BAB 2 LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 A ANDAAN TEORI. Prsdiaan.. Dfinisi Prsdiaan Prsdiaan agi anyak prusahaan adalah ast yang paling trlihat dalam risnis. ahan aku, ahan stngah jadi, dan arang jadi adalah ragai macam jnis prsdiaan dalam prusahaan. mua jnis ini mrupakan modal prusahaan yang trtahan dan aru akan mnjadi profit jika produk trsut sudah trjual. Prsdiaan mmutuhkan iaya dalam pnyimpanannya dan pngaturannya. Prsdiaan adalah sagai suatu aktiva yang mliputi arang-arang milik prusahaan dngan maksud untuk dijual dalam suatu priod usaha trtntu atau prsdiaan arang-arang yang masih dalam pngrjaan atau pross produksi ataupun prsdiaan arang jadi yang siap dijual Rangkuti,998, p. Mnurut Assauri prsdiaan adalah sjumlah ahan-ahan, parts yang disdiakan dan ahan-ahan dalam pross yang trdapat dalam prusahaan untuk pross produksi srta arang-arang jadi atau produk yang disdiakan untuk mmnuhi prmintaan dari konsumn atau langganan stiap waktu Assauri, 998, p69. Prsdiaan isa juga rarti, stok dari suatu matrial yang digunakan untuk mmudahkan produksi dan untuk mmnuhi prmintaan planggan chrodr,000, p304. Prsdiaan mrupakan unsur aktiva yang disimpan dngan tujuan untuk dijual dalam kgiatan isnis yang normal atau arang-arang yang akan dikonsumsi dalam

2 7 pngolahan produk yang akan dijual. Didalam prusahaan manufaktur, prsdiaan trdiri dari prsdiaan ahan aku dan prsdiaan ahan pnolong, prsdiaan produk dalam pross, prsdiaan produk jadi, dan prsdiaan suku cadang Mulyadi,00, p6. dangkan pngndalian trhadap prsdiaan mnurut umayang 003,p97 adalah aktivitas mmprtahankan jumlah prsdiaan pada tingkat yang dikhndaki. Pada produk arang, pngndalian prsdiaan ditkankan pada pngndalian ahan aku. Pada produk jasa, pngndalian diutamakan pada anyak jasa pasokan, karna konsumsi sring kali rsamaan dngan pngadaan jasa shingga tidak mmrlukan prsdiaan. Diprlukan adanya ksimangan antara mmprtahankan tingkat prsdiaan yang tpat dngan kuangan minimum trhadap planggan. Jika invstasi sangat sar akan mngakiatkan iaya modal yang sangat sar, shingga akan mngakiatkan juga iaya oprasi yang tinggi. Pnglolaan prsdiaan mmpunyai arti yang sangat pnting agi klangsungan produksi, karna : a. Prsdiaan mrupakan invstasi yang mmutuhkan modal sar. Mmpngaruhi playanan k planggan c. Mmpunyai pngaruh pada fungsi lain, sprti fungsi oprasi, pmasaran, dan fungsi kuangan.

3 8 cara fisik, itm prsdiaan mnurut aroto 00, p5 dapat diklompokkan dalam lima katgori, sagai rikut:. ahan mntah raw matrials, yaitu arang-arang rwujud sprti aja, kayu, tanah liat, atau ahan-ahan lainnya yang diprolh dari sumr-sumr alam, atau dili dari pmasok, atau diolah sndiri olh prusahaan untuk digunakan prusahaan dalam pross produksinya sndiri.. Komponn, yaitu arang-arang yang trdiri atas agian-agian yang diprolh dari prusahaan lain atau hasil produksi sndiri untuk digunakan dalam pmuatan arang jadi atau arang stngah jadi. 3. arang stngah jadi work in procss, yaitu arang-arang kluaran dari tiap oprasi produksi atau prakitan yang tlah mmiliki ntuk lih komplks daripada komponn, namun masih prlu pross lih lanjut untuk mnjadi arang jadi. 4. arang jadi finishd good adalah arang-arang yang tlah slsai dipross dan siap untuk didistriusikan k konsumn. 5. ahan pmantu supplis matrial adalah arang-arang yang diprlukan dalam pross pmuatan atau prakitan arang, namun ukan mrupakan komponn arang jadi. Trmasuk ahan pnolong adalah ahan akar, plumas, listrik dan lain-lain.

4 9.. Pnya Prsdiaan a. Mkanism pmnuhan atas prmintaan. Prmintaan trhadap suatu arang tidak dapat dipnuhi sktika ila arang trsut tidak trsdia slumnya. Untuk mnyiapkan arang ini diprlukan waktu untuk pmuatan dan pngiriman, maka adanya prsdiaan mrupakan hal yang sulit trhindarkan.. Kinginan untuk mrdam ktidakpastian. Ktidakpastian trjadi akiat : prmintaan yang rvariasi dan tidak pasti dalam jumlah maupun waktu kdatangan, waktu pmuatan yang cndrung tidak konstan antara satu produk dngan produk rikutnya, waktu tnggang lad tim yang cndrung tidak pasti karna anyak faktor yang tak dapat dikndalikan. Ktidakpastian ini dapat dirdam dngan mngadakan prsdiaan. c. Kinginan mlakukan spkulasi yang rtujuan mndapatkan kuntungan sar dari knaikan harga di masa mndatang. Efisinsi produksi dapat ditingkatkan mlalui pngndalian sistm prsdiaan. Efisinsi ini dapat dicapai ila fungsi prsdiaan dapat dioptimalkan...3 Fungsi Prsdiaan a. Fungsi Indpndnsi. Prsdiaan ahan diadakan agar dpartmn-dpartmn dan pross individual trjaga kasannya. Prsdiaan arang jadi diprlukan untuk mmnuhi prmintaan planggan yang tidak pasti. Prmintaan pasar tidak dapat diduga dngan tpat, dmikian pula dngan pasokan dari pmasok. ringkali kduanya mlst dari prkiraan. Agar pross produksi dapat rjalan tanpa rgantung pada kdua hal ini indpndn, maka prsdiaan harus mncukupi.

5 0. Fungsi Ekonomis. ringkali dalam kondisi trtntu, mmproduksi dngan jumlah produksi trtntu lot akan lih konomis daripada mmproduksi scara rulang atau ssuai prmintaan. Trutama pross produksi yang mmrlukan iaya st up yang sar skali. c. Fungsi antisipasi. Fungsi ini diprlukan untuk mngantisipasi pruahan prmintaan atau pasokan. ringkali prusahaan mngalami knaikan prmintaan stlah dilakukan program promosi. Untuk mmnuhi hal ini, maka diprlukan prsdiaan produk jadi agar tidak trjadi stock out. Kadaan yang lain adalah ila suatu ktika diprkirakan pasokan ahan aku akan trjadi kkurangan. Jadi, tindakan mnimun prsdiaan ahan aku trlih dahulu adalah mrupakan tindakan rasional. d. Fungsi flksiilitas. ila dalam pross produksi trdiri atas rapa tahapan pross oprasi dan kmudian trjadi krusakan pada satu tahapan pross oprasi, maka akan diprlukan waktu untuk mlakukan praikan. rarti produk tidak akan dihasilkan untuk smntara waktu. Prsdiaan arang stngah jadi pada situasi ini akan mrupakan faktor pnolong untuk klancaran pross oprasi. Hal lain adalah dngan adanya sdiaan arang jadi, maka waktu untuk pmliharaan fasilitas produksi dapat disdiakan dngan cukup.

6 ..4 Tujuan Prsdiaan Mnurut Chas 004, p545, tujuan dari prsdiaan adalah : a. Agar dapat mmnuhi variasi dalam prmintaan produk. Apaila prmintaan suatu produk dapat diktahui dngan pasti, akan dimungkinkan untuk mmproduksi ssuai dngan jumlah prmintaan. Ttapi iasanya prmintaan tidak dapat diktahui dngan pasti, olh karnanya prsdiaan pngaman atau prsdiaan cadangan diutuhkan untuk dapat mmnuhi variasi variasi prmintaan.. Mmrikan flksiiltas dalam pnjadwalan produksi. tok dalam prsdiaan mngurangi tkanan trhadap sistm produksi untuk mngluarkan arang scpat mungkin. Ini mnyakan waktu tnggat yang lih lama, yang akan mmprolhkan prncanaan produksi untuk mrncanakan produksi dngan aliran yang lih aik. c. Untuk mnydiakan prsdiaan pngaman untuk mngantisipasi adanya variasi tnggat waktu pngiriman ahan mntah. Ktika ahan aku dipsan kpada vndor, pnundaan pngiriman dapat trjadi karna ragai sa sprti kkurangan ahan di vndor, waktu pngpakan, adanya ktidaksiapan untuk mmnuhi prmintaan dari pihak vndor atau prusahaan pngpakan, khilangan psanan, dan ahan aku rusak. d. Mmrikan kuntungan untuk dapat mngtahui jumlah pmlian yang konomis. Dalam mlakukan pmsanan ahan aku, trdapat iaya iaya yang prlu dikluarkan, sprti iaya tlpon, iaya uruh, iaya pmuatan surat, iaya pngiriman, dan iaya lainnya.

7 ..5 ifat Prsdiaan cara univrsal, sistm prsdiaan slalu rkaitan dngan hal-hal rikut slum pada akhirnya sampai pada pnntuan jumlah pmsanan yang tpat dngan iaya total yang optimal, yaitu: a. Prmintaan Dmand. Ukuran prmintaan Dmand siz mrupakan ukuran skala magnitud dari prmintaan, yang didakan antara konstan atau varial dan dtrministik atau proailistik Diskrit atau kontinu.. aju prmintaan Dmand rat adalah ukuran prmintaan pr satu satuan waktu. 3. Pola prmintaan Dmand pattrn mngacu pada rapa anyak arang yang dikluarkan dari prsdiaan.. Waktu Tunggu ad Tim Adalah tnggang waktu yang diprlukan antara saat pmsanan ahan aku dan datangnya ahan aku itu sndiri. Waktu tunggu ini dapat konstan, dapat juga rsifat proailistik.elsayd and ouchr,pp Waktu tunggu disakan trjadinya rnttan kgiatan yang harus dislsaikan yaitu :. Mlakukan kputusan pmlian. Pmuatan pmsanan dan prstujuan intrnal 3. Mlakukan pmsanan 4. Prsiapan supplir untuk mmprsiapkan arang 5. Transportasi 6. Pnrimaan arang digudang 7. Mmasukkan arang k stock

8 3 c. Pmsanan Kmali Rplnishmnt. Rplnishmnt siz mngacu pada kuantitas atau sjumlah arang yang akan ditrima masuk k dalam prsdiaan. Ukurannya dapat konstan, dapat juga varial trgantung daripada tip sistm prsdiaan.. Rplnishmnt pattrn mngacu pada agaimana sjumlah unit trtntu diutuhkan dalam prsdiaan. 3. Rplnishmnt lad tim adalah tnggang waktu antara saat pmsanan suatu itm dan pnamahan sjumlah unit trsut pada prsdiaan. d. Prsdiaan Pngamanan afty tock ring juga disut uffr. Adalah prsdiaan yang rtujuan untuk mnghindari kkurangan ahan produksi ktika trjadi ktidakpastian dari waktu pngiriman dan juga prmintaan konsumn. Pnntuan prsdiaan pngaman dapat dikarnakan adanya:. Ktidakpastian dari prmintaan konsumn. Hal ini dilihat dari prdaan dar pramalan prmintaan dan prmintaan actual dari konsumn.. Ktidakpastian dari waktu pngiriman arang. 3. Ktidakpastian dari jumlah arang yang dipsan dan yang dihasilkan dikarnakan adanya variaility dari pross produksi. Untuk mnjaga jumlah arang ssuai dngan lvl yang diinginkan, adalah pnting untuk mlakukan pmriksaan dari prsdiaan yang sdang dipsan srta pngndalian dari prsdiaan yang ada dalam gudang prusahaan.

9 4 Ada anyak mtod yang dapat digunakan dalam mlakukan pngndalian dari prsdiaan, antara lain adalah : Pmriksaan visual yaitu pmriksaan yang dilakukan scara visual untuk mmrikan gamaran pada ptugas apakah prsdiaan yang ada saat inimasih pada lvl yang diinginkan atau tidak. Untuk prusahaan kcil, dimana mtod ini sring digunakan, pncatatan ahkan tidak prlu dilakukan khususnya untuk produk yang slow moving atau rharga mahal dan mmpunyai sdikit prsdiaan. Ticklr control yaitu pmriksaan dilakukan dngan mlakukan pnghitungan. Prsdiaan yang ada dalam gudang shingga dapat diktahui kadaan actual dari prsdiaan dan pmsanan dapat dilakukan rdasarkan ktrsdiaan prsdiaan dalam gudang. Click sht control yaitu pmriksaan dilakukan dngan mncatat stiap trjadi pngluaran prsdiaan, shingga dapat diktahui rapa prsdiaan yang tlah dipakai. Angka ini kmudian mnjadi dasar dari pmsanan rikutnya. tu control iasanya digunakan olh rtailr, yaitu pmriksaan prsdiaan didasarkan dari jumlah arang yang trjual pada nota pnjualan.

10 5..6 iaya Dalam istm Prsdiaan iaya prsdiaan adalah smua pngluaran dan krugian yang timul sagai akiat prsdiaan. iaya trsut adalah harga pmlian, iaya pmsanan, iaya pnyiapan, iaya pnyimpanan, dan iaya kkurangan prsdiaan aroto, 00, p55. a. iaya Pmsanan Procurmnt Cost atau t-up atau Ordring Cost iaya pmsanan adalah iaya yang trjadi dalam rangka mlaksanakan kgiatan pmsanan arang dan mrupakan total iaya pmsanan dan pngadaan arang, shingga siap untuk diprgunakan atau dipross lih lanjut. Atas dasar tingkat variailitasnya iaya pmsanan dapat diklompokkan mnjadi:. iaya Pmsanan Ttap, yaitu iaya pmsanan sarnya ttap sama dalam priod trtntu tidak dipngaruhi olh frkunsi pmsanan, misalnya: gaji agian pmlian, iaya pnyusutan aktiva ttap agian pmlian, dan lain-lain iaya ttap untuk pmsanan. iaya pmsanan ttap disut juga Ordring Cost CO.. iaya Pmsanan Varial atau Procurmnt Cost CP, yaitu iaya pmsanan yang jumlah totalnya ruah-uah scara proporsional dngan frkunsi pmsanan. makin tinggi sring frkunsi pmsanan rakiat total iaya pmsanan varial jumlahnya tinggi, smakin rndah jarang frkunsi pmsanan smakin rndah pula iaya pmsanan varial yang trmasuk iaya pmsanan varial, misalnya: iaya pmuatan dan pngiriman dokumn prmintaan pmlian, psanan pmlian. iaya pmuatan laporan pnrimaan ahan dan pmriksaan kuantitas dan kualitas.

11 6. iaya pnyimpanan Holding Cost atau Carrying Cost iaya pnyimpanan adalah iaya yang dikluarkan dalam pnanganan/ pnyimpanan matrial, smi finishd product, su assmly, ataupun produk jadi. iaya simpan iasanya dinyatakan dalam iaya pr unit pr priod. iaya pnyimpanan mliputi iaya ksmpatan, iaya simpan, iaya kusangan, iaya-iaya lain yang sarnya sifat varial trgantung pada jumlah itm. c. hortag Cost C Yaitu iaya yang timul apaila ada prmintaan trhadap arang yang ktulan sdang tidak trsdia di gudang. Dalam hal ini hortag Cost yang timul slain iaya kstra untuk mmuat atau mmli lagi arang yang dipsan, juga rupa rkurangnya goodwill langganan, apaila psanannya trlamat dipnuhi...7 Pngawasan Prsdiaan Invntory Control a. Pngrtian Pngawasan Prsdiaan Pngawasan prsdiaan dapat dikatakan sagai suatu kgiatan untuk mnntukan tingkat dan komposisi dari prsdiaan parts, ahan aku dan arang hasil/produk shingga prusahaan dapat mlindungi klancaran produksi dan pnjualan srta kutuhan-kutuhan pmlanjaan prusahaan dngan fktif dan fisin. narnya kgiatan pngawasan prsdiaan tidak tratas pada pnntuan atas prncanaan tingkat dan komposisi prsdiaan ttapi juga trmasuk pngaturan dan pngawasan atas plaksanaan pngadaan ahan-ahan atau arang-arang yang diprlukan ssuai dngan jumlah dan waktu yang diutuhan srta dngan iaya yang srndahrndahnya. Jadi pngawasan prsdiaan mliputi prncanaan prsdiaan, schduling untuk pmsanan, pngaturan pnyimpanan dan lainnya.

12 7. Fungsi-Fungsi Utama dari uatu Pngawasan Prsdiaan yang Efktif. Mmprolh Procur ahan-ahan, yaitu mntapkan prosdur untuk mmprolh suatu suplai yang mncakup dari ahan-ahan yang diutuhkan aik kuantitas maupun kualitas.. Mnyimpan dan mmlihara Maintain ahan-ahan dalam prsdiaan yaitu mngadakan suatu sistm pnyimpan untuk mmlihara dan mlindungi ahanahan yang tlah dimasukkan k dalam prsdiaan. 3. Pngluaran ahan-ahan, yaitu mntapkan suatu pngaturan atas pngluaran dan pnyampaian ahan-ahan dngan tpat pada saat srta tmpat dimana diutuhkan. 4. Mminimilisasi invstasi dalam ntuk ahan atau arang, yaitu mmprtahankan prsdiaan dalam jumlah yang optimum stiap waktu. c. Tujuan Pngawasan Prsdiaan Mnurut Assauri 998,p77, tujuan pngawasan prsdiaan trinci dapatlah dikatakan sagai usaha untuk :. Mnjaga jangan sampai prusahaan khaisan prsdiaan shingga dapat mngakiatkan trhntinya kgiatan produksi.. Mnjaga agar supaya pmntukan prsdiaan olh prusahaan tidak trlalu sar atau rlih-lihan shingga iaya-iaya yang timul dari prsdiaan tidak trlalu sar. 3. Mnjaga agar pmlian scara kcil-kcilan dapat dihindari karna ini akan rakiat iaya pmsanan mnjadi sar.

13 8. Fungsi Kpkatan Distriusi yang akan digunakan adalah distriusi normal dan ksponnsial... Fungsi Kpkatan Normal uatu varial acak X dikatakan rdistriusi normal dngan rata-rata μ dan variansi σ, jika Proaility Dnsity Function pdf nya adalah: μ σ f < < σ π Pada varial acak yang rdistriusi normal N0, yang rarti varial acak rdistriusi normal dngan rata-rata μ 0 dan variansi σ, dilamangkan dngan Z yang disut dngan distriusi normal aku tandardizd Normal Distriution, maka rumus Proaility Dnsity Function pdf nya adalah sagai rikut: f Z dimana: Z π Z μ σ < <

14 9 f Gamar.. Grafik Fungsi Kpkatan Normal.. Fungsi Kpkatan Eksponnsial uatu varial acak X dikatakan rdistriusi ksponnsial jika Proaility Dnsity Function pdf yang dirikan dalam ntuk: f untuk 0 f 0 untuk < 0 dimana: μ dan σ μ didapatkan dari: μ E f d t t t t t μ E t dt t dt 0 0 0

15 0 μ E σ didapatkan dari: μ μ μ σ dt t f t E E 0 0 μ σ dt t dt t E t t 0 3 μ σ t t t t t E μ σ E f Gamar.. Grafik Fungsi Kpkatan Eksponnsial

16 .3 Pngujian Distriusi Pngujian distriusi dilakukan rdasarkan nilai chi-squar χ. Dimana pnolakan H 0 dilihat dari hasil prhitungan nilai chi-squar dngan nilai chi-squar tal dngan taraf nyata α dan drajat kasan υ trtntu..3. Pngujian Distriusi Normal angkah-langkah yang prlu dilakukan untuk mngtahui apakah data rdistriusi normal atau tidak adalah sagai rikut: a. H 0 : Data rdistriusi normal.. H : Data tidak rdistriusi normal. c. Tntukan taraf nyata α. d. Prhitungan: Tntukan atas klas atas KA dngan langkah-langkah: - Tntukan data trtinggi Xma dan data trkcil Xmin. - Hitung rang: R Xma - Xmin - Hitung jumlah klas: k + 3,3 log n - Hitung lar klas: R P k - Tntukan atas klas atas KA: KA Xmin + P KA i KA i- + P, i, 3,, k

17 Hitung frkunsi tramati o i untuk tiap-tiap klas. Hitung rata-rata: i f f i i Hitung standar dviasi: s n i f i i fi n n Hitung nilai Z untuk tiap-tiap klas: Z KA s Hitung luas kumulatif tiap klas di awah kurva normal dngan Z masing-masing klas. Hitung luas darah antara intrval atau P. Hitung frkunsi harapan untuk tiap-tiap klas i : i P * n akukan pnggaungan klas ila i < 5. Hitung χ hitung : χ hitung k i o i i i Tntukan Pvalu dngan mnggunakan tal chi-squar pada lampiran dngan drajat kasan υ k* - m, dimana: υ : drajat kasan k* : jumlah klas stlah pnggaungan

18 3 m : jumlah paramtr.. Wilayah kritik ditntukan dngan: - χ hitung χ tal f. Ksimpulan: - P α valu Jika χ maka H 0 ditolak, yang rarti data tidak rdistriusi normal. Dan hitung χ tal jika saliknya, maka H 0 ditrima, yang rarti data rdistriusi normal..3. Pngujian Distriusi Eksponnsial Uji distriusi ksponnsial dilakukan untuk mngtahui apakah data rdistriusi ksponnsial atau tidak. angkah-langkah pngujiannya hampir sama dngan yang trdapat pada uji distriusi normal, prdaannya adalah: uas kumulatif masing-masing klas: kum KA Drajat kasan υ k* -, di mana k* adalah jumlah klas stlah pnggaungan.

19 4.4 Mtod Prsdiaan Kontinu Pada modl ini, pmsanan sjumlah Q dilakukan ktika prsdiaan di dalam gudang mnurun jumlahnya. Pada tingkat yang kurang atau sama dngan suatu jumlah trtntu yang disut dngan Rordr Point ROP. Rumus-rumus yang digunakan adalah sagai rikut: iaya pmsanan pr tahun: AD Q dimana: A D Q iaya pr pmsanan yang dilakukan prmintaan rata-rata unit/tahun jumlah pmsanan konomis pr siklus iaya pnyimpanan pr tahun: dimana: H Q + H Q iaya pnyimpanan pr unit/tahun i c jumlah pmsanan konomis pr siklus rordr point/ titik pmsanan kmali prmintaan rata-rata slama lad tim

20 5 iaya ackordr pr tahun: D Q dimana: D Q iaya ackordr pr unit prmintaan rata-rata unit/tahun jumlah pmsanan konomis pr siklus kuantitas kkurangan stock pr siklus Total iaya prsdiaan pr tahun: AD Q D TCQ, + H + + Q Q TC Q AD H D + 0 Q Q Diprolh jumlah pmsanan konomis Q: Q D A f d + H TC D f d Q + H 0

21 6 TC D f d Q + H 0 Diprolh tingkat pmsanan kmali : HQ f d D f d f d dimana: f proaility dnsity function prmintaan slama waktu tunggu Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi normal, maka: f d hq D HQ Z D HQ + Z a D Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi sragam, maka:

22 7 d + a d a HQ D a + 0 HQ D a HQ D Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi ksponnsial, maka:. d. d HQ D HQ D HQ D HQ D ln HQ D HQ ln D HQ. ln D HQ ln D c Diprolh afty tock :

23 8 0 d f 0 0 d f d f 3 Jumlah kkurangan prsdiaan yang akan trjadi pr siklus pmsanan : d f 4 Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi normal, maka: d f d π misalkan: Z, maka Z + shingga dz d I II Z Z dz dz Z. π π

24 9 Pnylsaian prsamaan intgral I: Z dz Z π dz Z Z π Misalkan: Z u, shingga ZdZ du dz Z Z π [ ] Z du Z u π [ ] u π π Pnylsaian prsamaan intgral II: dz π [ ] Z P dimana PZ adalah luas darah kumulatif di awah kurva normal, shingga: [ ] Z P π 4a

25 30 Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi sragam, maka: d f d a d a 0 d a d a a, shingga: a 4 Jika diktahui ahwa data prmintaan rdistriusi ksponnsial, maka: d f d f d f d d d d..

26 3 + shingga: + 4c angkah-langkah prhitungan untuk mmprolh Q* dan * adalah sagai rikut:. Dngan 0, hitung Q dngan mnggunakan rumus.. Gunakan hasil Q untuk mndapatkan dngan mnggunakan rumus dan dngan mnggunakan rumus Gunakan yang diprolh pada langkah untuk mnntukan nilai. 4. Masukkan nilai pada rumus shingga diprolh rumus Q. 5. Gunakan hasil Q untuk mndapatkan dngan mnggunakan rumus dan dngan mnggunakan rumus Gunakan yang diprolh pada langkah untuk mnntukan nilai. 7. Ulangi langkah 4, 5 dan 6 sampai mndapatkan nilai Q dan yang hampir sama dimana kdua nilai sudah tidak mngalami pruahan nilai lagi. 8. Nilai Q dan yang tlah stail trsut mrupakan harga yang optimal Q* dan *..5 Mtod Prsdiaan Priodik

27 3 Modl prsdiaan ini mnghitung tingkat prsdiaan maksimum R* dan priod pmsanan T* yang optimal. Prhitungan akan dilakukan sampai mndapatkan R dan T yang optimal R*, T* dngan mlakukan pnamahan maupun pngurangan priod pmsanan, rdasarkan total iaya yang paling kcil. Itrasi akan dilakukan sampai mndapatkan total iaya pmsanan yang nilainya lih sar daripada itrasi slumnya, dan pross itrasi akan rhnti saat nilai total iaya pmsanan lih sar dari itrasi slumnya. Pmsanan dngan mnggunakan mtod priodic rviw systm dilakukan pada saat kondisi : a. Pmsanan dilakukan pada stiap priod trtntu.. Mmungkinkan pmsanan rapa macam itm dari satu pmasok Jadi, pnggunaan mtod ini akan trgantung pada :. Waktu pmsanan.. Pncatatan stok prsdiaan. Rumus-rumus yang digunakan pada mtod priodic rviw systm adalah : iaya pmsanan pr tahun: dimana: A T A T iaya pr pmsanan yang dilakukan priod pmsanan iaya pnyimpanan pr tahun:

28 33 H R dimana: T H R iaya pnyimpanan pr unit/tahun i C tingkat prsdiaan maksimum prmintaan rata-rata slama lad tim T prmintaan rata-rata slama intrval pmsanan iaya ackordr pr tahun: T dimana: T iaya ackordr pr unit priod pmsanan kuantitas kkurangan stok pr siklus Total iaya prsdiaan pr tahun: A TC R, T + H R T + T T Priod pmsanan: A T HD Tingkat prsdiaan maksimum R:

29 34 R R f d HT f d f d 3 dimana: R f proaility dnsity function prmintaan slama T Jika data rdistriusi normal, maka: R HT + T + T Z 3a + Jika data rdistriusi ksponnsial, maka: ln R HT + T 3 afty tock: 0 R f d d f d R + T R f 4 0 0

30 35 Jumlah kkurangan prsdiaan yang diprkirakan akan trjadi pr siklus psanan: R R f d 5 Jika data rdistriusi normal, maka: R T + T + + T + π [ R T P Z ] 5a Jika data rdistriusi ksponnsial, maka: + T R 5 + T angkah-langkah prhitungan untuk mmprolh R* dan T* adalah sagai rikut:. Tntukan harga T dngan mnggunakan rumus. Hitung R dan mnggunakan rumus 3 dan rumus 4 3. Tntukan dngan mnggunakan rumus prsamaan 5 4. Hitung total iaya prsdiaan TC dngan mnggunakan rumus 5. Ulangi langkah sampai 4 dngan mnguah T T + Δ T, dimana Δ T hati, dngan prsyaratan sagai rikut: Jika TC aru lih sar daripada TC slumnya, maka itrasi pnamahan T dirikan dan dicoa dngan mnggunakan itrasi pngurangan T, yaitu

31 36 dngan T T - Δ T, sampai akhirnya diprolh nilai T* optimum yang mmrikan total iaya yang minimum Jika TC ari lih kcil daripada TC slumnya, maka itrasi pnamahan T dilanjutkan dan pross dihntikan pada saat TC aru mmrikan hasil lih sar daripada TC slumnya. Harga T* dan R* dngan TC yang trndah itulah yang mrupakan harga optimal..6 Mtod Hyrid ystm Mtod Hyrid ystm mrupakan gaungan antara mtod Priodik dan mtod Kontinu dimana kputusan dan pmriksaan awal dilakukan scara priodik. istm ini mmpunyai rordr point untuk tingkat prsdiaan minimum dan targt invntori untuk tingkat prsdiaan maksimum. Pada saat pmriksaan priodik dilakukan tidak akan ada pmsanan apaila posisi prsdiaan masih diatas tingkat minimum, ttapi jika posisi stok diawah tingkat minimum maka pmsanan dilakukan untuk mnaikkan tingkat prsdiaan sampai tingkat maksimum..7 Konsp Dasar Rkayasa Prangkat unak.7. Pngrtian Rkayasa Piranti unak Pngrtian rkayasa piranti lunak prtama kali diprknalkan olh Fritz aur sagai pntapan dan pnggunaan prinsip-prinsip rkayasa dalam usaha mndapatkan piranti lunak yang konomis, yaitu piranti lunak yang trprcaya dan krja scara fisin pada msin atau komputr Prssman,99,p9.

32 37 dangkan gamaran tntang prangkat lunak yang trdapat di dalam suah uku tks mngamil ntuk Prssman99,p5, prangkat lunak adalah : a. Printah program komputr yang ila dikskusi mmrikan fungsi dan unjuk krja sprti yang diinginkan.. truktur data yang mmungkinkan program mmanipulasi informasi scara proporsional. c. Dokumn yang mnggamarkan oprasi dan kgunaan program..7. Paradigma Rkayasa Piranti unak Trdapat lima paradigma modl pross dalam mrkayasa suatu piranti lunak, yaitu Th Classic if Cycl atau sring juga disut Watrfall Modl, Prototyping Modl, Fourth Gnration Tchniqus 4 GT, piral Modl, dan Comin Modl. Pada pnulisan skripsi ini dipakai modl Watrfall Modl. Mnurut Prssman99, p0-, ada nam tahap dalam Watrfall Modl, sprti pada gamar rikut: Gamar.3 Modl Watrfall

33 38 a. Rkayasa sistm ystm Enginring Aktivitas ini dimulai dngan pntapan kutuhan dari smua lmn sistm. Gamaran sistm ini pnting jika prangkat lunak harus rintraksi dngan lmn-lmn lain, sprti hardwar, manusia dan dataas.. Analisis kutuhan prangkat lunak oftwar Rquirmnt Analysis Yang dilakukan pada tahap ini adalah untuk mngtahui kutuhan piranti lunak, sumr informasi piranti lunak, fungsi-fungsi yang diutuhkan, kmampuan piranti lunak dan antarmuka piranti lunak trsut. c. Prancangan Dsign Tahap ini mnitikratkan pada mpat atriut program, yaitu struktur data, arsitktur piranti lunak, rincian prosdur, dan karaktr antarmuka. Tahap ini pula mnrjmahkan kutuhan k dalam suah rprsntasi prangkat lunak yang dapat dinilai kualitasnya slum dilakukan pngkodan. d. Pngkodan Coding Tahap pngkodan yang dilakukan adalah mmindahkan hasil prancangan mnjadi suatu ntuk yang dapat dimngrti olh msin, yaitu dngan mmuat program.. Pngujian Tsting Tujuan dari tahap pngujian adalah agar output yang dihasilkan olh program ssuai dngan yang diharapkan. Pngujian dilakukan scara mnyluruh hingga smua lmn, printah, dan fungsi dapat rjalan sagaimana mstinya. f. Pmliharaan Maintnanc

34 39 Tahap pmliharaan dilakukan dngan tujuan mngantisipasi kutuhan pmakai trhadap fungsi-fungsi aru yang dapat timul sagai akiat munculnya sistm oprasi aru, tknologi aru, dan hardwar aru..8 Intraksi Manusia dan Komputr.8. Program Intraktif uatu program yang intraktif dan aik harus rsifat usr frindly. chidrman998,p5 mnjlaskan lima kritria yang harus dipnuhi olh suatu program yang usr frindly, yaitu: a. Waktu lajar yang tidak lama.. Kcpatan pnyajian informasi yang tpat. c. Tingkat ksalahan pmakaian rndah. d. Pnghafalan ssudah mlampaui jangka waktu.. Kpuasan priadi..8. Pdoman Mrancang Usr Intrfac Trdapat rapa pdoman yang dianjurkan dalam mrancang suatu program, guna mndapatkan suatu program yang usr frindly. a. Dlapan aturan mas Mnurut chidrman998,p74-75, untuk mrancang sistm intraksi manusia dan komputr yang aik, harus mmprhatikan dlapan aturan dalam prancangan antarmuka, sprti: triv for consistncy rusaha kras untuk konsistn dalam mrancang tampilan. Enal frqunt usr to us shortcuts mmungkinkan pngguna mnggunakan shortcuts scara rkala.

35 40 Offr informativ fd ack mmrikan umpan alik yang informatif. Dsign dialogs to yild closur mrancang dialog untuk mnghasilkan kadaan akhir. Offr simpl rror handling mmrikan pnanganan ksalahan. Prmit asy rvrsal of actions mngijinkan pmalikan aksi dngan mudah. upport intrnal locus of control mndukung pngguna mnguasai sistm. Rduc short-trm mmory load mngurangi an jangka pndk pada pngguna, di mana manusia hanya dapat mngingat 7 ± satuan informas, shingga prancangan harus sdrhana.. Tori waktu rspons Waktu rspon dalam sistm komputr mnurut chidrman998,p35 adalah jumlah dtik dari saat pngguna program mmulai aktifitas, misalnya dngan mnkan tomol ntr / tomol mous, sampai mnampilkan hasilnya di layar atau printr. rapa pdoman yang disarankan chidrman998, p367 adalah ahwa pmakai lih mnyukai waktu rspon yang pndk, waktu rspon yang panjang mngganggu, waktu rspon yang pndk mnyakan waktu pngguna rpikir lih pndk, waktu rspon harus ssuai dngan tugasnya, dan pmakai harus diri tahu mngnai pnundaan yang panjang. c. Pdoman mrancang tampilan data rapa pdoman yang disarankan untuk digunakan dalam mrancang data yang aik mnurut mith dan Mosir yang dikutip olh chidrman998, p80 yaitu: Konsistnsi tampilan data, istilah, tingkatan, format, dan sagainya harus standar.

36 4 an ingatan yang sdikit mungkin agi pngguna. Pngguna tidak prlu mngingat informasi dari layar yang satu k layar yang lain. Kompatiilitas tampilan data dngan pmasukan data. Format tampilan informasi prlu rhuungan rat dngan tampilan pmasukan data. Flksiilitas kndali pngguna trhadap data. Pmakai harus dapat mmprolh informasi dari tampilan dalam ntuk yang mmudahkan..8.3 Tori tat Transition Diagram TD TD adalah suah diagram yang mnggamarkan agaimana pross saling rhuungan dalam suatu waktu. TD mnggamarkan stat yang dimiliki sistm komputr dan kjadian yang mnyakan pruahan stat k stat lainnya. TD mrupakan suah modling tool yang digunakan untuk mndskripsikan sistm yang mmiliki ktrgantungan trhadap waktu. Komponn-komponn utama TD adalah: a. tat, mrprsntasikan raksi yang ditampilkan ktika suatu tindakan dilakukan.. Arrow, disut juga transisi stat. c. Condition and Action. Kondisi adalah suatu vnt pada trnal nvironmnt yang dapat didtksi olh sistm misalnya sinyal, intrrupt atau data. Action adalah hal yang dilakukan olh sistm ila trjadi pruahan stat atau data. Action akan mnghasilkan output, mssag display pada layar, mnghasilkan kalkulasi dan lain lain.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 A ANDAAN TEORI Pngrtian MM Multi vl Markting MM adalah salah satu contoh unit usaha yang brpola bisnis unik, yang sdang brkmbang di dalam bidang pnjualan barangbarang kbutuhan manusia, mulai brupaya

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api. 6 yang diharapkan. Msin infrnsi disusun brdasarkan stratgi pnalaran yang akan digunakan dalam sistm dan rprsntasi pngtahuan. Msin infrnsi yang digunakan dalam pngmbangan sistm pakar ini adalah FIS. Implmntasi

Lebih terperinci

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang Pnntuan Lot Siz Pmsanan Bahan Baku Dngan Batasan Kapasitas Gudang Dana Marstiya Utama 1 Abstract. This papr xplains th problm o dtrmining th lot siz o ordring raw matrials with warhous capacity limitation

Lebih terperinci

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST) UJI CHI KUADRAT PENDAHULUAN Distribusi chi kuadrat mrupakan mtod pngujian hipotsa trhadap prbdaan lbih dari proporsi. Contoh: manajr pmasaran suatu prusahaan ingin mngtahui apakah prbdaan proporsi pnjualan

Lebih terperinci

USULAN RANCANGAN SISTEM DATABASE DENGAN METODE SYSTEMS DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) TRADITIONAL PADA SISTEM PENANGANAN ORDER DI DEPARTEMEN PEMESINAN

USULAN RANCANGAN SISTEM DATABASE DENGAN METODE SYSTEMS DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) TRADITIONAL PADA SISTEM PENANGANAN ORDER DI DEPARTEMEN PEMESINAN USULAN RANCANGAN SISTEM DATABASE DENGAN METODE SYSTEMS DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) TRADITIONAL PADA SISTEM PENANGANAN ORDER DI DEPARTEMEN PEMESINAN Dwi Novirani Fadillah Ramadhan 2, 2 Jurusan Tknik Industri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Blakang Di dalam dunia bisnis yang smakin ktat saat ini prusahaan dituntut untuk mmiliki banyak kunggulan komptitif agar dapat brsaing dngan yang lainnya. Maka dari itu, prusahaan

Lebih terperinci

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL ISSN : 407 846 -ISSN : 460 846 MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL Chrish Rikardo *, Taufik Limansyah, Dharma Lsmono Magistr Tknik Industri,

Lebih terperinci

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan Aplikasi Intgral Intgral dapat diaplikasikan k dalam banyak hal. Dari yang sdrhana, hingga aplikasi prhitungan yang sangat komplks. Brikut mrupakan aplikasi-aplikasi intgral yang tlah diklompokkan dalam

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut BAB II TEORI DASAR 2.1 Pngrtian Pasang Surut Pasang surut air laut (pasut) adalah pristiwa naik turunnya muka air scara priodik dngan rata-rata priodnya 12,4 jam (di bbrapa tmpat 24,8 jam) (Pond dan Pickard,

Lebih terperinci

Penerapan Model Pada Studi Kasus. DAS Citarum Hulu

Penerapan Model Pada Studi Kasus. DAS Citarum Hulu Ba V Pnrapan Modl Pada Studi Kasus AS Citarum Hulu V.1 Pnyiapan dan Analisis ata ata yang diprsiapkan dalam pross simulasi aik hidrologis maupun hidrolik adalah data hidroklimatologi yaitu rupa data hujan,

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik

Analisis Rangkaian Listrik Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Mnggunakan Transformasi Fourir - Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik (4) BAB Analisis Rangkaian Mnggunakan Transformasi Fourir Dngan pmbahasan

Lebih terperinci

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM Aplikasi modl matmatika banyak muncul dalam brbagai disiplin ilmu pngtahuan, sprti isika, kimia, konomi, prsoalan rkayasa (tknik msin, sipil, lktro). Modl matmatika yang

Lebih terperinci

1. Proses Normalisasi

1. Proses Normalisasi BAB IV PEMBAHASAN A. Pr-Procssing Pross pngolahan signal PCG sblum dilakukan kstaksi dan klasifikasi adalah pr-procssing. Signal PCG untuk data training dan data tsting trdapat dalam lampiran 5 (halaman

Lebih terperinci

Debuging Program dengan EasyCase

Debuging Program dengan EasyCase Modul asyc 1 Dbuging Program dngan EasyCas Di susun Olh : Di dukung olh : Portal dukasi Indonsia Opn Knowlodg and Education http://ok.or.id Modul asyc 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kpada guru sjatiku Gusti

Lebih terperinci

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3, Kpdulian trhadap sanitasi lingkungan diprdiksi dari tingkat pndidikan ibu dan pndapatan kluarga pada kluarga sjahtra I klurahan Krtn kcamatan Lawyan kota Surakarta Olh : Bustanul Arifin K.39817 BAB IV

Lebih terperinci

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma Modul Intgral Fungsi Eksponn, Fungsi Trigonomtri, Fungsi Logaritma Dr. Subanar D PENDAHULUAN alam mata kuliah Kalkulus I Anda tlah mngnal bahwa intgrasi adalah pross balikan dari difrnsiasi. Jadi untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI DATA Data pnlitian diprolh dari siswa klas XII Jurusan Tknik Elktronika Industri SMK Ma arif 1 kbumn. Data variabl pngalaman praktik industri, kmandirian

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1 Pnurunan Tanah pada Fondasi Dangkal Fakultas Program Studi Tatap Muka Kod MK Disusun Olh Tknik Prnanaan Tknik A41117AB dan Dsain Sipil 9 Abstrat Modul ini brisi bbrapa

Lebih terperinci

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang Analisis Dinamis Portal Brtingkat Banyak Multi Bntang Dngan Variasi Tingkat (Story) Pada Tiap Bntang Hiryco Manalip Rky Stnly Windah Jams Albrt Kaunang Univrsitas Sam Ratulangi Fakultas Tknik Jurusan Sipil

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS MODEL PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA INTERAKSI DUA POPULASI DENGAN FAKTOR LOGISTIK

ANALISIS STABILITAS MODEL PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA INTERAKSI DUA POPULASI DENGAN FAKTOR LOGISTIK ANALISIS STABILITAS MODEL PERSAMAAN DIFERENSIAL PADA INTERAKSI DUA POPULASI DENGAN FAKTOR LOGISTIK Supani 1 Astrak Prsaingan khiupan i alam apat ikatgorikan ua jnis yaitu prtama prsaingan antara ua spsis

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KARAKTERISTIK MUTU DAN REOLOGI CPO AWAL Minyak sawit kasar (crud palm oil/cpo) mrupakan komoditas unggulan Indonsia yang juga brpran pnting dalam prdagangan dunia. Mngingat

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK DISTRIBUSI NORMAL TERPOTONG DAN PENERAPANNYA SKRIPSI

KARAKTERISTIK DISTRIBUSI NORMAL TERPOTONG DAN PENERAPANNYA SKRIPSI KARAKTERISTIK DISTRIBUSI NORMAL TERPOTONG DAN PENERAPANNYA SKRIPSI Diajukan untuk Mmnuhi Salah Satu Syarat Mraih Glar Sarjana Sains (S.Si) Jurusan Matmatika pada Fakultas Sains dan Tknologi UIN Alauddin

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED)

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) Winny Friska Uli,Ali Hanafiah Ramb Konsntrasi Tknik Tlkomunikasi, Dpartmn Tknik Elktro Fakultas

Lebih terperinci

Deret Fourier, Transformasi Fourier dan DFT

Deret Fourier, Transformasi Fourier dan DFT Drt Fourir, Transformasi Fourir dan DFT A. Drt Fourir Drt fourir adalah drt yang digunakan dalam bidang rkayasa. Drt ini prtama kali ditmukan olh sorang ilmuan prancis Jan-Baptist Josph Fourir (1768-18).

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf II. LANDASAN TEORI 2.1 Konsp Dasar Graf Pada bagian ini akan dibrikan konsp dasar graf dan dimnsi partisi graf yang digunakan sbagai landasan tori pada pnlitian ini. Tori dasar mngnai graf yang akan digunakan

Lebih terperinci

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik 8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponnsial, Hiprbolik 8.. Fungsi Logarithma Natural. Sudaratno Sudirham Dfinisi. Logaritma natural adalah logaritma dngan mnggunakan basis bilangan. Bilangan ini, sprti halna

Lebih terperinci

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat Mtod Pnlitian Suradi Sirgar Bab 6 Sumbr dan Prambatan Galat 6. Sumbr galat. Data masukan, misal hasil pngukuran (galat bawaan). Slama komputasi (galat pross), galat ang timbul akibat komputasi 3. Galat

Lebih terperinci

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh ahan jar Statika ulyati, ST., T rtmuan X, X. Garis ngaruh. ndahuluan danya muatan hidup yang brgrak dari satu ujung k ujung lain pada suatu konstruksi disbut bban brgrak. isalkan ada sbuah kndaraan mlalui

Lebih terperinci

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone Modifikasi Analytic Ntwork Procss Untuk Rkomndasi Pmilihan Handphon Fry Dwi Hrmawan Jurusan Informatika Fakultas MIPA, Univrsitas Sblas Mart Surakarta frydh@yahoocom Ristu Saptono Jurusan Informatika Fakultas

Lebih terperinci

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM A. Radiasi Bnda Hitam 1. Hasil-Hasil Empiris Gambar 1. Grafik fungsi radiasi spktral bnda hitam smpurna a. Hukum Stfan Hukum Stfan dapat dituliskan sbagai total = f df

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, Februari 2015 Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan,dan Kerja Sama. Hartoyo

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, Februari 2015 Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan,dan Kerja Sama. Hartoyo KATA PENGANTAR Sgala puji kpada Allah SWT, karna atas rahmat-nya, Biro Prncanaan, Pngawasan, dan Krja Sama, Ombudsman RI dapat mlaksanakan sluruh tugas dan fungsi pada tahun 2015 dngan baik. Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

Modeling Pengaturan Kecepatan... Satya Kumara I N. MODELING PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN SIMULINK

Modeling Pengaturan Kecepatan... Satya Kumara I N. MODELING PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN SIMULINK MODELING PENGTURN KECEPTN MOTOR DC DENGN SIMULINK Olh : I N Satya Kumara Staf Pngajar Tknik Elktro Univrsitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran Bali Email: [email protected] Intisari Motor arus sarah (motor

Lebih terperinci

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P.

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P. nurunan Kcpatan Glombang dan Glombang S Glombang sismik mrupakan gtaran yang mrambat pada mdium batuan dan mnmbus lapisan bumi. njalaran mnybabkan dformasi batuan.strss atau tkanan didfinisikan gaya prsatuan

Lebih terperinci

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN Artikl Skripsi MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN SKRIPSI Diajukan Untuk Mmnuhi Sbagian Syarat Guna Mmprolh Glar Sarjana Pndidikan (S.Pd.) Pada Jurusan

Lebih terperinci

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII Prtmuan VII IV. Konsolidasi IV. Pndahuluan. Konsolidasi adalah pross brkurangnya volum atau brkurangnya rongga pori dari tanah jnuh brpmabilitas rndah akibat pmbbanan. Pross ini trjadi jika tanah jnuh

Lebih terperinci

SIMULASI KOMPUTER MODEL PERPINDAHAN MASSA UAP AIR DALAM UDARA PADA KOLOM ADSORBSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BEDA HINGGA

SIMULASI KOMPUTER MODEL PERPINDAHAN MASSA UAP AIR DALAM UDARA PADA KOLOM ADSORBSI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BEDA HINGGA 1 SIMULSI KOMPUTER MOEL PERPINHN MSS UP IR LM UR P KOLOM SORBSI ENGN MENGGUNKN PENEKTN BE HINGG gi Yonathan R.T. (LC30600 dan Muh. nugrah chsan (LC30600 Jurusan Tknik Kimia, Fakultas Tknik, Univrsitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja BAB II TINJAUAN USTAKA 2.1. Landasan Tori 2.1.1. nawaran Agrgat nawaran Agrgat atau Aggrgat Supply adalah jumlah total dari barang dan jasa yang ditawarkan dalam suatu prkonomian pada tingkat harga. Modl

Lebih terperinci

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE Fabio Dwi Bagus Irawan 1,a, Cahyo Budiyantoro 1,b, Thoharudin 1,c 1 Program Studi Tknik Msin, Fakultas Tknik, Univrsitas

Lebih terperinci

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER HannaA Parhusip Cntr of Applid Mathmatics Program Studi Matmatika Industri dan Statistika Fakultas Sains dan Matmatika Univrsitas Kristn Sata

Lebih terperinci

Presentasi 2. Isi: Solusi Persamaan Diferensial pada Saluran Transmisi

Presentasi 2. Isi: Solusi Persamaan Diferensial pada Saluran Transmisi Prsntasi Isi: Solusi Prsamaan Difrnsial pada Saluran Transmisi Rprsntasi sinyal dalam bntuk phasor Pmikiran Dasar Sinyal harmonis mudah untuk diturunkan dan diintgralkan Smua sinyal fungsi waktu bisa dirprsntasikan

Lebih terperinci

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I Univrsitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputr Tknik Informatika Prsamaan Difrnsial Ord I Dfinisi Prsamaan Difrnsial Prsamaan difrnsial adalah suatu prsamaan ang mmuat satu atau lbih turunan fungsi

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PENGGUNAAN PELAT LANTAI BETON DAN DINDING BATA MERAHTERHADAP PELAT LANTAI DAN DINDING BETON RINGAN AERASI

PERBANDINGAN PENGGUNAAN PELAT LANTAI BETON DAN DINDING BATA MERAHTERHADAP PELAT LANTAI DAN DINDING BETON RINGAN AERASI PERBANDINGAN PENGGUNAAN PELAT LANTAI BETON DAN DINDING BATA MERAHTERHADAP PELAT LANTAI DAN DINDING BETON RINGAN AERASI Olh: Undin Nuryadin 1, Titik Pnta Artiningsih, Wiratna Tri Nugraha 3 Astrak Bsarnya

Lebih terperinci

STUDI KONSUMSI ENERGI LISTRIK MOTOR INDUKSI SATU FASA PENGGERAK POMPA AIR PADA PENGISIAN TANDON SECARA BERTINGKAT

STUDI KONSUMSI ENERGI LISTRIK MOTOR INDUKSI SATU FASA PENGGERAK POMPA AIR PADA PENGISIAN TANDON SECARA BERTINGKAT STUDI KONSUMSI ENERGI LISTRIK MOTOR INDUKSI SATU FASA PENGGERAK POMPA AIR PADA PENGISIAN TANDON SECARA BERTINGKAT Radityo Kusumo A LF 00 603 Jurusan Elktro Fakultas Tknik Univrsitas Diongoro Smarang Astrak

Lebih terperinci

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID 129 Kontrol Trakcing Laras Mriam 57mm dngan Mnggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID Jki Saputra, M. Aziz Muslim, dan Rini Nur Hasanah Abstrak Laras mriam adalah salah satu bagian bsar dari kontruksi

Lebih terperinci

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT.

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT. Bultin Ilmiah Math. Stat. dan Trapannya (Bimastr) Volum 04, No. 3 (2015), hal 295 304. PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT. Wicaksana Ovrsas

Lebih terperinci

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman Pnggunaan Algoritma RSA dngan Mtod Th Siv of Eratosthns dalam Enkripsi dan Dskripsi Pngiriman Email Muhammad Safri Lubis Jurusan Tknologi Informasi Fak. Ilmu Komputr dan Tknologi Informasi, USU Mdan, Indonsia

Lebih terperinci

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu Muatan rgrak Muatan hidup yang brgrak dari satu ujung k ujung lain pada suatu konstruksik disbut bb bban brgrak Sbuah kndaraan mlalui suatu jmbatan, maka akan timbul prubahanbh nilai i raksi kimaupun gaya

Lebih terperinci

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN JIMT ol. 9 No. 1 Juni 01 (Hal. 16 8) Jurnal Ilmiah Matmatika dan Trapan ISSN : 450 766X PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN Nurainun 1, S. Musdalifah,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Transportasi Transportasi adalah prgrakan manusia dan barang antara satu zona asal dan zona tujuan dalam wilayah yang brsangkutan. Prgrakan trsbut dapat dilakukan dngan mnggunakan

Lebih terperinci

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2009 KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA Pnliti : Lasmini Ambarwati, ST.,

Lebih terperinci

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT BAB V DISTRIBUSI ROBABILITAS DISKRIT 5.. Distribusi Uniform Disrit Bila variabl aca X mmilii nilai,,... dngan probabilitas yang sama, maa distribusi uniform disrit dinyataan sbagai: f (, ) ;,,... paramtr

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Yogyakarta, Sptmbr 0 RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Sajima, Dddy Hasnurrofiq, Sudaryadi -BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor, Kotak pos 0 Ykbb 558 -mail

Lebih terperinci

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH.. Faktor-Faktor yang Mmpngaruhi Produktivitas Cabai Mrah dan Nilai Elastisitas Input trhadap Produktivitas...

Lebih terperinci

BAB III DESAIN SISTEM DAN IMPLEMENTASI

BAB III DESAIN SISTEM DAN IMPLEMENTASI BAB III DESAIN SISTEM DAN IMPLEMENTASI Pada a ini dijaskan tntang idntifikasi, dsain dan impmntasi dari apikasi stganografi pada VoIP. Langka prtama yang diakukan adaa mngidntifikasi a-a yang trkait dngan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN BAB II TINJAUAN KEPUTAKAAN II.1 PENDAHULUAN Yild lin adalah suatu pmcahan yang dapat digunakan dalam plat bton dimana trjadinya tgangan llh dan rotasi scara plastis muncul. Tori ini dapat digunakan dalam

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Analisa Pngaruh Pack Carburizing Mnggunakan Arang Mlanding (Mas ad dkk.) ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Mas ad,

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN WAKTU PENGGORENGAN KERIPIK SOSIS AYAM

HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN WAKTU PENGGORENGAN KERIPIK SOSIS AYAM IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PENENTUAN WAKTU PENGGORENGAN KERIPIK SOSIS AYAM 1. Komposisi kimia sosis ayam sgar Analisa komposisi sosis ayam sgar mliputi kadar air, kadar karbohidrat, kadar lmak, kadar

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan mngnai tori dan trminologi graph, yaitu bntuk-bntuk khusus suatu graph. Di sini uga akan dilaskan mngnai minimum spanning tr, pmrograman 0-, dan aplikasi

Lebih terperinci

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor Implmntasi Pmodlan Multi Kritria (PMK) Pada Sistm Pndukung Kputusan Pngujian Mutu Ban Spda Motor Muliadi [email protected] Abstract This rsarch to dvlop a dsign dcision support systm with built tst

Lebih terperinci

6/1/2010 DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kebijakan Perdagangan Internasional

6/1/2010 DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kebijakan Perdagangan Internasional DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kbijakan Prdagangan Intrnasional 1 2 3 4 Kbijakan Ekonomi 21 Prioritas kbijakan bidang konomi trdiri dari tujuh bidang : Pngmbangan Infrastruktur Prcpatan pnylsaian infrastruktur

Lebih terperinci

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag Modl Modl Pngukuran dalam Pmodlan Prsamaan Struktural Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi UGM Tulisan ini akan mmbahas bbrapa modl dalam SEM yang unik. Dikatakan unik karna jarang dipakai. Tulisan hanya

Lebih terperinci

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER)

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) 1. Nama Matakuliah : FUNGSI VARIABEL KOMPLEKS I 2. Kod/SKS : MMM2112/2 SKS 3. Prasarat : Kalkulus Multivariabl I (prnah mngambil) 4. Status Matakuliah

Lebih terperinci

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 211 PERNYATAAN

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI 03-1726-2012 Hotma L Purba Jurusan Tknik Sipil,Univrsitas Sriwijaya Korspondnsi pnulis : [email protected]

Lebih terperinci

Ringkasan Materi Kuliah METODE-METODE DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU

Ringkasan Materi Kuliah METODE-METODE DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU Ringkasan atri Kuliah ETODE-ETODE DASAR PERSAAAN DIFERENSIAL ORDE SATU Pndahuluan Prsamaan dirnsial adalah prsamaan ang mmuat turunan satu atau bbrapa) ungsi ang takdiktahui skipun prsamaan sprti itu harusna

Lebih terperinci

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Sminar Nasional Statistika IX Institut Tknologi Spuluh Nopmbr, 7 Novmbr 2009 ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS TUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Lalu Husnan Wijaya *, Dian Yudha Risdianto ** Pnliti

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Input Data Citra Wajah Pada pnlitian ini, digunakan sbanyak 525 citra ajah yang trdiri dari 35 orang. Stiap orang diambil sampl sbanyak 15 citra ajah dngan pncahayaan yang

Lebih terperinci

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P0 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) Nincy Ayu Lstari 1 Nahdalina Fakultas Tknik Sipil Univrsitas

Lebih terperinci

ANALISIS LOG-LOGISTIK UNTUK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN DOSIS-RESPON HERBISIDA PADA TIGA JENIS GULMA

ANALISIS LOG-LOGISTIK UNTUK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN DOSIS-RESPON HERBISIDA PADA TIGA JENIS GULMA ANALISIS LOG-LOGISTIK UNTUK MENGGAMBARKAN HUBUNGAN DOSIS-RESPON HERBISIDA PADA TIGA JENIS GULMA Olh : Yanti Muliyaningsih G40026 PROGRAM STUDI STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Peralatan Penelitian

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Peralatan Penelitian BAHAN DAN METODE Waktu dan Tmpat Pnlitian Pnlitian dimulai pada awal bulan Sptmbr 2002 hingga akhir bulan Januari 2004. Lokasi pnlitian di kbun tbu lahan kring milik PT Gula Putih Mataram, Lampung Tngah.

Lebih terperinci

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal Rcivd: March 2017 Accptd: March 2017 Publishd: April 2017 Pngaruh Rasio Tinggi Blok Tgangan Tkan Dan Tinggi Efktif Trhadap Lntur Balok Brtulangan Tunggal Agus Sugianto 1*, Andi Marini Indriani 2 1,2 Dosn

Lebih terperinci

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON Pnntuan Nilai E/m Elktron 013 PENENTUAN NILAI /m ELEKTRON Intan Masruroh S, Anita Susanti, Rza Ruzuqi, Zaky Alam Laboratorium Fisika Radiasi, Dpartmn Fisika Fakultas Sains Dan Tknologi, Univrsitas Airlangga

Lebih terperinci

RESUME HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA IUIPHHK UD. KARYA BUDI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH OLEH LVLK PT INTI MULTIMA SERTIFIKASI

RESUME HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA IUIPHHK UD. KARYA BUDI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH OLEH LVLK PT INTI MULTIMA SERTIFIKASI RESUME HASIL VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA IUIPHHK UD. KARYA BUDI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH OLEH LVLK PT INTI MULTIMA SERTIFIKASI 1. IdntitasLVLK a. Nama Lmbaga : PT. INTI MULTIMA SERTIFIKASI b. Nomor

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS 18Novmbr 17 Tma 7: Ilmu-Ilmu Murni (Matmatika, Fisika, Kimia dan Biologi) HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS Olh Agung Prabowo

Lebih terperinci

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh :

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh : Pmbahasan Soal SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disrtai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Disusun Olh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pmbahasan Soal SIMAK UI 2011 Matmatika

Lebih terperinci

REGRESI LINEAR & KORELASI. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung REGRESI

REGRESI LINEAR & KORELASI. Elty Sarvia, ST., MT. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung REGRESI 9/08/0 REGREI LINEAR & KORELAI Elty arvia, T., MT. Fakultas Tknik Jurusan Tknik Industri Univrsitas Kristn Maranatha Bandung REGREI jauh ini,kita hanya mmbuat statistik dngan satu variabl pada waktu trtntu,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI Olh: INDA SAFITRI NIM. 065009 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

Lebih terperinci

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Prosiding SPMIPA. pp. 3-39, 006 ISBN : 979.704.47.0 PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Eka Ariani, Agus Rusgiyono Jurusan Matmatika FMIPA Univrsitas Dipongoro Jl.

Lebih terperinci

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Analisis Nosl Motor Rokt RX-1 LAPAN... (Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari) ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 1 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari Pnliti Pnliti

Lebih terperinci

3. Prosesor dibuat oleh beberapa pengembang, seperti a. Microsoft b. Linux c. AMD d. Modem e. Scanner

3. Prosesor dibuat oleh beberapa pengembang, seperti a. Microsoft b. Linux c. AMD d. Modem e. Scanner SOAL DAN JAWABAN TES ONLINE KOMPETENSI DASAR I 1. Yang mrupakan alat masukan ari komputr aalah sagai rikut, kuali : a. Mous. Kyoar. Sannr. Mom. Joystik 2. Prinsip krja komputr apat igamarkan sagai rikut

Lebih terperinci

DIANDRA PARAMITA TIMUR

DIANDRA PARAMITA TIMUR Modl Multinomial Logit Untuk Mnntukan Harga Optimal Pakt Blackbrry Intrnt Srvic (BIS) Tlkomsl dan Indosat (Studi Kasus : Mahasiswa Fakultas Tknik UNS Pngguna Blackbrry) Skripsi DIANDRA PARAMITA TIMUR I0308038

Lebih terperinci

Konsolidasi http://www.pwri.go.jp/ http://www.ashirportr.org Pmbbanan tanah jnuh brprmabilitas rndah akan mnaikkan tkanan air pori Air akan mngalir k lapisan tanah dngan tkanan pori yg lbih rndah Prmabilitas

Lebih terperinci

ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PADA KAYU: PAKU DAN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP

ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PADA KAYU: PAKU DAN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP Karya Tulis ALAT-ALAT SAMBUNG MEKANIS PAA KAYU: PAKU AN BAUT OLEH: EVALINA HERAWATI, S.Hut, M.Si NIP. 13 303 840 EPARTEMEN KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEAN 008 Evalina Hrawati

Lebih terperinci

WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA

WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA Pnanggung Jawab Kgiatan: DRS. H. SUTIMAN Ktua Plaksana: Yuni Wibowo, M.Pd FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535

ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535 ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535 Ruzita Sumiati (1) (1) Staf Pngajar Tknik Msin Politknik Ngri Padang ABSTRACT Th DC motor was oftn usd in various

Lebih terperinci

PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mlania, Masluyah Suib, Dsni Yuniarni Pndidikan Guru Pndidikan Anak Usia Dini FKIP Untan, Pontianak Email :

Lebih terperinci

ANALISIS STABILITAS DAN ADAPTABILITAS GALUR PADI DATARAN TINGGI DI LIMA LINGKUNGAN

ANALISIS STABILITAS DAN ADAPTABILITAS GALUR PADI DATARAN TINGGI DI LIMA LINGKUNGAN 65 ANALISIS STABILITAS DAN ADAPTABILITAS GALUR PADI DATARAN TINGGI DI LIMA LINGKUNGAN (Stability and Adaptability Analysis of Highland Ric Gnotyps across Fiv Diffrnt Environmnts) Shrly Rahayu 1,2, Dsta

Lebih terperinci

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT Jhon Malta (1) (1) Laboratorium Dinamika Struktur Jurusan Tknik Msin Fakultas Tknik Univrsitas Andalas, Padang. Email: [email protected]

Lebih terperinci

Prusahaan ini mmiliki skala produksi yang luas shingga mmrlukan kinrja manajrial yang fktif dan fisin untuk dapat tumbuh dan brkmbang. Manajmn modal k

Prusahaan ini mmiliki skala produksi yang luas shingga mmrlukan kinrja manajrial yang fktif dan fisin untuk dapat tumbuh dan brkmbang. Manajmn modal k Pngaruh Prputaran Modal Krja Trhadap Profitabilitas ( Studi Kasus : PT Indofood Sukss Makmur Tbk). Lutfi Jaya Putra Fakultas Ekonomi Univrsitas Gunadarma ABSTACT PT Indofood Sukss Makmur Tbk is a company

Lebih terperinci

Materi ke - 6. Penggunaan Integral Tak Tentu. 30 Maret 2015

Materi ke - 6. Penggunaan Integral Tak Tentu. 30 Maret 2015 Matri k - 6 Pnggunaan Intgral Tak Tntu 30 Mart 015 Industrial Enginring UNS [email protected] Prsamaan Difrnsial dan Pnggunaanna Prsamaan difrnsial mngaitkan suatu fungsi dngan turunanna difrnsial Contoh '

Lebih terperinci

BAB VII SISTEM DAN JARINGAN PIPA

BAB VII SISTEM DAN JARINGAN PIPA BAB VII SISTEM AN JARINGAN PIPA Tujuan Intruksional Umum (TIU) Maasiswa diarapkan dapat mrncanakan suatu bangunan air brdasarkan konsp mkanika luida, tori idrostatika dan idrodinamika. Tujuan Intruksional

Lebih terperinci

Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik..

Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik.. Pngmbangan Modul Brbasis Pndkatan Saintifik.. PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KD 3.8 MENDESKRIPSIKAN PASAR MODAL DALAM PEREKONOMIAN KELAS XI IPS SMAN 1 MOJOKERTO Putri Fbrina Kasaomada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Blakang Sarana dan prasarana transportasi di suatu ngara mmpunyai pranan yang sangat pnting dalam pngmbangan suatu kawasan trtntu, baik konomi, sosial, budaya dan sbagainya.

Lebih terperinci

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR ALAT PERAGA FISIKA ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR I. PENDAHULUAN 1. Latar Blakang Trkadang di waktu snggang srang siswa tatkala kbanyakan mrka mnggunakannya untuk brmalas-malasan, mlakukan hal yang tak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI. MICRO BUBBLE GENERATOR Micro Bubbl Gnrator (MBG) mrupakan suatu alat yang difungsikan untuk mnghasilkan glmbung udara dalam ukuran mikro, yaitu glmbung dngan diamtr 00 μm []. Aplikasi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS Siti Ainur Rohmah, Sutarman dan Lia Yuliati Jurusan Fisika,

Lebih terperinci

FUNGSI DOMINASI ROMAWI PADA LINE GRAPH

FUNGSI DOMINASI ROMAWI PADA LINE GRAPH Bultin Ilmiah Mat. Stat. dan Trapannya (Bimastr) Volum 04, No. 2 (2015), hal 119 126. FUNGSI DOMINASI ROMAWI PADA LINE GRAPH Ysi Januarti, Mariatul Kiftiah, Nilamsari Kusumastuti INTISARI Himpunan D disbut

Lebih terperinci

KAJIAN AWAL MEKANISME REAKSI ELEKTROLISIS NaCl MENJADI NaClO 4 UNTUK MENENTUKAN TAHAPAN REAKSI YANG EFEKTIF DARI PROSES ELEKTROLISIS NaCl

KAJIAN AWAL MEKANISME REAKSI ELEKTROLISIS NaCl MENJADI NaClO 4 UNTUK MENENTUKAN TAHAPAN REAKSI YANG EFEKTIF DARI PROSES ELEKTROLISIS NaCl KAJIAN AWAL MEKANISME REAKSI ELEKTROLISIS NaCl MENJADI NaClO 4 UNTUK MENENTUKAN TAHAPAN REAKSI YANG EFEKTIF DARI PROSES ELEKTROLISIS NaCl Bayu Prianto Pnliti Bidang Matrial Dirgantara Abstrak Amonium prklorat

Lebih terperinci

PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA

PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA Wahyuni, N.N.S 1, Warditiani, N.K. 1, Lliqia, N.P.E. 1 1 Jurusan Farmasi Fakultas Matmatika Dan Ilmu Pngtahuan Alam Univrsitas Udayana Korspondnsi: Ni

Lebih terperinci

Alur Berpikir Materi dan Metode Kaderisasi dalam Sebuah Organisasi di ITB dengan Metode Graf Berarah

Alur Berpikir Materi dan Metode Kaderisasi dalam Sebuah Organisasi di ITB dengan Metode Graf Berarah Alur Brpikir Matri an Mto Karisasi alam Suah Organisasi i ITB ngan Mto Gra Brarah Muhamma Ikhsan (1351106) Program Stui Tknik Inormatika Skolah Tknik Elktro an Inormatika Institut Tknologi Banung, Jl.

Lebih terperinci