I. PENDAHULUAN. Dalam upaya bersama untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional,

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "I. PENDAHULUAN. Dalam upaya bersama untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional,"

Transkripsi

1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya bersama untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional, sektor industri kimia tetap menjadi salah satu tumpuan dan harapan. Peluang yang cukup baik dalam sektor industri kimia dimasa-masa yang akan datang diharapkan mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan negara. Kondisi tersebut sangat ditunjang dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam bidang industri kimia yang mendukung berkembangnya industri-industri kimia. Selain itu, peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang teknologi industri merupakan salah satu faktor penunjang dalam mempercepat pertumbuhan industri-industri di Indonesia. Benzil klorida (C 6 H 5 CH 2 Cl) atau dikenal juga dengan nama -klorotoluen adalah salah satu bahan kimia organik yang sangat penting dalam industri kimia. Bahan kimia ini banyak digunakan sebagai bahan baku maupun bahan pembantu untuk berbagai industri kimia. Industri kimia seperti industri Benzil klorida merupakan industri hulu yang dapat menjadi suatu industri yang diharapkan dapat mendukung industriindustri yang lain yang menggunakan produk Benzil klorida sebagai bahan

2 2 bakunya. Produk Benzil klorida biasa digunakan oleh industri-industri seperti industri pembuatan parfum, pewarna (cat, krayon, dll), farmasi, dan industri kimia lain yang cukup banyak di Indonesia, dimana pada saat ini untuk memperoleh bahan baku Benzil klorida harus mengimport dari luar negri. Jadi akan sangat menguntungkan jika di Indonesia bahan baku tersebut dapat tersedia, yang mana selain dapat memberikan manfaat untuk kemajuan perindustrian di Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan kemajuan Indonesia di sektor industri, dan yang terpenting dapat membantu bangsa ini lebih cepat keluar dari krisis. B. Kegunaan Produk B.1. Produk Utama Produk utama yang dihasilkan berupa benzil klorida. Tujuan pemasaran ialah kepada pihak industri yang menggunakan benzil klorida sebagai bahan baku produksinya. Penggunaan benzil klorida. Kegunaan benzil klorida diantaranya sebagai berikut : a) Sebagai bahan baku dalam pembuatan benzil butil phtalat, suatu plasticizer yang digunakan secara luas dalam vinyl flooring dan sebagai plastik lain misal untuk pengepakan makanan. b) Sebagai bahan baku pembuatan benzil alkohol, dalam industri tekstil benzil alkohol digunakan sebagai pewarna tambahan pada pewarnaan wool dan nylon. c) Dalam industri zat warna benzil klorida digunakan sebagai zat antara dalam pembuatan trifenilmetan.

3 3 d) Turunan pertama benzil klorida dapat diproses lebih lanjut menjadi flavor, parfum kimia, farmasi dan disinfektan jamur. B.2. Produk Samping 1. Benzil diklorida. Benzil diklorida adalah caiaran yang tidak berwarna dihasilkan dari toluene yang bereaksi dengan Cl 2. benzil diklorida dapat digunakan sebagai lachrymatory yang umum digunakan sebagai agen pengendalian kerusuhan dan agen senjata kimia. Sebagai contoh, gas air mata dan semprotan merica yang biasa digunakan untuk kontrol kerusuhan 2. Asam Klorida Penggunaan produk asam klorida Digunakan sebagai pengawet baja, produksi PVC, reagen penukar ion dan cairan porselen. C. Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku utama dan penunjang yang digunakan pada proses pembuatan Benzil klorida dengan proses klorinasi toluen antara lain : 1. Gas Klorin Gas klorin ini dapat diperoleh dari pabrik PT. Asahimas Subcentra Chemical, Cilegon. 2. Toluen Toluen adalah cairan yang tak berwarna, sangat reaktif, dengan bau seperti benzen. Toluen biasanya diproduksi bersama-sama dengan benzen, xylen

4 4 dan senyawa aromatis C 6 C 9. Campuran tersebut diekstraksi dengan sulfana dan kemudian dipisahkan dengan jalan fraksinasi. Toluen dapat dipenuhi dari PT. Styrindo Mono Indonesia yang berada di Cilegon dengan kemurnian 99 %. D. Analisa Pasar Penilaian analisa pasar dari pabrik Benzil klorida meliputi : D.1. Harga Bahan Baku Harga bahan baku untuk proses pembuatan Benzil klorida tertera pada Tabel I.1. Tabel I.1. Harga Bahan Baku Bahan Baku Harga (USD/Ton) Gas klorin (Cl 2 ) 190 Toluen (C 6 H 5 CH 3 ) 860 Sumber : icis.com 4 Feb 2014 D.2. Harga Produk Harga produk dapat dilihat pada Tabel I.2. dibawah ini. Tabel I.2. Harga Produk Produk Harga (USD/Ton) Benzil klorida 2000 Benzil klorida 1700 Benzena 1351 HCl 96 Sumber : Alibaba.com 4 Feb 2014

5 5 E. Kapasitas Pabrik Berdasarkan data kebutuhan (impor) Benzil Klorida dan produksi Toluen serta klorin di Indonesia terhadap Benzil Klorida akan didapatkan kapasitas pabrik dengan cara persamaan garis lurus. Grafik 1.1. Impor Benzil klorida di Indonesia. (Sumber : olahan BPS Jakarta, 2013) Berdasarkan data-data yang sudah diplotkan pada grafik tersebut dilakukan pendekatan berupa garis lurus, y = mx + C. dimana : y = kebutuhan impor Benzil klorida (ton/tahun) x = tahun ke (15) m = slope C = intercept didapatkan nilai slope sebesar : n m n x. y x. y 2 x ( x) 2 18,763 dan didapatkan juga nilai intercept sebesar : C 2 x. y xy. y n x 2 ( x)

6 6 Melalui perhitungan persamaan garis lurus di atas diperoleh persamaan y = 18,763x , yang dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan Benzil klorida di Indonesia pada tahun Dengan persamaan garis lurus tersebut didapatkan prediksi jumlah kebutuhan Benzil klorida di Indonesia sebesar ton/tahun sedangkan Indonesia belum memiliki pabrik Benzil Klorida, maka dengan kata lain kebutuhan Benzil klorida di Indonesia belum dapat terpenuhi sebesar ton. Berdasarkan pertimbangan di atas dengan kapasitas produksi Benzil Klorida sebesar ton/tahun diharapkan : Dapat memenuhi kebutuhan Benzil klorida di Indonesia sehingga mengurangi impor dari luar negeri Memberi kesempatan pada industri-industri yang menggunakan Benzil klorida untuk mengembangkan produksinya dan memperolehnya dengan mudah dan murah tanpa harus mengimpor F. Penentuan Lokasi Pabrik Pabrik Benzil Klorida ini direncanakan akan didirikan di daerah Lebak, Banten. Pertimbangan pemilihan lokasi adalah sebagai berikut : 1. Bahan baku Bahan baku utama Benzil Klorida adalah Toluene dan Gas Klorin yang diperoleh dari PT. Asahimas Chemical dan PT. Styrindo Mono Indonesia yang letaknya di komplek industri Cilegon, sehingga kedekatan lokasi ini

7 7 akan memudahkan transportasi bahan baku dan sekaligus mengurangi ongkos pengangkutan. 2. Pemasaran Untuk pemasaran produk, perlu diperhatikan letak pabrik dengan pasar yang membutuhkan Benzil Klorida. Hal ini menekan biaya pendistribusian produk ke lokasi pasar dan pengiriman. Pemilihan lokasi di Banten mengingat sebagian besar pemasarannya meliputi Pulau Jawa secara umum. 3. Transportasi Sarana transportasi diperlukan untuk mengangkut bahan baku, memasarkan produk dan lain-lain. Oleh karena itu fasilitas jalan raya, rel kereta api atau pelabuhan udara mutlak sangat dibutuhkan. Kawasan Industri sekitar Banten memiliki fasilitas yang cukup memadai. 4. Penyedian tenaga listrik Kebutuhan listrik pabrik ini seluruhnya dipenuhi dari PLN, sedangkan untuk keadaan darurat, pabrik memiliki generator cadangan. 5. Penyediaan air Kebutuhan air pendingin, umpan boiler, keperluan proses serta keperluan umum seluruhnya hasil pengolahan dari air sungai Ciujung. Pemilihan sumber ini ditunjang oleh letak pabrik yang dekat dengan Sungai.

8 8 6. Kebutuhan tenaga kerja Tenaga kerja termasuk hal yang sangat menunjang dalam operasional pabrik, tenaga kerja untuk pabrik ini dapat direkrut dari : Masyarakat sekitar pabrik. Tenaga ahli yang berasal dari daerah sekitar pabrik dan luar daerah. 7. Keadaan masyarakat Lokasi pabrik di Lebak berada di kawasan industri, sehingga masyarakat sudah terbiasa dengan kehadiran pabrik-pabrik dengan resiko tinggi. Selain itu, keberadaan pabrik juga akan membantu tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. 8. Kondisi Iklim dan Cuaca Seperti daerah lain di Indonesia, maka iklim di sekitar lokasi pabrik relatif stabil. Suhu udara beragam antara C.

9 II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES Produksi zat kimia dalam pabrik kimia membutuhkan berbagai sistem proses dan alat pemroses yang dirangkai dalam suatu sistem proses produksi yang disebut teknologi proses. Secara garis besar, sistem proses utama dari sebuah pabrik kimia adalah sistem reaksi, sistem pemisahan, dan pemurnian. Proses perubahan bahan baku menjadi produk terjadi dalam sistem reaksi. Sistem pemisahan dan pemurnian bertujuan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi permintaan pasar sehingga layak dijual. A. Macam-Macam Proses Ada dua macam reaksi untuk membentuk benzil klorida, yaitu reaksi chlorination of toluene dan chloromethylation of benzene. Berikut masingmasing uraian proses: 1. Reaksi chlorination of toluene Pada mekanisme reaksi samping secara seri, ketiga atom hidrogen pada rantai samping toluena (C 6 H 5 CH 3 ) digantikan oleh klorin secara berturutturut. Akibatnya, ada tiga senyawa yang diperoleh benzil klorida sebagai produk utama, serta benzal klorida dan benzo triklorida sebagai produk samping.

10 10 Berikut reaksinya : Reaksi Utama C 6 H 5 CH 3 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) Reaksi Samping C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CHCl 2 (l) + HCl (l) C 6 H 5 CHCl 2 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CCl 3 (l) + HCl (l) Reaksi belangsung secara eksotermis pada fasa gas-cair dalam dengan temperatur o C dan tekanan 1-3 atm. Proses ini memiliki konversi sebesar 86,3% toluena untuk meminimalisasi terbentuknya produk samping dengan yield benzil klorida lebih dari 80%. (Zen Xu, 1999) 2. Reaksi Chloromethylation of benzene Reaksi ini merupakan reaksi subtitusi antara Benzena, formaldehid dan HCl dengan penambahan katalis zinc chloride. Benzena bereaksi dengan formaldehid, lalu dikontakkan dengan gas HCl melalui bantuan katalis Zinc Chloride. Adapun reaksi yang terjadi sebagai berikut: C 6 H 6 (l) + HCl (g) + CH 2 O (s) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 O (l) Reaksi ini berlangsung eksotermis pada temperatur 100 o C dengan tekanan atmosferis dengan yield dari benzil klorida sebesar 80%. Produk sampingnya berupa air. (Ginsburg, et al.)

11 11 B. Pemilihan Proses Pemilihan proses bertujuan untuk menentukan proses mana yang akan dipilih berdasarkan pertimbangan dari segi ekonomi dan energi 1. Tinjauan Ekonomi Chloronation of Toluene Kapasitas Produksi = ton/tahun Yield = +80 % Konversi = 86.9 % BM C 6 H 5 CH 2 Cl (main product) = 126,58 g/mol Menghitung mol Toluena yang dibutuhkan mol C 6 H 5 CH 2 Cl : kg/ jam 126,59 kg / kmol = kmol mol Toluena mula-mula = 100% x kmol 86.9% = kmol Reaksi : C 6 H 5 CH 3 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) Mula-mula Bereaksi Sisa Reaksi : C 6 H 5 CH 3 Cl (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CH 2 Cl 2 (l) + HCl (l) Mula-mula Bereaksi Sisa

12 12 Tabel II.1 Harga bahan baku dan produk 1. Toluena 2. Klorin Bahan 3. Benzil Klorida 4. Benzal Klorida 5. Asam Klorida 6. Benzena $/ton 860* 190* 2000 ** 1700** 96** Sumber : * icis.com 4 Feb 2014 ** Alibaba.com 4 Feb * Untuk menghitung perolehan keuntungan kasar dapat digunakan persamaan berikut ini : Harga Produk = harga benzil klorida + harga benzal klorida + harga HCl + harga Benzena = ( ton x $ 2000/ton) + (8.000 ton x $ 1700/ton) + ( ton x $96/ton) + (29 ton x $1351/ton) = = usd Harga BB = harga toluene + harga klorin = (58.258,009 ton x $ 860/ton) + (44.813,398 ton x $190/ton) = , ,62 = ,36 usd Estimated Profit = Harga Produk Harga Bahan baku = ,36

13 13 = ,64 usd = Rp Biaya Produksi = Harga Bahan Baku : Kapasitas Pabrik = ,36 : = 1465,411 usd/ton = 1,465 usd/kg = Rp ,4/kg Chloromethylation of benzene Kapasitas Produksi = ton/tahun Yield = 80 % BM C 6 H 5 CH 2 Cl (main product) = 126,58 g/mol menghitung mol Toluena yang dibutuhkan mol C 6 H 5 CH 2 Cl = kg 126,58 kg / kmol = ,688 k mol 100% mol Bezena mula-mula = x , 688kmol = ,11 kmol 80% Reaksi : C 6 H 6 + CH 2 O + HCl C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 0 (l) M , , ,110 - B , , , , ,688 S 79001, , , , ,688

14 14 Jumlah Reaktan yang dibutuhkan Mol C 6 H 6 Mol CH 2 O HCl 78,11kg ,110 kmol = ,362 kg 1 kmol 30,031kg ,110 kmol = ,520 kg 1 kmol 36,461kg ,110 kmol = ,238 kg 1 kmol Jumlah Produk yang terbentuk C 6 H 5 CH 2 Cl H20 126,58 kg ,688 kmol = kg 1 kmol 18,015kg ,688 kmol = ,469 kg 1 kmol Tabel II.2 Harga bahan baku dan produk Bahan 1. Benzene (C 6 H 6) 2. Formaldehyde (CH 2 O) 3. Hidrochloric Acid (HCl) 4. Benzil Klorida(C 6 H 5 CH 2 Cl) $/ton 1351* 1000** 300** 2000** Sumber : * icis.com 4 Feb 2014 ** Alibaba.com 4 Feb 2014 Untuk menghitung perolehan keuntungan kasar dapat digunakan persamaan berikut ini :

15 15 Harga Produk = harga benzil klorida = ton x $ 2000/ton = usd/year Harga BB = harga benzene + harga formaldehyde+ harga HCl = ( ,362 ton x $ 1351/ton) + ( ,520 kg x $1000/ton) + ( ,238 ton x $300/ton) = = usd/year Estimated Profit = Harga Produk Harga Bahan baku = = usd/year = Rp /year Biaya Produksi = Harga Bahan Baku : Kapasitas Pabrik = : = usd/ton = 1,445 usd/kg = Rp ,20/kg 2. Tinjauan Termodinamika Perubahan entalpi (ΔH) menunjukkan panas reaksi yang dihasilkan ataupun panas reaksi yang dibutuhkan selama proses berlangsungnya reaksi kimia. Besar atau kecil nilai ΔH tersebut menunjukkan jumlah energi yang dibutuhkan maupun dihasilkan. ΔH bernilai positif (+) menunjukkan bahwa reaksi tersebut membutuhkan panas agar

16 16 berlangsungnya reaksi sehingga semakin besar ΔH maka semakin besar juga energi yang dibutuhkan. Sedangkan ΔH bernilai negatif (-) menunjukkan bahwa reaksi tersebut menghasilkan panas selama proses berlangsungnya reaksi sehingga tidak membutuhkan energi selama proses namun membutuhkan energi untuk penyerapan panas agar reaksi tetap berlangsung pada temperatur reaksinya. H Rx = H R + H Rx(298) o + H P (Smith, et. all, 1996) Chlorination of Toluene Reaksi yang terjadi : Reaksi Utama C 6 H 5 CH 3 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) Reaksi Samping C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CHCl 2 (l) + HCl (l) C 6 H 5 CHCl 2 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CCl 3 (l) + HCl (l)

17 17 T = 305 K T =348 K T = 373 K ΔH 1 ΔH 2 T = 298 K T = 298 K ΔH R 298 Tabel II.3 Nilai ΔH R(298) masing-masing Komponen Komponen ΔH f, kj/mol C 6 H 5 CH 3(l) 50,2 Cl 2(g) - C 6 H 5 CH 2 Cl (l) 18,7 HCl (l) -92,3 Sumber: Yaws, Thermodynamic chemical data ΔH r 298 K = ΔH f produk - ΔH f reaktan = [ ΔH f C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) ] [ ΔH f C 6 H 5 CH 3(l) + Cl 2(g) ] = [ (18,7 + (-92,3) ] [ (50,2) + (0) ] = -123,8 kj/mol = 8,314 x -1120,651 = -9317,093 kj/kmol = 8,314 x 12515,853 = ,800 kj/kmol

18 18 H R = -9317,093 + (-123,8) ,800 = 94863,507 kj/kmol Karena nilai ΔH R positif, maka reaksi bersifat endotermis Chloromethylation of Benzene Reaksi yang terjadi : C 6 H 6(l) + CH 2 O (s) + HCl (l) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 0 (l) T = 305 K T = 333 T K =348 K ΔH 1 ΔH 2 T = 298 K T = 298 K Nilai ΔH f masing-masing komponen pada suhu 298 K dapat dilihat sebagai berikut : ΔH R 298 Tabel II.4 Nilai ΔH f masing-masing Komponen Komponen ΔH f, kj/mol C 6 H 6(l) 82,9 CH 2 O (s) HCl (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) H 2 O (l) -108,6-92,3 18, Sumber: Yaws, Thermodynamic chemical data

19 19 ΔH r 298 K = ΔH f produk - ΔH f reaktan = [ ΔH f C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 O (l) ] [ΔH f C 6 H 6 (l) + CH 2 O (S) +HCl (l) ] = [(18,7-241,8)] [(82,9-108,6-92,3)] kj/mol = [-223,1] [-118] = -105,1 kj/mol = 8,314 x = kj/kmol = 8,314 x = kj/kmol H R = (-123,8) = kj/kmol Karena nilai ΔH R negaitif, maka reaksi bersifat eksotermis 3. Tinjauan termodinamika berdasarkan energi Gibbs (ΔG o ) Energi Gibbs standar menunjukkan spontan atau tidak spontannya suatu reaksi kimia. ΔG o bernilai positif (+) menunjukkan bahwa reaksi tersebut tidak dapat berlangsung secara spontan, sehingga dibutuhkan energi tambahan dari luar. Sedangkan ΔG o bernilai negatif (-) menunjukan bahwa reaksi tersebut dapat berlangsung secara spontan dan hanya sedikit membutuhkan energi. Oleh karena itu, semakin kecil atau negatif ΔG o maka reaksi tersebut akan semakin baik karena untuk berlangsung spontan energi yang dibutuhkan semakin kecil.

20 20 ΔG o (298 o K) = ΔG o produk - ΔG o reaktan ΔG = ΔH TΔS Chlorination of Toluene Reaksi yang terjadi : C 6 H 5 CH 3 (l) + Cl 2 (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) Nilai ΔG f masing-masing komponen pada suhu 298 K dapat dilihat. sebagai berikut : Tabel II.5 Nilai ΔG f masing-masing Komponen Komponen ΔG f, kj/mol C 6 H 5 CH 3(l) Cl 2(g) - C 6 H 5 CH 2 Cl (l) 92.4 HCl (l) Sumber: Yaws, Thermodynamic chemical data ΔG 298 K = ΔG f produk - ΔG f reaktan = [ ΔG f C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCl (l) ] [ 2 x ΔG f C 6 H 5 CH 3(l) + Cl 2(g) ] = [ (92,4 + (-228.6) ] [ (122.3) + (0) ] = [-136,2] [-122,3] = -13,9 kj/mol

21 21 = ,9 = ,636 kj/kmol Karena nilai ΔG Negatif, maka reaksi bersifat spontan Chloromethylation of Benzene Reaksi yang terjadi : C 6 H 6(l) + CH 2 O (s) + HCl (g) C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 0 (l) Nilai ΔG f masing-masing komponen pada suhu 298 K dapat dilihat sebagai berikut : Tabel II.6 Nilai ΔG f masing-masing Komponen Komponen ΔG f, kj/mol C 6 H 6(l) 129,8 CH 2 O (s) HCl (g) -102, C 6 H 5 CH 2 Cl (l) 92.4 H 2 O (s) -237,1 Sumber: Yaws, Thermodynamic chemical data ΔG 298 K = ΔG f produk - ΔG f reaktan = [ ΔG f C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + H 2 O (l) ] [ΔG f C 6 H 6(l) + CH 2 O (s) +HCl (l) ] = [ (92,4 + (-237,1) ] [ (129.8) + (-102,5) + (-228,6)

22 22 = [-144,7] [-201,3] = 56,6 kj/mol = , ,296 56,6 = ,668 kj/kmol Karena nilai ΔG Positif, maka reaksi bersifat tidak spontan. Berikut matrik dalam mempertimbangkan pemilihan metode yang akan digunakan: Tabel II.7 Matrik pemilihan proses No Parameter Chloronation of Toluene 1 Temperatur reaksi 100 o C 2 Tekanan operasi 1 atm 3 Fasa reaksi Gas-Cair 4 Yield 93,6% 5 Konversi 86% 6 Katalis - 7 Kemurnian produk 99% 8 Jenis reaktor CSTR 9 Keuntungan ,64 usd/year 10 Panas reaksi (ΔH 0 ) -123,8 kj/mol 11 Energi Gibbs (ΔG o ) -13,9 kj/mol 12 Produk samping Benzyl dichloride, Benzene Hydrochloric acid Chloromethylation of Benzene 60 o C 1 atm Cair-Gas-Padat 80% 99% ZnCl 90% Trickle Bed usd/year +105,1 kj/mol +56,6 kj/mol -

23 23 Berdasarkan matrik di atas, maka di pilih proses Chloronation of Toluene pada fasa gas-cair untuk memproduksi Benzil Klorida dari Klorin dan Toluena karena pertimbangan memberikan kondisi operasi yang realtif aman dan keuntungan yang lebih baik dari metode yang lain. C. Deskripsi Proses Proses pembuatan benzil klorida melalui beberapa tahap sebagai berikut :. 1.Tahap penyiapan bahan baku 2.Tahap pembentukan produk 3.Tahap pemurnian produk 1. Tahap Penyiapan Bahan Baku Pada perancangan pabrik benzil klorida dari klorinasi Toluena menggunakan bahan baku utama yaitu klorin dan Toluena. Klorin didapatkan dari PT. Asahimas Subentra Chemical sedangkan Toluena didapatkan dari PT. Styrindo Mono Indonesia melalui pemipaan dari masing-masing pabrik sampai ke lokasi penyimpanan Toluena ditampung dalam tangki 02 (ST-102) dengan waktu tinggal dua minggu. Sedangkan klorin di tampung dalam tangki 01 (ST-101) dengan waktu tinggal dua minggu. Sistem penyimpanan klorin menggunakan tangki bertekanan dengan tekanan 10 atm dan suhu 30 o C. Klorin dan Toluena selanjutnya dialirkan menuju Reaktor (RE-101) pada kondisi masing-masing 1 atm 100 o C.

24 24 2. Tahap Klorinasi Tahap Klorinasi terjadi didalam Reaktor (RE-101), dan reaktor yang digunakan adalah reaktor bubble. Di dalam reaktor ini klorin yang berupa gas masuk dari bawah melalui perforated plate dan bereaksi dengan Toluena. Reaksi utamanya adalah : C 6 H 5 CH 3 (l) + Cl 2 (g) k 1 C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + HCL (g) Pada reaksi klorinasi Toluena juga terjadi reaksi samping sebagai berikut : C 6 H 5 CH 2 Cl (l) + Cl 2 (g) k 2 k 3 C 6 H 5 CHCl 2 (l) + HCl (g) Reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah reaksi eksotermis dan dipasang coil pendingin dengan media pendingin berupa air. Suhu di dalam reaktor adalah 100 o C tekanan 1 atm. Gas keluar reaktor mengandung HCl dan diserap dengan air didalam menara absorber, sedangkan cairan hasil bawah reaktor dialirkan dalam Menara Distilasi 1 (MD-101). Selanjutnya benzil klorida akan diumpankan kedalam Menara Distilasi 2 (MD-102) untuk dimurnikan lebih lanjut. 3. Tahap Pemisahan Hasil dan Pemurnian Gas yang keluar dari reaktor mengandung berbagai macam komponen diantaranya HCl yang kemudian diserap oleh air dalam menara absorber (AB-101). Hasil atas absorber berupa gas buang dibawa menuju Unit Pengolahan Lanjut sebagai hasil buangan atau limbah. Hasil bawah berupa larutan HCl dengan kemurnian 33% disimpan sebagai hasil samping dalam Tangki 03 (ST-103).

25 25 Cairan yang keluar dari reaktor dipisahkan di dalam Menara Distilasi 1 (MD-101). Hasil atas yang berupa gas didinginkan dalam Condensor 01 (CD-101) hingga menjadi cairan yang kemudian direcycle kembali menuju reaktor sebagai umpan reaktor. Hasil bawah Menara Distilasi 1 (MD-101) mengandung produk utama yaitu benzil klorida. Hasil bawah ini kemudian dimurnikan lebih lanjut di dalam Menara Distilasi 2 (MD-102). Hasil atas Menara Distilasi 2 (MD-102) berupa produk utama ditampung dalam Tangki 03 (ST-104). Hasil bawah berupa produk samping ditampung dalam Tangki 04 (ST-105).

26 III. SPESIFIKASI BAHAN DAN PRODUK A. Bahan Baku 1. Toluen Rumus kimia : C 6 H 5 CH 3 Berat molekul : Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : o C : o Ca : o C : atm Berat jenis : kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 5.583E-01 cp (25 o C) Kelarutan : 0.05/100 bagian air (16 o C) Larur dalam alkohol dan eter Bentuk & warna Kemurnian : cairan & tak berwarna : 99.9 % (0.1 % benzen) 2. Klorin Rumus kimia : Cl 2 Berat molekul : 70.91

27 27 Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : o C : o C : o C : atm Berat jenis : kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 3.099E-01 cp (25 o C) Bentuk & warna : cairan & berwarna kuning Kemurnian : 99.9 % (0.1 % H 2 ) B. Produk 1. Benzil Klorida Rumus kimia : C 6 H 5 CH 2 Cl Berat molekul : Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : o C : o C : o C : atm Berat jenis : kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 1.116E+00 cp (25 o C) Kelarutan Bentuk & warna : tidak larut dalam air : cairan & tak berwarna

28 28 2. Benzal Klorida Rumus kimia : C 6 H 5 CHCl 2 Berat molekul : Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : o C : o C : o C : atm Berat jenis : kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 1.652E+00 cp (25 o C) Kelarutan Bentuk & warna : tidak larut dalam air : cairan & tak berwarna 3. Hidro Klorida Rumus kimia : HCl Berat molekul : Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : 51 o C : -46 o C : o C : atm Berat jenis : kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 2.221E+00 cp (25 o C) Kelarutan : larut dalam air

29 29 Bentuk & warna : cairan & tak berwarna 4. Benzena Rumus kimia : C 6 H 6 Berat molekul : 78,11 Titik didih normal Melting point Suhu kritis Tekanan kritis : 80.1 o C : 5.5 o C : 289 o C : 48 atm Berat jenis : 876 kg/m 3 (25 o C) Kapasitas panas : kcal/kg K Kekentalan : 0,652 cp (20 o C) Kelarutan Bentuk & warna : larut dalam air : cairan & tak berwarna

30 30 IV. NERACA MASSA DAN ENERGI A. Neraca Massa 1. Reaktor Bubble (RE-101) Tabel IV.1. Neraca massa Reaktor (RE-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam C6H Cl C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl HCl Jumlah Komponen Neraca Terkonsumsi Neraca Tergenerasi kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H Cl C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl HCl Jumlah

31 31 2. Menara distilasi 1 (MD-101) Tabel IV.2. Neraca massa Menara Distilasi (MD-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Liquid Liquid Vapor kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah Condensor top product MD-101(CD-101) Tabel IV.3. Neraca massa Condensor (CD-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen Vapor Distilat Refluks kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah Reboiler bottom product MD-101(RB-101) Tabel IV.4. Neraca massa Reboiler (RB-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Liquid Liquid Vapor kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah

32 32 5. Menara distilasi 2 (MD-102) Tabel IV.5. Neraca massa Menara Distilasi (MD-102) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Liquid Liquid Vapor kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah Condensor top product MD-302 (CD-102) Tabel IV.6. Neraca massa Condensor (CD-102) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Vapor Distilat Refluks kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah Reboiler bottom product MD-302 (RB-102) Tabel IV.7. Neraca massa Reboiler (RB-102) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Liquid Liquid Vapor (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah

33 33 8. Absorber (AB-101) Tabel.IV.8. Neraca massa di Absorber (AB-101) Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (kmol/jam) (kg/jam) (Kmol/jam) (Kg/jam) C 6 H Cl HCl H 2 O C 6 H Cl HCl H 2 O Jumlah Vaporizer (VP-101) Tabel IV.9. Neraca massa Vaporizer (VP-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) Cl 2 (l) Cl 2 (g) Cl 2 (l) Jumlah

34 Condenser & Separator Drum (CD-201 & SD-101) Tabel IV.10. Neraca massa Condenser & Separator Drum (CD-201 & SD-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Nama Liquid Vapor Liquid (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) C 6 H Cl Jumlah Mixed point 1 (MP-101) Tabel IV.11. Neraca massa Mixed Point 1 (MP-101) Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) Cl 2 (l) Cl 2 (g) Cl 2 (l) Jumlah Mixed Point 2 (MP-102) Tabel IV.12. Neraca massa Mixed Point 2 (MP-102) Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) C 6 H C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl C 6 H C 6 H 5 CH

35 35 Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (kg/jam) (kmol/jam) (kg/jam) (kmol/jam) C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl C 6 H C 6 H 5 CH C 6 H 5 CH 2 Cl C 6 H 5 CHCl Jumlah B. Neraca Energi 1. Reaktor Bubble (RE-101) Tabel IV.13. Neraca energi Reaktor (RE-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q generation Q out Q consumption Jumlah Menara Distilasi 1 (MD-301) Tabel IV.14. Neraca Energi Menara Distilasi 1 (MD-301) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen (J/jam) Komponen (J/jam) Q umpan Q bottom Q distilat Q reboiler Q condensor Jumlah Jumlah

36 36 3. Menara Distilasi 2 (MD-302) Tabel IV.15. Neraca Energi Menara Distilasi 2 (MD-302) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen (J/jam) Komponen (J/jam) Q umpan Q bottom Q distilat Q reboiler Q condensor Jumlah Jumlah Absorber (AB-101) Tabel IV.16. Neraca panas Absorber (AB-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) C 6 H Cl HCl H 2 O C 6 H Cl HCl H 2 O Jumlah Vaporizer (VP-101) Tabel IV.17. Neraca Energi Vaporizer (VP-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen (J/jam) Komponen (J/jam) Q Sensibel Q sensibel Q steam Q vaporisasi Jumlah Jumlah

37 37 6. Condensor (CD-201) Tabel IV.18. Neraca Energi Condensor (CD-201) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q steam Q out Jumlah Separator Drum (SD-101) Tabel IV.19. Neraca Energi Separator Drum (SD-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) C 6 H Cl Jumlah Mixed Point 1 (MP-101) Tabel IV.20. Neraca Energi Mixed Point 1 (MP-101) Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q Storage Q Out Q Recycle Jumlah

38 38 9. Mixed Point 2 (MP-102) Tabel. IV.21. Neraca Panas Mixed Point 2 (MP-102) Nama Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q Recycle Q Out Q Storage Jumlah Expander Valve (EV-101) Tabel IV.22. Neraca Panas Expander Valve (EV-101) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen (J/jam) Komponen (J/jam) Q out Q in Q ekspansi Jumlah Jumlah Heater 1 (HT-101) Tabel IV.23. Neraca energi Heater 1 (HT-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q steam Q out Jumlah

39 Heater 2 (HT-102) Tabel IV.24. Neraca energi Heater 2 (HT-102) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q steam Q out Jumlah Heater 3 (HT-103) Tabel IV.25 Neraca energi Heater 3 (HT-103) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q steam Q out Jumlah Heater 4 (HT-104) Tabel IV.26 Neraca energi Heater 4 (HT-104) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q steam Q out Jumlah

40 Cooler 1 (CL-101) Tabel IV.27 Neraca energi Cooler 1 (CL-101) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q cooling Q out Jumlah Cooler 2 (CL-102) Tabel IV.28 Neraca energi Cooler 2 (CL-102) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q cooling Q out Jumlah Cooler 3 (CL-103) Tabel IV.29 Neraca energi Cooler 3 (CL-103) Komponen Aliran Masuk Aliran Keluar (J/jam) (J/jam) Q input Q cooling Q out Jumlah

41 Cooler 4 (CL-104) Tabel IV.30 Neraca energi Cooler 4 (CL-104) Aliran Masuk Aliran Keluar Komponen (J/jam) (J/jam) Q input Q cooling Q out Jumlah

42 V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses pabrik Benzil Klorida dengan kapasitas ton/tahun terdiri dari: 1. Tangki Penyimpanan Klorin (ST-101) Tabel V.1. Spesifikasi Tangki Penyimpanan Klorin (ST - 101) Alat Tangki Penyimpanan Klorin Kode ST 101 Fungsi Menyimpan Klorin pada suhu 32 o C dan pada tekanan 10 atm selama 30 hari Bentuk Silinder tidur (horizontal) dan atap (head) berbentuk torispherical Kapasitas m 3 Dimensi Diameter (D) = 50 ft = 600 in = 14,5119 m Tinggi (Hs) = 36 ft = 423 in = 10,7388 m Tebal shell = 1 7/16 in Tutup atas Bentuk elliptical dish head Tekanan Desain 38,8477 psi Tebal head 2 ¼ in Tutup bawah Bentuk plat Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Jumlah 1 buah

43 43 2. Tangki Penyimpanan Toluena (ST-102) Tabel V.2. Spesifikasi Tangki Toluena (ST-102) Nama Alat Tangki Penyimpanan Toluena Kode Alat ST-102 Fungsi Menyimpan Toluena sebanyak kg/jam Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical. Kapasitas m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 40 ft Tinggi shell (Hs) = 40 ft Tebal shell (t s ) = in Tinggi atap = ft Tinggi total = ft Tekanan Desain psi Bahan Stainless Steel SA-240 grade C Jumlah 1 Buah 3. Tangki Penyimpanan Benzena (ST-103) Tabel V.3. Spesifikasi Tangki Benzena (ST-103) Nama Alat Tangki Penyimpanan Benzena Kode Alat ST-103 Fungsi Menyimpan Benzena sebanyak kg/jam Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical. Kapasitas m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 15 ft Tinggi shell (Hs) = 16 ft Tebal shell (t s ) = in Tinggi atap = ft Tinggi total = ft Tekanan Desain psi

44 44 Bahan Jumlah Stainless Steel SA-240 grade C 1 Buah 4. Tangki Penyimpanan Benzil Diklorida (ST-104) Tabel V.4. Spesifikasi Tangki Benzil Diklorida (ST-104) Nama Alat Tangki Penyimpanan Benzil Diklorida Kode Alat ST-104 Fungsi Menyimpan Benzil Diklorida sebanyak kg/jam Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical. Kapasitas m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 15 ft Tinggi shell (Hs) = 12 ft Tebal shell (t s ) = in Tinggi atap = ft Tinggi total = ft Tekanan Desain psi Bahan Stainless Steel SA-240 grade C Jumlah 1 Buah 5. Tangki Penyimpanan Benzil Klorida (ST-105) Tabel V.5. Spesifikasi Tangki Benzil Klorida (ST-105) Nama Alat Tangki Penyimpanan Benzil Klorida Kode Alat ST-105 Fungsi Menyimpan Benzil Klorida sebanyak kg/jam Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical. Kapasitas m 3

45 45 Dimensi Diameter shell (D) = 40 ft Tinggi shell (Hs) = 40 ft Tebal shell (t s ) = in Tinggi atap = ft Tinggi total = ft Tekanan Desain psi Bahan Stainless Steel SA-240 grade C Jumlah 1 Buah 6. Tangki Penyimpanan HCl (ST-106) Tabel V.6. Spesifikasi Tangki HCl (ST-106) Nama Alat Tangki Penyimpanan HCl Kode Alat ST-106 Fungsi Menyimpan HCl sebanyak kg/jam Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk torispherical. Kapasitas m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 40 ft Tinggi shell (Hs) = 40 ft Tebal shell (t s ) = in Tinggi atap = ft Tinggi total = ft Tekanan Desain psi Bahan Stainless Steel SA-240 grade C Jumlah 1 Buah

46 46 7. Vaporizer (VP-101) Tabel V.7. Spesifikasi Vaporizer (VP-101) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi Panjang Jumlah OD ID Passes Susunan P batasan (psi) P terhitung (psi) Rd Jumlah Vaporizer VP 101 Menguapkan bahan baku Klorin dari ST-102 Shell and Tube Vaporizer Shell (EDC) Tube (steam) 12 ft 18 buah 3/4 in 8 in 0,482 in 1 8 Triangular ,331 0, Buah 8. Expander (EX-101) Tabel V.8. Spesifikasi Expander (EX-101) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi Jumlah Expander EX-101 Menurunkan tekanan gas keluaran vaporizer (VP-101) dari 10 atm menjadi 1 atm. Centrifugal Kerja Politropik,W : kj/kmol Efisiensi polytropik : 51% Power Ekspander : 2 hp 1 buah

47 47 9. Reaktor (RE-101) Tabel V.9. Spesifikasi Reaktor (RE-101) Fungsi Tempat terjadinya reaksi antara C 6 H 5 CH 3 dengan Cl 2 untuk menghasilkan C 6 H 5 CH 2 Cl dan HCl. Kode R 101 Jenis Reaktor Bubble. Kondisi Operasi T = 100 o C P = 1 atm Dimensi Diameter = 1,8289 m Tinggi = m Tebal dinding = m Tebal head = m Rancangan Alat Material = Stainless steel SA-310 Posisi alat = vertikal Jenis Head = Torispherical Pendingin Jenis = Coil Jumlah = 3 set Tinggi = m Jumlah 1 buah 10. Menara Distilasi (MD-101) Tabel V.10. Spesifikasi Menara Distilasi MD-101 Alat Kode Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Menara Distiasi MD-101 untuk memisahkan sisa reaktan Toluene dan produk Plate tower (sieve tray) Stainless Steel (austenitic) SA 240 Grade C

48 48 Dimensi D kolom : 1,2025 m Tinggi : 11,498 m Tebal shell : 0,1875 in Tebal head : 0,25 in Jumlah tray : 22 buah Tebal tray : 0,003 m Tray spacing : 0,3 m Diameter hole : 0,006 m Jumlah 1 buah 11. Menara Distilasi (MD-102) Tabel V.11. Spesifikasi Menara Distilasi MD-102 Alat Menara Distiasi Kode MD-102 Fungsi untuk memisahkan produk utama Benzil Klorida dari produk samping Benzal Klorida Jenis Plate tower (sieve tray) Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) SA 240 Grade C Dimensi D kolom : 1,0015 m Tinggi : m Tebal shell : 0,1875 in Tebal head : 0,1875 in Jumlah tray : 40 buah Tebal tray : 0,003 m Tray spacing : 0,5 m Diameter hole : 0,006 m Jumlah 1 buah

49 Menara Absorber (AB-101) Tabel V.12. Spesifikasi Menara Absorber AB-101 Alat Absorber Kode AB-101 Fungsi Jenis Menyerap gas HCl keluaran produk atas reaktor Packed tower (raschig ring) Kapasitas m 3 Dimensi Diameter (D) = m Tinggi Total = m Tinggi packing = m Pressure drop = 0,0001 atm Tekanan Desain 1 atm Bahan Stainless Steel SA-240 grade C 13. Condensor (CD-101) Tabel V.13. Spesifikasi Condensor (CD-101) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Condenser CD-101 Mengkondensasi produk atas MD-101 Double Pipe Heat Exchanger Annulus(water) Inner (top product MD-101) 4 in 1.25 in ,5 in 1,660 in 4,026 in 1,380 in ,0055 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah

50 Condensor (CD-102) Tabel V.14. Spesifikasi Condensor (CD-102) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Condenser CD-102 Mengkondensasi produk atas MD-102 Double Pipe Heat Exchanger Annulus(water) Inner (top product AB-101) 6 in 4 in in in in in ,017 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah 15. Condensor (CD-103) Tabel V.15. Spesifikasi Condensor (CD-103) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Condenser CD-103 Mengkondensasi produk atas AB-101 Double Pipe Heat Exchanger Annulus(water) Inner (top product AB-101) 4 in 1 in ,5 in 1,320 in 4,026 in 1,049 in ,0019 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah

51 Accumulator (AC-101) Tabel V.16. Spesifikasi Accumulator (AC-101) Alat Accumulator Kode AC 101 Fungsi menampung sementara cairan yang keluar dari CD-101 Jenis Tangki silinder dengan tutup torispherical Bahan Konstruksi Stainless Steel SA-240 Grade C Kapasitas ft 3 Dimensi OD : ft L total : ft Tebal shell : 0,3125 in Tebal head : 0,3125 in Jumlah 1 buah 17. Accumulator (AC-102) Tabel V.17. Spesifikasi Accumulator (AC-102) Alat Accumulator Kode AC 102 Fungsi menampung sementara cairan yang keluar dari CD-102 Jenis Tangki silinder dengan tutup torispherical Bahan Konstruksi Stainless Steel SA-240 Grade C Kapasitas ft 3 Dimensi OD : ft L total : ft Tebal shell : 0,3125 in Tebal head : 0,3125 in Jumlah 1 buah

52 Accumulator (AC-103) Tabel V.18. Spesifikasi Accumulator (AC-103) Alat Accumulator Kode AC 103 Fungsi menampung sementara cairan yang keluar dari CD-103 Jenis Tangki silinder dengan tutup torispherical Bahan Konstruksi Stainless Steel SA-240 Grade C Kapasitas ft 3 Dimensi OD : ft L total : ft Tebal shell : 0,3125 in Tebal head : 0,3125 in Jumlah 1 buah 19. Heater (HE-101) Tabel V.19. Spesifikasi Heater (HE-101) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Heater HE-101 Menaikkan temperatur reaktan dari MP-101 masuk ke RE-101 dari temperatur 41,877 o C menjadi temperatur 100 o C Double Pipe Heat Exchanger Annulus(steam) Inner (reaktan MP-101) 2,5 in 2 in ,880 in 2,380 in 2,469 in 2,067 in 0,143 1,446 0,0356 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah

53 Heater (HE-102) Nama Alat Kode Alat Fungsi Tabel V.20. Spesifikasi Heater (HE-102) Heater HE-102 Menaikkan temperatur reaktan dari MP-102 masuk ke RE-101 dari temperatur 43,343 o C menjadi temperatur 100 o C Jenis Double Pipe Heat Exchanger Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Annulus(steam) 3 in 40 3,500 in 3,068 in 0,003 0,007 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah Inner (reaktan MP-102) 2 in 40 2,380 in 2,067 in 0, Heater (HE-103) Nama Alat Kode Alat Fungsi Tabel V.21. Spesifikasi Heater (HE-103) Heater HE-103 Menaikkan temperatur air umpan masuk ke AB-101 dari temperatur 32 o C menjadi temperatur 85 o C Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Double Pipe Heat Exchanger Annulus(steam) 1.5 in 40 1,900 in 1,610 in 0,295 0,004 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah Inner (water) 1 in 40 1,320 in 1,049 in 2.613

54 Heater (HE-104) Tabel V.22. Spesifikasi Heater (HE-104) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Heater HE-104 Menaikkan temperatur produk bawah dari RE-101 masuk ke MD-101 dari temperatur 100 o C menjadi temperatur 162,894 o C Double Pipe Heat Exchanger Annulus(steam) Inner (bottom product RE-101) 2 in 1,5 in ,380 in 1,900 in 2,067 in 1,610 in 0,014 1,218 0,004 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah 23. Cooler (CL-101) Tabel V.23. Spesifikasi Cooler (CL-101) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Cooler CL-101 Menurunkan temperatur produk atas dari RE-101 masuk ke AB-101 dari temperatur 100 o C menjadi temperatur 85 o C Double Pipe Heat Exchanger Annulus(steam) Inner (top product RE-101) 2,5 in 1,5 in ,880 in 1,900 in 2,469 in 1,610 in 0,387 1,843

55 55 Rd Jumlah 0,085 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah 24. Cooler (CL-102) Tabel V.24. Spesifikasi Cooler (CL-102) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi Panjang Jumlah OD ID Passes Susunan P batasan (psi) P terhitung (psi) Rd Jumlah Cooler CL-102 Menurunkan temperatur produk bawah AB-101 dari 85 o C menjadi temperatur 32 o C Shell and Tube Heat Exchanger Shell (cooling water) Tube (Produk atas MD-302) 16 ft 104 buah 1 in 17,25 in 0,870 in 1 6 Triangular ,594 0,269 0,005 1 Buah 25. Cooler (CL-103) Tabel V.25. Spesifikasi Cooler (CL-103) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Cooler CL-103 Menurunkan temperatur produk bawah dari MD-102 masuk ke ST-105 dari temperatur 214,166 o C menjadi temperatur 32 o C Double Pipe Heat Exchanger

56 56 Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Annulus(water) Inner (bottom product MD-102) 2,5 in 1,25 in ,880 in 1,660 in 2,469 in 1,380 in 5,276 0,100 0,0065 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah 26. Cooler (CL-104) Tabel V.26. Spesifikasi Cooler (CL-104) Nama Alat Kode Alat Fungsi Jenis Dimensi IPS Sch.No OD ID P terhitung (psi) Rd Jumlah Cooler CL-104 Menurunkan temperatur produk atas dari MD-102 masuk ke ST-106 dari temperatur 179,464 o C menjadi temperatur 32 o C Double Pipe Heat Exchanger Annulus(steam) Inner (top product RE-101) 4 in 2 in ,500 in 2,380 in 4,026 in 2,067 in 3,422 0,974 0,016 jam ft 2 o F/ Btu 1 Buah

57 Pompa Proses (PP-101) Tabel V.27. Spesifikasi Proccess Pump (PP 101) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan Bahan Baku dari Storage Tank (ST-101) menuju ke Vaporizer (VP-101) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Carbon Steel (austenitic) SA-283 Grade C Kapasitas gpm Efisiensi Proccess Pump 61% Dimensi NPS = 1,25 in Sch = 40 in Power motor hp NPSH ft Jumlah 1 Buah 28. Pompa Proses (PP-102) Tabel V.28. Spesifikasi Proccess Pump (PP 102) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan Bahan Baku dari Storage (ST -102) menuju ke Mix Point (MP 102) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C Kapasitas 25,318 gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1 in Sch = 80 in Power motor 0,5447 hp NPSH 2,912 ft Jumlah 1 Buah

58 Proccess Pump (PP-103) Tabel V.29 Spesifikasi Proccess Pump (PP 103) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan air proses dari utilitas) menuju ke Absorber (AB - 101) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Carbon Steel (austenitic) SA-283 Grade C Kapasitas 17,245 gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1 in Sch = 80 in Power motor 0,2859 hp NPSH 2,2544 ft Jumlah 1 Buah 30. Proccess Pump (PP-104) Tabel V.30. Spesifikasi Proccess Pump (PP 104) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan produk bawah reactor (RE-101) menuju menara distilasi 1 (MD-101) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) AISI tipe 316 Kapasitas gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1,25 in Sch = 80 in Power motor 0,78776 hp NPSH 21,358 ft Jumlah 1 Buah

59 Proccess Pump (PP-105) Tabel V.31. Spesifikasi Proccess Pump (PP 105) Alat Fungsi Proccess Pump Mengalirkan produk bawah absorber (AB-101) menuju cooler 2 (CL-102) Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 3.882,938 gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1 in Sch = 80 in Power motor NPSH Jumlah 0,407 hp 8,343 ft 1 Buah 32. Proccess Pump (PP-106) Tabel V.32. Spesifikasi Proccess Pump (PP 106) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan produk bawah menara distilasi 1 (MD-101) menuju menara distilasi 2 (MD-102). Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C Kapasitas gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 2 in Sch = 80 in

60 60 Power motor NPSH Jumlah 1,69 hp 8,424 ft 1 Buah 33. Proccess Pump (PP-107) Tabel V.33. Spesifikasi Proccess Pump (PP 107) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan recycle produk atas menara distilasi 1 (MD-101) menuju mix point 2 (MP- 102) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C Kapasitas gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1,25 in Sch = 80 in Power motor 0,493 hp NPSH 9,330 ft Jumlah 1 Buah 34. Proccess Pump (PP-108) Tabel V.34.. Spesifikasi Proccess Pump (PP 108) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan produk bawah menara distilasi 2 (MD-102) menuju cooler 3 (CL-103) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C Kapasitas gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 1,5 in

61 61 Power motor NPSH Jumlah Sch = 80 in 0,487hp 3,976 ft 1 Buah 35. Proccess Pump (PP-109) Tabel V.35. Spesifikasi Proccess Pump (PP 109) Alat Proccess Pump Fungsi Mengalirkan produk atas menara distilasi 2 (MD-102) menuju cooler 4 (CL-104) Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Centrifugal pump, single suction, single stage Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C gpm Efisiensi Proccess Pump 61 % Dimensi NPS = 2in Sch = 80 in Power motor NPSH Jumlah 1,362 hp 2,518 ft 1 Buah 36. Centrifugal fan (CF - 101) Tabel V.36. Spesifikasi Centrifugal fan (CF - 101) Mengalirkan gas campuran dari reaktor (RE- Fungsi 101) menuju cooler 1 (CL-101) Jenisalat Centrifugal fan Diameter inlet 1,5 in

62 62 BahanKonstruksi Jumlah Stainless Steel (austenitic) SA-240 Grade C 1 buah B. Peralatan Utilitas Peralatan proses pabrik Benzil Klorida dengan kapasitas ton/tahun terdiri dari: 1. Bak sedimentasi (BS-101) Tabel V.37. Spesifikasi Bak sedimentasi (BS-101) Alat Bak Sedimentasi Kode BS 101 Fungsi Mengendapkan lumpur dan kotoran air sungai sebanyak 24,1458m 3 /jam dengan waktu tinggal 1,5 jam Bentuk Bak rektangular Dimensi Panjang = 8,6425m Lebar = 2,1606m Kedalaman = 2,1336m Jumlah 1 buah 2. Bak penggumpal (BP-101) Tabel V.38. Spesifikasi Bak penggumpal (BP-101) Alat Bak Penggumpal Kode BP 101 Fungsi Menggumpalkan kotoran yang tidak mengendap di bak penampung awal dengan menambahkan alum Al 2 (SO 4 ) 3, klorin (Cl) dan soda Kaustik. Bentuk Silinder vertikal Kapasitas 26,5592m 3 Dimensi Diameter = 3,2343m Tinggi = 3,2343m

63 63 Pengaduk Jumlah Marine propeller Diamater pengaduk = 1,0781m Power =0,5 hp 1 buah 3. Tangki Alum (TP-101) Tabel V.39. Spesifikasi Tangki Alum (TP-101) Alat Tangki Alum Kode TP 101 Fungsi Menyiapkan dan menyimpan larutan alum konsentrasi 26% volum selama 1 hari untuk diinjeksikan ke dalam bak penggumpal(bp-101). Bentuk Silinder vertikal yang dilengkapi dengan pengaduk Kapasitas 8,5276m 3 Dimensi Diameter = 2,2147 m Tinggi = 2,2147m Tebal Shell (ts)= 0,25 in Tebal head (th)= 0,3125 in Tekanan Desain 18,1549 psi Pengaduk Marine propeller Diamater pengaduk = 1,0160 m Power = 0,5 hp Jumlah 1 buah 4. Tangki Klorin (TP-102) Tabel V.40. Spesifikasi Tangki Klorin (TP-102) Alat Tangki Larutan Klorin Kode TP 102 Fungsi Menampung larutan klorin selama 1 hari sebagai injeksi ke bak penggumpal (BP-101)

64 64 Bentuk Silinder vertikal yang dilengkapi dengan pengaduk Kapasitas 0,7948m 3 Dimensi Diameter = 3,0480m Tinggi = 1,7968m Tebal Shell (ts)= 0,250 in Tebal head (th) = 0,3125 in Tekanan Desain 16,3182 psi Pengaduk Marine propeller Diamater pengaduk = 1,0160 m Power = 0,5 hp Jumlah 1 buah 5. Tangki Soda Kaustik (TP-103) Tabel V.41. Spesifikasi Tangki Soda Kaustik (TP-103) Alat Tangki Soda Kaustik Kode TP 103 Fungsi Menyiapkan dan menyimpan larutan soda abu konsentrasi 40% volum selama 7 hari untuk diinjeksikan ke dalam bak penggumpaldan sebagai regenerananion exchanger. Bentuk Silinder vertikal yang dilengkapi pengaduk Kapasitas 2,0707 m 3 Dimensi Diameter = 3,0480 m Tinggi = 0,9144 m Pengaduk Marine propeller Diamater pengaduk = 1,0160m Power =5hp Jumlah 1 Buah

65 65 6. Clarifier (CL-101) Tabel V.42. Spesifikasi Clarifier (CL-101) Alat Clarifier Kode CL 101 Fungsi Mengendapkan gumpalan-gumpalan kotoran dari bak penggumpal (BP-101) Bentuk Bak berbentuk kerucut terpancung Kapasitas 2,6597m 3 Dimensi Tinggi = 4,8769m Diameter atas = 1,1376m Diameter bawah =0,6939m Jumlah 1 buah 7. Sand Filter (SF-101) Tabel V.43. Spesifikasi Sand Filter (SF-101) Alat Sand Filter Kode SF 101 Fungsi Menyaring kotoran-kotoran yang terbawa air Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk torisperical den media penyaring pasir dan kerikil. Kapasitas 26,54m 3 Dimensi Diameter = 3,0480m Tinggi = m Tebal shell (t s ) = 0,25 in Tebal head = 0,375 in Tekanan Desain 22,2983psi Waktu backwash menit Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Jumlah 1 Buah

66 66 8. Tangki Air Filter (TP-104) Tabel V.44. Spesifikasi Tangki Air Filter (TP-104) Alat Tangki Air Filter Kode TP 104 Fungsi Kapasitas Menampung air keluaran sand filter 1,5975m 3 Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical Dimensi Diameter shell (D) = 3,0480 m Tinggi shell (Hs) = 2,8379m Tebal shell (t s ) = 0,25in Tinggi head = 0,0947 m Tutup atas Bentuk conical Tekanan Desain 36,7122psi Tebal head 0,3750 in Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Jumlah 1 Buah 9. Tangki Penyimpanan Air Domestik (TP-105) Tabel V.45. Spesifikasi Tangki Penyimpanan Air Domestik (TP-105) Alat Tangki Penyimpanan Air Domestik Kode DOWT 104 Fungsi Tempat penyimpanan bahan baku air untuk keperluan umum dan sanitasi pada suhu 30 o C dan pada tekanan atmosferik selama 1 shift (8 jam) Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical Kapasitas 47,08 m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 4,572m Tinggi shell (Hs) =5,0904m

67 67 Tutup atas Tekanan Desain Tebal head Bahan konstruksi Jumlah Tebal shell (t s ) = 0,3125 in Tinggi head = 0,2136 ft Jumlah course = 2 Bentuk conical 20,6216 psi 0,3750 in Carbon Steel SA-283 Grade C 1 Buah 10. Hot Basin (HB-101) Tabel V.46. Spesifikasi Hot Basin (HB-101) Alat Hot Basin Kode HB 101 Fungsi Menampung air prosesyang akan didinginkan di cooling tower. Bentuk Bak rektangular Kapasitas 1,3303m 3 Dimensi Panjang = 12,0035m Lebar = 3,0009m Kedalaman = 2,4384 m Jumlah 1 Buah 11. Tangki Inhibitor (TP-201) Tabel V.47. Spesifikasi Tangki Inhibitor (TP-201) Alat Kode Fungsi Kapasitas Bentuk Tangki Inhibitor TP-201 Tempat menyimpan larutan Na2PO4 (inhibitor)selama 7 hari untuk diinjeksikan ke cooling tower 0,4246m 3 Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom)

68 68 dan atap (head) berbentuk torrispherical Dimensi Diameter shell (D) 3,0480m Tinggi shell (Hs) 1,2597m Tebal shell (t s ) 0,25in Tipe head Torrispherical Dished Head Tebal head 0,3125 in Tekanan Desain 31,5066 psi Bahan Konstruksi Carbon steel S283 Grade C Jumlah 1 Buah 12. Tangki Dispersant (TP-202) Tabel V.48. Spesifikasi Tangki Dispersant (TP-202) Alat Tangki dispersant (Nalco XP-8301) Kode TP-202 Tempat penyimpanan dispersant (Nalco Fungsi XP-8301) untuk diinjeksikan ke cooling tower Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk torrispherical Kapasitas 21,8825 m 3 Dimensi Diameter shell (D) 3,0480m Tinggi shell (Hs) 1,2126m Tebal shell (t s ) 0,25 in Tinggi head 2,1250 m Tipe head Torrispherical Dished Head Tebal head in Tekanan Desain 20,0514 psi Bahan Konstruksi Carbon steel S283 Grade C Jumlah 1

69 Cooling Tower (CT-101) Tabel V.49. Spesifikasi Cooling Tower (CT 101) Alat Cooling Tower Kode CT 101 Fungsi Mendinginkan air pendingin yang telah digunakan oleh peralatan proses dengan menggunakan media pendingin udara dan mengolah dari temperatur 45 o C menjadi 30 o C Tipe Inducted Draft Cooling Tower Kapasitas 217,8531m 3 /jam Dimensi Menara: Panjang =9,44 m Lebar =4,72m Tinggi = 6,100 m Tenaga motor 23,3212 hp Bahan konstruksi Beton Jumlah 1 Buah 14. Cold Basin (CB-101) Tabel V.50.Cold Basin (CB-101) Alat Cold Basin Kode CB 101 Fungsi Menampung air keluaran dari cooling tower dan make up water dari tangki air filter. Bentuk Bak rectangular Kapasitas 287,5661 m 3 Dimensi Panjang = 12,5894m Lebar = 3,1473m Kedalaman = 2,4384 m Jumlah 1 Buah

70 Tangki Penyimpanan Air Kondensat (CT-301) Tabel V.51. Spesifikasi Tangki Penyimpanan Air Kondensat (CT-301) Alat Kode Fungsi Bentuk Tangki Penyimpanan air kondensat CT-301 Menampung air kondensat Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan atap (head) berbentuk conical Kapasitas 59,0505 m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 4,87680m Tutup atas Tekanan Desain Bahan konstruksi Jumlah Tinggi shell (Hs) Tebal shell (t s ) Tinggi atap Tebal head Bentuk conical 20,26 psi =4,8288m = 0,3125 in = 0,2568 m = 0,1875 in Carbon Steel SA-283 Grade C 1 buah 16. Tangki Penampungan Larutan Asam Sulfat (TP-302) Tabel V.52. Spesifikasi Tangki Penampungan Larutan Asam Sulfat (TP-302) Alat Kode Fungsi Bentuk Tutup atas Tangki Larutan Asam Sulfat TP-302 Menyiapkan dan menyimpan larutan asam sulfat konsentrasi 98% volum selama 7 hari ( 21 regenerasi) sebagai regeneran resin penukar kation. Silinder vertikal Torrispherical Kapasitas 0,0749 m 3 Dimensi Diameter = 0,4570m Tinggi shell = 1,1840m Tebal shell = 0,1875 in

71 71 Tekanan desain Jumlah Tebal head 16,1742 psi 1 Buah = 0,0833 in 17. Cation Exchanger (CE-101) Tabel V.53. Spesifikasi Cation Exchanger (CE-101) Alat Cation Exchanger Kode CE 101 Fungsi Menghilangkan ion-ion positif yang terlarut dan menghilangkan kesadahan air Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk torisperical. Dimensi Diameter shell (D) = 3,0480 m Tinggi Tangki(H) = 2,0798m Tebal shell (t s ) = 0,25 in Tebal head (t h ) = 0,25 in Tekanan Desain 17,0725 psi Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Jumlah 1 Buah 18. Anion Exchanger (AE-101) Tabel V.54. Spesifikasi Anion Exchanger (AE-101) Alat Anion Exchanger Kode AE 101 Fungsi Menghilangkan ion-ion negatif yang terlarut dan menghilangkan kesadahan air Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan head berbentuk torisperical. Dimensi Diameter shell (D) = 3,0480 m Tinggi tangki =1,8151 m Tebal shell (t s ) = 0,25 in

72 72 Tekanan Desain 16,9527 psi Tebal head 0,25 in Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316 Jumlah 1 buah 19. Tangki Hidrazin (TP-303) Tabel V.55. Spesifikasi Tangki Hidrazin (TP-303) Alat Tangki Hidrazin Kode TP-303 Fungsi Menyiapkan dan menyimpan hidrazin untuk diinjeksikan ke deaerator Bentuk Silinder tegak (vertikal) dengan dasar datar (flat bottom) dan head berbentuk torrispherical Kapasitas 0,6587m 3 Dimensi Diameter shell (D) 3,0480 M Tinggi shell (Hs) 0,9144 M Tebal shell (t s ) 0,25 In Tebal head (t h ) 0,3125 In Tinggi head 0,6030 M Tekanan Desain 16,3119 Psi Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C AISI tipe 316 Jumlah 1 buah 20. Deaerator (DA-01) Tabel V.56.Spesifikasi Deaerator (DA-01) Alat Deaerator Kode DA 01 Fungsi Menghilangkan gas-gas terlarut dalam air, seperti: O 2 dan CO 2, agar korosif dan kerak tidak terjadi, diinjeksikan hydrazine.

73 73 Bentuk Tangki horizontal dengan head berbentuk ellips dilengkapi sparger. Kapasitas 2,7214 m 3 Dimensi Diameter shell (D) = 3,0480 m Tinggi shell (Hs) = m Tebal shell (t s ) = 0,375 in Tekanan Desain 39,3545 psi Tebal head in Bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Jumlah 1 Buah 21. Pompa Utilitas 1 (PU-01) Tabel V.57. Spesifikasi Pompa (PU-01) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 81 % Mengalirkanair dari sungai ke Bak Sedimentasi (BS-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 330,1836gpm Dimensi NPS = 6 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 5 hp 11,9729m = 40 in 2 buah (1 cadangan )

74 Pompa Utilitas 2 (PU-02) Alat Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Tabel V.58. Spesifikasi pompa utilitas (PU-02) Pompa Efisiensi Pompa 81 % Memompa air keluaran BS-101 ke bak penggumpal (BP-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 330,1836gpm Dimensi NPS = 6 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 5 hp 8,8014 m = 40 in 2 buah (1 cadangan ) 23. Pompa Utilitas 3 (PU-03) Tabel V.59. Spesifikasi pompa utilitas (PU-03) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 67% Memompa air keluaran BP-101 ke clarifier (CL- 101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 330,1836 gpm Dimensi NPS = 6 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 2 hp 8,6749 m = 40 in 3 buah (1 cadangan )

75 Pompa Utilitas 4 (PU-04) Tabel V.60. Spesifikasi pompa utilitas (PU-04) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 67% Memompa air keluaran CL-101 ke sand filter (SF-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 330,1544 gpm Dimensi NPS = 6 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 0,5 hp 8,6431 m = 40 in 3 buah (1 cadangan ) 25. Pompa Utilitas 5 (PU-05) Tabel V.61. Spesifikasi pompa utilitas (PU-05) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 67% Memompa air keluaran SF-101 ke tangki air filter(tp-104) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 171,155 gpm Dimensi NPS = 3,5 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 2 hp 8,9372 m = 40 in 4 buah (1 cadangan )

76 Pompa Utilitas 6 (PU-06) Tabel V.62. Spesifikasi pompa utilitas (PU-06) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 40% Memompa air keluaran dari DOWT-104 menuju area (domestik) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 9,5009 gpm Dimensi NPS = 0,75 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 0,5 hp 3,0562 m = 40 in 2 buah (1 cadangan ) 27. Pompa Utilitas 7 (PU-07) Tabel V.63. Spesifikasi pompa utilitas (PU-07) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 67% Memompa air make-up steam, make-up air pendingin dan air hydrant ke CE-101, CT-101 dan hidrant Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 330,1544 gpm Dimensi NPS = 6 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 10 hp 9,3505m = 40 in 5 buah (1 cadangan )

77 Pompa Utilitas 8 (PU-08) Tabel V.64. Spesifikasi pompa utilitas (PU-08) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 80 % Mengalirkan air dari HB-101 ke cooling tower (CT-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 1566,1368 gpm Dimensi NPS = 16 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 75 hp 9,9720 m = 40 in 3 buah (1 cadangan ) 29. Pompa Utilitas 9 (PU-09) Tabel V.65. Spesifikasi pompa utilitas (PU-09) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 80 % Memompa air dingin dari CT-101 ke cold basin (CB-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 1566,1368 gpm Dimensi NPS = 16 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 75 hp 9,9720 m = 40 in 2 buah (1 cadangan )

78 Pompa Utilitas 10 (PU-10) Tabel V.66. Spesifikasi pompa utilitas (PU-10) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 80 % Memompa air dingin dari CB-01ke unit-unit yang membutuhkan air pendingin Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 1722,7505 gpm Dimensi NPS = 16 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 25 hp 9,9720 m = 40 in 2 buah (1 cadangan ) 31. Pompa Utilitas 11 (PU-11) Tabel V.67. Spesifikasi pompa utilitas (PU-11) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 58% Memompa air kondensat yang telah digunakan dari SCT-301 kecation exchanger(ce-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 63,4569 gpm Dimensi NPS = 2 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 0,5 hp 9,1830 m = 40 in 3 buah (1 cadangan )

79 Pompa Utilitas 12 (PU-12) Tabel V.68. Spesifikasi pompa utilitas (PU-12) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 60 % Memompa keluaran dari CE-101 ke anion exchanger (AE-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 76,7828 gpm Dimensi NPS = 2,5 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 0,5 hp 9,4983 m = 40 in 3 buah (1 cadangan ) 33. Pompa Utilitas 13 (PU-13) Tabel V.69. Spesifikasi pompa utilitas (PU-13) Alat Pompa Fungsi Jenis Bahan Konstruksi Kapasitas Efisiensi Pompa 60 % Memompa keluaran dari AE-101 ke deaerator 101 (DA-101) Centrifugal pump, single suction, single stage Carbon Steel SA-283 Grade C 76,7828 gpm Dimensi NPS = 2,5 in Power motor NPSH A Jumlah Sch 0,5 hp 9,4473 m = 40 in 2 buah (1 cadangan )

80 Pompa Utilitas 14 (PU-14) Tabel V.70. Spesifikasi pompa utilitas (PU-14) Alat Pompa Fungsi Memompa dari DWT-303 ke proses water Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Kapasitas 0,7584 gpm Efisiensi Pompa 35 % Dimensi NPS = 0,25 in Sch = 40 in Power motor 0,5 hp NPSH A Jumlah 8,4421 m 2 buah (1 cadangan ) 35. Pompa Utilitas 15 (PU-15) Tabel V.71. Spesifikasi pompa utilitas (PU-15) Alat Pompa Fungsi Memompa keluaran DA-101 ke Boiler (BO-101) Jenis Centrifugal pump, single suction, single stage Bahan Konstruksi Carbon Steel SA-283 Grade C Kapasitas 76,7828 gpm Efisiensi Pompa 60 % Dimensi NPS = 2,5 in Sch = 40 in Power motor 0,5 hp NPSH A Jumlah 9,3652 m 2 buah (1 cadangan )

81 VI. UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH A. Unit Pendukung Proses Unit pendukung proses atau sering pula disebut unit utilitas merupakan sarana penunjang proses yang diperlukan pabrik agar dapat berjalan dengan baik. Pada umumnya, utilitas dalam pabrik proses meliputi air bersih (Filtered Water), air pendingin (Cooling water), air demin (Boiling Feed Water), kukus (steam), udara instrument dan listrik. Penyediaan utilitas dapat dilakukan secara langsung dimana utilitas diproduksi di dalam pabrik tersebut, atau secara tidak langsung yang diperoleh dari pembelian ke perusahaanperusahaan yang menjualnya. Unit pendukung proses yang terdapat dalam pabrik Benzil Klorida antara lain: 1. Unit pengolahan air (Water Treatment Unit) Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan air seperti air untuk keperluan umum atau sanitasi, air pendingin, air bebas mineral dan steam. Secara keseluruhan, total kebutuhan air adalah sebanyak 2.399,1006 kg/jam, dengan perincian sebagai berikut :

82 82 Tabel VI.1. Kebutuhan Air Pabrik Penggunaan Jumlah (kg/jam) Air keperluan umum 1.946,3313 Air untuk pembangkit steam 2983,6917 Air pendingin 196,6 Air Hidran 97,3166 Total 5.223,94 Air yang digunakan dalam pabrik ini seperti air kebutuhan umum dan sanitasi, air demin, air umpan boiler, air pendingin dan lainnya diperoleh dari air sungai. Untuk mendapatkan spesifikasi air sesuai dengan kebutuhan dilakukan pengolahan dengan beberapa tahap. Pengolahan yang dilakukan setelah pemompaan dari sungai adalah penjernihan, penyaringan, desinfektasi, demineralisasi, dan deaerasi. Diagram alir pengolahan air adalah sebagai berikut : air hidran cooling tower air pendingin Air sungai klarifikasi Filtrasi Demineralisasi Deaerasi air umpan boiler air sanitasi air keperluan umum Gambar 6.1. Diagram Alir Pengolahan Air

83 83 a) Penjernihan (Clarification) Bahan baku air diambil dari air sungai. Air sungai dialirkan dari daerah terbuka ke water intake system yang terdiri dari screen dan pompa. Screen dipakai untuk memisahkan kotoran dan benda-benda asing pada aliran suction pompa. Air yang tersaring oleh screen masuk ke suction pompa dan dialirkan melalui pipa masuk ke unit pengolahan air. Air masuk ke dalam bak sedimentasi untuk mengendapkan dan memisahkan lumpur yang mungkin terbawa, yang dapat menyebabkan gangguan fouling di dalam proses penyediaan air bebas mineral. Partikel yang besar dihilangkan dengan penyaringan, tetapi koloidal yang ada dilepas melalui proses penggumpalan (coagulation) dan klarifikasi dan sebelum dikeluarkan dilakukan injeksi bahan-bahan kimia dalam tangki pencampuran (premix tank). Semua air alam mengandung bermacam-macam jenis dan jumlah pengotor. Kotoran ini dapat digolongkan sebagai : a. Padatan yang terlarut Zat-zat padat yang terlarut terdiri dari bermacam-macam komposisi mineral-mineral seperti kalsium karbonat, magnesium karbonat, kalsium sulfat, magnesium sulfat, silika, sodium klorida, sodium sulfat dan sejumlah kecil besi, mangan, florida, aluminium, dan lain-lain.

84 84 b. Gas-gas yang terlarut Gas-gas yang terlarut biasanya adalah komponen dari udara walaupun biasanya jarang, seperti hidrogen sulfida, metana, oksigen dan CO 2. c. Zat yang tersuspensi Dapat berupa kekeruhan (turbidity) yang terjadi dari bahan organik, mikro organik, tanah liat dan endapan lumpur, warna yang disebabkan oleh pembusukan tumbuh-tumbuhan, dan lapisan endapan mineral seperti minyak Untuk menyempurnakan proses koagulasi dan penjernihan, diinjeksikan bahan-bahan kimia pada bak penggumpal (Premix Tank) yaitu antara lain : Larutan Alum (aluminium sulfat) Larutan alum berupa tepung berwarna putih, dapat larut dalam air, stabil dalam udara, tidak mudah terbakar, tidak dapat larut dalam alkohol dan dapat dengan cepat membentuk gumpalan. Alum berfungsi sebagai bahan penggumpal (floculant) untuk menjernihkan air. Zat-zat pengotor dalam bentuk senyawa suspensi koloidal tersusun dari ion-ion bermuatan negatif yang saling tolak-menolak. Aluminium Sulfat dalam air akan larut membentuk ion Al 3+ dan OH - serta menghasilkan asam sulfat sebagai berikut: Al 2 (SO 4 ) H 2 O 2 Al OH H 2 SO 4

85 85 Ketika ion yang bermuatan positif dalam koagulan (Alum, Al 3+ ) bertemu / kontak dengan ion negatif tersebut pada kondisi ph tertentu maka akan terbentuk floc (butiran gelatin). Pembentukan flok terbaik pada PH 6,5 7,5. Butiran partikel floc ini akan terus bertambah besar dan berat sehingga cenderung akan mengendap ke bawah. Jumlah alum yang diinjeksikan sebanyak 0,06% dari air umpan dengan konsentrasi 26% volum. Soda kaustik (NaOH) Diinjeksikan untuk mengatur ph atau memberikan kondisi ph 6,5 7,5 pada air sungai sehingga mempermudah pembentukan flok oleh alum dan mengurangi hardness air. Pada proses pembentukan floc, ph cenderung turun (bersifat asam) karena terbentuk juga H 2 SO 4. Maka untuk mengontrol ph tetap ada rentang yang diinginkan diinjeksikan kaustik (NaOH). Selain itu, keberadaan CO2 menyebabkan kalsium dan magnesium karbonat yang terkandung pada air menjadi bikarbonat (Carbonate hardness) yang larut dalam air. Dengan penambahan kaustik maka bikarbonat akan kembali menjadi karbonat yang mengendap. Jumlah soda kaustik yang diinjeksikan sebanyak 0,05% dari air umpan dengan konsentrasi 40% volum. Chlorine Berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri, jamur, dan mikroorganisme. Jumlah yang diinjeksikan sebanyak 1,2 % dari umpan dengan konsentrasi 30 % volum.

86 86 Injeksi bahan-bahan kimia tersebut berlangsung secara otomatis yang perbandingannya diatur berdasarkan laju alir masuk. Tetapi sebelumnya dilakukan dahulu jar test terhadap sampel air sungai untuk menentukan dosis yang harus diberikan karena iklim yang berubah-ubah. Selain itu, analisis ph cairan pun rutin dilakukan agar tercipta kondisi yang tepat sehingga proses koagulasi tercapai dengan baik. Tahap selanjutnya adalah menjaga pembentukan floc (flokulasi) dan mengendapkan partikel floc sambil memperhatikan pembentukan lapisan lumpur (sludge blanket). Proses ini terjadi di Clarifier / Floctreator. Flok berukuran kecil akan membentuk gumpalan-gumpalan besar sehingga akan mempercepat pengendapan (settling). Lapisan lumpur berfungsi menahan floc yang baru terbentuk, oleh karena itu harus dijaga tetap ada. Untuk menjaga supaya lumpur merata dan tidak terlalu padat dilakukan pengadukan lambat dengan kecepatan pengadukan 2-3 rpm. Laju alir masuk keluar pada clarifier berdasarkan overflow dengan menjaga settling level. Laju alir yang konstan dibutuhkan agar terjadi pembentukan lumpur yang baik. Lumpur akan dibuang (blowdown) dengan otomatis tergantung dari jumlah air yang telah masuk (metering water) dan tingginya permukaan lumpur yang dapat diperiksa dengan mengambil sampel dalam beberapa level.

87 87 b) Penyaringan (Filtration) Setelah melalui proses di Clarifier, air dialirkan menuju sand filter untuk menyaring zat-zat tersuspensi yang masih ada. Selama operasi dari sand filter, kotoran yang masih terbawa pada air setelah mengalami proses penjernihan akan terlepas oleh filter dan terkumpul pada permukaan bed. Penyaringan ini menggunakan media pasir atau sand filter berbentuk silinder vertikal yang terdiri dari antrasit, coarse sand, fine sand, dan activated carbon. Activated carbon digunakan untuk menghilangkan klorin, bau dan warna. Bila sand filter ini telah jenuh maka perlu dilakukan regenerasi, dengan cara cuci aliran balik (backwash) dengan aliran yang lebih tinggi dari aliran filtrasi, hal ini dilakukan untuk melepaskan kotoran (suspended matters) dari permukaan filter dan untuk memperluas bidang penyaringan. Setelah di-backwash dan filter dioperasikan kembali, air hasil saringan untuk beberapa menit pertama dikirim ke pembuangan, hal ini dilakukan untuk membersihkan sistem dari benda-benda padat yang masih terbawa dan setelah itu dibuang. Backwash filter secara otomatis terjadi bila hilang tekan tinggi (high pressure drop) tercapai atau waktu operasi (duration time) tercapai. Larutan kaustik diinjeksikan melalui pipa dari sand filter untuk mengatur ph dari produk air filter yang masuk ke tangki penyimpanan air filter. Untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang ada dalam air filter dilakukan injeksi klorin. Dari tangki air filter, air didistribusikan ke menara pendingin, keperluan umum dan air umpan boiler.

88 88 a. Air untuk keperluan umum dan sanitasi Air untuk keperluan umum adalah air yang dibutuhkan untuk sarana dalam pemenuhan kebutuhan pegawai seperti untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan untuk kebutuhan kantor lainnya serta kebutuhan rumah tangga. Air sanitasi diperlukan untuk pencucian atau pembersihan peralatan pabrik, utilitas, laboratorium dan lainnya. Beberapa persyaratan untuk air sanitasi adalah sebagai berikut : Syarat fisis; di bawah suhu kamar, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, tingkat kekeruhan < 1 mg SiO 2 /Liter. Syarat kimia; tidak mengandung zat organik dan anorganik yang terlarut dalam air, logam-logam berat lainnya yang beracun. Syarat biologis (bakteriologis); tidak mengandung kuman/bakteri terutama bakteri patogen. Air yang diperlukan untuk keperluan umum ini adalah sebesar : Air untuk kantor Kebutuhan air untuk karyawan = 40 L/org/hr = 0,04 m 3/ org/hari Air untuk kebutuhan karyawan = 151 org x 0,04 m 3/ org/hari = 6,0400 m 3 /hari Air untuk perumahan pabrik 20 rumah x 4 orang/rumah x 0,2 m 3 /orang hari = 16,00 m 3 /hari

89 89 Air untuk laboratorium Air untuk keperluan ini diperkirakan = 7,50 m 3 /hari Air untuk bengkel Air untuk keperluan ini diperkirakan = 7,50 m 3 /hari Air untuk kebersihan dan pertamanan Air untuk keperluan ini diperkirakan = 10 m 3 /hari Sehingga total kebutuhan air untuk keperluan umum sebesar Air keperluan umum = 47,08 m 3 /hari = 1.946,3313 kg/jam. b. Cooling Water System (Air pendingin) Air pendingin merupakan air yang diperlukan untuk proses-proses pertukaran/perpindahan panas dalam heat exchanger dengan tujuan untuk memindahkan panas suatu zat di dalam aliran ke dalam air. Air pendingin yang digunakan diperoleh dari Sungai Musi yang letaknya cukup dekat dengan pabrik. Sistem air pendingin yang digunakan untuk pabrik adalah tipe Open Recirculating Cooling Water. Sistem ini akan memungkinkan berbagai penghematan dalam hal biaya penyediaan utilitas khususnya untuk air pendingin. Udara bebas digunakan sebagai pendingin dari air panas yang terbentuk sebagai produk dari proses perpindahan panas. Sistem/Unit air pendingin mengolah air dengan proses pendinginan dari suhu 45 o C menjadi 30 o C, untuk dapat digunakan lagi sebagai air untuk proses pendinginan pada

90 90 alat pertukaran panas dari alat yang membutuhkan pendinginan. Proses dari sistem pendinginan tersebut dinamakan Recooling process. Sistem air pendingin terdiri dari cooling tower yang dilengkapi dengan Induced Draft fan untuk membantu penguapan, cooling water basin, pompa air pendingin untuk peralatan proses dan sistem injeksi bahan kimia. Air panas udara Air dingin Gambar 6.2. Cooling Tower

91 91 Proses pendinginan di cooling tower : Air pendingin yang keluar dari media-media perpindahan panas di area proses akan disirkulasikan dan didinginkan kembali seluruhnya di dalam cooling tower. Air dialirkan ke bagian atas Cooling Tower kemudian dijatuhkan ke bawah dan akan kontak dengan aliran udara yang dihisap oleh Induce Draft (ID) Fan. Akibat kontak dengan aliran udara terjadi proses pengambilan panas dari air oleh udara dan juga terjadi proses penguapan sebagian air dengan melepas panas laten yang akan mendinginkan air yang jatuh ke bawah. Air yang telah menjadi dingin tersebut dapat ditampung di Basin dan dapat dipergunakan kembali sebagai cooling water Air dingin dari Basin dikirim kembali untuk mendinginkan proses di pabrik menggunakan pompa sirkulasi Cooling water. Pada proses pendinginan di cooling tower sebagian air akan menguap dengan mengambil panas laten, oleh karena itu harus ditambahkan air make-up dari Water Treatment Plant.

92 92 Evaporasi Hot Water, T= 42 o C COOLING TOWER COOLER PROSES Make Up T = 35 o C Blow Down Gambar Diagram Cooling Water System Cooling Water System memiliki fungsi yang sangat penting bagi pabrik. Oleh karena itu Cooling Water System harus dikontrol dengan sebaik-baiknya, minimal mampu beroperasi tanpa gangguan selama 2 tahun. Adanya gangguan dari Cooling Water akan menyebabkan terjadinya kerusakan alat baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga sistem injeksi bahan kimia disediakan untuk mengolah air pendingin. Pengolahan air pada cooling tower dilakukan dengan menginjeksikan zat kimia, yaitu berupa: a. Scale inhibitor Scale/ kerak terjadi karena adanya endapan diposit di permukaan metal. Endapan ini digolongkan dalam beberapa jenis antara lain :

93 93 Mineral Scale, yaitu pengendapan garam-garam kristal misalnya garam-garam Ca, SiO 2. Garam Ca akan turun kelarutannya seiring dengan menurunnya suhu sehingga bertendensi untuk terjadi pengendapan. Suspended Matter, yaitu partikel-partikel asing yang masuk ke dalam sistem terbawa udara misalnya debu Corrosion Product, hasil sampingan dari proses korosi yang tidak larut di air. Adanya kerak/scale dalam permukaan pipa akan menyebabkan : Mengganggu perpindahan panas (heat transfer) Menyebabkan penyumbatan pipa Untuk menghindari terjadinya Scale/kerak maka diinjeksikan Scale Inhibitor (Dispersant). Senyawa tersebut melemahkan tegangan permukaan partikel. Bahan Dispersant yang digunakan adalah Nalco XP b. Corrotion inhibitor berupa natrium posfat yang berfungsi untuk mencegah korosi pada peralatan dengan melapisi permukaan metal berupa protective film. c. Slime Inhibitor Slime atau lendir yang berwarna coklat kehitaman yang menempel di permukaan pipa. Slime merupakan penyebab terganggunya film

94 94 corossion inhibitor dan menurunkan efisiensi Cooling Water System. Slime disebabkan oleh adanya mikroorganisme seperti bakteri dan plankton yang tinggal, berkembang dan tumbuh dalam air sungai. Untuk mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme tersebut diinjeksikan inhibitor berupa chlorine (Cl 2 ). ph air yang terbaik adalah , apabila ph lebih besar maka klorida menjadi tidak efektif dan sebaliknya jika ph lebih kecil maka memudahkan terjadinya korosi. Senyawa asam sulfat atau kaustik biasanya diinjeksikan untuk menjaga kondisi ph. Dosis zat kimia yang diinjeksikan ditentukan berdasarkan pemeriksaan kontinyu jar test terhadap air pendingin. Kualitas standar air pendingin yang harus dipenuhi yaitu : Ca hardness sebagai CaCO 3 : 150 ppm Mg hardness sebagai MgCO 3 : 100 ppm Silika sebagai SiO 2 : 200 ppm Turbiditas : 10 Cl - dan SO 4 2- : 1000 ppm ph : 6 8 Ca 2+ : max. 300 ppm Silika : max. 150 ppm TDS : max 2500 ppm

95 95 Total air pendingin yang diperlukan sebesar kg/jam. Peralatan yang menggunakan air pendingin tersebut dapat dilihat pada Tabel VI.2 berikut : Tabel VI.2. Peralatan yang Membutuhkan Air Pendingin No. Kebutuhan Jumlah Satuan 1 Reaktor 1 (RE-201) 2 Cooler (CL-101) 3 Cooler (CL-102) 4 Cooler (CL-103) 5 Cooler (CL-104) 6 Condensor 1 (CD-301) 7 Condensor 2 (CD-302) Jumlah Kebutuhan Over design 10% Recovery 90% Make-up 10% , , ,615 kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam Penguapan dan kebocoran air akan terjadi di dalam cooling tower ini. Oleh karena itu, untuk menjaga jumlah air pendingin harus ditambah air make up yang jumlahnya sesuai dengan jumlah air yang hilang. Maka water make up untuk cooling tower diperlukan yaitu sebesar 21,615 kg/jam. c. Air bebas mineral (Demineralized Water) Demineralisasi adalah proses mengambil semua ion yang terkandung di dalam air. Air yang telah mengalami proses ini disebut air demin (deionized water). Sistem demineralisasi disiapkan untuk mengolah air

96 96 filter dengan penukar ion (ion exchanger) untuk menghasilkan air bebas mineral sebagai air umpan ketel (boiler feed water) untuk membangkitkan steam tekanan ,100 kpa dan temperatur 360 o C. Untuk keperluan air umpan boiler tidak cukup hanya air bersih, oleh karenanya air tersebut masih perlu diperlakukan lebih lanjut yaitu penghilangan kandungan mineral yang berupa garam-garam terlarut untuk mencegah korosi dan deposit yang dapat merusak boiler. Mula-mula air bersih (Filtered Water) dialirkan ke Cation Exchanger yang diisi resin cation berupa resin asam kuat yang akan mengikat cation misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, besi, mangan dan aluminium yang keudian melepaskan ion H +. Selanjutnya air mengalir ke Anion Exchanger dimana anion seperti klorida, karbonat, sulfat, nitrat, silika dalam air bertukar dengan ion OH - dari resin anion. Air keluar dari Anion Exchanger hampir seluruh garam terlarutnya telah diikat. Air demin yang dihasilkan kemudian disimpan di tanki penyimpanan (Demin Water Storage). Setiap periode tertentu, resin yang dioperasikan untuk pelayanan akan mengalami kejenuhan dan tidak mampu mengikat cation/ anion secara optimal. Untuk itu perlu dilakukan penyegaran/ pengaktifan kembali dengan cara regenerasi.

97 97 Indikator-indikator pelaksanaan regenerasi unit penukar kation/anion yaitu: Jumlah air yang melewati unit penukar ion mencapai ± 2200 m 3 Kadar silika dari aliran keluar penukar anion 0.05 ppm Regenerasi resin dilakukan dengan proses kebalikan dari operasi service. Regenerasi dibagi menjadi 3 tahap operasi yaitu : 1) Backwashing Backwashing dilakukan dengan membalikan arah aliran dari bawah ke atas dengan demin ke exchanger. Tujuannya untuk menghilangkan zat suspensi yang terakumulasi dan partikelpartikel resin halus yang terpecah. 2) Regenerasi dengan zat kimia Resin cation diregenerasi menggunakan larutan H 2 SO 4, sedangkan resin anion menggunakan larutan NaOH. 3) Pembilasan lambat (slow rinse) dan pembilasan cepat (fast rinse) Setelah regenerasi dengan bahan kimia kemudian dilakukan slow rinse atau displacement. Air dialirkan melalui atas dengan laju yang lambat dan waktu yang lebih singkat dibandingkan fast rinse untuk displacing asam sulfat yang tersisa. Operasi terakhir adalah fast rinse sebagai pembilasan terakhir untuk membuang sisa sisa asam atau garam (garam sulfat dan natrium) yang ada. Air yang digunakan untuk pembilasan keluar dari bagian bawah exchanger.

98 98 Cation exchanger Contoh reaksi yang terjadi di kation exchanger : CaSO 4 + H 2 R CaR + H 2 SO 4 Apabila resin sudah jenuh pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan H 2 SO 4 4 %. Reaksi yang terjadi pada waktu regenerasi adalah : RCa + H 2 SO 4 RH 2 + CaSO 4 RMg + H 2 SO 4 RH 2 + MgSO 4 RNa 2 + H 2 SO 4 RH 2 + Na 2 SO 4 Anion exchanger Contoh reaksi yang terjadi di anion exchanger : R(OH) 2 + H 2 SO 4 R(OH) HCl R(OH) HNO 3 R(OH) 2 + H 2 SiO 3 RSO H 2 O RCl H 2 O R(NO 3 ) H 2 O RSiO H 2 O Apabila resin sudah jenuh dilakukan dengan pencucian menggunakan larutan NaOH 40 %. Reaksi yang terjadi pada waktu regenerasi adalah : RSO NaOH R(OH) 2 + Na 2 SO 4 RCl NaOH R(OH) NaCl R(NO 3 ) NaOH R(OH) NaNO 3 RSiO NaOH R(OH) 2 + Na 2 SiO 3

99 99 Air yang sudah mengalami demineralisasi tersebut dialirkan menuju demineralized water tank. Level kontrol pada tangki air bebas mineral mengatur flow menuju tangki. Apabila air di tangki berlebih maka dikembalikan ke filtered water tank. 2. Unit Penyediaan Steam Air demineralisasi digunakan sebagai umpan boiler yang akan memproduksi steam. Syeam merupakan kebutuhan penting, hamper sebagian besar pompa digerakan oleh steam. Selain untuk penggerak mula, steam juga digunakan sebagai pemanas. Steam jenuh yang dihasilkan boiler merupakan steam memiliki suhu 360 ºC dengan tekanan kpa. Adapun peralatan-peralatan yang membutuhkan steam dapat dilihat pada Tabel VI.3.berikut ini : Tabel VI.3.Peralatan yang Membutuhkan Steam No. Kebutuhan Jumlah Satuan 1 Vaporizer 101 (VP-101) 462, Heater 101 (HE-101) 76, Heater 102 (HE-102) 277, Heater 103 (HE-103) 477, Heater 104 (HE-104) 372, Reboiler 101 (RB-101) 177, Reboiler 102 (RB-102) 867,5630 Jumlah Kebutuhan 2712,4470 kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam kg/jam

100 100 Over design 10% Recovery 90% Make-up 10% 2983, , ,3692 kg/jam kg/jam kg/jam Persyaratan umum air umpan boiler adalah : a. Kandungan silika = 0,01 ppm maksimum b. Konduktivitas = 1 ( s/cm ) c. O 2 terlarut kurang dari 10 ppm d. ph : 8,8 9,2 e. padatan terlarut total = 0,02 ppm maksimum Sistem penyedian steam terdiri dari deaerator dan boiler. Air demin (demineralized water) dipompakan dan bergabung dengan condensate return dimana aliran total dimonitor oleh flow indicator. Aliran condensate return dimonitor konduktivitasnya, jika tidak memenuhi maka akan dibuang melalui sewer. Gabungan aliran ini masuk ke deaerator melalui internal distributor ke inlet tray bagian atas drum penampung deaerator yang kemudian sebagian besar gas-gas yakni CO 2 dan O 2 berkontak secara counter current dengan steam. Oksigen dan CO 2 harus dihilangkan karena dapat menyebabkan korosi pada perpipaan dan tubetube boiler. Gas-gas tersebut kemudian di vent ke atmosfer. Demin water yang sudah bebas dari komponen udara ditampung dalam drum dari deaerator. Deaerator memiliki waktu tinggal 15 menit. Penghilangan lanjut kandungan oksigen terlarut dalam air bebas mineral dilakukan dengan menginjeksikan larutan hidrazin ke dalam deaerator dengan reaksi:

101 101 N 2 H 4 + O 2 N H 2 O N 2 H 4 juga bereaksi dengan besi: N 2 H Fe 2 O 3 4 Fe 3 O H 2 O + N 2 Kandungan oksigen keluar dari deaerator didesain tidak lebih besar dari 0,007 ppm. Keluaran deaerator merupakan air umpan boiler yang akan dijadikan steam atau disebut Boiler Feed Water (BFW) kondensat Stripping Section Air Demin Steam LS N 2 H 4 ph : N 2 H 4 : 0.05 ppm NH 3 WHB Pompa BFW PB Gambar Daerator Pembentukan steam terjadi di dalam boiler. Untuk pabrik ini dibutuhkan steam dengan 186,7510 bar dan temperatur 360 o C. Jenis boiler yang digunakan adalah fire tube boiler. dengan air umpan boiler melalui tube dan terjadi pembentukan steam pada tube.

102 102 BFW dipompakan menuju Waste Heat Boiler (WHB) steam drum dan Package Boiler (PB) steam drum melalui economiser. Pemanasan melalui ekonomiser menggunakan panas gas buang sebelum keluar atmosfer. WHB yang berfungsi sebagai pembangkit steam beroperasi dengan memanfaatkan panas bekas exhaust gas turbine generator. Steam kemudian melewati demister untuk menangkap butir air yang masih ada. Uap uap yang keluar dari steam drum menuju superheater coil sehingga temperatur menjadi lebih tinggi dan lebih kering. Sama seperti WHB, PB juga berfungsi menghasilkan steam dari deaerator yang sama. Perbedaannya adalah terletak pada pemanas yang menggunakan bahan bakar berupa gas alam yang dialirkan menuju burner package boiler. 3. Unit Penyediaan Listrik Kebutuhan tenaga listrik dipenuhi oleh generator yang digerakkan oleh turbin uap, dimana menggunakan steam yang dihasilkan dari boiler, hal ini bertujuan agar tidak diperlukan aliran listrik dari PLN, dan hal ini membuat keefisienan energi pabrik ini menjadi lebih baik. Generator yang digunakan adalah generator bolak balik atas dasar pertimbangan sebagai berikut : Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan transformator.

103 Unit Penyediaan Bahan Bakar Unit pengadaan bahan bakar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pada generator dan boiler. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar cair yaitu solar (untuk generator) dan fuel oil (untuk boiler) yang diperoleh dari PERTAMINA atau distribusinya. Pemilihan didasarkan pada pertimbangan bahan bakar cair: mudah didapat tersedia secara kontinyu mudah dalam penyimpanannya kebutuhan bahan bakar : 80,7392 liter/jam B. Pengolahan Limbah Beberapa limbah yang dihasilkan dari pabrik Isopropanolamin sebagai berikut: a. Air buangan sanitasi Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik, pencucian, dan dapur dapat langsung dibuang ke pembuangan umum, sedangkan kotoran yang berasal dari toilet dibuang ke tempat pembuangan khusus septic tank. b. Air buangan dari peralatan proses Air buangan ini mengandung bahan organik yang mungkin disebabkan oleh: Kebocoran dari suatu peralatan.

104 104 Kebocoran karena tumpah pada saat pengisian. Pencucian atau perbaikan peralatan. Air buangan yang mengandung bahan organik dilakukan pemisahan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Larutan organik di bagian atas dialirkan ke tungku pembakaran, sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke penampungan akhir, yang kemudian dapat dibuang ke pembuangan umum. C. Unit Laboratorium Laboratorium merupakan bagian yang sangat penting dalam menunjang kelancaran proses produksi dan menjaga mutu produksi. Dengan data yang diperoleh dari laboratorium maka proses produksi akan selalu dapat dikendalikan dan kualitas produk dapat dijaga sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Disamping itu juga berperan dalam pengendali pencemaran lingkungan. Laboratorium mempunyai tugas pokok antara lain : 1. Sebagai pengendali kualitas bahan baku dan pengendali kualitas produk. 2. Sebagai pengendali terhadap proses produksi dengan melakukan analisis terhadap pencemaran lingkungan yang meliputi polusi udara, limbah cair dan limbah padat yang dihasilkan unit-unit produksi. 3. Sebagai pengendali terhadap mutu air proses, air pendingin, air umpan Boiler, Steam, dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi.

105 105 Laboratorium melaksanakan tugas selama 24 jam sehari dalam kelompok kerja shift dan non-shift. a. Kelompok Non Shift Kelompok ini bertugas melakukan analisis khusus, yaitu Analisis yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan oleh laboratorium. Dalam membantu kelancaran kinerja kelompok shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di laboratorium utama dengan tugastugas antara lain : Menyediakan reagen kimia untuk analisis laboratorium. Melakukan Analisis bahan buangan penyebab polusi. Melakukan penelitian/percobaan untuk membantu kelancaran produksi. b. Kelompok Shift Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisis-analisis rutin terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok ini menggunakan sistem bergilir yaitu kerja shift selama 24 jam dengan masing-masing shift bekerja selama 8 jam. Dalam pelaksanaan tugasnya, seksi laboratorium dikelompokkan menjadi : a. Laboratorium Fisika Bagian ini mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-sifat fisis bahan baku dan produk. Pengamatan yang dilakukan antara lain : spesifik grafity, viskositas kinematik dan kandungan air

106 106 b. Laboratorium Analitik Bagian ini mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk mengenai sifat-sifat kimianya. Analisis yang dilakukan antara lain : Kadar impuritis pada bahan baku Kandungan logam berat Kandungan metal c. Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya : Diversifikasi produk Pemeliharaan lingkungan (pembersihan air buangan). Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga mengadakan penelitian yang sifatnya non-rutin, misalnya saja penelitian terhadap produk di unit tertentu yang tidak biasanya dilakukan penelitian, guna mendapatkan alternatif lain tentang penggunaan bahan baku. d. Laboratorium Analisis Air Pada laboratorium Analisis air ini yang di analisis antara lain : 1. Bahan baku air 2. Air demineralisasi 3. Air pendingin 4. Air umpan boiler Parameter yang diuji antara lain warna, ph, kandungan klorin, tingkat kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas, kadar minyak, sulfat, silika dan konduktivitas air.

107 107 Alat- alat yang digunakan dalam laboratorium Analisis air adalah : ph meter, digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman / kebasaan. Spektrometer, untuk menentukan konsenterasi suatu senyawa terlarut dalam air dengan syarat larutan harus berwarna. Spectroscopy, untuk menentukan kadar sulfat. Gravimetric, untuk mengetahui jumlah kandungan padatan dalam air. Peralatan titrasi, untuk mengetahui kandungan klorida, kasadahan dan alkalinitas. Conductivity meter, untuk mengetahui konduktivitas suatu zat yang terlarut dalam air. Air terdeminerasasi yang dihasilkan unit terdemineralizer juga diuji oleh departemen ini. Parameter yang diuji antara lain ph, konduktivitas dan kandungan silikat (SiO 2 ). Sedangkan parameter air umpan boiler yang dianalisis antara lain kadar hidrazin, amonia dan ion fosfat. e. Alat Analisis Alat Analisis yang digunakan : Water Content Tester, untuk menganalisis kadar air dalam produk. Viskometer Bath, untuk mengukur viskositas produk keluar reaktor. Hydrometer, untuk mengukur spesific gravity. D. Unit Instrumentasi dan Pengendalian Proses Dalam pengoperasian dan pengendalian alat-alat proses, diperlukan sistem instrumentasi yang dapat mengukur, mengindikasikan, dan mencatat variabelvariabel proses. Variabel proses itu antara lain temperatur, tekanan, laju alir, dan

108 108 ketinggian. Pengendalian alat-alat proses dipusatkan di ruang kendali, walaupun dapat pula dilakukan langsung di lapangan. Pengendalian terhadap kualitas bahan baku dan produk dilakukan di laboratorium pabrik. Sistem pengendalian di pabrik caprolactam ini menggunakan Distributed Control System (DCS). Sistem ini mempergunakan komputer mikroprosesor yang membagi aplikasi besar menjadi sub-sub yang lebih kecil. Data yang diperoleh dari elemen-elemen sensor diolah dan disimpan. Pengendalian dilakukan dalam Programmable Logic Controller dengan cara mengubah data-data tersebut menjadi sinyal elektrik untuk pembukaan atau penutupan valve-valve. Untuk melakukan perhitungan matematis yang rumit dan kompleks dibutuhkan Supervisor Control System (SCS). Beberapa kemampuan yang dimiliki oleh SCS adalah : 1. Kalkulasi termodinamik. 2. Prediksi sifat/komposisi produk dan kontrol. 3. Menyimpan data dalam jangka waktu yang panjang. Model hierarki pengendalian meliputi empat tingkat kebutuhan informasi dan sistem pengendalian. Computer Integrated Manufacturing (CIM) dicapai dengan pengkoordinasian dan penggunaan secara efektif aliran informasi melalui seluruh tingkatan. Keempat tingkatan ini diperlihatkan pada Tabel VI.4.

109 109 Tabel VI.4.Tingkatan Kebutuhan Informasi dan Sistem Pengendalian. Tingkatan 1. Regulatory and Sequential Control Fungsi Memantau, mengendalikan, dan mengatur berbagai aktuator dan perangkat lapangan yang berhubungan langsung dengan proses. 2. Supervisory Control System - Mengkoordinasikan kegiatan satu atau lebih DCS - Menyediakan plantwide summary dan plantwide process overview. 3. Sistem informasi yang dibutuhkan oleh Local Plant Management Pengaturan operasi hari ke hari, seperti penjadwalan produk, pemantauan operasi, laboratorium jaminan kualitas, akumulasi data produksi biaya, dan tracking shipment. 4. Management Information System Mengkoordinasikan informasi keuangan, penjualan, dan pengembangan produk pada tingkat perusahaan. Pengendalian terhadap variabel proses dilakukan dengan sistem pengendali elektronik. Variabel-variabel yang dikendalikan berupa temperatur, tekanan, laju alir dan level cairan. Pengendalian variabel utama proses tercantum pada Tabel VI.5.

110 110 Tabel VI.5. Pengendalian Variabel Utama Proses. No. Variabel Alat Ukur 1. Temperatur Termokopel 2. Tekanan Pressure gauge 3. Laju Alir Orificemeter, venturimeter, vortexcoriolismeter 4. Level cairan Float level device

111 VII. TATA LETAK PABRIK A. Lokasi Pabrik Lokasi pabrik akan berpengaruh secara langsung terhadap kelangsungan hidup pabrik dan ikut menentukan keberhasilan dan kelancaran proses produksi. Penentuan lokasi pabrik yang tepat dapat menekan biaya produksi dan dapat memberikan keuntungan - keuntungan lain. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi pabrik, antara lain : 1. Penyediaan Bahan Baku 2. Fasilitas Transportasi 3. Utilitas 4. Lahan 5. Tenaga Kerja 6. Karakterisasi Lokasi 7. Perijinan Berdasarkan faktor - faktor tersebut diatas, maka Pabrik Benzil Klorida dengan kapasitas ton/tahun ini direncanakan berlokasi di desa Kolelet Wetan, kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

112 112 Gambar 7.1. Letak Pabrik B. Penyediaan bahan baku Bahan baku merupakan faktor yang sangat penting yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi. Pabrik Benzil Klorida menggunakan bahan baku berupa Toluen dan gas Klorin. Kebutuhan Toluen dapat dipenuhi dari perusahaan PT.Styrindo Mono Indonesia, Cilegon Banten Sedangkan Klorin di peroleh dari PT. Asahimas subcentra Cilegon, Banten. Dilihat dari segi bahan baku, maka pemilihan lokasi di daerah Lebak, Banten adalah tepat karena dekat sehingga mempermudah dalam sarana pengiriman bahan baku. C. Fasilitas Transportasi Transportasi sangat dibutuhkan sebagai penunjang utama untuk penyediaan bahan baku dan pemasaran produk. Kawasan ini didukung oleh Pelabuhan Merak serta

113 113 jalur darat yang berupa jalan tol lintas Jawa yang menjadi salah satu jalur distribusi barang dan jasa utama di pulau Jawa yang dapat mempermudah akses dari maupun keluar kawasan ini. Selain itu, lokasi pendirian pabrik ini, berada di pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa, sehingga sangat memungkinkan untuk mendirikan dermaga. Oleh karena itu, maka lokasi ini sangat layak dan mendukung untuk didirikan pabrik Benzil Klorida ini dari sisi konektifitas dan transportasinya. D. Utilitas Fasilitas yang terdiri dari penyediaan air, bahan bakar dan listrik mengharuskan lokasi pabrik dekat dengan sumber tersebut. Kebutuhan pabrik akan air sangat banyak, untuk itu diperlukan lokasi yang dapat memenuhi daerah desa Sumuradem ini dilintasi oleh sungai ciujung. Untuk kebutuhan bahan bakar dapat diperoleh dari PT. Pertamina RU-VI Balongan untuk kebutuhan akan listrik didapat dari Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN). E. Tenaga kerja Tenaga kerja termasuk hal yang sangat menunjang dalam operasional pabrik, tenaga kerja untuk pabrik ini dapat diperoleh dari : masyarakat sekitar pabrik dan tenaga ahli yang berasal dari putra daerah maupun luar daerah. Sebagai kawasan industri, maka kawasan Banten ini juga didukung oleh beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), 102 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), 782 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 19 Balai Latihan Kerja (BLK) dan 2 Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) yang tersebar di sekitar Banten, yang

114 114 memungkinkan untuk di dayagunakan potensinya dalam pabrik ini. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang ada di sekitar kawasan industri ini sangat beragam dari berbagai tingkatan kemampuan yang mendukung keberlangsungan pabrik ini kedepannya. E. Pemasaran Produk Benzil Klorida ini direncanakan akan dipasarkan di pasar domestik yaitu indonesia dan juga pasar internasional. Hal itu didasari pada konsumsi senyawa tersebut terus menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan semakin berkembangnya industri industri kimia di Indonesia dan juga impor yang dilakukan oleh negara negara di Asia Tenggara. Orientasi dan segmentasi dari pasar domestik yang menggunakan produk Benzil Klorida ini, diantaranya yaitu : a. PT. Asahimas Chemical b. Satomo Indovyl Monomer Berdasarkan pembagian wilayah tersebut, maka dapat dilihat bahwa hampir lebih dari 80% dari total penjualannya, berada di pulau Jawa dan sekitarnya, sehingga lokasi pabriknya pun sangat layak berada di Pulau Jawa serta dari sisi pendistribusiannya pun akan lebih ekonomis apabila dilakukan melalui jalur darat. Oleh karena itu, pabrik ini layak untuk didirikan di sekitar pulau Jawa, yaitu khususnya di daerah Lebak, Banten.

115 115 F. Perizinan Lokasi pabrik dipilih pada daerah kawasan industri, sehingga memudahkan dalam perizinan pendirian pabrik. Pabrik yang didirikan harus jauh dari pemukiman penduduk dan tidak mengurangi lahan produktif pertanian agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, lokasi pabrik harus memungkinkan untuk dilakukan pengembangan area pabrik. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan pengembangan pabrik di masa yang akan datang. G. Tata Letak Pabrik Tata letak pabrik adalah tempat kedudukan dari bagian-bagian pabrik yang meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat penyimpanan bahan baku, dan produk yang saling berhubungan. Tata letak pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga pembangunan area pabrik efisien dan proses produksi serta distribusi dapat berjalan dengan lancar, sehingga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi karyawan dapat dipenuhi. Selain peralatan proses, beberapa bangunan fisik seperti kantor, bengkel, klinik, laboratorium, kantin, pemadam kebakaran, tempat parkir, pos keamanan, dan sebagainya ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu lalu lintas barang dan proses. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan tata letak suatu pabrik antara lain: a. Letak peralatan produksi ditata dengan baik, sehingga memberikan kelancaran dan keamanan bagi tenaga kerja. Selain itu, penempatan alat-

116 116 alat produksi diatur secara berurutan sesuai dengan urutan proses kerja, berdasarkan pertimbangan teknik, sehingga dapat diperoleh efisiensi teknis dan ekonomis. b. Letak peralatan harus mempertimbangkan faktor maintenance (perawatan dan pemeliharaan) yang memberikan area yang cukup dalam pembongkaran dan penambahan alat bantu. c. Alat - alat yang berisiko tinggi harus diberi ruang yang cukup sehingga aman dan mudah melakukan penyelamatan jika terjadi kecelakaan, kebakaran, dan sebagainya. d. Jalan di dalam pabrik harus cukup lebar dan memperhatikan faktor keselamatan manusia, sehingga lalu lintas dalam pabrik dapat berjalan dengan baik. Perlu dipertimbangkan juga adanya jalan pintas jika terjadi keadaan darurat. e. Letak alat-alat ukur dan alat kontrol harus mudah dijangkau oleh operator. f. Letak kantor dan gudang sebaiknya tidak jauh dari jalan utama. Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka pengaturan tata letak pabrik potassium karbonat direncanakan sebagai berikut : a. Area Proses Area proses merupakan pusat kegiatan proses produksi potassium karbonat. Daerah ini diletakan pada lokasi yang strategis dalam suplai bahan baku dan pengiriman produk ke area penyimpanan serta mempermudah pengawasan dan perbaikan alat - alat. Pada area proses,

117 117 terdapat ruang kontrol yang akan berfungsi untuk mengontrol jalannya proses. b. Area Penyimpanan Area penyimpanan merupakan tempat penyimpanan bahan baku dan produk yang dihasilkan. Penyimpanan bahan baku dan produk diletakkan pada area yang dekat peralatan pengangkutan dan area proses. c. Area Laboratorium Area ini merupakan lokasi untuk menganalisis kualitas bahan baku dan produk, serta melakukan penelitian guna pengembangan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, area ini diletakkan dekat dengan daerah proses. d. Area Utilitas Area ini merupakan lokasi untuk menyediakan keperluan yang menunjang jalannya proses, berupa penyediaan air, pengolahan udara dan penyediaan CO 2. e. Area Perkantoran Area ini merupakan pusat kegiatan administrasi pabrik sehari-hari, baik untuk kepentingan dalam pabrik maupun luar pabrik. Area ini mencakup ruang serba guna untuk para karyawan. f. Area Fasilitas Umum Area ini terdiri dari kantin, mushola, klinik dan lapangan parkir. Area ini diletakkan seefektif dan sestrategis mungkin.

118 118 g. Area Pengembangan Area ini dimaksudkan untuk perluasan area pabrik di masa yang akan datang. Perluasan area pabrik dilakukan untuk peningkatan kapasitas produksi (revamping) atau penambahan unit baru guna meningkatkan kualitas produksi. h. Pos Keamanan Pos kemanan diletakkan pada pintu masuk dan pintu keluar pabrik. Pos keamanan ini diperlukan agar keamanan pabrik terjaga. Gambar tata letak pabrik dan alat proses dapat dilihat pada gambar berikut ini: CD101 CT- 101 AE-101 CE-101 MD-102 AC-101 AB-101 CB-101 HB-101 CF-101 RB- 102 CF-101 Unit Utilitas CD- 102 Unit Absorpsi CL-101 AC- 102 RE-101 MD-101 EX-101 HE- 102 Unit Reaksi HE- 104 RB- 101 VP-101 HE- 101 CD- 101 Unit Penyiapan Bahan Baku CL-102 CL-103 CL-104 Unit Pendinginan Produk AC- 101 Unit Distilasi Area Proses Area Storage Bahan Baku Area Storage Area Storage Produk ST-102 ST- 101 ST-103 ST-105 ST- 104 ST- 106 Gambar 7.2. Tata Letak Alat Prosess

119 119 Gambar 7.3. Tata Letak Pabrik

120 120 VIII. SISTEM MANAJEMEN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN A. Bentuk Perusahaan Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang diorganisasikan dan dioperasikan untuk menyediakan barang dan jasa bagi konsumen agar memperoleh keuntungan. Sistem pengelolaan (manajemen) organisasi perusahaan bertugas untuk mengatur, merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan perusahaan dengan efektif dan efisien. Selain itu, untuk mendapatkan profit yang optimal juga harus didukung oleh pembagian tugas dan wewenang yang jelas dari setiap personil yang terlibat dalam perusahaan. Oleh karena itu untuk kelancaran jalannya perusahaan diperlukan pemilihan bentuk dan sistem manajemen organisasi yang sesuai dengan kapasitas dan tujuan perusahaan. 1. Perusahaan Perseorangan Perusahaan Perseorangan yaitu badan usaha yang didirikan, dimiliki, dan dimodali oleh satu orang. Pemilik juga bertindak sebagai pemimpin. Pemilik bertanggung jawab penuh atas segala hutang/kewajiban perusahaan dengan seluruh hartanya, baik yang ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya. 2. Perusahaan Firma Perusahaan Firma yaitu badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh

121 121 beberapa orang dengan memakai satu nama (salah satu anggota atau nama lain) untuk kepentingan bersama. Semua anggota firma bertindak sebagai pemimpin perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas segala kewajiban/hutang firma dengan seluruh hartanya, baik harta yang ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya. 3. Perusahaan Komanditer Perusahaan Komanditer yaitu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih dimana sebagian anggotanya duduk sebagai anggota aktif dan sebagian yang lain sebagai anggota pasif. Anggota aktif yaitu anggota yang bertugas mengurus, mengelola, dan bertanggung jawab atas maju mundurnya perusahaan. Anggota aktif bertanggung jawab penuh atas kewajiban perusahaan dengan seluruh harta bendanya, baik yang ditanamkan pada perusahaan maupun harta pribadinya. Sedangkan anggota pasif yaitu anggota yang hanya berperan memasukkan modalnya ke perusahaan. 4. Perseroan Terbatas (PT) Perseroan Terbatas yaitu badan usaha yang modalnya didapatkan dari penjualan saham. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan atau PT. Setiap pemegang saham memiliki tanggung jawab pada sejumlah modal yang ditanamkan pada perusahaan dan setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan.bentuk usaha ini memiliki kapabilitas untuk dapat memiliki, mengatur dan mengolah kekayaannya sendiri serta dapat mengumpulkan modal secara efektif.

122 122 Bentuk perusahaan yang direncanakan pada prarancangan pabrik Benzil Klorida ini adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan bidang usahanya adalah produksi Benzil Klorida dan berlokasi di Lebak, Banten. Bentuk Perusahaan Lapangan Usaha Lokasi Perusahaan : Perseroan Terbatas (PT) : Industri Benzil Klorida : Lebak, Banten Alasan dipilihnya bentuk Perseroan Terbatas berdasarkan atas beberapa faktor: 1. Mudah mendapatkan modal dengan menjual saham perusahaan. 2. Tanggung jawab pemegang saham terbatas sehingga kelancaran produksi hanya dipegang oleh pimpinan perusahaan. 3. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain.pemilik perusahaan adalah para pemegang saham dan pengurus perusahaan adalah direksi beserta stafnya yang diawasi oleh dewan komisaris. 4. Lapangan usaha lebih luas karena suatu PT dapat menarik modal yang sangat besar dari masyarakat sehingga dengan modal ini PT dapat memperluas usaha sehingga kelangsungan hidup perusahan lebih terjamin, karena tidak terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, manajer beserta staff-nya dan karyawan perusahaan. 5. Kepemilikan dapat berganti-ganti dengan jalan memindahkan hak milik dengan cara menjual saham kepada orang lain. 6. Efisiensi dari manajemen. Para pemegang saham dapat memilih orang yang ahli sebagai Dewan Komisaris dan Direktur Utama yang cakap dan berpengalaman.

123 123 B. Struktur Organisasi Perusahaan Salah satu faktor yang menunjang kemajuan perusahaan adalah struktur organisasi yang terdapat dan dipergunakan oleh perusahaan tersebut. Struktur organisasi yang sesuai untuk diterapkan pada perusahaan ini adalah sistem line and staff, mengingat pabrik ini merupakan perusahaan besar yang mempunyai ruang lingkup serta karyawan yang banyak sehingga membutuhkan staf ahli sebagai pemberi saran dalam bidangnya kepada pemimpin perusahaan. Pada sistem ini, masing-masing jabatan mempunyai tugas dan wewenang yang berbeda sesuai dengan bidangnya. Ada dua kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi garis dan staff ini, yaitu : a. Sebagai staff yaitu orang-orang yang melakukan tugas sesuai dengan keahliannya, dalam hal ini berfungsi untuk memberi saran-saran kepada unit operasional. b. Sebagai garis atau line yaitu orang-orang yang menjalankan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Sistem organisasi ini mempunyai kelebihan antara lain: a. Dapat digunakan dalam organisasi skala besar dengan susunan organisasi yang kompleks dan pembagian tugas yang beragam. b. Dapat menghasilkan keputusan yang logis dan sehat karena adanya pegawai yangahli. c. Lebih mudah dalam pelaksanaan pengawasan dan pertanggungjawaban. d. Cocok untuk perubahan yang cepat (rasionalisasi dan promosi). e. Memungkinkan konsentrasi dan loyalitas tinggi terhadap pekerjaan. Bagan struktur organisasi dapat dilihat pada gambar berikut.

124 Direktur Utama Staf Ahli Direktur Teknik & Produksi Direktur Keuangan & Umum Bagian Produksi BAgian Teknik Bagian Pemasaran Bagian Umum Bagian Keuangan Seksi Proses Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Seksi Litbang Lab. & PP Utilitas Pemeliharaan Pemasaran Pembelian Personalia Humas Keamanan Seksi Administrasi Seksi Kas KARYAWAN Gambar 8.1. Struktur Organisasi Perusahaan (Sumber:elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar...umum/Bab_5.pdf)

125 125 Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan dalam pelaksanaan tugas sehariharinya diwakili oleh dewan komisaris yang dipimpin oleh presiden komisaris, sedangkan tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan direktur utama dibantu oleh direktur produksi serta direktur keuangan dan umum, dimana direktur produksi membawahi bagian teknik dan produksi. Sedangkan direktur keuangan dan umum membawahi bagian pemasaran, keuangan dan umum. Masing-masing kepala bagian akan membawahi beberapa seksi yang dikepalai oleh kepala seksi dan masing-masing seksi akan membawahi dan mengawasi para karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya. Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang dipimpin oleh masing-masing kepala regu, dan masing-masing kepala regu akan bertanggung jawab kepada kepala pengawas pada masing-masing seksi. C. Tugas Dan Wewenang Secara khusus badan usaha Perseroan Terbatas diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), yang secara efektif berlaku sejak tanggal 16 Agustus Adapun tugas dan wewenang dari organ-organ PT adalah : 1. Pemegang Saham Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan tersebut. Kekuasaan tertinggi pada perusahaan yang mempunyai bentuk Perseroan Terbatas (PT) adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pada RUPS tersebut para pemegang saham berwenang :

126 126 a. Mengangkat dan memberhentikan dewan komisaris. b. Mengangkat dan memberhentikan dewan direksi. c. Mengesahkan hasil-hasil serta neraca perhitungan untung-rugi tahunan dari perusahaan. 2. DewanKomisaris Dewan komisaris merupakan pelaksana tugas sehari-hari dari pemilik saham, sehingga dewan komisaris akan bertanggung jawab terhadap pemilik saham. Tugas-tugas dewan komisaris meliputi : a. Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijaksanaan umum, target perusahaan, alokasi sumber-sumber dana dan pengarahan pemasaran. b. Mengawasitugas-tugasdirektur. c. Membantu direktur utama dalam tugas-tugas yang penting. 3. DewanDireksi a. DirekturUtama Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan. Direktur utama bertanggung jawab kepada dewan komisaris atas segala tindakan dan kebijaksanaan yang diambil sebagai pimpinan perusahaan. Direktur utama membawahi direktur produksi dan direkturkeuangan dan umum. Tugas direktur utama antara lain : 1) Melaksanakan kebijakan perusahaan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya pada pemegang saham pada akhir masa jabatannya.

127 127 2) Menjaga stabilitas organisasi perusahaan dan membuat kontinuitas hubungan yang baik antara pemilik saham, pimpinan, konsumen dan karyawan. 3) Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 4) Mengkoordinir kerjasama dengan direktur produksi serta direktur keuangan dan umum. b. Direktur Secara umum tugas direktur adalah mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan garis-garis yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Direktur yang terdiri dari direktur teknik dan produksi, serta direktur keuangan dan umum bertanggung jawab kepada direktur utama.tugas direktur teknik dan produksi antara lain : 1) Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang produksi dan teknik 2) Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala-kepala bagian yang menjadi bawahannya. Tugas direktur keuangan dan umum antara lain : 1) Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang keuangan, pemasaran dan pelayanan umum. 2) Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala-kepala bagian yang menjadi bawahannya.

128 128 c. Staff Ahli Staff ahli terdiri dari tenaga-tenaga ahli yang bertugas membantu direktur dalam menjalankan tugasnya baik yang berhubungan dengan teknik maupun administrasi. Staff ahli bertanggung jawab kepada direktur utama. Tugas dan wewenang staff ahli meliputi : 1) Memberikan nasehat dan saran dalam perencanaan pengembangan perusahaan. 2) Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan. 3) Memberikan saran-saran dalam bidang hukum. 4. Kepala Bagian Secara umum tugas kepala bagian adalah mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan garis-garis yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Kepala bagian bertanggung jawab kepada direktur sesuai dengan bagiannya masingmasing. Kepala bagian terdiridari : 1. Kepala Bagian Produksi Bertanggung jawab kepada direktur teknik dan produksi dalam bidang mutu dan kelancaran produksi. Kepala bagian produksi membawahi : a. Seksi Proses Tugass eksiproses meliputi : 1) Menjalankan tindakan seperlunya pada peralatan produksi yang mengalami kerusakan, sebelum diperbaiki oleh seksi yang berwenang. 2) Mengawasi jalannya proses dan produksi.

129 129 b. Seksi Laboratorium & Pengendalian Proses (PP) Tugas seksi laboratorium & pengendalian proses yaitu : 1) Menangani hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan kerja 2) Mengurangi potensi bahaya yang ada. 2) Mengawasi dan menganalisis mutu bahan baku. 3) Mengawasi dan menganalisis produk. 4) Mengawasi kualitas buangan pabrik. c. Seksi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tugas dan wewenang litbang adalah : 1) Mempertinggi mutu suatu produk dan mengadakan pemilihan pemasaran produk ke suatu tempat. 2) Memperbaiki proses dari pabrik/perencanaan alat untuk pengembangan produksi. 3) Mempertinggi efisiensi kerja. 2. Kepala Bagian Teknik Tugas kepala bagian teknik antara lain : 1) Bertanggung jawab kepada direktur teknik dan produksi dalam bidang peralatan, proses dan utilitas. 2) Mengkoordinir kepala-kepala seksi yang menjadi bawahannya. Kepala bagian teknik membawahi : a. Seksi Pemeliharaan Tugas Seksi Pemeliharaan meliputi : 1) Melaksanakan pemeliharaan fasilitas gedung dan peralatan pabrik. 2) Memperbaiki peralatan pabrik.

130 130 b. Seksi Utilitas Tugas seksi utilitas adalah melaksanakan dan mengatur sarana utilitas untuk memenuhi kebutuhan proses, air, steam dan tenaga listrik. 3. Kepala Bagian Pemasaran Kepala bagian pemasaran bertanggung jawab kepada direktur keuangan dan Umum dalam bidang pengadaan bahan baku dan pemasaran hasil produksi. Kepala bagian pemasaran membawahi : a. Seksi Pembelian Tugas seksi pembelian antara lain : 1) Melaksanakan pembelian barang dan peralatan yang dibutuhkan perusahaan 2) Mengetahui harga pemasaran dan mutu bahan baku serta mangatur keluar masuknya bahan dan alat dari gudang. b. Seksi Pemasaran Tugas seksi pemasaran antara lain : 1) Merencanakan strategi penjualan hasil produksi 2) Mengatur distribusi hasil produksi dari gudang 4. Kepala Bagian Keuangan Kepala bagian keuangan bertanggung jawab kepada direktur keuangan dan umum dalam bidang administrasi dan keuangan. Kepala Bagian Keuangan membawahi : (a) Seksi Administrasi Tugas seksi administrasi adalah menyelenggarakan pencatatan hutang piutang, administrasi persediaan kantor dan pembukuan serta masalah

131 131 pajak. (b) Seksi Kas Tugas Seksi Kas antara lain : 1) Mengadakan perhitungan tentang gaji dan insentif karyawan. 2) Menghitung penggunaan uang perusahaan, mengamankan uang dan membuat prediksi keuangan masa depan. 5. Kepala Bagian Umum Kepala bagian umum bertanggung jawab kepada direktur keuangan dan umum dalam bidang personalia, hubungan masyarakat dan keamanan. Kepalabagianumum membawahi : 1) SeksiPersonalia Tugas Seksi Personalia antara lain : Membina tenaga kerja dan menciptakan suasana kerja yang sebaik mungkin antara pekerja dan pekerjaannya serta lingkungannya supaya tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya. Mengusahakan disiplin kerja yang tinggi dalam menciptakan kondisi kerja yang dinamis. Melaksanakan hal-hal yang berhubungan dalam kesejahteraan karyawan. 2) SeksiHumas Tugas Seksi Humas adalah mengatur hubungan perusahaan dengan masyarakat luar.

132 132 3) SeksiKeamanan Tugas Seksi Keamanan antara lain : Menjaga semua bangunan pabrik dan fasilitas yang ada di perusahaan. Mengawasi keluar masuknya orang-orang baik karyawan maupun pengunjung kedalam lingkungan perusahaan. Menjaga dan memelihara kerahasiaan yang berhubungan dengan intern perusahaan. 6. Kepala Seksi Kepala seksi adalah pelaksana pekerjaan dalam lingkungan bidangnya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh kepala bagian masing-masing agar diperoleh hasil maksimum dan efektif selama berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung jawab terhadap kepala bagiannya masing-masing sesuai dengan seksinya. Karena bahan-bahan yang ada di pabrik diproses secara kimia, maka perusahaan menetapkan dasar bagi rekrutmen operator pabrik dengan modal pendidikan minimum adalah SMA atau SMK kejuruan industri. Karena masing-masing operator harus sudah memiliki bekal pengetahuan ilmu kimia yang baru diajarkan oleh sekolah kepada siswa SMA atau SMK. Diharapkan dengan bekal ilmu pengetahuan yang sesuai, para karyawan mulai dari tingkat operator mempunyai kesadaran yang tinggi tentang keselamatan kerja dan mengatahui bahaya dari bahan kimia yang dikelola oleh unit kerjanya.

133 133 D. Status Karyawan Dan Sistem Penggajian Pada pabrik benzil klorida ini sistem penggajian karyawan berbeda-beda tergantung pada status karyawan, kedudukan, tanggung jawab dan keahlian.menurut status karyawan dibagi menjadi 3 golongan sebagai berikut: a. Karyawan Tetap Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan Surat Keputusan (SK) Direksi dan mendapat gaji bulanan sesuai dengan kedudukan, keahlian dan masa kerja. b. Karyawan Harian Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan direksi tanpa Surat Keputusan (SK) Direksi dan mendapat upah harian yang dibayar tiap akhir pekan. c. Karyawan Borongan Yaitu karyawan yang digunakan oleh pabrik bila diperlukan saja. Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu perusahaan. E. Pembagian Jam Kerja Karyawan Pabrik benzil klorida direncanakan beroperasi 330 hari selama satu tahun dan 24 jam perhari. Sisa hari yang bukan hari libur digunakan untuk perbaikan atau perawatan dan shutdown. Sedangkan pembagian jam kerja karyawan digolongkan dalam 2 golongan, yaitu :

134 134 1) KaryawanReguler Karyawan reguler adalah para karyawan yang tidak menangani proses produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan reguler yaitu direktur, staff ahli, kepala bagian, kepala seksi serta bawahan yang berada di kantor. Karyawan reguler dalam satu minggu akan bekerja selama 5 hari dan libur pada hari Sabtu, Minggu dan hari besar, dengan pembagian jam kerja sebagai berikut : Jam kerja : Hari Senin Jumat : jam Jam istirahat : Hari Senin Kamis : jam Hari Jumat : jam ) KaryawanShift Karyawan shift adalah karyawan yang secara langsung menangani proses produksi atau mengatur bagian-bagian tertentu dari pabrik yang mempunyai hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran produksi. Yang termasuk karyawan shift antara lain karyawan unit proses, utilitas, laboratorium, sebagian dari bagian teknis, bagian gudang dan bagian-bagian yang harus selalu siaga untuk menjaga keselamatan serta keamanan pabrik. Para karyawan shift akan bekerja bergantian sehari semalam, dengan pengaturan sebagai berikut : Karyawan Produksi dan Teknik : Shift pagi : jam Shift siang : jam

135 135 Shift malam : jam Karyawan Keamanan : Shift pagi : jam Shift siang : jam Shift malam : jam Karyawan shift terbagi dalam 4 regu dan dalam sehari terdapat 3 regu bekerja dan 1 regu libur dan dikenakan secara bergantian. Tiap regu akan mendapat giliran 3 hari kerja dan 1 hari libur tiap-tiap shift dan masuk lagi untuk shift berikutnya. Jadwal kerja masing-masing regu ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel VIII.1. Jadwal Kerja Masing-Masing Regu Hari/ Regu P P P L M M M L S S S L P P 2 S S L P P P L M M M L S S S 3 M L S S S L P P P L M M M L 4 L M M M L S S S L P P P L M Keterangan : P = Pagi S = Siang M = Malam L = Libur Jadi untuk kelompok kerja shift pada hari ke 13, jam kerja shift kembali seperti hari pertama, maka waktu siklus selama 13 hari.

136 136 Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor kedisplinan karyawannya. Untuk itu kepada seluruh karyawan diberlakukan absensi dan masalah absensi ini akan digunakan pimpinanperusahaan sebagai dasar dalam mengembangkan karir para karyawan dalam perusahaan. F. Penggolongan Jabatan Dan Jumlah Karyawan 1. Penggolongan Jabatan Rincian jabatan dan prasyarat yang harus dipenuhi terdapat pada tabel berikut. Tabel VIII.2. Perincian Tingkat Pendidikan No. Jabatan Prasyarat 1. Direktur Utama Sarjana Semua Jurusan 2. Direktur Teknik dan Produksi Sarjana Teknik Kimia 3. Direktur Keuangan dan Umum Sarjana Ekonomi Akuntansi 4. Staff Ahli Sarjana Teknik/Ekonomi 5. Sekretaris Sarjana Muda Sekretaris 6. Kepala Bagian Umum Sarjana Ekonomi 7. Kepala Bagian Pemasaran Sarjana Ekonomi Manajemen 8. Kepala Bagian Keuangan Sarjana Ekonomi Akuntansi 9. Kepala Bagian Teknik Sarjana Teknik Mesin/Elektro 10. Kepala Bagian Produksi Sarjana Teknik Kimia 11. Kepala Seksi Personalia Sarjana Hukum 12. Kepala Seksi Humas Sarjana Fisip 13. Kepala Seksi Keamanan SMU/Sederajat 14. Kepala Seksi Pembelian Sarjana Ekonomi Manajemen 15. Kepala Seksi Lab & Pengendalian Proses Sarjana Teknik Kimia

137 Kepala Seksi Litbang Sarjana Teknik Kimia/Kimia Murni 17. Kepala Seksi Pemasaran Sarjana Ekonomi Manajemen 18. Kepala Seksi Administrasi Sarjana Ekonomi Manajemen 19. Kepala Seksi Kas Sarjana Ekonomi Akuntansi 20. Kepala Seksi Proses Sarjana Teknik Kimia 21. Kepala Seksi Pemeliharaan SarjanaTeknikMesin 22. Kepala Seksi Utilitas SarjanaTeknikMesin/Elektro 23. Karyawan Personalia & Humas SMU/SMEA/Sederajat 24. Karyawan Keamanan SMU/SMP/Sederajat 25. Karyawan Bagian Pemasaran SMU/SMEA/Sederajat 26. Karyawan Bagian Keuangan SMU/SMEA/Sederajat 27. Karyawan Bagian Produksi SMU/STM/Sederajat 28. Karyawan Bagian Teknik SMU/STM/Sederajat 29. Sopir, Pesuruh, Cleaning Service SMP/Sederajat 2. Perincian Jumlah Karyawan Perhitungan jumlah karyawan shift (operator) dilakukan berdasarkan jumlah dan jenis alat. Perhitungannya ditetapkan menurut operator requirements for various types of process equipment (Ulrich 1984 : 329). Rincian jumlah karyawan yang bekerja di Pabrik Benzil Klorida ditabel berikut: Tabel VIII.3. Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat Alat Proses Jumlahalat Koefisien Operator (pembulatan) Storage Tank Reactor 1 0,5 0,5 Heater 4 0,1 0,4 Jumlah operator 4 shift 2,15 x 4 shift

138 138 Cooler 4 0,1 0,4 Distillation Column 2 0,2 0,4 Absorber Column 1 0,2 0,2 Reboiler 2 0,1 0,2 Condensor 3 0,1 0,3 Vaporizer 1 0,05 0,05 Fan & Compressor 2 0,2 0,4 Accumulator Pump Total 2,85 12 AlatUtilitas Jumlahalat Koefisien Operator Jumlahoperator Boiler Cooling Tower Water Treatment Plant 1 1,4 1,4 4,5 x 4 shift Blower 1 0,1 0,1 Total 4,5 18 Total operator proses + total operator utilitas 27 Tabel VIII.4. Jumlah Karyawan No. Jabatan Jumlah 1. Direktur Utama 1 2. Direktur Teknik dan Produksi 1 3. Direktur Keuangan dan Umum 1 4. Staff Ahli 2 5. Sekretaris 3 6. Kepala Bagian Umum 1 7. Kepala Bagian Pemasaran 1 8. Kepala Bagian Keuangan 1 9. Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Produksi Kepala Seksi Personalia 1

139 Kepala Seksi Humas Kepala Seksi Keamanan Kepala Seksi Pembelian Kepala Seksi Lab & Pengendalian Proses Kepala Seksi Litbang Kepala Seksi Pemasaran Kepala Seksi Administrasi Kepala Seksi Kas Kepala Seksi Proses Kepala Seksi Pemeliharaan Kepala Seksi Utilitas Kepala Regu Proses Kepala Regu Utilitas Kepala Regu Keamanan Karyawan Personalia Karyawan Humas Karyawan Pembelian Karyawan Pemasaran Karyawan Administrasi Karyawan Kas Karyawan Proses Karyawan Lab & Pengendalian proses Karyawan Pemeliharaan Karyawan Utilitas Karyawan Litbang Satpam Sopir Pesuruh Cleaning Service Dokter Paramedis 4 Total 151

140 Penggolongan dan Gaji Sistem gaji pada perusahaan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu : a. Gaji bulanan Gaji ini diberikan kepada pegawai tetap. Besarnya gaji sesuai dengan peraturan perusahaan. b. Gaji harian Gaji ini diberikan kepada karyawan tidak tetap atau buruh harian. c. Gaji lembur Gaji ini diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang telah ditetapkan. Besarnya sesuai dengan peraturan perusahaan. G. Kesejahteraan Karyawan Salah satu faktor dalam meningkatkan efektifitas kerja pada perusahaan ini adalah kesejahteraan bagi karyawan. Kesejahteraan karyawan yang diberikan oleh perusahaan pada karyawan antara lain berupa : 1. Gaji pokok yang diberikan berdasarkan golongan karyawan yang bersangkutan. 2. Tunjangan a) Tunjangan jabatan yang diberikan berdasarkan jabatan yang dipegang karyawan. b) Tunjangan lembur yang diberikan kepada karyawan yang bekerja diluar jam kerja berdasarkan jumlah jam kerja. c) Cuti

141 141 a. Cuti tahunan diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari kerja dalam 1 tahun. b. Cuti sakit diberikan kepada karyawan yang menderita sakit berdasarkan keterangan dokter. d) PakaianKerja Pakaian kerja diberikan kepada setiap karyawan sejumlah 3 pasang untuk setiap tahunnya. e) Pengobatan a. Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang diakibatkan oleh kerja ditanggung perusahaan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. b. Biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit tidak disebabkan oleh kecelakaan kerja diatur berdasarkan kebijaksanaan perusahaan. f) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) Asuransi tenaga kerja diberikan oleh perusahaan bila karyawannya lebih dari 10 orang atau dengan gaji karyawan Rp ,00 per bulan. 3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam prarencanaan suatu pabrik, keselamatan kerja harus diperhatikan. Kesinambungan suatu perusahaan dipengaruhi oleh keadaan karyawannya. Dengan adanya keselamatan kerja dari suatu perusahaan berarti adanya suatu usaha untuk menciptakan unjuk kerja yang aman, bebas dari

142 142 kecelakaan, kebakaran, dan hal lain yang membahayakan. Ruang lingkup bagian keselamatan kerja secara umum meliputi: 1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan, kebakaran, bahaya bahan kimia, dan penyakit yang timbul akibat kerja. 2. Mengamankan alat-alat instalasi, alat-alat produksi, dan bahan-bahan produksi. 3. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Jika kecelakaan kerja terjadi, maka hal ini dapat menimbulkan banyak kerugian, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menjaga keselamatan kerja para karyawan dan pabrik itu sendiri antara lain: 1. Membina dan memberikan keterampilan serta latihan keselamatan kerja bagi karyawan. 2. Mengadakan pengawasan yang ketat bagi proses. 3. Memberikan sangsi bagi yang melanggar ketertiban. Pencegahan yang disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, diprioritaskan sesuai dengan tingkatan bahaya yang terjadi, menghilangkan sumber bahaya, mengendalikan bahaya, dan memakai pelindung diri. Bahaya kecelakaan yang dapat terjadi pada pabrik Benzil Klorida ini adalah bahaya dari bahan kimia dan bahaya mekanis. Usaha-usaha dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan ataupun kondisi yang membahayakan, namun tentunya harus disertai kesadaran dan disiplin yang tinggi dalam upaya menciptakan keselamatan kerja.

143 IX. INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI Suatu pabrik layak didirikan jika telah memenuhi beberapa syarat antara lain keamanan terjamin dan dapat mendatangkan keuntungan. Investasi pabrik merupakan dana atau modal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah pabrik yang siap beroperasi termasuk untuk start up dan modal kerja. Suatu pabrik yang didirikan tidak hanya berorientasi pada perolehan profit, tetapi juga berorientasi pada pengembalian modal yang dapat diketahui dengan melakukan uji kelayakan ekonomi pabrik. A. Investasi Investasi total pabrik merupakan jumlah dari Total Capital Investment dan Total Product Cost. Total Capital Investment (TCI) terdiri dari Fixed Capital Investment (FCI) dan Working Capital Investment (WCI). Sedangkan Total Product Cost (TPC) terdiri dari Manufacturing Cost dan General Expenses. 1. Fixed Capital Investment (Modal Tetap) Fixed Capital Investment merupakan biaya yang diperlukan untuk mendirikan fasilitas - fasilitas pabrik secara fisik. FCI terdiri dari biaya langsung (Direct Cost) dan biaya tidak langsung (Indirect Cost). Fixed Capital Investment pada prarancangan Pabrik Benzil Klorida ditunjukkan pada tabel 9.1 berikut.

144 144 Tabel 9.1. Fixed Capital Investment Jenis Pengeluaran Biaya 1. Direct Cost -Purchased equipment delivered Rp ,442 -Purchased equpment installation Rp ,377 - Instrumentation dan controls Rp ,533 - Piping Rp ,221 - Electrical (installed) Rp ,533 - Buildings Rp ,955 - Yard improvement Rp ,844 - Service facilities Rp ,221 - Land Rp ,000 Total Direct Cost Rp , Indirect Cost - Engineering and supervision Rp ,760 - Construction expenses Rp ,808 - Contractor Fee Rp ,428 - Contingencies Rp ,335 - Plant start up Rp Total Indirect Cost ,395 Fixed Capital Investment (FCI) Rp ,117 Working Capital Investment (WCI) Rp ,550 Total Capital Invesment (TCI) Rp ,667

145 Working Capital Investment (Modal Kerja) WCI merupakan jumlah total uang yang diinvestasikan untuk beberapa hal seperti : stok bahan baku, stok produk akhir dalam proses yang sedang dibuat, uang diterima (account receivable), uang tunai untuk pembayaran bulanan biaya operasi (seperti gaji, upah, dan bahan baku), uang terbayar (account payable), dan pajak terbayar (taxes payable). WCI untuk prarancangan Pabrik Benzil Klorida ini adalah sebanyak Rp ,550,- 3. Manufacturing Cost (Biaya Produksi) Modal yang digunakan untuk biaya produksi, yakniterbagi menjadi tiga macam yaitu biaya variabel produksi, biaya tetap dan biaya rencana pengeluaran tambahan. Biaya variabel produksi adalah biaya yang digunakan untuk pembiayaan langsung suatu proses, seperti bahan baku, buruh dan supervisor, perawatan dan lain - lain. Biaya tetap adalah biaya yang tetap dikeluarkan baik pada saat pabrik berproduksi maupun tidak, biaya ini meliputi depresiasi, pajak dan asuransi. Biaya rencana pengeluaran tambahan adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendanai hal - hal yang secara tidak langsung membantu proses produksi. Tabel 9.2. Manufacturing Cost MANUFACTURING COST 1. Variable Production Cost - Raw material Rp

146 146 - Utilities Rp Maintenance and repair cost Rp Operating labor Rp ,43 - Operating supervision and clerical assistance Rp ,24 - Operating supplies Rp ,88 - Laboratory charges Rp ,24 - Patents and Royalties Rp ,24 Total Variable Production Cost Rp ,37 2. Fixed Charges -Depreciation Rp Local Taxes Rp ,38 -Insurance Rp ,79 Total Fixed Charges Rp Plant Overhead Cost (POC) Rp ,46 Total Manufacturing cost Rp GENERAL EXPENSES 1. Administrative cost Rp Distribution and Selling Cost Rp Research and Development Cost Rp Financing (interest) Rp Total General Expenses Rp Total Product Cost (TPC) = Manufacturing Cost + General expenses Rp

147 General Expenses (Biaya Umum) Selain biaya produksi, ada juga biaya umum yang meliputi administrasi, sales expenses, penelitian dan finance. Besarnya general expenses pabrik Benzil Klorida ditunjukkan pada tabel 9.3 berikut. Tabel 9.3. General Expenses GENERAL EXPENSES 1. Administrative cost Rp Distribution and Selling Cost Rp Research and Development Cost Rp Financing (interest) Rp Total General Expenses Rp Total Product Cost (TPC) = Manufacturing Cost + General expensesrp B. Evaluasi Ekonomi Evaluasi atau uji kelayakan ekonomi pabrik Benzil Klorida dilakukan dengan menghitung Return on Investment (ROI), Payout Time (POT), Break Even Point (BEP), Shut Down Point (SDP), dan Cash Flow pabrik yang dihitung dengan menggunakan metode discounted cash flow (DCF). 1. Return On Investment (ROI) Nilai Return on Investment (ROI) merupakan cara yang paling sederhana untuk menentukan keuntungan atau profitability dari sebuah investasi. Nilai ROI merupakan perbandingan antara persen net income terhadap investasi

148 148 total atau kecepatan tahunan dari keuntungan untuk mengembalikan modal. Besar ROI setelah pajak adalah 102,18 %. 2. Pay Out Time (POT) Pay Out Time (POT) adalah lama waktu yang dibutuhkan pabrik sejak dari mulai beroperasi untuk melunasi investasi awal dari pendapatan yang diperoleh. Waktu pengembalian modal prarancangan Pabrik Benzil Klorida adalah 0,77 tahun tahun tahun. Angka 0,77 tahun tahun menunjukkan lamanya pabrik dapat mengembalikan modal dimulai sejak pabrik beroperasi. 3. Break Even Point (BEP) Break Even Point (BEP) merupakan persentase kapasitas pabrik terhadap kapasitas penuhnya, dimana pada presentase kapasitas tersebut, pabrik mengalami tingkat biaya produksi dan penghasilan yang jumlahnya sama. Dengan Break Even Point, maka dapat ditentukan tingkat harga jual dan jumlah unit yang dijual secara minimum dan berapa harga serta unit penjualan yang harus dicapai agar mendapat keuntungan. Nilai BEP pada prarancangan Pabrik Benzil Klorida ini setelah pajak sebesar 17,5% Nilai BEP tersebut menunjukkan pada saat pabrik beroperasi 17,5% dari kapasitas maksimum pabrik 100%, maka pendapatan perusahaan yang masuk sama dengan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk sebesar 17,5% tersebut. 4. Shut Down Point (SDP) Shut Down Point (SDP) merupakan presentase kapasitas pabrik terhadap kapasitas penuhnya, dimana pada kapasitas tersebut, pabrik lebih baik

149 149 menghentikan operasinya dibandingkan melanjutkan proses operasinya. Jika pabrik beroperasi pada kapasitas di bawah SDP maka akan mengalami kerugian. Nilai SDP pada prarancangan Pabrik Benzil Klorida ini setelah pajak sebesar 10%, jadi pabrik akan mengalami kerugian jika beroperasi di bawah 10% dari kapasitas produksi total. Grafik BEP, SDP ditunjukkan pada gambar berikut. Gambar 9.1. Analisa Ekonomi Pabrik Benzil Klorida Hasil evaluasi atau uji kelayakan ekonomi prarancangan Pabrik Benzil Klorida ditunjukkan pada Tabel 9.4. Tabel 9.4. Hasil Analisa Kelayakan Ekonomi No Analisa Kelayakan Nilai Batasan Keterangan 1. ROI a 105,58% Min. 15% Layak 2. POT a 0,75 tahun Maks. 3-5 tahun Layak 3. BEP 17,5% 30 60% Layak 4. SDP 10% 20-30% Layak

V. SPESIFIKASI ALAT. Pada lampiran C telah dilakukan perhitungan spesifikasi alat-alat proses pembuatan

V. SPESIFIKASI ALAT. Pada lampiran C telah dilakukan perhitungan spesifikasi alat-alat proses pembuatan V. SPESIFIKASI ALAT Pada lampiran C telah dilakukan perhitungan spesifikasi alat-alat proses pembuatan pabrik furfuril alkohol dari hidrogenasi furfural. Berikut tabel spesifikasi alat-alat yang digunakan.

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN

V. SPESIFIKASI PERALATAN V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses Pabrik Tricresyl Phosphate dengan kapasitas 25.000 ton/tahun terdiri dari : 1. Tangki Penyimpanan Phosphorus Oxychloride (ST-101) Tabel. 5.1

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1. Uraian Proses Larutan benzene sebanyak 1.257,019 kg/jam pada kondisi 30 o C, 1 atm dari tangki penyimpan (T-01) dipompakan untuk dicampur dengan arus recycle dari menara

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES Alat proses pabrik isopropil alkohol terdiri dari tangki penyimpanan produk, reaktor, separator, menara distilasi, serta beberapa alat pendukung seperti kompresor, heat

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES 34 BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES 3.1. Tangki Tangki Bahan Baku (T-01) Tangki Produk (T-02) Menyimpan kebutuhan Menyimpan Produk Isobutylene selama 30 hari. Methacrolein selama 15 hari. Spherical

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 Uraian Proses 3.1.1 Persiapan Bahan Baku Proses pembuatan Acrylonitrile menggunakan bahan baku Ethylene Cyanohidrin dengan katalis alumina. Ethylene Cyanohidrin pada T-01

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III SPESIFIKASI ALAT BAB III SPESIFIKASI ALAT III.1. Spesifikasi Alat Utama III.1.1 Reaktor : R-01 : Fixed Bed Multitube : Mereaksikan methanol menjadi dimethyl ether dengan proses dehidrasi Bahan konstruksi : Carbon steel

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1. Uraian Proses Reaksi pembentukan C8H4O3 (phthalic anhydride) adalah reaksi heterogen fase gas dengan katalis padat, dimana terjadi reaksi oksidasi C8H10 (o-xylene) oleh

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES 47 BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES 3.1. Alat Utama Tabel 3.1 Spesifikasi Reaktor Kode R-01 Mereaksikan asam oleat dan n-butanol menjadi n-butil Oleat dengan katalis asam sulfat Reaktor alir tangki berpengaduk

Lebih terperinci

atm dengan menggunakan steam dengan suhu K sebagai pemanas.

atm dengan menggunakan steam dengan suhu K sebagai pemanas. Pra (Rancangan PabrikjEthanoldan Ethylene danflir ' BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 Uraian Proses 3.1.1 Langkah proses Pada proses pembuatan etanol dari etilen yang merupakan proses hidrasi etilen fase

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN

V. SPESIFIKASI PERALATAN V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses pabrik Trimetiletilen dengan kapasitas 35.000 ton/tahun terdiri dari: 1. Tangki Penyimpanan Metilbuten (ST-101) Tabel 5.1 Spesifikasi Tangki

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III SPESIFIKASI ALAT digilib.uns.ac.id 47 BAB III PROSES 3.1. Alat Utama Tabel 3.1 Spesifikasi Reaktor Kode R-01 Mereaksikan asam oleat dan n-butanol menjadi n-butil Oleat dengan katalis asam sulfat Reaktor alir tangki berpengaduk

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT

BAB III SPESIFIKASI ALAT 42 BAB III SPESIFIKASI ALAT 3.1. Reaktor Tugas 1. Tekanan 2. Suhu umpan 3. Suhu produk Waktu tinggal Shell - Tinggi - Diameter - Tebal Shell Head - Tebal head - Tinggi head Tabel 3.1 Reaktor R Mereaksikan

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi,

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi, BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi, kondenser, accumulator, reboiler, heat exchanger, pompa dan tangki. tiap alat ditunjukkan dalam

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi,

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi, BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES Alat-alat di pabrik ini meliputi reactive distillation, menara distilasi, kondenser, accumulator, reboiler, heat exchanger, pompa dan tangki. tiap alat ditunjukkan dalam

Lebih terperinci

proses oksidasi Butana fase gas, dibagi dalam tigatahap, yaitu :

proses oksidasi Butana fase gas, dibagi dalam tigatahap, yaitu : (pra (Perancangan (PabnHjhjmia 14 JlnhiridMaleat dari(butana dan Vdara 'Kapasitas 40.000 Ton/Tahun ====:^=^=============^==== BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 Uraian Proses 3.1.1 Langkah Proses Pada proses

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 Uraian Proses Proses pembuatan Metil Laktat dengan reaksi esterifikasi yang menggunakan bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES 3.1. Furnace : F : Tempat terjadinya reaksi cracking ethylene dichloride menjadi vinyl chloride dan HCl : Two chamber Fire box : 1 buah Kondisi Operasi - Suhu ( o C)

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1. Uraian Proses Pabrik Fosgen ini diproduksi dengan kapasitas 30.000 ton/tahun dari bahan baku karbon monoksida dan klorin yang akan beroperasi selama 24 jam perhari dalam

Lebih terperinci

II. DESKRIPSI PROSES

II. DESKRIPSI PROSES II. DESKRIPSI PROSES A. JENIS-JENIS PROSES Proses pembuatan metil klorida dalam skala industri terbagi dalam dua proses, yaitu : a. Klorinasi Metana (Methane Chlorination) Reaksi klorinasi metana terjadi

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Metanol dan Asam Salisilat Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT. Kode T-01 T-02 T-03

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Metanol dan Asam Salisilat Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT. Kode T-01 T-02 T-03 BAB III SPESIFIKASI ALAT 1. Tangki Penyimpanan Spesifikasi Tangki Metanol Tangki Asam Tangki Metil Sulfat Salisilat Kode T-01 T-02 T-03 Menyimpan Menyimpan asam Menyimpan metil metanol untuk 15 sulfat

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT PROSES ESTERIFIKASI DENGAN KATALIS H 2 SO 4 KAPASITAS 18.000 TON/TAHUN Oleh : EKO AGUS PRASETYO 21030110151124 DIANA CATUR

Lebih terperinci

BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES BAB II PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES Usaha produksi dalam pabrik kimia membutuhkan berbagai sistem proses dan sistem pemroses yang dirangkai dalam suatu sistem proses produksi yang disebut teknologi proses.

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES III.. Spesifikasi Alat Utama Alat-alat utama di pabrik ini meliputi mixer, static mixer, reaktor, separator tiga fase, dan menara destilasi. Spesifikasi yang ditunjukkan

Lebih terperinci

BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES A. Peralatan Proses 1. Reaktor ( R-201 ) : Mereaksikan 8964,13 kg/jam Asam adipat dengan 10446,49 kg/jam Amoniak menjadi 6303,2584 kg/jam Adiponitril. : Reaktor fixed bed

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES digilib.uns.ac.id BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES 3.1. Spesifikasi Alat Utama 3.1.1 Mixer (NH 4 ) 2 SO 4 Kode : (M-01) : Tempat mencampurkan Ammonium Sulfate dengan air : Silinder vertical dengan head

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES HALDOR TOPSOE KAPASITAS TON / TAHUN

TUGAS PERANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES HALDOR TOPSOE KAPASITAS TON / TAHUN XECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES HALDOR TOPSOE KAPASITAS 100.000 TON / TAHUN Oleh: Dewi Riana Sari 21030110151042 Anggun Pangesti P. P. 21030110151114

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA 1 EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID DENGAN PROSES DBWESTERN KAPASITAS 16.000 TON/TAHUN Oleh : FAHRIYA PUSPITA SARI SHOFI MUKTIANA SARI NIM. L2C007042

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRARANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS 44.000 TON / TAHUN MURTIHASTUTI Oleh: SHINTA NOOR RAHAYU L2C008084 L2C008104 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID MENGGUNAKAN METAL OXIDE CATALYST PROCESS KAPASITAS TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID MENGGUNAKAN METAL OXIDE CATALYST PROCESS KAPASITAS TON/TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID MENGGUNAKAN METAL OXIDE CATALYST PROCESS KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN Oleh: ROIKHATUS SOLIKHAH L2C 008 099 TRI NUGROHO L2C

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT BAB III SPESIFIKASI ALAT 1. Tangki Penyimpanan Spesifikasi Tangki Stirena Tangki Air Tangki Asam Klorida Kode T-01 T-02 T-03 Menyimpan Menyimpan air Menyimpan bahan baku stirena monomer proses untuk 15

Lebih terperinci

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100.

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100. EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI DISTILAT ASAM LEMAK MINYAK SAWIT (DALMS) DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN Oleh: RUBEN

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS TON / TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRARANCANGAN PABRIK FORMALDEHID PROSES FORMOX KAPASITAS 70.000 TON / TAHUN JESSICA DIMA F. M. Oleh: RISA DEVINA MANAO L2C008066 L2C008095 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

II. DESKRIPSI PROSES. (2007), metode pembuatan VCM dengan mereaksikan acetylene dengan. memproduksi vinyl chloride monomer (VCM). Metode ini dilakukan

II. DESKRIPSI PROSES. (2007), metode pembuatan VCM dengan mereaksikan acetylene dengan. memproduksi vinyl chloride monomer (VCM). Metode ini dilakukan II. DESKIPSI POSES A. Jenis - Jenis Proses a) eaksi Acetylene (C2H2) dengan Hydrogen Chloride (HCl) Menurut Nexant s ChemSystem Process Evaluation/ esearch planning (2007), metode pembuatan VCM dengan

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN

V. SPESIFIKASI PERALATAN V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses 1. Tangki Penyimpanan 2-Butanol (TP-101) Tabel 36. Spesifikasi TP-101. Alat Tangki Penyimpanan 2-Butanol Kode TP - 101 Menyimpan 2-Butanol pada suhu 30 o C

Lebih terperinci

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol,

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol, 7 BAB II URAIAN PROSES 2.1. Jenis-Jenis Proses Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol, atau phenyl carbinol. Benzil alkohol mempunyai rumus molekul C 6 H 5 CH 2 OH. Proses

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN PABRIK METHANOL DARI GAS ALAM DENGAN PROSES LURGI KAPASITAS TON PER TAHUN

TUGAS PERANCANGAN PABRIK METHANOL DARI GAS ALAM DENGAN PROSES LURGI KAPASITAS TON PER TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK METHANOL DARI GAS ALAM DENGAN PROSES LURGI KAPASITAS 230000 TON PER TAHUN Oleh: ISNANI SA DIYAH L2C 008 064 MUHAMAD ZAINUDIN L2C

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN. Peralatan proses Pabrik Kalsium Klorida dengan kapasitas ton/tahun. Tabel 5.1. Tangki Penyimpanan HCl (B-01)

V. SPESIFIKASI PERALATAN. Peralatan proses Pabrik Kalsium Klorida dengan kapasitas ton/tahun. Tabel 5.1. Tangki Penyimpanan HCl (B-01) V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses Pabrik Kalsium Klorida dengan kapasitas 20.000 ton/tahun terdiri dari : 1. Tangki Penyimpanan HCl (B-01) Tabel 5.1. Tangki Penyimpanan HCl

Lebih terperinci

PRA RANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHIDPROSES D. B WESTERN KAPASITAS TON/TAHUN

PRA RANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHIDPROSES D. B WESTERN KAPASITAS TON/TAHUN PRA RANCANGAN PABRIK UREA FORMALDEHIDPROSES D. B WESTERN KAPASITAS 19.000 TON/TAHUN Di susun Oleh: Agung Nur Hananto Putro L2C6 06 002 Moch. Radhitya Sabeth Taufan L2C6 06 030 Zulfahmi L2C6 06 051 JURUSAN

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Kimia Propilena Oksida dengan proses Hydroperoxide Kapasitas ton/tahun BAB III

Prarancangan Pabrik Kimia Propilena Oksida dengan proses Hydroperoxide Kapasitas ton/tahun BAB III BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES Spesifikasi alat proses utama terdiri dari reaktor gelembung, menara distilasi, reaktor batch, flash drum-01, adsorber, dan flash drum-02. Reaktor gelembung berfungsi untuk

Lebih terperinci

BAB II DISKRIPSI PROSES. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk. Isobutanol 0,1% mol

BAB II DISKRIPSI PROSES. 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk. Isobutanol 0,1% mol BAB II DISKRIPSI PROSES 2.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung dan Produk 2.1.1. Spesifikasi bahan baku tert-butyl alkohol (TBA) Wujud Warna Kemurnian Impuritas : cair : jernih : 99,5% mol : H 2 O

Lebih terperinci

(VP), untuk diuapkan. Selanjutnya uap hasil dari vaporizer (VP) dipisahkan

(VP), untuk diuapkan. Selanjutnya uap hasil dari vaporizer (VP) dipisahkan BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 URA1AN PROSES Methane, 99,85% dari tangki penyimpan bahan baicu (T-01) yang mempunyai kondisi suhu 30»C dan teka,ata, dipompa menuju vap0ri2er (VP), untuk diuapkan. Selanjutnya

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES. adalah sistem reaksi serta sistem pemisahan dan pemurnian.

BAB II DESKRIPSI PROSES. adalah sistem reaksi serta sistem pemisahan dan pemurnian. BAB II DESKRIPSI PROSES Usaha produksi dalam pabrik kimia membutuhkan berbagai sistem proses dan sistem pemrosesan yang dirangkai dalam suatu sistem proses produksi yang disebut teknologi proses. Secara

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK AMMONIUM NITRAT PROSES PRILLING KAPASITAS PRODUKSI 115.000 TON/TAHUN Oleh : Fitra Pradhita Margaretha Praba Aulia NIM. L2C008043

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES digilib.uns.ac.id BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES 3.1. Alat Utama 3.1.1. Reaktor Kode : R : sebagai tempat berlangsungnya reaksi esterifikasi antara terephthalic acid dan metanol menjadi dimethyl terephthalate.

Lebih terperinci

BAB. V SPESIFIKASI PERALATAN

BAB. V SPESIFIKASI PERALATAN BAB. V SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses pabrik Dekstrosa dengan kapasitas 60.000 ton/tahun terdiri dari: 1. Tangki Penyimpanan Manihot U. (ST-101) Tabel. 5.1 Spesifikasi Tangki

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Kode M-01 M-02 M-03 Fungsi Mencampur NaOH 98% dengan air menjadi larutan NaOH 15%

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Kode M-01 M-02 M-03 Fungsi Mencampur NaOH 98% dengan air menjadi larutan NaOH 15% III.1 Spesifikasi Alat Utama BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES Alat-alat utama di pabrik ini meliputi mixer, reaktor, netralizer, evaporator, centrifuge, dekanter. Spesifikasi yang ditunjukkan adalah fungsi,

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI ALAT. Adapun spesifikasi slat untuk Pabrik Sirup Maltosa dengan kapasitas

V. SPESIFIKASI ALAT. Adapun spesifikasi slat untuk Pabrik Sirup Maltosa dengan kapasitas V. SPESIFIKASI ALAT Adapun spesifikasi slat untuk Pabrik Sirup Maltosa dengan kapasitas 50.000 ton/tahun adalah sebagai berikut: A. Alat Proses 1. Cassava Storage (CS-101) Tabel 5.1. Spesifikasi Cassava

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES II.1 Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pendukung, dan Produk Spesifikasi Bahan Baku 1. Metanol a. Bentuk : Cair b. Warna : Tidak berwarna c. Densitas : 789-799 kg/m 3 d. Viskositas

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB II DESKRIPSI PROSES 16 BAB II DESRIPSI PROSES II.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk II.1.1. Spesifikasi Bahan Baku Nama Bahan Tabel II.1. Spesifikasi Bahan Baku Propilen (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk) Air Proses (PT

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK ETILEN GLIKOL DENGAN KAPASITAS TON/TAHUN. Oleh :

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK ETILEN GLIKOL DENGAN KAPASITAS TON/TAHUN. Oleh : EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK ETILEN GLIKOL DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN Oleh : JD Ryan Christy S Louis Adi Wiguno L2C008065 L2C008070 JURUSAN TEKNIK KIMIA

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus Molekul : C 3 H 4 O 2

BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus Molekul : C 3 H 4 O 2 BAB II DESKRIPSI PROSES II.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk II.1.1. Spesifikasi Bahan Baku A. Asam Akrilat (PT. Nippon Shokubai) : Nama IUPAC : prop-2-enoic acid Rumus Molekul : C 3 H 4 O 2 Berat Molekul

Lebih terperinci

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol,

BAB II URAIAN PROSES. Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol, 7 BB II URIN PROSES.. Jenis-Jenis Proses Benzil alkohol dikenal pula sebagai alpha hidroxytoluen, phenyl methanol, atau phenyl carbinol. Benzil alkohol mempunyai rumus molekul 6 H 5 H OH. Proses pembuatan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1. Spesifikasi bahan baku Etanol Fase (30 o C, 1 atm) : Cair Komposisi : 95% Etanol dan 5% air Berat molekul : 46 g/mol Berat jenis :

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Polipropilen Proses El Paso Fase Liquid Bulk Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. Kode T-01 A/B T-05

Prarancangan Pabrik Polipropilen Proses El Paso Fase Liquid Bulk Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. Kode T-01 A/B T-05 51 BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES 3.1 Tangki Penyimpanan Tabel 3.1 Spesifikasi Tangki T-01 A/B T-05 Menyimpan bahan Menyimpan propilen baku propilen selama purging selama 6 hari tiga hari Spherical

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK AMMONIUM NITRAT PROSES STENGEL KAPASITAS TON / TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK AMMONIUM NITRAT PROSES STENGEL KAPASITAS TON / TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRARANCANGAN PABRIK AMMONIUM NITRAT PROSES STENGEL KAPASITAS 60.000 TON / TAHUN MAULIDA ZAKIA TRISNA CENINGSIH Oleh: L2C008079 L2C008110 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

II. DESKRIPSI PROSES

II. DESKRIPSI PROSES II. DESKRIPSI PROSES A. Proses Pembuatan Trimetiletilen Secara umum pembuatan trimetiletilen dapat dilakukan dengan 2 proses berdasarkan bahan baku yang digunakan, yaitu pembuatan trimetiletilen dari n-butena

Lebih terperinci

25. Neraca panas pada Vaporizer (VP-101) Neraca panas pada Separator Drum (SD-101) Neraca energi pada Kompresor (K-101)

25. Neraca panas pada Vaporizer (VP-101) Neraca panas pada Separator Drum (SD-101) Neraca energi pada Kompresor (K-101) DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Daftar Harga Bahan Baku dan Produk... 3 2. Data Impor MEK ke Indonesia... 4 3. Perbandingan Proses Pembuatan MEK... 8 4. Sifat Fisik Komponen... 14 5. Entalpi komponen pada

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA-RANCANGAN PABRIK ASAM ASETAT KAPASITAS 70.000 TON/TH Oleh : BAMBANG AGUNG PURWOKO 21030110151043 WIDA RAHMAWATI 21030110151072 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Pada pembuatan Butil Etanoat dengan proses esterifxkasi fase cair-cair

Pada pembuatan Butil Etanoat dengan proses esterifxkasi fase cair-cair \Agung Surya Jaelani ( 02 521 039 ) 1, Azhar (02521222) BAB III PERANCANGAN PROSES Pada pembuatan Butil Etanoat dengan proses esterifxkasi fase cair-cair terbagi dalam tiga tahap : 1. Persiapan bahan baku

Lebih terperinci

4.19 Neraca Energi CO Neraca Energi RE Neraca Energi RE Neraca Energi DC

4.19 Neraca Energi CO Neraca Energi RE Neraca Energi RE Neraca Energi DC DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.1 Data Kebutuhan Isopropanolamin di Indonesia... 3 2.1 Harga Bahan Baku dan Produk... 10 2.2 Nilai ΔH 0 f (298) bahan baku dan produk... 17 2.3 Nilai ΔH 0 f masing-masing komponen...

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK MELAMIN PROSES BASF KAPASITAS 60.000 TON/TAHUN OLEH : DEVI OKTAVIA NIM : L2C 008 029 HANIFAH RAHIM NIM : L2C 008 053 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON/TAHUN

PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON/TAHUN 1 PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS 25000 TON/TAHUN O l e h : Anita Hadi Saputri NIM. L2C 007 009 Ima Winaningsih NIM. L2C 007 050 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1. Spesifikasi bahan baku 2.1.1.1. Ethylene Dichloride (EDC) a. Rumus Molekul : b. Berat Molekul : 98,96 g/mol c. Wujud : Cair d. Kemurnian

Lebih terperinci

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRA PERANCANGAN PABRIK FORMALDEHID KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN Oleh : DANY EKA PARASETIA 21030110151063 RITANINGSIH 21030110151074 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PERANCANGAN PABRIK AMMONIUM CHLORIDE PROSES AMMONIUM SULFAT-SODIUM CHLORIDE KAPASITAS PRODUKSI 35. TON/TAHUN Oleh : Agnes Ayunda N.U. NIM. L2C819 Heru Cahyana

Lebih terperinci

BAB II PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES. Paraldehida merupakan senyawa polimer siklik asetaldehida yang

BAB II PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES. Paraldehida merupakan senyawa polimer siklik asetaldehida yang BAB II PEMILIHAN DAN DESKRIPSI PROSES A. Macam-macam Proses Paraldehida merupakan senyawa polimer siklik asetaldehida yang dihasilkan dengan mereaksikan katalis asam dengan asetaldehida. Beberapa jenis

Lebih terperinci

Prarancangan pabrik anilin proses hidrogenasi nitrobenzen fase uap kapasitas ton / tahun

Prarancangan pabrik anilin proses hidrogenasi nitrobenzen fase uap kapasitas ton / tahun Prarancangan pabrik anilin proses hidrogenasi nitrobenzen fase uap kapasitas 20.000 ton / tahun Disusun Oleh : Febri Hariyani I.0500019 BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1.

Lebih terperinci

PRARANCANGAN PABRIK ACRYLAMIDE DARI ACRYLONITRILE MELALUI PROSES HIDROLISIS KAPASITAS TON/TAHUN BAB II DESKRIPSI PROSES

PRARANCANGAN PABRIK ACRYLAMIDE DARI ACRYLONITRILE MELALUI PROSES HIDROLISIS KAPASITAS TON/TAHUN BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1. Spesifikasi Bahan Baku 1. Acrylonitrile Fase : cair Warna : tidak berwarna Aroma : seperti bawang merah dan bawang putih Specific gravity

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN. 1. Tangki Asam Sulfat (ST - 101) Tabel Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (ST - 101)

V. SPESIFIKASI PERALATAN. 1. Tangki Asam Sulfat (ST - 101) Tabel Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (ST - 101) V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses 1. Tangki Asam Sulfat (ST - 101) Tabel 5. 1. Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (ST - 101) Alat : Tangki penyimpan Asam Sulfat Kode : ST-101 : Menyimpan Asam Sulfat

Lebih terperinci

TUGAS PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT DENGAN REACTIVE DISTILLATION KAPASITAS TON PER TAHUN

TUGAS PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT DENGAN REACTIVE DISTILLATION KAPASITAS TON PER TAHUN EXECUTIVE SUMMARY MATA KULIAH : TUGAS PRARANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK ETIL ASETAT DENGAN REACTIVE DISTILLATION KAPASITAS 30.000 TON PER TAHUN Oleh: M.ULIL ABSORI L2C 008 083 PARAMITHA

Lebih terperinci

BAB II. DESKRIPSI PROSES

BAB II. DESKRIPSI PROSES BAB II. DESKRIPSI PROSES A. Latar Belakang Bahan Baku dan Produk Dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengentaskan kemiskinan, maka pemerintah berupaya melakukan pembangunan di segala bidang.

Lebih terperinci

suhu 190 C dan tekanan 12,39 atm. Hasil dari steam exploison-0\ diumpankan

suhu 190 C dan tekanan 12,39 atm. Hasil dari steam exploison-0\ diumpankan BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1 Uraian Proses Tahap pertama proses yaitu bahan Jerami yang di masukkan kedalam Silo-0\ (SL-01) dengan menggunakan screw conveyor-0\ (SC-01) kemudian diumpankan ke Ball Mill

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES

BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES A. Jenis-jenis Proses 1. Proses dengan Menggunakan Bahan Baku Chloroparaffin Proses dengan bahan baku chloroparaffin dan benzen merupakan proses tertua. Katalis yang digunakan yaitu

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON PER TAHUN

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON PER TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS 30000 TON PER TAHUN Disusun Oleh : Gita Lokapuspita NIM L2C 008 049 Mirza Hayati

Lebih terperinci

TUGAS PERACANGAN PABRIK KIMIA

TUGAS PERACANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERACANGAN PABRIK KIMIA PRA RANCANGAN PABRIK METANOL DENGANN PROSES ICI TEKANAN RENDAH KAPASITAS 450.000 TON/TAHUN Disusun oleh : AFFIAN WIDJANARKO HAMDILLAH USMAN L2C008002 L2C008052 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus Molekul

BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus Molekul BAB II DESKRIPSI PROSES II.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk II.1.1. Spesifikasi Bahan Baku A. Asam Akrilat (PT. Nippon Shokubai) : Nama IUPAC : prop-2-enoic acid Rumus Molekul Berat Molekul Titik Leleh

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PROSES. Titik didih (1 atm) : 64,6 o C Spesifik gravity : 0,792 Kemurnian : 99,85% Titik didih (1 atm) : -24,9 o C Kemurnian : 99,5 %

BAB II DESKRIPSI PROSES. Titik didih (1 atm) : 64,6 o C Spesifik gravity : 0,792 Kemurnian : 99,85% Titik didih (1 atm) : -24,9 o C Kemurnian : 99,5 % BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1 Spesifikasi Bahan Baku a. Metanol (PT. KMI, 2015) Fase : Cair Titik didih (1 atm) : 64,6 o C Spesifik gravity : 0,792 Kemurnian : 99,85%

Lebih terperinci

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. : untuk menyerap NH3 dan CO2 oleh. : Menara bahan isian (packed tower) : Low alloy steel SA 204 grade C

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. : untuk menyerap NH3 dan CO2 oleh. : Menara bahan isian (packed tower) : Low alloy steel SA 204 grade C BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES 3.1. Absorber Kode : AB : untuk menyerap NH3 dan CO2 oleh H2O Material Kondisi Operasi : Menara bahan isian (packed tower) : Low alloy steel SA 204 grade C : T = 40

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Etil Akrilat dari Asam Akrilat dan Etanol Kapasitas ton/tahun BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus molekul : C2H5OH

Prarancangan Pabrik Etil Akrilat dari Asam Akrilat dan Etanol Kapasitas ton/tahun BAB II DESKRIPSI PROSES. Rumus molekul : C2H5OH DESKRIPSI PROSES 2.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1 Spesifikasi Bahan Baku Utama a. Etanol Sifat fisis : Rumus molekul : C2H5OH Berat molekul, gr/mol : 46,07 Titik didih, C : 78,32 Titik lebur,

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA RANCANGAN PABRIK VINIL CHLORIDE MONOMER MELALUI PROSES DIRECT CHLORINATION DENGAN KAPASITAS 163.000 TON/TAHUN O l e h : Amelia Maharani Hafsah Fajrin

Lebih terperinci

PROSES DEHIDROGENASI ISOPROPANOL

PROSES DEHIDROGENASI ISOPROPANOL EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK ASETON PROSES DEHIDROGENASI ISOPROPANOL KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN Disusun Oleh : Johanna Lianna NIM L2C 008 067 Lusiana Silalahi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III PERANCANGAN PROSES BAB III PERANCANGAN PROSES 3.1. URAIAN PROSES Pabrik asetanilida ini di produksi dengan kapasitas 27.500 ton/tahun dari bahan baku anilin dan asam asetat yang akan beroperasi selama 24 jam perhari dalam

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Sikloheksana dengan Proses Hidrogenasi Benzena Kapasitas Ton/Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES

Prarancangan Pabrik Sikloheksana dengan Proses Hidrogenasi Benzena Kapasitas Ton/Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1. Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1. Spesifikasi Bahan Baku 1. Benzena a. Rumus molekul : C6H6 b. Berat molekul : 78 kg/kmol c. Bentuk : cair (35 o C; 1 atm) d. Warna :

Lebih terperinci

V. SPESIFIKASI PERALATAN

V. SPESIFIKASI PERALATAN V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses pabrik Monobasic Potassium Phosphate dengan kapasitas 20.000 ton/tahun terdiri dari: 1. Tangki penyimpanan Asam fosfat (ST-101) Tabel 5. 1.

Lebih terperinci

MAKALAH PROSES PEMBUATAN AMIL ASETAT DARI AMIL ALKOHOL DAN ASAM ASETAT MATA KULIAH PIK II

MAKALAH PROSES PEMBUATAN AMIL ASETAT DARI AMIL ALKOHOL DAN ASAM ASETAT MATA KULIAH PIK II MAKALAH PROSES PEMBUATAN AMIL ASETAT DARI AMIL ALKOHOL DAN ASAM ASETAT MATA KULIAH PIK II Disusun Oleh: KELOMPOK VII PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK ASAM ASETAT PROSES MONSANTO KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN O l e h : Winda Prihantarawati Winda Suryani Intifada NIM. L2C607057 NIM.

Lebih terperinci

(Pra-CRancangan (PaBnkJMethyCMercaptan dengan Kapasitas ton/tahun BAB III METODE PERANCANGAN

(Pra-CRancangan (PaBnkJMethyCMercaptan dengan Kapasitas ton/tahun BAB III METODE PERANCANGAN tjy (Pra-CRancangan (PaBnkJMethyCMercaptan dengan Kapasitas 20.000 ton/tahun BAB III METE PERANCANGAN 3.1. URAIAN PROSES Mula-mula gas H2S dengan suhu 32 C dan tekanan 10 atm. sebagai salah satu bahan

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK BIOETANOL BERBAHAN BAKU NIRA BATANG SORGUM DENGAN KAPASITAS 50.000 KL/TAHUN Oleh : Galih Prihasetya Hermawan Hendrawan Laksono

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA RANCANGAN PABRIK BIODIESEL DARI BIJI JARAK DENGAN PROSES MULTI STAGE ESTERIFICATION DENGAN KAPASITAS 250.000 TON/TAHUN Dessy Kurniawati Thamrin Manurung

Lebih terperinci

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN BAB V SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses 1. CPO Storage Tank (ST-101) : CPO Storage Tank : ST-101 : Tempat penyimpanan CPO selama 7 hari Silinder tegak dengan flat bottom dan conical head dengan

Lebih terperinci

Prarancangan Pabrik Nitrogliserin dari Gliserin dan Asam Nitrat dengan Proses Biazzi Kapasitas Ton/ Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES

Prarancangan Pabrik Nitrogliserin dari Gliserin dan Asam Nitrat dengan Proses Biazzi Kapasitas Ton/ Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1 Bahan Baku 1. Gliserin (C3H8O3) Titik didih (1 atm) : 290 C Bentuk : cair Spesific gravity (25 o C, 1atm) : 1,261 Kemurnian : 99,5 %

Lebih terperinci

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN

BAB V SPESIFIKASI PERALATAN BAB V SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses Peralatan proses pabrik Kalium Hidroksida dengan kapasitas 20.000 ton/tahun terdiri dari: Tabel 5.1. Spesifikasi Solid Storage (SS-101) BahanKonstruksi Kondisi

Lebih terperinci

II. DESKRIPSI PROSES. Proses produksi Metil Akrilat dapat dibuat melalui beberapa cara, antara

II. DESKRIPSI PROSES. Proses produksi Metil Akrilat dapat dibuat melalui beberapa cara, antara 11 II. DESKRIPSI PROSES A. Jenis-Jenis Proses Proses produksi Metil Akrilat dapat dibuat melalui beberapa cara, antara lain : 1. Pembuatan Metil Akrilat dari Asetilena Proses pembuatan metil akrilat adalah

Lebih terperinci

PRA RANCANGAN PABRIK CUMENE PROSES UOP Q-Max KAPASITAS PRODUKSI TON / TAHUN

PRA RANCANGAN PABRIK CUMENE PROSES UOP Q-Max KAPASITAS PRODUKSI TON / TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA PRA RANCANGAN PABRIK CUMENE PROSES UOP Q-Max KAPASITAS PRODUKSI 25.000 TON / TAHUN Disusun Oleh: Machmud Lutfi Huzain L2C 008 074 Rizqi Maulana L2C 008

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PRAPERANCANGAN PABRIK KIMIA PRAPERANCANGAN PABRIK BIOETANOL BERBAHAN BAKU NIRA BATANG SORGUM DENGAN KAPASITAS 1. KL/TAHUN Oleh : I Made Aditya Suryajaya Wulan Sari Gusniawati L2C8131

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK SORBITOL DENGAN PROSES HIDROGENASI KATALITIK KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN Oleh : Dewi Fatmawati Putri Diliyan Shakt L2C309006 L2C309015

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN PABRIK PHTHALIC ANHYDRIDE DENGAN PROSES VON HEYDEN KAPASITAS TON/TAHUN

TUGAS PERANCANGAN PABRIK PHTHALIC ANHYDRIDE DENGAN PROSES VON HEYDEN KAPASITAS TON/TAHUN EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PERANCANGAN PABRIK PHTHALIC ANHYDRIDE DENGAN PROSES VON HEYDEN KAPASITAS 45.000 TON/TAHUN Oleh: DAVIN EKA PUTRA KATHARINA ANGGRIANI ATMAJA (L2C008024)

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI BEKATUL DENGAN PROSES HIDROLISA ENZIM. 1. Aristia Anggraeni S.

TUGAS AKHIR PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI BEKATUL DENGAN PROSES HIDROLISA ENZIM. 1. Aristia Anggraeni S. TUGAS AKHIR PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI BEKATUL DENGAN PROSES HIDROLISA ENZIM Oleh : 1. Aristia Anggraeni S. 2. Aulia Kartika D. 2310030017 2310030037 Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Danawati HP. M.Pd.

Lebih terperinci