Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut
|
|
|
- Deddy Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut Kerucut bentuknya seperti ice-cream, yaitu menghubungkan lingkaran sebagai luasan bagian bawah dan sebuah titik di bagian atas. Bentuk kerucut dapat dilihat pada gambar 7.7 berikut ini Gambar 7.7. Kerucut Untuk menggambar sebuh kerucut, maka terlebih dahulu ditentukan jumlah titik yang akan membangun lingkaran di bawah, misalkan jumlah titik pada lingkaran adalah n, maka kerucut dapat digambarkan seperti gambar 6.7 di atas. Pembentukan obyek 3 dimensi dilakukan dengan: - mendefinisikan titik-titik pada obyek yang terdiri dari jumlah titik, dan koordinat masing-masing titik. - Mendefinisikan face-face pada obyek yang terdiri dari jumlah face dan struktur pada masing-masing face. Dengan demikian jumlah titik pada kerucut tersebut adalah n+1, dengan n untuk membentuk lingkaran dan 1 di atas. Dan jumlah face adalah n+1, dengan n untuk membentuk bagian sisi dan 1 bagian alas (lingkaran). Posisi titik-titik pada kerucut dengan tinggi h dan jari-jari r dapat didefinisikan dengan: Titik 0: (Bagian puncak) (0,h,0) Titik 1 sampai dengan n:
2 x y z i i i = r *cos( i. a) = r *sin( i. a) dimana a adalah unit sudut: = 0 Face pada kerucut didefinisikan dengan: π a = n Untuk face 0 sampai dengan n-1: Face i: terdiri dari 3 titik yaitu: 0, i, i+1 Untuk face ke n: terdiri dari 3 titik yaitu 0, n, 1 Face terakhir berupa alas lingkaran mempunyai n titik yaitu: {1, 2, 3,..., n Gambar 7.8. Proses pembuatan kerucut Sehingga fungsi untuk membuat kerucut adalah sebagai berikut: void createcone(object3d_t &kerucut, int n, float r, float h){ float a=6.28/n; int i; kerucut.pnt[0].x=0; kerucut.pnt[0].y=h; kerucut.pnt[0].z=0; for(i=1;i<=n;i++){ kerucut.pnt[i].x=r*cos(i*a); kerucut.pnt[i].y=0; kerucut.pnt[i].z=r*sin(i*a);
3 for(i=0;i<n;i++){ kerucut.fc[i].numberofvertices=3; kerucut.fc[i].pnt[0]=0; kerucut.fc[i].pnt[1]=i+2; kerucut.fc[i].pnt[2]=i+1; if(i==(n-1)) kerucut.fc[i].pnt[1]=1; kerucut.fc[n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) kerucut.fc[n].pnt[i]=i+1; kerucut.numberofvertices=n+1; kerucut.numberoffaces=n+1; Untuk menggambar kerucut dengan tinggi 150 dan jari-jari 80, pada userdraw() dapat ditulis dengan: void userdraw(void) { matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t kerucut; makecone(kerucut,20,80,150); setcolor(1,1,1); draw3d(kerucut,tilting); Hasil dari program di atas adalah:
4 Gambar 7.9. Contoh hasil kerucut Untuk menggambar kerucut dituliskan: createcone(obyek3d, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalaj jari-jari alas h adalah tinggi kerucut Pada gambar 7.9 kerucut dibentuk dengan n=20. Berikut ini contoh kerucut dengan n=3, n=4, n=6 dan n=8. Pada n=3 menghasilkan limas segitiga dan pada n=4 menghasilkan limas segi empat.
5 Gambar Contoh kerucut dengan n=3,4,6 dan 8 Terlihat bahwa semakin banyak n akan menghasilkan lingkaran yang semakin sempurna. Hal ini juga menunjukkan bahwa limas dapat dihasilkan dari kerucut. Menggambar Silinder Silinder bentuknya seperti tong, yaitu mempunyai 2 lingkaran sebagai luasan bagian atas dan bawah. Bentuk silinder dapat dilihat pada gambar 7.10 berikut ini. Teknik pembuatan silinder hampir sama dengan teknik pembuatan kerucut, hanya saja pada masing-masing face pembentuk bagian samping terdiri dari 4 titik, berbeda dengan kerucut yang hanya mempunyai 3 titik. Fungsi pembuatan silinder adalah sebagai berikut:... n+3 n+2 n+1 n Gambar Silinder Fungsi untuk membuat silinder dengan jari-jari r dan tinggi h adalah sebagai berikut:
6 void createcylinder(object3d_t &silinder, int n, float r, float h){ float a=6.28/n; int i; for(i=0;i<n;i++){ silinder.pnt[i].x=r*cos(i*a); silinder.pnt[i].y=0; silinder.pnt[i].z=r*sin(i*a); silinder.pnt[n+i].x=r*cos(i*a); silinder.pnt[n+i].y=h; silinder.pnt[n+i].z=r*sin(i*a); silinder.numberofvertices=2*n; for(i=0;i<n;i++){ silinder.fc[i].numberofvertices=4; silinder.fc[i].pnt[0]=i; silinder.fc[i].pnt[1]=n+i; silinder.fc[i].pnt[2]=n+i+1; silinder.fc[i].pnt[3]=i+1; if(i==(n-1)){ silinder.fc[i].pnt[2]=n; silinder.fc[i].pnt[3]=0; silinder.fc[n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[n].pnt[i]=i; silinder.fc[n+1].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[n+1].pnt[i]=2*n-1-i; silinder.numberoffaces=n+2; Untuk menggambar silinder dengan tinggi 150 dan jari-jari 80, pada userdraw() dapat ditulis dengan: void userdraw(void) { matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting);
7 object3d_t silinder; createcylinder(silinder,20,80,150); setcolor(1,1,1); draw3d(silinder,tilting); Hasil dari program di atas adalah: Gambar Contoh hasil silinder Untuk menggambar silinder dituliskan: createcylinder(obyek3d, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalaj jari-jari alas h adalah tinggi silinder Pada gambar 7.12 silinder dibentuk dengan n=20. Berikut ini contoh kerucut dengan n=3, n=4, n=6 dan n=8. Pada n=3 menghasilkan prisma, pada n=4 menghasilkan balok dan pada n=8 akan menghasilkan hexagon.
8 Gambar Contoh silinder dengan n=3,4,6 dan 8 Menggambar Silinder Bertumpuk Silinder bertumpuk adalah obyek 3 dimensi yang berupa tumpukan silinder. Teknik pembuatannya hampir sama dengan teknik pembuatan silinder, tetapi obyek ini terdiri dari banyak silinder yang dijadikan satu.... mn mn+3 mn+1 mn+2 n n n+1 n Gambar Silinder bertumpuk
9 Silinder bertumupuk dengan m silinder dan n titik pembenyuk lingkaran mempunyai r[] sebanyak m+1 dan h[] sebanyak m. Pembuatan silinder bertumpuk dengan m silinder dan n buah titik untuk menghasilkan lingkaran adalah: (1) Pembuatan titik Jumlah titik = m n Koordinat titik-titik: x i = r. cos( iθ ) i i h j j= 1 y i = b dengan b = z i = r. sin( iθ ) i (2) Pembuatan Face Jumlah Face = m n+2 m n buah face untuk bagian tepi, 2 buah face untuk lingkaran atas dan bawah. Face bagian tepi: Jumlah titik = 4 p p p p = i. n + j = ( i + 1). n + j = ( i + 1). n + j + 1 = i. n + j + 1 Face bagian alas: Jumlah titik = n p i = i Face bagian atas: Jumlah titik = n p i = ( m + 1). n i 1 Sehingga fungsi untuk membuat silinder bertumpuk adalah sebagai berikut: void createcylindern (object3d_t &silinder,int m,int n,float r[],float h[]){ float a=6.26/n; float b=0; int i,j; silinder.numberofvertices=(m+1)*n; for(i=0;i<=m;i++){
10 if(i>0) b=b+h[i-1]; for(j=0;j<n;j++){ silinder.pnt[i*n+j].x=r[i]*cos(j*a); silinder.pnt[i*n+j].y=b; silinder.pnt[i*n+j].z=r[i]*sin(j*a); silinder.numberoffaces=m*n+2; for(i=0;i<m;i++){ for(j=0;j<n;j++){ silinder.fc[i*n+j].numberofvertices=4; silinder.fc[i*n+j].pnt[0]=i*n+j; silinder.fc[i*n+j].pnt[1]=(i+1)*n+j; silinder.fc[i*n+j].pnt[2]=(i+1)*n+j+1; silinder.fc[i*n+j].pnt[3]=i*n+j+1; if(j==(n-1)){ silinder.fc[i*n+j].pnt[2]=i*n+j+1; silinder.fc[i*n+j].pnt[3]=(i-1)*n+j+1; silinder.fc[m*n].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[m*n].pnt[i]=i; silinder.fc[m*n+1].numberofvertices=n; for(i=0;i<n;i++) silinder.fc[m*n+1].pnt[i]=(m+1)*n-1-i; Contoh hasil dari silinder bertumpuk dengan m=3, n=20, r={60,60,60,60 dan h={40,40,40 adalah: void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); float r[4]={60,60,60,60; float h[3]={40,40,40; object3d_t silinder;
11 createcylindern(silinder,3,20,r,h); setcolor(0,0,0); draw3d(silinder,tilting); Hasilnya adalah sebagai berikut: Gambar Contoh silinder bertumpuk Untuk menggambar silinder bertumpuk dituliskan: createcylindern(obyek3d, m, n, r, h) Dimana: Obyek3D menyatakan nama obyek 3D m adalah jumlah silinder n adalah jumlah titik pembentuk lingkaran alas r adalah jari-jari pada setiap lingkaran, berupa array sejumlah m+1 h adalah tinggi pada setiap lingkaran, berupa array sejumlah m Sebagai contoh, silinder bertumpuk dengan 4 buah silinder, n=20, r={50,60,60,20,20, dan h={10,70,50,30 adalah: void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.25)*rotationymtx(-0.5); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); float r[5]={50,60,60,20,20; float h[4]={10,70,50,30;
12 object3d_t silinder; createcylindern(silinder,4,20,r,h); setcolor(0,0,0); draw3d(silinder,tilting); Hasilnya adalah: Gambar Contoh hasil silinder bertumpuk Model silinder bertumpuk ini sangat baik digunakan untuk menghasilkan obyek-obyek grafik 3 dimensi yang cukup menarik. Beberapa contoh hasil dari model silinder bertumpuk dengan mengatur nilai r dan h yang berupa array. Membuat botol void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t o; float r[12]={40,50,50,45,50,50,20,20,17,20,20,17; float h[11]={5,60,5,5,70,50,40,4,4,10,4; createcylindern(o,11,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah:
13 Gambar Contoh gambar botol Membuat gelas void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting); object3d_t o; float r[5]={40,50,70,70,68; float h[4]={5,70,100,5; createcylindern(o,4,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah: Gambar Contoh gambar gelas Membuat lampion void userdraw(void){ matrix3d_t tilting=rotationxmtx(0.5)*rotationymtx(-0.25); setcolor(0,1,0); drawaxes(tilting);
14 object3d_t o; float r[10]={30,40,50,60,70,70,60,50,40,30; float h[9]={10,12,14,25,80,25,14,12,10; createcylindern(o,9,20,r,h); draw3d(o,tilting); Hasilnya adalah: Gambar Contoh gambar lampion
Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut
Menggambar Obyek Kerucut dan Silinder Menggambar Kerucut Kerucut bentuknya seperti ice-cream, yaitu menghubungkan lingkaran sebagai luasan bagian bawah dan sebuah titik di bagian atas. Bentuk kerucut dapat
7.6. Menggambar Bola. Gambar Bola adalah setengah lingkaran yang diputar. Pembentukan bola adalah: Y. Gambar 7.15.
7.6. Menggambar Bola Bola memunyai koordinat khusus, dimana setia titik ada bola memunyai jarak yang sama terhada titik usatnya. Bola adalah hasil utar dari setengah lingkaran. Gambar 7.14. Bola adalah
8.3. Memberi Warna Pada Obyek 3 Dimensi
8.3. Memberi Warna Pada Obyek 3 Dimensi Pada pembahasan di atas, obyek 3 dimensi digambar dalam model wireframe (kerangka), padahal dalam pemakaian sebenarrnya setiap obyek diberi warna. Pada obyek 3 dimensi
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB. SHEET PRAKTIKUM GRAFIKA KOMPUTER
No. : ST/EKA/PTI223/10 Revisi : 00 Senin 010509 Hal. 1 dari 23 hal. Pengantar Dalam pembuatan sebuah gambar obyek sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa obyek sederhana. Misalnya sebuah gambar robot
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
No. : ST/EKA/PTI275/10 Revisi : 00 Senin/Selasa Hal. 1 dari 23 hal. Pengantar Dalam pembuatan sebuah gambar obyek sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa obyek sederhana. Misalnya sebuah gambar robot
BAB 9 SHADING DAN OPTICAL VIEW
BAB 9 SHADING DAN OPTICAL VIEW 9.1. Vektor Satuan Vektor satuan (unit vector) adalah vektor yang besarnya satu. Untuk mendapatkan vektor satuan maka setiap elemen vektor dibagi dengan besarnya vektor tersebut
Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut...
1. Perhatikan sifat-sifat bangun ruang di bawah ini: i. Memiliki 6 sisi yang sama atau kongruen ii. Memiliki 12 rusuk yang sama panjang Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut... SD kelas 6 -
Grafik 3 Dimensi. Achmad Basuki Nana R Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya 2009
Grafik 3 Dimensi Achmad Basuki Nana R Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Surabaya 29 Materi Sistem Koordinat 3D Definisi Obyek 3D Cara Menggambar Obyek 3D Konversi Vektor 3D menjadi Titik 2D Konversi
Pertemuan 1. Membuat Sudut Siku-Siku. Pengukuran Guna Pembuatan Peta dengan Alat-alatalat Sederhana Can be accessed on: http://haryono_putro.staff.gunadarma.ac.id/ Email: [email protected]
Matematika ITB Tahun 1975
Matematika ITB Taun 975 ITB-75-0 + 5 6 tidak tau ITB-75-0 Nilai-nilai yang memenui ketidaksamaan kuadrat 5 7 0 atau atau 0 < ITB-75-0 Persamaan garis yang melalui A(,) dan tegak lurus garis + y = 0 + y
OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI
OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI Achmad Basuki Nana Ramadijanti Achmad Basuki, Nana Ramadijanti - Laboratorium Computer Vision Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS) Materi Definisi Obyek Grafik 2-D PolyLine
PERSIAPAN TES SKL KELAS X, MATEMATIKA IPS Page 1
PERSIAPAN TES SKL X, MATEMATIKA 1. Pangkat, Akar dan Logaritma Menentukan hasil operasi bentuk pangkat (1 6) Menentukan hasil operasi bentuk akar (7 11) Menentukan hasil operasi bentuk logarithma (12 15)
OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI
OBYEK GRAFIK 2 DIMENSI Achmad Basuki Nana Ramadijanti Achmad Basuki, Nana Ramadijanti - Laboratorium Computer Vision Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS) Materi Definisi Obyek Grafik 2-D PolyLine
PAKET 4. Paket : 4. No Soal Jawaban 1 Luas Segiempat PQRS pada gambar di bawah ini adalah. A. 120 cm 2 B. 216 cm 2 C. 324 cm 2 D. 336 cm 2 E.
PAKET 4 Jumlah Soal : 0 soal Kompetensi :. Bangun Datar. Trigonometri. Bangun Ruang 4. Barisan dan Deret Compile By : Syaiful Hamzah Nasution No Soal Jawaban Luas Segiempat PQRS pada gambar di bawah ini
PREDIKSI SOAL UAN MATEMATIKA 2009 KELOMPOK TEKNIK
PREDIKSI SOAL UAN MATEMATIKA 2009 KELOMPOK TEKNIK 1. Jarak kota P dan kota R pada sebuah peta adalah 20 cm. Jika skala pada peta tersebut 1:2.500.000, maka jarak sebenarnya dua kota tersebut adalah. A.
Geometri Ruang (Dimensi 3)
Geometri Ruang (Dimensi 3) Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Kubus Tabung volume = a³ luas = 6a² rusuk kubus = a panjang diagonal = a 2 panjang diagonal ruang = a 3 r = jari-jari t = tinggi volume =
Pembahasan SNMPTN 2011 Matematika IPA Kode 576
Pembahasan SNMPTN 011 Matematika IPA Kode 576 Oleh Tutur Widodo Juni 011 1. Diketahui vektor u = (a,, 1) dan v = (a, a, 1). Jika vektor u tegak lurus pada v, maka nilai a adalah... a. 1 b. 0 c. 1 d. e.
DIMENSI TIGA. 3. Limas. Macam-macam Bangun Ruang : 1. Kubus : 1 luas alas x tinggi. Volume Limas = 3. = luas alas + luas bidang sisi tegak
DIMENSI TIA Macam-macam angun Ruang :. Limas. Kubus : Volume Limas luas alas x tinggi Kubus AD. EH di atas mempunyai rusuk-rusuk yang panjangnya a. Panjang diagonal bidang (AH) a Panjang diagonal ruang
Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY
SISTEM-SISTEM KOORDINAT Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY Sistem Koordinat Kartesian Dalam sistem koordinat Kartesian, terdapat tiga sumbu koordinat yaitu sumbu x, y, dan z. Suatu titik
20. TRANSFORMASI. A. Translasi (Pergeseran) ; T = b. a y. a y. x atau. = b. = b
. TRANSFORMASI A. Translasi (Pergeseran) ; T b a + b a atau b a B. Refleksi (Pencerminan). Bila M matriks refleksi berordo, maka: M atau M. Matriks M karena refleksi terhadap sumbu, sumbu, garis, dan garis
KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA. Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi
KISI KISI PENULISAN SOAL UKK TAPEL 2012/2013SMP PROVINSI DKI JAKARTA Mata Pelajaran : Matematika Kurikulum : StandarIsi K e l a s : 8 (delapan) AlokasiWaktu : 120 menit Banyak : 40 Bentuk : PilihanGanda
FIsika KTSP & K-13 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR. K e l a s. A. Syarat Keseimbangan Benda Tegar
KTSP & K-1 FIsika K e l a s XI KESEIMNGN END TEG Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami sarat keseimbangan benda tegar.. Memahami macam-macam
(KD) Item Soal 6. Memahami sifat- 6.2 Mengidentifikasi. 1, 7, 12, 20 sifat bangun dan. sifat-sifat bangun. menyebutkan hubungan antar. ruang.
Lampiran 1 Instrumen Pretest dan Posttest a) Kisi-kisi Instrumen Pretest dan Posttest Standar Kompetensi Dasar Indikator Nomor Kompetensi (SK) (KD) Item Soal 6. Memahami sifat- 6.2 Mengidentifikasi a)
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 1993
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 99 EBT-SMP-9-0 Ditentukan A = {v, o, k, a, l} ; B = {a, i, u, e, o} Diagram yang menyatakan hal tersebut di atas A. B. v o u v o i a k u k l I l a e v o u v o u a k a k l e l i
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu dapat menarik minat, antusiasme siswa, dan memotivasi siswa agar senantiasa belajar
PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS VIII SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATA PELAJARAN MATEMATIKA PAKET 3
PREDIKSI ULNGN KENIKN KELS VIII SMP/MTs THUN PELJRN 2009/2010 MT PELJRN MTEMTIK PKET 3. Untuk soal nomor 1 sampai dengan 30 pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada
3. Daerah yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan sebuah busur pada lingkaran adalah
1. Unsur-unsur di bawah ini yang merupakan unsur lingkaran adalah. A. Jari-jari, tali busur, juring dan diagonal B. Diameter, busur, sisi dan bidang diagonal C. Juring, tembereng, apotema dan jari-jari
Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0
Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0 PETUNJUK UMUM :. Isikan identitas Anda ke dalam Lembar Jawaban Komputer
ABSTRAK. Aplikasi ini dibuat menggunakan Adobe Flash CS 3 dengan bahasa pemrograman Action Script 2.
ABSTRAK Aplikasi ini dirancang untuk pembelajaran siswa di sekolah menengah tentang geometri bangun datar dan bangun ruang. Aplikasi ini dirancang semenarik mungkin untuk para siswa. Fitur-fitur pada aplikasi
Daftar kelompok Kelas Mahasiswa Angkatan 52 Program Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor
1 INT INT B04158001 2 INT INT B04158004 3 INT INT B04158005 4 INT INT B04158006 5 INT INT B04158007 6 INT INT B04158008 7 INT INT B04158009 8 INT INT B04158010 9 INT INT B04158011 10 INT INT B04158013
MATEMATIKA DASAR TAHUN 1987
MATEMATIKA DASAR TAHUN 987 MD-87-0 Garis singgung pada kurva y di titik potong nya dengan sumbu yang absisnya positif mempunyai gradien 0 MD-87-0 Titik potong garis y + dengan parabola y + ialah P (5,
GEOMETRI BANGUN RUANG
OMTRI NUN RUN. ambar angun Ruang a. aris frontal, yaitu garis yang terletak pada bidang yang digambarkan sebenarnya. ruas garis,,,,,,, dan b. aris orthogonal, yaitu garis yang tidak terletak pada bidang
Untuk lebih jelasnya buatlah sebuah tabel untuk membuktikan kaidah euler!
BAB V BANGUN RUANG Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut. Permukaan yang dimaksud pada definisi tersebut adalah bidang
DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN
FIS A. BENDA TEGAR Benda tegar adalah benda yang tidak mengalami perubahan bentuk dan volume selama bergerak. Benda tegar dapat mengalami dua macam gerakan, yaitu translasi dan rotasi. Gerak translasi
UJI COBA UJIAN NASIONAL 2011
UJI COA UJIAN NASIONAL 2011 Mata Pelajaran Alokasi Waktu Jumlah Soal entuk Soal : Matematika Teknik : 120 menit : 40 item : Pilihan Ganda 1. Seorang pedagang sparepart sepeda motor membeli dua lusin busi
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Banyudono Mata Diklat : Matematika Kelas / Semester : XI / 3 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit A. Standar Kompetensi : Menentukan Kedudukan Jarak
TRANFORMASI 2 DIMENSI
TRANFORMASI 2 DIMENSI Achmad Basuki Nana Ramadijanti Achmad Basuki, Nana Ramadijanti - Laboratorium Computer Vision Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS) Materi Struktur titik dan vektor Perubahan
Matematika EBTANAS Tahun 1999
Matematika EBTANAS Tahun 999 EBT-SMA-99-0 Akar-akar persamaan kuadrat + = 0 adalah α dan β. Persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya (α + ) dan (β + ) + = 0 + 7 = 0 + = 0 + 7 = 0 + = 0 EBT-SMA-99-0 Akar-akar
Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran
Inisiasi 2 Geometri dan Pengukuran Apa kabar Saudara? Semoga Anda dalam keadaan sehat dan semangat selalu. Selamat berjumpa pada inisiasi kedua pada mata kuliah Pemecahan Masalah Matematika. Kali ini topik
Uji Coba Ujian Nasional tahun 2009 Satuan pendidikan
Uji Coba Ujian Nasional tahun 009 Satuan pendidikan Mata pelajaran Program Waktu. Diketahui premis-premis berikut : ). p ~ q ). q r : SMA : Matematika : IPA : 0 menit.. Negasi (ingkaran) dari kesimpulan
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1991 Matematika
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 99 Matematika EBTANAS-SMP-9-0 Amir, Adi dan Budi selalu berbelanja ke Toko "Anda". Amir tiap 3 hari sekali, Adi tiap 4 hari sekali dan Budi tiap hari sekali.
4. Diketahui M = dan N = Bentuk sederhana dari M N adalah... Pilihlah jawaban yang benar.
Pilihlah jawaban yang benar.. Diketahui premis-premis berikut. Premis : Jika terjadi kemarau panjang maka air sulit diperoleh. Premis : Jika air sulit diperoleh maka semua Kesimpulan dari premis-premis
2009 ACADEMY QU IDMATHCIREBON
NASKAH UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Jenjang Sekolah : SMA/MA Hari/Tanggal : Rabu/22 April 2009 Program Studi : IPA Waktu : 08.00 10.00 Petunjuk: Pilihlah satu jawababan yang tepat! 1. Perhatikan
MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan
MA101 MATEMATIKA A Hendra Gunawan Semester II, 016/017 10 Maret 01 Kuliah ang Lalu 10.1- Parabola, Elips, dan Hiperbola 10.4 Persamaan Parametrik Kurva di Bidang 10.5 Sistem Koordinat Polar 11.1 Sistem
Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan
Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Kubus Tabung rusuk kubus = a volume = a³ panjang diagonal bidang = a 2 luas = 6a² panjang diagonal ruang = a 3 r = jari-jari t = tinggi volume = π r² t luas = 2πrt Prisma
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG A. TABUNG Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua lingkaran yang berhadapan, sejajar, dan kongruen serta titik-titik pada keliling lingkaran
( ) 2. Nilai x yang memenuhi log 9. Jadi 4x 12 = 3 atau x = 3,75
Here is the Problem and the Answer. Diketahui premis premis berikut! a. Jika sebuah segitiga siku siku maka salah satu sudutnya 9 b. Jika salah satu sudutnya 9 maka berlaku teorema Phytagoras Ingkaran
SOAL UUKK SMP KOTA SURAKARTA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : VIII
SOAL UUKK SMP KOTA SURAKARTA MATA PELAJARAN : MATEMATIKA KELAS : VIII 1. Bidang arsiran yang menunjukkan tembereng lingkaran pada gambar berikut adalah.... a. c. b. d. 2. Keliling lingkaran yang panjang
BAB IV TOOLS UNTUK MENGGAMBAR (WINDOW DAN VIEWPORT)
BAB IV TOOLS UNTUK MENGGAMBAR (WINDOW DAN VIEWPORT) Menggambar Objek 2D Bagaimana cara menggambar objek 2D? Langsung pada layar kesulitan manipulasi yaitu dalam transformasi Melalui sistem koordinat kartesius
SOAL TO UN SMA MATEMATIKA
1 1) Perhatikan premis-premis berikut. 1. Jika saya giat belajar maka saya bisa meraih juara. 2. Jika saya bisa meraih juara maka saya boleh ikut bertanding. Ingkaran dari kesimpulan kedua premis di atas
Trigonometri. G-Ed. - Dua sisi sama panjang atau dua sudut yang besarnya sama. - Dua sisi di seberang sudut-sudut yang sama besar panjangnya sama.
Gracia Education Page 1 of 6 Trigonometri Pengertian Dasar Jumlah sudut-sudut dalam suatu segitiga selalu 180. Segitiga-segitiga istimewa: 1. Segitiga Siku-siku (Right-angled Triangle) - Salah satu sudutnya
SOAL TRY OUT MATEMATIKA SMP CENDANA PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 2016/2017
SOAL TRY OUT MATEMATIKA SMP CENDANA PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 06/07 Petunjuk : Berilah tanda silang pada jawaban yang kamu anggap paling benar!. Hasil dari 5 : (-5) + 6 x 6 =... a. 93 b. 80 c. -80 d. -96.
Matematika SMA/MA IPA. : Ximple Education. No. Peserta : Jika a = 1 A. 6 B. 4 C. 1 6 D. 1 4 E
1 Nama : Ximple Education No. Peserta : 08-6600-747 1 1. Jika a = 1, b = 6, maka nilai dari 6 a b 1 4 =. a b A. 6 B. 4 C. 1 6 D. 1 4 E.. Nilai dari ( log + log log log ) log 7+ log =. A. B. C. 4 D. 4 8
04-05 P23-P UJIAN NASIONAL SMA/MA Tahun Pelajaran 2004/2005 MATEMATIKA (D10) PROGRAM STUDI IPA ( U T A M A )
0-0 P3-P 0-3 UJIAN NASIONAL SMA/MA Tahun Pelajaran 00/00 MATEMATIKA (D0) PROGRAM STUDI IPA ( U T A M A ) P 0-0 P3-P 0-3 MATEMATIKA Program Studi : IPA MATA PELAJARAN Hari/Tanggal : Rabu, Juni 00 Jam :
Mata Kuliah Persepsi Bentuk
Modul ke: Mata Kuliah Persepsi Bentuk Pertemuan 3 Fakultas FDSK Nina Maftukha, S.Pd., M.Sn. Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Bentuk Bentuk merupakan penjabaran geometris dari bagian semesta
( )( ) ISTIYANTO.COM. Pembahasan: Nomor 2 Bentuk sederhana dari A. B. C. D. E. 5 a b. Pembahasan: Nomor 3. Bentuk sederhana dari
ISTIYANTO.COM Pembahasan: Nomor (a b Bentuk sederhana dari (a b A. a b a b a b ab 9 a b 8 adalah Pembahasan: Soal UN Matematika IPA Dapatkan Buku Bank Soal Matematika SMA karangan Istiyanto untuk memudahkan
Smart Solution TAHUN PELAJARAN 2012/201 /2013. Pak Anang. Disusun Per Indikator Kisi-Kisi UN Disusun Oleh :
Smart Solution TAHUN PELAJARAN 01/01 /013 Disusun Per ndikator Kisi-Kisi UN 013 Disusun Oleh : Pak Anang .3. Menentukan besaran-besaran fisis dinamika rotasi (torsi, momentum sudut, momen inersia, atau
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 1986 Matematika
Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional Tahun 986 Matematika EBTANAS-SMP-86-0 Himpunan faktor persekutuan dari dan 0 {,,, 6} {,, 6} {, } {6} EBTANAS-SMP-86-0 Bilangan 0,0000 jika ditulis dalam bentuk baku.0
Pengantar KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT
KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK Pengantar Definisi Arsitektur MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT Operasional Sinkronisasi Kesimpulan & Saran Muhamad Ali, MT Http://www.elektro-uny.net/ali Pengantar
L e m b a r k e g i a t a n s i s w a
Lampiran B.3 Desain Didaktis Revisi L e m b a r k e g i a t a n s i s w a N a m a : Ke l o m p o k : Standar Kompetesi Kompetesi Dasar Indikator : Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan
01. Hasil dari ( ) : (-3-1) adalah. (A) -12 (B) -3 (C) 3 (D) 12
0. Hasil dari (-8 + 30) : (-3 - ) (A) - (B) -3 (C) 3 (D) 0. Pada lomba matematika ditentukan untuk jawaban yang benar mendapatkan skor, jawaban salah mendapatkan skor, sedangkan bila tidak menjawab mendapat
Copyright Hak Cipta dilindungi undang-undang
Latihan Soal UN SMP/MTs Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Soal : 0. Hasil dari.7 +.75 adalah. 5 c. 57 d 7. Suhu di dalam kulkas - 0 C. Pada saat mati lampu suhu di dalam kulkas naik 0 C setiap menit.
MAKALAH MOMEN INERSIA
MAKALAH MOMEN INERSIA A. Latar belakang Dalam gerak lurus, massa berpengaruh terhadap gerakan benda. Massa bisa diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk mempertahankan kecepatan geraknya. Apabila
Matematika Ujian Akhir Nasional Tahun 2004
Matematika Ujian Akhir Nasional Tahun 00 UAN-SMA-0-0 Persamaan kuadrat yang akar-akarnya dan adalah x + x + 0 = 0 x + x 0 = 0 x x + 0 = 0 x x 0 = 0 x + x + 0 = 0 UAN-SMA-0-0 Suatu peluru ditembakkan ke
UN SMP Matematika (A) 53 (B) 57 (C) 63 (D) 67
UN SMP Matematika Doc Name: UNSMP2008MAT999 Version : 202-0 halaman 0. Hasil dari 3.764 3. 37 (A) 3 (B) 7 (C) 63 (D) 67 02. Suhu di dalam kulkas -2 0 C. Pada saat mati lampu suhu di dalam kulkas naik 3
Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bidang Matematika. Kode Paket 634. Oleh : Fendi Alfi Fauzi 1. x 0 x 2.
Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN) Bidang Matematika Kode Paket 6 Oleh : Fendi Alfi Fauzi. lim x 0 cos x x tan x + π )... a) b) 0 c) d) e) Jawaban : C Pembahasan: lim x 0
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal ME KANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu : a. KINE MATI KA = Ilmu
Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 2012 Kode 483
Tutur Widodo Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 0 Pembahasan Matematika IPA SNMPTN 0 Kode 8 Oleh Tutur Widodo. Di dalam kotak terdapat bola biru, 6 bola merah dan bola putih. Jika diambil 8 bola tanpa pengembalian,
B. y = 1 x 2 1 UN-SMK-TEK Jika A = 2 0
UN-SMK-TEK-04-0 Jarak kota A ke kota B pada peta 0 cm. Jika skala peta : 0.000, maka jarak kedua kota sebenarnya adalah..., km km 0 km.00 km.000 km UN-SMK-TEK-04-0 Hasil perkalian dari (4a) - (a) =...
Perbandingan trigonometri sin x merupakan relasi yang memetakan setiap x tepat satu nilai sin x yang dinyatakan dengan notasi f : x sinx
MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI Perbandingan trigonometri dari suatu sudut tertentu terdapat tepat satu nilai dari sinus, kosinus dan tangens dari sudut tersebut. Sehingga perbandingan trigonometri
Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Pembahasan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Bidang Matematika Kode Paket 578 Oleh : Fendi Alfi Fauzi 1. Diketahui vektor u = (a,, 1) dan v = (a, a, 1). Jika vektor u tegak lurus
PREDIKSI ULANGAN KENAIKAN KELAS VIII SMP/MTs TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATA PELAJARAN MATEMATIKA PAKET 1
PREIKSI ULNGN KENIKN KELS VIII SMP/MTs THUN PELJRN 2009/2010 MT PELJRN MTEMTIK PKET 1. Untuk soal nomor 1 sampai dengan 30 pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada lembar
1. Hasil dari : ( 4) adalah... A. 29 B. 19 C. 16 D. 16
LATIHAN SAL US SMP NGRI 99 JAKARTA. Hasil dari 8 + 6 : ( ) A. 9 9. 6 D. 6. Sebuah proek bangunan direncanakan dapat selesai dalam waktu 0 hari oleh 5 orang pekerja. Setelah dikerjakan selama 0 hari proek
Menentukan Nilai Sin Cos Tangen (+/-) Di Berbagai Kuadran
Nama : Tri Tasia Nurbastin NIM : 112 152 01335 Kelas : PMT IV A WEB : tritasianurbastin.wordpress.com Makul : Workshop Matematika Topik : Nilai Sin Cos Tangen di Berbagai Kuadran Menentukan Nilai Sin Cos
8 Lintasan, Kurva Mulus, dan Titik Singular
8 Lintasan, Kurva Mulus, dan Titik Singular Pada bab sebelumnya kita sudah membahas bagaimana kita dapat menentukan banyak sisi dan banyak titik sudut suatu bangun datar dengan mengamati lintasan tepi
LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP 2012 MATEMATIKA XI RPL
14 Siap Ulangan Umum Semester enap 2012 PILIN N LTIN ULNN UMUM SMSTR NP 2012 MTMTIK XI RPL 1. esar sudut = radian, dalam satuan derajat besar sudut =.... 120 o. 240 o. 150 o. 00 o. 210 o 2. Sudut 225 o
A. MENGHITUNG LUAS BERBAGAI BANGUN DATAR
A. MENGHITUNG LUAS BERBAGAI BANGUN DATAR Dalam bab ini kamu akan mempelajari: 1. menghitung luas bangun datar; 2. menghitung luas segi banyak; 3. menghitung luas gabungan dua bangun datar; dan 4. menghitung
UJIAN NASIONAL SMK/MAK Tahun Pelajaran 2014/2015
T RY O U T UJIAN NASIONAL SMK/MAK Tahun Pelajaran 014/01 Bidang Studi: MATEMATIKA Kelompok teknologi, kesehatan, dan pertanian Petunjuk Umum 1. Periksalah Naskah Soal yang Anda terima sebelum mengerjakan
pagar kebun, ternyata masih kurang dan Pak Sulis membeli kawat lagi sebanyak 3 m.
PREDIKSI UJIAN NASIONAL 207 [email protected] Pilihlah jawaban yang paling tepat!. Hasil dari - x (-2 + ) : (9 5) adalah... A. - B. - C. D. 2. Pak Sulis mempunyai persediaan kawat sepanjang 5 m. Ketika
BANGUN RUANG BAHAN BELAJAR MANDIRI 5
BAHAN BELAJAR MANIRI 5 BANGUN RUANG PENAHULUAN untuk membantu calon guru dan guru Sekolah dasar dalam memahami konsep geometri bangun ruang, bidang empat (limas), bidang enam (prisma), dan bangun ruang
UJICOBA UJIAN NASIONAL SMP-MTs NEGERI SWASTA KOTA MALANG TAHUN 2013/2014 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal
UJICOBA UJIAN NASIONAL SMP-MTs NEGERI SWASTA KOTA MALANG TAHUN 2013/2014 Mata Pelajaran Hari,Tanggal Waktu Jumlah Soal : MATEMATIKA : Selasa, 11 Maret 2014 : 120 menit : 40 soal 2E Petunjuk : 1. Isikan
SOAL BANGUN RUANG. a. 1000 dm 3 b. 600 dm 3 c. 400 dm 3 d. 100 dm 3 e. 10 dm 3
SOAL BANGUN RUANG Soal Pilihan Ganda 1. Diketahui kubus dengan panjang diagonal sisi 5 2 meter, luas permukaan kubus tersebut adalah a. 5 m 2 b. 25 m 2 c. 100 m 2 d. 150 m 2 e. 250 m 2 2. Dikeatui bak
MATEMATIKA TEKNIK (E3-1)
UJIAN NASIONAL SMK Tahun Pelajaran 004/005 MATEMATIKA TEKNIK (E-) KELOMPOK TEKNIK INDUSTRI ( U T A M A ) P MATA PELAJARAN MATEMATIKA TEKNIK KELOMPOK : TEKNIK INDUSTRI Hari/Tanggal : Rabu, Juni 005 Jam
DEFFERNSIAL atau TURUNAN FUNGSI ALJABAR
DEFFERNSIAL atau TURUNAN FUNGSI ALJABAR A. Pengertian Turunan dari fungsi y f () Laju rata-rata perubahan fungsi dalam interval antara a dan a h adalah : y f( a h) f( a) f ( a h) f( a) = = (dengan syarat
Koordinat Kartesius, Koordinat Tabung & Koordinat Bola. Tim Kalkulus II
Koordinat Kartesius, Koordinat Tabung & Koordinat Bola Tim Kalkulus II Koordinat Kartesius Sistem Koordinat 2 Dimensi Sistem koordinat kartesian dua dimensi merupakan sistem koordinat yang terdiri dari
BAB I PENDAHULUAN. terdapat perkembangan teknologi augmented reality (AR). Augmented reality
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak komputer ditemukan, penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan atau menciptakan hal baru. Sejalan perkembangan tersebut, terdapat perkembangan teknologi
Pada integral diatas, dalam mencari penyelesaiannya, pertama diintegralkan terlebih dahulu terhadap x kemudian diintegralkan lagi terhadap y.
PENDAHULUAN Pada bagian ini akan dibahas perluasan integral tertentu ke bentuk integral lipat dua dari fungsi dua peubah Akan dibahas bentukbentuk integral lipat dalam koordinat kartesius koordinat kutub
Matematika EBTANAS Tahun 1991
Matematika EBTANAS Tahun 99 EBT-SMA-9-0 Persamaan sumbu simetri dari parabola y = 8 x x x = 4 x = x = x = x = EBT-SMA-9-0 Salah satu akar persamaan kuadrat mx 3x + = 0 dua kali akar yang lain, maka nilai
III HASIL DAN PEMBAHASAN
Fungsi periodizer kutub tersebut dapat dituliskan pula sebagai: p θ, N, θ 0 = π N N.0 n= n sin Nn θ θ 0. () f p θ, N, θ 0 = π N N j= j sin Nj θ θ 0 diperoleh dengan menyubstitusi variabel θ pada f θ =
MAKALAH BANGUN RUANG. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Guru Bidang Matematika. Disusun Oleh: 1. Titin 2. Silvi 3. Ai Riska 4. Sita 5.
MAKALAH BANGUN RUANG Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Guru Bidang Matematika Disusun Oleh: 1. Titin 2. Silvi 3. Ai Riska 4. Sita 5. Ayu YAYASAN PENDIDIKAN TERPADU PONDOK PESANTREN MADRASAH THASANAWIYAH
Ruang Lingkup Pengukuran di SD
PENGUKURAN DI SD Ruang Lingkup Pengukuran di SD Pengukuran tentang: 1. panjang dan keliling 2. luas 3. luas bangun gabungan 4. volum 5. volum bangun gabungan 6. sudut 7. suhu 8. waktu, jarak dan kecepatan
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN 2002
MATEMATIKA EBTANAS TAHUN UAN-SMP-- Notasi pembentukan himpunan dari B = {, 4, 9} adalah A. B = { kuadrat tiga bilangan asli yang pertama} B = { bilangan tersusun yang kurang dari } C. B = { kelipatan bilangan
Materi W8e TRIGONOMETRI 1. Kelas X, Semester 2. E. Grafik Fungsi Trigonometri.
Materi W8e TRIGONOMETRI 1 Kelas X, Semester 2 E. Grafik Fungsi Trigonometri www.yudarwi.com E. Grafik Fungsi Trigonometri tata koordinat Cartesius fungsi trigonometri sumbu-x sebagai nilai sudut sumbu-y
B. 26 September 1996 D. 28 September 1996
1. Ditentukan A = {2, 3, 5, 7, 8, 11} Himpunan semesta yang mungkin adalah... A.{bilangan ganjil yang kurang dari 12} B.{bilangan asli yang kurang dari 12} C.{bilangan prima yang kurang dari 12} D.{bilangan
Statika. Pusat Massa Dan Titik Berat
Statika Pusat Massa Dan Titik Berat STATIKA adalah ilmu kesetimbangan yang menyelidiki syarat-syarat gaya yang bekerja pada sebuah benda/titik materi agar benda/titik materi tersebut setimbang. PUSAT MASSA
Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPA 2008
Soal dan Pembahasan UN Matematika Program IPA 2008. Diketahui premis premis : () Jika hari hujan, maka udara dingin. (2) Jika udara dingin, maka ibu memakai baju hangat. (3) Ibu tidak memakai baju hangat
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN HALAMAN AWAL : fscommand ("fullscreen", true); Tombol Next : loadmovie("menu Pembuka.swf", 0); MENU PEMBUKA : 1. Pilihan kubus-balok : loadmovie("mulai belajar1.swf", 0); 2. Pilihan prisma loadmovie("mulai
Penjajakan Ujian Nasional (kelas 10)
Soal-soal Latihan Persiapan Penjajakan Ujian Nasional (kelas 0) Kecuali no 3, 6, 3, 7 dan 6, soal-soal berikut ini diambil dari buku Detik-detik UN Matematika SMA IPA 06/07.. Hasil dari (64 6 + 7 3) (5
MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM
Mata Pelajaran Jenjang : Matematika : SMP / MTs MATA PELAJARAN Hari / Tanggal : Rabu, 9 April 009 Jam : 08.00 0.00 WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM. Isikan identitas Anda ke dalam Lembar Jawaban Ujian Nasional
