Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

dokumen-dokumen yang mirip
Gerak melingkar beraturan

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

Gambar 4.3. Gambar 44

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

Fisika Dasar I (FI-321)

Penggunaan Hukum Newton

Xpedia Fisika. Mekanika 03

1 Sistem Koordinat Polar

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

Fisika Dasar I (FI-321)

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Gerak Melingkar. K ata Kunci. Tujuan Pembelajaran

II. KINEMATIKA PARTIKEL

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

Fisika Dasar I (FI-321) Gravitasi

Fisika Dasar I (FI-321)

FIsika KTSP & K-13 HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI. K e l a s A. HUKUM GRAVITASI NEWTON

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

HUKUM GRAVITASI NEWTON

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM

BAB III. HUKUM GRAVITASI NEWTON F 21

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR

Solusi Pengayaan Matematika Edisi 9 Maret Pekan Ke-1, 2008 Nomor Soal: 81-90

BAB IV GERAK MELINGKAR BERATURAN

dimana merupakan kecepatan sudut. maka hubungan antara gaya sentripetal dan kecepatan sudut adalah berbanding lurus.

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

2 a 3 GM. = 4 π ( ) 3/ 2 3/ 2 3/ 2 3/ a R. = 1 dengan kata lain periodanya tidak berubah.

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

uranus mars venus bumi yupiter saturnus

Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.

MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

MAKALAH GRAVITASI UNIVERSAL. (Teori Geosentris dan Heliosentris, Hukum Kepler, Hukum Gravitasi Newton dan Tafsiran Newton Terhadap Hukum Kepler)

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

Teori Dasar Medan Gravitasi

Bab I Masalah Dua Benda

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

Soal-soal Responsi Semester Pendek Mekanika Gaya Sentral 2008

MEDAN LISTRIK STATIS

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS

Gerak Melingkar Pendahuluan

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

USAHA DAN ENERGI USAHA DAN ENERGI. Usaha. r r. Usaha dalam pengertian di Fisika sebanding dengan gaya dan perpindahan

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

PENERBIT ITB FISIKA DASAR I

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Sekolah Olimpiade Fisika

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

ATURAN-ATURAN DASAR GAMBAR TEKNIK

BAB 5 (Minggu ke 7) SISTEM REFERENSI TAK INERSIA

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

ELEKTROSTATIKA. : Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-1 CAKUPAN MATERI 1. MUATAN LISTRIK 2. HUKUM COULOMB

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL

BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS

Kompetensi Dasar. Uraian Materi Pokok

PASANG SURUT AIR LAUT DI PANTAI KOTA TEGAL Soebyakto, Hj. Zulfah dan Mustaqim ABSTRAK

MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum

Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS

Bab 2 Satelit Sebagai Benda Langit

GRAVITASI. Gambar 1. Gaya gravitasi bekerja pada garis hubung kedua benda.

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Tata Surya. mempelajari. Perbandingan Antara Planet.

IR. STEVANUS ARIANTO 1

REFLEKSI. Fisika SMA / MA Kelas XI

TINJAUAN PUSTAKA A. Perambatan Bunyi di Luar Ruangan

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

Fisika Umum (MA101) Kinematika Rotasi. Dinamika Rotasi

Komponen Struktur Tekan

Transkripsi:

Geak Melingka Gavitasi

Kinematika Geak Melingka Beatuan Sebuah benda yang begeak membentuk suatu lingkaan dengan laju konstan v dikatakan mengalami geak melingka beatuan. Besa kecapatan dalam hal ini tetap konstan, tetapi aah kecepatan teus beubah sementaa benda begeak dalam lingkaan.

Kaena pecepatan didefinisikan sebagai besa peubahan kecepatan, peubahan aah kecepatan menyebabkan pecepatan sebagaimana juga peubahan besa kecepatan. Dengan demikian, benda yang mengelilingi sebuah lingkaan teus dipecepat, bahkan ketika lajunya tetap konstan ( v1 = v = v )

Pecepatan didefinisikan sebagai a v v = 1 = v t t v t = peubahan kecepatan = selang waktu

Bila t mendekati nol, pesamaan ini akan lebih tepat. Kaena dengan demikian panjang busu l sama dengan panjang tali busu AB A Ө V1 l B V

Kaena kita ingin mendapatkan pecepatan sesaat, dimana t mendekati nol, sehingga menjadi pesamaan Untuk mendapatkan pecepatan sentipetal ar a v = = v t Dan kaena l / t adalah laju linie v dai benda itu v = v a R = v l l t

Rangkumannya, benda yang begeak membentuk suatu lingkaan dengan adius dan laju konstan v mempunyai pecepatan yang aahnya menuju pusat lingkaan ( gaya sentipetal ) dan besanya adalah v a = R Sehingga pecepatan ini begantung pada v dan

Untuk laju v yang lebih besa, semakin cepat pula kecepatan beubah aah, dan semakin besa adius, makin lambat kecepatan beubah aah. Vekto kecepatan menuju ke aah pusat lingkaan. Tetapi vekto kecepatan selalu menuju ke aah geak, yang tangensial tehadap lingkaan. Dengan demikian vekto kecepatan dan pecepatan tegak luus satu sama lain pada setiap titik di jalunya untuk geak melingka beatuan.

Geak melingka seing dideskipsikan dalam fekuensi f sebagai jumlah putaan pe sekon. Peiode T dai sebuah benda yang beputa membentuk lingkaan adalah waktu yang dipelukan untuk menyelesaikan satu putaan.

Peiode dan Fekuensi Dihubungkan dengan T = 1 f Sebagai contoh, jika sebuah benda beputa dengan fekuensi 3 putaan/sekon, satu putaan memelukan waktu 1/3 sekon. Untuk benda yang beputa membentuk lingkaan dengan laju konstan v, dapat kita tuliskan π v = T Kaena dalam satu putaan, benda itu menempuh satu keliling (=π)

Dinamika Geak Melingka Beatuan Menuut hukum Newton kedua, sebuah benda yang mengalami pecepatan haus memiliki gaya total yang bekeja padanya. Benda yang membentuk lingkaan, haus mempunyai gaya yang dibeikan padanya untuk mempetahankan geaknya dalam lingkaan itu. Dengan demikian dibutuhkan gaya total untuk membeinya pecepatan sentipetal.

Besa gaya yang dibutuhkan dapat dihitung dengan menggunakan hukum Newton keduauntuk komponen adial, ΣFR = mar, dimana ar adalah pecepatan sentipetal, ar = v²/, dan ΣFR adalah gaya total atau netto dalam aah adial: ΣF R = ma R = m v

Kaena ar diaahkan menuju pusat lingkaan pada setiap waktu, gaya total juga haus diaahkan ke pusat lingkaan. Gaya total dipelukan, kaena jika tidak ada yang dibeikan, benda tesebut tidak akan begeak membentuk lingkaan melainkan begeak pada gais luus.

Aah gaya total dengan demikian teus beubah, sehingga selalu diaahkan ke pusat lingkaan. Gaya ini seing disebut Gaya Sentipetal Yaitu gaya yang menuju ke pusat. Gaya sentipetal adalah gaya yang tidak mengindikasikan suatu jenis gaya yang bau

Ada kesalah pahaman bahwa benda yang begeak melingka mempunyai gaya ke lua yang bekeja padanya, yang disebut Gaya Sentifugal ( menjauhi pusat ) Hal ini tidak bena; tidak ada gaya yang kelua. Contohnya Pada sebuah bola di ujung tali yang anda puta. Gaya sentifugal tidak bekeja pada bola, bayangkan bila anda melepaskan tali. Jika ada gaya sentifugal, bola akan melayang ke lua. Tetapi kenyataannya bola melayang secaa tangensial.

Mobil yang Melewati Tikungan Satu contoh pecepatan sentipetal tejadi ketika sebuah mobil melewati tikungan. Kita akan measa tedoong ke lua. Tetapi yang tejadi adalah kita cendeung begeak dalam gais luus, sementaa mobil mulai mengikuti lintasan yang melengkung.

Untuk membuat kita begeak dalam lintasan yang melengkung, tempat duduk (gesekan) atau pintu mobil (kontak langsung) membeikan gaya kepada kita. Mobil itu memiliki gaya ke dalam yang dibeikan kepadanya jika begeak melengkung. Pada jalan yang ata, gaya ini dibeikan oleh gesekan antaa ban dan jalan. (meupakan gesekan statis selama ban tidak selip) Jika gaya gesekan tidak cukup besa, sepeti pada pada kondisi be-es, gaya yang cukup tidak bisa dibeikan dan mobil akan tegelinci kelua dai jalu melingkanya ke jalu yang lebih luus.

Geak Melingka tidak Beatuan Gaya melingka dengan laju konstan tejadi jika gaya total pada benda yang dibeikan menuju pusat lingkaan. Jika gaya total tidak di aahkan ke pusat, melainkan dengan sudut tetentu, gaya tesebut memiliki dua komponen. Komponen yang diaahkan menuju pusat lingkaan FR menyebabkan pecepatan sentipetal dan mempetahankan geak benda dalam lingkaan. komponen tangen Ftan, bekeja untuk menaikkan atau menuunkan laju dan dengan demikian menghasilkan komponen pecepatan yang meupakan tangen tehadap lingkaan atan Ketika laju beubah, komponen tangensial dai gaya akan bekeja. F Ftan FR

Komponen tangensial dai pecepatan, atan sama dengan peubahan besa kecepatan benda: a tan v t pecepatan adial ( sentipetal ) muncul dai peubahan aah, kecepatan, dan dapat dinyatakan dengan = v a R =

Pecepatan tangensial selalu menunjuk ke aah tangen dai lingkaan dan meupakan aah geak ( paael tehadap v ) jika laju betambah. Jika laju bekuang, atan menunjuk aah yang antipaael tehadap v.

Dalam kedua kasus tesebut, atan dan ar selalu tegak luus satu dengan yang lainnya. Dan aah keduanya teus beubah sementaa benda begeak sepanjang jalu melingkanya. Pecepatan vekto totalnya, a, adalah jumlah keduanya a = atan + ar Kaena atan dan arselalu tegak luus satu dengan yang lain, besa a pada setiap saat adalah a = a tan + a R

Hukum Newton tentang Gavitasi Univesal Semua patikel di dunia ini menaik semua patikel yang lain dengan gaya bebanding luus dengan hasil kali massa patikel patikel itu dan bebanding tebalik dengan kuadat jaak di antaanya. Gaya ini bekeja sepanjang gais yang menghubungkan kedua patikel itu.

Besa gaya gavitasi dapat ditulis sebagai F = G m 1 m Nilai konstanta G yang diakui sekaang adalah G = 11 6,67 10 Nm / kg

Satelit dan Keadaan Tanpa Bobot Untuk satelit yang begeak dalam lingkaan, pecepatannya adalah v /. Gaya yang membeikan pecepatan ini kepada satelit adalah gaya gavitasi. Dan kaena satelit beada sangat jauh dai bumi, kita memakai pesamaan G mm E = m v

m adalah massa satelit. Pesamaan ini menghubungkan jaak satelit dai pusat bumi,, dengan lajunya,v. Hanya satu gaya gavitasi yang bekeja pada satelit, dan bahwa adalah jumlah adius bumi E ditambah ketinggian satelit di atas bumi, h : = E + h

Hukum Keple dan Sintesa Newton HukumKeplemengenai Geak Planet HukumKeplePetama planet Lintasan setiap planet mengelilingi matahai meupakan sebuah elips dengan matahai teletak pada salah satu fokusnya. matahai

Hukum Keple Kedua setiap planet begeak sedemikian sehingga suatu gais khayal yang ditaik dai matahai ke planet tesebut mencakup daeah dengan luas yang sama dalam waktu yang sama.

Hukum Keple Ketiga pebandingan kuadat peiode ( waktu yang dibutuhkan untuk satu putaan mengelilingi matahai ) dua planet yang mengitai matahai sama dengan pebandingan pangkat tiga jaak ata ata planet planet tesebut dai matahai. Dengan demikian, jika T1 dan T menyatakan peiode planet dan 1 dan menyatakan jaak ata ata meeka dai matahai, maka T T 1 = 1 3

Penuunan Hukum Keple Ketiga ΣF disubsitusikan ke Hukum Gavitasi Univesal, sehingga a pecepatan sentipetal, m M S G = 1 1 m 1 v 1 1

M1 1 v1 Ms = massa suatu planet = jaak ata ata dai matahai = lajuata atadiobit = massa matahai

Peiode T1 dai planet adalah waktu yang dipelukan untuk menyelesaikan satu obit, jaak yang sama dengan π1, keliling lingkaan. v Kita subtitusikan umus ini untuk v1 pada pesamaan di atas 1 = π T m M S π G 1 4 = m 1 1 1 1 T 1 1

Kita tuunkan pesamaan ini untuk planet1. Dengan T dan adalah peiode dan adius obit untuk planet kedua. Kaena sisi kanan pada kedua pesamaan sama kita dapatkan T1 /1 3 = T / 3 atau GM S T 3 4π = 3 1 1 = T T

Jenis Jenis Gaya pada Alam Adalah gavitasi dan elektomagnetic