FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG"

Transkripsi

1 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK PEKERJAAN BEBAS UNTUK MEMBAYAR PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA ILIR TIMUR PALEMBANG Abstrak Mawadda Warohmah Rika Lidyah Jurusa Akutasi S1 STIE MDP Tujua dari peelitia ii adalah utuk melihat bagaimaa pegaruh pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap peratura perpajaka, serta persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka. Sampel yag terpilih sebayak 87 respode dega megguaka tekik radom samplig. Data yag diperoleh dega cara membagika kuesioer di Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. Tekik aalisis data yag diguaka adalah regresi liier bergada. Hasil meujukka bahwa pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap peratura perpajaka berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak, da utuk persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka tidak berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak. Kata kuci: Pekerjaa bebas, Kepatuha wajib pajak, Pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka, Persepsi atas efektifitas sistem perpajaka. Abstract The purpose of this study is to see how the ifluece of kowledge ad uderstadig of the taxpayer's tax laws, as well as perceptios of the taxpayer o the effectiveess of the tax system. The selected sample is 87 respodets usig radom samplig techiques. The data obtaied by distributig questioaires at the Tax Office Primary East Ilir Palembag. The data aalysis techique used is multiple liear regressio. The results showed that the kowledge ad uderstadig of the taxpayer's tax laws affect tax compliace, ad to the perceptio of the taxpayer o the effectiveess of the tax system has o effect o tax compliace Keywords: Axpayer compliace, kowledge ad uderstadig of tax laws, perceptio of the effectiveess of the tax system I PENDAHULUAN Bagi egara pajak adalah salah satu sumber peerimaa Negara terbesar. Pemuguta pajak memag buka suatu pekerjaa yag mudah, disampig pera serta aktif dari petugas perpajaka, juga ditutut kepatuha dari para wajib pajak itu sediri. Ketidaktaata dalam membayar pajak tidak haya terjadi pada lapisa pegusaha saja melaika para pekerja professioal laiya pu tidak taat utuk membayar pajak. Melalui artikel situshukum.com yag diuduh pada taggal 1 Mei 213, diketahui peerimaa pajak DJP Sumsel Babel utuk tahu 213 megalami peurua. Pada tahu 212 peerimaa pajak sebesar Rp.392 miliar, aka tetapi pada tahu 213 peerimaa pajak haya sebesar Rp.179 miliar utuk periode yag sama. Utuk itu diperluka kesadara Hal - 1

2 dari masyarakat aka kewajiba pajakya karea pajak yag dikumpulka utuk membiayai pegeluara Negara. Seorag wajib pajak harus meyadari bahwa dega membayar pajak merupaka betuk partisipasi dalam meujag pembagua Negara, dega begitu wajib pajak aka membayar pajakya karea merasa tidak dirugika dari pemuguta pajak yag dilakuka. Apabila kesadara wajib pajak tiggi terhadap kepatuha utuk membayar pajak, maka kepatuha utuk membayar pajak pu aka tiggi da aka meambah pedapata Negara dari segi pajak. Setiap wajib pajak yag mempuyai peghasila wajib utuk medaftarka diriya da memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ). Dalam pemberia Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ) oleh Ditje Pajak, diharapka wajib pajak dapat mematuhi hak da kewajibaya. Apabila wajib pajak telah megetahui da memahami kewajibaya sebagai wajib pajak maka wajib pajak itu aka membayar pajakya. Semaki wajib pajak megetahui da memahami peratura perpajaka da saksiya, maka semaki megerti pula wajib pajak terhadap saksi yag aka diterimaya apabila melalaika kewajiba mereka terhadap pajak. Direktorat Jedral Pajak melalui situs website ya Dega adaya sistem perpajaka baru yag berbasis iteret, wajib pajak dapat dega mudah medaftar haya dega membuka situs Ditje Pajak. Saat ii Ditje Pajak telah membuat sistem pedukug yag diharapka dapat mempermudah wajib pajak dalam melakuka perpajakaya dega adaya e Registratio wajib pajak dapat melakuka pedaftara secara olie melalui situs web utuk memudahka wajib pajak dalam megisi surat pemberitahua pajak dapat megguaka aplikasi e SPT yag terdapat pada situs web Direktorak Jedral Pajak, e Fillig da e Billig diguaka utuk melakuka pelapora da pembayara secara olie. Utuk peyampaia SPT yag telah dibuat wajib pajak haya perlu megguaka drop box yaitu peyampaia SPT melalui sebuah kotak yag telah disediaka oleh Kator Pelayaa Pajak ditempat tempat yag telah ditetuka sehigga wajib pajak tidak perlu medatagi Kator Pelayaa Pajak tempat wajib pajak terdaftar. Sebelum adaya pembaharua sistem pembayara pajak melalui iteret, wajib pajak harus datag ke Kator Pelayaa Pajak utuk melakuka semua proses tersebut. Dega adaya sistem perpajaka yag ada sekarag dapat mempermudah wajib pajak dalam membayar pajakya da aka membuat persepsi yag baik terhadap sistem yag ada serta meigkatka kepatuha wajib pajak utuk membayar pajakya. Peelitia ii dilakuka pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag dikareaka sudah bayakya wajib pajak yag terdaftar pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. Feomea yag terjadi di kota palembag tetag kepatuha wajib pajak yag sudah dibahas kebayaka secara umum da belum bayak berita atau artikel yag membahas tetag kepatuha wajib pajak pekerjaa bebas terutama yag ada di Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. Oleh karea itu, peulis memilih tempat utuk melakuka peelitia pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag yag berfokus pada wajib pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas. Dalam peelitia Widayati da Nurlis (21) meeliti tetag dampak faktor faktor yag mempegaruhi kemaua membayar pajak wajib pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas. Variabel yag diguaka adalah kesadara membayar pajak, pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka, da persepsi yag baik atas efektifitas sistem perpajaka. Hasil peelitia meujukka bahwa kesadara membayar pajak tidak berpegaruh terhadap kemaua membayar pajak, pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka berpegaruh terhadap kemaua membayar pajak, da persepsi yag baik atas efektifitas sistem perpajaka berpegaruh terhadap kemaua membayar pajak. Peelitia laiya yag dilakuka oleh Pacawati Hardiigsih da Nila Yuliaawati (211) meeliti tetag faktor faktor yag mempegaruhi kemaua membayar pajak. Variabel yag diguaka adalah kesadara membayar pajak, pegetahua da pemahama peratura Hal - 2

3 perpajaka, persepsi efektifitas sistem perpajaka, da kualitas layaa. Hasil peelitia meujukka bahwa sikap wajib pajak terhadap kesadara membayar pajak berpegaruh sigifika terhadap kemaua membayar pajak, sikap wajib pajak terhadap pegetahua da pemahama peratura perpajaka tidak berpegaruh terhadap kemaua membayar pajak, persepsi efektifitas sistem perpajaka juga tidak berpegaruh terhadap kemaua membayar pajak, da utuk kualitas layaa berpegaruh positif terhadap kemaua membayar pajak. II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pekerjaa Bebas Meurut Udag Udag Nomor 28 Tahu 27, pekerjaa bebas adalah pekerjaa yag dilakuka oleh orag pribadi yag mempuyai keahlia khusus sebagai usaha utuk memperoleh peghasila yag tidak terkait oleh suatu hubuga kerja. Pekerjaa bebas dapat dibagi mejadi dua kelompok yaitu, pekerjaa bebas yag dilakuka oleh teaga ahli da pekerjaa bebas laiya. Pekerjaa bebas yag dilakuka oleh teaga ahli adalah pekerjaa yag dilakuka oleh pegacara, PPAT, akuta, dokter, otaris, arsitek, da kosulta. Sedagka pekerjaa bebas yag dilakuka oleh diluar teaga ahli adalah artis, seima, atlet, peulis, peeliti, peceramah, da profesioal laiya. 2.2 Pegetahua da Pemahama terhadap Peratura Meurut Septi Wuri Hadayai (211), terdapat idikator pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap peratura perpajaka yaitu : a. Wajib pajak harus memiliki NPWP b. Pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap hak da kewajiba sebagai wajib pajak c. Pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap saksi yag diterima apabila melaggar kewajiba perpajakaya d. Pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap peghasila tidak kea pajak, peghasila kea pajak, da tarif pajak terbaru yag dikeaka kepada wajib pajak Dega adaya idikator diatas wajib pajak dapat lebih megetahui da memahami terhadap peratura perpajaka yag ada sehigga aka meigkatka kepatuha wajib pajak utuk membayar pajakya. 2.3 Persepsi atas Efektifitas Sistem Adapu persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka yaitu : a. Adaya e Registratio yag memudahka wajib pajak utuk melakuka pedaftara NPWP secara olie b. Wajib pajak dapat megisi SPT megguaka aplikasi e SPT yag terdapat pada website dirje pajak c. Terdapat e fillig da e billig memudahka wajib pajak utuk melakuka pelapora da pembayara secara olie d. Peyampaia SPT melalui drop box membatu wajib pajak dalam peyampaia SPT tapa harus wajib pajak medatagi Kator Pelayaa Pajak ditempat wajib pajak terdaftar 2.4 Kepatuha Wajib Pajak Meurut Deviao da Rahayu (26, h.11), terdapat dua macam kepatuha wajib pajak yaitu sebagai berikut : a. Kepatuha Formal Kepatuha formal adalah suatu keadaa dimaa wajib pajak memeuhi kewajiba secara formal sesuai dega ketetua dalam udag udag perpajaka. Hal - 3

4 b. Kepatuha Material Kepatuha material adalah suatu keadaa dimaa wajib pajak secara substatif memeuhi semua ketetua material perpajaka. Kepatuha material dapat juga megikuti kepatuha formal. Pegukura kepatuha wajib pajak dapat dilihat dari kepatuha wajib dari kepatuha wajib pajak dalam medaftarka diriya ke kator pajak, kepatuha dalam peghituga da pembayara pajak terhutag, kepatuha wajib pajak utuk meyampaika SPT. 2.5 Keragka Pemikira Keragka pemikira tersebut aka digambarka sebagai berikut: Gambar 1: Keragka Pemikira 2.6 Hipotesis H 1: Pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. H 2: Persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. III METODE PENELITIAN 3.1 Pedekata peelitia Pedekata peelitia yag diguaka adalah pedekata kuatitatif, karea dalam peelitia ii megguaka data yag berupa agka. 3.2 Objek/Subjek Peelitia Objek dari peelitia ii adalah wajib pajak yag melakuka pekerjaa bebas. KPP Pratama Palembag Ilir Timur yag beralamat di Jala Kapte A. Rivai No. 4 GKN Palembag. 3.3 Tekik Pegambila Sampel Pearika sampel pada peelitia utuk wajib pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas adalah 87 orag. Tekik sampel pada peelitia ii megguaka tekik radom samplig, dimaa sampel diambil secara acak tapa memperhatika strata yag ada yag terdaftar pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. 3.4 Jeis da Sumber Data Data yag diguaka adalah data primer. Data primer yag diguaka dalam peelitia ii adalah data hasil kuesioer yag ditujuka kepada wajib pajak yag melakuka pekerjaa bebas yag terdaftar pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. 3.5 Tekik Pegumpula Data Tekik pegumpula data yag diguaka dalam peelitia adalah dega megguaka kuesioer atau agket yag disebarka kepada waijb pajak orag pribadi yag melakuka pekerjaa bebas. Skala pegukura yag diguaka adalah skala likert. 3.6 Tekik Aalisis Data Tekik aalisis yag diguaka dalam peelitia ii adalah regresi liier bergada. Utuk meguji kuesioer yag aka disebarka kepada wajib pajak diguaka uji validitas da uji reliabilitas. Serta uji asumsi klasik utuk meguji hubuga da kecocoka atar variabel yag diguaka. IV Hasil Peelitia da Pembahasa 4.1 Gambara Umum Respode Respode yag dijadika sampel dalam peelitia ii adalah Wajib Pajak Hal - 4

5 pekerjaa bebas yag terdaftar pada Ktor Pelayaa Pajak Pratama Ilir Timur Palembag. Tekik sampel yag diguaka dalam peelitia ii adalah Simple Radom Samplig dimaa sampel diambil secara acak tapa memperhatika strata yag ada. Kuisioer yag disebar dalam peelitia ii adalah 87 kuesioer. 4.2 Pegujia Data Aalisis Regresi Bergada Coefficiets a Model 1 (Costat ) Pegetahu a da Pemaham a terhadap Peratura Persepsi atas Efektifitas Sistem Ustadard ized Coefficiet s B Stad ardiz ed Coeff iciet s Std. Error Beta T Sig a. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Sumber: Data yag diolah, 213 Dari ilai ilai koefisie diatas, persamaa regresi yag dapat disusu utuk variable pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka (X 1 ) da persepsi atas efektifitas sistem perpajaka (X 2 ) adalah : Y = 9,699 +,396 +,174 Dimaa: Y = Kepatuha Wajib Pajak X 1 = Pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka X 2 = Persepsi atas efektifitas sistem perpajaka Uji Validitas Item R hitug R tabel Kesimpula 1, Valid 2, Valid 3, Valid 4, Valid 5, Valid 6, Valid 7, Valid 8, Valid 9, Valid 1, Valid 11, Valid 12, Valid 13, Valid 14, Valid 15, Valid Sumber : Data Hasil Pegolaha, 213 Berdasarka tabel diatas ilai R hitug > ilai R tabel,213. Hal ii berarti semua istrume item pertayaa dapat diyataka valid da layak diguaka sebagai alat ukur dalam pegujia statistik. Uji Reliabilitas Variabel Crobach's Alpha Keteraga X 1,73 Reliabel X 2,764 Reliabel Y,755 Reliabel Utuk megukur kosistesi iterval pegguaa istrumet diguaka crobach s alpha diketahui bahwa semua variabel diperoleh rata rata ilai crobach s alpha lebih besar dari,6 yag berarti secara keseluruha variabel dikataka reliabel. Hal - 5

6 Uji Multikoliieritas Coefficiets a Uji Heteroskesdatisitas Ustadar dized Coefficiet s Stad ardiz ed Coeffi ciets Colliear ity Statistics Model 1 (Costat ) Pegetah ua da Pemaham a terhadap Peratura Tole Std. rac B Error Beta t Sig. e VIF Heteroskesdastisitas terjadi jika pada scatterplot titik titikya mempuyai pola yag teratur, baik meyempit, melebar maupu bergelombag. Dega melihat sebara titik titik yag acak, baik diatas maupu dibawah agka dari sumbu Y, dapat disimpulka tidak terjadi heteroskesdastisitas dalam model regresi ii. Uji Normalitas Persepsi atas Efektifitas Sistem a. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Uji multikolieritas meujukka bahwa semua ilai tolerace lebih besar dari ilai default yag ditetuka sebesar,1. Sedagka utuk ilai VIF juga meujukka dibawah agka 1. sehigga dapat disimpulka bahwa semua variabel tidak terjadi multikolieritas. Cara ormal probability plot data dapat dikataka berdistribusi ormal apabila jika garis data riil megikuti garis diagoal. Pada grafik Normal P-P Plot dari pola diatas meujukka peyebara titik titik di sekitar garis diagoal da megikuti arah garis diagoal membuktikka bahwa data berdistribusi ormal. Hal - 6

7 Uji Autokorelasi Mod el R R Squar e Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate b. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Hasil uji meguakka Durbi Watso meujukka ilai Durbi- Watso = 1,43 da DW < +2. Maka dapat disimpulka bahwa data diatas tidak terjadi autokorelasi. Koefisie Determia (R 2 ) Watso a a. Predictors: (Costat), Persepsi atas Efektifitas Sistem, Pegetahua da Pemahama terhadap Peratura Mod el R R Squar e Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbi- Durbi- Watso a a. Predictors: (Costat), Persepsi atas Efektifitas Sistem, Pegetahua da Pemahama terhadap Peratura b. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Koefisie determiasi yag ditujukka dega ilai R sebesar,586 meujukka bahwa korelasi atau hubuga atara kepatuha wajib pajak dega pegetahua da pemahama wajib pajak da persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka bersifat kuat, karea agka tersebut berada diatas,5. Uji t Model Coefficiets a Ustadard ized Stad ardize d Coeffi Coefficiets ciets B 1 (Costat) 9.69 Pegetah ua da Pemaham a terhadap Peratura Persepsi atas Efektifitas Sistem 9 Std. Error Beta t Sig.. Collieari ty Statistics Tole rac e VIF a. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Berdasarka tabel diatas utuk variabel X 1 mempuyai ilai T hitug > T tabel yag berarti hipotesis 1 diterima, sedagka utuk variabel X 2 mempuyai ilai T hitug < T tabel yag berarti hipotesis 2 ditolak Hal - 7

8 Uji f Model 1 Regres sio Residu al Sum of Squares Total ANOVA b b. Depedet Variable: Kepatuha Wajib Pajak Uji hipotesis f diguaka utuk megetahui baik tidakya suatu model diperoleh dari ilai f sigifikasiya sebesar,. Hal ii meujukka bahwa secara keseluruha model tersebut dikataka kuat. 4.3 Pegujia Hipotesis da Pembahasa Dari peelitia ii, pegolaha regresi bergada meujukka ilai R sebesar,586 (58,6%) ilai R ii pada dasarya diguaka utuk meujukka seberapa besar korelasi atau hubuga atara variabel depede dega variabel idepede. Pada peelitia ii diketahui ilai R sebesar,586 (58,6%) ii artiya korelasi atau hubuga atara kepatuha wajib pajak dega pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka da persepsi atas efektifitas sistem perpajaka bersifat kuat, karea agka tersebut berada diatas,5. Berdasarka hasil uji hipotesis F yaitu ilai F hitug yag diperoleh adalah sebesar 21,99 sedagka F tabel sebesar 3,1. Pada peelitia ii, F hitug 21,99 > F tabel 3,1 maka Ha diterima da Ho ditolak ii berarti pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka (X 1 ) da persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka (X 2 ) secara df Mea Square F Sig a a. Predictors: (Costat), Persepsi atas Efektifitas Sistem, Pegetahua da Pemahama terhadap Peratura simulta berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak (Y). Hasil peelitia ii sejala dega peelitia yag dilakuka Widayati da Nurlis (21) bahwa pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka da persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka secara simulta berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak. Sedagka utuk hasil uji t utuk variabel X 1 mempuyai ilai t-hitug 3,942 > t-tabel 1,988 dapat disimpulka bahwa H 1 diterima yag membuktika bahwa Pegetahua da Pemahama Wajib Pajak terhadap Peratura berpegaruh sigifika terhadap Kepatuha Wajib Pajak, Hal ii meujukka apabila wajib pajak telah megetahui da memahami kewajibaya sebagai wajib pajak maka wajib pajak aka membayar pajakya. Semaki wajib pajak megetahui da memahami peratura perpajaka da saksiya, maka semaki megerti pula wajib pajak terhadap saksi yag aka diterimaya apabila megabaika kewajiba mereka terhadap pajak. Utuk variabel X 2 mempuyai ilai t-hitug 1,848 < t-tabel 1,988 yag berarti persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka tidak berpegaruh sigifika terhadap kepatuha wajib pajak. Hal ii terjadi karea kuragya sosialisasi yag dilakuka dalam sistem efektifitas perpajaka. V Kesimpula da Sara 5.1 Kesimpula Berdasarka hasil peelitia da pembahasa megeai faktor faktor yag mempegaruhi kepatuha wajib pajak pekerjaa bebas utuk membayar pajak pada KPP Pratama Ilir Timur Palembag, dapat disimpulka bahwa : 1. Hasil uji hipotesis t utuk variabel X 1 pegetahua da pemahama wajib pajak terhadap peratura perpajaka berpegaruh terhadap kepatuha wajib pajak sedagka variabel X 2 persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka tidak berpegaruh terhadap kepatuha wajib. Hal - 8

9 2. Hasil uji hipotesis f utuk variabel X 1 pegetahua da pemahama terhadap peratura perpajaka da variabel X 2 persepsi wajib pajak atas efektifitas sistem perpajaka berpegaruh sigifika terhadap kepatuha wajib pajak. 5.2 Sara Berdasarka hasil peelitia da pembahasa, adapu sara yag aka diberika yaitu : 1. Bagi Direktorat Jedral Pajak Bagi pihak Direktorat Jedral Pajak memberika peyuluha atau sosialisasi utuk wajib pajak megeai cara perhituga, pembayara, da pelapora pajak terhutag sehigga dapat meambah pegetahua dalam bidag perpajaka. 2. Bagi Wajib Pajak Bagi wajib pajak megikuti peyuluha atau sosialisasi yag diadaka oleh Direktorat Jedral Pajak megeai perhituga, pembayara, da pelapora pajak terutag. DAFTAR PUSTAKA Deviao, Say da Siti Rahayu 26, : Kosep, Teori, da Isu., Kecaa, Jakarta Hardiigsih, Pacawati da Nila Yuliaa Wati 211, Faktor Faktor yag Mempegaruhi Kemaua Membayar Pajak, Uiversitas Stikubak, Semarag. Purwoo, Herry 21, Dasar dasar & Akutasi Pajak, Erlagga, Jakarta. Pratama, Ros Margareth 212, Aalisis Faktor Faktor yag Mempegaruhi Kesadara Wajib Pajak Orag Pribadi Terhadap Kepatuha Kewajiba di Kota Taggerag Selata, Uiversitas Bia Nusatara, Jakarta. Priyato, Duwi 29, SPSS utuk Aalisis Korelasi, Regresi da Multivariate, Gave Media, Yogyakarta. Ratug, Tatiaa Vaessa da Priyo Hadi Adi 29, Dampak Program Suset Policy Terhadap Faktor Faktor yag Mempegaruhi Kemaua Membayar Pajak, Uiversitas Kriste Satya Wacaa, Salatiga. Resmi, Siti 211, Teori da Kasus, Edisi 6, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta. Ekawati, Rika Kharlia 21, Pegaruh Faktor Faktor Atecedet Pemafaata Sistem Iformasi/Tekologi Iformasi Terhadap Kierja Orgaisasi Studi Kasus: IAIN Rade Fatah Palembag, Uiversitas Idoesia, Jakarta Hadayai, Septi Wuri 211, Faktor Faktor yag Mempegaruhi Kemaua Membayar Pajak Wajib Pajak Orag Pribadi yag Melakuka Pekerjaa Bebas, Uiversitas Jederal Soedirma, Purwokerto. Hal - 9

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS. Probability and Random Process. Topik 10. Regresi

Program Pasca Sarjana Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS. Probability and Random Process. Topik 10. Regresi Program Pasca Sarjaa Terapa Politekik Elektroika Negeri Surabaya Probability ad Radom Process Topik 10. Regresi Prima Kristalia Jui 015 1 Outlie 1. Kosep Regresi Sederhaa. Persamaa Regresi Sederhaa 3.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia deskriptif-kuatitatif, karea melalui peelitia ii dapat dideskripsika fakta-fakta yag berupa kemampua siswa kelas VIII SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP STATISTICS Haug N. Prasetyo Week 11 PENDAHULUAN Regresi da korelasi diguaka utuk megetahui hubuga dua atau lebih kejadia (variabel) yag dapat diukur secara matematis. Ada dua hal yag diukur atau diaalisis,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang. Dan diperlukan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan

BAB I PENDAHULUAN. orang. Dan diperlukan pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Masalah Saat ii Idoesia merupaka egara yag berpeduduk lebih dari 200 juta orag. Da diperluka pembagua asioal utuk meigkatka kesejahteraa rakyat, sehigga pemeritah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan BAB LANDASAN TEORI. Pegertia Regresi Statistika merupaka salah satu cabag peegtahua yag palig bayak medapatka perhatia da dipelajari oleh ilmua dari hamper semua bidag ilmu peegtahua, terutama para peeliti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Aalisis regresi mejadi salah satu bagia statistika yag palig bayak aplikasiya. Aalisis regresi memberika keleluasaa kepada peeliti utuk meyusu model hubuga atau pegaruh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.. Jeis Peelitia Peelitia perpustakaa yaitu peelitia yag pada hakekatya data yag diperoleh dega peelitia perpustakaa ii dapat dijadika ladasa dasar da alat utama bagi pelaksaaa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab BAB III METODE PENELITIAN Metode peelitia merupaka suatu cara atau prosedur utuk megetahui da medapatka data dega tujua tertetu yag megguaka teori da kosep yag bersifat empiris, rasioal da sistematis.

Lebih terperinci

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah Bab 3 Keragka Pemecaha Masalah 3.1. Metode Pemecaha Masalah Peelitia ii disajika dalam lagkah-lagkah seperti ag terdapat pada gambar dibawah ii. Peajia secara sistematis dibuat agar masalah ag dikaji dalam

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuda berjumlah 25

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuda berjumlah 25 18 III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Baha Peelitia 3.1.1 Objek Peelitia Terak yag diguaka dalam peelitia ii adalah kuda berjumlah 25 ekor terdiri dari 5 jata da 20 betia dega umur berkisar atara 10 15

Lebih terperinci

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Halama Tulisa Jural (Judul da Abstraksi) Jural Paradigma Ekoomika Vol.1, No.5 April 2012 PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Oleh : Imelia.,SE.MSi Dose Jurusa Ilmu Ekoomi da Studi Pembagua,

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas I MIA SMA Negeri 5 Badar Lampug Tahu Pelajara 04-05 yag berjumlah 48 siswa. Siswa tersebut

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode ex post facto. Ada dua variabel dalam proses peelitia ii yaitu variabel bebas (variabel ) adalah

Lebih terperinci

Asep Irfan Hilmi ( ) Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi ABSTRACT

Asep Irfan Hilmi ( )   Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi ABSTRACT PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN MATERIAL WAJIB PAJAK PPH BADAN UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (Studi Kasus Pada Kator Pelayaa Pajak Pratama Ciamis)

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Pegertia Racaga peelitia kasus-kotrol di bidag epidemiologi didefiisika sebagai racaga epidemiologi yag mempelajari hubuga atara faktor peelitia dega peyakit, dega cara membadigka kelompok

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disai Peelitia Tujua Jeis Peelitia Uit Aalisis Time Horiso T-1 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-2 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-3 Assosiatif survey Orgaisasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Racaga Peelitia Jeis peelitia yag diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia komparatif. Peeliti komparatif adalah sejeis peelitia deskriptif yag igi mecari jawaba

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia ii dilaksaaka di Kota Bogor Pemiliha lokasi peelitia berdasarka tujua peelitia (purposive) dega pertimbaga bahwa Kota Bogor memiliki jumlah peduduk yag

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini di lakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif berupa

METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini di lakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan didukung pendekatan kualitatif berupa METODE PENELITIAN Desai Peelitia Peelitia ii di lakuka dega pedekata kuatitatif dega didukug pedekata kualitatif berupa catata-catata lapaga (feeld ote) yag medukug iformasi dari arasumber. Peelitia yag

Lebih terperinci

STATISTIKA ANALISIS REGRESI ANALISIS REGRESI LINIER LEKTION ACHT(#8) ANALISIS REGRESI

STATISTIKA ANALISIS REGRESI ANALISIS REGRESI LINIER LEKTION ACHT(#8) ANALISIS REGRESI ANALISIS REGRESI STATISTIKA LEKTION ACHT(#8) ANALISIS REGRESI Regresi: kembali ke tahap perkembaga sebelumya (psi.). Aalisis regresi: aalisis yag diguaka utuk megetahui relasi depedesi (pegaruh) dari satu

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Subyek dalam peelitia ii adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Badar Lampug, semester gajil Tahu Pelajara 2009-2010, yag berjumlah 19 orag terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat da Waktu Kegiata dilakuka di Divisi Tresuri Bak XYZ dari bula Jauari - April 2011. Pegambila data dilakuka di beberapa wilayah pemasara yaitu di wilayah Jakarta,

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da waktu Peelitia ii dilakuka di PD Pacet Segar milik Alm Bapak H. Mastur Fuad yag beralamat di Jala Raya Ciherag o 48 Kecamata Cipaas, Kabupate Ciajur, Propisi Jawa Barat.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa

METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Potensi Ekowisata Hutan Mangrove ini dilakukan di Desa III. METODE PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia tetag Potesi Ekowisata Huta Magrove ii dilakuka di Desa Merak Belatug, Kecamata Kaliada, Kabupate Lampug Selata. Peelitia ii dilaksaaka atara

Lebih terperinci

Perbandingan Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesian, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-von Mises, dan Uji Anderson-Darling

Perbandingan Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesian, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-von Mises, dan Uji Anderson-Darling Jural Gradie Vol No Juli 5 : -5 Perbadiga Power of Test dari Uji Normalitas Metode Bayesia, Uji Shapiro-Wilk, Uji Cramer-vo Mises, da Uji Aderso-Darlig Dyah Setyo Rii, Fachri Faisal Jurusa Matematika,

Lebih terperinci

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik Aalisis Sektor Kuci Dimaa : KLBj aij = Keterkaita lagsug ke belakag sektor j = Usur matriks koefisie tekik (b). Keterkaita Ke Depa (Forward Ligkage) Forward ligkage meujukka peraa suatu sektor tertetu

Lebih terperinci

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai PENGUJIAN HIPOTESIS Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai ilai-ilai parameter populasi,

Lebih terperinci

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember IV. METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Metode Peelitia 4.1.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka pada bula September sampai Desember 2009, bertempat di Laboratorium Terpadu IPB yag beralamat di Kampus

Lebih terperinci

Bab V Hasil Penelitian

Bab V Hasil Penelitian Bab V Hasil Peelitia V. Hasil Peelitia V.. Persiapa Aalisis Data Proses persiapa aalisis data ii dilakuka sesuai prosedur yag telah ditetapka dalam bab III. Yaitu : a. Seleksi Data Seleksi data dilakuka

Lebih terperinci

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 27 III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Baha Peelitia 3.1.1 Objek Peelitia Objek yag diguaka dalam peelitia ii adalah kuda Sumba (Sadelwood) betia da jata berjumlah 30 ekor dega umur da berat yag relatif

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika Wed 6/0/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato tatistika Deskriptif Iferesi Estimasi Uji Hipotesis Titik Retag Estimasi da Uji Hipotesis Dilakuka setelah peelitia dalam tahap pegambila suatu

Lebih terperinci

REGRESI DAN KORELASI

REGRESI DAN KORELASI REGRESI DAN KORELASI Pedahulua Dalam kehidupa sehari-hari serig ditemuka masalah/kejadia yagg salig berkaita satu sama lai. Kita memerluka aalisis hubuga atara kejadia tersebut Dalam bab ii kita aka membahas

Lebih terperinci

1200 (0,535) (0,465) (1200 1).0,05 + (0,535) (0,465)

1200 (0,535) (0,465) (1200 1).0,05 + (0,535) (0,465) = DATA DAN METODE PENELITIAN Data Peelitia Data yag diguaka dalam peelitia ii adalah data primer hasil yag diperoleh melalui peyebara kuisioer da metode wawacara sebagai data pelegkap. Pegumpula data dilaksaaka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia eksperime. Karea adaya pemberia perlakua pada sampel (siswa yag memiliki self efficacy redah da sagat redah) yaitu berupa layaa

Lebih terperinci

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2)

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2) Bab 6: Estimasi Parameter () BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (). ESTIMASI PROPORSI POPULASI Proporsi merupaka perbadiga atara terjadiya suatu peristiwa dega semua kemugkiaa peritiwa yag bisa terjadi. Besara

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak: PENGUJIAN HIPOTESIS A. Lagkah-lagkah pegujia hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaa megeai sesuatu. Jika hipotesis tersebut tetag ilai-ilai parameter maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.

Lebih terperinci

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU Saitia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 02, No. 03 (2014), pp. 277 287. ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA USU Siti Aria R. Harahap

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK BERKARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK MEGA KURNIA SARI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK BERKARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK MEGA KURNIA SARI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK BERKARIR MENJADI AKUNTAN PUBLIK MEGA KURNIA SARI 100462201183 Jurusa Akutasi, Fakultas Ekoomi, Uiversitas Maritim Raja Ali Haji,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia pada peelitia ii adalah peelitia eksperime semu atau biasa disebut pre-eksperime. Karea pada peelitia ii, peeliti haya megguaka kelas eksperime

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia pegembaga (research ad developmet), yaitu suatu proses peelitia utuk megembagka suatu produk. Produk yag dikembagka dalam peelitia

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu peelitia Peelitia dilakuka pada budidaya jamur tiram putih yag dimiliki oleh usaha Yayasa Paguyuba Ikhlas yag berada di Jl. Thamri No 1 Desa Cibeig, Kecamata Pamijaha,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian

BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan suatu ilmu yang mempunyai obyek kajian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakag Masalah Matematika merupaka suatu ilmu yag mempuyai obyek kajia abstrak, uiversal, medasari perkembaga tekologi moder, da mempuyai pera petig dalam berbagai disipli,

Lebih terperinci

PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH DAN INTERNAL AUDIT TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA

PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH DAN INTERNAL AUDIT TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH DAN INTERNAL AUDIT TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA (Sesus Pada Seluruh Dias di Ligkuga Pemeritah Kota Tasikmalaya)

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

STATISTIKA NON PARAMETRIK

STATISTIKA NON PARAMETRIK . PENDAHULUAN STATISTIKA NON PARAMETRIK Kelebiha Uji No Parametrik: - Perhituga sederhaa da cepat - Data dapat berupa data kualitatif (Nomial atau Ordial) - Distribusi data tidak harus Normal Kelemaha

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Dalam peelitia ii peeliti megguaka jeis Peelitia Tidaka Kelas (Classroom Actio Research) dega megguaka metode Diskriptif Kuatitatif. Peelitia Tidaka Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Berdasarka pertayaa peelitia yag peeliti ajuka maka jeis peelitia ii adalah peelitia diskriptif kuatitatif. Dalam hal ii peeliti aka mediskripsika kemampua relatig,

Lebih terperinci

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL BAB VIII MASAAH ESTIMASI SAT DAN DA SAMPE 8.1 Statistik iferesial Statistik iferesial suatu metode megambil kesimpula dari suatu populasi. Ada dua pedekata yag diguaka dalam statistik iferesial. Pertama,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode peelitia diartika sebagai cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu. Cara ilmiah berarti kegiata peelitia itu didasarka pada ciri-ciri keilmua,

Lebih terperinci

REGRESI LINIER GANDA

REGRESI LINIER GANDA REGRESI LINIER GANDA Secara umum, data hasil pegamata Y bisa terjadi karea akibat variabelvariabel bebas,,, k. Aka ditetuka hubuga atara Y da,,, k sehigga didapat regresi Y atas,,, k amu masih meujukka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan dengan jenis studi korelasional. Pendekatan yang dilakukan dalam. penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan dengan jenis studi korelasional. Pendekatan yang dilakukan dalam. penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode da Desai Peelitia 1. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode deskriptif, dega dega jeis studi korelasioal. Pedekata yag dilakuka dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis da Pedekata Peelitia 1. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia lapaga atau field research. Dalam metode pedekata ii, peelitia dilakuka dalam situasi alami aka tetapi

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini termasuk ke dalam kajian ilmu Manajemen

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini termasuk ke dalam kajian ilmu Manajemen BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN.. Objek Peelitia Objek dalam peelitia ii termasuk ke dalam kajia ilmu Maajeme Pemasara dega variabel bebas adalah periklaa (advertisig) dimaa periklaa mempuyai sub variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013 sampai Januari 2014 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia ii dilaksaaka pada bula Juli 2013 sampai Jauari 201 berlokasi di Kabupate Gorotalo. B. Jeis Peelitia Peilitia tetag evaluasi program pegembaga

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain III. METODE PENELITIAN 3.1 Jeis da Sumber Data Data yag diguaka pada peelitia ii merupaka data sekuder yag diperoleh dari Bada Pusat Statistik (BPS) Provisi NTB, Bada Perecaaa Pembagua Daerah (BAPPEDA)

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Meurut Sugiyoo (009:3), objek Peelitia adalah suatu atribut atau sifat atau ilai dari orag, objek atau kegiata yag mempuyai variabel tertetu yag ditetapka

Lebih terperinci

PENAKSIR RASIO UNTUK RATA-RATA POPULASI MENGGUNAKAN KOEFISIEN VARIASI DAN KOEFISIEN KURTOSIS PADA SAMPLING GANDA

PENAKSIR RASIO UNTUK RATA-RATA POPULASI MENGGUNAKAN KOEFISIEN VARIASI DAN KOEFISIEN KURTOSIS PADA SAMPLING GANDA PEAKSIR RASIO UTUK RATA-RATA POPULASI MEGGUAKA KOEFISIE VARIASI DA KOEFISIE KURTOSIS PADA SAMPLIG GADA Heru Agriato *, Arisma Ada, Firdaus Mahasiswa Program S Matematika Dose Jurusa Matematika Fakultas

Lebih terperinci

Lampiran 1 Bukti Kas Masuk

Lampiran 1 Bukti Kas Masuk Lampira 1 Bukti Kas Masuk Lampira 2 Bukti Kas Keluar Lampira 3 Struktur Orgaisasi Lampira 3 Tabel Jawaba Respode Lampira 4 Tabel Hasil Pegujia Data dega SPSS N A1 N A2 N A3 N A4 N A5 N A6 N A7 Pearso TOTAL

Lebih terperinci

Statistika Inferensial

Statistika Inferensial Cofidece Iterval Ara Fariza Statistika Iferesial Populasi Sampel Simpulka (estimasi) tetag parameter Medapatka statistik Estimasi: estimasi titik, estimasi iterval, uji hipotesa 2 1 Proses Estimasi Populasi

Lebih terperinci

BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab ii aka memberika iformasi hal yag berkaita dega lagkah-lagkah sistematis yag aka diguaka dalam mejawab pertayaa peelitia.utuk itu diperluka beberapa hal sebagai

Lebih terperinci

STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA

STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA Matematika Kelas IX Semester BAB Statistika STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA A. Statistika Pegertia Statistika Statistika adalah ilmu yag mempelajari cara pegumpula, peyusua, pegolaha, da aalisis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. X Y X Y X Y sampel

BAB I PENDAHULUAN. X Y X Y X Y sampel BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Masalah Aalisis regresi merupaka metode aalisis data yag meggambarka hubuga atara variabel respo dega satu atau beberapa variabel prediktor. Aalisis regresi tersebut

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 16 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Keragka Pemikira Peelitia Perkembaga zama yag meutut setiap idividu baik dari segi kemampua maupu peampila. Boss Parfum yag bergerak di bidag isi ulag miyak wagi didirika

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Statistika penyajian DATA untuk memperoleh INFORMASI penafsiran DATA. Data (bentuk tunggal : Datum ) : ukuran suatu nilai

PENDAHULUAN. Statistika penyajian DATA untuk memperoleh INFORMASI penafsiran DATA. Data (bentuk tunggal : Datum ) : ukuran suatu nilai 1. Pegertia Statistika PENDAHULUAN Statistika berhubuga dega peyajia da peafsira kejadia yag bersifat peluag dalam suatu peyelidika terecaa atau peelitia ilmiah. Statistika peyajia DATA utuk memperoleh

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA SISWA TERHADAP PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SD NEGERI DI KOTA BEKASI

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA SISWA TERHADAP PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SD NEGERI DI KOTA BEKASI ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA SISWA TERHADAP PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SD NEGERI DI KOTA BEKASI 1. Agusti Rusiaa Sari 2. Budi Prijato 3. Ages Dwihardii 1. Jurusa Akutasi, Fakultas

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN:

PROSIDING ISBN: S-6 Perlukah Cross Validatio dilakuka? Perbadiga atara Mea Square Predictio Error da Mea Square Error sebagai Peaksir Harapa Kuadrat Kekelirua Model Yusep Suparma (yusep.suparma@ upad.ac.id) Uiversitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Statistika iferesi merupaka salah satu cabag statistika yag bergua utuk meaksir parameter. Peaksira dapat diartika sebagai dugaa atau perkiraa atas sesuatu yag aka terjadi

Lebih terperinci

Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015

Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015 Statistika Iferesia: Pedugaa Parameter Dr. Kusma Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 05 Populasi : Parameter Sampel : Statistik Statistik merupaka PENDUGA bagi parameter populasi Pegetahua megeai distribusi

Lebih terperinci

ABSTRAK. Irvan Hadi Purnomo Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY

ABSTRAK. Irvan Hadi Purnomo Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif FT UNY PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DEMONTRAI TERHADAP MINAT DAN PRETAI BELAJAR IWA PADA KOMPETENI ITEM LITRIK OTOMOTIF KELA XI PADA JURUAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI MK PIRI YOGYAKARTA Irva Hadi Puromo

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Kegiata peelitia ii dilaksaaka pada bula Mei 2011 bertempat di Dusu Nusa Bakti, Kecamata Serawai da Dusu Natai Buga, Kecamata Melawi yag merupaka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii termasuk peelitia pegembaga, yaitu pegembaga buku teks matematika. Model pegembaga yag diguaka adalah model 4-D (four D models) dari Thigaraja

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Peelitia Metodologi peelitia ii merupaka cara yag diguaka utuk memecahka masalah dega lagkah-lagkah yag aka ditempuh harus releva dega masalah yag telah dirumuska.

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI DAN KORELASI SEDERHANA

ANALISIS REGRESI DAN KORELASI SEDERHANA LATAR BELAKANG DAN KORELASI SEDERHANA Aalisis regresi da korelasi megkaji da megukur keterkaita seara statistik atara dua atau lebih variabel. Keterkaita atara dua variabel regresi da korelasi sederhaa.

Lebih terperinci

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai 37 Gambar 4-3. Layout Model Awal Sistem Pelayaa Kedai Jamoer F. Aalisis Model Awal Model awal yag telah disusu kemudia disimulasika dega waktu simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalaka, aimasi

Lebih terperinci

ESTIMASI PARAMETER REGRESI SPATIAL AUTOREGRESSIVE MODEL. Nurul Muthiah, Raupong, Anisa Program Studi Statistika, FMIPA, Universitas Hasanuddin ABSTRAK

ESTIMASI PARAMETER REGRESI SPATIAL AUTOREGRESSIVE MODEL. Nurul Muthiah, Raupong, Anisa Program Studi Statistika, FMIPA, Universitas Hasanuddin ABSTRAK ESTIMASI PARAMETER REGRESI SPATIAL AUTOREGRESSIVE MODEL Nurul Muthiah, Raupog, Aisa Program Studi Statistika, FMIPA, Uiversitas Hasauddi ABSTRAK Regresi spasial merupaka pegembaga dari regresi liier klasik.

Lebih terperinci

b. Penyajian data kelompok Contoh: Berat badan 30 orang siswa tercatat sebagai berikut:

b. Penyajian data kelompok Contoh: Berat badan 30 orang siswa tercatat sebagai berikut: Statistik da Peluag A. Statistik Statistik adalah metode ilmiah yag mempelajari cara pegumpula, peyusua, pegolaha, da aalisis data, serta cara pegambila kesimpula berdasarka data-data tersebut. Data ialah

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar III. METODOLOGI PENELITIAN 3.. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii telah dilakuka di Desa Koto Perambaha Kecamata Kampar Timur Kabupate Kampar. Waktu pelaksaaa peelitia ii sekitar 3 bula yaki Bula Oktober-Desember

Lebih terperinci

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA Ari Darmawa, Dr. S.AB, M.AB Email: aridarmawa_fia@ub.ac.id A. PENDAHULUAN B. PENAKSIRAN DAN PRAKIRAAN FUNGSI BIAYA C. PENAKSIRAN JANGKA PENDEK - Ekstrapolasi sederhaa - Aalisis

Lebih terperinci

MANAJEMEN RISIKO INVESTASI

MANAJEMEN RISIKO INVESTASI MANAJEMEN RISIKO INVESTASI A. PENGERTIAN RISIKO Resiko adalah peyimpaga hasil yag diperoleh dari recaa hasil yag diharapka Besarya tigkat resiko yag dimasukka dalam peilaia ivestasi aka mempegaruhi besarya

Lebih terperinci

PERTEMUAN 1-MPC 2 PRAKTIK. Oleh: Adhi Kurniawan SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK

PERTEMUAN 1-MPC 2 PRAKTIK. Oleh: Adhi Kurniawan SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK PERTEMUAN 1-MPC PRAKTIK Oleh: Adhi Kuriawa SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK Utuk meigkatka presisi (meguragi varias samplig), desai samplig serig memafaatka auxiliarry variable yag mempuyai hubuga yag erat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Maajeme risiko merupaka salah satu eleme petig dalam mejalaka bisis perusahaa karea semaki berkembagya duia perusahaa serta meigkatya kompleksitas aktivitas perusahaa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii digologka ke dalam peelitia eksperime. Eksperime yag dilakuka bermaksud megetahui Pegaruh Metode Discovery Learig terhadap Kemampua Pemecaha

Lebih terperinci

TEORI PENAKSIRAN. Bab 8. A. Pendahuluan. Kompetensi Mampu menjelaskan dan menganalisis teori penaksiran

TEORI PENAKSIRAN. Bab 8. A. Pendahuluan. Kompetensi Mampu menjelaskan dan menganalisis teori penaksiran Bab 8 TEORI PENAKSIRAN Kompetesi Mampu mejelaska da megaalisis teori peaksira Idikator 1. Mejelaska da megaalisis data dega megguaka peaksira titik 2. Mejelaska da megaalisis data dega megguaka peaksira

Lebih terperinci

Pengendalian Proses Menggunakan Diagram Kendali Median Absolute Deviation (MAD)

Pengendalian Proses Menggunakan Diagram Kendali Median Absolute Deviation (MAD) Prosidig Statistika ISSN: 2460-6456 Pegedalia Proses Megguaka Diagram Kedali Media Absolute Deviatio () 1 Haida Lestari, 2 Suliadi, 3 Lisur Wachidah 1,2,3 Prodi Statistika, Fakultas Matematika da Ilmu

Lebih terperinci

BAB I KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL

BAB I KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL BAB I KONSEP DASAR PERSAMAAN DIFERENSIAL Defiisi Persamaa diferesial adalah persamaa yag melibatka variabelvariabel tak bebas da derivatif-derivatifya terhadap variabel-variabel bebas. Berikut ii adalah

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA A. Dekripi Data Peelitia ii megguaka peelitia ekperime, ubyek peelitiaya dibedaka mejadi dua kela, yaitu kela kotrol da kela ekperime. Kela kotrol pada peelitia ii merupaka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Menurut gejala yang dihadapi, data dapat dibagi dua: a. Data Dikotomi

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Menurut gejala yang dihadapi, data dapat dibagi dua: a. Data Dikotomi 5 BAB LANDASAN TEORI. Data Data ialah suatu baha metah yag jika diolah dega baik melalui berbagai aalisis dapat melahirka berbagai iformasi, data dapat berupa agka da dapat berupa lambag atau sifat.. Meurut

Lebih terperinci

STATISTIKA ANALISIS REGRESI DAN KORELASI LINIER SEDERHANA

STATISTIKA ANALISIS REGRESI DAN KORELASI LINIER SEDERHANA STATISTIKA ANALISIS REGRESI DAN KORELASI LINIER SEDERHANA OUTLINE LANJUTAN Peetua garis duga regresi dega Metode OLS kostata a da koefisie b Aalisis Varias komposisi variasi sekitar garis r da r Stadard

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia harus disesuaika dega masalah da tujua peelitia, hal ii dilakuka utuk kepetiga peroleha da aalisis data. Megeai pegertia metode peelitia,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peran suatu perusahaan di dalam dunia bisnis diidentifikasikan melalui

BAB I PENDAHULUAN. Peran suatu perusahaan di dalam dunia bisnis diidentifikasikan melalui BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Peelitia Pera suatu perusahaa di dalam duia bisis diidetifikasika melalui barag yag diproduksi da dijualya atau melalui jasa yag diberika perusahaa kepada masyarakat.

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. dihitung. Nilai setiap statistik sampel akan bervariasi antar sampel.

II. LANDASAN TEORI. dihitung. Nilai setiap statistik sampel akan bervariasi antar sampel. II. LANDASAN TEORI Defiisi 2.1 Distribusi Samplig Distribusi samplig adalah distribusi probibilitas dari suatu statistik. Distribusi tergatug dari ukura populasi, ukura sampel da metode memilih sampel.

Lebih terperinci