AMPERMETER-VOLTMETER-AVOMETER
|
|
|
- Ade Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 mpermeter, oltmeter dan vometer KEGITN BELJ 1. LNDSN TEOI MPEMETE-OLTMETE-OMETE Dalam Fska Dasar II pada pokok bahasan gaya magnetk dan momen gaya magnetk, telah dbahas mengena bagamana kumparan berarus dapat berputar d dalam medan magnet. Hal tu menjad prnsp kerja dar alat ukur lstrk analog sepert galvanometer, ampermeter dan voltmeter. Dalam modul n kta tdak akan membcarakan mengena prnsp kerja dar alat ukur lstrk analog tu lag, melankan mengena bagamana kta dapat menggunakan alat-alat ukur lstrk tu untuk kebutuhan menganalss rangkaan lstrk. Hal tu pentng agar anda dapat memaham dan dapat melakukan pengukuran besaran-besaran lstrk sepert kuat arus, beda potensal dan hambatan lstrk, sehngga memungknkan anda untuk dapat menganalss rangkaan lstrk. Berdasarkan komponen rangkaan dan cara kerjanya, alat ukur lstrk dbedakan atas alat ukur lstrk analog dan alat ukur lstrk dgtal. lat ukur lstrk dgtal pada prnspnya terdr dar rangkaan elektronk yang berfungs mengubah snyal-snyal lstrk dar besaran lstrk yang akan dukur menjad angka-angka yang menyatakan nla besaran lstrk yang dukur tu. lat ukur lstrk analog pada prnspnya terdr dar sebuah kumparan yang dpasang sedemkan rupa d dalam suatu medan magnet sehngga a dapat berputar karena pengaruh momen gaya megnetk yang bekerja padanya ketka dlalu arus lstrk. Dengan demkan pada alat ukur lstrk analog n besaran lstrk yang akan dukur dterma oleh alat ukur dalam bentuk kuat arus lstrk yang dalrkan melalu kumparan yang dpasang sedemkan rupa d dalam medan magnet sehngga kumparan dapat berputar. Besarnya kuat arus lstrk dar besaran lstrk yang dukur tu danalogkan dengan besarnya sudut putaran kumparan tu. Jad jarum penunjuk skala alat ukur lstrk analog n merupakan satu kesatuan dan berputar bersama-sama dengan kumparan d dalam alat ukur tu, dan skala yang dtunjuk oleh jarum penunjuk tu sesunggunya adalah sudut putaran yang sudah dkalbras menjad nla besaran lstrk yang dukur sepert kuat arus lstrk, beda potensal lstrk atau 3
2 mpermeter, oltmeter dan vometer hambatan lstrk. Pada dasarnya alat ukur lstrk analog adalah hasl pengembangan dar sebuah galvanometer yatu alat untuk memerksa ada atau tdak adanya arus lstrk dalam suatu rangkaan. Dengan menggunakan hambatan shunt, hambatan multpler atau sebuah sumber ggl maka galvanometer dubah menjad ampermeter, voltmeter dan ohmmeter. mpermeter adalah alat untuk mengukur kuat arus lstrk, voltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensal lstrk, dan ohmmeter adalah alat untuk mengukur hambatan lstrk. Berdasarkan objek ukurnya, alat ukur lstrk dbedakan atas alat ukur lstrk DC (DC = Drect Current) atau alat ukur lstrk searah, dan alat ukur lstrk C (C = lternatng Current) atau alat ukur lstrk bolak balk. Untuk memperoleh hasl ukur yang bak, pemakaan kedua jens alat ukur lstrk DC dan C n tdak boleh dpertukarkan satu sama lan.. mpermeter mpermeter adalah alat untuk mengukur kuat arus lstrk. Berdasarkan arus lstrk yang dukurnya ampermeter dbedakan atas ampermeter DC dan ampermeter C. mpermeter DC dgunakan untuk mengukur kuat arus lstrk DC, mpermeter C dgunakan untuk mengukur kuat arus lstrk C. Untuk memperoleh hasl ukur yang bak, maka kedua jens ampermeter DC dan C n tdak boleh dpertukarkan pemakaannya. Bagamanakah pemasangan ampermeter dalam rangkaan yang akan dukur kuat arusnya? Karena ampermeter dmaksudkan untuk mengukur kuat arus, maka kuat arus yang akan dukur tu hendaknya masuk (seluruhnya) ke dalam ampermeter dan nlanya tdak boleh lebh besar dar batas ukur maksmum ampermeter tu. gar kuat arus yang akan dukur masuk kedalam ampermeter, maka ampermeter harus dpasang ser dengan bagan rangkaan yang akan dukur kuat arusnya. Untuk ampermeter DC pemasangan tu harus tepat memperhatkan kutub postf dan kutub negatfnya. Pada gambar 1.(a) dsampng n dlukskan sebuah rangkaan sederhana yang terdr dar sebuah hambatan dan sebuah sumber gaya (a) gerak lstrk (gg) msalnya batera, dan pada gambar 1.(b) dlukskan sebuah ampermeter, r 4
3 mpermeter, oltmeter dan vometer DC dpasang dalam rangkaan sederhanha tu untuk mengukur kuat arus yang melalu hambatan. dalam rangkaan tu. Untuk tu maka ampermeter dpasang ser dengan hambatan tu. Perhatkan! : Batas ukur ampermeter harus lebh besar dar kuat arus yang akan dukur (b), r Gambar 1. Pengukuran kuat arus lstrk Dalam rangkaan pada gambar 1. (a), kuat arus yang mengalr dalam rangkaan adalah o r Sedangkan kuat arus yang akan terbaca oleh ampermeter pada rangkaan dalam gambar 1. (b) adalah r kbat adanya hambatan dalam ampermeter, maka kuat arus yang terukur () selalu menjad lebh kecl dar kuat arus yang akan dukur ( o ). gar nla hasl ukur atau kuat arus yang terukur mendekat nla yang sesungguhnya atau kuat arus yang akan dukur, maka nla hambatan dalam ampermeter harus sekecl-keclmya. Dengan demkan dapat dsmpulkan bahwa suatu ampermeter akan memlk keteltan semakn tngg jka nla hambatan dalamnya semakn kecl. Jad salah satu cr ampermeter yang bak adalah memlk nla hambatan dalam yang kecl. Pada rangkaan pengukuran, harus sudah dperhtungkan seyakn-yaknnya bahwa nla batas ukur ampermeter ( ) lebh besar dar nla kuat arus yang akan dukur ( o ). kan tetap jka dperkrakan atau apalag kalu sudah dyakn bahwa kuat arus yang akan dukur nlanya lebh besar dar batas ukur ampermeter yang akan dgunakan, maka cara membuast rangkaan pengukuran langsung sepert tu akan merusak ampermeter, oleh sebab tu tdak dperbolehkan, malonkan harus menggunakan sebuah hambatan shunt yang drangka parallel dengan ampermeter tu sepert pada gambar 2. Hambatan shunt berfungs untuk menympangkan sebagan kuat arus yang akan dukur sehngga kuat arus yang melalu ampermeter lebh kecl atau maksmal sama dengan batas ukur ampermeter tu. Berapakah nla hambatan shunt yang harus dpasang? 5
4 mpermeter, oltmeter dan vometer gar dengan pemasangan hambatan shunt tu kuat arus yang melalu ampermeter tdak melbh melankan maksmal sama dengan nla batas ukur ampermeter ( ), maka hambatan shunt tu harus mampu dlalu kuat arus ( s ) yang besarnya s 0 Jka semua suku persamaan d atas kta bag dengan, maka dperoleh atau S S 0 1 S (b) ( n 1) o, r s Gambar 2. Hambatan shunt s Karena hambatan shunt terhubung parallel dengan hambatan dalam ampermeter, maka beda potensal pada hambatan shunt ( S ) sama dengan beda potensal pada ampermeter ( ) sehngga persamaan d atas dapat dubah menjad S... (1) n 1 Pada persamaan d atas n = o / adalah kelpatan bulat dar batas ukur yang dngnkan dengan pemasangan nla maksmal hambatan shunt. Dalam bentuk nyata ampermeter, pada umumnya shunt sudah terpasang menjad satu kesatuan d dalam ampermeter. Oleh sebab tu, ampermeter pada umumnya memlk batas ukur yang bermacam-macam, lebh dar satu batas ukur. Bla dalam pengukuran kuat arus dgunakan ampermeter sepert tu, maka pengukuran basaanya dmula dengan menggunakan batas ukur yang terbesar terlebh dahulu, bla batas ukur tu terlalu besar baru d ubah dengan batas ukur yang lebh kecl. Pengukuran sebaknya dlakukan dengan batas ukur tertentu sehngga ketka menunjukkan nla yang dukur jarum menympang kra-kra d tengah-tengah antara skala nol dan maksmumnya. 6
5 mpermeter, oltmeter dan vometer B. oltmeter oltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensal lstrk. Berdasarkan beda potensal lstrk yang dukurnya voltmeter dbedakan atas voltmeter DC dan voltmeter C. oltmeter DC dgunakan untuk mengukur beda potensal lstrk DC, voltmeter C dgunakan untuk mengukur beda potensal lstrk C. Untuk memperoleh hasl ukur yang bak, maka kedua jens voltmeter DC dan C n tdak boleh dpertukarkan pemakaannya. Bagamanakah pemasangan voltmeter pada komponen rangkaan yang akan dukur beda potensal lstrknya? Karena voltmeter dmaksudkan untuk mengukur beda potensal lstrk, maka beda potensal lstrk yang akan dukur tu hendaknya dterma (seluruhnya) oleh voltmeter dan nlanya tdak boleh lebh besar dar batas ukur maksmum voltmeter tu. gar beda potensal lstrk yang akan dukur dterma oleh voltmeter, maka voltmeter harus dpasang paralel dengan komponen atau bagan rangkaan yang akan dukur beda potensal lstrknya. Untuk voltmeter DC pemasangan tu harus tepat memperhatkan kutub postf dan kutub negatfnya. Pada gambar 1.(a) dsampng n dlukskan sebuah rangkaan sederhana yang terdr dar sebuah hambatan dan sebuah sumber gaya gerak lstrk (gg) msalnya batera, dan pada gambar 1.(b) dlukskan sebuah voltmeter DC dpasang dalam rangkaan sederhanha tu untuk mengukur beda potensal lstrk yang pada hambatan. Untuk tu maka voltmeter dpasang paralel dengan hambatan tu. Perhatkan! : Batas ukur voltmeter harus lebh besar dar beda potensal lstrk yang akan dukur (a) (b), r, r Gambar 3. Pengukuran kuat arus lstrk Dalam rangkaan pada gambar 3. (a), beda potensal lstrk pada adalah 7
6 mpermeter, oltmeter dan vometer atau dalam bentuk lan o 0 r 1 1 r Sedangkan beda potensal lstrk yang akan terbaca oleh voltmeter pada rangkaan dalam gambar 3. (b) adalah 1 1 r 1 dengan adalah hambatan dalam voltmeter. Tampak bahwa, akbat adanya hambatan dalam voltmeter, maka beda potensal lstrk yang terukur () selalu menjad lebh kecl dar beda potensal lstrk yang akan dukur ( o ). gar nla hasl ukur atau beda potensal lstrk yang terukur mendekat nla yang sesungguhnya atau beda potensal lstrk yang akan dukur, maka nla hambatan dalam voltmeter harus sebesarbesarnya. Dengan demkan dapat dsmpulkan bahwa suatu voltmeter akan memlk keteltan semakn tngg jka nla hambatan dalamnya semakn besar. Jad salah satu cr voltmeter yang bak adalah memlk nla hambatan dalam yang besar. Pada rangkaan pengukuran, harus sudah dperhtungkan seyakn-yaknnya bahwa nla batas ukur voltmeter ( ) lebh besar dar nla beda potensal lstrk yang akan dukur ( o ). kan tetap jka dperkrakan atau apalag kalau sudah dyakn bahwa beda potensal lstrk yang akan dukur nlanya lebh besar dar batas ukur voltmeter yang akan dgunakan, maka cara membuat rangkaan pengukuran langsung sepert tu akan merusak voltmeter, oleh sebab tu tdak dperbolehkan, melankan harus menggunakan sebuah hambatan multpler yang drangka ser dengan voltmeter tu sepert pada gambar 4. Hambatan multpler berfungs untuk membag beda potensal lstrkyang akan dukur sehngga tdak seluruhnya bekerja hanya pada voltmeter. Berapakah nla hambatan shunt yang harus dpasang? 8
7 mpermeter, oltmeter dan vometer gar dengan pemasangan hambatan multpler tu beda potensal lstrk bekerja pada voltmeter tdak melbh batas ukurnya melankan maksmal sama dengan nla batas ukur voltmeter ( ), maka hambatan multpler tu harus mampu menerma beda potensal lstrk ( M ) yang besarnya M 0 yang dapat dubah menjad atau M 0 1 M ( n 1) M, r Gambar 4. Hambatan multpler M M n 1 Karena hambatan multpler terhubung ser dengan hambatan dalam voltmeter, maka kuat arus pada hambatan multpler ( M ) sama dengan kuat arus pada voltmeter ( ) sehngga persamaan d atas dapat dsederhanakan menjad M Pada persamaan d atas n = o / adalah kelpatan bulat dar batas ukur yang dngnkan dengan pemasangan nla mnmal hambatan multpler. Dalam bentuk nyata voltmeter, pada umumnya mulktpler sudah terpasang menjad satu kesatuan d dalam voltmeter. Oleh sebab tu, voltmeter pada umumnya memlk batas ukur yang bermacam-macam, lebh dar satu batas ukur. Bla dalam pengukuran beda potensal lstrk dgunakan voltmeter sepert tu, maka pengukuran basanya dmula dengan menggunakan batas ukur yang terbesar terlebh dahulu, bla batas ukur tu terlalu besar baru d ubah dengan batas ukur yang lebh kecl. Pengukuran sebaknya dlakukan dengan batas ukur tertentu sehngga ketka menunjukkan nla yang dukur jarum menympang kra-kra d tengah-tengah antara skala nol dan maksmumnya. 9 n 1... (2)
8 mpermeter, oltmeter dan vometer C. Ohmmeter Ohmmeter adalah alat untuk mengukur hambatan lstrk. Pada dasarnya, ohmmeter adalah sebuah galvanometer yang dlengkap dengan shunt dan dhubungkan ser dengan sebuah batera, sehngga ketka kedua ujung termnalnya dhubungkan dengan suatu hambatan akan mengalr arus dar bater ke hamatan yang dukur tu, kemudan masuk ke galvanometer yang sudah dlengkap shunt sehngga berfungs sebaga ampermeter. Kuat arus yang melalu ampermeter tu nlanya dkalbras menjad nla hambatan yang dukur. Bagan dasar atau pokok dar Ohmmeter adalah sepert pada gambar 5 d bawah n. Pada gambar 5 d sampng n adalah hambatan yang akan dukur, dan bagan rangkaan yang berada dalam kotas putusputus adalah Ohmmeter yang terdr dar sebuah galvanometer yang parallel dengan hambatan shunt dan keduanya dhubungkan ser dengan sebuah batera, r Gambar 5. Ohmmeter Melhat rangkaan pada gambar 5 tu dapat dsmpulkan bahwa jka jarum penunjuk skala ohmmeter bergerak menunjuk pada suatu nla skala, berart ada arus lstrk yang mengalr melalu hambatan yang akan dukur nlanya. Kesmpulan n dgunakan sebaga prnsp untuk menggunakan ohmmeter untuk memerksa ada atau tdak adanya kontak lstrk antara dua ujung kabel, antara dua bagan yang dsambungkan, untuk memerka apakah sebuah lampu sudah putus flamennya atau belum, dan sebaganya. S G D. OMETE vometer sebaga stlah dapat dpandang sebaga kependekan dar amper-volt-ohmmeter, dgunakan sebaga nama bag sebuah alat yang dengan mengatur tombol selektornya dapat dfungskan sebaga ampermeter, atau sebaga voltmeter, atau sebaga ohm meter. Dengan dlengkap oleh bermacam-macam nla shunt dan multpler, maka sebuah avometer basanya memlk bermacam-macam batas ukur untuk kuat arus dan beda potensal lstrk. vometer juga dapat dgunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensal lstrk C dan DC dengan batas-batas tertentu.. 10
9 mpermeter, oltmeter dan vometer B. KEGITN PECOBN MPEMETE-OLTMETE-OMETE a. Tujuan Setelah melakukan percobaan n anda dharapkan mampu : 1. Memasang rangkaan lstrk vometer 2. Mengukur kuat arus C dan DC dengan ampermeter C dan DC 3. Mengukur tegangan C dan DC dengan voltmeter C dan DC 4. Menganalss rangkaan lstrk sederhana. b. lat dan Bahan 1. vometer 2. mpermeter C 3. mpermeter DC 4. oltmeter C 5. oltmeter DC 6. Power supply 5 mper C/DC ; 0 12 volt C/DC 7. Lampu C/DC 12 volt 8. heostat 1 ; 20 ohm 9. Skrng Kabel penghubung c. Prosedur Percobaan 1. Perksa alat-alat yang akan anda gunakan dan catat data-data tentang skala terkecl (nol atau negatf), nla skala terkecl, skala terbesar, batas ukur, hambatan dalam, jens tegangan dan kuat arusnya (C atau DC). 2. Putar tombol selektor avometer pada poss ohmmeter, kemudan gunakan ohm meter tu untuk memerksa konds lampu, kabel penghubung, dan skrng, bla ada yang rusak (tdak ada koneks) mnta gant yang baru. Ukur hambatan lampu! 3. Putar tombol selektor avometer pada poss DC volt (mula dar nla yang 11
10 mpermeter, oltmeter dan vometer terbesar). 4. Nyalakan power sumplay pada tegangan keluaran DC mula dar nla tegangan terendahnya. 5. Kemudan coba gunakan hasl langkah ke 3 untuk mengukur tegangan keluaran dar power supply pada setap nla tegangan keluarannya. 6. Putar tombol selektor avometer pada poss C volt (mula dar nla terbesar). 7. Nyalakan power sumplay pada tegangan keluaran C mula dar nla tegangan terendahnya. 8. Kemudan coba gunakan hasl langkah ke 6 untuk mengukur tegangan keluaran dar power supply pada setap nla tegangan keluarannya. 9. Matkan (off-kan) power supply, kemudan buat rangkaan sepert pada gambar 6. oltmeter DC L mpermeter DC Lampu C/DC L FUSE S Power supply DC Skrng heostat FUSE S Gambar 6. Pengukuran kuat arus dan tegangan pada lampu 10. Nyalakan ( ON -kan) power supply pada tegangan DC 6 volt, atur rheostat agar penunjukkan jarum ampermeter dan voltmeter kra-kra d tengah-tengah. Catat nla kuat arus dan tegangan pada ampermeter dan voltmeter. 11. Ulang langkah 9 dan 10 untuk nla kuat arus dan tegangan yang berbeda-beda sebanyak 10 kal. 12. Ulang langkah 9 dengan rangkaan sepert pada gambar Nyalakan ( ON -kan) power supply pada tegangan DC 6 volt, atur rheostat agar penunjukkan jarum ampermeter dan voltmeter kra-kra d tengah-tengah. Catat nla kuyat arus dan tegangan pada ampermeter dan voltmeter. 14. Ulang langkah 12 dan 13 untuk nla kuat arus dan tegangan yang berbeda-beda sebanyak 10 kal. 12
11 mpermeter, oltmeter dan vometer oltmeter DC L mpermeter DC Lampu C/DC L FUSE S Power supply DC Skrng heostat 15. Ulang langkah 9 s/d 14 untuk power supply, ampermeter dan voltmeter C. 16. Ulang percobaan d atas untuk dua buah lampu yang dsusun ser dan parallel! FUSE S Gambar 7. Pengukuran kuat arus dan tegangan pada lampu d. Pertanyaan 1. Berapakah hambatan dalam voltmeter dan ampermeter yang dgunakan? 2. Berapakah hambatan lampu ketka anda ukur dengan ohmmeter? 3. Dengan data yang anda peroleh, buat grafk tegangan dan kuat arus! 4. Berapakah nla hambatan lampu berdasarkan grafk pada pertanyaan nomor 3 d atas? 5. Samakah nla hambatan lampu pada pertanyaan nomor 2 dan 4 d atas? Mengapa demkan? 6. pa perbedaan antara rangkaan pada gambar 6 dan rangtkaan pada gambar 7? 7. Dalam hal apakah rangkaan dalam gambar 6 lebh telt dar rangkaan dalam gambar 7? 8. Dalam hal apakah rangkaan dalam gambar 7 lebh telt dar rangkaan dalam gambar 6? 9. Berapakah nla hambatan masng-masng dar kedua lampu pada rangkaan ser dan parallel? 10. Berapakah nla hambatan ser dan nla hambatan parallel dar kedua lampu tu menurut hasl percobaan? 11. Samakah nla hambatan lampu pada pertanyaan nomor 10 datas dbandngkan dengan nlannya bla dhtung mengggunakan rumus hambatan ser dan parallel? Mengapa demkan? 13
12 mpermeter, oltmeter dan vometer FOMT LEMB KEJ PKTIKUM Nama : NIM : UPBJJJ : Modul : Percobaan :. DT PECOBN : 1. Keadaan laboratorum : Keadaan Sebelum percobaan Sesudah percobaan Suhu O C O C Tekanan cm Hg cm Hg Kelembaban relatf % % 2. Data Percobaan a. Data alat-alat yang dgunakan No Nama alat Hambatan dalam 1 vometer 2 mpermeter C 3 mpermeter DC 4 oltmeter C 5 oltmeter DC 6 Power supply 7 Lampu heostat Nla skala terkecl Batas ukur b. angkaan olt-amper-meter DC (Gambar 6). Percobaan ke (volt (amper)
13 mpermeter, oltmeter dan vometer c. angkaan volt-amper-meter DC (Gambar 7). Percobaan ke (volt (amper) d. angkaan volt-amper-meter C (Sepert gambar 6). Percobaan ke (volt (amper) e. angkaan volt-amper-meter C (Sepert gambar 6). Percobaan ke (volt (amper)
14 mpermeter, oltmeter dan vometer B. PEMBHSN Buat pembahasan hasl percobaan anda dalam kerta kosong, kemudan lamprkan dan kumpulkan bersama-sama dengan format lembar kerja praktkum n, dserta juga dengan jawaban anda atas pertanyaan-pertanyaan pada bagan d sesudah prosedur percobaan d atas! 16
HAMBATAN DALAM AMPERMETER DAN VOLTMETER
Modul 8 Lstrk Dnams utrsno KEGIATAN BELAJA 3 A. LANDAAN TEOI HAMBATAN DALAM AMPEMETE DAN OLTMETE Pelajar kembal dengan seksama landasan teor pada kegatan belajar 1, kemudan kut dan paham penjelasan berkut
RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan
. Pendahuluan ANGKAIAN SEI Dua elemen dkatakan terhubung ser jka : a. Kedua elemen hanya mempunya satu termnal bersama. b. Ttk bersama antara elemen tdak terhubung ke elemen yang lan. Pada Gambar resstor
ARUS BOLAK BALIK V R. i m
Modul 9 Elektroagnet KEGIATAN BEAJA A. ANDASAN TEOI AUS BOAK BAIK Arus dan tegangan lstrk bolak balk adalah arus dan tegangan lstrk yang berubah terhadap waktu atau erupakan fungs waktu. Yang berubah adalah
SEARAH (DC) Rangkaian Arus Searah (DC) 7
ANGKAAN AUS SEAAH (DC). Arus Searah (DC) Pada rangkaan DC hanya melbatkan arus dan tegangan searah, yatu arus dan tegangan yang tdak berubah terhadap waktu. Elemen pada rangkaan DC melput: ) batera ) hambatan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang
IR. STEVANUS ARIANTO 1
KUT US LISTIK HUKUM OHM ESISTO/HMBTN NGKIN ESISTO SEI NGKIN ESISTO PEL NGKIN ESISTO SEGITIG-BINTNG LT UKU JEMBTN WHETSTONE LT UKU GLVNOMETE LT UKU VOLTMETE ENEGI LISTIK DY LISTIK GY GEK LISTIK (GGL) NGKIN
Contoh 5.1 Tentukan besar arus i pada rangkaian berikut menggunakan teorema superposisi.
BAB V TEOEMA-TEOEMA AGKAIA 5. Teorema Superposs Teorema superposs bagus dgunakan untuk menyelesakan permasalahan-permasalahan rangkaan yang mempunya lebh dar satu sumber tegangan atau sumber arus. Konsepnya
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan
ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)
Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat
Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED
Q POWE ELECTONIC LABOATOY EEYTHING UNDE SWITCHED PAKTIKUM ELEKTONIKA ANALOG 01 P-04 Dasar Opamp Smt. Genap 2015/2016 A. Tujuan Menngkatkan pemahaman dan keteramplan mahasswa tentang: 1. Unjuk kerja dan
2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil
.1 Sstem Makroskopk dan Sstem Mkroskopk Fska statstk berangkat dar pengamatan sebuah sstem mkroskopk, yakn sstem yang sangat kecl (ukurannya sangat kecl ukuran Angstrom, tdak dapat dukur secara langsung)
berasal dari pembawa muatan hasil generasi termal, sehingga secara kuat
10 KARAKTRISTIK TRANSISTOR 10.1 Dasar Pengoperasan JT Pada bab sebelumnya telah dbahas dasar pengoperasan JT, utamannya untuk kasus saat sambungan kolektor-bass berpanjar mundur dan sambungan emtor-bass
Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Listrik Berbasis Lm-35 Dan Sistem Akuisisi Data Adc-0804
Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Lstrk Berbass Lm-35 Dan Sstem Akuss Data Adc-0804 Ummu Kalsum Unverstas Sulawes Barat e-mal: [email protected] Abstrak Peneltan n merupakan pengukuran laju temperatur
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI
IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan
BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. PENGUJIAN PENGUKURAN KECEPATAN PUTAR BERBASIS REAL TIME LINUX Dalam membuktkan kelayakan dan kehandalan pengukuran kecepatan putar berbass RTLnux n, dlakukan pengujan dalam
A. 1,0 m/s 2 B. 1,3 m/s 2 C. 1,5 m/s 2 D. 2,0 m/s 2 E. 3,0 m/s 2
1. D bawah n adalah pernyataan mengena pengukuran : 1. mengukur adalah membandngkan besaran yang dukur dengan besaran sejens yang dtetapkan sebaga satuan 2. dalam setap pengukuran selalu ada kesalahan
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Peneltan Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan deskrptf dengan analsa kuanttatf, dengan maksud untuk mencar pengaruh antara varable ndependen
PERCOBAAN 8 RANGKAIAN INVERTING DAN NON INVERTING OP-AMP
PCOBAAN 8 ANGKAIAN INVTING DAN NON INVTING OP-AMP 8. Tujuan : ) Mendemonstraskan prnsp kerja dar rangkaan penguat nvertng dan non nvertng dengan menggunakan op-amp 74. 2) Investgas penguatan tegangan closed
BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan
IR. STEVANUS ARIANTO 1
GAYA GERAK LISTRIK HUKUM LENZ HUKUM FARADAY TRANSFORMATOR TRANSFORMATOR IDEAL TRANSFORMATOR TIDAK IDEAL GGL INDUKSI ADA KUMARAN INDUKTANSI DIRI GENERATOR ERSAMAAN INDUKTANSI DIRI INDUKTANSI ADA TOROIDA
BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c
6 A PEMAHASA Pada bab sebelumnya telah dbahas teor-teor yang akan dgunakan untuk menyelesakan masalah program lner parametrk. Pada bab n akan dperlhatkan suatu prosedur yang lengkap untuk menyelesakan
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN
ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel
(1.1) maka matriks pembayaran tersebut dikatakan mempunyai titik pelana pada (r,s) dan elemen a
Lecture 2: Pure Strategy A. Strategy Optmum Hal pokok yang sesungguhnya menad nt dar teor permanan adalah menentukan solus optmum bag kedua phak yang salng bersang tersebut yang bersesuaan dengan strateg
Konsep Berpikir Anababe sebagai Solusi Pembelajaran Fisika pada Materi Listrik DC dan Listrik AC di SMA
Jurnal Mater dan Pembelajaran Fska (JMPF) 26 Konsep Berpkr nababe sebaga Solus Pembelajaran Fska pada Mater Lstrk DC dan Lstrk C d SM 1 1 SM Neger 2 Kebumen Jln. Cncn Kota 8. Kebumen E-mal : [email protected].
BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatnya arus reaktif. Harmonisa telah terbukti memiliki dampak kerusakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kualtas daya lstrk sangat dpengaruh oleh penggunaan jens-jens beban tertentu sepert beban non lner dan beban nduktf. Akbat yang dtmbulkannya adalah turunnya
ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy
ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH
BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desan Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode ekspermen karena sesua dengan tujuan peneltan yatu melhat hubungan antara varabelvarabel
BAB 2 ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA
BAB ANALISIS ARUS FASA PADA KONEKSI BEBAN BINTANG DAN POLIGON UNTUK SISTEM MULTIFASA.1 Pendahuluan Pada sstem tga fasa, rak arus keluaran nverter pada beban dengan koneks delta dan wye memlk hubungan yang
ELEKTRONIKA ANALOG. Bab 2 BIAS DC FET Pertemuan 5 Pertemuan 7. Oleh : ALFITH, S.Pd, M.Pd
ELEKTONKA ANALOG Bab 2 BAS D FET Pertemuan 5 Pertemuan 7 Oleh : ALFTH, S.Pd, M.Pd 1 Pemran bas pada rangkaan BJT Masalah pemran bas rkatan dengan: penentuan arus dc pada collector yang harus dapat dhtung,
BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Adapun yang menjad objek peneltan adalah sswa MAN Model Gorontalo. Penetapan lokas n ddasarkan pada beberapa pertmbangan yakn,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Matematka sebaga bahasa smbol yang bersfat unversal memegang peranan pentng dalam perkembangan suatu teknolog. Matematka sangat erat hubungannya dengan kehdupan nyata.
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK
BAB IV PEMBAASAN ASIL PENELITIAN PENGARU PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK TERADAP ASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA A. Deskrps Data asl Peneltan.
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear
REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana
III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
3 III. METDE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan merupakan langkah atau aturan yang dgunakan dalam melaksanakan peneltan. Metode pada peneltan n bersfat kuanttatf yatu metode peneltan yang dgunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.
BAB V TEOREMA RANGKAIAN
9 angkaan strk TEOEM NGKIN Pada bab n akan dbahas penyelesaan persoalan yang muncul pada angkaan strk dengan menggunakan suatu teorema tertentu. Dengan pengertan bahwa suatu persoalan angkaan strk bukan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Data terdr dar dua data utama, yatu data denyut jantung pada saat kalbras dan denyut jantung pada saat bekerja. Semuanya akan dbahas pada sub bab-sub bab berkut. A. Denyut Jantung
METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n telah dlaksanakan d SMA Neger 1 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 011/ 01. Populas peneltan n adalah seluruh sswa kelas X yang terdr dar
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS 4.1 Survey Parameter Survey parameter n dlakukan dengan mengubah satu jens parameter dengan membuat parameter lannya tetap. Pengamatan terhadap berbaga nla untuk satu parameter
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 0 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD BAB V STATISTIKA Dra.Hj.Rosdah Salam, M.Pd. Dra. Nurfazah, M.Hum. Drs. Latr S, S.Pd., M.Pd. Prof.Dr.H. Pattabundu, M.Ed. Wdya
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan
BAB III HUKUM HUKUM RANGKAIAN
angkaan strk BAB III HUKUM HUKUM ANGKAIAN Hukum Ohm Jka sebuah penghantar atau resstans atau hantaran dlewat oleh sebuah arus maka pada kedua ujung penghantar tersebut akan muncul beda potensal, atau Hukum
HUBUNGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
HUBUNGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT ABSTRAK STEVANY HANALYNA DETHAN Fakultas Ekonom Unv. Mahasaraswat Mataram e-mal : [email protected]
PENGUKURAN DAYA. Dua rangkaian yg dpt digunakan utk mengukur daya
Pengukuran Besaran strk (TC08) Pertemuan 4 PENGUKUN DY Pengukuran Daya dalam angkaan DC Daya lstrk P yg ddsaskan d beban jka dcatu daya DC sebesar E adl hasl erkalan antara tegangan d beban dan arus yg
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:
PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan
BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL
BOKS A SUMBANGAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI BALI TERHADAP EKONOMI NASIONAL Analss sumbangan sektor-sektor ekonom d Bal terhadap pembangunan ekonom nasonal bertujuan untuk mengetahu bagamana pertumbuhan dan
UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA
UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA MARULAM MT SIMARMATA, MS STATISTIK TERAPAN FAK HUKUM USI @4 ARTI UKURAN LOKASI DAN VARIASI Suatu Kelompok DATA berupa kumpulan nla VARIABEL [ vaabel ] Ms banyaknya
BAB I Rangkaian Transient. Ir. A.Rachman Hasibuan dan Naemah Mubarakah, ST
BAB I angkaan Transent Oleh : Ir. A.achman Hasbuan dan Naemah Mubarakah, ST . Pendahuluan Pada pembahasan rangkaan lstrk, arus maupun tegangan yang dbahas adalah untuk konds steady state/mantap. Akan tetap
BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan
7 BAB III METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel 1. Populas Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas XI SMA Yadka Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 014/ 015 yang berjumlah empat
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI LATAR BELAKANG Teori Dasar Tujuan LANGKAH KERJA Rangkaian Buffer...
DFT ISI DFT ISI....LT BELKNG... 2. Teor Dasar... 2.2 Tujuan... 3 2. LNGKH KEJ... 4.. angkaan Buer... 4.2. angkaan Invertng... 4.3. angkaan Non- Invertng... 5.4. angkaan Summng... 5.5. angkaan Derensator...
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 Masalah Transportas Jong Jek Sang (20) menelaskan bahwa masalah transportas merupakan masalah yang serng dhadap dalam pendstrbusan barang Msalkan ada m buah gudang (sumber) yang
Ketidakpastian dan Pengukuran
Modul Ketdakpastan dan Pengukuran Paken Pandangan, S.S., M.S. Artoto Arkundato, S.S., M.S. P PENDAHULUAN engamatan atas suatu besaran fss basanya akan berlanjut dengan pengukuran suatu besaran fss tertentu,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and
III. METODE PENELITIAN A. Desan Peneltan Peneltan n merupakan peneltan pengembangan (Research and Development). Peneltan pengembangan yang dlakukan adalah untuk mengembangkan penuntun praktkum menjad LKS
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada
Fisika Dasar I (FI-321)
Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha dan Energ Energ Knetk Teorema Usaha Energ Knetk Energ Potensal Gravtas Usaha dan Energ Potensal Gravtas Gaya Konservatf dan Non-Konservatf
Bab III Analisis Rantai Markov
Bab III Analss Ranta Markov Sstem Markov (atau proses Markov atau ranta Markov) merupakan suatu sstem dengan satu atau beberapa state atau keadaan, dan dapat berpndah dar satu state ke state yang lan pada
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model
BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN A. Regres Model Log-Log Pada prnspnya model n merupakan hasl transformas dar suatu model tdak lner dengan membuat model dalam bentuk
Medan Elektromagnetik
Medan Elektromagnetk Kulah 1 Medan Magnet 19 Me 009 Dr. r Poernomo ar, T, MT 1. Medan magnet d sektar arus lstrk Oersted menentukan adanya medan magnet d sektar kawat yang berarus lstrk. Percobaan Oersted
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam
1 III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMPN 8 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas VII SMPN 8 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 01/013 yang terdr
Fisika Dasar I (FI-321) Usaha dan Energi
Fska Dasar I (FI-31) Topk har n (mnggu 5) Usaha dan Energ Usaha Menyatakan hubungan antara gaya dan energ Energ menyatakan kemampuan melakukan usaha Usaha,,, yang dlakukan oleh gaya konstan pada sebuah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah
Nama : Crishadi Juliantoro NPM :
ANALISIS INVESTASI PADA PERUSAHAAN YANG MASUK DALAM PERHITUNGAN INDEX LQ-45 MENGGUNAKAN PORTOFOLIO DENGAN METODE SINGLE INDEX MODEL. Nama : Crshad Julantoro NPM : 110630 Latar Belakang Pemlhan saham yang
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 39 JAKARTA
PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 JAKARTA Jl. RA Fadllah Cjantung Jakarta Tmur Telp. 80078, Fax 877978 REMEDIAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman
OTIMISASI enjadualan Optmal embangkt Oleh : Zurman Anthony, ST. MT Optmas pengrman daya lstrk Dmaksudkan untuk memperkecl jumlah keseluruhan baya operas dengan memperhtungkan rug-rug daya nyata pada saluran
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.
44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon
Petunjuk Praktikum Fisika Dasar I. (Tumbukan Dalam Satu Dimensi)
Petunjuk Praktkum Fska Dasar I (Tumbukan Dalam Satu Dmens) Dajukan Untuk Memenuh Tugas Tersruktur Mata ulah Ekspermen Fska Dasar 1 Jurusan Penddkan Fska Oleh : Muhamad Ihsanudn (0602425) JURUSAN PENDIDIAN
BAB 18. ARUS LISTRIK
DFTR ISI DFTR ISI...1 BB 18. RUS LISTRIK... 18.1 Sumber-Sumber rus Lstrk... 18. Hukum Ohm...4 18. Hambatan Jens Bahan...5 18.4 Daya Lstrk...6 18.5 rus Bolak-Balk...7 18.6 Qus 18...8 1 BB 18. RUS LISTRIK
Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN Sebuah jarngan terdr dar sekelompok node yang dhubungkan oleh busur atau cabang. Suatu jens arus tertentu berkatan dengan setap busur. Notas standart untuk menggambarkan sebuah jarngan
Interpretasi data gravitasi
Modul 7 Interpretas data gravtas Interpretas data yang dgunakan dalam metode gravtas adalah secara kualtatf dan kuanttatf. Dalam hal n nterpretas secara kuanttatf adalah pemodelan, yatu dengan pembuatan
BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas
9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM
BAB X RUANG HASIL KALI DALAM 0. Hasl Kal Dalam Defns. Hasl kal dalam adalah fungs yang mengatkan setap pasangan vektor d ruang vektor V (msalkan pasangan u dan v, dnotaskan dengan u, v ) dengan blangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi
Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5
Pertemuan Ke-6 DC Biasing Pada BJT. ALFITH, S.Pd,M.Pd
Pertemuan Ke-6 D asng Pada J ALFH, S.Pd,M.Pd Pemran bas pada rangkaan J Masalah pemran bas rkatan dengan: penentuan arus dc pada collector yang harus dapat dhtung, dpredks dan tdak senstf terhadap perubahan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus spending unit) kemudian
Pengaruh Captal Structure terhadap Proftabltas pada Industr Perbankan d Indonesa Mutara Artkel n d-dgtalsas oleh Perpustakaan Fakultas Ekonom-Unverstas Trsakt, 2016. 021-5663232 ext.8335 BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Binatang menggunakan gelombang bunyi/suara untuk
BAB TNJAUAN PUSTAKA Pengertan Gelombang Buny (Akustk) [ 3, 4, -S, 6, 7, S] Gelombang buny adalah gelombang yang drarnbatkan sebaga gelombang mekank longtudnal yang dapat berjalan dalam medum padat, car
KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA
KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA 1. RESISTOR serng dsebut werstan, pelawan atau penghambat. suatu komponen elektronk yang dapat menghambat gerak lajunya arus lstrk/m /membatas jumlah arus yang mengalr dalam
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Azhar 1 Wayhalim Bandar Lampung. Populasi
3 III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SD Al-Azhar Wayhalm Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas V yang terdr dar 5 kelas yatu V A, V B, V
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Berdasarkan masalah yang akan dtelt dengan melhat tujuan dan ruang lngkup dserta dengan pengolahan data, penafsran serta pengamblan kesmpulan, maka metode
Analisis Rangkaian Listrik
Open ourse nalss angkaan Lstrk D Kawasan Waktu () Oleh: Sudaryatno Sudrham akupan ahasan Hukum-Hukum Dasar Kadah-Kadah angkaan Teorema angkaan Metoda nalss Dasar Metoda nalss Umum angkaan Pemroses Energ
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jens Peneltan Peneltan n merupakan peneltan yang bertujuan untuk mendeskrpskan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran matematka berbass teor varas berupa Rencana
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK:
BAB IX. STATISTIKA. CONTOH : HASIL ULANGAN MATEMATIKA 5 SISWA SBB: PENGERTIAN STATISTIKA DAN STATISTIK: BAB IX. STATISTIKA Contoh : hasl ulangan Matematka 5 sswa sbb: 6 8 7 6 9 Pengertan Statstka dan
UJI NORMALITAS X 2. Z p i O i E i (p i x N) Interval SD
UJI F DAN UJI T Uj F dkenal dengan Uj serentak atau uj Model/Uj Anova, yatu uj untuk melhat bagamanakah pengaruh semua varabel bebasnya secara bersama-sama terhadap varabel terkatnya. Atau untuk menguj
Analisis Regresi 1. Diagnosa Model Melalui Pemeriksaan Sisaan dan Identifikasi Pengamatan Berpengaruh. Pokok Bahasan :
Analss Regres Pokok Bahasan : Dagnosa Model Melalu Pemerksaan Ssaan dan Identfkas Pengamatan Berpengaruh Itasa & Y Angran Dep. Statstka FMIPA-IPB Ssaan Ssaan adalah menympangnya nla amatan y terhadap dugaan
UKURAN S A S MPE P L P of o. D r D. r H. H Al A ma m s a d s i d Sy S a y h a z h a, SE S. E, M P E ai a l i : l as a y s a y h a
UKURAN SAMPEL Prof. Dr. H. Almasd Syahza, SE., MP Emal: [email protected] Webste: http://almasd. almasd.staff. staff.unr.ac.d Penelt Senor Unverstas Rau Penentuan Sampel Peneltan lmah hampr selalu hanya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Peneltan n menggunakan peneltan ekspermen; subyek peneltannya dbedakan menjad kelas ekspermen dan kelas kontrol. Kelas ekspermen dber
Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analisis Rangkaian RLC
Penerapan Metode Runge-Kutta Orde 4 dalam Analss Rangkaan RLC Rka Favora Gusa JurusanTeknk Elektro,Fakultas Teknk,Unverstas Bangka Beltung [email protected] ABSTRACT The exstence of nductor and capactor
Preferensi untuk alternatif A i diberikan
Bahan Kulah : Topk Khusus Metode Weghted Product (WP) menggunakan perkalan untuk menghubungkan ratng atrbut, dmana ratng setap atrbut harus dpangkatkan dulu dengan bobot atrbut yang bersangkutan. Proses
UNSUR-UNSUR CUACA DAN IKLlM
UNSUR-UNSUR CUACA DAN KLlM HANDOKO Jurusan Geofska dan Meteorolog, FMlPA PB Cuaca adalah gambaran konds atmosfer jangka pendek (kurang dar 24 jam) pada suatu lokas tertentu. Pernyataan sepert "har n d
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB LANDASAN TEORI.1 Analsa Regres Analsa regres dnterpretaskan sebaga suatu analsa yang berkatan dengan stud ketergantungan (hubungan kausal) dar suatu varabel tak bebas (dependent varable) atu dsebut
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam
III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Neger 3 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n yatu seluruh sswa kelas VIII SMP Neger 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 0/03 yang
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan
BAB III METODE PENELITIAN. pretest postes control group design dengan satu macam perlakuan. Di dalam
BAB III METODE PEELITIA A. Bentuk Peneltan Peneltan n merupakan peneltan ekspermen dengan model pretest postes control group desgn dengan satu macam perlakuan. D dalam model n sebelum dmula perlakuan kedua
