#12 SIMULASI MONTE CARLO

dokumen-dokumen yang mirip
Rantai Markov Diskrit (Discrete Markov Chain)

PROSES MARKOV KONTINYU (CONTINOUS MARKOV PROCESSES)

#8 Model Keandalan Dinamis

TIN315 - Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan Materi #1 Genap 2015/2016. TIN315 - Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan

STRATEGI KEBIJAKSANAAN PERAWATAN #2

#3 PEMODELAN JARINGAN DAN SISTEM

DISTRIBUSI PROBABILITAS DAN TERMINOLOGI KEANDALAN

Materi #2 TIN315 Pemeliharaan dan Rekayasa Keandalan Genap 2015/2016

ada, apakah bisa dikatakan nilai yang didapat sudah baik atau tidak, serta mengetahui indeks keandalan ditinjau dari sisi pelanggan.

LOSS OF LOAD PROBABILITY (LOLP) INDEX UNTUK MENGANALISIS KEANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK (Studi Kasus PT Indonesia Power UBP Suralaya)

PERTEMUAN #1 PENGANTAR DAN PENGENALAN PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT316 PEMELIHARAAN DAN REKAYASA KEANDALAN

Bab IV Simulasi Metode Monte Carlo Mengatasi Masalah dalam Distribusi Data

Seminar TUGAS AKHIR. Fariz Mus abil Hakim LOGO.

PEMBANGKIT BILANGAN ACAK (Random Number Generator)

Teknik Simulasi Untuk Memprediksi Keandalan Lendutan Balok Statis Tertentu

PENERAPAN METODE INTEGRASI MONTE CARLO PADA LEMBARKERJA EXCEL. Implementattion of Monte-Carlo Integration Method in Excel Worksheet

Dasar-dasar Simulasi

LOSS OF LOAD PROBABILITY (LOLP) INDEX UNTUK MENGANALISIS KEANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK (Studi Kasus PT Indonesia Power UBP Suralaya)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), ( X Print) B 1

KAJIAN DATA KETAHANAN HIDUP TERSENSOR TIPE I BERDISTRIBUSI EKSPONENSIAL DAN SIX SIGMA. Victoria Dwi Murti 1, Sudarno 2, Suparti 3

BAB 3 PEMBANGUNAN MODEL SIMULASI MONTE CARLO. Simulasi Monte Carlo merupakan salah satu metode simulasi sederhana yang

SIMULASI Kendalan (Reliability Simulation)*

MODIFIKASI METODE LINEAR CONGRUENTIAL GENERATOR UNTUK OPTIMALISASI HASIL ACAK

Studi Analisis Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Surabaya Menggunakan Metode Latin Hypercube Sampling

PEMILIHAN KEBIJAKAN SISTEM PENGGANTIAN SPARE PART PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOOD DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI

KEANDALAN DATA CENTER BERDASARKAN SISTEM TIER CLASSIFICATIONS. Irham Fadlika

STUDI DAN IMPLEMENTASI WATERMARKING CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI HASH

PEMBANGKIT BILANGAN ACAK

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PEMELIHARAAN PENCEGAHAN BERDASARKAN ALOKASI DAN OPTIMASI KEHANDALAN PADA PERALATAN SEKSI PENGGILINGAN E

Perencanaan Jadwal Perawatan Pencegahaan untuk Mengurangi Laju Biaya Pemeliharaan Komponen Bearing C3

Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi

Modul 14. PENELITIAN OPERASIONAL I MODEL SIMULASI. Oleh : Eliyani PROGRAM KELAS KARYAWAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

PEMBANGKIT RANDOM VARIATE

BAB 1 PENDAHULUAN. Hampir semua fenomena di dunia ini memiliki beberapa ketidakpastian,

Simulasi Monte Carlo

Evaluasi Deviasi dari Aproksimasi Frekuensi Kejadian Perawatan Korektif dan Preventif

PENAKSIRAN PARAMETER REGRESI LINIER DENGAN METODE BOOTSTRAP MENGGUNAKAN DATA BERDISTRIBUSI NORMAL DAN UNIFORM

PENDEKATAN INVERSE-TRANSFORM RANDOM VARIATE GENERATOR BERBASIS DISTRIBUSI GEOMETRI PADA PENGACAKAN RANDOM SAMPLING

4.1.7 Data Biaya Data Harga Jual Produk Pengolahan Data Penentuan Komponen Kritis Penjadualan Perawatan

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III ISSN: X Yogyakarta, 3 November 2012

PRODI S1 STATISTIKA FMIPA-ITS RENCANA PEMBELAJARAN Teknik Simulasi Kode/SKS: SS / (2/1/0) Dosen : NI, PPO Semester : V

Journal of Informatics and Technology, Vol 1, No 4, Tahun 2012, p 1-8

PEMODELAN BILANGAN ACAK DAN PEMBANGKITANNYA. Pemodelan & Simulasi

Sistem Pengemudian Otomatis pada Kendaraan Berroda dengan Model Pembelajaran On-line Menggunakan NN

PENENTUAN PROSENTASE CALON MAHASISWA BARU YANG AKAN MENDAFTAR ULANG DENGAN BANTUAN SIMULASI MONTE CARLO

Sampling dengan Simulasi Komputer

Membangkitkan Data Klaim Individu Pemegang Polis Asuransi Kendaraan Bermotor Berdasarkan Data Klaim Agregat

TENTANG UTS. Penentuan Cadangan, hal. 1

Pembangkitan Bilangan Acak dengan Memanfaatkan Fenomena Fisis

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE MONTE CARLO. Pemodelan & Simulasi TM11

Analisa Keandalan Struktur Akibat Beban Gelombang Pada Kapal Perang Tipe Corvette

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI SURAT KETERANGAN PERUSAHAAN LEMBAR PENGAKUAN PERSEMBAHAN

Percobaan Perancangan Fungsi Pembangkit Bilangan Acak Semu serta Analisisnya

SIMULASI MONTE CARLO RISK MANAGEMENT DEPARTMENT OF INDUSTRIAL ENGINEERING

PembangkitVariabelRandom

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI UNTUK MENENTUKAN OVERAL RELIABILITY DAN AVAILABILITY JARINGAN MESIN DALAM SISTEM PRODUKSI

Program Studi S1 Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

Analisis Model dan Simulasi. Hanna Lestari, M.Eng

TEKNIK SIMULASI. Nova Nur Hidayati TI 5F

ESTIMASI INTERVAL KEPERCAYAAN (CONFIDENCE INTERVAL) PARAMETER MODEL PROSES GEOMETRIK WEIBULL PADA ANALISIS UJI HIDUP UNTUK DATA TERSENSOR TIPE II

BILANGAN ACAK (RANDOM NUMBER)

MODEL REGRESI DATA TAHAN HIDUP TERSENSOR TIPE III BERDISTRIBUSI EKSPONENSIAL. Jln. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) F-312

Aplikasi Teori Bilangan Bulat dalam Pembangkitan Bilangan Acak Semu

Studi Keandalan Sistem Distribusi 20kV di Bengkulu dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

PREDIKSI LUASAN LUMPUR DENGAN TIME SERIES MENGGUNAKAN SIMULATED ANNEALING

BAB IV SIMULASI MONTE CARLO

Analisis Keandalan Mechanical Press Shearing Machine di Perusahaan Manufaktur Industri Otomotif

Kemungkinan Terjadinya Retak pada Balok Pratekan Full Prestressing ABSTRAK

STUDI PENEMPATAN SECTIONALIZER PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG KELINGI UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN

Analisa Keandalan Jaringan Distribusi Wilayah Surabaya Menggunakan Metode Monte Carlo Agung Arief Prabowo

SATUAN ACARA PERKULIAHAN PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ELEKTRO PROGRAM PASCASARJANA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

OPTIMASI PERAWATAN STONE CRUSHER MENGGUNAKAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM)

ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI LOG-LOGISTIK PADA DATA SURVIVAL TERSENSOR TIPE II

RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE DALAM PERAWATAN F.O. SERVICE PUMP SISTEM BAHAN BAKAR KAPAL IKAN

Monte Carlo. Prihantoosa Toosa

PEMODELAN DAN SIMULASI DALAM MENENTUKAN JUMLAH PENJUALAN PRODUK MOTOR DENGAN METODE MONTE CARLO. Eka Iswandy 1 Novinaldi 2 ABSTRACT

Pengembangan Model Simulasi, oleh Hotniar Siringoringo 1

Distribusi Peluang Kontinyu STATISTIK INDUSTRI 1. Distribusi Peluang Kontinyu. Distribusi Diskrit Uniform. Distribusi Diskrit Uniform 17/12/2014

ANALISA KEANDALAN PADA PERALATAN UNIT PENGGILINGAN AKHIR SEMEN UNTUK MENENTUKAN JADWAL PERAWATAN MESIN (STUDI KASUS PT. SEMEN INDONESIA PERSERO TBK.

(Risk Analysis Simulator)

BAB II LANDASAN TEORI

Gambar 3.1 Diagram Alir Sistematika Pemecahan Masalah

Peningkatan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik 20 kv PT. PLN (Persero) APJ Magelang Menggunakan Static Series Voltage Regulator (SSVR)

PENENTUAN INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN SUB-SUB SISTEM MESIN HEIDELBERG CD 102 DI PT. X

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Simulation. Prepared by Akhid Yulianto, SE, MSC (Log) Based on Anderson, Sweeney, and Williams Thomson ΤΜ /South-Western Slide

#6 FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

PENERAPAN ALGORITMA STEEPEST ASCENT HILL CLIMBING DAN LINEAR CONGRUENT METHOD (LCM) DALAM GAME SLIDE PUZZLE PENGENALAN SEMBILAN SUNAN BERBASIS ANDROID

4. BILANGAN ACAK dan Pembangkitannya

PERHITUNGAN PLANT RELIABILITY DAN RISIKO DI PABRIK PHONSKA PT.PETROKIMIA GRESIK

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXIV Program Studi MMT-ITS, Surabaya 23 Januari 2016

BAB V KESIMPULAN. Wajah pada Subruang Orthogonal dengan Menggunakan Laplacianfaces

Suatu sistem tenaga listrik memiliki unit-unit pembangkit yang bertugas menyediakan daya dalam sistem tenaga listrik agar beban dapat terlayani.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Penduga OLS, Penduga GLS, Autokorelasi, Regresor Bersifat Stokastik

Transkripsi:

#12 SIMULASI MONTE CARLO 12.1. Konsep Simulasi Metode evaluasi secara analitis sangat dimungkinkan untuk sistem dengan konfigurasi yang sederhana. Untuk sistem yang kompleks, Bridges [1974] menyarankan untuk menggunakan teknik simulasi yang dikenal dengan simulasi Monte Carlo yang terdiri dari sebuah model matematis yang di set di dalam program komputer dan dengan menggunakan random sampling dari distribusi kegagalan dan distribusi reparasi dari masing-masing komponen yang ada di dalam sistem, reliability dan availability dari sistem dapat diprediksi. Random sampling merupakan hasil dari random number generator. Random sampling ini kemudian dimanfaatkan untuk melakukan penilaian reliability dan availability atau parameter lain yang dikehendaki. Keuntungan dan kekurangan teknik simulasi bila dibandingkan dengan teknik analitis adalah sebagai berikut. Waktu yang diperlukan untuk solusi secara analitis umumnya relatif lebih singkat sedangkan untuk simulasi relatif lebih lama. Hal ini tidak menjadi masalah untuk simulasi yang dilakukan dengan komputer yang mempunyai kecepatan dan memori yang lebih besar. Pemodelan secara analitis akan selalu memberikan hasil numeric yang sama untuk sistem, model, dan satu set data yang sama, sedangkan hasil dari simulasi tergantung dari random number generator yang dipakai dan jumlah simulasi yang dilakukan. Hasil dari pendekatan secara analitis yang konsisten membangkitkan keyakinan bagi user tetapi mungkin juga menjadi tidak realistik. Model yang dipergunakan untuk pendekatan secara analitis biasanya merupakan penyederhanaan dari sebuah sistem, dan terkadang terlalu disederhanakan sehingga menjadi tidak realistik. Sedangkan teknik simulasi dapat melibatkan dan menyimulasikan semua karakteristik sistem yang diketahui. Teknik simulasi dapat memberikan output parameter dengan range yang sangat luas termasuk semua momen dan probability density function yang lengkap, sedangkan output dari metode analitis biasanya terbatas hanya pada expected value. Hal. 1 / 6

12.2. Random Number Generator Random number merupakan hal terpenting untuk semua teknik simulasi. Sebuah random number yang uniform mempunyai nilai yang terdistribusi secara uniform pada interval (0,1), yaitu variable dapat berniali sembarang antara 0 dan 1 dengan kemungkinan yang sama. Random number dapat diciptakan dengan sebuah computer digital dengan menggunakan algotima deterministik yang dikenal dengan random number generator. Karena random number dihasilkan mengikuti algoritma matematis tertentu, maka random number tersebut tidaklah benar-benar berupa random number dan oleh karena itu disebut dengan pseudo-random number. Random number generator harus memnuhi persyaratan minimal untuk dapat dipakai untuk menghasilkan random number. Berikut ini beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh random number generator. Random number yang dihasilkan harus terdistribusi secara uniform dan acak. Harus memiliki periode yang panjang sebelum urutan random number yang dihasilkan terulang kembali. Harus memiliki kemampuan reproduksi sehingga sequence yang sama dapat diulangi. Harus memiliki efisiensi dalam metode perhitungannya. Algoritma populer yang sering dipakai untuk menghasilkan random number adalah congruential generator dimana random number yang baru Xi+1 dalam satu urutan dihitung dari random number yang terdahulu Xi dengan menggunakan persamaan: X i+1 = AX i + C mod B (12.1) dengan: A = pengali (multiplier). B = modulus. C = pertambahan. Hal. 2 / 6

12.3. Konversi Uniform Random Number Serangkaian random number yang dihasilkan dari random number generator merupakan basis untuk data input yang diperlukan untuk simulasi Monte Carlo. Random number yang uniform terkadang dapat langsung dipakai untuk beberpa jenis simulasi. Untuk kasus simulasi evaluasi relibility, random number ini harus dikonversi ke distribusi non-uniform yang lain sebelum proses simulasi dapat dilakukan. Metode transformasi invers (inverse transformation method) merupakan salah satu metode yang dapat dipakai untuk mengkonversi uniform random number ke distribusi yang lain. Sedangkan distribusi dari fungsi invers yang diperoleh dari pengkonversian suatu distribusi tertentu, dapat ditentukan sebagai berikut. Misalkan T menyatakan variabel random dengan cumulative distribution function F T T, yang nilainya terus naik untuk semua t, sedemikian rupa sehingga F T y secara unik ditentukan oleh semua nilai y ε 0,1, dan lebih jauh Y = F T T. Maka cumulative distribution function F Y y dari Y dapat diperoleh dengan: F Y y = P Y y = P F T T y F Y y = P T F T y = F T F T y = y untuk 0 < y < 1 (12.1) Dari sini terlihat bahwa Y = F T T memiliki distribusi uniform antara (0,1). Ini menyatakan bahwa jika variabel Y memiliki distribusi uniform antara (0,1) maka T = F T y memiliki distribusi yang sama dengan fungsi distribusi F T T. 12.4. Algoritma Simulasi Untuk memberi ilustrasi bagaiman simulasi monte carlo dipakai utnuk menganalisa dan mendapatkan indeks keandalan sistem, berikut ini akan diberikan sebuah contoh sederhana tentang perbandingan bagaimana mengevaluasi indeks keandalan sebuah komponen dengan metode analitis dan simulasi. Hal. 3 / 6

Berikut ini beberapa buah contoh permasalahan simulasi keandalan sistem, berikut algoritma untuk menyimulasikan system yang terdiri dari dua komponen dengan konfigurasi seri, paralel dan standby. Sedangkan untuk sistem yang lebih kompleks, algoritma simulasi dapat dikembangkan dari algoritma yang akan dibahas berikut ini. 12.4.1. Algoritma Konfigurasi Seri Untuk Sistem Non-Repairable System Langkah3: Generate dua buah random number, yang pertama untuk komponen 1 dan yang kedua unutk komponen kedua. Konversi random number menjadi variabel random waktu, T, untuk masing-masing komponen. Jika salah satu waktu ini kurang dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu misi, hitung event ini sebagai event kegagalan. Sebaliknya, jika kedua waktu ini sama atau lebih besar dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu misi, hitung event ini sebagai event sukses. Ulangi lagkah 1 3, jumlahkan semua kegagalan dan kesuksesan, dan lanjutkan untuk jumlah simulasi yang dikehendaki. Evaluasi reliability sistem sebagai jumlah kesuksesan dibagi dengan jumlah simulasi. 12.4.2. Algoritma Konfigurasi Paralel Untuk Sistem Non-Repairable System Langkah 3: Hal. 4 / 6 Generate dua buah random number, yang pertama untuk komponen 1 dan yang kedua unutk komponen kedua. Konversi random number menjadi variabel random waktu, T, untuk masing-masing komponen. Jika salah satu waktu ini lebih dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu misi, hitung event ini sebagai event sukses. Jika kedua waktu ini kurang dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu misi, hitung event ini sebagai event kegagalan.

Ulangi lagkah 1 3, jumlahkan semua kegagalan dan kesuksesan, dan lanjutkan untuk jumlah simulasi yang dikehendaki. Evaluasi reliability sistem sebagai jumlah kesuksesan dibagi dengan jumlah simulasi. 12.4.3. Algoritma Konfigurasi Paralel Repairable System Langkah 3: Generate sebuah random number. Konversi random number menjadi variabel random waktu, T, yang merupakan waktu pengoperasian komponen. Generate sebuah random number yang baru. Konversi random number menjadi variabel random waktu, T, yang merupakan waktu yang diperlukan untuk mereparasi komponen. Ulangi langkah 1 4 untuk satu periode yang sama atau lebih besar dari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu misi. Langkah 6: Ulangi langkah 1 5. Langkah 7: Langkah 8: Bandingkan urutan dari masing-masing komponen. Jika selama misinya tidak terjadi reparasi yang overlap, misi dari sistem dapat dianggap sebagai sukses. Sebaliknya, jika terjaadi reparasi yang overlap, misi dari sistem dapat dianggap gagal. Ulangi langkah 1 7 untuk jumlah simulasi yang diinginkan. 12.4.4. Algoritma Konfigurasi Standby System Hal. 5 / 6 Buat urutan pengoperasian, dalam hal ini time to failure (TTF) dari komponen dipakai sebagai acuan, untuk komponen A. Komponen B akan langsung dioperasikan bila komponen A mengalami kegagalan. Buat urutan kedua yang berhubungan dengan waktu reparasi (TTR time to repair) yang dimulai pad saat komponen A mengalami kegagalan. Masing-masing elemen berikutnya dari urutan ini dimulai jika komponen yang sedang beroperasi mengalami kegagalan.

Langkah 3: Jika waktu reparasi TTR dari sebuah komponen lebih besar dari waktu pengoperasian TTF untuk komponen yang sedang disimulasikan, maaka sistem akan mengalami kegagalan. Ulangi lagkah 1 3 sampai waktu simulasi total sama dengan atau lebih besar dari waktu yang diperlukan untuk satu misi. Ulangi langkah 1 4 untuk jumlah simulasi yang diinginkan. Untuk sistem yang kompleks algoritma di atas dapat dipakai sebagai referensi untuk taylor-made program. 12.5. Referensi dan Bibliografi Priyanta. Dwi, [2000], Keandalan dan Perawatan, Institut Teknologi Sepuluh Nopemeber, Surabaya Billinton, R. and Ronald N. Allan, [1992], Reliability Evaluation of Engineering Systems: Concepts and Techniques, 2nd edition, Plenum Press, New York and London Bridgees, D.C., [1974], The Application of Reliability to the Design of Ships Machinery, Transaction IMarE, Vol. 86. Henley, E.J. and Hiromitsu Kumamoto, [1992], Probabilistic Risk Assessment: reliability Engineering, Design, and Analysis, IEEE Press, New York Hoyland, Arnljot and Marvin Rausand, [1994], System Reliability Theory Models And Statistical Methods, John Willey & Sons, Inc. Press, W. H., Saul A. Teukolsky, William T. Vetterling, and Brian P. Flannery, [1992], Numerical Recipes in FORTRAN: The Art of Scientific Computing, 2nd edition, Cambridge University Press, New York. Hal. 6 / 6