BAB 2 LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

BAB 2 LANDASAN TEORI

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

Analisis Rangkaian Listrik

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I

Transformasi Peubah Acak (Lanjutan)

1. Proses Normalisasi

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh

Deret Fourier, Transformasi Fourier dan DFT


8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh :

Bab 1 Ruang Vektor. I. 1 Ruang Vektor R n. 1. Ruang berdimensi satu R 1 = R = kumpulan bilangan real Menyatakan suatu garis bilangan;

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

REGRESI LINEAR & KORELASI. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung REGRESI

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER

BAB 2 DISTRIBUSI INDUK DAN DISTRIBUSI SAMPEL

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED)

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P.

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan

BAB II LANDASAN TEORI

Transformasi Satu Peubah Acak (Lanjutan) Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 2016

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT.

Transformasi Satu Peubah Acak (Bagian II) Dr. Kusman Sadik, M.Si Departemen Statistika IPB, 2017

BAB V BEBERAPA MODEL DISTRIBUSI PELUANG PEUBAH ACAK KONTINU

Faculty of Economic Riau University, Pekanbaru, Indonesia

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

FUNGSI DOMINASI ROMAWI PADA LINE GRAPH

PERKEMBANGAN TEORI ATOM & PENEMUAN PROTON, NEUTRON, ELEKTRON. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman

BAB VI MODEL ELEKTRON BEBAS ( GAS FERMI )

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

ANALISIS LOG-LOGISTIK UNTUK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN DOSIS-RESPON HERBISIDA PADA TIGA JENIS GULMA

Variabel Indikator Deskriptor No. item Motivasi Belajar. 6. Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran 7. Semangat dalam mengikuti pelajaran

PENGARUH CAR, NPF, FDR, BOPO, DAN GWM TERHADAP LABA PERUSAHAAN (ROA) PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE

Materike April 2014

Materi ke - 6. Penggunaan Integral Tak Tentu. 30 Maret 2015

Ringkasan Materi Kuliah METODE-METODE DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

Hendra Gunawan. 29 November 2013

RISIKO LINGKUNGAN, JUDGMENT-PROOF DAN TANGGUNG JAWAB KEUANGAN FITRIANI KUSUMAWARDHANI

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM

KAJIAN AWAL MEKANISME REAKSI ELEKTROLISIS NaCl MENJADI NaClO 4 UNTUK MENENTUKAN TAHAPAN REAKSI YANG EFEKTIF DARI PROSES ELEKTROLISIS NaCl

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK OPTIKA GEOMETRIS

PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

8. FUNGSI TRANSENDEN MA1114 KALKULU I 1

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

Tinjauan Termodinamika Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial. Oleh. Saeful Karim

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network

Uci Sri Sundari STIE Kusuma Negara Indra Isharyanto.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990).

DIANDRA PARAMITA TIMUR

Tinjauan Termodinamika Pada Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial

Debuging Program dengan EasyCase

Gambar IV.6. Gambaran kontur bidang sesar yang menggambarkan bentuk ramp-flat-ramp pada border fault di Sub-cekungan Kiri.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN WAKTU PENGGORENGAN KERIPIK SOSIS AYAM

PENENTUAN POLA - POLA GRAF TERHUBUNG BERLABEL BERORDE ENAM TANPA GARIS PARALEL DENGAN BANYAKNYA GARIS 5. (Skripsi) Oleh SITI FATIMAH

BAB 2 DASAR TEORI 2.1 TEORI GELOMBANG LINIER. Bab 2 Teori Dasar

Pengaruh Ekuitas Merek dan Bauran Ritel terhadap Customer Switching Behaviour dan Loyalitas melalui Kepuasan pada Konsumen Alfamart di Kota Jember

PROSES ANTRIAN DENGAN KEDATANGAN BERDISTRIBUSI POISSON DAN POLA PELAYANAN BERDISTRIBUSI GENERAL. Sugito 1, Abdul Hoyyi 2. Abstract

APLIKASI METODE STATED PREFERENCE PADA PEMILIHAN MODA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG (RUTE MAKASSAR MAJENE)

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

PENGARUH MODEL ROLE PLAYING BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BALI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER)

6/1/2010 DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kebijakan Perdagangan Internasional

8. FUNGSI TRANSENDEN MA1114 KALKULU I 1

Labtek VIII Jl Ganesha 10 Bandung. Abstrak

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB 3 PERSAMAAN DIFFERENSIAL UNTUK MENENTUKAN HARGA SUATU ASET TURUNAN

Mematikan inisiatif individu 2 Kegiatan ekonomi efektif dan efisien. Kreasi, inisiatif masyarakat berkembang 3 Kerusakan lingkungan dapat dihindarkan

Transkripsi:

6 A ANDAAN TEORI Pngrtian MM Multi vl Markting MM adalah salah satu contoh unit usaha yang brpola bisnis unik, yang sdang brkmbang di dalam bidang pnjualan barangbarang kbutuhan manusia, mulai brupaya untuk brsaing dngan prusahaanprusahaan lainnya Prusahaan ini brgrak di bidang pnjualan barang atau jasa di mana prusahaan mndistribusikannya dngan sbuah jaringan orang-orang bisnis yang indpndn di sluruh dunia Konsp Dasar Invntory Istilah prsdiaan Invntory pada umumnya dihubungkan dngan barang yang mnjadi obyk usaha pokok suatu prusahaan Olh karna itu prsdiaan untuk stiap prusahaan akan brbda, trgantung kpada jnis prusahaan yang trsdia untuk dijual / diolah dalam pross produksi shingga mnjadi produk jadi yang siap untuk dijual Untuk mngtahui apakah suatu barang trmasuk Invntory atau bukan haruslah diktahui trlbih dahulu usaha prusahaan trsbut Apabila tujuan dari pmblian barang untuk dijual atau dipross trlbih dahulu lalu dijual, maka barang-barang trsbut dapat diklompokkan sbagai prsdiaan Apabila pmbliaan barang bukan untuk maksud dijual lagi atau dipross lbih lanjut lalu dijual, maka barang-barang trsbut tidak dapat digolongkan sbagai Invntory

7 Invntory pada dasarnya brtujuan untuk mmprtahankan kontinuitas ksistnsi suatu prusahaan dngan mncari kuntungan atau laba prusahaan trsbut 3 Fungsi Invntory Control Fungsi utama Invntory Control adalah mnyimpan untuk mlayani kbutuhan prusahaan akan bahan mntah atau barang jadi dari waktu k waktu Masalah utama yang ingin dicapai olh Invntory Control adalah untuk mminimalkan biaya oprasi total prusahaan Ada dua kputusan yang prlu diambil dalam masalah pngndaliaan prsdiaan yaitu brapa jumlah yang harus dipsan stiap kali pmsanan dan kapan pmsanan itu harus dilakukan lain itu, Invntory Control dapat mmbantu untuk mnghindari lmbur, kontrak krja tambahan, khilangan pnjualan, dan sanksi tunggakan pmsanan slama priod prmintaan tinggi Kadang-kadang invntory harus dilaksanakan untuk mngantisipasi prubahan biaya komoditi bagai contoh, jika harga suatu barang akan naik, maka manajmn akan mmbli dalam jumlah banyak untuk mngambil kuntungan saat harga masih rndah Pnydiaan Invntory juga untuk mnghadapi kondisi ktidakpastiaan Prmintaan barang akan datang biasanya tidak diktahui scara pasti, ttapi harus diramalkan dan mungkin saja ramalan trsbut dapat mlst Untuk mlindungi krugian akibat kkurangan stok barang ktika prmintaan mlampaui ramalan, maka prlu disdiakan barang yang lbih banyak daripada yang diramalkan Invntory kstra ini biasanya disbut dngan stok cadangan, dan banyaknya ditntukan olh fungsi ktidakpastiaan dalam ramalan

8 4 truktur iaya makin lama suatu barang brada di dalam systm Invntory, maka biaya pnyimpanan barang trsbut akan smakin bsar Pross modl sistm Invntory Control adalah sbagai brikut : Pngiriman barang dari pabrik Pngpakan dan pnyimpanan produk pada gudang pusat 3 Pngiriman barang dari gudang pusat k kantor-kantor cabang 4 Pmnuhan kbutuhan planggan dngan mnggunakan barang-barang yang ada di kantor cabang Prmintaan trjadi stiap saat pada priod trtntu dalam suatu kurun waktu tiap unit prmintaan dapat dinilai sbagai prmintaan planggan trhadap suatu produk ila barang yang diinginkan trsdia maka barang trsbut akan langsung digunakan untuk mmnuhi prmintaan planggan ila trjadi khabisan stok, maka planggan harus mnunggu pngiriman khusus dari gudang bila barang yang diinginkan trsdia di gudang tiap hari bagian prgudangan akan mmsan unit prsdiaan tambahan dari pabrik dan stiap kantor cabang akan mmsan barang dari gudang Manajr bagian prgudangan akan brusaha smaksimal mungkin untuk mmnuhi pmsanan dari stiap kantor cabang Pross pmsanan dari pabrik k gudang dan dari gudang k stiap kantor cabang, mmrlukan waktu dan biaya transportasi iaya-biaya yang harus diprhitungkan saat mngvaluasi masalah prsdiaan dibagi k dalam 4 klompok utama, yaitu :

9 4 iaya Pmblian / Produksi iaya pmbliaan adalah harga pmbliaan / produksi yang mmprlihatkan jnis biaya, yaitu ; a Kalau harga pmbliaan adalah ttap, maka ongkos pr satuan adalah juga ttap tanpa mlihat jumlah yang dibli b Kalau diskon trsdia, maka harga pr satuan adalah variabl trgantung pada jumlah pmbliaan 4 Holding Cost / Carrying Cost iaya ini dapat timbul karna prusahaan mnyimpan prsdiaan iaya ini sbagian bsar mrupakan biaya pnyimpanan, pajak, asuransi barang yang disimpan dan opportunity cost Opportunity cost adalah dana yang trtahan di dalam prsdiaan yang mungkin akan lbih mnguntungkan bila ditanamkan/digunakan untuk kprluan lain Opportunity cost trgantung pada lama barang trsbut disimpan ubagyo t al 000 43 hortag Cost hortag cost timbul apabila ada prmintaan trhadap barang yang kbtulan sdang tidak trsdia di gudang Untuk barang kbutuhan shari-hari planggan tidak dapat diminta untuk mnunda pmbliaannya atau diminta untuk ack Ordr Dalam hal ini prusahaan akan khilangan planggan, karna ia akan sgra mncari barang yang dibutuhkannya di tmpat lain ubagyo t al 000

0 44 Ordring Cost and Procurmnt Cost iaya ini adalah biaya total pmsanan dan pngadaan bahan shingga siap untuk diprgunakan atau dipross lbih lanjut dngan kata lain, mncakup biaya pngangkutan, pngumpulan, pmilikan, pnyusunan, pnmpatan di gudang, sampai kpada biaya-biaya manajrial dan klrikal yang brhubungan dngan pmsanan sampai pnmpatan bahan / barang di gudang ubagyo t al 000 5 Modl Economic Ordr Quantity Economic Ordr Quantity adalah sbuah modl pngndalian prsdiaan untuk mnntukan jumlah optimal barang yang akan dibli dngan mminimalkan biaya pmsanan dan biaya pnyimpanan Faktor yang harus diprhatikan dalam mmilih modl prsdiaan yang digunakan adalah jumlah prmintaan sbuah barang Prmintaan sbuah barang dapat brsifat dtrministik, yaitu jumlah prmintaannya diktahui scara pasti lain itu prmintaan sbuah barang juga dapat brsifat probabilistic, yaitu jumlah prmintaan dinyatakan dngan sbuah fungsi kpkatan pluang Jika prmintaan sbuah barang brsifat probabilistic, maka sistm pngndalian prsdiaan dapat divaluasi scara priodik priodic rviw dan kontinu continuous rviw Pada sistm yang divaluasi scara priodik, pmsanan dilakukan pada awal stiap priod, sdangkan pada sistm yang divaluasi scara kontinu, pmsanan dilakukan ktika prsdiaan tlah mncapai jumlah trtntu rordr point

5 Continuous Probabilistic Economic Ordr Quantity Untuk mnghitung Total Cost pr priod, maka kita dapat mndfinisikan : ƒ fungsi kpkatan prmintaan,, slama lad tim D pctd dmand pr priod h holding cost pr satuan nilai prsdiaan pr priod p shortag cost pr satuan nilai prsdiaan A stup cost pr ordr rdasarkan dfinisi di atas, maka kita dapat mnntukan lmnlmn dari fungsi Total Cost trsbut : tup Cost anyak ordr pr priod tup Cost pr unit tim D Q AD Q Epctd Holding Cost Rata-rata nilai prsdiaan : I Q + Epctd Holding Cost pr priod : h I 3 Epctd hortag Cost Epctd hortag Cost pr siklus : f d

Epctd hortag cost pr priod: Q 3 Jadi Total Cost pr priod : TCU Q, AD + h + b Q Q + Q f d Pnylsaian Q* yang optimal didapat jika TC Q AD h + 0, Q Q hingga diprolh jumlah pmsanan konomis Q: [ p ] D A + Q 4 h Pnylsaian * yang optimal didapat jika TC f d Q + h 0, hingga diprolh tingkat pmsanan kmbali : f d f d f d

3 Jika diktahui bahwa ada brdistribusi normal, maka : f d Z + Z 5a Jika diktahui bahwa ada brdistribusi sragam maka : b d + d b a b a b b + 0 b a b b a 5b Jika diktahui bahwa ada brdistribusi ksponnsial maka : f d d misalkan :V, shingga dv d v dv

4 ln ln ln 5c Diprolh afty tock : 0 f d f d f d 6 0 Jumlah kkurangan prsdiaan yang diprkirakan akan trjadi pr siklus pmsanan : f d Jika diktahui bahwa data brdistribusi normal, maka : f d

5 d s π Misalkan :, Z maka Z + shingga d dz 4444 4 3 44 44 4444 4 4 3 4444 4 + z z dz dz Z π π σ Pnylsaian prsamaan intgral I: Misalkan : dz Z shingga du Z u, z dz Z π [ ] du u π [ ] u π π Pnylsaian prsamaan intgral II : [ ] z P d π

6 Di mana Pz adalah luas darah kumulatif di bawah kurva normal, shingga : [ ] z P d π 7a Jika diktahui bahwa data brdistribusi sragam, maka : 0 d f b d a b, b a b shingga : b a b 7b Jika diktahui bahwa data brdistribusi ksponnsial, maka : d f d f d f + d d d + d + _ shingga :

7 7c Di mana : D prmintaan rata-rata unit/tahun lad tim / waktu tunggu X X prmintaan rata-rata slama lad tim f probability dnsity function prmintaan X slama lad tim C harga pr unit A biaya pr pmsanan yang dilakukan h biaya pnyimpanan pr unit/tahun ic p biaya backordr pr unit Q jumlah pmsanan konomis pr siklus rordr point/titik pmsanan kmbali TC kuantitas kkurangan stok pr siklus total biaya prsdiaan 6 baran Pluang Kontinu 6 baran Normal Fungsi kpkatan pluang dari sbaran normal dinyatakan dngan rumus: f πσ μ σ, < <

8 dngan nilai tngah dan ragam : E{} μ var {} σ baran normal dngan man dan ragam biasanya dilambangkan dngan Nμ, σ 6 baran ragam Fungsi kpkatan pluang dari sbaran sragam dinyatakan dngan rumus : f /b-a, untuk a < < b 63 baran Eksponnsial Fungsi kpkatan pluang dari sbaran ksponnsial dinyatakan dngan rumus: f, > 0 dngan nilai tngah dan ragam : E{} var {}

9 64 baran Empiris Dalam pnrapannya, trjadi kraguan dalam mnntukan sbaran apa yang tpat dalam kondisi trtntu Pnntuan atau prkiraan fungsi kpkatan pluang yang diprgunakan trgantung dari data mntah yang kita kumpulkan untuk masalah trtntu Untuk mngubah sampl data mnjadi fungsi kpkatan pluang, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : Ringkas data mntah k dalam histogram dan tntukan fungsi kpkatan pluang mpiris yang tpat Gunakan uji kbaikan-suai untuk mnguji apakah fungsi kpkatan pluang yang ditntukan pada langkah ssuai dngan fungsi kpkatan pluang toritis Uji kbaikan-suai antara frkunsi harapan didasarkan pada bsaran : χ k i o i i i, sdangkan χ mrupakan sbuah nilai bagi pubah acak yang sbaran pnarikan contohnya sangat mnghampiri sbaran khi-kuadrat o i mnyatakan frkunsi tramati dan i mnyatakan frkunsi harapan bagi sl k-i dngan drajat bbas k- χ

0 64 Uji Distribusi Normal angkah-langkah pngujian yang prlu dilakukan untuk mngtahui apakah data brdistribusi normal atau tidak adalah : H 0 : Data brdistribusi normal H : Data tidak brdistribusi normal 3 Tntukan taraf nyata α 4 Wilayah kritik : χ hitung > χ tabl 5 Prhitungan : Tntukan batas klas dngan langkah-langkah : - Tntukan data trtinggi Xma dan data trkcil Xmin - Hitung Rang R Xma Xmin - Hitung jumlah klas K + 3,3 log N, di mana N adalah jumlah data - Hitung lbar klas P R/K - Tntukan batas klas dan tpi klas Hitung frkunsi tramati o i untuk tiap-tiap klas Hitung rata-rata sampl X fi Xi fi

Hitung standar dviasi sampl n fi Xi n n fi Xi Hitung nilai Z untuk tiap-tiap klas Z i KA i X Hitung luas kumulatif tiap klas di bawah kurva normal dngan Z masing-masing klas Hitung luas darah antara intrval klas atau P Hitung frkunsi harapan stiap slang klas PN akukan pnggabungan klas bila i < 5 Hitung χ hitung untuk masing-masing klas i χ oi i i Tntukan nilai χ tabl khi-kuadrat dngan drajat bbas N-3 6 Kputusan : Tolak H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah kritik, dan trima H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah pnrimaan 64 Uji Distribusi sragam angkah-langkah pngujian yang prlu dilakukan untuk mngtahui apakah data brdistribusi normal atau tidak adalah :

H 0 : Data brdistribusi sragam H : Data tidak brdistribusi sragam 3 Tntukan taraf nyata α 4 Wilayah kritik : χ hitung > χ tabl 5 Prhitungan : Tntukan batas klas dngan langkah-langkah : - Tntukan data trtinggi Xma dan data trkcil Xmin - Hitung R Xma - Xmin - Hitung K +3,3 logn - Hitung P R/K - Tntukan batas klas dan tpi klas Hitung frkunsi tramati o i untuk tiap-tiap klas Hitung rata-rata sampl X fi Xi fi Hitung standar dviasi sampl n fi Xi n n fi Xi Hitung luas darah masing-masing klas, P /K Hitung frkunsi harapan stiap slang klas i PN akukan pnggabungan klas bila < 5 i

3 Hitung χ untuk masing-masing klas χ oi i i Tntukan nilai χ tabl khi-kuadrat dngan drajat bbas N- 6 Kputusan : Tolak H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah kritik, dan trima H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah pnrimaan 643 Uji Distribusi Eksponnsial angkah-langkah pngujian yang prlu dilakukan untuk mngtahui apakah data brdistribusi normal atau tidak adalah : H 0 : Data brdistribusi ksponnsial H : Data tidak brdistribusi ksponnsial 3 Tntukan taraf nyata α 4 Wilayah kritik : χ hitung > χ tabl 5 Prhitungan : Tntukan batas klas dngan langkah-langkah : - Tntukan data trtinggi Xma dan data trkcil Xmin - Hitung R Xma Xmin - Hitung K +3,3log N - Hitung P R/K

4 - Tntukan batas klas dan tpi klas Hitung frkunsi tramati o i untuk tiap-tiap klas Hitung rata-rata sampl X fi Xi fi Hitung standar dviasi sampl n fi Xi fi Xi n n Hitung luas kumulatif masing-masing klas KA kum i - Hitung luas darah antara intrval klas atau P P k kum k - kum k Hitung frkunsi harapan stiap slang klas i PN akukan pnggabungan klas bila i < 5 Hitung χ untuk masing-masing klas χ oi i i Tntukan nilai χ tabl khi-kuadrat dngan drajat bbas N- 6 Kputusan : Tolak H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah kritik, dan trima H 0 bila χ jatuh k dalam wilayah pnrimaan