SolusiPersamaanNirlanjar

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SolusiPersamaanNirlanjar"

Transkripsi

1 SolusiPersamaanNirlanjar Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I Oleh; Rinaldi Munir(IF-STEI ITB) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 1

2 RumusanMasalah Persoalan: Temukan nilai yang memenuhi persamaan f() = 0, yaitunilai= ssedemikiansehinggaf(s) = 0. Nilai = s disebutakarpersamaanf() = 0. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 2

3 Contoh persoalan dalam bidang elektronika: Suatu arus osilasi dalam rangkaian listrik diberikan oleh I = 10e -t sin(2π t) yang dalam hal ini t dalam detik. Tentukan semua nilai t sedemikan sehingga I = 2 ampere. Persoalan ini adalah mencari nilai t sedemikian sehingga: 10e -t sin(2π t) 2 = 0 Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 3

4 Metode Pencarian Akar 1. Metode tertutup(bracketing method) mencariakardidalamselang[a, b]; Selang[a, b] sudah dipastikan berisi minimal satu buah akar, karena itu metode jenis ini selalu berhasil menemukan akar.; Dengankatalain, lelarannyaselalukonvergen(menuju) keakar, karena itu metode tertutup kadang-kadang dinamakan juga metode konvergen. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 4

5 2. Metode terbuka tidak memerlukan selang[a, b] yang mengandung akar mencari akar melalui suatu lelaran yang dimulai dari sebuah tebakan(guest) awal, pada setiap lelaran kita menghitung hampiran akar yang baru. Mungkin saja hampiran akar yang baru mendekati akar sejati(konvergen), atau mungkin juga menjauhinya(divergen). Karena itu, metode terbuka tidak selalu berhasil menemukanakar, kadang-kadangkonvergen, kadangkala ia divergen Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 5

6 MetodeTertutup Diperlukan selang[a, b] yang mengandung minimal satu buah akar. Syaratcukupkeberadaanakar: Jikaf(a) f(b) < 0 danf() menerus di dalam selang[a, b], maka paling sedikit terdapatsatubuahakarpersamaanf() = 0 didalam selang[a, b]. Dengan kata lain: selang[a, b] harus berbeda tanda pada nilai-nilai fungsinya supaya terdapat minimal 1 buah akar. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 6

7 y = f() akar a b Syarat cukup keberadaan akar Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 7

8 Kondisi yang mungkin terjadi: 1. f(a)f(b) < 0, maka terdapat akar sebanyak bilangan ganjil a b a b 2. f(a)f(b) > 0, maka terdapat akar sebanyak bilangan genap (termasuk tidak ada akar) a b a b Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 8

9 Cara menentukan selang yang cukup kecil dan mengandung akar: 1. Membuat grafik fungsi di bidang X-Y, lalu melihat dimanaperpotongannyadengansumbu-x. 2. Membuat tabel yang memuat nilai-nilai fungsi padapadatitik-titikabsisyang berjaraktetap(h). Nilai h dibuat cukup kecil. (lihat contoh berikut) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 9

10 Contoh:Tabelnilai-nilaif() = e -5 2 mulaidaria = -0.5 sampaib = 1.4 dengankenaikanabsissebesarh = f() Selang-selang yang dapat dipilih dan mengandung akar: [-0.40, -0.30] [0.60, 0.70] [0.50, 0.70] Bisa dipilih, tetapi cukup lebar [-0.50, -0.20] Bisa dipilih, tetapi cukup lebar Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 10

11 Metode Tertutup ada dua: 1. Metodebagidua 2. Metoderegula-falsi Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 11

12 MetodeBagidua(bisection method) [a, b] bagi dua di = c [a, c] [c, b] f(a)f(c) < 0? ya tidak selang baru: [a, b] [a, c] selang baru: [a, b] [c, b] Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 12

13 Proses pembagian selang[a, b] dengan metode bagidua y = f() a c 0 c 1 b c 2 Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 13

14 Kondisi berhenti lelaran dapat dipilih salah satu daritigakriteriaberikut: 1. Lebarselangbaru: a -b < ε, yang dalamhalini ε adalah nilai toleransi lebar selang yang mengurung akar. 2. Nilaifungsidihampiranakar: f(c) < µ, yang dalamhalini µ adalah nilai yang sangat kecil mendekati Galatrelatifhampiranakar: (c baru -c lama )/c baru < δ, yang dalamhalini δadalahgalatrelatifhampiranyang diinginkan. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 14

15 procedure BagiDua(a,b: real); { Mencari akar f()=0 di dalam selang [a,b] dengan metode bagidua K.Awal : a dan b adalah ujung-ujung selang sehingga f(a)*f(b) < 0, nilai a dan b sudah terdefinisi. K.Akhir : Hampiran akar tercetak di layar. } const epsilon1 = ; {batas lebar selang akhir lelaran} epsilon2 = ; {bilangan yang sangat kecil, mendekati nol} begin repeat c:=(a+b)/2; { titik tengah [a,b]} if f(a)*f(c) < 0 then b:=c {selang baru [a,b]=[a,c]} else a:=c; {selang baru [a,b]=[c,b]} until (ABS(a-b)< epsilon1) or (f(c)) < epsilon2); { c adalah akar persamaan } writeln( Hampiran kar =, :10:6); End; Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 15

16 Contoh1: Temukanakarf() = e -5 2 didalamselang[0, 1] dan ε= Penyelesaian: r a c b f(a) f(c) f(b) Selang baru Lebarnya [c, b] [a, c] [a, c] [c, b] [c, b] [a, c] [c, b] [a, c] [c, b] [c, b] [c, b] [c, b] [a, c] [a, c] [c, b] [a, c] [c, b] Jadi, hampiran akarnya adalah = Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 16

17 Kasus yang Mungkin Terjadi pada Penggunaan Metode Bagidua 1. Jumlahakarlebihdarisatu Bila dalam selang[a, b] terdapat lebih dari satu akar(banyaknya akarganjil), hanyasatubuahakaryang dapatditemukan. Cara mengatasinya: gunakanselang[a,b] yang cukupkecilyang memuat hanya satu buah akar. 2. Akarganda. Metode bagidua tidak berhasil menemukan akar ganda. Hal ini disebabkan karena tidak terdapat perbedaan tanda di ujungujung selang yang baru Contoh: f() = ( - 3) 2 = ( - 3)( - 3), mempunyai dua akar yang sama, yaitu = 3. akar ganda y = f() Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 17

18 3. Singularitas. Pada titik singular, nilai fungsinya tidak terdefinisi. Bila selang [a, b] mengandung titik singular, lelaran metode bagidua tidak pernah berhenti. Penyebabnya, metode bagidua menganggap titik singular sebagai akar karena lelaran cenderungkonvergen. Yang sebenarnya, titiksingular bukanlah akar, melainkan akar semu Cara mengatasinya: periksa nilai f(b) - f(a). Jika f(b) - f(a) konvergen ke nol, akar yang dicari pasti akar sejati, y titik singular tetapi jika f(b) - f(a) divergen, akar yang dicari merupakan titik singular (akar semu). a b Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 18

19 MetodeRegula-Falsi Kelemahan metode bagidua: kecepatan konvergensinya sangat lambat. Kecepatan konvergensi dapat ditingkatkan bila nilai f(a) danf(b) jugaturutdiperhitungkan. Logikanya, bilaf(a) lebihdekatkenoldaripadaf(b) tentuakarlebihdekatke= adaripadake =b. Metode yang memanfaatkan nilai f(a) dan f(b) ini adalah metode regula-falsi(bahasa Latin) atau metode posisi palsu. (false position method) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 19

20 y = f() a b c y C B Gambar Metode Regula-falsi Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 20 A gradien garis AB = gradien garis BC ( ) ( ) c b b f a b a f b f = 0 ) ( ( )( ) ( ) ( ) a f b f a b b f b c =

21 procedure regula_falsi(a, b: real); { Mencari akar f()=0 di dalam selang [a,b] dengan metode regulafalsi K.Awal : a dan b adalah ujung-ujung selang sehingga f(a)*f(b) < 0, harga a dan b sudah terdefenisi K.Akhir : Hampiran akar tercetak di layar } const begin end; epsilon1 = ; {batas lebar selang akhir lelaran} epsilon2 = ; {bilangan yang sangat kecil, bisa diganti } repeat c:=b-(f(b)*(b-a)/(f(b)-f(a))); if abs(f(c))< epsilon2 then begin end else a:=c; b:=c; if f(a)*f(c) < 0 then else b:=c; a:=c; until ABS(a-b)< epsilon1; {selang baru [a,b]=[a,c]} {selang baru [a,b]=[c,b]} writeln( Hampiran akar :, c:10:6); {f(c) = 0, c adalah akar} Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 21

22 Secara umum, lelaran metode regula-falsi lebih cepat daripada lelaran metode bagidua Tetapi, ada kemungkinan lelaran metdoe regulasi lebih lambat Kasus seperti ini akan terjadi bila kurva fungsinya cekung (konkaf) didalamselang[a, b]. Akibatnya, garis potongnya selalu terletak di atas kurva atau atau selalu terletak di bawah kurva. y = f() a 0 a 1 =c 0 a 2 =c 1 c 2 b 0 b 1 Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 22 b 2...

23 Padakondisiyang paling ekstrim, b-a r tidak pernahlebihkecildari ε, sebabsalahsatutitikujungselang, dalamhalini b, selalutetapuntuksetiaplelaranr = 0, 1, 2,.... Titik ujung selang yang tidak pernah berubah itu dinamakantitikmandek(stagnantpoint). Pada titik mandek, b r -a r = b-a r r= 0, 1, 2,... Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 23

24 Contoh: menghitungakarf() = e -5 2 didalamselang[0, 1] dan ε= r a c b f(a) f(c) f(b) Selang baru Lebarnya [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [c,b] [a,c] Hampiran akar = Perhatikan ujung selang tidak pernah berubah, sellau[c, b]. Nilai c selalu tetap(c adalah titik mandek/stagnan) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 24

25 Untuk mengatasi hal ini, kondisi berhenti pada algoritma regula-falsi harus kita tambah dengan memeriksa apakah nilaif(c) sudahsangatkecilsehinggamendekatinol. Jadi, kondisi pada repeat-until menjadi until (ABS(a-b) < epsilon1) or (ABS(f(c)) < epsilon2) Bila perubahan ini diterapkan pada soal pencarian akar di atas dengan epsilon2 = , lelarannya akan berhentipadar = 12 denganakar = Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 25

26 Perbaikan Metode Regula-Falsi Tentukan titik ujung selang yang tidak berubah(jumlah perulangan> 1) -yang kemudianmenjadititikmandek. Nilai f pada titik mandek itu diganti menjadi setengah kalinya y = f() f(b)/2 a 0 c 0 c 1 c 2 b Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 26

27 Tabellelaranuntukmenghitungakarf() = e -5 2 didalam selang[0, 1], ε= dan δ= denganmetode perbaikan regula-falsi adalah sebagai berikut: r a c b f(a) f(c) f(b) Selang baru Lebarnya [c,b] (*/2) [a,c] [c,b] [c,b] (*/2) [a,c] [c,b] Hampiran akar = Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 27

28 MetodeTerbuka Yang ingindicariadalahyang memenuhif() = 0 Bentuk umum persamaan lelaran metode terbuka: r+1 = g( r ) ; r= 0, 1, 2, 3, Terkalahsebuahnilaiawal 0, laluhitung 1, 2, 3,... yang mudah-mudahan konvergen ke akar sejati s sedemikian sehingga f(s) 0 dans f(s) Kondisi berhenti lelaran dinyatakan bila r+1 - r < ε Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 28

29 Yang termasuk ke dalam metode terbuka: 1. Metode lelaran titik-tetap(fied-point iteration) 2. Metode Newton-Raphson 3. Metode secant Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 29

30 MetodeLelaranTitik-Tetap Metode ini kadang-kadang dinamakan juga metode lelaran sederhana, metode langsung, atau metode sulih beruntun. Susunlahpersamaanf() = 0 menjadibentuk= g(). Lalu, bentuklah menjadi prosedur lelaran r+1 = g( r ) ; r= 0, 1, 2, 3, Terkalahsebuahnilaiawal 0, laluhitung 1, 2, 3,... yang mudah-mudahan konvergen ke akar sejati. Kondisi berhenti lelaran dinyatakan bila r+1 r < ε atau r+ 1 r+ 1 r < δ Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 30

31 Contoh: Carilahakarpersamaanf() = = 0 dengan metode lelaran titik-tetap. Gunakan ε = Penyelesaian: Terdapat beberapa kemungkinan prosedur lelaran yang dapat dibentuk. (i) = 0 2 = 2+ 3 = (2+ 3) Dalamhalini, g() = (2+ 3). Prosedur lelarannya adalah r+1 = (2 r + 3). Ambilterkaanawal 0 =4 Tabel lelarannya: Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 31

32 r r r+1 - r Hampiran akar = (konvergen monoton) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 32

33 (ii) = 0 (-2) = 3 = 3/(-2) Dalamhalini, g() = 3/(-2). Prosedur lelarannya adalah r+1 = 3/( r - 2) Ambilterkaanawal 0 = 4 Tabel lelarannya: Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 33

34 i r r+1 - r Hampiran akar = (konvergen berosilasi) Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 34

35 (iii) = 0 = ( 2-3)/2 Prosedurlelarannyaadalah r+1 = ( r2-3)/2. Ambilterkaanawal 0 =4 Tabel lelarannya: i r r+1 - r Ternyata lelarannya divergen! Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 35

36 Kadang-kadanglelarankonvergen, kadang-kadangiadivergen. Adakah suatu tanda bagi kita untuk mengetahui kapan suatu lelaran konvergen dan kapan divergen? TEOREMA 3.2. Misalkan g() dan g'() menerus di dalam selang[a,b] = [s-h, s+h] yang mengandungtitiktetapsdan nilaiawal 0 dipilihdalamselangtersebut. Jika g'() < 1 untuksemua [a, b] makalelaran r+1 = g( r ) akan konvergenkes. Padakasusinis disebutjugatitikatraktif. Jika g'() > 1 untuksemua [a, b] makalelaran r+1 = g( r ) akan divergen dari s. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 36

37 Teorema 3.2 dapat kita sarikan sebagai berikut: Di dalamselangi= [s-h, s+h], denganstitiktetap, 1. jika0 < g'() < 1 untuksetiap I, makalelaran konvergen monoton; 2. jika-1< g'() < 0 untuksetiap I, makalelaran konvergen bersosilasi; 3. jikag'() > 1 untuksetiap I, makalelaran divergen monoton; 4. jikag'() < -1 untuksetiap I, makalelaran divergrn berosilasi. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 37

38 y y = y = g() y y = y = g() s 0 s 0 (a) Konvergenmonoton: 0 < g () < 1 (b) Konvergen berosilasi: 1 < g () < 0 y y = g() y = y y = y = g() s 0 s 0 (c) Divergen monoton: g () > 1 (d) Divergen berosilasi: g () < -1 Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 38

39 Analisis: 1. Prosedur lelaran pertama r + 1 = 2r + 3 ( ) = ( 2 + 3) g g' ( ) = 2 1 ( 2 + 3) Terlihat bahwa g'() < 1 untuk di sekitar titiktetaps= 3. Karenaitu, pengambilantebakanawal 0 = 4 akan menghasilkan lelaran yang konvergen sebab ( 4) = 1/ [ 2 ( 8 + 3) = g' < Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 39

40 2. Prosedurlelarankedua: r+1 = 3/( r -2) g() = 3/(-2) g'() = -3/(-2) 2 Terlihat bahwa g'() < 1 untuk di sekitar titiktetaps= 3. Karenaitu, pengambilantebakanawal 0 = 4 akan menghasilkan lelaran yang konvergen sebab g'(4) = -3/(4-2) 2 = 0.75 < 1. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 40

41 3. Prosedurlelaranketiga r+1 = ( r2-3)/2 g() = ( 2-3)/2 g'() = Terlihat bahwa g'() > 1 untuk di sekitar titiktetaps= 3. Karenaitu, pengambilantebakanawal 0 = 4 akan menghasilkan lelaran yang divergen sebab g'(4) = 4 = 4 > 1. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 41

42 Kesimpulan: ada dua hal yang mempengaruhi kekonvergenan prosedur lelaran: 1. Bentukformula r+1 = g( r ) 2. Pemilihan tebakan awal Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 42

43 Contoh: Gunakan metode lelaran titik-tetap untuk mencariakarpersamaan didalamselang [1, 2] y y = Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 43

44 Penyelesaian: (i) r+1 = ( r3 + 1)/3 Tetapi, karena g'() = 2 > 1 didalamselang[1, 2], maka prosedur lelaran ini tidak digunakan. (ii) r+1 = -1/( r2-3) Tetapi, karena g'() = 2/( 2-3) 3 > 1 didalamselang[1, 2], maka prosedur lelaran ini tidak digunakan. (iii) r+1 = 3/ r -1/ r 2 Ternyata g'() = (-3+ 2)/ 3 1 didalamselang[1, 2], yaitu, g'() naikdarig'(1) = -1 keg'(2)=-1/2. Jadi, g'() lebihkecildari1 didalamselang[1, 2]. Dengan mengambil = 1.5, prosedur lelarannya konvergen ke akar = seperti pada tabel berikut ini. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 44

45 r Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 45

46 4. Prosedurlelarankeempat: r+1 = (- r 3 + 3)/6 g() = ( )/6 g'() = - 2 /2 Terlihat bahwa g'() < 1 untuk di sekitar titiktetaps= Pemilihan 0 = 0.5 akanmenjaminlelarankonvergen sebab g'( 0 ) < 1. Untuk 0 = 1.5 dan 0 = 2.2 memangnilai g'( 0 ) > 1 tetapilelarannyamasihtetapkonvergen, namun 0 = 2.7 terlalu jauh dari titik-tetap sehingga lelarannya divergen. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 46

47 MetodeNewton-Raphson Metode Newton-Raphsonlah yang paling terkenal dan paling banyakdipakaidalamterapansainsdanrekayasa. Metodeinipaling disukaikarenakonvergensinyapaling cepatdiantarametodelainnya. Ada dua pendekatan dalam menurunkan rumus metode Newton-Raphson, yaitu: (i) penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri, (ii) penurunan rumus Newton-Raphson dengan bantuan deret Taylor. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 47

48 (a) Penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri y = g() Garis singgung kurva di i dengan gradien = f '( i ) i+1 i r + 1 = r f f ( r ) ( ) ' r Gradiengarissinggungdi r adalah y f ( r ) 0 m = f '( ) = = f '( ) r r r+ 1 r = r f ( ) r r+ 1 r+ 1 = r f f ( r ) ( ) ' r, f'( r ) 0 Rinaldi Munir- Topik Khusus Informatika I 48

49 (b) Penurunan rumus Newton-Raphson dengan bantuan deret Taylor Uraikanf( r+1 ) disekitar r kedalamderettaylor: f ( ) f ( ) + ( ) f ( ) ( ) 2 r+ 1 r r+ 1 r r+ 1 r ' r + f " < + 2 ( t), r < t r 1 yang bila dipotong sampai suku orde-2 saja menjadi f( r+1 ) f( r ) + ( r+1 - r )f'( r ) dankarenapersoalanmencariakar, makaf( r+1 ) = 0, sehingga 0 = f( r ) + ( r+1 - r ) f'( r ) atau ( r ) ( ) f r+ 1 = r f ', f'( r ) 0 r Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 49

50 Kondisi berhenti lelaran Newton-Raphson adalah bila r+1 - r < ε atau bila menggunakan galat relatif hampiran r+ 1 r+ 1 r < δ dengan εdan δ adalahtoleransigalatyang diinginkan. Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 50

51 procedure Newton_Raphson(:real); { Mencari akar persamaan f() = 0 dengan metode Newton-Raphson K.Awal : adalah tebakan awal akar, nilainya sudah terdefinisi K.Akhir: akar persamaan tercetak di layar } const epsilon = ; var _sebelumnya: real; function f(:real):real; { mengembalikan nilai f(). Definisi f() bergantung pada persoalan } function f_aksen(:real):real; { mengembalikan nilai f'(). Definisi f () bergantung pada persoalan } begin repeat _sebelumnya:=; := - f()/f_aksen(); until (ABS(-_sebelumnya) < epsilon) { adalah hampiran akar persamaan } write( Hampiran akar =, :10:6); end; Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 51

52 Contoh: Hitunglahakarf() = e -5 2 denganmetodenewton- Raphson. Gunakan ε= Tebakanawalakar 0 = 1. Penyelesaian: f() = e -5 2 f'() = e -10 ProsedurlelaranNewton-Raphson: r+ 1 = r e e Tebakanawal 0 = 1 Tabel lelarannya: Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 52

53 i r r+1 - r Hampiran akar = Rinaldi Munir - Topik Khusus Informatika I 53

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1 METODE NUMERIK TKM4104 Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER Metode pengurung (Bracketing Method) Metode Konvergen Mulai dengan terkaan awal yang mengurung atau memuat akar

Lebih terperinci

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1 METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1 METODE NUMERIK TKM4104 Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER Metode pengurung (Bracketing Method) Metode Konvergen

Lebih terperinci

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar Bernardino Madaharsa Dito Adiwidya - 13507089 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut

Lebih terperinci

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent Tommy Gunardi / 13507109 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,

Lebih terperinci

METODE NUMERIK. ROBIA ASTUTI, M.Pd. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung

METODE NUMERIK. ROBIA ASTUTI, M.Pd. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung METODE NUMERIK ROBIA ASTUTI, M.Pd. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM Metode numerik : Teknik yang di gunakan untuk memformulasikan persoalan matematika sehingga dapat

Lebih terperinci

SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR

SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR 1. Latar Belakang Dalam bidang sains dan rekayasa, para ahli ilmu alam dan rekayasawan sering berhadapan dengan persoalan mencari solusi persamaan lazim disebut akar persamaan

Lebih terperinci

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar Danang Tri Massandy (13508051) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Akar-Akar Persamaan. Definisi akar :

Akar-Akar Persamaan. Definisi akar : Akar-Akar Persamaan Definisi akar : Suatu akar dari persamaan f(x) = 0 adalah suatu nilai dari x yang bilamana nilai tersebut dimasukkan dalam persamaan memberikan identitas 0 = 0 pada fungsi f(x) X 1

Lebih terperinci

Ilustrasi Persoalan Matematika

Ilustrasi Persoalan Matematika Pendahuluan Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang fisika, kimia, ekonomi, atau pada persoalan rekayasa (engineering), seperti

Lebih terperinci

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier Mahdhivan Syafwan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Semester Genap 2016/2017 1 Mahdhivan Syafwan Metode Numerik: Persamaan Nonlinier Solusi persamaan

Lebih terperinci

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2. KOMPUTASI NUMERIS Teknik dan cara menyelesaikan masalah matematika dengan pengoperasian hitungan Mencakup sejumlah besar perhitungan aritmatika yang sangat banyak dan menjemukan Diperlukan komputer MOTIVASI

Lebih terperinci

Persamaan Non Linier

Persamaan Non Linier Persamaan Non Linier Persamaan Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant. Persamaan Non Linier penentuan akar-akar persamaan

Lebih terperinci

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier Mahdhivan Syafwan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Semester Genap 2013/2014 1 Mahdhivan Syafwan Metode Numerik: Persamaan Nonlinier Solusi persamaan

Lebih terperinci

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi BAB IV Pencarian Akar Persamaan Tak Linier i 1 Pendahuluan Salah satu masalah dalam matematika & teknik Akar dari f() adalah sehingga f() = 0. Secara geometris, ajar dari f() adalah nilai sehingga kurva

Lebih terperinci

SolusiPersamaanNirlanjar

SolusiPersamaanNirlanjar SolusiPesamaanNilanja (Bagian2) Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Infomatika I Oleh; Rinaldi Muni(IF-STEI ITB) Rinaldi Muni - Topik Khusus Infomatika I 1 MetodeSecant Posedu lelaan metode Newton-Raphson

Lebih terperinci

Persamaan Non Linier 1

Persamaan Non Linier 1 Persamaan Non Linier 1 Persamaan Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant. 2 Persamaan Non Linier Penentuan akar-akar persamaan

Lebih terperinci

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier 1 Persamaan Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant. 2 Persamaan Non Linier penentuan

Lebih terperinci

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4 METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1 Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER METODE NUMERIK TEKNIK INFORMATIKA S1 3 SKS Mohamad Sidiq MATERI PERKULIAHAN SEBELUM-UTS Pengantar

Lebih terperinci

Metode Numerik. Persamaan Non Linier

Metode Numerik. Persamaan Non Linier Metode Numerik Persamaan Non Linier Persamaan Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant. Persamaan Non Linier penentuan akar-akar

Lebih terperinci

PERSAMAAN NON LINIER

PERSAMAAN NON LINIER PERSAMAAN NON LINIER Obyektif : 1. Mengerti penggunaan solusi persamaan non linier 2. Mengerti metode biseksi dan regulafalsi 3. Mampu menggunakan metode biseksi dan regula falsi untuk mencari solusi PENGANTAR

Lebih terperinci

Persamaan Non Linier

Persamaan Non Linier Persamaan Non Linier MK: METODE NUMERIK Oleh: Dr. I GL Bagus Eratodi FTI Undiknas University Denpasar Persamaan Non Linier Metode Tabulasi Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode

Lebih terperinci

Pencarian Akar pada Polinom dengan Kombinasi Metode Newton-Raphson dan Metode Horner

Pencarian Akar pada Polinom dengan Kombinasi Metode Newton-Raphson dan Metode Horner Pencarian Akar pada Polinom dengan Kombinasi Metode Newton-Raphson dan Metode Horner Hendy Sutanto - 13507011 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci

Course Note Numerical Method Akar Persamaan Tak Liniear.

Course Note Numerical Method Akar Persamaan Tak Liniear. Course Note Numerical Method Akar Persamaan Tak Liniear. Dalam matematika terapan seringkali harus mencari selesaian persamaan yang berbentuk f() = 0 yakni bilangan o sedemikian sehingga f( o ) = 0. Dalam

Lebih terperinci

Menemukan Akar-akar Persamaan Non-Linear

Menemukan Akar-akar Persamaan Non-Linear Menemukan Akar-akar Persamaan Non-Linear Muhtadin, ST. MT. Agenda Metode Tertutup Biseksi Regula Falsi Metode Terbuka Newton Method 3 Solusi untuk Persamaan Non Linear Akar-akar dari persamaan (y = f())

Lebih terperinci

2 Akar Persamaan NonLinear

2 Akar Persamaan NonLinear 2 Akar Persamaan NonLinear Beberapa metoda untuk mencari akar ang telah dikenal adalah dengan memfaktorkan atau dengan cara Horner Sebagai contoh, untuk mencari akar dari persamaan 2 6 = 0 ruas kiri difaktorkan

Lebih terperinci

(b) M merupakan nilai minimum (mutlak) f apabila M f(x) x I..

(b) M merupakan nilai minimum (mutlak) f apabila M f(x) x I.. 3. Aplikasi Turunan a. Nilai ekstrim Bagian ini dimulai dengan pengertian nilai ekstrim suatu fungsi yang mencakup nilai ekstrim maksimum dan nilai ekstrim minimum. Definisi 3. Diberikan fungsi f: I R,

Lebih terperinci

Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014

Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014 Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014 Persamaan Dalam Matematika Persamaan Linier Persamaan Kuadrat Persamaan Polynomial Persamaan Trigonometri

Lebih terperinci

1-x. dimana dan dihubungkan oleh teorema Pythagoras.

1-x. dimana dan dihubungkan oleh teorema Pythagoras. `2. Menyelesaikan persamaan dengan satu variabel Contoh: Berdasarkan Hukum Archimedes, suatu benda padat yang lebih ringan daripada air dimasukkan ke dalam air, maka benda tersebut akan mengapung. Berat

Lebih terperinci

METODE NUMERIK. Akar Persamaan (2) Pertemuan ke - 4. Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom

METODE NUMERIK. Akar Persamaan (2) Pertemuan ke - 4. Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom METODE NUMERIK Pertemuan ke - 4 Akar Persamaan (2) Metode Akar Persamaan Metode Grafik Metode Tabulasi Metode Setengah Interval Metode Regula Falsi Metode Newton Rephson Metode Iterasi bentuk = g() Metode

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MDP

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MDP METODE NUMERIK Disusun oleh Ir. Sudiadi, M.M.A.E. Ir. Rizani Teguh, MT SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MDP 2015 Metode Numerik i KATA PENGANTAR Pertama-tama penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam matematika ada beberapa persamaan yang dipelajari, diantaranya adalah persamaan polinomial tingkat tinggi, persamaan sinusioda, persamaan eksponensial atau persamaan

Lebih terperinci

METODE NUMERIK AKAR-AKAR PERSAMAAN. Eka Maulana Dept. of Electrcal Engineering University of Brawijaya

METODE NUMERIK AKAR-AKAR PERSAMAAN. Eka Maulana Dept. of Electrcal Engineering University of Brawijaya METODE NUMERIK AKAR-AKAR PERSAMAAN Eka Maulana Dept. of Electrcal Engineering University of Brawijaya Pendekatan Pencarian Akar-akar Persamaan Metode Pencarian Akar Persamaan > Metode Pengurung - metode

Lebih terperinci

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS) 11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS) 11.1 Definisi dan Limit Fungsi Monoton Misalkan f terdefinisi pada suatu himpunan H. Kita katakan bahwa f naik pada H apabila untuk setiap x, y H dengan x < y berlaku

Lebih terperinci

Penyelesaian Persamaan Non Linier

Penyelesaian Persamaan Non Linier Penyelesaian Persamaan Non Linier Pengantar Penyelesaian Pers. Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Numerik Tabel/Biseksi/RegulaFalsi 1 Pengantar Penyelesaian Persamaan Non

Lebih terperinci

Bab 3. Solusi Persamaan Nirlanjar

Bab 3. Solusi Persamaan Nirlanjar Bab 3 Solusi Pesamaan Nilanja Saya tidak tahu bagaimana saya tampak pada dunia; tetapi bagi saya sendii saya nampaknya hanyalah sepeti seoang anak laki-laki yang bemain-main di pantai, dan mengalihkan

Lebih terperinci

LAPORAN Pemrograman Komputer

LAPORAN Pemrograman Komputer LAPORAN Pemrograman Komputer Percobaan : Akar Persamaan Non Linier Pelaksanaan Praktikum Hari : Senin Tanggal : 2 Maret 2015 Jam : 5-6 Oleh : Nama : Mei Budi Utami Nim : 081211332009 Dosen Pembimbing :

Lebih terperinci

PERBANDINGAN BEBERAPA METODE NUMERIK DALAM MENGHITUNG NILAI PI

PERBANDINGAN BEBERAPA METODE NUMERIK DALAM MENGHITUNG NILAI PI PERBANDINGAN BEBERAPA METODE NUMERIK DALAM MENGHITUNG NILAI PI Perbandingan Beberapa Metode Numerik dalam Menghitung Nilai Pi Aditya Agung Putra (13510010)1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik

Lebih terperinci

APLIKASI ANALISIS TINGKAT AKURASI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER DENGAN METODE BISEKSIDAN METODE NEWTON RAPHSON

APLIKASI ANALISIS TINGKAT AKURASI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER DENGAN METODE BISEKSIDAN METODE NEWTON RAPHSON Jurnal Dinamika Informatika Volume 6, No 2, September 2017 ISSN 1978-1660 : 113-132 ISSN online 2549-8517 APLIKASI ANALISIS TINGKAT AKURASI PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER DENGAN METODE BISEKSIDAN METODE

Lebih terperinci

CONTOH Dengan mengunakan Metode Regula Falsi, tentukanlah salah satu akar dari persamaan f(x) = x - 5x + 4. Jika diketahui nilai awal x = dan x = 5 se

CONTOH Dengan mengunakan Metode Regula Falsi, tentukanlah salah satu akar dari persamaan f(x) = x - 5x + 4. Jika diketahui nilai awal x = dan x = 5 se METODE REGULA FALSI METODE REGULA FALSI Solusi Persamaan Non Linier Universitas Budi Luhur Metode regula falsi merupakan salah satu metode tertutup untuk menentukan solusi akar dari persamaan non linier,

Lebih terperinci

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER 3.. Permasalahan Persamaan Non Linier Penyelesaian persamaan non linier adalah penentuan akar-akar persamaan non linier.dimana akar sebuah persamaan f(x =0 adalah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Persamaan Non Linear Definisi 2.1 (Munir, 2006) : Sistem persamaan non linear adalah kumpulan dari dua atau lebih persamaan-persamaan non linear. Bentuk umum sistem persamaan

Lebih terperinci

PERSAMAAN NON LINIER. Pengantar dan permasalahan persamaan Non-Linier. Sumarni Adi S1 Teknik Informatika STMIK AmikomYogyakarta 2014

PERSAMAAN NON LINIER. Pengantar dan permasalahan persamaan Non-Linier. Sumarni Adi S1 Teknik Informatika STMIK AmikomYogyakarta 2014 PERSAMAAN NON LINIER Pengantar dan permasalahan persamaan Non-Linier Sumarni Adi S1 Teknik Informatika STMIK AmikomYogyakarta 2014 Pengantar 1. Persamaan linier sudah kita kenal sejak SMP. Contoh kasus

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-7 (Pengulangan atau Looping [2]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Struktur WHILE Struktur REPEAT S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 Struktur

Lebih terperinci

Pengantar Metode Numerik

Pengantar Metode Numerik Pengantar Metode Numerik Metode numerik adalah teknik dimana masalah matematika diformulasikan sedemikian rupa sehingga dapat diselesaikan oleh pengoperasian matematika. Metode numerik menggunakan perhitungan

Lebih terperinci

Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Padan Kata...

Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Padan Kata... Daftar Isi Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Padan Kata... iii v xi 1. Metode Numerik Secara Umum... 1 1.1 Metode Analitik versus Metode Numerik... 4 1.2 Metode Numerik dalam Bidang Rekayasa... 6

Lebih terperinci

METODE NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR

METODE NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR METODE NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR Metode Biseksi Ide awal metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. Hanya saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari

Lebih terperinci

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010 Solusi Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA 17 Maret 2010 (Program Studi Pendidikan Matematika Solusi UNTIRTA) 17 Maret 2010 1 / 12 Rumusan Masalah Tentukan solusi dengan f fungsi nonlinear. f (x)

Lebih terperinci

Veetha Adiyani Pardede M Komputasi Fisika METODE BISECTION

Veetha Adiyani Pardede M Komputasi Fisika METODE BISECTION METODE BISECTION Program ; Uses crt; var a,b,m,fa,fb,fm,tol,n : real; iter_max,it : integer; function f(x:real) : real; f:= sqr(x)+ 3*x - 5; Begin Clrscr; writeln ('=================================================================

Lebih terperinci

Pertemuan ke 4. Non-Linier Equation

Pertemuan ke 4. Non-Linier Equation Pertemuan ke 4 Non-Linier Equation Non-Linier Equation Persamaan Kuadrat Persamaan Kubik Metode Biseksi Metode Newton-Rapshon Metode Secant 1 Persamaan Kuadrat Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan

Lebih terperinci

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM. dengan rumus rumus aljabar yang sudah baku atau lazim.

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM. dengan rumus rumus aljabar yang sudah baku atau lazim. BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM 1.1 Pengertian Metode Numerik Metode numerik merupakan teknik untuk menyelesaikan masalah matematika dengan pengoperasian aritmatika (hitungan), metode penyelesaian model

Lebih terperinci

Ëalah satu masalah yang paling umum ditemui di dalam matematika dan teknik adalah mencari akar suatu persamaan; yakni jika diketahui

Ëalah satu masalah yang paling umum ditemui di dalam matematika dan teknik adalah mencari akar suatu persamaan; yakni jika diketahui 3 AKAR PERSAMAAN TAK LINIER ܵ ¼ Ëalah satu masalah yang paling umum ditemui di dalam matematika dan teknik adalah mencari akar suatu persamaan; yakni jika diketahui fungsi ܵ, akan dicari nilai-nilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Didunia nyata banyak soal matematika yang harus dimodelkan terlebih dahulu untuk mempermudah mencari solusinya. Di antara model-model tersebut dapat berbentuk sistem

Lebih terperinci

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010

Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA. 17 Maret 2010 Bagi Solusi Program Studi Pendidikan Matematika UNTIRTA 17 Maret 2010 (Program Studi Pendidikan Matematika Solusi UNTIRTA) 17 Maret 2010 1 / 20 Rumusan Masalah Bagi Tentukan solusi dengan f fungsi nonlinear.

Lebih terperinci

DeretTaylor dananalisisgalat

DeretTaylor dananalisisgalat DeretTaylor dananalisisgalat Kuliah ke-2 IF4058 Topik Khusus Informatika I Oleh; Rinaldi MunirIF-STEI ITB) 1 DeretTaylor Kakastools) yang sangat penting dalam metode numerik adalah derettaylor. Deret Taylor

Lebih terperinci

Jurnal MIPA 36 (2): (2013) Jurnal MIPA.

Jurnal MIPA 36 (2): (2013) Jurnal MIPA. Jurnal MIPA 36 (2): 193-200 (2013) Jurnal MIPA http://journalunnesacid/nju/indexphp/jm APLIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENGHAMPIRI SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR Rochmad Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas

Lebih terperinci

Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari. Contoh :

Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari. Contoh : AKAR PERSAMAAN NON LINEAR Persamaan hingga derajat dua, masih mudah diselesaikan dengan cara analitik. Contoh : a + b + c = 0 Solusi : 1 = b ± b 4 ac a Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari.

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-7 (Pengulangan atau Looping [2]) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Struktur WHILE Struktur REPEAT WHILE vs REPEAT

Lebih terperinci

Analisis Riil II: Diferensiasi

Analisis Riil II: Diferensiasi Definisi Turunan Definisi dan Teorema Aturan Rantai Fungsi Invers Definisi (Turunan) Misalkan I R sebuah interval, f : I R, dan c I. Bilangan riil L dikatakan turunan dari f di c jika diberikan sebarang

Lebih terperinci

ROOTS OF NON LINIER EQUATIONS

ROOTS OF NON LINIER EQUATIONS ROOTS OF NON LINIER EQUATIONS ROOTS OF NON LINIER EQUATIONS Metode Bagi dua (Bisection Method) Metode Regula Falsi (False Position Method) Metode Grafik Iterasi Titik-Tetap (Fi Point Iteration) Metode

Lebih terperinci

Barisan dan Deret Agus Yodi Gunawan

Barisan dan Deret Agus Yodi Gunawan Barisan dan Deret Agus Yodi Gunawan Barisan. Definisi. Barisan tak hingga adalah suatu fungsi dengan daerah asalnya himpunan bilangan bulat positif dan daerah kawannya himpunan bilangan real. Notasi untuk

Lebih terperinci

MA3231 Analisis Real

MA3231 Analisis Real MA3231 Analisis Real Hendra Gunawan* *http://hgunawan82.wordpress.com Analysis and Geometry Group Bandung Institute of Technology Bandung, INDONESIA Program Studi S1 Matematika ITB, Semester II 2016/2017

Lebih terperinci

Penyelesaian Secara Numerik? Penyelesaian Secara Numerik Selesaikanlah persamaan nonlinier f(x) = x x -8 Solve : Misal f(x) = 0 x x 8 = 0 (x 4)(x + )

Penyelesaian Secara Numerik? Penyelesaian Secara Numerik Selesaikanlah persamaan nonlinier f(x) = x x -8 Solve : Misal f(x) = 0 x x 8 = 0 (x 4)(x + ) Fungsi Polinomial METODE BISEKSI Solusi Persamaan Non Linier Universitas Budi Luhur Bentuk Umum : f (x) = a + = a + 0 1 3 n 0x + a1x + a x + a 3x +... a nx 3 n 0 + a1x + ax + a3x +... anx Dengan n = derajat

Lebih terperinci

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR METODE GRAFIK DAN TABULASI A. Tujuan a. Memahami Metode Grafik dan Tabulasi b. Mampu Menentukan nilai akar persamaan dengan Metode Grafik dan Tabulasi c. Mampu membuat

Lebih terperinci

2.4. Struktur Branching

2.4. Struktur Branching 2.4. Struktur Branching Branching atau percabangan adalah diagram yang alurnya ada/banyak terjadi alih kontrol berupa percabangan dan terjadi apabila kita dihadapkan pada kondisi dengan dua pilihan yaitu

Lebih terperinci

Teori Algoritma. Struktur Algoritma

Teori Algoritma. Struktur Algoritma Alam Santosa Teori Algoritma Runtunan Struktur Algoritma Seperti telah dijelaskan sebelumnya, sebuah algoritma terbagi tiga bagian, yaitu: Judul Deklarasi Deskripsi Judul Judul program digunakan untuk

Lebih terperinci

Langkah Penyelesaian Example 1) Tentukan nilai awal x 0 2) Hitung f(x 0 ) kemudian cek konvergensi f(x 0 ) 3) Tentukan fungsi f (x), kemudian hitung f

Langkah Penyelesaian Example 1) Tentukan nilai awal x 0 2) Hitung f(x 0 ) kemudian cek konvergensi f(x 0 ) 3) Tentukan fungsi f (x), kemudian hitung f METODE NEWTON RAPHSON (1) METODE NEWTON RAPHSON Solusi Persamaan Non Linier Oleh : Metode Newton-Raphson merupakan salah satu metode terbuka untuk menentukan solusi akar dari persamaan non linier, dengan

Lebih terperinci

PENYELESAIAN PERSAMAAN NONLINIER DENGAN METODE MODIFIKASI BAGI DUA

PENYELESAIAN PERSAMAAN NONLINIER DENGAN METODE MODIFIKASI BAGI DUA Jurnal Matematika UNAND Vol. 4 No. 1 Hal. 68 75 ISSN : 303 910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND PENYELESAIAN PERSAMAAN NONLINIER DENGAN METODE MODIFIKASI BAGI DUA ELSA JUMIASRI, SUSILA BAHRI, BUKTI GINTING

Lebih terperinci

Penyelesaian Persa. amaan Non Linier. Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson. Metode Secant. Metode Numerik. Iterasi/NewtonRaphson/Secant

Penyelesaian Persa. amaan Non Linier. Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson. Metode Secant. Metode Numerik. Iterasi/NewtonRaphson/Secant Penyelesaian Persa amaan Non Linier Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson Permasalahan Titik Kritis pada Newton Raphson Metode Secant Iterasi/NewtonRaphson/Secant Metode Numerik - Metode Iter

Lebih terperinci

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN TAKLINIER

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN TAKLINIER BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN TAKLINIER Persamaan taklinier sudah diperkenalkan sejak di sekolah menengah, diataranya persamaan kuadrat, persamaan trigonometri dan persamaan yang memuat logaritma atau eksponen.

Lebih terperinci

Modul 8. METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL. A. Pendahuluan

Modul 8. METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL. A. Pendahuluan Modul 8 METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL A. Pendahuluan Pada modul 7 terdahulu, telah dijelaskan tentang keunggulan komparatif Metode Newton-Raphson dibanding metode-metode

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan teorema-teorema yang akan menjadi landasan untuk pembahasan pada Bab III nanti, diantaranya: fungsi komposisi,

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-7 (Pengulangan atau Looping [2]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Struktur WHILE Struktur REPEAT WHILE vs REPEAT S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Lebih terperinci

Pertemuan 3 Penyeleksian Kondisi dan Perulangan

Pertemuan 3 Penyeleksian Kondisi dan Perulangan Pertemuan 3 Penyeleksian Kondisi dan Perulangan Objektif: 1. Mengetahui macam-macam penyeleksian kondisi dalam pascal 2. Mengerti statement kondisi IF dan Case 3. Mengetahui macam-macam perulangan dalam

Lebih terperinci

Modul 5. METODE BIDANG-PARUH (BISECTION) untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL

Modul 5. METODE BIDANG-PARUH (BISECTION) untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL Modul 5 METODE BIDANG-PARUH (BISECTION) untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL A. Pendahuluan Persamaan Aljabar Non-Linier Tunggal atau PANLT merupakan sembarang fungsi atau persamaan aljabar

Lebih terperinci

Pertemuan 4 Diagram Alur / Flowchart

Pertemuan 4 Diagram Alur / Flowchart Pertemuan 4 Diagram Alur / adalah representasi grafik dari langkah-langkah yang harus diikuti dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terdiri atas sekumpulan simbol, dimana masing-masing simbol merepresentasikan

Lebih terperinci

IntegrasiNumerik. Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I. Oleh; Rinaldi Munir(IF-STEI ITB) (Bag. 1)

IntegrasiNumerik. Bahan Kuliah IF4058 Topik Khusus Informatika I. Oleh; Rinaldi Munir(IF-STEI ITB) (Bag. 1) IntegrasiNumerik (Bag. ) Baan Kulia IF458 Topik Kusus Informatika I Ole; Rinaldi Munir(IF-STEI ITB) IF458 Topik Kusus Informatika I: Metode PersoalanIntegrasiNumerik Hitungla nilai Integral-Tentu yang

Lebih terperinci

ITERASI 1 TITIK SEDERHANA METODE NEWTON RAPHSON

ITERASI 1 TITIK SEDERHANA METODE NEWTON RAPHSON ITERASI TITIK SEDERHANA METODE NEWTON RAPHSON Metode iterasi sederhana adalah metode yang memisahkan dengan sebagian yang lain sehingga diperoleh : g(. dikenal juga sebagai metode g( Bentuk iterasi satu

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) IKG2E3 KOMPUTASI NUMERIK Disusun oleh: PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTASI FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN Rencana Semester (RPS) ini

Lebih terperinci

ALGORITMA PERULANGAN

ALGORITMA PERULANGAN Pertemuan 08 ALGORITMA PERULANGAN Pada Bab ini anda akan mempelajari 1. Pengertian algoritma perulangan 2. Perulangan for-do 3. Perulangan while-do 4. Perulangan repeat-until Algoritma Perulangan Ada kalanya

Lebih terperinci

CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK

CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK TIM DOSEN KK MODELING AND COMPUTATIONAL EXPERIMENT 1 REVIEW KALKULUS & KONSEP ERROR Fungsi Misalkan A adalah himpunan bilangan. Fungsi f dengan domain A adalah sebuah aturan

Lebih terperinci

Induksi Matematik. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB

Induksi Matematik. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB Induksi Matematik Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB 1 Metode pembuktian untuk proposisi yang berkaitan dengan bilangan bulat adalah

Lebih terperinci

KAIDAH SIMPSON 3/8 DAN INTEGRASI NUMERIK. Kelompok 6

KAIDAH SIMPSON 3/8 DAN INTEGRASI NUMERIK. Kelompok 6 KAIDAH SIMPSON 3/8 DAN INTEGRASI NUMERIK Kelompok 6 ANGGOTA Rian Triastuti (4101410020) Mardiyani (4101410053) Gias Atikasari (4101410060) Agil Dwijayanti (4101410074) Diah Aprilia (4101410090) Nur Khasanah

Lebih terperinci

TURUNAN, EKSTRIM, BELOK, MINIMUM DAN MAKSIMUM

TURUNAN, EKSTRIM, BELOK, MINIMUM DAN MAKSIMUM TURUNAN, EKSTRIM, BELOK, MINIMUM DAN MAKSIMUM Fungsi f dikatakan mencapai maksimum mutlak di c jika f c f x untuk setiap x I. Di sini f c dinamakan nilai maksimum mutlak. Dan c, f c dinamakan titik maksimum

Lebih terperinci

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental Daftar Isi: 1.1 Tujuan Perkuliahan 1. Pendahuluan 1.3 Metoda Bisection 1.3.1 Definisi 1.3. Komputasi mencari akar 1.3.3 Ilustrasi 1.4 Metoda Newton-Raphson

Lebih terperinci

1 Penyelesaian Persamaan Nonlinear

1 Penyelesaian Persamaan Nonlinear 1 Penyelesaian Persamaan Nonlinear Diberikan fungsi kontinu f (x). Setiap bilangan c pada domain f yang memenuhi f (c) = 0 disebut akar persamaan f (x) = 0, atau disebut juga pembuat nol fungsi f. Dalam

Lebih terperinci

10. TEOREMA NILAI RATA-RATA

10. TEOREMA NILAI RATA-RATA 10. TEOREMA NILAI RATA-RATA 10.1 Maksimum dan Minimum Lokal Misalkan f terdefinisi pada suatu interval terbuka (a, b) dan c (a, b). Kita katakan bahwa f mencapai nilai maksimum lokal di c apabila f(x)

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman

Algoritma Pemrograman Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi Teks Algoritma ke dalam

Lebih terperinci

Perulangan Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data. PT. Elektronika FT UNY

Perulangan Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data. PT. Elektronika FT UNY Perulangan Pertemuan 3. Algoritma dan Struktur Data Pendahuluan Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi berulang-ulang. Instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu. Jika

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi Teks Algoritma ke dalam Teks Program Bahasa Pascal Tabel

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024 UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA Bahan Ajar 5: Permasalahan Akar Suatu Fungsi (Minggu ke-9 dan ke-10) PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024 Oleh Dr. Fahrudin Nugroho

Lebih terperinci

CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan

CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan CCH1A4 / Dasar & Pemrogramanan Yuliant Sibaroni M.T, Abdurahman Baizal M.Kom KK Modeling and Computational Experiment PROSEDUR Overview Prosedur Konsep Prosedur Prosedur Tanpa Input/Output Prosedur dengan

Lebih terperinci

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S.

ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN. Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika. Dosen : Asep M. Yusuf, S. ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN Disusun Oleh : Sakina Mawardah Teknik Informatika Dosen : Asep M. Yusuf, S.T UNIVERSITAS NASIONAL PASIM DAFTAR ISI A. Algoritma Percabangan...

Lebih terperinci

KED PENGGUNAAN TURUNAN

KED PENGGUNAAN TURUNAN 6 PENGGUNAAN TURUNAN JUMLAH PERTEMUAN : 1 PERTEMUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Menerapkan konsep dasar turunan fungsi dalam menentukan karakteristik grafik fungsi dan menggambarkan grafik Materi : 6.1

Lebih terperinci

Chapter 5 Choice. repeatedly if tanda 2 on label: lakukan proses potong 2 if tanda 3 on label: lakukan proses potong 3 until switched off program 5.

Chapter 5 Choice. repeatedly if tanda 2 on label: lakukan proses potong 2 if tanda 3 on label: lakukan proses potong 3 until switched off program 5. 5.1 Pengantar Chapter 5 Choice Program yang telah menggunakan repetition dan procedure merupakan program yang agak rumit, namun jalannya program masih dapat ditebak dan diketahui karena selalu mengerjakan

Lebih terperinci

BAB 2 Solusi Persamaan Fungsi Polinomial Denition (Metoda numeris) Metoda numeris adalah suatu model pendekatan dengan menggunakan teknik-teknik

BAB 2 Solusi Persamaan Fungsi Polinomial Denition (Metoda numeris) Metoda numeris adalah suatu model pendekatan dengan menggunakan teknik-teknik BAB 1 Konsep Dasar 1 BAB 2 Solusi Persamaan Fungsi Polinomial Denition 2.0.1 (Metoda numeris) Metoda numeris adalah suatu model pendekatan dengan menggunakan teknik-teknik kalkulasi berulang (teknik iterasi)

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN

MODUL PRAKTIKUM PERCABANGAN DAN PENGULANGAN PERCABANGAN DAN PENGULANGAN Pada BAB ini akan membahas tentang PERCABANGAN dan PERULANGAN. PERCABANGAN : a) IF THEN b) CASE OF PENGULANGAN: a) REPEAT N TIMES b) REPEAT UNTIL c) WHILE DO d) ITERATE STOP

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM METODE NUMERIK NAZARUDDIN

MODUL PRAKTIKUM METODE NUMERIK NAZARUDDIN MODUL PRAKTIKUM METODE NUMERIK NAZARUDDIN JURUSAN INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2012 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 KATA PENGANTAR... 2 PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

FUNGSI MINGGU KE: 4 TUJUAN: Mahasiswa dapat memahami definisi fungsi. Mahasiswa dapat mendefinisikan fungsi. Mahasiswa dapat menggunakan fungsi.

FUNGSI MINGGU KE: 4 TUJUAN: Mahasiswa dapat memahami definisi fungsi. Mahasiswa dapat mendefinisikan fungsi. Mahasiswa dapat menggunakan fungsi. FUNGSI MINGGU KE: 4 TUJUAN: Mahasiswa dapat memahami definisi fungsi. Mahasiswa dapat mendefinisikan fungsi. Mahasiswa dapat menggunakan fungsi. TEORI PENGANTAR: Definisi Fungsi Fungsi adalah sub-program

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Distribusi Weibull adalah distribusi yang paling banyak digunakan untuk waktu

TINJAUAN PUSTAKA. Distribusi Weibull adalah distribusi yang paling banyak digunakan untuk waktu II. TINJAUAN PUSTAKA. Distribusi Weibull Distribusi Weibull adalah distribusi yang paling banyak digunakan untuk waktu hidup dalam tekhnik ketahanan. Distribusi ini adalah distribusi serbaguna yang dapat

Lebih terperinci

Penyelesaian. n Persamaan. Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi

Penyelesaian. n Persamaan. Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Penyelesaian n Persamaan Non Linier 1 Pengantar Penyelesaian Pers. Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc. Pengantar Penyelesaian Persa amaan Non Linier

Lebih terperinci