Analisis Proses Blanking dengan Simple Press Tool
|
|
|
- Widyawati Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisis Proses Blanking dengan Simple Press Tool Muhammad Akhlis Rizza Jurusan Teknik Mesin,Polieknik Negeri Malang Jl. Soekarno Haa no 9 Malang Telp : (0341) , Fax : (0341) [email protected] Absrac Blanking producion process will be required for mass producion due o good produc qualiy and lower producion coss. For mini wrench producs, blanking process can be done wih a simple press ool. This analysis saring wih design, manufacuring and han analysis. I s concluded ha he consrucion of simple press ool are Plae Maerial (ST 60), Pillar Maerial (ST 60), Punch and Dies Maerial (SKD 11 wih 15 mm hickness and mm clearance), sripper maerial (ST 37), he punch holder maerial (ST 37), and he sopper maerial (ST 37). Forces acing on he machine press ool are cuing force (37 kn), clamping force (371 N), and power press machine (8.5 kw). Keywords: Blanking, press ool PENDAHULUAN Press ool adalah suau peralaan yang digunakan unuk pengerjaan pemoongan dan pembenukan pela logam lembaran menjadi barang produksi yang diinginkan dengan benuan penekanan [1]. Press ool dapa menghasilkan produk secara masal dengan kualias yang seragam dan waku yang singka. Press ool dibua karena apabila digunakan unuk proses blanking memiliki beberapa keunungan, anara lain dapa digunakan unuk membua produk secara masal, dapa menghasilkan produk dengan benuk dan ukuran yang seragam dan biaya lebih ekonomis dalam pembuaan produk masal [2]. Berdasarkan pengerian diaas press ool sanga cocok unuk memproduksi suau benda kerja yang memiliki benuk dan ukuran yang sama dalam waku yang relaif singka jika dibandingkan dengan pembuaan produk mesin perkakas yang dikerjakan secara beruruan dari mesin sau ke mesin yang lain. Prinsip kerja dari press ool menggunakan meode umbukan anara landasan (mares) dengan sempel (punch). Posisi benda adalah anara punch dan mares. Biasanya dalam seiap proses benda kerja dijepi oleh sripper yang menggunakan gaya pegas. Press Tool dapa diklasifikasikan menjadi beberapa macam menuru proses pengerjaan yang dilakukan pada die yaiu: simple ool, compound ool dan progressive ool [3]. Simple Press Tool adalah jenis dari press ool yang paling sederhana, dimana hanya erjadi sau proses pengerjaan dan sau saion dalam sau ala. Blanking adalah produk hasil pembenukan yang erpakai dan dihasilkan dari salah sau proses pemoongan unggal dengan seluruh benuk konur erpoong secara uuh, aau hasil dari pemoongan berahap dengan ala banu press ool. Dalam proses meal forming, prediksi usaha pembenukan sanga pening [4]. Caca heavy burr pada meal forming dapa disebabkan oleh kesalahan desain clearance pada punch dan die, kesalahan posisi punch, kesalahan ool hardness, dan kesalahan punch mouning [5]. METODOLOGI Analisis dalam kajian ini adalah unuk menenukan spesifikasi dari press ool, yang melipui bahan press ool, dimensi, gaya poong, usaha pembenukan, clearence khususnya pada proses blanking. Proses dimulai dari desain, kemudian hasil desain dimanufakur sesuai dengan engineering drawing. Analisis gaya-gaya dibua berdasarkan sudi lieraur. Gambar press ool dan blanking diunjukkan oleh Gambar 1 dan Gambar 2. 85
2 perhiungan dalam pemilihan maerial pada masing-masing komponen. Shank aau poros ini menerima beban dinamis bolak balik yaiu gaya ekan dan gaya arik yang menyebabkan gaya geser. Dikeahui : F masin pres N v (fakor keamanan) 4 Ø shank 40 mm A (luas penampang) x D 2 Gambar 1. Simple press ool Gambar 2. Blanking Objek benda kerja yang digunakan pana kajian ini adalah kunci pas mini erbua dari mild seel seperi yang diunjukkan oleh Gambar 3. Gambar 3. Kunci Pas Mini Press ool memiliki beberapa komponen uama yaiu shank (poros), op plae dan boom plae, pillar, punch dan dies, sipper (penjepi), punch holder dan sopper. Pemilihan maerial dari masing-masing komponen memiliki pengaruh yang sanga besar erhadap komponen hasil press. Oleh karena iu, diperlukan analisis dan Penyelesaian : Jadi, Bahan S 60 ( x mm N/mm 2 ) N/mm 2 v 4 σ 79,61 N/mm 2, sehingga bahan yang diambil unuk shank adalah S 60. Top plae dan boom plae harus mampu menahan dan menerima beban ekan dari sumber gaya dengan peralaan poros pemegang, dimana: Dikeahui : Bahan S 60 ( 600 N/mm 2 ) Fpla Fmesin+ Fshank , ,61 N v (angka keamanan) 4 A (luas penampang) p x l 200 x mm 2 Penyelesaian : N/mm 2. v 4 F ,61 5 N/mm 2. A Jadi,, sehingga cukup aman dalam pemilihan bahan unuk Top Plae dan Boom Plae. Pillar berfungsi sebagai ransporasi dari komponen-komponen yang erleak pada op plae, sehingga bahan yang dipakai harus cukup kua dan keras agar mampu menahan beban bengkok sera mempunyai keahanan 86
3 erhadap gesekan yang cukup, sehingga bahan dalam perancangan press ool ini dipakai S 60. Punch dan dies berfungsi unuk melakukan proses pemoongan dan pembenukan, maka bahan yang digunakan unuk punch dan dies harus mempunyai sifa khusus dianaranya kekuaan ekan yang inggi dan mampu dikeraskan sampai 60 HRC sehingga dapa digunakan sebagai cuing ool, akan eapi bahan juga idak erlalu geas, Unuk iu bahan yang diplih yaiu SKD 11. Sripper berfungsi unuk menjepi benda kerja pada waku proses pemoongan dan pembenukan agar idak ergeser saa proses berlangsung. Unuk iu dipilih bahan dari S 37. Punch holder berfungsi sebagai pemegang punch pada op plae, bahan yang dipakai yaiu S 37. Sopper berfungsi sebagai penepa dari benda kerja/bahan baku, maka bahan yang digunakan yaiu S 37. Berdasarkan hasil analisis dan perhiungan diaas maka maerial yang digunakan pada masing-masing komponen press ool bisa diringkas dalam Tabel 1. pemoongan [1]. Besar gaya pemoongan dapa dihiung dengan menggunakan persamaa beriku. Fs U s 0, 8 Rm Fs U s dengan : Fs Gaya poong (N) U S B Keliling aau panjang pemoongan (mm) Tebal pla (mm) Rm Tegangan arik (N/mm 2 ) B Tegangan poong (N/mm2) Dengan menggunakan rumus diaas dan ukuran geomeri produk seperi yang diunjukkan oleh Gambar 4, maka gaya pemoongan yang erjadi dapa dihiung, yaiu sebesar: Tabel 1. Maerial yang digunakan unuk masing-masing komponen press ool No Komponen Maerial 1 Shank ST 60 2 Top plae dan Boom plae ST 60 3 Pillar ST 60 4 Punch dan Dies SKD 11 5 Sipper (penjepi) ST 37 6 Punch holder ST 37 7 Sopper ST 37 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada proses blanking dengan simple press ool, ada beberapa hal yang harus diperhiungkan agar menghasilkan produk yang opimal. Hal-hal ersebu melipui gaya pemoongan, ebal mares (dies), gaya penjepian, clearance punch dan dies, panjang punch, iik bera, usaha poong (cuing work) dan daya mesin press. Gaya pemoongan adalah besarnya gaya minimal yang dibuuhkan pada saa Gambar 4. Dimensi Keliling Produk U 2 (2,4+4,4+2,4+6,2+3,5+8+3,4) +( ,2+8,4+3) 2 (30,3) + 64,6 125,2 mm Fs 125,2 x 1 x , N Unuk menenukan ebal mares (dies) minimum maka diambil pada mares dengan gaya maksimum yaiu pada proses blanking sebesar Fs, maka: H 87
4 Berdasarkan dua perhiungan diaas maka besarnya gaya penjepian dapa di hiung. Tabel 2. Prosenase Cuing Pressure Unuk Sriping Pressure [6] Sock hickness (in) Sripping pressure as precenagae of cuing pressure 0,042 3%-8% 0,093 8%-10% 0,156 10%-13% 0,256 13%-20% Gaya penjepian yang diijinkan adalah sebesar 3% 8% (Tabel 2) berdasarkan gaya oal yang bekerja pada saa proses pemoongan dan ebal. Sehingga besarnya gaya penjepian adalah Gaya minimum 4% Foal 4% x N Dalam perancangan ini memakai 4 buah pegas, maka gaya penjepian yang dibebankan pada iap-iap pegas adalah sebagai beriku: Gaya iap pegas 371 N Dari hasil perhiungan diaas, maka dipilih pegas dari kaalog FIBRO kode DIN/ISO Order No , dengan spesifikasi sebagai beriku: a. Panjang pegas maks (Lo) 25 mm b. Spring rae (R) 293 N/mm c. Gaya maks pegas (Fn) 908 N d. Dia uama pegas (Dh) 20 mm e. Dia Guide pin (Dd) 10 mm f. Dia kawa 8 mm Clearance anara punch dan mares dapa dienukan dengan 2 cara, yaiu rumus dan abel. Rumusnya yaiu: c/2 0,01 x s x Tb dimana: c/2 clearance iap sisi (mm) s ebal pla (mm) Tb egangan geser (kg/mm 2 ) dan abelnya diunjukkan oleh Tabel 3. Tabel 3. Clearance anara Punch dan Dies [7] Shee hickness, s (in) Clearance beween punch and dies, c Pada kajian ini, nilai kelonggaran aau yang disebu clearence anara punch dan dies selalu diambil unuk kalkulasi konruksi press ool. Nilai clearence yang diambil, yaiu: c /2 0, ,054 mm c 2. 0,054 mm 0,108 mm Jadi, clearence anara punch dan dies sebesar 0,108 mm. Clearance adalah perbedaan dimensi dengan ukuran erenu aau kelonggaran poong iap sisi poong. Clearance yang erlalu besar akan menimbulkan radius epi yang lebih besar dari ukuran yang dikehendaki, hal ini disebabkan sebelum erjadi proses pemoongan pla mengalami deformasi erlebih dahulu. Sedangkan apabila clearance erlalu kecil akan erjadi dua buah daerah poong. Hal ini dikarenakan arah reak maerial idak segaris, sehingga kedua reak ersebu saling beremu, dengan kaa lain pada maerial erjadi dua kali proses pemoongan. Unuk mencari panjang maksimum sempel dapa dicari dengan 2 cara, yaiu menghiung gaya bengkok pada sempel yang paling kriis yaiu yang mempunyai diameer erkecil dan abel [1]. 2 xexi L P dimana: P gaya ekan (N) E modulus elasisias (N/mm 2 ) I momen inersia (mm 4 ) L panjang sempel maksimal (mm) 88
5 Selain iu, penenuan panjang punch juga bisa menggunakan grafik seperi yang diunjukkan oleh Gambar 5. Perhiungan iik bera gaya berujuan unuk menenukan leak shank erhadap empa buah guide pillar agar momen yang imbul seimbang pada saa peralaan press ool digunakan, perhiungan iik bera pada press ool ini adalah: Leak iik bera sumbu X X Gambar 5. Diagram panjang punch [1] 20 mm Jadi, X mm Leak iik bera sumbu Y Y Dalam perhiungan panjang punch digunakan sampel punch yang paling kriis (diameer erkecil ). Lmaks yang mana momen inersia lingkaran (I) : D 4 I , ,63 mm 4 5,5 mm Jadi, Y 5,5 + 17,5 23 mm Pada Gambar 6 diunjukkan posisi iik bera pada produk kunci pas. Sehingga, Lmaks Fakor keamanan: v 165,47 mm 41,37 sanga aman Dengan perimbangan di aas dan fakor safey, maka diambil panjang punch sebesar 40 mm aman digunakan. Gambar 6. Leak pusa iik bera Usaha yang dilakukan unuk melakukan proses pemoongan (cuing work), W adalah : W 0,7 x Foal x s 0,7 x x Nmm dan daya yang dibuuhkan unuk melakukan pemoongan adalah: PK W 0,
6 asumsi 3 deik 0,736 8,5 KW Dari hasil perhiungan diaas sera penenuan maerial yang digunakan maka dilakukan proses pembuaan simple press ool yang diunjukkan oleh Gambar 6. Seelah melakukan beberapa pembuaan benda kerja dihasilkan model kunci pas seperi yang diunjukkan oleh Gambar 7. 3 Gambar 6. Press ool Gaya pemoongan : 37 kn Gaya penjepian : 371 N Daya mesin press : 8,5 kw DAFTAR PUSTAKA [1] Budiaro, 1997, Press Tool 1-3, Bandung, Polieknik Manufacur Bandung. [2] Bubphacho, B., 2009, Microsrucure affecing cuing qualiy in fine blanking process, Am. J. Eng. Applied Sci., Vol.2, [3] Arifin Faakhul, 2008, Perencanaan Ala Penepa dan Press Tool. [4] Suchy, Ivana, 1997, Hand Book of Die Design. New York, Mc Graw-Hill, Inc. [5] Suriyapha, Chakew, Suhep, Y. dan Bubphacho, B., 2010, Die Radius Affecing Shee Meal Exrusion Qualiy for Fine Blanking Process, American J. of Engineering and Applied Sciences, Vol.3. [6] Rai, Pawan Kumar, Aas Mohammad, Hasan Zakir Jafri, 2013, Causes & Prevenaion of Defecs (Burr) In Shee Meal Componen, Inernaional Journal of Engineering Research and Applicaions (IJERA) ISSN: , Vol. 3, Issue 4, Jul-Aug 2013, [7] Juz, Herman dan Eduar Scharkus. 1976, Wesermann Tables For The Maerial Trade. New Delhi: Wiley Easern Ld. Gambar 7. Benda kerja KESIMPULAN Hasil dari kajian diaas maka dapa disimpulkan bahwa dalam pembuaan produk kunci pas dibuuhkan press ool dengan spesifikasi sebagai beriku: Bahan Shank : ST 60 Bahan Plae : ST 60 Bahan Pillar : ST 60 Bahan Punch dan Dies : SKD 11 s 15 mm c 0,108 mm Bahan sripper : ST 37 Bahan punch holder : ST 37 Bahan sopper : ST 37 dimana gaya-gaya yang bekerja pada press ool sebesar: 90
PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1
PERSAMAAN GERAK Posisi iik maeri dapa dinyaakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suau bidang daar maupun dalam bidang ruang. Vekor yang dipergunakan unuk menenukan posisi disebu VEKTOR POSISI yang diulis
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan
BAB 2 KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan perbedaan jarak dengan perpindahan, dan kelajuan dengan kecepaan 2. Menyelidiki hubungan posisi, kecepaan, dan percepaan erhadap waku pada gerak lurus
PERHITUNGAN PARAMETER DYNAMIC ABSORBER
PERHITUNGAN PARAMETER DYNAMIC ABSORBER BERBASIS RESPON AMPLITUDO SEBAGAI KONTROL VIBRASI ARAH HORIZONTAL PADA GEDUNG AKIBAT PENGARUH GERAKAN TANAH Oleh (Asrie Ivo, Ir. Yerri Susaio, M.T) Jurusan Teknik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 engerian Bejana Tekan Bejana ekan adalah abung aau angki yang digunakan unuk menyimpan media yang berekanan. Media yang disimpan dapa berupa za cair, uap, gas aau udara. Jika
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
BAB III PERHITUNGAN DAN PEMILIHAN BAHAN BAKU
BAB III PERHITUNGAN DAN PEMILIHAN BAHAN BAKU Perhitungan dan pemilihan bahan baku rancangan press tool sendok cocor bebek dari bahan stainless steel tebal 0,5 milimeter dengan sistem progresif akan diuraikan
3. Kinematika satu dimensi. x 2. x 1. t 1 t 2. Gambar 3.1 : Kurva posisi terhadap waktu
daisipayung.com 3. Kinemaika sau dimensi Gerak benda sepanjang garis lurus disebu gerak sau dimensi. Kinemaika sau dimensi memiliki asumsi benda dipandang sebagai parikel aau benda iik arinya benuk dan
BAB II LANDASAN TEORI. Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Persediaan Persediaan dapa diarikan sebagai barang-barang yang disimpan unuk digunakan aau dijual pada masa aau periode yang akan daang. Persediaan erdiri dari bahan
x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.
Pekan #1: Kinemaika Sau Dimensi 1 Posisi, perpindahan, jarak Tinjau suau benda yang bergerak lurus pada suau arah erenu. Misalnya, ada sebuah mobil yang dapa bergerak maju aau mundur pada suau jalan lurus.
MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)
Polieknik Negeri Banjarmasin 4 MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : ( sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Proses Die Casing Dasar dari die casing proses erdiri dari injeksi logam cair dalam ekanan yang inggi ke dalam ceakan yang disebu die dan dibiarkan membeku. Tipe Mesin die
Faradina GERAK LURUS BERATURAN
GERAK LURUS BERATURAN Dalam kehidupan sehari-hari, sering kia jumpai perisiwa yang berkaian dengan gerak lurus berauran, misalnya orang yang berjalan kaki dengan langkah yang relaif konsan, mobil yang
KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI
KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI PENDAHULUAN Kinemaika adalah bagian dari mekanika ang membahas enang gerak anpa memperhaikan penebab benda iu bergerak. Arina pembahasanna idak meninjau aau idak menghubungkan
1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu
.4 Persamaan Schrodinger Berganung Waku Mekanika klasik aau mekanika Newon sanga sukses dalam mendeskripsi gerak makroskopis, eapi gagal dalam mendeskripsi gerak mikroskopis. Gerak mikroskopis membuuhkan
PENJADWALAN PEMBUATAN BOX ALUMININUM UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN (Studi Kasus di Perusahaan Karoseri ASN)
B PENJADWALAN PEMBUATAN BOX ALUMININUM UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN (Sudi Kasus di Perusahaan Karoseri ASN) Firiya Gemala Dewi, Bobby O.P. Soepangka, Nurhadi Siswano Program Pasca Sarjana Magiser Manajemen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Peneliian Jenis peneliian kuaniaif ini dengan pendekaan eksperimen, yaiu peneliian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi erhadap objek peneliian sera adanya konrol.
KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan
KINEMATIKA Kinemaika adalah mempelajari mengenai gerak benda anpa memperhiungkan penyebab erjadi gerakan iu. Benda diasumsikan sebagai benda iik yaiu ukuran, benuk, roasi dan gearannya diabaikan eapi massanya
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup
Analisis Model dan Contoh Numerik
Bab V Analisis Model dan Conoh Numerik Bab V ini membahas analisis model dan conoh numerik. Sub bab V.1 menyajikan analisis model yang erdiri dari analisis model kerusakan produk dan model ongkos garansi.
RINGKASAN MATERI KALOR, PERUBAHN WUJUD DAN PERPINDAHAN KALOR
RINGKASAN MATERI KALOR, PERUBAHN WUJUD DAN PERPINDAHAN KALOR A. KALOR (PANAS) Tanpa disadari, konsep kalor sering kia alami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kia mencampur yang erlalu panas dengan
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: ( Print) D-108
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (013) ISSN: 337-3539 (301-971 Prin) D-108 Simulasi Peredaman Gearan Mesin Roasi Menggunakan Dynamic Vibraion Absorber () Yudhkarisma Firi, dan Yerri Susaio Jurusan Teknik
BAB II TEORI DASAR ANTENA
BAB II TEORI DASAR ANTENA.1. endahuluan Anena didefinisikan oleh kamus Webser sebagai ala yang biasanya erbua dari meal (sebagai iang aau kabel) unuk meradiasikan aau menerima gelombang radio. Definisi
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
IR. STEVANUS ARIANTO 1
GERAK TRANSLASI GERAK PELURU GERAK ROTASI DEFINISI POSISI PERPINDAHAN MEMADU GERAK D E F I N I S I PANJANG LINTASAN KECEPATAN RATA-RATA KELAJUAN RATA-RATA KECEPATAN SESAAT KELAJUAN SESAAT PERCEPATAN RATA-RATA
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1 Tahapan Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah berfungsi unuk memudahkan dalam mencari jawaban dalam proses peneliian yang dilakukan agar sesuai dengan arah
Oleh : Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya /
4 Oleh : Debrina Puspia Andriani Teknik Indusri Universias Brawijaya e-mail : [email protected] / [email protected] www.debrina.lecure.ub.ac.id O. Dasar perhiungan depresiasi 2. Meode-meode depresiasi.
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan pada kasus pengolahan ikan asap IACHI Peikan Cia Halus (PCH) yang erleak di Desa Raga Jaya Kecamaan Ciayam, Kabupaen Bogor,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.1. PENDAHULUAN Cold formed seel aau yang lebih akrab disebu baja ringan adalah baja yang dibenuk sedemikian rupa dari sebuah pla dalam keadaan dingin (dalam emperaur amosfir ) menjadi
FISIKA. Kelas X GLB DAN GLBB K13 A. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)
K3 Kelas X FISIKA GLB DAN GLBB TUJUAN PEMBELAJARAN Seelah mempelajari maeri ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan beriku.. Memahami konsep gerak lurus berauran dan gerak lurus berubah berauran.. Menganalisis
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)
MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : (4 sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran POKOK BAHASAN: GERAK LURUS 3-1
2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari
2014 LAORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Luvia, Imroaul Maghfiroh, Rana Dewi Kumalasari Laboraorium Fisika Maerial Jurusan Fisika, Deparemen Fisika
BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131
BAB X GERAK LURUS. Apa perbedaan anara jarak dan perpindahan? 2. Apa perbedaan anara laju dan kecepaan? 3. Apa yang dimaksud dengan percepaan? 4. Apa perbedaan anara gerak lurus berauran dan gerak lurus
Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi
Bab II Dasar Teori Kelayakan Invesasi 2.1 Prinsip Analisis Biaya dan Manfaa (os and Benefi Analysis) Invesasi adalah penanaman modal yang digunakan dalam proses produksi unuk keunungan suau perusahaan.
PERTEMUAN 2 KINEMATIKA SATU DIMENSI
PERTEMUAN KINEMATIKA SATU DIMENSI RABU 30 SEPTEMBER 05 OLEH: FERDINAND FASSA PERTANYAAN Pernahkah Anda meliha aau mengamai pesawa erbang yang mendara di landasannya? Berapakah jarak empuh hingga pesawa
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus
A. GERAK Gerak Lurus o a Secara umum gerak lurus dibagi menjadi 2 : 1. GLB 2. GLBB o 0 a < 0 a = konsan 1. GLB (Gerak Lurus Berauran) S a > 0 a < 0 Teori Singka : Perumusan gerak lurus berauran (GLB) Grafik
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
FIsika KTSP & K-13 KINEMATIKA. K e l a s A. VEKTOR POSISI
KTSP & K-13 FIsika K e l a s XI KINEMATIKA Tujuan Pembelajaran Seelah mempelajari maeri ini, kamu diharapkan mampu menjelaskan hubungan anara vekor posisi, vekor kecepaan, dan vekor percepaan unuk gerak
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP
Karakerisik Umur Produk (Sudarno) KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL Sudarno Saf Pengajar Program Sudi Saisika FMIPA UNDIP Absrac Long life of produc can reflec is qualiy. Generally, good producs
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilakukan di Dafarm, yaiu uni usaha peernakan Darul Fallah yang erleak di Kecamaan Ciampea, Kabupaen Bogor, Jawa Bara. Pemilihan lokasi
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
GERAK LURUS BESARAN-BESARAN FISIKA PADA GERAK KECEPATAN DAN KELAJUAN PERCEPATAN GLB DAN GLBB GERAK VERTIKAL
Suau benda dikaakan bergerak manakalah kedudukan benda iu berubah erhadap benda lain yang dijadikan sebagai iik acuan. Benda dikaakan diam (idak bergerak) manakalah kedudukan benda iu idak berubah erhadap
ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)
hp://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/opsi OPSI Jurnal Opimasi Sisem Indusri ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ) Ahmad Muhsin, Ichsan Syarafi Jurusan
B a b 1 I s y a r a t
TKE 305 ISYARAT DAN SISTEM B a b I s y a r a Indah Susilawai, S.T., M.Eng. Program Sudi Teknik Elekro Fakulas Teknik dan Ilmu Kompuer Universias Mercu Buana Yogyakara 009 BAB I I S Y A R A T Tujuan Insruksional.
SAMBUNGAN PASAK ( KEYS )
SAMBUNGAN PASAK ( KEYS ) Pasak igunakan unuk menyambung ua bagian baang (poros) aau memasang roa, roa gigi, roa ranai an lain-lain paa poros sehingga erjamin iak berpuar paa poros. Pemilihan jenis pasak
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Press Tool Press Tool adalah peralatan yang mempunyai prinsip kerja penekanan dengan melakukan pemotongan atau pembentukkan atau gabungan dari keduanya. Peralatan ini
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya
Fakulas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universias Brawijaa MOMEN NERSA BDANG () r r a r a a Maka momen inersia erhadap sumbu : a a. r. r a. r a. r Jika luas bidang ang diarsir: a = a = a = Jarak erhadap sumbu
SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA KITA
Reka Inegra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Indusri Ienas No.03 Vol.03 Jurnal Online Insiu Teknologi Nasional Juli 2015 SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA
J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA. TKS-4101: Fisika GERAKAN SATU DIMENSI. Dosen: Tim Dosen Fisika Jurusan Teknik Sipil FT-UB
J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA TKS-4101: Fisika GERAKAN SATU DIMENSI Dsen: Tim Dsen Fisika Jurusan Teknik Sipil FT-UB 1 Mekanika Kinemaika Mempelajari gerak maeri anpa melibakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun
MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH)
Journal Indusrial Servicess Vol. No. Okober 0 MODEL OPTIMASI PENGGANTIAN MESIN PEMECAH KULIT BERAS MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DINAMIS (PABRIK BERAS DO A SEPUH) Abdul Gopar ) Program Sudi Teknik Indusri Universias
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Persediaan (Invenory) Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan aau digunakan unuk dijual pada periode mendaang, yang dapa berbenuk bahan baku yang
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Teoriis 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Carrying capaciy aau daya dukung lingkungan mengandung pengerian kemampuan suau empa dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.
PENGUJIAN HIPOTESIS 1. PENDAHULUAN Hipoesis Saisik : pernyaaan aau dugaan mengenai sau aau lebih populasi. Pengujian hipoesis berhubungan dengan penerimaan aau penolakan suau hipoesis. Kebenaran (benar
KINEMATIKA GERAK LURUS
Kinemaika Gerak Lurus 45 B A B B A B 3 KINEMATIKA GERAK LURUS Sumber : penerbi cv adi perkasa Maeri fisika sanga kenal sekali dengan gerak benda. Pada pokok bahasan enang gerak dapa imbul dua peranyaan
BAB I PENDAHULUAN. salad ke piring setelah dituang. Minyak goreng dari kelapa sawit juga memiliki sifat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam kehidupan sehari hari kia biasa menjumpai produk makanan yang sifanya kenal. Sebagai conoh produk mayonaisse yang diambahkan pada salad. Viskosias (kekenalan)
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Salah sau masalah analisis persediaan adalah kesulian dalam menenukan reorder poin (iik pemesanan kembali). Reorder poin diperlukan unuk mencegah erjadinya kehabisan
BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel
BAB III ANALISIS INTERVENSI 3.1. Pendahuluan Analisis inervensi dimaksudkan unuk penenuan jenis respons variabel ak bebas yang akan muncul akiba perubahan pada variabel bebas. Box dan Tiao (1975) elah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Perancangan mesin ini dilakukan tidak lain agar sedikit banyak mampu mengatasi lambatnya proses pembuatan sebuah box laci lemari, terkhusus pada waktu pemotongan plat serta penekukan
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN
PEMODELAN NILAI UKAR RUPIAH ERHADAP $US MENGGUNAKAN DERE WAKU HIDDEN MARKOV SAU WAKU SEBELUMNYA BERLIAN SEIAWAY, DIMAS HARI SANOSO, N. K. KUHA ARDANA Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan
Kontrol Optimal pada Model Economic Order Quantity dengan Inisiatif Tim Penjualan
Jurnal Teknik Indusri, Vol. 19, No. 1, Juni 17, 1- ISSN 111-5 prin / ISSN 7-739 online DOI: 1.97/ji.19.1.1- Konrol Opimal pada Model Economic Order Quaniy Inisiaif Tim Penjualan Abdul Laif Al Fauzi 1*,
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures Jig adalah peralatan yang digunakan untu mengarahkan satu atau lebih alat potong pada posisi yang sama dari komponen yang serupa dalam suatu operasi
BAB III TITIK BERAT A. TITIK BERAT
BAB III TITIK BERAT A. TITIK BERAT Dua benda bermassa m dan m 2 dihubungkan dengan baang kecil yang massanya diabaikan (gambar 2). Gaya F diberikan deka dengan m. Ternyaa sisem berpuar erhadap suau iik
BAB III ANALISA MODEL ROBOT TANGGA. Metode naik tangga yang diterapkan pada model robot tugas akhir ini, yaitu
BAB III ANALISA MODEL ROBOT TANGGA 3.1 Gambaran Umum Robo Meode naik angga yang dierapkan pada model robo ugas akhir ini, yaiu meode karol dan rasio diameer roda-inggi anak angga/undakan. Gambar 3.1 Ilusrasi
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Disini tujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuatan suatu aplikasi
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Disini ujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuaan suau aplikasi program yang digunakan unuk membanu perusahaan dalam menenukan jumlah produksi demand. Disini ada
BAB VI SUHU DAN KALOR
BAB VI SUHU DAN KALOR STANDAR KOMPETENSI : 5. Meneapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi energi dan suber energi dengan berbagai perubahannya dala esin kalor. Kopeensi Dasar : 5.1 Melakukan percobaan
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
Jawaban Soal Latihan
an Soal Laihan 1. Terangkanlah ari grafik-grafik di bawah ini. dan ulis persamaan geraknya. an: a. Merupakan grafik kecepaan erhadap waku, kecepaan eap. Persamaan v()=v b. Merupakan grafik jarak erhadap
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
KENDALI OPTIMAL PADA PENGADAAN BAHAN MENTAH DENGAN KEBIJAKAN PENGADAAN TEPAT WAKTU, PERGUDANGAN, DAN PENUNDAAN. Oleh: Darsih Idayani
KENDALI OPTIMAL PADA PENGADAAN BAHAN MENTAH DENGAN KEBIJAKAN PENGADAAN TEPAT WAKTU, PERGUDANGAN, DAN PENUNDAAN Oleh: Darsih Idayani 126 1 4 Dosen Pembimbing: Subchan, Ph.D Jurusan Maemaika Fakulas Maemaika
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. SAINTEK Fisika Kode:
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri SAINTEK Fisika 2013 Kode: 131 TKD SAINTEK FISIKA www.bimbinganalumniui.com 1. Gerak sebuah benda dinyaakan dalam sebuah grafik kecepaan erhadap waku beriku
PERENCANAAN KOMPRESOR PISTON PADA TEKANAN KERJA MAX 2 N/mm 2. Syawaluddin, Muhammad Yusuf Jurusan Mesin, Universitas Muhammadiyah Jakarta
PERENCANAAN KOMPRESOR PISTON PADA TEKANAN KERJA MAX N/mm Syawaluddin, Muhammad Yusuf Jurusan Mesin, Universias Muhammadiyah Jakara Absrak. Kompresor adalah suau ala unuk memampakan udara aau gas. Azas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekaan Peneliian Jenis peneliian yang digunakan dalam peneliian ini adalah peneliian evaluasi dan pendekaannya menggunakan pendekaan kualiaif non inerakif (non
III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.
III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Usahaani belimbing karangsari adalah kegiaan menanam dan mengelola anaman belimbing karangsari unuk menghasilkan produksi, sebagai sumber
Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK
PERBANDINGAN METODE DES (DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING) DENGAN TES (TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING) PADA PERAMALAN PENJUALAN ROKOK (STUDI KASUS TOKO UTAMA LUMAJANG) 1 Fajar Riska Perdana (1110651142) 2 Daryano,
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN EMBAHASAN 4.1 Karakerisik dan Obyek eneliian Secara garis besar profil daa merupakan daa sekunder di peroleh dari pusa daa saisik bursa efek Indonesia yang elah di publikasi, daa di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jig and Fixtures 2.1.1 Definisi jig Menurut Laporan Akhir (Pajri Husaini 2012, hal 5) Jig adalah suatu peralatan yang digunakan untu menuntun satu atau beberapa alat
Matematika EBTANAS Tahun 1988
Maemaika EBTANAS Tahun 988 EBT-SMA-88- cos = EBT-SMA-88- Sisi sisi segiiga ABC : a = 6, b = dan c = 8 Nilai cos A 8 4 8 EBT-SMA-88- Layang-layang garis singgung OAPB, sudu APB = 6 dan panjang OP = cm.
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
3. EXTERNAL FORCE ACTING ON FISHING GEAR HYDROSTATIC LIFT (B) HYDRODYNAMIC FORCES FROCE OF GRAVITY (W) Gambar 1. Gaya luar yang bekerja pada jaring.
3. EXTERNAL FORCE ACTING ON FISHING GEAR 3.1 The naure of forces acing on fishing gear: Line ension HYDROSTATIC LIFT (B) HYDRODYNAMIC FORCES FROCE OF GRAVITY (W) Ground reacion 3.1.1 Gaya Graviasi dan
