Metode Numerik. Persamaan Non Linier

dokumen-dokumen yang mirip
Persamaan Non Linier

Bab 2. Penyelesaian Persamaan Non Linier

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 3 & 4

Persamaan Non Linier

BAB 3 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINIER

METODE NUMERIK SOLUSI PERSAMAAN NON LINEAR

Persamaan Non Linier 1

Ilustrasi Persoalan Matematika

Penyelesaian Persamaan Non Linier

Penyelesaian Persa. amaan Non Linier. Metode Iterasi Sederhana Metode Newton Raphson. Metode Secant. Metode Numerik. Iterasi/NewtonRaphson/Secant

Pertemuan 3: Penyelesaian Persamaan Transedental. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2014

PERSAMAAN NON LINIER

Penyelesaian. n Persamaan. Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi

METODE NUMERIK. Akar Persamaan (2) Pertemuan ke - 4. Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom

MOTIVASI. Secara umum permasalahan dalam sains dan teknologi digambarkan dalam persamaan matematika Solusi persamaan : 1. analitis 2.

Pengantar Metode Numerik

METODE NUMERIK AKAR-AKAR PERSAMAAN. Eka Maulana Dept. of Electrcal Engineering University of Brawijaya

Menemukan Akar-akar Persamaan Non-Linear

PRAKTIKUM 2 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Biseksi

METODE NUMERIK TKM4104. KULIAH KE-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

MODUL PRAKTIKUM METODE NUMERIK NAZARUDDIN

PERSAMAAN NON LINIER. Pengantar dan permasalahan persamaan Non-Linier. Sumarni Adi S1 Teknik Informatika STMIK AmikomYogyakarta 2014

METODE NUMERIK TKM4104. Kuliah ke-3 SOLUSI PERSAMAAN NONLINIER 1

Studi Kasus Penyelesaian Pers.Non Linier. Studi Kasus Non Linier 1

Pertemuan ke 4. Non-Linier Equation

BAB IV. Pencarian Akar Persamaan Tak Linier. FTI-Universitas Yarsi

PRAKTIKUM 1 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Tabel

PRAKTIKUM 2 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Tabel

Persamaan yang kompleks, solusinya susah dicari. Contoh :

CONTOH Dengan mengunakan Metode Regula Falsi, tentukanlah salah satu akar dari persamaan f(x) = x - 5x + 4. Jika diketahui nilai awal x = dan x = 5 se

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pertemuan I Mencari Akar dari Fungsi Transendental

Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

Matematika Dasar NILAI EKSTRIM

Bab 1. Pendahuluan Metode Numerik Secara Umum

esaian Pers.Non Linier Studi Kasus Penyele S. Hadi, ST. MSc. Muhammad Zen Studi Kasus Non Linier

METODE NUMERIK SEMESTER 3 2 JAM / 2 SKS. Metode Numerik 1

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

PAM 252 Metode Numerik Bab 2 Persamaan Nonlinier

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

SolusiPersamaanNirlanjar

2 Akar Persamaan NonLinear

ROOTS OF NON LINIER EQUATIONS

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN TAKLINIER

Langkah Penyelesaian Example 1) Tentukan nilai awal x 0 2) Hitung f(x 0 ) kemudian cek konvergensi f(x 0 ) 3) Tentukan fungsi f (x), kemudian hitung f

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

BAB II LANDASAN TEORI

METODE NUMERIK. Akar Persamaan (1) Pertemuan ke - 3. Rinci Kembang Hapsari, S.Si, M.Kom

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GLOBAL INFORMATIKA MDP

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

BAB II AKAR-AKAR PERSAMAAN

Akar-Akar Persamaan. Definisi akar :

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN : 8

POKOK BAHASAN. Matematika Lanjut 2 Sistem Informasi

Modul 8. METODE SECANT untuk Solusi Akar PERSAMAAN ALJABAR NON-LINIER TUNGGAL. A. Pendahuluan

BANK SOAL METODE KOMPUTASI

BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR

Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan

ISBN: Cetakan Pertama, tahun Semua informasi tentang buku ini, silahkan scan QR Code di cover belakang buku ini

1 Penyelesaian Persamaan Nonlinear

Matematika Ekonomi KUADRAT DAN FUNGSI RASIONAL (FUNGSI PECAH) GRAFIK FUNGSI KUADRAT BERUPA PARABOLA GRAFIK FUNGSI RASIONAL BERUPA HIPERBOLA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB IV. PENGGUNAAN TURUNAN. Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia

(A) 3 (B) 5 (B) 1 (C) 8

BAB I ARTI PENTING ANALISIS NUMERIK

Ëalah satu masalah yang paling umum ditemui di dalam matematika dan teknik adalah mencari akar suatu persamaan; yakni jika diketahui

FUNGSI. Riri Irawati, M.Kom 3 sks

ATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ANALISA NUMERIK (S1/TEKNIK SIPIL) KODE / SKS : KK /2

Analisis Riil II: Diferensiasi

JENIS JENIS FUNGSI 2. Gambar. Jenis Fungsi. mengandung banyak suku (polinom) dalam variabel bebas y = a 0 + a 1 x + a 2 x a n x n

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-1

Penyelesaian Secara Numerik? Penyelesaian Secara Numerik Selesaikanlah persamaan nonlinier f(x) = x x -8 Solve : Misal f(x) = 0 x x 8 = 0 (x 4)(x + )

2.1 Soal Matematika Dasar UM UGM c. 1 d d. 3a + b. e. 3a + b. e. b + a b a

Hendra Gunawan. 11 Oktober 2013

BAB 1 PERSAMAAN. a) 2x + 3 = 9 a) 5 = b) x 2 9 = 0 b) = 12 c) x = 0 c) 2 adalah bilangan prima genap d) 3x 2 = 3x + 5

MODIFIKASI METODE NEWTON-RAPHSON UNTUK MENCARI SOLUSI PERSAMAAN LINEAR DAN NONLINEAR

Interpolasi. Metode Numerik POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

III. FUNGSI POLINOMIAL

METODE NUMERIK 3SKS-TEKNIK INFORMATIKA-S1. Mohamad Sidiq PERTEMUAN-2

Metode Numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk memformulasikan masalah matematis agar dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan

fungsi Dan Grafik fungsi

KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH AKAR PERSAMAAN TAK LINEARPADA MATA KULIAH METODE NUMERIK DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

METODE NUMERIK. ROBIA ASTUTI, M.Pd. STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung

FUNGSI. Berdasarkan hubungan antara variabel bebas dan terikat, fungsi dibedakan dua: fungsi eksplisit dan fungsi implisit.

TUGAS KOMPUTASI SISTEM FISIS 2015/2016. Pendahuluan. Identitas Tugas. Disusun oleh : Latar Belakang. Tujuan

PRAKTIKUM 3 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Regula Falsi

Course Note Numerical Method Akar Persamaan Tak Liniear.

Modul Praktikum Analisis Numerik

1-x. dimana dan dihubungkan oleh teorema Pythagoras.

Mulyono (NIM : ) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini menghasilkan diagram alir, kode program serta keluaran

PRAKTIKUM 3 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Regula Falsi

Modul Dasar dasar C. 1. Struktur Program di C++

Pertemuan ke-4 Persamaan Non-Linier: Metode Secant

BAB 2 Solusi Persamaan Fungsi Polinomial Denition (Metoda numeris) Metoda numeris adalah suatu model pendekatan dengan menggunakan teknik-teknik

6 FUNGSI LINEAR DAN FUNGSI

Soal-soal dan Pembahasan Matematika Dasar SNMPTN 2010

MBS - DTA. Sucipto UNTUK KALANGAN SENDIRI. SMK Muhammadiyah 3 Singosari

Transkripsi:

Metode Numerik Persamaan Non Linier

Persamaan Non Linier Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant.

Persamaan Non Linier penentuan akar-akar persamaan non linier. Akar sebuah persamaan f() =0 adalah nilai-nilai yang menyebabkan nilai f() sama dengan nol. akar persamaan f() adalah titik potong antara kurva f() dan sumbu X.

Persamaan Non Linier

Persamaan Non Linier Penyelesaian persamaan linier m + c = 0 dimana m dan c adalah konstanta, dapat dihitung dengan : m + c = 0 = - c m Penyelesaian persamaan kuadrat a2 + b + c = 0 dapat dihitung dengan menggunakan rumus ABC. 12 b 2 b 2a 4ac

Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Tertutup Mencari akar pada range [a,b] tertentu Dalam range[a,b] dipastikan terdapat satu akar Hasil selalu konvergen disebut juga metode konvergen Metode Terbuka Diperlukan tebakan awal n dipakai untuk menghitung n+1 Hasil dapat konvergen atau divergen

Metode Tertutup Metode Tabel Metode Biseksi Metode Regula Falsi

Metode Terbuka Metode Iterasi Sederhana Metode Newton-Raphson Metode Secant.

Theorema Suatu range =[a,b] mempunyai akar bila f(a) dan f(b) berlawanan tanda atau memenuhi f(a).f(b)<0 Theorema di atas dapat dijelaskan dengan grafik-grafik sebagai berikut: Karena f(a).f(b)<0 maka pada range =[a,b] terdapat akar. Karena f(a).f(b)>0 maka pada range =[a,b] tidak dapat dikatakan terdapat akar.

Metode Table Metode Table atau pembagian area. Dimana untuk di antara a dan b dibagi sebanyak N bagian dan pada masing-masing bagian dihitung nilai f() sehingga diperoleh tabel : X f() 0 =a f(a) 1 f( 1 ) 2 f( 2 ) 3 f( 3 ) n =b f(b)

Metode Table

Contoh Selesaikan persamaan : +e = 0 dengan range = 1,0 Untuk mendapatkan penyelesaian dari persamaan di atas range = 1,0 dibagi menjadi 10 bagian sehingga diperoleh : X f() -1,0-0,63212-0,9-0,49343-0,8-0,35067-0,7-0,20341-0,6-0,05119-0,5 0,10653-0,4 0,27032-0,3 0,44082-0,2 0,61873-0,1 0,80484 0,0 1,00000

Contoh Dari table diperoleh penyelesaian berada di antara 0,6 dan 0,5 dengan nilai f() masing-masing -0,0512 dan 0,1065, sehingga dapat diambil keputusan penyelesaiannya di =0,6. Bila pada range = 0,6, 0,5 dibagi 10 maka diperoleh f() terdekat dengan nol pada = -0,57 dengan F() = 0,00447

Kelemahan Metode Table Metode table ini secara umum sulit mendapatkan penyelesaian dengan error yang kecil, karena itu metode ini tidak digunakan dalam penyelesaian persamaan non linier Tetapi metode ini digunakan sebagai taksiran awal mengetahui area penyelesaian yang benar sebelum menggunakan metode yang lebih baik dalam menentukan penyelesaian.

Metode Biseksi Ide awal metode ini adalah metode table, dimana area dibagi menjadi N bagian. Hanya saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar dibuang.hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.

Metode Biseksi Untuk menggunakan metode biseksi, terlebih dahulu ditentukan batas bawah (a) dan batas atas (b).kemudian dihitung nilai tengah : = a b 2 Dari nilai ini perlu dilakukan pengecekan keberadaan akar. Secara matematik, suatu range terdapat akar persamaan bila f(a) dan f(b) berlawanan tanda atau dituliskan : f(a). f(b) < 0 Setelah diketahui dibagian mana terdapat akar, maka batas bawah dan batas atas di perbaharui sesuai dengan range dari bagian yang mempunyai akar.

Algoritma Biseksi 1. Definisikan fungsi f() yang akan dicari akarnya 2. Tentukan nilai a dan b 3. Tentukan torelansi e dan iterasi maksimum N 4. Hitung f(a) dan f(b) 5. Jika f(a).f(b)>0 maka proses dihentikan karena tidak ada akar, bila tidak dilanjutkan 6. Hitung = a b 2 7. Hitung f() 8. Bila f().f(a)<0 maka b= dan f(b)=f(), bila tidak a= dan f(a)=f() 9. Jika f() <e atau iterasi>n maka proses dihentikan dan didapatkan akar =, dan bila tidak, ulangi langkah 6 Catatan : Nilai error = f()

Contoh Soal Selesaikan persamaan e - +1 = 0, dengan menggunakan range =[-1,0], maka diperoleh tabel biseksi sebagai berikut :

Contoh Soal a b Dimana = 2 Pada iterasi ke 10 diperoleh = -0.56738 dan f() = -0.00066 Untuk menghentikan iterasi, dapat dilakukan dengan menggunakan toleransi error atau iterasi maksimum. Catatan : Dengan menggunakan metode biseksi dengan tolerasi error 0.0001 dibutuhkan 10 iterasi, semakin teliti (kecil toleransi errornya) maka semakin besar jumlah iterasi yang dibutuhkan.

Metode Regula Falsi metode pencarian akar persamaan dengan memanfaatkan kemiringan dan selisih tinggi dari dua titik batas range. Dua titik a dan b pada fungsi f() digunakan untuk mengestimasi posisi c dari akar interpolasi linier. Dikenal dengan metode False Position

Metode Regula Falsi b b f a b a f b f 0 ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) )( ( a f b f a b b f b ) ( ) ( ) ( ) ( a f b f a bf b af X B A Gradien AB = gradien BX Catatan: Gradien = y/

Algoritma Metode Regula Falsi

Contoh Soal Selesaikan persamaan e - +1=0 pada range = [0,-1] sebanyak 10 iterasi dan toleransi error = 0.0001

Contoh Soal Iterasi terhenti pada iterasi ke-9, karena toleransi error telah terlampaui Akar persamaan diperoleh di =-0.567128 dengan kesalahan = 4.32841e-005

Metode Iterasi Sederhana Metode iterasi sederhana adalah metode yang memisahkan dengan sebagian yang lain sehingga diperoleh : = g(). Contoh : e = 0 ubah = e atau g() = e g() inilah yang menjadi dasar iterasi pada metode iterasi sederhana ini

Metode Iterasi Sederhana

Catatan (utk praktikum) 1. Gambarkan fungsi f() pada GNUplot 2. Dapatkan titik yang mendekati akar tebakan awal = 0 3. Dapatkan fungsi g(), sedemikian hingga n = g(n-1) 4. Gambarkan fungsi g() pada GNUplot 5. Gambarkan garis y = (replot) pada GNUplot perpotongan kurva g() & garis y= merupakan akar persamaan 6. Cek KONVERGENSI dari kombinasi g() dan 0 yang dipilih

Contoh : Carilah akar pers f() = 2-2-3 2-2-3 = 0 X 2 = 2 + 3 2 3 Tebakan awal = 4 E = 0.001 n 1 2n 3 Hasil = 3

Contoh : 2-2-3 = 0 X(-2) = 3 X = 3 /(-2) Tebakan awal = 4 E = 0.001 Hasil = -1

Contoh : 2-2-3 = 0 X = ( 2-3)/2 Tebakan awal = 4 E = 0.001 Hasil divergen

Syarat Konvergensi Pada range I = [s-h, s+h] dengan s titik tetap Jika 0<g ()<1 untuk setiap Є I iterasi konvergen monoton. Jika -1<g ()<0 untuk setiap Є I iterasi konvergen berosilasi. Jika g ()>1 untuk setiap Є I, maka iterasi divergen monoton. Jika g ()<-1 untuk setiap Є I, maka iterasi divergen berosilasi.

Tebakan awal 4 G (4) = 0.1508 < 1 3 2 2 1 ) '( 3 2 ) ( 3 2 1 r r r r g g Tebakan awal 4 G (4) = 0.75 < 1 2 1 2) ( 3 ) '( 2) ( 3 ) ( 2) ( 3 g g r r

g( ) ( g'( ) 2 2 3) Tebakan awal 4 G (4) = 4 > 1

Soal Apa yang terjadi dengan pemilihan 0 pada pencarian akar persamaan : X 3 + 6 3 = 0 Dengan r1 Cari akar persamaan dengan 0 = 0.5 X 0 = 1.5, 0 = 2.2, 0 = 2.7 3 r 6 3

Contoh :

Metode Newton Raphson metode pendekatan yang menggunakan satu titik awal dan mendekatinya dengan memperhatikan slope atau gradien pada titik tersebut.titik pendekatan ke n+1 dituliskan dengan : X n+1 = n - F F 1 n n

Metode Newton Raphson

Algoritma Metode Newton Raphson 1. Definisikan fungsi f() dan f 1 () 2. Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n) 3. Tentukan nilai pendekatan awal 0 4. Hitung f( 0 ) dan f 1 ( 0 ) 5. Untuk iterasi I = 1 s/d n atau f( i ) > e Hitung f( i ) dan f 1 ( i ) i+1 = i f f 1 i i 6. Akar persamaan adalah nilai i yang terakhir diperoleh.

Contoh Soal Selesaikan persamaan - e - = 0 dengan titik pendekatan awal 0 =0 f() = - e - f ()=1+e - f( 0 ) = 0 - e -0 = -1 f ( 0 ) = 1 + e -0 = 2 1 = 0 - f f 1 0 0 1 2 0,5 f( 1 ) = -0,106631 dan f 1 ( 1 ) = 1,60653 0

Contoh Soal 2 = f 1 0,106531 1 0,5 1 f 1,60653 1 0,566311 f( 2 ) = -0,00130451 dan f 1 ( 2 ) = 1,56762 3 = f 2 0,00130451 2 0,566311 1 f 1,56762 2 0,567143 f( 3 ) = -1,96.10-7. Suatu bilangan yang sangat kecil. Sehingga akar persamaan = 0,567143.

Contoh - e - = 0 0 =0, e = 0.00001

Contoh : + e - cos -2 = 0 0 =1 f() = + e - cos - 2 f () = 1 e - cos e - sin

Permasalahan pada pemakaian metode newton raphson Metode ini tidak dapat digunakan ketika titik pendekatannya berada pada titik ekstrim atau titik puncak, karena pada titik ini nilai F 1 F () = 0 sehingga nilai penyebut dari 1 sama dengan F nol, secara grafis dapat dilihat sebagai berikut: Bila titik pendekatan berada pada titik puncak, maka titik selanjutnya akan berada di tak berhingga.

Permasalahan pada pemakaian metode newton raphson Metode ini menjadi sulit atau lama mendapatkan penyelesaian ketika titik pendekatannya berada di antara dua titik stasioner. Bila titik pendekatan berada di antara dua tiitik puncak akan dapat mengakibatkan hilangnya penyelesaian (divergensi). Hal ini disebabkan titik selanjutnya bisa jadi berada pada salah satu titik puncak atau arah pendekatannya berbeda.

Hasil Tidak Konvergen

Penyelesaian Permasalahan pada pemakaian metode newton raphson 1. Bila titik pendekatan berada pada titik puncak maka titik pendekatan tersebut harus di geser sedikit, i = dimana i adalah konstanta 1 yang ditentukan dengan demikian F i 0 dan metode newton raphson tetap dapat berjalan. 2. Untuk menghindari titik-titik pendekatan yang berada jauh, sebaiknya pemakaian metode newton raphson ini didahului oleh metode tabel, sehingga dapat dijamin konvergensi dari metode newton raphson.

Contoh Soal. e - + cos(2) = 0 0 = 0,176281 f() =. e - + cos(2) f 1 () = (1-) e - 2 sin (2) F( 0 ) = 1,086282 F 1 ( 0 ) = -0,000015 X = 71365,2 padahal dalam range 0 sampai dengan 1 terdapat akar di sekitar 0.5 s/d 1.

Contoh Soal Untuk menghindari hal ini sebaiknya digunakan grafik atau tabel sehingga dapat diperoleh pendekatan awal yang baik. Digunakan pendekatan awal 0 =0.5

Contoh Soal Hasil dari penyelesaian persamaan * ep(-) + cos(2) = 0 pada range [0,5]

Metode Secant Metode Newton Raphson memerlukan perhitungan turunan fungsi f (). Tidak semua fungsi mudah dicari turunannya terutama fungsi yang bentuknya rumit. Turunan fungsi dapat dihilangkan dengan cara menggantinya dengan bentuk lain yang ekivalen Modifikasi metode Newton Raphson dinamakan metode Secant.

r r1 r 1 r

Metode Newton-Raphson 1 1 ) ( ) ( ) '( r r r r f f y f ) '( ) ( 1 r r r r f f ) ( ) ( ) )( ( 1 1 1 r r r r r r r f f f

Algoritma Metode Secant : Definisikan fungsi F() Definisikan torelansi error (e) dan iterasi maksimum (n) Masukkan dua nilai pendekatan awal yang di antaranya terdapat akar yaitu 0 dan 1, sebaiknya gunakan metode tabel atau grafis untuk menjamin titik pendakatannya adalah titik pendekatan yang konvergensinya pada akar persamaan yang diharapkan. Hitung F(0) dan F(1) sebagai y0 dan y1

Algoritma Metode Secant : Untuk iterasi I = 1 s/d n atau F(i) i+1 =i yi i i1 y y hitung yi+1 = F(i+1) i1 Akar persamaan adalah nilai yang terakhir. i

Penyelesaian Contoh Soal 2 ( + 1) e - = 0?

Contoh Kasus Penyelesaian Persamaan Non Linier Penentuan nilai maksimal dan minimal fungsi non linier Perhitungan nilai konstanta pada matrik dan determinan, yang biasanya muncul dalam permasalahan sistem linier, bisa digunakan untuk menghitung nilai eigen Penentuan titik potong beberapa fungsi non linier, yang banyak digunakan untuk keperluan perhitungan-perhitungan secara grafis.

Penentuan Nilai Maksimal dan Minimal Fungsi Non Linier nilai maksimal dan minimal dari f() memenuhi f ()=0. g()=f () g()=0 Menentukan nilai maksimal atau minimal f ()

Contoh Soal Tentukan nilai minimal dari f() = 2 -(+1)e -2 +1 2 **2-(+1)*ep(-2*)+1 1.5 1 0.5 0-0.5-1 -0.8-0.6-0.4-0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 nilai minimal terletak antara 0.4 dan 0.2

Menghitung Titik Potong 2 Buah Kurva y y=g() p f() = g() atau f() g() = 0 y=f()

Contoh Soal Tentukan titik potong y=2 3 - dan y=e - 3 2.5 2***3- ep(-) 2 1.5 1 0.5 0-0.5-1 -1-0.8-0.6-0.4-0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 akar terletak di antara 0.8 dan 1

Soal (1) tambahan utk lapres Tahun 1225 Leonardo da Pisa mencari akar persamaan F() = 3 + 2 2 + 10 20 = 0 Dan menemukan = 1.368808107. Tidak seorangpun yang mengetahui cara Leonardo menemukan nilai ini. Sekarang rahasia ini dapat dipecahkan dengan metode iterasi sederhana. Carilah salah satu dari kemungkinan = g(). Lalu dengan memberikan sembarang input awal, tentukan =g() yang mana yang menghasilkan akar persamaan yang ditemukan Leonardo itu.

Soal (2) tambahan lapres Hitung akar 27 dan akar 50 dengan biseksi dan regula falsi! Bandingkan ke dua metode tersebut! Mana yang lebih cepat? Catat hasil uji coba a b N e Iterasi Biseksi Iterasi Regula Falsi 0.1 0.01 0.001 0.0001

Soal (3) Diketahui lingkaran 2 +y 2 =2 dan hiperbola 2 -y 2 =1. Tentukan titik potong kedua kurva dengan metode iterasi sederhana dan secant! Catat hasil percobaan!

Soal (4) Tentukan nilai puncak pada kurva y = 2 + e -2 sin() pada range =[0,10] Dengan metode Secant