BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. Duta Indah Sejahtera merupakan salah satu perusahaan swasta yang memproduksi tissue. Kegiatan utama dari perusahaan ini adalah memproduksi tissue jadi yang kemudian akan dijual kepada agen-agen besar yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia setelah sebelumnya mencapai tangan customer akhir atau pengguna. PT. Duta Indah Sejahtera berdiri pertama kali pada tahun 2007 oleh Tjhin Guan, Heriyanto Samin dan Ka Tjin dan terletak dijalan Tanjung Pura No. 168 A, Pegadungan, Kalideres-Jakarta Barat. Pada tahun 2012 perusahaan ini pindah ke Jalan Dipati Unus No. 168 Cibodas Besar- Tangerang. Karena seiring perkembangan waktu bidang usahanya semakin maju dan berkembang maka perusahaan pindah ke tempat yang lebih luas agar kegiatan produksi berjalan dengan lebih efektif. PT. Duta Indah Sejahtera juga mempunyai kantor cabang yang terletak di Ruko Tubagus Angke Megah Jalan Tubagus Angke No. 20 Blok A 18-20 Jakarta Barat. Dengan disahkannya perusahaan ini oleh notaris perusahaan, perusahaan ini memiliki Nomor Pengesahan Kehakiman serta memiliki Nomor Akte Pendirian PT. Duta Indah Sejahtera yaitu No. 71 dan berdiri sejak 8 Oktober 2007. 3.1.2. Bidang Usaha PT. Duta Indah Sejahtera merupakan salah satu perusahaan swasta yang memproduksi tissue. Salah satu kegiatan operasionalnya adalah membeli bahan baku pembuatan tissue yang kemudian diolah menjadi Tissue siap pakai. Selain memproduksi tissue dengan merek dagang sendiri, PT. Duta Indah Sejahtera juga menerima pemesanan pembuatan tissue dari agen lain yang ingin menjual tissue dengan merek dagangnya sendiri. 29
30 Prosedur untuk order pembelian, prosedur penerimaan dan penyimpanan barang, dan prosedur pengeluaran barang pada PT. Duta Indah Sejahtera dapat di jelaskan di bawah ini: 1. Prosedur order pembelian barang supplier: - Bagian gudang mengecek barang yang ada di gudang. Bila ada stock barang yang kurang bagian gudang akan membuat purchase requisition dan diberikan kebagian pembelian. - Bagian pembelian membuat PO asli dan membuat copynya yang akan diotorisasi ke manager pembelian. - PO asli di fax ke supplier kemudian PO asli ini akan dikirim lewat post dan PO copy akan disimpan ke bagian pembelian. - Barang dikirim ke gudang dengan surat jalan dan bagian gudang menerima barang tersebut dengan membuat bukti terima barang 2 rangkap untuk supplier dan bagian gudang. 2. Prosedur pesanan barang oleh customer: - Customer memesan barang melalui marketing dan menerbitkan PO - Marketing menerima PO customer dan menerbitkan SO, copy diberikan ke marketing dan yang asli diberikan ke bagian PPIC - PPIC mengecek keadaan barang jadi, bahan baku dan bahan pembantu. Setelah semua diperiksa, bagian PPIC menerbitkan order produksi dan copynya dikirim ke bagian produksi. - PPIC meminta gudang untuk menyediakan barang untuk produksi dengan menerbitkan bukti permintaan barang dan copynya dikirim ke bagian gudang. 3. Proses produksi: - PPIC menyerahkan order produksi ke bagian produksi dan bukti permintaan barang dikirimkan ke bagian gudang. - Bagian gudang menyiapkan bahan-bahan untuk diproduksi sesuai dengan bukti permintaan barang yang dikirimkan oleh PPIC dan menyerahkan barang ke bagian produksi. Bagian gudang mencatat barang yang keluar kedalam kartu stok.
31 - Bagian produksi memproduksi barang sesuai dengan order produksi, setelah menjadi barang jadi, diserahkan ke bagian gudang dengan bukti penyerahan barang jadi. - Bagian gudang menerima barang jadi tersebut dan memasukkannya kedalam stok barang jadi. Serta mencatatnya kedalam kartu stok. 4. Proses pengiriman barang ke customer: - Bagian administrasi membuat surat jalan dan invoice sesuai dengan permintaan dari customer lewat marketing. Surat jalan diberkan kepada bagian administrasi, akuntasi, gudang dan customer. - Bagian gudang menyiapkan barang sesuai dengan surat jalan, dan menyerahkan barang jadi ke bagian pengiriman untuk dikirim ke customer dilengkapi dengan surat jalan dan invoice. - Customer menerima barang beserta dengan invoice. - Bagian akuntansi mencatat semua transaksi yang terjadi. 3.1.3. Produk-Produk Fokus utama dari perusahaan Tissue ini adalah mereka memproduksi beraneka macam jenis tissue seperti: 1. Facial Tissue 2. Travel Pack Tissue 3. MG Napkin 4. Toilet Roll Tissue 5. Cocktail Napkin 6. Handkerchief 7. Hand Towel Perusahaan ini memproduksi 4 macam merek tissue yang berbeda yang merupakan merek dagang perusahaan itu sendiri antara lain Tessy, Troply, Agies dan Besamo.
32 3.1.4. Struktur Organisasii Tugas dan wewenang dari masing-masing bagian yang berada di dalam struktur organisasi PT. Duta Indah Sejahtera yaitu sebagai berikut: 1. Direktur: memantau dan mengawasi kinerja karyawan dan bertanggung jawab mengambil keputusan di PT. Duta Indah Sejahtera. 2. Audit Internal: mengawasi dan mengevaluasi seluruh kinerja di dalam perusahaan serta memastikan setiap elemen di dalam perusahaan taat kepada aturan yang sudah ditentukan. Memberikan laporan terkait
33 dengan temuan-temuan serta memberikan rekomendasi perbaikan kepada direktur. 3. Marketing: Memasarkan hasil produksi perusahaan. Marketing di PT. Duta Indah Sejahtera dibagi menjadi 3 bagian yaitu asisten manager INDOBAR, JABODETABEK dan INDOTIM. 4. Mill Manager dibagi menjadi 2: a. PPIC: bagian yang menyiapkan bahan-bahan baku produksi setelah menerima pemesanan dari customer. Apakah sudah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan atau belum. b. QC: untuk memeriksa kualitas dari barang jadi, apakah sudah memenuhi standar atau belum. 5. Finance & Accounting: memberikan laporan keuangan bulanan kepada direktur dan memantau kegiatan arus kas perusahaan baik arus kas masuk maupun arus kas keluar. 6. Warehouse: Tempat penyimpanan bahan baku, bahan pembantu, barang spare part, barang jadi dan barang yang siap untuk dikirim. 7. Production: Bagian ini dibagi menjadi 5 yaitu, bagian untuk pembuatan tissue toilet, napkin, facial, towel dan handkerchief. 8. Personalia: Bertanggung jawab dan mengawasi kinerja karyawan dan menyeleksi karyawan baru. 9. Engineering: dibagi jadi 4 bagian yaitu maintenance, listrik, las dan bengkel mobil. 10. Purchasing: terdapat 2 bagian yaitu P. Lokal dan P. Interlokal. 3.2. Model Penelitian 3.2.1. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum keadaan di dalam perusahaan yaitu dengan studi kasus pada PT. Duta Indah Sejahtera. Periode penelitian adalah pengelolaan persediaan pada tahun 2013 yang diambil sebagai sampel penelitian.
34 3.2.2. Jenis Data Adapun tingkat pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan 2 cara yaitu: 1. Penelitian Lapangan Penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan informasi secara langsung dari perusahaan yang dijadikan objek penelitian. Yaitu dengan cara: a. Observasi Dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, yaitu mengamati secara langsung terhadap proses pengelolaan persediaan di dalam perusahaan. b. Wawancara Dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait, berwenang dan bertanggung jawab terhadap bidang yang diteliti. Misalnya dengan karyawan yang mengelola bagian persediaan atau audit internalnya dengan menyiapkan beberapa pertanyaan untuk ditanyakan. c. Kuisioner Membuat kuisioner yang berisi beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan pengendalian atau pengelolaan persediaan sehingga dapat mengetahui beberapa informasi yang berkaitan dengan pengelolaan persedian. 2. Penelitian Literatur (Literature Research) Yaitu dengan cara memperoleh data dari mengumpulkan data-data sekunder dengan membaca, mencari, dan mempelajari data-data dan informasi dari berbagai media seperti artikel, buku, materi kuliah, dan media elektronik seperti internet agar mendapatkan referensi yang dapat membantu dalam mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan topik penelitian yang dapat menunjang penulisan skripsi ini. 3.2.3. Analisis Data Analisis data adalah cara yang dilakukan dengan menganalisa atau memeriksa data, mengorganisasikan data, memilih dan mengolah data menjadi data yang dapat diolah, menemukan apa yang penting dan yang
35 dibutuhkan berdasarkan kebutuhan dalam penelitian dan memutuskan apa yang harus dituliskan dalam penelitian. Langkah analisis data akan melalui beberapa tahap yaitu: pengumpulan data, mengelompokkannya, memilih dan mengolah data, lalu kemudian menganalisanya.
36