Volume : IV, Nomor : 1, September 2014

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Volume : IV, Nomor : 1, September 2014"

Transkripsi

1 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PEMENANG MUSABAQAH TILAWATIL QUR AN TINGKAT KECAMATAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (Studi Kasus : Kecamatan Huta Raja Tinggi) Leli Asmara Surbati ( ) Mahasiswa Program Studi Teni Informatia STMIK Budi Darma Medan JL.Sisingamangaraja No.338 Sp.Limun Medan http : // // [email protected] ABSTRAK Pengambilan eputusan untu menetapan apaah calon pemenang laya atau tida didasari beberapa riteria yang ditetapan oleh panitia. Untu menghindari subyetifitas eputusan yang dihasilan diperluan suatu Sistem Penduung Keputusan (SPK) yang dapat membantu panitia penentuan peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam memutusan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an yang mana yang aan diterima. SPK merupaan suatu sistem menggunaan model yang dibangun untu membantu menyelesaian masalah-masalah semi terstrutur. Dalam hal ini penulis aan membuat sebuah apliasi selesi penentuan dengan menggunaan model sistem eputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hal ini dipilih arena metode ini menentuan nilai bobot untu setiap atribute dengan riteria-riteria penilaian yang telah ditentuan, emudian dilanjutan dengan proses penyelesian sebagai tahap selesi siapa saja yang berha menjadi calon pemenang. Dengan apliasi yang dirancang diharapan dapat memudahan bagi panitia dalam penyelesian calon pemenang arena telah diduung dengan suatu apliasi dengan suatu sistem penduung eputusan. Kata Kunci : Musabaqoh Tilawatil Qur an (MTQ), Simple Additive Weighting (SAW). 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah Pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an diadaan untu menambah pengetahuan maupun Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ), di minat para pemenang bai dari ana-ana, remaja, indonesia dapat diataan sebagai egiatan rutin dalam eagamaan, dan yang cuup besar dan yang dibiayai oleh pemerintah saat ini. Musabaqoh ini tida lepas dari dimensi sosialnya sebagai sebuah dewasa hingga golongan cacat netra lebih mendalami ilmu agama. Sejauh ini pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an buan saja diadaan di alangan ecil tetapi sudah menjadi pertandingan tingat egiatan. Dari meriahnya acara yang nasional. Awalnya Musabaqoh Tilawatil Qur an diselenggaraan, ingin dimunculan suatu citra bahwa islam memilii suatu eistimewaan yang harus hanyalah jenis lomba membaca alqur an tetapi setelah perembangan zaman Musabaqoh Tilawatil Qur an dibanggaan dan dilestarian dengan itab sucinya. buan hanya sebatas itu saja tetapi lebih Dalam musabaqoh ini memang terjadi ajang adu eahlian yang dimilii tapi ada juga hal lain yaitu untu mensy aran dawah. Yang berguna untu menstimulus obje sasaran yang masih awam dan menimbulan rasa einginan yang uat untu diembangan, seperti azan, ceramah, aligrafi dan lain-lain, tetapi sering terjadi esalahan penempatan peserta diarenaan urang, misalan asalah yang sering terjadi dalam penentuan pemenang adalah esalahan data dari setiap elurahan, misalnya memilii hal yang sama dari musabaqoh tersebut. pemenang mampu membaca alqur an, ternyata Pengambilan eputusan untu menetapan apaah calon pemenang laya atau tida didasari beberapa riteria yang ditetapan oleh panitia. Untu menghindari subyetifitas eputusan yang dihasilan panitia menempatannya menjadi pemenang azan. Disinilah leta masalah yang aan dibahas. Selesi penentuan pemenang merupaan tipe masalah proses ini buan agenda rutin suatu diperluan suatu Sistem Penduung Keputusan (SPK) pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an yang dapat membantu panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam memutusan calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an yang mana yang aan diterima. SPK merupaan suatu melainan ejadian yang terjadi setahun seali yang biasanya diadaan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam pengambilan eputusan sebelumnya masih sistem menggunaan model yang dibangun untu memerluan watu yang cuup lama. Dalam membantu menyelesaian masalah-masalah semi menentuan eputusan penentuan pemenang yang terstrutur. diterima atau tida diterima, panitia harus mengurutan nilai selesi calon pemenang dari setiap 129

2 elurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Hal ini membuat panitia sediit esulitan dalam pengambilan eputusan. Mengingat permasalahan yang dihadapi, maa apliasi ini dibuat sebagai salah satu sarana informasi untu membantu panitia penerimaan peserta dalam menentuan apaah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an diterima atau tida secara obyetif. 1.2 Perumusan Masalah Berdasaran latar belaang masalah maa dapat diambil rumusan masalah yang aan diselesaian yaitu : 1. Bagaimana proses selesi penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi? 2. Bagaimana menerapan metode Simple Additive Weighting dalam penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an? 3. Bagaimana merancang apliasi Sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an tingat ecamatan dengan menggunaan Visual Basic Net 2008? 2. Dapat memudahan bagi panitia penentuan pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an dalam penyelesian calon pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an arena telah diduung dengan suatu apliasi dengan suatu sistem penduung eputusan. 3. Dapat memberian emudahan dalam pengolahan data pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an. 2 Konsep Sistem Penduung Keputusan 2.1 Sistem Sistem adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemuan ebutuhan pengolahan transasi harian yang menduung fungsi operasi organisasi yang bersifat manejerial dengan egiatan strategi dari suatu organisasi untu dapat menyediaan epada piha luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperluan ( Tata Sutabri, 2012,46). Sistem adalah umpulan elemen yang saling beraitan yang bertanggung jawab memproses masuan (input) sehingga menghasilan eluaran (output) (Kusrini, 2012,11). 1.3 Batasan Masalah Adapun yang menjadi batasan pada penelitian ini adalah : 1. Hanya membahas selesi pemenang Musabaqoh Tilawatil Qur an Tingat Kecamatan hususnya pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Kriteria yang digunaan pada penilaian pemenang adalah Lagu pertama, Jumlah Lagu, Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu, Irama dan Gaya, serta Variasi 3. Bahasa pemrograman yang dipaai adalah Visual Basic Net 2008 dengan database, Mysql Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Berdasaran perumusan masalah yang diberian, maa tujuan penelitian yaitu sebagai beriut : 1. Menjelasan proses selesi penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Menerapan metode Simple Additive Weighting dalam sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an. 3. Untu merancang apliasi sistem penduung eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an tingat ecamatan dengan menggunaan Visual Basic Net Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penulisan sripsi ini adalah : 1. Dapat mempercepat proses pengambilan eputusan penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur;an Tingat Kecamatan. 2.2 Keputusan Keputusan merupaan egiatan memilih suatau strategi atau tindaan dalam pemecahan masalah tersebut. Tindaan memilih strategi atau asi yang diyaini manajer aan memberian solusi terbai atas sesuatu itu disebut pengambilan eputusan. Tujuan dari eputusan adalah untu mencapai target atau asi tertentu yang harus dilauan. (Kusrini, 2007,7). 2.3 Sistem Penduung Keputusan Sistem Penduung Keputusan (SPK) merupaan sistem informasi interatif yang menyediaan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu digunaan untu membantu pengambilan eputusan dalam situasi yang semi terstrutur dan situasi yang tida terstrutur. (Kusrini, 2007,15). Dari Defenisi Diatas, Maa dapat dietahui tujuan Sistem Penduung Keputusan adalah : 1. Membantu Manager mengambil eputusan setengah strutur yang dihadapi oleh maneger level menengah. 2. Membantu atau menduung manajemen mengambil eputusan buan mengantiannya. 3. Meningatan efetivitas eputusan yang diambil manajer lebih daripada perbaian efisiensinya. 4. Kecepatan omputasi. Komputer memunginan para pengambil eputusan untu melauan banya omputasi secara cepat dengan biaya yang rendah. 5. Peningatan produtivitas. Membangun satu elompo pengambil eputusan, terutama para paar, bias sangat mahal. Komputerisasi bias menurangi uuran elompo da memunginan 130

3 para anggotanya untu berada diberbagai loasi yang berbeda-beda Komponen-omponen Sistem Penduung Keputusan Apliasi DSS dapat terdiri dari subsistem seperti ditunjuan pada Gambar 1. Gambar 1 Karateristi dan emampuan SPK Sumber : Turban, Aronson, Liang, 2005,141 a. Subsistem pengelolaan data (database) Sub sistem pengelolaan data (database) merupaan omponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasian dalam sebuah basis data yang diorganisasian oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System). b. Sub sistem pengelolaan model (model base) Keunian dari SPK adalah emampuannya dalam mengintegrasian data dengan modelmodel eputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tida mampu mencerminan seluruh variabel alam nyata, sehingga eputusan yang diambil tida sesuai dengan ebutuhan oleh arena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatian dan harus dijaga flesibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatian adalah pada setiap model yang disimpan hendanya ditambahan rincian eterangan dan penjelasan yang omprehensif mengenai model yang dibuat. c. Subsistem pengelolaan dialog (user interface) Keunian lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasian sistem yang terpasang dengan pengguna secara interatif, yang dienal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasian sehingga pengguna dapat beromuniasi dengan sistem yang dibuat. (Turban, Aronson, Liang, 2005,143) Qur an (MTQ) Tingat Nasional yang untu pertama alinya diadaan di UjungPandang. Disamping itu, merea berdua, bersama KH.Zaini Miftah, KH. Ali Masyhar dan Prof. Dr. H.A. Muti Ali pada 23 Januari 1970 membentu Yayasan Ihya Ulu,muddin, yang setahun emudian merintis berdirinya perguruan Tinggi Ilmu Al Qur an (PTIQ), sebuah perguruan tinggi yang secara husus mengajaran seni baca dan menghafal Al Qur;an serta ilmu-ilmu yang ada didalamnya. Pada bulan Ramadhan tahun 1968, MTQ dilembagaan secara nasional oleh KH. Muhammad Dahlan dan untu ali pertama diselenggaraan di Maassar (Sulawesi Selatan). Kala itu hanya melombaan tilawah dewasa saja yang melahiran Qari Ahmad Syahid dari Jawa Barat dan Muhammadong Dari Sulawesi Selatan. Khusus untu MTQ Wartawan (peerja jurnalis bai ceta maupun eletroni) diselenggaraan secara rutin tiga tahun seali Metode Simple Addtive Weighting (SAW) Metode SAW sering juga dienal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating inerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW membutuhan proses normalisasi matris eputusan (X) e suatu sala yang dapat diperbandingan dengan semua ranting alternatif yang ada. X ij Max X ij jia j adalah atribut euntungan (benefit) r ij = i Min X ij jia j adalah atribut biaya (cost) Keterangan : r ij x ij X ij = nilai rating inerja ternormalisasi = nilai atribut yang dimilii dari setiap riteria Max x ij Min x ij Benefit terbai Cost = jia nilai terecil adalah terbai Dimana r ij adalah rating ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,,m dan j=1,2,,n. Nilai prefensi untu setiap alternatif (Vi) diberian sebagai : = nilai terbesar dari setiap riteria = nilai terecil dari setiap riteria = jia nilai terbesar adalah nilai 2.5. MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur an) Musabaqoh Tilawatil Qur an adalah lomba V i = membaca Al Qur an dengan lagu. KH.Muhammad Keterangan : Dahlan (Menteri Agaman RI, ), bersama Vi = ranging untu setiap alternatif Prof. KH. Ibrahim Hossen adalah pemraarsa W j = nilai bobot dari setiap riteria pertama penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil r ij = nilai rating inerja ternormalisasi 131

4 Nilai Vi yang lebih besar mengidentifiasian bahwa alternatif Ai lebih terpilih. Sumber : Jurnal Destriyana Darmastuti 3. ANALISA MASALAH 3.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisis sistem merupaan tahap yang bertujuan untu memahami sistem, mengetahui eurangan sistem, dan menentuan ebutuhan sistem yang lama. Dengan menganalisis masalah dan menganalisis prosedur sistem yang sedang berjalan, maa dapat dijadian sebagai dasar perancangan dan perbaian pada sistem yang baru agar dapat menjadi sebuah sistem yang lebih efetif dan efesien. Dalam selesi penentuan peserta pertandingan Musabaqoh Tilawatil Qur an merupaan diadaan dalam setahun seali yang biasanya diadaan menjelang bulan puasa. Panitia penerimaan peserta Musabagoq Tilawatil Qur an dalam pengambilan eputusan sebelumnya masih memerluan watu yang cuup rumit dan watu yang tida sebentar. Dalam menentuan eputusan penentuan peserta yang diterima atau tida diterima, panitia harus mengurutan nilai selesi calon peserta dari setiap elurahan dari nilai yang tertinggi sampai nilai yang terendah. Hal ini membuat panitia sediit esulitan dalam pengambilan eputusan. Oleh arena itu aan dibangun sistem penduung eputusan dalam membantu menentuan apaah peserta Musabaqoh Tilawatil Qur an diterima atau tida secara objetif Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Di dalam menggunaan metode simple additive weighting diperluan riteria-riteria dan bobot untu melauan perhitungan sehingga aan didapat altenatif terbai. Ada 5 atribut (riteria) pengambilan eputusan, yaitu: C 1 = Lagu Pertama C 2 = Jumlah Lagu C 3 = Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu C 4 = Irama dan Gaya C 5 = Variasi Dari masing-masing riteria tersebut aan ditentuan bobot-bobotnya : 1. Sangat rendah (SR) = 0 2. Rendah (R) = Sedang (S) = Tinggi (T) = Sangat tinggi = 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Lagu pertama (C 1 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel.1 : Tabel.1 Lagu Pertama (C 1 ) No Lagu Pertama Nilai 1 Tida Kurang Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Jumlah lagu (C 2 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 2 : Tabel 2 Jumlah Lagu (C 2 ) No Jumlah Lagu Nilai > 5 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria Peralihan eutuhan dan Tempo lagu (C 3 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 3 : Tabel 3 Kriteria Peralihan Keutuhan dan Tempo Lagu(C 3 ) No Peralihan Keutuhan Nilai dan Tempo Lagu 1 Tida Kurang Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria irama dan gaya (C 4 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 4 : Tabel 4 Kriteria Irama dan Gaya (C 4 ) No Irama dan Gaya Nilai 1 Tida Kurang Sangat 1 Beriut merupaan tabel riteria dari riteria variasi (C 5 ) dengan nilai bobotnya, dapat dilihat pada tabel 5 : Tabel 5 Kriteria Variasi (C 5 ) No Variasi Nilai 1 Tida Kurang Sangat 1 Adapun data hasil selesi peserta yang diajuan dapat dilihat pada tabel 6 beriut ini : Tabel 6 Data Peserta yang diajuan Kriteria g N o Alter natif Lagu Perta ma 1 Indra Kuran Ju mla h Lag u Peraliha n Keutuha n dan Tempo Lagu Ira ma dan Gay a 3 Kura ng Va ria si Kur ang 132

5 2 Budi man 3 Ilham Sangat 4 Helm i bai Bai 4 Kur ang Bai 6 Sangat Tida 1 Kurang Sang at Tida Kur ang Bai Kur ang Bai 3.2. Perancangan Berdasaran penentuan riteria dan perhitungan yang telah diperoleh sebelumnya, maa penulis merancang sebuah sistem penduung eputusan penentuan elayaan daerah pertanian dengan metode metode Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunaan sistem yang teromputerisasi. Adapun urutan langah-langah perancangan sistem yang penulis usulan adalah sebagai beriut : Gambar 2 Activity Diagram Apliasi Secara Umum Pada Gambar 3 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data peserta Use Case Use case merupaan fungsionalitas dari suatu sistem, sehingga user atau apliasi dapat mengerti mengenai apliasi yang aan dibangun. Use Case apliasi dapat dilihat dalam gambar 1. Gambar 3 Activity Diagram Peserta Pada Gambar 4 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data riteria. Gambar 1 Use Case Sistem 3.2. Activity Diagram Activity diagram merupaan salah satu cara memodelan event-event yang terjadi dalam use case. Pada diagram ini secara ensensial mirip dengan diagram alir (Flowchart), memperlihatan aliran endali dari suatu atifitas e atifitas lainnya. Activity diagram berfungsi untu menvisualisasian, menspesifiasi, mengonstrusi, serta mendoumentasian sifat dari seumpulan obje, selain itu juga dapat digunaan memodelan aliran endali dari suatu operasi. Gambar 4 Activity Diagram Kriteria Pada Gambar 5 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data pembobotan. 133

6 Memilih Menu Input Data Pembobotan Input Data Pembobotan Entry Data Pembobotan Ce Data Pembobotan yang dibutuhan untu dapat menjalanan sistem tersebut. a. Sistem Operasi Windows 7 b. Microsoft Visual Studio.Net 2008 c. Phptriad 2.3 (Mysql) [tida ada] [ada] Insert Data Pembobotan [edit] [hapus] Update Data Delete Data Pembobotan Pembobotan Tida Kembali e menu utama Gambar 5 Activity Diagram Pembobotan Pada sripsi ini, sistem dibangun menggunaan Visual Basic.Net 2008, beriut merupaan implementasi sistem dari langah pertama hingga penentuan solusi. 1. Tampilan Form Login Form login berfungsi untu melauan proses login. Beriut ini merupaan tampilan dari form login. Pada Gambar 6 aan dijelasan lebih detail atifitas yang lebih dalam dari activity diagram sebelumnya. Yaitu activity diagram dari atifitas antara obje di dalam data penelusuran. Memilih Menu Input Data Penelusuran Input Data Penelusuran Ce Data Penelusuran Entry Data Penelusuran [tida ada] Insert Data Penelusuran [ada] [edit] [hapus] Update Data Penelusuran Delete Data Penelusuran Gambar 7 Tampilan Form Login Tida Kembali e menu utama Gambar 6 Activity Diagram Penelusuran 4. IMPLEMENTASI Impelementasi adalah suatu tindaan atau pelasanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilauan setelah perencanaaan sudah dianggap selesai. Implementasi dari sistem penduung eputusan ini terdiri dari berbagai ebutuhan sebagai beriut : 1. Kebutuhan Hardware Dalam sebuah sistem agar dapat berjalan seperti yang diinginan tida dapat dipisahan antara hardware dan software beriut spesifiasi yang diperluan dalam merancang sistem tersebut. a. Processor Minimal Pentium IV b. Hardis Maximal 80 GB c. RAM 1 GB d. Monitor e. Keyboard f. Mouse 2. Kebutuhan Software Sistem ini agar dapat berjalan dengan lancar tida lepas dari adanya software yang jelas menduung hardware di atas, beriut software 2. Tampilan Form Menu Utama Form Menu Utama berfungsi untu menampilan form-form lain yang ada di dalam sistem. Beriut ini merupaan tampilan dari form menu utama. Gambar 8Tampilan Menu Utama 3. Tampilan Form Peserta (Alternatif) Form peserta berfungsi untu melauan penginputan data peserta atau data alternatif. Beriut merupaan tampilan dari form peserta. 134

7 Gambar 9 Tampilan Form Peserta Gambar 12 Form Penelusuran 7. Tampilan Form About Forim About berfungsi untu menampilan informasi mengenai penulis dan apliasi terhadap. Beriut merupaan tampilan dari form about. 4. Tampilan Form Kriteria Form riteria berfungsi untu melauan penginputan data riteria atau data. Beriut merupaan tampilan dari form Kriteria. Gambar 13 Form About Gambar 10 Form Kriteria 5. Tampilan Form Pembobotan Nilai Form Pembobotan nilai berfungsi untu melauan pembobotan terhadap semua riteria.beriut merupaan tampilan dari form pembobotan nilai riteria. Gambar 11 Tampilan Form Pembobotan Nilai 6. Tampilan Form Penelusuran Form Penelusuran nilai berfungsi untu menampilan hasil penelusuran.beriut merupaan tampilan dari form penelurusan. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasaran hasil dari penelitian yang penulis lauan mengenai implementasi metode Simple Additive Weighting untu proses penduung eputusan untu penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an yang telah dirancang, penulis dapat menulis esimpulan sebagai beriut : 1. Dengan adanya proses selesi pemenang maa aan mempermudah piha panitia dalam menentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an pada Kecamatan Huta Raja Tinggi. 2. Penerapan metode Simple Addtive Weigting dalam penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an lebih mudah arena penyelesaian nya cuup sederhana. 3. Perancangan perangat luna sistem penduung eputusan untu menentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an, diperluan adanya metode Simple Additive Weighting dan didalam penginputan serta pemrosesan diperluan software penduung yaitu Visual Basic Saran Adapun penelitian yang penulis lauan ini masih jauh dari sempurna, oleh arena itu untu penelitian selanjutnya disaranan hal-hal sebagai beriut : 135

8 1. Sistem Penduung Keputusan untu penentuan pemenang Musabaqah Tilawatil Qur an menggunaan metode Simple Additive Weighting dapat diembangan lagi dengan menambahan riteria-riteria lain yang dapat menduung pengambilan eputusan. 2. Metode Simple Additive Weghting diharapan dapat diimplementasian edalam perangat luna yang lebih bai sehingga mendapatan hasil yang aurat. 3. Dapat di embangan embali dengan menambahan riteria-riteria yang baru dengan menggunaan metode yang telah berjalan atau dengan membuat yang baru dengan menggunaan metode yang baru juga. 6. DAFTAR PUSTAKA [1] Kusrini, Sistem Penduung Keputusan, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi I, [2] Wahana Komputer, Visual Basic 2008, Penerbit Andi, Semarang, Edisi I, [3] Abdul Kadir, Database MySQL, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi I, [4] Tata Sutabri, Sistem Informasi Manajemen, Penerbit Andi, Yogyaarta, [5] Jurnal : Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web Untu Reomendasi Pencari Kerja Terbai, Destriyana Darmaastuti, [6] Turban, Decision Support System And Iteligent Systems, Penerbit Andi, Yogyaarta, Edisi Jilid 1,

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS RAMBUT MANUSIA DENGAN MENERAPKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS RAMBUT MANUSIA DENGAN MENERAPKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN JENIS RAMBUT MANUSIA DENGAN MENERAPKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Fitriani (1011184) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Budi Darma Medan JL.Sisingamangaraja

Lebih terperinci

MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM

MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM MODEL REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY UNTUK MEMPREDIKSI TAGIHAN AIR PDAM 1,2 Faultas MIPA, Universitas Tanjungpura e-mail: [email protected], email: [email protected] Abstract

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Apliasi Pada tahap implementasi ini merupaan penerapan apliasi dari hasil perancangan sistem yang ada untu mencapai suatu tujuan yang diinginan. Implementasimelasanaan

Lebih terperinci

APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK

APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK APLIKASI METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (FMCDM) UNTUK OPTIMALISASI PENENTUAN LOKASI PROMOSI PRODUK Novhirtamely Kahar, ST. 1, Nova Fitri, S.Kom. 2 1&2 Program Studi Teni Informatia, STMIK

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SMARTPHONE

PENERAPAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SMARTPHONE PENERAPAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SMARTPHONE Novhirtamely Kahar 1, Rii 2 12 Program Studi Teni Informatia, STMIK Nurdin Hamzah, Jambi ` E-mail:

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Masalah untu mencari jalur terpende di dalam graf merupaan salah satu masalah optimisasi. Graf yang digunaan dalam pencarian jalur terpende adalah graf yang setiap sisinya

Lebih terperinci

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK

BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK BAB 3 PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK EUCLID, PATTERN MATCHING BERBASIS JARAK MAHALANOBIS, DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS PROPAGASI BALIK Proses pengenalan dilauan dengan beberapa metode. Pertama

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Metodologi Penelitian Metodologi penelitian merupakan sekumpulan rangkaian tahapan kegiatan atau prosedur yang digunakan oleh pelaksana penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Gambar 3.1 Bagan Penetapan Kriteria Optimasi Sumber: Peneliti Determinasi Kinerja Operasional BLU Transjaarta Busway Di tahap ini, peneliti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Di aman searang sebuah adal yang tersusun rapi merupaan ebutuhan bagi setiap individu. Namun masalah penyusunan sebuah adal merupaan sebuah masalah umum yang teradi,

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP )

SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) SATUAN ACARA PERKULIAHAN ( SAP ) Mata Kuliah : Pengolahan Citra Digital Kode : IES 6323 Semester : VI Watu : 1x 3x 50 Menit Pertemuan : 7 A. Kompetensi 1. Utama Mahasiswa dapat memahami tentang sistem

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Keadaan dunia usaha yang selalu berubah membutuhan langah-langah untu mengendalian egiatan usaha di suatu perusahaan. Perencanaan adalah salah satu langah yang diperluan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Statisti Inferensia Tujuan statisti pada dasarnya adalah melauan desripsi terhadap data sampel, emudian melauan inferensi terhadap data populasi berdasaran pada informasi yang

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERBANDINGAN TINGKAT PELANGGARAN PERLINDUNGAN KEKERASAN PADA ANAK

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERBANDINGAN TINGKAT PELANGGARAN PERLINDUNGAN KEKERASAN PADA ANAK SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERBANDINGAN TINGKAT PELANGGARAN PERLINDUNGAN KEKERASAN PADA ANAK Airani Elizabeth Mani Program Studi Teni Informatia Jurusan Teni Eletro Faultas Teni Universitas Tanjungpura

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTU NILAI INTERVAL KADAR LEMAK TUBUH MENGGUNAKAN REGRESI INTERVAL DENGAN NEURAL FUZZY Tedy Rismawan dan Sri Kusumadewi Laboratorium Komputasi dan Sistem Cerdas, Jurusan Teni

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI ALGORITMA KOLONI SEMUT PADA PROSES PENCARIAN JALUR TERPENDEK JALAN PROTOKOL DI KOTA YOGYAKARTA

IMPLEMENTASI ALGORITMA KOLONI SEMUT PADA PROSES PENCARIAN JALUR TERPENDEK JALAN PROTOKOL DI KOTA YOGYAKARTA Seminar Nasional Informatia 2009 (semnasif 2009) ISSN: 1979-2328 UPN Veteran Yogyaarta, 23 Mei 2009 IMPLEMENTASI ALGORITMA KOLONI SEMUT PADA PROSES PENCARIAN JALUR TERPENDEK JALAN PROTOKOL DI KOTA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI UJIAN SARINGAN MASUK PERGURUAN TINGGI SECARA ONLINE BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS UNIVERSITAS POTENSI UTAMA MEDAN)

PERANCANGAN APLIKASI UJIAN SARINGAN MASUK PERGURUAN TINGGI SECARA ONLINE BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS UNIVERSITAS POTENSI UTAMA MEDAN) Techno.COM, Vol. 15, No. 3, Agustus 2016: 217-223 PERANCANGAN APLIKASI UJIAN SARINGAN MASUK PERGURUAN TINGGI SECARA ONLINE BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS UNIVERSITAS POTENSI UTAMA MEDAN) Deny Adhar 1, Labuhan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA 1 Latar Belaang PENDAHULUAN Sistem biometri adalah suatu sistem pengenalan pola yang melauan identifiasi personal dengan menentuan eotentian dari arateristi fisiologis dari perilau tertentu yang dimilii

Lebih terperinci

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Departemen

Lebih terperinci

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika

khazanah Sistem Klasifikasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation informatika hazanah informatia Jurnal Ilmu Komputer dan Informatia Sistem Klasifiasi Tipe Kepribadian dan Penerimaan Teman Sebaya Menggunaan Jaringan Syaraf Tiruan Bacpropagation Yusuf Dwi Santoso *, Suhartono Program

Lebih terperinci

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler

Penggunaan Induksi Matematika untuk Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Ekspresi Reguler Penggunaan Indusi Matematia untu Mengubah Deterministic Finite Automata Menjadi Espresi Reguler Husni Munaya - 353022 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Keranga Pemiiran Pemerintah ahir-ahir ini sering dihadapan pada masalah persediaan pupu bersubsidi yang daya serapnya rendah dan asus elangaan di berbagai loasi di Indonesia.

Lebih terperinci

APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID

APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID APLIKASI PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF RADIAL BASIS FUNCTION DENGAN METODE PEMBELAJARAN HYBRID Ferry Tan, Giovani Gracianti, Susanti, Steven, Samuel Luas Jurusan Teni Informatia, Faultas

Lebih terperinci

PEGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN ROBOTIKA MENGGUNAKAN ROBOT MANIPULATOR PENYELEKSI BENDA BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE

PEGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN ROBOTIKA MENGGUNAKAN ROBOT MANIPULATOR PENYELEKSI BENDA BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE 452 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA : E-Journal Universitas Negeri Yogyaarta http://journal.student.uny.ac.id/ojs PEGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN ROBOTIKA MENGGUNAKAN ROBOT MANIPULATOR PENYELEKSI

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES Pelita Informatia Budi Darma, Volume : IV, Nomor: 3, Agustus 203 ISSN : 230-425 SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GAGAL GINJAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BAYES Sri Rahayu 044) Mahasiswa Program Studi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belaang Model Loglinier adalah salah satu asus husus dari general linier model untu data yang berdistribusi poisson. Model loglinier juga disebut sebagai suatu model statisti

Lebih terperinci

Makalah Seminar Tugas Akhir

Makalah Seminar Tugas Akhir Maalah Seminar Tugas Ahir PENDETEKSI POSISI MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER MMA7260Q BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Muhammad Riyadi Wahyudi, ST., MT. Iwan Setiawan, ST., MT. Abstract Currently, determining

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MEMPEROLEH ASSOCIATION RULE ANTAR ITEMSET BERDASARKAN PERIODE PENJUALAN DALAM SATU TRANSAKSI

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MEMPEROLEH ASSOCIATION RULE ANTAR ITEMSET BERDASARKAN PERIODE PENJUALAN DALAM SATU TRANSAKSI PENERAPAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MEMPEROLEH ASSOCIATION RULE ANTAR ITEMSET BERDASARKAN PERIODE PENJUALAN DALAM SATU TRANSAKSI Devi Fitrianah, Ade Hodijah Program Studi Teni Informatia, Faultas Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursakti ( )

PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursakti ( ) PENERAPAN DYNAMIC PROGRAMMING DALAM WORD WRAP Wafdan Musa Nursati (13507065) Program Studi Teni Informatia, Seolah Teni Eletro dan Informatia, Institut Tenologi Bandung Jalan Ganesha No. 10 Bandung, 40132

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING

BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING Bab III Desain Dan Apliasi Metode Filtering Dalam Sistem Multi Radar Tracing BAB III DESAIN DAN APLIKASI METODE FILTERING DALAM SISTEM MULTI RADAR TRACKING Bagian pertama dari bab ini aan memberian pemaparan

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG

HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG Volume, Nomor, Juli 6 (ISSN: 56-6) HUBUNGAN PENERAPAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DENGAN PERILAKU MEROKOK MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA SEMARANG Firnanda Zia Azmi *) Tinu Istiarti **) Kusyogo Cahyo

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMA NEGERI 5 KUPANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMA NEGERI 5 KUPANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN SISWA BARU PADA SMA NEGERI 5 KUPANG DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Wenefrida T. Ina, Silvester Tena, Melzando L. F Tari Jurusan Teknik Elektro Fakultas

Lebih terperinci

PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT

PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022 Yogyaarta, 16 Juni 2007 PENCARIAN JALUR TERPENDEK MENGGUNAKAN ALGORITMA SEMUT I ing Mutahiroh, Indrato, Taufiq Hidayat Laboratorium

Lebih terperinci

KLASIFIKASI DATA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION MOMENTUM DENGAN ADAPTIVE LEARNING RATE

KLASIFIKASI DATA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION MOMENTUM DENGAN ADAPTIVE LEARNING RATE KLASIFIKASI DATA MENGGUNAKAN JST BACKPROPAGATION MOMENTUM DENGAN ADAPTIVE LEARNING RATE Warih Maharani Faultas Teni Informatia, Institut Tenologi Telom Jl. Teleomuniasi No.1 Bandung 40286 Telp. (022) 7564108

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN OBAT (Studi Kasus : Apotek Adi Cipta Parma Jl. Sirnarasa no.49 Cimahi) Oleh : Bella Hardiyana, S.

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN OBAT (Studi Kasus : Apotek Adi Cipta Parma Jl. Sirnarasa no.49 Cimahi) Oleh : Bella Hardiyana, S. SISTEM INFORMSI PEMBELIN DN PENJULN OBT (Studi Kasus : pote di Cipta Parma Jl. Sirnarasa no.49 Cimahi) Oleh : Bella Hardiyana, S. Kom BSTRK pote di Cipta Parma adalah apote yang baru berdiri pada pertengahan

Lebih terperinci

Desi Reskika Sari ( )

Desi Reskika Sari ( ) PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN LOKASI PEMASARAN RUMAH DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS: PT. VISTA ESTATE MEDAN) Desi Reskika Sari (1111543) Mahasiswa Program

Lebih terperinci

PEMODELAN OPTIMALISASI PRODUKSI UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN LINIER

PEMODELAN OPTIMALISASI PRODUKSI UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN LINIER PEMODELAN OPTIMALISASI PRODUKSI UNTUK MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMROGRAMAN LINIER Tantri Windarti Program Studi Sistem Informasi STMIK Surabaya Jl Raya Kedung Baru 98, Surabaya

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGAJUAN KREDIT PADA PD BPR BKK BOJA DENGAN METODE SAW. Riris Niken Pratiwi

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGAJUAN KREDIT PADA PD BPR BKK BOJA DENGAN METODE SAW. Riris Niken Pratiwi SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGAJUAN KREDIT PADA PD BPR BKK BOJA DENGAN METODE SAW Riris Niken Pratiwi Jurusan Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro Semarang E-mail :[email protected] Abstrak

Lebih terperinci

PEMANFAATAN METODE HEURISTIK DALAM PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA SEMUT DAN ALGORITMA GENETIKA

PEMANFAATAN METODE HEURISTIK DALAM PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA SEMUT DAN ALGORITMA GENETIKA PEMANFAATAN METODE HEURISTIK DALAM PENCARIAN JALUR TERPENDEK DENGAN ALGORITMA SEMUT DAN ALGORITMA GENETIKA Iing Mutahiroh, Fajar Saptono, Nur Hasanah, Romi Wiryadinata Laboratorium Pemrograman dan Informatia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Menurut Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc; 2011:1. Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI MULTIMEDIA UNTUK PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI ANAK TUNARUNGU BERBASIS ANDROID

PERANCANGAN APLIKASI MULTIMEDIA UNTUK PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI ANAK TUNARUNGU BERBASIS ANDROID 170 Jurnal Sistem dan Tenologi Informasi (JUSTIN) Vol. 1, No. 2, (2017) 170 PERANCANGAN APLIKASI MULTIMEDIA UNTUK PENGENALAN BAHASA ISYARAT BAGI ANAK TUNARUNGU BERBASIS ANDROID Alfian Irdandi 1, Helfi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PENGEMBANGAN BUKU KOMIK FISIKA POKOK BAHASAN NEWTON BERBASIS KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Farida Huriawati 1), Purwandari 1,2), Intan Permatasari 1,3) 1,2,3 Program Studi Pendidian

Lebih terperinci

Kata Kunci: Guru, Decision support systems, MADM, SAW. 1. Pendahuluan

Kata Kunci: Guru, Decision support systems, MADM, SAW. 1. Pendahuluan RANCANG BANGUN DECISION SUPPORT SYSTEM PEMILIHAN GURU TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) (STUDI KASUS : SMA BHAKTI PERTIWI KOTA TANGERANG) Taufik Hidayat, S.Kom., M.Kom 1, Fajar

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.. Analisis Masalah Sistem pendukung keputusan seleksi pemain utama ini adalah manajer/pelatih tidak memperhatikan kriteria penilaian dan bobot kriteria dalam menentukan

Lebih terperinci

ESTIMASI KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BAGI UMKM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN PRINSIP 5C

ESTIMASI KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BAGI UMKM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN PRINSIP 5C ESTIMASI KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT BAGI UMKM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BERDASARKAN PRINSIP 5C Safudin 1), Sudi B Huna 2) Program Studi Manajemen Infortia STMIK Profesional Maass [email protected]

Lebih terperinci

Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunakan Metode Backpropagation

Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunakan Metode Backpropagation Seminar Nasional e 9: Reayasa Tenologi Industri dan Informasi Sistem Penduung Keputusan Penerima Beasiswa SMK Menggunaan Metode Bacpropagation Teti Rohaeti 1, Yoyon Kusnendar Suprapto 2, Eo Mulyanto 3

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SMA NEGERI 1 SINGKIL

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SMA NEGERI 1 SINGKIL SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) PADA SMA NEGERI 1 SINGKIL Rahmawan cibro ( 12110675) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK

Lebih terperinci

BAB 2 TEORI PENUNJANG

BAB 2 TEORI PENUNJANG BAB EORI PENUNJANG.1 Konsep Dasar odel Predictive ontrol odel Predictive ontrol P atau sistem endali preditif termasu dalam onsep perancangan pengendali berbasis model proses, dimana model proses digunaan

Lebih terperinci

BAB III METODE SCHNABEL

BAB III METODE SCHNABEL BAB III METODE SCHNABEL Uuran populasi tertutup dapat diperiraan dengan teni Capture Mar Release Recapture (CMRR) yaitu menangap dan menandai individu yang diambil pada pengambilan sampel pertama, melepasan

Lebih terperinci

ANALISIS PEMILIHAN CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

ANALISIS PEMILIHAN CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) ANALISIS PEMILIHAN CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Dini MH. Hutagalung Program Studi Sistem Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia [email protected] ABSTRAK

Lebih terperinci

Pengaruh Masuknya Penambahan Pembangkit Baru kedalam Jaringan 150 kv pada Kapasitas Circuit Breaker

Pengaruh Masuknya Penambahan Pembangkit Baru kedalam Jaringan 150 kv pada Kapasitas Circuit Breaker Pengaruh Masunya Penambahan Pembangit Baru edalam Jaringan 150 V pada Kapasitas Circuit Breaer Emelia, Dian Yayan Suma Jurusan Teni Eletro Faultas Teni Universitas Riau Kampus Binawidya Km 12,5 Simpang

Lebih terperinci

Muhammad Yudin Ritonga ( )

Muhammad Yudin Ritonga ( ) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRODUKSI MAKANAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DENGAN METODE TSUKAMOTO (STUDI KASUS : PT. INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR MEDAN) Muhammad Yudin Ritonga (0911555) Mahasiswa Program

Lebih terperinci

PENENTUAN JENIS PRODUK KOSMETIK PILIHAN BERDASARKAN FAKTOR USIA DAN WARNA KULIT MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN

PENENTUAN JENIS PRODUK KOSMETIK PILIHAN BERDASARKAN FAKTOR USIA DAN WARNA KULIT MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN PENENTUAN JENIS PRODUK KOSMETIK PILIHAN BERDASARKAN FAKTOR USIA DAN WARNA KULIT MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN Amethis Otaorora 1, Bilqis Amaliah 2, Ahmad Saihu 3 Teni Informatia, Faultas Tenologi

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGUNAKAN METODE SAW

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGUNAKAN METODE SAW SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK MENGUNAKAN METODE SAW SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) Pada Jurusan Sistem Informasi

Lebih terperinci

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PELAYANAN JASA PENGIRIMAN PAKET (KURIR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS FUZZY

ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PELAYANAN JASA PENGIRIMAN PAKET (KURIR) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS FUZZY Jurnal Manti Penusa Vol No Desember ISSN 88-9 ANALISIS EPUASAN ONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PELAYANAN JASA PENGIRIMAN PAET (URIR DENGAN MENGGUNAAN METODE TOPSIS FUZZY Desi Vinsensia Program Studi Teni Informatia

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN BANUAN LOGISTIK BENCANA BANJIR MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DINAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA (BPBD) KABUPATEN BREBES Agyztia Premana Teknik

Lebih terperinci

ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT

ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT Jurnal Sipil Stati Vol. No. Agustus (-) ISSN: - ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI - DENGAN VARIASI JUMLAH TINGKAT Revie Orchidentus Francies Wantalangie Jorry

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA PERGURUAN TINNGI NEGERI SINAR MAS DENGAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS: SMK NEGERI 1 GALANG)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA PERGURUAN TINNGI NEGERI SINAR MAS DENGAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS: SMK NEGERI 1 GALANG) Volume : IV, Nomor :, September 04 ISSN : 9-0X SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BEASISWA PERGURUAN TINNGI NEGERI SINAR MAS DENGAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS: SMK NEGERI GALANG) Helen Yenifer Silvia

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi

Lebih terperinci

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK

PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL. Sutriani Hidri. Ja faruddin. Syafruddin Side, ABSTRAK PENYELESAIAN PERSAMAAN LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE TRANSFORMASI DIFERENSIAL Syafruddin Side, Jurusan Matematia, FMIPA, Universitas Negeri Maassar email:[email protected] Info: Jurnal MSA Vol. 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Untuk mendapatkan lokasi yang strategis, kebanyakan para pengambil

BAB I PENDAHULUAN. pesat. Untuk mendapatkan lokasi yang strategis, kebanyakan para pengambil BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Usaha baju butik merupakan salah satu usaha yang sedang berkembang di Kota Medan, sehingga persaingan di bidang usaha ini dapat dikatakan meningkat pesat. Untuk mendapatkan

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Pencarian k Jalur Sederhana Terpendek dalam Graf

Implementasi Algoritma Pencarian k Jalur Sederhana Terpendek dalam Graf JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No., (203) ISSN: 2337-3539 (230-927 Print) Implementasi Algoritma Pencarian Jalur Sederhana Terpende dalam Graf Anggaara Hendra N., Yudhi Purwananto, dan Rully Soelaiman Jurusan

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus Jurnal Teni Industri, Vol.1, No., Juni 013, pp.96-101 ISSN 30-495X Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Jasa Pengiriman Pos Kilat Khusus Apriyani 1, Shanti Kirana Anggaraeni,

Lebih terperinci

Studi dan Analisis mengenai Hill Cipher, Teknik Kriptanalisis dan Upaya Penanggulangannya

Studi dan Analisis mengenai Hill Cipher, Teknik Kriptanalisis dan Upaya Penanggulangannya Studi dan Analisis mengenai Hill ipher, Teni Kriptanalisis dan Upaya enanggulangannya Arya Widyanaro rogram Studi Teni Informatia, Institut Tenologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung Email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI

BAB V PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI BAB V PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI Dalam bab pembahasan dan implementasi ini akan menampilkan antarmuka form yang terdapat pada sistem pendukung keputusan pemberian pembiayaan usaha mikro. 5.1 Implementasi

Lebih terperinci

ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoko Sumaryono ABSTRACT

ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoko Sumaryono ABSTRACT Jurnal Teni Eletro Vol. 3 No.1 Januari - Juni 1 6 ADAPTIVE NOISE CANCELING MENGGUNAKAN ALGORITMA LEAST MEAN SQUARE (LMS) Anita Nardiana, SariSujoo Sumaryono ABSTRACT Noise is inevitable in communication

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM

BAB V IMPLEMENTASI SISTEM BAB V IMPLEMENTASI SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan implementasi dari Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penilaian kinerja yang sudah dibangun 5.1 Lingkungan Implementasi Lingkungan implementasi meliputi

Lebih terperinci

HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL ABSTRAK

HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL ABSTRAK HUBUNGAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGAMPEL PABUPATEN KENDAL Afifah *), Indri Subeti **) *) Mahasiswa Abid Unisa **)Dosen Abid Unisa ABSTRAK

Lebih terperinci

MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE

MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE MENGHITUNG PELUANG PERSEBARAN TRUMP DALAM PERMAINAN CONTRACT BRIDGE Desfrianta Salmon Barus - 350807 Jurusan Teni Informatia, Institut Tenologi Bandung Bandung e-mail: [email protected] ABSTRAK

Lebih terperinci

MODEL OPTIMASI PEMETAAN MATA KULIAH BERPRASYARAT UNTUK RENCANA STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS PROGRAM STUDI MATEMATIKA FMIPA UT)

MODEL OPTIMASI PEMETAAN MATA KULIAH BERPRASYARAT UNTUK RENCANA STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS PROGRAM STUDI MATEMATIKA FMIPA UT) MODEL OPTIMASI PEMETAAN MATA KULIAH BERPRASYARAT UNTUK RENCANA STUDI MAHASISWA (STUDI KASUS PROGRAM STUDI MATEMATIKA FMIPA UT) Asmara Iriani Tarigan ([email protected]) Sitta Alief Farihati Jurusan Matematia

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI

ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 26 (SNATI 26) ISSN: 97-522 Yogyaarta, 7 Juni 26 ANALISIS KINERJA ALGORITMA FOLD-GROWTH DAN FP-GROWTH PADA PENGGALIAN POLA ASOSIASI Rully Soelaiman, Ni Made Arini

Lebih terperinci

RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN

RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN SAMSUL ARIFIN 04/177414/PA/09899 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM YOGYAKARTA 2008 HALAMAN PENGESAHAN

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKKAN LOKASI UMAH MAKAN YANG STRATEGIS MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKKAN LOKASI UMAH MAKAN YANG STRATEGIS MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKKAN LOKASI UMAH MAKAN YANG STRATEGIS MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES Amelia Yusnita 1, Rosiana Handini 2 1 Jurusan Sistem Informasi STMIK Widya Cipta Dharma E-mail :[email protected]

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MATAKULIAH

PEMBELAJARAN MATAKULIAH .: Daftar Isi :. Daftar Isi.. 1 Kata Pengantar. 2 Analisa Diri. 3 Yang Diperoleh dari Ibu Nunu Wahyuningtyas. 5 Konsep Proye. 5 Keranga Kerja Proye.. 6 Area Pengetahuan Dalam Manajemen Proye 7 Team Building

Lebih terperinci

SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER. Abstrak

SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER. Abstrak SISTEM ADAPTIF PREDIKSI PENGENALAN ISYARAT VOKAL SUARA KARAKTER Oleh : Pandapotan Siagia, ST, M.Eng (Dosen tetap STIKOM Dinamia Bangsa Jambi) Abstra Sistem pengenal pola suara atau yang lebih dienal dengan

Lebih terperinci

VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL

VARIASI NILAI BATAS AWAL PADA HASIL ITERASI PERPINDAHAN PANAS METODE GAUSS-SEIDEL SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS Peningatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-1 Suraarta, Otober 016 VARIASI NILAI BATAS

Lebih terperinci

Rudi Hartoyo (0911870)

Rudi Hartoyo (0911870) PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENETUKAN STATUS KARYAWAN KONTRAK SALES PROMOTION GIRL MENJADI KARYAWAN TETAP DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING Rudi Hartoyo (0911870) Mahasiswa Program Studi

Lebih terperinci

III DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH PENGANGKUTAN SAMPAH DI JAKARTA PUSAT

III DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH PENGANGKUTAN SAMPAH DI JAKARTA PUSAT III DESKRIPSI DAN FORMULASI MASALAH PENGANGKUTAN SAMPAH DI JAKARTA PUSAT 3.1 Studi Literatur tentang Pengelolaan Sampah di Beberapa Kota di Dunia Kaian ilmiah dengan metode riset operasi tentang masalah

Lebih terperinci

Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa Sentimen Pada Review Buku

Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa Sentimen Pada Review Buku Jurnal Hasil Penelitian LPPM Untag Surabaya Januari 2018, Vol. 03, No. 01, hal 55-59 jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jhp17 E-ISSN : 2502-8308 P-ISSN : 2579-7980 Pengaruh Proses Stemming Pada Kinerja Analisa

Lebih terperinci

Jurnal TIMES, Vol. IV No 2 : 24-30, 2015 ISSN : Harold Situmorang

Jurnal TIMES, Vol. IV No 2 : 24-30, 2015 ISSN : Harold Situmorang Jurnal TIMES, Vol. IV No 2 : 24-30, 205 ISSN : 2337-360 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN LANGKAT PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 TANJUNG PURA DENGANMENGGUNAKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. utama penduduk berasal dari perkebunan agroindustri. Dari banyaknya perkebunan

BAB I PENDAHULUAN. utama penduduk berasal dari perkebunan agroindustri. Dari banyaknya perkebunan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pematang Siantar merupakan Kabutapen agraris dengan mata pencaharian utama penduduk berasal dari perkebunan agroindustri. Dari banyaknya perkebunan yang ada di pematang

Lebih terperinci

Variasi Spline Kubik untuk Animasi Model Wajah 3D

Variasi Spline Kubik untuk Animasi Model Wajah 3D Variasi Spline Kubi untu Animasi Model Wajah 3D Rachmansyah Budi Setiawan (13507014 1 Program Studi Teni Informatia Seolah Teni Eletro dan Informatia Institut Tenologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,

Lebih terperinci

Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming

Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming JURAL TEKIK POMITS Vol. 2, o. 2, (2013) ISS: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-137 Penempatan Optimal Phasor Measurement Unit (PMU) dengan Integer Programming Yunan Helmy Amrulloh, Rony Seto Wibowo, dan Sjamsjul

Lebih terperinci

PENGENALAN POLA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN MATLAB

PENGENALAN POLA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN MATLAB PENGENALAN POLA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION MENGGUNAKAN MATLAB Wirda Ayu Utari Universitas Gunadarma [email protected] ABSTRAK Program pengenalan pola ini merupaan program yang dibuat

Lebih terperinci

UJI BARTLETT. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung. Scheffe Multiple Contrast Procedure

UJI BARTLETT. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung. Scheffe Multiple Contrast Procedure 8/9/01 UJI TUKEY UJI DUNCAN UJI BARTLETT UJI COCHRAN UJI DUNNET Elty Sarvia, ST., MT. Faultas Teni Jurusan Teni Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung Macam Metode Post Hoc Analysis The Fisher

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DI SMA NEGERI 1 BADAR DENGAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DI SMA NEGERI 1 BADAR DENGAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP) SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENYELEKSIAN CALON SISWA BARU DI SMA NEGERI 1 BADAR DENGAN METODE MULTIFACTOR EVALUATION PROCESS (MFEP) Ahmad Khaidir (0911023) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMBERIAN KREDIT

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMBERIAN KREDIT SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DALAM PEMBERIAN KREDIT Muhammad Fikry Teknik Informatika, Univsersitas Malikussaleh Jl. Cot Tgk Nie-Reulet, Aceh Utara, 141

Lebih terperinci

Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Penilaian Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unversitas Muslim Indonesia

Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Penilaian Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unversitas Muslim Indonesia Penerapan Metode Simple Additive Weighting Pada Aplikasi Penilaian Kinerja Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unversitas Muslim Indonesia St. Hajrah Mansyur 1 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia

Lebih terperinci

Analisa Drop Tegangan dan Susut Daya pada Jaringan Listrik Penyulang Renon Menggunakan Metode Artificial Neural Network

Analisa Drop Tegangan dan Susut Daya pada Jaringan Listrik Penyulang Renon Menggunakan Metode Artificial Neural Network Analisa Drop Tegangan dan Susut Daya pada Jaringan Listri Penyulang Renon Menggunaan Metode Artificial Neural Networ I Gede Dyana Arana Jurusan Teni Eletro Faultas Teni, Universitas Udayana Denpasar, Bali,

Lebih terperinci

PENERAPAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI MUSIK DENGAN SOLO INSTRUMEN

PENERAPAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI MUSIK DENGAN SOLO INSTRUMEN Seminar Nasional Apliasi Tenologi Informasi 009 (SNATI 009) Yogyaarta, 0 Juni 009 ISSN:1907-50 PENERAPAN ALGORITMA BACKPROPAGATION UNTUK KLASIFIKASI MUSIK DENGAN SOLO INSTRUMEN Gunawan 1, Agus Djaja Gunawan,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BILANGAN BINER PADA MATA PELAJARAN PRAKTIK DIGITAL DI SMK N 1 PUNDONG

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BILANGAN BINER PADA MATA PELAJARAN PRAKTIK DIGITAL DI SMK N 1 PUNDONG 328 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA : E-Journal Universitas Negeri Yogyaarta http://journal.student.uny.ac.id/ojs PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BILANGAN BINER PADA MATA PELAJARAN PRAKTIK

Lebih terperinci

Volume : II, Nomor : 1, Pebruari 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : X

Volume : II, Nomor : 1, Pebruari 2014 Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI) ISSN : X PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERSEDIAAN ALAT TULIS KANTOR MENGGUNAKAN MULTIPLE ATRRIBUTE DECISION MAKING (Studi Kasus : Perguruan Jaya Pancur Batu) Rinaldi Alfriadi Manurung (0911558)

Lebih terperinci

PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION

PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION Konferensi Nasional Sistem dan Informatia 2008; Bali, November 5, 2008 PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION Wahyudi Setiawan

Lebih terperinci

PERAMALAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLAR DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK ANIZZA RESTRA PUSPARIANTI

PERAMALAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLAR DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK ANIZZA RESTRA PUSPARIANTI PERAMALAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLAR DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PROPAGASI BALIK ANIZZA RESTRA PUSPARIANTI DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Lebih terperinci