BAB VI DISTRIBUSI PROBABILITAS MENERUS

dokumen-dokumen yang mirip
Distribusi Probabilitas Kontinyu Teoritis

Distribusi Probabilitas : Gamma & Eksponensial

Distribusi Diskrit dan Kontinu yang Penting. Oleh Azimmatul Ihwah

PENS. Probability and Random Process. Topik 5. Beberapa jenis Distribusi Variabel Acak. Prima Kristalina April 2015

Dengan demikian, untuk sembarang B = [a, b], maka persamaan (5.1) menjadi

DISTRIBUSI VARIABEL RANDOM

Pengantar Statistika Matematika II

DISTRIBUSI PELUANG KONTINYU DISTRIBUSI PROBABILITAS

Sumbu X (horizontal) memiliki range (rentang) dari minus takhingga. ( ) hingga positif takhingga (+ ). Kurva normal memiliki puncak pada X

Peubah Acak dan Distribusi

Haryoso Wicaksono, S.Si., M.M., M.Kom. 26

Distribusi Probabilitas Diskret Teoritis

STATISTICS. WEEK 5 Hanung N. Prasetyo TELKOM POLTECH/HANUNG NP

MA5283 STATISTIKA Bab 3 Inferensi Untuk Mean

= = =

Probabilitas dan Statistika Distribusi Peluang Kontinyu 1. Adam Hendra Brata

BI5106 ANALISIS BIOSTATISTIK Bab 3 Peubah Acak dan Dist

MA2082 BIOSTATISTIKA Bab 3 Peubah Acak dan Distribusi

digunakan untuk menyelesaikan persamaan yang nantinya akan diperoleh dalam

Pengantar Statistika Matematika II

Pr { +h =1 = } lim. Suatu fungsi dikatakan h apabila lim =0. Dapat dilihat bahwa besarnya. probabilitas independen dari.

STK 203 TEORI STATISTIKA I

DISTRIBUSI ERLANG DAN PENERAPANNYA. Rini Kurniasih 1, Getut Pramesti 2 Mahasiswi Pendidikan Matematika FKIP UNS, Dosen Pendidikan Matematika FKIP UNS

Pengantar Proses Stokastik

Probabilitas dan Statistika Fungsi Distribusi Peluang Kontinyu. Adam Hendra Brata

Distribusi Peluang Kontinyu STATISTIK INDUSTRI 1. Distribusi Peluang Kontinyu. Distribusi Diskrit Uniform. Distribusi Diskrit Uniform 13/11/2013

Bab 2 DISTRIBUSI PELUANG

BEBERAPA DISTRIBUSI PELUANG KONTINU. Normal, Gamma, Eksponensial, Khi-Kuadrat, Student dan F

DISTRIBUSI PROBABILITAS

RELIABILITAS & FUNGSI HAZARD. 05/09/2012 MK. Analisis Reliabilitas Darmanto, S.Si.

Learning Outcomes Sebaran Kontinu Nilai Harapan dan Ragam Beberapa Sebaran Kontinu. Peubah Acak Kontinu. Julio Adisantoso.

BAB III VARIABEL ACAK DAN DISTRIBUSI PROBABILITAS

CIRI-CIRI DISTRIBUSI NORMAL

Konsep Dasar Statistik dan Probabilitas

DISTRIBUSI PROBABILITAS KONTINYU. Nur Hayati, S.ST, MT Yogyakarta, Maret 2016

KULIAH ANALISIS STATISTIK DATA SIMULASI Tipe-tipe simulasi berdasarkan analisis output:

STATISTIKA EKONOMI I Chapter 4 Distribusi Probabilitas Normal dan Binomial Chapter 5 Teori Sampling

Kumpulan pasangan nilai-nilai dari variabel acak X dengan probabilitas nilai-nilai variabel random X, yaitu P(X=x) disebut distribusi probabilitas X

Distribusi Peluang Kontinyu STATISTIK INDUSTRI 1. Distribusi Peluang Kontinyu. Distribusi Diskrit Uniform. Distribusi Diskrit Uniform 17/12/2014

Pengantar Statistika Matematika II

HIDROLOGI ANALISIS DATA HUJAN

Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada STATISTIKA. Continuous Probability Distributions.

Pengantar Statistika Matematika II

Pengantar Proses Stokastik

STK 203 TEORI STATISTIKA I

Distribusi Peluang Kontinu. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Fungsi Gamma dan Fungsi Beta. Ayundyah. Ayundyah Kesumawati. Prodi Statistika FMIPA-UII. March 31, 2015

STATISTIK PERTEMUAN VI

Pengantar Statistika Matematika II

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 9 DISTRIBUSI PELUANG KONTINU

PENS. Probability and Random Process. Topik 4. Variabel Acak dan Distribusi Probabilitas. Prima Kristalina April 2015

Beberapa Distribusi Peluang. Bahan Kuliah II2092 Probabilitas dan Statistik Oleh: Rinaldi Munir Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

SIDANG TERTUTUP TUGAS AKHIR MENENTUKAN KEANDALAN KOMPONEN MESIN PRODUKSI PADA MODEL STRESS-STRENGTH YANG BERDISTRIBUSI GAMMA

Pengantar Proses Stokastik

Uji Hipotesis dan Aturan Keputusan

Pertemuan ke Nilai Harapan (Mean atau Rata rata) dan Varians Distribusi Kontinu

Peubah acak X yang berdistribusi normal dengan rataan sebagai: 2 ) X ~ N(,

SIMULASI Kendalan (Reliability Simulation)*

Review of Basic Econometrics. Pendekatan Multidisipliner: Teori Ekonomi Matematika Ekonomi Statistika Ekonomi Matematika Stastika

BAB 2 LANDASAN TEORI

DISTRIBUSI NORMAL. Pertemuan 3. Distribusi Normal_M. Jainuri, M.Pd 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. level, model regresi tiga level, penduga koefisien korelasi intraclass, pendugaan

PEMBAHASAN UTS 2015/2016 STATISTIKA 1

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

PENDUGAAN LIFE TABLE PENDUDUK WANITA INDONESIA DAN PENGEMBANGANNYA MENJADI LIFE TABLE KONTINU

DISTRIBUSI PROBABILITAS VARIABEL RANDOM

Teorema Newman Pearson

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Metode Statistika STK211/ 3(2-3)

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai teori-teori yang mendukung dalam

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON

BAB II LANDASAN TEORI

DISTRIBUSI SATU PEUBAH ACAK

BAB 2 LANDASAN TEORI

II. LANDASAN TEORI. sєs (S ruang sampel) dengan sebuah bilangan real. Salah satu peubah acak adalah

log2 PEMBAHASAN SOAL TRY OUT = = 2 1 = 27 8 = 19 Jawaban : C = = = 2( 15 10) Jawaban : B . 4. log3 1 2 (1) .

DISTRIBUSI KONTINU. Uniform Normal Gamma & Eksponensial. MA3181 Teori Peluang 3 November 2014 Utriweni Mukhaiyar

PENDAHULUAN. CuSum. Univariate EWMA MEWMA. Multivariate Hotelling. Kosumen. Kualitas Baik. Peta Kendali. Pengendalian Kualitas

BAB II LANDASAN TEORI

II. TINJAUAN PUSTAKA

MA3081 STATISTIKA MATEMATIK(A) Bab 2: Distribusi Samp

Peubah Acak dan Distribusi Kontinu

Distribusi Normal Distribusi normal, disebut pula distribusi Gauss, adalah distribusi probabilitas yang paling banyak digunakan dalam berbagai

25/09/2013. Konsep Peubah Acak. Metode Statistika (STK211) Peubah Acak Diskret. Kuis. Tipe Peubah Acak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. return, mean, standard deviation, skewness, kurtosis, ACF, korelasi, GPD, copula,

Binomial Distribution. Dyah Adila

Distribusi Probabilitas Diskrit: Poisson

PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL EWMA RESIDUAL (STUDI KASUS: PT. PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK)

THEORY. By: Hanung N. Prasetyo PEUBAH ACAK TELKOM POLYTECHNIC/HANUNGNP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. penerbangan, kedokteran, teknik mesin, software komputer, bahkan militer

Contoh Solusi PR 4 Statistika & Probabilitas. 1. Nilai probabilitas pada masing-masing soal mengacu pada tabel Standard Normal Distribution.

TENTANG UTS. Penentuan Cadangan, hal. 1

LAMPIRAN I. Alfabet Yunani

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB VI DISTRIBUSI ROBABILITAS MENERUS 6. Distribusi Uniform (seragam) Menerus Distribusi seragam menerus merupakan distribusi yang paling sederhana. Karaketristik distribusi ini adalah fungsi kepadatannya datar (sama). Fungsi kepadatannya dalam interval [A,B] secara matematis dinyatakan sebagi berikut: A B f ( : A, B) = B A selainnya Contoh: Bila ruang konferensi dapat didigunakan tidak lebih dari 4 jam. Diasumsikan bahwa lamanya waktu konferensi X memiliki distribusi yang seragam. a. Tentukan fungsi kepadatan probabilitas: 4 f ( : A, B) = 4 selainnya b. Berapa probabilitas bahwa waktu konferensi paling tidak 3 jam 4 [ X 3] = ( / 4) d = / 4 3 Rata-rata dan varians dari distribusi seragam adalah: A + B μ = dan ( B A) = 6. Distribusi Normal Distribusi probabilitas menerus yang paling penting adalah ditsribusi normal. Secara grafiknya disebut kurva normal seperti gambar berikut: VI -

μ Distribusi normal sering disebut juga dengan Distribusi Gauss. Secara matematis distribusi normal tergantung dari dua variabel yaitu μ (rata-rata) dan (deviasi standar). Fungsi kepadatannya (density function) sbb: ( μ) f ( ) = ep, π < <, π = 3.459K Notasi singkat distribusi ini adalah N(μ,) Distribusi Normal Standar Distribusi Gauss dengan μ =, dan = ; disebut sebagai distribusi normal standar dan ditulis sebagai N(,). Sehingga fungsi kepadatannya adalah: () ep fs s =, s π < s <, Notasi khusus Φ(s) biasanya digunakan untuk menandakan fungsi distribusi variasi normal standar S. Φ(s) = F s (s), dimana S adalah distribusi N(,). f s (s) robabilitas = p N(,) s p Gambar: Fungsi kepadatan normal standar VI -

Dengan merujuk pada gambar diatas, maka Φ(s p ) = p Sebaliknya, nilai variasi normal standar pada probabilitas kumulatif p dapat ditulis sebagai: s p - (p) Fungsi distribusi dari N(,), yakni Φ(s) sudah dibuat dalam tabel di berbagai buku statitsik dan probabilitas, tabel ini disebut sebagai Tabel probabilitas normal. Contoh tabelnya sebagai berikut: Φ(s)..5..53989..57978.....5.694463 Tabel biasanya diberikan untuk nilai variasi yang positif, untuk nilai yang negatif dapat diperoleh dengan: Φ(-s) = - Φ(s) Nilai s untuk p <.5 dapat dihitung dengan: s - (p) = - Φ - (-p) Dengan tabel Φ(s), probabilitas untuk setiap distribusi normalyang lain dapat ditentukan sebagai berikut. Bila variasi normal X dengan distribusi N(μ,); maka probabilitasnya adalah: b ( μ) ( a < X b) = ep d π a Area diatas dapat diilustrasikan seperti gambar berikut: VI - 3

f () Area = (a < b) N(μ,) a μ b Gambar: Fungsi kepadatan probabilitas untuk N(μ,) ersamaan diatas dapat juga diselesaikan dengan membuat perubahan variasi berikut: sehingga: s = ( μ ) / dan d = ds ( a < X b) = = π π ( b μ ( a μ ( b μ ( a μ e (/ ) s (/ ) e s ds ds persamaan ini merupakan area (luasan) dari fungsi kepadatan normal standar antara (a-μ dan (b-μ. Sehingga dapat ditentukan dengan: b μ a μ Φ ( a < X b) Contoh: Dari data menunjukkan curah hujan total tahunan di suatu kolam penampung diperkirakan memiliki distribusi normal dengan rata-rata 6 in, dan deviasi standar 5 in. a. Tentukan probabilitas bahwa pada tahun depan curah hujan tahunan antara 4 sampai 7 in. VI - 4

Solusi: 7 6 4 6 Φ 5 5 ( 4 < X 7) Dari tabel diperoleh: (.67) Φ(.33) (.67) [ Φ(.33) ] ( 4 < X 7) =.7486 (.98) =. 6568 b. Berapa probabilitas curah hujan tahunan paling tidak (minimal) 3 in 3 6 5 ( X 3) ( ) Φ (.) = [ Φ(.) ] (.). 977 = Φ = c. Tentukan nilai curah hujan tahunan bila disktribusi kumulatifnya adalah %. ( X. ) =. Φ 6 5 =. Dari table menunjukkan bahwa probabilitas kurang dari.5 terkait dengan nilai variasi negative, sehingga; Sehingga, 6 5 (.) = Φ (.9) =. 8 = 6.8(5) = 4.8 in Contoh: struktur cangkang ditopang oleh tiga tiang A, B, C seperti tunjukkan pada gambar berikut: Walaupun beban dari atap dapat C diperkirakan dengan tepat, namun kondisi tanah tidak bisa diprediksi dengan tepat. A B VI - 5

Asumsikan bahwa penurunan pondasi ρ A, ρ B, ρ C, adalah variasi normal bebas dengan rata-rata,.5; dan 3 cm. Koefesien varians masing-masing adalah %, %, 5%. Berapa probabilitas maksimum penurunan melebihi 4 cm? Solusi: ( ma ρ > 4 cm) = ( ma ρ 4 cm) = ( ρ A 4 ρb 4 ρc 4) ( ρ 4) ( ρ 4) ( ρ 4) = A B C 4 4.5 = Φ Φ Φ.4.5 () 5 Φ() 3 (.333) = Φ Φ 4 3.75 =.9986.988 =.95 6.3 Distribusi Logaritmik Normal (Log-normal) Suatu variabel acak X merupakan distribusi probabilitas logaritmik normal (lognormal) bila ln X (logaritmik natural X) adalah normal. Dalam kasus ini fungsi kepadatannya adalah: (ln λ) f ( ) = ep, < π dimana rata-rata = λ = E( ln X ) dan deviasi standar = = Var( ln X ) Karena transformasi logaritmik, distribusi probabilitas log-normal dapat ditentukan dengan menggunakan distribusi normal. b ( a < X b) = Bila, a ep π ln λ s =, maka d = ds ( ln b λ < (ln ( a X b) = ep [] s π ( ln a λ λ) d ln b λ ln a ds Φ λ VI - 6

Rumus diatas menunjukkan probabilitas adalah fungsi dari parameter λ dan. arameter ini terkait dengan nilai rata-rata μ dan deviasi standar. Y Misalkan Y = ln X, merupakan distribusi normal N ( λ, ), maka X = e, dan Y ( X ) E( e ) μ = E = y = e y ( λ) ep dy π ( y λ) = ep y dy π μ = π ep ( λ ) y + dy ep λ + ersamaan dalam tanda kurung diatas adalah total satu satuan luas dari fungsi kepadatan Gauss N ( λ +, ) μ = ep λ +. Oleh karena itu: λ = ln μ Dengan cara yang sama, varians dari X adalah: E( X )= E π e y ( y λ ep ) dy { y ( λ + ) y + λ } = ep dy π y ( ) ( λ + ) X = ep dy ep[ ( λ + )] = ep π [ ( λ + )] Karena; Var( X ) = E( X ) μ ; maka Var ( X ) = ep[ ( λ + )] ep ( λ + ) [ ] = μ ( e ) VI - 7

dari persamaan diatas kita dapatkan: = ln + ; μ Bila /μ tidak besar (.3), maka ln[ ( / μ )] / μ = δ = COV μ Median ( m ) = nilai tengah dari log-normal adalah: Sebaliknya: + ; sehingga: ln ( X m ) =. 5 atau Φ m λ =. 5 ; maka: ln m λ = e m y (.5) = λ = ln m Dengan menggunakan persamaan-persamaan sebelumnya diperoleh: μ μ m = λ = ln + δ + δ Hal ini berarti median dari suatu distribusi log-normal selalu lebih kecil dari nilai rata-ratanya, yakni m < μ Contoh: Dari data menunjukkan curah hujan total tahunan di suatu kolam penampung diperkirakan memiliki distribusi log-normal dengan rata-rata 6 in, dan deviasi standar 5 in. a. Tentukan probabilitas bahwa pada tahun depan curah hujan tahunan Solusi: antara 4 sampai 7 in. 5 = = μ 6.5 λ = ln μ = ln 6 (.5) = 4. 6 VI - 8

7 4.6 4 4.6 Φ.5.5 ( 4 < X 7) Dari tabel diperoleh: (.75) Φ(.48) (.75) [ Φ(.48) ] ( 4 < X 7) =.773373.69437 =. 739 b. Berapa probabilitas curah hujan tahunan paling tidak (minimal) 3 in 3 4.6.5 ( X 3) ( ) Φ (.64). 9958 = Φ = c. Tentukan nilai curah hujan tahunan bila disktribusi kumulatifnya adalah %. ( X. ) =. ln 4.6 Φ =..5 Dari table menunjukkan bahwa probabilitas kurang dari.5 terkait dengan nilai variasi negative, sehingga; ln 4.6.5 Sehingga, ln = 4.6.8(.5) = 3. 74 (.) = Φ (.9) =. 8 3.74 = e = 4. inc 6.4 Distribusi Gamma dan eponensial Distribusi gamma dan eponensial terkait dengan proses oisson. Distribusi gamma berasal dari fungsi gamma yang diformulasikan sebagai berikut: α ( ) = e d Γ α untuk α > Dengan memisalkan u = α dan dv = e d, diperoleh: VI - 9

Γ α α α ( α ) = e + e ( α ) d = ( α ) d untuk α >., menghasilkan rumusan pengulangan Γ Γ ( α ) = ( α ) Γ( α ). ( α ) = ( α )( α ) Γ( α ) = ( α )( α )( α 3) Γ( α 3). dan seterusnya, Bila α = n, dimana n adalah bilangan bulat positif, maka Γ ( n ) = ( n )( n ),..., Γ( ) Berdasarkan rumus fungsi gamma: Γ Γ () = e d = ( n ) = ( n )!. Sehingga: Fungsi kepadatan distribusi gamma dari suatu variabel acak X, dengan parameter α dan β adalah: / α β e, α f ( ) = β Γ( α ) >, selainnya dimana α > dan β > Bila α =, maka distribusi tersebut dinamakan distribusi eponensial, fungsi kepadatannya adalah: f ( ) / β e > = β selainnya Rata-rata dan varians distribusi gamma adalah: μ = αβ dan = αβ VI -

Rata-rata dan varians distribusi eponensial adalah μ = β dan = β Contoh: Suatu sistem terdiri dari komponen tertentu yang waktu terjadi kerusakkannya dinyatakan dengan T. Variabel acak T diasumsikan memiliki distribusi eponensial dengan rata-rata β = 5. Bila 5 dari kompenen ini dipasang pada sisitem yang berbeda, berapa probabilitas bahwa paling tidak komponen masih berfungsi pada akhir tahun ke 8. Solusi: robabilitas komponen masih berfungsi pada akhir tahun ke 8 adalah: 5 t / 8 5 ( > 8) = e dt = e 8 /. T 8 Dengan menggunakan distribusi binomial diperoleh: n 5 ( ) = q n X p = n p q n =.7373 =.67. VI -