PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

dokumen-dokumen yang mirip
Pemrograman dan Metode Numerik (Untuk Fisika) Fahrudin Nugroho

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

Modul Praktikum Analisis Numerik

Ilustrasi Persoalan Matematika

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

Akar-Akar Persamaan. Definisi akar :

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

Modul Praktikum Analisis Numerik

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR

Oleh Dr. Fahrudin Nugroho Dr. Iman Santosa

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

Modul 5. METODE BIDANG-PARUH (BISECTION) untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

PERBANDINGAN BEBERAPA METODE NUMERIK DALAM MENGHITUNG NILAI PI

TUGAS KOMPUTASI SISTEM FISIS 2015/2016. Pendahuluan. Identitas Tugas. Disusun oleh : Latar Belakang. Tujuan

Pengantar Metode Numerik

1 Penyelesaian Persamaan Nonlinear

Menemukan Akar-akar Persamaan Non-Linear

Modul 8. METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL. A. Pendahuluan

Perulangan, Percabangan, dan Studi Kasus

Pertemuan 7. Tipe Data Sederhana

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental

Course Note Numerical Method Akar Persamaan Tak Liniear.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) METODE NUMERIK

BAB II LANDASAN TEORI

Persamaan Non Linier

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014

Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari. Contoh :

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam, Banda Aceh

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

Implementasi Teknik Bisection Untuk Penyelesaian Masalah Nonlinear Break Even Point

PERBANDINGAN SOLUSI SISTEM PERSAMAAN NONLINEAR MENGGUNAKAN METODE NEWTON- RAPHSON DAN METODE JACOBIAN

2 Akar Persamaan NonLinear

BAB 2 Solusi Persamaan Fungsi Polinomial Denition (Metoda numeris) Metoda numeris adalah suatu model pendekatan dengan menggunakan teknik-teknik

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

Implementasi Metode Jumlah Riemann untuk Mendekati Luas Daerah di Bawah Kurva Suatu Fungsi Polinom dengan Divide and Conquer

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH AKAR PERSAMAAN TAK LINEARPADA MATA KULIAH METODE NUMERIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

Pencarian Akar pada Polinom dengan Kombinasi Metode Newton-Raphson dan Metode Horner

Metode Numerik. Muhtadin, ST. MT. Metode Numerik. By : Muhtadin

Pemrograman Dasar C. Minggu 6

BAB I ARTI PENTING ANALISIS NUMERIK

Hendra Gunawan. 13 September 2013

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN MATERI DECISION DWI SETIYA NINGSIH. November 16, Page 1 of 16 PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN MATERI

Mata Kuliah GELOMBANG OPTIK TOPIK I OSILASI. andhysetiawan

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

RESUME ALGORITMA MERGE SORT DAN REKURENS

SolusiPersamaanNirlanjar

PAM 252 Metode Numerik Bab 4 Pencocokan Kurva

BAGIAN A. PILIHAN GANDA Silanglah Jawaban yang Benar Pada Lembar Jawaban. Jawaban benar bernilai 3, salah atau kosong bernilai 0.

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

Tipe Data, Variabel, Input/Output

Ian Sommerville 2004 Software Engineering, 7th edition. Chapter 1 Slide 1

TUGAS MATA KULIAH ALGORITMA PEMROGRAMAN 3

Fungsi 1. Ekohariadi FT Unesa

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-1

Aliran Kendali (Flow Control)

Jurnal MIPA 36 (2): (2013) Jurnal MIPA.

BAB I PENDAHULUAN. analitik, misalnya persamaan berikut sin x 7. = 0, akan tetapi dapat

Operator Precedence dan Associativity DASAR PEMROGRAMAN. JULIO ADISANTOSO Departemen Ilmu Komputer IPB. Pertemuan 2

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

Analisis Riil II: Diferensiasi

PAM 573 Persamaan Diferensial Parsial Topik: Metode Beda Hingga pada Turunan Fungsi

APLIKASI ANALISIS TINGKAT AKURASI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER DENGAN METODE BISEKSIDAN METODE NEWTON RAPHSON

Pemrograman I Bab III Tipe Data, Variabel, dan Operasi Perhitungan. Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom. Universitas Komputer Indonesia

Algoritma dan Struktur Data Tahar Agastani Teknik Informatika UIN

Pengambilan Keputusan DASAR PEMROGRAMAN

BAHASA PEMROGRAMAN C LANGUAGE

Persamaan Non Linier 1

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 10 Maret 2010

temperatur T di pusat bola setelah t detik sebagai : T(t) = 100 ( sinλ ) ( ) n =

1-x. dimana dan dihubungkan oleh teorema Pythagoras.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II OPERASI BERSYARAT DAN PERULANGAN

Pemrograman I Bab V Percabangan. Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom. Universitas Komputer Indonesia

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PENDIDIKAN KARAKTER

BAB II PENGANTAR SOLUSI PERSOALAN FISIKA MENURUT PENDEKATAN ANALITIK DAN NUMERIK

Metode Numerik. Persamaan Non Linier

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-2

MODIFIKASI METODE NEWTON DENGAN KEKONVERGENAN ORDE EMPAT. Yenni May Sovia 1, Agusni 2 ABSTRACT

III PEMBAHASAN. Berdasarkan persamaan (2.15) dan persamaan (2.16), fungsi kontinu dan masing-masing sebagai berikut : dan = 3

PENYELESAIAN PERSAMAAN NONLINIER DENGAN METODE MODIFIKASI BAGI DUA

TINJAUAN PUSTAKA. diketahui) dengan dua atau lebih peubah bebas dinamakan persamaan. Persamaan diferensial parsial memegang peranan penting di dalam

Ëalah satu masalah yang paling umum ditemui di dalam matematika dan teknik adalah mencari akar suatu persamaan; yakni jika diketahui

METODE ITERASI BARU BERTIPE SECANT DENGAN KEKONVERGENAN SUPER-LINEAR. Rino Martino 1 ABSTRACT

BANK SOAL METODE KOMPUTASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Modul Dasar dasar C. 1. Struktur Program di C++

Transkripsi:

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA Bahan Ajar 5: Permasalahan Akar Suatu Fungsi (Minggu ke-9 dan ke-10) PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024 Oleh Dr. Fahrudin Nugroho Dr. Iman Santosa Didanai dengan dana BOPTN P3-UGM Tahun Anggaran 2013 November 2013

BAB 6 Permasalahan Akar Fungsi Pada bab 6 ini akan mulai dibahas mengenai suatu metode numerik yang didasarkan pada matematika diskret dan algoritma dan pemrograman yang telah dibahas pada bab yang telah lalu. Lebih lanjut akan disajikan pula suatu permasalahan fisis yang dapat diselesaikan melalui metode numerik yang dimaksud. Topik yang akan disajikan pada bab ini adalah permasalahan akar fungsi yang merupakan permasalahan yang cukup fundamental dalam matematika. Suatu nilai disebut sebagai akar dari sebuah fungsi jika nilai tersebut menghasilkan luaran 0 (nol) saat dimasukan ke dalam fungsi yang dimaksud. Oleh karenanya permasalahan akar ini seringkali disebut sebagai pencarian titik nol. Untuk suatu fungsi linear maka nilai akar (titik nol) baginya dapat diperoleh dengan mudah, oleh karenanya dalam bab ini akan dibahas mengenai pencarian akar pada fungsi-fungsi yang tak linear. Banyak contoh fungsi yang tak linear dalam metematik diantaranya adalah fungsi polinom dan fungsifungsi trigonometrik. Untuk jenis fungsi-fungsi nonlinear tersebut terdapat beberapa metode numerik dapat digunakan untuk memperoleh nilai akarnya, berikut adalah beberapa metode yang dimaksud. 6.1 Metode Bisection Metode bisection merupakan metode paling sederhana bagi penyelesaian akar fungsi tak linear pada suatu interval yang diketahui. Kelebihan dari metode ini adalah bisa digunakan bagi sembarang fungsi termasuk pada suatu fungsi-fungsi yang tidak bisa diselesaikan secara analitik. Berdasarkan namanya seseungguhnya kita bisa menebak secara intuitif maksud dari metode ini, yaitu jika pada suatu interval tertentu terdapat suatu akar dari fungsi maka interval tersebut dibagi menjadi dua interval baru. Lalu dapat

dipastikan diantara kedua interval yang terbentuk tersebut terdapat satu interval yang memuat akar (titik nol) fungsi. Gambar 1: Ilustrasi pencarian titik nol dengan metode bisection. Pertama asumsikan bahwa pada interval x = a dan x = c atau dapat dituliskan [a,c] dan terdapat satu buah akar bagi sebuah fungsi seperti ditunjukan gambar di atas (perhatikan panah biru pada gambar). Kemudian metode Bisection bekerja berdasarkan fakta bahwa tanda pada dua sisi yaitu kiri dan kanan titik nol adalah berlawanan, yaitu f(a) positif dan f(c) negatif. Maka langkah dalam metode Bisection untuk mendekati nilai akar adalah sebagai berikut: 1. Pertama membagi interval menjadi dua (Bisect) yaitu [a,b] dan [b, c] dimana b = (a + c)/2. 2. Mencari interval yang masih mengandung akar fungsi dengan cara melakukan perkalian antara f(a)f(b) dan f(b)f(c). Jika f(a)f(b) < 0 maka interval [a,b] mengandung akar fungsi. (lihat gambar 1). 3. Interval [a,b] dibagi menjadi dua lagi "di-bisect" dan prosedur pencarian interval yang mengandung akar fungsi dilakukan secara berulang.

4. Pada setiap langkah titik tengah interval akan digunakan sebagai nilai pendekatan bagi akar fungsi yang dimaksud/dicari. Setelah n langkah perulangan maka akan diperoleh!!!!!, (6.1) Nilai ini dapat digunakan untuk menentukan batas toleransi bagi program untuk melakukan iterasi sampai mencapai interval terkecil. Jika diberikan toleransi ε maka berlaku atau dapat dituliskan sebagai ε!!!!!, (6.2) n ln (!!!! ), (6.3) Sebagai contoh jika interval awal adalah [0;1] dan ε = 0.0001 maka n = 14. Quiz: Hitunglah akar fungsi berikut dengan menggunakan metode bisect pada interval [0, 2] dan toleransi ε= 0. 01 f x = e! 2 = 0, Berikut ini adalah kode program yang berdasarkan pada metode Bisection untuk menyelesaikan permasalahan persamaan di atas. #include <stdio.h> #include <math.h> double func(double x){ return exp(x) -2.0; } int main(void){ double leftpt, rightpt, midpt, epsilon = 0.0000001; double midvalue, rtvalue, root; printf("\nenter values for starting left and right points:\n");

scanf("%lf %lf", &leftpt, &rightpt); printf(" Left and right starting points are: %lf, %lf\n", leftpt,rightpt); do { midpt = (leftpt + rightpt)/2; rtvalue = func(rightpt); midvalue = func(midpt); if (rtvalue * midvalue >= 0) rightpt = midpt; else leftpt = midpt; } while ((rightpt - leftpt) > epsilon); root = (rightpt+leftpt)/2; printf("\nroot is: %15.10lf\n", root); return 0; } Ubahlah kode sumber di atas untuk mencari akar fungsi polynomial f x = x! 3x! x + 3. 6.2 Metode Newton Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan mengenai suatu metode yang sangat sederhana penyelesaian numerik bagi permasalahan pencarian akar suatu fungsi. Pada bagian ini akan dijelaskan metode yang lain yaitu metode Newton atau yang dikenal pula dengan metode Newton-Raphson. Kelebihan dari metode ini adalah dapat digunakan untuk menyeleaikan permasalahan akar kompleks dan bahkan bisa diterapkan pada persamaan-persamaan nonlinear secara simultan. Akan tetapi ada satu titik kelemahan dalam metode ini yaitu diperlukan suatu titik tebakan awal bagi nilai akar dari suatu fungsi. Metode Newton dapat diperoleh dari deret Taylor sebagai berikut: f x = f a + hf! a +!!!! f!! a +!!!! f!!!! +!!!! f! (a) (6.5)

Dimana h = x-a dan f, f, adalah beturut-turut turunan pertama, kedua dan seterusnya dari fungsi f. Untuk suatu nilai tebakan x 0 dan pendekatan dua suku pertama maka berlaku f x = 0 = f x! + x x! f! x! + O(h! ) (6.6) Dimana h = x - x 0. Dengan menyelesaikan persamaan di atas maka dapat diperoleh 0 = f x! + x x! f (x! ) (6.7)!!!!!!! = x x! f (x! ) (6.8) x = x!!!!!!!! (6.9) Yang kemudian secara suksesif dapat diperoleh kaitan: x! = x!!!!!!!!!! (6.10) Dari uraian di atas maka sesungguhnya proses pencarian akar dengan metode Newton ini dapat diilustrasikan sebagai berikut Gambar 2: Ilustrasi pencarian titik nol dengan menggunakan metode Newton. Suatu hal yang perlu diingat pada metode ini adalah diperlukan turunan bagi suatu fungsi yang ingin diketahui nilai akarnya menggunakan metode ini. Oleh karenanya tidak

sembarang fungsi dapat diselesaikan, melainkan hanya fungsi yang mempunyai turunan yang kontinyu. Quiz: Dengan menggunakan metode Newton carilah hasil akar pangkat tiga berikut x = a untuk nilai a = 155. Contoh lain program pencarian titik nol dengan metode Newton- Raphson #include <stdio.h> #include <math.h> float fung(float x); float dfung(float x);! a int main(int argc, char * argv[]) { float x0, x1, delta, tol; int i, imak; imak = 20; tol= 1.0e-4; printf("berikan masukan nilai x0 = "); scanf("%f", &x0); printf("\n"); i = 0; do { i = i + 1; x1 = x0 - fung(x0)/dfung(x0); delta = x1 - x0; if (delta < 0) delta = -delta; printf("hasil iterasi ke-%d adalah %f\n", i, x1); x0 = x1;

} while ((delta > tol) && (i < imak)); } printf("\nnilai akar = %f\n", x1); } float fung(float x) { return x*x*x-155; } float dfung(float x) { return 3*x*x; Berikut hasil luaran setelah program dijalankan Berikan masukan nilai x 0 = 4 Hasil iterasi ke-1 adalah 5.895833 Hasil iterasi ke-2 adalah 5.416902 Hasil iterasi ke-3 adalah 5.372062 Hasil iterasi ke-4 adalah 5.371686 Hasil iterasi ke-5 adalah 5.371686 Nilai akar = 5.371686 Perlu diketahui bahwa nilai tersebut merupakan nilai eksak bagi fungsi tersebut. 6.2.1 PR Berikut disajikan permasalahan _sika terkait masalah Gravitasi: Dua buah benda bermassa m 1 = 10 3 kg dan m 2 = 3 x 10 5 kg mempunyai jarak 10 km. Di antara keduanya diletakan benda lain dengan massa m 3 = 10 kg. Dengan menggunakan metode Bisection dan Newton tentukan posisi benda ketiga agar terjadi kesetimbangan gaya gravitasi padanya. Gunakanlah kode program yang telah ada pada catatan kuliah ini. 6.2.2 Metode Newton Orde Dua (Pengayaan)

Setelah memahami metode Newton-Raphson di atas ikutilah peunjuk dibawah ini untuk bisa memahami metode yang sama pada orde yang lebih tinggi yaitu orde dua 1. Ubah program kode jika sistem yang ditinjau empat muatan listrik yang sejajar. 2. Bagaimana jika dicoba suatu nilai tebakan posisi tidak diantara kedua/empat muatan 3. Bagaimana pula jika nilai tebakan sangat dekat pada satu titik muatan? 4. Ubah kode program menggunakan metode Newton Raphson orde dua sebagai berikut: X!!! = X!!(!! )!!!!!!!!!"(!! )!!!(!! ) (6.11) bandingkan hasil ini dengan metode Newton Raphson orde 1. 5. Apa yang dapat anda simpulkan dari hasil case 1 s/d 4?