BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS
|
|
|
- Ade Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 397 BAB 3 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS Penahkah anda melihat peti? atau penahkah anda tekejut kaena sengatan pada tangan anda ketika tangan menyentuh laya TV atau monito kompute? Peti meupakan peistiwa alam yang menimbulkan kilatan cahaya yang diikuti dengan suaa dahsyat di udaa. Apabila seseoang tesamba peti, maka tubuh oang tesebut akan tebaka. Peti dan sengatan pada TV/laya monito meupakan akibat yang ditimbulkan oleh listik statis. Pada Bab 3 ini akan dibahas tentang listik statis, medan listik dan potensial listik yang timbulkan oleh listik statis.
2 398 PETA KONSEP
3 399 Pa Syaat Untuk dapat mengeti pembahasan bab ini dengan baik, siswa sebaiknya telah mempelajai dan mengeti tentang masalah Gaya aksi eaksidan kinematika. Dalam segi matematika, siswa dihaapkan telah mengeti tentang vekto, pekalian vekto, seta makna tentang elemen panjang dan integal. Bebeapa penuunan umus dituunan dengan integal, namun demikian apabila ini diasa sulit maka siswa dapat mengambil hasil langsung penuunan umus tanpa haus mengikuti penuunan matematika secaa integal. ek kemampuan. Beapa besa dan gaya yang dialami oleh dua muatan yang sama +5, apabilakeduanya dipisahkan pada jaak 0 cm?. Apakah penyebab timbulnya medan listik? 3. tebuat dai apakah suatu kapasito? 4. Apa kegunaan kapasito? 3. Uaian dan contoh soal Listik statis dan dinamis meupakan matei akan yang dipelajai dalam bab ini. Listik statis adalah muatan listik yang tidak mengali. Pembahasan tentang listik statis meliputi tejadinya muatan listik, tejadinya gaya oulomb antaa dua muatan listik atauseing disebut sebagai inteaksi elektostatis, medan dan kuat medan listik, enegi potensial listik dan kapasito. 3. Muatan Listik hales Agustin oulomb ( ) adalah sajana Fisika Peancis petama yang menjelaskan tentang kelistikan secaa ilmiah. Pecobaan dilakukan dengan menggantungkan dua buah bola ingan dengan seutas benang suta sepeti dipelihatkan pada Gamba 3..a Gamba 3. hales A oulomb Sumbe gamba : http :// images.google.co.id
4 400 Selanjutnya sebatang kaet digosok dengan bulu, kemudian didekatkan pada dua bola kecil ingan yang digantungkan pada tali. Hasilnya adalah kedua bola tesebut tolak menolak (Gamba 3..b). Bebeapa saat kemudian bola dalam keadaan sepeti semula. Kedua bola tesebut juga akan tolak menolak apabila sebatang gelas digosok dengan kain suta dan kemudian didekatkan pada dua bola (Gamba 3..b). Apabila sebatang kaet yang telah digosok bulu didekatkan pada salah satu bola yang dan bola yang lain didekati oleh gelas yang telah digosok dengan kain suta, maka bola-bola tesebut saling taikmenaik (Gamba 3..c). Gamba 3. a. Kedua bola tidak b. Kedua bola bemuatan c.kedua bola bemuatan bemuatan sejenis tak sejenis Gejala-gejala di atas dapat diteangkan dengan mudah dengan konsep muatan listik. Dai gejala-gejala di atas tesebut jelas bahwa ada dua macam muatan listik. Benyamin Fanklin menamakan muatan yang ditolak oleh gelas yang digosok dengan kain suta disebut muatan posistif, sedangkan muatan yang ditolak oleh kaet yang digosok dengan bulu disebut muatan negatif Hukum oulomb Dai pecobaan yang telah dilakukan, oulomb menyimpulkan bahwa tedapat dua jenis muatan yaitu muatan positif dan negatif. Selain itu juga dipeoleh kuantitatif gaya-gaya pada patikel bemuatan oleh patikel bemuatan yang lain. Hukum oulomb menyatakan bahwa gaya taik-menaik atau tolak-menolak antaa dua patikel bemuatan bebanding langsung dengan pekalian besa muatan dan bebanding tebalik dengan kuadat jaak antaa kedua muatan tesebut
5 40 Gamba 3.3 Gaya antaa dua muatan listik Hukum oulomb pada dua patikel bemuatan dinyatakan dalam pesamaan sebagai F. F.. k (3.) F Gaya pada muatan oleh muatan F Gaya pada muatan oleh muatan jaak antaa dua muatan dan muatan k tetapan oulomb yang besanya tegantu pada sistem satuan yang digunakan. Pada sistem GS, gaya dalam dyne, jaak dalam cm., muatan dalam stat- oulomb. dyne.cm k stat coulomb ( ) Pada sistem MKS, gaya dalam Newton, jaak dalam mete, muatan dalam oulomb. 9 Newton.m k 9.0 coulomb ( )
6 40 Selanjutnya, pesamaan-pesamaan listik akan lebih sedehana jika digunakan sistem MKS.. Untuk menghindai adanya fakto 4π, didefinisikan besaan lain yang tenyata kemudian bila telah dibicaakan tentang dielektikum, besaan ini meupakan pemitivitas hampa. - coulomb ε o 8,85.0 (3.) 4 π k Newton.m Gaya inteaksi (gaya oulomb) anta dua muatan dalam uang hampa atau udaa dapat dinyatakan sebagai F. (3.3) 4 πε o Pemitivitas medium lain umumnya lebih besa dai ε o dan dituliskan sebagai ε. Pebandingan antaa pemitivitas suatu medium dan pemitivitas hampa disebut tetapan dielektik (K). K ε atau ε K. ε o (3.4) ε o Jadi apabila dua buah muatan beinteaksi di suatu medium (bukan udaa atau uang hampa), inteaksi kedua muatan tesebut dapat dinyatakan sebagai F F. 4 πε (3.5a). (3.5b) 4 πε o K k K. F (3.5c) ontoh soal 3. : Di udaa tedapat buah muatan 0 μ dan 40 μ tepisah dalam jaak 0 cm. a. beapakah besa gaya inteaksi kedua muatan tesebut.
7 403 b. beapakah besa gaya yang dialami muatan 0 μ dan kemana aahnya? c. Apabila kedua muatan ditempatkan di suatu medium yang konstanta dielektikumnya 3. Beapakah gaya yang dialami oleh muatan 40 μ? Penyelesaian : 0 μ 0 x μ 40 x cm 0 x 0 - m k 9 x 0 9 N m / F. F. a. besanya gaya inteaksi kedua muatan adalah F. F.. k x 0 90 N x 0 ( x 0 x 0 ) 6 b. Besa dan aah gaya yang dialami oleh muatan 0 μ adalah gaya inteaksi yang diasakan oleh muatan 0 μ akibat adanya muatan 40 μ. Gaya yang sama besa juga dialami oleh akibat adanya muatan. Aah dai Gaya pada belawanan dengan aah gaya pada. Jadi besanya gaya pada adalah 90 N (sepeti pada pehitungan a) segais dengan gaya pada dengan aah menjauhi sepeti dipelihatkan pada gamba. c. Gaya yang dialami muatan apabila kedua muatan ditempatkan pada uangan dengan konstanta dielektikum 3 dapat dihitung dengan menggunakan pesamaan (3.5c)
8 404 k. K 90 N 3 30 N F Jadi gaya yang dialami adalah 30 N (/K dai gaya ketika kedua muatan beada di udaa) dalam aah menjauhi. ontoh soal 3.: Tiga buah muatan 5μ; - 0μ dan 3 40μ masingmasing ditempatkan pada titik-titik sudut segitga sama sisi. Panjang sisi segitiga tesebut adalah 30 cm. Beapakah gaya yang bekeja pada? Penyelesaian: adalah muatan positip dan adalah muatan negatif sehingga dan saling taik menaik. 3 adalah muatan positip sehingga dan 3 saling tolak menolak. F adalah gaya taikmenaik antaa dan sedangkan F 3 adalah gaya tolak menolak antaa dan 3. Aah gayagaya F dan F 3 adalah besaan vekto. F adalah esultan F dan F 3. Aah gaya-gaya F, F dan F 3 digambakan sebagai beikut : - F 3 F F Sudut antaa gaya F dan F 3 adala θ μ 5 x0-6
9 405-0 μ -0 x μ 40 x cm 30 x 0 - m k 9 x 0 9 N m / ditanyakan F. F F + F3 + FF3 cosθ F.. k x 0 50 N x 0 ( x 0 x 0 ) 6 F.3. 3 k x 0 00 N x 0 ( x 0 x 0 ) 6 F F + F + F F cosθ 50 86,6 N x50x00x cos0
10 Medan Listik Jika suatu muatan listik beada pada suatu titik, maka menuut hukum oulomb muatan lain disekeliling muatan mengalami gaya listik. Jadi dapat dikatakan bahwa tedapat medan listik di setiap titik di sekeliling muatan. Dapat dikatakan bahwa muatan listik adalah sumbe medan listik. Aah dai medan listik pada suatu tempat adalah sama dengan aah gaya yang dialami muatan uji positif di tempat itu. Jadi pada muatan positif, aah medan listiknya adalah aah adial menjauhi sumbe medan (aah kelua). Sedang pada muatan negatif aah medannya adalah aah adial menuju ke muatan tesebut (aah ke dalam). Medan listik dapat digambakan dengan gais-gais khayal yang dinamakan gais-gais medan (gais-gais gaya). Gais-gais medan listik tidak penah saling bepotongan, menjauhi muatan positif dan menuju ke muatan negatif. Apabila gais gayanya makin apat beati medan listiknya semakin kuat. Sebaliknya yang gais gayanya lebih enggang maka medan listiknya lebih lemah. Aah gais gaya muatan positif dan negatif dipelihatkan pada Gamba.4. Gamba.4a adalah ilustasi aah medan listik dengan sumbe medan muatan positif, sedangkan Gamba.4b adalah ilustasi aah medan listik dengan sumbe medan muatan negatif. (a) Gamba 3.4 Aah medan listik. a. Muatan positif (b) b. Muatan negatif Apabila dalam uangan tedapat dua buah muatan listik yang saling beinteaksi, maka aah medan listiknya dapat digambakan sepeti pada Gamba.5.
11 407 Pada Gamba 3.5a dipelihatkan bahwa aah medan listik menjauhi sumbe medan listik. Medan listik di titik A lebih kuat dibanding dengan medan listik ditik B. Mengapa? Sedangkan titik adalah titik atau daeah yang medan listiknya sama dengan nol. Atau dapat dikatakan bahwa di titik tidak ada medan listiknya. Gamba 3.5.a. Aah medan listik oleh dua muatan positif TUGAS : Apabila sumbe medan listik pada Gamba.5.a adalah muatan negatif. Apakah medan listik di A lebih besa dibandingkan medan listik di B? Beapakah medan listik di? (a) dua muatan sama besa (b) dua muatan tidak sama besa Gamba 3.6.Aah medan listik oleh dua muatan positif dan negatif
12 408 Gamba 3.7.Aah medan listik pada dua keping sejaja 3.5 Kuat Medan Listik Untuk menentukan kuat medan listik pada suatu titik, pada titik tesebut ditempatkan muatan pengetes yang sedemikian kecilnya sehingga tidak mempengauhi muatan sumbe/muatan penyebab medan listik. Gaya yang dialami oleh muatan pengetes adalah F 4 πε o.' maka kuat medan listik E pada jaak didefinisikan sebagai hasil bagi gaya oulomb yang bekeja pada muatan uji yang ditempatkan pada jaak dai sumbe medan dibagi besa muatan uji F E ' (3.6 ) 4πε0 E k Dai pesamaan (3.6) jelas bahwa kuat medan listik sama dengan gaya pada muatan positif dibagi dengan besanya. Dalam sistem MKS, dimana gaya dalam Newton, muatan dalam coulomb, kuat medan listik dinyatakan dalam satuan Newton pe coulomb. Dengan mempehatikan pesamaan (3.5.c), maka kuat medan listik pada suatu bahan dielektikum adalah k E (3.7) K
13 409 dengan E kuat medan listik, N/ ontoh. 3.3 Hitung kuat medan listik pada jaak 0 cm dai sebuah muatan 0μ. Penyelesaian: 0 cm 0, m 0μ k 9 x 0 9 N m / E k 9x x0 (0,) N / 6 N / ontoh. 3.4 Dua buah muatan 30μ dan -40μ dipisahkan pada jaak 50 cm satu sama lain. a. Hitung kuat medan listik pada. b. Hitung medan medan listik pada titik A. Titik A bejaak 0 cm dai dan 30 cm dai. c. Titik B adalah tempat di mana kuat medan listiknya sama dengan E.Dimanakah posisi titik B? Penyelesaian: 50 cm 0,5 m 30μ 30 x μ -40 x 0-6 k 9 x 0 9 N m / a. Kuat medan pada Kuat medan pada disebabkan oleh E k 9x x0 (0,5 ) N / 6 N /
14 40 b. Kuat medan di A adalah kuat medan yang disebab oleh dan EA E + E + EE cosθ E k 9x0 9x E k x0 (0, ) N / 6 40x0 (0,3 ) 5 N / 6 N / N / θ 0 yaitu sudut antaa E dan E, kaena E dan E seaah., jadi E A E + E + E E cosθ ( 45.0 ) N / 5 + (0.0 5 ) +.x x0x0 5 c. E E +E Di titik B, E E. Misalkan titik b bejaak dai, maka
15 4 E k 9x0 9x x0 (0,5 ) 0x0 ( ) 6 4 8x0 N / E k (0,5 ) x0 (0,5 ) N / N / N / E E 8( 0,5 + 4,5 8 8 ) 36 0 ( 8 ) 4x8x4,5 ( 8 ) ± x8 8cm Jadi titik B bejaak 8 cm dai titik kuat medan EE atau E E
16 4 3.6 Hukum Gauss Hukum Gauss dipekenalkan oleh Kal Fiedich Gauss ( ) seoang ahli matematika dan astonomi dai Jeman. Hukum Gauss menjelaskan hubungan antaa jumlah gais gaya yang menembus pemukaan yang melingkupi muatan listik dengan jumlah muatan yang dilingkupi. Gamba 3.8 Kal Fiedich Gauss Secaa matematika hubungan tesebut dinyatakan sebagai Hukum Gauss dapat digunakanuntuk menghitung kuat medan medan listik dai bebeapa keping sejaja ataupun bola bemuatan. Selanjutnya didefinisikan flux listik (φ) yaitu jumlah gais gaya dai medan listik E yang menembus tegak luus suatu bidang (A). Φ E x A (3.8) Gamba 3.9 Sudut antaa medan listik dan bidang Apabila medan listik tidak tegakluus menembus bidang, beati medan listik membentuk sudut θ tehadap bidang sepeti dipelihatkan pada Gamba.8, maka flux listik dinyatakan sebagai Φ E Acosθ (3.9) Bedasakan konsep flux listik tesebut, Gauss mengemukakan hukumnya sebagai beikut :
17 43 Jumlah gais medan yang menembus suatu pemukaan tetutup sebanding dengan jumlah muatan listik yang dilingkupi oleh pemukaan itu. Secaa matematis dinyatakan sebagai Φ E Acosθ (3.0) ε0 dengan Φ flux listik (jumlah gais gaya listik ) E kuat medan listik pada pemukaan tetutup A luas pemukaan tetutup θ sudut antaa E dan gais nomal bidang muatan yang dilingkupi pemukaan tetutup ε o pemitivitas udaa Jika E tegak luus dengan bidang A, maka pesamaan (.0) dapat dinyatakan sebagai E A ε 0 E ε o E σ ε o A E σ ε dengan σ muatan pesatuan luas 0 (3.)
18 Kuat Medan Listik Antaa Dua Keping Sejaja Dua keping kondukto sejaja luas masing-masing keping adalah A. Jika pada masing-masing keping dibei muatan yang bebeda, yaitu positif dan negatif maka akan timbul medan listik sepeti dipelihatkan pada Gamba.0. Gamba 3.0 Medan listik pada dua keping sejaja Besanya kuat medan listik antaa dua keping sejaja memenuhi pesamaan (3.) σ E ε 0 apabila uang diantaa dua keping bukan udaa atau hampa melainkan suatu bahan dengan pemitivitas ε, maka pesamaan (3.) menjadi σ E (3.) ε ontoh 3.5 : Dua buah keping kondukto sejaja yang tiap kepingnya bebentuk pesegi panjang bemuatan masing-masing -6 μ dan 6 μ. Luas penampang masing-masing keping adalah 0,6 m. Bila diantaa keping diisi udaa dengan pemitivitas udaa adalah ε o 8,85 x 0 - /N.m. Tentukan : a. apat muatan pada keping. b. Kuat medan listik antaa dua keping. Penyelesaian : a. apat muatan setiap keping adalah σ A 6 8x0 6 x0 m m
19 45 b. kuat medan listik antaa kedua keping dapat dihitung dai pesamaan (3.) E σ ε o ,85 x 0 56, N. N KUAT MEDAN LISTRIK OLEH BOLA KONDUKTOR Pada sebuah bola kondukto yang jai-jainya R, apabila dibei muatan listik sebanyak maka muatan akan menyeba di seluuh pemukaan bola. Kuat medan listik dapat dinyatakan dalam tiga keadaan yaitu kuat medan listik di dalam bola kondukto, pada kulit bola dan di lua bola komdukto. a. Kuat medan listik di dalam bola kondukto <R, adalah : E 0 b. Kuat medan listik pada kulit bola ; R Gamba 3. Bola kondukto Bemuatan E.A ε 0 E 4πR ε 0 E.4πR ε 0 E k R (3.3)
20 46 c. Kuat medan listik di lua bola ; > R E.A ε 0 E 4π ε 0 E.4π ε 0 E k (3.4) ontoh 3.6 : Sebuah bola kondukto jai-jainya 60 cm, dibei sejumlah muatan yang total muatannya adalah 800 μ. Tentukan a. apat muatan pada pemukaan bola. b. kuat medan listik pada jaak 30 cm dai pemukaan bola. c. kuat medan listik pada jaak 60 cm dai pemukaan bola. d. kuat medan listik pada jaak 00 cm dai pemukaan bola. Penyelesaian : R 60 cm 0,6 m 800μ 8 x 0-4 k 9 x 0 9 N m / a. apat muatan pada pemukaan bola adalah total muatan pe luas pemukaan bola σ 4πR 4 8x0 4π.(0,6 ) m 4 8x0 4π.36 x0 m 5 39,8.0 m b. kuat medan listik pada jaak 30 cm dai pemukaan bola 30 cm, jadi < R menuut ukum Gauss, untuk <R (dalam bola kondukto) E 0 c. kuat medan listik pada jaak 60 cm dai pemukaan bola
21 47 60 cm, jadi R. Dai pesamaan (.4) maka E k R x0 N 9 x0 ( 0,6 ) N d. kuat medan listik pada jaak 00 cm dai pemukaan bol; > R Dai pesamaan (.4) maka E k x0 N 9 x0 ( ) N. 3.7 Potensial dan Enegi Potensial Potensial listik adalah besaan skala yang dapat dihitung dai kuat medan listik dengan opeato pengintegalan. Untuk menghitung potensial di suatu titik haus ada pejanjian besa potensial listik pada suatu titik pangkal tetentu. Misalnya di tak behingga dipejanjikan potensialnya nol. Potensial listik di titik tetentu misalkan titik A, yang beada dalam medan magnet E dan bejaak dai muatan sebagai sumbe medan listik dapat dinyatakan sebagai V a k (3.4) Pesamaan (3.4) dapat dibaca sebagai potensial disuatu titik adalah haga negatif dai integal gais kuat medan listik dai tak behingga ke titik tesebut. Potensial oleh bebeapa muatan titik dapat dihitung dengan menjumlah secaa aljaba potensial oleh masing-masing titik bemuatan tesebut, potensial di b oleh muatan, -, dan n, betuut-tuut jaaknya dai a adalah,, 3.. n : 3 n Va K (3.5a) 4 π 4 π 4 π 4 π o o o 3 o n
22 48 V V a a k V V k V +. KK + V 3 k KK + k n n n (3.5b) Pehatikan dai pesamaan (3.5), bahwa jenis muatan sumbe medan yaitu muatan positif atau negatif menentukan nilai posistif atau negatif potensial listik di suatu titik. ontoh soal 3.7 : Sebuah muatan 40 μc. Beapa potensial dititik P yang bejaak 0 cm dan titik yang bejaak 60 cm? Penyelesaian : 40 μ 40 x 0-6 p 0 cm 0 x 0 - m 60 cm 60 x 0 - m V V k 9 ( 9x0 ) 40x0 0x0 6 p p 5,8x0 volt 80 k 9 ( 9x0 ) 40x0 60x ,6x0 volt 36 kv kv Pesamaan (3.4) menunjukkan potensial listik di titik A. Apabila di titik A ada muatan, maka enegi potensial yang dimiliki (E a ) yang dimiliki muatan tesebut adalah E a '. V a (3.6) Apabila muatan dipindahkan dai posisi awal () ke posisi akhi () sepeti dipelihatkan pada Gamba., maka besanya usaha W. Besanya usaha untuk pepindahan ini sama dengan ΔE p. Secaa matematis dapat dinyatakan sebagai
23 49 W ΔE E p p E p (3.7) Dengan mengingat pesamaan (3.6), maka W E E p ' V p ' V (3.8) W '(V V ) Gamba 3. Ilustasi usaha n ontoh soal 3.8 : Beapa usaha yang dipelukan untuk membawa elekton ( -,6 x 0-9 ) dai kutub positif bateai V ke kutub negatifnya? Penyelesaian : V - V -,6 x 0-9 W ΔEp '. V,9 x 8 0 Joule 9 (,6 x 0 )( ) Pesamaan (3.8) menyatakan bahwa usaha untuk memindahkan muatan uji dai titik ke titik sama dengan besa muatan uji dikalikan dengan beda potensial anata V dan V. Pesamaan (3.8) dapat dituliskan dalam bentuk beda potensial sebagai
24 40 W '. V (3.9) ontoh soal 3.9 : Dai ontoh soal 3.7, beapakah beda potensial antaa titik P dan? Penyelesaian : 40 μ 40 x 0-6 p 0 cm 0 x 0 - m 60 cm 60 x 0 - m V V k 9 ( 9x0 ) 40x0 0x0 6 p p 5,8x0 volt 80 k 9 ( 9x0 ) 40x0 60x0 4 3,6 x0 volt 36 kv 6 kv Beda potensial titik P dan adalah V P V P V P - V 80 kv 36 kv 54 kv Jadi beda potensial antaa titik P dan adalah 54 kv 3.8 Kapasito Jika suatu sistem yang tedii dai dua kondukto dihubungkan dengan kutub-kutub sumbe tegangan, maka kedua kondukto akan bemuatan sama tetapi tandanya belawanan. dikatakan telah tejadi pepindahan muatan dai kondukto yang satu ke kondukto yang lain. Sistem dua kondukto yang akan bemuatan dan tandanya belawanan ini dinamakan kapasito. Jika besanya muatan kapasito tesebut masing-masing dan beda potensial antaa kedua kondukto dai kapasito tesebut V AB, maka kapsitansi kapasito
25 4 (3.0) Δ V Gamba 3. Kapasito keping sejaja (Seway,004) n Apapun bentuk konduktonya, suatu kapasito dibei simbol Gamba 3.4 Simbol kapasito Gamba 3.3 Bebagai bentuk kapasito (Seway, 004) Besanya kapasitansi suatu kapasito begantungan pada bentuk dan ukuan kondukto pembentuk sistem kapasito tesebut. Ada tiga macam kapasito menuut bentuk dai kondukto penyusunannya, yaitu kapasito dua plat sejaja, kapasito dua bola konsentis dan kapasito silinde koaksial Kapasito Plat Sejaja Pada keping sejaja kuat medan listik dinyatakan dalam pesamaan (3.) beikut σ E atau E ε A 0 ε 0
26 4 Hubungan antaa kuat medan listik dan beda potensial V antaa dua keping sejaja yang bejaak d adalah V E d (3.) V V d ε 0 A atau (3.3) V dengan kapasitansi kapasito keping sejaja A luas tiap keping d jaak pisah anta keping ontoh soal 3.0 : Tentukan kapasitas kapasito keping sejaja yang luas masing-masing kepingnya adalah,5 cm. Jaak antaa keping adalah mm. Diketahui bahan dielektiknya mika, dengan ε 7,0 dan ε 0 8,85 x 0 - /Nm. Penyelesaian : A,5 cm,5 x 0-4 m d mm x 0-3 m ε 7,0 ε 0 8,85 x 0 - /Nm A ε ε0 d (7,0 )( 8,85x0 6,9693x0 F 7 piko Faad 7 pf,5x0 ) 3 x0 4
27 43 ontoh soal 3. : Jika kita diminta untuk membuat kapasito plat sejaja yang kapasitansinya F dan kedua plat dipisahkan pad jaak mm. Plat sejaja tesebut bebentuk bujusangka, beapakah panjang sisi buju sangka tesebut? Penyelesaian : F ε 0 8,85 x 0 - /Nm ε 0 A d (8,85x0 3 0 A 8,85x0 A ) 0 m 3,99435 km Sisi-sisi dai buju sangka adalah 0,63 km Dai hasil hitungan tesebut dapat dibayangkan betapa besa ukuan plat sejaja yang dipelukan untuk membuat kapasito dengan kapasitansi F. Kaena itu biasanya kapasito memiliki ode satuan dalam miko Faad sampai piko Faad. Tugas: Apabila kalian diminta untuk membuat kapasito plat sejaja bebentuk bujusangka yang kapasitansnya pf dan kedua plat dipisahkan pada jaak mm. Beapakah sisi buju sangka plat sejaj tesebut?
28 Kapasito Bola Kapasito bola adalah sistem dua kondukto tedii dai dua bola sepusat adius R dan R. bentuk dai kapasito bola dipelihatkan sepeti pada Gamba 3.5. Gamba 3.5 Kapasito Bola Besanya beda potensial antaa a dan b ΔV V b 4πε V 0 a b b a 4πε ab 0 a (3.4) ab 4πε ΔV (3.5) b a 0 Jadi kapasitans dai kapasito dua bola kosentis yang adiusnya a dan b ab 4πε 0 (3.6) b a
29 45 ontoh soal 3. : Sebuah kapasito bebentuk bola dengan diamete bola lua adalah cm dan diamete bola dalam adalah cm. a. Beapakah kapasitasi kapasito tesebut apabila diantaa kedua bola diisi udaa? b. Beapakah kapasitansinya apabila diantaa kedua bola dibei bahan yang pemitivitahannya adalah 5? Penyelesaian : Bentuk kapasito bola adalah a cm x 0 - m b cm 4 x 0 - m ε 0 8,85 x 0 - /Nm ε 5 a. Antaa dua bola diisi udaa ab 4πε 0 b a.0 4x3,4x8,85x0 0 4,3.0, pf b.antaa dua bola diisi bahan dielektikum ab 4πε 0ε b a ε 0 5 x, pf 0, pf Jadi setelah diisi bahan dielektikum kapasitansi kapasito naik sebesa ε kali Kapasito Silinde Kapasito silinde tedii atas dua silinde koaksial dengan adius R dan R, Panjang silinde adalah L dengan R << L, muatan pada silinde dalam adalah +, sedangkan pada silinde lua adalah, aah medan listik dan pemukaan Gauss dipelihatkan pada Gamba3.7.
30 46 L Menuut Gauss, untuk daeah R < < R kuat medan listik E, λ E π εo (3.7) π ε L o π ε L b l n a o Vab (3.8) Gamba 3.6 Kapasito silinde Gamba daeah pemukaan 3.7 Gauss Aah medan listik dan pemukaan Gauss Kapasito silinde Jadi kapasitansi kapasito silinde dengan adius a dan b, seta panjang L adalah π εo L (3.9) b l n a ontoh soal 3.3 : Sebuah kapasito bebentuk silinde dengan diametelua adalah 3 cm dan diamete silinde dalam adalah cm. Panjang silinde adalah 5 cm a. Beapakah kapasitasi kapasito tesebut apabila diantaa kedua silinde diisi udaa? b. Beapakah kapasitansinya apabila diantaa kedua silinde dibei bahan yang pemitivitasannya adalah 4?
31 47 Penyelesaian : a cm x 0 - m b 3 cm 3 x 0 - m L 5 cm 5x0 - m ε 0 8,85 x 0 - /Nm ε 4 a. Kapasitansi kapasito silinde jika antaa dua silinde diisi bola adalah π εo L b 3 b ln ln 0,4 ln a a x3,4x8, ,95.0 F 6,95 pf b.kapasitansi kapasito silinde jika antaa dua silinde diisi dielektikum adalah ε π ε b ln a o L Bila kapasitans dai kapasito ketika diisi udaa adalah 0, maka setelah diisi dilektikum, kapasitansi dai kapasito adalah ε 0 4x6,95 pf 7,79 pf Sambungan Kapasito. Bebeapa kapasito dapat disambung secaa sei, paael, atau kombinasi sei dan paael. Sambungan bebeapa kapasito tesebut dapat diganti dengan satu kapasito yang sama nilainya.
32 48 Sambungan Sei. Dua buah kapasito dan disambung sei sepeti dipelihatkan pada Gamba 3.8. Pada sambungan sei besanya muatan pada masing-masing kapasito sama. Ketika dua kapasito tesebut dihubungkan dengan sumbe tegangan sepeti pada Gamba 3.8, maka keping kii dai kapasito bemuatan positif. Keping kanan kapasito akan menaik elekton dai keping kii kapasito sehingga muatan keping kanan kapasito bemuatan dan keping kii kapasito bemuatan +. a. sambungan sei dihubungkan dengan sumbe tegangan c. Simbol kapasito disambung sei b. Simbol kapasito Gamba 3.8 Kapasito-kapasito disambung sei Beda potensial ΔV pada kapasito tesambung sei dapat dinyatakan sebagai Δ V ΔV + ΔV dengan Δ V s Δ V Δ V Besanya Kapasitans pengganti kapasito tehubung sei dipeoleh dai ΔV s + ΔV ΔV + s + (3.30)
33 49 Untuk n kapasito disambung sei, kapasitans yang senilai S, S n (3.3) i i Sambungan paael Dua buah kapasito yang kapasitansnya dan disambungkan secaa paael sepeti dipelihatkan pada Gamba 3.9. Beda tegangan pada ujung-ujung kapasito yang tehubung paalel adalah sama. Sedangkan muatan pada total kapasito akan tebagi pada dan. b. Sambungan paalel dihubungkan dengan sumbe tegangan d. Simbol kapasito disambung paalel c. Simbol kapasito pengganti Gamba 3.9 Kapasito-kapasito disambung paalel
34 430 Beda potensial ΔV pada kapasito tesambung paalel dapat dinyatakan sebagai Δ V ΔV ΔV dengan + (3.3) ΔV. ΔV. ΔV. p p + pf + 3pF 4 pf Besanya kapasitans pengganti kapasito tehubung paalel dapat dipeoleh dai + p p Δ V. ΔV. + ΔV. (3.33) + Untuk n kapasito disambung sei, kapasitans yang senilai p, p n (3.34) i i ontoh soal 3.4 : Enam buah kapasito masing masing 4 pf, pf, 3 3 pf, 4 6 pf, 5 pf, dan 6 8 pf. Disambung sepeti pada gamba beikut. Beapakah kapasitans dai kapasito pengganti?
35 43 Penyelesaian : Sambungan 6 kapasito tesebut adalah kombinasi antaa sambungan kombinasi sei dan paalel. Sambungan dan 3 disambung paalel dan dipeoleh p 4 pf Sambungan 4 dan 5 disambung paalel dan dipeoleh p 8 pf Pada angkaian sebelah kanannya disambung sei dengan p dan dipeoleh kapasito pengganti s pf Pada angkaian sebelah kanannya p disambung sei dengan 6 dan dipeoleh kapasito pengganti s 4pF Langkah teakhi s tesambung paalel dengan s hasilnya 6 pf Jadi kapasitans pengganti ke enam kapasito tesebut adalah sebuah kapasito yang memiliki kapasitans sebesa 6 pf p + 3 pf + 3 pf 4 pf s s 4 + pf 4 S + S pf + 4 pf 6 pf p pf + pf 8 pf s s pf 8
36 Enegi Kapasito. Jika suatu kapasito dihubungkan dengan sumbe tegangan atinya kapasito tesebut dimuati. Pada saat itu tejadi pepindahan muatan dai kondukto dengan potensial endah ke potensial tinggi. Suatu kapasito yang dimuati dengan dihubungkan dengan sumbe tegangan dan kemudian sumbe tegangan dilepaskan maka pada kapasito masih ada beda tegangan akibat muatan pada dua kondukto. Jadi kapasito dapat disimpan enegi. Beikut akan dihitung enegi yang dapat disimpan dalam kapasito. Mula-mula jumlah muatan dalam kapasito adalah nol, maka untuk menambah muatan dipelukan usaha W. Usaha total untuk memuati kapasito sebanyak adalah W (3.35) Usaha ini tidak hilang melainkan tetap tesimpan dalam kapasito menjadi enegi kapasito U adalah U V Vab ab (3.36) Dua buah kapasito plat sejaja dan dengan > dimuati dengan beda potensial ΔV i. Kemudian kapasito diputuskan dai batee dan setiap plat disambungkan dengan sumbe tegangan sepeti pada Gamba 3.9a. Kemudian sakla S dan S ditutup sepeti pada Gamba 3.9a. Beapa beda potensial ΔV f antaa a dan b setelah sakla S dan S ditutup?
37 433 Sebelum sakla ditutup dipeoleh hubungan i i V. Δ i i V. Δ Total muatan i i i V ) ( Δ + Setelah sakla ditutup f f V. Δ f f V. Δ f f f f f f f ) ( ) ( f + ) ( f + Beda potensial antaa a dan b setelah sakla S dan S ditutup i f V V Δ Δ + (3.37) Enegi yang tesimpan di kapasito setelah sakla ditutup
38 434 (3.38) Jadi setelah sakla ditutup kapasito akan menyimpan enegi sebanding dengan kapasitansinya beda potensial sumbe tegangan. 3.9 UJI KOMPETENSI Soal pilihan ganda. Ada empat buah titik A,B, dan D bemuatan listik. Titik A menolak titik B, titik B menaik titik dan titik menolak titik D. Jika muatan D negatif, maka muatan yang lain betuut-tuut A. titik A, positif, B positif, negatif B. titik A, positif, B negatif, negatif. titik A, negatif, B positif, positif D. titik A, negatif, B negatif, negatif E. titik A, positif, B positif, positif. Tiga titik bemuatan listik sama jenis dan besanya, teletak pada sudut sudut segitiga sama sisi. Bila gaya antaa titik bemuatan tesebut adalah F, maka besanya gaya pada setiap titik adalah : A. F 3 D. F B. F 3 E. F 3. F 3. Suatu segitiga sama sisi dengan panjang sisi 30 cm teletak diudaa. Pada titik-titik sudut A,B, dan betuut-tuut tedapat muatan listik sebesa - x 0-6 dan 3 x 0-6, maka besa gaya coulomb dititik adalah A. 0,6 N D. 0,9 N B. 0,7 N E.,0 N. 0,8 N 4. Pada gamba beikut diketahui 5 μ, 40 μ, dan m. Gaya yang dialami muatan adalah 3
39 435 A. 0,30 D. 0,6 B. 0,45 E. 0,9. 0,5 5. Dua patikel masing-masing dan yang tidak diketahui besa dan jenisnya, tepisah sejauh d. Antaa kedua muatan itu dan pada gais penghubungnya teletak titik P dan bejaak /3 dai. bila kuat medan dititik P sama dengan nol, maka: A. muatan dan meupakan muatan-muatan yang tak sejenis B. potensial dititik P yang disebabkan oleh dan sama. potensial dititik P sama dengan nol D. besa muatan kali besa muatan E. besa muatan 4 kali besa muatan 6. dua buah muatan listik masing-masing bemuatan -4 dan 9 tepisah sejauh m. beada disebelah kanan. sebuah titik yang mempunyai kuat medan listik nol teletak A. 0,5 mete disebelah kanan B. 0,5 mete disebelah kanan.,0 mete disebelah kii D.,0 mete disebelah kanan E.,5 mete disebelah kii 7. Di dalam tabung dioda, elekton kelua dai katoda dipecepat oleh anoda yang beada pada potensial 300 volt (aus seaah) tehadap katoda. Beapa kecepatan elekton waktu sampai di anoda jika massa elekton elekton 0-7 gam dan muatan elekton adalah,6 x 0-9? Anggap behwa elekton ke lua dai katoda dengan kecepatan nol katoda anoda A. 9,8 x 0 8 cm/detik B. 3,3 x 0 8 cm/detik
40 436. 5,6 x 0 8 cm/detik D. 3,3 x 0 9 cm/detik E., x 0 8 cm/detik 8. Sebuah titik beada pada jaak dai sebuah bola kondukto bemuatan. Jai-jai bola kondukto tesebut cm. Apabila pada titik tesebut kuat medan listiknya 0 V/m dan potensial listiknya 8- Volt, besanya A., x 0-9 B.,7 x 0-9., x 0-8 D.,7 x 0-8 E. 4,5 x Dua keping logam sejaja dibei muatan listik yang sama besanya dan belawanan tanda. Kuat medan listik di antaa dua keping itu... A. Bebanding luus dengan apat muatannya B. Bebanding tebalik dengan apat muatannya. Bebanding tebalik dengan jaak kuadat antaa kedua keping D. Bebanding luus dengan jaak antaa kedua keping E. Aahnya menuju kekeping yang bemuatan positif. 0. Dua keping logam yang sejaja dan jaaknya 0,5 cm satu dai yang lain dibei muatan listik yang belawanan, sehingga timbul beda potensial volt. Bila muatan elakton sama dengan,6 x 0-9 maka besa dan aah gaya coulomb pada sebuah elekton yang ada diantaa kedua keping adalah... A. 0,8 x 0-7 N, ke atas B. 0,8 x 0-7 N, ke bawah. 3, x 0-3 N, ke atas D. 3, x 0-3 N, ke bawah E.,5 x 0 4 N, ke atas
LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2
LISTIK STATIS A. Hukum Coulomb Jika tedapat dua muatan listik atau lebih, maka muatan-muatan listik tesebut akan mengalami gaya. Muatan yang sejenis akan tolak menolak sedangkan muatan yang tidak sejenis
FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB
ISIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 04 Sesi NGAN LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB Jika tedapat dua atau lebih patikel bemuatan, maka antaa patikel tesebut akan tejadi gaya taik-menaik atau tolak-menolak
BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK
1 BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 4.1 Hukum Coulomb Dua muatan listik yang sejenis tolak-menolak dan tidak sejenis taik menaik. Ini beati bahwa antaa dua muatan tejadi gaya listik. Bagaimanakah pengauh
BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER
BAB II MDAN ISTRIK DI SKITAR KONDUKTOR SIINDR II. 1 Hukum Coulomb Chales Augustin Coulomb (1736-1806), adalah oang yang petama kali yang melakukan pecobaan tentang muatan listik statis. Dai hasil pecobaannya,
Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).
Hand Out Fisika 6 (lihat di http:).1. Pengetian Medan Listik. Medan Listik meupakan daeah atau uang disekita benda yang bemuatan listik dimana jika sebuah benda bemuatan lainnya diletakkan pada daeah itu
LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis
LISTIK STATIS * HUKUM COULOM. ila dua buah muatan listik dengan haga q dan q, saling didekatkan, dengan jaak pisah, maka keduanya akan taik-menaik atau tolak-menolak menuut hukum Coulomb adalah: ebanding
Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.
LISTRIK STATIS Listik statis (electostatic) mempelajai muatan listik yang beada dalam keadaan diam. A. Hukum Coulomb Hukum Coulomb menyatakan bahwa, Gaya taik atau tolak antaa dua muatan listik sebanding
MEDAN LISTRIK STATIS
Listik Statis 1 * MUATAN LISTRIK. MEDAN LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan
Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS
SMA Negei Maja LISTRIK STATIS KLISTRIKAN Fisikawan Du Fay menunjukkan adanya dua macam pelistikan (eletifikasi). Bebeapa isolato tetentu, bila digosok dalam keadaan tetentu, menyebabkan gaya tolak. Hasil
LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.
* MUATAN LISTRIK. LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan ketas. Ini menunjukkan
BAB 17. POTENSIAL LISTRIK
DFTR ISI DFTR ISI... 7. POTENSIL LISTRIK... 7. Potensial dan eda Potensial... 7. Dipole Listik...6 7.3 Kapasitansi Listik...9 7.4 Dielektikum... 7.5 Penyimpanan Enegi Listik...5 7.6 Pealatan : Tabung Sina
BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK
BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK Contoh. Soal pemahaman konsep Anda mungkin mempehatikan bahwa pemukaan vetikal laya televisi anda sangat bedebu? Pengumpulan debu pada pemukaan vetikal televisi mungkin
dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q
MEDAN LISTRIK 1 2.1 Medan Listik Gaya Coulomb di sekita suatu muatan listik akan membentuk medan listik. Dalam membahas medan listik, digunakan pengetian kuat medan. Untuk medan gaya Coulomb, kuat medan
HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik
HKM CMB Muatan istik Gaya Coulomb untuk Muatan Gaya Coulomb untuk > Muatan Medan istik untuk Muatan Titik FISIKA A Semeste Genap 6/7 Pogam Studi S Teknik Telekomunikasi nivesitas Telkom M A T A N Pengamatan
MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd
MEDAN LISTRIK Oleh : Saba Nuohman, M.Pd Ke Menu Utama Pehatikan Video Beikut: Mengapa itu bisa tejadi? Muatan Listik Penjelasan seputa atom : Diamete inti atom Massa potonmassa neton Massa elekton Muatan
FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS
Lab Elektonika Industi isika SILABI a. Konsep Listik b. Sumbe Daya Listik c. Resistansi dan Resisto d. Kapasistansi dan Kapasito e. Rangkaian Listik Seaah f. Konsep Elekto-Magnetik g. Induktansi dan Indukto
FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG Teknik Industi FISIKA DASAR PERTEMUAN MATERI : POTENSIAL LISTRIK SILABI FISIKA DASAR Muatan dan Medan Listik Potensial Listik Kapasito dan Dielektik Aus dan Resistansi
GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11
GRAFITASI Si Isaac Newton yang tekenal dengan hukum-hukum Newton I, II dan III, juga tekenal dengan hukum Gafitasi Umum. Didasakan pada patikel-patikel bemassa senantiasa mengadakan gaya taik menaik sepanjang
Konsep energi potensial elektrostatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dari r = ke r = r A Seperti digambarkan sbb :
Knsep enegi ptensial elektstatika muatan titik : Muatan q dipindahkan dai = ke = A Sepeti digambakan sbb : q + Enegi ptensial muatan q yang tepisah pada jaak A dai Q U( A ) = - A Fc d Fc = 4 Q q ˆ = -
Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik
MDAN LISTRIK Medan listik akibat muatan titik Medan listik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listik Mach 7 Definisi Medan Listik () Medan listik pada muatan uji q didefinisikan sebagai gaya listik pada
SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama
SUMER MEDAN MAGNET Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Medan Magnetik Sebuah Muatan yang egeak Hasil-hasil ekspeimen menunjukan bahwa besanya medan magnet () akibat adanya patikel bemuatan yang begeak
: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK
MATA KULIAH KOD MK Dosen : FISIKA DASAR II : L-1 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke- CAKUPAN MATRI 1. MDAN LISTRIK. INTNSITAS/ KUAT MDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK SUMBR-SUMBR: 1. Fedeick
Hukum Coulomb Dan Medan Listrik
BAB Hukum Coulomb Dan Medan Listik Pendahuluan Istilah kelistikan sudah seing di gunakan dalam kehidupan sehai-hai. Akan tetapi oang tidak banyak yang memikikan tentang hal itu. Pengamatan tentang gaya
IR. STEVANUS ARIANTO 1
8/7/07 MUTN LISTRIK HUKUM OULOM MEDN LISTRIK LINTSN PRTIKEL KUT MEDN LISTRIK OL KONDUKTOR KUT MEDN LISTRIK LEMPENG ERMUTN GRIS GY HUKUM GUSS ENERGI POTENSIL LISTRIK POTENSIL LISTRIK POTENSIL LISTRIK OL
Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern
Fisika Dasa II Listik, Magnet, Gelombang dan Fisika Moden Pokok Bahasan Medan listik & Hukum Gauss Abdul Wais Rizal Kuniadi Novitian Spaisoma Viidi 1 Repesentasi dai medan listik Gais-gais medan listik
Hand Out Fisika Interaksi Elekstrostatik. XII IPA SMAN 8 Pekanbaru
Hand Out isika Setelah membahas matei ini dengan tuntas dihaapkan siswa dapat:. Menjelaskan konsep muatan listik. Menghubungkan benda banda netal dan bemuatan listik dengan poton poton dan elekton elekton
HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET
HUKUM NEWTON TENTANG GAVITASI DAN GEAK PLANET Kompetensi Dasa 3. Mengevaluasi pemikian diinya tehadap keteatuan geak planet dalam tatasuya bedasakan hukum-hukum Newton Penahkah Anda mempehatikan dan memikikan
Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )
Medan Listik Sejaah Fisikawan Peancis Piestley yang tosi balance asumsi muatan listik Gaya (F) bebanding tebalik kuadat Pengukuan secaa matematis bedasakan ekspeimen Coulomb Chales Augustin de Coulomb
Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Listrik Statis. membahas. Muatan Listrik. ditinjau menurut.
Bab 7 Listik Statis Pada minggu yang ceah, Icha menyetika baju seagamnya. Sambil menunggu panasnya setika, ia menggosok-gosokkan setika pada bajunya yang tipis. Tenyata Icha melihat dan measakan seakan-akan
Gambar 4.3. Gambar 44
1 BAB HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Pada bab kita telah membahas sifat-sifat geak yang behubungan dengan kecepatan dan peceaptan benda. Pembahasan pada Bab tesesbut menjawab petanyaan Bagaimana sebuah benda
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Pehatikan Tampilan eikut agaimana Listik dipoduksi dalam skala besa? Apakah batu bateai atau Aki saja bisa memenuhi kebutuhan listik manusia?
Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.
Medan Listik Pev. Medan : Besaan yang tedefinisi di dalam uang dan waktu, dengan sifat-sifat tetentu. Medan ada macam : Medan skala Cnthnya : - tempeatu dai sebuah waktu - apat massa Medan vekt Cnthnya
Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga
ab 7 Sumbe: www.homepages.tesco Gais Singgung Lingkaan Lingkaan mungkin meupakan salah satu bentuk bangun data yang paling tekenal. Konsep lingkaan yang meliputi unsu-unsu lingkaan, luas lingkaan, dan
Teori Dasar Medan Gravitasi
Modul Teoi Dasa Medan Gavitasi Teoi medan gavitasi didasakan pada hukum Newton tentang medan gavitasi jagat aya. Hukum medan gavitasi Newton ini menyatakan bahwa gaya taik antaa dua titik massa m dan m
FISIKA LISTRIK. Esti Puspitaningrum, S.T., M.Eng.
FISIKA LISTRIK Esti Puspitaningum, S.T., M.Eng. A 1 MUATAN LISTRIK & HUKUM OULOM A 1 MUATAN LISTRIK & HUKUM OULOM MUATAN LISTRIK Matei yg kelebihan elekton akan bemuatan negatif Matei yang kekuangan/kehilangan
Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda
F 1 F Mata Pelajaan : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA Pogam : IPA Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda 1. Posisi skala utama dan skala nonius sebuah jangka soong ditunjukkan sepeti pada gamba beikut
TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA
TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA Hingga sejauh ini kita sudah mempelajai tentang momentum, gaya-gaya pada fluida statik, dan ihwal fluida begeak dalam hal neaca massa dan neaca enegi.
LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik
LISTRIK MGNET potensil listik dan enegi potensial listik OLEH NM : 1.Feli Mikael asablolon(101057034).salveius Jagom(10105709) 3. Vinsensius Y Sengko (101057045) PROGRM STUDI PENDIDIKN FISIK JURUSN PENDIDIKN
Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).
7.3. Tansmisi Suaa Melalui Celah 7.3.1. Integal Kichhoff Cukup akses yang bebeda untuk tik-tik difaksi disediakan oleh difaksi yang tepisahkan dapat dituunkan dai teoema Geen dalam analisis vekto. Hal
Fisika Dasar II Listrik - Magnet
Fisika Dasa II Listik - Magnet Sua Dama, M.Sc Depatemen Fisika UI Silabus Listik Medan Listik: Distibusi Muatan Diskit Distibusi Muatan Kontinu Potensial Listik Kapasitansi, Dielektik, dan negi lektostatik
Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com
Geak Melingka Gavitasi Kinematika Geak Melingka Beatuan Sebuah benda yang begeak membentuk suatu lingkaan dengan laju konstan v dikatakan mengalami geak melingka beatuan. Besa kecapatan dalam hal ini tetap
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Miko 5 Gelombang Miko 6 Gelombang lektomagnetik Gelombang elektomagnetik (em) tedii dai gelombang medan listik dan medan magnit ang menjala besama dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaa.
UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 1: Kelistrikan (Minggu ke 1 dan 2)
UNIVRSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA Bahan Aja 1: Kelistikan (Minggu ke 1 dan 2) FISIKA DASAR II Semeste 2/3 sks/mff 1012 Oleh Muhammad Fachani Rosyid Dengan dana BOPTN P3-UGM tahun anggaan
KRONOLOGI : MUATAN LISTRIK
KRONOLOGI : MUTN LISTRIK HND OUT FISIK DSR/LISTRIKMGNET/ELEKTROSTTIK LISTRIK STTIS M. Isha Sesungguhnya fenmena elektstatik meupakan pemandangan yang seing sekali kita lihat. Bebeapa dai kita mungkin penah
FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton
K- Kelas X ISIKA HUKUM NEWON ENANG GAVIASI UJUAN PEMELAJAAN Setelah mempelajai matei ini, kamu dihaapkan memiliki kemampuan beikut.. Menjelaskan hukum gavitasi Newton.. Memahami konsep gaya gavitasi dan
ELEKTROSTATIKA. : Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-1 CAKUPAN MATERI 1. MUATAN LISTRIK 2. HUKUM COULOMB
MATA KULIAH KODE MK Dosen : FISIKA DASAR II : EL-1 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke-1 CAKUPAN MATERI 1. MUATAN LISTRIK. HUKUM COULOMB SUMBER-SUMBER: 1. Fedeick Bueche & David L. Wallach, Technical Physics,
Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan
B a b 4 Geak Melingka Sumbe: www.ealcoastes.com Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat meneapkan konsep dan pinsip kinematika dan dinamika benda titik dengan caa menganalisis besaan Fisika pada geak
LISTRIK STATIS (3) Potensial Listrik BAB 1 Fisika Dasar II 44
LISTRIK STTIS (3) Potensial Listik BB 1 Fisika Dasa II 44 1. PENDHULUN ds G 3.1 Muatan positif egeak sejauh ds ke aah negatif kaena adanya enegi potensial listik Dalam pemahasan tedahulu kita telah menganalisis
Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya
PEA KONSEP Bab Gavitasi Planet dalam Sistem ata Suya Gavitasi Gavitasi planet Hukum Gavitasi Newton Hukum Keple Menentukan massa bumi Obit satelit bumi Hukum I Keple Hukum II Keple Hukum III Keple 0 Fisika
6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL
6. Soal Ujian Nasional Fisika 015/016 UJIAN NASIONAL Mata Pelajaan : Fisika Jenjang : SMA/MA Pogam Studi : IPA Hai/Tanggal : Rabu, 6 Apil 016 Jam : 10.30 1.30 PETUNJUK UMUM 1. Isikan nomo ujian, nama peseta,
BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1
BAB 11 GRAVITASI Hukum gavitasi univesal yang diumuskan oleh Newton, diawali dengan bebeapa pemahaman dan pengamatan empiis yang telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. Mula-mula Copenicus membeikan
UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 2: Potensial Listrik dan Kapasitor (Minggu ke 3 dan 4)
UNIVERSITS GDJH MD PROGRM STUDI FISIK FMIP Bahan ja : Potensial Listik dan Kapasito (Minggu ke 3 dan 4) FISIK DSR II Semeste /3 sks/mff 0 Oleh Muhammad Fachani Rosyid Dengan dana BOPTN P3-UGM tahun anggaan
Perkuliahan Fisika Dasar II FI-331. Oleh Endi Suhendi 1
Pekuliahan Fisika Dasa II FI-331 Oleh Endi Suhendi 1 Menu hai ini (1 minggu): Muatan Listik Gaya Listik Medan Listik Dipol Distibusi Muatan Kontinu Oleh Endi Suhendi Muatan Listik Dua jenis muatan listik:
Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)
9 Geometi nalitik idang Lingkaan) li Mahmudi Juusan Pendidikan Matematika FMIP UNY) KOMPETENSI Kompetensi ang dihaapkan dikuasai mahasiswa setelah mempelajai ab ini adalah sebagai beikut. Menjelaskan pengetian
POTENSIAL LISTRIK dan KAPASITOR. Oleh : Hery Purwanto
POTENSIL LISTRIK dan KPSITOR Oleh : Hey Puwanto MTERI eda Potensial dan Potensial Listik eda Potensial di dalam Medan Listik Homogen Potensial dan enegi potensial yang ditimbulkan oleh muatan titik Potensial
MUATAN LISTRIK DAN HUKUM COULOMB. ' r F -F
MUATAN LISTRIK AN HUKUM COULOMB q k ' qq' ˆ - - Matei Kuliah isika asa II (Pokok Bahasan 1) MUATAN LISTRIK AN HUKUM COULOMB s. Ishafit, M.Si. Pogam Stui Peniikan isika Univesitas Ahma ahlan, 5 Muatan Listik
FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1
FISIKA DASAR II Kode MK : FI 0 SKS : 3 Pogam Studi : Fisika Instumentasi (S-) Kelas : Regule MATERI TA 00/0 KRITERIA PENILAIAN Jika kehadian melampaui 75 %, Nilai Akhi mahasiswa ditentukan dai komponen
Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola
Bab Sumbe: www.contain.ca Bangun Ruang Sisi Lengkung Di Sekolah Dasa, kamu telah mengenal bangun-bangun uang sepeti tabung, keucut, dan bola. Bangun-bangun uang tesebut akan kamu pelajai kembali pada bab
HUKUM GRAVITASI NEWTON
HUKU GVITSI NEWTON. Pesamaan Hukum Gavitasi Umum Newton Pehatikan kejadian beikut :. Kelapa yan sudah tua bisa jatuh ke tanah tanpa dipetik.. Penejun payun akan jatuh ke bawah setelah meloncat dai pesawat..
II. KINEMATIKA PARTIKEL
II. KINEMATIKA PARTIKEL Kinematika adalah bagian dai mekanika ang mempelajai tentang geak tanpa mempehatikan apa/siapa ang menggeakkan benda tesebut. Bila gaa penggeak ikut dipehatikan, maka apa ang dipelajai
Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan
Kata Kunci Geak melingka GM (Geak Melingka eatuan) GM (Geak Melingka eubah eatuan) Hubungan oda-oda Pada bab sebelumnya, kita sudah mempelajai geak luus. Di bab ini, kita akan mempelajai geak dengan lintasan
BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
MGMP MATEMATIKA SMP KOTA MALANG BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MODUL/BAHAN AJAR KELAS 9 PENYUSUN Ds.WIJANARKO EDITOR ANIK SUJIATI,S.Pd. MM BANGUN RUANG SISI LENGKUNG BAB 2BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Setelah
BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON
1 BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON Sebelumnya telah dipelajai tentang hukum Newton: hukum I tentang kelembaban benda, yang dinyatakan oleh pesamaan F = 0; hukum II tentang hubungan gaya dan geak, yang
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi Pepindahan Sudut Riview geak linea: Pepindahan,
Gerak melingkar beraturan
13/10/01 Geak melingka beatuan geak melingka beatuan adalah geak dimensi dengan laju tetap, Aahnya beubah kecepatan beubah v i = vekto kecepatan awal v f = vekto kecepatan akhi θ = pepindahan sudut Gamba
Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan
Contact Peson : OSN Fisika 2017 Numbe 1 GERAKAN KUMBANG DI PINGGIR PIRINGAN Sebuah piingan lingkaan (massa M, jai-jai a) digantung pada engsel/sumbu simeti mendata tanpa gesekan yang melalui titik pusat
MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA
p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 MODIFIKASI DISTIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETI BOLA Yuant Tiandho Juusan Fisika, Univesitas Bangka Belitung Email: [email protected] Abstak Umumnya, untuk menggambakan
r, sistem (gas) telah melakukan usaha dw, yang menurut ilmu mekanika adalah : r r
4. USH 4.1 System yang beada dalam keadaan setimbang akan tetap mempetahanan keadan itu. Untuk mengubah keadaan seimbang ini dipelukan pengauh-pengauh dai lua; sistem haus beinteaksi dengan lingkungannya.
TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS
SEMESTER GENAP 008/009 TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS Alian dalam anulus adalah alian di antaa dua pipa yang segais pusat. Jadi ada pipa besa dan ada pipa kecil. Pipa kecil beada dalam pipa besa.
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-31) Topik hai ini (minggu ) Geak dalam Satu Dimensi (Kinematika) Keangka Acuan & Sistem Koodinat Posisi dan Pepindahan Kecepatan Pecepatan GLB dan GLBB Geak Jatuh Bebas Mekanika Bagian
1 Sistem Koordinat Polar
1 Sistem Koodinat ola ada kuliah sebelumna, kita selalu menggunakan sistem koodinat Katesius untuk menggambakan lintasan patikel ang begeak. Koodinat Katesius mudah digunakan saat menggambakan geak linea
MODUL I FISIKA LISTRIK MAGNET MUATAN LISTRIK
MODUL I FISIKA LISTRIK MAGNET MUATAN LISTRIK Tujuan intuksional umum Aga mahasiswa dapat memahami matei Fisika Listik tentang muatan listik Tinjauan Instuksional khusus Dapat memahami bentuk, sifat dan
Kunci Jawaban dan Pembahasan PR Fisika Kelas XII 1
Kuni Jawaban dan Pembahasan PR Fisika Kelas X Bab Gelombang f λ f λ A. Pilihan Ganda. Jawaban: b ) Gelombang stasione adalah gelombang yang nilai amplitudonya beubah-ubah. ) Gelombang bejalan yaitu gelombang
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi RIVIEW Riview geak linea: Pepindahan, kecepatan,
SUPLEMEN MATERI KULIAH FI-1102 FISIKA DASAR II
SUPLEMEN MATERI KULIAH FI-0 FISIKA DASAR II RINGKASAN MATERI KULIAH PEMBAHASAN SOAL UJIAN TPB SEM. II leh MIKRAJUDDIN ABDULLAH PROGRAM STUDI FISIKA 007 Kata Penganta Diktat ini beisi ingkasan matei Fisika
Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS
Bahan ja Fisika eoi Kinetik Gas Iqo uian, S.Si,.Pd EORI KIEIK GS Pendahuluan Gas eupakan zat dengan sifat sifatnya yang khas diana olekul atau patikelnya begeak bebas. Banyak gajala ala yang bekaitan dengan
Hand Out Fisika II HUKUM GAUSS. Fluks Listrik Permukaan tertutup Hukum Gauss Konduktor dan Isolator
HUKUM GAUSS Fluks Lstk Pemukaan tetutup Hukum Gauss Kondukto dan Isolato 1 Mach 7 1 Gas gaya oleh muatan ttk - 1 Mach 7 Gas gaya akbat dpol - 1 Mach 7 Fluks Lstk Defns: banyaknya gas gaya lstk yang menembus
HANDOUT KULIAH LISTRIK MAGNET I. Oleh: Dr. rer. nat. Ayi Bahtiar
HANDOUT KULIAH LISTRIK MAGNET I Oleh: D. e. nat. Ayi Bahtia JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 6 -Q - Q LISTRIK MAGNET I AYI BAHTIAR JURUSAN FISIKA
MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11
SMA IPA Kelas 11 Mendeskipsikan gejala alam dan keteatuannya dalam cakupan mekanika benda titik. Mengevaluasi pemikian diinya tehadap keteatuan geak planet dalam tat susya bedasakan hukum Newton. Gesekan
ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK
MATA KULIAH KODE MK Dosen : FISIKA DASA II : EL-22 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke-5 CAKUPAN MATEI. ESISTANSI DAN HUKUM OHM 2. ANGKAIAN LISTIK SEDEHANA 3. DAYA LISTIK DAN EFISIENSI JAINGAN SUMBE-SUMBE:.
BAB II METODA GEOLISTRIK
BB METOD GEOLSTRK. Pendahuluan Metode Geolistik Metoda geolistik adalah salah satu metoda dalam geofisika yang memanfaatkan sifat kelistikan untuk mempelajai keadaan bawah pemukaan bumi. Metoda geolistik
KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.
KORELASI Tedapat tiga macam bentuk hubungan anta vaiabel, yaitu hubungan simetis, hubungan sebab akibat (kausal) dan hubungan Inteaktif (saling mempengauhi). Untuk mencai hubungan antaa dua vaiabel atau
BAB II Tinjauan Teoritis
BAB II Tinjauan Teoitis BAB II Tinjauan Teoitis 2.1 Antena Mikostip 2.1.1 Kaakteistik Dasa Antena mikostip tedii dai suatu lapisan logam yang sangat tipis ( t
RINGKASAN DAN LATIHAN - - LISTRIK STATIS - LISTRIK STATI S
RINGKASAN DAN LATIHAN Listrik Statis - - LISTRIK STATIS - LISTRIK STATI S Hukum Coulomb ------------------------------- 1 Listrik Statis Medan Listrik Medan Listrik oleh titik bermuatan Fluk Listrik dan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang
BAB PENDAHULUAN. Lata belakang Pekembangan suatu teknologi sangat dipengauhi dengan pekembangan suatu ilmu pengetahuan. Tanpa peanan ilmu pengetahuan, bisa dipastikan teknologi akan sulit untuk bekembang
Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral
Sudaatno Sudiham Studi Mandii Fungsi dan Gafik Difeensial dan Integal oleh Sudaatno Sudiham i Dapublic Hak cipta pada penulis, 010 SUDIRHAM, SUDARYATNO Fungsi dan Gafik, Difeensial dan Integal Oleh: Sudaatmo
FIsika KTSP & K-13 HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI. K e l a s A. HUKUM GRAVITASI NEWTON
KSP & K- FIsika K e l a s XI HUKUM NEWON ENANG GAVIASI ujuan Pembelajaan Setelah mempelajai matei ini, kamu dihaapkan mampu: menjelaskan hukum avitasi Newton; memahami konsep aya avitasi dan medan avitasi;
Rosari Saleh dan Sutarto
Geak meupakan bagian tidak tepisahkan dai kehidupan kita sehai-hai. Geak muncul dan tejadi pada hampi seluuh benda dai benda yang memiliki ukuan sangat kecil sepeti elekton yang begeak mengelilingi inti
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab II : Kajian Pustaka 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA Mateial bedasakan sifat popetinya dibagi menjadi bebeapa jenis, yaitu:. Isotopik : mateial yang sifat popetinya sama ke segala aah, misalnya baja.. Othotopik
III. TEORI DASAR. aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi.
. TEOR DSR 3.. Konsep Umum Geolistik ialah suatu metode dalam geofisika yang mempelajai sifat alian listik di dalam bumi dan caa mendeteksinya di pemukaan bumi. Pendeteksian ini meliputi pengukuan beda
BAB 7 Difraksi dan Hamburan
BAB 7 Difaksi dan Hambuan Bedasakan bab sebelumnya yang menjelaskan tentang sebuah gelombang yang datang di pantulkan oleh suatu bidang pembatas meupakan gelombang data dan tidak behingga. Jika sebuah
PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA
PENYELESAAN SOAL SOAL NSTALAS CAHAYA 1. Sebuah lampu pija dai W dengan flux Cahaya spesifik 16 lm/w ditempatkan dalam sebuah bola kaca putih susu. Kacanya meneuskan 75% dai flux Cahaya lampu. Kalau luminansi
PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom
PENDAHULUAN Di dalam modul ini Anda akan mempelaai aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom dan fisika molekul yang mencakup: Fisika atom dan Fisika Molekul. Oleh kaena itu, sebelum mempelaai modul ini
Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral
Sudaatno Sudiham Studi Mandii Fungsi dan Gafik Difeensial dan Integal ii Dapublic BAB 7 Koodinat Pola Sampai dengan bahasan sebelumna kita membicaakan fungsi dengan kuva-kuva ang digambakan dalam koodinat
PENGUKURAN. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika
PENGUKURAN Disampaikan pada Diklat Instuktu/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 004 di PPPG Matematika Oleh: Da. Pujiati,M. Ed. Widyaiswaa PPPG Matematika Yogyakata =================================================================
Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika
Univesitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Kompute Teknik Infomatika Integal Gais Integal Gais Definisi Integal gais Integal gais di bidang Misalkan pesamaan paamete kuva mulus ( di bidang (t (t ; a
Pendahuluan Elektromagnetika
Revisi Febuai 2002 Modul 1 EE 2323 Elektomagnetika Telekomunikasi Pendahuluan Elektomagnetika Oleh : Nachwan Mufti Adiansyah, ST Oganisasi Modul 1 Pendahuluan Elektomagnetika A. Lata Belakang Sejaah page
MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN
MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN Disusun Oleh : IWAN APRIYAN SYAM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA KATA PENGANTAR Puji syuku kami panjatkan kehadiat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan ahmat dan kaunia-nya,sehingga
MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN
MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN 1. MOMENTUM LINEAR Momentum sebuah patikel adalah sebuah vekto P yang didefinisikan sebagai pekalian antaa massa patikel m dengan kecepatannya, v, yaitu: P = mv (1) Isac Newton
