BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014"

Transkripsi

1 BAB IV ANALISIS KORELASI PELAKSANAAN PROGRAM KELAS UNGGULAN DENGAN HASIL UJIAN NASIONAL SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH PEKALONGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Setelah data hasil penelitian tentang pelaksanaan program kelas unggulan dan data hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data-data tersebut. A. Analisis Pelaksanaan Program Kelas Unggulan di SMP Muhammadiyah Pekalongan Untuk memperoleh data khususnya tentang pelaksanaan program kelas unggulan, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket yang diajukan langsung kepada responden yang berjumlah 16 item pertanyaan. Dari tiap-tiap item mempunyai 4 (empat) alternatif jawaban yang memiliki bobot skor yang berbeda, yaitu sebagai berikut: 1. Alternatif jawaban A memiliki bobot nilai Alternatif jawaban B memiliki bobot nilai Alternatif jawaban C memiliki bobot nilai Alternatif jawaban D memiliki bobot nilai 1. Adapun analisis data terkait pelaksanaan program kelas unggulan adalah sebagai berikut: 68

2 69 Tabel 8 Nilai Hasil Angket Pelaksanaan Program Kelas Unggulan Jawaban Angket Skor Nilai Ratarata No. a b c d a b c d Jumlah , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,25 Jumlah Total ,71 Data yang diperoleh dari angket tentang pelaksanaan program kelas unggulan dengan populasi 29 orang didapatkan skor nilai tertinggi 3,44 dan skor terendah adalah 2,75. Dari angket tentang pelaksanaan program kelas

3 70 unggulan sebagai variabel X dengan skor nilai tertinggi hingga skor terendah adalah sebagai berikut: 3,44 3,44 3,37 3,37 3,31 3,25 3,25 3,25 3,25 3,19 3,12 3,12 3,12 3,12 3,12 3,12 3,12 3,06 3,06 3,06 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 2,94 2,94 2, ,75 Dari data tersebut dapat diketahui ΣX = 90,71. Selanjutnya adalah menentukan kelas interval dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menentukan kualifikasi dan interval nilai a. Manentukan jumlah interval kelas K = 1 + 3,3 log n Keterangan: K n log : jumlah interval kelas : jumlah data pengamatan : logaritma dengan banyaknya data 29 responden, maka jumlah interval kelas sebanyak: K = 1 + 3,3 log 29 = 1 + 4,82 = 5,82 dibulatkan menjadi 6 b. Menentukan rentang data (Range/ R) R = Xmax Xmin = 3,44 2,75 = 0,69

4 71 2. Menentukan panjang interval kelas Rumus : i = R K Keterangan: i R K : panjang interval kelas : rentang data : banyaknya interval kelas Diketahui : R = 0,69 dan K = 6, maka: i = R K = 0,69 6 = 0,115 Dengan panjang interval 0,115, maka nilainya adalah 2,75-2,864, 2,865-2,97, 2,98-3,094, 3,095-3,20, 3,21-3,324, 3,325-3,44. Interval tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi di bawah ini. Tabel 9 Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X Interval Frekuensi Prosentasi (%) 2,75 2, ,865 2, ,98 3, ,095 3, ,21 3, ,325 3, Jumlah

5 72 Berdasarkan tabel di atas diketahui frekuensi terbanyak pada interval antara 2,98 3,094 dan 3,095 3,20 yaitu 28%, sedangkan frekuensi terendah pada interval antara 2,75 2,864 yaitu 3%. 3. Menentukan nilai rata-rata dari variabel X dengan menggunakan rumus mean, yaitu: µ = ΣX N Keterangan: µ : mean (nilai rata-rata) ΣX N : jumlah nilai X : jumlah responden Diketahui: ΣX sebesar 90,71 dan n sebesar 29, maka µ = 90,71 29 = 3,128 Jadi nilai mean (nilai rata-rata) dari data tentang pelaksanaan program kelas unggulan sebesar 3,128. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa pelaksanaan program kelas unggulan termasuk dalam kategori baik karena berada pada interval 3,095-3,20. Ini dapat dilihat melalui tabel penilaian sebagai berikut: Tabel 10 Tabel penilaian Interval Penilaian 2,75 2,864 Sangat kurang 2,865 2,97 Kurang 2,98 3,094 Cukup 3,095 3,20 Baik

6 73 3,21 3,324 Baik sekali 3,325 3,44 Sangat baik sekali B. Analisis Hasil Ujian Nasional Siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan Tahun Ajaran 2013/2014 Untuk memperoleh data khususnya tentang hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi yang didapatkan langsung dari sekolah merupakan nilai murni hasil ujian nasional siswa. Dan untuk menganalisis hasil ujian nasional siswa, maka peneliti mengambil nilai rata-rata siswa dari seluruh mata pelajaran yang diujikan. Adapun analisis data hasil ujian nasional siswa kelas unggulan SMP Muhammadiyah Pekalongan adalah sebagai berikut: Tabel 11 Nilai Hasil Ujian Nasional Siswa Kelas Unggulan SMP Muhammadiyah Pekalongan Tahun Ajaran 2013/2014 Mata Pelajaran No B. Indo B.Inggris Matematika IPA Jumlah Rata-rata 1 8,20 8,20 8,25 8,00 32,65 8,16 2 8,60 7,20 4,75 6,50 27,05 6,76 3 7,00 4,60 2,25 3,75 17,60 4,40 4 8,00 7,40 4,25 5,25 24,90 6,22 5 8,00 6,20 4,75 6,25 25,20 6,30 6 7,40 4,40 2,75 7,00 21,55 5,39 7 6,80 5,00 3,25 5,50 20,55 5,14 8 7,20 6,20 5,50 4,75 23,65 5,91 9 7,00 7,20 4,25 5,75 24,20 6, ,40 7,00 2,75 5,00 22,65 5, ,00 5,60 4,50 5,75 22,85 5, ,80 5,20 2,00 3,75 17,75 4,44

7 ,80 5,00 3,75 5,75 22,30 5, ,20 7,40 6,00 6,50 27,10 6, ,40 5,40 3,00 3,25 18,05 4, ,60 4,00 4,00 4,50 19,10 4, ,20 9,40 9,75 9,25 36,60 9, ,40 6,80 3,00 5,25 23,45 5, ,00 5,60 4,25 5,75 22,65 5, ,40 3,80 3,25 3,75 18,20 4, ,40 5,00 5,00 5,50 22,90 5, ,60 5,20 4,50 4,25 21,55 5, ,00 5,60 7,00 7,50 28,10 7, ,00 4,40 3,00 3,75 18,15 4, ,60 6,80 6,25 6,75 27,40 6, ,00 8,20 6,00 6,25 28,45 7, ,60 6,00 3,75 6,50 24,85 6, ,40 5,40 3,00 4,25 19,05 4, ,40 6,40 5,75 5,50 25,05 6,26 Jumlah Total 170,88 Data yang diperoleh dari hasil ujian nasional siswa dengan populasi 29 orang didapatkan nilai rata-rata tertinggi 9,15 dan nilai rata-rata terendah adalah 4,40. Adapun dari seluruh data hasil ujian nasional siswa sebagai variabel Y dari nilai rata-rata tertinggi hingga nilai rata-rata terendah dapat dilihat melalui data berikut ini: 9,15 8,16 7,11 7,02 6,85 6,78 6,76 6,30 6,26 6,22 6,21 6,05 5,91 5,86 5,72 5,71 5,67 5,65 5,58 5,39 5,39 5,14 4,78 4,76 4,55 4,54 4,51 4,44 4,40 Dari data tersebut dapat diketahui ΣY = 170,88. Selanjutnya adalah menentukan kelas interval dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menentukan kualifikasi dan interval nilai a. Manentukan jumlah interval kelas K = 1 + 3,3 log n

8 75 Keterangan: K n log : jumlah interval kelas : jumlah data pengamatan : logaritma dengan banyaknya data 29 responden, maka jumlah interval kelas sebanyak: K = 1 + 3,3 log 29 = 1 + 4,82 = 5,82 dibulatkan menjadi 6 b. Menentukan rentang data (Range/ R) R = Xmax Xmin = 9,15 4,40 = 4,75 2. Menentukan panjang interval kelas Rumus : i = R K Keterangan: i R K : panjang interval kelas : rentang data : banyaknya interval kelas Diketahui : R = 4,75 dan K = 6, maka i = R K = 4,75 6

9 76 = 0,79 Dengan panjang interval 0,79, maka nilainya adalah 4,40-5,18, 5,19-5,97, 5,98-6,76, 6,77-7,55, 7,56-8,34, 8,35-9,15. Interval tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi di bawah ini. Tabel 12 Tabel distribusi frekuensi variabel Y Interval Frekuensi Prosentasi (%) 4,40 5, ,19 5, ,98 6, ,77 7, ,56 8, ,35 9, Jumlah Berdasarkan tabel di atas diketahui frekuensi terbanyak pada interval antara 4,40-5,18 dan 5,19-5,97 yaitu 28%, sedangkan frekuensi terendah pada interval antara 7,56-8,34 dan 8,35-9,15 yaitu 3%. 3. Menentukan nilai rata-rata dari variabel X dengan menggunakan rumus mean, yaitu: µ = ΣX N Keterangan: µ : mean (nilai rata-rata) ΣX N : jumlah nilai X : jumlah responden Diketahui: ΣX sebesar 170,9 dan N sebesar 29, maka

10 77 µ = 170,9 29 = 5,89 Jadi nilai mean (nilai rata-rata) dari data tentang hasil ujian nasional siswa sebesar 5,89. Berdasarkan hasil perhitungan terssebut dapat diketahui bahwa hasil ujian nasional siswa termasuk dalam kategori kurang, karena berada pada interval 5,19-5,97. Ini dapat dilihat melalui tabel penilaian sebagai berikut: Tabel 13 Tabel penilaian Interval Penilaian 4,40 5,18 Sangat kurang sekali 5,19 5,97 Kurang 5,98 6,76 Cukup 6,77 7,55 Baik 7,56 8,34 Baik sekali 8,35 9,15 Sangat baik sekali C. Analisis Korelasi Pelaksanaan Program Kelas Unggulan dengan Hasil Ujian Nasional Siswa di SMP Muhmmadiyah Pekalongan Tahun Ajaran 2013/2014 Untuk membuktikan apakah ada korelasi antara pelaksanaan program kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa, maka peneliti menggunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahuinya. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut: R xy = N ΣXY (ΣX) (ΣY) {NΣX 2 (ΣX) 2 }{NΣY 2 (ΣY) 2 }

11 78 Keterangan: R xy N X Y ΣX 2 ΣY 2 ΣXY : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y : banyaknya sampel penelitian : variabel bebas : variabel terikat : jumlah skor X yang dikuadratkan : jumlah skor Y yang dikuadratkan : jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y Untuk memperoleh angka indeks korelasi antara variabel X dengan variabel Y, langkah selanjutnya adalah membuat tabel perhitungan sebagai berikut: Tabel 14 Tabel Nilai Koefisien Korelasi No. X Y X 2 Y 2 XY 1 3,25 8,16 10,56 66,58 26,52 2 2,94 6,76 8,64 45,69 19,87 3 3,31 4,40 10,96 19,36 14,56 4 3,44 6,22 11,83 38,69 21,39 5 3,44 6,30 11,83 39,69 21,67 6 3,12 5,39 9,73 29,05 16,82 7 3,12 5,14 9,73 26,41 16,04 8 3,12 5,91 9,73 34,93 18,44 9 2,94 6,05 8,64 36,60 17, ,00 5,67 9,00 32,14 17, ,25 5,71 10,56 32,60 18, ,75 4,44 7,56 19,71 12, ,12 5,58 9,73 31,14 17, ,37 6,78 11,36 45,96 22, ,94 4,51 8,64 20,34 13, ,12 4,78 9,73 22,84 14,91

12 ,37 9,15 11,36 83,72 30, ,00 5,86 9,00 34,33 17, ,19 5,65 10,18 31,92 18, ,00 4,55 9,00 20,70 13, ,12 5,72 9,73 32,71 17, ,00 5,39 9,00 29,05 16, ,12 7,02 9,73 49,28 21, ,25 4,54 10,56 20,61 14, ,06 6,85 9,36 46,92 20, ,06 7,11 9,36 50,55 21, ,06 6,21 9,36 38,56 19, ,00 4,76 9,00 22,65 14, ,25 6,26 10,56 39,19 20,34 Jumlah 90,71 170,88 284, ,92 536,4 Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa: N = 29 Σx = 90,71 Σy = 170,88 Σx 2 = 284,43 Σy 2 = 1041,92 Σxy = 536,4 Kemudian langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai-nilai tersebut ke dalam rumus korelasi product moment sebagai berikut: R xy = N ΣXY (ΣX) (ΣY) {NΣX 2 (ΣX) 2 }{NΣY 2 (ΣY) 2 } = 29 x 536,4 (90,71) (170,88) {29 x 284,43 (90,71) 2 } {29 x 1041,92 (170,88) 2 } = 15555, ,52 {8248, ,30} {30215, ,97}

13 80 = 55,08 (20,17) (1015,71) = 55,08 143,13 = 0,385 Peneliti juga melakukan perhitungan dengan menggunakan program SPSS.16, didapat data sebagai berikut: Tabel 15 Hasil Perhitungan Menggunakan SPSS X Pearson Correlation 1.379* Sig. (2-tailed).042 N Y Pearson Correlation.379* 1 X Sig. (2-tailed).042 N Y Dengan penghitungan dengan rumus korelasi product moment dapat diketahui nilai koefisien korelasi antara pelaksanaan program kelas unggulan (variabel X) dan hasil ujian nasional siswa (variabel Y) SMP Muhammadiyah Pekalongan sebesar 0,385, dan dari tabel perhitungan SPSS.16 dapat diketahui nilai koefisien korelasi antara pelaksanaan program kelas unggulan (variabel X) dan hasil ujian nasional (variabel Y) siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan sebesar 0,379. Langkah selanjutnya adalah melakukan interpretasi terhadap nilai koefisien korelasi yang diperoleh untuk menguji

14 81 apakah ada korelasi pelaksanaan program kelas unggulan (variabel X) dengan hasil ujian nasional siswa (variabel Y) SMP Muhammadiyah Pekalongan. 1. Interpretasi secara sederhana Interpretasi ini dilakukan dengan melihat tabel berikut ini: Tabel 16 Tabel patokan interpretasi nilai r Nilai r Interpretasi 0,00 0,20 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat lemah, sehingga dianggap tidak ada korelasi 0,21 0,40 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang lemah 0,41 0,70 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang cukup 0,71 0,90 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang kuat 0,91 1,00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sangat kuat Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa R xy = 0,385 terletak pada interval 0,21 0,40 sehingga antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi positif yang lemah. Ini berarti bahwa pelaksanaan program kelas unggulan mempunyai korelasi positif yang lemah dengan hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2013/ Interpretasi secara lebih cermat Pada interpretasi yang kedua dengan membandingkan nilai r hasil perhitungan (r h /R xy ) dan nilai r pada tabel (r t ) dengan tingkat kesalahan 1% dan 5%. Jika koefisien korelasi (R xy ) lebih besar dari pada r t maka hipotesis yang diajukan: H a diterima dan H 0 ditolak. Sebaliknya jika koefisien korelasi (R xy ) lebih kecil dari r t maka hipotesis yang diajukan H a ditolak dan H 0 diterima.

15 82 Adapun langkah-langkah dalam interpretasi secara lebih cermat adalah sebagai berikut: a. Menentukan nilai r t Dengan melihat tabel r product moment, dengan jumlah responden (N) sebanyak 29 maka nilai r tabel (r t ) pada tingkat kesalahan 5% sebesar 0,367 dan pada tingkat kesalahan 1% nilai r tabel (r t ) sebesar 0,470. Nilai r tabel product moment dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 17 Nilai-nilai r Product Moment N Taraf Signifikan 5% 1% 25 0,396 0, ,381 0, ,374 0, ,367 0, ,361 0,463 b. Rumus hipotesis berikut: Pada penelitian ini, peneliti mengajukan hipotesis sebagai H a : terdapat korelasi yang signifikan antara pelaksanaan progam kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa di SMP Muhammadiyah Pekalongan. H 0 : tidak terdapat korelasi yang signifikan antara pelaksanaan progam kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa di SMP Muhammadiyah Pekalongan.

16 83 Jika nilai R xy > r t maka Ha diterima dan H 0 ditolak. Ini berarti bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pelaksanaan program kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan. Jika nilai R xy < r t maka Ha ditolak dan H 0 diterima. Ini berarti bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara pelaksanaan program kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan. c. Perbandingan harga mutlak nilai r hitung/ r h dengan nilai r tabel (r t ) Pada tingkat kesalahan 5% dapat diketahui nilai r tabel (r t ) sebesar 0,381 dan nilai r h = 0,367. Ini berarti bahwa nilai nutlak r h = 0,385 r t (0,367), maka H 0 ditolak dan H a diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara pelaksanaan program kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2013/2014. Pada tingkat kesalahan 1% dengan r t sebesar 0,470 dapat diketahui bahwa nilai r h = 0,385 r t (0,470), maka H a ditolak dan H 0 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi positif yang signifikan antara pelaksanaan program kelas unggulan dengan hasil ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah Pekalongan tahun ajaran 2013/2014.

BAB IV ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BACAAN FIKSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS V SDN 02 PEGADEN TENGAH WONOPRINGGO

BAB IV ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BACAAN FIKSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS V SDN 02 PEGADEN TENGAH WONOPRINGGO BAB IV AALISIS PEGARUH PEGGUAA BACAA FIKSI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PEDIDIKA AGAMA ISLAM DI KELAS V SD 0 PEGADE TEGAH WOOPRIGGO A. Analisis Penggunaan Bacaan Fiksi dalam Pembelajaran PAI Kelas V di SD

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012

BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012 BAB IV HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STAIN PEKALONGAN JURUSAN TARBIYAH PRODI PAI ANGKATAN 2012 Setelah data terkumpul didukung teori, maka langkah selanjutnya adalah membuktikan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA SMP MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA SMP MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN BAB IV ANALISIS KORELASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PAI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA SMP MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN A. Analisis Data Kompetensi Kepribadian Guru PAI SMP Muhammadiyah Pekajangan

Lebih terperinci

BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi

BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi 47 BAB 4 Hasil Penelitian dan Interpretasi Pada bab ini, akan dipaparkan hasil penelitian serta interpretasi dari hasil penelitian tersebut. Akan dijabarkan gambaran umum responden dan hasil dari analisa

Lebih terperinci

BAB IV PENGARUH METODE QIRA AH TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS XI DI MAN 2 PEKALONGAN

BAB IV PENGARUH METODE QIRA AH TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS XI DI MAN 2 PEKALONGAN BAB IV PENGARUH METODE QIRA AH TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS XI DI MAN 2 PEKALONGAN Setelah data terkumpul serta adanya teori yang mendukung maka langkah selanjutnya adalah membuktikan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh hasil studi lapangan berupa data tentang kebiasaan membaca Al- Qur an dan minat belajar pendidikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan data tentang persepsi peserta didik tentang perhatian orang tua dan prestasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Analisis tentang Kemampuan Memimpin Kepala Sekolah Dengan Produktivitas Guru Di Madrasah Ibtidaiah Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Untuk mengetahui Kemampuan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Satriyan kecamatan Tersono kabupaten Batang. Langkah-langkah yang dilakukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Satriyan kecamatan Tersono kabupaten Batang. Langkah-langkah yang dilakukan 64 BAB IV AALISIS HASIL PEELITIA Pembahasan tentang analisis data ini mengarah pada penyelesaian permasalahan yang telah diajukan pada Bab I yakni: Bagaimana pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS EFEKTIVITAS EKSTRAKURIKULER MARAWIS DALAM PENGEMBANGAN POTENSI RELIGIUS SISWA MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH SYAFI IYAH PROTO

BAB IV ANALISIS EFEKTIVITAS EKSTRAKURIKULER MARAWIS DALAM PENGEMBANGAN POTENSI RELIGIUS SISWA MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH SYAFI IYAH PROTO BAB IV ANALISIS EFEKTIVITAS EKSTRAKURIKULER MARAWIS DALAM PENGEMBANGAN POTENSI RELIGIUS SISWA MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH SYAFI IYAH PROTO A. Analisis Ekstrakurikuler Marawis MA Salafiyah Syafi iyah Proto.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF MAPEL PAI DENGAN SIKAP KEBERAGAMAAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 02 SRAGI PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF MAPEL PAI DENGAN SIKAP KEBERAGAMAAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 02 SRAGI PEKALONGAN 70 BAB IV ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF MAPEL PAI DENGAN SIKAP KEBERAGAMAAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 02 SRAGI PEKALONGAN Bab ini menjelaskan dan menganalisis tentang korelasi antara kemampuan kognitif

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA PEMBERIAN INSENTIF DENGAN KINERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA PEMBERIAN INSENTIF DENGAN KINERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA PEMBERIAN INSENTIF DENGAN KINERJA GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PEKALONGAN Data hasil penelitian yang telah dikumpulkan melalui skala yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH VARIASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH VARIASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 PEKALONGAN BAB IV ANALISIS PENGARUH VARIASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 PEKALONGAN A. Analisis Variasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 3 Pekalongan

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN TADARUS AL-QUR AN DENGAN HASIL BELAJAR QUR AN HADIS SISWA MI WALISONGO PEKAJANGAN TAHUN 2014/2015

BAB IV HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN TADARUS AL-QUR AN DENGAN HASIL BELAJAR QUR AN HADIS SISWA MI WALISONGO PEKAJANGAN TAHUN 2014/2015 71 BAB IV HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI KEGIATAN TADARUS AL-QUR AN DENGAN HASIL BELAJAR QUR AN HADIS SISWA MI WALISONGO PEKAJANGAN TAHUN 014/015 A. Analisis Hubungan Keaktifan Siswa Mengikuti Kegiatan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Untuk memperoleh data mengenai motivasi belajar dan hasil belajar mata pelajaran Fikih materi pokok haji siswa kelas VIII semester II MTs NU 01 Banyuputih

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini

BAB II METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini BAB II METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar atau adakah hubungan antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini digunakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Deskripsi data hasil penelitian disini menyajikan dan menganalisis data tentang tingkat pemahaman materi thaharah dan tingkat kesadaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. tentang Model Kepemimpinan Demokratis Remaja Masjid dan Sikap Sosial

BAB IV HASIL PENELITIAN. tentang Model Kepemimpinan Demokratis Remaja Masjid dan Sikap Sosial BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini penulis akan menjelaskan dan menganalisis data tentang Model Kepemimpinan Demokratis Remaja Masjid dan Sikap Sosial Remaja. Data ini asal mulanya bersifat kualitatif,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. membaca dengan ketekunan belajar siswa di mts at-taqwa desa jatingarang

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. membaca dengan ketekunan belajar siswa di mts at-taqwa desa jatingarang 62 BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN Pada pembahasan analisis data ini adalah mengarah pada penyelesaian dari permasalahan yang telah diajukan pada bab 1 yaitu bagaimana korelasi antara minat membaca dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tapa, Kabupaten Bone Bolango Kota Gorontalo. Waktu penelitian diadakan dalam jangka waktu paling kurang tiga bulan,

BAB III METODE PENELITIAN. Tapa, Kabupaten Bone Bolango Kota Gorontalo. Waktu penelitian diadakan dalam jangka waktu paling kurang tiga bulan, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango Kota Gorontalo. 3.1.

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG

BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG BAB IV HUBUNGAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MI SALAFIYAH BEJI TULIS BATANG A. Analisis data tentang Profesionalitas Guru Dalam Pembelajaran di MI Salafiyah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA Setelah data dikumpulkan dengan lengkap dari lapangan penelitian, tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah tahap pembahasan. Ini adalah tahap dimana data dikerjakan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Dalam penelitian di SMP N 03 Reban diperoleh data mengenai hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dengan prestasi belajar PAI siswa

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Kecerdasan Emosional Deskripsi data ini penulis lakukan untuk mengetahui data mengenai kecerdasan emosional (variabel X), yang diperoleh melalui penyebaran

Lebih terperinci

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA. Korelasi Sederhana merupakan suatu Teknik Statistik yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan hubungan 2 Variabel dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pembahasan dalam bab ini akan disajikan tentang deskripsi data tentang skripsi data hasil penelitian, pengujian hipotesis, pembahasan hasil penelitian dan keterbatasan.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TENTANG PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN AL QUR AN HADITS

BAB IV ANALISIS TENTANG PROFESIONALISME GURU TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN AL QUR AN HADITS 34 BAB IV AALISIS TETAG PROFESIOALISME GURU TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARA AL QUR A HADITS Analisis data ini dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh profesionalisme guru terhadap prestasi mata

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh hasil studi lapangan berupa data tentang pelaksanaan shalat berjamaah dan kedisiplinan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Setelah melakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil studi lapangan berupa data tentang hubungan antara intensitas pendidikan agama

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif.

BAB II METODE PENELITIAN. menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif. BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis data kuantitatif. Manfaat penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa

BAB III METODE PENELITIAN. Lingkungan Keluarga dengan Perilaku Empati siswa kelas X SMA Negeri 1 Tibawa BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu suatu metode yang menggambarkan secara sistematis dan obyektif tentang Hubungan Lingkungan Keluarga

Lebih terperinci

BAB IV PENGARUH KETELADANAN BERIBADAH DALAM KELUARGA TERHADAP KESADARAN BERIBADAH ANAK DI MIS WINDUAJI PANINGGARAN

BAB IV PENGARUH KETELADANAN BERIBADAH DALAM KELUARGA TERHADAP KESADARAN BERIBADAH ANAK DI MIS WINDUAJI PANINGGARAN BAB IV PENGARUH KETELADANAN BERIBADAH DALAM KELUARGA TERHADAP KESADARAN BERIBADAH ANAK DI MIS WINDUAJI PANINGGARAN Dalam bab ini akan diuraikan tentang analisis data yang mengarah pada penyelesaian permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gorontalo 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian a. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Gorontalo b. Waktu Penelitian Waktu dalam melakukan penelitian ini yang mana sudah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN BAB IV ANALISIS PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MTS SALAFIYAH WONOYOSO PEKALONGAN A. Analisis tentang keteladanan guru di MTs Salafiyah Wonoyoso Pekalongan Setelah data dikumpulkan,

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dzikir iklil dengan tingkat agresivitas warga nelayan (studi kasus Jama ah

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dzikir iklil dengan tingkat agresivitas warga nelayan (studi kasus Jama ah BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Untuk memperoleh data tentang hubungan pelaksanaan bimbingan dzikir iklil dengan tingkat agresivitas warga nelayan (studi kasus

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH PROFESIONALITAS GURU TERHADAP SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI MI YMI WONOPRINGGO 04 PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS PENGARUH PROFESIONALITAS GURU TERHADAP SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI MI YMI WONOPRINGGO 04 PEKALONGAN 6 BAB IV ANALISIS PENGARUH PROFESIONALITAS GURU TERHADAP SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI MI YMI WONOPRINGGO 04 PEKALONGAN A. Analisis Pendahuluan Untuk mengetahui hasil nilai tentang pengaruh profesionalitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reasearch) dengan pendekatan kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DENGAN AKHLAK REMAJA DI DESA PAMUTIH KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG

BAB IV ANALISIS HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DENGAN AKHLAK REMAJA DI DESA PAMUTIH KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG BAB IV ANALISIS HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DENGAN AKHLAK REMAJA DI DESA PAMUTIH KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Untuk mengetahui hubungan keaktifan mengaktifkankegiatan

Lebih terperinci

R-1 65 R R-2 74 R R-3 65 R-18 78

R-1 65 R R-2 74 R R-3 65 R-18 78 BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Berikut ini merupakan sajian deskripsi hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis setelah melakukan penelitian. Peneliti mendapatkan hasil studi lapangan

Lebih terperinci

BAB IV PENGARUH METODE EKLEKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS X IPS I DI MAN PEMALANG

BAB IV PENGARUH METODE EKLEKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS X IPS I DI MAN PEMALANG BAB IV PENGARUH METODE EKLEKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS X IPS I DI MAN PEMALANG A. Analisis Penerapan Metode Eklektik Siswa Kelas X IPS I di MAN Pemalang Untuk mengetahui penerapan

Lebih terperinci

BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG

BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG BAB IV KORELASI ANTARA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MA YIC BANDAR BATANG A. Analisis Pemahaman Peserta Didik Tentang Tata Tertib Sekolah di MA

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Kondisi Umum Madrasah Aliyah Matholi ul Huda 1. Letak Geografis Madrasah Secara geografis Madrasah Aliyah Matholi ul Huda terletak di Dukuh Puluhan, Desa Sokopuluhan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Dan Waktu 3.1.1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Batudaa Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Provinsi

Lebih terperinci

BAB IV PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEPRIBADIAN MUSLIM PESERTA DIDIK DI MTs N PLANJAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP

BAB IV PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEPRIBADIAN MUSLIM PESERTA DIDIK DI MTs N PLANJAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP BAB IV PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP KEPRIBADIAN MUSLIM PESERTA DIDIK DI MTs N PLANJAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP Pembahasan dalam bab ini akan disajikan tentang deskripsi data tentang deskripsi

Lebih terperinci

orang-orang yang tergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturanperaturan

orang-orang yang tergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturanperaturan BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu suatu metode yang menggambarkan secara sistematis dan obyektif tentang hubungan pola asuh orang tua

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Wonopringgo Pekalongan (Variabel X), peneliti menggunakan metode angket yang

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Wonopringgo Pekalongan (Variabel X), peneliti menggunakan metode angket yang 40 BAB IV AALISIS HASIL PEELITIA A. Analisis Kompetensi Profesional Guru MTs. Syarif Hidayatullah Wonopringgo Pekalongan Untuk mengetahui kompetensi profesional guru MTs. Syarif Hidayatullah Wonopringgo

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Homogenitas dan Normalitas. dahulu yang meliputi uji Normalitas dan uji Homogenitas.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Homogenitas dan Normalitas. dahulu yang meliputi uji Normalitas dan uji Homogenitas. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Deskripsi Data Hasil Penelitian 5.1.1. Uji Homogenitas dan Normalitas Sebelum uji hipotesis maka dilakukan uji Pra syarat terlebih dahulu yang meliputi uji Normalitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. (Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Gambar Subyek Penelitian SMP Negeri 2 Mojosongo berada di Jalan Nangka, Gumlan, Boyolali (Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali) Jawa Tengah. Berdiri

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK DI DESA WIYANGGONG KEL. PEKUNCEN KEC. WIRADESA

BAB IV ANALISIS PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK DI DESA WIYANGGONG KEL. PEKUNCEN KEC. WIRADESA 68 BAB IV ANALISIS PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK DI DESA WIYANGGONG KEL. PEKUNCEN KEC. WIRADESA A. Analisis Tentang Bimbingan Orang Tua Terhadap Anak di Desa Wiyanggong

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara dua variabel atau lebih. dengan alamat Jl. Putri Hijau No.2 A Medan.

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. hubungan antara dua variabel atau lebih. dengan alamat Jl. Putri Hijau No.2 A Medan. BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif. Menurut Sugiyono

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu metode yang bertujuan membuat deskriptif gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP BAB III METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP

Lebih terperinci

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Pada pembahasan deskripsi data ini akan dideskripsikan tentang dua hal yaitu data tentang persepsi peserta didik mengenai guru kimia dalam mengelola

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN Pembahasan tentang hasil penelitian ini akan penulis sajikan hasil dari penyebaran angket siswa SD Negeri 1 Krandegan, Kab. Kebumen, yang menjadi sampel penelitian yaitu sejumlah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Setelah melakukan penelitian, peneliti memperoleh hasil studi lapangan berupa data tentang pemahaman materi Pendidikan Agama Islam dan Perilaku Keagamaan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI VARIASI MENGAJAR PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS V DI MIS KERTIJAYAN

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI VARIASI MENGAJAR PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS V DI MIS KERTIJAYAN BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI VARIASI MENGAJAR PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS V DI MIS KERTIJAYAN A. Analisis Pendahuluan Analisis pendahuluan merupakan tahap pengelompokan data yang dimasukkan ke dalam

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Pemahaman Pendidikan Agama Islam Peserta Didik Setelah melakukan penelitian di SMK Diponegoro Kabupaten Batang, peneliti memperoleh hasil berupa data

Lebih terperinci

UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF

UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF UJI INSTRUMEN SOAL KOGNITIF Sebelum instrument digunakan dalam pengambilan data penelitian, maka sebaiknya instrument dilakukan beberapa uji agar instrument yang digunakan memberikan hasil yang lebih akurat.

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif

BAB II METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif BAB II METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kuantitatif. Dengan metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan model korelasional dengan berusaha mengkaji hubungan antara pola asuh orangtua dengan sikap birrul

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN. maka dalam bab ini akan penulis analisis dengan menggunakan analisis data

BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN. maka dalam bab ini akan penulis analisis dengan menggunakan analisis data BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN A. Analisis Pelayanan Perpustakaan Setelah penulis memperoleh data selama mengadakan penelitian, maka dalam bab ini akan penulis analisis dengan menggunakan analisis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian, 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penyusunan penelitian seorang peneliti harus menentukan metode apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun 22 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun Pelajaran 2013-2014. Tempat Penelitian adalah SMP Negeri 1 Kotabumi, SMP

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Perolehan data aktivitas peserta didik mengikuti pembelajaran pendidikan agama Islam dan kedisiplinan salat lima waktu di bawah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai 50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad

Lebih terperinci

BAB IV. adalah menganalisis data mengenai hasil angket tentang keaktifan. pekalongn periode 2014/2015 atau variabel X adalah sebagai berikut :

BAB IV. adalah menganalisis data mengenai hasil angket tentang keaktifan. pekalongn periode 2014/2015 atau variabel X adalah sebagai berikut : BAB IV Analisis Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Terhadap Produktivitas Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Anggota LPM AL Mizan STAIN Pekalongan Angkatan 2014/2015 A. Analisis tentang Keaktifan Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi menurut Suharsimi (2010) adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. yang dalam hal ini yaitu siswa SMP Quraniah kelas VIII. Adapun teknik yang

BAB IV ANALISIS DATA. yang dalam hal ini yaitu siswa SMP Quraniah kelas VIII. Adapun teknik yang BAB IV ANALISIS DATA Pada bab ini peneliti akan mengumumkan uraian data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan. Adapun data yang di maksud yaitu data yang berkaitan dengan hubungan antara kecerdasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi Variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Identifikasi Variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Identifikasi Variabel penelitian diuraikan berdasarkan hipotesis, yaitu: 1. Variabel terikat: Kesadaran Menjalankan Tugas (Y) 2. Variabel Bebas:

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Kondisi Umum SMP N 4 Cepiring 1. Profil SMP N 4 Cepiring a. Nama Sekolah : SMP N 4 Cepiring b. Alamat : Desa Kalirandugede kecamatan Cepiring kabupaten Kendal c. Status

Lebih terperinci

BAB IV PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKSAI ISLAMI ANTARA MAHASISWA AKTIVIS DENGAN MAHASISWA BUKAN AKTIVIS

BAB IV PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKSAI ISLAMI ANTARA MAHASISWA AKTIVIS DENGAN MAHASISWA BUKAN AKTIVIS BAB IV PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKSAI ISLAMI ANTARA MAHASISWA AKTIVIS DENGAN MAHASISWA BUKAN AKTIVIS A. Analisis Kemampuan Komunikasi Islami Mahasiswa Aktivis (X) Hasil pengumpulan data nilai angket kemampuan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Data tentang frekuensi supervisi akademik pengawas dengan kinerja guru agama di Madrasah Aliyah Kabupaten Pemalang diperoleh dari hasil

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. A. Kemampuan Membaca Al-Qur an Santri TPQ Baiturrohim Denasri

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. A. Kemampuan Membaca Al-Qur an Santri TPQ Baiturrohim Denasri BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Kemampuan Membaca Al-Qur an Santri TPQ Baiturrohim Denasri Wetan Batang Analisis merupakan inti dari seluruh rangkaian penulisan skripsi. Dengan analisis ini penulis

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN BAB II METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Adapun bentuk penelitian yang penulis gunakan adalah bentuk penelitian korelasi sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk melihat apakah ada pengaruh variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berjumlah 88 orang. Responden diambil sebanyak 20 orang dari

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. berjumlah 88 orang. Responden diambil sebanyak 20 orang dari 30 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan mahasiswa aktif tahun angkatan 2013 dan 2014 program studi farmasi FKIK UMY. Total mahasiswa farmasi angkatan 2013 berjumlah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Data tentang Intensitas Latihan Membaca Al-Qur an Siswa MTs Al-Khoiriyyah Semarang Tahun Pelajaran 2013/2014 Data tentang intensitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Untuk memperoleh data tentang penguasaan mufrodat, dapat diperoleh dari hasil tes penguasaan mufrodat yang telah diberikan kepada

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Kedisiplinan Belajar Untuk memperoleh data tentang pengaruh kedisiplinan belajar peserta

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Kedisiplinan Belajar Untuk memperoleh data tentang pengaruh kedisiplinan belajar peserta BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Kedisiplinan Belajar Untuk memperoleh data tentang pengaruh kedisiplinan belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika kelas IV MI Miftahus

Lebih terperinci

BAB IV HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KASEPUHAN 03 BATANG

BAB IV HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KASEPUHAN 03 BATANG BAB IV HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KASEPUHAN 03 BATANG Dalambab ini akan diuraikan data tentang HubunganPerhatian Orang TuaDenganMotivasiBelajarSiswaKelas IV

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas 61 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas masalah yang ada saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, maka jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian inferensial. Penelitian inferensial adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data 1. Data Hasil Angket tentang Komunikasi Terbuka Orang Tua dengan Anak Siswa Kelas V SDN Tambakaji 04 Ngaliyan Semarang Data tentang komunikasi terbuka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PEELITIA A. Tujuan Penelitian 1. Ingin mengetahui bagaimana perhatian orang tua pada anak siswa kelas IV SD Gayamsari 05 Semarang.. Ingin mengetahui sejauh mana pengamalan keagamaan siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: Suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kota Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kota Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kota Gorontalo. 3.1. Waktu Penelitiaan Penelitian ini dilaksanakan selama 4

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Data persepsi siswa tentang keharmonisan keluarga terhadap akhlak siswa di MTs Al Hikmah Pasir Mijen Demak diperoleh dari hasil angket yang telah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219 54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kranggan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA KOMUNIKASI ORANG TUA PERANTAUAN TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK. A. Analisis Komunikasi Orang Tua Perantauan di Desa Sidokare

BAB IV ANALISIS DATA KOMUNIKASI ORANG TUA PERANTAUAN TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK. A. Analisis Komunikasi Orang Tua Perantauan di Desa Sidokare BAB IV ANALISIS DATA KOMUNIKASI ORANG TUA PERANTAUAN TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK A. Analisis Komunikasi Orang Tua Perantauan di Desa Sidokare Setelah penulis memperoleh data selama mengadakan penelitian,

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Sebelum peneliti melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan uji instrumen yang akan digunakan untuk memperoleh data keaktifan siswa dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai tujuannya. Desain

BAB III METODE PENELITIAN. dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai tujuannya. Desain BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian adalah suatu rencana tentang cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data secara sistematis dan terarah agar penelitian dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian asosiatif Kuantitatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif.

BAB II METODE PENELITIAN. penelitian asosiatif Kuantitatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif. BAB II METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif Kuantitatif dengan menggunakan analisa data kuantitatif. Menurut Sugiyono

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi data hasil penelitian digunakan untuk menjelaskan hasil data kuantitatif dari instrumen yang telah diberikan berupa tes penguasaan mufradat (multiple

Lebih terperinci

Hubungan antara variabel-variabel dalam contoh tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis yang disebut persamaan regresi.

Hubungan antara variabel-variabel dalam contoh tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan matematis yang disebut persamaan regresi. KORELASI LINIER ANTARA 2 VARIABEL Korelasi Hubungan antara beberapa variabel Contoh 1. Apakah siswa yang pandai dalam matematika pandai pula dalam físika 2.Apakah tes masuk suatu sekolah menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengolahan data yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengolahan data yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Teknik Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pengolahan data yang bersifat kuantitatif, lebih spesifiknya lagi dengan menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Perpustakaan sekolah SD Islam Hidayatullah Semarang berdiri sejak tahun 1994 berdasarkan Surat Keputusan/SK yang dikeluarkan dan diresmikan oleh Ketua

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data SD Nasima Semarang terletak di Jl. Puspanjolo Selatan No. 53 (024) 7601322, Semarang 50141, Jawa Tengah. Waktu penelitian dilakukan pada tahun 2016. Setelah melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gorontalo. Sekolah ini terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 8 Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kata

Lebih terperinci

BAB IV. Análisis Pengaruh Persepsi Pengelompokan Peserta Didik terhadap Motivasi. Belajar PAI Sisawa SMP Negeri 1 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan

BAB IV. Análisis Pengaruh Persepsi Pengelompokan Peserta Didik terhadap Motivasi. Belajar PAI Sisawa SMP Negeri 1 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan BAB IV Análisis Pengaruh Persepsi Pengelompokan Peserta Didik terhadap Motivasi Belajar PAI Sisawa SMP Negeri 1 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan A. Analisis tentang Persepsi Pengelompokan Peserta Didik

Lebih terperinci