BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Yulia Gunawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang peneliti lakukan dapat diuraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh setiap siklus dari setiap tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan dan observasi, analisis data dan refleksi Deskripsi Pelaksanaan Siklus 1 Penggunaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dalam Siklus 1 ini terdapat 2 kali pertemuan yang dilaksanakan tanggal 08 dan 09 April Tahap Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan RPP yang telah disusun bersama guru kelas II dengan materi perkalian. Peneliti juga mempersiapkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar kerja kelompok, media pembelajaran flash cards dan alat evaluasi berupa soal tes. Kegiatan observasi dibantu oleh guru kelas IV untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung dan peneliti sebagai dokumentasi pembelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan dan Observasi Pertemuan I Langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan pertama terlaksana dengan cukup baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu satu dikali satu serta menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi perkalian dengan menggunakan berbagai macam barang konkrit seperti bola maupun permen yang sudah disiapkan. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk menjumlahkan permen sesuai yang ditentukan guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa 47
2 48 tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan II Pada pertemuan kedua terlaksana dengan cukup baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru bercerita tentang masalah yang berhubungan dengan perkalian serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kata kunci dalam soal cerita perkalian kepada siswa. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal cerita dari guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru
3 49 memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman Pada kegiatan akhir, guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari. Siswa mengerjakan soal evaluasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya serta mengucapkan salam. 3. Hasil Tindakan a. Hasil Observasi Observasi terhadap tindakan siklus 1 dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung yang dilaksanakan oleh observer. Berikut ini disajikan tabel 4.1 tentang hasil observasi aktivitas guru pada siklus 1. Tabel 4.1 Distribusi Hasil Observasi Guru Siklus 1 No. Kegiatan Hasil (%) Keterangan Kriteria 1 Kegiatan Awal 62,5% Cukup Kurang Baik = 25% - 44% 2 Kegiatan inti 78% Baik Cukup Baik = 45% - 63% 3 Kegiatan Penutup 83% Sangat baik Baik = 64% - 82% Sangat Baik 83% Rata-rata 74,5% Baik Berdasarkan pada tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards ratarata keseluruhan kegiatan adalah 74,5%. Sesuai kriteria yang ditentukan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah baik. Namun secara terpisah dalam kegiatan awal masih berada dalam kategori cukup, sehungga baik kegiatan awal, inti, dan akhir perlu ditingkatkan karena masih ada kekurangan dan beberapa kegiatan penting yang dilewatkan.
4 50 Di bawah ini merupakan rekapan dari hasil observasi motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Lembar observasi siswa dapat dilihat dalam lampiran. Tabel 4.2 Distribusi Hasil Observasi Siswa Siklus 1 No. Aspek Hasil (%) Keterangan Kriteria 1. Kehadiran 100% Tinggi Rendah 33% 2. Bertanya tentang materi yang belum jelas 22% Rendah 3. Berusaha menjawab pertanyaan 33% Rendah 4. Berani mengemukakan pendapat 17% Rendah 5. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 50% Sedang 6. Kerjasama dengan kelompok 78% Tinggi Rata-rata 50% Sedang Sedang Tinggi 67% Berdasarkan pada tabel 4.2 dapat diketahui pada kehadiran 100%, bertanya tentang materi yang belum jelas 22%, berusaha menjawab pertanyaan 33%, berani mengemukakan pendapat 17%, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 50%, kerjasama dengan kelompok 78%. Dari data maka guru melakukan peningkatan motivasi siswa ketika pembelajaran berlangsung seperti mendorong siswa agar berani mengemukakan pendapat dan berani bertanya tentang materi yang belum jelas. b. Hasil Tindakan Hasil Belajar Matematika Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 1 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dilaksanakan tes formatif. Adapun hasil belajar matematika pada materi perkalian, tersaji dalam tabel 4.3 beriku ini. Tabel 4.3 Analisis Nilai Tes Formatif Matematika Siklus 1 Ketuntasan Frekuensi Presentase (%) Tuntas 10 55,56% Tidak tuntas 8 44,44% Jumlah % Nilai tertinggi 90 Nilai terendah 50 Rata-rata 68,05
5 51 Dari analisa nilai pada tabel 4.3 dapat diketahui setelah dilaksanakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 10 siswa (55,56%) mampu mencapai KKM (70) dan 8 siswa (44,44%) masih berada dibawah KKM. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 90 dan nilai terendah 50 dengan nilai rata-rata 68,05. Tingkat ketuntasan siswa disajikan pada gambar 4.1 dibawah ini: Tuntas 56% Belum Tuntas 44% Belum Tuntas Tuntas Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Berdasarkan diagram 4.1 di atas, diketahui bahwa penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 10 siswa (56%) yang tuntas belajar ( 70) dan 8 siswa (44%) belum tuntas belajar. Motivasi Siswa Pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 1 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dibagikan lembar angket pada siklus 1, hasil angket motivasi siswa disajikan tabel 4.4. Tabel 4.4 Distribusi Tingkat Motivasi Siswa Siklus 1 No. Skor Jumlah siswa Presentase (%) Keterangan Sangat rendah Rendah % Sedang % Tinggi % Sangat tinggi Jumlah %
6 52 Berdasarkan tabel 4.4 terdapat 3 siswa (17%) yang motivasinya sedang, 5 siswa (28%) yang motivasinya tinggi, dan 10 siswa (55%) yang motivasinya sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan dalam diagram lingkaran pada gambar % 17% 28% Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 4. Tahap Refleksi Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Tingkat Motivasi Belajar Siklus 1 Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan observer melakukan refleksi. Peneliti dan observer mendiskusikan hasil pembelajaran siklus 1 dan mendiskusikan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan pada siklus selanjutnya. Membandingkan motivasi dan hasil belajar pra siklus dan siklus 1 serta kelebihan dan kekurangan yang ditentukan dalam pembelajaran siklus 1. Setelah pembelajaran siklus 1, terjadi peningkatan hasil belajar dibandingkan hasil pra siklus. Siklus yang tuntas pada pra siklus ada 2 siswa (11,11%) pada siklus 1 menjadi 10 siswa (55,55%). Sedangkan siswa yang belum tuntas pada pra siklus adalah 16 siswa (88,89%), pada siklus 1 menjadi 8 siswa (44,44%). Nilai tertinggi siswa meningkat dari 85 menjadi 90, nilai terendah dari 40 pada pra siklus menjadi 50 pada siklus 1. Nilai rata-rata juga terjadi peningkatan pada siklus 1, dari 59 menjadi 68. Peningkatan ketuntasan belajar dari pra siklus ke siklus 1 adalah dari 11% menjadi 56% atau sebesar 45%. Nilai rata-rata kelas 68 yaitu belum memenuhi indikator kinerja yaitu 70, namun demikian pencapaian ketuntasan belajar belum memenuhi indikator keberhasilan yang diharapkan. Ketuntasan belajar masih dibawah indikator kinerja ( 80%) karena baru mencapai 56%. Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan pra siklus, siswa yang memiliki motivasi sangat rendah pada pra sikus terdapat 6 siswa
7 53 (33,5%) pada siklus 1 tidak ada, siswa yang memiliki motivasi rendah pada pra siklus terdapat 6 siswa (33,5%) pada siklus 1 tidak ada, siswa yang mempunyai motivasi sedang pada pra siklus terdapat 4 siswa (22%) pada siklus 1 terdapat 3 siswa (17%), siswa yang mempunyai motivasi tinggi pada pra siklus ada 2 siswa (11%) pada siklus1 ada 5 siswa (28%), sedangkan siswa yang mempunyai motivasi sangat tinggi pada pra siklus tidak ada (0%) pada siklus 1 ada 10 siswa (55%). Karena kriteria ketuntasan belum terpenuhi yaitu 80% siswa memiliki motivasi sangat tinggi, maka perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Disamping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari lembar observasi masih terdapat kekurangan selama pembelajaran siklus 1 antara lain sebagai berikut : Guru : 1) Proses penyampaian materi berjalan lancar, tetapi guru masih mendominasi pembelajaran 2) Guru sudah memotivasi siswa dalam pembelajaran, tetapi masih masih belum merata disemua siswa. 3) Guru sudah menerapkan pembelajaran make a match dan media flash cards tetapi masih kurang maksimal Siswa : 1) Banyak siswa yang masih malu bertanya dengan guru tentang materi yang belum jelas. 2) Siswa yang berusaha menjawab pertanyaan dari guru masih sedikit. 3) Siswa belum bekerjasama dengan kelompok Deskripsi Pelaksanaan Siklus 2 Penggunaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dalam Siklus 2 ini terdapat 2 kali pertemuan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 April Berdasarkan catatan kekurangan yang tercantum dalam refleksi siklus 1, maka gambaran siklus 2 dengan rincian sebagai berikut.
8 54 1. Tahap Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan RPP yang telah disusun bersama guru kelas II dengan materi pembagian. Mempersiapkan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yeng telah disusun. Merpersiapkan lembar kerja kelompok, media pembelajaran flash cards dan alat evaluasi berupa soal tes yang telah dibuat oleh peneliti. Kegiatan dibantu oleh guru kelas IV untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung dan peneliti sebagai dokumentasi pembelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan dan Observasi Pertemuan 1 Pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2 ini telah sesuai dengan yang direncanakan. Langkah-langkah pembelajaran terlaksana dengan baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa, serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi pembagian dengan mengganakan berbagai macam barang konkrit seperti kelereng maupun permen yang sudah disiapkan. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk menbagikan permen sesuai yang ditentukan guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja
9 55 kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan II Pada pertemuan kedua terlaksana dengan baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru bercerita tentang masalah yang berhubungan dengan perkalian serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kata kunci dalam soal cerita perkalian kepada siswa. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal cerita dari guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari. Siswa mengerjakan soal evaluasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya serta mengucapkan salam.
10 56 3. Hasil Tindakan a. Hasil Observasi Observasi terhadap tindakan siklus 2 dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung yang dilaksanakan oleh observer. Berikut disajikan tabel 4.5 tentang hasil observasi guru pada siklus 2. Tabel 4.5 Distribusi Hasil Observasi Guru Siklus 2 No. Kegiatan Hasil (%) Keterangan Kriteria 1 Kegiatan Awal 94% Sangat baik Kurang Baik = 25% - 44% 2 Kegiatan inti 95% Sangat baik Cukup Baik = 45% - 63% 3 Kegiatan Penutup 100% Sangat baik Baik = 64% - 82% Sangat Baik 83% Rata-rata 96% Sangat Baik Berdasarkan pada tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 2 rata-rata keseluruhan kegiatan telah mencapai indikator keberhasilan adalah 96%. Sesuai kriteria yang ditentukan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat baik, sehingga pembelajaran make a match berbantuan media flash cards ini mampu meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran Di bawah ini merupakan rekapan dari hasil observasi motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Lembar observasi siswa dapat dilihat dalam lampiran. Tabel 4.6 Distribusi Hasil Observasi Siswa Siklus 2 No. Aspek Hasil (%) Katerangan Kriteria 1. Kehadiran 100% Tinggi Rendah 33% 2. Bertanya tentang materi yang belum jelas 56% Sedang 3. Berusaha menjawab pertanyaan 88% Sedang 4. Berani mengemukakan pendapat 78% Sedang 5. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 89% Sedang 6. Kerjasama dengan kelompok 100% Tinggi Rata-rata 85% Tinggi Sedang Tinggi 67% Berdasarkan pada tabel 4.6 dapat diketahui pada kehadiran 100%, bertanya tentang materi yang belum jelas 56%, berusaha menjawab pertanyaan 88%, berani
11 57 mengemukakan pendapat 78%, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 89%, kerjasama dengan kelompok 100%. Dari data maka guru melakukan peningkatan motivasi siswa dengan sangat baik, terlihat rata-rata motivasi siswa tinggi dengan presentase 80%. b. Hasil Tindakan Hasil Belajar Matematika Untuk mengetahui hasil belajar matematika pada siklus 2, dilakukan tes formatif pada pertemuan II siklus 2. Berikut ini disajikan tabel 4.6 destribusi hasil belajar matematika pada siklus 2. Tabel 4.7 Analisis Nilai Tes Formatif Matematika Siklus 2 Ketuntasan Frekuensi Presentase (%) Tuntas 17 94,44% Tidak tuntas 1 5,56% Jumlah % Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 65 Nilai Rata-Rata 82,22 Dari analisa nilai pada tabel 4.7 dapat diketahui setelah dilaksanakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 17siswa (94,44%) mampu mencapai KKM (70) dan 1 siswa (5,56%) masih berada dibawah KKM. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 100 dan nilai terendah 65 dengan nilai rata-rata 82,22. Tingkat ketuntasan siswa disajikan pada gambar 4.4 dibawah ini: 6% Tuntas 94% Gambar 4.4 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2
12 58 Berdasarkan diagram 4.1 Di atas, diketahui bahwa penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 17 siswa (94%) yang tuntas belajar (70) dan 1 siswa (6%) belum tuntas belajar. Motivasi Siswa Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 2 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dibagikan lembar angket pada siklus 2, hasil angket motivasi siswa disajikan tabel 4.8. Tabel 4.8 Tingkat Motivasi Siswa Siklus 2 No. Skor Jumlah siswa Presentase (%) Keterangan Sangat rendah Rendah % Sedang % Tinggi % Sangat tinggi Jumlah % Berdasarkan tabel 4.8 terdapat 1 siswa (6%) yang motivasinya sedang, 1 siswa (6%) yang motivasinya tinggi, dan 16 siswa (88%) yang motivasinya sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan dalam diagram lingkaran pada gambar % 6% 6% Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Gambar 4.5 Diagram Lingkaran Tingkat Motivasi Belajar Siklus 2
13 59 4. Tahap Refleksi Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan observer melakukan refleksi. Peneliti dan observer mendiskusikan hasil pembelajaran siklus 2 dengan membandingkan hasil belajar siklus 1 dan siklus 2 serta kelebihan dan kekurangan yang ditemukan dalam pembelajaran siklus 2. Hasil belajar siklus 2 dapat diketahui nilai rata-rata kelas meningkat dari 68 menjadi 82. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 10 siswa (56%) menjadi 17 siswa (94%) yang tuntas. Sedangkan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari 8 siswa (44%) menjadi 1 siswa (4%). Sedangkan siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi meningkat dari 10 siswa (55%) pada siklus 1 menjadi 16 siswa (88%). Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Pada siklus 2 indikator kinerja, siswa yang dikategorikan sangat tinggi ada 16 siswa (88%) sehingga sudah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditentukan (80%). Sedangkan hasil belajar siswa baik nilai ratarata kelas maupun ketuntasan belajar terpenuhi, yaitu nilai rata-rata kelas adalah 82 dan ketuntasan belajar 94%, karena kriteria yang ditentukan yaitu rata-rata kelas dan ketuntasan belajar harus mencapai 80% dari jumlah siswa sehingga penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas II SD Negeri Sraten Analisis Data Rekapitulasi Hasil Belajar Berdasarkan hasil tindakan dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas II SD Negeri Sraten 01 Kexamatan Tuntang Kabupaten Semarang Semester II tahun ajaran 2013/2014. Perbandingan hasil belajar siswa disajikan pada tabel 4.9 Dibawah ini:
14 60 Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 Pra siklus Siklus 1 Siklus 2 Ketuntasan F % F % F % Tuntas 2 11 % 10 56% 17 94% Tidak tuntas 16 89% 8 44% 1 6% Jumlah % % % Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-Rata 59,16 68,05 82,22 Dari tabel 4.9 di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat ketuntasan belajar siswa dari pra siklus sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada pra siklus siswa yang tuntas belajar adalah 2 siswa (11%), pada siklus 1 menjadi 10 siswa (56%) dan pada siklus 2 menjadi 17 siswa (94%). Sedangkan siswa yang belum tuntas jumlahnya menurun. Pada saat prasiklus terdapat 16 siswa (89%) belum tuntas, pada siklus 1 masih 8 siswa (56%) yang belum tuntas dan pada siklus 2 masih 1 siswa (4%). Nilai rata-rata siswa dari pra siklus ke siklus 2 juga mengalami peningkatan dari prasiklus 59,16 menjadi 68,05 pada siklus 1 atau naik sebesar 8,89 dan pada siklus 2 menjadi 82,22 atau naik sebesar 14,17. Selanjutnya untuk memperjelas perbandingan hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa dari prasiklus sampai dengan siklus 1 disajikan gambar 4.6 di bawah ini : PRA SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 1 Tuntas Tidak tuntas Gambar 4.6 Diagram Batang Perbandingan Tingkat Ketuntasan Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Dari diagram 4.6 di atas dapat dijelaskan bahwa banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar pra siklus sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada saat Prasiklus ke siklus 1 besarnya peningkatan adalah dari 2
15 61 siswa menjadi 10 siswa atau sebanyak 8 siswa (45%) meningkat, dari siklus 1 ke siklus 2 adalah dari 10 siswa menjadi 17 siswa atau terjadi peningkatan sebanyak 7 siswa (38%) Rekapitulasi Tingkat Motivasi Siswa Tabel 4.10 Perbandingan Tingkat Motivasi Belajar Pra Siklus, Siklus1 dan Siklus2 Skor Pra siklus Siklus 1 Siklus 2 Katgori ,5% Sangat rendah % Rendah % 3 17% 1 6% Sedang % 5 28% 1 6% Tinggi % 16 88% Sangat tinggi Jumlah % % % Nilai tertinggi Nilai terendah Dari tabel 4.10 dapat dilihat adanya peningkatan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dalam mata pelajaran matematika, pada pra siklus tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi (0%), pada siklus 1 ada 10 siswa (55%), dan pada siklus 2 ada 16 siswa (88%). Ini membutikan bahwa pembelajaran make a match dan media flash cards dapat meningkatkan motivasi belajar, dapat dilihat pada gambar PRA SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 2 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Gambar 4.7 Diagram Batang Perbandingan Tingkat Motivasi Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2
16 Pembahasan Hasil observasi pra siklus yang dilakukan di kelas II SD Negeri Sraten 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang ditemukan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah, hal ini disebabkan karena metode yang digunakan guru kurang menarik. Proses pembelajaran pra siklus menunjukkan bahwa siswa masih pasif, siswa cenderung mendengarkan ceramah guru sehingga siswa terkesan bosan pada proses pembelajaran. Siswa kurang aktif dalam bersosialisasi dengan kelompok. Siswa terlihat jenuh karena pembelajaran selalu monoton sehingga nilai rata-rata pelajaran Matematika rendah. Nilai rata-rata yang didapatkan siswa pada pra siklus 59,16. Siswa yang mencapai KKM ( 70) hanya 2 siswa (11%) sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 16 siswa (89%). Nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 40. Berdasarkan observasi dan angket motivasi menunjukkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika rendah, dapat diketahui dari tingkat motivasi pra siklus ada 6 siswa (33,5%) memiliki motivasi sangat rendah, 6 siswa (33,5%) memiliki motivasi rendah, 4 siswa (22%) memiliki motivasi sedang, 2 siswa (11%) memiliki motivasi tinggi dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi. Adanya perbandingan yang signifikan antara jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas karena siswa yang sudah mencapai ketuntasan sudah dapat memahami materi yang disajikan oleh guru walaupun hanya dengan ceramah saja, karena ke-2 siswa ini memang mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan teman-temannya walaupun hanya dengan mendengarkan saja, sedangkan 16 siswa yang lain belum bisa memahami materi yang disajikan oleh guru hanya dengan ceramah saja karena kemampuan dalam belajar mereka rendah jika hanya mendengarkan saja, sehingga diperlukan tindakan sesuai yaitu bagaimana menekankan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas agar lebih baik dalam memahami materi pelajaran. Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa didapatkan dari hasil perolehan nilai siklus 1 dan siklus 2 adalah sebagai berikut:
17 63 a. Siklus 1 Pada siklus 1 dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards berdasarkan hasil angket motivasi didapat sudah tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat rendah dan rendah, 3 siswa (17%) memiliki motivasi sedang, 5 siswa (28%) memiliki motivasi tinggi dan 10 siswa (55%) yang memiliki motivasi sangat tinggi. Siswa yang mencapai KKM ( 70) sebanyak 10 siswa (56%) dan terdapat 8 siswa (44%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Nilai rata-ratanya adalah 68,05 sedangkan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. b. Siklus 2 Pada siklus 2 dengan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards berdasarkan hasil angket motivasi didapat sudah tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat rendah dan rendah 1 siswa (6%) memiliki motivasi sedang, 1 siswa (6%) memiliki motivasi tinggi dan 16 siswa (88%) yang memiliki motivasi sangat tinggi. Siswa yang mencapai KKM ( 70) sebanyak 17 siswa (94%) dan hanya 1 siswa (6%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Nilai rata-ratanya adalah 82,22 sedangkan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Dari uraian diatas dapat dilihat pada pra siklus tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dan terdapat 2 siswa tuntas dari 18 siswa. Pada siklus 1 terdapat 10 siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dan 10 siswa tuntas dari 18 siswa. Pada siklus 2, semua siswa memiliki motivasi sangat tinggi dan 17 siswa tuntas dari 18 siswa. Dapat dilihat dari hasil tersebut bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards baik digunakan untuk siswa yang belum tuntas maupun yang sudah tuntas. Dengan pembelajaran yang dilakukan menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wahab (2007) bahwa penerapan pembelajaran make a match dapat menanamkan kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi, dan kemampuan berpikir cepat melalui permainan. Selain itu hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Susanto, Heri (2012). Penerapan Model Pembelajaran Make a Match (mencari pasangan) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Semester 2 SD Negeri 05
18 64 Mulyoharjo Jepara Tahun Pelajaran 2011/2012. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa media math flash card sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika. Proses pembelajaran dalam pelaksanaan praktik di lapangan yang dilakukan oleh peneliti terdapat beberapa hal yang menyebabkan adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Dalam proses pembelajaran make a match dimana setiap siswa harus mencari pasangan untuk menyelesaikan tugas kelompok. Hal ini menjadikan siswa terlihat aktif dalam pembelajaran. Dengan dibantu flash cards dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran ini. Siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menarik secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar. Saat pembelajaran siswa yang tertarik untuk mengikuti pembelajaran akan berperan aktif sehingga meningkatkan motivasi sehingga siswa lebih paham akan materi yang disampaikan, dan dengan demikian hasil belajar juga akan meningkat. Pelaksanaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards membutuhkan keaktifan siswa. Pembelajaran make a match dapat meningkatkan bekerja sama, interaksi dan berpikir cepat melalui permainan dan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai tujuan utama dalam pembelajaran make a match yaitu penggunaan kelompok kecil untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan belajar (Sugiyanto, 2010:37). Berdasarkan perolehan skor angket motivasi yang didukung dengan observasi dan hasil belajar yang didapatkan pada siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards lebih menekankan pada aspek penanaman kemampuan sosial siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Sraten 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian Pada pembelajaran yang guru lakukan sebagian besar materi disampaikan dengan metode ceramah. Pembelajaran hanya memberikan rumus dan media
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dari hasil observasi dan hasil tes, baik tes lesan maupun tes tertulis dapat disimpulkan dan dianalisa bahwa pembelajaran dengan menggunakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Tegalharjo 02 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013 SD Negeri Tegalharjo 02 Kecamatan Trangkil Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Dalam pelaksanaan tindakan penelitian ini akan menguraikan antara lain: (1) kondisi awal, (2) siklus I, (3) siklus II, dan (4) pembahasan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran pra siklus dilaksanakan pada Hari Senin, 15 Oktober 2012 di kelas IV SDN Rejoagung 01 tentang materi penghitungan FPB dan KPK, yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01 kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan Subjek Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Prasiklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua, masing-masing siklus tiga kali
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN Kalibeji 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang terletak di lingkungan rumah warga dan jauh dari pasar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Lembaga pendidikan yang akan dijadikan tempat pelaksanaan penelitian yaitu SD Kumpulrejo 03 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. 4.2
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.. Gambaran Umum Subjek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Randu 3 berlokasi di Desa Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Propinsi Jawa Tengah. Subyek dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas mengenai hasil pelaksanaan penelitian, perbandingan hasil penelitian antar siklus, dan pembahasan hasil penelitian yang akan disajikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Ngajaran 03 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran SDN Samban 02 Penelitian ini dilakukan di SDN Samban 02 Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Dilihat dari letak geografisnya SDN Samban 02 terletak di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian, hasil penelitian terdapat kondisi awal, siklus I dan siklus II, selanjutnya ada hasil analisis data dan pembahasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang
52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Pra Siklus Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang sebelum proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan data nilai yang diperoleh pada siswa kelas 4 SD Negeri Gendongan 03 pada mata pelajaran matematika materi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas II SD Negeri 11 Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan sebelum diadakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Subjek Penelitian 3.1.1. Setting Penelitian Tempat Penelitian ini berlokasi di SD Negeri 01 Sraten Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Ngajaran 03, yaitu sekolah dasar di desa Ngajaran Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Gendongan dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang terdiri dari 32 siswa 17 siswa laki-laki dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Sekolah Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Gabahan Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 dengan Subjek Penelitian Siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Proses pembelajaran matematika pada pra siklus guru menggunakan metode pembelajaran konvensional, dimana guru
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dengan subyek penelitian siswa kelas 4 sebanyak 25 siswa.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus (Kondisi Awal) Dalam pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) IPS di SD Negeri Beji 2 Ungaran Timur Kabupaten semarang sebelum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Pra Siklus Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SDN Randuacir 01 Salatiga semester 2 tahun 2013/2014 nampak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra siklus Pembelajaran pada kelas IV SD Negeri Rogomulyo 01 Kayen Pati pada kondisi awal sebelum diberi tindakan menggunakan metode pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri Kadirejo 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas V berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Penelitian dilakukan dikelas 4 SD Negeri Gumawang 03 Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang pada pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kayuapu, semester I, yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian pelaksanaan tindakan ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus/ kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 4 SD Negeri Randusari pada semester 2 tahun ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi awal Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 5 SD Negeri 3 Karangwuni pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus SD Negeri Salatiga 12 teletak di jalan Domas Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Jumlah total Siswa di SD Negeri Salatiga 12 sebanyak 200 siswa,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas pelaksanaan siklus 1 dan pelaksanaan siklus 2. Pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 meliputi perencanaan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pra Siklus (Kondisi Awal) Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Gajahkumpul kelas 5 semester 1 tahun 2013/2014 pada mata
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil perbaikan pada siklus II, pembahasan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Pembelajaran pada prasiklus ini, penulis menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu dengan metode ceramah. Guru mengawali
BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar matematika siswa SDN Wonomerto 03 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, berdasarkan observasi awal
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Gambaran Sekolah Sebelum peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terlebih dahulu peneliti melakukan observasi di kelas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini menyajikan tentang hasil penelitian dan pembahasannya. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan dalam pelaksanaan tindakan. 4.1 Pelaksanaan Penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilakukan di SD Negeri Dukuh 03 Salatiga. Subjek penelitian siswa kelas 1 SD dengan jumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kalibeji terletak di RT 01 RW 02 Desa Kalibeji Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan tahap pra siklus. Tahap pra siklus dilaksanakan pada tanggal Senin,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SDN Karangduren 04 sebelum dilaksanakan penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Kondisi pra siklus atau kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum PTK dilaksanakan. PTK dilakukan di kelas 5 SD Negeri Ketitang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Blotongan 2 Salatiga dengan jumlah 39 peserta didik pada mata pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siwa dan hasil belajar siswa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN Pelaksanaan Tindakan Kondisi Awal
21 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas I SD Negeri 4 Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan sebelum
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Pelaksanaan Tindakan Tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yaitu : a. Membuka pelajaran Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, mengabsen, mengatur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Diskripsi Kondisi Pra Siklus Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Jimbaran yang terletak di jalan Mawar 6 Desa Jimbaran Kecamatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Setting Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ngambakrejo 03 kelas V semester II Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan dengan jumlah siswa 24 orang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri 2 Kembaran Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo terletak di Jln. Ronggolawe Dsn Kembaran, berdiri sejak
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
52 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi Kondisi awal, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kedalon Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Sekolah ini merupakan SD yang terletak tengah-tengah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan membahas hasil penelitian yang telah peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian meliputi rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini membahas mengenai pelaksanaan pembelajaran siklus I, hasil tindakan siklus I, hasil belajar siklus I, hasil refleksi siklus I, pelasksanaan pembelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Sugihrejo 02 Kecamatan Gabus Kabupaten Pati terletak di Desa Sugihrejo Kecamatan Gabus. Tenaga pengajar SD Sugihrejo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 01 Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Proses pembelajaran IPS di kelas 5 SD Negeri Tondokerto Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2013/2014 sebelum diadakan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan mengajar dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah. Model
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu
Hasil Belajar IPA Kelas I Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan
21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Hasil belajar IPA siswa kelas I SD Negeri 5 Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan sebelum diadakan penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri Mangunsari 02 Salatiga dengan jumlah siswa 17 siswa. Sebelum dilakukan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu siklus satu dan siklus dua masing masing siklus tiga kali pertemuan.
Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1. Pelaksanaan Tindakan 1.1.1. Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan saat pembelajaran IPA, siswa terlihat kurang semangat dan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa
47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Darus Salam Kalipang yang berada di Jalan masjid dusun Krikilan desa Kalipang,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan keutuhan NKRI dengan menggunakan metode Mind Mapping pada mata pelajaran PKn kelas V di MI Nurul Islam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Kondisi Awal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan observasi hasil belajar kelas 4 SD Negeri 2 Wonocoyo sebelum dilaksanakan penelitian pada awal semester II Tahun pelajaran 2014/2015,
