BAB 4 PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Metode Langsung Metode Langsung Eliminasi Gauss (EGAUSS) Metode Eliminasi Gauss Dekomposisi LU (DECOLU),

PEMANFAATAN SOFTWARE MATLAB DALAM PEMBELAJARAN METODE NUMERIK POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR SIMULTAN

BAB III : SISTEM PERSAMAAN LINIER

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

Laporan Praktikum 7 Analisis Numerik

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA KOMPUTASI

Bab 7 Sistem Pesamaan Linier. Oleh : Devie Rosa Anamisa

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

Bentuk umum : SPL. Mempunyai penyelesaian disebut KONSISTEN. Tidak mempunyai penyelesaian disebut TIDAK KONSISTEN TUNGGAL BANYAK

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

PERANGKAT LUNAK BANTU ANALISIS NUMERIK METODE DETERMINAN CRAMER, ELIMINASI GAUSS DAN LELARAN GAUSS-SEIDEL UNTUK MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Pertemuan 13 persamaan linier NON HOMOGEN

PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA METODE-METODE PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LANJAR

Syarif Abdullah (G ) Matematika Terapan FMIPA Institut Pertanian Bogor.

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

BAB 1 PENDAHULUAN. Sebuah garis dalam bidang xy secara aljabar dapat dinyatakan oleh persamaan yang berbentuk

6 Sistem Persamaan Linear

IMPLEMENTASI METODE DEKOMPOSISI LU PADA REGRESI LINIER BERGANDA

Solusi Persamaan Linier Simultan

Solusi Sistem Persamaan Linear Ax = b

BAB 4 Sistem Persamaan Linear. Sistem m persamaan linear dalam n variabel LG=C adalah himpunan persamaan linear

Solusi Numerik Sistem Persamaan Linear

SISTEM PERSAMAAN LINEAR ( BAGIAN II )

SISTEM PERSAMAAN LINIER

KOMPUTASI PARALEL PERSAMAAN DIFUSI NEUTRON PADA REAKTOR CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN INTEL THREADING BUILDING BLOCKS

Pertemuan 1 Sistem Persamaan Linier dan Matriks

BAB 4 : SISTEM PERSAMAAN LINIER

Sistem Persamaan Aljabar Linier

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

BAB 2 LANDASAN TEORI

LU DECOMPOSITION (FAKTORISASI MATRIK)

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

BAB X SISTEM PERSAMAAN LINIER

Komputasi untuk Sains dan Teknik

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

PENERAPAN METODE NUMERIK PADA PERAMALAN UNTUK MENGHITUNG KOOEFISIEN-KOEFISIEN PADA GARIS REGRESI LINIER BERGANDA

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER KOMPLEKS MENGGUNAKAN METODE ITERASI GAUSS-SEIDEL TUGAS AKHIR

Part II SPL Homogen Matriks

1.1 Latar Belakang dan Identifikasi Masalah

Analisis Steady-State pada Sistem Reaktor Menggunakan Solusi Sistem Persamaan Lanjar

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Aljabar Linear. & Matriks. Evangs Mailoa. Pert. 4

Pertemuan 14. persamaan linier NON HOMOGEN

Sistem Persamaan Linier FTI-UY

Bab 1. Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER INTERVAL DENGAN METODE DEKOMPOSISI TUGAS AKHIR. Oleh : YULIA DEPEGA

dimana a 1, a 2,, a n dan b adalah konstantakonstanta

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR

METODE ITERASI KSOR UNTUK MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR ABSTRACT

DIKTAT KULIAH (3 sks) MX 211: Metode Numerik

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

Ilustrasi Persoalan Matematika

Modul 8. METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL. A. Pendahuluan

MODUL 3 FAKTORISASI LU, PARTISI MATRIK DAN FAKTORISASI QR

Ujian Tengah Semester

ISSN (Media Cetak) ISSN (Media Online) Implementasi Metode Eliminasi Gauss Pada Rangkaian Listrik Menggunakan Matlab

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

PERBANDINGAN METODE GAUSS-SEIDEL PREKONDISI DAN METODE SOR UNTUK MENDAPATKAN SOLUSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Merintan Afrina S ABSTRACT

PERBANDINGAN METODE ITERASI JACOBI DAN ITERASI GAUSS-SEIDEL DALAM PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTASI

BAB II LANDASAN TEORI

Penggunaan Metode Numerik dan MATLAB dalam Fisika

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

PENERAPAN METODE NUMERIK PADA RANGKAIAN LISTRIK

Penghitungan Polusi Udara Dalam Ruangan dengan Metode Eliminasi Gauss

Dalam bentuk SPL masalah ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu

ELIMINASI GAUSS MAKALAH. Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Metode Numerik Dosen Saluky M.Kom. Di Susun Oleh: Kelompok VII Matematika C/VII

Modul 05 Persamaan Linear dan Persamaan Linear Simultan

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Fully Fuzzy Menggunakan Metode Iterasi Jacobi

Penyetaraan Persamaan Reaksi Kimia dengan Metode Eliminasi Gauss

PENERAPAN KONSEP SPL DAN MATRIKS DALAM MENENTUKAN TEGANGAN DAN ARUS LISTRIK PADA TIAP-TIAP RESISTOR

Metode Simpleks (Simplex Method) Materi Bahasan

Aplikasi Aljabar Lanjar pada Metode Numerik

Oleh : Anna Nur Nazilah Chamim

Prakata Hibah Penulisan Buku Teks

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

BAB II ISI ( ) (sumber:

APLIKASI METODE PANGKAT DALAM MENGAPROKSIMASI NILAI EIGEN KOMPLEKS PADA MATRIKS

PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DENGAN METODE ITERASI

METODE ITERASI DALAM SISTEM PERSAMAAN LINEAR

MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN LINIER MENGGUNAKAN ANALISIS SVD SKRIPSI. Oleh : Irdam Haidir Ahmad J2A

Modul Praktikum. Aljabar Linier. Disusun oleh: Machudor Yusman IR., M.Kom. Ucapan Terimakasih:

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Bab IV Simulasi dan Pembahasan

SISTEM PERSAMAAN LINEAR DAN ELIMINASI GAUSS

Penggunaan Metode Dekomposisi LU Untuk Penentuan Produksi Suatu Industri Dengan Model Ekonomi Leontief

oleh : Edhy Suta tanta

Materi Kuliah. Periode: Minggu ke-1 sampai dengan Minggu ke-3

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Perancangan game mencocokkan gambar ini dibuat agar dapat berjalan

METODE GAUSS-SEIDEL PREKONDISI DENGAN MENGGUNAKAN EKSPANSI NEUMANN ABSTRACT

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

Transkripsi:

BAB 4 PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR A. Latar Belakang Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang fisika, kimia, ekonomi, atau pada persoalan rekayasa. Seringkali model matematika tersebut muncul dalam bentuk yang rumit yang terkadang tidak dapat diselesaikan dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku. Solusi SPL secara numeris umumnya selalu (harus) lebih efisien dan cepat dibandingkan dengan metode-metode analitis, seperti metode Cramer. Namun demikian, solusi numerik ini secara teknis adakalanya juga berkendala, karena: (1) ada beberapa persamaan yang mendekati kombinasi linier, akibat adanya round off error dari mesin penghitung pada, (2) suatu tahap perhitungan adanya akumulasi round off error pada proses komputasi akan berakibat domain bilangan nyata (fied point) dalam perhitungan akan terlampaui (overflow), biasanya akibat dari jumlah persamaan yang terlalu besar. Metode-metode solusi numerik yang banyak dipakai, dapat diklasifikasikan sebagai: 1. Metode Langsung a. Metode Langsung Eliminasi Gauss (EGAUSS), prinsipnya: merupakan operasi eliminasi dan substitusi variabel-variabelnya sedemikian rupa sehingga dapat terbentuk matriks segitiga atas, dan akhirnya solusinya diselesaikan menggunakan teknik substitusi balik (backsubstitution), b. Metode Eliminasi Gauss ini. Eliminasi Gauss-Jordan (EGJ), prinsipnya: mirip sekali dengan metode EG, namun dalam metode ini jumlah operasi numerik yang dilakukan jauh lebih besar, karena matriks A mengalami inversi terlebih dahulu untuk mendapatkan matriks identitas (I). Karena kendala tersebut, maka metode ini sangat jarang dipakai, namun sangat bermanfaat untuk menginversikan matriks, c. Dekomposisi LU (DECOLU), prinsipnya: melakukan dekomposisi matriks A terlebih dahulu sehingga dapat terbentuk matriks-matrik segitiga atas dan bawah, kemudian secara mudah dapat melakukan substitusi balik (backsubstitution) untuk berbagai vektor VRK (vektor ruas kanan). d. Solusi sistem TRIDIAGONAL (SDIAG), prinsipnya merupakan solusi SPL dengan bentuk matrik pita (satu diagonal bawah, satu diagonal utama, dan satu diagonal atas) pada matriks A. 2. MetodeTak-Langsung (Metode Iteratif) a. Metode Jacobi, prinsipnya: merupakan metode iteratif yang melakuakn perbaharuan nilai yang diperoleh tiap iterasi (mirip metode substitusi berurutan, successive substitution), b. Metode Gauss-Seidel, prinsipnya: mirip metode Jacobi, namun melibatkan perhitungan implisit,

c. Metode Successive Over Relaation (SOR), prinsipnya: merupakan perbaikan secara langsung dari Metode Gauss- Seidel dengan cara menggunakan faktor relaksasi (faktor pembobot) pada setiap tahap/proses iterasi. Metode-metode tak-langsung seperti di atas pada umunya sangat tidak efisien dan time consuming (memerlukan CPU- time) yang jauh lebih besar dari metode langsung. Metode Eliminasi Gauss, metode Dekomposisi LU dan Metode Iterasi Jacobi merupakan metode yang dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menyelesaikan model matematika. Metode Eliminasi Gauss mereduksi matriks koefisien A ke dalam bentuk matriks segitiga, dan nilai-nilai variabel diperoleh dengan teknik substitusi. Pada metode Dekomposisi LU, matriks A difaktorkan menjadi matriks L dan matriks U, dimana dimensi atau ukuran matriks L dan U harus sama dengan dimensi matriks A. Pada metode iterasi Jacobi, penyelesaian dilakukan secara iterasi, dimana proses iterasi dilakukan sampai dicapai suatu nilai yang konvergen dengan toleransi yang diberikan. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa metode Iterasi Jacobi memiliki hasil ketelitian yang lebih baik dan waktu komputasi yang lebih cepat dari metode Eliminasi Gauss dan metode Dekomposisi LU. Penggunaan pendekatan dengan pemrograman MATLAB, salah satu software komputer yang dapat digunakan untuk memberikan solusi komputasi numerik. Karena metode metode numerik dengan bahasa pemrograman yang sederhana, namun dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mereka yang bergerak dalam bidang matematika maupun aplikasi matematika. B. Rumusan Masalah Dari uraian di atas, dapat dirumuskan permasalahannya. 1. Apakah urutan persamaan di dalam suatu SPL berpengaruh terhadap penampilan metode iterasi Jacobi? 2. Apakah program MATLAB 7 dapat digunakan sebagai solusi pemrograman dalam metode numerik khususnya metode iterasijacobi? C. Batasan Masalah Dalam makalah ini akan membahas tentang penggunaan metode iterasi Jacobi dalam penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) berukuran besar dengan persentase elemen nol pada matriks koefisien besar dengan pemrograman MATLAB 7 for Windows. D. Tujuan Tujuan penulisan makalah sebagai berikut. 1. Memberikan solusi dalam memperoleh urutan persamaan di dalam suatu SPL dengan menggunakan metode iterasi Jacobi. 2. Penggunaan MATLAB 7 untuk membantu menyelesaikan pemrograman dalam penyelesaian Sistem Persamaan Linear (SPL) dengan metode iterasi Jacobi. E. Manfaat Dapat diambil manfaatnya sebagia berikut. 1. Dapat digunakan sebagai solusi dalam memperoleh urutan persamaan di dalam suatu SPL berukuran besar dengan menggunakan metode iterasi Jacobi.

2. Memberi kemudahan dalam menyelesaikan Sistem Persamaan Linear (SPL) berukuran besar dengan metode iterasi Jacobi dengan pemrograman MATLAB 7 for Windows. PEMBAHASAN A. Iterasi Jacobi Metode ini merupakan suatu teknik penyelesaian SPL berukuran n n, AX = b, secara iteratif. Proses penyelesaian dimulai dengan suatu hampiran awal terhadap penyelesaian, X, kemudian membentuk suatu serangkaian vector X 1, X 2, yang konvergen ke X. Teknik iteratif jarang digunakan untuk menyelesaikan SPL berukuran kecil karena metode-metode langsung seperti metode eliminasi Gauss lebih efisien dari pada metode iteratif. Akan tetapi, untuk SPL berukuran besar dengan persentase elemen nol pada matriks koefisien besar, teknik iteratif lebih efisien daripada metode langsung dalam hal penggunaan memori komputer maupun waktu komputasi. Metode iterasi Jacobi, prinsipnya: merupakan metode iteratif yang melakuakn perbaharuan nilai yang diperoleh tiap iterasi (mirip metode substitusi berurutan, successive substitution). B. Algoritma Iterasi Jacobi Untuk menyelesaikan system persamaan linier AX = b dengan A adalah matriks koefisien n n, b vector konstan n 1, dan X vektor n 1 yang perlu dicari. INPUT : n, A, b, dan Himpunan awal Y = (y 1 y 2 y y n ) T, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N. OUTPUT: X = ( 1 2.. n ) T, atau pesan gagal. LANGKAH LANGKAH : 1. set penghitung iterasi ke =1 2. WHILE k n DO (a) FOR i = 1, 2,,..., n, hitung (b) Set X = ( 1 2.. n ) T (c) IF X Y < T THEN STOP i b i j i (d) Tambahan penghitung iterasi, k = k + 1 (e) FOR i = 1, 2,,..., n, Set y i = i (f) set Y = (y 1 y 2 y..y n ) T. STOP a ii a ij y j

C. Flow Chart Iterasi Jacobi START AX = b Input A, b, X, T, N [X, g, H]= jacobi(a,b,x,t,n) i = ( 1 2 n ) STOP D. Iterasi Jacobi dengan Menggunaan Matlab 7 Jika (k) menyatakan hampiran ke k penyelesaian SPL, AX = b, dengan () adalah hampiran awal, maka metode iterasi Jacobi dapat dinyatakan sebagai berikut : ( k ) 1 ( k 1) i bi aij j a, i = 1, 2,,..., n ; k = 1, 2,,.. ii j i Dalam bentuk matriks, rumus iterasi dapat dinyatakan sebagai X (k) = D -1 (b-(l+u)x (k-1) ), Dengan A = L + D + U ( L matriks segitiga bawah, D matriks diagonal, U Matriks segitiga atas). Berikut adalah gambaran bagaimana penggunaan metode iterasi Jacobi dengan sebuah contoh. Misalkan kita ingin menyelesaikan SPL. 1 1 2 +2 = 6-1 + 11 2 + 4 = 25 2 1 2 + 1 4 = - 11 2 + 8 4 = 15 Mula mulakita nyatakan setiap variabel dalam ketiga variabel yang lainnya 1. Nyatakan 1 dari persamaan (P1) dalam 2,, dan 4, 2. Nyatakan 2 dari persamaan (P2) dalam 1,, dan 4,. Nyatakan dari persamaan (P) dalam 1,, dan 4,

4. Nyatakan 4 dari persamaan (P4) dalam 1, 2, dan. Hasilnya adalah SPL 2 1 1 5 5 1 4 25 2 11 11 11 11 1 2 4 11 5 1 1 1 2 15 4 8 8 8 Misalkan kita pilih hapiran penyelesaian awal ( ) T, maka hampiran pertama terhadap penyelesaian SPL tersebut adalah 1.6 = 1 5 25 2 2.2727 = 2 11 11 1.1 = -1 1 15 4 1.875 = 2 8 Sekarang dengan menggunakan nilai nilai ini pada ruas kanan persamaan (P5) (P8), kita dapat menghitung hampiran kedua. Proses ini dapat diulang-ulang sampai keakuratan hampiran yang diinginkan tercapai. Berikut adalah hasil proses iterasi dengan menggunakan komputer. No 1 2 4 1 2 4 5 6 7 8.6 1.4727.9266 1.152.988991 1.2.998128 1.6 2.2727 1.71591 2.51 1.957 2.1141 1.99224 2.21 1.99867-1.1 -.85227-1.494 -.96819-1.129 -.994522-1.197 -.9996 1.875.885227 1.188.9784 1.215.99444 1.59.998888 Setelah iterasi ke-8 diperoleh hampiran penyelesaian = (1.6 1.99867 -.9996.998888) T bandingkan dengan penyelesaian eksaknya, yakni = (1 2-1 1) T. Menyelesaikan contoh SPL berikut ini dengan menggunakan metode iterasi Jacobi. 2 1 2 + 1 = -11 2 + 8 4 = -11 1 1 2 + 2 =6-1 + 11 2 + 4 = 25

E. Penulisan Logaritma dalam Layar Editor MATLAB 7 function [X1,g,H]= jacobi(a,b,x,t,n) H = X'; n = length(b); X1 = X; for k=1:n, for i = 1:n, S = b(i)-a(i,[1:i-1,i+1:n])*x([1:i-1,i+1:n]); X1(i)=S/A(i,i); end g = abs(x1-x); err = norm(g); relerr = err/(norm(x1)+ eps); X = X1; H = [H;X']; if (err<t) (relerr<t),break,end end Layar Editor MATLAB 7 F. Hasil Output fungsi MATLAB 7 Berikut adalah contoh pemakaian fungsi MATLAB 7 jacobi dan hasil keluaran dari yang diperoleh: >> A=[2-1 1 ; -1 8;1-1 2 ;-1 11-1 ] A = 2-1 1-1 8 1-1 2-1 11-1 >> b=[-11;-11;6;25] b =

-11-11 6 25 >> X=[;;;] X = >> T=.1 T = 1.e-5 >> N=25 N = 25 >> [X,g,H]=jacobi(A,b,X,T,N) X = 1.e+17* -4.195.5698 2.18.451 g = 1.e+17*.7699.5442 1.2965.155 H = 1.e+17* -. 7.. 1 -. 2 -. 66. 9. 6. -. 17. 11. -. 42 -. 1661. 224. 87. 1

-. 4251. 256. 8415 -. 185-4.. 5698 2. 18. 451 Dari hasil diatas, metode Jacobi belum konvergen setelah melakukan iterasi. Untuk mengetahui penyelesaian SPL kita, selanjutnya gunakan metode langsung dengan menggunakan invers matriks A. MATLAB memberikan penyelesaian sebagai berikut. >> X=inv(A)*b X = 1.19 2.9965-1.211-2.626 Apakah metode jacobi tidak dapat menghasilkan penyelesaian tersebut? Dengan mengubah susunan SPL, yakni persamaan pertama dan kedua dipindah menjadi persamaan ketiga dan keempat, metode Jacobi ternyata berhasil memberikan penyelesaian tersebut, sebagaimana terlihat pada hasil keluaran MATLAB berikut. >> A=[1-1 2 ;-1 11-1 ;2-1 1 ; -1 8] A = 1-1 2-1 11-1 2-1 1-1 8 >> b=[6;25;-11;-11] b = 6 25-11 -11 >> X=[-2;1;;-1] X = -2 1-1 >> [X,g,H]=jacobi(A,b,X,T,N) X = 1.19 2.9965-1.211-2.626 g =.795.24.797.1511 H = -2. 1.. -1. 1. 1 2. 664-1. 6-2. 75 1. 986 2. 62-1. 8564-2. 486 1. 15 2. 9494-1. 65-2. 4579 1. 122 2. 9426-1. 114-2. 616 1. 165 2. 99-1. 262-2. 649

1. 145 2. 9895-1. 2-2. 6256 1. 1 2. 9965-1. 22-2. 626 1. 14 2. 9856-1. 29-2. 6264 1. 17 2. 9966-1. 212-2. 626 1. 19 2. 9964-1. 211-2. 6264 1. 19 2. 9965-1. 211-2. 626 1. 19 2. 9965-1. 211-2. 626 1. 19 2. 9965-1. 211-2. 626 Iterasi Jacobi konvergen (dengan menggunakan batas toleransi.1) setelah iterasi ke-1. Penyelesaian yang diberikan persis sama dengan yang dihasilkan dengan metode langsung. Hampiran penyelesaian SPL kita adalah X = (1.19 2.9965-1.211-2.626) T. Layar MATLAB 7 (command window) D ari con toh di ata s bah wa uru tan per sa ma an di dal am sua tu SPL san gat ber pengaruh terhadap penampilan metode iterasi Jacobi. Kalau kita amati lebih lanjut contoh di atas, kekonvergenan iterasi Jacobi pada strategi kedua dikarenakan kita telah mengubah susunan SPL sedemikian hingga elemen-elemen a ii merupakan elemen-elemen terbesar pada setiap baris. Dengan kata lain, apabila matriks koefisien A merupakan matriks dominan secara diagonal, maka metode iterasi Jacobi akan konvergen. Suatu matrik A berukuran n n dikatakan dominansecaradiagonal apabila aii ai, 1... ai, i 1 ai, i 1... ai, n untuk i = 1, 2,,..., n. SIMPULAN A. Simpulan Dari pembahasan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa. 1. Urutan persamaan di dalam suatu SPL sangat berpengaruh terhadap penampilan metode iterasi Jacobi.

2. Dengan menggunakan pemrograman MATLAB 7 dapat membantu pemrograman dalam dalam metode numeric khususnya metode iterasijacobi B. Saran Dari hasil pembahasan disarankan untuk. 1. Menggunakan metode iterasi Jacobi lebih efektif untuk memecahkan masalah numerik dalam SPL berukuran besar. 2. Menggunakan program MATLAB 7 for Windows dalam membantu pengolahan metode iterasi Jacobi.

PERSAMAAN GAUSS SEIDEL A. Tujuan a. Memahami Persamaan Gauss Seidel b. Mampu Menentukan nilai akar persamaan dengan Gauss Seidel c. Mampu membuat program untuk menentukan nilai akar dengan Metode Gauss Seidel dengan Matlab B. Perangkat dan Materi a. Software Matlab b. Metode Iterasi Gauss Seidel C. Dasar Teori Metode iterasi Gauss-Seidel untuk menyelesaikan sistem persamaan linear Suatu sistem persamaan linier terdiri atas sejumlah berhingga persamaan linear dalam sejumlah berhingga variabel. Menyelesaikan suatu sistem persamaan linier adalah mencari nilai-nilai variabel yang belum diketahui yang memenuhi semua persamaan linier yang diberikan. Rumus iterasi untuk hampiran ke-k pada metode iterasi Gauss-Seidel adalah sebagai berikut. Untuk i = 1, 2,, n dan k = 1, 2,,, Algoritma Iterasi Gauss-Seidel Untuk menyelesaikan sistem persamaan linier AX = b dengan A adalah matriks koefisien n n, b vektor konstanta n 1, dan X vektor n 1 yang perlu di cari. INPUT : n, A, b dan hampiran awal Y = (y 1 y 2 y...y n ) T, batas toleransi T dan maksimum iterasi N. OUTPUT : X = ( 1 2... n ) T atau pesan "gagal". LANGKAH-LANGKAH : 1. Set penghitung iterasi k = 1 2. WHILE k<= N DO (a) FOR i = 1, 2,,..., n, hitung : (b) Set X = ( 1 2... n ) T (c) IF X - Y < T THEN STOP (d) Tambah penghitung iterasi, k = k + 1 (e) FOR i = 1, 2,,..., n, Set y i = i (f) Set Y = (y 1 y 2 y...y n ) T. Tulis pesan "metode gagal setelah N iterasi"

4. STOP. Implementasi dengan MATLAB function [X1,g,H] = seidel(a,b,x,t,n) H = X'; n = length(b); X1 = X ; for k=1:n, for i=1:n, S=b(i)-A(i,1:i-1)*X1(1:i-1)-A(i,i+1:n)*X(i+1:n); X1(i)=S/A(i,i); end g=abs(x1-x); err=norm(g); relerr=err/(norm(x1)+eps); X=X1; H=[H,X']; if(err<t) (relerr<t),break,end end Contoh Sebagai gambaran misalkan mencari penyelesaian SPL 1 1-2 +2 =6-1 +11 2 - + 4 =25 2 1-2 +1-4 =-11 2 - +8 4 =15 Berikut pemakaian fungsi MATLAB seidel untuk penyelesaian soal di atas dan keluaran yang diperoleh : >> A=[1-1 2 ;-1 11-1 ;2-1 1-1; -1 8] A = 1-1 2

-1 11-1 2-1 1-1 -1 8 >> b=[6;25;-11;15] b = 6 25-11 15 >> X=[;;;] X = >> T=.1;N=25; >> [X,g,H]=seidel(A,b,X,T,N) X = 1. 2. -1. 1. g = 1.e-4 *.8292

H =.217.284.1111 Columns 1 through 6.6 2.27 Columns 7 through 12 -.987.8789 1.2 2.69-1.145.984 Columns 1 through 18 1.66 2.6-1.25.9984 1.9 2. Columns 19 through 24-1..9998 1.1 2. -1. 1. Columns 25 through 28 1. 2. -1. 1. Proses iterasi dapat diulangi sampai tingkat keakuratan yang diinginkan tercapai, penyelesaian eksak contoh di atas adalah (1, 2, -1, 1). Soal tugas di rumah: Dikumpulkan (Buat LAPORAN PRAKTIKUM) Carilah akar-akar persamaan berikut dengan Metode Gauss-Seidel dengan Matlab : 1.1..1 1 1 2 7 2.2.2. 2 1 7.85 19. 71.4 Latihan di kelas : Carilah akar-akar persamaan berikut dengan Metode Gauss-Seidel dengan Matlab: y 2z 9 2 4y z 1 6y 5z