MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PSIKODRAMA SISWA KELAS X TMO C SMK N 2 SALATIGA TAHUN AJARAN 2016/2017

dokumen-dokumen yang mirip
JURNAL. Oleh: NAMA : FRIGE ARDINATA EKA PUTRA SISWANTO NPM :

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. (quasi experimental design). Penelitian eksperimental ini meniru kondisi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. desain Pretest-Posttest Control Group.Menurut Azwar (2012) penelitian eksperimental

BAB IV ANALISIS PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek penelitian ini adalah 12 siswa yang hasil pre-testnya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penulisan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN

MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS X SMA KARTIKA III-1 BANYUBIRU MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK. Putri Adri Setyowati Yari Dwikurnaningsih

BAB III METODE PENELITIAN. relevan dapat dikendalikan dan dimanipulasi. dengan hasil Pre-test skala kecemasan komunikasi interpersonal sangat tinggi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. FKIP UKSW angkatan 2013 yang hasi pre-testnya menunjukkan kesadaran

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experimental

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2013.kepada anak anak di Panti Asuhan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kedua kelompok dapat dilihat dari umur dan kategori skor skala konsep diri yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Salatiga. Sebelumnya penulis telah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan pimpinan Ibu kepala sekolah Drs. Kriswinarti. Subyek penelitian

MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF MENGGUNAKAN PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN LATIHAN ASERTIF PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 SALATIGA

PENINGKATAN KEDISIPLINAN BELAJAR ANAK USIA 6-12 TAHUN DI PUSAT PENGEMBANGAN ANAK IO-970 ABRAHAM MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SKRIPSI

PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK MODELING DALAM MENINGKATKAN SELF-EFFICACY SISWA KELAS XI TEI B SMK N 2 SALATIGA SKRIPSI

BAB 1V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENINGKATAN BUDI PEKERTI MELALUI TEHNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS VIII G SMP NEGERI 7 SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 4.1.Interaksi Sosial Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol. No Nama Skor Kategori Kelompok

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. XI IPS 2 yang berjumlah 34 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB III. subyek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. sekolah. Penulis membagikan Skala kebiasaan belajar kepada respondenpada tanggal 27 Juni

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. didapatkan 10 siswa termasuk dalam kategori sangat rendah dan rendah yang

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

MENINGKATKAN EMPATI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA SISWA KELAS X.2 SMA NEGERI 1 BRINGIN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dtujukan kepada Kepala Sekolah SMP N 2 Pabelan. Sebelumnya, penulis telah meminta izin

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2010) penelitian

MENINGKATKAN KUALITAS KEBIASAAN BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK HOMEROOM PADA SISWA KELAS XII A SMK PGRI 1 SALATIGA SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN. Penelitian dilakukan di SMA Swasta se-kota Salatiga, dengan subyek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sekolah SD Negeri Bawen 03 di Lingkungan Berokan Bawen. Kemudian pada. Tabel 4.1.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. memberikan ijin penelitian pada penulis. eksperimen dan kontrol yang berdasarkan jenis kelamin dan usia.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di FKIP UKSW program studi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk eksperimen semu / Quasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Nusantara Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. SMP Nusantara Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan bimbingan

PENGARUH LAYANAN INFORMASI KARIER TERHADAP KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 CEPU

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 PABELAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subjek penelitian adalah kelas X C SMA Negeri 1 Suruh yang memiliki

PENINGKATAN DISIPLIN BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DENGAN STRATEGI SELF

MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA KORBAN BULLYING, DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 BANDAR KABUPATEN BATANG

PENINGKATAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER MELALUI MODUL LAYANAN INFORMASI KARIER BERBANTUAN KOMPUTER PADA SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN 2 SALATIGA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kecemasan komunikasi interpersonal yang rendah.

BAB III METODE PENELITIAN

SKRIPSI. Diajukan kepada Program Studi Bimbingan dan Konseling untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

SKRIPSI. Diajukan kepada Program Studi Bimbingan Konseling untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. perilaku disiplin belajar yangrendah. Selanjutnya 12 siswa yang memiliki perilaku

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian bertempat di TK Al-Hidayah yang beralamatkan di Jln

MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI TEKNIK SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS XI IS 3 SMA NEGERI 1 TENGARAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

BAB III METODE PENELITIAN

PENGGUNAAN TEKNIK PERMAINAN DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA di KELAS VIII D SMP NEGERI 1 SURUH TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA N 3 SALATIGA

PENGEMBANGAN PERMAINAN SIMULASI KETERBUKAAN DIRI UNTUK SISWA SMP

BAB III METODE PENELITIAN. perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

PENGGUNAAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENGURANGI KONFORMITAS NEGATIF SISWA KELAS XII TATA BOGA 2 SMK NEGERI 1 SALATIGA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. mengambil 7 subjek mahasiswa yang mengalami kecemasan tinggi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Data Sebaran Responden. Kelas Putra Putri Jumlah X A X B XI BHS XI IPA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian perbedaan metode pre-induksi hipnodonsi anak laki-laki dan

PERSETUJUAN MENJADI RESPONSEN. penelitian, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini : Dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi responden dalam

PENINGKATAN KEMANDIRIAN REMAJA DI BALAI REHABILITASI SOSIAL PAMARDI UTOMOBOYOLALIDENGAN PERMAINAN SIMULASI SKRIPSI

BAB III METODELOGI PENELITIAN. menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Eksperimen semu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri 2 Salatiga memberikan ijin penelitian pada penulis.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siswa kelas VIIC yang berjumlah 37 siswa terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. diberikan perlakuan. Penelitian eksperimen menurut Danim (2004) dapat

BAB IV ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian kelas XI yang berjumlah semua 40 siswa yaitu 20 siswa XI IPS dan

BAB IV HASIL PENELITIAN. mahasiswa yang mengalami stres dengan kategori sebagai berikut: Tabel 4.1 Kategori Variabel Stres (N = 61)

Perpustakaan Unika LAMPIRAN

JURNAL OLEH : INDAH CHOIRUN NISA NPM : Dibimbing Oleh: 1. Dr. Hj. Sri Panca Setyawati, M.Pd. 2. Yuanita Dwi Krisphianti, M.Pd.

JURNAL. Oleh: MIA DEWANTI Dibimbing oleh : 1. Dr. Hj. Sri Panca Setyawati, M.Pd. 2. Vivi Ratnawati, S.Pd., M.Psi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd. ) Pada Jurusan Bimbingan dan Konseling OLEH :

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PSIKODRAMA SISWA KELAS X TMO C SMK N 2 SALATIGA TAHUN AJARAN 2016/2017 ARTIKEL TUGAS AKHIR Oleh Rizqi Amalia 132013063 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2017

1

MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MENGGUNAKAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PSIKODRAMA SISWA KELAS X TMO C SMK N 2 SALATIGA TAHUN AJARAN 2016/2017 Oleh: Rizqi Amalia (Program Studi Bimbingan dan Konseling-FKIP-UKSW) Pembimbing: Dr. Yari Dwikurnaningsih, M.Pd dan Setyorini, M.Pd (Program Studi Bimbingan dan Konseling-FKIP-UKSW) ABSTRAK Penelitian eksperimen ini dilakukan di SMK N 2 Salatiga tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi peningkatan kepercayaan diri pada siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga melalui bimbingan kelompok teknik psikodrama. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 16 siswa yang memiliki kategori kepercayaan diri rendah dan sangat rendah. Dari 16 siswa dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 8 siswa dalam kelompok eksperimen dan 8 siswa dalam kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap kepercayaan diri dari jenis-jenis kepercayan diri yang dijelaskan oleh Lindenfield (1997) yang peneliti adopsi dari penelitian Puspitasari (2007). Teknik analisis data yang digunakan Two Independent Sample Test (Mann Whitney Test) yang diolah dengan menggunakan program SPSS 17 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peningkatan kepercayaan diri siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga, setelah diberikan perlakuan dengan bimbingan kelompok teknik psikodrama diperoleh Asymp.Sig.(2-tailed) 0,001 < 0,05. Mean rank kepercayaan diri pada pre test adalah 4,50 sedangkan mean rank pada post test adalah 12,50. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan skor yang signifikan kepercayaan diri pada kelompok eksperimen setelah pemberian perlakuan dengan bimbingan kelompok teknik psikodrama. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, maka tujuan penelitian ini telah tercapai. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Teknik Psikodrama. PENDAHULUAN Salah satu layanan bimbingan konseling disekolah adalah layanan bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok merupakan suatu pemberian layanan kepada siswa dan konselor sekolah sebagai koordinator pelaksana untuk membantu siswa agar lebih akrab dengan teman-temannya, membantu siswa menerima apa adanya 1

yang ada pada dirinya. Shertzer dan Stone (dalam Romlah, 2001). Dalam bimbingan kelompok terdapat banyak teknik atau strategi intervensi yang dapat digunakan. Teknik bimbingan kelompok yang dapat digunakan guru bimbingan dan konseling atau konselor SMA antara lain diskusi kelompok, berman peran, hoom room program, dan teknik lain yang relevan. Suryapranata dkk (2016). Bimbingan kelompok diberikan untuk mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri individu dan untuk mengembangkan diri secara optimal. Pengembangan diri memerlukan kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan kunci untuk meraih kesuksesan dalam kehidupan pribadi, pekerjaan dan sosial. Di dalam kehidupan setiap individu akan mengalami perubahan dalam berbagai hal, lingkungan yang baru, teman-teman baru dan tidak semua individu dapat menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada disekitarnya. Menurut Perry (2005) kepercayaan diri merupakan keyakinan yang dimiliki individu bahwa dirinya mampu mengembangkan penilaian positif terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapi sehingga individu merasa mampu mencapai tujuan dalam hidupnya. Namun pada kenyataannya masih ada siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Siswa SMA yang berada dalam tahap perkembangan sebagai seorang remaja tentunya sangat membutuhkan kepercayaan diri dalam dirinya untuk dapat beraktualisasi dalam lingkungan dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan kontak dan komunikasi dengan orang lain. Karena dengan melakukan kontak dan komunikasi dengan orang lain, akan menjadikan dirinya lebih berkembang. Dalam hal ini manusia menggunakan fungsi dalam dirinya sebagai makhluk sosial yang dalam perkembangannya membutuhkan orang lain seperti halnya memecahkan masalah yang sedang dihadapi. 2

Berdasarkan Dari hasil wawancara dengan Guru Bimbingan dan Konseling di SMK N 2 Salatiga dan skala sikap percaya diri yang disebar masih ditemui adanya siswa yang memiliki kepercayaan diri yang kurang. Masih ada siswa yang tidak berani mengungkapkan pendapat, grogi saat berbicara di depan kelas, sering mencontek saat menghadapi tes, cemas dalam menghadapi suatu masalah dan merasa dirinya buruk dibanding teman-temannya. Terkait dengan hal tersebut, di masa sekarang ini Guru bimbingan konseling mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas siswanya salah satunya yang berhubungan dengan kepercayaan diri. Sebab Guru bimbingan dan konseling mempunyai banyak layanan meliputi layanan informasi, orientasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individu. Layanan bimbingan kelompok dipandang tepat dalam membantu siswa meningkatkan kepercayaan dirinya. Karena didalam bimbingan kelompok memfasilitasi siswa untuk bertukar pendapat, lebih mudah untuk menangkap persoalan yang dihadapinya dan cara mengatasinya. Ada beberapa macam teknik yang dapat digunakan dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, salah satunya adalah teknik psikodrama. Psikodrama adalah permainan peranan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep pada dirinya, menyatakan kebutuhan-kebutuhannya dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan dalam dirinya. (Corey dalam Romlah, 2001) Di dalam psikodrama konseli memerankan situasi-situasi dramatis yang dialaminya pada waktu itu, sekarang, dan yang diantisipasikan akan dialami pada waktu yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai dirinya dan melepaskan tekanan-tekanan yang dialami atau 3

katarsis. Kejadian-kejadian yang penting dimainkan kembali agar konseli dapat mengenali perasaanperasaannya dan dapat mengungkapkan perasaannya sepenuhnya sehingga terbuka jalan untuk terbentuknya perilaku baru. Sehubungan dengan uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul Meningkatkan Kepercayaan Diri Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Psikodrama Siswa Kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga Tahun Ajaran 2016/2017. LANDASAN TEORI Kepercayaan Diri Lindenfield (1997) menyatakan bahwa orang yang percaya diri ialah orang yang merasa puas dengan dirinya. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dalam jiwa manusia bahwa tantangan hidup apapun harus dihadapi dengan berbuat sesuatu. percaya diri merupakan adanya sikap individu yang yakin akan kemampuannya sendiri untuk bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya sebagai suatu perasaan yang yakin pada tindakannya, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Bimbingan Kelompok Prayitno (1995) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lan-lain sebagainya, apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya. Psikodrama Psikodrama merupakan permainan peranan yang dimaksudkan agar individu yang bersangkutan dapat memperoleh pengertian lebih baik tentang dirinya, dapat menemukan konsep pada dirinya, menyatakan kebutuhannya- 4

kebutuhannya, dan menyatakan reaksinya terhadap tekanan-tekanan terhadap dirinya.(corey dalam Romlah, 2001). Dalam psikodrama konseli memerankan situasi-situasi dramatis yang dialaminya pada waktu lalu, sekarang, dan yang diantisipasi akan dialami pada waktu yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai dirinya dan melepaskan tekanan-tekanan yang dialami atau katarsis. Kejadiankejadian yang penting dimainkan kembali agar klien dapat mengenali perasaan-perasaannya dan dapat mengungkapkan perasaannya sepenuhnya sehingga terbuka jalan untuk terbentuknya perilaku yang baru. Kelompokan psikodrama memberikan kesempatan pada anggota kelompok untuk menguji kenyataan, karena kelompok terdiri dari individu-individu dan situasisituasi kehidupan yang nyata. Pelaksanaan psikodrama terdiri dari tiga tahap dalam Romlah (2001) yaitu: 1. Tahap persiapan (The Warmup) tahap persiapan dilakukan untuk memotivasi anggota kelompok agar mereka siap berpartisipasi secara aktif dalam permainan, menentukan tujuan-tujuan permainan, dan menciptakan perasaan aman dan saling percaya dalam kelompok. 2. Tahap pelaksanaan (The action) tahap pelaksanaan terdiri dari kegiatan dimana pemain utama dan pemain pembantu memperagakan permainannya. 5

3. Tahap diskusi (The sharing) Dalam tahap diskusi atau tahap bertukar pendapat dan kesan, para anggota kelompok diminta untuk memberikan tanggapan dan sumbangan pikiran terhadap permainan yang dilakukan oleh pemeran utama. Penelitian Yang Relevan Penelitian yang dikemukakan oleh peneliti ini didukung oleh penelitianpenelitian sebelumnya. Adapun penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, sebagai berikut: Puspitasari (2007) Efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam mengatasi kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Banyubiru Kabupaten Semarang terdapat hasil analisis sebesar p= 0,043 < 0,050 sehingga layanan bimbingan kelompok dalam mengatasi kepercayaan diri meningkat secara signifikan dan layanan bimbingan kelompok efektif dalam mengatasi kepercayaan diri. Ardinata (2015) Upaya Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Metode Psikodrama Kelas Vii-E Di SMP Pawyatan Daha 1 Kediri berdasarkan hasil perhitungan Wilcoxon Signed Rank Test, maka nilai Z didapat sebesar 5,512 yang berarti lebih besar dari Ztabel 0,05 (5%) yaitu 1,645, sehingga keputusan hipotesis karena Zhitung > Ztabel, maka (H0) ditolak dan (Ha) diterima, sehingga hipotesis yang berbunyi percaya diri di kelas VII E SMP Pawyatan Daha 1 Kediri dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok metode psikodrama diterima kebenarannya. Yunanto (2014) Meningkatkan kepercayaan diri melalui layanan bimbingan kelompok teknik permainan pada siswa kelas VIII A SMP N 9 Salatiga terdapat hasil pretest dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selanjutnya dari 6

Uji Mann Whitney data postest menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2- tailed) 0,014<0,050 dengan mean rank pada kelompok eksperimen sebesar 7,00 dan kelompok kontrol sebesar 4.12 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Simpulan dari penelitian ini bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan secara signifikan dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri Dengan Teknik Permainan Pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 9 Salatiga. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu terdapat pada subjek penelitian. Jika pada penelitian sebelumnya menggunakan subjek siswa SMP namun dalam penelitian ini menggunakan subjek siswa SMK. METODE Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga yang memiliki kepercayaan diri rendah dan sangat rendah. Dari 16 siswa tersebut kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini variabel kepercayaan diri diukur menggunakan skala sikap kepercayaan diri dengan 40 item pernyataan berupa pernyataan favorabel dan unfavorebel dengan 4 alternatif jawaban yaitu SS untuk jawaban sangat sesuai, S untuk jawaban sesuai, TS untuk jawabana tidak sesuai dan STS untuk jawaban sangat tidak sesuai. Peneliti mengadopsi dari penelitian Puspitasari (2007). Sedangkan teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Mann-Whitney yang diolah dengan bantuan program SPSS 17 For Windows. HASIL PENELITIAN Berdasarkan prosedur penelitian ini sebelum kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan bimbingan kelompok 7

teknik psikodrama, data hasil pre test kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol harus dilakukan uji beda. Berikut hasil uji beda antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel 4.4 Mean Rank PreTest kepercayaan diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Ranks kelompok N Mean Sum Of Eksperimen Kontrol Total 8 8 16 Rank 7.88 9.13 Rank 63.00 73.00 Tabel 4.5 Hasil Uji Mann Wihitney U Pre- Test Kepercayaan Diri Pada Kelompok Eksperimen Dan Kontrol Test Statistic Nama Mann-whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig.[2*(1-tailed Sig.)] 27.000 63.000 -.528.598.645 a a. Not corrected for ties b. Grouping Variable: Kelompok Tabel diatas dapat diketahui hasil uji Mann-Whitney U = 27,000 dengan koefisien Asyim.Sig.(2- tailed) 0,598 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kepercayaan diri kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga penelitian dapat dilanjutkan dengan pemberian treatment atau perlakuan dengan metode psikodrama. Sesuai dengan rancangan penelitian dan hasil analisis diatas, selanjutnya kelompok eksperimen akan diberikan treatment yaitu diberikan layanan Bimbingan kelompok teknik psikodrama selama 8 x pertemuan, sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diberikan treatment. eksperimen dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan penulis dengan pihak sekolah, yaitu seminggu 2x pertemuan setiap hari Selasa dan Jumat. Eksperimen dikatakan berhasil apabila kelompok eksperimen setelah post test menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan hasilnya lebih tinggi dari pada kelompok kontrol. Setelah 8 x pertemuan, peneliti kembali memberikan skala sikap kepercayaan diri kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kemudian peneliti mengolah hasil skala sikap yang telah diisi oleh siswa dengan menggunakan teknik analisis Mann Whitney. Berikut 8

hasil analisis dan perbedaan post test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tabel 4.9 Mean Rank Pre-Test Dan Post- Test Kepercayaan Diri Pada Kelompok Eksperimen Ranks Kelompok N Mean Sum Of Eksperimen Kontrol Total 8 8 16 Rank 4.50 12.50 Rank 36.00 100.00 Tabel 4.10 Uji Mann Whitney U Pre-Test Dan Post-Test Kepercayaan Diri Pada Kelompok Eksperimen Test statistics Nama Mann-whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig.[2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties b. Grouping Variable: Kelompok.000 36.000-3.383.00.000 a Dari tabel diatas dapat diketahui nilai hitung Mann-Whitney U=,000 dan koefisien Asymp-Sig. (2-Tailed) 0,001 <0,05. Perhitungan statistik tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kepercayaan diri siswa pada kelompok eksperimen antara pre test dan post test. Tabel 4.11 Mean Rank Post-Test Kepercayaan Diri Pada Kelompok Eksperimen Dan Kontrol Ranks Kelompok N Mean Rank Eksperimen Kontrol Total 8 8 16 12.50 4.50 Sum Of Rank 100.00 36.00 Tabel 4.12 Uji Mann Whitney U Post- Test Kepercayaan Diri Pada Kelompok Eksperimen Dan Kontrol Test statistics Nama Mann-whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig.[2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties b. Grouping Variable: Kelompok.000 36.000-3.391.001.000 a Dari tabel diatas dapat diketahui nilai hitung Mann Whitney U=,000 dan koefisien Asymp. Sig. (2- Tailed) 0,001 <0,05. Perhitungan statistik tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kepercayaan diri siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perbedaan tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah kelompok eksperimen perlakuan/treatment diberi dengan 9

bimbingan kelompok teknik psikodrama. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji beda yang telah dilaksanakan pada saat pre test, tidak ada perbedaan kepercayaan diri yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan Asymp Sig. (2- Tailed) 0,598 > 0,05. Setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan/treatment bimbingan kelompok teknik psikodrama selama 8 kali pertemuan, terjadi peningkatan kepercayaan diri pada siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga secara signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Asymp. Sig. (2-Tailed) 0,001 < 0,05 untuk pre test dan post test pada kelompok eksperimen. Untuk mengetahui apakah pengurangan yang signifikan tersebut dikarenakan perlakuan bimbingan kelompok teknik psikodrama atau karena faktor lain dari luar, maka diadakan pengujian dengan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05, ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan bimbingan kelompok teknik psikodrama. Jadi hasil post test menunjukkan bahwa bimbingan kelompok teknik psikodrama dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Adanya peningkatan kepercayaan diri dapat dikatakan berhasil karena dari hasil observasi selama layanan dengan permainan peran psikodrama, kelompok eksperimen mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias dan memahami topik yang diberikan serta dapat mengaplikasikan materi yang telah didapat pada saat kegiatan permainan psikodrama. Dengan demikian penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2007) yang pada akhir penelitian menyimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok 10

efektif dapat digunakan untuk mengatasi kepercayaan diri rendah. Pada kegiatan psikodrama, siswa yang sebagian besar merupakan siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah mempraktikan situasi secara spontan dimana siswa dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak percaya diri. Sehingga siswa tersebut dapat mengerti sebab-sebab mereka tidak bisa percaya diri, bagimana mereka melihat ketidaknyamanan teman yang tidak percaya diri, dengan begitu mereka akan merasa bahwa hal yang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri itu sebenarnya berasal dari dalam diri sendiri maka untuk meningkatkan percaya diri, kita harus mencintai diri kita sendiri salah satunya dengan menjaga penampilan, yakin pada kemampuan yang kita miliki, memiliki tujuan yang jelas dan selalu berfikir postif. Suasana yang diciptakan, dikendalikan oleh pemimpin kelompok sehingga membuat siswa tidak takut untuk bereksperimen dengan perilakunya yang baru. Setelah pertunjukan psikodrama selesai, mereka bertugas menilai dan menanggapi tentang pertunjukan psikodrama yang telah dilakukan oleh kelompok lain, pemimpin kelompok dan anggota kelompok selanjutnya bersama-sama menyimpulkan hasil kegiatan psikodrama tersebut. Hasil penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Corey (dalam, Romlah, 2001) yang menyatakan bahwa didalam psikodrama klien memerankan situasi-situasi dramatis yang dialami pada waktu yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai dirinya dan melepaskan tekanan-tekanan yang dialami agar klien dapat mengenali perasaan-perasaannya dan dapat mengungkapkan perasaan sepenuhnya sehingga terbuka jalan terbentuknya perilaku baru. 11

PENUTUP Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMK N 2 Salatiga, maka dapat diambil simpulan bahwa Ada peningkatan yang signifikan kepercayaan diri siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga tahun ajaran 2016/2017 setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama. Saran-saran yang dapat penulis berikan adalah: 1. Bagi siswa Subyek penelitian khususnya siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga diharapkan dapat lebih percaya diri dengan mau mengungkapkan pendapat dan tidak mencontek saat ulangan. Siswa perlu meningkatkan kepercayaan diri sebagai bentuk dari peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama. 2. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dijadikan referensi dalam memberikan layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. 3. Bagi peneliti selanjutnya Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kepercayaan diri siswa kelas X TMO C SMK N 2 Salatiga melalui bimbingan kelompok teknik psikodrama. Penelitian selanjutnya dapat mentelaah kepercayaan diri melalui layanan bimbingan kelompok dengan harapan dapat menambah atau memperluas ruang lingkup penelitian dengn menggunakan teknik-teknik layanan lain yang dapat meningkatkan atau mempengaruhi kepercayaan diri. 12

DAFTAR RUJUKAN Lindenfield, Gael. Alih Bahasa Adiati Kamil. 1997. Mendidik Anak Agar Percaya Diri. Jepara: Silas Press Perry, Martin. 2005. Confidence boosters. Jakarta: Gelora Aksara Pratama Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan konseling (Dasar dan profil). Padang : Ghalia Indonesia Puspitasari, D. 2007. efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam mengatasi Kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Banyubiru Kabupaten Semarang.Program Studi Bimbingan dan Konseling, Salatiga: FKIP UKSW Romlah, Tatiek. 2001. Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling. Malang: Universitas Negeri Malang Siswanto F, Ardinata. 2016. Upaya Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Metode Psikodrama Kelas VII-E di SMP Pawyatan Daha 1 Kediri. Program Studi Bimbingan Konseling, Kediri: FKIP - Universitas Nusantara PGRI Suryapranata, dkk. 2016. Panduan Operasional Penyelengaraan Bimbingan Dan Konseling Sekolah Menengah Atas. Jakarta: KEMENDIKBUD Yunanto. 2014. Meningkatkan kepercayaan diri melalui layanan bimbingan kelompok teknik permainan pada siswa kelas VIII A SMP N 9 Salatiga. Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Salatiga: FKIP - UKSW 13