PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016"

Transkripsi

1 PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETI SI DE BATKONSTI TUSIMAHASI SWA ANT ARPE RGURUAN TI NGGI SE I NDONESI AT AHUN KE P ANI TE RAAN DAN SE KRET ARI ATJ E NDE RAL MAHKAMAH KONSTI TUSI 201 6

2 PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI 2016

3 ii

4 PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 A. LATAR BELAKANG Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu lembaga negara pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Keberadaan MK diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD 1945) dan lebih lanjut diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi (MK). Sebagaimana kewenangan yang dimiliki, dalam menjaga pelaksanaan UUD 1945, maka MK dapat disebut sebagai lembaga negara pengawal konstitusi dan demokrasi. Terkait posisi MK sebagai pengawal konstitusi, MK memiliki tanggungjawab dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang nilai-nilai konstitusi. Nilai-nilai konstitusi yang bersumber 1

5 dari nilai utama (core value) dari ideologi Pancasila. Pemahaman tentang nilai utama yang akan membangun nilai konstitusional akan membuka pemahaman masyarakat untuk melihat secara jelas keberadaan ideologi pancasila. Pancasila tidak hanya dianggap sebagai simbol saja tanpa ada sebuah implementasi berupa nilai-nilai utama yang ada di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa pancasila menjadi opsi terbaik bagi permasalahan bangsa, namun demikian Pancasila tidak boleh disakralkan dan didogmakan. Pancasila harus tetap dijaga menjadi open and living ideology. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya secara strategis dalam rangka melakukan pemaknaan relevansi dan reaktualisasi pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terbuka. Dalam rangka langkah strategis untuk melakukan revitalisasi, reaktualisasi, dan reinternalisasi nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi kepada seluruh lapisan masyarakat, Mahkamah Konstitusi melakukan ikhtiar nyata dengan membangun sebuah Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. Pembangunan ini sejalan dengan Peraturan Presiden nomor 49 tahun 2012 yang, antara lain, mengatur tugas dan fungsi Pusdik Pancasila dan Konstitusi. Pentingnya pembentukan Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Setidaknya, terdapat tiga alasan utama yaitu, Pertama, sebagai lembaga peradilan yang masih relatif baru, MK membutuhkan sarana dan fasilitas yang menunjang untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran akan hak konstitusional warga negara yang sangat berkaitan dengan kewenangan MK. Di samping itu, dalam skala yang lebih luas adalah sebagai wadah melakukan revitalisasi, reaktualisasi, dan reinternalisasi nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap UUD 1945 tersebut niscaya masyarakat memiliki kesadaran 2

6 akan hak-hak konstitusionalnya sebagai warga negara sekaligus mengetahui dan memahami bagaimana mekanisme mendapatkan jaminan dan perlindungan atas hak-hak konstitusional. Kedua, dalam pelaksanaan kewenangan MK, Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal dalam UUD dijadikan sebagai batu pengujian konstitusionalitas sebuah undang-undang. Oleh karena itu, tidak mungkin memisahkan materi Konstitusi dan Pancasila karena segala materi yang disampaikan terkait dengan Konstitusi sudah pasti selalu berkaiatan erat dengan Pancasila. Meskipun selama ini belum pernah ada yang mengajukan permohonan uji materi undang-undang dengan batu uji Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, akan tetapi dalam praktiknya, telah banyak putusan Mahkamah Konstitusi yang langsung menjadikan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila sebagai batu uji. Untuk itulah, Mahkamah Konstitusi merasa berkepentingan terhadap segala upaya untuk meneguhkan Pancasila. Dan ketiga, adalah sebagai implementasi pertemuan para Pimpinan Lembaga Negara di MK pada 24 Mei 2011 yang pada pertemuan tersebut merekomendasikan kepada semua lembaga negara dan seluruh komponen bangsa untuk ikut mengambil peran sesuai porsi tugas dan kewenangan masing-masing dalam melakukan revitalisasi dan reaktualisasi Pancasila. Dengan niat dan prakarsa MK membangun pusat pendidikan Pancasila dan Konstitusi diharapkan benar-benar bisa memberikan kontribusi nyata bagi edukasi, sosialisasi, riset, bahkan kerja sama antarlembaga di dalam maupun luar negeri. Dan diharapakan benar-benar menjadi center of excellence dalam dunia pendidikan Indonesia. Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi secara manfaat bukan hanya untuk Mahkamah Konstitusi akan tetapi Pusat Pendidikan Pancasila adalah milik bangsa Indonesia dalam rangka menumbuh kembangkan nilai-nilai Pancasila dan UUD

7 Selanjutnya, dalam rangka mendukung semua niat baik dalam rangka menguatkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan Konstitusi dalam kepribadian masyarakat. Maka diperlukan sebuah dukungan riil dalam menjalankan semua program kegiatan yang mengarah pada sasaran berdirinya Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi ini. Dukungan riil berkaitan dengan perangkat lunak berupa substansi pendidikan yang mumpuni maupun perangkat keras berupa fasilitas dan infrastruktur yang mampu mendukung proses pendidikan tersebut. Atas dasar pemikiran tersebut, MK merencanakan kegiatan peningkatan pemahaman pancasila, berkonstitusi dan hukum acara Mahkamah Konstitusi dengan berbagai pemangku kepentingan yang mempunyai peran strategis dalam proses pelaksanaan demokrasi, yang diharapkan masyarakat luas sebagai komponen negara dapat berperan aktif dalam menciptakan demokrasi yang bermartabat. Salah satu target group pada tahun 2016 adalah Mahasiswa. Mahasiswa dianggap menjadi salah satu pihak strategis dalam rangka memasyarakatkan nilai pancasila dan konstitusi tersebut. Kalangan Mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia menjadi salah satu alat efektif untuk menanamkan nilai pancasila dan konstitusi bagi masyarakat. Mahasiswa adalah agen perubahan masyarakat yang mampu membangun opini tentang kebutuhan masyarakat indonesia untuk memahami core value Pancasila yang menjadi bagiantidak terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep pendidikan dilaksanakan melalui metode aktif diskusi, debat yang membangun sebuah bangunan dan argumen baru dalam rangka menyelesaikan permasalahan bangsa. Sehubungan dengan kenyataan yang demikian, dipandang perlu terus dilakukan upaya sosialiasi MK ke segenap lapisan masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan, khususnya dunia akademik sebagai salah satu pilar pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam rangka meningkatkan pemahaman para mahasiswa dan sivitas akademika terhadap keberadaan MK dan 4

8 berbagai isu konstitusi dan dinamika ketatanegaraan masa kini, MK berinisiatif menggelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun B. NAMA DAN BENTUK KEGIATAN Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun C. TUJUAN 1. Menyosialisasikan perubahan UUD 1945 dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi. 2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa mendalami dan memahami masalah-masalah pancasila dan konstitusi. 3. Mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan teks konstitusi (pasal-pasal UUD 1945) dengan perkembangan dan dinamika praktik ketatanegaraan masa kini. 4. Mangembangkan budaya perbedaan pendapat secara konstruktif dalam memahami implementasi perubahan UUD D. TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahapan, terdiri dari: 1. Tahapan Eliminasi 2. Tahapan Regional 3. Tahapan Nasional 5

9 E. PESERTA KEGIATAN 1. Ketentuan Umum Peserta a. Peserta kegiatan ini adalah regu mahasiswa mewakili tiap perguruan tinggi yang berasal dari semua program studi atau institusi pendidikan yang memiliki akreditasi program studi/institusi minimal B atau yang secara khusus diundang untuk mendaftar oleh Mahkamah Konstitusi. b. Para peserta berstatus sebagai mahasiswa S1. c. Tiap regu terdiri atas 3 (tiga) orang mahasiswa peserta debat dan 1 (satu) orang dosen pembimbing atau official yang ditugaskan oleh pimpinan perguruan tinggi peserta debat dengan melampirkan surat persetujuan dari rektor atau pimpinan institusi pendidikan sejenis. d. Setiap Perguruan Tinggi hanya berhak mengirim 1 (satu) utusan Tim Kompetisi Debat. e. Setiap Perguruan Tinggi yang melakukan pendaftaran wajib melampirkan bukti akreditasi jurusan/institusi dari BAN-PT. 2. Peserta Tahap Eliminasi adalah seluruh perguruan tinggi yang melakukan pendaftaran untuk Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 dari seluruh regional, yaitu: a. Regional Barat meliputi wilayah: Sumatera, Banten, dan Jawa Barat. 6

10 b. Regional Tengah meliputi wilayah: DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan. c. Regional Timur meliputi wilayah: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. 3. Peserta Tahap Regional; sebanyak 72 (tujuh puluh dua) perguruan tinggi yang dibagi menjadi 3 (tiga) regional, yaitu. a. Regional Barat meliputi wilayah: Sumatera, Banten, dan Jawa Barat adalah 24 (dua puluh empat) regu yang terdiri dari regu-regu debat yang lolos tahap eliminasi Regional Barat. b. Regional Tengah meliputi wilayah: DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan adalah 24 (dua puluh empat) regu yang terdiri regu-regu debat yang lolos tahap eliminasi Regional Tengah. c. Regional Timur meliputi wilayah: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua adalah 24 (dua puluh empat) regu yang terdiri regu-regu debat yang lolos tahap eliminasi Regional Timur. 4. Peserta Tahap Nasional; sebanyak 24 perguruan tinggi yang terdiri atas juara I, juara II, juara III dan semifinalis serta 4 (empat) tim babak perempat final Kompetisi Debat Konstitusi Tahap Regional. 7

11 F. TEMPAT DAN WAKTU 1. a. Pendaftaran dan Tahap Eliminasi Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 akan dilaksanakan pada periode 15 Februari s.d 28 Maret b. Pengumuman hasil Tahap Eliminasi akan dilaksanakan pada 4 April Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se- Indonesia Tahun 2016 Tahap Regional akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari 2 (dua) malam pada periode 19 April s.d. 12 Mei 2016 di masing-masing regional. a. Regional Barat dilaksanakan di Batam, dengan Tuan Rumah Fakultas Hukum Universitas Batam, pada 19 s.d. 21 April b. Regional Tengah dilaksanakan di Banjarmasin, dengan Tuan Rumah Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, pada 26 s.d. 28 April c. Regional Timur dilaksanakan di Mataram, dengan Tuan Rumah Fakultas Hukum Universitas Mataram, pada 10 s.d. 12 Mei Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 Tahap Nasional akan dilaksanakan pada 31 Mei s.d. 3 Juni 2016 di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi Jalan Raya Puncak Km. 83 Cisarua, Bogor

12 G. PENDAFTARAN PESERTA 1. Pendaftaran peserta melalui go.id dan cc ke 2. Pendaftaran dilakukan secara resmi atas nama Universitas/ Institut/ Sekolah Tinggi/ Institusi sejenis. 3. Peserta mengisi formulir biodata. 4. Peserta melampirkan foto, Kartu Tanda Mahasiswa, surat persetujuan Rektor/ Pimpinan Institusi Pendidikan S1, Artikel Ilmiah dan bukti akreditasi dari BAN-PT. 5. Peserta berhak melakukan pembaruan berkas pendaftaran, baik mengenai komposisi Tim Kompetisi Debat maupun mengenai Artikel Ilmiah yang telah dikirimkan selama masa pendaftaran. 6. Setiap Perguruan Tinggi yang melakukan pendaftaran wajib melampirkan bukti akreditasi jurusan dari BAN-PT. 7. Pendaftaran Peserta dibuka pada 15 Februari s.d 28 Maret 2016 pukul WIB. 8. Mahkamah Konstitusi tidak menerima pendaftaran peserta melewati batas waktu yang telah ditentukan. H. MEKANISME KEGIATAN 1. Tahap Eliminasi a. Setiap peserta debat wajib mengikuti tahap Eliminasi. b. Peserta mengirimkan data tim kompetisi debat beserta Artikel Ilmiah melalui pendaftaran. 9

13 c. Masing-masing peserta wajib membuat Artikel Ilmiah sesuai dengan format yang telah ditentukan. d. Artikel Ilmiah berjumlah 1 (satu) artikel sesuai dengan topik yang telah ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi. e. Artikel ilmiah memuat pendapat/tanggapan pro dan kontra (kelebihan dan kekurangan) terhadap topik yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi. f. Peserta yang lolos dalam tahap Eliminasi berjumlah 24 (dua puluh empat) peserta dari setiap regional. g. Seluruh peserta yang lolos dari tahap Eliminasi berhak untuk mengikuti Kompetisi Debat Tahap Regional. 2. Tahap Regional a. Topik kompetisi debat regional ditentukan Mahkamah Konstitusi. b. Perubahan susunan Tim Peserta yang mengikuti Tahap Regional maksimal 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan kegiatan di masing-masing regional dengan mengirimkan berkas perubahan dan surat persetujuan dari Universitas/ Institusi sejenis. c. Babak Penyisihan debat menggunakan sistem setengah kompetisi. d. Babak penyisihan peserta dibagi menjadi 8 (delapan) grup masing-masing grup terdiri atas 3 (tiga) Perguruan Tinggi. e. Juara masing-masing grup akan maju pada babak perempat final yang akan dilaksanakan dengan sistem gugur. 10

14 f. Pemenang babak perempat final akan maju ke babak semifinal yang akan dilaksanakan dengan sistem gugur. g. Pemenang babak semifinal akan bertanding dalam babak final untuk memperebutkan juara I dan II. h. Tim yang kalah dalam babak semifinal akan bertanding memperebutkan juara III. i. Babak Penyisihan dan Perempat Final dilaksanakan dalam 4 (empat) paralel pertandingan. j. Babak Semifinal dilaksanakan dalam 2 (dua) paralel pertandingan. k. Juara I, Juara II, juara III, semifinalis, dan 4 tim babak perempat final akan masuk Tahap Nasional. 3. Tahap Nasional a. Topik kompetisi debat nasional ditentukan Mahkamah Konstitusi. b. Perubahan susunan Tim Peserta yang mengikuti Tahap Nasional maksimal 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan kegiatan di Tahap Nasional dengan mengirimkan berkas perubahan dan surat persetujuan dari Universitas/Institusi sejenis. c. Babak penyisihan peserta dibagi menjadi 8 (delapan) grup masing-masing grup terdiri atas 3 (tiga) Perguruan Tinggi. d. Juara masing-masing grup akan maju pada babak perempat final yang akan dilaksanakan dengan sistem gugur. 11

15 e. Pemenang babak perempat final akan maju ke babak semifinal yang akan dilaksanakan dengan sistem gugur. f. Pemenang babak semifinal akan bertanding dalam babak final untuk memperebutkan juara I dan II. g. Tim yang kalah dalam babak semifinal akan bertanding untuk memperebutkan juara III. h. Babak Penyisihan dan Perempat Final dilaksanakan dalam 4 (empat) paralel pertandingan. i. Babak Semifinal dilaksanakan dalam 2 (dua) paralel pertandingan. I. TOPIK KOMPETISI DEBAT 1. TOPIK ELIMINASI Presidential Threshold dalam Pemilu Serentak TOPIK DEBAT REGIONAL 1. Tindak Pidana Korupsi Masuk KUHP 2. Pendanaan Parpol dari APBN 3. Penghapusan Lelang Jabatan 4. Usul Pembubaran Partai Politik oleh Masyarakat 5. Peradilan Khusus Pemilu 6. Perpanjangan Kontrak PT. Freeport 7. Dana Aspirasi Anggota DPR 12

16 3. TOPIK DEBAT NASIONAL 1. Kembali ke UUD 1945 Sebelum Perubahan 2. Penghapusan Kolom Agama dalam KTP 3. Perda Bernuansa Agama dalam Otonomi Daerah 4. Menghidupkan Kembali GBHN 5. Biaya Pungut Ketahanan Energi 6. Pemilu Presiden Calon Tunggal 7. Wadah Tunggal Advokat J. TATA CARA PENYELENGGARAAN KEGIATAN 1. Mekanisme Tahap Eliminasi - Peserta melakukan pendaftaran dengan mengirimkan berkas pendaftaran melalui pusdik@mahkamahkonstitusi. go.id dan cc ke debatkonstitusi2016@gmail.com. - Masing-masing Tim Debat wajib membuat artikel ilmiah sesuai dengan format yang telah ditentukan. - Artikel ilmiah memuat pendapat/tanggapan pro dan kontra (kelebihan dan kekurangan) terhadap Topik yang diberikan oleh Mahkamah Konstitusi. - Kriteria penilaian Artikel Ilmiah terdiri atas: Kebaruan gagasan yang disampaikan Kajian Teoritis dan ketajaman analisis substansi Penggunaan EYD Bahasa Indonesia yang baik dan benar 13

17 Ketepatan dan kecermatan penggunaan istilah asing Teknik penulisan Solusi dan rekomendasi yang ditawarkan - Penentuan peserta yang lolos eliminasi dilakukan berdasarkan penilaian juri. - Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. - Pengumuman peserta akan dilakukan secara terbuka melalui portal Mahkamah Konstitusi go.id. 2. Mekanisme Kompetisi Debat Tahap Regional dan Tahap Nasional - Kompetisi debat diselenggarakan dengan mempertemukan 2 (dua) regu dengan posisi yang berbeda/saling berhadapan (pro kontra) pada setiap sesi kompetisi debat. - Setiap sesi kompetisi debat dilakukan dalam 4 (empat) babak yaitu: a. Babak I (waktu: 2 x 5 menit) Setiap regu secara bergantian menyampaikan argumentasi pembuka (pemahaman topik, permasalahan, analisis, dan solusi) secara umum yang menunjukkan posisi masing-masing regu (pro/kontra) terhadap suatu topik yang disampaikan oleh juru bicara. Waktu yang diberikan bagi setiap regu adalah maksimal 5 (lima) menit. 14

18 b. Babak II (waktu: 2 x 7 menit) Sesi I, Regu Pro memberikan bidasan atas argumentasi pembuka yang disampaikan oleh Regu Kontra. Sesi II, Regu Kontra memberikan bidasan atas argumentasi pembuka yang disampaikan oleh regu Pro. Antar tim dapat melakukan interupsi yang akan diatur oleh moderator secara seimbang. c. Babak III (waktu: 2 x 7 menit) Sesi I, Regu Pro memberikan bantahan atas bidasan yang disampaikan oleh Regu Kontra. Sesi II, Regu Kontra memberikan bantahan atas bidasan yang disampaikan oleh regu Pro. Antar tim dapat melakukan interupsi yang akan diatur oleh moderator secara seimbang. d. Babak IV (waktu: 2 x 2 menit) Setiap regu yang diwakili oleh juru bicara masing-masing dan/atau anggota lainnya mempertegas/mempertajam solusi dan rekomendasi sesuai dengan posisi masingmasing regu. Waktu yang diberikan kepada setiap regu maksimal 2 (dua) menit. 3. Moderator dan Pengatur Waktu - Kompetisi Debat dipandu oleh moderator. - Untuk mengatur waktu dalam kompetisi debat dilakukan oleh pengatur waktu. 15

19 4. Penilaian - Kriteria penilaian terdiri atas: a) Gagasan dan Solusi Kebaruan gagasan yang disampaikan. Solusi dan rekomendasi yang ditawarkan. b) Substansi Penguasaan teori terkait Topik debat. Penguasaan pancasila dan konstitusi terkait dengan Topik debat. Penguasaan peraturan perundang-undangan lain terkait Topik debat. Penguasaan fakta empiris dan dinamika ketatanegaraan terkait Topik debat. c) Cara dan Bahasa Penyampaian Etika berdebat dan penguasaan panggung. Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ketepatan dan kecermatan penggunaan istilah asing. Sistematika alur pikir dalam membangun argumentasi debat. Ketepatan menyanggah (membidas) pendapat lawan. d) Kerjasama Tim Keruntutan alur berpikir tim. Dukungan dan kemampuan menambah atau memperkuat argumentasi Topik dalam satu tim. 16

20 Proporsionalitas penguasaan substansi di antara anggota tim. - Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan komposisi juri. - Penentuan Juara Grup melalui poin kemenangan tim (victory point). - Dalam hal dua regu mempunyai jumlah kemenangan yang sama maka juara grup ditentukan berdasarkan perbandingan komposisi juri. Apabila dua regu memiliki komposisi juri sama maka juara grup ditentukan berdasarkan head to head kedua tim. - Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. - Penilaian juri akan diumumkan secara terbuka kepada peserta melalui papan pengumuman. K. JURI 1. Juri berasal dari para ahli hukum tata negara, dan ahli lain yang memiliki perhatian besar terhadap konstitusi. 2. Kriteria juri, antara lain: a. Dewan juri tidak berasal dari salah satu tim yang bertanding. b. Dewan juri tidak boleh melakukan penjurian jika salah satu tim debat mempunyai hubungan kelembagaan dengan tim peserta debat. c. Menguasai konstitusi. 17

21 L. PENYELENGGARA Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 diselenggarakan oleh Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK bekerjasama dengan Fakultas Hukum di 3 (tiga) regional penyelenggaraan. MK membentuk Steering Committee dan Organizing Committee untuk merencanakan dan mengorganisasi kegiatan. M. HADIAH PEMENANG Hadiah Juara Tahap Regional Juara I : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Juara II : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Juara III : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Hadiah Juara Tahap Nasional Juara I : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Juara II : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Juara III : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,-, Best Speaker : Trofi MK, Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,- 18

22 Semifinalis : Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,- Perempatfinalis : Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,- Penyisihan : Sertifikat Penghargaan, Uang Pembinaan Rp ,- N. PEMBIAYAAN Tahap Regional dan Tahap Nasional 1. MK menanggung biaya akomodasi dan konsumsi selama kegiatan berlangsung. 2. MK tidak menanggung biaya transportasi. 3. MK tidak menanggung biaya diluar ketentuan poin a. 4. Peserta wajib membawa Surat Rekomendasi/Surat Tugas dari Universitas/Institusi sejenis untuk diserahkan saat registrasi ulang pada tahap regional dan nasional. O. LAIN-LAIN Setiap informasi/ pengumuman hanya dilakukan melalui: Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: 1. M. Nurtamymy, HP: , nurtamymy@yahoo.com 2. Agni Rahayu, HP: , agni_rahayu@yahoo.com 3. Yahya Amarullah Taufik, HP: , yahyazhauri@gmail.com 19

23 Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi RI Alamat : Jalan Raya Puncak Km. 83 Cisarua Bogor, Jawa Barat Telepon : ( ) ext (Bidang Program dan Penyelenggaraan) Faksimili : ( ) debatkonstitusi2016@gmail.com atau pusdik@ mahkamahkonstitusi.go.id. P. PENUTUP Demikian pedoman ini disusun sebagai panduan dalam pelaksanaan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun

24 LAMPIRAN SKEMA PERTANDINGAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHAP REGIONAL DAN NASIONAL TAHUN

25 Keterangan: 1. Sesi I: a. Tim A1 vs Tim A2 b. Tim B1 vs Tim B2 c. Tim C1 vs Tim C2 d. Tim D1 vs Tim D2 2. Sesi II: a. Tim E1 vs Tim E2 b. Tim F1 vs Tim F2 c. Tim G1 vs Tim G2 d. Tim H1 vs Tim H2 3. Sesi III: a. Tim A2 vs Tim A3 b. Tim B2 vs Tim B3 c. Tim C2 vs Tim C3 d. Tim D2 vs Tim D3 4. Sesi IV: a. Tim E2 vs Tim E3 b. Tim F2 vs Tim F3 c. Tim G2 vs Tim G3 d. Tim H2 vs Tim H3 5. Sesi V: a. Tim A1 vs Tim A3 b. Tim B1 vs Tim B3 c. Tim C1 vs Tim C3 d. Tim D1 vs Tim D3 22

26 6. Sesi VI: a. Tim E1 vs Tim E3 b. Tim F1 vs Tim F3 c. Tim G1 vs Tim G3 d. Tim H1 vs Tim H3 7. Sesi Perempatfinal a. Juara Grup vs Juara Grup b. Juara Grup vs Juara Grup c. Juara Grup vs Juara Grup d. Juara Grup vs Juara Grup 8. Sesi Semifinal a. Juara Perempat Final vs Juara Perempat Final b. Juara Perempat Final vs Juara Perempat Final 9. Perebutan Juara III Kalah Semifinal A vs Kalah Semifinal B 10. Sesi Final Juara Semifinal A vs Juara Semifinal B 23

27 JADWAL ACARA KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 TAHAP REGIONAL HARI WAKTU ACARA JURI & MODERATOR KET Registrasi peserta dan juri Persiapan Pembukaan Hari Pertama Pembukaan 1. Laporan Sekretaris Jenderal 2. Sambutan Rektor 3. Sambutan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus Membuka Acara 4. Pembacaan Doa Technical Meeting Juri dan Peserta 24

28 HARI WAKTU ACARA Sarapan Sesi I Penyisihan Group JURI & MODERATOR KET Sesi II Penyisihan Group Sesi III Penyisihan Group Sesi IV Penyisihan Group Hari Kedua Istirahat, Shalat Dzuhur, Makan Siang Sesi V Penyisihan Group Sesi VI Penyisihan Group Istirahat, Sholat Ashar Sesi VII Perempat Final Istirahat, Sholat Maghrib Sesi VIII Semi Final 25

29 HARI WAKTU ACARA Sarapan JURI & MODERATOR KET Sesi IX Perebutan Tempat Ketiga Persiapan Babak Final Sesi X Final Hari Ketiga Penutupan: 1. Sambutan Dekan 2. Sambutan Sekjen MK 3. Pengumuman Pemenang 4. Penyerahan Hadiah 5. Pembacaan Do a Pembagian sertifikat, Makan Siang, check out 26

30 KETENTUAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 A. Topik Presidential Threshold dalam Pemilu Serentak 2019 B. Ketentuan Penulisan Artikel Ilmiah Ilmiah 1. Umum: a. Artikel Ilmiah berupa artikel yang disusun sesuai dengan tata cara dan gaya selingkung penulisan ilmiah, termasuk tata cara pengutipan dan penyebutan referensi. b. Panjang artikel minimal 5 halaman dan maksimal 10 halaman, disusun menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dan spasi 1,5. (tidak termasuk bagian awal dan bagian akhir) c. Artikel terdiri atas tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Inti, dan Bagian Akhir. d. Bagian Awal terdiri dari Cover, Lembar Orisinalitas, dan Daftar isi/tabel/gambar (bila ada). e. Bagian Inti terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. f. Bagian Akhir terdiri dari Daftar Pustaka dan Lampiran (bila ada). g. Artikel ilmiah dikirimkan dalam format.doc/.rtf (kecuali lembar orisinalitas dalam bentuk scan.pdf dengan tanda tangan dan cap basah). 27

31 2. Khusus: a. Bagian Awal Halaman Judul o Judul singkat, jelas, relevan dengan isi tulisan dan diketik dengan huruf capital. o Nama penulis. o Nama universitas. o Tanggal penulisan. Lembar Orisinalitas. Daftar Isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran bila ada. b. Bagian Inti Pembahasan Pendahuluan Bagian pendahuluan berisi uraian latar belakang Topik dan permasalahan apa saja yang akan diangkat atau menjadi pokok soal dalam pembahasan Pembahasan Bagian pembahasan berisi analisis yang harus mencakup kelemahan dan kelebihan, atau aspek negatif dan positif dari topik yang dibahas, yang disertai dengan argumen masing-masing. Penutup Bagian penutup berisi kesimpulan dari pembahasan yang dapat berupa gagasan baru, atau pertemuan antara kekuatan dan kelemahan (aspek positif dan negatif) dari topik yang dibahas.. c. Bagian Akhir Daftar pustaka. Lampiran data yang diperlukan. 28

32 Formulir Pendaftaran KOP SURAT FORMULIR PENDAFTARAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Jabatan : Perguruan Tinggi : Alamat : Telepon/Faks. : Menyatakan bahwa...(nama universitas)... bersedia berpartisipasi sebagai peserta Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 dengan susunan tim sebagaimana terlampir. Demikian surat pernyataan ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.., Rektor/Pimpinan Institusi ttd/cap basah (..) 29

33 BIODATA PESERTA DAN PEMBIMBING/OFFICIAL 1. PESERTA Nama Peserta/NIM : Fakultas : Alamat : Telepon/HP : DOSEN PEMBIMBING Nama Dosen Pembimbing Fakultas Alamat Telepon/HP ... : : : :., Rektor/Pimpinan Institusi ttd/cap basah (..) 30

34 Contoh Halaman Judul LOGO UNIVERSITAS (JUDUL ARTIKEL ILMIAH) (NAMA PESERTA) (NAMA PESERTA) (NAMA PESERTA) KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASIS ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 (NAMA UNIVERSITAS) (TEMPAT) (BULAN, TAHUN) 31

35 Contoh Lembar Orisinalitas LEMBAR ORISINALITAS ARTIKEL ILMIAH KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2016 Kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : NIM : Asal Universitas : Alamat : Judul : Menyatakan bahwa artikel ilmiah yang kami sertakan dalam kegiatan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-indonesia Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi adalah hasil karya kami sendiri, bukan jiplakan (plagiat) dari karya orang lain dan belum pernah diikutkan dalam segala bentuk perlombaan serta belum pernah dipublikasikan dimanapun. Apabila di kemudian hari terbukti bahwa artikel ilmiah kami tidak sesuai dengan pernyataan kami, maka secara otomatis karya ilmiah kami dianggap gugur. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya. Mengetahui.., Ketua Tim Debat ttd, cap basah Ttd/meterai (Rektor/Pimpinan Institusi Pendidikan) NIP. (Nama) NIM 32

36 33

37 34

38 Kepani t er aandansekr et ar i atj ender al MahkamahKons t i t us i Republ i ki ndones i a J l. Meda nmer dek aba r a tno, 6J a k a r t a10110 T el p. ( 6221) , F a x. ( 6221) PoBox999J KT10000 ema i l : s ek r et a r i a hk a ma hk ons t i t us i. go. i d

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2017

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2017 PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETI SI DE BATKONSTI TUSIMAHASI SWA ANT ARPE RGURUAN TI NGGI SE I NDONESI AT AHUN 201 7 KE P ANI TE RAAN DAN SE KRET ARI ATJ E NDE RAL MAHKAMAH KONSTI TUSI 201 7 PEDOMAN PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA Tahun 2015 KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2014

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2014 KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2014 I. Peserta 1. Universitas Padjadjaran (Juara I Debat Konstitusi Regional Barat) 2. Universitas

Lebih terperinci

KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN

KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2013 Bogor, Maret 2013

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN Panitia Pelaksana Pekan Syariah Nusantara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah & Hukum UIN Alauddin Makassar Periode 2014-2015 PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT SYARIAH NUSANTARA ANTAR

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA 04 Kerja Sama Mahkamah Konstitusi RI Universitas Sriwijaya Universitas Sebelas Maret Universitas Udayana ii MAHKAMAH

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta 10110 Kotak Pos 999 Jakarta 10000 Telepon (62-21) 23529000, Faksimile (62-21) 3524261

Lebih terperinci

KOMPETISI DEBAT HUKUM

KOMPETISI DEBAT HUKUM KOMPETISI DEBAT HUKUM PEKAN KAJIAN HUKUM (PKH 2017) PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI Kompetisi Debat Hukum merupakan salah satu bagian dari

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2015

KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2015 KETENTUAN UMUM KOMPETISI DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2015 I. Pendaftaran Peserta 1. Peserta mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Laporan Evaluasi Kegiatan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Tahun 2016 Tahap Nasional Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi

Lebih terperinci

TOR ( Term Of References ) LOMBA DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA( PIMFI ) 2017 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

TOR ( Term Of References ) LOMBA DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA( PIMFI ) 2017 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA TOR ( Term Of References ) LOMBA DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA( PIMFI ) 2017 UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA I. Debat Nasional Kefarmasian Perkembangan ilmu pengetahuan,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA

PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini : 1. Menghubungi contact person panitia berikut dengan mengirimkan Short Message Service

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA. Challenges for Creative Young Entrepreneurs in Digital Era Competition Deskripisi

PANDUAN LOMBA. Challenges for Creative Young Entrepreneurs in Digital Era Competition Deskripisi PANDUAN LOMBA MARKETING DEBATE The 4 th IPB Business Festival 2017 Challenges for Creative Young Entrepreneurs in Digital Era Competition Deskripisi Marketing Debate atau Debat Marketing merupakan salah

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA DEBAT SOCRATES NATIONAL COMPETITION 2017

PANDUAN LOMBA DEBAT SOCRATES NATIONAL COMPETITION 2017 PANDUAN LOMBA DEBAT SOCRATES NATIONAL COMPETITION 2017 1. Pendahuluan Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang berlimpah. Tidak hanya sumber daya alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,

Lebih terperinci

Perlombaan dilakukan antar SMA/sederajat se-sumatera Barat, Riau dan Jambi dengan ketentuan sebagai berikut:

Perlombaan dilakukan antar SMA/sederajat se-sumatera Barat, Riau dan Jambi dengan ketentuan sebagai berikut: Lampiran II: Term of References (ToR) Debat Hukum dan Konstitusi Tingkat SMA/Sederajat Se-Sumatera Barat, Riau dan Jambi Debat konstitusi adalah kegiatan lomba debat mengenai topik-topik yang berkaitan

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM LOMBA DEBAT PANGAN 3 BEM FTP 2016 TINGKAT SMA/SEDERAJAT KETENTUAN UMUM

PERATURAN UMUM LOMBA DEBAT PANGAN 3 BEM FTP 2016 TINGKAT SMA/SEDERAJAT KETENTUAN UMUM PERATURAN UMUM LOMBA DEBAT PANGAN 3 BEM FTP 2016 TINGKAT SMA/SEDERAJAT KETENTUAN UMUM 1. Lomba Debat Pangan 3 adalah acara kompetisi debat tingkat SMA/Sederajat yang diselenggarakan oleh BEM FTP UGM. 2.

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT SEKOLAH MENENGAH ATAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT SEKOLAH MENENGAH ATAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT SEKOLAH MENENGAH ATAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Padjadjaran Law

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT UNIVERSITAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX

PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT UNIVERSITAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX PERATURAN UMUM & PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT UNIVERSITAS TINGKAT NASIONAL PADJADJARAN LAW FAIR IX BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Padjadjaran Law Fair IX,

Lebih terperinci

TOR (Term Of References) Debat Nasional ANFEST 2016 Surakarta, Oktober 2016

TOR (Term Of References) Debat Nasional ANFEST 2016 Surakarta, Oktober 2016 TOR (Term Of References) Debat Nasional ANFEST 2016 Surakarta, 22-23 Oktober 2016 A. Debat Nasional Debat nasional adalah satu rangkaian acara ANFEST 2016, yang diselenggarakan mulai tahun 2016 oleh Himpunan

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM ECONOMICS DEBATE COMPETITION BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN UMUM ECONOMICS DEBATE COMPETITION BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PERATURAN UMUM ECONOMICS DEBATE COMPETITION BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Debat Ekonomi Islam 2018, adalah kegiatan perlombaan debat mahasiswa tingkat Nasional

Lebih terperinci

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017 TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017 A. KETENTUAN UMUM 1. Setiap peserta wajib berpakaian rapi dan sopan selama mengikuti seluruh rangkaian acara Lomba Debat Kefarmasian Nasional

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan English Debate Competition The Magnificent ESA s Fair 2017

Petunjuk Pelaksanaan English Debate Competition The Magnificent ESA s Fair 2017 Petunjuk Pelaksanaan English Debate Competition The Magnificent ESA s Fair 2017 A. Tujuan Secara umum, lomba Debat Bahasa Inggris ini bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi Sekolah Menengah Atas dan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS ITECHNO CUP TAHUN 2017 TINGKAT SMA/MA/SMK SE-JABODETABEK

PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS ITECHNO CUP TAHUN 2017 TINGKAT SMA/MA/SMK SE-JABODETABEK PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS ITECHNO CUP TAHUN 2017 TINGKAT SMA/MA/SMK SE-JABODETABEK KETENTUAN UMUM 1. ITechno Cup adalah acara tahunan yang berisi rangkaian kegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM SASANA DEBAT MAHASISWA TINGKAT UNIVERSITAS TAHUN 2015 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN UMUM SASANA DEBAT MAHASISWA TINGKAT UNIVERSITAS TAHUN 2015 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PERATURAN UMUM SASANA DEBAT MAHASISWA TINGKAT UNIVERSITAS TAHUN 2015 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Sasana Debat Mahasiswa, yang selanjutnya disebut dengan SADEWA adalah acara kompetisi debat tingkat

Lebih terperinci

Kompetisi Debat Nasional MMO 2015 Himpunan Mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran Telkom University

Kompetisi Debat Nasional MMO 2015 Himpunan Mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran Telkom University PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT NASIONAL MARKETING MANAGEMENT OLYMPIAD (MMO) TINGKAT SMA/SEDERAJAT TELKOM UNIVERSITY KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Kompetisi Debat Mahasiswa

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA

PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN KOMPETISI DEBAT KONSTITUSI ANTAR PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA Tahun 2012 Kerja Sama Mahkamah Konstitusi RI Universitas Hasanudin Universitas Brawijaya Universitas Gadjah Mada Universitas

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS OLIMPIADE DEBAT BAHASA INDONESIA PEKAN UMUM MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PETUNJUK TEKNIS OLIMPIADE DEBAT BAHASA INDONESIA PEKAN UMUM MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET PETUNJUK TEKNIS OLIMPIADE DEBAT BAHASA INDONESIA KETENTUAN UMUM PEKAN UMUM MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET 1. Tim Pro adalah tim yang setuju terhadap mosi debat dan bertugas memberikan argumentasi

Lebih terperinci

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017

TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017 TERM OF REFERENCE DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PHARMACIOUS 2017 A. KETENTUAN UMUM 1. Setiap peserta wajib berpakaian rapi dan sopan selama mengikuti seluruh rangkaian acara Lomba Debat Kefarmasian Nasional

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL jdo MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL Jalan Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta 10110 Kotak Pos 999 Jakarta 10000 Telepon (62-21) 23529000, Faksimile (62-21) 3524261,

Lebih terperinci

Term of References (ToR) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Hukum dan Konstitusi Tingkat SMA/Sederajat Se-Sumatera Barat, Riau dan Jambi

Term of References (ToR) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Hukum dan Konstitusi Tingkat SMA/Sederajat Se-Sumatera Barat, Riau dan Jambi Lampiran III: Term of References (ToR) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Hukum dan Konstitusi Tingkat SMA/Sederajat Se-Sumatera Barat, Riau dan Jambi A. Bahan yang diujikan. Bahan yang diujikan dalam Lomba Cerdas

Lebih terperinci

Menimbang: a. Bahwa kompetisi hukum bisnis antar mahasiswa fakultas hukum tingkat

Menimbang: a. Bahwa kompetisi hukum bisnis antar mahasiswa fakultas hukum tingkat KETETAPAN PANITIA BUSINESS LAW COMPETITION TAHUN 2017 NOMOR: 007/TAP/BUSINESS LAW COMPETITION/BLS/FHUI/I/2017 TENTANG PERATURAN KOMPETISI DEBAT HUKUM ANTAR MAHASISWA FAKULTAS HUKUM TINGKAT NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

A. Tujuan. B. Peserta

A. Tujuan. B. Peserta A. Tujuan Secara umum, lomba Debat Bahasa Inggris ini bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY dalam penguasaan Bahasa

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2017

KETENTUAN UMUM LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2017 KETENTUAN UMUM LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT TAHUN 2017 I. Peserta Peserta Lomba Debat Keterbukaan Informasi Publik antar Mahasiswa se-indonesia

Lebih terperinci

KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER FAKULTAS SYARIAH

KEMENTERIAN AGAMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER FAKULTAS SYARIAH Nomor Hal Lampiran : B. 694 /In.20/4/PP.00.9/2017 : Undangan Lomba Debat : 8 (delapan) lembar Kepada Yth : Bapak Kepala Sekolah/Madrasah di Tempat, Assalamu alaikum Wr.Wb. Sehubungan dengan akan dilaksanakannya

Lebih terperinci

Konfirmasi 16 finalis Maret Technical Meeting 7 April Debat dan Field Trip 8 April Seminar dan Final debat 9 April 2017

Konfirmasi 16 finalis Maret Technical Meeting 7 April Debat dan Field Trip 8 April Seminar dan Final debat 9 April 2017 Kegiatan Waktu Konfirmasi 16 finalis 17 21 Maret 2017 Technical Meeting 7 April 2017 Debat dan Field Trip 8 April 2017 Seminar dan Final debat 9 April 2017 A. KETENTUAN FINALIS 1. Finalis membayar biaya

Lebih terperinci

DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015

DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015 I. Syarat Dan Ketentuan 1. Peserta Debat Nasional Kefarmasian yang telah lolos tahap seleksi essai wajib mengikuti debat langsung yang diadakan di Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor. 2. Anggota

Lebih terperinci

UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)

UNIVERSITAS MERDEKA PASURUAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) 1. Lomba Debat Antar Perguruan Tinggi se-jawa Timur o Pendaftaran dimulai pada tanggal 28 Maret 2016 s/d 20 April 2016 o Setiap Hari Senin -Sabtu o Alamat pendaftaran : 1. Ruang BEM Universitas Merdeka

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KERANGKA ACUAN LOMBA KARYA TULIS MAHKAMAH KONSTITUSI 2009 PENYELENGGARA SEKRETARIAT JENDERAL DAN KEPANITERAAN

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KERANGKA ACUAN LOMBA KARYA TULIS MAHKAMAH KONSTITUSI 2009 PENYELENGGARA SEKRETARIAT JENDERAL DAN KEPANITERAAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KERANGKA ACUAN LOMBA KARYA TULIS MAHKAMAH KONSTITUSI 2009 PENYELENGGARA SEKRETARIAT JENDERAL DAN KEPANITERAAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 13 JULI

Lebih terperinci

Materi TM Debat FRESH 10 Nasional

Materi TM Debat FRESH 10 Nasional Materi TM Debat FRESH 10 Nasional MOSI DEBAT : 1. Maraknya penggunaan lensa kotak di kalangan remaja dapat memicu terjadinya kebutaan. 2. Maraknya penggunaan kawat gigi di kalangan remaja yang dapat menimbulkan

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus tahun 2017.

PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus tahun 2017. PANDUAN LOMBA A. Definisi Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan tema Kontribusi Mahasiswa UMK Melalui Optimalisasi Kearifan Lokal merupakan kegiatan kompetisi ilmiah yang

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT RI TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT RI TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ANTAR MAHASISWA SE-INDONESIA KOMISI INFORMASI PUSAT RI TAHUN 2015 I. PESERTA 1. Universitas TanjungPura 2. Universitas Airlangga 3. Universitas

Lebih terperinci

Hari, tanggal : Selasa, 5 April 2016 Kamis, 7 April 2016 Tempat : Aula BKS, UNIKA Atma Jaya, Jakarta : Pukul WIBB

Hari, tanggal : Selasa, 5 April 2016 Kamis, 7 April 2016 Tempat : Aula BKS, UNIKA Atma Jaya, Jakarta : Pukul WIBB Nomor : 370/Div.B-PR/AVECTION/HiMEM/I/2016 Jakarta, 4 Februari 2016 Hal : Undangan Lomba Atma Jaya Java Debate Competiton Lampiran : 1 (satu) berkas undangan Kepada Yth. di tempat Dengan hormat, Kami selaku

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Muria Scientific Competition 2018.

PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Muria Scientific Competition 2018. PANDUAN LOMBA A. Definisi Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan tema Peran Mahasiswa sebagai Akselerator Pencapaian SDG s 2030 merupakan kegiatan kompetisi ilmiah yang

Lebih terperinci

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERM OF REFERENCE (TOR) SEMINAR NASIONAL SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERM OF REFERENCE (TOR) SEMINAR NASIONAL SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA 1 MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA --------- TERM OF REFERENCE (TOR) SEMINAR NASIONAL SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA FORMAT IDEAL SISTEM PERWAKILAN INDONESIA PUSAT PENGKAJIAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

PERATURAN KOMPETISI PERADILAN SEMU TINGKAT NASIONAL PIALA MUTIARA DJOKOSOETONO VII FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM

PERATURAN KOMPETISI PERADILAN SEMU TINGKAT NASIONAL PIALA MUTIARA DJOKOSOETONO VII FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM PERATURAN KOMPETISI PERADILAN SEMU TINGKAT NASIONAL PIALA MUTIARA DJOKOSOETONO VII FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan : (1) Kompetisi

Lebih terperinci

KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PEDOMAN PENYELENGGARAAN BIMBINGAN TEKNIS PENYELESAIAN PERKARA PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, WALIKOTA SECARA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERTAHANAN RI DESK PENGENDALI PUSAT KANTOR PERTAHANAN. Kemhan RI melalui kegiatan Parade Cinta Tanah Air TA. 2015,

KEMENTERIAN PERTAHANAN RI DESK PENGENDALI PUSAT KANTOR PERTAHANAN. Kemhan RI melalui kegiatan Parade Cinta Tanah Air TA. 2015, KEMENTERIAN PERTAHANAN RI DESK PENGENDALI PUSAT KANTOR PERTAHANAN Kemhan RI melalui kegiatan Parade Cinta Tanah Air TA. 2015, melaksanakan lomba menulis Artikel dan Diskusi, dengan tujuan menanamkan dan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA (OIM) 2013 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA KETENTUAN UMUM

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA (OIM) 2013 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA KETENTUAN UMUM PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT BAHASA INDONESIA OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA (OIM) 2013 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Olimpiade Ilmiah Mahasiswa

Lebih terperinci

N2016 APTIO BUKU PANDUAN. Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA se-diy dan Jawa HMTK UAD. milad ke-20 th Teknik Kimia

N2016 APTIO BUKU PANDUAN. Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA se-diy dan Jawa HMTK UAD. milad ke-20 th Teknik Kimia C BUKU PANDUAN Chemical Papers Competition APTIO Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA se-diy dan Jawa Tengah N2016 HMTK UAD @HMTK_UAD CAPTION (Chemical Papers Competition) LOMBA KARYA TULIS

Lebih terperinci

Persyaratan Lomba Debat

Persyaratan Lomba Debat Persyaratan Lomba Debat Lomba Debat Antar Perguruan Tinggi se-tapal Kuda o Pendaftaran dimulai pada tanggal 28 Maret 2016 s/d 20 April 2016 o Alamat pendaftaran : 1. Ruang BEM Universitas Merdeka Pasuruan,

Lebih terperinci

JUKLAK JUKNIS LOMBA DEBAT EKONOMI BISNIS GEBYAR ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI

JUKLAK JUKNIS LOMBA DEBAT EKONOMI BISNIS GEBYAR ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI JUKLAK JUKNIS LOMBA DEBAT EKONOMI BISNIS GEBYAR ADMINISTRASI BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA DEBAT EKONOMI BISNIS GEBYAR ADMINISTRASI BISNIS UMMI

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017 PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017 A. Persyaratan Administratif 1. Peserta adalah mahasiswa aktif jenjang S1 atau Diploma perguruan tinggi di Indonesia 2. Karya tulis Ilmiah

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA ESAI SOCRATES NATIONAL COMPETITION

PANDUAN LOMBA ESAI SOCRATES NATIONAL COMPETITION PANDUAN LOMBA ESAI SOCRATES NATIONAL COMPETITION 2017 1. Pendahuluan Di tengah arus globalisasi saat ini, ada banyak yang harus kita jaga agar tidak kehilangan nilai aslinya. Salah satunya adalah kearifan

Lebih terperinci

PEDOMAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017 SYARAT DAN KETENTUAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017

PEDOMAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017 SYARAT DAN KETENTUAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017 PEDOMAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017 SYARAT DAN KETENTUAN KOMPETISI ESAI MAHASISWA SE-BANGKALAN 2017 1. PESERTA Peserta kompetisi esai mahasiswa se-bangkalan yang di selenggarakan oleh HimpunanMahasiswaProdiSosiologiUTM

Lebih terperinci

PEDOMAN KOMPETISI KARYA TULIS MAHASISWA

PEDOMAN KOMPETISI KARYA TULIS MAHASISWA PEDOMAN KOMPETISI KARYA TULIS MAHASISWA 2016 Sekretariat: Departemen Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Gedung M Lantai 2 iapa.or.id sekretariat@iapa.or.id sekretariat.iapa@gmail.com Telepon +6221-78849087

Lebih terperinci

NATIONAL ECONOMIC BOOKLET. Aktualisasi Kebijakan Pemerintah untuk Stabilitas Perekonomian Nasional

NATIONAL ECONOMIC BOOKLET. Aktualisasi Kebijakan Pemerintah untuk Stabilitas Perekonomian Nasional BOOKLET Aktualisasi Kebijakan Pemerintah untuk Stabilitas Perekonomian Nasional TEKNIS DAN KETENTUAN DEBATE COMPETITION (NEDC) 2018 BEM FE UNIVERSITAS NEGERI MALANG A. GAMBARAN UMUM National Economic Debate

Lebih terperinci

KOMPETISI ESAI NASIONAL (KEN) The 12 th STATISTIKA RIA

KOMPETISI ESAI NASIONAL (KEN) The 12 th STATISTIKA RIA KOMPETISI ESAI NASIONAL (KEN) The 12 th STATISTIKA RIA TUJUAN 1. Menumbuhkan motivasi peserta kompetisi The 12 th Statistika Ria untuk berprestasi khususnya dalam bidang statistika. 2. Melatih dan memberikan

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM MUSABAQAH FAHMIL QUR AN (MFQ) FESTIVAL QUR ANI 2017

KETENTUAN UMUM MUSABAQAH FAHMIL QUR AN (MFQ) FESTIVAL QUR ANI 2017 I. KETENTUAN UMUM. KETENTUAN UMUM MUSABAQAH FAHMIL QUR AN (MFQ) FESTIVAL QUR ANI 2017 1. Kategori dari festival ini Musabaqah Fahmil Qur an (MFQ) se-jawa Timur 2. Jumlah personil dalam satu grup 3 orang

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Food Quiz Bowl (Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan) BIDANG ILMIAH DAN HUBUNGAN EKSTERNAL PERHIMPUNAN AHLI TEKNOLOGI PANGAN 2016 Disusun oleh PERHIMPUNAN AHLI TEKNOLOGI PANGAN : WPR

Lebih terperinci

CONTACT PERSON: Zaki ( )

CONTACT PERSON: Zaki ( ) GEOTHERMAL INNOVATION CHALLENGE Debat Geothermal A. Jadwal Kegiatan: A.1. Perlombaan Waktu : Rabu, 2 Agustus 2017 (09.00 16.00 WITA) Peserta : siswa/i SMA/SMK Sulawesi Utara Tempat : Gedung Yayasan Lokon,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Pendaftaran Kompetisi Debat Daerah Tertinggal dan Perbatasan Universitas Borneo Tarakan

Petunjuk Teknis Pendaftaran Kompetisi Debat Daerah Tertinggal dan Perbatasan Universitas Borneo Tarakan Petunjuk Teknis Pendaftaran Kompetisi Debat Daerah Tertinggal dan Perbatasan Universitas Borneo Tarakan 1. Ketentuan Umum a. Kegiatan lomba dilaksanakan hari selasa, 17 Maret 2015. b. Peserta adalah tim

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 of 24 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Kegiatan Karya Tulis Ilmiah

Kerangka Acuan Kegiatan Karya Tulis Ilmiah Kerangka Acuan Kegiatan Karya Tulis Ilmiah A. Sub Tema 1. Inovasi Pemerintahan. 2. Tata Kelola Pemerintahan. 3. Kepemimpinan. 4. Bela Negara. B. Pendaftaran 1. Pendaftaran dan Pengumpulan Esai dimulai

Lebih terperinci

DR. R. HERLAMBANG P. WIRATRAMAN MAHKAMAH KONSTITUSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA, 2015

DR. R. HERLAMBANG P. WIRATRAMAN MAHKAMAH KONSTITUSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA, 2015 DR. R. HERLAMBANG P. WIRATRAMAN MAHKAMAH KONSTITUSI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA, 2015 POKOK BAHASAN Latar Belakang Kelahiran Mahkamah Konstitusi Mahkamah Konstitusi dalam UUD 1945 Wewenang Mahkamah

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA PIMFI 2015 UNIVERSITAS PADJADJARAN

BUKU PANDUAN DEBAT NASIONAL KEFARMASIAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA PIMFI 2015 UNIVERSITAS PADJADJARAN BUKU PANDUAN PEKAN ILMIAH MAHASISWA FARMASI INDONESIA PIMFI 2015 I. Latar belakang Mahasiswa farmasi sebagai pelopor masa depan bangsa, dituntut untuk dapat berpikir rasional dan kritis terhadap isu-isu

Lebih terperinci

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PERJUANGAN ANTAR SMA/SMK/MA SE-KOTA CIREBON TAHUN 2017

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PERJUANGAN ANTAR SMA/SMK/MA SE-KOTA CIREBON TAHUN 2017 PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PERJUANGAN ANTAR SMA/SMK/MA SE-KOTA CIREBON TAHUN 2017 A. Tema Peranan Veteran Republik Indonesia Dalam Menghantarkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Mengawal Perjuangan

Lebih terperinci

KETENTUAN PENULISAN LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH

KETENTUAN PENULISAN LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH KETENTUAN PENULISAN LOMBA PENULISAN KARYA ILMIAH A. Teknis Penyelenggaraan Lomba 1. Tema: Makna Proklamasi bagi Generasi Muda: Penjelasan Tema : Pendapat / pandangan penulis terhadap peristiwa proklamasi

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA A. Deskripsi Kegiatan Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2015 (LKTI),

Lebih terperinci

SAMBUTAN. Pekan Tilawatil Qur an, Cerdas Cermat dan Lomba Tausiah

SAMBUTAN. Pekan Tilawatil Qur an, Cerdas Cermat dan Lomba Tausiah S SAMBUTAN Pekan Tilawatil Qur an, Cerdas Cermat dan Lomba Tausiah alam sejahtera. Alhamdulillah pedoman PTQ 2012 LPP RRI se-indonesia dapat diterbitkan dan dipelajari oleh semua Satker RRI. Pedoman ini

Lebih terperinci

KOMPETISI STATISTIKA NASIONAL (KSN) The 12 th STATISTIKA RIA

KOMPETISI STATISTIKA NASIONAL (KSN) The 12 th STATISTIKA RIA KOMPETISI STATISTIKA NASIONAL (KSN) The 12 th STATISTIKA RIA TUJUAN 1. Menumbuhkan motivasi peserta kompetisi The 12 th Statistika Ria untuk berprestasi khususnya dalam bidang statistika. 2. Melatih mahasiswa

Lebih terperinci

HASIL TECHNICAL MEETING LOMBA DEBAT WORLD AIDS DAY 2015 KMPA FK UNUD. Sabtu, 31 Oktober 2015

HASIL TECHNICAL MEETING LOMBA DEBAT WORLD AIDS DAY 2015 KMPA FK UNUD. Sabtu, 31 Oktober 2015 HASIL TECHNICAL MEETING LOMBA DEBAT WORLD AIDS DAY 2015 KMPA FK UNUD Sabtu, 31 Oktober 2015 GAMBARAN UMUM 1. Lomba Debat WAD KMPA FK UNUD akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 November 2015. 2.

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.98, 2003 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

HASIL KESEPAKATAN TEMU TEKNIS LOMBA WASIS BASA JAWA TINGKAT SMP/MTs SE-JAWA TIMUR BULAN BAHASA DAN SASTRA 2016

HASIL KESEPAKATAN TEMU TEKNIS LOMBA WASIS BASA JAWA TINGKAT SMP/MTs SE-JAWA TIMUR BULAN BAHASA DAN SASTRA 2016 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS SASTRA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA Jalan Surakarta 7G, Malang 65145 Telepon/Faks: 0341-567475, 551312

Lebih terperinci

Pedoman Penulisan Lomba ESSAY Tingkat Perguruan Tinggi se-madura. Fakultas Keislaman. Universitas Trunojoyo Madura

Pedoman Penulisan Lomba ESSAY Tingkat Perguruan Tinggi se-madura. Fakultas Keislaman. Universitas Trunojoyo Madura Pedoman Penulisan Lomba ESSAY 2017 Tingkat Perguruan Tinggi se-madura Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura PENDAHULUAN Essay MILAD FKis merupakan kegiatan lomba dalam memperingati hari lahirnya

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Lomba debat lingkungan fakultas pertanian IPB, yang selanjutnya

Lebih terperinci

PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS)

PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) PANDUAN LOMBA JAJAK PENDAPAT STATISTIKA (LJPS) HIMPUNAN KEPROFESIAN GAMMA SIGMA BETA (GSB) DEPARTEMEN STATISTIKA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2009 I. Penjelasan Umum Lomba Jajak Pendapat Statistika 2009

Lebih terperinci

Jurus 4B dalam Pembelajaran Ilmu Hukum 1

Jurus 4B dalam Pembelajaran Ilmu Hukum 1 1-7 1 Oleh: Iskandar Muda 2 Pengantar Banyak membaca, banyak menyimak, banyak menulis dan bertanya-jawab dengan bijak. Langkah-langkah ini merupakan suatu cara menjadi mahasiswa ideal dalam pembelajaran

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT HUKUM SEKOLAH MENENGAH ATAS ANTAR SISWA SMA TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM.

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT HUKUM SEKOLAH MENENGAH ATAS ANTAR SISWA SMA TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM. PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT HUKUM SEKOLAH MENENGAH ATAS ANTAR SISWA SMA TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (1) Sistem yang digunakan dalam debat ini adalah sistem Asian

Lebih terperinci

Ketentuan Lomba KIC 2013

Ketentuan Lomba KIC 2013 Ketentuan Lomba KIC 2013 A. KETENTUAN UMUM 1. Peserta meliputi siswa-siswi SMP baik kelas VII, VIII, atau IX. 2. Peserta hanya boleh mengikuti 1 bidang studi saja (tidak boleh merangkap). 3. Siswa mengikuti

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM DEBAT SOSIAL POLITIK NASIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN UMUM DEBAT SOSIAL POLITIK NASIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PERATURAN UMUM DEBAT SOSIAL POLITIK NASIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Debat Sosial Politik Nasional 2016 adalah sebuah ajang kompetisi debat berskala nasional yang diselenggarakan oleh Badan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS NATIONAL GEOLYMPIAD IV I BABAK PENYISIHAN

PETUNJUK TEKNIS NATIONAL GEOLYMPIAD IV I BABAK PENYISIHAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN GEOGRAFI FIS Jalan Semarang 5, Malang 65145 Telepon: 0341-551312 Pes. 376 (19), Faksimile:

Lebih terperinci

FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG

FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG INFORMASI LOMBA 2013 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TRADITIONAL GAME FESTIVAL FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA LOMBA PENULISAN ESAI Latar Belakang Lomba penulisan esai

Lebih terperinci

LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL 2014 TINGKAT MAHASISWA PEKAN SUMPAH PEMUDA UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN

LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL 2014 TINGKAT MAHASISWA PEKAN SUMPAH PEMUDA UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN LOMBA ESAI TINGKAT NASIONAL 2014 TINGKAT MAHASISWA PEKAN SUMPAH PEMUDA BANDUNG 2014 I. Latar Belakang Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

Term of Reference (TOR)

Term of Reference (TOR) Term of Reference (TOR) GORESAN PENA SOSIAL 2017 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Perguruan Tinggi Nasional Tahun 2017 Tema : Reorientasi Pembangunan Melalui Sustainable Development Goals (SDGs) Sub Tema:

Lebih terperinci

Nomor : 0304/E3.4/ Februari 2013 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013

Nomor : 0304/E3.4/ Februari 2013 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013 Telepon (021) 57946073 Faksimil (021) 57946072 http//dikti.kemdikbud.go.id/ Nomor 0304/E3.4/2013 4 Februari 2013 Lampiran 2 (dua) lampiran Perihal Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013 Kepada Yth 1. Pimpinan

Lebih terperinci

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH(LKTI) TINGKAT NASIONAL KIME ON IDEAS COMPETION (KOIN) 2016 KIME FE UNNES

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH(LKTI) TINGKAT NASIONAL KIME ON IDEAS COMPETION (KOIN) 2016 KIME FE UNNES 1. Nama Kegiatan Kegiatan yang akan diselenggarakan adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Kime on Ideas Competition (KOIN) Tingkat Nasional 2..Tema Kegiatan Tema penulisan LKTI KOIN Tingkat Nasional berkaitan

Lebih terperinci

FORUM MAHASISWA SEJARAH

FORUM MAHASISWA SEJARAH PANDUAN PENDAFTARAN DAN PENULISAN LOMBA DEBAT NASIONAL 1. Deskripsi Kegiatan SEJARAH SANSKERTA 2017 Menjaga NKRI melalui Kekuatan Budaya Nasional. Sejarah bukan hanya dapat ditulis saja, namun dapat didiskusikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini mulai terjadi perubahan. Pada masa dahulu perekonomian Indonesia tidak mengenal dengan sistem ekonomi kreatif. Akan tetapi Negara Indonesia

Lebih terperinci

PEDOMAN KOMPETISI DEBAT MAHASISWA INDONESIA (KDMI)

PEDOMAN KOMPETISI DEBAT MAHASISWA INDONESIA (KDMI) PEDOMAN KOMPETISI DEBAT MAHASISWA INDONESIA (KDMI) DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI 2018 KATA PENGANTAR Lomba debat antar perguruan

Lebih terperinci

Youth Debate Competition II 2017

Youth Debate Competition II 2017 PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PERATURAN TEKNIS KOMPETISI DEBAT KEPEMUDAAN TINGKAT JAWA TIMUR HMJ ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Ringkasan: Youth Debate Competition

Lebih terperinci

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL 2015 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL 2015 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL 2015 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL

Lebih terperinci

No Waktu Agenda. Tema Business Plan: Tujuan Business Plan:

No Waktu Agenda. Tema Business Plan: Tujuan Business Plan: TEKNIS BUSINESS PLAN TEMU ILMIAH NASIONAL (TEMILNAS) 2018 FORUM SILATURAHIM STUDI EKONOMI ISLAM UNIVERSAL ISLAMIC ECONOMICS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN Tema Business Plan: "PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS DAN PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BIDANG KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI DI BALI

PETUNJUK TEKNIS DAN PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BIDANG KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI DI BALI PETUNJUK TEKNIS DAN PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BIDANG KONSTITUSI MAHASISWA ANTAR PERGURUAN TINGGI DI BALI DALAM RANGKA PEKAN KONTITUSI 2015 DALAM RANGKA HUT FH UNUD DAN BKFH KE - 51 FAKULTAS

Lebih terperinci

KETETAPAN PANITIA BUSINESS LAW COMPETITION

KETETAPAN PANITIA BUSINESS LAW COMPETITION KETETAPAN PANITIA BUSINESS LAW COMPETITION 2017 PIALA HAFNI SJAHRUDDIN NOMOR: 004/TAP/BUSINESS LAW COMPETION/BLS/FHUI/I/2017 TENTANG PERATURAN CONTRACT DRAFTING AND NEGOTIATION COMPETITION ANTAR MAHASISWA

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN

FORMULIR PENDAFTARAN FORMULIR PENDAFTARAN TRUNOJOYO AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY EVENT 2017 1. Judul Paper : 2. Asal Institusi : 3. Identitas Ketua Tim Nama : Jenis Kelamin : Nomor Induk Siswa : Jurusan : Tempat/Tanggal lahir

Lebih terperinci

A. Deskripsi Kegiatan Lomba B. Tema C. Persyaratan Administratif

A. Deskripsi Kegiatan Lomba B. Tema C. Persyaratan Administratif A. Deskripsi Kegiatan Lomba Lomba esai ini merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Bidikmisi Scholarship Community Universitas Negeri Semarang (BSC Unnes). Kompetisi esai ditujukan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1.

PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. PETUNJUK TEKNIS LOMBA DEBAT LINGKUNGAN FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR KETENTUAN UMUM Dalam Peraturan ini, yang dimaksud dengan: 1. Lomba debat lingkungan fakultas pertanian IPB, yang selanjutnya

Lebih terperinci

Waktu Kegiatan Pemateri Daftar ulang Panitia Pembukaan Panitia Bahasa Indonesia yang Cermat, Apik, dan Santun

Waktu Kegiatan Pemateri Daftar ulang Panitia Pembukaan Panitia Bahasa Indonesia yang Cermat, Apik, dan Santun DRAF PANDUAN LOMBA DEBAT BAHASA SE-JABODETABEK DALAM RANGKA BULAN BAHASA TAHUN 2017 I. Daftar Topik Debat 1. Dewan ini akan memprioritaskan pengenalan bahasa Indonesia ke luar negeri daripada pengembangan

Lebih terperinci

TURNAMEN BADMINTON MAASTRICHT-MIRIAM HABIBIE CUP 2013

TURNAMEN BADMINTON MAASTRICHT-MIRIAM HABIBIE CUP 2013 TURNAMEN BADMINTON MAASTRICHT-MIRIAM HABIBIE CUP 2013 KETENTUAN TURNAMEN Ketentuan umum Dalam Ketentuan Turnamen ini yang dimaksud dengan: 1. Turnamen adalah pertandingan bulutangkis beregu Maastricht-Miriam

Lebih terperinci