LOGIKA DAN BUKTI. Drs. C. Jacob, M.Pd

dokumen-dokumen yang mirip
KUANTIFIER Drs. C. Jacob, M.Pd Dalam Bagian 1 kita menentukan kalimat. P(x): x 2 5x + 6 = 0. Untuk setiap x, x 2 5x + 6 = 0.

MATERI 1 PROPOSITIONAL LOGIC

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 2 September 2007 Pertemuan-1-2 1

BAB I DASAR-DASAR LOGIKA

DASAR-DASAR LOGIKA. Pertemuan 2 Matematika Diskrit

TABEL KEBENARAN. Liduina Asih Primandari, S.Si.,M.Si. P a g e 8

Logika Informatika. Bambang Pujiarto

Proposition Logic. (Logika Proposisional) Bimo Sunarfri Hantono

Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)

BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?

LOGIKA PROPOSISI. Bagian Keempat : Logika Proposisi

MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA

TEKNIK BUKTI: I Drs. C. Jacob, M.Pd

LOGIKA INFORMATIKA. Bahan Ajar

Logika. Apakah kesimpulan dari argumen di atas valid? Alat bantu untuk memahami argumen tsb adalah Logika

LOGIKA PROPOSISI 3.1 Proposisi logika proposisional. Contoh : tautologi yaitu proposisi-proposisi yang nilainya selalu benar. Contoh 3.

Teknik Informatika POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT BY: VJ REFERENSI: UNIV TRUNOJOYO & PTIIK

BAB 3 TABEL KEBENARAN

Berpikir Komputasi. Sisilia Thya Safitri, MT Citra Wiguna, M.Kom. 3 Logika Proposisional (I)

Logika hanya berhubngan dengan bentukbentuk logika dari argumen-argumen, serta penarikan kesimpulan tentang validitas dari argumen tersebut.

Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa p q = q p.

Definisi 2.1. : Sebuah pernyataan yang bernilai benar atau salah disebut dengan proposisi (proposition)

2.1. Definisi Logika Proposisi Logika proposisi Atomic proposition compound proposition

Dasar-dasar Logika. (Review)

MODUL 3 OPERATOR LOGIKA

LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan

Logika Proposisional Ema Utami STMIK AMIKOM Yogyakarta

LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN

KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks

BAB IV LOGIKA A. Pernyataan B. Operasi uner

SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI. Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012

LOGIKA Pendidikan Teknik Informatika

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 2 September 2007 Pertemuan-1-2 1

Konvers, Invers dan Kontraposisi

BAB III PENALARAN KONDISIONAL. A. Bentuk Umum dan Struktur Pernyataan Kondisional. Penalaran kondisional berhubungan dengan pernyataan: Jika...

Hukum-hukum Logika 2/8/ Hukum komutatif: p q q p p q q p. 8. Hukum asosiatif: p (q r) (p q) r p (q r) (p q) r

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

Logika. Arum Handini Primandari, M.Sc. Ayundyah Kesumawati, M.Si.

MAKALAH RANGKUMAN MATERI LOGIKA MATEMATIKA : NURHIDAYAT NIM : DBC

Unit 5 PENALARAN/LOGIKA MATEMATIKA. Wahyudi. Pendahuluan

Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.

Materi Kuliah IF2091 Struktur Diskrit. Pengantar Logika. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Informatika STEI - ITB

BAHAN KULIAH LOGIKA MATEMATIKA

PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Matematika diskrit Bagian dari matematika yang mempelajari objek diskrit.

REPRESENTASI PENGETAHUAN. Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M. Kom

PEMBAHASAN. Teorema 1. Tidak ada bilangan asli N yang lebih besar dari semua bilangan bulat lainnya.

1 INDUKSI MATEMATIKA

Matematika Industri I

LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

LOGIKA INFORMATIKA. Bahan Ajar

Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1

Refreshing Materi Kuliah Semester Pendek 2010/2011. Logika dan Algoritma. Heri Sismoro, M.Kom.

Modul ke: Logika Matematika. Proposisi & Kuantor. Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO. Program Studi SISTEM INFORMASI.

Materi 4: Logika. I Nyoman Kusuma Wardana. STMIK STIKOM Bali

Selamat Datang. MA 2151 Matematika Diskrit. Semester I, 2012/2013. Rinovia Simanjuntak & Edy Tri Baskoro

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

LOGIKA MATEMATIKA. (Pembelajaran Matematika SMA) Oleh: H. Karso

LOGIKA INFORMATIKA PROPOSITION LOGIC. Materi 1. Proposition Sentences Notation Interpretation Exercise

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements).

LOGIKA Matematika Industri I

PERTEMUAN 3 DASAR-DASAR LOGIKA

LOGIKA. Kegiatan Belajar Mengajar 1

Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.

LOGIKA INFORMATIKA PROPOSITION LOGIC. Materi-2. Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta

BAB 6 EKUIVALENSI LOGIS

BAB 4 PROPOSISI. 1. Pernyataan dan Nilai Kebenaran

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

KALKULUS PERNYATAAN. Totologi & Kontradiksi. Tingkat Kekuatan Operator. Tabel Kebenaran 9/30/2013. Nur Insani, M.Sc

LOGIKA. Arum Handini Primandari

REPRESENTASI PENGETAHUAN

B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

B. Proposisi (Pernyataan) yaitu kalimat yang mempunyai nilai salah atau benar tetapi tidak sekaligus keduanya

LOGIKA DAN PEMBUKTIAN

BAB I LOGIKA MATEMATIKA

Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Selamat Datang. MA 2251 Matematika Diskrit. Semester II, 2016/2017. Rinovia Simanjuntak & Saladin Uttunggadewa

BAB 6 ALJABAR BOOLE. 1. Definisi Dasar MATEMATIKA DISKRIT

Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA. 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

Pernyataan dan Kata Hubung Pernyataan Majemuk

Blaise Pascal logika pernyataan atau proposisi logika penghubung atau predikat

PERNYATAAN (PROPOSISI)

BAB I1 : DASAR-DASAR LOGIKA

Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

Matematika Diskrit LOGIKA

IMPLEMENTASI STRATEGI PERLAWANAN UNTUK PEMBUKTIAN VALIDITAS ARGUMEN DENGAN METODE REDUCTIO AD ABSURDUM

NEGASI KALIMAT DAN KALIMAT MAJEMUK (Minggu ke-3)

Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.

Silogisme Hipotesis Ekspresi Jika A maka B. Jika B maka C. Diperoleh, jika A maka C

- Mahasiswa memahami dan mampu membuat kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat

Logika. Modul 1 PENDAHULUAN

Pengantar Logika. Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat UIGM

LOGIKA MATEMATIKA. Pernyataan

Matematika Diskrit. Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T Prodi Teknik Informatika UNIKOM

Selamat datang di Perkuliahan LOGIKA MATEMATIKA Logika Matematika Teori Himpunan Teori fungsi

Perangkai logika / operator digunakan untuk mengkombinasikan proposisi-proposisi atomik menjadi proposisi majemuk. Untuk menghindari kesalahan tafsir

Transkripsi:

LOGIKA DAN UKTI Drs. C. Jacob, M.Pd Email: cjacob@upi.edu Untuk mampu mengerti matematika dan argumen matematis perlu memiliki suatu pengertian mendalam logika dan cara di mana mengenal fakta-fakta yang dapat dikombinasikan untuk membuktikan fakta-fakta baru. Meskipun banyak orang memandang dirinya sebagai pemikir logis, pola-pola berpikir dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari hanya sugestif dan tidak secara total tepat untuk ketelitian yang diperlukan dalam matematika. Dalam bagian awal kita melihat dengan tepat pada aturan-aturan logika dan cara di mana argumen matematis dikonstruk. agian 1 menyajikan konektif logis yang memungkinkan kita untuk membangun pernyataan majemuk dari pernyataan sederhana. Dalam agian 2 kita mendiskusikan peranan kuantifier. Dalam agian 3 dan 4 kita menganalisis struktur bukti matematis dan mengilustrasikan berbagai teknik bukti dengan pengertian soal-soal. agian 1 KONEKTIF LOGI ahasa matematika terutama memuat kalimat deklaratif. Jika suatu kalimat dapat diklasifikasikan benar atau salah, maka kalimat ini disebut suatu pernyataan (statement) atau proposisi (proposition) atau asersi (assertion). uatu pernyataan (atau proposisi atau asersi) adalah suatu formasi linguistik yang memiliki sifat benar atau salah (principle of the excluded middle). enar dan salah disebut nilai kebenaran (truth value) dari proposisi yang dinyatakan dengan dan, secara berturut-turut.

CONTOH 1.1: Perhatikan proposisi berikut. (a) 5 adalah suatu bilangan prim. (b) 3 adalah suatu pembagi dari 7. (c) 3 + 5 = 9. Proposisi (a) memiliki nilai kebenaran, sedangkan (b) dan (c) memiliki nilai kebenaran. elanjutnya, (d) bukan proposisi, karena adanya nilai kebenaran hanya jika setelah nilai x ditentukan. uatu ekspresi (expression) disebut bentuk proposisional ( propositioal form ) atau predikat ( predicate ). Jika A 1 dan A 2 adalah proposisi, maka secara gramatis dapat digabung untuk membentuk proposisi baru: bukan A 1 (not A 1 ); A 1 dan A 2 ( A 1 and A 2 ); A 1 atau A 2 ( A 1 or A 2 ); Jika A 1, maka A 2 ( if A 1, then A 2 ); A 1 jika dan hanya jika A 2 ( A 1 if and only if A 2 ) yang nilai kebenarannya hanya bergantung pada nilai kebenaran proposisi parsial yang terjadi (prinsip ekstensionalitas logika proposisional) (principle of extensionality of propositional logic). Nilai kebenaran dari proposisi majemuk ditentukan dengan fungsi kebenaran klasik. non(a 1 ): not A 1 ( bukan A 1 ); et(a 1, A 2 ): A 1 and A 2 ( A 1 dan A 2 ); vel(a 1, A 2 ): A 1 or A 2 in the non-exclusive sense, that is A 1 or A 2 or both ( A 1 atau A 2 dalam pengertian non-eksklusif, yaitu, A 1 atau A 2 atau kedua-duanya ; seq(a 1, A 2 ): if A 1, then A 2 ( jika A 1, maka A 2 ); aeq(a 1, A 2 ): A 1 if and only if A 2 ( A 1 jika dan hanya jika A 2 ). A 1 non A 1 A 2 et vel seq aeq

CONTOH 1.2: Jika A 1 memiliki nilai kebenaran dan A 2 memiliki nilai kebenaran, maka proposisi majemuk (dalam urutan yang diberikan) memiliki nilai,,,, (Lihat tabel di atas). elanjutnya proposisi dapat dibentuk dengan proposisi majemuk (misalnya, et(non(vel(a 1, A 2 ),seq(a 1, A 2 ))).Untuk representasi dan investigasi proposisi diperkenalkan ekspresi proposisional, yang dapat dinyatakan sama seperti dengan ekspresi aritmetika. imbol-simbol fundamental seperti konstan adalah:, ; variabel proposisional: p 1, p 2, ; operasi uner (unary operation): ~ kadang-kadang dinyatakan dengan atau lainnya); operasi biner (binary operation):,,, ; selanjutnya disebut konjunksi, disjunksi, implikasi, biimplikasi (ekuivalensi) secara berturut-turut dan symbol teknis: (.). CONTOH 1.3: etiap barisan symbol yang hanya memuat variabel proposisional atau suatu konstan adalah suatu ekspresi (expression). CONTOH 1.4: Jika H 1 dan H 2 adalah ekspresi, maka ~ H 1, (H 1 H 2 ), (H 1 H 2 ), (H 1 H 2 ), dan (H 1 H 2 ) adalah juga ekspresi. uatu barisan symbol adalah suatu ekspresi hanya jika dengan alasan seperti CONTOH 1.3 dan CONTOH 1.4. CONTOH 1.5: H 1 = ((p 1 p 2 ) ~ p 3 ), H 2 = ((p 1 ~ p 3 ) ~ (p 1 p 2 )). uatu ekspresi yang dimulai dengan symbol ~ disebut suatu negasi; jika H (H 1 o H 2 ), di mana H 1 dan H 2 adalah ekspresi dan o adalah salah satu operasi dari,,, atau, maka H disebut suatu konjunksi, disjunksi, implikasi, atau ekuivalensi, secara berturut-turut. Kata-kata seperti: tidak, dan, atau, jika, maka, jika dan hanya jika disebut konektif logis ( logical connectives ) atau konektif sentensial ( sentential connectives ). Penggunaannya dalam penulisan matematis adalah serupa dengan (tetapi tidak identik dengan) penggunaannya

dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menghindari setiap ambiguitas yang mungkin terjadi, kita akan melihat dengan teliti pada menentukan ketepatan makna matematisnya. Misal p adalah suatu pernyataan yang diberikan. Maka ~ p (dibaca bukan p) menyatakan negasi p. Apabila p enar (), maka ~ p adalah alah (); apabila p adalah, maka ~ p adalah. uatlah suatu rangkuman dalam suatu tabel nilai kebenaran sebagai latihan. CONTOH 1.6: Misal p, q, dan r dinyatakan sebagai berikut: p: Hari ini adalah Minggu. q: Lima adalah bilangan genap. r: Himpunan bilangan bulat adalah countable. Maka negasinya dapat ditulis sebagai ~ p: Hari ini adalah bukan Minggu. ~ q: Lima adalah bukan bilangan genap. atau Lima adalah bilangan ganjil. ~ r: Himpunan bilangan bulat adalah tidak countable. atau Himpunan bilangan bulat adalah uncountable. Konektif dan digunakan dalam logika dalam cara yang sama seperti dalam bahasa biasa. Jika p dan q adalah pernyataan, maka pernyataan p dan q disebut konjunksi p dan q dan dinyatakan dengan p q adalah hanya apabila p dan q keduaduanya ; dan sebaliknya adalah. Kalimat p q disebut kalimat konjunktif (conjunctive sentences), sedangkan p adalah salah satu konjunk (conjunct); q konjunk lainnya.

Konektif atau digunakan untuk membentuk suatu suatu pernyataan majemuk dikenal sebagai suatu disjunksi. Kata atau memiliki dua makna: atau inklusif (inclusive or) dan atau eksklusif (exclusive or). Kalimat p q disebut kalimat disjunktif (disjunctive sentences); sedangkan masing-masing p dan q disebut disjunk (disjunct). Perhatikan CONTOH 1.7. CONTOH 1.7: (a) aya pergi ke Jakarta atau urabaya. Makna yang diharapkan adalah Jakarta atau urabaya tetapi bukan kedua-duanya. Ini dikenal sebagai makna atau eksklusif. (b) aya mau makan nasi goreng atau minum cocacola. Makna yang diharapkan adalah kedua-duanya. Ini dikenal sebagai makna atau inklusif. Makna inklusif ini hanya merupakan cara kata atau yang digunakan dalam logika. ehingga, jika kita menyatakan disjunksi p atau q dengan p q. uatlah rangkuman dalam suatu tabel nilai kebenaran dari CONTOH 1.7(a) dan 1.7(b) sebagai latihan. uatu pernyataan berbentuk jika p, maka q disebut suatu pernyataan implikasi atau kondisional (implication or conditional statement). Pernyataan-jika p dalam implikasi disebut anteseden (antecedent) dan pernyataan-maka q dalam implikasi disebut konsekuen (consequent). Untuk menentukan pada suatu tabel nilai kebenaran yang tepat, perhatikan CONTOH 1.8 berikut. CONTOH 1.8: Jika hujan berhenti pada hari Minggu, maka aya pergi bermain tenis. Jika seorang teman membuat suatu pernyataan seperti ini, di bawah situasi apa anda dapat menyebutnya sebagai seorang pembohong? Tentu, jika hujan berhenti dan ia tidak pergi main tenis, maka ia tidak menceritakan kebenaran. Tetapi apa yang terjadi jika hujan tidak berhenti? Ia tidak dapat mengatakan apa yang ia

lakukan kemudian sehingga apakah ia pergi atau tidak pergi bermain tenis adalah benar. Meskipun dapat disarankan bahwa interpretasi lain yang membuat pengertian sama baiknya, namun matematisi telah sepakat bahwa suatu implikasi dapat disebut alah () hanya apabila anteseden enar () dan konsekuen alah (). Jika kita menyatakan implikasi jika p, maka q dengan p q ; maka dapat diperoleh tabel nilai kebenarannya. uatlah tabel kebenaran implikasi p q sebagai latihan. Ini penting untuk mengenal bahwa penulisan matematis,pernyataan kondisional dapat menyamar dalam berbagai bentuk ekuivalen sebagai berikut: jika p, maka q (if p, then q) jika p, q (if p, q) p mengakibatkan q (p implies q) p hanya jika q (p only if q) bukan p kecuali kalau q (not p unless q) q jika p (q if p) jika bukan q, maka bukan p (if not q, then not p) q ditentukan p (q provided p) q bilamana p (q whenever p) p adalah suatu kondisi cukup untuk q (p is a sufficient condition for q) q adalah suatu kondisi perlu untuk p (q is necessary condition for p) Marilah kita memperhatikan beberapa contoh berikut. CONTOH 1.9: (a) p: x = 3 q: x 2 = 9 Jika p, maka q: Jika x = 3, maka x 2 = 9. (b) p: PQR adalah suatu parallelogram q: PQ R

q bilamana p: PQ R bilamana PQR adalah suatu parallelogram. (c) p: x + 4 = 11. q: x = 7. p hanya jika q: x + 4 = 11 hanya jika x = 7. (d) p: egitiga AC dan DEF adalah sebangun. q: egitiga AC dan DEF adalah kongruen. p adalah suatu kondisi perlu tetapi tidak cukup untuk q benar: egitiga AC dan DEF sebangun adalah suatu kondisi perlu tetapi tidak cukup untuk segitiga AC dan DEF kongruen benar. Pernyataan p jika dan hanya jika q adalah konjunksi dari dua implikasi p q dan q p. uatu pernyataan dalam bentuk ini adalah biimplikasi (biimplication) atau ekuivalensi (equivalence), dan dinyatakan dengan p q. Tabel kebenaran untuk ekuivalensi dapat diperoleh dengan menganalisis pernyataan majemuk: (p q) (q p) (p q). CONTOH 1.10: Tabel kebenaran ekuivalensi (p q) (q p) (p q). olusi: p q p q q p (p q ) (q p)

CONTOH 1.11: Konstruk suatu tabel kebenaran untuk masing-masing pernyataan majemuk berikut. (a) ~ ( p q ) [ ( ~ p ) (~ q ) ] (b) ~ ( p q ) [ ( ~ p ) (~ q ) ] (c) ~ ( p q) [ p ( ~ q) ] olusi (a) p q ~ (p q) [(~ p) (~q)] (b) p q ~ (p q) [(~ p) (~q)] p q ~ (p q) [p (~q)]

(c) CONOTOH 1.12: Gunakan tautology dalam CONTOH 1.11 untuk menulis suatu negasi dari masing-masing pernyataan berikut. (a) Tujuh adalah bilangan prim atau 2 + 2 = 4. (b) Jika M bounded, maka M kompak. (c) Jika mawar merah dan jingga adalah biru, maka aya lulus ujian. Kerjakan sebagai latihan

LATIHAN 1 1. Tulis negasi dari masing-masing pernyataan berikut. (a) Himpunan bilangan real adalah finit. (b) Tujuh adalah prim atau lima adalah genap. (c) M adalah suatu matriks orthogonal. (d) Jika x = 5, maka f(x) = 2. (e) Hari ini adalah Minggu atau hujan turun. 2. Identifikasi anteseden dan konsekuen dalam masing-masing pernyataan. (a) Normalitas adalah suatu kondisi cukup untuk regularitas. (b) Anda dapat mendaki gunung hanya jika memiliki keberanian. (c) Dua matriks simetrik real adalah kongruen jika mereka memiliki rank sama dan tanda yang sama. (d) uatu barisan real adalah Cauchy hanya jika konvergen. (e) f(x) = 5 ditetapkan bahwa x > 3. 3. Konstruk suatu tabel kebenaran untuk masing-masing pernyataan bentuk. (a) p ~ q (b) [ p (p q)] q (c) [ p (q ~ q)] ~ p (d) ~ p q (e) [~ q (p q)] ~ p 4. Gunakan tabel kebenaran memeriksa bahwa masing-masing yang berikut adalah suatu tautology. agian (a) dan (b) disebut hukum komutatif, bagian (c) dan (d) disebut hukum asosiatif, bagian (e) dan (f) disebut hukum distributif. (a) (p q) (q p) (b) (p q) (q p) (c) [p (q r)] [(p q) r] (d) [p (q r)] [(p q) r] (e) [p (q r)] [(p q) (p r)] (f) [p (q r)] [(p q) (p r)]