Pengendalian Shunt Active Power Filter (SAPF) Berbasis Fuzzy-Neural Network

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengendalian Shunt Active Power Filter (SAPF) Berbasis Fuzzy-Neural Network"

Transkripsi

1 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: Pngndalian hunt Activ Powr Filtr (APF) Brbasis Fuzzy-Nural Ntwork Awan Ui Krismanto dan Yusuf Ismail Nakhoda Jurusan knik Elktro, Institut knologi Nasional alang -mail: [email protected] Abstrak Pnggunaan bban non linir yang smakin mningkat mnybabkan timbulnya arus harmonisa. ara konvnsional yang banyak digunakan untuk mminimalisasi pngaruh harmonisa adalah dngan pmasangan pasif filtr. Akan ttapi, pmasangan pasif filtr mmiliki bbrapa kkurangan trkait dngan slktifitas tund frkunsi dan flksibilitas yang trbatas. Untuk mngatasi klmahan pasif filtr, maka digunakan konfigurasi filtr aktif yaitu shunt activ powr filtr (APF). Aktif filtr mmiliki tingkat flksibilitas yang tinggi shingga dapat digunakan untuk bban-bban dinamis dngan karaktristik harmonisa yang brvariasi. tod kndali APF brbasis kcrdasan buatan sprti Fuzzy dan Nural Ntwork mampu mningkatkan kinra APF dibandingkan dngan kndali yang ada sblumnya. Hal ini ditunukkan dngan nilai HD arus yang brkurang dari 9,7% sblum pmasangan APF mnadi brkisar antara 3,36% pada bban status dan dari 7,7% mnadi 3,7% pada bban yang brfluktuasi. Kata Kunci Harmonisa, APF, Fuzzy, Nural Ntwork I. PENDAHULUAN Pnggunaan bban non linir yang smakin mningkat sprti variabl spd drivs, pralatan brbasis lktronika daya untuk sistm konvrsi dan pralatan brbasis mikrokontrollr mnybabkan timbulnya arus harmonisa pada sistm tnaga listrik. Arus harmonisa mrupakan masalah utama dalam bidang industri dan sistm tnaga listrik. Harmonisa mnimbulkan brbagai pngaruh yang mrugikan pada sistm tnaga listrik. Knaikan tgangan yang mlbihi batas dan kgagalan fungsi pralatanpralatan snsitif, knaikan panas pada msin-msin lktrik dan knaikan rugi-rugi. Brbagai pngaruh ngatif ini apabila dibiarkan akan mnurunkan fisinsi sistm srta kualitas daya yang mmprngaruhi pnurunan kinra sistm tnaga scara ksluruan. Di sisi konsumn, munculnya harmonisa akan mnybabkan knaikan biaya tagihan listrik dan brkurangnya umur pralatan. Brbagai cara tlah dilakukan untuk mminimalkan pngaruh harmonisa pada sistm tnaga listrik. ara konvnsional yang banyak digunakan adalah dngan pmasangan pasif filtr untuk mrduksi harmonisa pada frkunsi trtntu. Akan ttapi, pmasangan pasif filtr mmiliki bbrapa kkurangan. Pasif filtr mmpngaruhi nilai impdansi sistm shingga ustru dapat mmprkuat harmonisa pada frkunsi yang tidak difiltr. Klmahan yang lain trkait dngan flksibilitas pasif filtr yang trbatas shingga hanya dapat digunakan untuk bban-bban statis yang mnimbulkan harmonisa yang sama, pasif filtr tidak mnunukkan kinra yang baik ika digunakan untuk mminimalisasi harmonisa pada bban-bban dinamis. Untuk mngatasi klmahan pasif filtr, maka digunakan konfigurasi baru yaitu shunt activ powr filtr (APF). Aktif filtr mmiliki tingkat flksibilitas yang tinggi shingga dapat digunakan untuk bban-bban dinamis dngan karaktristik harmonisa yang brvariasi. Kinra APF sangat brgantung dari sistm kndali yang digunakan. tod kndali brbasis kcrdasan butan sprti Fuzzy dan Nural Ntwork mrupakan mtod pngndalian yang mngalami prkmbangan psat. tod ini brkmbang karna kmampuannya untuk mmbrikan pngndalian yang flksibl dan mmiliki tanggapan pralihan yang cpat shingga sangat ssuai digunakan pada kondisi yang brvariasi. Dari latar blakang di atas, papr ini mmbahas kndali brbasis Fuzzy-Nural Ntwork pada APF. ystm kndali ini digunakan untuk mmonitor kondisi arus harmonisa dan mminimalisasi arus harmonisa sbagai dapat mningkatkan fisinsi systm tnaga listrik. II. DAAR EORI A. hunt Activ Powr Filtr (APF) APF trdiri atas dua bagian utama. Bagian prtama adalah PW konvrtr sbagai pngolah daya dan bagian kdua adalah pngndali untuk pngolah sinyal. PW konvrtr brtanggung awab untuk mmproduksi arus kompnsasi yang nantinya akan diinksikan k sistm aringan tnaga listrik. Bagian pngndali brfungsi mmpross sinyal arus masukan untuk mnntukan arus rfrnsi scara ral tim yang kmudian ditruskan k PW konvrtr. Gambar mnunukkan konfigurasi dasar APF untuk kompnsasi arus harmonisa pada bban nonlinar. umbr A Gambar. Konfigurasi Dasar APF. i i VI Kontrolr PW Bban Nonlinar APF bkra dalam loop trtutup, scara kontinyu mndtksi arus bban i L, dan mnghitung rfrnsi arus kompnsasi i c untuk PW konvrtr. Pada kondisi idal, PW konvrtr diasumsikan sbagai amplifir daya linir yang mnghasilkan arus kompnsasi i c scara tpat. Lf il Filtr Aktif Kontrolr

2 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: B. Jaringan yaraf iruan ip LP ulti Layr Prcptron (LP) mrupakan tip aringan syaraf tiruan yang prtama. Pada dasarnya, ANN trsbut trdiri atas lapisan masukan (input layr), lapisan trsmbunyi (hiddn layr) dan lapisan kluaran (output layr). Untuk mnylsaikan prmasalahan yang sdrhana, satu hiddn layr dirasa sudah cukup ttapi untuk prmasalahan yang lbih komplks, pnambahan hiddn layr dapat digunakan pada aringain. Konfigurasi dasar LP ditunukkan pada Gambar. ANN tip LP ditraining dngan mnggunakan algoritma Lavnbrg-aruardt Back Propagation (LBP). Algoritma trsbut mnggunakan pndkatan diffrnsial ord kdua tanpa mlibatkan prhitungan matriks Hssian shingga pross platihan mnadi lbih cpat dibandingkan dngan mtod konvnsional Back Propagation untuk mndapatkan prbaikan bobot aringan. Algoritma LBP mmiliki pross mau (forward) dan pross mundur (backward). Pross mau mnghitung ksalahan pada output yang tradi pada tiap st bobot (wight) yang tlah ditntukan. Bobot yang tlah didapatkan diprbaiki scara trus mnrus pada pross mundur (backward) untuk mndapatkan nilai kluaran yang diinginkan. x Gambar Jaringan yaraf iruan ip LP. Algoritma LBP dilaskan dngan langkah-langkah sbagai brikut: ) Inisialisasi: smua bobot dan bias ditntukan mlalui pross random yang trdistribusi scara mrata. ) raining st ditntukan dngan prsamaan {[p(), t()], [p(), t()], [p(k), t(k)]}, dimana K mnunukkan skumpulan st data dan p, t masingmasing mrupakan input dan output yang diinginkan. Vktor masukan p(n) diimplmntasikan pada layr masukan yang trdiri atas nod-nod dan vctor kluaran yang diinginkan t(n) diltakkan pada output layr.potnsial aktivasi v (n) dan sinyal aktivasi a (n) dari aringan dihitung dngan pross mau mlwati lapisan dmi lapisan: Wi Wi Wi Wi a ( k) p( k) untuk layar masukan () l l l l l a ( k) f ( W a ( k) b ) () l,,..., and k,,..., k ( k) t( k) a ( k) Input layr hiddn layr Output layr W W W W W W W W W Wk3 Wk3 Wk3 y Dimana mrupakan vktor rror dan k mngacu pada pola masukan aringan. l W bobot yang mnghubungan lapisan b l mrupakan matriks th l th dan ( l ) dan ( l ) mrupakan vktor busa untuk layar. 3) Jumlah rror (um uar Error) V pada smua masukan dihitung dngan mnggunakan prsamaan (3). V K k ( k) ( k) K k, k 4) Error dilwatkan dalam pross mundur (backward procss) dan bobot diprbaiki lapisan dmi lapisan. Untuk mncapai nilai bobot yang optimal, snsistivitas atau turunan dari fungsi aktivasi trhadap bobot dihitung. Gradin V dalam bntuk Jacobian ditunukkan dalam prsamaan (4). V J x ( x) ( x) th (3) (4) J (x) dngan x mrupakan vctor bobot dan bias dan mrupakan Jacobian matriks x yang dinyatakan dalam prsamaan (). J x x x x x x x x x x x x x x x x x x x () dalam prsamaan () mrupakan prkalian umlah pasangan input/output dan dimnsi dari vctor kluaran ANN. mrupakan umlah total kofisin ANN. Vktor rror kluaran prsaman (6). x x x (x) dinyatakan dalam ( x ) (6) Prhitungan matriks Jacobian di atas mrupakan langkah pnting dalam algoritma LBP. atriks Jacobian mrupakan matriks drivatif parsial prtama dari stiap vctor yang ada. atriks trsbut dapat dibntuk dngan mngambil drivatif parsial dari stiap output trhadap bobotnya. Dalam implmntasinya pada algoritma LBP, matriks Jacobian dibntuk dngan mnggunakan drivatif dngan batas-batas trtntu (finit drivativ). Dalam aringan syaraf tiruan, matriks Jacobian dapat dihitung dngan mnggunakan aturan rantai dalam kalkulus dan turunan prtama pada fungsi aktivasi, shingga prsamaan drivatif (6) trhadap variabl x, yang mrupakan salah satu lmn dari Jacobian matriks ditunukkan pada prsamaan (7).

3 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: k t k a k a J, x (7) x x x x dapat dinyatakan sbagai w l i, or l b i, dngan =,,..,, c =,,,, dan l =,, ( umlah nuron pada layar masukan). Untuk nuron kluaran, umlah masukan ( v dalam prsamaan (8)., ) pada fungsi transfr dinyatakan v w a b (8) dngan f v trhadap a w a b f, v a, kita mngambil drivatif parsial w, f w f b dan b v f v, v. v f v v v w v b, v a f (9) f v () mrupakan drivatif dari fungsi aktivasi pda layar kluaran trhadap masukan. l i, k didfinisian sbagai salah satu lmn dari matriks l snsitifias k sbagaimana ditunukkan pada prsamaan (). k k k k a f v l i, () l l v v i i Pada algoritma ini, matriks snsitivias dibntuk prtama kali pada layar kluaran yng mrupakan drivatif prtama trhadap fungsi aktivasinya, k F v () k v mrupakan vctor input trhadap fungsi transfr dan F v k diag f v k f v k f v k (3) tlah mnurunakan smua prsamaan di tas, Jacobian matriks pada prsamaan () dapat disusun dngan mnggunakan prsamaan (6), (),(7) dan (8). ) Akhirnya smua bobot dan bias diprbaiki dngan mnggunakan prsamaan (4) J xj x I J xx x (4) dalam prsamaan (4) mrupakan faktor/ konstanta pngali dan x vctor ksalahan. Untunk pngndalian APF, LP didsain dngan tiga input dan tiga output srta bbrapa hiddn layr. Fungsi aktivasi yang digunakan pada hiddn layr adalah logsigmoid.. Logika Fuzzy Pngrtian paling dasar dari logika Fuzzy adalah mtod untuk mnangani sgala ssuatu yang brsifat tidak pasti, ambigu dari suatu sistm. Logika fuzzy prtama kali diprknalkan olh adh pada tahun 96. Logika Fuzzy mrupakan gnralisasi dari smua tori yang konvnsional, shingga akibatnya logika Fuzzy ttap mnadi bidang yang mmbutuhkan kahlian analisis dan matmatis yang sangat baik. Logika Fuzzy mncoba untuk mnylsaikan hal-hal yang tidak pasti dalam bidang tknik dngan mngikutsrtakan smua paramtr yang pasti yang nantinya digunakan untuk mmbuat prnyataan mnadi las. Logika Fuzzy mrupakan suatu mtod yang tpat untuk mmtakan ruang input k dalam ruang output. hingga dngan mnggunakan logika Fuzzy ini, output yang diingikan mrupakan hasil pngawantahan dari input yang ada dngan mnggunakan aturan-aturan yang trkait. bagai suatu mtod logika, logika Fuzzy mmpunyai bbrapa kunggulan bila dibandingkan dngan mtod logika lainnya sprti: Logika Fuzzy lbih mudah untuk dimngrti ifatnya yang lbih flksibl olran yang cukup bsar trhadap data yang tidak pasti Dapat digunakan untuk sistm nonlinar dan komplks, trutama untuk sistm yang tidak dapat dngan mudah dibuat modl matmatis antara masukan dan kluaran sistm. Bahasa yang dipakai dalam logika Fuzzy adalah bahasa yang biasanya dipakai olh manusia (variabl linguistic) shingga akan lbih mudah untuk dipahami. III. PERANANGAN KONROL APF BERBAI FUY- NEURAL NEWORK istm pngndalian yang digunakan dalam pnlitian ini adalah sistm kontrol APF brbasis Fuzzy-Nural Ntwork yang brtuuan untuk mngliminiasi osilasi pada daya aktif, mmprbaiki faktor daya dan pada akhirnya mnghilangkan komponn harmonisa yang dihasilkan olh bban-bban nonlinar. Algoritma kndali APF ditunukkan pada Gambar 3. Arus bban non linir yang trdtksi digunakan sbagai paramtr masukan nural ntwork. Ekstraksi arus harmonisa dan komponn fundamntal tradi pada blok nural ntwork shingga kluaran dari blok trsbut adalah komponn arus harmonisa saa. Komponn arus harmonisa I ha *, I hb * dan I hc * dari stiap fasa digunakan sbagai arus rfrnsi bagi PW yang akan mnghasilkan sinyal pnyalaan grbang konvrtr. Konvrtr sumbr tgangan (VI) akan mnghasilkan arus kompnsasi I ha, I hb, and I hc brdasarkan arus rfrnsi I ha *, I hb * dan I hc * yang dihasilkan olh nural ntwork. Error didapatkan dari prbdaan arus rfrnsi I ha *, I hb * and I hc * dan umpan balik atau arus yang dihasilkan olh konvrtr, I ha, I hb, and I hc. Error () dan diffrnsial rror (Δ) ini mrupakan masukan untuk pngndali fuzzy untuk mningkatkan pforma APF. Intrfac low pass filtr dihubungkan antara konvrtr dan sistm untuk 3

4 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: mnghilangkan harmonisa ord yang tinggi yang dihasilkan olh APF. Nural Ntwork yang digunakan adalah ulti Layr Prcptron (LP) yang mrupakan typ nural ntwork yang prtama. Pada dasarnya LP trdiri atas input layr, hiddn layr dan output layr. LP nural ntwork dilatih dngan mnggunakan algoritma Lavnbrg-aruardt Back Propagarion (LBP). hyristor ontrolld Rctifir Nonlinar Load Lsa Isa ILa Lsb Isb ILb Lsc Isc ILc hr Phas A ourc Iha Ihb Ihc ILa ILb ILb LPF LPF LPF nural ntwork phas a nural ntwork phas b nural ntwork phas c Fuzzy ontrollr Iha* Ihb* Ihc* + _ + + PW witching Gnrator Fuzzy ontrollr Fuzzy ontrollr Gambar 3. istm kontrol APF brbasis Fuzzy Nural Ntwork. LP digunakan untuk mmprkirakan bsarnya komponn arus harmonisa brdasarkan arus bban non linar yang trdtksi. Kluaran dari LP akan digunakan sbagai sinyal rfrnsi untuk PW konvrtr. Untuk mmprkirakan komponn harmonisa pada stiap fasa, LP mmpunyai 3 buah masukan dan tiga buah kluaran yang masing-masing mwakili arus bban non linir dan komponn arus harmonisa. ori daya ssaat (p- thory) digunakan sbagai dasar untuk mmisahkan antara komponn fundamntal dan harmonisa dari arus bban nonlinar. Data training didapatkan dngan mnntukan komponn harmonisa arus bban nonlinar. Jumlah nuron pada layr/ lapisan masukan/ input adalah tiga nuron yang masing-masing trdiri atas sampling sinyal arus trdistorsi dari bban nonlinar pada fasa a,b, dan c. suai dngan umlah input maka umlah nuron pada layr/ lapisan output uga tiga yang masing-masing mrupakan komponn arus harmonisa dari bban nonlinar pada fasa a,b dan c yang trdiri atas sampling data harmonisa arus. Untuk mmprcpat pross platihan maka stiap arus bban yang trdtksi akan mlalui pross normalisasi trlbih dahulu dan kluaran dari LP akan mlalui pross dnormalisasi shingga kompon arus harmonisa yang dihasilkan ssuai dngan komponn harmonisa arus yang trdtksi. Prancangan Kontrolr Logika Fuzzy (Fuzzy Logic ontrollr) atau KLF brfungsi untuk mngatur sinyal grbang bagi pralatan lktronika daya yang ada di dalam APF. Logika Fuzzy mnggantikan kontrollr PID yang biasanya digunakan dalam kndali APF. Input fuzzy brupa nilai variabl rror () dan prubahan rror (Δ) dari nilai arus yang diinksikan olh APF yang dist dissuaikan dngan arus rfrnsi yang dibangkitkan lh nural ntwork. Kluaran fuzzy brupa sinyal pnsaklaran bagi PW yang akan brfungsi sbagai kndali APF yang nantinya akan mnghasilkan arus kompnsasi komponn harmonisa yang akan diinksikan k sistm. Pngndali Logika Fuzzy yang digunakan adalah tip ADANI dan oprator yang digunakan adalah oprator AND. Pada tahap dfuzzifikasi akan dipilih suatu nilai dari suatu variabl solusi yang mrupakan konskun dari darah fuzzy. tod yang digunakan adalah mtod cntroid, karna mtod ini mmiliki tingkat darah yang snsitiv yang sangat tinggi, maka diharapkan pross tuning mndapatkan hasil dngan rror yang sangat kcil. Fungsi mmbrship pada variabl input yang trdiri atas rror dan Δrror dan variabl output yang brupa variabl rfrnsi sinyal pnsaklaran masing-masing mmiliki lima fungsi mmbrship antara intrval [-,] yaitu Big Ngativ (BN), mall Ngativ (N), ro, mall Positiv (P) dan Big Positif (BP). Gambar 4 mnunukkan diagram fungsi kanggotaan input dan output pada kndali Fuzzy. BN N P BP rror BN N P BP Rfrnsi sinyal pnsaklaran BN N P BP Gambar 4 Diagram fungsi kanggotaan input dan output pada kndali Fuzzy. rror 4

5 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: Arus umbr Fasa A pada Bban Variabl blum Pmasangan APF Arus Kompnsasi Fasa A dari APF Arus umbr Fasa A pada Bban Variabl tlah Pmasangan APF Arus umbr Fasa A blum Pmasangan APF arus (A) Arus Kompnsasi Fasa A dari APF Arus umbr Fasa A tlah Pmasangan APF Arus umbr Fasa B blum Pmasangan APF Arus Kompnsasi Fasa B dari APF Arus umbr Fasa B tlah Pmasangan APF Arus umbr Fasa B blum Pmasangan APF Arus Kompnsasi Fasa B dari APF Arus umbr Fasa B tlah Pmasangan APF Gambar Arus umbr blum dan sudah Pmasangan APF, srta Arus Kompnsasi dari APF pada tiap fasa.

6 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: tiap fungsi mnggunakan fungsi sgitiga (triangular function). Dngan adanya masing-masing fungsi kanggotaan untuk input dan fungsi kanggotaan untuk output maka kndali Fuzzy akan mnggunakan aturan/ ruls. Fungsi mmbrship akan mnala dngan trial rror dngan mnggunakan stratgi yang tlah dibuat dalam ruls, shingga diharapkan mndapatkan nilai yang mmiliki tingkat rror yang sangat kcil. abl mnunukkan aturan/ ruls yang digunakan untuk kndali APF brbasis Fuzzy. ABEL I RULE YANG DIGUNAKAN UNUK KENDALI APF BERBAI FUY N P BP BN N P BP BN BN BN N N BN N N N N P P P N P P BP P P BP BP IV. HAIL DAN ANALIA imulasi mnggunakan softwar ALAB imulink. Hasil pada stiap tahap kndali APF dngan Fuzzy Nural Ntwork akan dianalisa. umbr tgangan yang digunakan diasumsikan brbntuk sinusoida, V, Hz tiga fasa simbang pada stiap bagian sistm. Bban nonlinar yang digunakan adalah pnyrarah trkontrol tiga fasa yang mnggunakan pralatan pnsaklaran thyrisor yang mnsuplai bban induktif sbsar Ohm nilai rsistor dan ukuran induktor sbsar. H srta sudut pnyalaan o. Untuk bban varibl, maka bban yang ada akan ditambahkan mnadi Ohm nilai rsistor dan ukuran induktor sbsar H. Inksi arus kompnsasi yang dihasilkan APF k dalam sistm akan mngliminasi kontn harmonisa arus bban nonlinar. Hal ini akan mngakibatkan arus sumbr yang ditarik mnadi brbntuk sinusoidal. Gambar mnunukkan pngaruh inksi arus kompnsasi APF trhadap arus sumbr pada masing-masing fasa. blum pmasangan APF, arus yang ditarik dari sumbr brbntuk non sinusoidal dngan nilai distorsi harmonisa total (HD) pada fasa A sbsar 9,36%, fasa B 9,7% dan fasa 9,7%. Arus umbr Fasa B pada Bban Variabl blum Pmasangan APF Arus Kompnsasi Fasa B dari APF Arus umbr Fasa B pada Bban Variabl tlah Pmasangan APF Arus umbr Fasa pada Bban Variabl blum Pmasangan APF Arus Kompnsasi Fasa dari APF Arus umbr Fasa pada Bban Variabl tlah Pmasangan APF Gambar 6 Arus umbr dan Arus Kompnsasi Akibat Pmasangan APF pada Bban Variabl. 6

7 ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: Pmasangan APF brhasil untuk mngliminasi kontn harmonisa pada arus masukan shingga nilai HD mnadi brkurang yaitu 3,7% untuk fasa A, fasa B 3,4% dan fasa 3,36%. Pnurunan nilai HD arus masukan tlah mmnuhi standar untuk nilai harmonisa arus yaitu di bawah %. istm APF didsain dngan tuuan agar dapat mngkompnsasi harmonisa mskipun tradi prubahan bban pada sistm tnaga listrik. Dsain prubahan bban brada dalam batas-batas yang tlah ditntukan. Pada pnlitian ini, prubahan bban disimulasikan dngan pnambahan bban shingga arus yang ditarik dari sumbr mnadi brtambah scara linir siring dngan prtambahan bban. Gambar 6 mnunukkan diagram simulasi sistm dngan bban yang brubah. Nilai total distorsi harmonisa (HD) arus sumbr pada bban yang brvariasi mngalami pnurunan yang signifikan stlah pmasangan APF pada systm. Nilai HD brkurang dari 7,7% pada ktiga fasa sblum pmasangan APF mnadi, 4,7% pada fasa A, 4,6% pada fasa B dan 3,7% pada fasa. Hal ini mnunukkan kinra APF dngan kontrol brbasis Fuzzy- Nural Ntwork mampu mngikuti prubahan bban dan mnginksikan arus kompnsasi untuk mngliminasi kontn harmonisa arus ssuai dngan kbutuhan sistm. V. KEIPULAN APF brbasis Fuzzy Nural Ntwork dapat mngliminasi kontn harmonisa pada arus dan mmprbaiki distorsi pada arus bban nonlinar baik pada kondisi bban statis maupun pada kondisi bban yang brvariasi. Hal ini ditunukkan dngan nilai HD arus masukan pada ktiga fasa yang brkisar antara 3%-4,7%. (di bawah nilai standar HD yang ditntukan). REFERENE [] Akagi H, Watanab E.H, Ards, (7), Instantanous Powr hory and Application to Powr onditioning, John Wily & ons, Inc., Hobokn, Nw Jrsy. [] ohan, Undland, Robin, (), Powr Elctronics: onvrtrs, Application and Dsign, John Wily & ons, Inc. Nw York. [3] Hart, D. W. Introduction o Powr Elctronics. Uppr addl Rivr, N. J.:Prntic-Hall. 997 [4] Hassoun.H, (99), Fundamntal of Artificial Nural Ntwork, Asco rad ypstting Ltd, Unitd tats of Amrica. [] Ling L.P, V Basd Hystrsis urrnt ontrollr for A hr Phas Activ Powr Filtr, hsis astr (4), Univrsity cnology alaysia. [6] G. W. hang,. I. hn, Y. F. ng An Application of Radial Basis Function Nural Ntwork For Harmonics Dtction, Proc 8 Harmonics and Quality of Powr 3 th Intrnational onfrnc, pp.-. [7] umay, ral.e, Bayindir K., Extraction of Voltag Harmonics using ulti Layr Prcptron Nural Ntwork, Nural omput & Applic 7 (8), pp [8] alam, hng.p, Jusoh A. Harmonics itigation using Activ Powr: A chnological Rviw, Journal of Elctrika Vol. 8 No., (6), pp [9] Awar.V, Kothari A.G, Bhat., Powr Factor Improvmnt using Activ Filtr for Unbalancd hr Phas Non Linar Loads, Intrnational Journal of Enrgychnology and Policy, Vol. 4, (6). [] Long Hua y, Ping Lam o, Yun hung hu, Adaptiv Nural Ntwork ontrol of Activ Filtr, Elctric Powr ystm Rsarch, Elsvir 77 (), pp.37-6 [] murtas F, Gunturkun R, Yumusak N, murtas H, Harmonics Dtction using Fd Forward and Rcurrnt Nural Ntwork for Activ Filtr, Elctric Powr ystm Rsarch 7 (4).pp [] A. G. Bors, Introduction of Radial Basis Function (RBF) Ntwork, Dpt. of omputr cinc Univrsity of York. [3] Vazuz J.R, almron P, Activ Powr Filtr ontrol using Nural Ntwork chnologis, IEE- Proccding-Elctrical Powr Application Vol., No., (3). [4] Nascimnto,.F, Olivira, A.A, Godtl, A, uva, I.N, ompnsation urrnt of Activ Powr Filtr Gnratd by Artificial Nural Ntwork Approach, IEEE Industrial Elctronics, IEON- 3 nd Annual onfrnc Vol, Issu, 6- Nov, (6) pp [] Gao D, un X, A hunt Activ Powr Filtr with ontrol thod Basd on Nural Ntwork, IEEE Powr ystm chnology Proccding Vol 3, () pp [6] Wilamowski, B., Iplikci, Kaynak O, Ef, An Algorithm for Fast onvrgnc in raining Nural Ntworks, ProcdinIJNN Vol 3, () pp [7] Hau,.. and Is,. Implmntation of ingl Phas p hory. Procdings of th Powr onvrsion onfrnc. April -. Japan. P Osaka: IEEE [8] IEEE Intrharmonics ask Forc, Intrharmonics in Powr ystms, igr 36./ IRED Voltag Quality Working Group. [9] antoso, urya and Grady, W.. Undrstanding Powr ystm Harmonics. IEEE Powr Enginring Rviw.. (). pp 8-. [] rzagora A., Bracchi F, rutti, A Radial Basis Function Nural Ntwork for ingl wp Dtction of omatosnsory Evokd Potntials, Proccding of th 6 th Annual Intrnational onfrnc of th IEEE EB, (4), an Francisco A, UA. 7

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api. 6 yang diharapkan. Msin infrnsi disusun brdasarkan stratgi pnalaran yang akan digunakan dalam sistm dan rprsntasi pngtahuan. Msin infrnsi yang digunakan dalam pngmbangan sistm pakar ini adalah FIS. Implmntasi

Lebih terperinci

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan Aplikasi Intgral Intgral dapat diaplikasikan k dalam banyak hal. Dari yang sdrhana, hingga aplikasi prhitungan yang sangat komplks. Brikut mrupakan aplikasi-aplikasi intgral yang tlah diklompokkan dalam

Lebih terperinci

1. Proses Normalisasi

1. Proses Normalisasi BAB IV PEMBAHASAN A. Pr-Procssing Pross pngolahan signal PCG sblum dilakukan kstaksi dan klasifikasi adalah pr-procssing. Signal PCG untuk data training dan data tsting trdapat dalam lampiran 5 (halaman

Lebih terperinci

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID 129 Kontrol Trakcing Laras Mriam 57mm dngan Mnggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID Jki Saputra, M. Aziz Muslim, dan Rini Nur Hasanah Abstrak Laras mriam adalah salah satu bagian bsar dari kontruksi

Lebih terperinci

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang Analisis Dinamis Portal Brtingkat Banyak Multi Bntang Dngan Variasi Tingkat (Story) Pada Tiap Bntang Hiryco Manalip Rky Stnly Windah Jams Albrt Kaunang Univrsitas Sam Ratulangi Fakultas Tknik Jurusan Sipil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI DATA Data pnlitian diprolh dari siswa klas XII Jurusan Tknik Elktronika Industri SMK Ma arif 1 kbumn. Data variabl pngalaman praktik industri, kmandirian

Lebih terperinci

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM Aplikasi modl matmatika banyak muncul dalam brbagai disiplin ilmu pngtahuan, sprti isika, kimia, konomi, prsoalan rkayasa (tknik msin, sipil, lktro). Modl matmatika yang

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1 Pnurunan Tanah pada Fondasi Dangkal Fakultas Program Studi Tatap Muka Kod MK Disusun Olh Tknik Prnanaan Tknik A41117AB dan Dsain Sipil 9 Abstrat Modul ini brisi bbrapa

Lebih terperinci

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Analisis Nosl Motor Rokt RX-1 LAPAN... (Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari) ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 1 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari Pnliti Pnliti

Lebih terperinci

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat Mtod Pnlitian Suradi Sirgar Bab 6 Sumbr dan Prambatan Galat 6. Sumbr galat. Data masukan, misal hasil pngukuran (galat bawaan). Slama komputasi (galat pross), galat ang timbul akibat komputasi 3. Galat

Lebih terperinci

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P.

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P. nurunan Kcpatan Glombang dan Glombang S Glombang sismik mrupakan gtaran yang mrambat pada mdium batuan dan mnmbus lapisan bumi. njalaran mnybabkan dformasi batuan.strss atau tkanan didfinisikan gaya prsatuan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED)

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) Winny Friska Uli,Ali Hanafiah Ramb Konsntrasi Tknik Tlkomunikasi, Dpartmn Tknik Elktro Fakultas

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik

Analisis Rangkaian Listrik Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Mnggunakan Transformasi Fourir - Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik (4) BAB Analisis Rangkaian Mnggunakan Transformasi Fourir Dngan pmbahasan

Lebih terperinci

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL ISSN : 407 846 -ISSN : 460 846 MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL Chrish Rikardo *, Taufik Limansyah, Dharma Lsmono Magistr Tknik Industri,

Lebih terperinci

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol., No., (Spt. 202) ISSN: 230-928X D-36 Pmodlan Faktor-faktor yang Mmpngaruhi Prstasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dngan Rgrsi Logistik dan Nural Ntwork Wijdani Anindya Hadi

Lebih terperinci

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang Pnntuan Lot Siz Pmsanan Bahan Baku Dngan Batasan Kapasitas Gudang Dana Marstiya Utama 1 Abstract. This papr xplains th problm o dtrmining th lot siz o ordring raw matrials with warhous capacity limitation

Lebih terperinci

METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR E. Yuliani, M. Imran, S. Putra Mahasiswa Program Studi S Matmatika Laboratorium Matmatika Trapan, Jurusan

Lebih terperinci

Bab 1 Ruang Vektor. I. 1 Ruang Vektor R n. 1. Ruang berdimensi satu R 1 = R = kumpulan bilangan real Menyatakan suatu garis bilangan;

Bab 1 Ruang Vektor. I. 1 Ruang Vektor R n. 1. Ruang berdimensi satu R 1 = R = kumpulan bilangan real Menyatakan suatu garis bilangan; Bab Ruang Vktor I. Ruang Vktor R n. Ruang brdimnsi satu R = R = kumpulan bilangan ral Mnyatakan suatu garis bilangan; -3 - - 0. Ruang brdimnsi dua R = bidang datar ; Stiap vktor di R dinyatakan sbagai

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Input Data Citra Wajah Pada pnlitian ini, digunakan sbanyak 525 citra ajah yang trdiri dari 35 orang. Stiap orang diambil sampl sbanyak 15 citra ajah dngan pncahayaan yang

Lebih terperinci

ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535

ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535 ANALISIS PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN LOGIKA PID DENGAN MIKRO KONTROLER ATMEGA 8535 Ruzita Sumiati (1) (1) Staf Pngajar Tknik Msin Politknik Ngri Padang ABSTRACT Th DC motor was oftn usd in various

Lebih terperinci

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag Modl Modl Pngukuran dalam Pmodlan Prsamaan Struktural Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi UGM Tulisan ini akan mmbahas bbrapa modl dalam SEM yang unik. Dikatakan unik karna jarang dipakai. Tulisan hanya

Lebih terperinci

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I Univrsitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputr Tknik Informatika Prsamaan Difrnsial Ord I Dfinisi Prsamaan Difrnsial Prsamaan difrnsial adalah suatu prsamaan ang mmuat satu atau lbih turunan fungsi

Lebih terperinci

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII Prtmuan VII IV. Konsolidasi IV. Pndahuluan. Konsolidasi adalah pross brkurangnya volum atau brkurangnya rongga pori dari tanah jnuh brpmabilitas rndah akibat pmbbanan. Pross ini trjadi jika tanah jnuh

Lebih terperinci

Susunan Antena. Oleh : Eka Setia Nugraha S.T., M.T. Sumber: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T.

Susunan Antena. Oleh : Eka Setia Nugraha S.T., M.T. Sumber: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T. Susunan Antna Olh : ka Stia Nugraha S.T., M.T. Sumbr: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T. A. Pndahuluan Dalam kuliah Mdan lktromantika Tlkomunikasi kita sudah mngnal pnjumlahan/ suprposisi mdan. Tlah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990). BAB II TINJAUAN USTAKA 2.1 Struktur Rangka Baja Extrnal rstrssing Scara toritis pningkatan kkuatan pada rangka baja untuk jmbatan dapat dilakukan dngan pmasangan prkuatan pratkan kstrnal pada rangka trsbut.

Lebih terperinci

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST) UJI CHI KUADRAT PENDAHULUAN Distribusi chi kuadrat mrupakan mtod pngujian hipotsa trhadap prbdaan lbih dari proporsi. Contoh: manajr pmasaran suatu prusahaan ingin mngtahui apakah prbdaan proporsi pnjualan

Lebih terperinci

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON Pnntuan Nilai E/m Elktron 013 PENENTUAN NILAI /m ELEKTRON Intan Masruroh S, Anita Susanti, Rza Ruzuqi, Zaky Alam Laboratorium Fisika Radiasi, Dpartmn Fisika Fakultas Sains Dan Tknologi, Univrsitas Airlangga

Lebih terperinci

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR Yuli Syafti Purnama Mahasiswa Program Studi S Matmatika Fakultas Matmatika dan Ilmu Pngtahuan Alam Univrsitas Riau Kampus

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN BAB II TINJAUAN KEPUTAKAAN II.1 PENDAHULUAN Yild lin adalah suatu pmcahan yang dapat digunakan dalam plat bton dimana trjadinya tgangan llh dan rotasi scara plastis muncul. Tori ini dapat digunakan dalam

Lebih terperinci

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor Implmntasi Pmodlan Multi Kritria (PMK) Pada Sistm Pndukung Kputusan Pngujian Mutu Ban Spda Motor Muliadi [email protected] Abstract This rsarch to dvlop a dsign dcision support systm with built tst

Lebih terperinci

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3, Kpdulian trhadap sanitasi lingkungan diprdiksi dari tingkat pndidikan ibu dan pndapatan kluarga pada kluarga sjahtra I klurahan Krtn kcamatan Lawyan kota Surakarta Olh : Bustanul Arifin K.39817 BAB IV

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Blakang Di dalam dunia bisnis yang smakin ktat saat ini prusahaan dituntut untuk mmiliki banyak kunggulan komptitif agar dapat brsaing dngan yang lainnya. Maka dari itu, prusahaan

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut BAB II TEORI DASAR 2.1 Pngrtian Pasang Surut Pasang surut air laut (pasut) adalah pristiwa naik turunnya muka air scara priodik dngan rata-rata priodnya 12,4 jam (di bbrapa tmpat 24,8 jam) (Pond dan Pickard,

Lebih terperinci

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN JIMT ol. 9 No. 1 Juni 01 (Hal. 16 8) Jurnal Ilmiah Matmatika dan Trapan ISSN : 450 766X PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN Nurainun 1, S. Musdalifah,

Lebih terperinci

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone Modifikasi Analytic Ntwork Procss Untuk Rkomndasi Pmilihan Handphon Fry Dwi Hrmawan Jurusan Informatika Fakultas MIPA, Univrsitas Sblas Mart Surakarta frydh@yahoocom Ristu Saptono Jurusan Informatika Fakultas

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan mngnai tori dan trminologi graph, yaitu bntuk-bntuk khusus suatu graph. Di sini uga akan dilaskan mngnai minimum spanning tr, pmrograman 0-, dan aplikasi

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Yogyakarta, Sptmbr 0 RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Sajima, Dddy Hasnurrofiq, Sudaryadi -BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor, Kotak pos 0 Ykbb 558 -mail

Lebih terperinci

Modeling Pengaturan Kecepatan... Satya Kumara I N. MODELING PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN SIMULINK

Modeling Pengaturan Kecepatan... Satya Kumara I N. MODELING PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN SIMULINK MODELING PENGTURN KECEPTN MOTOR DC DENGN SIMULINK Olh : I N Satya Kumara Staf Pngajar Tknik Elktro Univrsitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran Bali Email: [email protected] Intisari Motor arus sarah (motor

Lebih terperinci

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik 8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponnsial, Hiprbolik 8.. Fungsi Logarithma Natural. Sudaratno Sudirham Dfinisi. Logaritma natural adalah logaritma dngan mnggunakan basis bilangan. Bilangan ini, sprti halna

Lebih terperinci

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE Fabio Dwi Bagus Irawan 1,a, Cahyo Budiyantoro 1,b, Thoharudin 1,c 1 Program Studi Tknik Msin, Fakultas Tknik, Univrsitas

Lebih terperinci

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER HannaA Parhusip Cntr of Applid Mathmatics Program Studi Matmatika Industri dan Statistika Fakultas Sains dan Matmatika Univrsitas Kristn Sata

Lebih terperinci

Debuging Program dengan EasyCase

Debuging Program dengan EasyCase Modul asyc 1 Dbuging Program dngan EasyCas Di susun Olh : Di dukung olh : Portal dukasi Indonsia Opn Knowlodg and Education http://ok.or.id Modul asyc 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kpada guru sjatiku Gusti

Lebih terperinci

BAB 2 DASAR TEORI 2.1 TEORI GELOMBANG LINIER. Bab 2 Teori Dasar

BAB 2 DASAR TEORI 2.1 TEORI GELOMBANG LINIER. Bab 2 Teori Dasar BAB 2 DASAR TEORI Glombang air mrupakan manifstasi dari suatu rambatan nrgi yang mmiliki frkunsi dan priod. Glombang air yang trjadi di laut dapat disbabkan olh angin, grakan kapal, gmpa atau gaya gravitasi

Lebih terperinci

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma Modul Intgral Fungsi Eksponn, Fungsi Trigonomtri, Fungsi Logaritma Dr. Subanar D PENDAHULUAN alam mata kuliah Kalkulus I Anda tlah mngnal bahwa intgrasi adalah pross balikan dari difrnsiasi. Jadi untuk

Lebih terperinci

ANALISIS KOMBINASI PRELOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIK TERHADAP PEMAMPATAN TANAH LUNAK PONTIANAK

ANALISIS KOMBINASI PRELOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIK TERHADAP PEMAMPATAN TANAH LUNAK PONTIANAK ANALISIS KOMBINASI PRELOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIK TERHADAP PEMAMPATAN TANAH LUNAK PONTIANAK Agustina 1), Rustamadji 2)., Eka Priadi, MT 2) Program Studi Tknik Sipil, Fakultas Tknik, Univrsitas Tanjungpura

Lebih terperinci

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM ISSN : 2355-9365 -Procding of Enginring : Vol.4, No.1 April 2017 Pag 632 Abstrak ANALISIS PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-Al2O3 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIENAM FORCED CONVECTION HEAT

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI Olh: INDA SAFITRI NIM. 065009 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KARAKTERISTIK MUTU DAN REOLOGI CPO AWAL Minyak sawit kasar (crud palm oil/cpo) mrupakan komoditas unggulan Indonsia yang juga brpran pnting dalam prdagangan dunia. Mngingat

Lebih terperinci

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh :

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh : Pmbahasan Soal SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disrtai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Disusun Olh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pmbahasan Soal SIMAK UI 2011 Matmatika

Lebih terperinci

Presentasi 2. Isi: Solusi Persamaan Diferensial pada Saluran Transmisi

Presentasi 2. Isi: Solusi Persamaan Diferensial pada Saluran Transmisi Prsntasi Isi: Solusi Prsamaan Difrnsial pada Saluran Transmisi Rprsntasi sinyal dalam bntuk phasor Pmikiran Dasar Sinyal harmonis mudah untuk diturunkan dan diintgralkan Smua sinyal fungsi waktu bisa dirprsntasikan

Lebih terperinci

ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V

ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V Tras Jurnal, Vol.7, No.2, Sptmbr 2017 P-ISSN 2088-0561 ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V Said Jalalul Akbar

Lebih terperinci

Reduksi data gravitasi

Reduksi data gravitasi Modul 5 Rduksi data gravitasi Rduksi data gravitasi trdiri dari:. Rduksi g toritis. Rduksi fr air 3. Rduksi Bougur 4. Rduksi mdan/trrain. Rduksi g toritis Pnlaahan tntang konsp rduksi data gravitasi lbih

Lebih terperinci

OPERASI GABUNGAN, JOIN, KOMPOSISI DAN HASIL KALI KARTESIAN PADA GRAF FUZZY SERTA KOMPLEMENNYA. Tina Anggitta Novia 1 dan Lucia Ratnasari 2

OPERASI GABUNGAN, JOIN, KOMPOSISI DAN HASIL KALI KARTESIAN PADA GRAF FUZZY SERTA KOMPLEMENNYA. Tina Anggitta Novia 1 dan Lucia Ratnasari 2 OPERASI ABUNAN JOIN KOMPOSISI DAN HASIL KALI KARTESIAN PADA RAF FUZZY SERTA KOMPLEMENNYA Tina Anggitta Novia Lucia Ratnasari Program Studi Matmatika FMIPA UNDIP Jl Prof Sodarto SH Smarang 5075 Abstract

Lebih terperinci

DESAIN AWAL SISTEM KENDALI PARAMETER BERKAS RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/10 ma PTAPB BATAN YOGYAKARTA

DESAIN AWAL SISTEM KENDALI PARAMETER BERKAS RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/10 ma PTAPB BATAN YOGYAKARTA DESIN WL SISTEM KENDLI RMETER BERKS RDISI MESIN BERKS ELEKTRON 350 k/10 m TB BTN YOGYKRT SUTNTO Skolah Tinggi Tknologi Nuklir Badan Tnaga Nuklir Nasional - BTN JL.Babarsari Kotak os 6101 YKBB, Yogyakarta

Lebih terperinci

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM

IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM IDE - IDE DASAR MEKANIKA KUANTUM A. Radiasi Bnda Hitam 1. Hasil-Hasil Empiris Gambar 1. Grafik fungsi radiasi spktral bnda hitam smpurna a. Hukum Stfan Hukum Stfan dapat dituliskan sbagai total = f df

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fungsi dari faktor produksi adalah fungsi dari modal (capital) dan tenaga kerja BAB II TINJAUAN USTAKA 2.1. Landasan Tori 2.1.1. nawaran Agrgat nawaran Agrgat atau Aggrgat Supply adalah jumlah total dari barang dan jasa yang ditawarkan dalam suatu prkonomian pada tingkat harga. Modl

Lebih terperinci

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH.. Faktor-Faktor yang Mmpngaruhi Produktivitas Cabai Mrah dan Nilai Elastisitas Input trhadap Produktivitas...

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf II. LANDASAN TEORI 2.1 Konsp Dasar Graf Pada bagian ini akan dibrikan konsp dasar graf dan dimnsi partisi graf yang digunakan sbagai landasan tori pada pnlitian ini. Tori dasar mngnai graf yang akan digunakan

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Analisa Pngaruh Pack Carburizing Mnggunakan Arang Mlanding (Mas ad dkk.) ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Mas ad,

Lebih terperinci

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Prosiding SPMIPA. pp. 3-39, 006 ISBN : 979.704.47.0 PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Eka Ariani, Agus Rusgiyono Jurusan Matmatika FMIPA Univrsitas Dipongoro Jl.

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LOGIKA FUZZY GAIN SCHEDULING UNTUK PENGENDALIAN LEVEL BEJANA TERTUTUP

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LOGIKA FUZZY GAIN SCHEDULING UNTUK PENGENDALIAN LEVEL BEJANA TERTUTUP FORUM ITEK Vol 3 o. 3 ERACAGA DA IMLEMETAI EGEDALI LOGIKA FUY GAI CHEDULIG UTUK EGEDALIA LEVEL EJAA TERTUTU ITIARI Olh: Roni Hru Triyanto*) ada pnlitian ini fuzzy gain schduling (FG) digunakan untuk adaptasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TEORI ATOM & PENEMUAN PROTON, NEUTRON, ELEKTRON. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd

PERKEMBANGAN TEORI ATOM & PENEMUAN PROTON, NEUTRON, ELEKTRON. Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd PERKEMBANGAN TEORI ATOM & PENEMUAN PROTON, NEUTRON, ELEKTRON Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd [email protected] PERKEMBANGAN TEORI ATOM Dmokritus Dalton Thomson Ruthrford Bohr Mkanika glombang Dmokritus

Lebih terperinci

Tinjauan Termodinamika Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial. Oleh. Saeful Karim

Tinjauan Termodinamika Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial. Oleh. Saeful Karim Tinjauan Trmodinamika Sistm artikl Tunggal Yang Trjbak Dalam Sbua Sumur otnsial Ol Saful Karim Jurusan ndidikan Fisika Fakultas ndidikan Matmatika dan Ilmu ngtauan Alam Univrsitas ndidikan Indonsia 00

Lebih terperinci

Tinjauan Termodinamika Pada Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial

Tinjauan Termodinamika Pada Sistem Partikel Tunggal Yang Terjebak Dalam Sebuah Sumur Potensial injauan rmodinamika ada Sistm artikl unggal Yang rjbak Dalam Sbua Sumur otnsial Dngan mngmbangkan ubungan trmodinamik yang sdrana untuk pngumpulan partikl yang tunggal yang ditmpatkan pada dara potnsial.

Lebih terperinci

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh

Pertemuan XIV, XV VII. Garis Pengaruh ahan jar Statika ulyati, ST., T rtmuan X, X. Garis ngaruh. ndahuluan danya muatan hidup yang brgrak dari satu ujung k ujung lain pada suatu konstruksi disbut bban brgrak. isalkan ada sbuah kndaraan mlalui

Lebih terperinci

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR

ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR ALAT PERAGA FISIKA ROKET AIR SMA NEGERI 21 MAKASSAR I. PENDAHULUAN 1. Latar Blakang Trkadang di waktu snggang srang siswa tatkala kbanyakan mrka mnggunakannya untuk brmalas-malasan, mlakukan hal yang tak

Lebih terperinci

Materi ke - 6. Penggunaan Integral Tak Tentu. 30 Maret 2015

Materi ke - 6. Penggunaan Integral Tak Tentu. 30 Maret 2015 Matri k - 6 Pnggunaan Intgral Tak Tntu 30 Mart 015 Industrial Enginring UNS [email protected] Prsamaan Difrnsial dan Pnggunaanna Prsamaan difrnsial mngaitkan suatu fungsi dngan turunanna difrnsial Contoh '

Lebih terperinci

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Sminar Nasional Statistika IX Institut Tknologi Spuluh Nopmbr, 7 Novmbr 2009 ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS TUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Lalu Husnan Wijaya *, Dian Yudha Risdianto ** Pnliti

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI. MICRO BUBBLE GENERATOR Micro Bubbl Gnrator (MBG) mrupakan suatu alat yang difungsikan untuk mnghasilkan glmbung udara dalam ukuran mikro, yaitu glmbung dngan diamtr 00 μm []. Aplikasi

Lebih terperinci

Konsolidasi http://www.pwri.go.jp/ http://www.ashirportr.org Pmbbanan tanah jnuh brprmabilitas rndah akan mnaikkan tkanan air pori Air akan mngalir k lapisan tanah dngan tkanan pori yg lbih rndah Prmabilitas

Lebih terperinci

Hendra Gunawan. 29 November 2013

Hendra Gunawan. 29 November 2013 MA1101 MATEMATIKA 1A Hndra Gunawan Smstr I, 013/014 9 Novmbr 013 Latihan (Kuliah yang Lalu) Ssorangygtingginya~1,60 m brdiri ditpiatastbing, mlihat lh k laut yang brada ~18,40 m di bawahnya. Pada saatitu

Lebih terperinci

BAB III TEORI DASAR ANTENA SLOT DAN ANTENA ARRAY

BAB III TEORI DASAR ANTENA SLOT DAN ANTENA ARRAY BAB III TEORI DASAR ATEA SLOT DA ATEA ARRAY 3. Antna Slot Slot antna biasanya digunakan pada frkunsi antara 300 MHz dan 4 GHz. Antna ini sangat populr karna dapat dipotong dan dipasang pada prmukaan apapun,

Lebih terperinci

Pengontrolan Penjejak Dinding dengan Batasan Orientasi pada Kursi Roda Robotik

Pengontrolan Penjejak Dinding dengan Batasan Orientasi pada Kursi Roda Robotik J.Oto.Ktrl.Inst (J.Auto.Ctrl.Inst) Vol 8 (), 016 ISSN : 085-517 Pngontrolan Pnjjak Dinding dngan Batasan Orintasi pada Kursi Roda Robotik 1 Stpn Andronicus, 1 Amrial Nainggolan, 1 Antony Anggriawan Siswoyo

Lebih terperinci

Deret Fourier, Transformasi Fourier dan DFT

Deret Fourier, Transformasi Fourier dan DFT Drt Fourir, Transformasi Fourir dan DFT A. Drt Fourir Drt fourir adalah drt yang digunakan dalam bidang rkayasa. Drt ini prtama kali ditmukan olh sorang ilmuan prancis Jan-Baptist Josph Fourir (1768-18).

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: B-103

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: B-103 JURNAL EKNIK IS Vol., No. (Spt. ) ISSN: 3-97 B-3 Prancangan dan Iplntasi Kontrollr Pid-Fuzzy untuk Mnjaga Stabilitas Frkunsi gangan rbangkit Pada Pbangkit Listrik Kapasitas kva dngan Pnggrak Utaa Motor

Lebih terperinci

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern Fisika Dasar II Listrik, Magnt, Glombang dan Fisika Modrn Pokok Bahasan Mdan Listrik dan Dipol Listrik Abdul Waris Rizal Kurniadi Novitrian Sparisoma Viridi Mdan Listrik Artinya daripada ini... Mrka lbih

Lebih terperinci

BAB 2 DISTRIBUSI INDUK DAN DISTRIBUSI SAMPEL

BAB 2 DISTRIBUSI INDUK DAN DISTRIBUSI SAMPEL BAB DISTRIBUSI IDUK DA DISTRIBUSI SAMEL.. EDAHULUA Jika suatu bsaran mmiliki nilai ssungguhnya sdangkan hasil ukurnya adalah maka kita mngharapkan hasil pngamatan mndkati, namun knyataannya tidak slalu

Lebih terperinci

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu

Muatan Bergerak. Muatan hidup yang bergerak dari satu ujung ke ujung lain pada suatu Muatan rgrak Muatan hidup yang brgrak dari satu ujung k ujung lain pada suatu konstruksik disbut bb bban brgrak Sbuah kndaraan mlalui suatu jmbatan, maka akan timbul prubahanbh nilai i raksi kimaupun gaya

Lebih terperinci

Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas

Pengaruh Posisi Pipa Segi Empat dalam Aliran Fluida Terhadap Perpindahan Panas Pngaruh Posisi Pipa Sgi Empat dalam Aliran Fluida Trhadap Prpindahan Panas Kaprawi Jurusan Tknik Msin, Fakultas Tknik UNSRI, Palmbang E-mail: [email protected] ABSTRAK Sbuah pipa brpnampang sgi mpat dipasang

Lebih terperinci

Materike April 2014

Materike April 2014 Matrik-6 Pnggunaan Intgral Tak Tntu 10 April 014 Prsamaan Difrnsial dan Pnggunaanna Prsamaan difrnsial mngaitkan suatu fungsi dngan turunanna ( difrnsial Contoh ' ' '' ' Prsamaan Difrnsial dan Pnggunaanna

Lebih terperinci

3. PEMODELAN SISTEM. Data yang diperoleh pada saat survey di lokasi potensi tersebut adalah sebagai berikut :

3. PEMODELAN SISTEM. Data yang diperoleh pada saat survey di lokasi potensi tersebut adalah sebagai berikut : 3. PEMODELAN SISTEM 3.1. Kondisi Darah Studi Kabupatn Solok Slatan trltak di bagian slatan Propinsi Sumatra Barat pada posisi 0 43 1 43 Lintang Slatan 101 01 101 30 Bujur Timur dngan luas wilayah 3.346,20

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI 03-1726-2012 Hotma L Purba Jurusan Tknik Sipil,Univrsitas Sriwijaya Korspondnsi pnulis : [email protected]

Lebih terperinci

KESETIMBANGAN ADSORPSI KADMIUM (Cd) DENGAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI

KESETIMBANGAN ADSORPSI KADMIUM (Cd) DENGAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI KESETIMBANGAN ADSORPSI KADMIUM (Cd) DENGAN ADSORBEN ABU SEKAM PADI Dsi Hltina Jurusan Tknik Kimia,Fakultas Tknik Univrsitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Panam Pkanbaru Riau Tlp. (0761) 566937,

Lebih terperinci

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT Jhon Malta (1) (1) Laboratorium Dinamika Struktur Jurusan Tknik Msin Fakultas Tknik Univrsitas Andalas, Padang. Email: [email protected]

Lebih terperinci

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT BAB V DISTRIBUSI ROBABILITAS DISKRIT 5.. Distribusi Uniform Disrit Bila variabl aca X mmilii nilai,,... dngan probabilitas yang sama, maa distribusi uniform disrit dinyataan sbagai: f (, ) ;,,... paramtr

Lebih terperinci

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2009 KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA Pnliti : Lasmini Ambarwati, ST.,

Lebih terperinci

INFLUENCE OF LIMES COLUMN VARIATION DISTANCE IN SOFT CLAY STABILIZATION A REVIEW OF INDEX COMPRESSION (Cc) PARAMATER

INFLUENCE OF LIMES COLUMN VARIATION DISTANCE IN SOFT CLAY STABILIZATION A REVIEW OF INDEX COMPRESSION (Cc) PARAMATER INFLUENCE OF LIMES COLUMN VARIATION DISTANCE IN SOFT CLAY STABILIZATION A REVIEW OF INDEX COMPRESSION (Cc) PARAMATER PENGARUH VARIASI JARAK KOLOM KAPUR DALAM STABILISASI LEMPUNG LUNAK PADA TINJAUAN NILAI

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu. Mochtar Hadiwidodo *)

PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM Cu. Mochtar Hadiwidodo *) PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG LOGAM u Mochtar Hadiwidodo *) Abstract Th industrial dvlopmnt hav bn incrasd togthr with th incrasmnt of th socity

Lebih terperinci

APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA PADA ANALISIS STRUKTUR RANGKA BATANG

APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA PADA ANALISIS STRUKTUR RANGKA BATANG Jurna Iiah MEDIA ENGINEERING Vo., No., Jui 0 ISSN 087-9334 (56-60) APLIKASI METODE ELEMEN HINGGA PADA ANALISIS STRKTR RANGKA BATANG Srvi O. Dapas Dosn Jurusan Tknik Sipi Fakutas Tknik nivrsitas Sa Ratuangi

Lebih terperinci

DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL PADA TANAH LUNAK DI BAWAH TRIAL EMBANKMENT DI KENDAL, KALIWUNGU, SEMARANG

DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL PADA TANAH LUNAK DI BAWAH TRIAL EMBANKMENT DI KENDAL, KALIWUNGU, SEMARANG DEFORMASI VERTIKAL DAN HORISONTAL PADA TANAH LUNAK DI BAWAH TRIAL EMBANKMENT DI KENDAL, KALIWUNGU, SEMARANG Horizontal and Vrtical Dformation at Soft Land Ground blow Trial Embankmnt in Kndal, Kaliwungu,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS Siti Ainur Rohmah, Sutarman dan Lia Yuliati Jurusan Fisika,

Lebih terperinci

Vol.15 No.2. Agustus 2013 Jurnal Momentum ISSN : X

Vol.15 No.2. Agustus 2013 Jurnal Momentum ISSN : X Vol.5 No.. Agustus 3 Jurnal Momntum ISSN : 693-75X PERENCANAAN PENEMPATAN ARRESTER TERHADAP EFEKTIVITAS PROTEKSI TRANSFORMATOR PADA GARDU INDUK 5 KV SISTEM INTERKONEKSI SUMATERA BAGIAN TENGAH - SUMATERA

Lebih terperinci

KINETIKA DAN THERMODINAMIKA ADSORBSI ORANGE DNA 13 DENGAN ADSORBEN KARBON AKTIF ARANG BATU BARA

KINETIKA DAN THERMODINAMIKA ADSORBSI ORANGE DNA 13 DENGAN ADSORBEN KARBON AKTIF ARANG BATU BARA KINETIKA DAN THERMODINAMIKA ADSORBSI ORANGE DNA 13 DENGAN ADSORBEN KARBON AKTIF ARANG BATU BARA Kusmiyati 1, Virgita Dwi Rachmatika 2, Dnny Vitasari 3, Ahmad M Fuadi 4 1,2,3,4 Jurusan Tknik Kimia Univrsitas

Lebih terperinci

PERANCANGAN BANDSTOP FILTER (BSF) DENGAN ALGORITMA GENETIK

PERANCANGAN BANDSTOP FILTER (BSF) DENGAN ALGORITMA GENETIK Vol.6 No.. Agustus 04 Jurnal Momntum ISSN : 693-75X PERANCANGAN BANDSTOP FILTER (BSF) DENGAN ALGORITMA GENETIK Olh: Muhammad Anwar Dosn Jurusan Tknik Elktronika Univrsitas Ngri Padang Abstract A study

Lebih terperinci

6/1/2010 DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kebijakan Perdagangan Internasional

6/1/2010 DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kebijakan Perdagangan Internasional DR. MOHAMMAD ABDUL MUKHYI SE., MM. Kbijakan Prdagangan Intrnasional 1 2 3 4 Kbijakan Ekonomi 21 Prioritas kbijakan bidang konomi trdiri dari tujuh bidang : Pngmbangan Infrastruktur Prcpatan pnylsaian infrastruktur

Lebih terperinci

PENERAPAN SISTEM TDM PADA SISTEM ALARM KEAMANAN GEDUNG

PENERAPAN SISTEM TDM PADA SISTEM ALARM KEAMANAN GEDUNG x u comparator MVV RMVV vcc rst vcc rst COUNTER IC 407 COUNTER IC 407 0 0 switch cntral N N2 N3 N4 switch cabang rlay rlay snsor snsor out put out put BLOCK RANGKAIAN RELA BLOCK RANGK TRANSDUCER AC AC

Lebih terperinci

Gambar IV.6. Gambaran kontur bidang sesar yang menggambarkan bentuk ramp-flat-ramp pada border fault di Sub-cekungan Kiri.

Gambar IV.6. Gambaran kontur bidang sesar yang menggambarkan bentuk ramp-flat-ramp pada border fault di Sub-cekungan Kiri. Pada pta struktur waktu (Gambar IV.4) trlihat bntuk ssar utama yang cukup unik dibagian tngah. Bntuk ini dipngaruhi olh konfigurasi Batuan Dasar yang dihasilkan olh struktur brumur Pra-Trsir. Pada pta

Lebih terperinci

ANALISIS KEMAUAN PENUMPANG PESAWAT UDARA UNTUK MENGGUNAKAN BUS TRANS JOGJA

ANALISIS KEMAUAN PENUMPANG PESAWAT UDARA UNTUK MENGGUNAKAN BUS TRANS JOGJA ANALISIS KEMAUAN PENUMPANG PESAWAT UDARA UNTUK MENGGUNAKAN BUS TRANS JOGJA Eko Prayitno, ST, MSc Prodi Tknik Sipil, Fakultas Tknik Sipil dan Prncanaan Univrsitas Bung Hatta ABSTRACT Th objctiv of this

Lebih terperinci

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal Rcivd: March 2017 Accptd: March 2017 Publishd: April 2017 Pngaruh Rasio Tinggi Blok Tgangan Tkan Dan Tinggi Efktif Trhadap Lntur Balok Brtulangan Tunggal Agus Sugianto 1*, Andi Marini Indriani 2 1,2 Dosn

Lebih terperinci