BAB 2 URAIAN TEORITIS

dokumen-dokumen yang mirip
Penyelesaian Masalah Cauchy Degenerate dengan Mereduksi ke Bentuk Masalah Cauchy Nondegenerate

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1

Aljabar Linear Elementer

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

BAB 7 NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Dr. Ir. Abdul Wahid Surhim, MT.

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

RANK DARI MATRIKS ATAS RING

PEMBAHASAN. Solusi Eksak Persamaan Boltzman dengan Nilai Awal Bobylev Misalkan dipilih nilai awal Bobylev berikut:

PENERAPAN TEORI KENDALI PADA MASALAH INVENTORI

Fungsi Bernilai Vektor

Hendra Gunawan. 28 Maret 2014

Analisis Model Kinematik Peluru Kendali Pada Penembakan Target Menggunakan Metode Kendali Optimal

Matematika EBTANAS Tahun 1988

8.2. Langkah-langkah perhitungan gangguan kilat pada menara

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab 3. Migrasi Data Seismik. Migrasi dilakukan untuk memindahkan posisi reflektor yang terlihat pada

0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 7.1

MAKALAH TURUNAN. Disusun oleh: Agusman Bahri A1C Dosen Pengampu: Dra. Irma Suryani, M.Pd

BAB IV NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN. Bab ini membahas suatu vektor tidak nol x dan skalar l yang mempunyai

OPTIMALISASI WAKTU PRODUKSI MIE INSTAN MENGGUNAKAN ANALISIS INPUT-OUTPUT SISTEM LINEAR MAKS-PLUS WAKTU INVARIAN

B a b 1 I s y a r a t

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UJIAN TENGAH SEMESTER KALKULUS/KALKULUS1

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Adapun bentuk yang sederhana dari suatu persamaan diferensial orde satu adalah: di dt

BAB 4 FUNGSI BERPEUBAH BANYAK DAN TURUNANNYA

Penyelesaian Persamaan Diferensial Hill Dengan Menggunakan Teori Floquet

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

Bagian 3 Differensiasi

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

Pertemuan 10 MENDIFERENSIALKAN FUNGSI TERSUSUN

MEMBAWA MATRIKS KE DALAM BENTUK KANONIK JORDAN. Irmawati Liliana. KD Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unswagati

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Vektor

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

FIsika KTSP & K-13 KINEMATIKA. K e l a s A. VEKTOR POSISI

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

SAMBUNGAN PASAK ( KEYS )

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

Pekan #3. Osilasi. F = ma mẍ + kx = 0. (2)

Integral dan Persamaan Diferensial

B a b 1 I s y a r a t

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu

SAMBUNGAN PAKU KELING (RIVETED JOINTS)

PENGGUNAAN KONSEP FUNGSI CONVEX UNTUK MENENTUKAN SENSITIVITAS HARGA OBLIGASI

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN TEORITIS

PENDUGAAN PARAMETER DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

BAB 4 PENGANALISAAN RANGKAIAN DENGAN PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE DUA ATAU LEBIH TINGGI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab. Limit. Anda telah mempelajari nilai fungsi f di a pada Bab 5. Sebagai contoh, diketahui f(x( ) = x 2

Distribusi Normal Multivariat

3. Kinematika satu dimensi. x 2. x 1. t 1 t 2. Gambar 3.1 : Kurva posisi terhadap waktu

Energetika Gelombang. Bab 4. Penyusun: Andhy Setiawan

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

Darpublic Nopember 2013

BAB IV TURUNAN FUNGSI. Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu menentukan turunan fungsi yang diberikan.

1.1. Sub Ruang Vektor

KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pelaksanaan pembangunan saat ini, ilmu statistik memegang peranan penting

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Permasalahan Nyata Penyebaran Penyakit Tuberculosis

BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai

( ) r( t) 0 : tingkat pertumbuhan populasi x

FISIKA. Kelas X GLB DAN GLBB K13 A. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

PERTEMUAN 2 KINEMATIKA SATU DIMENSI

J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA. TKS-4101: Fisika GERAKAN SATU DIMENSI. Dosen: Tim Dosen Fisika Jurusan Teknik Sipil FT-UB

Drs. H. Karso, M.M.Pd. Modul 11 NILAI EIGEN, VEKTOR EIGEN DAN DIAGONALISASI METRIKS

DESAIN PENGENDALIAN KETINGGIAN AIR DAN TEMPERATUR UAP PADA SISTEM STEAM DRUM BOILER DENGAN METODE SLIDING MODE CONTROL (SMC)

BAB 1 PENDAHULUAN. Kabupaten Labuhan Batu merupakan pusat perkebunan kelapa sawit di Sumatera

GERAK LURUS BESARAN-BESARAN FISIKA PADA GERAK KECEPATAN DAN KELAJUAN PERCEPATAN GLB DAN GLBB GERAK VERTIKAL

LINEAR QUADRATIC REGULATOR (LQR) UNTUK SISTEM DESKRIPTOR BERINDEKS SATU

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran

Gambar 1, Efek transien pada rangkaian RC

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sudaryatno Sudirham. Diferensiasi

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. bahasa Yunani yang berarti Demos adalah rakyat atau penduduk, dan Grafein adalah

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

BAHAN AJAR GERAK LURUS KELAS X/ SEMESTER 1 OLEH : LIUS HERMANSYAH,

1 dz =... Materi XII. Tinjaulah integral

Analisis Model dan Contoh Numerik

KINEMATIKA GERAK LURUS

PELABELAN TOTAL (a, d)-sisi ANTIAJAIB SUPER PADA K 1,m K 1,n untuk d = 1 atau d = 2

BAB II MATERI PENUNJANG. 2.1 Keuangan Opsi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

BAB URAIAN EORIIS Paa bab ini akan ibaas enang masala opimisasi berpembaas persamaan. Sebelum membaas masala opimisasi berpembaas persamaan maka erlebi aulu iberikan pengerian an sia-sia eksrim ari suau ungsi..1 iik Eksrim ari Suau Fungsi iik eksrim ari suau ungsi aala iik maksimum aau iik minimum ari ungsi ersebu. Masala penenuan iik eksrim ari suau ungsi mempunyai peranan pening alam opimisasi. Beriku ini iberikan eenisi iik maksimum an iik minimum ari suau ungsi. Deenisi.1.1 Misalkan aala ungsi riil engan omain n D R. a. Fungsi ikaakan mempunyai nilai maksimum lokal, jika aa selang buka ( 1, ) yang memua seingga memenui paa selang buka ersebu. ( ), b. Fungsi ikaakan mempunyai nilai maksimum global paa iik ( ), D. jika c. Fungsi ikaakan mempunyai nilai minimum lokal, jika aa selang buka, 1 yang memua seingga memenui paa selang buka ersebu. ( ), Fungsi ikaakan mempunyai nilai minimum global paa iik jika ( ), D. Universias Sumaera Uara

Selanjunya, misalkan erierensial i D n R. Jika urunan parsial ari koninu i maka isebu ierensial secara koninu i, an jika urunan parsial keua ari koninu i maka isebu mempunyai urunan parsial keua yang koninu i. Graien ari paa inoasikan engan () an ieenisikan engan: δ δ δ (,,..., )...(.1) δ1 δ δ n an mariks Hessian(H) ari paa aala mariks yang iperole ari urunan parsial keua yang inoasikan engan. eorema.1. (Rao, 1984) Jika ereenisi paa selang buka yang memua an mempunyai minimum lokal i an jika erierensial i, maka: ( ) (.) Buki: Anaikan aala iik minimum lokal maka ( ) kiri an limi kanan aa an sama engan ( ). aa, ini berari bawa limi lim ( ( )) ( ( )) lim ( ) Jika ( ) maka karena ( ) ( ) bilangan-bilangan kecil posii ari. Unuk, maka iperole: ( ( )) lim lim unuk semua Universias Sumaera Uara

Dan jika ( ) maka Unuk, maka iperole: ( ( )) lim lim Limi kiri limi kanan, maka ( ) aa. Karena ( ) an ( ) maka ap isimpulkan bawa ( ) aau ( ).. Masala Opimisasi Berpembaas Persamaan Paa masala opimisasi beriku: Minimumkan eraap pembaas: 1 m, (.3) imana D n R Paa masala (.3) iasumsikan bawa m n an ungsi-ungsi an i, (i1,,,m) aala koninu an mempunyai urunan parsial keua yang koninu. Dengan mengambil ( 1,,, m ) maka masala opimisasi yang erapa paa persamaan (.3) ersebu apa iulis menjai: Minimumkan Dengan pembaas: D n R.(.4) Universias Sumaera Uara

paa persamaan (.4) ersebu aala pembaas ungsi D isebu pembaas impunan. Suau iik D yang memenui seluru pembaas ungsi isebu iik isibel..3 Biang Singgung Unuk menyeliiki apa syara agar M menjai biang singgung i, maka iperlukan konsep iik eap. Beriku ini iberikan eenisi biang singgung paa suau permukaan S. an Deenisi.3.1 (Leiol, 1991) Jika persamaan suau permukaan S aala (, y, z ) ari S paa iik (, y, z ) vekor normal (, y, z )., maka biang singgung aala sebua biang melalui iik an mempunyai Deenisi.3. (Luenberger, 1984) Suau kurva paa permukaan S aala keluarga iik-iik S engan parameerisasi koninu unuk a b. aa an erierensial ua kali jika isebu melalui iik isebu melalui iik Suau kurva erierensial jika aa. Suau kurva () unuk suau jika, a b. Deenisi.3.3 (Leon, 1999) Jika X {,..., }, n 1 aala impunan vekor, maka X isebu bebas linear jika k 1 k k n seingga persamaan vekor k k... k n 1 1 n Universias Sumaera Uara

Deenisi.3.4 (Luenberger, 1984) Suau iik yang memenui pembaas ( ) pembaas jika vekor graien ( ), ( ) ( ) 1,..., isebu iik regular ari aala bebas linier. m Deenisi.3.5 (Anon, 1997) Misalkan mariks A A nn maka A ikaakan non singular jika aa mariks A -1 isebu invers mariks seemikian seingga AA -1 A -1 A I. Deenisi.3.6 (Luenberger, 1984) Misalkan A aala suau mariks nn, maka Rank mariks A ieenisikan sebagai banyaknya baris-baris aau kolom-kolom yang bebas linier paa mariks A. misalkan A aala suau mariks mn, jika rank A aala minimum ari (m,n), maka A ikaakan mempunyai rank penu. eorema.3.7 (Luenberger, 1984) Misalkan S aala permukaan yang ieenisikan ole (). Persamaan biang singgung paa iik regular Buki: ari permukaan S ersebu aala: { y : ( ) } M y I..(.5) Misalkan aala biang singgung maka iak. Unuk suau kurva yang melalui ( ) seingga ( ) ( ) M, apaka paa iik reguler aau yang mempunyai urunan iak akan erleak paa S. Unuk membukikan M arus iunjukkan bawa jika y M maka erapa suau kurva paa S Universias Sumaera Uara

yang melalui engan urunan y. Unuk membangun kurva yang emikian iinjau persamaan beriku: ( y ( ) u ) Paa persamaan (.6) unuk eap, ianggap...(.6) m u R iak ikeaui engan parameerisasi koninu ari. Paa erapa solusi u(). Mariks Jacobian ari sisem ersebu eraap u paa aala mariks m m, yaiu: ( ) ( ).(.7) Mariks paa (.7) aala non singuler karena ( ) aala rank penu jika aala suau iik eap, maka unuk suau solusi erierensial secara koninu u() i aera a a kurva y ( ) u aa paa S. Dengan penierensialan (.1) paa iperole: ( ( )) ( y ( ) u( )) ( ) y ( ) ( ) u() Karena y ereenisi maka iperole ( ) y an karena ( ) ( ) aala non singular maka apa isimpulkan bawa u (), seingga iperole: () y ( ) u() y Hal ini menunjukkan bawa kurva yang ibangun mempunyai urunan paa yaiu y..4 Syara Ore Sau an Dua Penurunan syara perlu agar suau iik menjai iik minimum eraap pembaas persamaan apa inyaakan alam biang singgung. Unuk iu akan ijelaskan engan lemma beriku. Universias Sumaera Uara

Lemma.4.1 (Luenberger,1984) Misalkan aala iik regular ari pembaas an iik eksrim lokal eraap pembaas ersebu, maka Buki: ( ) y ( ) y n y R memenui:.(.8).....(.9) Misalkan y aala suau vekor alam biang singgung i an kurva paa permukaan erbaas yang melalui engan urunan y paa, y an ( ) Karena yang memenui ( ) y ari ƒ maka iperole: unuk ɑ ɑ unuk suau ɑ. aala yaiu aala iik regular, biang singgung ienik engan impunan y an karena aala iik eksrim lokal berpembaas ( ( ) ) ] ] aau ekivalen engan ( ) y. Lemma i aas mengaakan bawa ( ) singgung. aala orogonal eraap biang Deenisi.4. (Anon, 1997) Benuk kuara A isebu eini posii jika A unuk semua an benuk kuara A isebu semi eini posii jika A. Universias Sumaera Uara

eorema beriku menjelaskan syara perlu ore ua. Unuk selanjunya iasumsi ƒ an aala ungsi yang koninu ingga urunannya yang keua jelas. eorema.4.3 (Luenberger, 1984) Misalkan bawa aala iik minimum lokal ari ƒ eraap pembaas seingga: an aala iik reguler ari pembaas ersebu, maka erapa m R ( ) ( ) Jika M { : ( ) y } y maka mariks: ( ). (.1) L( )....(.11) aala semieini posii paa M, yaiu : y L ( ) y, y M Buki : Karena aala minimum lokal ari ƒ, maka berlaku: ( ( )) ] (.1) ( ( ) ) ( ( )) ( ) ( ) [ ( ) ] [ ( )] ( ) ( ) ( ) Universias Sumaera Uara

[ ] seingga: (.13) [ ],akan iperole engan cara i aas, yaiu: [ ] maka iperole: [ ]..(.14) Dengan menambakan persamaan (.14) ke persamaan (.13) maka iperole: [ ] [ ] ) ( L aau ) ( y L y. Universias Sumaera Uara

eorema beriku menjelaskan syara cukup. Unuk selanjunya iasumsi an aala ungsi yang koninu ingga urunannya yang keua. eorema.4.3 (Luenberger, 1984) Misalkan erapa suau iik yang memenui an m R seingga: ( ) ( )..(.15) Misalkan juga bawa mariks L( ) ( ) ( ) paa M { y : ( ) y } y M ; y seingga memenui y L( ) y aala eini posii aala minimum lokal ari y eraap pembaas Buki:. Karena aala minimum lokal ari an y berlaku:, an engan y maka ( ) ]..(.16) ( ) ( ) ( ) ( ) [ ( ) ] [ ( )] ( ) ( ) ( ) ( ) [ ] ( ) ( ) Universias Sumaera Uara

seingga iperole: Unuk [ ], akan iperole engan cara i aas, yaiu: [ ] Maka iperole: Dengan menambakan persamaan (.18) ke persamaan (.17) maka iperole: [ ] [ ] Karena L an ari (.15) yaiu Maka iperole: L Aau y L y. Universias Sumaera Uara

.5 Meoe Pengali Lagrange Sala sau meoe yang sering igunakan unuk menyelesaikan masala opimisasi berpembaas persamaan aala meoe pengali Lagrange. Unuk menyelesaikan masala opimisasi paa persamaan (.4) ieenisikan suau ungsi Lagrange sebagai beriku:...(.19) an vekor riil ak nol paa persamaan (.19) isebu pengali Lagrange. Jika aala iik eksrim ari, maka menuru eorema.1. iperole: an...(.)...(.1) Dengan memperaikan persamaan (.1) an (.1) maka apa isimpulkan bawa masala opimisasi paa persamaan (.4) apa iselesaikan melalui iik eksrim ari ungsi Lagrange paa persamaan (.19). Dari persamaan (.3) imana,, an karena aala suau vekor maka i 1 maka persamaan (.19) apa juga iulis engan aau. Universias Sumaera Uara