BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Profil Responden Subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Karyawan yang bekerja di PT.Bank X, peneliti mengumpulkan sampel sebanyak 50 orang subyek Karyawan dengan karakteristik sebagai berikut. Tabel 4.1.Profil Demografi Responden Demografi Jumlah % (Persentase) Jenis Kelamin Laki-laki 32 64 Perempuan 18 36 Usia < 25 tahun 9 18 25 35 tahun 32 64 41-50 tahun 9 18 Jenjang Pendidikan SLTA 0 0 Diploma 8 16 S1 42 84 Lama Bekerja 1-10 tahun 39 78 11-20 tahun 8 16 21-30 tahun Jabatan Yang Dimiliki Account Officer (AO) Founding Officer(FO) Mantri Unit Sumber : Kuesioner 3 36 12 2 6 72 24 4 41
4.2. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel penelitian terdistribusi dengan normal atau tidak. Jika nilai signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 berarti data terdistribusi dengan normal atau sebaliknya. Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel penelitian terdistribusi dengan normal atau tidak dengan melihat nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov hitung yang dihasilkan. Jika nilai signifikan Kolmogorov- Smirnov hitung yang dihasilkan lebih besar dari signifikansi penelitian yaitu 0,05, hal ini berarti data terdistribusi dengan normal, dan sebaliknya jika nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov hitung lebih kecil dari nilai signifikansi penelitian, maka data terdistribusi tidak normal. Tabel 4.2. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Stres Turnover N 50 50 Normal Parameters a,b Mean 80,3000 80,1000 Std. Deviation 18,12569 18,60025 Most Extreme Differences Absolute,161,112 Positive,117,112 Negative -,161 -,104 Test Statistic,161,112 Asymp. Sig. (2-tailed),241 c,164 c a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. 42
Berdasarkan pada tabel 4.2. diatas yaitu pengujian normalitas, diperoleh hasil bahwa untuk variabel Stres menghasilkan nilai signifikansi Kolmogorov- Smirnov hitung sebesar 0,241, sedangkan untuk variabel Turnover diperoleh nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnof hitung sebesar 0,164. Oleh karena kedua nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi penelitian yaitu 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data-data yang terdapat pada penelitian ini terdistribusi normal. 4.3. Uji Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, minimum, dan maksimum. Berikut adalah gambaran analisis statistik deskriptif dari dua variabel yang berbeda serta aspek dari dua variabel yang dimiliki. 4.3.1. Tingkatan Stress Kerja pada Karyawan Pada kategorisasi Stress Kerja berdasarkan norma harapan (Hipotetik), terdapat 25 item dengan lima pilihan (STS, TS, N TS, STS) sehingga memiliki skor maksimal 125 dan skor minimal 25. Sedangkan berdasarkan norma kenyataan, skor tertinggi yaitu 119 dan skor terendah yaitu 48 denganmean bernilai 38,5 dengan standar deviasi 9,167. Selanjutnya, pada norma kenyataan diperoleh mean bernilai 33,60 dengan standar deviasi 6,42. Kategorisasi Stress Kerja penelitian secara hipotetik (Norma Harapan) diperoleh dari item alat ukur Stress Kerja yang valid. Setiap item memiliki rentang skor antara 1 sampai 5, sehingga skor total yang dimungkinkan adalah 43
antara 25 hingga 125 dengan nilai rata-rata 75 dan standar deviasi 20. Sedangkan nilai Mean dan Standar Deviasi dari data empiric (Norma Kenyataan) adalah 80,30 dan 18,13 dengan skor terendah 48 dan skor teringgi 119. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table 4.3. Tabel 4.3. Deskriptif Statistik Skor Stress Kerja Statistik Norma Harapan (Hipotetik) Norma Kenyataan (Empirik) Skor tertinggi (Xt) 125 119 Skor terendah (Xr) 25 48 Nilai rata-rata (M) 75 80,30 Standar Deviasi (SD) 20 18,13 Hasil penambahan dan pengurangan antara nilai rata-rata dengan standar deviasi akan menghasilkan kategori skor Stress Kerja yang berbeda. Untuk skor yang lebih besar dari hasil penambahan nilai rata-rata dengan standar deviasi akan dimasukan dalam kategori tinggi. Untuk skor yang lebih kecil dari hasil pengurangan nilai rata-rata dengan standar deviasi akan dimasukan dalam kategori rendah. Sedangkan untuk skor yang berada diantara kategori tinggi dan rendah akan dimasukan dalam kategori sedang. Tabel 4.4. Kategori Stress Kerja Stres Kerja Skor Hipotetik Skor Empirik FH FE PH PE (Harapan) (Kenyataan) Tinggi >95 >98,43 8 7 16% 14% Sedang 55 95 62,17 98,43 39 30 78 % 60% Rendah < 55 <62,17 3 13 6 % 26% Total 50 50 100 100 Keterangan : FH = FrekuensiHipotetik 44
FE = FrekuensiEmpirik PH = PersentaseHipotetik PE = PersentaseEmpirik Pada tabel 4.4. dapat dilihat bahwa berdasarkan hasil kategorisasi hipotetik, diketahui subyek penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 8 orang (18persen), kategori sedang sebanyak 39 orang (78persen), dan kategori rendah sebanyak 3 orang (6persen). Dari hasil kategorisasi hipotetik dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian memiliki tingkat stress kerja yang sedang. Sedangkan berdasarkan hasil kategorisasi empirik, diketahui bahwa subyek penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 7 orang (14 persen), kategori sedang sebanyak 30 orang (60 persen), dan kategori rendah sebanyak 13 orang (26 persen). Dari hasil kategorisasi empiric dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian secara umum memiliki tingkat stress kerja yang sedang. Hal ini menunjukan bahwa hasil kategorisasi hipotetik dan empiric secara umum sama. 4.3.2. Deskripsi Setiap Aspek dari Stress Kerja Analisa deskripsi setiap aspek didalam stress kerja dilakukan dengan menggunakan SPSS.22, hasil yang didapat merupakan deskripsi masing-masing aspek dari stress kerja pada Karyawan PT. Bank X.Berikut hasil statsistik deskriptif yang didapat, dapat dilihat pada tabel 4.5. descriptive statistics dibawah ini. 45
Tabel 4.5. Descriptive StatisticsSetiap Aspek dari Stress Kerja Dimensi N Mean Std. Deviation - Linkungan Kerja - Lingkungan Pada Umumnya - Diri Sendiri Valid N (listwise) 50 27,0400 6,54641 50 21,4600 5,42936 50 31,8000 6,84225 50 Berdasarkan hasil dari analisis deskriptif diatas, hasil mean tertinggi yaitu 31,8 yang diperoleh dari aspek Diri Sendiri dan mean terendah yaitu 21,46 yang diperoleh dari aspek Lingkungan Pada Umumnya. Hasil menunjukkan bahwa aspek Dari Diri Sendiri merupakan Aspek yang paling berpengaruh terhadap Stress Kerja karyawan. 4.3.3. Tingkatan Turnover pada Karyawan Pada kategorisasi Turnover berdasarkan norma harapan (Hipotetik), terdapat 25 item dengan lima pilihan sehingga memiliki skor maksimal 125 dan skor minimal 25. Sedangkan berdasarkan norma kenyataan, skor tertinggi yaitu 120 dan skor terendah yaitu 47dengan mean bernilai 80,10 dengan standar deviasi 18,60. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.6. deskriptif statistik turnover dibawah ini. 46
Tabel 4.6. Deskriptif Statistik Turnover Statistik Norma Harapan (Hipotetik) Norma Kenyataan (Empirik) Skor tertinggi (Xt) 125 120 Skor terendah (Xr) 25 47 Nilai rata-rata (M) 75 80,10 Standar Deviasi (SD) 20 18,60 Hasil penambahan dan pengurangan antara nilai rata-rata dengan standar deviasi akan menghasilkan kategori skor Turnover yang berbeda. Untuk skor yang lebih besar dari hasil penambahan nilai rata-rata dengan standar deviasi akan dimasukan dalam kategori tinggi. Untuk skor yang lebih kecil dari hasil pengurangan nilai rata-rata dengan standar deviasi akan dimasukan dalam kategori rendah. Sedangkan untuk skor yang berada diantara kategori tinggi dan rendah akan dimasukan dalam kategori sedang. Tabel 4.7. Kategori Turnover Turnover Skor Hipotetik (Harapan) Skor Empirik (Kenyataan) FH FE PH PE Tinggi >95 >98,70 11 8 22% 16 % Sedang 55 95 61,50 98,70 32 30 64% 60 % Rendah < 55 < 61,50 7 12 14 % 24 % Total 50 50 100 100 Keterangan: FH = Frekuensi Hipotetik FE = Frekuensi Empirik PH = Persentase Hipotetik PE = Persentase Empirik Berdasarkan hasil kategorisasi hipotetik diketahui subyek penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 11 orang (22 persen), kategori sedang sebanyak 32 orang (64 persen), dan kategori rendah sebanyak 7 orang (14 persen). 47
Dari hasil kategorisasi hipotetik dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian secara umum memiliki tingkat turnover yang sedang. Sedangkan berdasarkan hasil kategorisasi empiric diketahui subyek penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 8 orang (16 persen), kategori sedang sebanyak 30 orang (60 persen), dan kategori rendah sebanyak 12 orang (24 persen). Dari hasil kategorisasi hipotetik dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian secara umum memiliki tingkat Turnover yang sedang. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara hasil kategorisasi hipotetik dan hasil kategorisasi empiric secara umum, dimana hasil kategorisasi hipotetik menunjukan adanya Turnover yang sedang pada karyawan, sedangkan hasil kategorisasi empiric menunjukan bahwa Turnover karyawan berada pada tingkat yang sedang. 4.3.4. Deskripsi Setiap Aspek dari Turnover Analisa deskripsi setiap aspek didalam Turnover dilakukan dengan menggunakan SPSS.22 Hasil yang didapat merupakan deskripsi masing-masing aspek dari Turnover pada Karyawan PT. Bank X.Berikut hasil statsistik deskriptif yang didapat pada tabel berikut. Tabel 4.8. Deskripsi Setiap Aspek dari Turnover Dimensi N Mean Std. Deviation - Kesempatan Promosi - Kesempatan Pembayaran 50 25,0800 5,88266 50 12,7800 3,15769 48
- Ketidakpuasan Terhadap Pekerjaan Itu 50 15,4600 3,98062 Sendiri - Faktor Personal 50 26,7800 6,60331 Valid N (listwise) 50 Berdasarkan hasil dari analisis deskriptif diatas, hasil mean tertinggi yaitu 26,78 yang diperoleh dari aspek Faktor Personal dan mean terendah yaitu 12,78 yang diperoleh dari aspek Kesempatan Pembayaran. Hasil menunjukkan bahwa aspek Dari Faktor Personal merupakan Aspek yang paling berpengaruh terhadap Turn Over Karyawan. 4.4. Hasil Uji Korelasi Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti p-value lebih besar dari alpha yaitu 0,05 sehingga H1 ditolak, artinya ada pengaruh kaitan antara Stres Kerja dengan kecendrungan Turnover. Hal ini membuktikan bahwa Stres dengan kecendrungan Turnover saling berhubungan satu sama lain.dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi, apabila angka probabilitas signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, selanjutnya apabila angka signifikan < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh kaitan antara Stres kerja (variabel X) dengan kecendrungan Turnover (variabel Y), dengan kata lain Stres kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya kecendrungan Turnover Karyawan Pada PT. Bank X. 49
Tabel 4.9. Hasil Pengujian Hubungan (Korelasi) antara Stres Kerja (X) dengan Turnover (Y) Correlations Stres Turnover Stres Pearson Correlation 1,026 Sig. (2-tailed),000 N 50 50 Turnover Pearson Correlation,026 1 Sig. (2-tailed),000 N 50 50 Hasil: Kuesioner yang diolah dengan SPSS.22 50