A B A B. ( a ) ( b )

dokumen-dokumen yang mirip
FUNGSI HIPERBOLIK Matematika

Pertemuan ke 8. GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(x,y): y = f(x), x D f } disebut grafik fungsi f.

FUNGSI DAN MODEL. Bogor, Departemen Matematika FMIPA IPB. (Departemen Matematika FMIPA IPB) Kalkulus I Bogor, / 63

BAB II MACAM-MACAM FUNGSI

Menurut jenisnya, fungsi dapat dibedakan menjadi (1) Fungsi aljabar (2) Fungsi transenden

3. FUNGSI DAN GRAFIKNYA

BAB 2. FUNGSI & GRAFIKNYA

FUNGSI dan LIMIT. 1.1 Fungsi dan Grafiknya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara

PENGERTIAN FUNGSI JENIS-JENIS FUNGSI PENGGAMBARAN GRAFIK FUNGSI

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

Ringkasan Materi Kuliah Bab II FUNGSI

BAB 1 PERSAMAAN. a) 2x + 3 = 9 a) 5 = b) x 2 9 = 0 b) = 12 c) x = 0 c) 2 adalah bilangan prima genap d) 3x 2 = 3x + 5

FUNGSI LOGARITMA ASLI

BAB VII. FUNGSI TRANSEDEN. Perhatikan adanya kesenjangan tentang turunan berikut.

FUNGSI TRIGONOMETRI, FUNGSI EKSPONENSIAL, dan FUNGSI LOGARITMA

KALKULUS 1. Oleh : SRI ESTI TRISNO SAMI, ST, MMSI /

KALKULUS 1 HADI SUTRISNO. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan. Hadi Sutrisno/P.Matematika/STKIP PGRI Bangkalan

Teknik Pengintegralan

FUNGSI Matematika Industri I

FUNGSI. Berdasarkan hubungan antara variabel bebas dan terikat, fungsi dibedakan dua: fungsi eksplisit dan fungsi implisit.

5 F U N G S I. 1 Matematika Ekonomi

A B A B A B a 1 a 1 a 1 b 2 b 2 b 2 c 3 c 3 c 3 d d d. Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Relasi Fungsi Relasi Bukan Fungsi Relasi Bukan Fungsi

[FUNGSI DAN LIMIT] KALKULUS 1 FUNGSI DAN LIMIT R E L A S I

atau y= f(x) = ax 2 + bx + c (3.17) y= f(x) = a 2 x + a 0 x 2 + a 1

FUNGSI. Matematika Dasar 9/18/2013. TEP-FTP-UB MatDas_Meet 2 APA ITU FUNGSI? DOMAIN, KODOMAIN, RANGE. x f : x y / y=f(x) f : x y y=f(x) y=f(x)=x 2

Matematika Dasar FUNGSI DAN GRAFIK

APA ITU FUNGSI? x f : x y atau y=f(x) f : x y y=f(x) y=f(x)=x 2. Imajinasi : bermain golf

MODUL 1. Teori Bilangan MATERI PENYEGARAN KALKULUS

FUNGSI EKSPONENSIAL & FUNGSI LOGARITMA

Fungsi dan Limit Fungsi 23. Contoh 5. lim. Buktikan, jika c > 0, maka

FUNGSI LOGARITMA ASLI

BAB 3 FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS Standar Kompetensi: Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi Kompetensi Dasar:

Fungsi dan Limit Fungsi 23. Contoh 5. lim. Buktikan, jika c 0, maka

Matematika SMA (Program Studi IPA)

FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

SISTEM BILANGAN RIIL DAN FUNGSI

Seri : Modul Diskusi Fakultas Ilmu Komputer. FAKULTAS ILMU KOMPUTER Sistem Komputer & Sistem Informasi HANDOUT : KALKULUS DASAR

FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI.

MATEMATIKA DASAR PENDIDIKAN BIOLOGI UPI 0LEH: UPI 0716

Hendra Gunawan. 4 September 2013

BAB VI. FUNGSI TRANSENDEN

Jika t = π, maka P setengah C P(x,y) jalan mengelilingi ligkaran, t y. P(-1,0). t = 3/2π, maka P(0,-1) t>2π, perlu lebih 1 putaran t<2π, maka = t

Perbandingan trigonometri sin x merupakan relasi yang memetakan setiap x tepat satu nilai sin x yang dinyatakan dengan notasi f : x sinx

Aturan dasar pengintegralan Integral fungsi rasional Integral parsial Integral trigonometri Substitusi yang merasionalkan Strategi pengintegralan

BAB 6 FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS Standar Kompetensi: Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi

BAB 3 FUNGSI. f : x y

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Komposisi fungsi dan invers fungsi. Syarat agar suatu fungsi mempunyai invers. Grafik fungsi invers

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan

matematika TURUNAN TRIGONOMETRI K e l a s A. Rumus Turunan Sinus dan Kosinus Kurikulum 2006/2013 Tujuan Pembelajaran

Fungsi F disebut anti turunan (integral tak tentu) dari fungsi f pada himpunan D jika. F (x) = f(x) dx dan f (x) dinamakan integran.

FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI.

PERSAMAAN, FUNGSI DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT

KALKULUS UNTUK STATISTIKA

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X ( 1 ) SEMESTER I

BAB II FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI

KALKULUS INTEGRAL 2013

Silabus. Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Program : X / UMUM Semester : GANJIL

fungsi Dan Grafik fungsi

19, 2. didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis dengan b

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

KONSEP DASAR FUNGSI DAN GRAFIK. Oleh : Agus Arwani, SE, M.Ag

KED INTEGRAL JUMLAH PERTEMUAN : 2 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS: Materi : 7.1 Anti Turunan. 7.2 Sifat-sifat Integral Tak Tentu KALKULUS I

Aljabar 1. Modul 1 PENDAHULUAN

VI. FUNGSI EKSPONEN DAN FUNGSI LOGARITMA

FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI

Asimtot.wordpress.com FUNGSI TRANSENDEN

INTEGRASI Matematika Industri I

matematika PEMINATAN Kelas X PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN K13 A. PERSAMAAN EKSPONEN BERBASIS KONSTANTA

MATEMATIKA TEKNIK DASAR-I FUNGSI-2 SEBRIAN MIRDEKLIS BESELLY PUTRA TEKNIK PENGAIRAN

Trigonometri. G-Ed. - Dua sisi sama panjang atau dua sudut yang besarnya sama. - Dua sisi di seberang sudut-sudut yang sama besar panjangnya sama.

PTE 4109, Agribisnis UB

LIMIT FUNGSI. A. Menentukan Limit Fungsi Aljabar A.1. Limit x a Contoh A.1: Contoh A.2 : 2 4)

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari

Bab 3 Fungsi Elementer

TURUNAN FUNGSI (DIFERENSIAL)

1 Sistem Bilangan Real

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrume n. - Menentukan nilai. Tugas individu. (sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan

digunakan untuk menyelesaikan integral seperti 3

GAMBARAN UMUM SMA/MA. Hak Cipta pada Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG DEPDIKNAS 1

Kalkulus 2. Teknik Pengintegralan ke - 1. Tim Pengajar Kalkulus ITK. Institut Teknologi Kalimantan. Januari 2018

matematika LIMIT TRIGONOMETRI K e l a s Kurikulum 2006/2013 Tujuan Pembelajaran

BAB I SISTEM BILANGAN REAL

Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan.

*Tambahan Grafik Fungsi Kuadrat

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

DERIVATIVE (continued)

Bil Riil. Bil Irasional. Bil Bulat - Bil Bulat 0 Bil Bulat + maka bentuk umum bilangan kompleks adalah

BAB. VI. FUNGSI. Contoh 2. Dari diagram panah diatas tentukan: a. Domain b.kodomain. d.himpunan pasangan berurutan jawab:

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

KARTU SOAL UJIAN NASIONAL MADRASAH ALIYAH NEGERI PANGKALPINANG

FUNGSI. Sesi XI 12/4/2015

FUNGSI VARIABEL KOMPLEKS. Oleh: Endang Dedy

Matematika

RANGKUMAN MATERI FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS

TEKNIK PENGINTEGRALAN

TRIGONOMETRI Matematika

Penggunaan Turunan, Integral, dan Penggunaan Integral.

Transkripsi:

BAB. FUNGSI A. Relasi dan Fungsi Misalkan A dan B dua himpunan tak kosong. Relasi T dari himpunan A ke B adalah himpunan bagian dari A B. Jadi relasi A ke B merupakan himpunan (,y), dengan pada himpunan bagian A dan y pada himpunan bagian B. contoh 1 : { (,y) : -3 3 dan + y = 9,, y R } Fungsi adalah aturan perkawanan antara anggota-anggota himpunan A dan himpunan B yang memenuhi syarat-syarat setiap anggota himpunan A mempunyai kawan tunggal anggota himpunan B. A B A B ( a ) ( b ) A B (c) Gambar 1. Fungsi dari A ke B

Bab. Fungsi 15 Selanjutnya ; - f disebut fungsi dari A ke B ditulis f : A B - f disebut fungsi dari A ke B jika f A B dengan syarat komponen pertama yaitu anggota A hanya timbul ( terjadi ) tepat satu kali. f() disebut nilai fungsi f di A= D f disebut domain (daerah asal) fungsi f B= C f disebut Kodomain fungsi f R f = { f() : D f } disebut Range (daerah hasil) dari f Setiap unsur A dengan kawannya y= f() B, dapat disusun sebagai pasangan berurutan (,y), sehingga f dapat ditulis sebagai himpunan pasangan pasangan berurutan sebagai berikut : f = { (,y) : y = f(), A } = { (, f() ): A } Selanjutnya pada pembicaraan berikutnya,unsur-unsur pada himpunan adalah bilangan nyata. Contoh : A : { -,-1,0,1 } dengan rumus f() = + 1 maka f ={ (-,5),(-1,),(0,1),(1,) } Contoh 3 : g ={ (,y) : y =, > 0 } bukan fungsi, karena untuk setiap bilangan nyata > 0, mempunyai dua kawan y = ±. Jika pada suatu fungsi domain tidak disebutkan secara khusus, maka domain diambil bilangan nyata yang mempunyai nilai fungsi nyata. Contoh 4 : f : f() = 9 domainnya himpunan bilangan nyata, sehingga 3.

Bab. Fungsi 16 Pada contoh di atas D f = { R : f() = bilangan nyata } dan R f = { 9 : 3 } = { R : 9 = bilangan nyata } = { R : 9 0 } = { R : 3 } Jika f suatu fumgsi, maka grafik f adalah himpunan semua titik T(,y) dimana (,y) f. contoh 5 : Buatlah sketsa grafik dari f() : 1 Penyelesaian. Dalam kasus ini daerah asal fungsi f adalah himpuan semua bilangan nyata R.Untuk menggambar grafiknya bisa dimulai dengan membuat titik-titik ysng berpadanan, kemudian menghubungkan titik-titik tersbut dengan kurva mulus, sehingga kita peroleh grafik seperti yang diperlihatkan pada gambar 1. berikut ; y 0-1 Gambar Untuk menggambar suatu grafik dengan mudah, terlebih dahulu perlu dilakukan suatu analisa tentang persamaan fungsinya. Antara lain apakah grafik tersebut mempunyai titik/garis simetri, titik ekstrem, asimtot dan lain-lain. Hal ini akan dibahas pada bagian lain.

Bab. Fungsi 17 B. Operasi pada fungsi Seperti halnya bilangan, fungsi juga dapat dioperasikan satu dengan yang lain untuk menghasilkan fungsi yang baru. Jika f dan g dua buah fungsi, maka didefinisikan operasi-operasi berikut : a. ( f + g ) () = f() + g() b. ( f g ) () = f() g() c. ( f. g ) () = f(). g() f f ( ) d. ( ) () = g g( ) Daerah asal dari fungsi-fungsi diatas adalah sama,yaitu D f + g = D f g = D f. D g, kecuali kita harus mengecualikan 0 (nol) dari daerah asal oleh nol. contoh 6 : f g untuk menghindari pembagian Misalkan f = f() = + 1, g = g() = 4, D f = [-1, + ] dan D g = [4, + ] maka (f + g) () = + 1 + 4 ( f g) () = + 1-4 ( f. g ) () = + 1. 4 f + 1 ( ) () = g 4 dengan D f + g = D f g = D f. D g = [4, + ], dan D f /g = (4, + ] Jika f = y = f() fungsi berkorespondensi 1-1, maka invers dari f ditulis f -1 didefinisikan sebagai = f -1-1 -1 (y) bila dan hanya bila y = f() dengan D f = R f, D f = R f. Jadi = f -1 (f()) untuk setiap D f dan y = f ( f -1-1 () ) untuk setiap y D f contoh 7 : Invers dari fungsi y = f() = + adalah f -1 () =

Bab. Fungsi 18 Diberikan dua buah fungsi f dan g, maka fungsi bersusun f o g adalah fungsi yang didefinisikan sebagai (f o g ) () = f (g() ) Pada fungsi bersusun ini D f o g D g dan R f o g R f contoh 8 : f = f() = +1 dan g = g() = maka f = (f o g ): f( g() ) = f( ) = himpunan semua bilangan nyata. +1 dengan D f o g adalah Misalkan g dan h dua buah fungsi dengan g = {(t,) : = g(t) } dan h = { (t,y) : y = h(t)} maka dapat disusun relasi {(,y) := g(t) dan y= h(t) } dengan t D g D h dan jika g mempunyai invers g -1 : g -1 () = t maka y = h(t) = h(g -1 ()) menentukan fungsi dari ke y, misalkan f. Sehingga relasi diatas menjadi fungsi : f ={ (,y) : y = (g -1 () )} dengan D f = R g Fungsi f yang didefinisikan sebagai : = g (t) y = h (t) disebut fungsi parameter dengan t sebagai parameternya. contoh 9 : = a cos t y = sin t C. Jenis-jenis fungsi Secara garis besar fungsi dikelompokan menjadi dua, yaitu fungsi aljabar dan fungsi transenden. a. Fungsi Aljabar Fungsi yang dapat disusun dari fungsi identitas f() = dan fungsi konstan f() = k ( k konstanta nyata ) yang didalamnya memuat operasi-operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perpangkatan atau pengambilan akar disebut fungsi aljabar. Termasuk dalam fungsi aljabar adalah fungsi rasional dan fungsi irrasional

Bab. Fungsi 19 contoh 10 : f() = + + 1 ( fungsi rasional bulat) g() = b. Fungsi transenden 3 + 4 + 3 ( fungsi rasional pecah) Yang termasuk fungsi transenden adalah fungsi goniometri, fungsi siklometri, fungsi logaritma,fungsi eksponensial. (i). Fungsi Goniometri Termasuk jenis fungsi ini adalah fungsi sinus, kosinus, tangen, kotangen, sekan, dan kosekan. Biasa kita tulis y = sin, y = cos, y = tan = dinama dinyatakan dalam radian sin cos, dan seterusmya, Untuk diingat bahwa sudut biasanya diukur dalam derajat atau dalam radian, dimana sudut yang berpadanan dengan satu putaran penuh berukuran 360 0 atau π radian. Jadi 180 0 = π radian. Rumus-rumus penting yang perlu diingat : Kesamaan ganjil-genap: sin (-) = - sin Kesamaan fungsi ko-: sin ( π - ) = cos cos(-) = cos cos ( π - ) = sin Kesaman pythagoras : sin + cos = 1 1 + tan = sec Kesamaan penambahan : sin ( + y) = sin cos y +cos sin y cos ( + y) = cos cos y sin sin y Kesamaan sudut ganda: sin = sin cos

Bab. Fungsi 0 cos = cos sin = 1 sin = cos 1 Kesamaan setengah sudut: sin = 1 (1 cos ) cos = 1 (1 + cos ) Kesamaan jumlah: sin + sin y = sin + y cos y + y cos + cos y = cos cos y Kesamaan hasilkali: sin sin y = - 1 [cos ( + y) cos( - y)] cos cos y = 1 [ cos ( + y) + cos( - y)] sin cos y = 1 [sin ( + y) + sin ( - y)] (ii). Fungsi Siklometri Fungsi siklometri adalah invers dari fungsi goniometri. π π y = arc sin adalah invers dari y = sin, dimana 1 1, - y = arc sin bila hanya bila = sin y y = arc cos bila hanya bila = cos y y = arc tan bila hanya bila = tan y, dan seterusnya. (iii). Fungsi eksponensial

Bab. Fungsi 1 Adalah fungsi yang memetakan setiap bilangan nyata menjadi perpangkatan dalam bilngan pokok a, dan didefinisikan sebagai : f : f() = a, dimana a bilangan nyata positif, dan R a disebut basis fungsi eksponen y y 0 0 f() = a, 0 < a < 1 f() = a, a > 0 gambar 1.3 Sifat Fungsi Eksponen untuk y = f( ) = a, yaitu : 1. Nilai fungsi definit positif ( kurva selalu berada diatas sumbu ).. memotong sumbu kartesius di sumbu y di ( 0,1 ). 3. mempunyai asimtot mendatar y = 0 ( sumbu ). 4. monoton naik untuk a > 1 dan monoton turun untuk 0< a < 1. 5. Mempunyai fungsi invers yaitu fungsi logaritma. (iv). Fungsi logaritma Fungsi logaritma berbentuk y = a log, dengan a > 0 merupakan invers dari fungsi eksponensial basis a. Jadi y = a log adalah invers dari y = a. Jika a = 10 biasanya cukup ditulis y = log, dan jika a = e =,718818 disebut logaritma alam dan biasanya cukup ditulis y = ln ( ln = e log ). a Sifat fungsi logaritma untuk y = g( ) = log, yaitu : 1. Kurvanya berada di sebelah kanan sumbu y.. memotong sumbu kartesius di sumbu di titik ( 1,0 ). 3. Mempunyai asimtot tegak = 0. 4. monoton naik untuk a > 1 monoton turun untuk 0< a < 1. 5. merupakan fungsi invers dari fungsi eksponen.

Bab. Fungsi (v). Fungsi hiperbolikus Fungsi hiperbolik adalah fungsi yang didefinisikan sebagai : e sinh = e cosh = e + e sinh tanh = cosh, dan seterusnya. Rumus-rumus penting : cosh sinh = 1 sech = 1 tanh cosech = coth 1 Rumus-rumus diatas dengan mudah dapat dibuktikan dengan definisi diatas. Soal-soal Latihan 1. 1. Jika f() = +, hitunglah masing-masing nilai : a. f(1) c. f(k) 1 b. f(-) d. f( ). Manakah dari yang berikut menentukan suatu fungsi f dengan rumus y = f()? a. + y = 9 c. y + y + 3 = 4

Bab. Fungsi 3 b. = 3 y + 1 d. 3 = y y 3 3. Jika g(t) = cari dan sederhanakan [ g( + h) g()]/ h! t 4. Tentukan daerah asal (domain) fungsi berikut : +1 a. f() = 9 c. g() = - 3 15 b. f() = 1 4 1 d. h() = 4 5. Jika f() = 1 dan g() = 1+ tentukan jika mungkin : a. (f + g) () c. (g/f) (3) b. (f o g) ( 8 ) d. (f. g) (0) 6. Tentukan f dan g,jika h() = f o g () : a. h() = + 6 b. h() = ( + ) 1 7. Andaikan f() = 16 dan g() =. Tentukan manakah daerah asal: a. f o g b. g o f 8. Sketsakan grafik fungsi berikut : a. f() =, jika 0 b. y = - 1 6, jika >