Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut

dokumen-dokumen yang mirip
Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut

7.6. Menggambar Bola. Gambar Bola adalah setengah lingkaran yang diputar. Pembentukan bola adalah: Y. Gambar 7.15.

8.3. Memberi Warna Pada Obyek 3 Dimensi

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB. SHEET PRAKTIKUM GRAFIKA KOMPUTER

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB 9 SHADING DAN OPTICAL VIEW

Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut...

Grafik 3 Dimensi. Achmad Basuki Nana R Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya 2009


Matematika ITB Tahun 1975

OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI

PERSIAPAN TES SKL KELAS X, MATEMATIKA IPS Page 1

OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI

PAKET 4. Paket : 4. No Soal Jawaban 1 Luas Segiempat PQRS pada gambar di bawah ini adalah. A. 120 cm 2 B. 216 cm 2 C. 324 cm 2 D. 336 cm 2 E.

PREDIKSI SOAL UAN MATEMATIKA 2009 KELOMPOK TEKNIK

Geometri Ruang (Dimensi 3)

Pembahasan SNMPTN 2011 Matematika IPA Kode 576

DIMENSI TIGA. 3. Limas. Macam-macam Bangun Ruang : 1. Kubus : 1 luas alas x tinggi. Volume Limas = 3. = luas alas + luas bidang sisi tegak

Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

20. TRANSFORMASI. A. Translasi (Pergeseran) ; T = b. a y. a y. x atau. = b. = b

KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA. Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi

FIsika KTSP & K-13 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR. K e l a s. A. Syarat Keseimbangan Benda Tegar

(KD) Item Soal 6. Memahami sifat- 6.2 Mengidentifikasi. 1, 7, 12, 20 sifat bangun dan. sifat-sifat bangun. menyebutkan hubungan antar. ruang.

MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1993

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS VIII SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATA PELAJARAN MATEMATIKA PAKET 3

3. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur pada lingkaran adalah

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0

ABSTRAK. Aplikasi ini dibuat menggunakan Adobe Flash CS 3 dengan bahasa pemrograman Action Script 2.

Daftar kelompok Kelas Mahasiswa Angkatan 52 Program Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor

MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987

GEOMETRI BANGUN RUANG

Untuk lebih jelasnya buatlah sebuah tabel untuk membuktikan kaidah euler!

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN

UJI COBA UJIAN NASIONAL 2011

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

TRANFORMASI 2 DIMENSI

Matematika EBTANAS Tahun 1999

Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran

Uji Coba Ujian Nasional tahun 2009 Satuan pendidikan

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1991 Matematika

4. Diketahui M = dan N = Bentuk sederhana dari M N adalah... Pilihlah jawaban yang benar.

2009 ACADEMY QU IDMATHCIREBON

MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan

Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan

BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

( ) 2. Nilai x yang memenuhi log 9. Jadi 4x 12 = 3 atau x = 3,75

SOAL UUKK SMP KOTA SURAKARTA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : VIII

BAB IV TOOLS UNTUK MENGGAMBAR (WINDOW DAN VIEWPORT)

SOAL TO UN SMA MATEMATIKA

Trigonometri. G-Ed. - Dua sisi sama panjang atau dua sudut yang besarnya sama. - Dua sisi di seberang sudut-sudut yang sama besar panjangnya sama.

SOAL TRY OUT MATEMATIKA SMP CENDANA PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Matematika SMA/MA IPA. : Ximple Education. No. Peserta : Jika a = 1 A. 6 B. 4 C. 1 6 D. 1 4 E

04-05 P23-P UJIAN NASIONAL SMA/MA Tahun Pelajaran 2004/2005 MATEMATIKA (D10) PROGRAM STUDI IPA ( U T A M A )

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

( )( ) ISTIYANTO.COM. Pembahasan: Nomor 2 Bentuk sederhana dari A. B. C. D. E. 5 a b. Pembahasan: Nomor 3. Bentuk sederhana dari

Smart Solution TAHUN PELAJARAN 2012/201 /2013. Pak Anang. Disusun Per Indikator Kisi-Kisi UN Disusun Oleh :

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1986 Matematika

Pengantar KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT

L e m b a r k e g i a t a n s i s w a

01. Hasil dari ( ) : (-3-1) adalah. (A) -12 (B) -3 (C) 3 (D) 12

Copyright Hak Cipta dilindungi undang-undang

MAKALAH MOMEN INERSIA

Matematika Ujian Akhir Nasional Tahun 2004

UN SMP Matematika (A) 53 (B) 57 (C) 63 (D) 67

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bidang Matematika. Kode Paket 634. Oleh : Fendi Alfi Fauzi 1. x 0 x 2.

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Kode 483

B. y = 1 x 2 1 UN-SMK-TEK Jika A = 2 0

Perbandingan trigonometri sin x merupakan relasi yang memetakan setiap x tepat satu nilai sin x yang dinyatakan dengan notasi f : x sinx

Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS VIII SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATA PELAJARAN MATEMATIKA PAKET 1

1. Hasil dari : ( 4) adalah... A. 29 B. 19 C. 16 D. 16

Menentukan Nilai Sin Cos Tangen (+/-) Di Berbagai Kuadran

8 Lintasan, Kurva Mulus, dan Titik Singular

LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP 2012 MATEMATIKA XI RPL

A. MENGHITUNG LUAS BERBAGAI BANGUN DATAR

UJIAN NASIONAL SMK/MAK Tahun Pelajaran 2014/2015

pagar kebun, ternyata masih kurang dan Pak Sulis membeli kawat lagi sebanyak 3 m.

BANGUN RUANG BAHAN BELAJAR MANDIRI 5

UJICOBA UJIAN NASIONAL SMP-MTs NEGERI SWASTA KOTA MALANG TAHUN 2013/2014 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal

SOAL BANGUN RUANG. a dm 3 b. 600 dm 3 c. 400 dm 3 d. 100 dm 3 e. 10 dm 3

MATEMATIKA TEKNIK (E3-1)

DEFFERNSIAL atau TURUNAN FUNGSI ALJABAR

Koordinat Kartesius, Koordinat Tabung & Koordinat Bola. Tim Kalkulus II

BAB I PENDAHULUAN. terdapat perkembangan teknologi augmented reality (AR). Augmented reality

Pada integral diatas, dalam mencari penyelesaiannya, pertama diintegralkan terlebih dahulu terhadap x kemudian diintegralkan lagi terhadap y.

Matematika EBTANAS Tahun 1991

III HASIL DAN PEMBAHASAN

MAKALAH BANGUN RUANG. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Guru Bidang Matematika. Disusun Oleh: 1. Titin 2. Silvi 3. Ai Riska 4. Sita 5.

Ruang Lingkup Pengukuran di SD

MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 2002

Materi W8e TRIGONOMETRI 1. Kelas X, Semester 2. E. Grafik Fungsi Trigonometri.

B. 26 September 1996 D. 28 September 1996

Statika. Pusat Massa Dan Titik Berat

Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPA 2008

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

Penjajakan Ujian Nasional (kelas 10)

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

Transkripsi:

Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut Kerucut bentuknya seperti ice-cream, yaitu menghubungkan lingkaran sebagai luasan bagian bawah dan sebuah titik di bagian atas. Bentuk kerucut dapat dilihat pada gambar 7.7 berikut ini. 0 1 3 2 Gambar 7.7. Kerucut Untuk menggambar sebuh kerucut, maka terlebih dahulu ditentukan jumlah titik yang akan membangun lingkaran di bawah, misalkan jumlah titik pada lingkaran adalah n, maka kerucut dapat digambarkan seperti gambar 6.7 di atas. Pembentukan obyek 3 dimensi dilakukan dengan: - mendefinisikan titik-titik pada obyek yang terdiri dari jumlah titik, dan koordinat masing-masing titik. - Mendefinisikan face-face pada obyek yang terdiri dari jumlah face dan struktur pada masing-masing face. Dengan demikian jumlah titik pada kerucut tersebut adalah n+1, dengan n untuk membentuk lingkaran dan 1 di atas. Dan jumlah face adalah n+1, dengan n untuk membentuk bagian sisi dan 1 bagian alas (lingkaran). Posisi titik-titik pada kerucut dengan tinggi h dan jari-jari r dapat didefinisikan dengan: Titik 0: (Bagian puncak) (0,h,0) Titik 1 sampai dengan n:

x y z i i i = r *cos( i. a) = r *sin( i. a) dimana a adalah unit sudut: = 0 Face pada kerucut didefinisikan dengan: π a = n Untuk face 0 sampai dengan n-1: Face i: terdiri dari 3 titik yaitu: 0, i, i+1 Untuk face ke n: terdiri dari 3 titik yaitu 0, n, 1 Face terakhir berupa alas lingkaran mempunyai n titik yaitu: {1, 2, 3,..., n Gambar 7.8. Proses pembuatan kerucut Sehingga fungsi untuk membuat kerucut adalah sebagai berikut: void createcone(object3d_t &kerucut, int n, float r, float h){ float a=6.28/n; int i; kerucut.pnt[0].x=0; kerucut.pnt[0].y=h; kerucut.pnt[0].z=0; for(i=1;i<=n;i++){ kerucut.pnt[i].x=r*cos(i*a); kerucut.pnt[i].y=0; kerucut.pnt[i].z=r*sin(i*a);

for(i=0;i<n;i++){ kerucut.fc[i].numberofvertices=3; kerucut.fc[i].pnt[0]=0; kerucut.fc[i].pnt[1]=i+2; kerucut.fc[i].pnt[2]=i+1; if(i==(n-1)) kerucut.fc[i].pnt[1]=1; kerucut.fc[n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) kerucut.fc[n].pnt[i]=i+1; kerucut.numberofvertices=n+1; kerucut.numberoffaces=n+1; Untuk menggambar kerucut dengan tinggi 150 dan jari-jari 80, pada userdraw() dapat ditulis dengan: void userdraw(void) { matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t kerucut; makecone(kerucut,20,80,150); setcolor(1,1,1); draw3d(kerucut,tilting); Hasil dari program di atas adalah:

Gambar 7.9. Contoh hasil kerucut Untuk menggambar kerucut dituliskan: createcone(obyek3d, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalaj jari-jari alas h adalah tinggi kerucut Pada gambar 7.9 kerucut dibentuk dengan n=20. Berikut ini contoh kerucut dengan n=3, n=4, n=6 dan n=8. Pada n=3 menghasilkan limas segitiga dan pada n=4 menghasilkan limas segi empat.

Gambar 7.10. Contoh kerucut dengan n=3,4,6 dan 8 Terlihat bahwa semakin banyak n akan menghasilkan lingkaran yang semakin sempurna. Hal ini juga menunjukkan bahwa limas dapat dihasilkan dari kerucut. Menggambar Silinder Silinder bentuknya seperti tong, yaitu mempunyai 2 lingkaran sebagai luasan bagian atas dan bawah. Bentuk silinder dapat dilihat pada gambar 7.10 berikut ini. Teknik pembuatan silinder hampir sama dengan teknik pembuatan kerucut, hanya saja pada masing-masing face pembentuk bagian samping terdiri dari 4 titik, berbeda dengan kerucut yang hanya mempunyai 3 titik. Fungsi pembuatan silinder adalah sebagai berikut:... n+3 n+2 n+1 n... 3 2 1 0 Gambar 7.11. Silinder Fungsi untuk membuat silinder dengan jari-jari r dan tinggi h adalah sebagai berikut:

void createcylinder(object3d_t &silinder, int n, float r, float h){ float a=6.28/n; int i; for(i=0;i<n;i++){ silinder.pnt[i].x=r*cos(i*a); silinder.pnt[i].y=0; silinder.pnt[i].z=r*sin(i*a); silinder.pnt[n+i].x=r*cos(i*a); silinder.pnt[n+i].y=h; silinder.pnt[n+i].z=r*sin(i*a); silinder.numberofvertices=2*n; for(i=0;i<n;i++){ silinder.fc[i].numberofvertices=4; silinder.fc[i].pnt[0]=i; silinder.fc[i].pnt[1]=n+i; silinder.fc[i].pnt[2]=n+i+1; silinder.fc[i].pnt[3]=i+1; if(i==(n-1)){ silinder.fc[i].pnt[2]=n; silinder.fc[i].pnt[3]=0; silinder.fc[n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[n].pnt[i]=i; silinder.fc[n+1].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[n+1].pnt[i]=2*n-1-i; silinder.numberoffaces=n+2; Untuk menggambar silinder dengan tinggi 150 dan jari-jari 80, pada userdraw() dapat ditulis dengan: void userdraw(void) { matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting);

object3d_t silinder; createcylinder(silinder,20,80,150); setcolor(1,1,1); draw3d(silinder,tilting); Hasil dari program di atas adalah: Gambar 7.12. Contoh hasil silinder Untuk menggambar silinder dituliskan: createcylinder(obyek3d, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalaj jari-jari alas h adalah tinggi silinder Pada gambar 7.12 silinder dibentuk dengan n=20. Berikut ini contoh kerucut dengan n=3, n=4, n=6 dan n=8. Pada n=3 menghasilkan prisma, pada n=4 menghasilkan balok dan pada n=8 akan menghasilkan hexagon.

Gambar 7.13. Contoh silinder dengan n=3,4,6 dan 8 Menggambar Silinder Bertumpuk Silinder bertumpuk adalah obyek 3 dimensi yang berupa tumpukan silinder. Teknik pembuatannya hampir sama dengan teknik pembuatan silinder, tetapi obyek ini terdiri dari banyak silinder yang dijadikan satu.... mn mn+3 mn+1 mn+2 n+3... 3 2 n n+1 n+2 0 1 Gambar 7.18. Silinder bertumpuk

Silinder bertumupuk dengan m silinder dan n titik pembenyuk lingkaran mempunyai r[] sebanyak m+1 dan h[] sebanyak m. Pembuatan silinder bertumpuk dengan m silinder dan n buah titik untuk menghasilkan lingkaran adalah: (1) Pembuatan titik Jumlah titik = m n Koordinat titik-titik: x i = r. cos( iθ ) i i h j j= 1 y i = b dengan b = z i = r. sin( iθ ) i (2) Pembuatan Face Jumlah Face = m n+2 m n buah face untuk bagian tepi, 2 buah face untuk lingkaran atas dan bawah. Face bagian tepi: Jumlah titik = 4 p p p p 0 1 2 3 = i. n + j = ( i + 1). n + j = ( i + 1). n + j + 1 = i. n + j + 1 Face bagian alas: Jumlah titik = n p i = i Face bagian atas: Jumlah titik = n p i = ( m + 1). n i 1 Sehingga fungsi untuk membuat silinder bertumpuk adalah sebagai berikut: void createcylindern (object3d_t &silinder,int m,int n,float r[],float h[]){ float a=6.26/n; float b=0; int i,j; silinder.numberofvertices=(m+1)*n; for(i=0;i<=m;i++){

if(i>0) b=b+h[i-1]; for(j=0;j<n;j++){ silinder.pnt[i*n+j].x=r[i]*cos(j*a); silinder.pnt[i*n+j].y=b; silinder.pnt[i*n+j].z=r[i]*sin(j*a); silinder.numberoffaces=m*n+2; for(i=0;i<m;i++){ for(j=0;j<n;j++){ silinder.fc[i*n+j].numberofvertices=4; silinder.fc[i*n+j].pnt[0]=i*n+j; silinder.fc[i*n+j].pnt[1]=(i+1)*n+j; silinder.fc[i*n+j].pnt[2]=(i+1)*n+j+1; silinder.fc[i*n+j].pnt[3]=i*n+j+1; if(j==(n-1)){ silinder.fc[i*n+j].pnt[2]=i*n+j+1; silinder.fc[i*n+j].pnt[3]=(i-1)*n+j+1; silinder.fc[m*n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[m*n].pnt[i]=i; silinder.fc[m*n+1].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[m*n+1].pnt[i]=(m+1)*n-1-i; Contoh hasil dari silinder bertumpuk dengan m=3, n=20, r={60,60,60,60 dan h={40,40,40 adalah: void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); float r[4]={60,60,60,60; float h[3]={40,40,40; object3d_t silinder;

createcylindern(silinder,3,20,r,h); setcolor(0,0,0); draw3d(silinder,tilting); Hasilnya adalah sebagai berikut: Gambar 7.19. Contoh silinder bertumpuk Untuk menggambar silinder bertumpuk dituliskan: createcylindern(obyek3d, m, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D m adalah jumlah silinder n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalah jari-jari pada setiap lingkaran, berupa array sejumlah m+1 h adalah tinggi pada setiap lingkaran, berupa array sejumlah m Sebagai contoh, silinder bertumpuk dengan 4 buah silinder, n=20, r={50,60,60,20,20, dan h={10,70,50,30 adalah: void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); float r[5]={50,60,60,20,20; float h[4]={10,70,50,30;

object3d_t silinder; createcylindern(silinder,4,20,r,h); setcolor(0,0,0); draw3d(silinder,tilting); Hasilnya adalah: Gambar 7.20. Contoh hasil silinder bertumpuk Model silinder bertumpuk ini sangat baik digunakan untuk menghasilkan obyek-obyek grafik 3 dimensi yang cukup menarik. Beberapa contoh hasil dari model silinder bertumpuk dengan mengatur nilai r dan h yang berupa array. Membuat botol void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t o; float r[12]={40,50,50,45,50,50,20,20,17,20,20,17; float h[11]={5,60,5,5,70,50,40,4,4,10,4; createcylindern(o,11,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah:

Gambar 7.21. Contoh gambar botol Membuat gelas void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t o; float r[5]={40,50,70,70,68; float h[4]={5,70,100,5; createcylindern(o,4,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah: Gambar 7.22. Contoh gambar gelas Membuat lampion void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting);

object3d_t o; float r[10]={30,40,50,60,70,70,60,50,40,30; float h[9]={10,12,14,25,80,25,14,12,10; createcylindern(o,9,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah: Gambar 7.23. Contoh gambar lampion