Bab II Tinjauan Pustaka

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV METODA RUNGE-KUTTA ORDE 4 PADA MODEL ALIRAN FLUIDA YANG TERGANGGU

ANaLISIS - TRANSIEN. A B A B A B A B V s V s V s V s. (a) (b) (c) (d) Gambar 1. Proses pemuatan kapasitor

Line Transmisi. Oleh: Aris Heri Andriawan ( )

PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIS UNTUK OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MINUMAN MARIMAS

BAB 8 PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA

BAB I PENDAHULUAN FASILKOM-UDINUS T.SUTOJO RANGKAIAN LISTRIK HAL 1

BAB 2 RESPONS FUNGSI STEP PADA RANGKAIAN RL DAN RC. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST

PERENCANAAN PERSEDIAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU DI PABRIK PRODUK BETON PT WIJAYA KARYA BETON, BOGOR

PENENTUAN EOQ TERHADAP PRODUK AVTUR DI LANUD HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG

IV. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 5 ENTROPI PADA MATRIKS EMISI MODEL MARKOV TERSEMBUNYI

Penggunaan Metode Modified Unit Decommitment (MUD) untuk Penjadwalan Unit-Unit Pembangkit Pada Sistem Kelistrikan Jawa - Bali

Jumlah kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Surabaya tahun

Created by Simpo PDF Creator Pro (unregistered version)

Analisis Jalur / Path Analysis

\ DANA ALOKASI DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BUPATI PACITAN. i PERATURAN BUPATI PACITAN ; NOMOR 5" TAHUN 2008 TENTANG

BAB III THREE STAGE LEAST SQUARE. Sebagaimana telah disinggung pada bab sebelumnya, salah satu metode

PENGGUNAAN METODE MODIFIED UNIT DECOMMITMENT (MUD) UNTUK PENJADWALAN UNIT-UNIT PEMBANGKIT PADA SISTEM KELISTRIKAN JAWA - BALI

(Cormen 2002) III PEMBAHASAN. yt : pendapatan rumah tangga pada periode t, dengan yt 0.

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Model Persediaan Model Deterministik

BAB 2 LANDASAN TEORI

Peramalan Jumlah Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi Kertajaya Menggunakan ARIMA dan ANFIS

( ) STUDI KASUS. ò (, ) ( ) ( ) Rataan posteriornya adalah = Rataan posteriornya adalah (32)

MANAJEMEN LOGISTIK & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT KULIAH 3: MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN

Kresnanto NC. Model Sebaran Pergerakan

Sudaryatno Sudirham. Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan Waktu

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN : NOMOR 18 TAHUN 2001

BERITA DAERAH KABUPATEN PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN 1 NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PENERAPAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING UNTUK MENENTUKAN PEMBERIAN BEASISWA

Peramalan Penjualan Sepeda Motor Tiap Jenis di Wilayah Surabaya dan Blitar dengan Model ARIMA Box-Jenkins dan Vector Autoregressive (VAR)

NILAI TOTAL TAK TERATUR TOTAL DARI GABUNGAN TERPISAH GRAF RODA DAN GRAF BUKU SEGITIGA

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a

BAB III MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI DUA SEKTOR

EL NINO, LA NINA, DAN PENAWARAN PANGAN DI JAWA, INDONESIA

ANALISIS INTEGRASI HARGA MINYAK BUMI, MINYAK KEDELAI, CPO, MINYAK GORENG DOMESTIK DAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT. Oleh: BAMBANG WAHYU PONCO AJI

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER

IV. METODE PENELITIAN

Bab 3 Beberapa Skema Pembagian Rahasia

Optimasi Model Inventory Deterministik untuk Permintaan Menaik dan Biaya Pemesanan Konstan

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

TRANSMISI HARGA DAN PERILAKU PASAR BAWANG MERAH JANUAR ARIFIN RUSLAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. membahas analisis deret waktu, diagram kontrol Shewhart, Average Run Length

Optimasi Model Inventory Deterministik untuk Permintaan Menaik dan Biaya Pemesanan Konstan

Penerapan Statistika Nonparametrik dengan Metode Brown-Mood pada Regresi Linier Berganda

OPTIMASI MASALAH PENUGASAN. Siti Maslihah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional merupakan pengertian dan petunjuk yang

PENDUGAAN STATISTIK AREA KECIL DENGAN METODE EMPIRICAL CONSTRAINED BAYES 1

KONSEP DASAR. Latar belakang Metode Numerik Ilustrasi masalah numerik Angka signifikan Akurasi dan Presisi Pendekatan dan Kesalahan

BAB III MINIMUM COVARIANCE DETERMINANT. Sebagaimana telah disinggung pada bab sebelumnya, salah satu metode

PROSES STOKASTIK KELAHIRAN-KEMATIAN DENGAN DUA JENIS KELAMIN SECARA KELOMPOK PADA PROSES YULE- FURRY. Samsuryadi

PENGEMBANGAN MODEL PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MEMPERTIMBANGKAN WAKTU KADALUWARSA DAN FAKTOR UNIT DISKON

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

i BUPATI PACITAN 1 I PERATURAN BUPATI PACITAN I NOMOR 5 TAHUN 2014 i

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

! BUPATI PACriAN j PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 18 TAHUN 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BUPATI PACITAN. PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR i TAHUN 2011 TENTANG. PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN INSEMINASI BUATAN j DI KABUPATEN PACITAN

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

PENGUKURAN VALUE AT RISK PADA ASET TUNGGAL DAN PORTOFOLIO DENGAN SIMULASI MONTE CARLO. Di Asih I Maruddani 1, Ari Purbowati 2

SIMULASI OPTIMASI ALIRAN DAYA SISTEM TENAGA LISTRIK SEBAGAI PENDEKATAN EFISIENSI BIAYA OPERASI

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Bab III Analisis Rantai Markov

Pengenalan Aksara Pallawa dengan Model Hidden Markov

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai Analisis Pengaruh Kupedes Terhadap Performance

III METODE PENELITIAN

PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR (9 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT DAERAH BUPATI PACITAN

THE ECONOMICS OF MARRIAGE & DIVORCE. Minggu-11 Page 1

APLIKASI INVERSI NON LINIER DENGAN PENDEKATAN LINIER UNTUK MENENTUKAN HIPOSENTER (CONTOH KASUS DI G. KELUD)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Kajian Model Markov Waktu Diskrit Untuk Penyebaran Penyakit Menular Pada Model Epidemik SIR

PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 9 TAHUN 2014 PEDOMAN TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

3 Kondisi Fisik Dermaga A I Pelabuhan Palembang

III. PEMBAHASAN. Untuk transaksi dengan arah x y z x, maka tiap kurs dapat didefinisikan sebagai berikut:

Perencanaan Waktu Replenishment pada Continuous Material Requirement Planning dengan Kendala Laju Produksi Level

Universitas Katolik SOEGIJAPRANATA SUN SEBAGAI INSTRUMEN OPERASI PASAR TERBUKA. WORKING PAPER/110/e/fak/c1/2009

TUGAS ANALISIS MATRIKS APLIKASI TEOREMA PERRON FROBENIUS PADA MODEL MATRIKS POPULASI LESLIE

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Transkripsi:

Bab II Tnauan usaka II.1 Kesembangan asokan-ermnaan Fungs permnaan adalah suau fungs yang menggambarkan seberapa banyak suau barang akan dbel pada berbaga alernaf harga barang yang bersangkuan, harga barang-barang lan yang berkaan, pada berbaga ngka pendapaan, dan nla dar berbaga varabel lan yang mempengaruh permnaan. Fungs pasokan adalah suau fungs yang menggambarkan seberapa banyak suau barang akan dhaslkan pada berbaga harga, pada berbaga harga npu, dan berbaga nla dar varabel-varabel lan yang mempengaruh pasokan (Baye, 006). ada saa harga sebesar L (kuanas pasokan dan permnaan sebesar 0 dan 1 ), akan erad kelebhan permnaan (excess demand/shorage). Konds yang demkan akan mendorong harga unuk nak. ada saa harga sebesar (kuanas pasokan dan permnaan sebesar 1 dan 0 ), akan erad kelebhan pasokan (excess supply). Konds yang demkan akan mendorong harga unuk urun. Ineraks anara pasokan dan permnaan pada akhrnya menenukan suau harga kompef, sehngga dak ada lag bak kekurangan maupun kelebhan barang (Baye, 006). Konds yang demkan dsebu konds kesembangan pasokan-permnaan. Harga dan kuanas yang dhaslkan pada konds n dsebu harga dan kuanas kesembangan ( e dan e pada ambar II.1). 6

rce S H F Surplus e L A B D 0 e 1 uany ambar II.1 Kuanas dan Harga dalam Kurva Kesembangan asokan ermnaan (Baye, 006) II. Surplus Konsumen (Consumer s Surplus) dan Socal ayoff Sesua dengan hukum permnaan, kesedaan/kesanggupan konsumen unuk membayar akan urun dengan semakn berambahnya un barang yang dkonsums (Baye, 006). Konsumen mengngnkan harga suau komodas yang serendahrendahnya. barang. ambar II. menunukkan kurva permnaan unuk konsums suau rce 5 3 (CS) A 1 0 1 3 5 uany ambar II. Kurva ermnaan dan Consumer s Surplus (Baye, 006) 7

Kesanggupan konsumen membayar seumlah barang yang dkonsums dunukkan oleh luasan area d bawah kurva permnaan dengan sumbu koordna. Unuk permnaan barang sebesar, konsumen akan berseda membayar seumlah luasan 0 A 5. ada kenyaaannya, unuk permnaan barang sebesar, konsumen hanya dkenakan baya sebesar luasan 0 A 3. Selsh nla (0 A 5 0 A 3 ) adalah surplus yang derma oleh konsumen, anpa harus membayar. Nla dmana konsumen dapakan dar suau barang anpa harus membayarnya dsebu surplus konsumen (Baye, 006). Besarnya surplus konsumen dunukkan oleh luasan area 3 A 5 dalam ambar II.. Samuelson (195) memberkan slah socal payoff unuk menggankan slah surplus konsumen. Socal payoff adalah luasan area d bawah kurva kelebhan pasokan (d bawah kurva excess supply eap berlawanan anda alabar) seper dunukkan pada ambar II.3. Unuk kasus wlayah (negara), eradnya kelebhan pasokan dan perbedaan harga danara dua wlayah (negara) menyebabkan alran ekspor sebesar nla kelebhan pasokan (E 1 ) ersebu. Socal payoff akan dalam bak oleh negara pengekspor/produsen (kelebhan pasokan ES 1 ) maupun negara pengmpor/konsumen (kelebhan pasokan negaf ES ) sebesar luasan area excess supply (negral kurva excess supply). Kurva NN adalah umlahan secara verkal (selsh) anara kurva ES 1 dan ES dengan kurva baya WXYZ berpoongan d k F. Ne socal payoff adalah oal nla socal payoff (produsen dan konsumen) seelah dkurang dengan oal baya ransporas (luasan YF = A1JJ + AKK ). 8

ES 1, A ES 1 K' K N J' J ES 1 A 1 ES Y F Z E 1 E 1 0 E 1 E 1 W X N ambar II.3. Socal ayoff Komodas Tunggal Dua Wlayah (Samuelson, 195) Wlle (1983) memberkan defns ne socal payoff sebaga umlahan consumer s surplus dan producer s surplus yang lebh kecl dar oal baya ransporas unuk eradnya alran komodas. odel derapkan unuk komodas unggal dan banyak komodas. Nole (007) menggunakan fungs obyekf maksmsas ne socal payoff dengan dua pendekaan: alran komodas blaeral (dengan kebakan-kebakan arf yang berlaku) dan asums barang yang homogen. Keluaran model berupa harga, produks, dan permnaan yang dsmulaskan dengan skenaro yau skenaro dasar (baselne scenaro), perseuuan WT (WT agreemen), lberalsas Un Eropa (EU lberalzaon), dan lberalsas penuh(full lberalzaon). 9

II.3 Invenor enyangga (Buffer Socks) Invenor penyangga adalah nvenor yang dgunakan unuk menganspas kelangkaan (shorage) pasokan barang aau unuk meredam flukuas permnaan yang bersfa random (Bahaga, 006). Fungs-fungs dasar dar nvenor penyangga yang demkan adalah menympan seumlah erenu komodas pada peroda boomng keka harga rendah, dan melepaskan seumlah komodas yang ersmpan pada peroda erenu dmana erad kelangkaan keka harga ngg (Ahanasou, e al., 007). Kelangkaan barang dsebabkan oleh kedaksembangan anara kuanas permnaan dan kuanas pasokan, yang menyebabkan kedaksablan harga. Rencana buffer sock dapa mengaas kelangkaan barang ersebu. enuru assell (1969) dalam Hallwood, e al. (1980), uuan buffer sock adalah unuk memaksmumkan benef neo yang dharapkan (expeced ne benef) dar phak yang erlba dalam rencana buffer sock. II. rce band Dengan prce band baas-baas aas dan bawah deapkan unuk harga domesk, semenara harga nernasonal berlaku ka berada pada ksaran prce band ersebu. Keka harga nernasonal berada d bawah baas bawah, arf dkenakan unuk menakkan harga ke baas bawah ersebu, semenara ka harga nernasonal melebh baas aas, subsd dbua unuk menurunkan harga ke baas aas ersebu (Coleman, e al., 1991). Cara lan perhungan prce band adalah dengan menghlangkan seumlah harga erngg dan erendah dar daa harga-harga masa lalu (msalnya harga bulanan selama peroda 5 ahun). Jangkauan anara harga erngg dan erendah dar daa harga yang erssa dadkan baas aas dan baas bawah dar prce band (Coleman, e al., 1991). 10

II.5 Spaal Equlbrum dan Iner Regonal Trade Flows Kesembangan harga dalam suau pasar persangan denukan oleh neraks-neraks dar seluruh pembel dan penual d pasar. Harga dar suau barang dalam pasar persangan denukan oleh neraks dar pasokan dan permnaan pasar komodas (Baye, 006). asalah umum dalam spaal equlbrum berasums bahwa produks dan konsums muncul dalam berbaga lokas yang dpsahkan secara spasal, yang dhubungkan melalu suau arngan ransporas (ompermayer, e al., 007). asalah selanunya adalah menenukan harga-harga pasokan, harga-harga permnaan, dan alran-alran komodas, yang memenuh konds-konds kesembangan: harga permnaan sama dengan harga pasokan dambah baya ransporas, ka ada hubungan danara pasarpasar pasokan dan permnaan (ompermayer, e al., 007). II.6 odel Referens II.6.1 odel Spaal rce Equlbrum Samuelson (195) odel Samuelson (195) adalah model dasar spaal prce equlbrum. Unuk kasus dua negara dengan komodas unggal, eradnya ner regonal rade flows (alran komodas anar wlayah) dsebabkan oleh perbedaan harga anarnegara. Komodas mengalr dar negara 1 dengan harga rendah ( 1 ) ke negara dengan harga ngg ( ) dengan seumlah ongkos ransporas ( T 1 ) seper pada persamaan (II.1). 1 T1...... (II.1) Kuanas komodas yang mengalr (yang dekspor) sebesar nla excess supply (kelebhan pasokan, E 1 ). Ukuran knera dar model Samuelson (195) adalah maksmsas ne socal payoff (NS), yau penumlahan socal payoff (surplus konsumen, ransporas (II.). NS s 1 x dan x s ) dar kedua negara dkurang dengan ongkos E1 E1 s 1 1 0 1 x dx...... (II.) s 0 x dx T E 11

Keluaran model adalah kuanas komodas yang dekspor dar negara yang memlk kelebhan pasokan ke negara yang mengalam kekurangan pasokan. II.6. odel Buffer Socks Ahanasou, e al. (007) odel Ahanasou, e al. (007) membahas nervens pasokan pemernah dalam benuk buffer sock unuk mensablkan harga. emernah membel aau menual seumlah komodas ( ) unuk mencapa konds kesembangan pasokanpermnaan. ersamaan fungs pasokan dan permnaan berbenuk lner (II.3 dan II.). Unuk peroda + 1, besarnya pasokan adalah nla maksmum dar 0 dengan nla mnmum dar kuanas pasokan maksmum ( S ) dengan kuanas pasokan hasl perhungan. D 1 a b 1; a, b 0...... (II.3) S 1 c d max 1 ; c, d 0 0;mn S ; c d ; c, d, S 0 1...... (II.) Besarnya sok pemernah pada peroda + 1 ( 1) sama dengan nvenor pemernah pada peroda ( ) dkurang dengan kuanas komodas yang dlepas ke pasar, (II.5)....... (II.5) 1 ersamaan n menunukkan poss sok yang ada d pemernah unuk operas sablsas harga pada peroda ersebu. Hubungan anara kuanas permnaan, penawaran, dan kuanas komodas yang dlepas pemernah dunukkan pada persamaan (II.6). ersamaan n menunukkan adanya nervens pemernah dalam benuk pembelan komodas ( 0 ) dan menympannya unuk peroda + 1. Inervens pemernah dalam benuk penualan komodas ( 0 ) keka erad excess demand (kelebhan permnaan). 1

D 1 S 1...... (II.6) Harga komodas pada peroda + 1 denukan dengan persamaan (II.7). Harga n merupakan harga akual komodas seelah adanya nervens pemernah. kesembangan denukan dengan persamaan (II.8). Harga Dalam model n unuk menghndar kasus dak ada produks, maka dgunakan a c b d /. a c ka 1 b d a c d 1 c c S 1 ka 1...... (II.7) b d d a S ad bc ka S b b d a ka ad bc b a c ad bc ka S dan b d b d a S ad bc ka S b b d ad bc...... (II.8) Kuanas nervens pemernah denukan dengan persamaan (II.9). ersamaan n akan membawa kuanas komodas yang ada d pasar pada peroda + 1 ( S 1 ) mendeka kuanas pasokan sembang ( S ). In yang dsebu kebakan Keep Supply a Equlbrum (KSE). mn ;max S S ; 1 ad bc S b d...... a c b d (II.9) 13

II.6.3 odel Spaal rce Equlbrum (SE) Nole (007) odel Nole (007), mengembangkan model dasar spaal prce equlbrum (SE) Samuelson (195) dengan fungs obyekf maksmsas ne socal payoff unuk komodas gula pasr. odel dsmulaskan dengan menggunakan skenaro: Skenaro Dasar, Kesepakaan Dengan WT, Lberalsas Un Eropa, dan Lberalsas enuh. odel dpaka unuk memecahkan masalah sau komodas dan banyak wlayah (sngle commody and mul regons). odel SE Nole (007) dformulaskan menad xed Complemenary roblem (C) dan dpecahkan dengan sofware ATH Solver. asokan komodas dar negara pengekspor, S adalah lner dengan elassas harga ε (II.10), besarnya dak boleh melebh kuoa produks d negara ersebu, (II.11). S, quoa ax 0. S...... (II.10) S quoa...... (II.11) Kuanas permnaan d negara, D maksmum sama dengan kuanas komodas yang mengalr dar negara ke negara berdasarkan skenaro sch, X sch.. (II.1). D X sch, sch,...... (II.1) Kuanas pasokan d negara pengekspor mnmum sama dengan kuanas alran komodas dar negara ke negara berdasarkan skenaro sch, S X sch, sch X sch.. (II.13).,...... (II.13) Kuanas komodas yang mengalr dar negara ke negara pada skenaro sch maksmum sama dengan kuanas kuoa perlndungan mpor (arff rae quoa) skenaro sch negara ke negara, rq sch.. (II.1) X sch, rq sch,,,...... (II.1) 1

ersamaan-persamaan (II.11, II.1, II.13, dan II.1) menunukkan persyaraanpersyaraan eradnya alran komodas (ner regonal rade flows). Syara eradnya alran komodas uga dunukkan oleh persamaan (II.15). Alran komodas (ekspor-mpor) erad ka harga d negara pengekspor, S dambah dengan baya-baya yang erka d dalamnya melebh harga d negara pengmpor, D. Baya-baya yang erka dalam model n adalah: 1 SH = ngkos renal unuk kuoa produks sch.. = ngkos sewa unuk TR 3 exw_ fas = ngkos ransporas dar pabrk ke pelabuhan unloadng loadng, = ngkos bongkar mua kapal 5 fregh. = ngkos pengrman kapal 6 c = ngkos-ongkos ransaks sch 7 exs sch. 8 ar av sch... = Subsd ekspor _ = Tarf ad valorem 9 ar sp sch.. _ = Tarf khusus 10 nl _ ranspor = ngkos-ongkos ransporas dar pelabuhan aau pabrk ke pasar grosr S SH sch,, exw _ fas loadng fregh, c sch ex _ sub, * 1 ar _ av sch,, ar _ sp sch,, unloadng nld _ ranspor D...... (II.15) Keluaran aau varabel kepuusan model n adalah harga, produks, dan permnaan komodas gula d seluruh negara yang del (Lampran 1). Nla seluruh varabel 15

kepuusan dapa dbandngkan danara keempa skenaro yang del. Dalam model n dapa dlha kemungknan alran komodas dar negara surplus ke negara defs. II.6. odel Buffer Socks Suopo, e al. (008) odel Suopo, e al. (008), membahas enang buffer socks unuk mensablkan harga komodas gula. emernah melakukan nervens pasar dalam benuk pembelan komodas pada saa erad kelebhan pasokan (peroda panen) dan melakukan operas pasar dengan menualnya pada saa erad kekurangan pasokan (peroda anam). odel n dpaka unuk menyelesakan masalah sngle commody and sngle regon (sau komodas dan sau wlayah) dengan memperhakan nervens pemernah dalam benuk kebakan prce band dan buffer socks. odel derapkan unuk horzon waku peroda (1 = awal musm panen, = akhr musm panen, 3 = awal musm anam, dan = akhr musm anam), yang dapa merepresenaskan kuanas keersedaan komodas d pasar. odel Suopo, e al. n mengembangkan model Ahanasou, e al. (007). Fungs uuan dar model n adalah mnmsas oal baya dar produsen, konsumen, dan pemernah. rodusen mengeluarkan baya unuk komodas yang dproduksnya selama peroda awal dan akhr panen (drepresenaskan oleh ongkos penualan, p 0). rodusen menual komodas dengan harga pasar anpa nervens pemernah ( pada peroda 1, dan dengan harga subsd (nervens) pemernah ( peroda. mn f p ) ) pada Konsumen mengeluarkan baya unuk komodas yang dkonsumsnya pada peroda nervens pemernah (akhr musm panen dan akhr musm anam). ada peroda akhr musm panen, seharusnya konsumen memperoleh harga pasar ( p ) yang lebh rendah dar harga nervens pemernah ( mn ). ada peroda konsumen mendapa subsd dar pemernah dengan derapkannya harga nervens ( max ) yang lebh 16

rendah dar harga yang seharusnya ( f p ). Toal baya yang dkeluarkan konsumen sebesar harga komodas dkalkan dengan kuanas komodas yang dkonsums. emernah mengeluarkan baya unuk operas pembelan kelebhan pasokan pada mn I peroda ( ), pembelan mpor komodas ( p ), sera baya penanganan komodas selama dsmpan (h), dkalkan dengan kuanasnya. emernah max memperoleh pendapaan dar melakukan nervens pasar pada peroda ( ) dkalkan dengan kuanas operas pasar yang dlakukan ( ). Fungs uuan dar model Suopo, e al. (008) dapa dlha pada persamaan (II.16). C Toal baya sakeholder ( TC,, ) merupakan umlahan dar oal baya produsen C ( TC ), oal baya konsumen ( TC ), dan oal baya pemernah ( TC ). erhungan oal baya ersebu dapa drnc sebaga berku: 1 Toal baya produsen rodusen mendapa keunungan sebesar selsh harga kesembangan d pasar bebas ( f 1 p ) dengan ongkos penualan ( p 0 ) dkalkan umlah pasokan pada s peroda 1 ( q 1 ). ada peroda produsen akan mengalam kerugan karena auhnya harga akba surplus pasokan. emernah mengnervens harga dengan meneapkan harga baas mnmum ( mn ) unuk mengurang kerugan produsen. Baya yang danggung produsen menad selsh dar ongkos penualan dengan harga mnmum dkalkan dengan umlah pasokan pada peroda. Toal baya dar ss produsen dapa dnyaakan dengan persamaan II.16. f 1 s mn p p q p q s TC 0 1 0.... (II.16) Toal baya konsumen Inervens pasar pemernah menyebabkan konsumen drugkan karena harga akan nak mendeka harga baas mnmum. Kerugan konsumen sebesar selsh anara harga akual anpa nervens ( p ) dengan harga baas mnmum dkalkan d dengan umlah permnaan pada peroda ( q ). ada peroda erad 17

kelangkaan pasokan, sehngga harga menngka. emernah mengnervens max harga dengan meneapkan harga baas maksmum ( ). Konsumen mendapakan keunungan sebesar selsh harga kesembangan pasar bebas ( f p ) d dengan harga baas maksmum dkalkan dengan umlah permnaan ( q ). Toal baya dar ss konsumen dapa dnyaakan dengan persamaan II.17. mn d f max p q p q d TC C.... (II.17) 3 Toal baya pemernah Baya yang dkeluarkan pemernah unuk operas pembelan pada peroda sebesar harga baas mnmum dkalkan dengan umlah pembelan pada peroda ( ). emernah mengeluarkan baya unuk mpor komodas sebesar harga I I mpor ( p ) dkalkan umlah komodas yang dmpor ( ). Unuk menangan buffer socks, pemernah mengeluarkan baya sebesar ongkos penanganan (h) dkalkan dengan umlah buffer socks ( ). emernah mendapakan penghaslan dar menual komodas pada peroda sebesar harga baas max maksmum ( ) dkalkan dengan umlah komodas yang dual ( ). Toal baya dar ss pemernah dapa dnyaakan dengan persamaan II.18. mn I I max p h TC.... (II.18) TC, C, TC TC C TC f 1 s mn s mn d p p 0 q1 p0 q p q f max d p q mn I I max p h.... (II.19) Fungs-fungs pembaas dalam penelan n dapa drnc sebaga berku: 1 embaas-pembaas kebakan prce band a Harga baas mnmum Harga baas mnmum merupakan fungs harga pasokan seelah pemernah mengnervens dengan pembelan kelebhan pasokan pada peroda. Secara 18

maemak persamaan harga baas mnmum dapa dnyaakan dengan persamaan (II.0). mn s a b q.... (II.0) Harga baas mnmum yang deapkan pemernah n hanya dgunakan unuk mengnervens harga selama peroda. Secara maemak pembaas n dapa dnyaakan dengan persamaan (II.1)..... (II.1) mn f 1 b Harga baas maksmum Harga baas maksmum merupakan fungs harga pasokan seelah pemernah mengnervens dengan menual komodas pada peroda ( ). Secara maemak persamaan harga baas maksmum dapa dnyaakan dengan persamaan (II.). max s b a bq.... (II.) Harga baas maksmum yang deapkan pemernah n hanya dgunakan unuk mengnervens harga selama peroda. Secara maemak pembaas n dapa dnyaakan dengan persamaan (II.3)..... (II.3) 3 max f embaas-pembaas pasokan-permnaan a Jumlah komodas yang dbel pemernah pada peroda maksmum sama dengan selsh pasokan dan permnaan (II.). s d q q.... (II.) b Jumlah komodas yang dual pemernah pada peroda mnmum sama dengan selsh permnaan dan pasokan (II.5). d s q q.... (II.5) c Jumlah oal pasokan nasonal dan mpor melebh umlah permnaan nasonal dan buffer socks (II.6). s q 1 1 I d q.... (II.6) 19

3 embaas-pembaas pembukaan pasar a Besarnya safey sock pemernah maksmum sama dengan umlah sok awal pemernah dambah umlah komodas yang dbel pemernah pada peroda dkurang umlah yang dual pada peroda dambah umlah yang dmpor (II.7). SS I 0.... (II.7) b Besarnya buffer socks pemernah sama dengan selsh umlah pembelan pemernah pada peroda dengan umlah penualan pemernah pada peroda dambah umlah komodas gula pasr yang dmpor (II.8). I.... (II.8) embaas nonnegaf embaas nonnegaf menyaakan bahwa seluruh varabel kepuusan harus bernla posf (II.9) I mn max,,,, 0.... (II.9) Keluaran (varabel kepuusan) model n adalah harga mnmum ( mn ), harga max I maksmum ( ), kuanas mpor ( ), buffer socks ( ), kuanas operas pasar pemernah (pembelan pada peroda akhr panen, dan penualan pada peroda akhr anam, ). 0