Bab IV Hasil dan Diskusi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bab IV Hasil dan Diskusi"

Transkripsi

1 Bab IV Hasil dan Diskusi IV.1 Hasil Eksperimen Eksperimen dikerjakan di laboratorium penelitian Kimia Analitik. Suhu ruang saat bekerja berkisar C. Data yang diperoleh mencakup data hasil kalibrasi terhadap buret, kalibrasi pipet volum 25 ml, kalibrasi pipet volum 10 ml, standarisasi larutan HCl, pembuatan kurva titrasi larutan jenuh Ca(OH) 2 dengan larutan HCl, dan data hasil pengukuran kelarutan Ca(OH) 2. Data hasil kalibrasi terhadap buret, kalibrasi pipet volum 25 ml, dan kalibrasi pipet volum 10 ml selengkapnya terdapat dalam Lampiran A. Sedangkan data hasil standarisasi larutan HCl selengkapnya pada Lampiran B. Kurva titrasi larutan jenuh Ca(OH) 2 dengan larutan HCl selengkapnya pada Lampiran C. IV.1.1 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam air Data hasil pengukuran kelarutan Ca(OH) 2 dalam air pada suhu ruang 25 C selengkapnya disajikan dalam Tabel D.1 pada Lampiran D. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam air pada suhu ruang 25 C adalah 0,0203 mol/l. Hasil eksperimen ini sesuai dengan yang diharapkan. IV.1.2 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH Data kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH yang diukur pada suhu ruang 25 C disajikan dalam Gambar IV.1.

2 0,025 Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,02 5 0,005 0, ,0094 0,0067 0, ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi larutan NaOH (mol/l) Gambar IV. 1 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH Berdasarkan data pada Gambar IV.1 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH semakin kecil dengan meningkatnya konsentrasi larutan NaOH. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH M mengalami penurunan sebesar 16%; 54% dalam larutan NaOH 0,04 M; 67% dalam larutan NaOH 0,065 M; dan sebesar 73% dalam larutan NaOH 0,1 M. Larutan NaOH M secara teoritis mempunyai ph = 12, larutan NaOH 0,04M mempunyai ph = 12,6, larutan NaOH 0,065 M mempunyai ph = 12,8, dan larutan NaOH 0,1 M mempunyai ph = 13. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 semakin kecil pada larutan basa NaOH yang ph-nya semakin besar. Menurunnya kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH dapat dijelaskan dengan uraian berikut. Ketika Ca(OH) 2 (s) melarut, akan terbentuk ion Ca 2+ (aq) dan ion OH (aq). Kesetimbangan dicapai ketika laju pembentukan ion-ion dari fasa padat ke dalam larutan sama dengan laju di mana ion-ion dalam larutan kembali membentuk fasa padat. Karena laju pembentukan fasa padat meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion-ion Ca 2+ dan OH, maka jumlah Ca(OH) 2 yang 23

3 diperlukan untuk melarut guna mencapai keadaan kesetimbangan menurun dengan adanya sejumlah ion OH dalam pelarut yang berasal dari NaOH. Hal ini dikenal sebagai pengaruh ph dan dapat juga dikenal sebagai pengaruh ion senama. IV.1.3 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 Data kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 yang diukur pada suhu ruang 25 C disajikan dalam Gambar IV.2. 0,025 Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,02 5 0,005 0, ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi Larutan CaCl2 (mol/l) Gambar IV. 2 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 Berdasarkan data pada Gambar IV.2 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 semakin kecil dengan meningkatnya konsentrasi larutan CaCl 2. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 M mengalami penurunan sebesar 10%; 18% dalam larutan CaCl 2 0,04 M; 20% dalam larutan CaCl 2 0,08 M; dan 22% dalam larutan CaCl 2 0,1 M. Menurunnya kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 dapat dijelaskan dalam uraian berikut ini. Ketika Ca(OH) 2 (s) melarut, akan terbentuk ion Ca 2+ (aq) dan ion OH (aq). Kesetimbangan dicapai ketika laju pembentukan ion-ion dari fasa padat ke dalam larutan sama dengan laju di mana ion-ion dalam larutan kembali 24

4 membentuk fasa padat. Karena laju pembentukan fasa padat meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion-ion Ca 2+ dan OH, maka jumlah Ca(OH) 2 yang diperlukan untuk melarut guna mencapai keadaan kesetimbangan menurun dengan adanya sejumlah ion Ca 2+ dalam pelarut yang berasal dari CaCl 2. Hal ini dikenal sebagai pengaruh ion senama. IV.1.4 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 Data kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 yang diukur pada suhu ruang 25 C disajikan dalam Gambar IV.3. 0,025 Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,02 5 0,005 0, ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi Larutan Ca(NO3)2 (mol/l) Gambar IV. 3 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 Berdasarkan data pada Gambar IV.3 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 semakin kecil dengan meningkatnya konsentrasi larutan Ca(NO 3 ) 2. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 M mengalami penurunan sebesar 8%; 16% dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 0,04 M; 17% dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 0,08 M; dan 19% dalam larutan Ca(NO 3 ) 2 0,1 M. 25

5 Menurunnya kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaNO 3 ) 2 dapat dijelaskan dalam uraian berikut. Ketika Ca(OH) 2 (s) melarut, akan terbentuk ion Ca 2+ (aq) dan ion OH (aq). Kesetimbangan dicapai ketika laju pembentukan ion-ion dari fasa padat ke dalam larutan sama dengan laju di mana ion-ion dalam larutan kembali membentuk fasa padat. Karena laju pembentukan fasa padat meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion-ion Ca 2+ dan OH, maka jumlah Ca(OH) 2 yang diperlukan untuk melarut guna mencapai keadaan kesetimbangan menurun dengan adanya sejumlah ion Ca 2+ dalam pelarut yang berasal dari Ca(NO 3 ) 2. Hal ini dikenal sebagai pengaruh ion senama. IV.1.5 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea Data kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea yang diukur pada suhu ruang 25 C disajikan dalam Gambar IV.4. Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,025 0,02 5 0, , , ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi larutan urea (mol/l) Gambar IV. 4 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea Berdasarkan data pada Gambar IV.4 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea semakin kecil dengan bertambahnya konsentrasi larutan urea. Penurunan kelarutan Ca(OH) 2 relatif kecil, pada larutan urea 0,1 M penurunannya sebesar 5% dibandingkan kelarutannya dalam air. 26

6 Urea memiliki nilai pk b = 13,82 dan larutan urea 10% dalam air mempunyai ph = 7,2. Data ini menunjukkan bahwa larutan urea bersifat basa sangat lemah. Persamaan reaksi ionisasinya: NH 2 CO NH 2 (aq) + H 2 O(l) NH 2 CO NH + 3 (aq) + OH (aq) (28) Walaupun larutan urea bersifat basa tetapi tidak menunjukkan adanya reaksi dengan larutan HCl yang digunakan dalam titrasi. Hal ini telah dibuktikan melalui eksperimen. Campuran 10 ml larutan urea 0,1 M dan 10 ml larutan NaOH 0,084M, dititrasi menggunakan larutan HCl 0,078M. Data titrasi selengkapnya disajikan dalam Tabel I.2 pada Lampiran I. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah mol NaOH sama dengan jumlah mol HCl. Jadi tidak ada reaksi antara urea dengan HCl. Dengan kata lain konsentrasi ion OH dalam larutan urea 0,1 mol/l tidak dapat ditentukan melalui titrasi menggunakan HCl. Menurunnya kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea disebabkan oleh adanya ion senama OH yang berasal dari reaksi asam-basa antara molekul urea dengan air. Karena konsentrasi ion OH dalam larutan urea sangat kecil maka pengaruhnya terhadap penurunan kelarutan Ca(OH) 2 juga sangat kecil. IV.1.6 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl Data kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl yang diukur pada suhu ruang 25 C disajikan dalam Gambar IV.5. Berdasarkan data pada Gambar IV.5 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl semakin besar dengan bertambahnya konsentrasi larutan NaCl. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl M mengalami kenaikan sebesar 3%; 9% dalam larutan NaCl 0,04 M; 14% dalam larutan NaCl 0,08 M; dan 19% dalam larutan NaCl 0,1 M. 27

7 0,03 Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,025 0,02 5 0,005 0,0203 0,0208 0,0221 0,0232 0, ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi Larutan NaCl (mol/l) Gambar IV. 5 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl Keberadaan ion tak senama Na + dan Cl mempunyai pengaruh menstabilkan ionion Ca 2+ dan OH yang terlibat dalam kesetimbangan kelarutan. Hal ini terjadi karena ion-ion Ca 2+ dan OH dikelilingi oleh suatu atmosfer ion yang muatannya berlawanan. Ion Ca 2+ dikelilingi oleh atmosfer ion Cl, dan ion OH dikelilingi oleh atmosfer ion Na +. Stabilisasi meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ion-ion tak senama dalam larutan. (4) Stabilisasi ion-ion Ca 2+ dan OH oleh ion-ion Na + dan Cl dalam larutan mempunyai pengaruh menggeser kesetimbangan kelarutan kearah peruraian Ca(OH) 2 (s) menjadi ion-on Ca 2+ (aq) dan OH (aq). Adanya ion-ion yang bermuatan berlawanan di sekitar ion Ca 2+ dan OH akan menurunkan muatan efektif sehingga mengurangi gaya tariknya. Muatan pelindung berpengaruh menurunkan kecenderungan ion Ca 2+ dan OH membentuk agregat, sehingga pencapaian kesetimbangan dalam larutan yang mengandung elektrolit akan membutuhkan konsentrasi Ca 2+ dan OH yang lebih tinggi. 28

8 IV.1.7 Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan Sukrosa Dari hasil eksperimen menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 semakin besar dengan meningkatnya konsentrasi larutan sukrosa, seperti pada gambar IV.6. Kelarutan Ca(OH)2 (mol/l) 0,045 0,04 0,035 0,03 0,025 0,02 5 0, ,0382 0,0334 0,0207 0,0256 0, ,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi Larutan sukrosa (mol/l) Gambar IV. 6 Grafik kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan sukrosa Berdasarkan data pada Gambar IV.6 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan sukrosa meningkat dengan meningkatnya konsentrasi larutan sukrosa. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan sukrosa M mengalami kenaikan sebesar 2%; 26% dalam larutan sukrosa 0,04M; 65% dalam larutan sukrosa 0,08M; dan 88% dalam larutan sukrosa 0,1M. Peningkatan kelarutan Ca(OH) 2 ini karena adanya interaksi antara molekulmolekul sukrosa dengan ion-ion yang berasal dari Ca(OH) 2. Hal lain yang mungkin terjadi adalah adanya reaksi antara larutan sukrosa dengan larutan HCl yang digunakan pada titrasi. Dari hasil eksperimen menunjukkan bahwa tidak adanya reaksi antara HCl dengan sukrosa. Eksperimen yang dilakukan adalah mentitrasi campuran 10 ml larutan sukrosa 0,1 M dan 10 ml larutan NaOH 0,084 M dengan larutan HCl 0,078 M. 29

9 Data selengkapnya disajikan dalam Tabel J.2 pada Lampiran J. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah mol NaOH sama dengan jumlah mol HCl, artinya HCl hanya bereaksi dengan larutan NaOH dan tidak bereaksi dengan sukrosa. Meningkatnya kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan sukrosa diduga disebabkan adanya interaksi antara ion-ion Ca 2+ dengan gugus hidroksil pada molekul sukrosa. Blackwell dan Fosdick pada tahun 1954 menyatakan bahwa sukrosa membentuk senyawa dengan ion kalsium dalam larutan basa, dan senyawa yang dibentuk belum dikenal. (20) IV.1.8 Pengaruh zat-zat kimia pada kelarutan Ca(OH) 2 dalam air Gambar IV.7 menyajikan data secara lengkap yang dihasilkan sehingga dapat melihat secara jelas pengaruh zat-zat kimia terhadap kelarutan Ca(OH) 2 dalam air. Dari data pada gambar IV.7 menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam air lebih besar dibandingkan kelarutannya dalam larutan urea, Ca(NO 3 ) 2, CaCl 2, dan NaOH. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan urea turun sebesar 5%; turun sebesar 19% dalam larutan Ca(NO 3 ) 2, turun sebesar 22% dalam larutan CaCl 2, dan turun sebesar 73% dalam larutan NaOH pada konsentrasi masing-masing 0,1 M. Jadi senyawa NaOH mempunyai pengaruh paling besar dalam menurunkan kelarutan Ca(OH) 2 dalam air. Data pada gambar IV.7 juga menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl dan sukrosa lebih besar dibandingkan dalam air. Dibandingkan dengan kelarutannya dalam air, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl naik sebesar 19%, dan naik sebesar 88% dalam larutan sukrosa pada konsentrasi masing-masing 0,1 M. Jadi senyawa sukrosa mempunyai pengaruh paling besar dalam meningkatkan kelarutan Ca(OH) 2 dalam air. 30

10 0,04 0,035 Sukrosa 0,03 Kelarutan Ca(OH) 2 (mol/l) 0,025 0,02 5 NaCl Urea Ca(NO 3 ) 2 CaCl 2 0,005 NaOH 0 0 0,02 0,04 0,06 0,08 0,1 0,12 Konsentrasi Pelarut (mol/l) Gambar IV. 7 Grafik pengaruh zat-zat kimia pada kelarutan Ca(OH) 2 dalam air Selanjutnya akan didiskusikan tentang perbedaan kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl dan NaOH, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 dan Ca(NO 3 ) 2, dan kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 dan NaOH. 31

11 IV Membandingkan kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl dan NaOH Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaCl meningkat, sebaliknya dalam larutan NaOH menurun. Larutan NaCl dan larutan NaOH memiliki kesamaan yaitu keduanya mengandung ion Na +. Jika dianggap bahwa ion Na + pada kedua larutan memiliki pengaruh yang sama, berarti yang membedakan kelarutan Ca(OH) 2 dalam kedua pelarut adalah adanya ion Cl dan OH. Ion Cl bersifat meningkatkan kelarutan Ca(OH) 2 karena berinteraksi melalui pembentukan atmosfer ion di sekitar ion Ca 2+ dan menstabilkannya. Sedangkan ion OH bersifat menurunkan kelarutan Ca(OH) 2 karena bertindak sebagai ion senama yang menyebabkan kesetimbangan kelarutan bergeser kearah pembentukan kristal Ca(OH) 2. IV Membandingkan kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 dan Ca(NO 3 ) 2 Kelarutan Ca(OH) 2 baik dalam larutan CaCl 2 maupun Ca(NO 3 ) 2 lebih rendah dibandingkan dalam air. Hal ini terjadi karena dalam larutan CaCl 2 dan Ca(NO 3 ) 2 terdapat ion senama yaitu ion Ca 2+ yang berperan menurunkan kelarutan. Pada konsentrasi pelarut yang sama, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 sedikit lebih rendah dibandingkan dalam Ca(NO 3 ) 2. Hal ini sangat menarik untuk didiskusikan. Berdasarkan data rujukan pada Tabel IV.1 menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang sama larutan CaCl 2 memiliki koefisien aktivitas rata-rata sedikit lebih besar dari pada larutan Ca(NO 3 ) 2. Karena koefisien aktivitas sebanding dengan aktivitas, maka pada konsentrasi yang sama aktivitas ion Ca 2+ dalam larutan CaCl 2 juga sedikit lebih besar dibandingkan dalam larutan Ca(NO 3 ) 2. Semakin besar aktivitas ion Ca 2+ dalam pelarut maka semakin besar pula pengaruhnya 32

12 dalam menurunkan kelarutan Ca(OH) 2. Selisih aktivitas ion Ca 2+ pada kedua pelarut dengan konsentrasi masing-masing sama besar adalah relatif kecil, misalnya pada konsentrasi pelarut 0,1 M mempunyai selisih aktivitas sebesar 4 x 10 3, oleh karena itu perbedaan kelarutannya juga relatif kecil, yaitu 7 x 10 4 M. Tabel IV.1 menunjukkan data koefisien aktivitas rata-rata untuk larutan CaCl 2 dan Ca(NO 3 ) 2 pada beberapa konsentrasi. (7) Tabel IV. 1 Koefisien aktivitas rata-rata larutan CaCl 2 dan Ca(NO 3 ) 2 Konsentrasi (M) 0,05 0,1 0,2 Koefisien aktivitas rata-rata CaCl 2 0,73 0,57 0,52 0,48 Koefisien aktivitas rata-rata Ca(NO 3 ) 2 0,71 0,54 0,48 0,42 IV Membandingkan kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 dan NaOH Kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan CaCl 2 maupun NaOH lebih rendah dibandingkan dalam air. Hal ini terjadi karena dalam larutan CaCl 2 terdapat ion senama Ca 2+ dan dalam larutan NaOH terdapat ion senama OH. Pada konsentrasi pelarut yang sama, kelarutan Ca(OH) 2 dalam larutan NaOH lebih rendah dibandingkan dalam larutan CaCl 2 dengan selisih yang relatif besar. Hal ini menarik untuk didiskusikan. Berdasarkan data rujukan dalam Tabel IV.2 tersebut menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang sama, larutan NaOH mempunyai koefisien aktivitas rata-rata lebih besar sampai kira-kira satu setengah kali dibandingkan larutan CaCl 2. Koefisien aktivitas sebanding dengan aktivitas. Jadi pada konsentrasi yang sama, aktivitas ion OH dalam larutan NaOH kira-kira satu setengah kali dibandingkan dengan aktivitas ion Ca 2+ dalam larutan CaCl 2. Semakin besar aktivitas ion senama, semakin besar pula pengaruhnya dalam menurunkan kelarutan Ca(OH) 2. Selisih aktivitas ion OH dalam larutan NaOH dengan ion Ca 2+ dalam larutan 33

13 CaCl 2 pada konsentrasi yang sama relatif besar, misalnya dalam larutan 0,1 M mempunyai selisih aktivitas sebesar 0,026, oleh karena itu perbedaan kelarutannya juga relatif besar, yaitu 03 M. Tabel IV.2 menunjukkan data koefisien aktivitas rata-rata untuk larutan CaCl 2 dan NaOH pada beberapa konsentrasi. (7) Tabel IV. 2 Koefisien aktivitas rata-rata larutan CaCl 2 dan NaOH Konsentrasi (M) 0,05 0,1 0,2 Koefisien aktivitas rata-rata CaCl 2 0,73 0,57 0,52 0,48 Koefisien aktivitas rata-rata NaOH - 0,82-0,73 IV.2 Implementasi dalam Pembelajaran Pada bagian ini berisi gagasan dalam mengimplementasikan eksperimen dalam pembelajaran di kelas. Gagasan ini tentunya mengacu pada pengalaman penulis sebagai guru, ketersediaan fasilitas, dan sistem pembelajaran yang ada dan berkembang di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gorontalo. Berdasarkan standar isi dari kurikulum KTSP tahun 2006, materi pelajaran tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan diberikan di kelas XI semester dua. Standar kompetensi dan kompetensi dasar materi pelajaran tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan terdapat dalam tabel IV.3 berikut: (6) Tabel IV. 3 Standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk materi kelarutan dan hasil kali kelarutan Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran, dan terapannya. Kompetensi Dasar Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan. 34

14 Berdasarkan kompetensi dasar pada Tabel IV.3 maka dapat dijabarkan dalam kegiatan pembelajaran dan indikator. Pokok-pokok kegiatan pembelajaran dan indikator capaian dipaparkan dalam Tabel IV.4. Tabel IV. 4 Kegiatan pembelajaran dan indikator Kegiatan Pembelajaran Menentukan kelarutan Ca(OH) 2 dalam air, larutan NaOH, larutan NaCl, dan dalam larutan CaCl 2 melalui kegiatan eksperimen. (Alokasi waktu 3 jam pelajaran) Penyajian materi tentang tetapan hasil kali kelarutan, hubungan kelarutan dengan K sp, pengaruh ion senama, pengaruh garam terhadap kelarutan menggunakan pendekatan lempar Mahkota. (Alokasi waktu 3 jam pelajaran) Penyajian materi tentang reaksi pengendapan disampaikan secara verbal dan diakhiri dengan demontrasi yang dilakukan oleh beberapa siswa yang ditunjuk. (Alokasi waktu 1 jam pelajaran) Menyelesaikan soal latihan dengan pendekatan mencari pasangan dan divariasikan dengan maju ke depan. (Alokasi waktu 2 jam pelajaran) Indikator 1. Mengukur dan membedakan kelarutan suatu zat dalam beberapa pelarut melalui eksperimen di laboratorium. 2. Menjelaskan hubungan antara kelarutan dan hasil kali kelarutan. 3. Menjelaskan pengaruh ion senama terhadap kelarutan. 4. Menjelaskan pengaruh ph terhadap kelarutan. 5. Menjelaskan pengaruh garam terhadap kelarutan. 6. Memprediksi terbentuknya endapan berdasarkan nilai K sp dan Q c. 7. Menyelesaikan dengan benar soalsoal latihan yang disiapkan oleh guru. Ujian tertulis. (Alokasi waktu 1 jam pelajaran) 35

15 Adapun langkah-langkah kegiatan pembelajaran secara lebih rinci penulis paparkan dalam Tabel IV.5 berikut: Tabel IV. 5 Uraian kegiatan pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Menentukan kelarutan Ca(OH) 2 dalam air, larutan NaOH, larutan NaCl, dan dalam larutan CaCl 2 melalui kegiatan eksperimen. (Alokasi waktu 3 jam pelajaran) Penyajian materi tentang tetapan hasil kali kelarutan, hubungan kelarutan dengan K sp, pengaruh ion senama, pengaruh garam terhadap kelarutan menggunakan pendekatan lempar Mahkota. (Alokasi waktu 3 jam pelajaran) Uraian Yang dilakukan guru meliputi: 1. Menyiapkan alat, bahan kimia, dan lembar kerja siswa yang dibutuhkan untuk terselenggaranya eksperimen. 2. Membagi siswa dalam sepuluh kelompok dan masing-masing kelompok mengerjakan tugas eksperimen yang tertera dalam lembar kerja siswa (LKS). 3. Membantu siswa dalam melaksanakan eksperimen agar diperoleh data yang diharapkan. Data yang diperoleh setiap kelompok dikomunikasikan kepada kelompok lain oleh ketua kelompok. 4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melengkapi lembar kerja siswa. 5. Mendiskusikan hasil eksperimen agar semua siswa mendapatkan pemahaman yang tepat. 6. Mengamati kinerja dan sikap siswa selama pelaksanaan eksperimen. (LKS selengkapnya dalam Lampiran K) Yang dilakukan oleh guru meliputi: 1. Menyiapkan sebuah mahkota dari kertas yang bertuliskan Empu K sp. Menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca materi dalam buku pegangan. Setelah itu siswa dipersilahkan menutup bukunya. Guru mengambil mahkota dan memasangkan pada kepala seorang siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya, sampai beberapa siswa. Pertanyaan yang diajukan guru diupayakan bersifat konseptual, bukan hitungan. (Paket soal dalam Lampiran L) 2. Mempresentasikan materi pelajaran secara verbal dengan bantuan media seperti OHP dan papan tulis untuk memberikan pemahaman yang tepat pada siswa. (Materi pelajaran terlampir pada Lampiran M) 36

16 Tabel IV.5. (Lanjutan) Kegiatan Pembelajaran Penyajian materi tentang reaksi pengendapan disampaikan secara verbal dan diakhiri dengan demontrasi yang dilakukan oleh beberapa siswa yang ditunjuk. (alokasi waktu 1 jam pelajaran) Menyelesaikan soal latihan dengan pendekatan mencari pasangan dan divariasikan dengan maju ke depan. (Alokasi waktu 2 jam pelajaran) Ujian tertulis. (Alokasi waktu 1 jam pelajaran) Uraian Yang dilakukan oleh guru: 1. Mempresentasikan secara verbal materi tentang reaksi pengendapan dengan bantuan media seperti OHP dan papan tulis. 2. Membagikan lembar kerja siswa dan meminta siswa memprediksi terbentuk/tidak endapan dari percampuran suatu larutan melalui perhitungan. 3. Meminta siswa tertentu untuk mendemontrasikan percampuran dua larutan yang telah ditentukan untuk membuktikan ketepatan dari prediksi. (LKS selengkapnya ada pada lampiran N) Yang dilakukan oleh guru: 1. Pada kira-kira 15 menit pertama digunakan pendekatan mencari pasangan. Untuk itu guru menyediakan 10 soal dan jawabannya. Setiap soal dan jawaban ditulis dalam selembar kertas yang disebut kartu soal. Kepada 10 siswa dibagikan masing-masing satu kartu soal dan diberikan kesempatan 2-5 menit untuk mempersiapkan jawabannya. Sementara itu kepada 10 siswa lainnya diminta maju ke depan dan dibagi kartu berisi jawaban. Setelah itu siswa yang mendapat kartu berisi soal diminta mencari pasangannya yaitu jawaban yang dibawa oleh siswa yang di depan. Setelah satu babak, bisa diulang. (Paket soal dalam Lampiran O) 2. Guru menyiapkan paket soal dalam bahasa Inggris untuk diberikan kepada siswa, memberikan kesempatan untuk mencoba menyelesaikan dan menunjuk/mempersilahkan siswa untuk mengerjakan di papan tulis. Jika siswa tidak mampu menemukan jawabannya, maka guru memberikan bantuan sebagian atau seluruhnya. (Paket soal tersedia di Lampiran P) Yang dilakukan oleh guru: 1. Menyusun soal ujian yang terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian. 2. Menyiapkan kunci jawaban untuk memeriksa hasil pekerjaan siswa. (Paket Soal Ujian dalam Lampiran Q) 37

17 Demikianlah secara ringkas gagasan penulis dalam menyajikan materi pelajaran kimia pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan. Melalui langkah-langkah yang penulis susun, baik siswa maupun guru dituntut secara aktif ambil bagian dalam kegiatan pembelajaran. Sangat jelas bahwa untuk terselenggaranya pembelajaran tersebut seorang guru harus melakukan persiapan yang maksimal, diantaranya: 1. Kondisi fisik harus dalam keadaan sehat. 2. Menyusun lembar kerja siswa yang dibutuhkan. 3. Membuat mahkota dari kertas bertuliskan Empu K sp dan pertanyaan yang bersifat konseptual. 4. Membuat kartu soal untuk permainan mencari pasangan, soal latihan dan soal ujian. 5. Menyusun materi presentasi yang akan disajikan dalam bentuk transparan atau power point, dan ringkasan materi pelajaran untuk dipelajari siswa. 6. Menyediakan alat-alat dan bahan kimia yang diperlukan untuk eksperimen. 7. Melakukan evaluasi pelaksanaan untuk penyempurnaan di kemudian hari. 8. Bekerja sama dengan rekan guru kimia untuk membantu pelaksanaan eksperimen. Demikian pula bagi siswa yang mengikuti pembelajaran dituntut secara aktif menggunakan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya, di antaranya: 1. Kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. 2. Ketelitian dalam pengukuran, karena percobaan bersifat kuantitatif dan data yang diperoleh akan digunakan oleh kelompok siswa lainnya. 3. Kemampuan menghitung untuk mengolah data dan menyelesaikan soal-soal latihan maupun ujian yang umumnya bersifat algoritmik. 4. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, terutama dalam ekperimen. 5. Menyukai permainan, ini melalui kegiatan latihan soal yang menerapkan pendekatan Lempar Mahkota maupun Mencari Pasangan. 6. Kemampuan membaca pemahaman, karena setelah membaca akan diberikan tanya jawab yang pertanyaanya bersifat konseptual. 7. Kemampuan mendengarkan pada saat guru menyampaikan materi pelajaran yang ditujukan untuk memberikan penguatan atau penekanan. 38

kimia ASAM-BASA III Tujuan Pembelajaran

kimia ASAM-BASA III Tujuan Pembelajaran KTSP K-13 kimia K e l a s XI ASAM-BASA III Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami mekanisme reaksi asam-basa. 2. Memahami stoikiometri

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/semester Alokasi Waktu Pertemuan ke- : Kimia : SMA : XI/2 : 2 x 45 menit : 9 (sembilan) Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat

Lebih terperinci

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

Kelarutan (s) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Kelarutan (s) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Kelarutan (s) dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp) Tim Dosen Kimia Dasar FTP UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kelarutan (s) Kelarutan (solubility) adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam suatu pelarut.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Kelas/semester Meta pelajaran Topik Pertemuan Alokasi Waktu : XI/2 : Kimia : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan :.. : 11 x 45 menit a. Kompotensi Dasar : 1.1 Menyadari

Lebih terperinci

KIMIa ASAM-BASA II. K e l a s. A. Kesetimbangan Air. Kurikulum 2006/2013

KIMIa ASAM-BASA II. K e l a s. A. Kesetimbangan Air. Kurikulum 2006/2013 Kurikulum 2006/2013 KIMIa K e l a s XI ASAM-BASA II Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami kesetimbangan air. 2. Memahami pengaruh asam

Lebih terperinci

Tentukan ph dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H + sebesar 10 4 M dengan tanpa bantuan alat hitung kalkulator!

Tentukan ph dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H + sebesar 10 4 M dengan tanpa bantuan alat hitung kalkulator! Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang cara menghitung ph dan poh larutan asam basa berdasarkan konsentrasi ion [H + ] dan [OH ] SMA kelas 11 IPA. Berikut contoh-contoh soal yang bisa

Lebih terperinci

Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : WIB

Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : WIB Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : 10.15 11.45 WIB Petunjuk Pengerjaan Soal Berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan! Isikan identitas Anda

Lebih terperinci

Larutan Penyangga XI MIA

Larutan Penyangga XI MIA Larutan Penyangga XI MIA Komponen Larutan Penyangga Larutan Penyangga Asam Terdiri dari Asam lemah dan basa konjugasinya (Contoh : CH 3 COOH dan CH 3 COO -, HF dan F - ) Cara membuatnya : 1. Mencampurkan

Lebih terperinci

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) Larutan penyangga Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang ph-nya praktis tidak berubah walaupun kepadanya ditambahkan sedikit asam, sedikit basa, atau bila

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Wassalamualaikum Wr. Wb. Palembang, Oktober Penyusun

KATA PENGANTAR. Wassalamualaikum Wr. Wb. Palembang, Oktober Penyusun KATA PENGANTAR Assalamualikum Wr.Wb Puji syukur senatiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan Makalah Kimia ini dengan baik dan

Lebih terperinci

Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang hidrolisis larutan garam dan menentukan ph atau poh larutan garam, kimia SMA kelas 11 IPA.

Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang hidrolisis larutan garam dan menentukan ph atau poh larutan garam, kimia SMA kelas 11 IPA. Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang hidrolisis larutan garam dan menentukan ph atau poh larutan garam, kimia SMA kelas 11 IPA. Soal No. 1 Dari beberapa larutan berikut ini yang tidak

Lebih terperinci

Bab 4 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

Bab 4 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Bab 4 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Apa yang terjadi pada saat gula dilarutkan ke dalam air, mengapa bila gula yang dilarutkan dalam jumlah banyak tidak dapat terlarut semua? Mengapa gula tidak bisa

Lebih terperinci

Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam. Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang

Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam. Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang Untuk SMA/MA Program Ilmu Pengetahuan Alam Sepfina Nurul Mundharifah Universitas Negeri Semarang Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati dan mengamalkan

Lebih terperinci

Derajat Keasaman dan kebasaan (ph dan poh)

Derajat Keasaman dan kebasaan (ph dan poh) Derajat Keasaman dan kebasaan (ph dan poh) Berdasarkan teori asam basa Arhenius, suatu larutan dapat bersifat asam, basa atau netral tergantung pada konsentrasi ion H+ atau ion OH dalam larutan tersebut.

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN 7 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) B. HUBUNGAN KELARUTAN (s) DENGAN Ksp C. PENGARUH ION SEJENIS TERHADAP KELARUTAN D. HUBUNGAN Ksp DENGAN PH LARUTAN E. HUBUNGAN

Lebih terperinci

wanibesak.wordpress.com 1

wanibesak.wordpress.com 1 Ringkasan, contoh soal dan pembahasan mengenai asam, basa dan larutan penyangga atau larutan buffer Persamaan ionisasi air H 2O H + + OH Dari reaksi di atas sesuai hukum kesetimbangan, tetapan kesetimbangan

Lebih terperinci

Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa

Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa Bab VIII Reaksi Penetralan dan Titrasi Asam-Basa Sumber: James Mapple, Chemistry an Enquiry-Based Approach Pengukuran ph selama titrasi akan lebih akurat dengan menggunakan alat ph-meter. TUJUAN PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

kimia K-13 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN K e l a s A. Kelarutan Garam (Elektrolit) Tujuan Pembelajaran

kimia K-13 KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN K e l a s A. Kelarutan Garam (Elektrolit) Tujuan Pembelajaran K-1 kimia K e l a s XI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan 1. Memahami tentang kelarutan garam (elektrolit). 2. Memahami

Lebih terperinci

BAB 8. Jika Anda memasukkan satu sendok gula ke dalam segelas air, kemudian Anda. Kelarutan Garam Sukar Larut. Kata Kunci.

BAB 8. Jika Anda memasukkan satu sendok gula ke dalam segelas air, kemudian Anda. Kelarutan Garam Sukar Larut. Kata Kunci. Kimia XI SMA 205 BAB 8 Kelarutan Garam Sukar Larut Gambar Larutan Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan

Lebih terperinci

LEMBAR SOAL. Mata pelajaran : Kimia. Kelas/Program : XI/IPA Hari, tanggal : Selasa, 8 April 2008 Alokasi waktu : 90 Menit

LEMBAR SOAL. Mata pelajaran : Kimia. Kelas/Program : XI/IPA Hari, tanggal : Selasa, 8 April 2008 Alokasi waktu : 90 Menit DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN KIMIA Gedung D6. Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Telp. 8508035 LEMBAR SOAL Mata

Lebih terperinci

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan 32 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Data Eksperimen dan Perhitungan Eksperimen dilakukan di laboratorium penelitian Kimia Analitik, Program Studi Kimia, ITB. Eksperimen dilakukan dalam rentang waktu antara

Lebih terperinci

Bab II Studi Pustaka

Bab II Studi Pustaka Bab II Studi Pustaka II.1 Kelarutan Larutan adalah campuran yang bersifat homogen. Larutan yang menggunakan air sebagai pelarut dinamakan larutan dalam air. Larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT BAB 6 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) Kelarutan (s) Kelarutan (solubilit) adalah suatu zat dalam suatu pelarut menatakan jumlah maksimum suatu zat ang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan

Lebih terperinci

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan STOIKIOMETRI Pengertian Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari dan menghitung hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam reaksi kimia (persamaan kimia) Stoikiometri adalah hitungan kimia Hubungan

Lebih terperinci

Bab IV Hasil dan Pembahasan

Bab IV Hasil dan Pembahasan Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Pembuatan Larutan Buffer Semua zat yang digunakan untuk membuat larutan buffer dapat larut dengan sempurna. Larutan yang diperoleh jernih, homogen, dan tidak berbau. Data

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN URAIAN MATERI

KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN URAIAN MATERI Standar ompetensi ELARUTAN DAN HASILALI ELARUTAN Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. ompetensi Dasar 1. Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP FAX KODE POS 60299

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP FAX KODE POS 60299 PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP. 031-8415492 FAX 031-8430673 KODE POS 60299 ULANGAN AKHIR SEMESTER 2 (DUA) TAHUN PELAJARAN 2011 2012 Hari/Tanggal :

Lebih terperinci

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) Larutan penyangga Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang ph-nya praktis tidak berubah walaupun kepadanya ditambahkan sedikit asam, sedikit basa, atau bila

Lebih terperinci

Chemistry Practicum Report

Chemistry Practicum Report Chemistry Practicum Report Created by: Michiko Tanadi (20) XI Science II Patty Regina (24) XI Science I XI Science 2009/2010 Tarakanita II Senior High School Jalan Taman Pluit Permai Barat 1 Jakarta 14450

Lebih terperinci

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. Untuk mengembangkan strategi pembelajaran pada materi titrasi asam basa

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. Untuk mengembangkan strategi pembelajaran pada materi titrasi asam basa BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN Untuk mengembangkan strategi pembelajaran pada materi titrasi asam basa dilakukan tiga tahap yaitu tahap pertama melakukan analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar

Lebih terperinci

MODUL IV KESETIMBANGAN KELARUTAN

MODUL IV KESETIMBANGAN KELARUTAN MODUL IV KESETIMBANGAN KELARUTAN I. Petunjuk Umum 1. Kompetensi Dasar 1) Mahasiswa memahami konsep hubungan kelarutan dengan Ksp 2) Mahasiswa mampu memprediksi terjadinya reaksi pengendapan 3) Mahasiswa

Lebih terperinci

ASAM -BASA, STOIKIOMETRI LARUTAN DAN TITRASI ASAM-BASA

ASAM -BASA, STOIKIOMETRI LARUTAN DAN TITRASI ASAM-BASA ASAM -BASA, STOIKIOMETRI LARUTAN DAN TITRASI ASAM-BASA Asam merupakan zat yang yang mengion dalam air menghasilkan ion H + dan basa merupakan zat yang mengion dalam air menghasilkan ion OH -. ASAM Asam

Lebih terperinci

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar

BAB 6. Jika ke dalam air murni ditambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah. Larutan Penyangga. Kata Kunci. Pengantar Kimia XI SMA 179 BAB 6 Larutan Penyangga Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian larutan penyangga dan komponen penyusunnya. 2. Merumuskan persamaan

Lebih terperinci

HASIL ANALISIS KEBENARAN KONSEP PADA OBJEK PENELITIAN. Penjelasan Konsep

HASIL ANALISIS KEBENARAN KONSEP PADA OBJEK PENELITIAN. Penjelasan Konsep LAMPIRAN 7 HASIL ANALISIS KEBENARAN KONSEP PADA OBJEK PENELITIAN Keterangan kriteria kebenaran konsep Benar (B) Salah (S) Indikator Pembelajaran : Jika penjelasan konsep subjek penelitian sesuai dengan

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. Pengertian Kelarutan Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida (NaCl) dan ada pula garam sukar

Lebih terperinci

CH 3 COONa 0,1 M K a CH 3 COOH = 10 5

CH 3 COONa 0,1 M K a CH 3 COOH = 10 5 Soal No. 1 Dari beberapa larutan berikut ini yang tidak mengalami hidrolisis adalah... A. NH 4 Cl C. K 2 SO 4 D. CH 3 COONa E. CH 3 COOK Yang tidak mengalami peristiwa hidrolisis adalah garam yang berasal

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16.

LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober s/d 16. LAPORAN PRAKTIKUM 3 ph METER, BUFFER, dan PENGENCERAN DISUSUN OLEH : MARIA LESTARI DAN YULIA FITRI GHAZALI Kamis 04 Oktober 2012 14.00 s/d 16.00 wib TUJUAN : 1. Agar mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip

Lebih terperinci

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BAB 1 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Gambar 1.1 Proses kenaikan titik didih Sumber: Jendela Iptek Materi Pada pelajaran bab pertama ini, akan dipelajari tentang penurunan tekanan uap larutan ( P), kenaikan titik

Lebih terperinci

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN SEKOLAH : SMAN 6 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) ALOKASI WAKTU : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) LARUTAN PENYANGGA (BUFFER) Larutan penyangga Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang ph-nya praktis tidak berubah walaupun kepadanya ditambahkan sedikit asam, sedikit basa, atau bila

Lebih terperinci

Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Bab VI Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Sumber: Dokumentasi Penerbit Air laut merupakan elektrolit karena di dalamnya terdapat ion-ion seperti Na, K, Ca 2, Cl, 2, dan CO 3 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah

Lebih terperinci

MATERI HIDROLISIS GARAM KIMIA KELAS XI SEMESTER GENAP

MATERI HIDROLISIS GARAM KIMIA KELAS XI SEMESTER GENAP MATERI HIDROLISIS GARAM KIMIA KELAS XI SEMESTER GENAP PENDAHULUAN Kalian pasti mendengar penyedap makanan. Penyedap makanan yang sering digunakan adalah vitsin. Penyedap ini mengandung monosodium glutamat

Lebih terperinci

SMA Negeri 6 Denpasar Alamat Jalan Raya Sanur Tlp : 0361(247843) Denpasar

SMA Negeri 6 Denpasar Alamat Jalan Raya Sanur Tlp : 0361(247843) Denpasar RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Mata Pelajaran : Kimia Materi : Reaksi Asam Basa dan Perhitungannya Kelas / Smt : XI / 2 Oleh : I Wayan Subaga SMA Negeri 6 Denpasar Alamat Jalan Raya Sanur Tlp

Lebih terperinci

Soal-Soal. Bab 7. Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Larutan Penyangga

Soal-Soal. Bab 7. Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Larutan Penyangga Bab 7 Soal-Soal Latihan Larutan Penyangga, Hidrolisis Garam, serta Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Larutan Penyangga 1. Berikut ini yang merupakan pasangan asam basa terkonjugasi (A) H 3 O + dan OH

Lebih terperinci

Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit

Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT LARUTAN ELEKTROLIT 1. Pengertian Larutan Elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan

Lebih terperinci

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. A. Penurunan Struktur Global dan Struktur Makro Pengajaran Guru. pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN. A. Penurunan Struktur Global dan Struktur Makro Pengajaran Guru. pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 39 BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Penurunan Struktur Global dan Struktur Makro Pengajaran Guru pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Pengambilan data pertama kali adalah merekam guru yang sedang

Lebih terperinci

Lampiran Sumber Belajar : Purba, Michael Kimia SMA. Erlangga. Jakarta

Lampiran Sumber Belajar : Purba, Michael Kimia SMA. Erlangga. Jakarta Lampiran 3 95 INTRUKSI 1. Setiap siswa harus membaca penuntun praktikum ini dengan seksama. 2. Setelah alat dan bahan siap tersedia, laksanakanlah percobaan menurut prosedur percobaan. 3. Setelah melakukan

Lebih terperinci

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS

LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS 6 LARUTAN PENYANGGA DAN HIDROLISIS A. LARUTAN PENYANGGA B. HIDROLISIS Pada bab sebelumnya, kita sudah mempelajari tentang reaksi asam-basa dan titrasi. Jika asam direaksikan dengan basa akan menghasilkan

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI 1. Untuk membuat 500 ml larutan H 2 SO 4 0.05 M dibutuhkan larutan H 2 SO 4 5 M sebanyak ml a. 5 ml b. 10 ml c. 2.5 ml d. 15 ml e. 5.5 ml 2. Konsentrasi larutan yang

Lebih terperinci

kimia KTSP & K-13 KESETIMBANGAN KIMIA 1 K e l a s A. Reaksi Kimia Reversible dan Irreversible Tujuan Pembelajaran

kimia KTSP & K-13 KESETIMBANGAN KIMIA 1 K e l a s A. Reaksi Kimia Reversible dan Irreversible Tujuan Pembelajaran KTSP & K-13 kimia K e l a s XI KESETIMBANGAN KIMIA 1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami definisi reaksi kimia reversible dan irreversible..

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP LARUTAN 1. KOMPOSISI LARUTAN 2. SIFAT-SIFAT ZAT TERLARUT 3. KESETIMBANGAN LARUTAN 4. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

BAB 5 KONSEP LARUTAN 1. KOMPOSISI LARUTAN 2. SIFAT-SIFAT ZAT TERLARUT 3. KESETIMBANGAN LARUTAN 4. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BAB 5 KONSEP LARUTAN 1. KOMPOSISI LARUTAN 2. SIFAT-SIFAT ZAT TERLARUT 3. KESETIMBANGAN LARUTAN 4. SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ZAT TERLARUT + PELARUT LARUTAN Komponen minor Komponen utama Sistem homogen PELARUTAN

Lebih terperinci

BAB VI KINETIKA REAKSI KIMIA

BAB VI KINETIKA REAKSI KIMIA BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB VI 1. Padatan NH 4 NO 3 diaduk hingga larut selama 77 detik dalam akuades 100 ml sesuai persamaan reaksi berikut: NH 4 NO 2 (s) + H 2 O (l) NH

Lebih terperinci

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN PENURUNAN TEKANAN UAP Penurunan Tekanan Uap adalah selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap jenuh larutan. P = P - P P = Penurunan Tekanan Uap P = Tekanan

Lebih terperinci

Daftar Pustaka. 1. Yahya, H. (2004), Alquran dan Sains, Edisi Pertama, Penerbit Dzikra, Bandung, 5 12.

Daftar Pustaka. 1. Yahya, H. (2004), Alquran dan Sains, Edisi Pertama, Penerbit Dzikra, Bandung, 5 12. Daftar Pustaka 1. Yahya, H. (2004), Alquran dan Sains, Edisi Pertama, Penerbit Dzikra, Bandung, 5 12. 2. Dryden, G.,Vos, J. (2004), Revolusi Cara Belajar, Bagian II, Penerbit Kaifa, Bandung, 299 3. Hawkes,

Lebih terperinci

GALAT TITRASI. Ilma Nugrahani

GALAT TITRASI. Ilma Nugrahani GALAT TITRASI Ilma Nugrahani Galat Titrasi Adalah galat yang terjadi karena indikator berubah warna sebelum atau sesudah titik setara ditunjukkan dari kurva titrasi titik akhir titik ekivalen. Dapat disebabkan

Lebih terperinci

Sifat Koligatif Larutan (Bagian I)

Sifat Koligatif Larutan (Bagian I) KIMIA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 01 Sesi NGAN Sifat Koligatif Larutan (Bagian I) Sebelum mempelajari sifat koligatif larutan, terlebih dahulu kita akan meninjau kembali sedikit pengetahuan mengenai

Lebih terperinci

Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa

Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya atau campuran basa lemah dan asam konjugasinya. Larutan penyangga disebut juga larutan penahan atau larutan dapar atau buffer.

Lebih terperinci

Disusun Oleh: Anastasia Latif ( XI IPA 1 ) Christine ( XI IPA 1 ) Josephine Putri ( XI IPA 2 ) Kelvin Ricky (XI IPA 2 ) Patty Regina (XI IPA 1 )

Disusun Oleh: Anastasia Latif ( XI IPA 1 ) Christine ( XI IPA 1 ) Josephine Putri ( XI IPA 2 ) Kelvin Ricky (XI IPA 2 ) Patty Regina (XI IPA 1 ) LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA Asam dan Basa Disusun Oleh: Anastasia Latif ( XI IPA 1 ) Christine ( XI IPA 1 ) Josephine Putri ( XI IPA 2 ) Kelvin Ricky (XI IPA 2 ) Patty Regina (XI IPA 1 ) Windy Saputra ( XI

Lebih terperinci

SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah. A. Elektrolit adalah zat yang

Lebih terperinci

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! KIMIA XI SMA 217 S OAL TES SEMESTER II I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Basa menurut Arhenius adalah senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan a. proton d. ion H b. elektron e.

Lebih terperinci

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10 SMA IPA Kelas 10 Perbedaan Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit Larutan adalah campuran homogen dari dua zat atau lebih, larutan tersusun dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Berdasarkan keelektrolitannya,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG

LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG LAMPIRAN 01 SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA) Satuan Pendidikan : SMAN 4 KUPANG Kelas : XI Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Menghayati

Lebih terperinci

Pilihan Ganda Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan 20 butir. 5 uraian Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan.

Pilihan Ganda Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan 20 butir. 5 uraian Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan. 1 Pilihan Ganda Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan 20 butir. 5 uraian Soal dan Jawaban Sifat Koligatif Larutan. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E di depan jawaban yang benar!

Lebih terperinci

PERCOBAAN POTENSIOMETRI (PENGUKURAN ph)

PERCOBAAN POTENSIOMETRI (PENGUKURAN ph) PERCOBAAN POTENSIOMETRI (PENGUKURAN ph) I. Tujuan. Membuat kurva hubungan ph - volume pentiter 2. Menentukan titik akhir titrasi 3. Menghitung kadar zat II. Prinsip Prinsip potensiometri didasarkan pada

Lebih terperinci

BERKAS SOAL BIDANG STUDI: KIMIA PRAKTIKUM MODUL I KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 2012

BERKAS SOAL BIDANG STUDI: KIMIA PRAKTIKUM MODUL I KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 2012 BERKAS SOAL BIDANG STUDI: KIMIA PRAKTIKUM MODUL I KOMPETISI SAINS MADRASAH NASIONAL 2012 Hal-0 Instruksi Pastikan bahwa nama dan kode peserta Anda sudah tertulis pada halaman pertama lembar soal dan lembar

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Pokok Bahasan Kelas/semester : Madrasah Darul Ihksan Samarinda : Kimia : Larutan Penyangga : XI /Genap Tahun Ajaran : 2012/2013 Alokasi waktu

Lebih terperinci

Pemetaan /Analisis SK dan KD

Pemetaan /Analisis SK dan KD 56 Pemetaan /Analisis SK dan KD Mata Pelajaran Kelas/Semester : Kimia : XI/Genap Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tingkat Ranah KD Indikator Pencapaian Tingkat Ranah IPK Ruang Lingkup 1 2 3 Alokasi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN PERTEMUAN KE-1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN PERTEMUAN KE-1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN PERTEMUAN KE-1 Sekolah : SMAN 3 Tangerang Selatan Mata Pelajaran : Kimia Kelas/ Semester : XI/ I Tahun Pelajaran : 010/011 Pokok Bahasan : Laju Reaksi

Lebih terperinci

Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Lampiran 2.2 (Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) I. Analisis Indikator 4. Memahami sifat-sifat larutan asambasa, metode pengukuran, dan terapannya SMAN 1 Dasar SMAN 4 Bandung SMAN 1 Cimahi SMAN

Lebih terperinci

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi.

PETA KONSEP. Larutan Penyangga. Larutan Penyangga Basa. Larutan Penyangga Asam. Asam konjugasi. Basa lemah. Asam lemah. Basa konjugasi. PETA KONSEP Larutan Penyangga mempertahankan berupa ph Larutan Penyangga Asam mengandung Larutan Penyangga Basa mengandung Asam lemah Basa konjugasi Asam konjugasi Basa lemah contoh contoh contoh contoh

Lebih terperinci

SILABUS. Alokasi Sumber. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Teori. Tes tertulis 4 jp Buku-buku Atom

SILABUS. Alokasi Sumber. Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Teori. Tes tertulis 4 jp Buku-buku Atom 1.11 Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik. SILABUS SATUAN PENDIDIKAN : SMA NEGERI

Lebih terperinci

D kj/mol E kj/mol

D kj/mol E kj/mol 1. Dari data : 2H 2 (g) + O 2 (g) 2H 2 O (l) H = -571 kj 2Ca (s) + O 2 (g) 2CaO(s) H = -1269 kj CaO (s) + H 2 O (l) Ca(OH)2(s) H = -64 kj Dapat dihitung entalpi pembentukan Ca(OH) 2 (s) sebesar... A. -984

Lebih terperinci

L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA

L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA L A R U T A N _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA 1. Larutan Elektrolit 2. Persamaan Ionik 3. Reaksi Asam Basa 4. Perlakuan Larutan

Lebih terperinci

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan harga ph terhadap pengaruh penambahan sedikit asam atau basa, atau terhadap pengenceran.

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan harga ph terhadap pengaruh penambahan sedikit asam atau basa, atau terhadap pengenceran. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memahami sifatsifat larutan asambasa, metode pengukuran, dan terapannya. Mendeskripsikan sifat larutan penyangga dan peranan larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup.

Lebih terperinci

D. 8 mol S E. 4 mol Fe(OH) 3 C. 6 mol S Kunci : B Penyelesaian : Reaksi :

D. 8 mol S E. 4 mol Fe(OH) 3 C. 6 mol S Kunci : B Penyelesaian : Reaksi : 1. Perhatikan reaksi, 2 Fe 2 S 3 + 3O 2 + 6 H 2 O 4 Fe(OH) 3 + 6S Jika 2 mol Fe 2 S 3, 2 mol O 2 dan 3 mol H 2 O bereaksi dengan sempurna, akan dihasilkan : A. 3 mol Fe(OH) 3 B. 2 mol Fe(OH) 3 D. 8 mol

Lebih terperinci

TUGAS KIMIA SMA NEGERI 1 BAJAWA TITRASI ASAM BASA. Nama : Kelas. Disusun oleh:

TUGAS KIMIA SMA NEGERI 1 BAJAWA TITRASI ASAM BASA. Nama : Kelas. Disusun oleh: TUGAS KIMIA TITRASI ASAM BASA Disusun oleh: Nama : Kelas : SMA NEGERI 1 BAJAWA 2015 TITRASI ASAM BASA 1. Prinsip Dasar Titrasi netralisasi adalah titrasi yang didasarkan pada reaksi antara suatu asam dengan

Lebih terperinci

Sumber: Silberberg, Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change

Sumber: Silberberg, Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change Bab VII ph Larutan Asam-Basa Sumber: Silberberg, Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change Indikator universal dan kertas lakmus digunakan untuk mengindentifikasi ph larutan asam-basa. TUJUAN

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA F A K U L T A S M I P A RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Dosen: I Made Sukarna & Regina Tutik Padmaningrum RPP/KIM 311/ 01 5 September 2008 1. Fakultas/ Program Studi : FMIPA/Kimia

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Standar Kompetensi 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran, dan terapannya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I. Standar Kompetensi 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran, dan terapannya Lampiran 2 63 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN I Mata Pelajaran Kelas/Semester Sub Materi Pokok Alokasi Waktu Pertemuan ke : Kimia : XI IPA 4/ 2 (dua) : Teori Asam Basa Arrhenius : 2 x 45 menit : I Standar

Lebih terperinci

SKL- 3: LARUTAN. Ringkasan Materi. 1. Konsep Asam basa menurut Arrhenius. 2. Konsep Asam-Basa Bronsted dan Lowry

SKL- 3: LARUTAN. Ringkasan Materi. 1. Konsep Asam basa menurut Arrhenius. 2. Konsep Asam-Basa Bronsted dan Lowry SKL- 3: LARUTAN 3 Menjelaskan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya. o Menganalisis data daya hantar listrik beberapa larutan o Mendeskripsikan konsep ph larutan o Menghitung konsentrasi

Lebih terperinci

PERCOBAAN I PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

PERCOBAAN I PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK KI-2122 PERCOBAAN I PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA Nama Praktikan : Anggi Febrina NIM : 13010107 Kelompok : 5 (Shift Pagi) Tanggal

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENENTUKAN KONSENTRASI LARUTAN H 2 SO 4 DAN KONSENTRASI LARUTAN CH 3 COOH DENGAN TITRASI ASAM BASA (ASIDI-ALKALIMETRI)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENENTUKAN KONSENTRASI LARUTAN H 2 SO 4 DAN KONSENTRASI LARUTAN CH 3 COOH DENGAN TITRASI ASAM BASA (ASIDI-ALKALIMETRI) LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENENTUKAN KONSENTRASI LARUTAN H 2 SO 4 DAN KONSENTRASI LARUTAN CH 3 COOH DENGAN TITRASI ASAM BASA (ASIDI-ALKALIMETRI) Disusun Oleh : 1. Ela Bintang Bahari (XI IPA 4 / 03) 2. Alfian

Lebih terperinci

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar LOGO Stoikiometri Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar Konsep Mol Satuan jumlah zat dalam ilmu kimia disebut mol. 1 mol zat mengandung jumlah partikel yang sama dengan jumlah partikel dalam 12 gram C 12,

Lebih terperinci

Reaksi dalam larutan berair

Reaksi dalam larutan berair Reaksi dalam larutan berair Drs. Iqmal Tahir, M.Si. iqmal@gadjahmada.edu Larutan - Suatu campuran homogen dua atau lebih senyawa. Pelarut (solven) - komponen dalam larutan yang membuat penuh larutan (ditandai

Lebih terperinci

Soal dan Jawaban Titrasi Asam Basa

Soal dan Jawaban Titrasi Asam Basa Soal dan Jawaban Titrasi Asam Basa Rabu, 16 Januari 20130 komentar Inilah beberapa contoh soal dan jawaban tentang titrasi asam basa. Bacalah benarbenar setiap latihan soal asam basa berikut. Kalau perlu,

Lebih terperinci

Gambar Rangkaian Alat pengujian larutan

Gambar Rangkaian Alat pengujian larutan LARUTAN ELEKTROLIT DAN BUKAN ELEKTROLIT Selain dari ikatannya, terdapat cara lain untuk mengelompokan senyawa yakni didasarkan pada daya hantar listrik. Jika suatu senyawa dilarutkan dalam air dapat menghantarkan

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI 1. Untuk membuat 500 ml larutan H2SO4 0.05 M dibutuhkan larutan H2SO4 5 M sebanyak ml a. 5 ml b. 10 ml c. 2.5 ml d. 15 ml e. 5.5

Lebih terperinci

BAB 7. ASAM DAN BASA

BAB 7. ASAM DAN BASA BAB 7. ASAM DAN BASA 7. 1 TEORI ASAM BASA 7. 2 TETAPAN KESETIMBANGAN PENGIONAN ASAM DAN BASA 7. 3 KONSENTRASI ION H + DAN ph 7. 4 INDIKATOR ASAM-BASA (INDIKATOR ph) 7. 5 CAMPURAN PENAHAN 7. 6 APLIKASI

Lebih terperinci

LARUTAN. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak.

LARUTAN. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak. LARUTAN Larutan merupakan campuran yang homogen,yaitu campuran yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. Suatu larutan mengandung dua komponen atau lebih yang disebut

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I STOIKIOMETRI REAKSI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I STOIKIOMETRI REAKSI LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I STOIKIOMETRI REAKSI Nama Anggota: Isrenna Ratu Rezky Suci 1157040029 Helmi Fauzi 1157040025 Fajar Gunawan 1157040022 Fresa Agustini 1157040024 JURUSAN KIMIA 1A FAKULTAS

Lebih terperinci

Pengendapan. Sophi Damayanti

Pengendapan. Sophi Damayanti Titrasi Pengendapan 1 Sophi Damayanti 1. Proses Pelarutan Senyawa ionik dan ionik Dalam keadaan padat: kristal Struktur kristal: Gaya tarik menarik, gaya elektrostatik, ikatan hidrogen dan antaraksi dipol-dipol

Lebih terperinci

2. Konfigurasi elektron dua buah unsur tidak sebenarnya:

2. Konfigurasi elektron dua buah unsur tidak sebenarnya: . Atom X memiliki elektron valensi dengan bilangan kuantum: n =, l =, m = 0, dan s =. Periode dan golongan yang mungkin untuk atom X adalah A. dan IIIB B. dan VA C. 4 dan III B D. 4 dan V B E. 5 dan III

Lebih terperinci

SOAL dan PEMBAHASAN Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

SOAL dan PEMBAHASAN Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan SOAL dan PEMBAHASAN Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan 1. Diketahui kelarutan PbSO 4 dalam air pada suhu tertentu adalah 1,4 10 4 mol/l. Tentukan massa PbSO 4 yang dapat larut dalam 500 ml air, nyatakan

Lebih terperinci

SOAL LAJU REAKSI. Mol CaCO 3 = = 0.25 mol = 25. m Mr

SOAL LAJU REAKSI. Mol CaCO 3 = = 0.25 mol = 25. m Mr SOAL LAJU REAKSI 1. Untuk membuat 500 ml larutan H 2 SO 4 0.05 M dibutuhkan larutan H 2 SO 4 5 M sebanyak ml A. 5 ml B. 10 ml C. 2.5 ml D. 15 ml E. 5.5 ml : A Mencari volume yang dibutuhkan pada proses

Lebih terperinci

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA SOAL KIIA 1 KELAS : XI IPA PETUNJUK UU 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3. Kerjakanlah soal anda pada lembar

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT (Diskusi Informasi) INFORMASI Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut.

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT (Diskusi Informasi) INFORMASI Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT (Diskusi Informasi) INFORMASI Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan zat pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat digolongkan

Lebih terperinci

PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT

PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT I. Tujuan Percobaan ini yaitu: PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT Adapun tujuan yang ingin dicapai praktikan setelah melakukan percobaan 1. Memisahkan dua garam berdasarkan kelarutannya pada suhu tertentu

Lebih terperinci

Laporan Praktikum Kimia Dasar II. Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit

Laporan Praktikum Kimia Dasar II. Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Laporan Praktikum Kimia Dasar II Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Oleh: Kelompok : I (satu) Nama Nim Prodi : Ardinal : F1D113002 : Teknik Pertambangan FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS JAMBI

Lebih terperinci