DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

dokumen-dokumen yang mirip
DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

MA3231 Analisis Real

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

MA3231 Analisis Real

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. August 18, Dosen FMIPA - ITB

DASAR-DASAR ANALISIS MATEMATIKA

MA3231 Analisis Real

II. LANDASAN TEORI ( ) =

5. Sifat Kelengkapan Bilangan Real

MA3231 Analisis Real

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

KALKULUS MULTIVARIABEL II

MA3231 Analisis Real

BAGIAN KEDUA. Fungsi, Limit dan Kekontinuan, Turunan

MA5032 ANALISIS REAL

BAB V KEKONVERGENAN BARISAN PADA DAN KETERKAITAN DENGAN. Pada subbab 4.1 telah dibahas beberapa sifat dasar yang berlaku pada koleksi

PENGANTAR ANALISIS REAL

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

BAB III INTEGRAL LEBESGUE. Pada bab sebelumnya telah disebutkan bahwa ruang dibangun oleh

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. October 3, Dosen FMIPA - ITB

BAB III FUNGSI TERUKUR LEBESGUE. Setelah dibahas mengenai ukuran Lebesgue dan beberapa sifatnya pada

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

DEFINISI TIPE RIEMANN UNTUK INTEGRAL LEBESGUE 1. Drajad Maknawi 2 dan Muslich 3 Jurusan Matematika FMIPA UNS. Abstrak

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB I INTEGRAL TAK TENTU

MA3231. Pengantar Analisis Real. Hendra Gunawan, Ph.D. Semester II, Tahun

KALKULUS MULTIVARIABEL II

Daftar Isi 5. DERET ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB September 26, 2011

asimtot.wordpress.com BAB I PENDAHULUAN

PENYELESAIAN INTEGRAL DIMENSI-n DENGAN MENGGUNAKAN TEOREMA FUBINI

Integral lipat dua BAB V INTEGRAL LIPAT 5.1. DEFINISI INTEGRAL LIPAT DUA. gambar 5.1 Luasan di bawah permukaan

BAB II KAJIAN TEORI. memahami sifat-sifat dari barisan fungsi. Pada bab ini akan diuraikan materimateri

Daftar Isi 3. BARISAN ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. Dosen FMIPA - ITB

TERAPAN INTEGRAL. Bogor, Departemen Matematika FMIPA IPB. (Departemen Matematika FMIPA IPB) Kalkulus I Bogor, / 22

Memahami definisi barisan tak hingga dan deret tak hingga, dan juga dapat menentukan

Ayundyah Kesumawati. April 29, Prodi Statistika FMIPA-UII. Deret Tak Terhingga. Ayundyah. Barisan Tak Hingga. Deret Tak Terhingga

LIMIT DAN KEKONTINUAN

Matematika I: APLIKASI TURUNAN. Dadang Amir Hamzah. Dadang Amir Hamzah Matematika I Semester I / 70

ANALISIS REAL. (Semester I Tahun ) Hendra Gunawan. September 12, Dosen FMIPA - ITB

MA3231 Analisis Real

UJI KONVERGENSI. Januari Tim Dosen Kalkulus 2 TPB ITK

Hendra Gunawan. 16 Oktober 2013

MA3231 Analisis Real

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

MAKALAH. Bantuan dalam Penghitungan Integral Tentu KALKULUS LANJUT Dosen Pengampu: Sugeng Riyadi S.Si M.Pd DISUSUN OLEH: Kelompok V

ANALISIS VARIABEL REAL 2

muhammadamien.wordpress.com

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM BILANGAN REAL

, maka., maka 1 = 1 +1 <3 1 < = 10 3 =1

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 1

Kalkulus Multivariabel I

KALKULUS MULTIVARIABEL II

4 DIFERENSIAL. 4.1 Pengertian derivatif

10. TEOREMA NILAI RATA-RATA

BAB 4 KEKONSISTENAN PENDUGA DARI FUNGSI SEBARAN DAN FUNGSI KEPEKATAN WAKTU TUNGGU DARI PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT

Integral Tak Tentu. Modul 1 PENDAHULUAN

MA1201 KALKULUS 2A Do maths and you see the world

Nughthoh Arfawi Kurdhi, M.Sc Department of Mathematics FMIPA UNS

BAB II TEOREMA NILAI RATA-RATA (TNR)

Definisi 4.1 Fungsi f dikatakan kontinu di titik a (continuous at a) jika dan hanya jika ketiga syarat berikut dipenuhi: (1) f(a) ada,

MA3231 Analisis Real

MODUL RESPONSI MAM 4222 KALKULUS IV

INTISARI KALKULUS 2. Penyusun: Drs. Warsoma Djohan M.Si. Open Source. Not For Commercial Use

IPS. Untuk Sekolah Menengah Atas. þ Program Tahunan (Prota) þ Program Semester (Promes) þ Silabus. þ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Misal, dan diberikan sebarang, terdapat sehingga untuk setiap

-LIMIT- -KONTINUITAS- -BARISAN- Agustina Pradjaningsih, M.Si. Jurusan Matematika FMIPA UNEJ

= F (x)= f(x)untuk semua x dalam I. Misalnya F(x) =

TINJAUAN SINGKAT KALKULUS

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1 Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang 1. SIFAT KELENGKAPAN BILANGAN REAL

Nilai mutlak pada definisi tersebut di interpretasikan untuk mengukur jarak dua

Pengantar : Induksi Matematika

CNH2B4 / KOMPUTASI NUMERIK

Open Source. Not For Commercial Use

1 SISTEM BILANGAN REAL

BAB II DASAR TEORI. Di dalam BAB II ini akan dibahas materi yang menjadi dasar teori pada

Sistem Bilangan Real

Kalkulus Multivariabel I

F. RANCANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

INTEGRAL. disebut integral tak tentu dan f(x) disebut integran. = X n+1 + C, a = konstanta

BAGIAN PERTAMA. Bilangan Real, Barisan, Deret

PENGGUNAAN INTEGRAL. 1. Menghitung luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva dan sumbu-sumbu koordinat. 2. Menghitung volume benda putar.

Muhafzan TURUNAN. Muhafzan, Ph.D

Barisan dan Deret Agus Yodi Gunawan

Kalkulus Diferensial week 09. W. Rofianto, ST, MSi

B. y = 1 x 2 1 UN-SMK-TEK Jika A = 2 0

KALKULUS (IT 131) Fakultas Teknologi Informasi - Universitas Kristen Satya Wacana. Bagian 4. Derivatif ALZ DANNY WOWOR

F. RANCANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

BAB II LANDASAN TEORI

Luas daerah yang dibatasi oleh beberapa kurva dapat ditentukan dengan menghitung integral tertentu.

Variabel Banyak Bernilai Real 1 / 1

FUNGSI KONTINU. sedemikian sehingga jika x adalah titik dari A (c), maka f (x) berada pada Vg (f (c)). (Lihat Gambar 5.1.1).

PROGRAM LINEAR. sudir15mks

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Pertemuan ke-10: UJI PERBANDINGAN, DERET BERGANTI TANDA, KEKONVERGENAN MUTLAK, UJI RASIO, DAN UJI AKAR

CARA LAIN PEMBUKTIAN TEOEMA ARZELA-ASCOLI DAN HUBUNGANNYA DENGAN EKSISTENSI PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL (SUATU KAJIAN TEORITIS)

BAB 2 LANDASAN TEORI

LUAS DAERAH DI BAWAH KURVA SUATU FUNGSI

Implementasi Metode Jumlah Riemann untuk Mendekati Luas Daerah di Bawah Kurva Suatu Fungsi Polinom dengan Divide and Conquer

Transkripsi:

(Bekal untuk Para Sarjana dan Magister Matematika) Dosen FMIPA - ITB E-mail: hgunawan@math.itb.ac.id. December 26, 2007

Misalkan f kontinu pada interval [a, b]. Apakah masuk akal untuk membahas luas daerah di bawah kurva y = f (x)? Jika ya, bagaimanakah kita menghitungnya?

Gambar 12.1 Daerah di bawah kurva y = f (x)

Jika memang masuk akal untuk membahas luas daerah di bawah kurva y = f (x), maka luas daerah ini setidaknya mestilah lebih besar daripada S, yang menyatakan luas daerah yang diarsir pada gambar Berikut.

Gambar 12.2 Luas daerah S

Misalkan S menyatakan himpunan semua bilangan S yang dapat diperoleh sebagai jumlah luas daerah persegi-panjang kecil sebagaimana dalam Gambar 12.2. Maka luas daerah di bawah kurva y = f (x) mestilah lebih besar daripada setiap anggota S. Tampaknya masuk akal untuk mendefinisikan luas daerah di bawah kurva y = f (x) sebagai bilangan terkecil yang lebih besar daripada setiap anggota S, yakni sup S.

Contoh 1 Daftar Isi Misalkan f (x) = x 2, x [0, 1]. Maka, dengan membagi interval [0, 1] atas n interval bagian yang sama panjang dan menghitung jumlah luas daerah persegi-panjang yang terbentuk, luas daerah di bawah kurva y = f (x) mestilah lebih besar daripada Jumlah deret ini sama dengan 1 [0 + 12 n n 2 + 22 (n ] 1)2 + + n2 n 2. (n 1)n(2n 1) 6n 3.

Mengingat (n 1)n(2n 1) 6n 3 1 3 untuk tiap n N dan (n 1)n(2n 1) 6n 3 1 3 untuk n, maka bilangan terkecil yang lebih besar daripada (n 1)n(2n 1) 6n 3 untuk tiap n N adalah 1 3. Jadi, luas daerah di bawah kurva y = f (x) adalah 1 3.

Soal Latihan Daftar Isi 1 Buktikan bahwa (n 1)n(2n 1) simpulkan bahwa sup n N 6n 3 1 3 (n 1)n(2n 1) 6n 3 = 1 3. untuk tiap n N, dan 2 Tentukan luas daerah di bawah kurva y = 1 + x, x [0, 1], dengan cara seperti pada Contoh 1. Apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan pengetahuan geometri kita?

Misalkan f kontinu pada interval [a, b]. Definisikan partisi dari [a, b] sebagai himpunan P := {x 0, x 1,..., x n } dengan a = x 0 < x 1 < < x n 1 < x n = b. Karena f kontinu pada [a, b], maka f terbatas pada [a, b]. Jadi, diberikan sembarang partisi P := {x 0, x 1,..., x n } dari [a, b], kita dapat mendefinisikan untuk k = 1, 2,..., n. m k := inf f (x), x k 1 x x k

Dengan demikian, untuk tiap partisi P, kita dapat membentuk deret n S(P, f ) := m k (x k x k 1 ). k=1 (Buatlah suatu ilustrasi yang menyatakan nilai S(P, f ).)

Misalkan f terbatas di atas pada [a, b], katakanlah f (x) M, x [a, b]. Maka S(P, f ) M n (x k x k 1 ) = M(b a). k=1 Jadi himpunan bilangan {S(P, f ) : P partisi dari [a, b]} terbatas di atas oleh M(b a), dan karena itu ia mempunyai supremum.

Definisi Integral Daftar Isi Jika f kontinu pada interval [a, b], maka kita definisikan integral f pada [a, b] sebagai b a f (x) dx := sup S(P, f ), P dengan nilai supremum diambil atas semua partisi P dari [a, b]. Dalam hal f (x) 0 untuk setiap x [a, b], maka b a f (x) dx dapat diinterpretasikan sebagai luas daerah di bawah kurva y = f (x). Jika a < b, maka kita definisikan a b f (x) dx := f (x) dx. b a

Proposisi 2 Daftar Isi Misalkan f kontinu pada [a, b] dengan nilai maksimum M dan nilai minimum m. Maka m(b a) b a f (x) dx M(b a).

Soal Latihan Daftar Isi 1 Buktikan Proposisi 2. 2 Buktikan bahwa b c dx = c(b a). a 3 Diketahui f (x) = x, x [a, b]. Buktikan bahwa S(P, f ) 1 2 (b2 a 2 ) untuk sebarang partisi P dari [a, b]. Selanjutnya, dengan menggunakan definisi integral, buktikan bahwa b a f (x) dx = 1 2 (b2 a 2 ).

Misalkan f terdefinisi pada (a, b). Misalkan F kontinu pada [a, b] dan mempunyai turunan pada (a, b) dengan F (x) = f (x) untuk tiap x (a, b). Maka F disebut sebagai anti turunan dari f pada [a, b].

Contoh 3 Daftar Isi Jika f (x) = x 3, maka fungsi F yang didefinisikan sebagai F (x) = 1 4 x 4 + 5 merupakan suatu anti turunan dari f. Secara umum, fungsi G yang didefinisikan sebagai G(x) = 1 4 x 4 + C, dengan C konstanta, merupakan anti turunan dari f.

Apa urusannya anti turunan dengan integral? Untuk menjawab pertanyaan ini, misalkan f kontinu pada [a, b]. Definisikan F pada [a, b] sebagai F (x) := x a f (t) dt, x [a, b]. Dalam teorema berikut, kita akan menunjukkan bahwa F merupakan suatu anti turunan dari f pada [a, b].

Teorema 4 (Teorema Dasar Kalkulus I) Misalkan f kontinu pada [a, b] dan F didefinisikan pada [a, b] sebagai F (x) := x a f (t) dt, x [a, b]. Maka, F merupakan suatu anti turunan dari f pada [a, b]; yakni, F kontinu pada [a, b], mempunyai turunan pada (a, b), dan F (x) = f (x) untuk tiap x (a, b).

Teorema 5 (Teorema Dasar Kalkulus II) Setiap fungsi f yang kontinu pada [a, b] mempunyai anti turunan pada [a, b]. Jika G adalah anti turunan dari f pada [a, b], maka b a f (t) dt = G(b) G(a).

Soal Latihan Daftar Isi 1 Buktikan Teorema 5 dengan menggunakan Teorema 4. 2 Buktikan bahwa 1 0 x 2 dx = 1 3. 3 Misalkan r Q, r 1. Buktikan bahwa 1 0 x r dx = 1 r+1.