuk menyajikan soal temuannya didepan kelas. b. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan pembelajaran tentang satuan sudut dalan konversi satuan waktu c. Siswa mengerjakan soal latihan pada modul yang diberikan. Penutup : a. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman b. Siswa dan guru melakukan refleksi O. Alat dan Sumber Belajar : Modul, lembar kegiatan siswa. P. Penilaian : Teknik : Tes Tulis Bentuk Instrumen : Uraian 1. Hitunglah! a. 6 0 + 45 + 90 =... 0 b. 3 0 72 + 50 =... 50

c. 9 0 90 240 =... 2. Jika a = 12 0, b = 25, dan c = 60 Maka hitunglah penjumlahan dan pengurangan berikut! a. 5a 2b + 2c =... b. 3a + 2b 5c =... 51

LAMPIRAN 4 52

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaan : Matematika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Sekolah : SMP Negri 3 Mojolaban Kelas / Semester : VII / II Materi Pokok : Geometri ( Sudut ) Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Standar Kompetensi :Memahami gabungan garis dengan garis, garis dengan sudut serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar : Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.. Indikator : Memahami sudut-sudut yang saling berkomplemen atau berpenyiku. Q. Tujuan pembelajaran : 6. Siswa dapat menyelesaiakn soal yang berhubungan dengan sudut yang saling berkomplemen. 7. Siswa dapat menyelesaiakn soal persamaan yang berhubungan dengan sudut yang saling berkomplemen. R. Karakteristik Siswa yang Diharapkan 5. Disiplin 6. Rasa hormat 7. Tekun 8. Tanggung jawab S. Materi Pembelajaran Sudut berkomplemen 53

T. Model Pembelajaran Problem Posing U. Metode pembelajaran (Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi, Pemberian tugas) V. Langkah-langkah pembelajaran ; Pendahuluan : Appersepsi : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut Kegiatan inti : Eksplorasi d. Guru memfasilitasi siswa agar terjadi interaksi siswa dengan guru Elaborasi - Guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang membentuk sudut siku-siku. - Guru menjelaskan dua sudut yang saling berkomplemen atau saling berpenyiku a. Guru menjelaskan sudut yang saling berpenyiku. Sudut BAC adalah sudut siku-siku dengan x 0 + y 0 = 90 0. Dua sudut yang jumlahnya 90 0 disebut saling berpenyiku. Dalam hal ini, x 0 adalah penyiku y 0 dan sebaliknya y 0 adalah penyiku x 0. b. Dengan memberikan contoh soal guru menjelaskan bagaimana cara menyelesaiakan soal yang berkaitan sudut yang sasaling berpnyiku. 54

Contoh : 1. Penyiku 10 0 adalah 90 o - 10 o = 80 0 2. Komplemen 30 0 adalah 90 0 30 0 = 60 0 3. Perhatikan gambar! dari gambar diatas bentuklah persamaan dari x, kemudian carilah nilai x penyelesaian: 2x 0 + 2x 0 + 2x 0 = 90 0 6x 0 = 90 0 X 0 = 0 = 15 0 f. Siswa diminta untuk membuat 1 atau 2 pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan pernyataan yang dibuat guru. Dengan pengarahan dari guru siswa diharapkan membuat soal yang berfariatif. Komfirmasi d. Guru menyuruh secara acak satu orang siswa untuk menyajikan soal temuannya didepan kelas. e. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan pembelajaran tentang satuan sudut dalan konversi satuan waktu f. Siswa mengerjakan soal latihan pada modul yang diberikan. 55

Penutup : c. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman d. Siswa dan guru melakukan refleksi W. Alat dan Sumber Belajar : Modul, lembar kegiatan siswa. X. Penilaian : Teknik : Tes Tulis Bentuk Instrumen : Uraian 1. Hitunglah komplemen dari sudut yang besarnya: a. 16 0 b. 49 0 c. 27 0 d. 45 0 e. 57 0 2. Bentuklah persamaan dari x, kemudian cari nilai x! 56

LAMPIRAN 5 57

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaan : Matematika Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Sekolah : SMP Negri 3 Mojolaban Kelas / Semester : VII / II Materi Pokok : Geometri ( Sudut ) Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Standar Kompetensi :Memahami gabungan garis dengan garis, garis dengan sudut serta menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar : Menentukan hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.. Indikator : Memahami sudut-sudut yang saling bersuplemen atau berpelurus. Memahami sudut-sudut yang saling bertolak belakang Y. Tujuan pembelajaran : 8. Siswa dapat menyelesaiakn soal yang berhubungan dengan sudut yang saling bersuplemen. 9. Siswa dapat menyelesaiakn soal persamaan yang berhubungan dengan sudut yang saling bersuplemen. 10. Siswa dapat menyelesaikan soal yang berhubungan dengan sudut bertolak belakang Z. Karakteristik Siswa yang Diharapkan 9. Disiplin 10. Rasa hormat 11. Tekun 12. Tanggung jawab Å. Materi Pembelajaran Sudut bersuplemen Ä. Model Pembelajaran Problem Posing Ö. Metode pembelajaran (Demonstrasi, Tanya jawab, Diskusi, Pemberian tugas) AA. Langkah-langkah pembelajaran ; Pendahuluan : Appersepsi : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut 58

Kegiatan inti : Eksplorasi e. Guru memfasilitasi siswa agar terjadi interaksi siswa dengan guru - Guru meminta siswa untuk menyebutkan benda-benda yang membentuk sudut. - Guru menjelaskan dua sudut yang saling bersuplemen dan bertolak belakang Elaborasi A. Guru menjelaskan sudut yang saling berpelurus. Perhatikan gambar bawah ini! Pada gambar sudut CAB adalah suudut lurus dengan x 0 + y 0 = 180 0. Dua sudut yang jumlahnya 180 0 disebut saling berpelurus. Dalam hal ini, x 0 adalah pelurus y 0 dan sebaliknya y 0 adalah pelurus x 0. c. Dengan memberikan contoh soal guru menjelaskan bagaimana cara menyelesaiakan soal yang berkaitan sudut yang saling berpelurus. Contoh : 1. Pelurus 60 0 adalah 120 0 2. Suplemen 50 0 adalah 130 0 g. Siswa diminta untuk membuat 1 atau 2 pertanyaan beserta jawabannya berdasarkan pernyataan yang dibuat guru. 1. Buat soal dengan penyelesaiannya yang serupa dengan contoh di atas! 2. a. Dari gambar diatas jika diketahui nilai y = 37 0 maka tentukan nilai x! b. Tentukan sendiri nilai x dan y sehingga nilai x dan y saling berpelurus 59

B. Sudut Bertolak Belakang Perhatikan gambar diatas!pada gambar ruas garis BD berpotingan dengan ruas garis CE di titik A. Pada gambar tersebut, terdapat dua pasang sudut yang bertolak belakang, yaitu: 1. Sudut CAD dengan sudut BAE 2. Sudut BAC dengan sudut DAE 3. Besar sudut-sudut yang bertolak belakang adalah sama, yaitu: Sudut CAE = Sudut BAE dan sudut BAC = sudut DAE Contoh: Bila dari gambar diatas diketahui sudut BAC = 120 0 maka tentukanlah: Besar sudut CAD. Penyelesaian: Diketahui sudut BAC = 120 0 Maka besar sudut BAC = sudut... Sudut EAD merupakan pelurus dari sudut... Maka besar sudut EAD =... Karena sudut CAD bertolak belakang dengan sudut EAD, maka besar sudut CAD...sudut EAD. 60

Maka besar sudut CAD =... Komfirmasi g. Guru menyuruh secara acak satu orang siswa untuk menyajikan soal temuannya didepan kelas. h. Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan pembelajaran tentang satuan sudut berpelurus dan sudut bertolak belakang. i. Siswa mengerjakan soal latihan pada modul yang diberikan. Penutup : e. Dengan bimbingan guru siswa membuat rangkuman f. Siswa dan guru melakukan refleksi BB. Alat dan Sumber Belajar : Modul, lembar kegiatan siswa. CC. Penilaian : Teknik : Tes Tulis Bentuk Instrumen : Uraian 1. Dari gambar disamping tentukanlah jika: a. Nilai y, bila x = 129 0 b. Nilai x dan y, bila x = 2y c. Nilai x dan y, bila 2x = 3y 2. Dari gambar di atas jika diketahui sudut BAE = 30 0 Maka tentukalah: a. Besar sudut DAE b. Besar sudut DAC c. Besar sudut CAB 61

LAMPIRAN 6 62

Pengertian Sudut, mengukur sudut dengan busur derajat, jenis-jenis sudut B. Mengukur Sudut Perhatikan Gambar Pada gambar menunjukan cara mengukur sudut BAC = 40 o. titik sudut A berimpit dengan titik tengah garis hubung 0-180. Kaki sudut AB berimpit dengan garis hubung 0-180 dan menunjuk angka 0 pada garis hubung, kaki sudut AC menunjuk angka 40. Contoh Buat sudut 70 o dengan menggunakan busur derajat. 63

1. Buat ruas garis AB 2. Letakan busur derajat seperti berikut Titik A berimpit dengan titik tengah garis hubung 0-180 Ruas garis AB berimpit dengan garis hubung 0-180 Ruas garis AB menunjukan nomor 0 bagian dalam 3. Tentukan titik C sehingga ruas garis AC menunjukan angka 70 bagian dalam 4. Hubungkan titik A dan titik C dengan sebuah garis lurus Aktifitas siswa 1. Buat soal yang bervariatif dengan penyelesaiannya yang serupa dengan contoh soal diatas! 64

65

LEMBAR KERJA SISWA 2. Gambarlah sudut-sudut di bawah ini! d. Sudut 30 o e. Sudut 150 o f. Sudut 135 o 3. Sebutkan jenis-jenis sudut pada no 2! 66

LAMPIRAN 7 67

Mengenal Satuan Sudut B. Mengenal Satuan Sudut Beberapa satuan sudut yang akan kita pelajari adalah derajat, menit, detik. Contoh : 1. 45 o = 45 x 60 = 2.700 2. 7,25 o = 7,25 x 60 = 435 1 derajat = 60 menit, ditulis 1 o = 60 1 menit = 60 detik, ditulis 1 = 60 3. = x 60 = = x (60 x 60 ) = 74.700 Aktifitas siswa Buat soal dan penyelesaian yang serupa denga contoh soal diatas! C. Penjumlahan dan Pengurangan Sudut. Contoh 1. 15 0 + 30 =... 0 2. 7 0 + 45-40 = Penyelesaian: 1. 15 0 +30 = 15 0 + =15 0 + = 2. 7 0 + 45-40 = (7 x 60) + (45 x 60) 40 = (420 x 60) + 2.700 40 = 25.200 + 2.700 40 68

= 27.860 Aktifitas Siswa 1. Buat soal tentang penjumlahan dan pengurangan sudut yang sesuai dengan contoh di atas. 2. Jika diketahui a = 5 0, b = 30, dan c = 90 Hitunglah... LEMBAR KERJA SISWA 1. Hitunglah! a. 6 0 + 45 + 90 =... 0 b. 3 0 72 + 50 =... c. 9 0 90 240 =... 2. Jika a = 12 0, b = 25, dan c = 60 Maka hitunglah penjumlahan dan pengurangan berikut! b. 5a 2b + 2c =... c. 3a + 2b 5c =... 69

LAMPIRAN 8 70

SUDUT berpenyiku A. Sudut-sudut yang saling berpenyiku (komplemen) Perhatikan gambar di bawah ini! Sudut BAC adalah sudut siku-siku dengan x 0 + y 0 = 90 0. Dua sudut yang jumlahnya 90 0 disebut saling berpenyiku. Dalam hal ini, x 0 adalah penyiku y 0 dan sebaliknya y 0 adalah penyiku x 0. Contoh: 1. Penyiku 10 0 adalah 80 0 2. Komplemen 30 0 adalah 60 0 3. Perhatikan gambar! dari fambar diatas bentuklah persamaan dari x, kemudian carilah nilai x penyelesaian: 2x 0 + 2x 0 + 2x 0 = 90 0 6x 0 = 90 0 X 0 = 0 = 15 0 71

Aktifitas siswa 1. Buat soal dan penyelesaianya yang serupa dengan contoh di atas! 2. Perhatikan gambar berikut c. Jika dari gambar diketahui nilai y = 40 0 Tentukan nilai x d. Tentukan sendiri nilai x dan y sehingga nilai x dan y saling berpenyiku LEMBAR KERJA SISWA 1. Hitunglah komplemen dari sudut yang besarnya: a. 16 0 b. 49 0 c. 27 0 d. 45 0 e. 57 0 2. Bentuklah persamaan dari x, kemudian cari nilai x! 72

LAMPIRAN 9 73

SuDUt berpelurus dan sudut bertolak belakang A. Sudut-sudut yang saling berpelurus (suplemen) Perhatikan gambar bawah ini! Pada gambar sudut CAB adalah suudut lurus dengan x 0 + y 0 = 180 0. dua sudut yang jumlahnya 180 0 disebut saling berpelurus. Dalam hal ini, x 0 adalah pelurus y 0 dan sebaliknya y 0 adalah pelurus x 0. Contoh: 3. Pelurus 60 0 adalah 120 0 4. Suplemen 50 0 adalah 130 0 Aktifitas siswa 3. Buat soal dengan penyelesaiannya yang serupa dengan contoh di atas! 4. a. Dari gambar diatas jika diketahui nilai y = 37 0 maka tentukan nilai x! b. Tentukan sendiri nilai x dan y sehingga nilai x dan y saling berpelurus 74

B. Sudut bertolak belakang Perhatikan gambar diatas!pada gambar ruas garis BD berpotingan dengan ruas garis CE di titik A. Pada gambar tersebut, terdapat dua pasang sudut yang bertolak belakang, yaitu: 1. Sudut CAD dengan sudut BAE 2. Sudut BAC dengan sudut DAE Besar sudut-sudut yang bertolk belakang adalah sama, yaitu: Sudut CAE = Sudut BAE dan sudut BAC = sudut DAE Contoh: Bila dari gambar diatas diketahui sudut BAC = 120 0 maka tentukanlah: Besar sudut CAD. Penyelesaian: Diketahui sudut BAC = 120 0 Maka besar sudut BAC = sudut... Sudut EAD merupakan pelurus dari sudut... Maka besar sudut EAD =... 75

Karena sudut CAD bertolak belakang dengan sudut EAD, maka besar sudut CAD...sudut EAD. Maka besar sudut CAD =... LEMBAR KERJA SISWA 1. jika: Dari gambar disamping tentukanlah 2. a. Nilai y, bila x = 129 0 b. Nilai x dan y, bila x = 2y c. Nilai x dan y, bila 2x = 3y Dari gambar di atas jika diketahui sudut BAE = 30 0 Maka tentukalah: d. Besar sudut DAE e. Besar sudut DAC f. Besar sudut CAB 76

LAMPIRAN 10 77

Contoh pekerjaan yang dikerjakan siswa 78

79

80

81

LAMPIRAN 11 82

Soal Pra Siklus 1. Diketahui : A = {0,1,3,6,10} B = {0,2,4,6,8,10} C = {2,3,4,5,6,7} Tentukanlah: a. b. 2. Dengan memperhatikan Diagram Venn diatas lengkapilah titik-titik Berikut A =... B =... A U B =... 3. Diketahui : S = {0,1,2,3,,15} A = {1,3,5,,13} B = {4,6,8,,14} C = {2,3,5, 13} Tentukanlah: a. A B b. (A B) C 4. Diketahui : S = {0,1,2,3, 10} A = {2,4,6,8,10} dan B = {3,5,7,8} Tentukan : a. A dan B b. 5. Dari 50 anak tercatat 35 anak gemar music, 30 anak gemar olah raga, dan 21 anak gemar keduanya. Jika M adalah himpunan yang gemar music dan O adalah himpunan anak yang gemar olah raga, tentukan : a. Banyak anak yang gemar musik saja; b. Banyak anak yang gemar olah raga saja; c. Banyak anak yang gemar keduanya; 83

LAMPIRAN 12 84

Soal tes siklus 1 1. Ukurlah besar sudut di bawah ini dengan menggunakan busur derajat! 2. Gambarlah sudut sudut di bawah ini dan tentukan jenis sudutnya! 3. Jenis sudut apakah masing-masing di bawah ini! 4. Hitunglah SELAMAT MENGERJAKAN 85

LAMPIRAN 13 86

Soal tes siklus 2 1. Tentukan penyiku atau komplemen sudut dibawah ini! a. 19 o b. 68 o c. 57 o 2. Tentukan nilai x dibawah ini! 3. Perhatikan gambar! Dari gambar di atas tentukan nilai x dan y, jika 4x=5y 4. Tentuka nilai x dari gambar di bawah ini! 5. Perhatikan gambar! Bila diketahui sudut BAC = 120 o, tentukan besar sudut CAD! 87

LAMPIRAN 14 88

Analisa Hasil Pra siklus Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Himpunan Kelas / Semester : VIID / II 89 Tuntas Ya Tida k No Nama Jenkel Nilai 1 A L 40 2 B L 55 3 C L 40 4 D L 35 5 E L 40 6 F L 55 7 G P 50 8 H L 35 9 I L 65 10 J P 35 11 K L 35 12 L P 85 13 M L 70 14 N L 35 15 O P 65 16 P P 40 17 Q L 55 18 R P 85 19 S P 90 20 T L 25 21 U L 70 22 V P 65 23 W L 35 24 X P 85 25 Y P 50 26 Z L 65 27 AA L 20 28 BB P 80

29 CC L 40 30 DD L 30 31 EE P 85 32 FF P 55 33 GG P 40 34 HH P 80 35 II P 100 36 JJ P 50 37 KK P 70 38 LL L 75 39 MM L 40 40 NN L 30 Hasil Analisis pra siklus 1. Jumlah seluruh siswa : 40 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 16 3. Prosentase jumlah siswa yang tuntas belajar : : 40% 4. Ketuntasan klasikal : Tidak 90

LAMPIRAN 15 91

Analisa Hasil Siklus 1 Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Garis dan Sudut Kelas / Semester : VIID / II 92 Tuntas Ya Tida k No Nama Jenkel Nilai 1 A L 55 2 B L 67 3 C L 63 4 D L 57 5 E L 73 6 F L 67 7 G P 50 8 H L 33 9 I L 83 10 J P 67 11 K L 57 12 L P 50 13 M L 83 14 N L 40 15 O P 83 16 P P 67 17 Q L 73 18 R P 50 19 S P 83 20 T L 33 21 U L 70 22 V P 83 23 W L 57 24 X P 83 25 Y P 57 26 Z L 83 27 AA L 33 28 BB P 50 29 CC L 73 30 DD L 33

31 EE P 50 32 FF P 50 33 GG P 100 34 HH P 63 35 II P 50 36 JJ P 67 37 KK P 83 38 LL L 100 39 MM L 33 40 NN L 67 Hasil Analisis siklus 1 1. Jumlah seluruh siswa : 40 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 22 3. Prosentase jumlah siswa yang tuntas belajar : : 55% 4. Ketuntasan klasikal : Tidak 93

LAMPIRAN 16 94

Analisa Hasil Siklus 2 Mata Pelajaran : Matematika Pokok Bahasan : Garis dan Sudut Kelas / Semester : VIID / II 95 Tuntas Ya Tida k No Nama Jenkel Nilai 1 A L 80 2 B L 60 3 C L 56 4 D L 51 5 E L 68 6 F L 75 7 G P 46 8 H L 46 9 I L 85 10 J P 68 11 K L 55 12 L P 70 13 M L 86 14 N L 46 15 O P 65 16 P P 73 17 Q L 50 18 R P 70 19 S P 65 20 T L 46 21 U L 78 22 V P 100 23 W L 80 24 X P 63 25 Y P 85 26 Z L 60 27 AA L 46 28 BB P 78 29 CC L 75 30 DD L 60

31 EE P 86 32 FF P 68 33 GG P 76 34 HH P 75 35 II P 100 36 JJ P 80 37 KK P 73 38 LL L 85 39 MM L 81 40 NN L 61 Hasil Analisis siklus 2 1. Jumlah seluruh siswa : 40 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar : 31 3. Prosentase jumlah siswa yang tuntas belajar : 4. Ketuntasan klasikal : Ya : 77,5% 96

LAMPIRAN 17 97

Dokumentasi Siswa Menyajikan hasil temuan Siswa Memperhitikan guru menjelaskan 98

Siswa menyajikan hasi temuannya 99

Siswa berdiskusi dengan teman Siswa mendemonstrasikan hasil temuannya 100