BAB I ANALISIS VEKTOR

dokumen-dokumen yang mirip
B. Pengertian skalar dan vektor Dalam mempelajari dasar-dasar fisika, terdapat beberapa macam kuantitas kelompok besaran yaitu Vektor dan Skalar.

Pengantar KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT

dengan vektor tersebut, namun nilai skalarnya satu. Artinya

ANALISA VEKTOR. Skalar dan Vektor

BAB 1 ANALISA SKALAR DANVEKTOR

Analisis Vektor. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

Pengantar Teknologi dan Aplikasi Elektromagnetik. Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

A x pada sumbu x dan. Pembina Olimpiade Fisika davitsipayung.com. 2. Vektor. 2.1 Representasi grafis sebuah vektor

Bab 1 : Skalar dan Vektor

A + ( B + C ) = ( A + B ) + C

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 36

VEKTOR. Besaran skalar (scalar quantities) : besaran yang hanya mempunyai nilai saja. Contoh: jarak, luas, isi dan waktu.

Arahnya diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh A dengan ketigas umbu koordinat,

Open Source. Not For Commercial Use. Vektor

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

BESARAN, SATUAN & DIMENSI

Medan Elektromagnetik 3 SKS. M. Hariansyah Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor

BAB II BESARAN VEKTOR

VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor

BAB 1 Vektor. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, Ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

I. Ulangan Bab 2. Pertanyaan Teori 1. Tentukanlah besar dan arah vektor-vektor berikut : a. V = 3, 1. b. V = 1, 3. c. V = 5, 8.

Rudi Susanto, M.Si VEKTOR

IKIP BUDI UTOMO MALANG. Analytic Geometry TEXT BOOK. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd

Koordinat Kartesius, Koordinat Tabung & Koordinat Bola. Tim Kalkulus II

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat.

Vektor di Bidang dan di Ruang

BESARAN SKALAR DAN VEKTOR. Besaran Skalar. Besaran Vektor. Sifat besaran fisis : Skalar Vektor

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

Bab 1 Vektor. A. Pendahuluan

VEKTOR. Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3. Liduina Asih Primandari, S.Si., M.Si.

BAB 2 ANALISIS VEKTOR

L mba b ng n g d a d n n n o n t o asi Ve V ktor

BAB I SISTEM KOORDINAT

VEKTOR YUSRON SUGIARTO

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

a menunjukkan jumlah satuan skala relatif terhadap nol pada sumbu X Gambar 1


DAFTAR ISI. C. Operasi Aljabar pada Vektor di R 3 1. Penjumlahan Vektor Pengurangan vektor Perkalian skalar dengan vektor...

Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

Hasil Kali Titik, Hasil Kali Silang, dan Hasil Kali Tripel

Pengertian. Transformasi geometric transformation. koordinat dari objek Transformasi dasar: Translasi Rotasi Penskalaan

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tinjauan Pustaka. 1. Vektor

yang tak terdefinisikan dalam arti keberadaannya tidak perlu didefinisikan. yang sejajar dengan garis yang diberikan tersebut.

VEKTOR YUSRON SUGIARTO

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

FIsika KTSP & K-13 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR. K e l a s. A. Syarat Keseimbangan Benda Tegar

DIKTAT MATEMATIKA II

BAB I. SISTEM KOORDINAT, NOTASI & FUNGSI

Perkalian Titik dan Silang

TRANSFORMASI. Kegiatan Belajar Mengajar 6

panjang yang berukuran x i dan y i. Ambil sebuah titik pada sub persegi d

19. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah θ. = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a. a =

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

18. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah. a = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a = 2. Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor dengan bilangan real:

VEKTOR. Makalah ini ditujukkan untuk Memenuhi Tugas. Disusun Oleh : PRODI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

VEKTOR A. Vektor Vektor B. Penjumlahan Vektor R = A + B

1 Sistem Koordinat Polar

VEKTOR. 45 O x PENDAHULUAN PETA KONSEP. Vektor di R 2. Vektor di R 3. Perkalian Skalar Dua Vektor. Proyeksi Ortogonal suatu Vektor pada Vektor Lain

ujung vektor A bertemu dengan pangkal vektor B

Sumber:

yang tak terdefinisikan dalam arti keberadaannya tidak perlu didefinisikan.

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR 2 CONTOH SOAL A. DEFINISI PERKALIAN TITIK

UN SMA IPA 2008 Matematika

Bab 2. Persamaan Parametrik dan Sistim Koordinat Kutub

Matematika II : Vektor. Dadang Amir Hamzah

Keep running VEKTOR. 3/8/2007 Fisika I 1

Modul 10. Fungsi Trigonometri

(D) 2 x < 2 atau x > 2 (E) x > Kurva y = naik pada

Kuis I Elektromagnetika I TT3810

PanGKas HaBis FISIKA. Vektor

Geometri pada Bidang, Vektor

MATRIKS & TRANSFORMASI LINIER

BAHAN AJAR LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

Geometri Ruang (Dimensi 3)

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

RUANG LINGKUP ILMU FISIKA

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1986 Matematika

SISTEM KOORDINAT VEKTOR. Tri Rahajoeningroem, MT T. Elektro - UNIKOM

a11 a12 x1 b1 Definisi Vektor di R 2 dan R 3

Pentalogy BIOLOGI SMA

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS OLEH

Bab III Kecepatan relatif dua buah titik pada satu penghubung kaku. Penghubung berputar terhadap satu titik tetap

ANALISIS VEKTOR. Aljabar Vektor. Operasi vektor

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan

MODUL PERTEMUAN KE 2. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks) Definisi Vektor, Komponen Vektor, Penjumlahan Vektor, Perkalian Vektor.

FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1

DINAS PENDIDIKAN DAN TENAGA KERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) MATEMATIKA SMA KABUPATEN TANAH DATAR

B a b 2. Vektor. Sumber:

BAB 4 PERSAMAAN LINGKARAN

Aplikasi Aljabar Geometri dalam Menentukan Volume Parallelepiped Beserta Penurunan ke Rumus Umum dengan Memanfaatkan Sifat Aljabar Vektor

fi5080-by-khbasar BAB 1 Analisa Vektor 1.1 Notasi dan Deskripsi

L mba b ng n g d a d n n n o n t o asi Ve V ktor

Matematika Proyek Perintis I Tahun 1979

BAB I PRA KALKULUS. Nol. Gambar 1.1

a b 243a 243b x adalah. x adalah p dan q. Jika p 2q 1 m m atau m 2 2 m Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling benar!

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

VEKTOR. Matematika Industri I

Transkripsi:

BAB I ANALISIS VEKTOR A. Deskripsi Materi ini akan membahas tentang pengertian, sifat, operasi dan manipulasi besaran fisik scalar dan vector. Pada pembahasan materi medan elektromagnetik berikutna akan melibatkan perhitungan matematis ang melibatkan vector. Diharapkan dengan memahami vector akan memudahkan memahami gejala-gejala medan elektromagnetik dengan mudah. B. Pengertian skalar dan vektor Dalam mempelajari dasar-dasar fisika, terdapat beberapa macam kuantitas kelompok besaran aitu Vektor dan Skalar. ¾ Skalar adalah besaran ang dicirikan sepenuhna oleh besarna (magnitude) Contoh : masssa, panjang, waktu, suhu, intensitas cahaa, energi, muatan listrik dsb. ¾ Vektor adalah besaran ang dicirikan oleh besar (magnitude) dan arah Contoh : berat, gaa, kecepatan, medan listrik, medan magnet, kuat medan listrik, percepatan gravitasi dsb. C. Notasi dan aljabar vektor Besaran vektor dinotasikan dengan memakai simbol huruf tebal/huruf besar/huruf besar atau kecil ang di garis atasna, sedangkan untuk vektor satuan (vektor dengan harga absolut/magnitude) dinatakan dengan huruf kecil ang di tebalkan. ƒ Simbol vektor : A atau A atau Α atau a ƒ Simbol vektor satuan : a A atau a atau a ** note : permisalan vektor A Secara grafis vector digambarkan dengan segmen garis berarah (anak panah). Panjang segmen garis (pada skala ang sesuai) menatakan besar vector dan anak panah menunjukkan arah vector. Berikut ini merupakan contoh penggambaran vector A dan 1

B. Hasil penjumlahan Vektor A dan B atau A + B ditunjukkan dengan hokum jajaran genjang. A B A + B Gambar 1. Penggambaran vector secara grafis Vektor satuan dalam arah vektor A dapat ditentukan dengan membagi A dengan nilai absolutna : Α a A = dimana A = A = Α. Α Α Pada Aljabar vektor, ada beberapa peraturan baik itu pada penjumlahan, pengurangan maupun perkalian. Aturan operasi vektor direpresentasikan dalam hukum mataematis sebagai berikut : Hukum komutatif Î A + B = B + A Hukum asosiatif Î A + (B+C) = (A+B) + C Hukum asosiatif distributif ( perkalian vektor dengan skalar) Î (r + s)(a+b) = r(a+b)+ s(a+b)= ra +rb +sa +sb Contoh soal : 1. Sebuah vektor A= (a + 3a + a) dan B = (a + a - a). Hitunglah : a. A+ B b. A B Penelesaian : A+ B = ( + 1)a + (3 + 1)a +(1 1)a =3a +4a A+ B = ( - 1)a + (3-1)a +(1+1)a =a +a + a

D. Sistem koordinat Vektor adalah besaran ang ditentukan oleh besar dan arahna. Dalam aplikasina vector selalu menempati ruang. Untuk menjelaskan fenomena vector di dalam ruang dapat digunakan bantuan sstem koordinat untuk menjelaskan besar dan arah vector. Ada banak sistem koordinat ang dikembangkan tetapi dalam materi ini hana 3 koordinat ang akan dibahas. 1. Koordinat kartesian Koordinat kartesian digunakan untuk menatakan suatu benda ang memiliki bentuk siku seperti garis lurus, bidang datar siku dan ruang siku-siku. Bentukbentuk siku akan mudah digambarkan dalam koordinat kartesius baik dimensi maupun 3 dimensi. Dalam koordinat kartesius dimensi terdiri dari sumbu aitu sumbu horiontal (mendatar) aitu sumbu dan sumbu tegak (vertical) aitu sumbu. untuk lebih jelasna dapat dilihat pada gambar berikut ini : Sumbu Titik A Sumbu Gambar. Koordinat kartesian Dimensi Koordinat kartesius dimensi digunakan untuk menggambarkan objek 1 dimensi dan dimensi. Contoh objek satu dimensi aitu garis baik garis lurus maupun garis lengkung. Sedangkan contoh objek dimensi aitu bidang datar. Objek 1 dimensi dan dimensi dapat digambarkan pada koordinat 3 dimensi dengan baik, sedangkan untuk objek 3 dimensi harus digambarkan pada koordinat 3 dimensi. 3

Koordinat Kartesius 3 Dimensi Koordinat kartesius 3 dimensi digunakan untuk menggambarkan suatu objek baik 1 dimensi, dimensi maupun 3 dimensi. Koordinat kartesius 3 dimensi mempunai 3 sumbu koordinat aitu sumbu,, dan. Untuk lebih jelasna silahkan perhatikan gambar berikut : P (,,) Gambar 3. Koordinat kartesian 3 Dimensi Sudut ang dibentuk antar sumbu koordinat adalah 90 0 atau dengan kata lain sumbu tegak lurus dengan sumbu dan sumbu, demikian juga sumbu tegak lurus dengan sumbu dan dan juga sumbu tegak lurus dengan sumbu dan sumbu. Gambar 4. koordinat kartesius 3 dimensi 4

Gambar 5. vector dalam koordinat kartesius 3 dimensi. Koordinat silindris Tidak semua benda mempunai bentuk siku-siku seperti balok, kubus, bujur sangkar, dan bentuk-bentuk siku lainna. Benda-benda seperti tabung, botol, pipa, tampat sampah, kerucut memiliki bentuk lingkaran dengan simetri ang khas. Bentuk-bentuk seperti ini akan susah untuk digambarkan pada koordinat kartesius karena simetri lingkaran sulit untuk digambarkan. Atas dasar inilah muncullah ide untuk mengembangkan sstem koordinat untuk benda-benda seperti ini aitu dengan membuat koordinat silinder. Koordinat silinder terdiri dari 3 sumbu koordinat aitu koordinat r, φ, dan. P(r, φ, ) φ r Gambar 6. Koordinat silindris Tiga unit vector satuan kearah sumbu r, φ dan adalah sebagai berikut : a r =r a = a = a r = 1 a = 1 a = 1 5

Dengan operasi sebagai berikut : a r a =a a a r =-a a a =a r a a =-a r a a r =a a r a =-a Gambar 7. koordinat silinder Konversi dari koordinat silinder ke koordinat kartesius adalah sbb : = r cos φ, = r sin φ, = Konversi dari koordinat koordinat kartesius ke silinder adalah sbb : r = = ϑ = tan + 1 Contoh visualisi penggambaran objek dalam koordinat silinder untuk kasus, r konstan, φ konstan dan konstan. Dari gambar ini dapat dibaangkan kirakira suatu objek ang menempati koordinat silinder akan seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 8. 6

3. Koordinat bola Koordinat bola digunakan untuk menatakan suatu objek ang mempunai bentuk simetri bola. Sebagai contoh adalah bumi ang kita tempati. Posisi atau kedudukan objek-objek ang berada dibumi akan sulit dijelaskan dengan koordinat kartesius maupun tabung karena bentuk bumi ang bundar. Oleh karena itu digunakan sstem koordinat bola agar mudah dibaangkan. Untuk menatakan besaran vektor, koordinat bola menggunakan 3 sumbu koordinat aitu r,, dan φ. P(r, φ) r φ Gambar 9. Koordinat bola 9HNWRU VDWXDQGDODPDUDKU GDQφ a R =R a = a = a R = 1 a = 1 a = 1 Dengan operasi sebagai berikut : A R a =a a a R =-a a a =a R a a =-a R a a R =a a R a =-a Gambar 10 7

Vektor pada koordinat bola dapat dinatakan dengan A = a R A R +a A +a A Konversi koordinat bola ke koordinat kartesian = R sin cos = R sin sin = R cos Konversi koordinat kartesian ke koordinat bola R = θ = tan ϑ = tan 1 1 + Rsinθ ) ( = tan + 1 + Gambar 11. suatu objek dalam koordinat bola Contoh soal : 1. Gambarlah dalam koordinat kartesian besaran vektor berikut : A = a+ 3a + 3a Penelesaian : 8

P (,3,3) Gambar 1 E. Produk-produk Vektor 1. Produk Skalar (Perkalian titik) Produk Skalar atau perkalian titik didefinisikan sebagai perkalian antara besar Vektor A dan besar Vektor B, dikalikan dengan kosinus sudut terkecil antara kedua vektor tersebut. Secara matematis perkalian titik buah vector dituliskan sbb : A. B = A B cosθ AB Perkalian titik dua vektor dapat ditulis sebagai berikut : Jika vector A dan B terletak pada koordinat kartesius 3 dimensi dengan komponen ke masing-masing sumbu koordinat dinatakan dengan A : komponen vector A kea rah sumbu X A : komponen vector A kea rah sumbu Y A : komponen vector A kea rah sumbu Z B : komponen vector B kea rah sumbu X B : komponen vector B kea rah sumbu Y B : komponen vector B kea rah sumbu Z Karena sudut antara sumbu, dan adalah 90 0, maka cos 90 0 = 0 sehingga jika dikalikan A.B,A.B,A.B,A.B,A.B,A.B = 0. dank arena cos 0 0 =1, maka A.B,A.B,A.B = 1. Maka perkalian vector A dengan vector B akan menjadi sbb : A. B =A B +A B +A B 9

Perkalian titik antara vektor dengan dirina sendiri akan menghasilkan kuadrat dari besar vektor tersebut. Perkalian titik antara vektor satuan dengan dirina sendiri sama dengan 1. Dituliskan sebagai berikut : Contoh A. A =A = A B a A.a A =1 a A Jika A GDQ_%_ GDQ AB = 60 0, maka Proeksi vector B terhadap A = 4 sehingga A.B = B.A = 4.6 = 4 Jika kita proeksikan ke arah B, maka Proeksi vector A terhadap B = 3 sehingga A.B = B.A = 3.8 = 4 Sudut antara vektor A dan B Terkadang besar sudut antara vector A dan B tidak diketahui, sehingga harus dicari dengan persamaan dasar A. B = A B cosθ AB Cos Teta = A.B/ A. B Teta = Cos -1 A.B/ A. B Jika A dan B tegak lurus atau membentuk sudut 90 0, maka A.B = 0 karena cos 90 0 = 0.. Produk Vektor Produk vector atau perkalian silang antara vektor A dengan vektor B dapat dirumuskan sebagai berikut : A B _$ %_VLQ AB a n a n : vector satuan 10

Hasil perkalian silang antara vektor akan menghasilkan vector juga tidak seperti pada perkalian titik. Sehingga perlu ditambahkan smbol a n aitu vector satuan ang menatakan arah vector hasil perkalian vector A dan B. Perkalian silang A dan B bisa dinatakan dalam sembilan perkalian silang atau dengan menggunakan metode matrik, sebagai berikut : Ingat bahwa sudut antara sumbu, dan masing-masing adalah 90 0. Sin 90 0 = 1, sedangkan sin 0 0 = 0. Dengan demikian a a =0, a a =0, a a =0, a a =a, a a =-a, a a = a, a a =-a, a a = a, a a =-a, Sehingga perkalian silang vector A dan B dapat dituliskan dalam bentuk persamaan determinan matriks 33 sebagai berikut : a a a A B = A A A B B B Keterangan : a,a dan a merupakan vector satuan kearah sumbu, dan. A : besar vector ke arah A : besar vector ke arah A : besar vector ke arah B : besar vector ke arah B : besar vector ke arah B : besar vector ke arah F. Contoh soal dan penelesaian 1. Sebuah vektor A = (a 3a + a ) dan vektor B = ( - 4a a + 5a). Tentukamn perkalian silang A B? Penelesaian : 11

a a a A B = 3 1 = - 13a - 14a 16a 4 5 Tugas 1. Gambarlah vector-vektor berikut ini pada koordinat kartesius 3 dimensi ang mempunai besar dan arah sebagai berikut : a. Vektor A = a 3a +4a b. Vektor M = -a +a +a c. Vektor R = a +3a -a d. Vektor H= -a -a -3a. Mengacu pada soal No. 1 Hitunglah operasi vector berikut ini a. A + M H b. A M c. R. H d. A (M.H) 3. Carilah sudut ang dibentuk oleh a. Vektor A dan M b. Vektor M dan H c. Vektor H dan (RM) d. Vektor A dan (M+H) 4. Sebuah segitiga ang dibentuk oleh titik-titik A(, -1, ), B(-1, 1, 4) dan C(4, 3, -1). Carilah a. Vektor R AB dan R AC b. Sudut ang dibentuk oleh vector R AB dan R AC c. Luas Segitiga tersebut 5. Carilah sebuah kasus nata di lapangan ang dapat menerapkan konsep vector 6. Buatlah soal tentang materi vector (Masing-masing harus berbeda) 1