PROGRAMA INTEGER 10/31/2012 1

dokumen-dokumen yang mirip
Integer Programming (Pemrograman Bulat)

II LANDASAN TEORI. suatu fungsi dalam variabel-variabel. adalah suatu fungsi linear jika dan hanya jika untuk himpunan konstanta,.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 PROGRAM INTEGER. Program linear merupakan metode matematika untuk mengalokasikan sumber

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

A. Model Program Linear

PROGRAMA INTEGER. Model Programa Linier : Maks. z = c 1 x 1 + c 2 x c n x n

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

12/15/2014. Apa yang dimaksud dengan Pemrograman Bulat? Solusi yang didapat optimal, tetapi mungkin tidak integer.

PENERAPAN METODE BRANCH AND BOUND DALAM PENYELESAIAN MASALAH PADA INTEGER PROGRAMMING

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

SOFTWARE LINDO I KOMANG SUGIARTHA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

INTEGER PROGRAMMING. Rudi Susanto, M.Si

BAB 3 LINEAR PROGRAMMING

METODE SIMPLEKS MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-3. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

SD kelas 4 - MATEMATIKA PECAHAN (K13 REVISI 2016)UJI KOMPETENSI PECAHAN (K13 REVISI 2016)

Team Dosen Riset Operasional Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN... LEMBAR PERNYATAAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL...

APLIKASI PROGRAM LINIER MENGGUNAKAN LINDO PADA OPTIMALISASI BIAYA BAHAN BAKU PEMBUATAN ROKOK PT. DJARUM KUDUS

Bab 2 LANDASAN TEORI

METODE SIMPLEKS MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-5

Modul 8. PENELITIAN OPERASIONAL INTEGER PROGRAMMING. Oleh : Eliyani PROGRAM KELAS KARYAWAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

PENERAPAN METODE BRANCH AND BOUND (B&B)DALAM MENENTUKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM PENJUALAN TEMPE

III RELAKSASI LAGRANGE

TENTUKAN MODEL MATEMATISNYA!

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perencanaan Produksi

BAB III PEMBAHASAN. linear yang dinyatakan dengan fungsi tujuan dan fungsi kendala yang memiliki

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Penyusun: Ade Vicidian Sugiharto Putra ( ) Pembimbing II: Yudhi Purwananto, S.Kom, M.Kom. Victor Hariadi, S.Si, M.Kom.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Konsep Primal - Dual

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Program Integer. Riset Operasi TIP FTP UB

KOMBINASI PERSYARATAN KARUSH KUHN TUCKER DAN METODE BRANCH AND BOUND PADA PEMROGRAMAN KUADRATIK KONVEKS BILANGAN BULAT MURNI

OPTIMASI PEMOTONGAN BALOK KAYU DENGAN POLA PEMOTONGAN SATU DIMENSI MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKIT KOLOM (COLUMN GENERATION TECHNIQUE) SKRIPSI

Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Linier Programming and Integer Programming dengan

APLIKASI PENJADWALAN RUANG KULIAH DENGAN METODE INTEGER LINEAR PROGRAMMING PADA FTIF ITATS

sejumlah variabel keputusan; fungsi yang akan dimaksimumkan atau diminimumkan disebut sebagai fungsi objektif, Ax = b, dengan = dapat

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN TEORI. masalah fuzzy linear programming untuk optimasi hasil produksi pada bab

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

Aplikasi Integer Linear Programming (Ilp) untuk Meminimumkan Biaya Produksi pada Siaputo Aluminium

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Ardaneswari D.P.C., STP, MP.

RISET OPERASIONAL MINGGU KE-2. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si. Linier Programming: Formulasi Masalah dan Model

MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 2 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]

Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE)

PEMROGRAMAN LINEAR I KOMANG SUGIARTHA

BAB II METODE SIMPLEKS

SD kelas 4 - MATEMATIKA BAB 4. PECAHANLatihan Soal 4.2

PENYELESAIAN MASALAH PEMROGRAMAN LINIER BILANGAN BULAT MURNI DENGAN METODE REDUKSI VARIABEL

PENERAPAN METODE BRANCH AND BOUND DALAM MENENTUKAN JUMLAH PRODUKSI OPTIMUM PADA CV. XYZ. Angeline, Iryanto, Gim Tarigan

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV PROGRAMA LINIER : METODE GRAFIK

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Graf Definisi 1 (Graf, Graf Berarah dan Graf Takberarah) 2.2 Linear Programming

PENERAPAN BRANCH AND BOUND ALGORITHM DALAM OPTIMALISASI PRODUKSI ROTI

OPT.IMASI ALAT ANGKUT PENGIRIMAN BERAS (Studi Kasus pada PT. Umbul Berlian Semarang)

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LINEAR PROGRAMMING. Pembentukan model bukanlah suatu ilmu pengetahuan tetapi lebih bersifat seni dan akan menjadi dimengerti terutama karena praktek.

BAB 2 MODEL PERSOALAN LOKASI FASILITAS BERKAPASITAS

PENELITIAN OPERASIONAL

Fungsi kendala tidak hanya dibentuk oleh pertidaksamaan tetapi juga oleh pertidaksamaan dan/atau persamaan =. Fungsi kendala dengan pertidaksamaan

kita menggunakan variabel semu untuk memulai pemecahan, dan meninggalkannya setelah misi terpenuhi

MATEMATIKA EKONOMI 1 HIMPUNAN BILANGAN. Dosen : Fitri Yulianti, SP. MSi

Teknik Riset Operasi. Oleh : A. AfrinaRamadhani H. Teknik Riset Operasi

PERTIDAKSAMAAN RASIONAL. Tujuan Pembelajaran

Metode Simpleks M U H L I S T A H I R

Program Integer. Riset Operasi TIP FTP UB

INTEGER PROGRAMMING. Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc.

APLIKASI ALGORITMA BRANCH AND BOUND UNTUK MENYELESAIKAN INTEGER PROGRAMMING. Enty Nur Hayati Dosen Fakultas Teknik Universitas Stikubank Semarang

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) METODE STOKASTIK OLEH : KHAMALUDIN, S.T., M.T.

Perhatikan model matematika berikut ini. dapat dibuat tabel

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAGIAN III OPTIMASI DENGAN SOLVER

PENELITIAN OPERASIONAL PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENYELESAIAN PROGRAM BILANGAN BULAT CAMPURAN DUA KRITERIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND CUT SKRIPSI TAUFIK HIDAYAT RITONGA

TEORI PGB. KEPUTUSAN MAKSIMASI & MINIMASI

APLIKASI PROGRAM INTEGER PADA PERUMAHAN BUMI SERGAI DI SEI RAMPAH

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #8 Ganjil 2016/2017 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

OPTIMALISASI HASIL PRODUKSI TAHU DAN TEMPE MENGGUNAKAN METODE BRANCH AND BOUND (STUDI KASUS: PABRIK TEMPE ERI JL. TERATAI NO.

Transkripsi:

PROGRAMA INTEGER 10/31/2012 1

Programa linier integer (integer linear programming/ilp) pada intinya berkaitan dengan program-program linier dimana beberapa atau semua variabel memiliki nilai-nilai integer (bulat) atau diskrit. Sebuah ILP dikatakan bersifat campuran atau murni bergantung pada apakah beberapa atau semua variabel tersebut dibatasi pada nilai-nilai integer. Kondisi nyata di lapangan justru adalah dalam bentuk ini. Kita hanya berbicara jumlah kursi sebagai kesatuan (6 atau 25 buah, tidak berupa pecahan 6,25 atau 25,8 buah). Teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan program integer salah satunya adalah dengan metode Branch & Bound : (1) Branch-ing (atau pencabangan): untuk mencoba kedua kemungkinan jawaban integer, misal diperoleh X1 = 3,45 ~ berarti kita buatkan 2 pencabangan (program baru dengan tambahan fungsi pembatas baru pada masing-masingnya, yaitu X1 < 3 dan X1 > 4). (2) Bound-ing (atau pembatasan): memilih salah satu cabang yang memberikan jawaban ke arah yang diinginkan (maksimasi atau minimasi). 10/31/2012 2

Pendekatan Pembulatan Masalah 1 Z Maks = 100 X1 + 90 X2 10 X1 + 7 X2 70 5 X1 + 10 X2 50 X1, X2 0 Masalah 2 Z Min = 200 X1 + 400 X2 10 X1 + 25 X2 70 3 X1 + 2 X2 50 X1, X2 0 Masalah 3 Z Maks = 80 X1 + 100 X2 4 X1 + 2 X2 12 X1 + 5 X2 15 X1, X2 0 10/31/2012 3

Perbandingan antara solusi dengan metode simpleks tanpa pembatasan bilangan bulat, pembulatan bilangan bulat terdekat dan solusi integer Masalah Simpleks biasa 1 X1 = 5,38 X2 = 2,31 Z = 746,15 2 X1 = 1,82 X2 = 3,27 Z = 1.672,73 3 X1 = 2,14 X2 = 1,71 Pembulatan X1 = 5 X2 = 2 Z = 680 X1 = 2 X2 = 3 Tak layak Integer X1 = 7 X2 = 0 Z = 700 X1 = 3 atau 5 X2 = 3 atau 2 Z = 1.800 10/31/2012 4 Z = 343 X1 = 2 X2 = 2 Tak layak X1 = 0 X2 = 3 Z = 300

Contoh 1 : Program 1 Max Z = 10X 1 + 8X 2 S/t 2X 1 + 3X 2 < 11 X 1 dan X 2 > 0 dan integer Program (1) adalah PL awal di atas, dicari solusinya (untuk 2 dimensi dapat digunakan cara grafik, untuk yang 3 atau lebih gunakan metode simpleks). Solusi awal (lihat grafiknya) : X1 = 5,5 ; X2 = 0 ; Z = 55 (solusi integer belum diperoleh karena X1 bernilai pecahan, walaupan Z sudah integer). Perlu dilakukan pencabangan ~ ada di program (2) dan (3). 10/31/2012 5

Grafik 1 10/31/2012 6

Program (2) : tambahan pembatas baru X1 < 5 Max Z = 10X 1 + 8X 2 S/t 2X 1 + 3X 2 < 11 X 1 < 5 Daerah fisibel adalah (0;0) - (5;0) - (5;0,3) - (3,7;0) Nilai Z maksimal ada di (5;0,3) = 52,4 ~ belum solusi integer - cabangkan ke program (4) dan (5) Pencabangan untuk tambahan pembatas X2 < 0 dan X2 > 1 Hasilnya lihat pada grafik 2 10/31/2012 7

Grafik 2 10/31/2012 8

Program (3) : Tambahan pembatas baru X1 > 6 Max Z = 10X 1 + 8X 2 S/t 2X 1 + 3X 2 < 11 X 1 > 6 Program ini tidak fisibel (tidak ada daerah jawaban) Caranya: masukkan pembatas (2) ke (1) ~ nilainya pasti lebih besar dari batas 11 Tidak perlu BOUND-ing, pencabangan sudah pasti harus dari program (2) tercabang ke program 4 dan 5 10/31/2012 9

Program (4) : Tambahan pembatas baru X2 < 0 Max Z = 10X 1 + 8X 2 S/t 2X 1 + 3X 2 < 11 X 1 < 5 X2 < 0 Solusinya adalah pada titik (5;0) dengan Z = 50 ~ solusi OPTIMAL 10/31/2012 10

Program (5) : Tambahan pembatas baru X2 > 1 Max Z = 10X 1 + 8X 2 S/t 2X 1 + 3X 2 < 11 X 1 < 5 X 2 > 1 Solusinya pada titik (4;1) dengan Z = 48 masih kalah dengan hasil program 4 Solusi program 4 dan 5 lihat grafik 3 10/31/2012 11

Grafik 3 10/31/2012 12

Bila digambarkan proses pencabangan/pembatasan untuk soal 1 adalah sebagai berikut: 10/31/2012 13

Contoh 2 Program (1) program asalnya Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 10/31/2012 14

Solusi program (1) ~ dengan grafik adalah : Daerah fisibel adalah (0;0) - (3;0) - (2,25;1,5) - dan (0;3) daerah yang diarsir Jawab optimal pada (2,25;1,5) dengan Z = 12,75 ~ namun belum integer, baik pada X1 maupun X2 Pencabangan dilakukan pada X2 karena nilai desimal dekat ke SETENGAH (0,5), selanjutnya buatkan program (2) dan (3) dengan tambahan fungsi pembatas baru X2 < 1 dan X2 > 2 10/31/2012 15

Program (2) : Tambahan pembatas baru X2 < 1 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X 2 < 1 10/31/2012 16

Grafik (baru) untuk program 2 dan 3 Daerah fisibel adalah (0;0) - (3;0) - (2,5;1) - dan (0;1) Z maksimal ada di (2,5;1) = 11,5 10/31/2012 17

Program (3) : Tambahan pembatas baru X2 > 2 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X2 > 2 Daerah fisibel adalah (0;2) - (1,5;2) - dan (0;3) Z maksimal ada di (1,5;2) = 12,5 Dari solusi program (2) dan (3) dilakukan bounding (pembatasan) dengan menetapkan bahwa pencabangan berikutnya adalah dari program (3) ~ buatkan program (4) dan (5) dasar bounding adalah nilai terbesar ~ bila kedua program fisibel Pencabangan baru adalah dengan menambahkan pembatas ke program 3 dengan X1 < 1 dan X1 > 2 10/31/2012 18

Program (4) : Ada tambahan pembatas baru X1 < 1 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X2 > 2 X 1 1 Program (5) : Ada tambahan pembatas baru X1 > 2 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X2 > 2 X1 > 2 Program (5) tidak fisibel, masukkan pembatas (3) dan (4) ke (2) ~ hasilnya tidak fisibel Dari gambar terlihat tidak ada daerah yang memenuhi syarat program 3 dan X1 > 2 10/31/2012 19

Grafik (baru): untuk program 4 Hasil program (4) adalah: Daerah fisibel adalah (0;2) - (1;2) - (1;2,3) - dan (0;3) Z maksimal pada (1;2,3) = 12,33 ~ belum integer Lakukan pencabangan baru dari program (4) ini menjadi program (6) dan (7) dengan menambahkan pembatas yang baru X2 < 2 dan X2 > 3 10/31/2012 20

Program (6) : Ada tambahan pembatas baru X2 < 2 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X 2 > 2 X 1 1 X 2 < 2 Solusi program (6) ini ada pada (1;2) dengan Z = 11 10/31/2012 21

Program (7) : Ada tambahan pembatas baru X2 > 3 Max Z = 3X 1 + 4X 2 S/t 2X 1 + X 2 < 6 2X 1 + 3X 2 < 9 X 2 > 2 X 1 1 X 2 > 3 Solusi untuk program (7) adalah pada (0;3) dengan Z = 12 >> SOLUSI OPTIMAL : integer X1 = 0, X2 = 3 Z = 12 10/31/2012 22

Bila dibuatkan diagran pencabangan dan pembatasannya hasilnya sebagai berikut: X1= 2,5 X2=1 X1= 1 X2= 2,3 X1= 1 X2= 2 X1= 2,25 X2= 1,5 X1= 0 X2= 3 X1= 1,5 X2= 2 10/31/2012 23