UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR"

Transkripsi

1 UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATERI PENGUKURAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN BATU-BATUAN DI LINGKUNGAN SEKITAR Syaiful Rakhma 1, M. Rif at Hamdy 2, Deki Wibowo 3 1 Dose STKIP Melawi 2 Dose Uiversitas Tajugpura Potiaak 3 Dose STKIP Melawi Abstract: The purposes of this research are to fid out the studet learig iterest through measuremet activity by usig the available stoes i surroudig, to ackowledge the uderstadig of measuremet cocept i mathematic, ad also to fid out the iterest of learig mathematic after doig the the measuremet activity i surroudig. This research is usig the method of Classroom Actio Research (CAR). The subjects of the research are all the male studets of grade 5 at Public Elemetary School Number 18 Tajug Sari. The coclusio of this research are: (1) there is improvemet of learig iterest o the mathematic subject over the grade 5 studets after doig the stoe measuremet activity, (2) the study result of the studets is icrease after doig the stoe measuremet activity. Key Words: Learig Iterest over Math Subject, Uderstadig Cocept, The Stoe Learig i Nearest Eviromet Abstrak: Peelitia ii bertujua utuk megetahui ada tidakya miat belajar siswa melalui kegiata pegukura megguaka batu-batua di ligkugaa sekitar, utuk megetahui pemahama kosep pegukur dalam matematika, da miat belajar matematika setelah melakuka kegiata megukur batu-batua di ligkuga sekitar. Peelitia ii megguaka Peelitia Tidaka Kelas (PTK) atau dikeal dega Classroom Actio Research (CAR). Subyek yag diguaka adalah seluruh siswa putra kelas V SDN No. 18 Tajug Sari sebayak siswa. Hasil peelitia dapat disimpulka bahwa (1) terdapat peigkata pada miat belajar matematika pada siswa kelas V A setelah melalui kegiata megukur volume batua, (2) terdapat peigkata pada hasil belajar matematika pada siswa, setelah melakuka kegiata pegukura megguaka batubatua di ligkuga sekitar. Kata Kuci: Miat Belajar Matematika, Pemahama Kosep, Pembelajara Batu-Batua di Ligkuga Sekitar. Djamarah (2008:132) megemukaka bahwa miat adalah kecederuga yag meetap utuk memperhatika da megeag beberapa aktivitas. Seseorag yag bermiat terhadap aktivitas aka memperhatika aktivitas itu secara kosiste dega rasa seag. Slameto (2010:180) meyataka bahwa miat adalah suatu rasa lebih suka da rasa ketertarika pada suatu hal atau aktivitas, tapa ada yag meyuruh. Dari pedapat kedua ahli tersebut dapat disimpulka bahwa seseorag yag bermiat terhadap suatu aktivitas aka memperhatika aktivitas itu secara kosiste dega rasa seag dikareaka hal tersebut datag dari dalam diri seseorag yag didasarka rasa suka da tidak adaya paksaa dari pihak luar. Dega kata lai, miat adalah suatu rasa lebih suka da rasa keterikata pada suatu hal atau aktivitas, tapa ada 185

2 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal yag memaksa. Miat merupaka perasaa yag didapat karea berhubuga dega sesuatu. Miat terhadap sesuatu itu dipelajari da dapat mempegaruhi belajar selajutya serta mempegaruhi peerimaa miat-miat baru. Jadi, miat terhadap sesuatu merupaka hasil belajar da cederug medukug aktivitas belajar berikutya. Oleh karea itu miat besar pegaruhya terhadap aktivitas belajar. Hal tersebut seperti diugkapka oleh Djamarah (2008:133): Aak didik yag bermiat terhadap suatu pelajara aka mempelajari dega sugguhsugguh, karea ada daya tarik bagiya. Aak didik mudah meghapal yag mearik miatya. Proses belajar aka berjala dega lacar bila disertai dega miat. Miat merupaka alat motivasi yag utama yag dapat membagkitka kegairaha belajar aak didik dalam retaga waktu tertetu. Dari defiisi miat yag dikemukaka di atas dapat disimpulka bahwa miat adalah kecederuga idividu (siswa) utuk memusatka perhatia rasa lebih suka da rasa ketertarika terhadap suatu objek atau situasi tertetu dalam hal ii adalah belajar. Bagaimaa cara megukur batu yag diperoleh siswa di ligkugaya, alat apa saja yag diguaka siswa adalah dua pertayaa yag dapat meigkatka miat belajar siswa, selama ii siswa tidak asig lagi megetahui da megukur beda-beda bagu ruag seperti kaleg susu, lemari da beda-beda meyerupai bagu ruag sehigga melalui perhituga rumus matematika yag sudah ada kosepya siswa secara cepat dapat memperoleh jawaba volume bagu ruag tersebut, amu berbeda dega meetuka volume bagu yag tidak memiliki permukaa yag rata seperti yag terdapat pada batu-batua, sehigga dega mempelajariya siswa aka megetahui bagimaa cara meghitug bagu ruag batua yag mereka dapatka. Miat siswa dapat meigkat karea rasa ketertarikaya utuk mempelajari da mecari tahu jawaba cara megukur batua yag mereka peroleh di ligkuga siswa. Istilah matematika berasal dari Yuai mathei atau matheei artiya mempelajari, amu diduga kata itu ada hubugaya dega kata Sasekerta medha atau widya yag artiya kepadaia, ketahua, atau iteligesi (Nasutio dalam Karso, 2008: 1.39), sedagka meurut Reys (dalam Karso, 2008: 1.40) matematika adalah telaaha tetag pola da hubuga, suatu jala atau pola berpikir, suatu sei, suatu bahasa atau suatu alat. Meurut Klie (dalam Karso, 2008: 1.40) matematika itu buka pegetahua meyediri yag dapat sempura karea diriya sediri, tetapi keberadaaya utuk membatu mausia memahami, meguasai permasalaha sosial, ekoomi, da alam. Meurut Ruseffedi (1991): Matematika adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yag tidak meerima pembuktia secara iduktif, ilmu tetag pola keteratura, da struktur yag terorgaisasi, mulai dari usure yag tidak teridetifikasika, ke usur yag teridetifikasika, ke aksioma atau postulat, da akhirya ke dalil. Meurut Soedjadi (2000) matematika memiliki objek tujua abstrak, bertumpu pada kesepakata, da pola pikir yag deduktif. Berdasarka peryataa para ahli tersebut maka dapat disimpulka bahwa matematika merupaka suatu ilmu yag berhubuga tetag kosep, struktur da pola, sehigga utuk mempelajariya diperluka hubuga-hubuga dari kosep, struktur serta pola tersebut. Dikaitka dega pembelajara matematika dega beda-beda yata seperti yag disebutka yaki batu-batua dari ligkuga sekitar maka secara lagsug siswa aka memperoleh pegamala belajar matematika yaitu megukur volume batu melalui media tertetu (air, batu, gelas ukur da pirig plastik) sehigga pembelajara diharapka lebih bermaka, siswa mecari batu di ligkugaya, siswa meghitug volume batu bersama tema-temaya, siswa memperoleh volume batu yag diperolehya tadi, siswa meyimpulka kegiata yag mereka alami merupaka hal-hal yag dirasa sagat bermafaat da meimbulka rasa suka terhadap pelajara matematika. Beda asli atau beda sebearya pada dasarya adalah beda yag diguaka supaya kegiata belajar berlagsug dalam ligkuga yag sagat mirip dega kodisi yag sebearya, sehigga proses pembelajaraya dapat lebih efektif. Beda 186

3 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua asli memiliki macam sagat bervariasi amu dapat diklasifikasika dalam dua istilah (Degeg, 1993: 56) yaitu objek da beda/barag cotoh (specime). Objek yaki semua beda yag masih dalam keadaa asli, alami seperti ia hidup da berada. Sedagka beda/barag cotoh (specime) yaitu beda-beda asli atau sebagia beda asli yag diperguaka sebagai sampel. Jadi specime merupaka sebagia kecil beda asli yag mewakili beda asli yag berada di tempat asliya yag berjumlah sagat bayak, berujud sagat besar/luas da amat utuh. Specime secara umum dapat dikelompokka mejadi dua yaitu 1) specime beda hidup, seperti: akuarium, yaitu tempat yag diguaka utuk memelihara biatag air baik ika maupu sejeisya; terrarium, yaitu kotak tempat utuk memelihara hewa melata da tumbuha darat yag berukura kecil; kebu biatag, tempat utuk memelihara berbagai jeis biatag baik biatag darat, air, udara yag dimaksudka utuk cotoh; isektarium, yaki tempat/kotak utuk memelihara berbagai jeis seragga, amu pada umumya masyarakat megkoleksiya seragga yag sudah mati; da kebu percobaa/ percotoha, yaitu kebu yag ditaami tumbuha atau berbagai tumbuha utuk percobaa/percotoha. 2) specime beda mati, seperti herbarium, yaitu bagia dari tumbuha (dau) yag sudah dikerigka; teksidermi, yaitu kulit hewa yag dibetuk kembali setelah kulit tersebut dikerigka da isi tubuhya kadag diisi dega beda li seperti kapas/kai; batua, mieral, da aweta dalam botol yaitu makhluk yag sudah mati diawetka dalam botol yag berisi laruta kimia. Pegelompokka beda seperti di atas dapat juga dilakuka dega cara peggologaya mejadi beda asli alami da beda asli buata mausia. Beda asli alami yaitu beda yag bear-bear asli tapa ada perubaha betuk da sifat asliya, sedagka beda asli buata yaitu beda asli yag sudah diubah baik betuk maupu sifatya. Batu-batua di ligkuga sekitar yag diperoleh siswa adalah beda-beda asli yag diperolehya sehigga diperoleh beragam betukya; ada yag berbetuk lempeg, oval ada batu kerikil, ada batu sugai da masih bayak lagi, batua tersebut bila dijadika pembelajara bagi siswa tetuya sagat bermaka, karea siswa dapat megamati da meghitug jeis batua yag ada da bagaimaa megukur volume batu-batua itu, alat apa saja yag dapat diguaka, bagaimaa cara megukurya. Karea bayak sekali pertayaa yag dapat disebutka, maka siswa secara aktif aka mecaritahu jawaba-jawaba dari pertayaa tersebut sehigga siswa secara madiri utuk membuka buku, mecari tahu, apa jawaba dari pertayaa tersebut. Hal-hal seperti itulah yag dapat meigkatka miat belajar siswa khususya dalam pembelajara pegukura volume dalam matematika Alat pembelajara yag diguaka guru selama ii belum sepeuhya berpegaruh terhadap miat siswa. Ligkuga yag sagat erat hubugaya di kehidupa siswa terasa lebih bermaka bila dalam pembelajara dapat meigkatka miat belajar melalui pegalama yag diperoleh. METODE PENELITIAN Subjek dalam peelitia ii adalah siswa kelas V berjumlah orag da guru (peeliti) serta dibatu oleh tema sejawat. Objek peelitia adalah pegguaa batu-batua di ligkuga sekitar, miat belajar matematika, da keterampila megukur volume beda berbagai betuk. Tempat peelitia ii ialah SDN No. 18 Desa Tajug Sari Kecamata Naga Pioh Kabupate Melawi. Pelaksaaaa peelitia ii diracag pada tahu pelajara 2012/2013 semester geap disesuaika dega jadwal sekolah. Betuk peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah Classroom Actio Research (CAR) atau disebut peulisa tidaka kelas yag dikemukaka oleh Kurt Lewi (Kusumah 2011:18) yaitu terdiri atas beberapa siklus, setiap siklus terdiri atas empat lagkah, yaitu: (1) perecaaa, (2) pelaksaaa tidaka, (3) observasi, da (4) refleksi. Siklus I, pada tahap perecaaa, hal-hal yag perlu dipersiapka ialah: batu-batua bervariasi betuk da besarya (berat), gelas ukur yag dibuat oleh peeliti megguaka botol plastik yag ada di sekitar, air, meyiapka Lembar Kerja Siswa (LKS) yag berisi soal-soal yag harus dijawab dega melakuka pegamata, serta tiap kelompok diberi 187

4 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal Lembar Kerja Siswa dega tigkat kesulita yag berbeda seperti LKS pertama meghitug volume batu pada dua gelas ukur dega ukura batu yag berbeda selajutya pada kelompok lai meghitug volume dua jeis batu pada satu gelas ukur, demikia pula dega kelompok lai juga diberi soal dega tigkat kesulita yag berbeda. Setelah tiap kelompok sudah meuliska jawabaya maka soalya dapat ditukar dega kelompok lai, sehigga terjadi kerja sama dalam aggota kelompok utuk meyelesaika soal-soal yag diberika. Meyiapka lembar observasi megeai tidaka siswa yag dilakuka selama melaksaaka kegiata pegukura batua, kehati-hatia siswa saat memakai alat peraga. Membuat istrume peilaia atau evaluasi, yaki meilai aspek kogitif (pegetahua), afektif (sikap) serta psikomotorik (keterampila). Pada tahap pelaksaaa tidaka, kegiata yag dilaksaaka meliputi 3 kegiata, yaitu kegiata awal, kegiata iti da kegiata akhir. Kegiata awal meliputi meyapa siswa, megajak berdoa bersama, megabsesi siswa, guru meyediaka alat-alat ukur, siswa dikelompokka mejadi beberapa kelompok yaitu tiap kelompok berjumlah 3 orag, da apersepsi. Pada apersepsi, guru membawa batubatua beraeka betuk, ada yag betukya bagus seperti berbetuk kubus da balok, ada batua yag betukya tidak beratura seperti batu kerikil da sebagaiya yag ada di ligkuga sekitar siswa atau di ligkuga sekolah. Kemudia guru mejelaska megeai volume batu padat seperti volume kubus yaki sisi sisi sisi da volume batua berbetuk balok yaki pajag lebar tiggi, da mempraktikka meghitug batu itu sesuai dega rumus yag sudah ada. Selai itu, peeliti (sebagai guru) meayaka kepada siswa bagaimaa meghitug batua yag betukya tidak rata atau tidak beratura? Seperti apa caraya? Apakah sama dega meghitug volume bagu ruag seperti kubus da balok? Kegiata iti meliputi eksplorasi, elaborasi, da kofirmasi. Pada kegiatam eksplorasi, siswa berkumpul sesuai dega pembagia kelompokya masig-masig, memeriksa perlegkapa pegamata yaitu batua, air, gelas ukur dari plastik da lai-lai. Salah satu kelompok dimita utuk mecotohka serta meghitug volume batua dega tujua megealka pada siswa lai bagaimaa cara meghitug volume batu dega gelas ukur. Pada kegiata elaborasi, guru memberika lembar kerja siswa dega soal yag berbeda pada tiap kelompok da membimbig siswa selama melakuka kegiata pegamata batu-batua. Tiap kelompok megamati perubaha yag terjadi saat pegamata seperti, ketika gelas ukur terisi air peuh, kemudia memasukka batu ke dalamya da air tersebut aka tumpah. Tiap kelompok mecatat perubaha yag terjadi, kesulita-kesulita yag dialami saat pegamata, serta meuliska jawaba dari soal LKS yag telah diberika da mediskusika bersama-sama tetag hasil pegamata yag telah dilaksaaka. Pada kegiata kofirmasi, guru bersama siswa meyimpulka hasil pegamata, bahwa bila megukur volume beda tidak beratura seperti batu memerluka gelas ukur da air sebagai peratara, berbeda dega bagu yag berbetuk kubus maupu balok yag sudah memiliki rumus sehigga dapat dihitug secara cepat. Kegiata akhir meliputi meayaka kepada siswa megeai hal-hal yag belum dimegerti, berdoal, da megucapka salam. Pada tahap observasi, peeliti megobservasi pegetahua, keterampila, serta sikap. Observasi terhadap pegetahua siswa, megamati tidaka siswa saat air tumpah keluar, keigia atau rasa igi tahu siswa, apakah ia igi mecoba da mecoba lagi ketika terjadi kesalaha. Kemudia peeliti memberika tes tertulis meurut tigkat variasi kesukara. Utuk keterampila da sikap diguaka lembar observasi. Pada tahap refleksi, peeliti megkaji apakah miat siswa pada pembelajara matematika meigkat. Bila belum meigkat atau mecapai kriteria yag ditetapka, dapat dilakuka dega memperbaiki semua kekuraga yag terjadi selama pelaksaaa pembelajara berdasarka dari hasil observasi da evaluasi. Hasil refleksi ii diperluka utuk meetuka tidaka selajutya yaitu siklus II. 188

5 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua HASIL DAN PEMBAHASAN Aalisis Megeai Pegetahua(dega Uji-T) S + S 1 = 2 = (Sugiyoo, 2005: 134) Nilai Siklus I = 175 Nilai Siklus II = 200 rata-rata hasil belajar siklus I = 11,66 rata-rata hasil belajar siklus II = 13,33 s = ( ) () = () s = ( ) () = () perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,091 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika pegetahua belajar matematika pada siklus I da pegetahua belajar matematika pada siklus II. Aalisis Megeai Sikap(dega uji-t) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 225 Nilai Siklus II = 441,63 rata-rata hasil belajar siklus I = rata-rata hasil belajar siklus II = 29,44 s = ( ) () s = ( ) () = = 2857,14 = 2187,5 = = = = () = =, () =, S + S 11,66 13, , ,14 11,66 13,33 145, ,67 11,66 13,33 337,5,, = -0,091 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka = = 13931,21 = 3616,07 = S + S 29, , ,05 29,44 241, ,47 29, ,54, 189

6 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal ,, = -0,125 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,125 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika sikap belajar matematika pada siklus I da sikap belajar matematika pada siklus II. Aalisis Megeai Sikap(dega uji-t) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 200 Nilai Siklus II = 225 rata-rata hasil belajar siklus I = 13,33 rata-rata hasil belajar siklus II = s = ( ) () = () = = s = ( ) () = () = = 2857,14 = S + S 13, , ,07 13,33 190, ,07 = 3616,07 13,33 431,54,, = -0,08 Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Karea jumlah sampelya sama atau homoge yaitu orag, dk = 1 utuk kesalaha 5%, maka harga t tabel 1 = 14 yaitu 2,145(pada tabel-t). Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,08 < 2,145). Dega demikia H 0 ditolak da H a diterima. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika keterampila belajar matematika pada siklus I da keterampila belajar matematika pada siklus II. Aalisis Data Hubuga Miat dega Hasil Belajar pada siklus 1 Dari Tabel diatas diperoleh harga X = 1112, Y = 860, XY = 64970, X 2 = 84286, Y 2 = da N = N XY ( X)( Y) [N X ( X) ][N Y ( Y) ] (1112)(860) [ (1112) ][ (860) ] [ ][ ] (27746)(25400) , =0,686 Koefisiesi korelasi diperoleh harga 0,686. Bila taraf kesalaha ditetapka 5% (taraf kepercayaa 95%) da N =, maka harga r tabel ialah 0,514. Teryata harga r hitug lebih besar dari harga r tabel, sehigga Ho ditolak da Ha diterima jadi kesimpulaya ada hubuga positif da sigifika atara miat belajar da hasil belajar pada siklus I. Aalisis Data Hubuga Miat dega Hasil Belajar pada siklus II N XY ( X)( Y) [N X ( X) ][N Y ( Y) ] (1213)(1210) [ (1213) ][ (1210) ] 190

7 Syaiful Rachma, dkk., Upaya Meigkatka Miat Belajar Materi Pegukura dalam Pembelajara Matematika Megguaka Batu-Batua [ ][ ] (13406)(25400) ( ) ,97 0,77 Koefisiesi korelasi diperoleh harga 0,77. Bila taraf kesalaha ditetapka 5% (taraf kepercayaa 95%) da N =, maka harga r tabel ialah 0,514. Teryata harga r hitug lebih besar dari harga r tabel, sehigga Ho ditolak da Ha diterima jadi kesimpulaya ada hubuga positif da sigifika atara miat belajar da hasil belajar pada siklus II. Aalisis Data Perbedaa Miat Siklus I da siklus II (Uji-T) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 1112 Nilai Siklus II = 1213 rata-rata miat siklus I = 74,13 rata-rata miat siklus II = 80,86 s = ( ) () = () = s = ( ) () = () = 74,13 80, , ,78 74,13 80, , ,51 74,13 80, ,81,, = -0,059 Hasil t hitug yaitu -0,059, Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Utuk melihat harga t tabel maka didasarka pada derajat kebebasa (dk) adalah = 1 yaitu 1 = 14. Bila taraf kesalaha 5% maka harga t tabel adalah 2,145. Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,059 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika miat belajar matematika pada siklus I da miat belajar matematika pada siklus II. Aalisis Data Perbedaa Hasil Belajar I da siklus II (Uji-T) S + S 1 = 2 = Nilai Siklus I = 860 Nilai Siklus II = 1210 rata-rata hasil belajar siklus I = 57,33 rata-rata hasil belajar siklus II = 80,66 s = ( ) () s = ( ) () = = 88324,57 = = ,78 = () = () S + S = = = = 52828,57 = = ,57 191

8 Jural Pedidika Dasar, Volume 2, Nomor 2, Desember 2014, Hal S + S 57,33 80, , ,57 57,33 80, , ,9 57,33 80, ,8,, = -0,227 Hasil t hitug yaitu -0,227, Harga t hitug tersebut, selajutya dibadigka dega harga t tabel. Utuk melihat harga t tabel maka didasarka pada derajat kebebasa (dk) adalah = 1 yaitu 1 = 14. Bila taraf kesalaha 5% maka harga t tabel adalah 2,145. Berdasarka perhituga tersebut teryata t hitug lebih kecil dari t tabel (-0,227 < 2,145). Dega demikia H 0 diterima da H a ditolak. Jadi kesimpulaya tidak terdapat perbedaa secara sigifika hasil belajar matematika pada siklus I da hasil belajar matematika pada siklus II. SIMPULAN Berdasarka hasil da pembahasa tetag meigkatya miat belajar pada pembelajara Matematika kelas V A melalui kegiata megukur volume batua di ligkuga sekitar, dapat disimpulka sebagai berikut : Melalui kegiata megukur volume beda tak beratura yaitu batu yag ada diligkuga dapat meigkatka miat belajar pada siswa kelas V A Sekolah Dasar Negeri No. 18 Tajug Sari dalam pembelajara Matematika. Miat belajar matematika pada siklus I ialah 74,13 da miat belajar matematika pada siklus II ialah 80,86 peigkataya ialah 6,73. Hasil belajar pada siklus I ialah 57,33 da hasil belajar pada siklus II 80,66 peigkataya ialah 23,33. Hasil aspek Pegetahua siswa pada siklus I ialah 11,66 da pada siklus II ialah 13,33, peigkataya ialah 1,67. Hasil aspek sikap siswa pada siklus I ialah da siklus II ialah 29,44 vsehigga peigkataya ialah 14,44. Hasil aspek Keterampila Siswa siklus I ialah 13,33 da siklus II ialah sehigga peigkataya ialah 1,67. Dari hasil yag telah diperoleh tersebut dapat dikataka bila miat belajar siswa meigkat maka hasil belajar siswa juga meigkat. DAFTAR PUSTAKA Degeg, I.N.S Media Pedidika. Malag: FIP IKIP Malag. Djamarah, S.B Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rieka Cipta. Karso Pedidika Matematika I. Jakarta: Uiversitas Terbuka. Mulyasa, E Praktik Peulisa Tidaka Kelas. Badug: PT Remaja Rosdakarya. Ruseffedi, E.T Pegatar Kepada Membatu Guru Megembagka Kompetesiya dalam Pegajara Matematika Utuk Meigkatka CBSA. Badug: Tarsito. Slameto Belajar da Faktor-Faktor yag Mempegaruhiya. Jakarta: PT. Rieka Cipta. Soedjadi Kiat Pedidika Matematika di Idoesia. Jakarta: Dirje Dikti Depdikbud. Sugioo Statistik utuk Peelitia. Badug: CV. Alfabeta. Sugiyoo Metode Peelitia Pedidika Pedekata Kuatitatif, Kualitatif, da R&D. Badug: Alfabeta. Susetyo, B Statistika utuk Aalisis Data Peelitia. Badug: PT Refika Aditama. Kusuma da Dedi, D Megeal Peulisa Tidaka Kelas. Jakarta: Ideks. 192