Kampus C.Mulyorejo, Surabaya 2)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Kampus C.Mulyorejo, Surabaya 2)"

Transkripsi

1 Journal of Information Systms Eninrin and Businss Intllinc Vol, No, April 205 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN MENGGUNAKAN METODE EXTREME LEARNING MACHINE (STUDI KASUS : POLI GIGI RSU DR WAHIDIN SUDIRO HUSODO MOJOKERTO) Dlia Putri Fardani ), Eto Wuryanto 2), Indah Wrdininsih 3) )2)3) Proram Studi S Sistm Informasi, Fakultas Sains dan Tknoloi, Univrsitas Airlana Kampus CMulyorjo, Surabaya 2) towuryanto@mailcom Abstrak Pnlitian ini brtujuan mrancan dan mmbanun sistm pndukun kputusan untuk mramalkan jumlah kunjunan pasin RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto dnan mnunakan mtod Extrm Larnin Machin (ELM) Dnan adanya sistm pndukun kputusan ini dirktur Rumah Sakit dapat mramalkan jumlah kunjunan pasin dan mmbantu dalam pmbuatan kbijakan rumah sakit, mnatur sumbr daya manusia dan kuanan, srta mndistribusikan sumbr daya matrial dnan bnar khususnya pada poli ii Dalam rancan banun sistm pndukun kputusan ini dilakukan dalam bbrapa tahap Tahap yan prtama, pnumpulan data untuk mnidntifikasi inputan yan dibutuhkan dalam pnhitunan mtod ELM Tahap kdua, pnolahan data, data dibai mnjadi data trainin dan data tstin dnan komposisi data trainin sbanyak 80% (463 data) dari total 579 data dan 20% (6 data) sisanya sbaai data tstin yan kmudian di normalisasi Tahap ktia, pramalan jumlah kunjunan pasin mnunakan mtod ELM Tahap trakhir, prancanan sistm mnunakan sysflow dan pmbanunan sistm brbasis dsktop srta valuasi sistm Hasil pnlitian brupa aplikasi sistm pndukun kputusan untuk mramalkan jumlah kunjunan pasin Dan mlalui uji coba mnunakan 6 data tstin brdasarkan funsi aktivasi simoid binr dnan jumlah hiddn layr sbanyak 7 unit dan Epoch 500 diprolh hasil optimal MSE sbsar 0027 Kata Kunci Sistm Pndukun Kputusan, Pramalan, Jarinan Syaraf Tiruan, Extrm Larnin Machin Abstract In this rsarch, a dcision support systm to prdict th numbr of patints visit RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto was dsind and dvlopd usin Extrm Larnin Machin (ELM) mthod which aims to assist dirctor in makin dcision for th hospital, manain human and financial rsourc, as wll as distributin matrial rsourc proprly spcially in th Dpartmnt of Dntistry Th dsin of this dcision support systm to prdict th numbr of patints visit with ELM mthod is dividd into svral stas Th first sta is to idntify th input data collction ndd in th calculation mthod of ELM Th nxt sta is procssin th data; th data is dividd into trainin data and tstin data and thn normalizd, in which trainin data is 80% (452 data) and tstin 579 data 20% (6 data) Th third sta is problm solvin usin ELM Th last sta is th dsin and dvlopmnt of systms usin sysflow and dsktop-basd systm that includs th implmntation and valuation of th systm Th rsult of this rsarch is an application of dcision supportin systm to prdict numbr of patints By usin 6 tstin data basd on th binary simoid activation function usin 7 units of hiddn layr and 500 Epoch thn Optimal MSE valu that was obtaind is 0027 Kywords Dcision Supportin Systm, Prdiction, Artificial Nural Ntwork, Extrm Larnin Machin I PENDAHULUAN Rumah sakit adalah institusi playanan kshatan yan mnylnarakan playanan kshatan proranan yan mnydiakan playanan rawat jalan, rawat inap dan awat darurat (UU Rumah Sakit No 44 Tahun 2009) Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto adalah badan playanan kshatan milik pmrintah yan mmbrikan playanan kshatan bai masyarakat Kota Mojokrto Pada playanan rawat jalan ada bbrapa poliklinik, diantaranya Poli THT, Poli Mata, Poli Rhab Mdik, Poli Gii, Poli Paru, Poli Uroloi, Poli Anak, Poli Pnyakit dalam, dan Poli Bdah Poli Gii adalah suatu bntuk playanan kshatan ii dan mulut yan ditujukan kpada masyarakat, kluara maupun proranan baik yan sakit maupun yan shat mliputi pninkatan kshatan ii dan mulut dan pncahan pnyakit ii Ktrsdiaan sumbr daya mrupakan faktor pntin yan harus diprhatikan, karna kurannya sumbr daya dapat mnurani kpdulian dan kualitas playanan trhadap pasin Sumbr daya yan ada khususnya sumbr daya matrial harus diprsiapkan atau dirncanakan untuk mnjaa kualitas dari Dcision Support Systm of Forcastin th Numbr of Visits Patints Usin Extrm Larnin Machin Mthod (Cas Study : Poly Dntal of Dr Wahidin Sudiro Husodo Hospital at Mojokrto) 33

2 -ISSN : playanan pihak rumah sakit Saat ini pihak manajmn poli ii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto srin mnalami ksulitan dalam mlakukan prsiapan dan prncanaan Fluktuatif dan ktidakpastian jumlah kunjunan pasin di masa mndatan pada poli ii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto mnybabkan pihak prncanaan ksulitan untuk mmprdiksi brapa jumlah pasin yan akan datan shina srin trjadi sumbr daya yan tlah disdiakan tidak ssuai dnan yan dibutuhkan Tknik pramalan (Forcastin) mrupakan alat atau tknik untuk mmprkirakan suatu nilai pada masa yan akan datan dnan mmprhatikan data atau informasi masa lalu maupun data atau informasi saat ini Pramalan trdiri atas suatu kranka krja atau tknik kuantitatif yan baku dan kaidah kaidah yan dapat dijlaskan scara matmatis Pramalan mrupakan baian vital bai stiap oranisasi bisnis dan untuk stiap pnambilan kputusan manajmn yan sanat sinifikan karna pramalan dapat mnjadi dasar bai prncanaan janka panjan prusahaan (Nachrowi, 2004) Dalam Artificial Intllnc yan dapat diunakan untuk mmprdiksi adalah jarinan syaraf tiruan (JST) Klbihan JST ini adalah pada control ara, prdiksi dan pnnalan pola srta mampu mnhasilkan output yan mampu mndkati nilai sbnarnya Sbuah mtod pmblajaran baru dalam JST brnama Extrm Larnin Machin (ELM) mrupakan JST fdforward dnan sinl hiddn layr atau biasa disbut dnan Sinl Hiddn Layr Fdforward Nural Ntworks (SLFNs) Slain itu ELM jua mmiliki klbihan dalam larnin spd, srta mmpunyai tinkat akurasi yan lbih baik Shina diharapkan dnan mtod ini output yan dihasilkan mampu mndkati knyataan dan pnylsaian yan optimal srta waktu komputasi yan rlatif sinkat Brdasarkan kbutuhan dan ksulitan yan ada di poli ii di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto dalam mramalkan jumlah kunjunan pasin dan kmampuan mtod ELM maka prlu kiranya dilakukan pnlitian tntan pnunaan mtod ELM dalam mramalkan jumlah kunjunan pasin di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto bsrta aplikasi SPK-nya II TINJAUAN PUSTAKA Mnurut (Suryadi, 998), dalam sistm pndukun kputusan, pross pnambilan kputusan trdiri dari 3 fas : Intllinc, tahap ini mrupakan pross pnlusuran dan pndtksian dari linkunan problmatika srta pross pnnalan masalah Data masukan diprolh, dipross, dan diuji dalam ranka mnidntifikasi masalah Dsin, tahap ini mrupakan pross mnmukan, mnmbankan dan mnanalisis altrnatif tindakan yan bisa dilakukan dan mliputi pross untuk mnrti masalah, mnurunkan solusi ndan mnuji klayakan solusi Choic, tahap ini dilakukan pross pmilihan diantara brbaai altrnatif tindakan yan munkin dijalankan Hasil pmilihan trsbut kmudian diimplmntasikan dalam pross pnambilan kputusan Tahap dsain atau prancanan sistm mmpunyai dua tujuan yaitu untuk : mmnuhi kbutuhan pmakai systm dan mmbrikan ambaran yan jlas dan rancan banun yan jlas lnkap untuk nantinya diunakan untuk pmbuatan proram komputrnya (Hartono, 2005) Salah satu cara pnambaran alur systm (Systm Flow) dapat mnunakan flowchart yan mrupakan suatu diaram yan mnampilkan aliran data dan rankaian tahapan oprasi dalam suatu sistm (Widjajanto, 200) JST atau Artifcial Nural Ntwork adalah upaya untuk mmodlkan pmrossan informasi brdasarkan kmampuan sistm syaraf biolois yan ada pada manusia Jadi JST mrupakan jarinan syaraf biolois dipandan dari sudut pandan pnolahan informasi Hal ini dimunkinkan untuk mrancan modl yan dapat disimulasikan dan dianalisis Dalam JST nuron nuron diklompokkan dalam lapisan-lapisan (layr) Umumnya, nuron-nuron yan trltak pada layr yan sama akan mmiliki kadaan yan sama Faktor trpntin dalam mnntukan klakuan suatu nuron adalah funsi aktivasi dan pola bobotnya Pada stiap layr yan sama, nuron-nuron akan mmiliki funsi aktivasi yan sama Dalam (Sian, 2005) dijlaskan bahwa arsitktur jarinan yan srin dipakai dalam JST adalah Jarinan Layar Tunal (sinl layr ntwork) dan Jarinan Layar Jamak (multi layr ntwork) Slain itu ditrankan jua tntan funsi aktivasi yan mrupakan aturan yan mmtakan pnjumlahan input lmn pmross trhadap outputnya Funsi ini adalah funsi umum yan akan diunakan untuk mnntukan kluaran suatu nuron Tujuan lain dari funsi ini adalah untuk mmodifikasi output kdalam rntan nilai trtntu Funsi-funsi aktivasi yan biasanya diunakan dalam sistm Jarinan Syaraf : Funsi Stp Binr, Funsi Simoid Binr dan Funsi Simoid Bipolar (Huan, 2006) mnmukakan bahwa mtod platihan ELM mrupakan salah satu mtod platihan yan rlativ baru di JST dan trmasuk mtod platihan trawasi Mtod-mtod JST yan tlah ada mmiliki klmahan dalam hal larnin spd karna smua paramtr pada jarinan ditntukan scara itratif dnan mnunakan suatu mtod pmblajaran 34 Sistm Pndukun Kputusan Pramalan Jumlah Kunjunan Pasin Mnunakan Mtod Extrm Larnin Machin (Studi Kasus : Poli Gii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokrto)

3 Paramtr yan dimaksud adalah bobot input dan bias yan mnhubunkan antara layr satu dnan layr yan lain Pada mtod ELM, bobot input dan bias mula-mula ditntukan scara random Stlah itu, untuk mncari bobot akhir mnunakan Moor-Pnros Gnralizd Invrs Matriks yan diunakan dalam prhitunan bobot akhir adalah matriks yan branotakan jumlahan atau kluaran dari masin-masin input k layr trsmbunyi Shina ELM mmiliki larnin spd yan cpat Pnlitian yan dilakukan (Austina, 200) diktahui bahwa ELM mmiliki klbihan dari mtod yan sudah ada sprti Backpropaation (BP) dan Support Vctor Machin (SVM) trutama dalam hal konsumsi waktu dan prforma III METODE PENELITIAN A Pnumpulan dan Pnolahan Data Tknik pnumpulan data dalam pnlitian ini dilakukan dnan bbrapa cara : Studi litratur, Wawancara dan Obsrvasi Data yan tlah trkumpul slanjutnya dianalisis, diolah dan dijadikan input dalam sistm ELM una mnhasilkan pramalan jumlah kunjunan pasin poli ii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto B Pramalan Jumlah Kunjunan Pasin dnan Mnunakan Mtod ELM Lankah-lankah yan dilakukan dalam pramalan ini adalah sbaai brikut: ) Pmbaian data trainin dan tstin : Data akan dibai dua baian, baian prtama diunakan sbaai data trainin sbanyak 80% dari total data dan yan lainnya untuk data tstin sbsar 20% (Zhan, 998) Gambar Rancanan arsitktur Extrm Larnin Machin yan akan diunakan 2) Dsain Arsitktur Jarinan : Arsitktur jarinan yan akan diunakan trdiri dari 3 layr yaitu input layr, hiddn layr, dan output layr Journal of Information Systms Eninrin and Businss Intllinc Vol, No, April 205 Sblum masuk pada input layr, data yan dimasukkan dinormalisasi trlbih dahulu Rancanan arsitktur jarinan dapat dilihat pada ambar 3) Platihan (Trainin) : Platihan dilakukan una mmprolh bobot yan ssuai untuk diunakan pada tstin Lankah-lankah trainin yan dapat dilihat pada ambar 2 adalah sbaai brikut a) Lankah : Inisialisasi bobot dan bias dnan bilanan acak yan kcil, trantun funsi aktivasi yan diunakan b) Lankah 2: Jika kondisi pnhntian blum trpnuhi, maka lakukan lankah 3 sampai lankah 7 Fas I : Propaasi Maju (fdfoward) c) Lankah 3: Stiap unit input (x,, x n ) mnrima sinyal input dan mnruskan sinyal trsbut pada sluruh unit lapisan di atasnya (unit hiddn) d) Lankah 4 : Mnhitun smua kluaran di unit trsmbunyi dnan mnunakan funsi aktivasi (,, ) = + () ) Lankah 5 : Mnhitun bobot akhir dari hiddn layr k output layr (β) = (2) Dimana H + mrupakan matriks Moor-Pnros Gnralizd Invrs dari matriks H sdankan matriks H mrupakan matriks yan trsusun dari output masin-masin Hiddn Layr dan T adalah matriks tart f) Lankah 6 : Mnhitun smua kluaran di unit output dnan mnunakan funsi aktivasi ( ) = (3) ) Lankah 7: Mnhitun nilai Error distiap unit output Fas II : Prubahan (updat) bobot dan bias h) Lankah 8 : Mnhitun smua prubahan bobot Prubahan bobot aris yan mnuju k unit trsmbunyi (hiddn) W j(baru) = W j(lama) + I j *Error i) Lankah 9 : Mmriksa kondisi pnhntian Data dinormalisasi trlbih dahulu dalam rntan [0,] jika funsi aktifasi yan diunakan simoid binr Sdankan jika funsi aktivasi adalah simoid bipolar, maka data akan dinormalisasi dalam rntan [-,] Paramtr yan akan diinputkan antara lain yaitu jumlah hiddn, max poch dan tart rror Untuk stoppin condition, yaitu itrasi = maksimal poch atau MSE tart rror Satu poch mwakili satu kali prhitunan untuk smua data pada data trainin Dcision Support Systm of Forcastin th Numbr of Visits Patints Usin Extrm Larnin Machin Mthod (Cas Study : Poly Dntal of Dr Wahidin Sudiro Husodo Hospital at Mojokrto) 35

4 -ISSN : Start Input Data Trainin Normalisasi Data Inisialisasi Bobot dan Bias Input Paramtr Pross Fdforward Stoppin condition MSE < 0-4 atau poch max Ya Bias dan Bobot Akhir Tidak mlakukan studi litratur, wawancara, dan obsrvasi Studi litratur, dilakukan untuk mntahui dan mmahami pnunaan mtod Extrm Larnin Machin dalam mlakukan pramalan jumlah kunjunan pasin Wawancara dnan Administrasi poli ii dnan tujuan mndapatkan informasi mnnai kunjunan pasin Mlakukan obsrvasi trhadap dokumn untuk mmprolh data skundr TABEL 2 DATA JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN YANG TERNORMALISASI No Tanal 2 Januari Januari Januari Dsmbr 203 Jumlah Kunjunan Pasin End Gambar 2 Flowchart Aloritma Trainin C Rancan Banun Sistm Dalam prancanan sistm akan mnunakan alur sistm yan mnambarkan alur sistm SPK pnntuan jumlah kunjunan pasin di poli ii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto Implmntasi sistm pndukun kputusan untuk mramalkan jumlah kunjunan pasin mnunakan mtod jarinan syaraf tiruan Extrm Larnin Machin akan dibanun dnan bahasa pmroraman JAVA srta databas MySQL Evaluasi sistm brtujuan untuk mntahui akurasi kinrja mtod jarinan syaraf tiruan ELM sbaai sistm pndukun kputusan pramalan jumlah kunjunan pasin poli ii Evaluasi sistm akan dilakukan brdasarkan hasil dari tstin data, dnan mmbandinkan antara data sbnarnya dnan data hasil pramalan TABEL DATA JUMLAH KUNJUNGANN PASIEN POLI GIGI No Tanal 2 Januari Januari Januari Dsmbr 203 Jumlah Kunjunan Pasin Data skundr yan diprolh lansun dari sumbr data RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto adalah jumlah kunjunan pasin pada poli ii pada Januari 202-Dsmbr 203 Banyaknya data yan diprolh adalah 579 data yan akan dibai dua : data trainin sbanyak 80% dari total 579 data atau 463 data dan data tstin sbsar 20%-nya atau 6 data TABEL 3 CONTOH DATAA TRAINING Sbaian Data skundr dapat dilihat pada tabl Untuk kprluan pnolahan data maka data di tabl dinormalisasi brdasarkan funsi Aktivasi Simoid Binr dan hasil normaliasinya dapat dilihat pada tabl 2 TABEL 4 CONTOH DATAA TESTING IV HASIL DAN PEMBAHASAN A Pnumpulan dan Pnolahan Data Pnumpulan data dan informasi dilakukan di Rntan normalisasi data akan dilakukan Poli Gii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota ssuai dnan funsi aktivasi yan diunakan Mojokrto Mtod pnumpulan data yan Dinormalisasi dalam rntan [0,] untuk contoh diunakan dalam pnlitian ini adalah dnan Sistm Pndukun Kputusan Pramalan Jumlah Kunjunan Pasin Mnunakan Mtod Extrm 36 Larnin Machin (Studi Kasus : Poli Gii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokrto)

5 Journal of Information Systms Eninrin and Businss Intllinc Vol, No, April 205 data trainin trdapat pada tabl 3 dan contoh data tstin yan tlah pada tabl 4 B Pramalan jumlah kunjunan pasin dnan mnunakan mtod ELM Lankah-lankah yan akan dilakukan dalam platihan ssuai dnan ambar 2 Stlah mlakukan input data dan normalisasi, lankah slanjutnya adalah inisialisasi bobot dan bias yan ditntukan scara random Funsi aktivasi yan akan diunakan adalah funsi Simoid Binr shina nilai bobot awal input dan bias dnrat scara random dalam rntan 0 sampai sprti pada tabl 5 Karna mnunakan 6 unit input dnan 6 unit hiddn, maka akan trdapat 36 w ij (bobot antara input layr dan hiddn layr), 6 b i (bias antara input layr dan hiddn layr), 6 β jk (bobot antara Hiddn Layr dan output layr) TABEL 5 BOBOT AWAL INPUT DAN BIAS Bobot Input (w ij ) Bias (b i ) w 020 w b 024 w w b w w b 3 0 w w b w w b 5 04 w w b w w w w w w w w w w w w w w 6 02 w w w w w w w w w w Bobot output β dari Hiddn Layr k output layr dihitun mnunakan Equation 2 Epoch yan akan diunakan pada prhitunan MSE tart rror dnan tart rror sbsar 0-4 atau Epoch = Epoch Max Slanjutnya dilakukan Pross propaasi maju, lankah prtama yan akan dilakukan pada fas ini adalah mnhitun smua kluaran pada unit hiddn G(x i ) yan trtra di-equation dnan nilai sbaai brikut: G(x ) = (w x + b ) + (w 2 x 2 +b ) + + (w 6 x 6 +b ) = 2,7023 G(x 2 ) = (w 2 x + b 2 ) + (w 22 x 2 +b 2 ) + + (w 26 x 6 +b 2 )=,9543 G(x 3 ) = (w 3 x + b 3 ) + (w 32 x 2 +b 3 ) + + (w 36 x 6 +b 3) = 2359 G(x 4 ) = (w 4 x + b 4 ) + (w 42 x 2 +b 4 ) + + (w 46 x 6 +b 4 )= 5,389 G(x 5 ) = (w 5 x + b 5 ) + (w 52 x 2 +b 5 ) + + (w 56 x 6 +b 5 )= 3,292 G(x 6 ) = (w 6 x + b 6 ) + (w 62 x 2 +b 6 ) + + (w 66 x 6 +b 6 )= 5,3609 Stlah mndapatkan nilai G(x i ), dapat dihitun (x i ) dnan mnunakan Equation 3 sbaai brikut : x x x x x x Brikutnya mnhitun bobot output β dari Hiddn Layr k output layr, dnan Equation 2, H= T = Brdasarkan prhitunan mnunakan Matlab (Sian, 2005), maka Moor-Pnros Gnralizd Invrs dari matriks H adalah sbaai brikut : H + = dan β = H + T = Hasil (x i ) yan sudah dihitun akan diprunakan untuk mnhitun y, y 073 x x x Slanjutnya hitun kluaran di unit output Y mnunakan funsi aktivasi diprolh Y Dcision Support Systm of Forcastin th Numbr of Visits Patints Usin Extrm Larnin Machin Mthod (Cas Study : Poly Dntal of Dr Wahidin Sudiro Husodo Hospital at Mojokrto) 37

6 -ISSN : kmudian mnhitun nilai rror, Error = = 0078 Lankah trakhir adalah mlakukan pmbaharuan nilai bobot yan slanjutnya diunakan untuk mnhitun bobot output yan hasilnya dapat dilihat pada tabl 6 38 TABEL 6 BOBOT BARU Bobot Input (w ij ) Bias (b i ) w 027 w 4 02 b 03 w w b 2 04 w w b 3 05 w w b 4 08 w 5 05 w b w w b w w Bobot Output w w β 233 w w β w w β 3-86 w w β w w β w w 6 09 β w w w w w w 64 0 w w w w Stlah mndapatkan bobot dan bias yan baru, maka lankah brikutnya adalah mmriksa Epoch Karna data trainin yan sudah dilakukan prhitunan masih satu kali dan mnhasilkan nilai rror = 0,078 maka MSE > 0,0000, maka smua Epoch tidak trpnuhi Olh karna itu dilanjutkan prhitunan kmbali scara brulan dari awal mnunakan bobot trakhir yan sudah didapat Prhitunan brhnti ktika Epoch tlah trpnuhi Pnujian dilakukan jika tlah mndapatkan bobot yan ssuai dari prhitunan Trainin Bobot akhir pada Trainin mrupakan bobot yan diunakan untuk prhitunan Tstin Lankahlankah Tstin sama sprti pross fdforward pada Trainin yaitu diawali dnan mnhitun smua kluaran pada unit hiddn G(x i ) sbaai brikut: G(x ) = (w x + b ) + (w 2 x 2 +b ) + + (w 6 x 6 +b ) = G(x 2 ) = (w 2 x + b 2 ) + (w 22 x 2 +b 2 ) + + (w 26 x 6 +b 2 ) = 8998 G(x 3 ) = (w 3 x + b 3 ) + (w 32 x 2 +b 3 ) + + (w 36 x 6 +b 3) = 8735 G(x 4 ) = (w 4 x + b 4 ) + (w 42 x 2 +b 4 ) + + (w 46 x 6 +b 4 ) = 5546 G(x 5 ) = (w 5 x + b 5 ) + (w 52 x 2 +b 5 ) + + (w 56 x 6 +b 5 ) = 3393 G(x 6 ) = (w 6 x + b 6 ) + (w 62 x 2 +b 6 ) + + (w 66 x 6 +b 6 ) = 5723 Dan nilai (x i ) dapat diprolh sprti brikut: x x x x x x Hasil (x i ) akan diprunakan untuk mnhitun y dan didapat : y 250 x x x Slanjutnya hitun kluaran di unit output Y mnunakan funsi aktivasi diprolh : Y Hasil kluaran unit output kmudian di dnormalisasi untuk mnkonvrsi kmbali nilai yan sama dnan asalnya dihasilkan nilai 5 yan mrupakan pramalan pada hari snin TABEL 7 ARSITEKTUR DARI TRAINING DENGAN MSE TERKECIL PADA FUNGSI AKTIFASI SIGMOID BINER C Rancan Banun Sistm Prancanan sistm diambarkan dnan mnunakan sysflow sprti yan trlihat pada ambar 4 TABEL 8 ARSITEKTUR DARI TRAINING DENGAN MSE TERKECIL PADA FUNGSI AKTIFASI SIGMOID BIPOLAR Stlah mlakukan prancanan sistm, pross slanjutnya adalah implmntasi sistm yan brupa GUI (Graphical Usr Intrfac) untuk sistm pndukun kputusan pramalan jumlah kunjunan pasin poli ii di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto Antarmukanya Sistm Pndukun Kputusan Pramalan Jumlah Kunjunan Pasin Mnunakan Mtod Extrm Larnin Machin (Studi Kasus : Poli Gii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokrto)

7 Journal of Information Systms Eninrin and Businss Intllinc Vol, No, April 205 trdiri dari lima halaman yaitu halaman loin, halaman mnu usr, halaman mastr data, halaman trainin data dan halaman tstin data PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGANN PASIEN Usr Sistm MULAI Hasil uji coba yan tlah dilakukan mnunakan kombinasi jumlah hiddn layr, dan funsi aktivasi hasil akurasi palin optimal pada stiap funsi aktivasi dapat dilihat pada tabl 7 dan tabl 8 Pada funsi aktivasi simoid binr dnan 7 hiddn layr dan Epoch 500 mnhasilkan MSE palin kcil yaitu sbsar (lihat ambar 5) Input : Jumlah Pasin Input : -Paramtr Hasil : Pramalan jumlah kunjunan pasin SELESAI Gambar 4 Sysflow Sistm Mmbai data trainin dan data tstin Normalisasi Data Trainin Inisia alisasi bobot dan bias Mnylsaikan pnhitunan trainin data MSE 0-4? Simpan Bobot dan bias Normalisasi Data Tstin Mnylsaikan pnhitunan data tstin Dnormalisasi Data Evaluasi sistm yan dilakukan dalam pnlitian ini didapat mlalui trial and rror Uji coba dilakukan brdasarkan jumlah hiddn layr, dan funsi aktivasi untuk mndapatkan hasil akurasi yan optimal Hasil akurasi didapatkan dari mncocokkan output data asli dnan output dari sistm mnunakan data tstin Gambar 5 Grafik MSE Hasil Trainin dnan 7 unit Hiddn Layr dan Epoch 500 pada Funsi Aktifasi Simoid Binr Ya V KESIMPULAN Dalam mrancan dan mmbanun sistm pndukun kputusan untuk mramalkan jumlah kunjunan pasin mnunakan ELM pada poli ii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokrto, Evaluasi sistm dilakukan dnan mncocokan hasil yan trdapat pada data asli dnan hasil yan dikluarkan olh sistm Evaluasi dilakukan bbrapa kali mnunakan 6 data tstin mlalui uji coba brdasarkan funsi aktivasi dan jumlah hiddn layr Hasil optimal didapat nilai MSE yan dicapai sbsar 0027 pada funsi aktifasi simoid binr dan jumlah hiddn layr sbanyak 7 unit srta Epoch 500 Dari hasil pnlitian ini, diprlukan pnmbanan aloritma platihan Jarinan Syaraf tiruan ELM dnan mlakukan pnlitian lbih lanjut mnunakan mtod jarinan syaraf tiruan yan lainnya sprti Optimally Prund mtod Extrm Larnin Machin (OPELM) atau dapat di hybrid dnan bbrapa aloritma platihan lain dalam jarinan syaraf tiruan sprti Backpropaation (BP), Radial Basis Function (RBF), Lrnin Vctor Quantitation (LVQ), Support Vctor Machin(SVM) dan aloritma platihan lainnya untuk mninkatkan kmampuan jarinan dalam mnnali pola data jumlah kunjunan pasin DAFTAR PUSTAKA Austina, I (200) Pnrapan Mtod Extrm Larnin Machin untuk Pramalan Prmintaan, Skripsi Surabaya: Institut Tknoloi Spuluh Novmbr Hartono, J (2005) Analisis dan Dsain Sistm Informasi : Pndkatan Trstruktur, Tori, dan Praktik Aplikasi Bisnis Yoyakarta: Andi Huan, G B (2006) Extrm larnin machin: Thory and application Nurocomputin, 70, Nachrowi, N (2004) Tknik Pnambilan Kputusan Jakarta: Grasindo Rojas, R (997) Nural Ntwork : A Systmatic Introduction Brlin: Sprinr-Vrla Sian, J (2005) Jarinan Syaraf Tiruan & Pmroramannya Mnunakan Matlab Yoyakarta: Andi Suryadi, K a (998) Sistm Pndukun Kputusan: Suatu Wacana Struktural Idalisasi dan Implmntasi Konsp Pnambilan Kputusan Bandun: PT Rmaja Rosdakarya Dcision Support Systm of Forcastin th Numbr of Visits Patints Usin Extrm Larnin Machin Mthod (Cas Study : Poly Dntal of Dr Wahidin Sudiro Husodo Hospital at Mojokrto) 39

8 -ISSN : Widjajanto, N (200) Sistm Informasi Akuntansi Jakarta: Erlana Zhan, G P (998) Forcastin with Artificial Nural Ntworks : Th Stat of th Art Elsvir Intrnational Journal of Forcastin, 4, Sistm Pndukun Kputusan Pramalan Jumlah Kunjunan Pasin Mnunakan Mtod Extrm Larnin Machin (Studi Kasus : Poli Gii RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokrto)

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 3 Proses penentuan perilaku api. 6 yang diharapkan. Msin infrnsi disusun brdasarkan stratgi pnalaran yang akan digunakan dalam sistm dan rprsntasi pngtahuan. Msin infrnsi yang digunakan dalam pngmbangan sistm pakar ini adalah FIS. Implmntasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Blakang Di dalam dunia bisnis yang smakin ktat saat ini prusahaan dituntut untuk mmiliki banyak kunggulan komptitif agar dapat brsaing dngan yang lainnya. Maka dari itu, prusahaan

Lebih terperinci

1. Proses Normalisasi

1. Proses Normalisasi BAB IV PEMBAHASAN A. Pr-Procssing Pross pngolahan signal PCG sblum dilakukan kstaksi dan klasifikasi adalah pr-procssing. Signal PCG untuk data training dan data tsting trdapat dalam lampiran 5 (halaman

Lebih terperinci

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang

Penentuan Lot Size Pemesanan Bahan Baku Dengan Batasan Kapasitas Gudang Pnntuan Lot Siz Pmsanan Bahan Baku Dngan Batasan Kapasitas Gudang Dana Marstiya Utama 1 Abstract. This papr xplains th problm o dtrmining th lot siz o ordring raw matrials with warhous capacity limitation

Lebih terperinci

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang

Analisis Dinamis Portal Bertingkat Banyak Multi Bentang Dengan Variasi Tingkat (Storey) Pada Tiap Bentang Analisis Dinamis Portal Brtingkat Banyak Multi Bntang Dngan Variasi Tingkat (Story) Pada Tiap Bntang Hiryco Manalip Rky Stnly Windah Jams Albrt Kaunang Univrsitas Sam Ratulangi Fakultas Tknik Jurusan Sipil

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI. Oleh: INDA SAFITRI NIM PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PENGKLASIFIKASIAN STATUS GIZI SKRIPSI Olh: INDA SAFITRI NIM. 065009 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

Lebih terperinci

Debuging Program dengan EasyCase

Debuging Program dengan EasyCase Modul asyc 1 Dbuging Program dngan EasyCas Di susun Olh : Di dukung olh : Portal dukasi Indonsia Opn Knowlodg and Education http://ok.or.id Modul asyc 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kpada guru sjatiku Gusti

Lebih terperinci

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT

METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Yuli Syafti Purnama 1 ABSTRACT METODE ITERASI KELUARGA CHEBYSHEV-HALLEY UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR Yuli Syafti Purnama Mahasiswa Program Studi S Matmatika Fakultas Matmatika dan Ilmu Pngtahuan Alam Univrsitas Riau Kampus

Lebih terperinci

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor

Implementasi Pemodelan Multi Kriteria (PMK) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pengujian Mutu Ban Sepeda Motor Implmntasi Pmodlan Multi Kritria (PMK) Pada Sistm Pndukung Kputusan Pngujian Mutu Ban Spda Motor Muliadi [email protected] Abstract This rsarch to dvlop a dsign dcision support systm with built tst

Lebih terperinci

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST)

UJI KESELARASAN FUNGSI (GOODNESS-OF-FIT TEST) UJI CHI KUADRAT PENDAHULUAN Distribusi chi kuadrat mrupakan mtod pngujian hipotsa trhadap prbdaan lbih dari proporsi. Contoh: manajr pmasaran suatu prusahaan ingin mngtahui apakah prbdaan proporsi pnjualan

Lebih terperinci

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM

BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM BAB I METODE NUMERIK SECARA UMUM Aplikasi modl matmatika banyak muncul dalam brbagai disiplin ilmu pngtahuan, sprti isika, kimia, konomi, prsoalan rkayasa (tknik msin, sipil, lktro). Modl matmatika yang

Lebih terperinci

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone

Modifikasi Analytic Network Process Untuk Rekomendasi Pemilihan Handphone Modifikasi Analytic Ntwork Procss Untuk Rkomndasi Pmilihan Handphon Fry Dwi Hrmawan Jurusan Informatika Fakultas MIPA, Univrsitas Sblas Mart Surakarta frydh@yahoocom Ristu Saptono Jurusan Informatika Fakultas

Lebih terperinci

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan

Aplikasi Integral. Panjang sebuah kurva w(y) sepanjang selang dapat ditemukan menggunakan persamaan Aplikasi Intgral Intgral dapat diaplikasikan k dalam banyak hal. Dari yang sdrhana, hingga aplikasi prhitungan yang sangat komplks. Brikut mrupakan aplikasi-aplikasi intgral yang tlah diklompokkan dalam

Lebih terperinci

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dengan Regresi Logistik dan Neural Network JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol., No., (Spt. 202) ISSN: 230-928X D-36 Pmodlan Faktor-faktor yang Mmpngaruhi Prstasi Mahasiswa Pasca Sarjana ITS dngan Rgrsi Logistik dan Nural Ntwork Wijdani Anindya Hadi

Lebih terperinci

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat

Bab 6 Sumber dan Perambatan Galat Mtod Pnlitian Suradi Sirgar Bab 6 Sumbr dan Prambatan Galat 6. Sumbr galat. Data masukan, misal hasil pngukuran (galat bawaan). Slama komputasi (galat pross), galat ang timbul akibat komputasi 3. Galat

Lebih terperinci

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN

PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN JIMT ol. 9 No. 1 Juni 01 (Hal. 16 8) Jurnal Ilmiah Matmatika dan Trapan ISSN : 450 766X PELABELAN TOTAL SISI ANTI AJAIB SUPER (PTSAAS) PADA GABUNGAN GRAF BINTANG GANDA DAN LINTASAN Nurainun 1, S. Musdalifah,

Lebih terperinci

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL

MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL ISSN : 407 846 -ISSN : 460 846 MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA DAN PENURUNAN HARGA JUAL Chrish Rikardo *, Taufik Limansyah, Dharma Lsmono Magistr Tknik Industri,

Lebih terperinci

METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT METODE ITERASI TANPA TURUNAN BERDASARKAN EKSPANSI TAYLOR UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR E. Yuliani, M. Imran, S. Putra Mahasiswa Program Studi S Matmatika Laboratorium Matmatika Trapan, Jurusan

Lebih terperinci

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3,

Oleh : Bustanul Arifin K BAB IV HASIL PENELITIAN. Nama N Mean Std. Deviation Minimum Maximum X ,97 3, Kpdulian trhadap sanitasi lingkungan diprdiksi dari tingkat pndidikan ibu dan pndapatan kluarga pada kluarga sjahtra I klurahan Krtn kcamatan Lawyan kota Surakarta Olh : Bustanul Arifin K.39817 BAB IV

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PROSEDUR EVALUASI ANALISA STATIS NONLINEAR FEMA 356 DAN FEMA 440

PERBANDINGAN PROSEDUR EVALUASI ANALISA STATIS NONLINEAR FEMA 356 DAN FEMA 440 PERBANDINGAN PROEDUR EVALUAI ANALIA AI NONLINEAR FEMA 356 DAN FEMA 0 Harun Alrasyid, Mudji Irmawan Dosn Jurusan knik ipil I Prum I Pmukiman D- urabaya Email :[email protected] ABRAK Prosdur analisa statis

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf

II. LANDASAN TEORI. digunakan sebagai landasan teori pada penelitian ini. Teori dasar mengenai graf II. LANDASAN TEORI 2.1 Konsp Dasar Graf Pada bagian ini akan dibrikan konsp dasar graf dan dimnsi partisi graf yang digunakan sbagai landasan tori pada pnlitian ini. Tori dasar mngnai graf yang akan digunakan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED)

RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) RANCANG BANGUN PATCH RECTANGULAR ANTENNA 2.4 GHz DENGAN METODE PENCATUAN EMC (ELECTROMAGNETICALLY COUPLED) Winny Friska Uli,Ali Hanafiah Ramb Konsntrasi Tknik Tlkomunikasi, Dpartmn Tknik Elktro Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas XII Jurusan Teknik Elektronika BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. DESKRIPSI DATA Data pnlitian diprolh dari siswa klas XII Jurusan Tknik Elktronika Industri SMK Ma arif 1 kbumn. Data variabl pngalaman praktik industri, kmandirian

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS

HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS 18Novmbr 17 Tma 7: Ilmu-Ilmu Murni (Matmatika, Fisika, Kimia dan Biologi) HUBUNGAN ANTARA KELOMPOK UMUR, JENIS KELAMIN DAN JENIS PEKERJAAN PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS Olh Agung Prabowo

Lebih terperinci

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma

Integral Fungsi Eksponen, Fungsi Trigonometri, Fungsi Logaritma Modul Intgral Fungsi Eksponn, Fungsi Trigonomtri, Fungsi Logaritma Dr. Subanar D PENDAHULUAN alam mata kuliah Kalkulus I Anda tlah mngnal bahwa intgrasi adalah pross balikan dari difrnsiasi. Jadi untuk

Lebih terperinci

Analisis Rangkaian Listrik

Analisis Rangkaian Listrik Sudaryatno Sudirham Analisis Rangkaian Listrik Mnggunakan Transformasi Fourir - Sudaryatno Sudirham, Analisis Rangkaian Listrik (4) BAB Analisis Rangkaian Mnggunakan Transformasi Fourir Dngan pmbahasan

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI

ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA BANGUNAN BERTINGKAT BERATURAN DAN KETIDAK BERATURAN HORIZONTAL SESUAI SNI 03-1726-2012 Hotma L Purba Jurusan Tknik Sipil,Univrsitas Sriwijaya Korspondnsi pnulis : [email protected]

Lebih terperinci

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman

Penggunaan Algoritma RSA dengan Metode The Sieve of Eratosthenes dalam Enkripsi dan Deskripsi Pengiriman Pnggunaan Algoritma RSA dngan Mtod Th Siv of Eratosthns dalam Enkripsi dan Dskripsi Pngiriman Email Muhammad Safri Lubis Jurusan Tknologi Informasi Fak. Ilmu Komputr dan Tknologi Informasi, USU Mdan, Indonsia

Lebih terperinci

DINAMIKA PION DARI INTERAKSI PROTON NEUTRON PADA MODEL POTENSIAL REID

DINAMIKA PION DARI INTERAKSI PROTON NEUTRON PADA MODEL POTENSIAL REID Prosidin Sminar Nasional Pnlitian, Pndidikan, dan Pnrapan MIPA Fakultas MIPA, Univrsitas Nri Yoyakarta, 6 Mi 009 DINAMIKA PION DARI INTERAKSI PROTON NEUTRON PADA MODEL POTENSIAL REID R. Yosi Aprian Sari

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan mngnai tori dan trminologi graph, yaitu bntuk-bntuk khusus suatu graph. Di sini uga akan dilaskan mngnai minimum spanning tr, pmrograman 0-, dan aplikasi

Lebih terperinci

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 7

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 7 Mata Kuliah : Matmatika Diskrit Program Studi : Tknik Informatika Minggu k : 7 MATRIK GRAPH Sbuah graph dapat kita sajikan dalam bntuk matrik, yaitu : a. Matrik titik (Adjacnt Matrix) b. Matrik rusuk (Edg

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KARAKTERISTIK MUTU DAN REOLOGI CPO AWAL Minyak sawit kasar (crud palm oil/cpo) mrupakan komoditas unggulan Indonsia yang juga brpran pnting dalam prdagangan dunia. Mngingat

Lebih terperinci

PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN PENGENALAN ANGKA MELALUI PERMAINAN DADU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mlania, Masluyah Suib, Dsni Yuniarni Pndidikan Guru Pndidikan Anak Usia Dini FKIP Untan, Pontianak Email :

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENUMBUHKAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) SISWA KELAS X POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS Siti Ainur Rohmah, Sutarman dan Lia Yuliati Jurusan Fisika,

Lebih terperinci

Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik..

Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik.. Pngmbangan Modul Brbasis Pndkatan Saintifik.. PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KD 3.8 MENDESKRIPSIKAN PASAR MODAL DALAM PEREKONOMIAN KELAS XI IPS SMAN 1 MOJOKERTO Putri Fbrina Kasaomada

Lebih terperinci

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE

SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE SIMULASI DESAIN COOLING SYSTEM DAN RUNNER SYSTEM UNTUK OPTIMASI KUALITAS PRODUK TOP CASE Fabio Dwi Bagus Irawan 1,a, Cahyo Budiyantoro 1,b, Thoharudin 1,c 1 Program Studi Tknik Msin, Fakultas Tknik, Univrsitas

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. 35 orang. Setiap orang diambil sampel sebanyak 15 citra wajah dengan BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Input Data Citra Wajah Pada pnlitian ini, digunakan sbanyak 525 citra ajah yang trdiri dari 35 orang. Stiap orang diambil sampl sbanyak 15 citra ajah dngan pncahayaan yang

Lebih terperinci

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN

MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN Artikl Skripsi MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA VOLI DI SMA N 2 KABUPATEN PACITAN SKRIPSI Diajukan Untuk Mmnuhi Sbagian Syarat Guna Mmprolh Glar Sarjana Pndidikan (S.Pd.) Pada Jurusan

Lebih terperinci

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P.

Pada gambar 2 merupakan luasan bidang dua dimensi telah mengalami regangan. Salah satu titik yang menjadi titik acuan adalah titik P. nurunan Kcpatan Glombang dan Glombang S Glombang sismik mrupakan gtaran yang mrambat pada mdium batuan dan mnmbus lapisan bumi. njalaran mnybabkan dformasi batuan.strss atau tkanan didfinisikan gaya prsatuan

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) G-344

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) G-344 JURNAL TEKNIK ITS l., N. 2, (16 ISSN: 2337-339 (21-9271 Print G-344 Analisa Tanan Jatuh ada Sistm istribusi Listrik di Kaal Pnuman dnan Mnunakan Mtd Simulasi Muhammad F. Wahyudiant, Sardn Sarwit, dan Adi

Lebih terperinci

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag

model pengukuran yang menunjukkan ukur Pengukuran dalam B. Model Mode sama indikator dan 1 Pag Modl Modl Pngukuran dalam Pmodlan Prsamaan Struktural Wahyu Widhiarso Fakultas Psikologi UGM Tulisan ini akan mmbahas bbrapa modl dalam SEM yang unik. Dikatakan unik karna jarang dipakai. Tulisan hanya

Lebih terperinci

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT.

PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT. Bultin Ilmiah Math. Stat. dan Trapannya (Bimastr) Volum 04, No. 3 (2015), hal 295 304. PENENTUAN RUTE TERPENDEK DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA CHEAPEST INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS: PT. Wicaksana Ovrsas

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK OPTIKA GEOMETRIS

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK OPTIKA GEOMETRIS PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK OPTIKA GEOMETRIS Rani Dliana Panggaban 1 dan Pintor Simamora 1 Alumni Mahasiswa Program Studi Pndidikan Fisika

Lebih terperinci

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika. Persamaan Diferensial Orde I Univrsitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputr Tknik Informatika Prsamaan Difrnsial Ord I Dfinisi Prsamaan Difrnsial Prsamaan difrnsial adalah suatu prsamaan ang mmuat satu atau lbih turunan fungsi

Lebih terperinci

PENGGUNAAN INTERPOLASI HERMITE KUBIK DALAM PENYELESAIAN PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

PENGGUNAAN INTERPOLASI HERMITE KUBIK DALAM PENYELESAIAN PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA JM Volum I Nomor Juli PNGGNAAN INTRPOLASI RMIT KBIK DALAM PNYLSAIAN PRSAMAAN STRM-LIOVILL DNGAN MTOD LMN INGGA Dwi Maryono Proram Studi Pndidikan Matmatika FKIP NS ABSTRAK Pnrapan matmatika dalam bidan

Lebih terperinci

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII

IV. Konsolidasi. Pertemuan VII Prtmuan VII IV. Konsolidasi IV. Pndahuluan. Konsolidasi adalah pross brkurangnya volum atau brkurangnya rongga pori dari tanah jnuh brpmabilitas rndah akibat pmbbanan. Pross ini trjadi jika tanah jnuh

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Pasang Surut BAB II TEORI DASAR 2.1 Pngrtian Pasang Surut Pasang surut air laut (pasut) adalah pristiwa naik turunnya muka air scara priodik dngan rata-rata priodnya 12,4 jam (di bbrapa tmpat 24,8 jam) (Pond dan Pickard,

Lebih terperinci

Aplikasi Media Pembelajaran Budidaya Ikan Gurame Berbasis Web Guna Mendukung Desa Pintar

Aplikasi Media Pembelajaran Budidaya Ikan Gurame Berbasis Web Guna Mendukung Desa Pintar Aplikasi Mdia Pmblajaran Budidaya Ikan Guram Brbasis Wb Guna Mndukung Dsa Pintar Mardiyono, Dwi Irvan Rosadi Jurusan Tknik Elktro Politknik Ngri Smarang E-mail : [email protected], [email protected]

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1. Penurunan Tanah pada Fondasi Dangkal. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh MODUL PERKULIAHAN REKAYASA FONDASI 1 Pnurunan Tanah pada Fondasi Dangkal Fakultas Program Studi Tatap Muka Kod MK Disusun Olh Tknik Prnanaan Tknik A41117AB dan Dsain Sipil 9 Abstrat Modul ini brisi bbrapa

Lebih terperinci

GAMBARAN PELATIHAN KETERAMPILAN OTOMOTIF DI BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI (BLKI), KOTA PADANG. Bobby Satria

GAMBARAN PELATIHAN KETERAMPILAN OTOMOTIF DI BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI (BLKI), KOTA PADANG. Bobby Satria GAMBARAN PELATIHAN KETERAMPILAN OTOMOTIF DI BALAI LATIHAN KERJA INDUSTRI (BLKI), KOTA PADANG Bobby Satria Program Studi Pndidikan Luar Skolah FIP Univrsitas Ngri Padang Email: [email protected] Absract

Lebih terperinci

PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL

PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PENGABAIAN PADA LANSIA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL Th Nglct Of Th Eldrly And Spiritual Nd Fulfillmnt Dwyna Putri Rahayu 1*, Juanita 2 1 Mahasiswa Program Studi Ilmu Kprawatan Fakultas Kprawatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Blakang Sarana dan prasarana transportasi di suatu ngara mmpunyai pranan yang sangat pnting dalam pngmbangan suatu kawasan trtntu, baik konomi, sosial, budaya dan sbagainya.

Lebih terperinci

KARAKTERISASI ELEMEN IDEMPOTEN CENTRAL

KARAKTERISASI ELEMEN IDEMPOTEN CENTRAL Jurnal Barkng Vol 5 No Hal 33 39 (0) KAAKTEISASI ELEMEN IDEMPOTEN CENTAL HENY W M PATTY, ELVINUS ICHAD PESULESSY, UDI WOLTE MATAKUPAN 3,,3 Staf Jurusan Matmatika FMIPA UNPATTI Jl Ir M Putuhna, Kampus Unpatti,

Lebih terperinci

BIAStatistics (2016) Vol. 10, No. 1, hal PENDAHULUAN

BIAStatistics (2016) Vol. 10, No. 1, hal PENDAHULUAN BIAStatistics (2016) Vol. 10, No. 1, hal. 31-37 ANALISIS KINERJA DOSEN PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA BERDASARKAN EVALUASI MAHASISWA SEBAGAI STAKEHOLDER PEMBELAJARAN DALAM RANGKA REKONTRUKSI PELAYANAN STKIP

Lebih terperinci

ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V

ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V Tras Jurnal, Vol.7, No.2, Sptmbr 2017 P-ISSN 2088-0561 ANALISA NILAI SIMPANGAN HORIZONTAL (DRIFT) PADA STRUKTUR TAHAN GEMPA MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK TYPE BRACED V Said Jalalul Akbar

Lebih terperinci

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON

PENENTUAN NILAI e/m ELEKTRON Pnntuan Nilai E/m Elktron 013 PENENTUAN NILAI /m ELEKTRON Intan Masruroh S, Anita Susanti, Rza Ruzuqi, Zaky Alam Laboratorium Fisika Radiasi, Dpartmn Fisika Fakultas Sains Dan Tknologi, Univrsitas Airlangga

Lebih terperinci

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT

UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT UJI PERFORMANCE MEJA GETAR SATU DERAJAT KEBEBASAN DENGAN METODE STFT Jhon Malta (1) (1) Laboratorium Dinamika Struktur Jurusan Tknik Msin Fakultas Tknik Univrsitas Andalas, Padang. Email: [email protected]

Lebih terperinci

Umitri Astuti 1), Siti Wahyuningsih 2), Chumdari 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta 1)

Umitri Astuti 1), Siti Wahyuningsih 2), Chumdari 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta   1) PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP AKTIVITAS EKONOMI BERKAITAN DENGAN SUMBER DAYA ALAM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIME TOKEN BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA SISWA SEKOLAH DASAR Umitri Astuti

Lebih terperinci

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik

8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponensial, Hiperbolik 8. Fungsi Logaritma Natural, Eksponnsial, Hiprbolik 8.. Fungsi Logarithma Natural. Sudaratno Sudirham Dfinisi. Logaritma natural adalah logaritma dngan mnggunakan basis bilangan. Bilangan ini, sprti halna

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, Februari 2015 Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan,dan Kerja Sama. Hartoyo

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat. Jakarta, Februari 2015 Kepala Biro Perencanaan, Pengawasan,dan Kerja Sama. Hartoyo KATA PENGANTAR Sgala puji kpada Allah SWT, karna atas rahmat-nya, Biro Prncanaan, Pngawasan, dan Krja Sama, Ombudsman RI dapat mlaksanakan sluruh tugas dan fungsi pada tahun 2015 dngan baik. Laporan Akuntabilitas

Lebih terperinci

Susda Heleni ABSTRACT. Keywords: Reciprocal Teaching, Cooperative Learning, STAD ABSTRAK

Susda Heleni ABSTRACT. Keywords: Reciprocal Teaching, Cooperative Learning, STAD ABSTRAK PENERAPAN RECIPROCAL TEACHING DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KALKULUS I THE IMPLEMENTATION OF RECIPROCAL TEACHING ON COOPERATIVE

Lebih terperinci

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS)

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P0 JURUSAN SENEN LEBAK BULUS) Nincy Ayu Lstari 1 Nahdalina Fakultas Tknik Sipil Univrsitas

Lebih terperinci

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Analisis Nosl Motor Rokt RX-1 LAPAN... (Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari) ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 1 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin Fitroh, Sari Pnliti Pnliti

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berbagai macam seperti gambar dibawah (Troitsky M.S, 1990). BAB II TINJAUAN USTAKA 2.1 Struktur Rangka Baja Extrnal rstrssing Scara toritis pningkatan kkuatan pada rangka baja untuk jmbatan dapat dilakukan dngan pmasangan prkuatan pratkan kstrnal pada rangka trsbut.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN BAB II TINJAUAN KEPUTAKAAN II.1 PENDAHULUAN Yild lin adalah suatu pmcahan yang dapat digunakan dalam plat bton dimana trjadinya tgangan llh dan rotasi scara plastis muncul. Tori ini dapat digunakan dalam

Lebih terperinci

Online Jurnal of Natural Science, Vol.3(1): ISSN: March 2014

Online Jurnal of Natural Science, Vol.3(1): ISSN: March 2014 Onlin Jurnal of Natural Scinc, ol.3(1): 65-74 ISSN: 338-0950 March 014 PELABELAN TOTAL SISI AJAIB SUPER (TSAS) PADA GABUNGAN GRAF ULAT BULU DAN BIPARTITE LENGKAP I W. Sudarsana 1, Fitria and S. Musdalifah

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL ROLE PLAYING BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BALI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III

PENGARUH MODEL ROLE PLAYING BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BALI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III Jurusan PGSD Vol: 4 No: Tahun: 06 PENGARUH MODEL ROLE PLAYING BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BALI TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III Kadk Yuda wibawa,

Lebih terperinci

WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA

WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA LAPORAN KEGIATAN WORKSHOP KREATIVITAS ALAT PERAGA PENDIDIKAN EDUKATIF IPA-MATEMATIKA Pnanggung Jawab Kgiatan: DRS. H. SUTIMAN Ktua Plaksana: Yuni Wibowo, M.Pd FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom

Prodi S1 Teknik Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom IMPLEMENTASI REKOMENDASI MATERI AJAR BERDASARKAN KERANGKA KERJA SILUENS IMPLEMENTATION OF RECOMMENDATIONS TEACHING MATERIALS BASED ON SILUENS FRAMEWORK Irvan Dwi Putra Manurung 1, Anisa Hrdiani, S.T.,

Lebih terperinci

BAB III TURUNAN FUNGSI

BAB III TURUNAN FUNGSI BAB III TURUNAN FUNGSI Sandar Kompnsi Mahasiswa mmahami konsp urunan unsi dan knik-knik an dapa diunakan unuk mnnukan urunan, baik unsi ksplisi maupun unsi implisi,. Kompnsi Dasar Slah mmplajari pokok

Lebih terperinci

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER

TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER TINJAUAN ULANG EKSPANSI ASIMTOTIK UNTUK MASALAH BOUNDARY LAYER HannaA Parhusip Cntr of Applid Mathmatics Program Studi Matmatika Industri dan Statistika Fakultas Sains dan Matmatika Univrsitas Kristn Sata

Lebih terperinci

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT

BAB V DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT BAB V DISTRIBUSI ROBABILITAS DISKRIT 5.. Distribusi Uniform Disrit Bila variabl aca X mmilii nilai,,... dngan probabilitas yang sama, maa distribusi uniform disrit dinyataan sbagai: f (, ) ;,,... paramtr

Lebih terperinci

PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA

PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA Wahyuni, N.N.S 1, Warditiani, N.K. 1, Lliqia, N.P.E. 1 1 Jurusan Farmasi Fakultas Matmatika Dan Ilmu Pngtahuan Alam Univrsitas Udayana Korspondnsi: Ni

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON

RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Yogyakarta, Sptmbr 0 RANCANG BANGUN SCREW FEEDER SEBAGAI PERANGKAT DUKUNG PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON Sajima, Dddy Hasnurrofiq, Sudaryadi -BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor, Kotak pos 0 Ykbb 558 -mail

Lebih terperinci

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH

VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH VI. EFISIENSI PRODUKSI DAN PERILAKU RISIKO PRODUKTIVITAS PETANI PADA USAHATANI CABAI MERAH.. Faktor-Faktor yang Mmpngaruhi Produktivitas Cabai Mrah dan Nilai Elastisitas Input trhadap Produktivitas...

Lebih terperinci

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009

ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS WATUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Sminar Nasional Statistika IX Institut Tknologi Spuluh Nopmbr, 7 Novmbr 2009 ATMOSFER HIDROSTATIS DIATAS TUKOSEK DARI DATA TEKANAN VERTIKAL TAHUN 2009 Lalu Husnan Wijaya *, Dian Yudha Risdianto ** Pnliti

Lebih terperinci

Bab 1 Ruang Vektor. I. 1 Ruang Vektor R n. 1. Ruang berdimensi satu R 1 = R = kumpulan bilangan real Menyatakan suatu garis bilangan;

Bab 1 Ruang Vektor. I. 1 Ruang Vektor R n. 1. Ruang berdimensi satu R 1 = R = kumpulan bilangan real Menyatakan suatu garis bilangan; Bab Ruang Vktor I. Ruang Vktor R n. Ruang brdimnsi satu R = R = kumpulan bilangan ral Mnyatakan suatu garis bilangan; -3 - - 0. Ruang brdimnsi dua R = bidang datar ; Stiap vktor di R dinyatakan sbagai

Lebih terperinci

Jurnal Techno Nusa Mandiri Vol. XIII, No. 2 September

Jurnal Techno Nusa Mandiri Vol. XIII, No. 2 September Jurnal Tchno Nusa Mandiri Vol. XIII, No. 2 Sptmbr 2016 71 ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN METODE COBIT 4.1 (Studi Kasus PUSDIKLAT APARATUR KEMENKES RI) Titin Kristiana Program Studi

Lebih terperinci

PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL

PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL J-Statistika Vol 4 No PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL Prmadina Kanah Ariska -mail : [email protected] ABSTRAK Rgrsi logistik

Lebih terperinci

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX

PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Prosiding SPMIPA. pp. 3-39, 006 ISBN : 979.704.47.0 PROSES PEMANENAN DENGAN MODEL LOGISTIK STUDI KASUS PADA PTP. NUSANTARA IX Eka Ariani, Agus Rusgiyono Jurusan Matmatika FMIPA Univrsitas Dipongoro Jl.

Lebih terperinci

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI TPA BURANGKENG KABUPATEN BEKASI

PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DI TPA BURANGKENG KABUPATEN BEKASI PEMILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN METODE ANALYTIC NETORK PROCESS (ANP DI TPA BURANGKENG KABUPATEN BEKASI Dorina Htharia 1, Pudji Astuti 2, dan Bbbi Y. Habibi Jurusan Tknik Industri, FTI, Univrsitas

Lebih terperinci

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF REGULATION SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF REGULATION SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN SELF REGULATION SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU Novi Frlinita Sari 1, Tri Umari 2, Abu Asyari 3 Email :

Lebih terperinci

MODEL PERAMBATAN PANAS ARAH RADIAL BENDA-BENDA SILINDRIK MULTILAYER

MODEL PERAMBATAN PANAS ARAH RADIAL BENDA-BENDA SILINDRIK MULTILAYER MODEL PERAMBATAN PANAS ARAH RADIAL BENDA-BENDA SILINDRIK MULTILAYER Tomi Tristono 1 1 adalah Dosn Fakultas Tknik Univrsitas Mrdka Madiun Abstract A hat transfr modl of a-multilayrs cylindrical shap with

Lebih terperinci

Susunan Antena. Oleh : Eka Setia Nugraha S.T., M.T. Sumber: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T.

Susunan Antena. Oleh : Eka Setia Nugraha S.T., M.T. Sumber: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T. Susunan Antna Olh : ka Stia Nugraha S.T., M.T. Sumbr: Nachwan Mufti Adriansyah, S.T., M.T. A. Pndahuluan Dalam kuliah Mdan lktromantika Tlkomunikasi kita sudah mngnal pnjumlahan/ suprposisi mdan. Tlah

Lebih terperinci

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA

PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA PENDUGAAN SEBARAN LAMA PERAWATAN NASABAH ASURANSI KESEHATAN (STUDI KASUS: ASURANSI KESEHATAN P.T. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA) NOVALIA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 211 PERNYATAAN

Lebih terperinci

DESAIN AWAL SISTEM KENDALI PARAMETER BERKAS RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/10 ma PTAPB BATAN YOGYAKARTA

DESAIN AWAL SISTEM KENDALI PARAMETER BERKAS RADIASI MESIN BERKAS ELEKTRON 350 kev/10 ma PTAPB BATAN YOGYAKARTA DESIN WL SISTEM KENDLI RMETER BERKS RDISI MESIN BERKS ELEKTRON 350 k/10 m TB BTN YOGYKRT SUTNTO Skolah Tinggi Tknologi Nuklir Badan Tnaga Nuklir Nasional - BTN JL.Babarsari Kotak os 6101 YKBB, Yogyakarta

Lebih terperinci

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID

Kontrol Trakcing Laras Meriam 57mm dengan Menggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID 129 Kontrol Trakcing Laras Mriam 57mm dngan Mnggunakan Hybrid Kontrol Logika Fuzzy - PID Jki Saputra, M. Aziz Muslim, dan Rini Nur Hasanah Abstrak Laras mriam adalah salah satu bagian bsar dari kontruksi

Lebih terperinci

BAB VII SISTEM DAN JARINGAN PIPA

BAB VII SISTEM DAN JARINGAN PIPA BAB VII SISTEM AN JARINGAN PIPA Tujuan Intruksional Umum (TIU) Maasiswa diarapkan dapat mrncanakan suatu bangunan air brdasarkan konsp mkanika luida, tori idrostatika dan idrodinamika. Tujuan Intruksional

Lebih terperinci

Uci Sri Sundari STIE Kusuma Negara Indra Isharyanto.

Uci Sri Sundari STIE Kusuma Negara   Indra Isharyanto. Url : http://aktiva.sti-kusumangara.ac.id - Vol I, No. Dsmbr 27 PENGAUH KEPUTUSAN INVESTASI, KEPUTUSAN PENDANAAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TEHADAP NILAI PEUSAHAAN PADA PEUSAHAAN OOD AND BEVEAGE YANG TEDATA

Lebih terperinci

Pengendalian Shunt Active Power Filter (SAPF) Berbasis Fuzzy-Neural Network

Pengendalian Shunt Active Power Filter (SAPF) Berbasis Fuzzy-Neural Network ELEKRIKA Volum, Nomor, ptmbr 7 IN: 97-796 Pngndalian hunt Activ Powr Filtr (APF) Brbasis Fuzzy-Nural Ntwork Awan Ui Krismanto dan Yusuf Ismail Nakhoda Jurusan knik Elktro, Institut knologi Nasional alang

Lebih terperinci

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA

KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA LAPORAN PENELITIAN HIBAH PENELITIAN STRATEGIS NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2009 KONTROL URBAN SPRAWL DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN PERILAKU PERJALANAN DAN PARTISIPASI PENDUDUKNYA Pnliti : Lasmini Ambarwati, ST.,

Lebih terperinci

Hendra Gunawan. 29 November 2013

Hendra Gunawan. 29 November 2013 MA1101 MATEMATIKA 1A Hndra Gunawan Smstr I, 013/014 9 Novmbr 013 Latihan (Kuliah yang Lalu) Ssorangygtingginya~1,60 m brdiri ditpiatastbing, mlihat lh k laut yang brada ~18,40 m di bawahnya. Pada saatitu

Lebih terperinci

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER)

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER) 1. Nama Matakuliah : FUNGSI VARIABEL KOMPLEKS I 2. Kod/SKS : MMM2112/2 SKS 3. Prasarat : Kalkulus Multivariabl I (prnah mngambil) 4. Status Matakuliah

Lebih terperinci

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga ABSTRAK. viii

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga ABSTRAK. viii Muhammad Arif Santoso, 2015. Peramalan Penjualan Produk Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Extreme Learning Machine. Skripsi ini dibawah bimbingan Auli Damayanti,S.Si, M.Si dan Dr. Herry Suprajitno,

Lebih terperinci

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Analisa Pngaruh Pack Carburizing Mnggunakan Arang Mlanding (Mas ad dkk.) ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING MENGGUNAKAN ARANG MLANDING UNTUK MENINGKATKAN SIFAT MEKANIS SPROKET SEPEDA MOTOR SUZUKI Mas ad,

Lebih terperinci

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh :

Pembahasan Soal. Pak Anang SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA. Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS. Disusun Oleh : Pmbahasan Soal SELEKSI MASUK UNIVERSITAS INDONESIA Disrtai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS Disusun Olh : Pak Anang Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT Pmbahasan Soal SIMAK UI 2011 Matmatika

Lebih terperinci

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal

Pengaruh Rasio Tinggi Blok Tegangan Tekan Dan Tinggi Efektif Terhadap Lentur Balok Bertulangan Tunggal Rcivd: March 2017 Accptd: March 2017 Publishd: April 2017 Pngaruh Rasio Tinggi Blok Tgangan Tkan Dan Tinggi Efktif Trhadap Lntur Balok Brtulangan Tunggal Agus Sugianto 1*, Andi Marini Indriani 2 1,2 Dosn

Lebih terperinci

Ringkasan Materi Kuliah METODE-METODE DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU

Ringkasan Materi Kuliah METODE-METODE DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU Ringkasan atri Kuliah ETODE-ETODE DASAR PERSAAAN DIFERENSIAL ORDE SATU Pndahuluan Prsamaan dirnsial adalah prsamaan ang mmuat turunan satu atau bbrapa) ungsi ang takdiktahui skipun prsamaan sprti itu harusna

Lebih terperinci