MAKALAH OLEH KELOMPOK II

dokumen-dokumen yang mirip
ISOMETRI DAN HASIL KALI TRANSFORMASI

GESERAN (TRANSLASI) S = M M. Dalam Bab ini akan dibahas. hasil kali dua pencerminan pada dua garis yang sejajar.

Sumber gambar:

HASIL KALI TRANSFORMASI

PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA

MAKALAH GEOMETRI TRANSFORMASI

GEOMETRI DALAM RUANG DIMENSI TIGA

( A) RUAS GARIS BERARAH

MAKALAH GEOMETRI TRANSFORMASI TENTANG GESERAN (TRANSLASI)

4. TURUNAN. MA1114 Kalkulus I 1

BUKU AJAR MATAKULIAH GEOMETRI TRANSFORMASI TINJAUAN MATAKULIAH

h maks = tinggi maksimum X maks = Jauh maksimum

Transformasi Balikan

MATERI : RUAS GARIS BERARAH (KELOMPOK V / VI.D) SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA STKIP PGRI LUBUKLINGGAU

ISOMETRI & HASIL KALI TRANSFORMASI

BAB IV ISOMETRI. i. Jika p g maka T =p. ii.

GEOMETRI RUANG 1 11/21/2015. C. Menggambar dan Menghitung Sudut. C. Menggambar dan Menghitung Sudut. Peta Konsep. Nomor W5201

TUGAS MATA KULIAH GEOMETRI TRANSFORMASI

TRANSFORMASI. 1) T(A) = A 2) Apabila P A, maka T(P) = Q dengan Q titik tengah garis. Selidiki apakah

B. A . A . P GEOMETRI RUANG 1 11/14/2015. A. Kedudukan Titik, Garis dan bidang dalam Ruang. A. Kedudukan Titik, Garis dan Bidang dalam Ruang

TURUNAN (DIFERENSIAL) Oleh: Mega Inayati Rif ah, S.T., M.Sc. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

4. TURUNAN. MA1114 Kalkulus I 1

BAB 6 RANGKAIAN KUTUB EMPAT

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1 Posisi, kecepatan, dan percepatan

SUATU CONTOH INVERSE PROBLEMS YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM TORRICELLI

Turunan Fungsi. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan ; Penggunaan Turunan untuk Menentukan Karakteristik Suatu Fungsi

GEOMETRI TRANSFORMASI SETENGAH PUTARAN

Oleh: Tjandra Satria Gunawan

TURBIN AIR A. TURBIN IMPULS. Roda Pelton

Tentang. Isometri dan Refleksi

Membangun Kode Golay (24, 12, 8) dengan Matriks Generator dan Menggunakan Aturan Kontruksi. Ikhsan Rizki K 1 dan Bambang Irawanto 2

B. A . A . P GEOMETRI RUANG 1 7/3/2015. A. Kedudukan Titik, Garis dan. bidang dalam Ruang. A. Kedudukan Titik, Garis dan. Bidang dalam Ruang

19, 2. didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis dengan b

BAB VI TURBIN AIR A. TURBIN IMPULS

4.1 Konsep Turunan. lim. m PQ Turunan di satu titik. Pendahuluan ( dua masalah dalam satu tema )

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI

ROTASI (PUTARAN) Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah GEOMETRI TRANSFORMASI yang diampuh oleh Ekasatya Aldila A., M.Sc.

A. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Komposisi Transformasi

KEDUDUKAN TITIK, GARIS, DAN BIDANG DALAM RUANG

MAKALAH GEOMETRI TRANSFORMASI MEMBAHAS TENTANG GESERAN (TRANSLASI) Kelompok VI (Enam)

TRANSFORMASI GEOMETRI

Matematika ITB Tahun 1975

Beberapa Permasalahan pada Teori Gelombang Linier. Syawaluddin Hutahean 1) Hang Tuah 2) Widiadnyana Merati 2) Leo Wiryanto 2)

STANDAR KOMPETENSI. 5. Menggunakan konsep matriks, vektor, dan transformasi dalam pemecahan masalah KOMPETENSI DASAR

KB. 2 INTERAKSI PARTIKEL DENGAN MEDAN LISTRIK

DESAIN BENTUK SUDUT SUDUT ARAH RADIAL PADA POMPA SENTRIFUGAL

STATISTICS WEEK 8. By : Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP

DIKTAT MATEMATIKA II

PENGUAT DAYA (POWER AMPLIFIER) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM UNTUK ATOM BERELEKTRON BANYAK

Jadi F = k ρ v 2 A. Jika rapat udara turun menjadi 0.5ρ maka untuk mempertahankan gaya yang sama dibutuhkan

SMA JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN XI (SEBELAS) FISIKA GERAK HARMONIK

TUGAS GEOMETRI TRANSFORMASI. Tentang. Isometri dan Sifat-sifat Isometri. Oleh : EVI MEGA PUTRI : I. Dosen Pembimbing :

Differensiasi Numerik

Seri : Modul Diskusi Fakultas Ilmu Komputer. FAKULTAS ILMU KOMPUTER Sistem Komputer & Sistem Informasi HANDOUT : KALKULUS DASAR

MAKALAH OLEH KELOMPOK I NAMA : 1. SHINTA JULIANTY 2. SITI HERLIZA 3. FATMALIZA 4. SUPRA ANTONI 5. JUNIANTY

1. Persamaan Energi Total

KOMPRESI CITRA MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Jurusan Teknik Informatika ( ) 2) Dosen Jurusan Teknik Komputer 3)

BAB III STRATIFIED CLUSTER SAMPLING

SILABUS MATA KULIAH. Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Alokasi Waktu Sumber/alat Penilaian Portofolio. geometri.

B. Hubungan Dua Lingkaran

BAB V. SIFAT GELOMBANG DARI PARTIKEL

1 Posisi, kecepatan, dan percepatan

BAB 1. FUNGSI DUA PEUBAH

Variasi Kuat Medan Gravitasi

RINGKASAN MATERI PENCERMINAN

( ) terdapat sedemikian sehingga

Relasi, Fungsi, dan Transformasi

R E S U M E TRANSFORMASI

BAB 5 DIFFERENSIASI NUMERIK

BAB II DASAR TEORI. Gambar dapat direpresentasikan ke dalam dua macam bentuk yaitu bentuk

BAB FISIKA ATOM I. SOAL PILIHAN GANDA

p da p da Gambar 2.1 Gaya tekan pada permukaan elemen benda yang ter benam aliran fluida (Mike Cross, 1987)

MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks) GERAK BENDA DALAM BIDANG DATAR DENGAN PERCEPATAN TETAP

pengukuran karakteristik I-V transistor. Kemudian dilanjutkan dengan penyesuaian (fitting) hasil tersebut menggunakan model TOM.

Limit Fungsi. Limit Fungsi di Suatu Titik dan di Tak Hingga ; Sifat Limit Fungsi untuk Menghitung Bentuk Tak Tentu ; Fungsi Aljabar dan Trigonometri

TRANSFORMASI. Suatu transfornmasi pada bidang V adalah suatu fungsi yang bijektif dengan daerah asalnya V dan daerah nilainya V juga.

KINEMATIKA PARTIKEL. Sulistyo Budhi FiAsTe (Fisika Astronomi Team) SMA N 1 Sidareja

PERTEMUAN IX PERSAMAAN BERNOULLI

PEMBEKALAN KETERAMPILAN LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GENERIK SAINS CALON GURU PADA BIDANG ASTRONOMI

Solusi Analitik Model Perubahan Garis Pantai Menggunakan Transformasi Laplace

King s Learning Be Smart Without Limits

BAB III METODE STRATIFIED RANDOM SAMPLING

Penyelesaian Model Matematika Masalah yang Berkaitan dengan Ekstrim Fungsi dan Penafsirannya

BAB III INTEGRASI NUMERIK

RENCANA MUTU PEMBELAJARAN. I. Standar Kompetensi : Dapat mengaplikasikan transformasi untuk memecahkan masalah geometri

65 Soal dengan Pembahasan, 315 Soal Latihan

HADIANI NURAZIZAH M, 2015 Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Based Science Plus Reading untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Ranah Kognitif

TURUNAN FUNGSI. 1. Turunan Fungsi

ANALISIS BIPLOT UNTUK MENGIDENTIFIKASI EKSPOR KOMODITI UTAMA PADA SUBSEKTOR HASIL INDUSTRI INDONESIA KE NEGARA TUJUAN UTAMA EKSPOR

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Al Hikmah Bandar

BAB 21 TRANSFORMASI GEOMETRI 1. TRANSLASI ( PERGESERAN) Contoh : Latihan 1.

B C D E... 2h g. =v 2h g T AB. B, y. = 2 v' =2e v 2h T BC

untuk i = 0, 1, 2,..., n

TRANSLASI BANGUN RUANG BERSISI DATAR PADA RUANG BERDIMENSI TIGA

Transkripsi:

MKLH OLEH KELOMOK II NM : 1. MRIS (4007059) 2. NOV LUKIT (4007215). SYMSURI (4007194) 4. SUDRYNTI (4007055) 5. CMELLI (4007062) ROGRM STUDI : ENDIDIKN MTEMTIK MT KULIH : GEOMETRI TRNSFORMSI DOSEN ENGMU : FDLI, S.Si.,M.d. SEKOLH TINGGI KEGURUN DN ILMU ENDIDIKN ERSTUN GURU REULIK INDONESI (STKI-GRI) LUUKLINGGU THUN 2009/2010 1

1. ISOMETRI Isometri Transformasi U merupakan Isometri jika dan anya jika untuk setiap pasan titik dan Q dipenui Q = Q denan U( ) Q = U Q. = dan ( ) Denan perkataan lain isometri adala suatu transformasi yan mempertaankan jarak (panjan suatu ruas aris). Teorema : Isometri adala kolineasi Sebua isometri bersifat : a. memetakan aris menjadi aris b. Isometri mempertaankan besar sudut. c. Isometri menawetkan kesejajaran. ukti : a. ndaikan sebua aris dan T suatu isometri Kita akan membuktikan bawa T() = adala suatu aris jua. Gambar mbil dan maka = T ( ) = T ( ) : melalui dan ada satu aris, misalnya : kan kita buktikan =.untuk ini akan dibuktikan dan. ukti mbil ( X ) artinya maka ada X seina erarti bawa X ole karena bidan kita adala bidan Euclides kita andaikan X + X =. karena itu T suatu isometri, jadi suatu transformasi T ( X ) = X, maka X =, X = X, jadi X + X =. X. searis pada, berarti lai bawa X = T ( X ). 2

ukti Maka ada Y seina T Y ) = Y (, denan Y misalnya ( ) Y rtinya Y dan Y + Y =, karena T sebua isometri maka Y = Y. Y = Y. =., seina Y + Y =, berarti.. Y. searis yan melalui dan maka ukti serupa berlaku untuk keadaan (Y) atau (Y ). Seina sebua aris maka = T ( ) adala sebua aris. Y arusla =, jika mbil sebua C C C ndaikan = T( ). = T( ). C = T ( C) Menurut (a) maka dan adala aris lurus. Ole karena C = C maka C = C sedankan =. C = C. C = C, seina C dan C Seina suatu isometri menawetkan besarnya sebua sudut.. jadi C = C a b a b Kita arus memperliatkan bawa a // b. andaikan a memoton b disebua titik jadi p ε a dan pε b. ole karena T sebua transformasi maka ada p seina T ( ) = denan ε a dan ε. ini berarti bawa a memoton b di ; jadi p

bertentanan denan yan diketaui bawa a // b. maka penandaian bawa memoton b sala jadi arusla a // b a Conto : { } Diketaui aris = ( x, y) dan aris ( x y) {, y = 2 } refleksi pada aris tentukanla persamaan aris = M ( )? enyelesaian : Ole karena adala sebua = x apabila M adala M sebua refleksi pada jadi suatu isometri maka menurut teorema aris y Q 0 x R(1,-1) (0, -) = {( x, y) } ( x y) {, y = 2 } = x y = 2x x = 0 y = 0 x = 0 y = x = 1 y = 1 y = 2x 0 = 2x 2x = x = 2, dimana y = 0 Garis akan melalui titik poton antara dan misalnya R sebab 4 M ( R) = R

Jelas bawa R = ( 1, 1) : akan pula melalui Q = M (Q) Ole karena Q = ( 2,0) maka Q = ( 0, 2) x = y y = 2x x = 2y x + 2y + = 0 x 2y = 0 Denan demikian persamaan adala : {( x, y) x 2 = 0} = y SOL ( ) ( ) 1. Jika = ( x, y) y = x dan = ( x, y) y = x tentukan persamaan aris = M ( ) enyelesaian : = (( x, y) y x) = ( x y) = (, y = x) 2 y = x y = 2x x = 0 y = 0 x = 0 y = x = 1 y = 1? y = 2x 0 = 2x 2x = x = / 2, dimana y = 0 y (0, ) R(1,1) 0 x Garis akan melalui titik poton antara dan 5

Jelas bawa R = (1,1 ) y = x y = 2x x = 2y x + 2y = 0 Maka denan demikian persamaan ( ) {( x, y) x + 2 = 0} = y adala : ( ) 2. Jika = ( x, y) dan = ( x, y) 2y = x + selidikila apaka titik ( 2, 4) pada aris = M ( ) enyelesaian :? = (( x, y) ) ( x y) x = 0 y = 0 x = 1 y = 1 y (, 2y = + ) = x x = 0 y = 0 x = 1 y = 2 terletak (1,2) 0 (1,-1) x (-2,-4) 2y = x + x = y,jadi ( x, y) { 2x + = 0} = y Substitusikan nilai x dan y : jadi Jadi titik ( 2, 4) terletak pada = M ( ) 2x = y + 2x + y = 0 2x y + = 0 ISOMETRI LNSUNG DN ISOMETRI LWN 6

Suatu transformasi dari seitia C pada seitia 11C1 yan di cerminkan pada aris. Liat ambar (a) C 1 1 2 C 1 C 2 2 C Gambar (a) 0 Gambar (a) Tampak bawa seitia C urutan kelilin adala C adala berlawanan ara denan putaran jarum jam, maka pada petanya yaitu seitia 1 1C1 urutan kelilin C adala sesuai denan putaran jarum jam. ada ambar (a) diatas ada jua suatu isometri yaitu suatu rotasi yan menelilini sebua titik O. ada seitia C urutan C adala berlawanan ara denan putaran jarum jam maka petanya pada yaitu pada seitia 2 2 C 2 urutan kelilin 2 2 C2 tetap berlawanan denan putaran jarum jam. KONSE ORIENTSI TIG TITIK YNG TK SEGRIS. ndaikan (. ) 1 2. anda titik yan tak searis. Maka melalui 1. 2. 7 ada tepat satu linkaran l kita dapat menelilini l misalnya pada p1 kemudian sampaidi. 2 dan akirnya kembali ke 1. apabila ara kelilin ini sesuai denan putaran jarum jam, maka dikatakan bawa anda lima titik (. ) memiliki orientasi yan sesuai denan putaran jarum jam 1 2. (atau orientasi yan neative). pabila ara kelilin itu berlawanan denan ara putaran jarum jam, maka dikatakan bawa anda tia titik (. ) memiliki orientasi yan berlawanan 1 2. denan putaran ara jarum jam.( orientasi yan positif ).

Jadi pada ambar (a) ( C ) memiliki orientasi positif sedankan ( ) memiliki 1 1C1 orientasi neatif. ada ambar (b) orientasi ( C ) adala positif dan orientasi ( ) tetap 2 2C2 positif. Jadi pencerminan pada ambar (a) menuba orientasi sedankan putaran pada ambar (b) menawetkan orientasi. Definisi : Suatu transformasi dinamakan lansun apabila transformasi itu menawetkan orientasi: suatu transformasi dinamakan transformasi lawan apabila transformasi itu menuba orientasi. Sala satu yan pentin dalam eometri transformasi kita. 2.. Hasil Kali Transformasi Definisi : Misalkan F dan G dua transformasi denan F : V V dan G : V V maka komposisi dari F dan G ditulis sebaai ( G F )( ) = G( F( ) ), V o. Fo G yan didefinisikan ndaikan T 1, T2, T transformasi transformasi. Kita dapat menyusun terlebi daulu asil kali T2ο T1 kemudian dikalikan denan T. untuk asil kali transformasi ini kita tulis sebaai T ( T2. T1 ) Jadi andaikan = T ( ). = T ( ). = T ( ) Maka [ T T. T )]( ) = T [ T T ( )] ( 2 1 2 1 1 2 = T = T [ T ( 1 (1)) ] 2 T [ T ( )] 2 = T ( = " ) Kita jua dapat menalikan sebaai berikut : 8

( ( TT ) T )( ) = ( T T [ T ( )]) 2 1 = ( TT )( ) = T [ T ( )] 2 = T ( = " ) " Jika asil kali bersifat asosiatif, kita dapat jua menatakan bawa T = (T2T 1) = (TT2 )T1 TT2 T1 9