Manipulasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penilaian Multi Sumber (360 Feedback) Berbasis Kompetensi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Manipulasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penilaian Multi Sumber (360 Feedback) Berbasis Kompetensi"

Transkripsi

1 Manipulasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penilaian Multi Sumber (360 Feedback) Berbasis Kompetensi Ghurabillah, Dr. Nur Sultan Salahuddin, Skom, MT ABSTRAK Asesmen atau Penilaian Sumber Daya Manusia sangat penting untuk meningkatkan efektifitas perusahaan dengan penempatan sumber daya manusia yang tepat pada posisi sesuai. Untuk meningkatkan obyektifitas penilaian maka digunakan teknik penilaian multi sumber 360 dimana seorang pegawai dinilai tidak hanya oleh atasan melainkan ditambah dari sudut pandang lain yaitu rekan kerja dan bawahan. Materi penilaian didasarkan pada direktori kompetensi perusahaan melalui tahapan pengujian pada responden dengan tingkat jabatan yang bervariasi serta diimplementasikan pada aplikasi berbasis web. Penilaian dilakukan dalam waktu yang cepat dalam rentang pilot project yang singkat serta baik pimpinan perusahaan, penilai dan yang dinilai merespon positif aplikasi karena berhasil mengurangi gesekan antar pegawai yang mengakibatkan disharmonisasi dalam bekerja. PENDAHULUAN Asesmen sumber daya manusia (SDM) saat ini semakin berkualitas karena memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam banyak kasus, asesmen SDM hampir tidak dimungkinkan dilakukan tanpa keterlibatan teknologi seperti halnya penilaian multi sumber (multisource assessments). Komponen terbesar adalah materi asesmen yang dapat merefleksikan aspek dinilai. Sedangkan khusus untuk penilaian multi sumber melibatkan pemilihan penilai melalui penentuan kelompok penilai. Permasalahan implementasi asesmen SDM dapat diidentifikasikan, di antaranya yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi : 1. Penyampaian materi asesmen yang mengarah pada penilaian yang obyektif dimana yang digali dari penilai adalah ingatannya atas bukti perilaku yang dinilai bukan pemikiran penilai terhadap obyek yang dinilai 2. Penentuan kelompok penilai yang mudah dan mengarah pada kemudahan untuk mencapai penilai yang ideal beserta formulasi penilaian sesuai kaidah penilaian multi sumber 3. Kelompok fitur yang sesuai dengan profil pemakai dalam kaitannya bahwa hasil penilaian bersifat sangat rahasia 4. Proses penilaian harus sederhana karena melibatkan banyak pengguna dengan latar pendidikan yang bervariasi 1

2 5. Materi penilaian harus mampu secara dinamis berubah mengikuti kapasitas obyek yang dinilai atau komposisi materi penilaian harus mengikuti kesesuaian dengan obyek yang dinilai Penilaian multi sumber memerlukan aplikasi yang unggul dari sisi manfaat penilaian dan berdampak pada akurasi penilaian yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Aplikasi tersebut harus mampu mengatasi hambatan implementasi karena kecenderungan orang takut menggunakan teknik penilaian multi sumber karena sulit untuk diterapkan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan mampu mengangkat pamor penilaian multi sumber sebagai penilaian yang memiliki keunggulan obyektif, cepat dan menjangkau penilaian yang luas. Monitoring juga menjadi isu penting yang menjadikan asesmen SDM menggunakan teknologi ini menjadi sangat powerful dan menjanjikan bagi para praktisi penilaian SDM. TINJAUAN PUSTAKA Dalam proses asesmen SDM dengan teknik multi sumber, penilaian dilakukan oleh manusia terkait dia sebagai atasan, bawahan, rekan kerja atau dirinya sendiri. Penilaian yang dilakukan oleh manusia ini tidak lepas dari persepsi manusia itu sendiri terhadap obyek yang dinilai (manusia lain atau dirinya). Pembentukan persepsi inilah yang sering keliru, sehingga perlu seorang psikolog atau praktisi di bidang asesmen yang meluruskan hal-hal tentang persepsi tadi. Namun sebagai manusia, memiliki persepsi adalah hal yang wajar. Tantangannya bagaimana teknologi informasi mengubah persepsi yang keliru menjadi persepsi yang sesuai untuk penilaian. Atau membuat ruang gerak persepsi terbatas hanya untuk yang sesuai untuk penilaian saja yang muncul. Persepsi yang diperlukan untuk penilaian adalah persepsi yang bersumber pada memori atau ingatan individu terhadap suatu kejadian berulang atau dalam asesmen menggunakan istilah bukti perilaku. Bukti perilaku ini mau tidak mau berkembang menjadi sebuah asumsi bagi individu penilai terhadap obyek yang dinilai. Inilah yang memberikan tantangan bagi teknologi informasi untuk tidak memberikan ruang bagi persepsi lain untuk muncul. Hanya persepsi asumsi yang diperkenankan berperan agar penilaian menjadi obyektif. Obyek penilaian yang digunakan dalam penelitian adalah kinerja untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Efektifitas dari penilaian kinerja dikategorikan dari dua puluh macam tujuan tergantung dalam sasaran bisnis strategis yang ingin dicapai. Oleh sebab itu penilaian kinerja diintegrasikan dengan sasaran-sasaran strategis karena berbagai alasan (Schuler&Jackson,1996 : 48), yaitu: 1. Mensejajarkan tugas individu dengan tujuan organisasi yaitu, menambahkan deskripsi tindakan yang harus diperlihatkan karyawan dan hasil-hasil yang harus mereka capai agar suatu strategi dapat hidup. 2. Mengukur kontribusi masing-masing unut kerja dan masing-masing karyawan. 3. Evaluasi kinerja memberi kontribusi kepada tindakan dan keputusan-keputusan administratif yang mempertinggi dan mempermudah strategi. 4. Penilaian kinerja dapat menimbulkan potensi untuk mengidentifikasi kebutuhan bagi strategi dan program-program baru. 2

3 Penilaian SDM saat ini telah tersedia dalam berbagai teknik dan metode yang biasanya ditentukan berdasarkan karakteristik lembaga. Penentuan metode penilaian juga didasarkan pada tujuan lembaga. Esensi penilaian adalah untuk meningkatkan produktivitas lembaga. Penilaian multi sumber adalah salah satu metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik lembaga secara umum dan sesuai dengan esensi tujuan penilaian SDM itu dilakukan. Instrumen alat ukur yang digunakan berupa kalimat deskriptif yang berbasis perilaku, sehingga memberikan umpan balik yang faktual mengenai kinerja maupun kompetensi pegawai. Penilaian yang umum dilakukan untuk menunjang produktivitas kerja di perusahaan adalah penilaian kinerja. Suatu penelitian telah memperlihatkan bahwa suatu lingkungan kerja yang menyenangkan sangat penting untuk mendorong tingkat kinerja karyawan yang paling produktif. Dalam interaksi sehari-hari, antara atasan dan bawahan, berbagai asumsi dan harapan lain muncul. Ketika atasan dan bawahan membentuk serangkaian asumsi dan harapan mereka sendiri yang sering agak berbeda, perbedaan-perbedaan ini yang akhirnya berpengaruh pada tingkat kinerja. Kinerja adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.(rivai & Basri, 2004: 14 ). Penilaian kinerja sendiri memiliki beberapa pengertian yaitu: 1. Suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan dan apakah ia bisa berkinerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. (Schuler & Jackson, 1996:3) 2. Pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolak ukur kerja individu. Menurut Robbins (1996) yang dikutip oleh Rivai dan Basri dalam bukunya yang berjudul performance apprasial, pada halaman 15 menyatakan bahwa ada tiga kriteria dalam melakukan penilaian kinerja individu yaitu: tugas individu. perilaku individu. dan ciri individu. 3. Dari beberapa pengertian kinerja di atas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya, sesuai dengan standar kriteria yang ditetapkan dalab pekerjaan itu. Prestasi yang dicapai ini akan menghasilkan suatu kepuasan kerja yang nantinya akan berpengaruh pada tingkat imbalan. Dari penilaian kinerja dapat juga digali potensi (hasil dan potensi) sehingga kemudian penilaian ini disebut juga sebagai penilaian kompetensi. Kompetensi dapat disusun berdasarkan kelompok spesifik untuk memudahkan proses, arah dan ukuran penilaian. Kompetensi yang dimaksud adalah nilai-nilai yang diperlukan untuk kemajuan perusahaan dan biasanya telah disusun dalam bentuk direktori sebagai bagian dari dokumen stratejik perusahaan. 3

4 Penilaian multi sumber adalah penilaian yang melibatkan atasan, bawahan, rekan kerja dan diri sendiri (melingkar) gambar 1, sehingga disebut juga penilaian multi sumber (360) derajat. Gambar 1 Penilaian Multi Sumber (360) Data hasil asesmen multi sumber ini akan memberikan informasi mengenai hal-hal berikut ini : Perbandingan antara profil kompetensi individu dengan level kompetensi pada profil kompetensi jabatan, sehingga dapat diidentifikasi kekuatan dan area pengembangan masing-masing individu. Keragaman hasil pengamatan antara penilaian diri, penilaian atasan, penilaian rekan kerja, dan penilaian anak buah. Mengidentifikasi tindak pengembangan yang akan direkomendasikan bagi pegawai yang bersangkutan, sesuai dengan pendekatan yang ada pada Sistem Pengembangan Pegawai/SDM Berbasis Kompetensi Kompeten adalah keterampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. Kompeten harus dibedakan dengan kompetensi, walaupun dalam pemakaian umum istilah ini digunakan dapat dipertukarkan. Upaya awal untuk menentukan kualitas dari manajer yang efektif didasarkan pada sejumlah sifat-sifat kepribadian dan keterampilan manajer yang ideal. Ini adalah suatu pendekatan model input, yang fokus pada ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Ketrampilan-ketrampilan ini adalah kompetensi dan mencerminkan kemampuan potensial untuk melakukan sesuatu. Pengembangan pribadi yang bermutu unggul secara sistematis boleh jadi merupakan salah satu strategi yang mesti diusung ketika suatu perusahaan bemimpi menjadi yang terbaik. Dalam kaitannya dengan hal ini, beberapa tahun terakhir ini merebak satu pendekatan baru dalam menata kinerja manusia, yang acap disebut sebagai competency-based HR management (CBHRM), atau manajemen pengelolaan SDM berbasis kompetensi. Dalam pendekatan ini, kosa kata kompetensi menjadi elemen kunci. Secara umum, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan 4

5 dievaluasi. Dalam sejumlah literatur, kompetensi sering dibedakan menjadi dua tipe, yakni soft competency atau jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Contoh soft competency adalah: leadership, communication, interpersonal relation, dan lain-lain. Tipe kompetensi yang kedua sering disebut hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan. Dengan kata lain, kompetensi ini berkaitan dengan seluk beluk teknis yang berkaitan dengan pekerjaan yang ditekuni. Contoh hard competency adalah : electrical engineering, marketing research, financial analysis, manpower planning, dan lain-lain. Untuk melaksanakan penilaian multi sumber berbasis kompetensi ini tidaklah mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu, diantaranya : Manajemen dan Pegawai memahami dengan jelas tujuan dilakukannya penilaian multirater/multisource - Mengerti filosofi dasar dari budaya organisasi - Mengetahui apa yang diukur dan menginterpretasikan hasil Memiliki instrumen yang tepat - Memastikan kesiapan organisasi untuk melaksanakan penilaian multisource - Menggunakan instrumen yang didisain khusus untuk organisasi Mengadministrasi proses sesuai prosedur - Mensosialisasikan model/kriteria kompetensi dan cara penggunaan alat ukur kepada semua pihak yang terlibat - Mempersiapkan tim yang akan memberikan umpan balik Menyampaikan hasil dan memberi kontribusi pada organisasi - Menginterpretasikan hasil dan melakukan tindakan (umpan balik) - Melakukan proses coaching Penggunaan komputer sebagai alat bantu untuk pengujian psikologis dan pendidikan sudah dimulai sejak tahun Bahkan di tahun 1950, komputer tidak hanya digunakan untuk pemberian nilai dan pembentukan profil melainkan juga telah digunakan untuk interpretasi hasil pengujian. Dan akhirnya pada tahun 1970 pengujian administrasi perkantoran dan interpretasi hasilnya menjadi kenyataan dilakukan melalui komputer. Saat ini dimana komputer digunakan dalam berbagai bentuk mulai dari super komputer, komputer personal, note book hingga handphone berteknologi tinggi, pengujian dan penilaian dilakukan dengan menggunakannya dalam berbagai format. Pengujian dapat dilakukan baik secara langsung maupun online. Computer-assisted psychological assessment (CAPA) menjadi sebuah istilah untuk aktivitas ini. Hasil yang sangat luar biasa hingga dapat dikatakan sebuah revolusi dalam dunia penilaian di dunia. Dapat dibayangkan pada saat sebelum teknologi infornasi diimplementasikan untuk proses rekrutmen pegawai, maksimal kemampuannya menangani seribu pelamar itupun dikoleksi dalam waktu beberapa bulan. Saat ini dengan menggunakan teknologi informasi rekrutmen dapat menjadi magnet luar biasa bagi para pelamar, bayangkan dalam dua minggu dapat menarik lebih dari pelamar bahkan dalam beberapa kegiatan rekrutmen mencapai ratusan ribu. 5

6 METODOLOGI PENELITIAN Metodologi populer saat ini untuk pengembangan aplikasi yang dipergunakan oleh beberapa pengembang aplikasi kelas dunia adalah scrum. Scrum itu sendiri adalah pengembangan aplikasi dengan memperhatikan prinsip-prinsip standar pengembangan perangkat lunak dengan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Analisa Kebutuhan 2. Analisa Sistem yang telah berjalan 3. Perancangan Aplikasi berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan sumber daya (item-item yang telah tersedia) 4. Pengembangan Aplikasi Administrasi Pencatatan Pemberian Peringatan dan Sanksi beserta fitur-fitur yang diperlukan sesuai hasil analisa kebutuhan 5. Rangkaian Ujicoba dan Evaluasi Aplikasi sebagai bagian dari proses integrasi aplikasi ke dalam operasional 6. Pemeliharaan dan Pendampingan Metodologi Scrum adalah metodologi yang memihak dan mengikat pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan aplikasi termasuk di dalamnya pemilik pekerjaan sebagai Product Owner dalam istilah pada metodologi ini. Proses pengembangan aplikasi dengan menggunakan metodologi scrum seperti tergambar pada gambar 2. Gambar 2 Proses Scrum (Sumber : Proses Scrum : 1. pertemuan product owner dan team leader project. 2. Product owner mengungkapkan fitur apa saja yang ia inginkan dari sistem yang akan dikembangkan. 3. Daftar fitur disebut dengan istilah product backlog. 4. Tentukan urutan prioritas fitur sesuai keinginan product owner. 6

7 5. Kedua belah pihak juga menyepakati rentang waktu satu kali iterasi atau disebut sprint duration. 6. Team leader membawa daftar tersebut kepada anggota timnya (developer). 7. Daftar tadi dilakukan review oleh tim 8. Tiap fitur dipecah menjadi item-item yang lebih kecil (task) dan memberikan estimasi waktu pengerjaan atau effort (dalam satuan jam). 9. Sprint siap dimulai!! Keuntungan penerapan metodologi ini antara lain : Pengembangan dapat dilakukan dengan sangat cepat (ekskalasi waktu dan biaya dapat ditekan) Terkontrol dan hasil yang diperoleh sangat sesuai dengan kebutuhan user Sederhana dan dapat dikombinasikan dengan metode lain termasuk atributnya Secara umum hambatan yang biasanya terjadi dalam implementasi Scrum : Perlu komitmen yang tinggi dari user untuk terlibat dalam proses pengembangan secara langsung Perlu energi ekstra untuk setiap proses yang dikerjakan Scrum Master harus seseorang yang memiliki keahlian tinggi serta memiliki kewenangan dan wibawa untuk menjalankan proses Scrum Oleh karena hal di atas, hendaknya dalam penerapan Scrum harus memperhatikan kondisi dan budaya pemilik pekerjaan yang harus mampu mengimbangi cara kerja pengembang yang menggunakan scrum. Dalam penyusunan kuesioner penilaian multi sumber harus melalui proses Proses pembuatan Kuesioner penilaian multi sumber memiliki beberapa persyaratan: 1. Mencerminkan perilaku. Item yang dikembangkan dalam kuesioner mencerminkan perilaku yang spesifik dan dapat diobservasi. Item kuesioner harus menggambarkan perilaku yang konkrit. Contoh item yang mencerminkan perilaku: Menunjukkan senyum dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan Contoh Item yang tidak mencerminkan perilaku: Memahami pentingnya sikap ramah dalam memberikan pelayanan pelanggan 2. Menggunakan kalimat positif Item dikembangkan dengan menggunakan kalimat positif. Hindari pemakaian kalimat bersifat negatif Contoh Item dengan kalimat positif: Menggali informasi untuk mengenali kebutuhan pelanggan Contoh Item dengan kalimat negatif: Menyimpulkan kebutuhan pelanggan tanpa menggali kebutuhan pelanggan 7

8 3. Mengacu pada perilaku personal. Apabila memungkinkan item yang dikembangkan dengan mempertimbangkan sikap responden untuk menjawab secara personal dalam pengertian 9menilai dengan kepentingan dia, bukan pihak ketiga.. Hindari item yang dapat membuat responden menebak-nebak jawaban dari respon penilai. Contoh item dengan perilaku personal: Menyampaikan pujian ketika saya dapat mengatasi keluhan pelanggan Contoh item yang belummenggunakan perilaku personal. Menyampaikan pujian kepada karyawan yang mengatasi keluhan pelanggan. 4. Menggunakan berbagai sudut pandang (Multidirectional) Perlu dipertimbangkan bahwa multisouce assessment menggunakan beberapa sudut pandang dalam memberikan penilaian yang lengkap. Beberapa kompetensi dilihat dari sudut pandang penilai yang berbeda sehingga pengembangan item harus mempertimbangkan keterbatasan penilai dalam memberikan jawaban. Seperti pada kompetensi Customer Services Orientation --- Pengembangan budaya pelayanan hanya dapat dinilai oleh atasan manager atau rekan kerja yang bersentuhan dengan langsung dengan pelanggan. Bawahan akan menilai tindakan konkrit yang berhubungan dengan sejauh mana manager memberikan arahan dan contoh untuk mengembangkan budaya pelayanan Contoh item multidirectional: Untuk diri sendiri / atasan / rekan kerja : Menyusun rencana kerja yang berhubungan dengan pengembangan budaya pelayanan Untuk bawahan: Memberikan arahan yang sesuai dengan rencana kerja untuk meningkatkan pelayanan pelanggan Secara keseluruhan proses pembentukan kuesioner penilaian multi sumber dapat dilihat pada bagan seperti pada gambar 3 berikut. Item : Model Kompetensi Definisi Kompetensi Proficiency Level Critical Incicent YANG MULTIDIRECTI ONAL Pernyataan Pilihan Ganda Dimensi Pengukuran Respon ASESI Gambar 3 Proses Pembentukan Kuesioner Penilaian Multi Sumber 8

9 Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid dan reliabel, maka instrumen yang digunakan harus diuji tingkat reliabilitas dan validitasnya. Instrumen yang valid berarti bahwa intrumen yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan instrumen dikatakan reliabel jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, maka hasilnya akan sama (Malhotra, 2004). Reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel. Untuk mengetahui tingkat reliablitas suatu variabel dapat dilihat nilai Cronbach s Alfa. Variabel dianggap sudah reliabel apabila memiliki nilai Cronbach s Alfa lebih besar 0,6 (Cronbach s Alfa >0,6). Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kelayakan item-item dalam suatu daftar (konstruk) pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Daftar pertanyaan ini pada umunya mendukung suatu kelompok variabel tertentu. Kelompok variabel yang diukur adalah kompetensi Integritas, Customer Satisfaction Orientation, Achievement Orientation, Continous Learning, Adaptability, Business Spirit, Relationship Building, Developing Others, Decision Making, Strategic Thinking dan Team Leadership. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengukur validitas adalah dengan factorial validity (Ebel dalam Nazir 1988). Ukuran validitas suatu variabel dapat dilihat dari nilai loading factor. Suatu variabel dianggap sudah valid jika memiliki loading factor lebih besar dari atau sama dengan 0,5 (loading factor 0,5). Tahapan dalam pengujian validitas dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4 Tahapan uji realibilitas dan validitas Uji reliabilitas dan validitas dapat dilakukan jika jumlah responden (data yang terkumpul) minimal sebanyak 30 (n =30). Pengujian ini dilakukan menggunakan program SPSS version 15. Secara umum tahapan pengujian dengan analisis faktor meliputi (Singgih S & Fandy, 2001) : 1. Menyusun matrik korelasi yaitu menguji tingkat korelasi yang berfungsi untuk menentukan apakah variabel memiliki kesamaan atau tidak. Dalam hal ini yaitu memilih variabel yan layak dimasukkan dalam analisis. Jika sebuah variabel atau lebih berkorelasi rendah terhadap variabel lainnya, maka variabel tersebut akan dikeluarkan dari analisis. Penilaian kelayakan variabel dapat dilihat dari nilai KMO dan Bartlett s test yaitu lebih dari atau sama dengan 0,5 (KMO 0,5). 2. Setelah sejumlah variabel terpilih, dilakukan ekstraksi variabel yaitu menentukan jumlah faktor yang terbentuk. 9

10 3. Rotasi faktor, yaitu melihat apakah faktor yang terbentuk sudah menggambarkan perbedaan diantara faktor-faktor yang ada. Dengan kata lain adalah variabel yang membentuk suatu faktor sudah layak masuk faktor tersebut. Variabel yang layak membentuk suatu faktor yaitu dilihat dari nilai loading factor sama dengan atau lebih dari 0,5 (loading factor 0,5). Hal yang menjadi pertimbangan dilakukannya pengujian reliabilitas dan validitas 2 (dua) kali yaitu karena hasil pengujian pada tahap 1 (pertama), item-item pertanyaan yang menyusun suatu variabel belum secara signifikan dapat membedakan level untuk setiap kompetensi maupun menjelaskan kompetensi yang diukur. Oleh karena itu dari hasil pengujian tahap 1 (pertama), dilakukan perbaikan secara content validity terhadap item-item pertanyaan dan kemudian dilakukan pengujian reliabilitas dan validitas ulang terhadap item-item yang baru tersebut. Aplikasi untuk penilaian multi sumber menggunakan framework prado. Prado yang berbasis komponen dan event-driven mempunyai banyak keuntungan bagi untuk programmer web. Berikut keuntungan yang didapat programmer dalam membangun aplikasi web berbasis framework Prado: 1. Reusability, menggunakan kembali apa yang sudah kita buat tentu akan menghemat banyak waktu, tenaga, dan uang. Komponen-komponen dalam framework Prado dapat digunakan ulang. Banyak programmer lain yang memberikan kontribusi dalam mengembangkan komponen Prado. 2. Ease of use, komponen-komponen dalam Prado sangat mudah digunakan. Kita juga dapat membuat komponen sendiri dengan menurunkan class yang telah ada sesuai dengan kebutuhan. Kita juga dapat menggunakan apa yang sudah disumbangkan oleh programmer lain. Meskipun komponen tersebut bukan dikembangkan oleh pengembang Prado, namun dengan standar Prado kita dapat dengan mudah menggunakannya. 3. Robustness, Penggunaan Prado akan membebaskan programmer dari kebosanan menulis kode dan membuat kode yang salah. Semua kode ditulis dengan format object, method, dan properti. Hal ini tidak seperti pemrograman PHP yang biasa kita gunakan. Konsep ini lebih menyerupai dengan pemrograman desktop seperti pada Visual Basic atau Delphi. Prado mengambil beberapa konsep dari pemrograman.net dan Delphi. Seperti pada penanganan state, Prado mengambil konsep dari ASP.NET. 4. Performance, Prado menggunakan teknik cache untuk menjamin performance aplikasi. Dengan adanya cache ini maka Prado tidak perlu mem-parser ulang kode XML yang dibuat. Cukup dengan membaca dari kode yang telah diserialize di cache 5. Team Integration, Prado memisahkan business logic dan presentation logic. Pembuatan keduanya dilakukan pada file yang terpisah. Dengan demikian kita dapat memisahkan antara desain tampilan dan fungsi aplikasi dan memberikan tugas pengembangannya pada orang yang berbeda. 10

11 HASIL DAN PEMBAHASAN Aplikasi multi sumber dirancang sesuai dengan pengamatan pengguna aplikasi penilaian multi sumber yang terdiri dari admin dan pegawai yang dalam kaca mata sistem menjadi dua kategori : penilai dan yang dinilai. Kemudahan perancangan dengan menggunakan metode ini memberikan gambaran yang jelas tentang proses penilaian mulai dari persiapan hingga penilaian itu sendiri. Fungsi dari setiap pengguna atau dalam hal metode ini disebut sebagai aktor diinventarisir yaitu : Tahap persiapan : o setting penilaian di dalamnya terdapat upload kuesioner dan konfigurasi nilai atau fit index masing-masing level jabatan o Konfigurasi grup atau struktur organisasi o Administrasi pegawai terkait akses, penempatan dalam struktur, tingkat jabatan hingga atasan untuk dijadikan dasar pembentukan kelompok penilai o Pembentukan kelompok penilai Tahap Penilaian o Penilaian oleh atasan, rekanan dan bawahan sesuai dengan konfigurasi yang dibangun pada tahap persiapan o Monitoring atau pemantauan pelaksanaan penilaian o Pelaporan proses dan hasil penilaian secara simultan baik pada saat penilaian maupun pada saat masa penilaian berakhir Perancangan berorientasi obyek terhadap tugas dan fungsi aktor dapat digambarkan dalam use case pada gambar 5 sebagai berikut Setting Grup Administrasi Pegawai Yang Dinilai Admin Penilaian Kelompok Penilai Laporan Setting Penilaian Penilai Monitoring Komite Asesmen Gambar 5 Used Case Proses Penilaian Multi Sumber 11

12 Langkah pertama yang dilakukan adalah import data personalia karyawan beserta posisi dan atasannya. Atasan diperlukan untuk membentuk kelompok penilai dengan konsep : Atasan = Atasan Rekan Kerja = Karyawan dengan Atasan yang sama dengannya Bawahan = Karyawan dimana atasannya adalah dirinya (dirinya sebagai atasan) Proses import data ini melibatkan sekitar 4300 data karyawan sebagai calon penilai dan dinilai (saling menilai). Selanjutnya proses penilaian dilakukan dengan langkah sesuai dengan bagan pada gambar 6. Proses persiapan dimulai dengan pembentukan kelompok penilai. atau oleh sistem Gambar 6 Alur Proses Administrasi Penilaian Multi Sumber Proses penilaian dikondisikan sebagai sesuatu yang finite atau dalam kurun waktu terbatas. Aplikasi akan membuka fase penilaian dan menutup secara otomatis fase tersebut bila telah sampai pada waktu yang ditentukan. Setelah fase penilaian ditutup, maka tidak akan ada karyawan lagi yang dapat login ke dalam aplikasi sebagai penilai. Hasil penilaian tetap dapat diperoleh karena mempertimbangkan pengaruh ratarata. Dengan menggunakan aplikasi multi sumber pola seperti ini, penilaian mudah, cepat dan disimpan per kompetensi (multi halaman). Meski penilaian belum selesai namun data hasil penilaian dapat diretrieve secara progresif. Artinya penilaian dapat diselesaikan separuh dan dilanjutkan di lain waktu tanpa harus mengulang dari awal. 12

13 Semakin mudah penilaian menyebabkan tingkat partisipasi penilai menjadi tinggi hingga mencapai 90% pada minggu pertama. KESIMPULAN DAN SARAN Penilaian multisumber dipilih untuk memperbesar obyektivitas penilaian dalam mencapai tingkat fair tertinggi. Penilaian multi sumber juga dapat membagi beban penilai yang biasanya dilakukan oleh atasan atau bagian asesmen SDM dan penyeimbang nilai yang diberikan dari satu penilai. Penilaian multi sumber sebaiknya dilakukan setelah dapat disusun direktori kompetensi agar arahan dalam menyusun kuisioner dan evaluasi hasil lebih jelas. Penilaian multi sumber tidak mungkin dilakukan tanpa menggunakan bantuan teknologi informasi bila telah melibatkan jumlah karyawan yang besar (di atas 50 karyawan). Penggunaan teknologi informasi juga mempermudah proses, mempercepat, terarah dengan bukti proses melalui monitor secara on line dan meningkatkan akurasi hasil penilaian. Penilaian multi sumber biasanya digunakan untuk melengkapi matriks penilaian, dimana penilaian multi sumber melalui kompetensi melengkapi penilaian kinerja yang dilakukan melalui pencapaian target. Proses penilaian setidaknya melibatkan bagian personalia, administrator IT dan komite appraisal. Aplikasi penilaian multi sumber ini dilengkapi dengan hasil berupa laporan individu dan rekap. Aplikasi penilaian multi sumber dibangun di atas platform yang mendukung fleksibilitas proses dan jangkauan penilaian. Evaluasi hasil penilaian di peroleh beberapa kemajuan proses dan hasil penilaian SDM dengan menggunakan teknik penilaian multi sumber sebagai berikut : 1. Hasil penilaian dinilai lebih obyektif 2. Proses penilaian dapat dilakukan dgn cepat 3. Tingkat partisipasi penilai sangat tinggi, karena penilai tidak lagi sungkan menilai karena khawatir tidak obyektif. 4. Harmonisasi antar karyawan dapat dijaga karena masing2 mengetahui bahwa proses penilaian hampir mustahil untuk dikotori dengan rasa sentimen atau pilih kasih 5. Jumlah kasus sangat minim, sehingga pekerja komite appraisal menjadi lebih terarah dan evaluasi dapat dilakukan dengan kualitas tinggi. 6. Monitor kinerja dan hasil penilaian dapat dilakukan secara berkesinambungan 7. Hasil penilaian dapat diperoleh dalam bentuk detail 8. Pemeringkatan hasil penilaian dapat dilakukan dgn lebih baik mengingat kasus yang terjadi sangat minim. Hal ini menjawab semua masalah dan ternyata lebih jauh memberikan inovasai serta tujuan yang lebih tinggi yang sebelumnya tidak pernah dipikirkan sebelum implementasi teknologi ini dilakukan. 13

14 Dalam menerapkan penilaian multi sumber melalui aplikasi ini tidak perlu dikhawatirkan terhambat budaya kerja yang tidak mendukung. Kekurangan aplikasi penilaian ini belum dicoba untuk dua semester penilaian. Peluang untuk menggunakan metode penilaian ini sebagai penilaian standar perusahaan sangat baik, aplikasi memungkinkan untuk di kembangkan dari sisi konten. Dengan penambahan konten akan memperkaya aplikasi dan membuat arahan penilaian obyektif semakin lebih jelas. DAFTAR PUSTAKA Aiken, Lewis R. and Groth-Marnat, Gary Pengetesan dan Pemeriksaan Psikologi. Edisi keduabelas. PT Indeks, Jakarta. Anastasi, Anne & Urbina, Susana Psychological Testing (Seventh Edition). Prentice Hall, Inc., Upper Saddle River, New Jersey Ajzen, I The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes. Basri, A. F. M., & Rivai, V Performance Appraisal. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Cohen, Ronald Jay. Swerdlik, Mark E Psychological Testing and Assessment : An Introduction to Tests and Measurement. Sixth Edition. McGraw-Hill International. Dewitz, Sandra Donaldson System Analysis and Design and the Transition to Objects, The McGraw-Hill Companies, Inc. Singapore Gea, Antonius Atosokhi. Wulandari, Antonina Panca Yuni. Babari, Yohanes Character Building II : Relasi dengan Sesama cetakan ketiga. PT Gramedia, Jakarta. Graham R, A Theory of Perception. Research Paper. co.nz/ paper1.htm Gregory, Robert J Psychological Testing : History, Principles, and Applications, 4 th edition, Pearson Education Group, Inc. United States of America. Hill, G. (2000). Ten ways to get kids excited about running. The Journal of Physical Education, Recreation, & Dance, 71(4), Jackson, Susan E. Schuller, Randall S Managing Human Resources. Through Strategic Partnerships. Thompson Business & Professional Publishing Pressman, Roger S Software Engineering : A Practitioner s Approach. Third Edition. McGraw-Hill International Edition, Singapore. Schein, Edgar H Seri Manajemen No. 80 : Psikologi Organisasi terbitan ketiga. PT Pustaka Binaman Pressindo. Shaughnessy, John J. Zechmeister, Eugene B. Zechmeister, Jeanne S Research Methods in Psychology. Fifth Edition. McGraw-Hill Inc. Singapore. Shirley Fletcher The Art of Training and Development : Competence - Based Assesment Techniques : Teknik Penilaian Berbasis Kompetensi. PT Buana Ilmu Populer 14

15 Syafei, Buyung Ahmad, PhD Kompeten dan Kompetensi. deroe.files.wordpress. com/2007/10/kompetensi.doc,. Whitten, Jeffrey L. Bentley, Lonnie D. and Dittman, Kevin C System Analysis and Design Methods. Sixth Edition. McGraw-Hill, Inc. Wilson,D Metarepresentation in linguistic communication. in Sperber,D. (ed.) Metarepresentations: A multidisciplinary perspective. Oxford: Oxford University Press. 15

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA.

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA. MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN Modul ke: 05 KURIKULUM TRAINING Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Instruksional Umum : 1.

Lebih terperinci

Manajemen Proyek Minggu 2

Manajemen Proyek Minggu 2 Project Management Process Manajemen Proyek Minggu 2 Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Initiating / Requirement :...awal siklus! Planning : perencanaan... Executing : Lakukan! Monitoring and Controlling

Lebih terperinci

SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE. Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 ABSTRAK

SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE. Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 ABSTRAK SISTEM ADMINISTRASI KOPERASI SIMPAN PINJAM KOPKAR SEJAHTERA UPY MENGGUNAKAN MULTI INTERFACE Oleh: MUHAMMAD NASHIR 1 AHMAD RIYADI 2 1 Mahasiswa S1-Program Studi Teknik Informatika, Universitas PGRI Yogyakarta

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB Moses L. Singgih 1, Sri Gunani Partiwi 2 dan Arum S. Dani 3 Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi

Lebih terperinci

EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA. Liche Seniati Chairy

EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA. Liche Seniati Chairy EVALUASI DOSEN SEBAGAI BENTUK PENILAIAN KINERJA Liche Seniati Chairy Disampaikan dalam: Workshop Evaluasi Kinerja Dosen oleh Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 9 April 2005 1 EVALUASI DOSEN SEBAGAI

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG Dedy Kasraji 1, Soni Fajar Surya G, S.T., MCAS. 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA Suryanto 1 e-mail : Suryanto1865@yahoo.com Diterima :20 Juli 2010 /Disetujui : 12 Agustus 2010 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

Kata Kunci : AHP (Analytical Hierarchy Process), SPK, seleksi, bobot, calon karyawan.

Kata Kunci : AHP (Analytical Hierarchy Process), SPK, seleksi, bobot, calon karyawan. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN KARYAWAN BARU MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROSCESS (STUDI KASUS: PT. INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA (INSANI) KALIMANTAN BARAT) Randi Ariefianto 1, M

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang E-commerce merupakan salah satu contoh pemakaian teknologi informasi di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce sendiri adalah sebuah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN 1 Etty Roswitha Ariyani 1 Jl. Rawa Papan Rt. 012/006 No. 48 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan (roswithaariyani@yahoo.com)

Lebih terperinci

Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management)

Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management) Manajemen kualitas proyek (Project Quality Management) Manajemen kualitas proyek merupakan knowledge area yang sulit untuk didefinisikan. ISO mendefinisikan kualitas sebagai totalitas karakteristik dari

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM. PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd.

EVALUASI PROGRAM. PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd. EVALUASI PROGRAM PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd. 1 Interrelation among concept : Doran, Lawrenz & Helgenson (1995) EVALUATION TESTING MEASUREMENT ASSESSMENT Evaluation: to evaluate the

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian yang berjudul Studi Deskriptif Mengenai Motif Prososial Nara Didik Sekolah Minggu Gereja Kristen Indonesia Berusia 9-12 Tahun di Bandung. bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai

Lebih terperinci

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI

TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SILIWANGI NOMOR : USULAN PENELITIAN TUGAS AKHIR N a m a : Yunita Indrasari N P M : 107006248 Alamat Kontak Lokasi Penelitian Lama Penelitian : 085746214441/ yunita.indrasari@student.unsil.ac.id : CV. CITRA AYU :

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini berjudul Studi deskriptif mengenai tingkat kematangan bawahan pada pramugara PT X Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kematangan

Lebih terperinci

STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK JURNAL INFORMATIKA Vol. 3, No. 2, Nopember 2002: 74-79 STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK Agustinus Noertjahyana Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

UJI COBA MODEL (VALIDASI)

UJI COBA MODEL (VALIDASI) UJI COBA MODEL (VALIDASI) Yaya Jakaria PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN DAN INOVASI PENDIDIKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2009 Uji Coba Model atau Produk Uji coba

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH Febria Sri Handayani STMIK PalComTech Abstract STMIK PalComTech student portal website used as a means of promotion of academic

Lebih terperinci

REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN. Ully Isnaeni Effendi. Abstract

REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN. Ully Isnaeni Effendi. Abstract REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan terus terjadi (change, change, and change again) Sumber daya manusia (SDM) adalah aset (human capital) berharga bagi suatu

Lebih terperinci

Belajar Berbasis Aneka Sumber

Belajar Berbasis Aneka Sumber Materi 3 Belajar Berbasis Aneka Sumber Petunjuk belajar Perkembangan teknologi informasi yang pesat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aktivitas kehidupan manusia termasuk didalamnya aktivitas

Lebih terperinci

Standart Operating Procedure

Standart Operating Procedure Standart Operating Procedure Pengertian SOP : Instruksi sederhana, untuk menyelesaikan tugas rutin dengan cara yang paling efektiv dalam rangka memenuhi persyaratan operasional. (EMS departement, 1998)

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS DOSEN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS DOSEN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN PANDUAN PENULISAN KARYA TULIS DOSEN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN PERPUSTAKAAN JOHANNES OENTORO UNIVERSITAS PELITA HARAPAN KARAWACI 2009 KATA PENGANTAR Sebagai salah satu persyaratan dalam kenaikan jenjang

Lebih terperinci

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1 Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan

Lebih terperinci

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM)

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Definisi 1 : Suatu cara meningkatkan kinerja secara terus-menerus (continuous performance improvement) pada setiap level operasi atau proses,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN Laksmi Sito Dwi Irvianti 1 ABSTRACT Regarding the importance of employee s work motivation and how it affects the productivity and the performance of

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus

LAPORAN SKRIPSI. Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus LAPORAN SKRIPSI Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis Web pada SMA NU Al Ma ruf Kudus Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program studi Sistem Informasi S-1

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. rupa sehingga dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Implementasi Sistem Tahap ini merupakan pembuatan perangkat lunak yang disesuaikan dengan rancangan atau desain sistem yang telah dibuat. Aplikasi yang dibuat akan

Lebih terperinci

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Leo Willyanto Santoso Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang

Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, tugas adalah kewajiban yang harus dikerjakan, pekerjaan yang merupakan tanggung jawab, pekerjaan yang dibebankan, maupun perintah

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan,

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produk 2.1.1. Pengertian Produk Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian Alat penelitian berupa komputer yang akan diimplementasikan prototipe perangkat lunak sistem manajemen klaim asuransi dengan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004 KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X Silvia Rostianingsih 1, Moh. Isa Irawan, Sri Finalyah 1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen

Lebih terperinci

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH

PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SUKOHARJO BERBASIS WEB DISUSUN OLEH : AHMAD SIDIQ (K3513007)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SUKOHARJO BERBASIS WEB DISUSUN OLEH : AHMAD SIDIQ (K3513007) SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SUKOHARJO BERBASIS WEB DISUSUN OLEH : AHMAD SIDIQ (K3513007) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Agustinus Tjahyono Widigdyo Anggara M. Abstract : Employee recruitment is a process of a company to obtain prospective employees

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat stress kerja yang dialami oleh para manajer madya di perusahaan X Bandung. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah

Lebih terperinci

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI

Lebih terperinci

Mobile Meter Reading adalah paket aplikasi. Aplikasi. (Mobile Meter Reading)

Mobile Meter Reading adalah paket aplikasi. Aplikasi. (Mobile Meter Reading) Aplikasi M M R (Mobile Meter Reading) Mobile Meter Reading adalah paket aplikasi yang lengkap dan mudah yang didesain untuk kemudahan dalam pengambilan data maupun penyajian data. Aplikasi ini dibuat dengan

Lebih terperinci

ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM PENILAIAN UNJUK KERJA *) Dr. Liche Seniati Chairy, psi **)

ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM PENILAIAN UNJUK KERJA *) Dr. Liche Seniati Chairy, psi **) ASPEK-ASPEK PSIKOLOGIS DALAM PENILAIAN UNJUK KERJA *) Dr. Liche Seniati Chairy, psi **) Pengantar Setiap karyawan dalam organisasi atau perusahaan apapun menjalankan pekerjaannya untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE DOF LATAR BELAKANG Penyebab gerakan adalah gaya. Gaya merupakan pembangkit gerakan. Objek bergerak karena adanya gaya yang bekerja padanya.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010 PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI TENTANGPENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (Studi Kasus Mahasiswa Program S1 Akuntansi IBN) Albertus Karjono Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I.Panjaitan Kav. 24 Jakarta

Lebih terperinci

Materi #4 EMA503 Manajemen Kualitas 2013 BUDAYA MUTU

Materi #4 EMA503 Manajemen Kualitas 2013 BUDAYA MUTU #4 BUDAYA MUTU Pengertian Budaya Mutu Untuk memahami budaya mutu, terlebih dahulu harus memahami budaya organisasi, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut: Peningkatan terhadap bisnis/usaha Nilai organisasi

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

LEAN ACCOUNTING: SUATU ALTERNATIF TEKNIK AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR

LEAN ACCOUNTING: SUATU ALTERNATIF TEKNIK AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR LEAN ACCOUNTING: SUATU ALTERNATIF TEKNIK AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR Eka Ardhani Sisdyani Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ABSTRAK Manufacturing techniques have

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM MANAJEMEN PROYEK 1 MANAJEMEN PROYEK P/L IF015 3 SKS

GAMBARAN UMUM MANAJEMEN PROYEK 1 MANAJEMEN PROYEK P/L IF015 3 SKS GAMBARAN UMUM 1 PROYEK EFISIEN? MANAJEMEN / PENGELOLAAN EFEKTIF SUKSE S 2 PROYEK PROYEK: Usaha dalam waktu yang terbatas untuk mencapai tujuan /hasil tertentu (produk/jasa) Umumnya proyek melibatkan banyak

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TEMPAT RISET TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA GARUT

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TEMPAT RISET TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA GARUT RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TEMPAT RISET TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA GARUT Yosep Bustomi 1, M. Ali Ramdhani 2, Rinda Cahyana 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl.

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa dengan Pendekatan Metode Servqual (Studi Kasus pada Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya CILACS UII, Yogyakarta) Hendy Ahmad Febrian 1,

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda. Suatu budaya organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai sejumlah fungsi dalam organisasi yaitu,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS.

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 121 Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 1. Pilih program SPSS for Windows pada komputer anda. Setelah itu, pilih Cancel. 2. Pada variable view, ketik: Nomor1 (Nomor2, Nomor3,, Nomor20)

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Mery Citra.S Abstract Training is believed as one effective tool that can increase organization productivity. However, not all training

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIMPAN PINJAM KOPERASI BANK SUMSEL BABEL Juwita Eka Putri Salimin Bahar Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Koperasi Cermat Bank Sumsel adalah salah satu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan Rumah Sakit khususnya rumah sakit privat di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Menurut informasi yang didapatkan dari website Kementrian Kesehatan RI

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI SERVICE QUALITY HYPERMART DI SURABAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU PENGUNJUNG MENGGUNAKAN MODEL RETAIL SERVICE QUALITY SCALE (RSQS)

IDENTIFIKASI SERVICE QUALITY HYPERMART DI SURABAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU PENGUNJUNG MENGGUNAKAN MODEL RETAIL SERVICE QUALITY SCALE (RSQS) TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI SERVICE QUALITY HYPERMART DI SURABAYA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERILAKU PENGUNJUNG MENGGUNAKAN MODEL RETAIL SERVICE QUALITY SCALE (RSQS) Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

dan fungsinya. Pada tahapan selanjutnya diharapkan akan terwujud peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat selaku end user.

dan fungsinya. Pada tahapan selanjutnya diharapkan akan terwujud peningkatan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat selaku end user. LAMPIRAN : PERATURAN BADAN PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR KOMPETENSI JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA DAN JABATAN TINGGI PRATAMA DAN TATA CARA PENGISIAN JABATAN SECARA TERBUKA

Lebih terperinci

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web

Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Reasoning Agent Pada Sistem Personalisasi Situs Web Pandu Setia Gama, pandu@student.eepis-its.edu Abstract----Internet merupakan jaringan global yang banyak digunakan oleh masyarakat pada saat ini. Penggunaan

Lebih terperinci

Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus

Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus LAPORAN SKRIPSI Sistem Aplikasi Penentuan Harga Pokok Produksi Tas Pada Konveksi IMA Collection Kudus Disusun Oleh : Nama : Pujiyanto Wibowo NIM : 2007-53-123 Jurusan : Sistem Informasi Fakultas : Teknik

Lebih terperinci

Kristina Nuraini Jurusan SI, Fakultas ILMU KOMPUTER Universitas Gunadarma, Depok ABSTRAKSI

Kristina Nuraini Jurusan SI, Fakultas ILMU KOMPUTER Universitas Gunadarma, Depok ABSTRAKSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS WEB MATA KULIAH PENGANTAR TEORI GRAF MENGGUNAKAN JOOMLA DAM MACROMEDIA FLASH 8 (STUDI KASUS POKOK BAHASAN TEORI DASAR GRAF DAN PEWARNAAN GRAF) Kristina Nuraini Jurusan

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN A. Validitas a. Pengertian Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) SKRIPSI Disusun Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Meraih

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Jenis Tanaman Berdasarkan Komposisi Tanah dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Jenis Tanaman Berdasarkan Komposisi Tanah dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) LAPORAN SKRIPSI Sistem Penunjang Keputusan Penentuan Jenis Tanaman Berdasarkan Komposisi Tanah dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Laporan Ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB III DISAIN PRODUK

BAB III DISAIN PRODUK BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan

Lebih terperinci

PERANGKAT AJAR BAHASA INGGRIS UNTUK TINGKAT SD KELAS 4-6 BERBASIS MULTIMEDIA

PERANGKAT AJAR BAHASA INGGRIS UNTUK TINGKAT SD KELAS 4-6 BERBASIS MULTIMEDIA PERANGKAT AJAR BAHASA INGGRIS UNTUK TINGKAT SD KELAS 4-6 BERBASIS MULTIMEDIA Aegis Agassi Artosena Universitas Bina Nusantara Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530 Telp. (62-21)

Lebih terperinci

ANALISA KEEFEKTIFAN SHANGRI-LA ACADEMY PROGRAM TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI SHANGRI-LA HOTEL SURABAYA

ANALISA KEEFEKTIFAN SHANGRI-LA ACADEMY PROGRAM TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI SHANGRI-LA HOTEL SURABAYA ANALISA KEEFEKTIFAN SHANGRI-LA ACADEMY PROGRAM TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI SHANGRI-LA HOTEL SURABAYA Eddy Madiono Sutanto Lina Fandianto Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra esutanto@petra.ac.id

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS

PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS PROPOSAL PENAWARAN SOFTWARE DISC, PAULI DAN SOFTWARE EPPS Proposal Penawaran Sofe DISC ah DISC itu? Teori DISC modern dimunculkan pada tahu 1920 oleh William Moulton Marston. Marston yang kini dikenal

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu

Lebih terperinci

Dokumen ini dapat digunakan, disalin, disebarluaskan baik sebagian ataupun seluruhnya dengan syarat mencantumkan sumber asli.

Dokumen ini dapat digunakan, disalin, disebarluaskan baik sebagian ataupun seluruhnya dengan syarat mencantumkan sumber asli. Dokumen ini dapat digunakan, disalin, disebarluaskan baik sebagian ataupun seluruhnya dengan syarat mencantumkan sumber asli. Rencana Strategis (Renstra) 2010-2014 mengarahkan Kementerian Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP)

PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) 1 PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROSEDURE (SOP) dr. AGUS DWI PITONO,M.KES Disampaiakn pada Pertemuan Penyusunan SOP Dinas Kesehatan Kota Bima 02 Maret 2015 2 ORGANISASI PEMERINTAH DASAR HUKUM: Peraturan

Lebih terperinci

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. mengatasi permasalahan yang diangkat pada penelitian ini. Tahap-tahap yang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM. mengatasi permasalahan yang diangkat pada penelitian ini. Tahap-tahap yang BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM 4.1 Implementasi Sistem Implementasi bertujuan untuk menerapkan sistem yang dibangun untuk mengatasi permasalahan yang diangkat pada penelitian ini. Tahap-tahap

Lebih terperinci

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan komputer terkenal, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci