SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEMENANG MUSABAQAH TILAWATIL QUR AN TINGKAT KECAMATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (Studi Kasus : Kecamatan Huta Raja Tinggi) Leli Asmara Surbati (1011073) Mahasiswa Program Studi Teni Informatia STMIK Budi Darma Medan JL.Sisingamangaraja No.338 Sp.Limun Medan http : //www.inti-budidarma.com // Email : asmaraleli@yahoo.com ABSTRAK Pengambilan eputusan untu menetapan apaah calon pemenang laya atau tida didasari beberapa riteria yang ditetapan oleh panitia. Untu menghindari subyetifitas eputusan yang dihasilan diperluan suatu Sistem Penduung Keputusan (SPK) yang dapat membantu panitia penentuan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam memutusan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an yang mana yang aan diterima. SPK merupaan suatu sistem menggunaan model yang dibangun untu membantu menyelesaian masalah-masalah semi terstrutur. Dalam hal ini penulis aan membuat sebuah apliasi selesi penentuan dengan menggunaan model sistem eputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hal ini dipilih arena metode ini menentuan nilai bobot untu setiap atribute dengan riteria-riteria penilaian yang telah ditentuan, emudian dilanjutan dengan proses penyelesian sebagai tahap selesi siapa saja yang berha menjadi calon pemenang. Dengan apliasi yang dirancang diharapan dapat memudahan bagi panitia dalam penyelesian calon pemenang arena telah diduung dengan suatu apliasi dengan suatu sistem penduung eputusan. Kata Kunci : Musabaqoh Tilawatil Qur an (MTQ), Simple Additive Weighting (SAW). 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah Pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an diadaan untu menambah pengetahuan maupun Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), di minat para pemenang bai dari ana-ana, remaja, indonesia dapat diataan sebagai egiatan rutin dalam eagamaan, dan yang cuup besar dan yang dibiayai oleh pemerintah saat ini. Musabaqoh ini tida lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah dewasa hingga golongan cacat netra lebih mendalami ilmu agama. Sejauh ini pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an buan saja diadaan di alangan ecil tetapi sudah menjadi pertandingan tingat egiatan. Dari meriahnya acara yang nasional. Awalnya Musabaqoh Tilawatil Qur an diselenggaraan, ingin dimunculan suatu citra bahwa islam memilii suatu eistimewaan yang harus hanyalah jenis lomba membaca alqur an tetapi setelah perembangan zaman Musabaqoh Tilawatil Qur an dibanggaan dan dilestarian dengan itab sucinya. buan hanya sebatas itu saja tetapi lebih Dalam musabaqoh ini memang terjadi ajang adu eahlian yang dimilii tapi ada juga hal lain yaitu untu mensy aran dawah. Yang berguna untu menstimulus obje sasaran yang masih awam dan menimbulan rasa einginan yang uat untu diembangan, seperti azan, ceramah, aligrafi dan lain-lain, tetapi sering terjadi esalahan penempatan peserta diarenaan urang, misalan asalah yang sering terjadi dalam penentuan pemenang adalah esalahan data dari setiap elurahan, misalnya memilii hal yang sama dari musabaqoh tersebut. pemenang mampu membaca alqur an, ternyata Pengambilan eputusan untu menetapan apaah calon pemenang laya atau tida didasari beberapa riteria yang ditetapan oleh panitia. Untu menghindari subyetifitas eputusan yang dihasilan panitia menempatannya menjadi pemenang azan. Disinilah leta masalah yang aan dibahas. Selesi penentuan pemenang merupaan tipe masalah proses ini buan agenda rutin suatu diperluan suatu Sistem Penduung Keputusan (SPK) pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an yang dapat membantu panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam memutusan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an yang mana yang aan diterima. SPK merupaan suatu melainan ejadian yang terjadi setahun seali yang biasanya diadaan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam pengambilan eputusan sebelumnya masih sistem menggunaan model yang dibangun untu memerluan watu yang cuup lama. Dalam membantu menyelesaian masalah-masalah semi menentuan eputusan penentuan pemenang yang terstrutur. diterima atau tida diterima, panitia harus mengurutan nilai selesi calon pemenang dari setiap 129
elurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Hal ini membuat panitia sediit esulitan dalam pengambilan eputusan. Mengingat permasalahan yang dihadapi, maa apliasi ini dibuat sebagai salah satu sarana informasi untu membantu panitia penerimaan peserta dalam menentuan apaah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an diterima atau tida secara obyetif. 1.2 Perumusan Masalah Berdasaran latar belaang masalah maa dapat diambil rumusan masalah yang aan diselesaian yaitu : 1. Bagaimana proses selesi penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi? 2. Bagaimana menerapan metode Simple Additive Weighting dalam penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an? 3. Bagaimana merancang apliasi Sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an tingat ecamatan dengan menggunaan Visual Basic Net 2008? 2. Dapat memudahan bagi panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam penyelesian calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an arena telah diduung dengan suatu apliasi dengan suatu sistem penduung eputusan. 3. Dapat memberian emudahan dalam pengolahan data pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an. 2 Konsep Sistem Penduung Keputusan 2.1 Sistem Sistem adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemuan ebutuhan pengolahan transasi harian yang menduung fungsi operasi organisasi yang bersifat manejerial dengan egiatan strategi dari suatu organisasi untu dapat menyediaan epada piha luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperluan ( Tata Sutabri, 2012,46). Sistem adalah umpulan elemen yang saling beraitan yang bertanggung jawab memproses masuan (input) sehingga menghasilan eluaran (output) (Kusrini, 2012,11). 1.3 Batasan Masalah Adapun yang menjadi batasan pada penelitian ini adalah : 1. Hanya membahas selesi pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an Tingat Kecamatan hususnya pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Kriteria yang digunaan pada penilaian pemenang adalah Lagu pertama, Jumlah Lagu, Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu, Irama dan Gaya, serta Variasi 3. Bahasa pemrograman yang dipaai adalah Visual Basic Net 2008 dengan database, Mysql.. 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian Berdasaran perumusan masalah yang diberian, maa tujuan penelitian yaitu sebagai beriut : 1. Menjelasan proses selesi penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Menerapan metode Simple Additive Weighting dalam sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an. 3. Untu merancang apliasi sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an tingat ecamatan dengan menggunaan Visual Basic Net 2008. 1.4.2 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penulisan sripsi ini adalah : 1. Dapat mempercepat proses pengambilan eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur;an Tingat Kecamatan. 2.2 Keputusan Keputusan merupaan egiatan memilih suatau strategi atau tindaan dalam pemecahan masalah tersebut. Tindaan memilih strategi atau asi yang diyaini manajer aan memberian solusi terbai atas sesuatu itu disebut pengambilan eputusan. Tujuan dari eputusan adalah untu mencapai target atau asi tertentu yang harus dilauan. (Kusrini, 2007,7). 2.3 Sistem Penduung Keputusan Sistem Penduung Keputusan (SPK) merupaan sistem informasi interatif yang menyediaan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunaan untu membantu pengambilan eputusan dalam situasi yang semi terstrutur dan situasi yang tida terstrutur. (Kusrini, 2007,15). Dari Defenisi Diatas, Maa dapat dietahui tujuan Sistem Penduung Keputusan adalah : 1. Membantu Manager mengambil eputusan setengah strutur yang dihadapi oleh maneger level menengah. 2. Membantu atau menduung manajemen mengambil eputusan buan mengantiannya. 3. Meningatan efetivitas eputusan yang diambil manajer lebih daripada perbaian efisiensinya. 4. Kecepatan omputasi. Komputer memunginan para pengambil eputusan untu melauan banya omputasi secara cepat dengan biaya yang rendah. 5. Peningatan produtivitas. Membangun satu elompo pengambil eputusan, terutama para paar, bias sangat mahal. Komputerisasi bias menurangi uuran elompo da memunginan 130
para anggotanya untu berada diberbagai loasi yang berbeda-beda. 2.4. Komponen-omponen Sistem Penduung Keputusan Apliasi DSS dapat terdiri dari subsistem seperti ditunjuan pada Gambar 1. Gambar 1 Karateristi dan emampuan SPK Sumber : Turban, Aronson, Liang, 2005,141 a. Subsistem pengelolaan data (database) Sub sistem pengelolaan data (database) merupaan omponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasian dalam sebuah basis data yang diorganisasian oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System). b. Sub sistem pengelolaan model (model base) Keunian dari SPK adalah emampuannya dalam mengintegrasian data dengan modelmodel eputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tida mampu mencerminan seluruh variabel alam nyata, sehingga eputusan yang diambil tida sesuai dengan ebutuhan oleh arena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatian dan harus dijaga flesibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatian adalah pada setiap model yang disimpan hendanya ditambahan rincian eterangan dan penjelasan yang omprehensif mengenai model yang dibuat. c. Subsistem pengelolaan dialog (user interface) Keunian lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasian sistem yang terpasang dengan pengguna secara interatif, yang dienal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasian sehingga pengguna dapat beromuniasi dengan sistem yang dibuat. (Turban, Aronson, Liang, 2005,143) Qur an (MTQ) Tingat Nasional yang untu pertama alinya diadaan di UjungPandang. Disamping itu, merea berdua, bersama KH.Zaini Miftah, KH. Ali Masyhar dan Prof. Dr. H.A. Muti Ali pada 23 Januari 1970 membentu Yayasan Ihya Ulu,muddin, yang setahun emudian merintis berdirinya perguruan Tinggi Ilmu Al Qur an (PTIQ), sebuah perguruan tinggi yang secara husus mengajaran seni baca dan menghafal Al Qur;an serta ilmu-ilmu yang ada didalamnya. Pada bulan Ramadhan tahun 1968, MTQ dilembagaan secara nasional oleh KH. Muhammad Dahlan dan untu ali pertama diselenggaraan di Maassar (Sulawesi Selatan). Kala itu hanya melombaan tilawah dewasa saja yang melahiran Qari Ahmad Syahid dari Jawa Barat dan Muhammadong Dari Sulawesi Selatan. Khusus untu MTQ Wartawan (peerja jurnalis bai ceta maupun eletroni) diselenggaraan secara rutin tiga tahun seali. 2.6. Metode Simple Addtive Weighting (SAW) Metode SAW sering juga dienal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating inerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhan proses normalisasi matris eputusan (X) e suatu sala yang dapat diperbandingan dengan semua ranting alternatif yang ada. X ij Max X ij jia j adalah atribut euntungan (benefit) r ij = i Min X ij jia j adalah atribut biaya (cost) Keterangan : r ij x ij X ij = nilai rating inerja ternormalisasi = nilai atribut yang dimilii dari setiap riteria Max x ij Min x ij Benefit terbai Cost = jia nilai terecil adalah terbai Dimana r ij adalah rating ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,,m dan j=1,2,,n. Nilai prefensi untu setiap alternatif (Vi) diberian sebagai : = nilai terbesar dari setiap riteria = nilai terecil dari setiap riteria = jia nilai terbesar adalah nilai 2.5. MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur an) Musabaqoh Tilawatil Qur an adalah lomba V i = membaca Al Qur an dengan lagu. KH.Muhammad Keterangan : Dahlan (Menteri Agaman RI, 1976 1971), bersama Vi = ranging untu setiap alternatif Prof. KH. Ibrahim Hossen adalah pemraarsa W j = nilai bobot dari setiap riteria pertama penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil r ij = nilai rating inerja ternormalisasi 131
Nilai Vi yang lebih besar mengidentifiasian bahwa alternatif Ai lebih terpilih. Sumber : Jurnal Destriyana Darmastuti 3. ANALISA MASALAH 3.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisis sistem merupaan tahap yang bertujuan untu memahami sistem, mengetahui eurangan sistem, dan menentuan ebutuhan sistem yang lama. Dengan menganalisis masalah dan menganalisis prosedur sistem yang sedang berjalan, maa dapat dijadian sebagai dasar perancangan dan perbaian pada sistem yang baru agar dapat menjadi sebuah sistem yang lebih efetif dan efesien. Dalam selesi penentuan peserta pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an merupaan diadaan dalam setahun seali yang biasanya diadaan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan peserta Musabagoq Tilawatil Qur an dalam pengambilan eputusan sebelumnya masih memerluan watu yang cuup rumit dan watu yang tida sebentar. Dalam menentuan eputusan penentuan peserta yang diterima atau tida diterima, panitia harus mengurutan nilai selesi calon peserta dari setiap elurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Hal ini membuat panitia sediit esulitan dalam pengambilan eputusan. Oleh arena itu aan dibangun sistem penduung eputusan dalam membantu menentuan apaah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an diterima atau tida secara objetif. 3.2. Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Di dalam menggunaan metode simple additive weighting diperluan riteria-riteria dan bobot untu melauan perhitungan sehingga aan didapat altenatif terbai. Ada 5 atribut (riteria) pengambilan eputusan, yaitu: C 1 = Lagu Pertama C 2 = Jumlah Lagu C 3 = Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu C 4 = Irama dan Gaya C 5 = Variasi Dari masing-masing riteria tersebut aan ditentuan bobot-bobotnya : 1. Sangat rendah (SR) = 0 2. Rendah (R) = 0.25 3. Sedang (S) = 0.50 4. Tinggi (T) = 0.75 5. Sangat tinggi = 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Lagu pertama (C 1 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel.1 : Tabel.1 Lagu Pertama (C 1 ) No Lagu Pertama Nilai 1 Tida 0.25 2 Kurang 0.50 3 0.75 4 Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Jumlah lagu (C 2 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 2 : Tabel 2 Jumlah Lagu (C 2 ) No Jumlah Lagu Nilai 1 1 0.25 2 2-3 0.50 3 4-5 0.75 4 > 5 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Peralihan eutuhan dan Tempo lagu (C 3 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 3 : Tabel 3 Kriteria Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu(C 3 ) No Peralihan Keutuhan Nilai dan Tempo Lagu 1 Tida 0.25 2 Kurang 0.50 3 0.75 4 Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria irama dan gaya (C 4 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 4 : Tabel 4 Kriteria Irama dan Gaya (C 4 ) No Irama dan Gaya Nilai 1 Tida 0.25 2 Kurang 0.50 3 0.75 4 Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria variasi (C 5 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 5 : Tabel 5 Kriteria Variasi (C 5 ) No Variasi Nilai 1 Tida 0.25 2 Kurang 0.50 3 0.75 4 Sangat 1 Adapun data hasil selesi peserta yang diajuan dapat dilihat pada tabel 6 beriut ini : Tabel 6 Data Peserta yang diajuan Kriteria g N o Alter natif Lagu Perta ma 1 Indra Kuran Ju mla h Lag u Peraliha n Keutuha n dan Tempo Lagu Ira ma dan Gay a 3 Kura ng Va ria si Kur ang 132
2 Budi man 3 Ilham Sangat 4 Helm i bai Bai 4 Kur ang Bai 6 Sangat Tida 1 Kurang Sang at Tida Kur ang Bai Kur ang Bai 3.2. Perancangan Berdasaran penentuan riteria dan perhitungan yang telah diperoleh sebelumnya, maa penulis merancang sebuah sistem penduung eputusan penentuan elayaan daerah pertanian dengan metode metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunaan sistem yang teromputerisasi. Adapun urutan langah-langah perancangan sistem yang penulis usulan adalah sebagai beriut : Gambar 2 Activity Diagram Apliasi Secara Umum Pada Gambar 3 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data peserta. 3.2. Use Case Use case merupaan fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga user atau apliasi dapat mengerti mengenai apliasi yang aan dibangun. Use Case apliasi dapat dilihat dalam gambar 1. Gambar 3 Activity Diagram Peserta Pada Gambar 4 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data riteria. Gambar 1 Use Case Sistem 3.2. Activity Diagram Activity diagram merupaan salah satu cara memodelan event-event yang terjadi dalam use case. Pada diagram ini secara ensensial mirip dengan diagram alir (Flowchart), memperlihatan aliran endali dari suatu atifitas e atifitas lainnya. Activity diagram berfungsi untu menvisualisasian, menspesifiasi, mengonstrusi, serta mendoumentasian sifat dari seumpulan obje, selain itu juga dapat digunaan memodelan aliran endali dari suatu operasi. Gambar 4 Activity Diagram Kriteria Pada Gambar 5 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data pembobotan. 133
Memilih Menu Input Data Pembobotan Input Data Pembobotan Entry Data Pembobotan Ce Data Pembobotan yang dibutuhan untu dapat menjalanan sistem tersebut. a. Sistem Operasi Windows 7 b. Microsoft Visual Studio.Net 2008 c. Phptriad 2.3 (Mysql) [tida ada] [ada] Insert Data Pembobotan [edit] [hapus] Update Data Delete Data Pembobotan Pembobotan Tida Kembali e menu utama Gambar 5 Activity Diagram Pembobotan Pada sripsi ini, sistem dibangun menggunaan Visual Basic.Net 2008, beriut merupaan implementasi sistem dari langah pertama hingga penentuan solusi. 1. Tampilan Form Login Form login berfungsi untu melauan proses login. Beriut ini merupaan tampilan dari form login. Pada Gambar 6 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data penelusuran. Memilih Menu Input Data Penelusuran Input Data Penelusuran Ce Data Penelusuran Entry Data Penelusuran [tida ada] Insert Data Penelusuran [ada] [edit] [hapus] Update Data Penelusuran Delete Data Penelusuran Gambar 7 Tampilan Form Login Tida Kembali e menu utama Gambar 6 Activity Diagram Penelusuran 4. IMPLEMENTASI Impelementasi adalah suatu tindaan atau pelasanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilauan setelah perencanaaan sudah dianggap selesai. Implementasi dari sistem penduung eputusan ini terdiri dari berbagai ebutuhan sebagai beriut : 1. Kebutuhan Hardware Dalam sebuah sistem agar dapat berjalan seperti yang diinginan tida dapat dipisahan antara hardware dan software beriut spesifiasi yang diperluan dalam merancang sistem tersebut. a. Processor Minimal Pentium IV b. Hardis Maximal 80 GB c. RAM 1 GB d. Monitor e. Keyboard f. Mouse 2. Kebutuhan Software Sistem ini agar dapat berjalan dengan lancar tida lepas dari adanya software yang jelas menduung hardware di atas, beriut software 2. Tampilan Form Menu Utama Form Menu Utama berfungsi untu menampilan form-form lain yang ada di dalam sistem. Beriut ini merupaan tampilan dari form menu utama. Gambar 8Tampilan Menu Utama 3. Tampilan Form Peserta (Alternatif) Form peserta berfungsi untu melauan penginputan data peserta atau data alternatif. Beriut merupaan tampilan dari form peserta. 134
Gambar 9 Tampilan Form Peserta Gambar 12 Form Penelusuran 7. Tampilan Form About Forim About berfungsi untu menampilan informasi mengenai penulis dan apliasi terhadap. Beriut merupaan tampilan dari form about. 4. Tampilan Form Kriteria Form riteria berfungsi untu melauan penginputan data riteria atau data. Beriut merupaan tampilan dari form Kriteria. Gambar 13 Form About Gambar 10 Form Kriteria 5. Tampilan Form Pembobotan Nilai Form Pembobotan nilai berfungsi untu melauan pembobotan terhadap semua riteria.beriut merupaan tampilan dari form pembobotan nilai riteria. Gambar 11 Tampilan Form Pembobotan Nilai 6. Tampilan Form Penelusuran Form Penelusuran nilai berfungsi untu menampilan hasil penelusuran.beriut merupaan tampilan dari form penelurusan. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasaran hasil dari penelitian yang penulis lauan mengenai implementasi metode Simple Additive Weighting untu proses penduung eputusan untu penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an yang telah dirancang, penulis dapat menulis esimpulan sebagai beriut : 1. Dengan adanya proses selesi pemenang maa aan mempermudah piha panitia dalam menentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Penerapan metode Simple Addtive Weigting dalam penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an lebih mudah arena penyelesaian nya cuup sederhana. 3. Perancangan perangat luna sistem penduung eputusan untu menentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an, diperluan adanya metode Simple Additive Weighting dan didalam penginputan serta pemrosesan diperluan software penduung yaitu Visual Basic 2008. 5.2 Saran Adapun penelitian yang penulis lauan ini masih jauh dari sempurna, oleh arena itu untu penelitian selanjutnya disaranan hal-hal sebagai beriut : 135
1. Sistem Penduung Keputusan untu penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an menggunaan metode Simple Additive Weighting dapat diembangan lagi dengan menambahan riteria-riteria lain yang dapat menduung pengambilan eputusan. 2. Metode Simple Additive Weghting diharapan dapat diimplementasian edalam perangat luna yang lebih bai sehingga mendapatan hasil yang aurat. 3. Dapat di embangan embali dengan menambahan riteria-riteria yang baru dengan menggunaan metode yang telah berjalan atau dengan membuat yang baru dengan menggunaan metode yang baru juga. 6. DAFTAR PUSTAKA [1] Kusrini, Sistem Penduung Keputusan, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi I, 2007. [2] Wahana Komputer, Visual Basic 2008, Penerbit Andi, Semarang, Edisi I, 2009. [3] Abdul Kadir, Database MySQL, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi I, 2010. [4] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, Penerbit Andi, Yogyaarta, 2005. [5] Jurnal : Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web Untu Reomendasi Pencari Kerja Terbai, Destriyana Darmaastuti, 2003. [6] Turban, Decision Support System And Iteligent Systems, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi Jilid 1, 2005. 136