BAB X SISTEM PERSAMAAN LINIER

dokumen-dokumen yang mirip
5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

dimana a 1, a 2,, a n dan b adalah konstantakonstanta

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

BAB II SISTEM PERSAMAAN LINEAR. Sistem persamaan linear ditemukan hampir di semua cabang ilmu

BAB III : SISTEM PERSAMAAN LINIER

Sistem Persamaan Linier dan Matriks

BAB 2 LANDASAN TEORI

Pertemuan 13 persamaan linier NON HOMOGEN

ALJABAR LINEAR [LATIHAN!]

Dalam bentuk SPL masalah ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

Pertemuan 14. persamaan linier NON HOMOGEN

BAB 4 : SISTEM PERSAMAAN LINIER

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Pertemuan 1 Sistem Persamaan Linier dan Matriks

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

MATRIKS DAN OPERASINYA. Nurdinintya Athari (NDT)

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Solusi Persamaan Linier Simultan

Adri Priadana. ilkomadri.com

Course of Calculus MATRIKS. Oleh : Hanung N. Prasetyo. Information system Departement Telkom Politechnic Bandung

SILABUS MATA KULIAH : ALJABAR MATRIKS (2 SKS) KODE: MT304. (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Matriks dan Operasinya. 1. Pengertian Matriks

6 Sistem Persamaan Linear

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

Determinan. Untuk menghitung determinan ordo n terlebih dahulu diberikan cara menghitung determinan ordo 2

Operasi Eliminasi Gauss. Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam

ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

Secara umum persamaan linear untuk n peubah x 1, x 2,, x n dapatdinyatakandalambentuk: dimanaa 1, a 2,, a n danbadalahkonstantakonstanta

MATRIKS. 2. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu kolom. 2 3 Contoh: A 4 x 1 =

Aljabar Linear Elementer MUG1E3 3 SKS

Modul Praktikum. Aljabar Linier. Disusun oleh: Machudor Yusman IR., M.Kom. Ucapan Terimakasih:

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

Aljabar Linear. & Matriks. Evangs Mailoa. Pert. 4

Kata Pengantar. Puji syukur kehadirat Yang Maha Kuasa yang telah memberikan pertolongan hingga modul ajar ini dapat terselesaikan.

Program Studi Teknik Mesin S1

Part II SPL Homogen Matriks

Operasi Baris Elementer (OBE) dan Eliminasi Gauss-Jordan (EGJ)

MATRIKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK 1

03-Pemecahan Persamaan Linier (2)

MODUL IV SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Keunggulan Penyelesaian Persamaan Linear dengan Metode Dekomposisi LU dalam Komputerisasi

Bab 7 Sistem Pesamaan Linier. Oleh : Devie Rosa Anamisa

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Metode Matriks Balikan

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

Aljabar Matriks. Aljabar Matriks

Sistem Persamaan linier

ALGORITMA ELIMINASI GAUSS INTERVAL DALAM MENDAPATKAN NILAI DETERMINAN MATRIKS INTERVAL DAN MENCARI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN INTERVAL LINEAR

M AT E M AT I K A E K O N O M I MATRIKS DAN SPL I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Contoh. C. Determinan dan Invers Matriks. C. 1. Determinan

BAB 4 Sistem Persamaan Linear. Sistem m persamaan linear dalam n variabel LG=C adalah himpunan persamaan linear

BAB II KAJIAN TEORI. yang diapit oleh dua kurung siku sehingga berbentuk empat persegi panjang atau

6- Operasi Matriks. MEKANIKA REKAYASA III MK Unnar-Dody Brahmantyo 1

MAKALAH ALJABAR LINEAR TRANSFORMASI LINEAR ATAU PEMETAAN LINEAR

Sistem Persamaan Linear Homogen 3P x 3V Metode OBE

Aljabar Linear Elementer MA SKS. 07/03/ :21 MA-1223 Aljabar Linear 1

PAM 252 Metode Numerik Bab 3 Sistem Persamaan Linier

Sebelum pembahasan tentang invers matriks lebih lanjut, kita bahas dahulu beberapa pengertian-pengertian berikut ini.

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

Solusi Sistem Persamaan Linear Ax = b

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

Sistem Persamaan Linier FTI-UY

BAB VII MATRIKS DAN SISTEM LINEAR TINGKAT SATU

1.1 MATRIKS DAN JENISNYA Matriks merupakan kumpulan bilangan yang berbentuk segi empat yang tersusun dalam baris dan kolom.

Penyelesaian SPL dalam Rangkaian Listrik

KS KALKULUS DAN ALJABAR LINEAR Ruang Baris Ruang Kolom Ruang Nol TIM KALIN

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

PENERAPAN METODE NUMERIK PADA PERAMALAN UNTUK MENGHITUNG KOOEFISIEN-KOEFISIEN PADA GARIS REGRESI LINIER BERGANDA

ALJABAR LINIER. Kelas B JUMAT Ruang i.iii.3. Kelas A JUMAT Ruang i.iii.3

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

Penerapan Sistem Persamaan Lanjar Pada Rangkaian Listrik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ALJABAR VEKTOR MATRIKS. oleh: Yeni Susanti

Matematika Teknik DETERMINAN

MATRIKS VEKTOR DETERMINAN SISTEM LINEAR ALJABAR LINEAR

Penerapan Matriks dalam Analisis Sektor Perekonomian Indonesia

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

ALJABAR LINEAR ELEMENTER

MATA KULIAH : ALJABAR MATRIKS (2 SKS) KODE: MT 304

MATRIKS. Matematika. FTP UB Mas ud Effendi. Matematika

a11 a12 x1 b1 Lanjutan Mencari Matriks Balikan dengan OBE

MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

Lampiran 1 Pembuktian Teorema 2.3

Syarif Abdullah (G ) Matematika Terapan FMIPA Institut Pertanian Bogor.

Matriks - Definisi. Sebuah matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m n. Sebagai contoh: Adalah sebuah matriks 2 3.

3 Langkah Determinan Matriks 3x3 Metode OBE

Aljabar Linier & Matriks. Tatap Muka 2

Matematika Teknik INVERS MATRIKS

MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

Transkripsi:

BAB X SISTEM PERSAMAAN LINIER

10.1 Definisi Persamaan linier adalah persamaan aljabar yang terdiri dari satu atau lebih peubah dan masing-masing peubah mempunyai derajad satu. Sebagai contoh persamaan ax + by + cz + dw = h adalah persamaan linier yang terdiri dari empat peubah, yaitu x, y, z, dan w. Sedangkan a, b, c, dan d adalah koefisien-koefisien. Jika nilai h pada persamaan tersebut = 0, maka persamaan linier tersebut dikatakan persamaan linier homogen. Apabila nilai h tidak sama 0, maka dikatakan persamaan linier tak homogen.

Bentuk umum sistem persamaan Jika seluruh nilai b 1, b 2,, b m sama dengan nol, maka persamaan 10.1 disebut sistem persamaan linier homogen. Akan tetapi, jika setidak-tidaknya ada salah satu dari nilai b 1, b 2,, b m 0, maka persamaan 10.1 disebut sistem persamaan linier tak homogen. Persamaan 10.1 dapat ditulis dalam bentuk matriks berikut. (10.2)

Contoh 10.1 Berikut diberikan beberapa contoh sistem persamaan linier Tulis contoh 10.1 dalam bentuk matriks Contoh 10.2 Penyelesaian

10.2 Penyelesaian Sistem Persaman Linier 10.2.1 Penyelesaian dengan Balikan Matriks Persamaan 10.2 adalah sistem persmaan linier yang ditulis dalam bentuk matriks. Jika dimisalkan, maka Ax = b Sehingga Persamaan 10.3 digunakan untuk penyelesaian sistem persamaan linier dengan cara menentukan balikan matriks A terlebih dahulu.

Contoh 10.3 Selesaikan sistem persamaan linier berikut! Penyelesaian

10.2.2 Penyelesaian dengan Eliminasi Gauss Selain dengan cara balikan matriks, kita juga dapat menyelesaikan sistem persamaan linier dengan cara eliminasi Gauss. Untuk tujuan tersebut persamaan 10.1 ditulis dalam bentuk matriks yang diperluas (augmented matrix). Untuk melakukan eliminasi Gauss, kita harus mereduksi matriks A menjadi bentuk eselon baris atau matriks segitiga atas. Langkah-langkah untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dengan eliminasi Gauss:

1. Jika a 11 0, maka a 11 merupakan elemen pivot. Jika a 11 = 0, lakukan pertukaran baris. 2. Eliminasi a 21 dengan menggunakan rumus R 2 (a 21 /a 11 )R 1 a 31 dengan menggunakan rumus R 3 (a 31 /a 11 )R 1 : : a m1 dengan menggunakan rumus R m (a m1 /a( m-1)1 )R (m-1) 3. Eliminasi a 32 dengan menggunakan rumus R 3 (a 32 /a 22 )R 2 a 42 dengan menggunakan rumus R 3 (a 42 /a 22 )R 2 : : a m2 dengan menggunakan rumus R m (a m2 /a 22 )R 2 4. dst. sampai baris m dan kolom ke (n 1)

Contoh 10.3 Selesaikan sistem persamaam linier berikut! Penyelesaian: R 2 ½ R 1 R 3 3R 1 R 3 ( 16/3)R 2

11/3 x 3 = 64/3 x 3 = 64/11 Untuk menentukan nilai x 1 dan x 2 lakukan substitusi balik! 3/2 x 2 +1/2x 3 = 5/2 3/2 x 2 = 32/11 5/2 x 2 = 3/11 x 1 + 3/2x 2 + 1/2x 3 = 5/2 x 1 = 9/22 +32/11+ 55/22 x 1 = 110/22 = 5 10.2.3 Penyelesaian dengan Eliminasi Gauss-Jordan Cara lain untuk menyelesaikan sistem persamaan linier adalah dengan metode eliminasi Gauss-Jordan. Sistem persamaan linier dapat ditulis dalam bentuk [A b].

Selanjutnya lakukan transformasi sehingga matriks A menjadi matriks eselon baris yang tereduksi atau matriks identitas [I]. Langkah-langkah untuk menyelesaikan sistem persamaan linier dengan eliminasi Gauss-Jordan: 1. Jika a 11 0, maka a 11 merupakan elemen pivot. Jika a 11 = 0, lakukan pertukaran baris. 2. Jika a 11 1, bagi elemen a 11 dengan a 11, sehingga a 11 =1 3. Eliminasi a 21 dengan menggunakan rumus R 2 a 21 R 1 a 31 dengan menggunakan rumus R 3 a 31 R 1 : : a m1 dengan menggunakan rumus R m a m1 R m 1 4. Jika setelah langkah 3, a 22 0, maka a 22 merupakan elemen pivot. Jika a 22 = 0, lakukan pertukaran baris.

5. Jika a 22 1, bagi elemen a 22 dengan a 22, sehingga a 22 =1 6. Eliminasi a 12 dengan menggunakan rumus R 1 a 12 R 2 a 32 dengan menggunakan rumus R 3 a 32 R 2 : : a m2 dengan menggunakan rumus R m a m2 R 2 7. dst. sampai seluruh elemen di luar diagonal terleliminasi, sehingga matriks A berhasil ditransformasikan menjadi matriks identitas. Contoh 10.4 Selesaikan sistem persamaam linier berikut! Penyelesaian:

½ R 1 R 2 R 1 R 3 6R 1

10.2.4 Penyelesaian dengan Aturan Cramer Selain metode penyelesaian yang telah dijelaskan terdahulu, sistem persamaan linier dapat juga diselesaikan dengan menggunakan Aturan Cramer. Telah dijelaskan terdahulu bahwa sistem persamaan linier dapat ditulis dalam bentuk matriks berikut.

Aturan Cramer x n = Nilai variabel yang akan dicari An = Determinan matriks A, dengan terlebih dahulu mengganti kolom ke n dengan elemen-elemen pada matriks b A = Determinan matriks A

Dari persamaan (10.4) secara tersirat diketahui bahwa aturan Cramer hanya dapat digunakan jika A 0 Artinya, jumlah persamaan dalam sistem persamaan linier harus sama dengan jumlah variabel. Contoh 10.5 Selesaikan sistem persamaam linier berikut dengan menggunakan aturan Cramer! Penyelesaian

10.4 Ringkasan Jika seluruh nilai b 1, b 2,, b m = 0 maka sistem persamaan linier disebut homogen. Jika setidak-tidaknya ada salah satu dari nilai b 1, b 2,, b m 0 sitem persamaan linier disebut tak homogen.

Sistem persamaan linier dapat ditulis dalam bentuk matriks. Jika Maka Ax = b

Penyelesaian dengan Balikan Matriks Persamaan 10.2 adalah sistem persmaan linier yang ditulis dalam bentuk matriks. Jika dimisalkan,

Penyelesaian dengan Eliminasi Gauss Selain dengan cara balikan matriks, kita juga dapat menyelesaikan sistem persamaan linier dengan cara eliminasi Gauss. C adalah matriks segitiga atas.