II. KINEMATIKA PARTIKEL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "II. KINEMATIKA PARTIKEL"

Transkripsi

1 II. KINEMATIKA PARTIKEL Kinematika adalah bagian dai mekanika ang mempelajai tentang geak tanpa mempehatikan apa/siapa ang menggeakkan benda tesebut. Bila gaa penggeak ikut dipehatikan, maka apa ang dipelajai meupakan bagian dai dinamika. Patikel adalah benda dengan ukuan ang sangat kecil. Patikel meupakan suatu pendekatan/model dai benda ang diamati. Pendekatan benda sebagai patikel dapat dilakukan bila benda melakukan geak tanslasi muni. Geak disebut geak tanslasi bila selama begeak sumbu keangka acuan ang melekat pada benda (,,z ) selalu sejaja dengan keanggka acuanna sendii (,,z). 1. PERGESERAN, KECEPATAN dan PERCEPATAN 1.1. Pegesean Posisi dai suatu patikel di dalam suatu sistem koodinat dapat dinatakan dengan vekto posisi: = iˆ + j ˆ....1 Jika posisi suatu patikel pada koodinat katesian tedapat pada titik (,), maka vekto posisi dapat dinatakan sebagai beikut : (,) = iˆ + j ˆ Patikel begeak dai pisisi petama 1 ke posisi kedua melalui lintasan sembaang (tidak haus luus). Pegesean meupakan suatu vekto ang menatakan pepindahan patikel dai posisi petama ke posisi kedua melalui gais luus. Dengan demikian, pegesean didefinisikan: =

2 Sebagai contoh: sebuah patikel pada saat t 1 beada pada posisi 1 begeak pada suatu lintasan hingga pada saat t sudah beada pada posisi. Maka pepindahan/ pegesean patikel tesebut dinatakan oleh. A A 1 B 1 B 1.. Kecepatan Petikel begeak dengan suatu lintasan tetentu. Pada saat t 1, patikel beada pada posisi 1 dan pada saat t patikel beada pada posisi. Kecepatan adalah pegesean patikel tiap satuan waktu Kecepatan ata-ata Kecepatan ata-ata didefinisikan sebagai peubahan posisi (pepindahan/pegesean) suatu patikel selama selang waktu tetentu. Secaa matematis diumuskan : 1 v = =....3 t t Kecepatan sesaat. Kita dapat menghitung kecepatan pada saat tetentu dai sebuah patikel ang sedang begeak. Kecepatan semacam itu kita bei nama sebagai kecepatan sesaat. Lihat pesamaan.3 di atas, jika selang waktu pengukuan dibuat mendekati haga nol maka dipeoleh kecepatan sesaat, aitu kecepatan pada saat t tetentu. Sehingga kecepatan sesaat dapat diumuskan: v = lim....4 Pesamaan tesebut dapat dinatakan dalam bentuk : d v =....5 dt Secaa lebih umum jika kita menganalisis geak dalam dimensi, kecepatan sesaat v dinatakan : d d d v = = iˆ + ˆj dt dt dt....6 v = v iˆ + v ˆj

3 1.3. Pecepatan Sebuah patikel seingkali mengalami peubahan kecepatan selama pegeakanna. Pecepatan adalah sebuah besaan ang digunakan untuk menjelaskan kenataan tesebut. Kita mendefinisikan pecepatan sebagai peubahan kecepatan tiap satuan waktu Pecepatan ata-ata Pecepatan ata-ata adalah peubahan kecepatan dalam selang waktu. Secaa matematis diumuskan sebagai beikut: v v1 v a = =....7 t t Pecepatan sesaat Kita dapat menghitung pecepatan pada saat tetentu dai sebuah patikel ang sedang begeak. Pecepatan semacam itu kita bei nama sebagai pecepatan sesaat. Lihat pesamaan.7 di atas, jika selang waktu pengukuan dibuat mendekati haga nol maka dipeoleh pecepatan sesaat, aitu pecepatan pada saat t tetentu. Sehingga pecepatan sesaat dapat diumuskan : v a = lim Pesamaan tesebut dapat dinatakan dalam bentuk : dv a =....8 dt Secaa lebih umum jika kita menganalisis geak dalam dimensi, pecepatan sesaat a dinatakan : dv dv dv a = = iˆ + ˆj dt dt dt....9 = a iˆ + a ˆj. GERAK DALAM SATU DIMENSI dengan PERCEPATAN KONSTAN Sebuah patikel dikatakan melakukan geak satu dimensi jika selama pegeseanna patikel hana melibatkan satu sumbu koodinat saja untuk menunjukan aah geakanna. Sebagai contoh sebuah patikel ang begeak di atas pemukaan data ke aah kanan dai suatu titik acuan atau sebuah patikel ang mengalami geak jatuh bebas dai ketinggian tetentu. Kita biasa menggunakan sumbu untuk menganalisis geak pada aah hoisontal dan sumbu untuk geak vetikal. 3

4 .1. Geak dalam aah sumbu. Geak satu dimensi beati patikel begeak dalam satu aah saja, misalkan dalam aah sumbu. Sehingga pegesean, kecepatan dan pecepatan geak tesebut dinatakan : = iˆ v = viˆ....9 a = a iˆ Sekaang kita akan meumuskan bebagai keadaan dalam geak satu dimensi. Namun kaena dalam geak satu dimensi aah geak sudah ditentukan maka kita akan menganalisis geak tesebut sebatas besana saja. Peumusan kita akan dibatasi untuk geak dengan Pecepatan konstan. Suatu patikel dikatakan mengalami geak dengan pecepatan konstan manakala patikel tesebut mengalami peubahan kecepatan ang tetap tiap satuan waktu. Kita telah mendefinisikan pecepatan ata-ata pada pesamaan.7. v v1 v a = = t t1 Jika waktu mula-mula t 1 = dan t kita natakan sebagai selang waktu t, sedangkan v 1 dinatakan sebagai kecepatan awal (v o ) dan v meupakan kecepatan pada saat t ang dinatakan dengan v, maka pesamaan.7 dapat dinatakan : v v a = t v = v + at....1 Pesamaan ini menunjukan bahwa pada selang waktu t, kecepatan telah betambah sebesa a t. Jika pecepatan konstan, maka kita juga dapat menatakan bahwa kecepatan ata-atana adalah kecepatan awal (v o ) ditambah kecepatan pada selang waktu t (v ) dibagi dua : v + v v = Bedasakan pesamaan.1, kita juga dapat mengatakan bahwa v t menatakan petambahan posisi dalam selang waktu t. Dengan demikian maka posisi patikel dapat dinatakan : = + v t....1 Dengan mensubstitusikan pesamaan.11 ke dalam pesamaan.1, maka dipeoleh : = 1 + ( v v ) t

5 Sekaang kita subtitusikan pesamaan.1 ke pesamaan.13, sehingga dipeoleh : 1 = + ( v + v + at) t Akhina dipeoleh : 1 = + v t + at vt v Bedasakan pesamaan.1 kita juga bisa meumuskan bahwa : t = a Jika pesamaan tesebut ang kita subtitusikan ke pesamaan.13, maka dipeoleh : = 1 + ( v ) + v t 1 v v = + ( v )( ) + v a Jika kita selesaikan pesamaan tesebut maka dipeoleh : = v + a( ) v Pembahasan ang bau saja kita lakukan telah membawa kita pada suatu benang meah di mana kita dapat menghubungkan keempat vaiabel dalam kinematika, aitu posisi, kecepatan, pecepatan dan waktu dalam satu paket pesamaan. Semua pemasalahan tentang geak patikel dapat diselesaikan dengan menggunakan 4 buah pesamaan beikut : v = v + at (tanpa : ) = 1 + ( v v ) t + (tanpa : a) 1 = + v t + at (tanpa : vt ) = v + a( ) (tanpa : t) v.. Geak dalam aah sumbu. Pesamaan geak dalam aah sumbu dituunkan pesis sama dengan pesamaan-pesamaan ang sudah dipeoleh pada bagian.1 di atas. Sehingga kita akan menuliskan keempat pesamaan pokok geak dalam aah sumbu secaa langsung sebagai beikut : v = v a t (tanpa : ) + = 1 + ( v v ) t + (tanpa : a) 1 = + vt + a t (tanpa : v t ) v = v + a ( ) (tanpa : t) 5

6 Contoh geak dalam aah sumbu adalah Geak Jatuh Bebas dan Geak Vetikal Ke atas...1. Geak Jatuh Bebas Geak jatuh bebas adalah kondisi khusus dai geak dalam aah sumbu. Suatu patikel dikatakan mengalami Geak Jatuh Bebas ketika patikel tesebut jatuh dai ketinggian tetentu ( o ) dengan kecepatan awal v o = dan dipecepat ke bawah oleh pecepatan gavitasi bumi (g). Dengan kata lain, pada Geak Jatuh Bebas dibelakukan v o =, o = dan a = g. Kaena aah geak selalu ke bawah, maka aah ke bawah dibei tanda positip. Dengan memasukan batasan-batasan tesebut dalam 4 pesamaan pokok geak 1 dimensi dipeoleh pesamaan-pesamaan untuk Geak Jatuh Bebas sebagai beikut: v = gt = 1 v t = gt v = g Geak Vetikal Ke atas Geak vetikal ke atas tejadi manakala suatu patikel dilempakan secaa vetikal ke atas (membentuk sudut tehadap sumbu ) dengan kecepatan awal (v ) tetentu. Patikel akan mengalami pecepatan negatif (pelambatan) akibat adana pecepatan gavitasi bumi (g) pada aah ang belawanan dengan aah kecepatan. Kaena mengalami pelambatan maka pada saat tetentu patikel akan mencapai titik tetinggina (behenti) lalu tejatuh. Bedasakan definisi tesebut, maka kita dapat menuunkan paket pesamaan untuk Geak Vetikal Ke Atas sebagai beikut : = v gt.... v = 1 + ( v v ) t = + v t gt.... = v g( )....3 v 6

7 3. GERAK DUA DIMENSI Geak dua dimensi adalah suatu geak patikel ang lintasanna dapat diuaikan ke dalam komponen geak pada aah sumbu dan sumbu. Atina dalam Geak Dua Dimensi ini kita akan menggabungkan pesamaanpesamaan pokok pada geak dalam aah sumbu dan pesamaan-pesamaan pokok geak pada aah sumbu. Komponen Geak Dalam Sumbu v v + at = = 1 + ( v v ) t + 1 = + v t + at = v + a( ) v Komponen Geak Dalam Sumbu v v a t = + = 1 + ( v v ) t + 1 = + vt + a t v = v + a ( ) Kita akan menunjukan bebeapa contoh Geak Dua Dimensi diantaana Geak Peluu dan Geak Melingka Geak Peluu Geak peluu meupakan geak dalam dimensi (bidang). Contoh kongkit dai geak ini adalah geak peluu ang dilepaskan dai sebuah pemicu (misalna: pistol) dengan membentuk sudut tetentu dai aah hoisontalna. Lintasan ang tebentuk adalah sebuah kuva paabolik. v v v v v v v v v v Posisi awal peluu teletak di pusat koodinat, jadi = dan =. Peluu mempunai kecepatan awal v. Kecepatan awal peluu ini dapat diuaikan menjadi komponen-komponenna : v = v cos θ v = v sin θ Setelah peluu melaang di udaa, pada peluu hana bekeja pecepatan gavitasi ang aahna ke bawah: a = -g a = 7

8 Bedasakan keadaan sebagaimana ang telah diuaikan, pesamaan geak ang digunakan dalam menganalisis geak peluu adalah sebagai beikut: Komponen Geak Dalam Sumbu v = v o cosθ = ( vo cosθ ) t Komponen Geak Dalam Sumbu v = v sin θ - gt = 1/ (v sin θ + v ) t = (v sin θ) t - 1/ g t v t = (v sin θ) g Besa kecepatan patikel pada saat t adalah : v = v + v....4 Aah kecepatan tehadap sumbu dipeoleh dengan menguku kemiingan antaa kedua vekto kecepatan. Secaa matematis diumuskan: v tan α =....5 v Dengan mensubstitusikan t dai pesemaan posisi ke pesamaan posisi : = ( vo cosθ ) t = ( v sin ) t 1 o θ gt dipeoleh: = (tanθ ) g /(v cos ) o θ....6 [ ] Pola pesamaan.6 dapat dituliskan: = A - B Bedasakan pesamaan tesebut tampak bahwa secaa matematis lintasan peluu beupa lintasan paabolik. 8

9 3..Geak Melingka Geak melingka adalah geak suatu benda pada lintasan ang bebentuk lingkaan (melingka). B B θ A θ Kecepatan Sudut dan Kecepatan Linie Suatu patikel pada saat t 1 beada di titik A telah menempuh sudut sebesa θ 1, pada t telah beada di titik B dan menempuh sudut sebesa θ. Maka kecepatan sudut dinatakan: θ θ1 ω =....7 t t 1 Kecepatan sudut didefinisikan sebagai peubahan sudut ang ditempuh pada selang waktu tetentu. Jika dibuat sangat kecil (mendekati nol), maka dipeoleh kecepatan sudut sesaat pada waktu t: θ dθ ω = lim = dt....8 Selain kecepatan sudut, pada geak melingka juga bisa dianalisis kecepatan linie (kecepatan singgung). Kita misalkan patikel bepindah dai titik A ke titik B pada lintasan lingkaan ang bejai-jai R. B S A V t θ R R V t V t Peubahan sudut selama pegeakan untuk menempuh panjang busu S adalah θ. Maka kita dapat membuat hubungan: S θ =....9 R 9

10 Jika pesamaan.9 semua uas dibagi dengan, maka dipeoleh: θ S = R Kini dibuat mendekati nilai nol, maka dipeoleh: θ 1 S lim = lim R ω = V T R Dengan demikian, dapat dipeoleh hubungan antaa kecepatan singgung (V T ) dengan kecepatan sudut (ω) sebagai beikut: V T = ωr....3 Kecepatan singgung V T menunjukan kecepatan tangensial (linie) dai sebuah geak melingka Pecepatan Sudut dan Pecepatan Linie Jika selama geak kecepatan sudut benda beubah sebesa ω dalam selang waktu, dikatakan benda mempunai pecepatan sudut. Pecepatan sudut ata-ata didefinisikan sebagai peubahan kecepatan sudut tiap satuan waktu: α = ω Jika dibuat mendekati haga nol, maka akan dipeoleh pecepatan sudut sesaat, aitu pecepatan sudut pada saat t. ω dω d θ α = lim = = dt dt Bedasakan dalil antai: dω dθ dω dω α = = ω = ω dθ dt dθ dθ

11 Jenis paling sedehana geak melingka dengan pecepatan adalah apabila geak tesebut memiliki pecepatan sudut ang tetap. Dalam kejadian sepeti ini, peumusan pesamaan-pesamaan geak melingka dapat dipeoleh sebagai beikut: Jika dω dt = = α = konstan ω, maka dapat dituliskan bahwa: dω α dt ω = αt + Pesamaan.36 meupakan pesamaan untuk mencai kecepatan sudut pada saat t jika diketahui pecepatan sudut α dan kecepatan sudut awal ω. Jika pesamaan.36 tesebut disubtitusikan pada pesamaan.8, dipeoleh: dθ ω = dt dθ = ωdt = αt + ω ) dt ( Pesamaan.37 diselesaikan dengan caa mengintegalkan kedua uas, maka dipeoleh: = dθ ( αt + ω ) dt θ = ωt + αt + θ Jika kita menelesaikan pesamaan dalil anatai (pesamaan.35) dengan caa mengintegalkan kedua uasna, maka dipeoleh bentuk lain dai pesamaan geak melingka sebagai beikut: dω α = ω dθ αdθ = ωdω 1 1 αθ = ω ω ω = ω + αθ Sampai di sini kita telah melihat betapa pesamaan-pesamaan geak melingka begitu miip dengan pesaaan pada geak linie. 11

12 Sekaang kita akan menganalisis efek pecepatan sudut pada geak melingka tehadap geak liniena. Diumpamakan suatu patikel begeak melingka beubah beatuan (pecepatan sudut tetap). Pada saat t o benda begeak dengan kecepatan ω o, lalu dipecepat oleh pecepatan sudut tetentu sehingga pada saat t kecepatan sudut telah beubah menjadi ω. Akibat adana peubahan kecepatan sudut ini, kecepatan singgung juga mengalami peubahan: = Rω Rω = R ω v T ω,v Tt....4 R ω, V T Adana peubahan kecepatan singgung V T (kecepatan tangensial), menunjukan juga adana pecepatan pada aah tangensial. vt ω at = lim = R lim Dipeoleh: a T = Rα....4 Pecepatan tesebut seaah dengan aah kecepatan singgungna, dan oleh kaena itu disebut sebagai pecepatan tangensial. Bedasakan uaian tesebut, dapat dijelaskan bahwa pecepatan tangensial tejadi kaena adana pecepatan sudut. Secaa inci dapat disebutkan bahwa adana pecepatan sudut mengakibatkan peubahan kecepatan sudut, peubahan kecepatan sudut mengakibatkan peubahan kecepatan singgung (kecepatan tangensial), peubahan kecepatan singgung/tangensial menunjukan adana pecepatan tangensial. Petanaanna, apakah pada geak melingka beatuan, aitu geak melingka dengan kecepatan sudut tetap (pecepatan sudut = ), benda memiliki pecepatan linie? Pada geak melingka beatuan, patikel begeak dengan besa kecepatan konstan, tetapi aah kecepatan tidak konstan/beubah. Hal ini mengakibatkan, 1

13 patikel tesebut juga mengalami pecepatan linie. Ingat kembali definisi umum tentang pecepatan sebagai peubahan kecepatan tiap satuan waktu. Kecepatan meupakan besaan vekto (memiliki besa sekaligus aah). Akibatna, pecepatan timbul kaena adana peubahan besa maupun aah kecepatan atau kedua-duana. Walaupun besa kecepatan konstan (panjang vekto v o = v t ), namun jika tejadi peubahan aah geakan maka timbul juga peubahan kecepatan. Adana peubahan kecepatan menunjukan adana pecepatan. v t v o v t v θ v o Meskipun panjang vekto Vo = Vt, namun aah keduana tidaklah sama, sehingga menimbulkan adana selisih vekto Vt dan Vo sepeti ang ditunjukan oleh gamba. Dengan demikian, dapat dituunkan pesamaan pecepatan sebagai beikut: v a = lim θ θ = limv = v lim Sehingga dipeoleh: a = vω Dengan mensubtitusikan pesamaan.31 ke dalam pesamaan.44, maka dipeoleh: a R vt = vtω = R Kaena pecepatan tesebut selalu beaah pada pusat lingkaan, maka kita menamaina sebagai pecepatan adial (a R ). 13

14 Dengan demikian, pada geak melingka beatuan masih dijumpai adana pecepatan linie aitu pecepatan adial. Pecepatan ini muncul kaena adana peubahan aah kecepatan tangensial. Bedasakan uaian di atas, kita telah menemukan dua komponen pecepatan linie pada geak melingka, aitu pecepatan tangensial dan pecepatan adial. Kedua pecepatan memiliki pebedaan aah ang saling tegak luus, sehingga esultan antaa keduana diumuskan: a = + a R a T a T a R 4. KECEPATAN DAN PERCEPATAN RELATIF Bila suatu patikel begeak dalam suatu keangka (S ) dan keangka tesebut juga begeak tehadap keangka diam (S) ang lain, maka kecepatan dan pecepatan patikel tesebut tegantung pada keangka mana dilihat. 14

15 S A=A S u t = S A ut t = t A s u Pada saat t = patikel menuut keangka S beada di titik A dan menuut keangka S beada di titik A, dimana kedua titik tesebut beimpit. Bila keangka S begeak dengan kecepatan konstan u sejaja sumbu maka pada saat t = t titik A telah begese sejauh ut dai A. Apabila titik A begeak dalam keangka S sejauh maka posisi patikel dilihat oleh keangka S adalah, dimana: = ut Jika pesamaan.47 tesebut dituunkan tehadap waktu dipeoleh: d/dt = u + d /dt v = u + v Jadi kecepatan patikel elatif tehadap keangka S, aitu v, meupakan jumlah vekto kecepatan v (kecepatan patikel tehadap keangka S ) dan u (kecepatan keangka S tehadap S). Kaena u konstan maka jika pesamaan.48 dituunkan sekali lagi tehadap waktu akan dipeoleh: dv/dt = du/dt + dv /dt dv/dt = dv /dt a = a Dapat dikatakan bahwa dalam keangka ang begeak elatif tehadap keangka lain dengan kecepatan konstan, pecepatanna akan nampak sama. 15

16 16

1 Sistem Koordinat Polar

1 Sistem Koordinat Polar 1 Sistem Koodinat ola ada kuliah sebelumna, kita selalu menggunakan sistem koodinat Katesius untuk menggambakan lintasan patikel ang begeak. Koodinat Katesius mudah digunakan saat menggambakan geak linea

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi Pepindahan Sudut Riview geak linea: Pepindahan,

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi RIVIEW Riview geak linea: Pepindahan, kecepatan,

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fisika Dasa I (FI-31) Topik hai ini (minggu ) Geak dalam Satu Dimensi (Kinematika) Keangka Acuan & Sistem Koodinat Posisi dan Pepindahan Kecepatan Pecepatan GLB dan GLBB Geak Jatuh Bebas Mekanika Bagian

Lebih terperinci

Gambar 4.3. Gambar 44

Gambar 4.3. Gambar 44 1 BAB HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Pada bab kita telah membahas sifat-sifat geak yang behubungan dengan kecepatan dan peceaptan benda. Pembahasan pada Bab tesesbut menjawab petanyaan Bagaimana sebuah benda

Lebih terperinci

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com Geak Melingka Gavitasi Kinematika Geak Melingka Beatuan Sebuah benda yang begeak membentuk suatu lingkaan dengan laju konstan v dikatakan mengalami geak melingka beatuan. Besa kecapatan dalam hal ini tetap

Lebih terperinci

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb: Posisi dan Pepindahan Geak Dalam D/3D Posisi patikel dalam koodinat katesian diungkapkan sbb: xi ˆ + yj ˆ + zk ˆ :57:35 Koefisien x, y dan z meupakan lokasi paikel dalam koodinat katesian elatif tehadap

Lebih terperinci

Gerak melingkar beraturan

Gerak melingkar beraturan 13/10/01 Geak melingka beatuan geak melingka beatuan adalah geak dimensi dengan laju tetap, Aahnya beubah kecepatan beubah v i = vekto kecepatan awal v f = vekto kecepatan akhi θ = pepindahan sudut Gamba

Lebih terperinci

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika Univesitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Kompute Teknik Infomatika Integal Gais Integal Gais Definisi Integal gais Integal gais di bidang Misalkan pesamaan paamete kuva mulus ( di bidang (t (t ; a

Lebih terperinci

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER BAB II MDAN ISTRIK DI SKITAR KONDUKTOR SIINDR II. 1 Hukum Coulomb Chales Augustin Coulomb (1736-1806), adalah oang yang petama kali yang melakukan pecobaan tentang muatan listik statis. Dai hasil pecobaannya,

Lebih terperinci

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis Pogam Pekuliahan Dasa Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integal Gais [MA] Integal Gais Definisi Integal gais Integal gais di bidang Misalkan pesamaan paamete kuva mulus ( di bidang (t (t ; a t b maka

Lebih terperinci

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11 GRAFITASI Si Isaac Newton yang tekenal dengan hukum-hukum Newton I, II dan III, juga tekenal dengan hukum Gafitasi Umum. Didasakan pada patikel-patikel bemassa senantiasa mengadakan gaya taik menaik sepanjang

Lebih terperinci

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA Hingga sejauh ini kita sudah mempelajai tentang momentum, gaya-gaya pada fluida statik, dan ihwal fluida begeak dalam hal neaca massa dan neaca enegi.

Lebih terperinci

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN

MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN 1. MOMENTUM LINEAR Momentum sebuah patikel adalah sebuah vekto P yang didefinisikan sebagai pekalian antaa massa patikel m dengan kecepatannya, v, yaitu: P = mv (1) Isac Newton

Lebih terperinci

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON 1 BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON Sebelumnya telah dipelajai tentang hukum Newton: hukum I tentang kelembaban benda, yang dinyatakan oleh pesamaan F = 0; hukum II tentang hubungan gaya dan geak, yang

Lebih terperinci

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan B a b 4 Geak Melingka Sumbe: www.ealcoastes.com Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat meneapkan konsep dan pinsip kinematika dan dinamika benda titik dengan caa menganalisis besaan Fisika pada geak

Lebih terperinci

III. KINEMATIKA PARTIKEL. 1. PERGESERAN, KECEPATAN dan PERCEPATAN

III. KINEMATIKA PARTIKEL. 1. PERGESERAN, KECEPATAN dan PERCEPATAN III. KINEMATIKA PARTIKEL Kinematika adalah bagian dari mekanika yang mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan apa/siapa yang menggerakkan benda tersebut. Bila gaya penggerak ikut diperhatikan maka

Lebih terperinci

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan Kata Kunci Geak melingka GM (Geak Melingka eatuan) GM (Geak Melingka eubah eatuan) Hubungan oda-oda Pada bab sebelumnya, kita sudah mempelajai geak luus. Di bab ini, kita akan mempelajai geak dengan lintasan

Lebih terperinci

Gelombang Elektromagnetik

Gelombang Elektromagnetik Gelombang Miko 5 Gelombang Miko 6 Gelombang lektomagnetik Gelombang elektomagnetik (em) tedii dai gelombang medan listik dan medan magnit ang menjala besama dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaa.

Lebih terperinci

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1 BAB 11 GRAVITASI Hukum gavitasi univesal yang diumuskan oleh Newton, diawali dengan bebeapa pemahaman dan pengamatan empiis yang telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. Mula-mula Copenicus membeikan

Lebih terperinci

PENERBIT ITB FISIKA DASAR I

PENERBIT ITB FISIKA DASAR I PENERBIT ITB CATATAN KULIAH FI-0 FISIKA DASAR I (Edisi Revisi) Oleh D.Eng. MIKRAJUDDIN ABDULLAH, M.Si. PROGRAM STUDI FISIKA Dafta Isi Bab Geak Dua Dimensi Bab Geak Peluu 7 Bab 3 Geak Melingka 36 Bab 4

Lebih terperinci

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran) 9 Geometi nalitik idang Lingkaan) li Mahmudi Juusan Pendidikan Matematika FMIP UNY) KOMPETENSI Kompetensi ang dihaapkan dikuasai mahasiswa setelah mempelajai ab ini adalah sebagai beikut. Menjelaskan pengetian

Lebih terperinci

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik

Hand Out Fisika II MEDAN LISTRIK. Medan listrik akibat muatan titik Medan listrik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listrik MDAN LISTRIK Medan listik akibat muatan titik Medan listik akibat muatan kontinu Sistem Dipol Listik Mach 7 Definisi Medan Listik () Medan listik pada muatan uji q didefinisikan sebagai gaya listik pada

Lebih terperinci

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral Sudaatno Sudiham Studi Mandii Fungsi dan Gafik Difeensial dan Integal ii Dapublic BAB 7 Koodinat Pola Sampai dengan bahasan sebelumna kita membicaakan fungsi dengan kuva-kuva ang digambakan dalam koodinat

Lebih terperinci

BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR

BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR BAB IV GERAK DALAM BIDANG DATAR 4.1 Kecepatan Geak Melengkung Hingga saat ini telah dibahas geakan patikel dalam satu dimensi yaitu geakan seaah sumbu-x. Beikut akan dibahas geakan patikel dalam dua dimensi

Lebih terperinci

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity). Hand Out Fisika 6 (lihat di http:).1. Pengetian Medan Listik. Medan Listik meupakan daeah atau uang disekita benda yang bemuatan listik dimana jika sebuah benda bemuatan lainnya diletakkan pada daeah itu

Lebih terperinci

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama

SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama SUMER MEDAN MAGNET Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Medan Magnetik Sebuah Muatan yang egeak Hasil-hasil ekspeimen menunjukan bahwa besanya medan magnet () akibat adanya patikel bemuatan yang begeak

Lebih terperinci

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP) Geak Melingka Edisi Kedua Untuk SMA kelas XI (Telah disesuaikan dengan KTSP) Lisensi Dokumen : Copyight 008 009 GuuMuda.Com Seluuh dokumen di GuuMuda.Com dapat digunakan dan disebakan secaa bebas untuk

Lebih terperinci

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q MEDAN LISTRIK 1 2.1 Medan Listik Gaya Coulomb di sekita suatu muatan listik akan membentuk medan listik. Dalam membahas medan listik, digunakan pengetian kuat medan. Untuk medan gaya Coulomb, kuat medan

Lebih terperinci

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran Kuikulum 03 Kelas X matematika WAJIB IDENTITAS TRIGONOMETRI Tujuan Pembelajaan Setelah mempelajai matei ini, kamu dihaapkan memiliki kemampuan beikut.. Memahami jenis-jenis identitas tigonometi.. Dapat

Lebih terperinci

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral Sudaatno Sudiham Studi Mandii Fungsi dan Gafik Difeensial dan Integal oleh Sudaatno Sudiham i Dapublic Hak cipta pada penulis, 010 SUDIRHAM, SUDARYATNO Fungsi dan Gafik, Difeensial dan Integal Oleh: Sudaatmo

Lebih terperinci

USAHA DAN ENERGI USAHA DAN ENERGI. Usaha. r r. Usaha dalam pengertian di Fisika sebanding dengan gaya dan perpindahan

USAHA DAN ENERGI USAHA DAN ENERGI. Usaha. r r. Usaha dalam pengertian di Fisika sebanding dengan gaya dan perpindahan USH DN ENERGI USH DN ENERGI Usaha dalam pengetian di Fisika sebanding dengan gaya dan pepindahan Usaha yang dilakukan makin besa jika gaya yang bekeja pada benda juga besa Jika gaya yang bekeja pada benda

Lebih terperinci

Kegiatan Belajar 2. Identitas Trigonometri

Kegiatan Belajar 2. Identitas Trigonometri Kegiatan Belaja A. Tujuan Pembelajaan Setelah mempelajai kegiatan belaja, dihaapkan siswa dapat a. Menggunakan identitas tigonometi dalam penelesaian b. Membuktikan identitas tigonometi sedehana dengan

Lebih terperinci

KINEMATIKA PARTIKEL 1. KINEMATIKA DAN PARTIKEL

KINEMATIKA PARTIKEL 1. KINEMATIKA DAN PARTIKEL FISIKA TERAPAN KINEMATIKA PARTIKEL TEKNIK ELEKTRO D3 UNJANI TA 2013-2014 1. KINEMATIKA DAN PARTIKEL Kinematika adalah bagian dari mekanika yg mempelajari tentang gerak tanpa memperhatikan apa/siapa yang

Lebih terperinci

BAB 5 (Minggu ke 7) SISTEM REFERENSI TAK INERSIA

BAB 5 (Minggu ke 7) SISTEM REFERENSI TAK INERSIA 7 BAB 5 (Minggu ke 7) SISTEM REFERENSI TAK INERSIA PENDAHULUAN Leaning Outcome: Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa dihaapkan : Mampu menjelaskan konsep Sistem Koodinat Dipecepat dan Gaya Inesial Mampu

Lebih terperinci

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK

: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK MATA KULIAH KOD MK Dosen : FISIKA DASAR II : L-1 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke- CAKUPAN MATRI 1. MDAN LISTRIK. INTNSITAS/ KUAT MDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK SUMBR-SUMBR: 1. Fedeick

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab II : Kajian Pustaka 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA Mateial bedasakan sifat popetinya dibagi menjadi bebeapa jenis, yaitu:. Isotopik : mateial yang sifat popetinya sama ke segala aah, misalnya baja.. Othotopik

Lebih terperinci

6. Fungsi Trigonometri Sudaryatno Sudirham

6. Fungsi Trigonometri Sudaryatno Sudirham 6. Fungsi Tignmeti Sudaatn Sudiham 6.. Peubah Bebas Besatuan Deajat Beikut ini adalah fungsi-fungsi tignmeti dengan sudut θ sebagai peubah-bebas. = sin θ; = cs θ sin θ cs θ 3 = tan θ = ; 4 = ct θ = cs

Lebih terperinci

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik

HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik HKM CMB Muatan istik Gaya Coulomb untuk Muatan Gaya Coulomb untuk > Muatan Medan istik untuk Muatan Titik FISIKA A Semeste Genap 6/7 Pogam Studi S Teknik Telekomunikasi nivesitas Telkom M A T A N Pengamatan

Lebih terperinci

Fisika Dasar II Listrik - Magnet

Fisika Dasar II Listrik - Magnet Fisika Dasa II Listik - Magnet Sua Dama, M.Sc Depatemen Fisika UI Silabus Listik Medan Listik: Distibusi Muatan Diskit Distibusi Muatan Kontinu Potensial Listik Kapasitansi, Dielektik, dan negi lektostatik

Lebih terperinci

Fisika Dasar I (FI-321)

Fisika Dasar I (FI-321) Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 3) Geak dalam Dua dan Tiga Dimensi Posisi dan Pepindahan Kecepaan Pecepaan Geak Paabola Geak Melingka Geak dalam Dua dan Tiga Dimensi Menggunakan anda + aau

Lebih terperinci

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK Contoh. Soal pemahaman konsep Anda mungkin mempehatikan bahwa pemukaan vetikal laya televisi anda sangat bedebu? Pengumpulan debu pada pemukaan vetikal televisi mungkin

Lebih terperinci

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan

Dari gerakan kumbang dan piringan akan kita dapatkan hubungan Contact Peson : OSN Fisika 2017 Numbe 1 GERAKAN KUMBANG DI PINGGIR PIRINGAN Sebuah piingan lingkaan (massa M, jai-jai a) digantung pada engsel/sumbu simeti mendata tanpa gesekan yang melalui titik pusat

Lebih terperinci

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK DFTR ISI DFTR ISI... 7. POTENSIL LISTRIK... 7. Potensial dan eda Potensial... 7. Dipole Listik...6 7.3 Kapasitansi Listik...9 7.4 Dielektikum... 7.5 Penyimpanan Enegi Listik...5 7.6 Pealatan : Tabung Sina

Lebih terperinci

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik BAB Hukum Coulomb Dan Medan Listik Pendahuluan Istilah kelistikan sudah seing di gunakan dalam kehidupan sehai-hai. Akan tetapi oang tidak banyak yang memikikan tentang hal itu. Pengamatan tentang gaya

Lebih terperinci

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd

MEDAN LIST S RIK O eh : S b a a b r a Nu N r u oh o m h an a, n M. M Pd MEDAN LISTRIK Oleh : Saba Nuohman, M.Pd Ke Menu Utama Pehatikan Video Beikut: Mengapa itu bisa tejadi? Muatan Listik Penjelasan seputa atom : Diamete inti atom Massa potonmassa neton Massa elekton Muatan

Lebih terperinci

BAB IV GERAK MELINGKAR BERATURAN

BAB IV GERAK MELINGKAR BERATURAN FISIKA KELAS X Ds. Pistiadi Utomo, M.Pd. BAB IV GERAK MELINGKAR BERATURAN Advance Oganize Rolling coaste yang ada di dunia wisata anak meupakan hibuan yang membeikan tantangan kebeanian. Penahkah kamu

Lebih terperinci

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu). 7.3. Tansmisi Suaa Melalui Celah 7.3.1. Integal Kichhoff Cukup akses yang bebeda untuk tik-tik difaksi disediakan oleh difaksi yang tepisahkan dapat dituunkan dai teoema Geen dalam analisis vekto. Hal

Lebih terperinci

Gerak Melingkar. K ata Kunci. Tujuan Pembelajaran

Gerak Melingkar. K ata Kunci. Tujuan Pembelajaran Bab III Geak Melingka Tujuan Pembelajaan nda dapat menganalisis besaan fisika pada geak melingka dengan laju konstan. Sumbe: Jendela Iptek, Gaya dan Geak Pehatikan gamba di atas! Saat pengendaa sepeda

Lebih terperinci

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 1 BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 4.1 Hukum Coulomb Dua muatan listik yang sejenis tolak-menolak dan tidak sejenis taik menaik. Ini beati bahwa antaa dua muatan tejadi gaya listik. Bagaimanakah pengauh

Lebih terperinci

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM

TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 2007 JAM TES UNIT II MEKANIKA SABTU, 08 DESEMBER 007 JAM 09.00-.30 PILIHAN GANDA Pilihlah jawab yang bena dan nyatakan keyakinanmu dengan mengisi () jika tidak yakin () kuang yakin (3) Agak yakin dan (4) Yakin

Lebih terperinci

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda

Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda F 1 F Mata Pelajaan : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA Pogam : IPA Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda 1. Posisi skala utama dan skala nonius sebuah jangka soong ditunjukkan sepeti pada gamba beikut

Lebih terperinci

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.

KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi. KORELASI Tedapat tiga macam bentuk hubungan anta vaiabel, yaitu hubungan simetis, hubungan sebab akibat (kausal) dan hubungan Inteaktif (saling mempengauhi). Untuk mencai hubungan antaa dua vaiabel atau

Lebih terperinci

Perbandingan dan Fungsi Trigonometri

Perbandingan dan Fungsi Trigonometri Pebandingan dan Fungsi Tignmeti Standa Kmpetensi Memahami knsep pebandingan, fungsi, pesamaan dan identitas tignmeti, atuan sinus dan ksinus seta menggunakan dalam pemecahan masalah Kmpetensi Dasa. Melakukan

Lebih terperinci

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga ab 7 Sumbe: www.homepages.tesco Gais Singgung Lingkaan Lingkaan mungkin meupakan salah satu bentuk bangun data yang paling tekenal. Konsep lingkaan yang meliputi unsu-unsu lingkaan, luas lingkaan, dan

Lebih terperinci

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS Bahan ja Fisika eoi Kinetik Gas Iqo uian, S.Si,.Pd EORI KIEIK GS Pendahuluan Gas eupakan zat dengan sifat sifatnya yang khas diana olekul atau patikelnya begeak bebas. Banyak gajala ala yang bekaitan dengan

Lebih terperinci

Penggunaan Hukum Newton

Penggunaan Hukum Newton Penggunaan Hukum Newton Asumsi Benda dipandang sebagai patikel Dapat mengabaikan geak otasi (untuk sekaang) Massa tali diabaikan Hanya ditinjau gaya yang bekeja pada benda Dapat mengabaikan gaya eaksi

Lebih terperinci

KINEMATIKA GERAK 1 PERSAMAAN GERAK

KINEMATIKA GERAK 1 PERSAMAAN GERAK KINEMATIKA GERAK 1 PERSAMAAN GERAK Posisi titik materi dapat dinyatakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suatu bidang datar maupun dalam bidang ruang. Vektor yang dipergunakan untuk menentukan posisi disebut

Lebih terperinci

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton K- Kelas X ISIKA HUKUM NEWON ENANG GAVIASI UJUAN PEMELAJAAN Setelah mempelajai matei ini, kamu dihaapkan memiliki kemampuan beikut.. Menjelaskan hukum gavitasi Newton.. Memahami konsep gaya gavitasi dan

Lebih terperinci

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11

MODUL FISIKA SMA IPA Kelas 11 SMA IPA Kelas 11 Mendeskipsikan gejala alam dan keteatuannya dalam cakupan mekanika benda titik. Mengevaluasi pemikian diinya tehadap keteatuan geak planet dalam tat susya bedasakan hukum Newton. Gesekan

Lebih terperinci

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Pehatikan Tampilan eikut agaimana Listik dipoduksi dalam skala besa? Apakah batu bateai atau Aki saja bisa memenuhi kebutuhan listik manusia?

Lebih terperinci

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )

Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( ) Medan Listik Sejaah Fisikawan Peancis Piestley yang tosi balance asumsi muatan listik Gaya (F) bebanding tebalik kuadat Pengukuan secaa matematis bedasakan ekspeimen Coulomb Chales Augustin de Coulomb

Lebih terperinci

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB

FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB ISIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 04 Sesi NGAN LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB Jika tedapat dua atau lebih patikel bemuatan, maka antaa patikel tesebut akan tejadi gaya taik-menaik atau tolak-menolak

Lebih terperinci

2 a 3 GM. = 4 π ( ) 3/ 2 3/ 2 3/ 2 3/ a R. = 1 dengan kata lain periodanya tidak berubah.

2 a 3 GM. = 4 π ( ) 3/ 2 3/ 2 3/ 2 3/ a R. = 1 dengan kata lain periodanya tidak berubah. 1.109. Anggap kita memuat suatu model sistem tata suya dengan peandingan skala η. Anggap keapatan mateial planet dan matahai tidak euah. Apakah peioda evolusi planet ikut euah? Jawa: Menuut hukum Kepple

Lebih terperinci

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis LISTIK STATIS * HUKUM COULOM. ila dua buah muatan listik dengan haga q dan q, saling didekatkan, dengan jaak pisah, maka keduanya akan taik-menaik atau tolak-menolak menuut hukum Coulomb adalah: ebanding

Lebih terperinci

HUKUM GRAVITASI NEWTON

HUKUM GRAVITASI NEWTON HUKU GVITSI NEWTON. Pesamaan Hukum Gavitasi Umum Newton Pehatikan kejadian beikut :. Kelapa yan sudah tua bisa jatuh ke tanah tanpa dipetik.. Penejun payun akan jatuh ke bawah setelah meloncat dai pesawat..

Lebih terperinci

Teori Dasar Medan Gravitasi

Teori Dasar Medan Gravitasi Modul Teoi Dasa Medan Gavitasi Teoi medan gavitasi didasakan pada hukum Newton tentang medan gavitasi jagat aya. Hukum medan gavitasi Newton ini menyatakan bahwa gaya taik antaa dua titik massa m dan m

Lebih terperinci

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK

FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG Teknik Industi FISIKA DASAR PERTEMUAN MATERI : POTENSIAL LISTRIK SILABI FISIKA DASAR Muatan dan Medan Listik Potensial Listik Kapasito dan Dielektik Aus dan Resistansi

Lebih terperinci

FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1

FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1 FISIKA DASAR II Kode MK : FI 0 SKS : 3 Pogam Studi : Fisika Instumentasi (S-) Kelas : Regule MATERI TA 00/0 KRITERIA PENILAIAN Jika kehadian melampaui 75 %, Nilai Akhi mahasiswa ditentukan dai komponen

Lebih terperinci

BAB 7 Difraksi dan Hamburan

BAB 7 Difraksi dan Hamburan BAB 7 Difaksi dan Hambuan Bedasakan bab sebelumnya yang menjelaskan tentang sebuah gelombang yang datang di pantulkan oleh suatu bidang pembatas meupakan gelombang data dan tidak behingga. Jika sebuah

Lebih terperinci

Xpedia Fisika. Mekanika 03

Xpedia Fisika. Mekanika 03 Xpedia Fisika Mekanika 03 halaan 1 01. Manakah diaga dai dua planet di bawah ini yang ewakili gaya gavitasi yang paling besa diantaa dua benda beassa? 0. Sebuah satelit beada pada obit engelilingi bui.

Lebih terperinci

KINEMATIKA. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

KINEMATIKA. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom KINEMATIKA Fisika Tim Dosen Fisika 1, ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom Sasaran Pembelajaran Indikator: Mahasiswa mampu mencari besaran

Lebih terperinci

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri

trigonometri 4.1 Perbandingan Trigonometri tigonometi 4.1 Pebandingan Tigonometi 0 Y x P(x,y) y X x disebut absis y disebut odinat jai-jai sudut positif diuku dai sumbu X belawanan aah putaan jaum jam Definisi : = x + y sin = y cos = x tan = y

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON TRIGONOMETRI disusun untuk memenuhi salah satu tugas akhi Semeste Pendek mata kuliah Tigonometi Dosen : Fey Fedianto, S.T., M.Pd. Oleh Nia Apiyanti (207022) F PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

x d x t 0 t d t d t d t Kecepatan Sesaat

x d x t 0 t d t d t d t Kecepatan Sesaat Kecepatan Sesaat Kecepatan sesaat suatu benda dapat diketahui dengan cara menghitung kecepatan rata-rata benda tersebut untuk selang waktu ang sangat singkat atau t mendekati nol. Penulisanna secara matematis

Lebih terperinci

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya PEA KONSEP Bab Gavitasi Planet dalam Sistem ata Suya Gavitasi Gavitasi planet Hukum Gavitasi Newton Hukum Keple Menentukan massa bumi Obit satelit bumi Hukum I Keple Hukum II Keple Hukum III Keple 0 Fisika

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Segitiga Data 1. engetian Segitiga Dibeikan tiga buah titik A, B, dan C yang tidak segais. Titik A dihubungkan dengan titik B, titik B dihubungkan dengan titik C, dan titik C dihubungkan

Lebih terperinci

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET HUKUM NEWTON TENTANG GAVITASI DAN GEAK PLANET Kompetensi Dasa 3. Mengevaluasi pemikian diinya tehadap keteatuan geak planet dalam tatasuya bedasakan hukum-hukum Newton Penahkah Anda mempehatikan dan memikikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Pehitungan Pegeakan Robot Dai analisis geakan langkah manusia yang dibahas pada bab dua, maka dapat diambil bebeapa analisis untuk membuat ancangan geakan langkah

Lebih terperinci

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu.

Medan Listrik. Medan : Besaran yang terdefinisi di dalam ruang dan waktu, dengan sifat-sifat tertentu. Medan Listik Pev. Medan : Besaan yang tedefinisi di dalam uang dan waktu, dengan sifat-sifat tetentu. Medan ada macam : Medan skala Cnthnya : - tempeatu dai sebuah waktu - apat massa Medan vekt Cnthnya

Lebih terperinci

1 Sistem Koordinat Polar

1 Sistem Koordinat Polar 1 Sistem Koordinat olar ada kuliah sebelumna, kita selalu menggunakan sistem koordinat Kartesius untuk menggambarkan lintasan partikel ang bergerak. Koordinat Kartesius mudah digunakan saat menggambarkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisa Gaya-Gaya Pada Poos Lengan Ayun Dai gamba 3.1 data dimensi untuk lengan ayun: - Mateial yang digunakan : S-45 C - Panjang poos : 0,5 m - Diamete poos

Lebih terperinci

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang

III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang 14 III. TEORI DASAR A. Hukum Newton Metoda gayabeat menggunakan hukum dasa, yaitu Hukum Newton tentang gavitasi dan teoi medan potensial. Newton menyatakan bahwa besa gaya taik menaik antaa dua buah patikel

Lebih terperinci

Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS

Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS SMA Negei Maja LISTRIK STATIS KLISTRIKAN Fisikawan Du Fay menunjukkan adanya dua macam pelistikan (eletifikasi). Bebeapa isolato tetentu, bila digosok dalam keadaan tetentu, menyebabkan gaya tolak. Hasil

Lebih terperinci

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2 LISTIK STATIS A. Hukum Coulomb Jika tedapat dua muatan listik atau lebih, maka muatan-muatan listik tesebut akan mengalami gaya. Muatan yang sejenis akan tolak menolak sedangkan muatan yang tidak sejenis

Lebih terperinci

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik LISTRIK MGNET potensil listik dan enegi potensial listik OLEH NM : 1.Feli Mikael asablolon(101057034).salveius Jagom(10105709) 3. Vinsensius Y Sengko (101057045) PROGRM STUDI PENDIDIKN FISIK JURUSN PENDIDIKN

Lebih terperinci

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis

BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD. hidup salahsatunyaadalah Regresi Proportional Hazard. Analisis 13 BAB III REGERSI COX PROPORTIONAL HAZARD 3.1 Pendahuluan Analisisegesi yang seingkali digunakan dalam menganalisis data uji hidup salahsatunyaadalah Regesi Popotional Hazad. Analisis egesiinimengasumsikanbahwaasio

Lebih terperinci

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola Bab Sumbe: www.contain.ca Bangun Ruang Sisi Lengkung Di Sekolah Dasa, kamu telah mengenal bangun-bangun uang sepeti tabung, keucut, dan bola. Bangun-bangun uang tesebut akan kamu pelajai kembali pada bab

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 1: Kelistrikan (Minggu ke 1 dan 2)

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA. Bahan Ajar 1: Kelistrikan (Minggu ke 1 dan 2) UNIVRSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA Bahan Aja 1: Kelistikan (Minggu ke 1 dan 2) FISIKA DASAR II Semeste 2/3 sks/mff 1012 Oleh Muhammad Fachani Rosyid Dengan dana BOPTN P3-UGM tahun anggaan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom PENDAHULUAN Di dalam modul ini Anda akan mempelaai aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom dan fisika molekul yang mencakup: Fisika atom dan Fisika Molekul. Oleh kaena itu, sebelum mempelaai modul ini

Lebih terperinci

BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS

BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS 397 BAB 3 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS Penahkah anda melihat peti? atau penahkah anda tekejut kaena sengatan pada tangan anda ketika tangan menyentuh laya TV atau monito kompute? Peti meupakan peistiwa alam

Lebih terperinci

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK. * MUATAN LISTRIK. LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan ketas. Ini menunjukkan

Lebih terperinci

Fungsi dan Grafik. Fungsi 8/3/2013. Pembatasan. Pokok Bahasan mencakup

Fungsi dan Grafik. Fungsi 8/3/2013. Pembatasan. Pokok Bahasan mencakup // Sudaatno Sudiham Pokok Bahasan mencakup Fungsi dan Gafik. Pengetian Tentang Fungsi. Fungsi Linie. Gabungan Fungsi Linie. Mononom dan Polinom 5. Bangun Geometis. Fungsi Tigonometi 7. Gabungan Fungsi

Lebih terperinci

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL

6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL 6. Soal Ujian Nasional Fisika 015/016 UJIAN NASIONAL Mata Pelajaan : Fisika Jenjang : SMA/MA Pogam Studi : IPA Hai/Tanggal : Rabu, 6 Apil 016 Jam : 10.30 1.30 PETUNJUK UMUM 1. Isikan nomo ujian, nama peseta,

Lebih terperinci

FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS

FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS Lab Elektonika Industi isika SILABI a. Konsep Listik b. Sumbe Daya Listik c. Resistansi dan Resisto d. Kapasistansi dan Kapasito e. Rangkaian Listik Seaah f. Konsep Elekto-Magnetik g. Induktansi dan Indukto

Lebih terperinci

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK GOVERNOR JENIS PROELL DAN HARTNELL HASIL DESAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM FENOMENA

STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK GOVERNOR JENIS PROELL DAN HARTNELL HASIL DESAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM FENOMENA Posidin Temu Ilmiah Nasional Dosen Teknik 007 FT-UNTAR ISBN : 978-979-9973--6 STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK GOVERNOR JENIS PROELL DAN HARTNELL HASIL DESAIN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MODUL PRAKTIKUM FENOMENA

Lebih terperinci

BAB II Tinjauan Teoritis

BAB II Tinjauan Teoritis BAB II Tinjauan Teoitis BAB II Tinjauan Teoitis 2.1 Antena Mikostip 2.1.1 Kaakteistik Dasa Antena mikostip tedii dai suatu lapisan logam yang sangat tipis ( t

Lebih terperinci

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Vektor

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Vektor Pogam Pekuliahan Dasa Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Fungsi Veko [MA4] Deinisi Deinisi ungsi veko Fungsi veko meupakan auan yang mengkaikan ε R dengan epa sau veko F R Noasi : F : R R F î gĵ, g aau

Lebih terperinci