BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Data Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di MAN se Kabupaten Blitar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

LAMPIRAN 1. Surat Keterangan Ijin Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand image dan

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. gambaran umum partisipan. mengenai gambaran umum partisipan.

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN

Contoh Analisis Data Korelasi Kecerdasan Emosi terhadap Stress Kerja 1. Sebaran Data Kecerdasan Emosi Hasil Skoring Kuesioner

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik tadarus Al- Qur an, shalat

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, tentang budaya. religius dan pembentukan karakter peserta didik.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. keharmonisan keluarga dengan rasa percaya diri siswa di SMP Negeri 3 Kota

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. variabel yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Variabel dalam

BAB IV HASIL PENELITIAN. diperoleh di lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X 1 yang

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. instrumen yang telah valid dan reliabel yaitu instrumen supervisi akademik

BAB IV HASIL PENELITIAN. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

LAMPIRAN 1 VALIDITAS ITEM SKALA SIKAP PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU DAN MOTIVASI BELAJAR

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 8 Distribusi sampel penelitian berdasarkan Usia Usia Jumlah (N) Persentase (%) TOTAL

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Mei 2016 terhadap siswa pada mata pelajaran Akidah akhlak di MTsN Kunir

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Penyajian Statistik Deskripsi Hasil Penelitian. kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel, baik mengenai

UJI RELIABILITAS AITEM KUALITAS HIDUP AITEM EFIKASI DIRI. Reliability Statistics. Cronbach's Reliability Statistics. Cronbach's .

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS KORELASI ANTARA NILAI BTQ DENGAN PRESTASI BELAJAR MAPEL PAI DI SD KANDANG PANJANG 01 PEKALONGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Aryojeding Rejotangan. kemampuan penalaran matematika dengan hasil belajar materi bangun ruang

Indikator Kisi-kisi No. Butir Jml. siswa untuk membaca buku. pentingnya buku. Ketertarikan terhadap buku bacaa. Memanfaatkan waktu untuk membaca buku

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISI DATA

BAB IV ANALISIS DATA TENTANG IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DENGAN KINERJA KARYAWAN

LAMPIRAN LAMPIRAN 1. SKALA KECERDASAN EMOSI SEBELUM UJI COBA. No Pernyataan Pilihan Jawaban

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebagai berikut Kelas VII sebanyak 14 siswa, kelas VIII sebanyak 23 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN. meminta ijin ke MTs Darul Falah Bendiljati Kulon dengan memberikan surat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menentukan bertemu tidaknya hasil penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. beberapa guru PAI yang belum tersertifikasi dan guru PAI yang sudah. dan 15 item untuk penilaian kompetensi professional.

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian. digunakan untuk uji validitas instrumen.

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN. Deskripsi data merupakan penyajian gambaran data masing-masing variabel

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai hasil penelitian mengenai cara

BAB IV HASIL PENELITIAN. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Penelitian. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian survei ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 17 Kota Jambi, kelas VII yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SURAT PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN. Kesehatan, Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Universitas

Angket untuk Riset Partisipan Perawat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. matematika siswa kelas VIII MTs Ma arif NU Bacem Tahun Ajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

Bagian 1. Angket Uji Coba Rekapitulasi Data Uji Coba Instrumen Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN A. A-1 Skala Stres Kerja Karyawan. A-2 Skala Kecerdasan Emosi

STATISTIK DESKRIPTIF. Statistics. Strategi Membaca

BAB IV PEMBAHASAN. penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN. a. Sebelum Uji b. Setelah Uji

Lampiran 1: Surat Ijin Studi Pendahuluan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN A UJI NORMALITAS, LINEARITAS DAN DAYA BEDA ITEM

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Data-data yang diolah dalam penelitian ini adalah kuesioner yang

Surat Pengantar Pengisian Angket Angket Uj i Coba Instrumen Penelitian Reka pitulasi Data Hasil Uji Coba Instrumen Hasil Validitas dan Reliabilitas

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Karakteristik responden digunakan untuk menggambarkan keadaan atau

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subjek dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Ngablak yang berada di desa Ngablak, kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Alasan pelaksanaan Penelitian di sekolah ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SMP Negeri 1 Ngablak adalah salah satu sekolah yang terletak di daerah pedesaan dengan sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani. Berdasarkan hasil jawaban siswa pada saat pengisian angket didapatkan data bahwa sebagian orang tua siswa kurang memperhatikan dan memberi pengawasan terhadap belajar siswa di rumah, keadaan tersebut disebabkan karena kurangnya waktu pertemuan antara orang tua dengan siswa. Orang tua yang kurang mengetahui pentingnya pendidikan serta pengawasan dan kontrol yang tinggi terhadap aktifitas siswa di rumah menyebabkan siswa bertindak dengan keinginannya sendiri. Hal itu juga berpengaruh pada prestasi siswa di sekolah Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak tahun ajaran 2011/2012. Subjek penelitian terdiri dari 109 siswa yang terdiri dari 5 kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIIIE. Kapasitas siswa dari tiap kelas mulai dari 21-23 siswa, yaitu untuk siswa untuk kelas VIII A 23 siswa, kelas VIII B berjumlah 22 siswa, kelas VIII C berjumlah 21 siswa, kelas VIII D berjumlah 22 siswa serta untuk kelas VIII E terdiri dari 23 siswa di dalam kelas. B. Uji Validitas dan Reliabilitas alat ukur 1. Uji Validitas Alat Ukur Berdasarkan pada perhitungan uji validitas alat ukur pola asuh permissive Indulgent orang tua yang terdiri dari 32 item pertanyaan dilakukan perhitungan dengan menggunakan SPSS Version 16 for Windows dihasilkan koefisien validitasnya bergerak antara 0,241 sampai dengan 0,506. Koefisien korelasi yang diperoleh dapat dikatakan valid jika koefisien korelasinya positif dengan batas bawah 0,20 ( Arikunto, 2002). Pengujian Validitas 32 item dengan menggunakan signifikan 5 % diperoleh 25 item 28

29 yang valid dan 7 item yang gugur. Hasil uji validitas pola asuh permissive Indulgent orang tua. Tabel 4.1 Penentuan Item Valid dan Item tidak valid instrument Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Butir Item Corrected Item - Keterangan Total Correlation Item 1.353 Valid Item 2.244 Valid Item 3 -.176 Tidak Valid Item 4.231 Valid Item 5 -.261 Tidak valid Item 6.344 Valid Item 7.234 Valid Item 8.225 Valid Item 9 -.131 Tidak valid Item 10 -.201 Tidak valid Item 11.367 Valid Item 12.314 Valid Item 13.324 Valid Item 14.320 Valid Item 15.267 Valid Item 16.034 Tidak valid Item 17.201 Valid Item 18 -.135 Tidak valid Item 19.417 Valid Item 20.474 Valid Item 21.383 Valid Item 22.382 Valid Item 23.300 Valid Item 24 -.126 Tidak valid Item 25.325 Valid Item 26.250 Valid Item 27.336 Valid Item 28.240 Valid Item 29.385 Valid Item 30.456 Valid Item 31.358 Valid Item 32.323 Valid

30 Tabel 4.2 Penentuan Item Valid dan Item Gugur instrumen Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua N Aspek o 1 Keketatan rendah dan penerimaan tinggi 2. Keketatan rendah dan Pengawasan rendah 3 Keketatan rendah dan keterlibatan tinggi 4 Penerimaan tinggi dan keterlibatan tinggi Favorabel Unfavorabel Jumlah Item Item Item Valid 2, 19, 32 13, 24* 4 3*, 14, 20, 8, 25, 29 5 4 15, 26 3 1, 9*, 10*, 16*, 18*,21, 30 7, 27 5 5*, 11, 28 17, 22 4 5. Keterlibatan tinggi dan Pengawasan rendah 6. Penerimaan tinggi dan pengawasan 6, 23 12, 31 4 rendah Total 19 13 25 Keterangan * : Item Gugur Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas instrumen Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Butir Item Corrected Item - Total Keterangan Correlation Item 1.332 Valid Item 2.254 Valid Item 4.275 Valid Item 6.377 Valid Item 7.241 Valid Item 8.293 Valid Item 11.406 Valid Item 12.363 Valid Item 13.365 Valid Item 14.319 Valid Item 15.306 Valid Item 17.262 Valid Item 19.455 Valid Item 20.506 Valid

31 Butir Item Corrected Item - Total Keterangan Correlation Item 21.386 Valid Item 22.353 Valid Item 23.293 Valid Item 25.368 Valid Item 26.279 Valid Item 27.360 Valid Item 28.308 Valid Item 29.373 Valid Item 30.463 Valid Item 31.380 Valid Item 32.333 Valid 2. Uji Reliabilitas Alat Ukur Uji reliabilitas menggunakan SPSS 16.0 for Windows dilakukan setelah masing-masing item pola asuh permissive Indulgent orang tua diuji validitasnya, sehingga item-item yang valid dilakukan pengujian reliabilitas dengan menggunakan teknik alpha cronbach. Hasil pengujian diperoleh reliabilitas pola asuh permissive Indulgent orang tua sebesar 0,813. Koefisien alpha lebih dari 0,80 menggambarkan bahwa instrumen pola asuh permissive Indulgent orang tua realibel. Seluruh korelasi item total lebih dari 0,2 yang berarti instrumen tersebut valid karena disusun oleh item-item yang valid. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4.4. Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas instrumen Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.813 25 C. Analisis Deskriptif 1. Variabel Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Penentuan tinggi rendahnya pengukuran variabel pola asuh digunakan 5 kategori yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan

32 sangat rendah. Variabel pola asuh permissive indulgent memiliki item valid sebanyak 25 item, dengan 2 pilihan jawaban dan skoring jenis favorabel untuk jawaban ya diberi skor 1 dan untuk jawaban tidak diberi skor 0. Unfavorabel untuk jawaban ya diberi skor 0 dan untuk jawaban tidak diberi skor 1. Lebar interval adalah dihitung dengan cara sebagai berikut: I = Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Interval Skor Pola Asuh Permissive Indulgent Kategori Frekuensi Persentase (%) 20 < x 25 Sangat Tinggi 9 8.26 15 < x 20 Tinggi 32 29.36 10 < x 15 Cukup 33 30.28 5 < x 10 Rendah 29 26.61 0 < x 5 Sangat rendah 6 5.50 109 100 Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa frekuensi terbanyak terdapat pada kategori cukup dalam interval 10-15, dengan jumlah siswa sebanyak 33, untuk itu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak mendapatkan Pola Asuh permissive Indulgent dari orang tua dengan tingkat kategori cukup dengan persentase sebesar 30,28%. Hasil analisis deskriptif dari data variabel Pola Asuh permissive Indulgent orang tua dapat dilihat pada Tabel 4.6. Table 4.6 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Valid N (listwise) 109 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation 109 4 22 13.34 5.128

33 Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh hasil bahwa rata-rata (mean) variabel pola asuh permissive indulgent orang tua sebesar 13,34 yang termasuk pada kategori sedang dan Standar Deviasi (SD) sebesar 5,128. Tabel 4.7 menunjukkan besarnya frekuensi pola asuh permissive indulgent orang tua dengan skor tertinggi 22 dan skor terendah 4. 2. Variabel Prestasi Belajar Matematika Pengukuran validitas prestasi belajar matematika tidak di hitung dalam penelitian ini, karena prestasi belajar matematika di dapat dari nilai siswa kelas VIII yang di dapat dari nilai murni Tes Akhir semester gasal tahun pelajaran 2011/2012. Pengukuran tentang prestasi belajar matematika dibagi dalam lima katagori yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Frekuensi dan persentase hasil pengukuran variabel prestasi belajar matematika berdasarkan kategori tersebut tampak pada Tabel 4.7. Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Matematika Siswa Interval Prestasi Kategori Frekuensi Persentase (%) Belajar Matematika 80 < x 100 Sangat Tinggi 13 11.9 60 < x 80 Tinggi 29 26.6 40 < x 60 Cukup 49 45.0 20 < x 40 Rendah 18 16.5 0 < x 20 Sangat Rendah 0 0.0 109 100. Berdasarkan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa prestasi belajar matematika siswa yang ditinjau dari kriteria prestasi belajar berdasarkan interval nilai rapor, terdapatnya 13 siswa yang berada pada kategori prestasi belajar yang sanagt tinggi dengan persentase sebesar 11,9 %, 29 siswa pada kategori tinggi yang ditunjukkan dengan persentase sebesar 26,6 %, 49 siswa pada ketegori cukup dengan besar persentase 45 %, 18 siswa mendapatkan prestasi belajar dengan kategori rendah kurang yang ditunjukkan dengan persentase sebesar 16,5 % sedangkan 18 siswa yang mendapatkan prestasi belajar dengan kategori sangat sangat rendah dengan persentase sebesar 16,5 %. Hasil analisis deskriptif dari data

34 variabel prestasi belajar matematika datasi belajar dengan dapat dilihat pada Tabel 4.8. Tabel 4.8 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Prestasi Belajar Matematika Siswa Prestasi Belajar Matematika Valid N (listwise) 109 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviasi 109 28 96 58.59 17.447 Berdasarkan Tabel 4.8 menunjukkan bahwa perolehan nilai siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak diketahui nilai tertinggi siswa adalah 96, sedangkan pemerolehan nilai terendahnya dalah 28. Rata-rata (mean) skor prestasi belajar matematika sebesar 58,59 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 17,447. D. Uji Asumsi Uji asumsi dilakukan sebelum dilaksanakan uji hipotesis dengan teknik correlation product moment. Pelaksanaan uji Asumsi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan linearitas. Tujuan digunakan uji normalitas dan linearitas adalah sebagai salah satu syarat dilakukan uji hipotesis dengan teknik correlation product moment. Melalui uji normalitas diketahui apakah distribusi variabel tersebut normal atau tidak. Uji asumsi dilakukan dengan menggunakan SPSS. 1. Uji Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini dihitung dengan uji one samplekolmogrov-smirnov. Berdasarkan uji normalitas terhadap pola asuh permissive Indulgent orang tua dan Prestasi belajar matematika siswa, maka dinyatakan bahwa pola asuh permissive Indulgent orang tua memiliki kolmogrov-smirnov sebesar 0,164 (p > 0,05) berarti data berdistribusi normal. Gambar 4.1 menunjukkan penyebaran data asuh permissive Indulgent orang tua yang kurvanya membentuk distribusi normal.

35 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Prestasi Belajar Matematika N 109 109 Normal Parametersa Most Extreme Differences Mean 13.34 58.59 Std. Deviation 5.128 17.447 Absolute.107.101 Positive.107.101 Negative -.104 -.055 Kolmogorov-Smirnov Z 1.118 1.050 Asymp. Sig. (2-tailed).164.220 a. Test distribution is Normal. Gambar 4.1 Grafik Distribusi Normal Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua

36 Berdasarkan Tabel 4.9 Uji normalitas terhadap variabel Prestasi belajar matematika siswa didapatkan jumlah kolmogrov-smirnov dengan nilai signifikansi sebesar 0,220 (p>0,05) berarti bahwa data tersebut berdistribusi normal. Gambar 4.2 menunjukkan penyebaran data Prestasi Belajar matematika siswa yang kurvanya membentuk distribusi normal. Gambar 4.2 Grafik Distribusi Normal Prestasi Belajar Matematika 2. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan linear antara variabel penelitian Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS 16 for Windows. Hasil uji linearitas variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa terdapat pada Tabel 4.10

37 Tabel 4.10 Hasil Uji Linearritas ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua * Prestasi Belajar Matematika Between Groups (Combined) 726.793 29 25.062.937.565 Linearity 233.017 1 233.017 8.709.004 Deviation from Linearity 493.776 28 17.635.659.892 Within Groups 2113.648 79 26.755 Total 2840.440 108 Hasil uji linearitas dikatakan linear jika mempunyai taraf signifikan dibawah 0,05. Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh bahwa hasil uji linearitas antara variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa diperoleh signifikan sebesar 0,004. Berdasarkan Tabel 4.10 di dapat hasil bahwa nilai linearitas sebesar 0,004 lebih kecil dari 0,05 atau 0,004 < 0,05, sehingga hubungan antara variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa memiliki hubungan linear. E. Pengujian Hipotesis Sesuai dengan hipotesis empiris yang dikemukakan di depan, bahwa jika: : Tidak ada hubungan negatif dan signifikan antara dua variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan Prestasi belajar matematika siswa atau angka korelasi - 0,05. : Ada hubungan negatif dan signifikan antara dua variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan Prestasi belajar matematika siswa atau angka korelasi (p) < - 0,05

38 H0 diterima dan apabila probabilitas (p) > -0,05 H0 ditolak. Berdasarkan uji asumsi, hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan hasil uji linearitas antara dua variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan Prestasi belajar matematika siswa menunjukkan data linear, maka teknik korelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik correlation product moment dengan program SPSS 16 for Windows. Hasil uji korelasi antara hubungan Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa terlihat pada Tabel 4.11. Tabel 4.11 Koefisien Korelasi Antara Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Correlations Pola Asuh Permissive Indulgent Orang Tua Prestasi Belajar Matematika Pearson Correlation 1 -.286** Sig. (1-tailed).001 N 109 109 Prestasi Belajar Matematika Pearson Correlation -.286** 1 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Sig. (1-tailed).001 N 109 109 Berdasarkan Tabel 4.11 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan Prestasi belajar matematika siswa terdapat koefisien korelasi (r) sebesar -0,286 dengan signifikan atau probabilitas 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang diterima adalah ada hubungan negatif dan signifikan antara Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan Prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak.

39 F. Pembahasan Koefisien korelasi sebesar - 0,286 pada Tabel 4.12 menunjukkan bahwa korelasi antara Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika berada pada kategori rendah dengan koefesien negatif signifikan. Hal ini dapat dijelaskan dengan melihat bahwa koefisien korelasi - 0,286 terdapat pada interval 0,20 0,39 atau (-0,20) (-0,39). Hasil yang menggambarkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima dengan tingkat hubungan rendah. Koefisien korelasi yang negatif memperlihatkan bahwa variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua menunjukkan hasil semakin tinggi pola asuh Permissive Indulgent orang tua maka semakin rendah prestasi belajar matematika siswa dan sebaliknya semakin rendah pola asuh Permissive Indulgent orang tua maka semakin tinggi prestasi belajar matematika siswa. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi pearson s product moment yang diperoleh r = - 0,286 r2 = 0,0818 dengan p = 0,000 < 0,05 memberikan pengaruh dengan persentase sebesar 8,18 % terhadap prestasi belajar matematika siswa dan 91,82 % merupakan faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak. Hasil pemaparan tersebut menunjukkan bahwa ada korelasi negatif dan signifikan antara pola asuh permissive indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak. Hubungan negatif antara variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa disebabkan oleh sikap orang tua yang kurang memberikan pengawasan dan keketatan dalam belajar siswa di rumah. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Baumrind (2002) orang tua yang menerapkan tipe pola asuh permissive indulgent cenderung menerima dan mencintai siswa-siswa mereka, tetapi tidak menetapkan aturan-aturan yang kuat dalam keluarga seperti pengawasan dan keketatan terhadap belajar siswa karena Pola asuh ini menerapkan tingkat penerimaan dan keterlibatan yang tinggi terhadap siswa mereka, tetapi rendah dalam pengawasan dan keketatan. Pengaruhnya adalah siswa cenderung untuk bersikap sesuai keinginannya sendiri tanpa adanya kontrol dari orang tua terutama dalam hal belajar. Kurangnya pengawasan dan keketatan dari orang tua terutama dalam hal belajar siswa menjadikan prestasi belajar siswa menjadi rendah. Berdasarkan hasil koefisien korelasi diperoleh hasil berupa hubungan

40 negatif yang dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua maka semakin rendah prestasi belajar matematika siswa. Sebaliknya semakin rendah Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua maka semakin tinggi prestasi belajar matematika siswa. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Riani (2011) dan Nurwati (2009) bahwa ada hubungan negatif dan signifikan antara Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar, artinya semakin tinggi Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua maka semakin rendah prestasi belajar siswa dan semakin rendah kualitas komunikasi maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil data sebelumnya (informasi dari guru) sebagai pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua kurang mengawasi dalam kegiatan belajar siswa, tidak pernah menemani siswa dalam belajar bahkan ketika siswa belajar di rumah, orang tua seringkali melakukan kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa, yang berakibat prestasi belajar siswa rendah. Pendapat ini terbukti dengan adanya hasil analisis deskriptif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua terdapat pada kategori cukup dengan persentase 30,28 %. Frekuensi siswa pada kategori cukup adalah 33 siswa. Rata-rata (mean) variabel Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua juga berada pada kategori sedang, yakni sebesar 13,34. Kategori prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Ngablak tergolong cukup dengan persentase sebesar 45%. Frekuensi siswa yang mendapatkan prestasi belajar dalam kategori ini adalah 49 siswa. Rata-rata (mean) variabel belajar matematika juga berada pada kategori cukup, yakni sebesar 58,59. Berdasarkan pembahasan di atas maka membuktikan adanya korelasi yang negatif dan signifikan antara Pola Asuh Permissive Indulgent orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ngablak. Hubungan yang negatif dan signifikan yang berarti bahwa semakin tinggi pola asuh permissive indulgent maka prestasi belajar matematika siswa akan rendah dan sebalikya semakin rendah pola asuh permissive indulgent orang tua maka prestasi belajar matematika siswa akan tinggi. Orang tua hanya menerapkan tingkat penerimaan dan tingkat keterlibatan yang tinggi dalam kegiatan siswa tetapi tidak diimbangi dengan tingkat keketatan dan pengawasan yang tinggi pula. Pola asuh

41 yang seperti ini dapat mengakibatkan siswa menjadi kurang memiliki motivasi dan keinginan untuk belajar. Keadaan seperti ini dapat menghambat proses belajar yang baik untuk siswa yang menyebabkan prestasi belajar siswa akan menurun. Penerapan pola asuh yang sesuai dalam mendidik siswa akan dapat membantu siswa dalam upaya pencapaian prestasi yang diinginkan.