BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

= = 7.6 dibulatkan menjadi = 8

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Jumlah 21

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 6 31 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. mendorong terjadinya belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuantujuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B b a IV H s a i s li Pe P n e e n l e iltiita i n a Da D n a Pe P m e b m a b h a a h s a a s n 4 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Wlahar dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas 4 sebanyak 27 siswa yang terdiri dari laki-laki 9 siswa dan perempuan 18 siswa. Jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 adalah 143 siswa. Fasilitas sekolah cukup mendukung dalam proses pembelajaran proses pembelajaran. SD Negeri 1 Wlahar berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Kondisi prasiklus merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 4 SD Negeri 1 Wlahar Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 27 siswa pada pembelajaran IPA, terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah yaitu sebagian besar siswa memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Distribusi ketuntasan hasil belajar IPA pada prasiklus dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Pada Prasiklus No Standar Ketuntasan Angka Ketuntasan 1 <70 Tidak tuntas Jumlah siswa Persentase 16 59% 2 70 Tuntas 11 41% Jumlah 27 100% Nilai tertinggi 90 Nilai terendah 40 Rata-rata 62,6 Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa dari 27 siswa hanya 11 siswa (41%) yang sudah mencapai KKM (70) dan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 16 siswa (59%). Nilai tertinggi yang dicapai oleh siswa adalah 90, nilai terendah 31

32 40 dan rata-rata kelas 62,6. Diagram ketuntasan hasil belajar dilihat pada gambar 4.1. prasiklus dapat 41% 59% Tuntas tidak tuntas Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Prasiklus Dari gambar 4.1 tentang diagram batang ketuntasan hasil belajar prasiklus dapat diketahui bahwa ketuntasan siswa yang tidak tuntas sebesar 59% dan hanya sebesar 41% siswa yang sudah tuntas. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, guru hanya berceramah saja sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk berfikir kritis dan menyampaikan pendapat, siswa menjadi pasif, cenderung berbicara sendiri dengan teman sebangku dan tidak fokus pada pelajaran saat itu. 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan siklus I Dalam Siklus I terdapat 2 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: 4.1.2.1 Perencanaann Tindakan Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model pebelajaran kooperatif tipe STAD, yang akan diterapkan melalui dua siklus yaitu pada mata pelajaran IPA materi sumerdaya alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

33 4.1.2.2 Tindakan dan Observasi 4.1.2.2.1 Pertemuan Pertama Tindakan ini dilaksanakan pada hari Jum at, 19 April 2013 melalui kegiatan sebagai berikut: Praktik pembelajaran pertama dilaksanakan dengan materi sumberdaya alam. Siklus I dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, pelaksanaanya adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan Persiapan yang dilakukan untuk melaksanakan siklus I adalah mempersiapkan alat dan bahan untuk penelitian, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta menyusun lembar observasi pebelajaran untuk guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. 2. Tindakan a. Pertemuan pertama Tindakan ini dilaksanakan pada hari jum at tanggal 26 April 2013 melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Pertemuan pertama ini berlangsung pada jam ke 3-4, untuk mengawali pembelajaran, guru memberikan apersepsi, motivasi serta menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. 2) Kegiatan inti Guru menjelaskan tentang pengertian sumber daya alam, macam-macam sumber daya alam serta sumber daya alam hayati dan nonhayati. Setelah itu guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok disuruh melakukan pengamatan tentang sumber daya alam hayati dan nonhayati yang ada dilingkungan sekolah. Selama siswa melakukan pengamtan guru sebagai fasilitator. Setelah selesai melakukan pengamatan, siswa

34 disuruh masuk ruang kelas serta perwakilan kelompok menyampaikan hasil kerja di depan kelas. Setelah selesai menyampikan siswa yang lain disuruh menanggapi dari apa yang telah di sampaikan. 3) Kegiatan akhir Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta guru mengadakan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta menyuruh siswa untuk mengumpulkan hasil kerja kelompok. Pertemuan kedua Tindakan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 April 20113 melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Sebelum masuk pada materi, guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan/materi pelajaran sebelumnya. Sebagai apersepsi guru bertanya kepada siswa : Hewan kambing dan katak termasuk jenis sumber daya alam apa? Apakah hewan kambing dan katak dapat pulih kembali jika habis? 2) Kegiatan inti Guru menjelaskan tentang tentang pengertian dan macammacam sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui, setelah itu guru membagi siswa menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok terdapat 4-5 anak. Guru membagikan gambar tentang macam-macam sumberdaya alam, kemudian setiap kelompok mendiskusikan gambar tersebut untu dikelompokkan kedalam sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan tdak dapat diperbaharui. Setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. 3) Kegiatan akhir Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru mengadakan refleksi

35 tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta menyuruh siswa untuk mengumpulkan hasil kerja kelompok. Pertemuan ketiga Tindakan ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 22 April 2013 melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Sebelum masuk pada materi, guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan/materi pelajaran sebelumnya. Sebagai apersepsi guru bertanya kepada siswa: Telur ini dihasilkan oleh hewan apa? 2) Kegiatan inti Guru menjelaskan tentang kegunaan sumber daya alam, setelah itu guru membagi siswa menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok terdapat 4-5 anak. Guru membagikan gambar tentang macam-macam sumber daya alam kemudian setiap kelompok mendiskusikan gambar tersebut untuk dijelaskan manfaatnya. Setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. 3) Kegiatan akhir Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru mengadakan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta menyuruh siswa untuk mengumpulkan hasil kerja kelompok. Rekapitulasi lembar observasi pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.2

36 Tabel 4.2 Rekapitulasi lembar observasi siklus I No Aspek yang Diamati Penilaian I Penilaian II Penilaian III Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak I Pra Pembelajaran 1 Apakah guru menyiapkan lembar kegiatan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 2 Apakah guru menyiapkan alat peraga yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 3 Apakah guru mengkondisikan kelas serta memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran. II Kegiatan Awal 1 Apakah berdoa sebelum pembelajaran dimulai. 2 Apakah guru melakukan presensi siswa. 3 Apakah guru melakukan apersepsi dan memotivasi siswa. 4 Apakah guru menyampaikan tujuan pembelajaran III Kegiatan Inti 1 Apakah guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. 2 Apakah guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar 3 Apakah guru membimbing kelompok bekerja dan belajar 4 Apakah guru Presentasi dan evaluasi 5 Apakah guru Memberikan penghargaan IV Kegiatan Penutup 1 Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 2 Apakah guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. 3 Apakah guru menutup kegiatan pembelajaran.

37 4.1.2.2 Hasil tindakan Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan pada Siklus I diperoleh data secara kuantitatif melalui penilaian tes. Nilai tes formatif siswa pada siklus I dapat dilihat pada lampiran.distribusi hasil belajar dan ketuntasan siklus I dapat dilihat pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Distribusi Hasil Belajar dan Ketuntasan Siklus I No Standar Ketuntasan Angka Ketuntasan 1 <70 Tidak tuntas Jumlah siswa Persentase 10 37% 2 70 Tuntas 17 63% Jumlah 27 100% Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 40 Rata-rata 72,2 Dari tabel 4.2 tentang hasil belajar dan ketuntasan siklus I dapat dilihat terjadi peningkatan hasil belajar setelah tindakan. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM 70 sebanyak 63% dan 37% siswa belum tuntas. Peningkatan juga terjadi pada skor tertinggi yang dicapai siswa yaitu 100 dengan skor terendah 40 dan rata-rata kelas 72,2. Diagram ketuntasan hasil belajar siklus I dapat dilihat pada gambar 4.2.

38 37% 63% Tuntas tidak tuntas Gambar 4.2 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Dari gambar 4.2 ketuntasan hasil belajar siklus I siswa yang telah tuntas sebanyak 63% dan yang belum tuntas 37%. Walaupun persentase ini sudah cukup besar namun belum memenuhi ketuntasan yang ingin dicapai sebesar 100% dari seluruh siswa. 4.1.2.3 Refleksi Hasil observasi atau pengamatan terhadap implementasi RPP pada guru Siklus I dapat dilihat pada table 4.4 Tabel 4.4 Refleksi siklus I No 1 2 Kelebihan Dalam mempersiapkan pembelajaran baik materi, lembar kerja, maupun alat peraga sudah baik. Dalam penguasaan kelas sudah baik terbukti dengan kondisi siswa yang mudah untuk dikendalikan Saran Sudah baik dan perlu ditingkatkan Sudah baik dan perlu ditingkatkan 3 Bimbingan yang dilakukan pada saat diskusi kelompok sudah baik dan berjalan dengan lancer No Kekurangan 1 Guru kurang maksimal dalam penyampaian apersepsi dan motivasi Sudah baik dan perlu ditingkatkan Saran Sebaiknya menekankan guru apersepsi lebih dan motivasi agar siswa siap dalam menerima pengetahuan yang

39 2 Guru kurang maksimal dalam melakukan tanya jawab, sehingga siswa kurang aktif dalam melakukan tanya jawab baru serta lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari Sebaiknya guru dapat menghidupkan suasana tanya jawab agar siswa tidak cenderung pasif tetapi aktif untuk bertanya dan menjawab. 3 Guru tidak memberikan penghagaan pada kelompok yang melakukan kerja kelompok dengan baik. 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Siklus II Sebaiknya guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang bekerja dengan baik, agar dapat lebih memotivasi siswa yang lain. Praktik pembelajaran pada siklus II dilaksanakan dengan melihat kekurangan dan kelebihan pada siklus I (refleksi siklus I). Pelaksanaan siklus II merupakan upaya perbaikan pada siklus I dengan lebih memberi semangat kepada siswa dalam proses belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dalam siklus II, terdapat dua kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: 4.1.3.1 Perencanaan Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model pebelajaran kooperatif tipe STAD, yang akan diterapkan melalui dua siklus yaitu pada mata pelajaran IPA materi sumberdaya alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 4.1.3.2 Tindakan dan Observasi 4.1.3.2.1 Pertemuan Pertama Tindakan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2013 melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Pertemuan pertama ini berlangsung pada jam ke 3-4, untuk mengawali pembelajaran, guru memberikan apersepsi, motivasi serta menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. 2) Kegiatan inti

40 Guru menjelaskan tentang dampak negatif pengolahan bahan yang kurang bijaksana terhadap lingkungan. Setelah itu guru membagi siswa menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok disuruh menngelompokkan bahan organik dan anorganik. Selama siswa melakukan pengamtan guru sebagai fasilitator. Setelah selesai melakukan diskusi, perwakilan kelompok menyampaikan hasil kerja di depan kelas. Setelah selesai menyampikan siswa yang lain disuruh menanggapi dari apa yang telah di sampaikan. 3) Kegiatan akhir Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta guru mengadakan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta menyuruh siswa untuk mengumpulkan hasil kerja kelompok. 4.1.3.2.2 Pertemuan Kedua Tindakan ini dilaksanakan pada hari jum at tanggal 3 Mei 2013 melalui beberapa kegiatan sebagai berikut : 1) Kegiatan awal Sebelum masuk pada materi, guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan/materi pelajaran sebelumnya. 2) Kegiatan inti Guru menjelaskan tentang tentang pengertian cara mengatasi kerusakan alam. setelah itu guru membagi siswa menjadi 6 kelompok dan setiap kelompok terdapat 4-5 anak. Guru membagikan lembar kerja kemudian setiap kelompok mendiskusikannya. Setiap perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. 3) Kegiatan akhir Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru mengadakan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan serta menyuruh siswa untuk mengumpulkan hasil kerja kelompok.

41 Rekapitulasi lembar observasi pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.5 No I Tabel 4.5 Rekapitulasi lembar observasi pada siklus II Pra Pembelajaran Aspek yang Diamati 1 Apakah guru menyiapkan lembar kegiatan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. 2 Apakah guru menyiapkan alat peraga yang Penilaian Penilaian Ya Tidak Ya Tidak akan digunakan dalam proses pembelajaran. 3 Apakah guru mengkondisikan kelas serta II memeriksa kesiapan siswa untuk mengikuti pelajaran. Kegiatan Awal 1 Apakah berdoa sebelum pembelajaran dimulai. 2 Apakah guru melakukan presensi siswa. 3 Apakah guru melakukan apersepsi dan memotivasi siswa. 4 Apakah guru menyampaikan tujuan III pembelajaran Kegiatan Inti 1 Apakah guru menyampaikan materi yang akan dipelajari. 2 Apakah guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar 3 Apakah guru membimbing kelompok

42 bekerja dan belajar 4 Apakah guru Presentasi dan evaluasi 5 Apakah guru Memberikan penghargaan IV Kegiatan Penutup 1 Apakah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 2 Apakah guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran. 3 Apakah guru menutup kegiatan pembelajaran. 4.1.3.3 Hasil tindakan Berdasarkan secara kuantitatif melalui penilaian non tes dan tes. Nilai tes formatif siswa pada siklus I dapat dilihat pada lampiran.distribusi hasil belajar dan ketuntasan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.6 Tabel 4.6 Distribusi hasil belajar dan ketuntasan siklus III No 1 2 kegiatan yang dilaksanakan pada siklus III diperoleh data Standar Ketuntasan Angka Ketuntasan <70 Tidak tuntas Jumlah siswa Jumlah 27 100% Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 60 Rata-rata 78,1 Persentasee 1 4% 70 Tuntas 26 96% Dari tabel 4.66 ketuntasan hasil belajar siklus II dapat dilihat terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM 70 adalah 27 siswa atau seluruh siswa (100%). Peningkatan juga terjadi pada skor tertinggi yang dicapai siswa yaitu 100 dengan skor terendah 60 sedangkan rata-rata kelas meningkat menjadi 78,1. Diagram ketuntasan hasil belajar siklus II dapat dilihat pada gambar 4.3. 4% 96% Tuntas tidak tuntas

43 Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Dari gambar 4.3 ketuntasan hasil belajar siklus II siswa yang telah tuntas mencapai 100%. Berdasarkan indikator kinerja dengan KKM 70 dan dicapai 100% siswa pada siklus II ini indikator kinerja telah tercapai. 4.1.3.4 Refleksi Hasil observasi atau pengamatan terhadap implementasi RPP pada guru Siklus II dapat dilihat pada tabel 4.7 Tabel 4.7 Hasil observasi atau pengamatan terhadap implementasi RPP No Kelebihan Saran 1 Dalam mempersiapkan materi, alat peraga dan lembar kerja siswa sudah baik lebih ditingkatan dan perlu dipertahankan 2 Dalam penguasaan kelas sudah baik terbukti kelas menjadi terkendali dan tidak gaduh, biasanya kalau melakukan praktek ataupun percobaan, siswanya cenderung gaduh dan susah diatur, tetapi pada saat siklus I yang telah dilaksanakan situasi kelas terkendali dan mudah untuk diatur. Yang selanjutnya adalah guru Sudah baik dan perlu ditingkatkan Sudah baik dan perlu

44 3 dalam melakukan bimbingan ditingkatkan kepada setiap kelompok sudah berjalan dengan baik dan lancar. No Kekurangan Saran 1 Pada siklus II ini semuanya Hal-hal yang sudah baik ini cenderung berjalan dengan baik dan sebaiknya dapat tidak ada kekurangan yang dipertahankan dan mengganggu jalannya pembelajaran ditingkatkan lagi. 4.2 Pembahasan Hasil Penelitian Perbandingan Keberhasilan hasil belajar prasiklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada tabel 4.8 No Angka Tabel 4.8 Perbandingan Hasil Belajar Prasiklus, Siklus I, Siklus II Ketun tasan 1 <70 Tidak tuntas Prasiklus Siklus I Siklus II Jumlah presentase jumlah presentase Jumla 16 59% 10 37% 1 4% h Present 2 70 tuntas 11 41% 17 63% 26 96% Jumlah 27 100% 27 100% 27 100% Nilai tertinggi 90 100 100 Nilai terendah 40 40 60 Rata-rata 62,6 72,2 78,1 ase

45 Dari tabel 4.8 dapat dilihat pada prasiklus skor rata-rata 62,6 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40. Setelah diadakan tindakan penelitian pada siklus I skor rata-rata meningkat menjadi 72,2 dengan skor tertinggi 100 dan skor terendah 40. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dengan tingkat keberhasilan 63% dari jumlah siswa sebanyak 27 siswa, tetapi masih terdapat 12% siswa belum tuntas sehingga perlu diadakan pelaksanaan tindakan siklus II. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat mencapai 96% dan skor rata-rata meningkat menjadi 78,1 dengan skor tertinggi 100 dan skor terendah 60. Diagram perbandingan ketuntasan prasiklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada gambar 4.4. 120% 100% 96% 80% 60% 40% 41% 59% 63% 37% 20% 0% Prasiklus Siklus I Siklus II 4% Tuntas Tidak tuntas Gambar 4.4 Diagram perbandingan ketuntasan prasiklus, siklus I, siklus II Dari gambar 4.4 dapat diketahui bahwa peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada prasiklus 59% siswa tidak tuntas dan 41% siswa tuntas, siklus I terdapat37% siswa tidak tuntas dan 63% siswa tuntas serta pada siklus II yang tidak tuntas 4% dan 94% siswa tuntas. Selain pada tingkat ketuntasan persentase hasil belajar yang meningkat perolehan skor maksimal, skor minimal, rata-rata juga meningkat. Grafik

46 perbandingan skor maksimal, skor minimal, dan rata-rata, antara prasiklus, siklus I, siklus II dapat dilihat pada gambar 4.5. 120 100 80 60 40 20 Nilai Terendah Nilai Tertinggi Rata-rata 0 Prasiklus Siklus I Siklus II Gambar 4.5 Perbandingan skor maksimal, skor minimal, dan rata-rata pada prasiklus, siklus I, siklus II Dari gambar 4.5 dapat diketahui peningkatan terjadi pada skor maksimal yaitu pada prasiklus sebesar 90 pada siklus I dan II menjadi 100. Adapun perolehan skor belum terjadi peningkatan yaitu pada prasiklus sebesar 40 pada siklus I tetap 40 dan pada siklus II meningkat menjadi 60. Perolehan rata-rata juga meningkat yaitu pada prasiklus sebesar 62,6 pada siklus I meningkat menjadi 72,2 dan pada siklus II meningkat menjadi 78,1. Setelah melakukan pembelajaran dari prasikus, siklus I dan siklus II dapat dikelompokan menjadi beberapa kategori kelompok belajar siswa. Kategori yang pertama adalah siswa yang sebelumnya tidak tuntas tetap tidak tuntas itu karena siswa tidak mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, kemudian katagori yang kedua adalah siswa yang sebelumnya tidak tuntas menjadi tuntas dikarenakan yang sebelumnya tidak antusias menjadi antusias, yang sebelumnya tidak aktif menjadi aktif dan katagori yang ketiga adalah siswa yang sebelumnya tuntas tetap tuntas itu karena siswa mengikuti pembelajara dengan baik, antusias dalam pembelajaran dan memiliki kemampuan berfikir lebih baik dengan teman yang lain. Kenaikan hasil belajar siswa karena pembelajaran yang dilakukan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Karena pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai kelebihan, yaitu: siswa bekerja sama dalam

47 mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok; siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama; siswa aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok; dan interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat (Slavin 1995) Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Solikhati, dkk dengan judul Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar karena memiliki keunggulan yaitu aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar terjadi interaksi atau kerjasama; siswa cenderung aktif dalam pembelajaran; dapat meningkatkan peahaman siswa terhadap konsep, kemampuan kerjasama siswa terbangun; meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik dan membantu siswa menumbuhkan berpikir keritis.. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri 1 Wlahar pada Semester 2 tahun ajaran 2012/2013 dan Adanya kesesuaian pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri 1 Wlahar pada Semester 2 tahun ajaran 2012/2013.