Interpolasi dan Ekstrapolasi

dokumen-dokumen yang mirip
Interpolasi dan Ekstrapolasi

PAM 252 Metode Numerik Bab 4 Pencocokan Kurva

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Course Note Numerical Method : Interpolation

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

Kata Pengantar. Medan, 11 April Penulis

Interpolasi Spline Kubik pada Trajektori Manusia

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB 5 Interpolasi dan Aproksimasi

5. INTERPOLASI. orde 1 orde 2 orde 3 menghubungkan 2 titik menghubungkan 3 titik menghubungkan 4 titik. Gambar 5.1

BAB II LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengantar Proses Stokastik

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

Metode Numerik - Interpolasi WILLY KRISWARDHANA

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-1

ATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ANALISA NUMERIK (S1/TEKNIK SIPIL) KODE / SKS : KK /2

Pertemuan 9 : Interpolasi 1 (P9) Interpolasi. Metode Newton Metode Spline

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

PENYELESAIAN MASALAH NILAI EIGEN UNTUK PERSAMAAN DIFERENSIAL STURM-LIOUVILLE DENGAN METODE NUMEROV

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Tujuan. Interpolasi berguna untuk memperkirakan nilai-nilai tengah antara titik data yang sudah ditentukan dan tepat.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-2

Kuliah 07 Persamaan Diferensial Ordinari Problem Kondisi Batas (PDOPKB)

SKEMA NUMERIK UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN BURGERS MENGGUNAKAN METODE CUBIC B-SPLINE QUASI- INTERPOLANT DAN MULTI-NODE HIGHER ORDER EXPANSIONS

TINJAUAN MATA KULIAH... Kegiatan Belajar 2: PD Variabel Terpisah dan PD Homogen Latihan Rangkuman Tes Formatif

MATA KULIAH ANALISIS NUMERIK

PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Metode Langsung Metode Langsung Eliminasi Gauss (EGAUSS) Metode Eliminasi Gauss Dekomposisi LU (DECOLU),

PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI

BAB II LANDASAN TEORI

Analisis Komponen Utama (Principal component analysis)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. operasi yang mampu menyelesaikan masalah optimasi sejak diperkenalkan di

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

BAB 4 : SISTEM PERSAMAAN LINIER

untuk i = 0, 1, 2,..., n

Syarif Abdullah (G ) Matematika Terapan FMIPA Institut Pertanian Bogor.

Komparasi Metode Interpolasi Natural Cubic Spline dengan Clamped Cubic Spline

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 4 PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

OPTIMASI PROGRAM LINIER PECAHAN DENGAN FUNGSI TUJUAN BERKOEFISIEN INTERVAL

INTEGRASI NUMERIK DENGAN METODE KUADRATUR GAUSS-LEGENDRE MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTERPOLASI HERMITE DAN POLINOMIAL LEGENDRE

Oleh Dr. Fahrudin Nugroho Dr. Iman Santosa

PEMBUKTIAN BENTUK TUTUP RUMUS BEDA MAJU BERDASARKAN DERET TAYLOR

[ 1 1 PENDAHULUAN SCILAB. Modul Praktikum Metode Numerik. 1. Struktur Scilab

LAPORAN PENYUSUNAN MODUL BAHAN AJAR PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA

Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

Media Pembelajaran Integrasi Numerik Dengan Metode Kuadratur Gauss

Interpolasi Polinom dan Applikasi pada Model Autoregresif

Interpolasi. Metode Numerik POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

Perbandingan Skema Numerik Metode Finite Difference dan Spectral

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Aktifitas Pembelajaran

4 INTERPOLASI. dan kontinyu.

Solusi Persamaan Linier Simultan

TUGAS KOMPUTASI SISTEM FISIS 2015/2016. Pendahuluan. Identitas Tugas. Disusun oleh : Latar Belakang. Tujuan

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

BAB I PENDAHULUAN. Tahap-tahap memecahkan masalah dengan metode numeric : 1. Pemodelan 2. Penyederhanaan model 3.

No Kompetensi Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Metode Media / Alat Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Apa itu statistik?

PAM 252 Metode Numerik Bab 5 Turunan Numerik

FUNGSI, SISTEM PERSAMAAN LINIER DAN MENGGAMBAR GRAFIK

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebuah garis dalam bidang xy secara aljabar dapat dinyatakan oleh persamaan yang berbentuk

BAB III : SISTEM PERSAMAAN LINIER

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

IMPLEMENTASI FORMULA NEWTON-COTES UNTUK MENENTUKAN NILAI APROKSIMASI INTEGRAL TENTU MENGGUNAKAN POLINOMIAL BERORDE 4 DAN 5. Wahyu Sakti G. I.

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisa Matematik untuk Menentukan Kondisi Kestabilan Keseimbangan Pasar Berganda dengan Dua Produk Melalui Sistem Persamaan Diferensial Biasa Linear

STUDI MENGENAI KURVA PARAMETRIK CATMULL-ROM SPLINES SKRIPSI AZWAR SYARIF

I. PENDAHULUAN. dan kotoran manusia atau kotoran binatang. Semua polutan tersebut masuk. ke dalam sungai dan langsung tercampur dengan air sungai.

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Program Dinamik

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

INTERPOLASI CHEBYSHEV MAKALAH. Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numerik yang dibimbing oleh. Dr. Trisilowati, S.Si., M.

BAB 2 DENGAN MENGGUNAKAN INTERPOLASI INTERPOLASI SPLINE LINIER DAN INTERPOLASI SPLINE

SBAB III MODEL VARMAX. Pengamatan time series membentuk suatu deret data pada saat t 1, t 2,..., t n

Pertemuan 14. persamaan linier NON HOMOGEN

METODE NUMERIK SEMESTER 3 2 JAM / 2 SKS. Metode Numerik 1

BAB II AKAR-AKAR PERSAMAAN

CONTOH SOLUSI UTS ANUM

Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan

BAB 2 LANDASAN TEORI

Kelandaian maksimum untuk berbagai V R ditetapkan dapat dilihat dalam tabel berikut :

II LANDASAN TEORI. Contoh. Ditinjau dari sistem yang didefinisikan oleh:

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA METODE-METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LANJAR

PEMBUKTIAN RUMUS BENTUK TUTUP BEDA MUNDUR BERDASARKAN DERET TAYLOR

Interpolasi Cubic Spline

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus

LECTURE NOTES MATEMATIKA DISKRIT. Disusun Oleh : Dra. D. L. CRISPINA PARDEDE, DEA.

Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem dan Model Pengertian sistem Pengertian model

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Interpolasi dan Ekstrapolasi JURNAL 01 Didalam pengertian matematika dasar, interpolasi adalah perkiran suatu nilai tengah dari satu set nilai yang diketahui. Interpoloasi dalam arti luas merupakan upaya mendefenisikan suatu fungsi dekatan suatu fungsi analitik yang tidak diketahui atau pengganti fungsi rumit yang tak mungkin diperoleh persamaan analitiknya. Nilai suatu fungsi y = f(x) diketahui berupa ordinat titik-titik x1, x, x3,, xn yang diskontinu (discontinue) atau diskrit (discret). Ekspresi analitik y = f(x) tidak diketahui. Bab ini akan membahas perkiraan ordinat atau f(x) secara numerik untuk nilai x yang berlaku di dalam interval (interpolasi) maupun di luar interval titik-titik yang diketahui (ekstrapolasi). Permasalahan utama dalam interpolasi dan ekstrapolasi adalah akurasi nilai yang dihasilkannya. Fungsi interpolasi dan ekstrapolasi merupakan fungsi model dengan bentuk tertentu yang bersifat umum supaya dapat mendekati fungsi-fungsi yang dipakai secara luas. Sejauh ini fungsi yang umum digunakan adalah polinomial dan trigonometri. Proses interpolasi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pertama, menentukan fungsi interpolasi yang merupakan kombinasi dari titik-titik (data) yang ada, dan kedua, mengevaluasi fungsi interpolasi tersebut. Interpolasi dapat dilakukan untuk kasus dengan dimensi lebih dari satu, misalnya fungsi f(x,y,z). Interpolasi multidimensi selalu diselesaikan dengan urutan mulai dari interpolasi satu dimensi. 1

JURNAL 01 1.1 Interpolasi Kedepan Cara Newton untuk Data dengan Interval Konstan Polinomial interpolasi kedepan Newton F f (x) dengan x 0 xn-1 sebagai titik pusatnya yang mempunyai interval (Δx) tetap sebesar h dapat dinyatakan sebagai berikut: Koefisien a 0, a 1, a, an tergantung dari x 0, x 1, x, xn dan nilai f(x) di titiktitik tersebut. Dalam bentuk lebih rinci persamaan (1-1) dapat dinyatakan sebagai berikut: disebut dengan perbedaan kedepan atau forward difference, sehingga interpolasi cara Newton yang didasarkan pada persamaan (1-) disebut dengan interpolasi kedepan cara Newton. Perbedaan kedepan dihitung sebagai berikut:

JURNAL 01 Secara skematis perbedaan kedepan diberikan dalam Tabel 1.1 berikut ini. 3

JURNAL 01 1. Interpolasi Kebelakang Cara Newton untuk Data dengan Interval Konstan Polinomial interpolasi kebelakang Newton Fb(x) dengan x 0,, xn-1 yang mempunyai interval (Δx) tetap sebesar h dapat dinyatakan sebagai berikut: Koefisien fungsi interpolasi tergantung dari kombinasi data-data yang diketahui. Dalam bentuk lebih rinci persamaan (1-4) dapat dinyatakan sebagai berikut: disebut perbedaan kebelakang atau backward difference, sehingga interpolasi cara Newton yang didasarkan pada persamaan (1-5) disebut dengan interpolasi kebelakang cara Newton. Untuk n = 6, maka persamaan (1-5) menjadi: 4

JURNAL 01 Perbedaan kebelakang dihitung sebagai berikut: Secara skematis perbedaan kebelakang diberikan dalam Tabel 1. berikut ini. 1.3. Interpolasi Cara Lagrange untuk Data dengan Interval Tidak Konstan 5

JURNAL 01 Polinomial Interpolasi Lagrange F(x) dengan x0,, xn-1 mempunyai interval (Δx) tidak konstan dapat dinyatakan sebagai berikut: Koefisien a0, a1, a, an tergantung dari x0, x1, x, xn dan nilai f(x) di titik-titik tersebut. Koefisien-koefisien tersebut dihitung sebagai berikut: Dengan mensubstitusi persamaan (1-9) ke dalam persamaan (1-8), maka diperoleh persamaan polinomial interpolasi Lagrange yang dinyatakan sebagai berikut: 6

JURNAL 01 Persamaan (1-10) dapat juga digunakan, jika varibel bebasnya adalah y, sedangkan variabel tak bebasnya adalah x. 1.4. Interpolasi Cara Newton untuk Data dengan Interval Tidak Konstan Polinomial interpolasi Newton F(x) untuk data dengan interval (Δx) tidak konstan dikembangkan dari polinomial interpolasi Lagrange dan Newton dan dinyatakan dengan: Koefisien b0, b1, b, bn tergantung dari nilai x0, x1, x, xn dan ordinatnya, yaitu masing-masing adalah: f(x)0, f(x)1, f(x), f(xn) dan dihitung sebagai berikut: 7

JURNAL 01 Secara skematis harga koefisien-koefisien dalam persamaan (1-11) diberikan berikut ini. 1.5. Interpolasi dengan Lengkung Kubik (Cubic Spline) untuk Data dengan Interval Sembarang 8

JURNAL 01 Interpolasi lengkung kubik menghasilkan nilai interpolasi y = f(x), dengan kemiringan (slope) dan kurvatur (curvature) yang sama di sekitar titik x interpolasi. Untuk interval antara xi 1 dan xi, polinomial orde tiga mempunyai turunan kedua sebagai berikut: γ adalah koefisien yan tergantung dari nilai x. Penyelesaian persamaan di atas pada interval xi-1 dan xi akan menghasilkan: Sedangkan pada interval xi dan xi+1 akan menghasilkan: Jika persamaan (1-14) diintegrasi relatif terhadap interval (xi - x) akan dihasilkan persamaan berikut: sedangkan integrasi persamaan (1-15) akan menghasilkan persamaan berikut: 9

JURNAL 01 c1 dan c adalah konstanta integrasi. Integrasi sekali lagi akan menghasilkan: Lengkung kubik pertama melalui titik (xi-1, yi-1) dan titik (xi, yi) mempunyai bentuk: selanjutnya: 10

JURNAL 01 dimana y '(-) i adalah turunan di sebelah kiri titik x = xi. Demikian juga lengkung kubik kedua melalui titik (xi,yi) dan (xi+1,yi+1) mempunyai ekspresi: selanjutnya: dimana y '(+) i adalah turunan di sebelah kanan titik x = xi. Turunan di sebelah kiri dan di sebelah kanan harus mempunyai harga yang sama di titik x = xi, sehingga: dengan pengaturan selanjutnya, maka akan diperoleh ekspresi berikut: Untuk titik (data) sebanyak n buah, persamaan sebanyak (n-1) buah, maka jumlah bilangan tidak diketahui akan berjumlah (n+1) buah, yi = 0, n. Agar sistem persamaan dapat diselesaikan, maka dibutuhkan tambahan dua 11

JURNAL 01 persamaan lagi, yang biasanya berhubungan dengan kondisi batas di titik i = 0 dan i = n. Kedua persamaan tersebut biasanya menspesifikasikan kondisi batas, dalam hal ini mengekspresikan kemiringan di titik i = 0 dan i = n sebagai berikut: Dalam bentuk matriks, sistem persamaan linier dapat dituliskan sebagai berikut: [A] adalah matriks koefisien a ij berupa matriks tridiagonal yang elemenelemennya didefinisikan sebagai berikut: {M} adalah vektor bilangan tidak diketahui berupa yi, sedangkan {D} adalah vektor dengan elemen-elemen yang diketahui dan didefinisikan sebagai berikut: 1

JURNAL 01 Jika sistem persamaan linier dapat diselesaikan, maka nilai y di setiap titik x sembarang diperoleh dengan interpolasi berdasar rumus berikut: Turunan y' (-) i dan y' (+) i masing-masing dapat diperoleh dari persamaan (1-1) dan (1-3). Seringkali turunan lebih dipilih, daripada kurvatur, sebagai bilangan tidak diketahui. Transformasi kurvatur menjadi turunan mudah dilakukan. Langkah-langkah interpolasi dengan lengkung kubik: 13

JURNAL 01 1.6. Interpolasi dengan Trigoneometri untuk Data Periodik Jika data-data yang diinterpolasi cenderung bersifat periodik, maka sebaiknya interpolasi dilakukan dengan menggunakan fungsi trigoneometri. Salah satunya dapat dinyatakan sebagai berikut: Koefisien c0, c1, c, cn tergantung dari nilai x0, x1, x, xn dan ordinatnya, yaitu masing-masing adalah: f(x0), f(x1), f(x), f(xn) dan dihitung sebagai berikut: Persamaan (1-13) dapat juga digunakan, jika varibel bebasnya adalah y, sedangkan variabel tak bebasnya adalah x. 14

JURNAL 01 1.7. Contoh Kasus Ekstrapolasi Kedepan Cara Newton untuk Data dengan Interval Konstan Persoalan Posisi planet Mars diukur setiap 10 hari seperti ditunjukkan pada Tabel 1.4. Dari data ini diminta untuk memperkirakan posisi panet Mars pada t = 1450,5. Jawaban: Persoalan ini merupakan masalah ekstrapolasi, karena harga yang diinginkan berada di luar interval data-data yang diketahui. Ekstrapolasi dilakukan berdasar 5 data terakhir, yaitu mulai t = 1300,5. Perhitungan perbedaan nilai kedepan diberikan berikut ini. Ekstrapolasi kedepan cara Newton berdasar persamaan (1-) menghasilkan polinomial ekstrapolasi dan posisi planet Mars pada t = 1450,5 sebagai berikut: 15

= 581,08 JURNAL 01 x 1300,5 1054 x 1300,5 x 1310,5 x 130,5 Ff ( x) = 11786 8086 10! 10 10 10 111 x 1300,5 x 1310,5 x 130,5 + 3! 10 10 10 4 x 1300,5 x 1310,5 x 130,5 x 1330,5 + 4! 10 10 10 10 1450,5 1300,5 1054 1450,5 1300,5 Ff (1450,5) = 11786 8086 10! 10 1450,5 1310,5 1450,5 130,5 111 1450,5 1300,5 1450,5 1310,5 1450,5 130,5 + 10 10 3! 10 10 10 4 1450,5 1300,5 1450,5 1310,5 1450,5 130,5 1450,5 1330,5 + 4! 10 10 10 10 Ff (1450,5) = 11786 ( 8086 15) ( 57 15 14) + ( 18,5 15 14 13) + ( 0,167 15 14 13 1 ) 1.8. Contoh Interpolasi Kasus Kedepan Cara Newton untuk Data dengan Interval Tidak Konstan Persoalan: Dari pengukuran topografi didapatkan data ketinggian dan posisinya sebagai berikut: Dari data tersebut diminta membuat fungsi interpolasi kedepan cara Newton untuk elevasi topografi berdasar data pada x = 3., 4.4, 5.0, 6.0, 7.1 dan 8. (6 data). Selanjutnya dengan fungsi tersebut memperkirakan ketinggian di x = 5.5. Jawaban: 16

JURNAL 01 Fungsi interpolasi kedepan cara Newton untuk data dengan interval tidak konstan dinyatakan dalam persamaan (1-11). Harga koefisien-koefisien dalam persamaan (1-11) dihitung dalam tabel berikut ini. Polinomial interpolasi dengan koefisien seperti tercantum dalam Tabel 1.6 adalah: Dengan demikian untuk x = 5.5, maka ketinggiannya adalah: 1.9. Contoh Interpolasi Kasus dengan Lengkung Kubik untuk Data dengan Interval Tidak Konstan Persoalan: Erupsi Gunung Piton de la Fournaise (Pulau Reunion) memuntahkan material dengan komposisi kimia yang berubah terhadap waktu. Pengukuran rasio 17

JURNAL 01 (Ce/Yb)N selama interval 1948-1985 yang diambil dari lava erupsi diberikan dalam Tabel 1.7. Dari data ini diminta memperkirakan rasio (Ce/Yb)N pada tahun 1960. Jawaban: Langkah-langkah penyelesaian: Step 1: membentuk matriks koefisien [A] berdasar persamaan (1-9), misalnya: Akhirnya matriks koefisien [A] mempunyai harga sebagai berikut: Step : membentuk vektor {D} berdasar persamaan (1-30) dengan asumsi bahwa turunan pada titik akhir sama dengan nol, misalnya: 18

JURNAL 01 Setelah melengkapi semua perhitungan, maka vektor {D} akan berharga: Step 3: menyelesaikan sistem persamaan linier. Berdasar persamaan (1-8), maka sistem persamaan simultan akan mempunyai bentuk sebagai berikut: Vektor {M} merupakan vektor bilangan yang tidak diketahui yang berupa turunan kedua atau {y''i}. Setelah penyelesaian sistem persamaan linier, maka diperoleh: 19

JURNAL 01 Step 4: menghitung turunan pertama di sebelah kiri dan kanan x berdasar persamaan (1-1) dan (1-3) yang diberikan dalam Tabel 1.8 berikut ini: 0

JURNAL 01 1.10. Contoh Kasus Ekstrapolasi Trigoneometri untuk Data dengan Interval Konstan Persoalan Posisi planet Mars secara berkala ditunjukkan pada Tabel 1.4. Dari data ini kita diminta memperkirakan posisi panet Mars pada t = 1450.5. Jawaban: Persoalan ini merupakan masalah ekstrapolasi data periodik, sehingga dapat dikerjakan menggunakan ekstrapolasi trigoneometri. Ekstrapolasi trigoneometri dilakukan berdasar 5 data terakhir, yaitu mulai t = 1300.5 (perhatikan kembali Tabel 1.4). Perhitungan koefisien-koefsien fungsi ekstrapolasi diberikan berikut ini. Koefisien-koefsien tersebut disubstitusi ke dalam persamaan (1-33) akan menghasilkan persamaan ekstrapolasi berikut ini. 1

JURNAL 01 Hasil ekstrapolasi cara trigoneometri (17648) berbeda cukup jauh dengan hasil ekstrapolasi kedepan cara Newton (0930). Hal ini disebabkan oleh ketelitian masing-masing interpolator yang berbeda. Dari keduanya tidak dapat ditentukan mana yang lebih baik, karena keduanya tidak mempunyai mekanisme pengukuran kesalahan. Selain itu tidak ada informasi posisi planet Mars pada t = 1450.5 hasil observasi. Dengan memperhatikan latar belakang masalahnya, lintasan planet merupakan sesuatu yang sifatnya berkala atau periodik yang tidak dapat diantisipasi oleh ekstrapolasi kedepan cara Newton. KESIMPULAN: Interpolasi dan ekstrapolasi merupakan prosedur untuk memperkirakan nilai atau data yang tidak diketahui berdasar kombinasi beberapa nilai atau harga yang diketahui. Metode atau cara yang dipergunakan untuk itu banyak sekali. Beberapa metode yang diberikan dalam bab ini hanya sebagian diantaranya. Dalam bab ini hanya diberikan contoh fungsi interpolasi berupa polinomial dan trigoneometri satu dimensi. Pembaca dapat mencari sendiri beberapa metode lainnya. Kata kunci dalam masalah interpolasi dan ekstrapolasi adalah ketelitian interpolasi. Dalam bab ini hanya diberikan metode-metode klasik, padamana tidak disertakan hal-hal berikut ini: kriteria interpolasi, ekspresi dan optimasi ketelitian interpolasi. Satu-satunya metode interpolasi dalam bab ini yang menyertakan kriteria interpolasi adalah interpolasi lengkung kubik, dengan kriterianya adalah kesamaan kemiringan dan kurvatur di sebelah kiri dan kanan titik interpolasi. Masalah interpolasi dan ekstrapolasi dalam bab ini bertujuan hanya untuk memberi pemahaman kepada pembaca tentang adanya distribusi data dalam fungsi sederhana. Hasil interpolasinya sendiri bukan merupakan tujuan dari bab ini. Bagian III buku ini akan membahas pemodelan data yang berkenaan dengan masalah interpolasi dan ekstrapolasi menggunakan metode-metode mutakhir dan lebih baik yang didasarkan pada model deterministik maupun statistik

JURNAL 01 (spasial statistik), baik untuk satu maupun multi dimensi. Hasil interpolasi dengan ketelitiannya yang optimal merupakan tujuan dari Bagian III. Dengan demikian keunggulan masing-masing metode-metode interpolasi dan ekstrapolasi dapat dianalisis dan dibandingkan secara kuantitatif. Dari beberapa fungsi interpolasi yang diberikan dalam Bab 1 dapat disimpulkan, bahwa masalah utama dalam penyusunan fungsi interpolasi adalah penentuan koefisien fungsi interpolasi. Dalam hal ini besarnya koefisien tersebut tidak ditentukan misalnya tergantung dari jarak antara titik interpolasi dan titik-titik lainnya. Dalam aplikasi ilmu-ilmu kebumian, data merupakan fungsi dari jarak. Jadi penentuan koefisien fungsi interpolasi atau kemudian disebut dengan bobot merupakan masalah yang sangat kritis dalam pemodelan data. Bobot titik-titik di sekitar titik interpolasi dengan demikian lebih besar dari bobot titik-titik yang lebih jauh dari titik interpolasi. Untuk keperluan interpolasi dan ekstrapolasi dalam bidang ilmu-ilmu kebumian disarankan menggunakan metode-metode yang akan diberikan dalam Bagian III, karena ketelitiannya dapat dipertanggungjawabkan dan diuji secara statistik serta sesuai untuk aplikasi ilmu-ilmu kebumian. 3

JURNAL 01 Nama : NIM : Semester : ABSTRAK Interpolasi dan ekstrapolasi merupakan prosedur untuk memperkirakan nilai atau data yang tidak diketahui berdasar kombinasi beberapa nilai atau harga yang diketahui. Metode atau cara yang dipergunakan untuk itu banyak sekali. Beberapa metode yang diberikan dalam jurnal ini hanya sebagian diantaranya. fungsi interpolasi berupa polinomial dan trigoneometri satu dimensi. Pembaca dapat mencari sendiri beberapa metode lainnya.satu-satunya metode interpolasi dalam bab ini yang menyertakan kriteria interpolasi adalah interpolasi lengkung kubik, dengan kriterianya adalah kesamaan kemiringan dan kurvatur di sebelah kiri dan kanan titik interpolasi. Masalah interpolasi dan ekstrapolasi dalam jurnal ini bertujuan hanya untuk memberi pemahaman kepada pembaca tentang adanya distribusi data dalam fungsi sederhana. Perhitungan ini melibatkan sejumlah besar operasi-operasi hitungan yang berulang-ulang, melelahkan, dan menjemukan. Tetapi dengan adanya computer digital yang semakin lama semakin cepat dalam melakukan hitungan dan dengan adanya penemuan metode-metode baru dan beberapa modifikasi dari metode-metode lama, maka penggunaan metode numerik dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika mengalami kenaikan secara dramatis. Kemajuan yang cepat pada bidang metode numerik dikarenakan perkembangan computer itu sendiri. Kita melihat perkembangan teknologi komputer tidak pernah berakhir. Keunggulan tiap generasi baru komputer dalam hal waktu, memori, ketelitian, dan kestabilan perhitungan menyebabkan pengembangan algoritma numerik yang lebih baik. Keyword: Metode Numerik, Interpolasi 4

JURNAL 01 DAFTAR PUSTAKA Nurjannah, 010. Pengantar Metode Numerik dan Analisis. Jakarta: Rineka Cipta Madrasah dan Guru PAI pada Sekolah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, Jakarta. Budi Susetyo, 009, Matematika Dasar, Modul Kuliah untuk Program Peningkatan Kualifikasi Guru Madrasah dan Guru PAI pada Sekolah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, Jakarta. Ott, R.L & Longnecker, M., 001, An Introduction to Mathematics Methods and Data Analysis, Duxbury, USA. Paul Suparno, 001, Pengantar Matematika Elementer, Penerbit Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Ott, R.L & Longnecker, M., 001, An Introduction to Mathematics Methods and Data Analysis, Duxbury, USA. Paul Suparno, 001, Pengantar Matematika Elementer, Penerbit Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Marsigit, 001. Analysis Numeric Method, Jakarta: Almahira Press. 5