UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR"

Transkripsi

1 UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR Syaiful Rakhma 1, M. Rif at Hamdy 2, Deki Wibowo 3 1 Dose STKIP Melawi 2 Dose Uiversitas Tajugpura Potiaak 3 Dose STKIP Melawi Abstract: The purposes of this research are to fid out the studet learig iterest through measuremet activity by usig the available stoes i surroudig, to ackowledge the uderstadig of measuremet cocept i mathematic, ad also to fid out the iterest of learig mathematic after doig the the measuremet activity i surroudig. This research is usig the method of Classroom Actio Research (CAR). The subjects of the research are all the male studets of grade 5 at Public Elemetary School Number 18 Tajug Sari. The coclusio of this research are: (1) there is improvemet of learig iterest o the mathematic subject over the grade 5 studets after doig the stoe measuremet activity, (2) the study result of the studets is icrease after doig the stoe measuremet activity. Key Words: Learig Iterest over Math Subject, Uderstadig Cocept, The Stoe Learig i Nearest Eviromet Abstrak: Peelitia ii bertujua utuk megetahui ada tidakya miat belajar siswa melalui kegiata pegukura megguaka batu-batua di ligkugaa sekitar, utuk megetahui pemahama kosep pegukur dalam matematika, da miat belajar matematika setelah melakuka kegiata megukur batu-batua di ligkuga sekitar. Peelitia ii megguaka Peelitia Tidaka Kelas (PTK) atau dikeal dega Classroom Actio Research (CAR). Subyek yag diguaka adalah seluruh siswa putra kelas V SDN No. 18 Tajug Sari sebayak siswa. Hasil peelitia dapat disimpulka bahwa (1) terdapat peigkata pada miat belajar matematika pada siswa kelas V A setelah melalui kegiata megukur volume batua, (2) terdapat peigkata pada hasil belajar matematika pada siswa, setelah melakuka kegiata pegukura megguaka batubatua di ligkuga sekitar. Kata Kuci: Miat Belajar Matematika, Pemahama Kosep, Pembelajara Batu-Batua di Ligkuga Sekitar. Djamarah (2008:132) megemukaka bahwa miat adalah kecederuga yag meetap utuk memperhatika da megeag beberapa aktivitas. Seseorag yag bermiat terhadap aktivitas aka memperhatika aktivitas itu secara kosiste dega rasa seag. Slameto (2010:180) meyataka bahwa miat adalah suatu rasa lebih suka da rasa ketertarika pada suatu hal atau aktivitas, tapa ada yag meyuruh. Dari pedapat kedua ahli tersebut dapat disimpulka bahwa seseorag yag bermiat terhadap suatu aktivitas aka memperhatika aktivitas itu secara kosiste dega rasa seag dikareaka hal tersebut datag dari dalam diri seseorag yag didasarka rasa suka da tidak adaya paksaa dari pihak luar. Dega kata lai, miat adalah suatu rasa lebih suka da rasa keterikata pada suatu hal atau aktivitas, tapa ada 185

2 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal yag memaksa. Miat merupaka perasaa yag didapat karea berhubuga dega sesuatu. Miat terhadap sesuatu itu dipelajari da dapat mempegaruhi belajar selajutya serta mempegaruhi peerimaa miat-miat baru. Jadi, miat terhadap sesuatu merupaka hasil belajar da cederug medukug aktivitas belajar berikutya. Oleh karea itu miat besar pegaruhya terhadap aktivitas belajar. Hal tersebut seperti diugkapka oleh Djamarah (2008:133): Aak didik yag bermiat terhadap suatu pelajara aka mempelajari dega sugguhsugguh, karea ada daya tarik bagiya. Aak didik mudah meghapal yag mearik miatya. Proses belajar aka berjala dega lacar bila disertai dega miat. Miat merupaka alat motivasi yag utama yag dapat membagkitka kegairaha belajar aak didik dalam retaga waktu tertetu. Dari defiisi miat yag dikemukaka di atas dapat disimpulka bahwa miat adalah kecederuga idividu (siswa) utuk memusatka perhatia rasa lebih suka da rasa ketertarika terhadap suatu objek atau situasi tertetu dalam hal ii adalah belajar. Bagaimaa cara megukur batu yag diperoleh siswa di ligkugaya, alat apa saja yag diguaka siswa adalah dua pertayaa yag dapat meigkatka miat belajar siswa, selama ii siswa tidak asig lagi megetahui da megukur beda-beda bagu ruag seperti kaleg susu, lemari da beda-beda meyerupai bagu ruag sehigga melalui perhituga rumus matematika yag sudah ada kosepya siswa secara cepat dapat memperoleh jawaba volume bagu ruag tersebut, amu berbeda dega meetuka volume bagu yag tidak memiliki permukaa yag rata seperti yag terdapat pada batu-batua, sehigga dega mempelajariya siswa aka megetahui bagimaa cara meghitug bagu ruag batua yag mereka dapatka. Miat siswa dapat meigkat karea rasa ketertarikaya utuk mempelajari da mecari tahu jawaba cara megukur batua yag mereka peroleh di ligkuga siswa. Istilah matematika berasal dari Yuai mathei atau matheei artiya mempelajari, amu diduga kata itu ada hubugaya dega kata Sasekerta medha atau widya yag artiya kepadaia, ketahua, atau iteligesi (Nasutio dalam Karso, 2008: 1.39), sedagka meurut Reys (dalam Karso, 2008: 1.40) matematika adalah telaaha tetag pola da hubuga, suatu jala atau pola berpikir, suatu sei, suatu bahasa atau suatu alat. Meurut Klie (dalam Karso, 2008: 1.40) matematika itu buka pegetahua meyediri yag dapat sempura karea diriya sediri, tetapi keberadaaya utuk membatu mausia memahami, meguasai permasalaha sosial, ekoomi, da alam. Meurut Ruseffedi (1991): Matematika adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yag tidak meerima pembuktia secara iduktif, ilmu tetag pola keteratura, da struktur yag terorgaisasi, mulai dari usure yag tidak teridetifikasika, ke usur yag teridetifikasika, ke aksioma atau postulat, da akhirya ke dalil. Meurut Soedjadi (2000) matematika memiliki objek tujua abstrak, bertumpu pada kesepakata, da pola pikir yag deduktif. Berdasarka peryataa para ahli tersebut maka dapat disimpulka bahwa matematika merupaka suatu ilmu yag berhubuga tetag kosep, struktur da pola, sehigga utuk mempelajariya diperluka hubuga-hubuga dari kosep, struktur serta pola tersebut. Dikaitka dega pembelajara matematika dega beda-beda yata seperti yag disebutka yaki batu-batua dari ligkuga sekitar maka secara lagsug siswa aka memperoleh pegamala belajar matematika yaitu megukur volume batu melalui media tertetu (air, batu, gelas ukur da pirig plastik) sehigga pembelajara diharapka lebih bermaka, siswa mecari batu di ligkugaya, siswa meghitug volume batu bersama tema-temaya, siswa memperoleh volume batu yag diperolehya tadi, siswa meyimpulka kegiata yag mereka alami merupaka hal-hal yag dirasa sagat bermafaat da meimbulka rasa suka terhadap pelajara matematika. Beda asli atau beda sebearya pada dasarya adalah beda yag diguaka supaya kegiata belajar berlagsug dalam ligkuga yag sagat mirip dega kodisi yag sebearya, sehigga proses pembelajaraya dapat lebih efektif. Beda 186

3 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua asli memiliki macam sagat bervariasi amu dapat diklasifikasika dalam dua istilah (Degeg, 1993: 56) yaitu objek da beda/barag cotoh (specime). Objek yaki semua beda yag masih dalam keadaa asli, alami seperti ia hidup da berada. Sedagka beda/barag cotoh (specime) yaitu beda-beda asli atau sebagia beda asli yag diperguaka sebagai sampel. Jadi specime merupaka sebagia kecil beda asli yag mewakili beda asli yag berada di tempat asliya yag berjumlah sagat bayak, berujud sagat besar/luas da amat utuh. Specime secara umum dapat dikelompokka mejadi dua yaitu 1) specime beda hidup, seperti: akuarium, yaitu tempat yag diguaka utuk memelihara biatag air baik ika maupu sejeisya; terrarium, yaitu kotak tempat utuk memelihara hewa melata da tumbuha darat yag berukura kecil; kebu biatag, tempat utuk memelihara berbagai jeis biatag baik biatag darat, air, udara yag dimaksudka utuk cotoh; isektarium, yaki tempat/kotak utuk memelihara berbagai jeis seragga, amu pada umumya masyarakat megkoleksiya seragga yag sudah mati; da kebu percobaa/ percotoha, yaitu kebu yag ditaami tumbuha atau berbagai tumbuha utuk percobaa/percotoha. 2) specime beda mati, seperti herbarium, yaitu bagia dari tumbuha (dau) yag sudah dikerigka; teksidermi, yaitu kulit hewa yag dibetuk kembali setelah kulit tersebut dikerigka da isi tubuhya kadag diisi dega beda li seperti kapas/kai; batua, mieral, da aweta dalam botol yaitu makhluk yag sudah mati diawetka dalam botol yag berisi laruta kimia. Pegelompokka beda seperti di atas dapat juga dilakuka dega cara peggologaya mejadi beda asli alami da beda asli buata mausia. Beda asli alami yaitu beda yag bear-bear asli tapa ada perubaha betuk da sifat asliya, sedagka beda asli buata yaitu beda asli yag sudah diubah baik betuk maupu sifatya. Batu-batua di ligkuga sekitar yag diperoleh siswa adalah beda-beda asli yag diperolehya sehigga diperoleh beragam betukya; ada yag berbetuk lempeg, oval ada batu kerikil, ada batu sugai da masih bayak lagi, batua tersebut bila dijadika pembelajara bagi siswa tetuya sagat bermaka, karea siswa dapat megamati da meghitug jeis batua yag ada da bagaimaa megukur volume batu-batua itu, alat apa saja yag dapat diguaka, bagaimaa cara megukurya. Karea bayak sekali pertayaa yag dapat disebutka, maka siswa secara aktif aka mecaritahu jawaba-jawaba dari pertayaa tersebut sehigga siswa secara madiri utuk membuka buku, mecari tahu, apa jawaba dari pertayaa tersebut. Hal-hal seperti itulah yag dapat meigkatka miat belajar siswa khususya dalam pembelajara pegukura volume dalam matematika Alat pembelajara yag diguaka guru selama ii belum sepeuhya berpegaruh terhadap miat siswa. Ligkuga yag sagat erat hubugaya di kehidupa siswa terasa lebih bermaka bila dalam pembelajara dapat meigkatka miat belajar melalui pegalama yag diperoleh. METODE PENELITIAN Subjek dalam peelitia ii adalah siswa kelas V berjumlah orag da guru (peeliti) serta dibatu oleh tema sejawat. Objek peelitia adalah pegguaa batu-batua di ligkuga sekitar, miat belajar matematika, da keterampila megukur volume beda berbagai betuk. Tempat peelitia ii ialah SDN No. 18 Desa Tajug Sari Kecamata Naga Pioh Kabupate Melawi. Pelaksaaaa peelitia ii diracag pada tahu pelajara 2012/2013 semester geap disesuaika dega jadwal sekolah. Betuk peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah Classroom Actio Research (CAR) atau disebut peulisa tidaka kelas yag dikemukaka oleh Kurt Lewi (Kusumah 2011:18) yaitu terdiri atas beberapa siklus, setiap siklus terdiri atas empat lagkah, yaitu: (1) perecaaa, (2) pelaksaaa tidaka, (3) observasi, da (4) refleksi. Siklus I, pada tahap perecaaa, hal-hal yag perlu dipersiapka ialah: batu-batua bervariasi betuk da besarya (berat), gelas ukur yag dibuat oleh peeliti megguaka botol plastik yag ada di sekitar, air, meyiapka Lembar Kerja Siswa (LKS) yag berisi soal-soal yag harus dijawab dega melakuka pegamata, serta tiap kelompok diberi 187

4 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal Lembar Kerja Siswa dega tigkat kesulita yag berbeda seperti LKS pertama meghitug volume batu pada dua gelas ukur dega ukura batu yag berbeda selajutya pada kelompok lai meghitug volume dua jeis batu pada satu gelas ukur, demikia pula dega kelompok lai juga diberi soal dega tigkat kesulita yag berbeda. Setelah tiap kelompok sudah meuliska jawabaya maka soalya dapat ditukar dega kelompok lai, sehigga terjadi kerja sama dalam aggota kelompok utuk meyelesaika soal-soal yag diberika. Meyiapka lembar observasi megeai tidaka siswa yag dilakuka selama melaksaaka kegiata pegukura batua, kehati-hatia siswa saat memakai alat peraga. Membuat istrume peilaia atau evaluasi, yaki meilai aspek kogitif (pegetahua), afektif (sikap) serta psikomotorik (keterampila). Pada tahap pelaksaaa tidaka, kegiata yag dilaksaaka meliputi 3 kegiata, yaitu kegiata awal, kegiata iti da kegiata akhir. Kegiata awal meliputi meyapa siswa, megajak berdoa bersama, megabsesi siswa, guru meyediaka alat-alat ukur, siswa dikelompokka mejadi beberapa kelompok yaitu tiap kelompok berjumlah 3 orag, da apersepsi. Pada apersepsi, guru membawa batubatua beraeka betuk, ada yag betukya bagus seperti berbetuk kubus da balok, ada batua yag betukya tidak beratura seperti batu kerikil da sebagaiya yag ada di ligkuga sekitar siswa atau di ligkuga sekolah. Kemudia guru mejelaska megeai volume batu padat seperti volume kubus yaki sisi sisi sisi da volume batua berbetuk balok yaki pajag lebar tiggi, da mempraktikka meghitug batu itu sesuai dega rumus yag sudah ada. Selai itu, peeliti (sebagai guru) meayaka kepada siswa bagaimaa meghitug batua yag betukya tidak rata atau tidak beratura? Seperti apa caraya? Apakah sama dega meghitug volume bagu ruag seperti kubus da balok? Kegiata iti meliputi eksplorasi, elaborasi, da kofirmasi. Pada kegiatam eksplorasi, siswa berkumpul sesuai dega pembagia kelompokya masig-masig, memeriksa perlegkapa pegamata yaitu batua, air, gelas ukur dari plastik da lai-lai. Salah satu kelompok dimita utuk mecotohka serta meghitug volume batua dega tujua megealka pada siswa lai bagaimaa cara meghitug volume batu dega gelas ukur. Pada kegiata elaborasi, guru memberika lembar kerja siswa dega soal yag berbeda pada tiap kelompok da membimbig siswa selama melakuka kegiata pegamata batu-batua. Tiap kelompok megamati perubaha yag terjadi saat pegamata seperti, ketika gelas ukur terisi air peuh, kemudia memasukka batu ke dalamya da air tersebut aka tumpah. Tiap kelompok mecatat perubaha yag terjadi, kesulita-kesulita yag dialami saat pegamata, serta meuliska jawaba dari soal LKS yag telah diberika da mediskusika bersama-sama tetag hasil pegamata yag telah dilaksaaka. Pada kegiata kofirmasi, guru bersama siswa meyimpulka hasil pegamata, bahwa bila megukur volume beda tidak beratura seperti batu memerluka gelas ukur da air sebagai peratara, berbeda dega bagu yag berbetuk kubus maupu balok yag sudah memiliki rumus sehigga dapat dihitug secara cepat. Kegiata akhir meliputi meayaka kepada siswa megeai hal-hal yag belum dimegerti, berdoal, da megucapka salam. Pada tahap observasi, peeliti megobservasi pegetahua, keterampila, serta sikap. Observasi terhadap pegetahua siswa, megamati tidaka siswa saat air tumpah keluar, keigia atau rasa igi tahu siswa, apakah ia igi mecoba da mecoba lagi ketika terjadi kesalaha. Kemudia peeliti memberika tes tertulis meurut tigkat variasi kesukara. Utuk keterampila da sikap diguaka lembar observasi. Pada tahap refleksi, peeliti megkaji apakah miat siswa pada pembelajara matematika meigkat. Bila belum meigkat atau mecapai kriteria yag ditetapka, dapat dilakuka dega memperbaiki semua kekuraga yag terjadi selama pelaksaaa pembelajara berdasarka dari hasil observasi da evaluasi. Hasil refleksi ii diperluka utuk meetuka tidaka selajutya yaitu siklus II. 188

5 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua HASIL DAN PEMBAHASAN Aalisis Megeai Pegetahua(dega Uji-T) S + S 1 = 2 = (Sugiyoo, 2005: 134) Nilai Siklus I = 175 Nilai Siklus II = 200 rata-rata hasil belajar siklus I = 11,66 rata-rata hasil belajar siklus II = 13,33 s = ( ) () = () s = ( ) () = () perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,091 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika pegetahua belajar matematika pada siklus I da pegetahua belajar matematika pada siklus II. Aalisis Megeai Sikap(dega uji-t) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 225 Nilai Siklus II = 441,63 rata-rata hasil belajar siklus I = rata-rata hasil belajar siklus II = 29,44 s = ( ) () s = ( ) () = = 2857,14 = 2187,5 = = = = () = =, () =, S + S 11,66 13, , ,14 11,66 13,33 145, ,67 11,66 13,33 337,5,, = -0,091 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka = = 13931,21 = 3616,07 = S + S 29, , ,05 29,44 241, ,47 29, ,54, 189

6 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal ,, = -0,125 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,125 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika sikap belajar matematika pada siklus I da sikap belajar matematika pada siklus II. Aalisis Megeai Sikap(dega uji-t) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 200 Nilai Siklus II = 225 rata-rata hasil belajar siklus I = 13,33 rata-rata hasil belajar siklus II = s = ( ) () = () = = s = ( ) () = () = = 2857,14 = S + S 13, , ,07 13,33 190, ,07 = 3616,07 13,33 431,54,, = -0,08 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,08 < 2,145). Dega demikia H 0 ditolak da H a diterima. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika keterampila belajar matematika pada siklus I da keterampila belajar matematika pada siklus II. Aalisis Data Hubuga Miat dega Hasil Belajar pada siklus 1 Dari Tabel diatas diperoleh harga X = 1112, Y = 860, XY = 64970, X 2 = 84286, Y 2 = da N = N XY ( X)( Y) [N X ( X) ][N Y ( Y) ] (1112)(860) [ (1112) ][ (860) ] [ ][ ] (27746)(25400) , =0,686 Koefisiesi korelasi diperoleh harga 0,686. Bila taraf kesalaha ditetapka 5% (taraf kepercayaa 95%) da N =, maka harga r tabel ialah 0,514. Teryata harga r hitug lebih besar dari harga r tabel, sehigga Ho ditolak da Ha diterima jadi kesimpulaya ada hubuga positif da sigifika atara miat belajar da hasil belajar pada siklus I. Aalisis Data Hubuga Miat dega Hasil Belajar pada siklus II N XY ( X)( Y) [N X ( X) ][N Y ( Y) ] (1213)(1210) [ (1213) ][ (1210) ] 190

7 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua [ ][ ] (13406)(25400) ( ) ,97 0,77 Koefisiesi korelasi diperoleh harga 0,77. Bila taraf kesalaha ditetapka 5% (taraf kepercayaa 95%) da N =, maka harga r tabel ialah 0,514. Teryata harga r hitug lebih besar dari harga r tabel, sehigga Ho ditolak da Ha diterima jadi kesimpulaya ada hubuga positif da sigifika atara miat belajar da hasil belajar pada siklus II. Aalisis Data Perbedaa Miat Siklus I da siklus II (Uji-T) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 1112 Nilai Siklus II = 1213 rata-rata miat siklus I = 74,13 rata-rata miat siklus II = 80,86 s = ( ) () = () = s = ( ) () = () = 74,13 80, , ,78 74,13 80, , ,51 74,13 80, ,81,, = -0,059 Hasil t hitug yaitu -0,059, Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Utuk melihat harga t tabel maka didasarka pada derajat kebebasa (dk) adalah = 1 yaitu 1 = 14. Bila taraf kesalaha 5% maka harga t tabel adalah 2,145. Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,059 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika miat belajar matematika pada siklus I da miat belajar matematika pada siklus II. Aalisis Data Perbedaa Hasil Belajar I da siklus II (Uji-T) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 860 Nilai Siklus II = 1210 rata-rata hasil belajar siklus I = 57,33 rata-rata hasil belajar siklus II = 80,66 s = ( ) () s = ( ) () = = 88324,57 = = ,78 = () = () S + S = = = = 52828,57 = = ,57 191

8 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal S + S 57,33 80, , ,57 57,33 80, , ,9 57,33 80, ,8,, = -0,227 Hasil t hitug yaitu -0,227, Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Utuk melihat harga t tabel maka didasarka pada derajat kebebasa (dk) adalah = 1 yaitu 1 = 14. Bila taraf kesalaha 5% maka harga t tabel adalah 2,145. Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,227 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika hasil belajar matematika pada siklus I da hasil belajar matematika pada siklus II. SIMPULAN Berdasarka hasil da pembahasa tetag meigkatya miat belajar pada pembelajara Matematika kelas V A melalui kegiata megukur volume batua di ligkuga sekitar, dapat disimpulka sebagai berikut : Melalui kegiata megukur volume beda tak beratura yaitu batu yag ada diligkuga dapat meigkatka miat belajar pada siswa kelas V A Sekolah Dasar Negeri No. 18 Tajug Sari dalam pembelajara Matematika. Miat belajar matematika pada siklus I ialah 74,13 da miat belajar matematika pada siklus II ialah 80,86 peigkataya ialah 6,73. Hasil belajar pada siklus I ialah 57,33 da hasil belajar pada siklus II 80,66 peigkataya ialah 23,33. Hasil aspek Pegetahua siswa pada siklus I ialah 11,66 da pada siklus II ialah 13,33, peigkataya ialah 1,67. Hasil aspek sikap siswa pada siklus I ialah da siklus II ialah 29,44 vsehigga peigkataya ialah 14,44. Hasil aspek Keterampila Siswa siklus I ialah 13,33 da siklus II ialah sehigga peigkataya ialah 1,67. Dari hasil yag telah diperoleh tersebut dapat dikataka bila miat belajar siswa meigkat maka hasil belajar siswa juga meigkat. DAFTAR PUSTAKA Degeg, I.N.S Media Pedidika. Malag: FIP IKIP Malag. Djamarah, S.B Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rieka Cipta. Karso Pedidika Matematika I. Jakarta: Uiversitas Terbuka. Mulyasa, E Praktik Peulisa Tidaka Kelas. Badug: PT Remaja Rosdakarya. Ruseffedi, E.T Pegatar Kepada Membatu Guru Megembagka Kompetesiya dalam Pegajara Matematika Utuk Meigkatka CBSA. Badug: Tarsito. Slameto Belajar da Faktor-Faktor yag Mempegaruhiya. Jakarta: PT. Rieka Cipta. Soedjadi Kiat Pedidika Matematika di Idoesia. Jakarta: Dirje Dikti Depdikbud. Sugioo Statistik utuk Peelitia. Badug: CV. Alfabeta. Sugiyoo Metode Peelitia Pedidika Pedekata Kuatitatif, Kualitatif, da R&D. Badug: Alfabeta. Susetyo, B Statistika utuk Aalisis Data Peelitia. Badug: PT Refika Aditama. Kusuma da Dedi, D Megeal Peulisa Tidaka Kelas. Jakarta: Ideks. 192

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Dalam peelitia ii peeliti megguaka jeis Peelitia Tidaka Kelas (Classroom Actio Research) dega megguaka metode Diskriptif Kuatitatif. Peelitia Tidaka Kelas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X.B SMA Muhammadiyah 2 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Subjek dari penelitian adalah siswa kelas X.B SMA Muhammadiyah 2 Bandar III. METODE PENELITIAN A. Subjek da Tempat Peelitia Subjek dari peelitia adalah siswa kelas.b SMA Muhammadiyah 2 Badar Lampug Tahu Ajara 2011-2012 dega jumlah siswa 40 orag yag terdiri dari 15 siswa laki-laki

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai dega Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka dari bula Agustus-September 03.Peelitia ii dilakuka di kelas X SMA Muhammadiyah Pekabaru semester gajil tahu ajara 03/04. B. Subjek

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Subyek dalam peelitia ii adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Badar Lampug, semester gajil Tahu Pelajara 2009-2010, yag berjumlah 19 orag terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Kotaagug Tahu Ajara 0-03 yag berjumlah 98 siswa yag tersebar dalam 3

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa 54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia deskriptif dega pedekata kuatitatif karea bertujua utuk megetahui kompetesi pedagogik mahasiswa setelah megikuti mata kuliah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas I MIA SMA Negeri 5 Badar Lampug Tahu Pelajara 04-05 yag berjumlah 48 siswa. Siswa tersebut

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi, 7 III. METODE PENELITIAN 3.1 Idetifikasi Masalah Variabel yag diguaka dalam peelitia ii adalah variabel X da variabel Y. Variabel X merupaka variabel bebas adalah kepemimpia da motivasi, variabel Y merupaka

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran dengan jumlah siswa 32 orang. terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

III. METODE PENELITIAN. Bandar Lampung Tahun Pelajaran dengan jumlah siswa 32 orang. terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. III. METODE PENELITIAN A. Subjek Peelitia Subjek peelitia ii adalah siswa kelas VIIB semester gajil SMP Negeri 22 Badar Lampug Tahu Pelajara 2009-2010 dega jumlah siswa 32 orag terdiri dari 12 siswa laki-laki

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 III. METODE PENELITIAN A. Latar Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia yag megguaka total sampel yaitu seluruh siswa kelas VIII semester gajil SMP Sejahtera I Badar Lampug tahu pelajara 2010/2011 dega

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki

METODE PENELITIAN. Ajaran dengan jumlah siswa 40 orang yang terdiri dari 19 siswa lakilaki 18 III. METODE PENELITIAN A. Subyek da Tempat Peelitia Subjek peelitia adalah siswa kelas X2 SMA Budaya Badar Lampug Tahu Ajara 2010-2011 dega jumlah siswa 40 orag yag terdiri dari 19 siswa lakilaki da

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi 5 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMPN 0 Badar Lampug, dega populasi seluruh siswa kelas VII. Bayak kelas VII disekolah tersebut ada 7 kelas, da setiap kelas memiliki

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika, meurut Arikuto (998:73)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia pada peelitia ii adalah peelitia eksperime semu atau biasa disebut pre-eksperime. Karea pada peelitia ii, peeliti haya megguaka kelas eksperime

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 1 Seputih Agug. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seputih Agug sebayak 248 siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Berdasarka pertayaa peelitia yag peeliti ajuka maka jeis peelitia ii adalah peelitia diskriptif kuatitatif. Dalam hal ii peeliti aka mediskripsika kemampua relatig,

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian BAB II METODOLOGI PEELITIA 2.1. Betuk Peelitia Betuk peelitia dapat megacu pada peelitia kuatitatif atau kualitatif. Keragka acua dalam peelitia ii adalah metode peelitia kuatitatif yag aka megguaka baik

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode ex post facto. Ada dua variabel dalam proses peelitia ii yaitu variabel bebas (variabel ) adalah

Lebih terperinci

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual Pedekata Nilai Logaritma da Iversya Secara Maual Moh. Affaf Program Studi Pedidika Matematika, STKIP PGRI BANGKALAN affafs.theorem@yahoo.com Abstrak Pada pegaplikasiaya, bayak peggua yag meggatugka masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas BAB III METOE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia eksperime. Karea pada peelitia ii, haya megguaka kelas eksperime tapa adaya kelas cotrol. Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia deskriptif-kuatitatif, karea melalui peelitia ii dapat dideskripsika fakta-fakta yag berupa kemampua siswa kelas VIII SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia eksperime. Karea adaya pemberia perlakua pada sampel (siswa yag memiliki self efficacy redah da sagat redah) yaitu berupa layaa

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu peelitia Peelitia dilakuka pada budidaya jamur tiram putih yag dimiliki oleh usaha Yayasa Paguyuba Ikhlas yag berada di Jl. Thamri No 1 Desa Cibeig, Kecamata Pamijaha,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia pegembaga (research ad developmet), yaitu suatu proses peelitia utuk megembagka suatu produk. Produk yag dikembagka dalam peelitia

Lebih terperinci

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai PENGUJIAN HIPOTESIS Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai ilai-ilai parameter populasi,

Lebih terperinci

Ika Farita Sari Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta Kata Kunci: Reward, Punishment, Motivasi belajar, Hasil belajar

Ika Farita Sari Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta Kata Kunci: Reward, Punishment, Motivasi belajar, Hasil belajar Pemberia Reward da Puishmet... (Ika Farita Sari) PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DENGAN KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab BAB III METODE PENELITIAN Metode peelitia merupaka suatu cara atau prosedur utuk megetahui da medapatka data dega tujua tertetu yag megguaka teori da kosep yag bersifat empiris, rasioal da sistematis.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Metodologi megadug maka yag lebih luas meyagkut prosedur da cara melakuka verifikasi data yag diperluka utuk memecahka atau mejawab masalah peelitia, termasuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, dengan jumlah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, dengan jumlah BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Subjek Peelitia Subjek yag diteliti adalah siswa kelas VII B SMP egeri 2 Mrebet Kabupate Purbaligga, Jawa Tegah tahu pelajara 2011/2012, dega jumlah 31 aak. B. Settig Peelitia

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakag Permasalaha Matematika merupaka Quee ad servat of sciece (ratu da pelaya ilmu pegetahua). Matematika dikataka sebagai ratu karea pada perkembagaya tidak tergatug pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Dalam melakuka peelitia, terlebih dahulu meetuka desai peelitia yag aka diguaka sehigga aka mempermudah proses peelitia tersebut. Desai peelitia yag diguaka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia adalah suatu cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua tertetu. Peelitia yag megagkat judul Efektivitas Tekik Permaia Pioy Heyo dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakag Masalah Matematika merupaka suatu ilmu yag mempuyai obyek kajia abstrak, uiversal, medasari perkembaga tekologi moder, da mempuyai pera petig dalam berbagai disipli,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas X MA N 0 Pekabaru, semester tahu ajara 03/04. Waktu pegambila data dilaksaaka pada bula eptember 03. B. Objek da

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasi, yaitu suatu metode yag secara sistematis meggambarka tetag hubuga pola asuh orag tua dega kosep

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 12

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 12 7 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Badar Lampug Semester Geap Tahu Pelajara 0/0, yag terdiri dari 9 kelas. Dalam peelitia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kawasa huta magrove, yag berada pada muara sugai Opak di Dusu Baros, Kecamata Kretek, Kabupate Batul. Populasi dalam peelitia ii adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Objek peelitia merupaka sasara utuk medapatka suatu data. Jadi, objek peelitia yag peulis lakuka adalah Beba Operasioal susu da Profit Margi (margi laba usaha).

Lebih terperinci

PENGGUNAAN GAMBAR DALAM PENYAJIAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI KELAS I MIN GUNUNG PANGILUN PADANG. Oleh: Nuryasni MTsN Model Padang

PENGGUNAAN GAMBAR DALAM PENYAJIAN SOAL CERITA MATEMATIKA DI KELAS I MIN GUNUNG PANGILUN PADANG. Oleh: Nuryasni MTsN Model Padang PEDAGOGI Jural Ilmiah Ilmu Pedidika Volume XIII No. April 03 PENGGUNAAN GAMBAR DALAM PENYAJIAN OAL CERITA MATEMATIKA DI KELA I MIN GUNUNG PANGILUN PADANG Oleh: Nuryasi MTsN Model Padag Abstract Peelitia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi da objek peelitia Lokasi peelitia dalam skripsi ii adalah area Kecamata Pademaga, alasa dalam pemiliha lokasi ii karea peulis bertempat tiggal di lokasi tersebut sehigga

Lebih terperinci

Bab III Metoda Taguchi

Bab III Metoda Taguchi Bab III Metoda Taguchi 3.1 Pedahulua [2][3] Metoda Taguchi meitikberatka pada pecapaia suatu target tertetu da meguragi variasi suatu produk atau proses. Pecapaia tersebut dilakuka dega megguaka ilmu statistika.

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika. Meurut Arikuto (99 :

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar, 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas I MIA MA Negeri Kampar, pada bula April-Mei 05 semester geap Tahu Ajara 04/05 B. ubjek da Objek Peelitia ubjek dalam

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Aalisis regresi mejadi salah satu bagia statistika yag palig bayak aplikasiya. Aalisis regresi memberika keleluasaa kepada peeliti utuk meyusu model hubuga atau pegaruh

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN KE - 1. : 6 jam pelajaran

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN KE - 1. : 6 jam pelajaran RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN KE - 1 Satua Pedidika Mata Pelajara Kelas/Semester Materi Pokok Waktu : SMA N 6 YOGYAKARTA : Matematika : XII IPS/ : Barisa da Deret : 6 jam pelajara 1. Stadar Kompetesi 4.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

Modul Kuliah statistika

Modul Kuliah statistika Modul Kuliah statistika Dose: Abdul Jamil, S.Kom., MM SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER MUHAMMADIYAH JAKARTA Bab 2 Populasi da Sampel 2.1 Populasi Populasi merupaka keseluruha pegamata

Lebih terperinci

M A K A L A H. Disusun oleh : KARTOBI NIM

M A K A L A H. Disusun oleh : KARTOBI NIM PEMBELAJARA MEULIS SURAT DIAS DEGA MEGGUAKA TEKIK PEYELIDIKA (DISCOVERY METHOD) Dl KELAS VIII SMP EGERI I SIGAJAYA KABUPATE GARUT TAHU AJARA 0/0 M A K A L A H Disusu oleh : KARTOBI IM.0.043 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii digologka ke dalam peelitia eksperime. Eksperime yag dilakuka bermaksud megetahui Pegaruh Metode Discovery Learig terhadap Kemampua Pemecaha

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak: PENGUJIAN HIPOTESIS A. Lagkah-lagkah pegujia hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaa megeai sesuatu. Jika hipotesis tersebut tetag ilai-ilai parameter maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode peelitia diartika sebagai cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu. Cara ilmiah berarti kegiata peelitia itu didasarka pada ciri-ciri keilmua,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metodologi peelitia berasal dari kata metode yag artiya cara yag tepat utuk melakuka sesuatu, da logos yag artiya ilmu atau pegetahua. Jadi metodologi artiya cara melakuka sesuatu

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Aalisis Regresi Istilah regresi pertama kali diperkealka oleh seorag ahli yag berama Facis Galto pada tahu 1886. Meurut Galto, aalisis regresi berkeaa dega studi ketergatuga dari suatu

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan BAB LANDASAN TEORI. Pegertia Regresi Statistika merupaka salah satu cabag peegtahua yag palig bayak medapatka perhatia da dipelajari oleh ilmua dari hamper semua bidag ilmu peegtahua, terutama para peeliti

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia harus disesuaika dega masalah da tujua peelitia, hal ii dilakuka utuk kepetiga peroleha da aalisis data. Megeai pegertia metode peelitia,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode korelasioal, yaitu Peelitia korelasi bertujua utuk meemuka ada atau tidakya hubuga atara dua variabel atau

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 19 3 METODE PENELITIAN 3.1 Keragka Pemikira Secara rigkas, peelitia ii dilakuka dega tiga tahap aalisis. Aalisis pertama adalah megaalisis proses keputusa yag dilakuka kosume dega megguaka aalisis deskriptif.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Kegiata peelitia ii dilaksaaka pada bula Mei 2011 bertempat di Dusu Nusa Bakti, Kecamata Serawai da Dusu Natai Buga, Kecamata Melawi yag merupaka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Dalam peelitia ii, pegambila da peroleha data dilakuka di UKM. Bakso Solo, Bakauhei, Lampug Selata. Utuk pegukura kualitas pelayaa, objek yag diteliti adalah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS 4.1. Pembahasa Atropometri merupaka salah satu metode yag dapat diguaka utuk meetuka ukura dimesi tubuh pada setiap mausia. Data atropometri yag didapat aka diguaka utuk

Lebih terperinci

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA Ari Darmawa, Dr. S.AB, M.AB Email: aridarmawa_fia@ub.ac.id A. PENDAHULUAN B. PENAKSIRAN DAN PRAKIRAAN FUNGSI BIAYA C. PENAKSIRAN JANGKA PENDEK - Ekstrapolasi sederhaa - Aalisis

Lebih terperinci

Definisi Integral Tentu

Definisi Integral Tentu Defiisi Itegral Tetu Bila kita megedarai kedaraa bermotor (sepeda motor atau mobil) selama 4 jam dega kecepata 50 km / jam, berapa jarak yag ditempuh? Tetu saja jawabya sagat mudah yaitu 50 x 4 = 200 km.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Maajeme risiko merupaka salah satu eleme petig dalam mejalaka bisis perusahaa karea semaki berkembagya duia perusahaa serta meigkatya kompleksitas aktivitas perusahaa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Integral adalah salah satu konsep penting dalam Matematika yang

BAB I PENDAHULUAN. Integral adalah salah satu konsep penting dalam Matematika yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Masalah Itegral adalah salah satu kosep petig dalam Matematika yag dikemukaka pertama kali oleh Isac Newto da Gottfried Wilhelm Leibiz pada akhir abad ke-17. Selajutya

Lebih terperinci

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X Pedugaa Selag: Metode Pivotal Lagkah-lagkahya 1. Adaika X1, X,..., X adalah cotoh acak dari populasi dega fugsi kepekata f( x; ), da parameter yag tidak diketahui ilaiya. Adaika T adalah peduga titik bagi..

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBANTU BATUPLAT Helmi Fagidaea,c*, Elisabeth Herwatib, Maria Y. Biac a b Mahasiswa S-1 Prodi Keperawata,

Lebih terperinci

Siswa yang terlibat dalam proses belajar mengajar diharapkan mengalami perubahan baik

Siswa yang terlibat dalam proses belajar mengajar diharapkan mengalami perubahan baik ABSTRAK Lisbet Noviati M.Pd: Effects of Cooperative Learig Model Numbered Heads Together (NHT) Agaist Studet Results I Ecoomic Lessos i class SMA 4 Pematagsiatar academic year 04/05. Formulatio of the

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran 6 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 3 Bukit Kemuig Tahu Pelajara 0/0. Populasi peelitia ii adalah seluruh kelas VII yag terdiri dari 4 kelas yaitu VII-A,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Pegertia Racaga peelitia kasus-kotrol di bidag epidemiologi didefiisika sebagai racaga epidemiologi yag mempelajari hubuga atara faktor peelitia dega peyakit, dega cara membadigka kelompok

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Statistika iferesi merupaka salah satu cabag statistika yag bergua utuk meaksir parameter. Peaksira dapat diartika sebagai dugaa atau perkiraa atas sesuatu yag aka terjadi

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP ADABIAH PADANG

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP ADABIAH PADANG PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP ADABIAH PADANG Susilo Program Studi Pedidika Matematika, Jurusa Pedidika Matematika da IPA, Fakultas Kegurua

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode kuatitatif dega eksperime semu (quasi eksperimet desig). Peelitia ii melibatka dua kelas, yaitu satu

Lebih terperinci

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4 Program Studi : Tekik Iformatika Miggu ke : 4 INDUKSI MATEMATIKA Hampir semua rumus da hukum yag berlaku tidak tercipta dega begitu saja sehigga diraguka kebearaya. Biasaya, rumus-rumus dapat dibuktika

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS PENERAPAN TRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARAL PAIR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA IWA KELA VIII MPN KOTO BARU KABUPATEN DHARMARAYA Rie Amri, Niiwati, Fauziah Pedidika Matematika, Fakultas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 30 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia adalah metode deskriptif, yaitu peelitia yag didasarka pada pemecaha masalah-masalah aktual yag ada pada masa sekarag.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah: BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Variabel da Defiisi Operasioal Variabel-variabel yag diguaka pada peelitia ii adalah: a. Teaga kerja, yaitu kotribusi terhadap aktivitas produksi yag diberika oleh para

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain III. METODE PENELITIAN 3.1 Jeis da Sumber Data Data yag diguaka pada peelitia ii merupaka data sekuder yag diperoleh dari Bada Pusat Statistik (BPS) Provisi NTB, Bada Perecaaa Pembagua Daerah (BAPPEDA)

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di halaman Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung pada bulan Agustus 2011.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di halaman Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung pada bulan Agustus 2011. III. METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di halama Pusat Kegiata Olah Raga (PKOR) Way Halim Badar Lampug pada bula Agustus 2011. B. Objek da Alat Peelitia Objek peelitia

Lebih terperinci

Musbir dan Osita Sari, Penerapan Model...

Musbir dan Osita Sari, Penerapan Model... Musbir da Osita Sari, Peerapa Model... PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI KEANEKARAGAMAN SUKU BANGSA UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SUSOH KABUPATEN ACEH

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN TEORITIS BAB II TINJAUAN TEORITIS.1 Pegertia-pegertia Lapaga pekerjaa adalah bidag kegiata dari pekerjaa/usaha/ perusahaa/kator dimaa seseorag bekerja. Pekerjaa utama adalah jika seseorag haya mempuyai satu pekerjaa

Lebih terperinci

dengan keaneka-ragaman ciri yang terdapat pada masing-masing cabang olahraga baik di kota-kota besar maupun di daerah-daerah. Dengan demikian, tidak

dengan keaneka-ragaman ciri yang terdapat pada masing-masing cabang olahraga baik di kota-kota besar maupun di daerah-daerah. Dengan demikian, tidak A. Latar Belakag Masalah Saat ii pertumbuha olahraga di Idoesia mejadi lebih berkembag dega keaeka-ragama ciri yag terdapat pada masig-masig cabag olahraga baik di kota-kota besar maupu di daerah-daerah.

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi da Subyek Populasi/Sampel Peelitia 1. Lokasi Peelitia Peelitia ii berada di Sekolah Meegah Kejurua Negeri 9 Badug yag beralamatka di Jala Soekaro Hatta KM 9 Badug.

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. ilmu pengetahuan. Sukardi (2008, 19 ) mengatakan bahwa metodologi

III METODE PENELITIAN. ilmu pengetahuan. Sukardi (2008, 19 ) mengatakan bahwa metodologi III METODE PENELITIAN A. Metodologi Peelitia Metode peelitia sagat diperluka utuk meetuka data da pegembaga suatu pegetahua da serta utuk meguji suatu kebeara ilmu pegetahua. Sukardi (008, 9 ) megataka

Lebih terperinci

Fitra R.A. et al., Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika...

Fitra R.A. et al., Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika... 1 Aalisis Kemampua Pemecaha Masalah Matematika Berdasarka Taksoomi SOLO pada Sub Pokok Bahasa Balok Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 7 Jember (The Aalysis of Mathematical Problem Solvig Abilities Based o

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagai hasil penelitian dalam pembuatan modul Rancang Bangun

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagai hasil penelitian dalam pembuatan modul Rancang Bangun 47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagai hasil peelitia dalam pembuata modul Racag Bagu Terapi Ifra Merah Berbasis ATMega8 dilakuka 30 kali pegukura da perbadiga yaitu pegukura timer/pewaktu da di badigka

Lebih terperinci

ARTIKEL. Menentukan rumus Jumlah Suatu Deret dengan Operator Beda. Markaban Maret 2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

ARTIKEL. Menentukan rumus Jumlah Suatu Deret dengan Operator Beda. Markaban Maret 2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN ARTIKEL Meetuka rumus Jumlah Suatu Deret dega Operator Beda Markaba 191115198801005 Maret 015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI DIMENSI TIGA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI DIMENSI TIGA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI DIMENSI TIGA Heri Kiswato 1, Prof. Dr. Hj. Siti Maghfirotu Ami, M.Pd 2 Jurusa Matematika, FMIPA, Uesa 1 Jurusa Matematika, FMIPA,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat da Waktu Peelitia Pegambila data peelitia dilakuka di areal revegetasi laha pasca tambag Blok Q 3 East elevasi 60 Site Lati PT Berau Coal Kalimata Timur. Kegiata ii dilakuka

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29)

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29) III. METODELOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Metodelogi adalah sekumpula prosedur yag terdokumetasi medefiisika siklus pemecaha masalah atau pegembagaya da meetuka bagaimaa sistem aka dibagu metodelogi

Lebih terperinci