BAB Ш TINJAUAN KASUS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

BAB Ш TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 28 April Tanggal lahir : 21 Agustus : 8 bulan 7 hari

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TIJAUAN KASUS. Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan

BAB III TINJAUAN KASUS. RSUD dr. H. Soewondo Kendal pada tanggal 15 sampai dengan 18 April 2011.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN : GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG MELATI 1 RSDM MOEWARDI SURAKARTA

BAB III TINJAUAN KASUS A. PENGKAJIAN 1. Biodata a. Biodata pasien. : 2 tahun 8 bulan Jenis kelamin : laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien

BAB III TINJAUAN KASUS

LAPORAN JAGA 24 Maret 2013

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. H DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG LUKMAN RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH SEMARANG

BAB III RESUME KEPERAWATAN

BAB III TINJAUAN KASUS. Lukman RS Roemani Semarang, data diperoleh dari hasil wawancara dengan

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan tanggal 5 7 Juni 2007 pukul WIB.

A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis mengambil kasus pada keluarga An. E dengan salah satu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis akan melaporkan tentang pemberian asuhan

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam tinjauan kasus ini penulis menerapkan Asuhan Keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

BAB III TINJAUAN KASUS. Tanggal dilakukan pengkajian 14 Juni 2005 pada jam WIB.

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB II RESUME KEPERAWATAN WIB, pasien dirawat dengan Fraktur Femur pada hari ke empat:

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian keperawatan dilakukan pada tanggal 30 Maret 2011 dengan hasil. Jenis kelamin : Perempuan

BAB III RESUME ASUHAN KEPERAWATAN

BAB III TINJAUAN KASUS. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN GASTROENTERITIS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS. : 5,5 tahun. Tanggal Masuk : 17 Mei 2010 ( Jam ) Tanggal Pengkajian : 18 Mei 2010 (Jam )

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

BAB III LAPORAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Berikut ini adalah laporan asuhan keperawatan pada penderita Gastroenteritis

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian keperawatan dilakukan pada hari Senin, tanggal 22 Februari di ruang Baitul Athfal RSI Sultan Agung, Semarang.

LAPORAN KASUS / RESUME DIARE

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Dilakukan pada tanggal 7 Mei 2007 di ruang ginekologi RS Dr. Kariadi Semarang

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada

BAB III LAPORAN KASUS. : 35 tahun. Tanggal Masuk : No.Register : Tanggal Perkajian :

PENGKAJIAN PNC. kelami

BAB III TINJAUAN KASUS

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT. Tanggal Masuk RS : 09 Desember 2014

III. RIWAYAT KESEHATANSEKARANG A.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.K DENGAN DIAGNOSA MEDIK DISPEPSIA DIRUANG KENANGA WANITA RSU CIAMIS

Lampiran 1 FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS I. BIODATA IDENTITAS PASIEN

ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN NY. S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI IRNA C3 LT. 1 RSDK SEMARANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 pukul WIB Ny Y datang ke

ASUHAN KEPERAWATAN. Latar belakang pendidikan. : Perumahan Pantai Perak gang 3 no 21 Semarang. Tanggal masuk RS : 6 September 2013 Diagnosa medis

BAB III TINJAUAN KASUS. Ny. N, 49 tahun, Perempuan, Suku/ bangsa : Jawa/Indonesia, Islam,

BAB III ANALISA KASUS

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN USU FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

BAB III LAPORAN KASUS di ruang Lukman RS. Roemani Semarang.

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DR.PIRNGADI MEDAN

I. BIODATA IDENTITAS PASIEN. Jenis Kelamin : Laki - laki. Status Perkawinan : Menikah

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pada bab ini penulis melaporkan asuhan perawatan yang telah diberikan pada Tn. M

BAB III TINJAUAN KASUS. secara autoanamnesa dan alloanamnesa di RSUP dr. Karyadi Semarang. kering, cemas karena penyakitnya tak kunjung sembuh.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

BAB III TINJAUAN KASUS. Tn.Y dengan Post ORIF fraktur femur dextra 1/3 distal hari ke II di Ruang Umar

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pengkajian dilakukan pada hari masa tanggal jam WIB di ruang Barokah 3C PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB V PENUTUP. Setelah menguraikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan post

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.D DENGAN POST PARTUM NORMAL DI RUANG FATIMAH RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG

LAPORAN KASUS BEDAH SEORANG PRIA 34 TAHUN DENGAN TUMOR REGIO COLLI DEXTRA ET SINISTRA DAN TUMOR REGIO THORAX ANTERIOR

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CA SERVIKS DI RUANG MAWAR RS. Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO N A M A : RIA ROHMA WATI N I M :

BAB III TINJAUAN KASUS. 16 Februari dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan atau Penyajian Data Dasar Secara Lengkap

BAB III TINJAUAN KASUS. A. Pengkajian Keperawatan Dilakukan pada tanggal 24 April 2007 jam 11.00

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada dasarnya penulis akan membicarakan tentang pelaksanaan asuhan

BAB III LAPORAN KASUS

BAB III. ASUHAN KEPERAWATAN An. A DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG BAITUL ATHFAL RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Universitas Sumatera Utara

BAB III TINJAUAN KASUS. Edelwais RSU Pandanarang Boyolali. no RM Diagnose medis Hernia Inguinalis Lateralis (HIL)

BAB III LAPORAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 4 Mei 2009 di ruang anak C1 Lantai 2 RSUP. 2). Umur : 5 tahun 2 bulan.

KASUS GIZI BURUK. 1. Identitas. a. Identitas Balita. : Yuni Rastiani. Umur : 40 bln ( ) Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya,

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS

BED SITE TEACHING. Dani Dania D Siti Fatimah Lisa Valentin S Perceptor dr. Octo Indradjaja, Sp.

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PASCA SECTIO CAESARIA

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI USIA 2 6 MINGGU. Disusun Oleh Rosaning Harum Mediansari

Transkripsi:

BAB Ш TINJAUAN KASUS Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang asuhan keperawatan pada An. FSA dengan obs. Febris Typoid yang di rawat diruang lukman rumah sakit roemani muhammadiyah semarang. Asuhan keperawatan ini di lakukan pada tanggal 21 Juni 2011 pukul 10.45 WIB. A. Pengkajian 1. Biodata a. Identitas pasien : Nama : An. FSA Umur : 6 tahun 4 bulan 5 hari Jenis kelamin : Perempuan Suku bangsa : Jawa/ Indonesia Pendidikan : SD Agama : Islam Alamat : Ngesrep Barat III No. 33 Srondol Wetan Dx.Medis : Obs. febris Typhoid No Register : 20.52.54 Tanggal masuk : 21 Juni 2011 (09.00 WIB) b. Identitas penanggung jawab Nama : Tn. S Umur : 43 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Swasta Pendidikan : STM Alamat : Ngesrep Barat III No. 33 Srondol Wetan Hubungan pasien : Orang tua (Ayah) 2. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama Pusing

b. Riwayat Kesehatan Sekarang Sejak kurang lebih lima hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami panas (saat di ukur 38,5 0 C) dimalam hari, perut mual dan muntah kalau ada makanan yang masuk, batuk pilek. Usaha yang dilakukan keluarga hanya memberi obat penurun panas dan obat penghilang batuk pilek. Dan ibu menunggu sampai sehari dirumah panas pasien bila malam hari meninggi lalu hari ketujuh oleh keluarga pasien dibawa ke RS Roemani dan kemudian menjalani rawat inap di ruang Lukman. c. Riwayat Penyakit Keluarga. Di dalam keluarga pasien tidak ada yang mengalami sakit seperti ini, keluarga pasien juga tidak memiliki penyakit keturunan seperti DM, Hipertensi, Asma, dan penyakit jantung. d. Riwayat penyakit dahulu Sebelumnya pasien pernah dirawat di rumah sakit umur 2 tahun karena sakit diare di ruang lukman selama 5 hari. e. Riwayat kelahiran 1) Riwayat prenatal Dari hasil wawancara yang di lakukan, ibu pasien mengatakan bahwa pasien merupakan anak ketiga dari 3 bersaudara, dan selama mengandung ibu selalu rutin memeriksakan kandunganya di bidan dan rumah sakit. Saat mengandung ibu selalu rutin minum susu, mengkonsumsi vitamin dan obat penambah darah. 2) Riwayat natal Pasien lahir dengan normal di bidan. Pasien lahir dengan usia kehamilan 9 bulan 10 hari dengan berat badan 3,5 kg, panjang badan 40 cm, keadaan bayi baik. 3) Riwayat postnatal Pada waktu melahirkan kondisi ibu dan bayi baik. Bayi tidak mengalami kelainan, keadaan tubuh normal. 4) Riwayat imunisasi Ibu pasien mengatakan anaknya sudah di imunisasi lengkap sesui dengan KMS. 5) Riwayat tumbuh kembang

Ibu pasien mengatakan pada umur 0 3 bulan pasien mulai belajar mengangkat kepala, mulai mengoceh, dapat bereaksi dengan suara, pada usia kurang lebih 7 bulan pasien dapat duduk, merangkak. Pada usia kurang lebih 10 bulan pasien mulai belajar berdiri, pada usia 15 bulan pasien sudah bisa jalan sendiri, memegang cangkir, membuka kotak, melempar benda dan pada usia 4 tahun pasien dapat mandi sendiri, memakai baju sendiri, memakai sepatu sendiri. 3. Pola Kesehatan Fungsional (Data Fokus) a. Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan Ibu pasien mengatakan sehat merupakan suatu dimana dapat melakukan kegiatan aktivitas tanpa mempunyai keluhan apapun, Ibu pasien mencegah agar anaknya tidak sakit dengan makan yang teratur dan istirahat yang cukup dan segera kepelayanan kesehatan jika terdapat keluhan tentang kesehatan. b. Pola nutrisi dan metabolic Ibu pasien mengatakan sebelum sakit pasien makan dengan porsi biasa 3x sehari, dengan lauk-pauk, sayur, nasi, buah dan sering ngemil serta ditambah minum air putih 7-8 gelas/hari ukuran 200cc dan ditambah susu segtelas bila setiap pagi hari ukuran 200cc. Selama sakit pasien nafsu makan menurun, 1 porsi yang disediakan di rumah sakit hanya mau makan 2 sendok, sering mual jika mau makan serta ditambah minum 2-3 gelas air minum: air putih, teh 1 gelas ukuran 200cc hanya dihabiskan ½ gelas saja. c. Pola eliminasi 1) Pola BAB Ibu pasien mengatakan sebelum sakit klien BAB rutin setiap pagi hari, bau khas, lembek, warna kuning. Saat pengkajian sakit ibu klien mengatakan klien belum BAB selama 2 hari. 2) Pola BAK Ibu pasien mengatakan sebelum sakit klien BAK setiap 2 jam sekali, bau khas, warna jernih keruh dan selama sakit frekuensi klien BAK menjadi 3-4 jam sekali, bau khas, warna kuning. d. Pola aktivitas dan latihan

Ibu pasien mengatakan sebelum sakit kegiatan pasien merupakan pelajar dan mengikuti TPQ setiap sore. Selama sakit pasien tampak lemas, dan hanya berbaring ditempat tidur dengan mobilisasi minimal sambil di dampingi dan di temani oleh ibunya. e. Pola istirahat dan tidur Ibu pasien mengatakan saat pasien sehat klien tidur malam jam 8-9 jam dan pasien tidak pernah tidur siang. Saat sakit pasien tidur 7-9 jam dan tidur siang 1-2 jam. f. Pola persepsi sensori dan kognitif Ibu pasien mengatakan segera cepat sembuh dan dapat melakukan aktifitas sebagai mana mestinya dan penyakit ini tidak kambuh lagi dikemudian hari. pasien juga tidak mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran. g. Pola hubungan dengan orang lain Ibu pasien mengatakan pasien sangat pemalu namun tidak ada kesulitan dalam berhubungan dengan orang disekitar lingkungannya. Orang terdekat dengan pasien adalah orang tau dan keluarga merupakan system pendukung dari pasien. h. Pola reproduksi dan seksual pasien adalah seorang perempuan. i. Persepsi diri dan konsep diri 1) Persepsi diri Ibu pasien berharap telah mendapat perawatan dirumah sakit dapat segera sembuh dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. 2) Status emosi Ibu pasien mengatakan saat ini pasien merasa sedih karena tidak dapat berkumpul dengan teman-teman disekolah serta tidak dapat mengikuti aktivitas belajar mengajar sebagai mana mestinya. 3) Konsep diri a) Body image Ibu pasien mengatakan klien merupakan anak perempuan yang banyak sekali aktivitasnya dengan keadaan pasien saat ini klien banyak sekali aktivitas yang harus ditingalkan. b) Identitas

pasien seorang pelajar dan menunjukkan seluruh kemampuan yang pasien miliki sebagai seorang perempuan. c) Peran Tugas pasien merupakan seorang pelajar dan seorang anak dalam keluarga. d) Harga diri pasien merupakan seorang yang sulit bergaul dengan orang lain apalagi orang yang belum dikenalnya. j. Pola mekanisme koping Ibu pasien mengatakan saat pasien mempunyai masalah pasien menyelesaikan dibantu oleh ibunya dan dalam pengambilan keputusan pasien dibantu oleh pertimbangan kedua orang tuanya. k. Pola nilai kepercayaan dan keyakinan pasien beragama islam, seperti yang di anut oleh kedua orang tuanya. 4. Pemeriksaan fisik a. Penampilan pasien saat di kaji tampak bersih. b. Kesadaran : GCS : E= 4, M= 6, V= 5 Composmentis. c. Tanda-tanda vital: Suhu : 36,8 0 C RR : 36x/menit Nadi : 100x/menit d. Pengukuran Antropometri BB : 21 kg (sebelum sakit) dan 18 kg (saat sakit) TB : 110 cm LILA : 17 cm e. Kepala : Bentuk mesochepal, tidak ada luka. a) Rambut : warna hitam, lurus, panjang, bersih. b) Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, tidak menggunakan alat bantu seperti kaca mata, tidak ada sekret. c) Hidung : Bersih tidak ada cerumen/secret, tidak ada polip, tidak ada pemakaian alat bantu oksigen. d) Telinga : kemampuan untuk mendengarkan tidak menurun, bersih, liang telinga ada serumen, tidak ada nyeri, tidak menggunakan alat bantu pendengaran.

e) Mulut : Mulut bersih, mukosa bibir kering, lidah terlihat kotor (coated tongue), bibir kering. f. Leher dan tenggorokan : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan jugularis, tidak terdapat kaku kuduk, tidak terdapat luka, tidak terpasang alat trakeostomi. g. Dada : - Jantung : Inspeksi : Bentuk dada simetris, tidak ada pembesaran, ictus cordis tak tampak. Auskultsi : Bunyi jantung I (normal) Bunyi jantung II Normal). Palpasi : Ictus cordis teraba di intercosta ke V. Perkusi : Pekak. - Paru-paru : Inspeksi : Bentuk simetris, pergerakan dada sewaktu bernafas simetris, ictus cordis tidak tampak. Palpasi : Tactil fremitus normal antara sisi kanan dan kiri. Perkusi : suara sonor pada intercostaiv-v dada kanan. Auskultasi : Suara nafas vesikuler. h. Perut Inspeksi : Tidak ditemukan distensi abdominal dan tidak ada pembesaran hepar dan bising usus normal. Auskultasi : Peristaltik usus normal 15 x/ menit. Palpasi : Kembung. Perkusi : Terdengar suara pekak. i. Genetalia : tidak terpasang alat bantu berupa kateter. j. Ekstremitas 1) Kulit dan kuku : Tidak terdapat sianosis, warna merah muda, tidak terdapat edema, turgor baik, jari-jari utuh. 2) Terdapat luka tusukan jarum infus, ditangan kanan klien, yaitu RL 15 tpm, seluruh ekstremitas berfungsi dengan baik, terpasang infuse mulai tanggal 21 Juni 2011 tangan sebelah kanan tidak terdapat oedema. k. Kulit

1) Kulit bersih, warna kulit sawo matang, lembab, turgor baik karen kulit kembali normal selama 3 detik ditekan, tidak terdapat oedema. 2) Terdapat luka tusukan jarum suntik pada tangan kiri, tidak ada luka dan infeksi pada tusukan. 5. Data Penunjang a. Pemeriksaan penunjang di lakukan pada tanggal 21Juni 2011 Hasil pemeriksaan widal : Salmonella typhi O : 1/160 Salmonella typhi H : 1/320 Salmonella Paratyphi A : Negatif Salmonella Paratyphi B : 1/160 Salmonella Paratyphi C : Negatif Hematologi Hasil Normal Satuan Darah Rutin - Hemoglobin 11.4 12 16 g/dl - Lekosit 3.500 4000-11000 % mm 3 - Trombosit 105.000 150.00-450.000 % mm 3 - Hematokrit 34.2 35 55 % - Eritrosit 5.41 4.19-5.96 juta/ul Pemeriksaan penunjang di lakukan pada tanggal 23Juni 2011 Hematologi Hasil Normal Satuan Darah Rutin - Hemoglobin 112 12 16 g/dl - Lekosit 4000 4000-11000 % mm 3 - Trombosit 71.000 150.00-450.000 % mm 3 - Hematokrit 38.2 35 55 %

- Eritrosit 5.65 4.19-5.96 juta/ul b. Diit yang didapat oleh An. FSA Bubur c. Terapi yang di dapatkan oleh An.FSA - Infus : RL 15 tetes/ menit - Injeksi cortidex 3x1/2 amp - Injeksi amoxan 3x300 mg - Injeksi dexametason 3x1/2 amp - Oral : Sanadryl 3x1 cth (syirup) Tyamiun 3x1 cth (syirup) Sanmol 3x250 mg B. Analisa Data NO DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM 1. DS - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA Anoreksia Nutrisi selama sakit nafsu makan menurun. - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA mual. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA selama sakit 5 hari BB menurun. (penurunan nafsu makan) kurang dari kebutuhan tubuh. DO - Porsi makan tidak habis, 1porsi hanya menghabiskan 2 sendok saja. - Minum 2-3 gelas air minum: air putih, teh 1 gelas ukuran 200cc hanya dihabiskan ½ gelas saja. - BB sebelum sakit 21 kg menjadi 18 kg turun 2 kg. - Mukosa bibir kering, lidah terlihat kotor 2. DS Ibu klien mengatakan bahwa klien belum Penurunan Resiko

BAB selama 2 hari. DO Palpasi abdomen kembung. 3. DS : - An. FSA mengatakan pusing. - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA selama sakit aktifitas berkurang hanya terbaring di tempat tidur dan di temanin oleh ibunya. peristaltik usus. Pemasangan infus dan harus bed rest eliminasi BAB : konstipasi Intoleransi aktifitas DO : - Suhu 36,8 0 C. - An. FSA tampak lemas. - Hematologi Trombosit 105.000. Hemoglobin 11.4 Leukosit 3.500 Hematokrit 34.2 - Eritrosi Widal Salmonella typhi O : 1/160 Salmonella typhi H : 1/320 Salmonella Paratyphi A : Negatif Salmonella Paratyphi B : 1/160 Salmonella Paratyphi C : Negatif - An. FSA tampak terpasang infuse RL 15 tpm.

C. Diagnosa Keperawatan Prioritas 1. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan pemasangan infus dan pasien harus bed rest, ditandai dengan An. FSA mengatakan pusing, ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA selama sakit aktifitas berkurang hanya terbaring di tempat tidur dan di temanin oleh ibunya. 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia (penurunan nafsu makan), di tandai dengan ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA mual jika makan. 3. Resiko eliminasi BAB : konstipasi berhubungan dengan penurunan peristaltik usus, di tandai dengan ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA sudah 2 hari tidak mengalami BAB. D. Rencana Keperawatan. Nama : An. FSA No. reg : 20.52.54

Hari/ Diagnosa Tujuan dan Rencana Keperawatan. TT Tggl/ keperawatan Kriteria Hasil Intervensi Rasional Jam Selasa 1. Intoleransi Setelah di 1. Ukur tanda-tanda 1. Untuk, aktifitas lakukan tindakan vital dan KU mengetahui 21-6- 2011, 10.45 berhubungan dengan pemasangan infus dan keperawatan selama 2 x 24 jam, Melaporkan kemampuan pasien. 2. Tingkatkan tirah baring. 3. Berikan perkembangan pasien setiap hari. 2. Kalau pasien harus melakukan lingkungan diistirahkan bed rest, peningkatan tenang. untuk ditandai intoleransi 4. Memberikan penyembuhan. dengan An. aktivitas, dengan posisi istirahat 3. Meningkatkan FSA kriteria hasil : senyaman fungsi usus (bila mengatakan pusing, ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA selama sakit aktifitas berkurang a. Pusing berkurang b. Dapat beraktifitas seperti biasanya. c. Infuse terlepas. mungkin. 5. Memberian cairan IV melalui selang. 6. Dorong cairan infus 7. Pertahankan pemasukan fungsi usus normal ). 4. Program ini mengistirahatka n saluran gastrointestinal. 5. Meningkatkan dehidrasi dan hanya peroral. pencegahan terbaring di 8. Libatkan penyakit. tempat tidur keluarga dengan 6. Memerlukan dan di kebutuhan cairan untuk temanin oleh pasien. mempertahanka ibunya. n kehilangan. 7. Untuk penurunan kehilangan cairan usus

8. Untuk meningkatkan kesembuhan pasien. Selasa 2. Nutrisi Setelah di 1. Kaji TTV. 1. Untuk, 21- kurang dari lakukan tindakan 2. Pertahankan oral mengetahui 6- kebutuhan keperawatan hygien sebelum perkembangan 2011, tubuh selama 3 x 24 dan setelah pasien setiap hari. 12.00 berhubungan dengan anoreksia (penurunan jam, Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan kriteria hasil : makan. 3. Berikan porsi kecil tapi sering dan hangat. 2. Membatu medorong makan. nafsu nafsu makan), di tandai dengan ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA mual jika makan. a. Orang tua mengerti jenis makanan bagi anak typhus. b. Nafsu makan meningkat. c. Pasien menghabiskan 1 porsi makan rumah sakit. 4. Sajikan makanan secara menarik. 5. Kolaborasi dengan tim gizi untuk pemberian diiet lunak ( BBS) TKTP. 6. Timbang BB anak setiap 2 hari. 3. Menambah asupan nutrisi. 4. Meningkatkan motivasi untuk makan. 5. Memenuhi kebutuhan nutrisi. 6. Penimbangan untuk mengetahui d. Mempertahan efektivitas kan berat perbaikan gizi badan dalam yang dilakukan. kondisi normal. Selasa 3. Resiko Setelah di 1. Kaji pola BAB. 1. Idenfikasi, 21- eliminasi lakukan tindakan 2. Motivasi pasien adanya 6- BAB: keperawatan untuk minum perubahan pola 2011, konstipasi selama 3 x 24 banyak. BAB. 13.00 berhubungan jam,kebutuhan 3. Motivasi pasien 2. Intake cairan dengan eliminasi BAB untuk banyak dapat tetap

penurunan terpenuhi, dengan istirahat. adekuat. peristaltik kriteria hasil : 4. Kolaborasikan 3. Peristaltik usus usus di - Pola eliminasi dengan tim dapat rileks. tandai dapat kembali kesehatan untuk 4. Istirahat dengan ibu normal. pemberian terapi menurunkan An. FSA - Feses tidak yang tepat : motilitas usus. mengatakan padat. - Minum bahwa An. banyak. FSA sudah 2 - Makan buah hari tidak dan makan mengalami sayuran BAB. secara teratur. - Memberikan obat peroral E. Catatan Keperawatan 1 Hari/ No. Tindakan Keperawatan Respon Pasien TT Tgl Jam DX Selas 10.45 1,2 1. Ukur tanda-tanda Ds : a, 21-6- 2011 vital dan KU pasien. - Ibu An. FSA mengatakan An. FsA tidak panas. - Akral hangat.

- Suhu 36,8 0 C. - Tampak lemas. - Mukosa bibir kering. - Lidah kelihatan kotor. 11.00 3 2. Mengkaji pola BAB pasien 11.10 2 3. Timbang BB anak setiap 2 hari. 11.30 3 4. Motivasi pasien untuk banyak istirahat. Ds : - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA selama 2 hari tidak BAB. - Perut tampak besar dan kembung. Ds : - Ibu An FSA mengatakan BB menurun selama sakit 5 hari. - BB 21 kg dan selama sakit 5 hari - An. FSA tampak mau dan tidak menolak untuk tiduran.

11. 45 2 5. Pertahankan oral hygien sebelum dan setelah makan. 12.00 2 6. Sajikan makanan secara menarik. 7. Berikan porsi kecil tapi sering dan hangat. 12.30 1 8. Tingkatkan tirah baring. 9. Berikan lingkungan tenang. 10. Memberikan posisi istirahat senyaman mungkin. - An. FSA tampak tidak mau melakukannya. Ds :Ibu An. FSA mengatakan An. FSA mau makan namun makanan masuk mual. Tampak mual.` An. FSA tampak mau dan tidak menolak. 13.30 1,2,3 11. Memonitor tetesan cairan infus : - Tetesan 15 tpm. 12. Memberi cairan IV lewat selang: - Inj. Dexa 3x1/2 amp. - Inj. Amox 3x300 mg. - Inj. Cortidex 3x1/2 amp. 13. Pertahankan pemasukan terapi Ds : - An. FSA mengatakan suntikannya dimana?. - Tetesan infuse berjalan dengan lancar dan terpasang ditangan sebelah kiri - Obat dapat masuk.

peroral : - Sanadryl 3x1 cth. - Tyamium 3x1 cth. - Sanmol 2x1 cth. - An. FSA tampak mau meminum obat. tatan Keperawatan 2 C a Hari/ Jam No. Tindakan Respon Pasien TT Tgl DX Keperawatan Rabu, 08.00` 1,2 1. Ukur tanda-tanda Ds : 22-6- 2011 vital dan KU pasien. - Ibu An. FSA mengatakan An. FsA tidak panas. - Akral hangat. - Suhu 36,5 0 C. - Tampak tidak lemas. - Mukosa bibir lembab. 08.10 3 2. Motivasi pasien Ds : untuk banyak. minum - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA minum air putih dan teh. - Tampak mau minum Air putih 1 gelas dan teh 1 gelas.

08.20 2 3. Timbang BB anak setiap 2 hari. 08.30 2 4. Sajikan makanan secara menarik. 5. Berikan porsi kecil tapi sering dan hangat. 09.00 2 6. Pertahankan oral hygien sebelum dan setelah makan. 09.15 2 7. Mengkaji pola BAB pasien - BB tampak belum naik masih 18 kg. Ds : - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA mau makan namun makanan masuk mual. - An. FSA tampak mau makan sedit-dikit dan tidak mual. - An. FSA tampak tidak mau melakukannya. Ds : - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA masih belum bisa BAB. - Perutnya sudah tidak kembung tapi masih tampak besar.

09.20 1 8. Tingkatkan tirah baring. 9. Berikan lingkungan tenang. 10. Memberikan posisi istirahat senyaman mungkin. An. FSA tampak mau dan tidak menolak. 10.00 3 11. Pemasukan terapi peroral : - Sanadryl 3x1 cth. - Tyamium 3x1 cth. - Sanmol 2x1 cth 10.15 3 12. Motivasi pasien untuk banyak istirahat. 10.20 3 13. Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien - An. FSA tampak mau minum. -An. FSA tampak mau dan tidak menolak untuk tiduran Ds : - Ibu An. FSA mengatakan mau merawat An. FSA yang sedang sakit typhus. - Ibu tampak memotivasi An. FSA

Hari/ Tgl 10.35 2 14. Kolaborasi Ds : dengan tim gizi - Ibu An. FSA untuk pemberian mengatakan makan diiet lunak ( BBS) An. FSA dapatnya TKTP. bubur. Jam No. Tindakan Keperawatan Respon Pasien TT DX - An. FSA tampak mau makan. 11.00 1,2,3 15. Memonitor tetesan cairan infus :Tetesan 15 tpm. 16. Memberi cairan - Tetesan infuse IV lewat selang : - Inj. Dexa 3x1/2 amp. berjalan dengan lancar dan terpasang ditangan sebelah kiri - Inj. Amox 3x300 - Obat dapat masuk. mg. An. FSA tampak mau - Inj. Cortidex 3x1/2 meminum obat. amp. 12.00 3 17. Kolaborasikan dengan tim kesehatan untuk pemberian terapi - An. FSA tampak yang tepat : tidak menolak. - Minum banyak. - Makan buah dan makan sayuran secara teratur. - Memberikan obat peroral Cata tan Kepe rawa tan 3

Kami 08.00` 1,2 1. Ukur tanda-tanda vital s, 23-6- dan KU pasien. 2011 - Akral hangat. - Suhu 36,2 0 C. - Tampak tidak lemas. - Mukosa bibir lembab. 08.20 2 2. Pertahankan oral hygien sebelum dan setelah makan. - An. FSA tampak mau melakukannya dan tidak menolak. 08.30 2 3. Timbang BB anak setiap 2 hari. - BB tampak naik menjadi 18,5 kg. 08.45 2 4. Sajikan makanan Ds : secara menarik. 5. Berikan porsi kecil tapi sering dan hangat. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA mau makan. - An. FSA tampak mau makan. 08.55 3 6. Motivasi pasien untuk minum banyak. Tampak mau minum.

09.15 3 7. Pemasukan terapi peroral : - Sanadryl 3x1 cth. - Tyamium 3x1 cth. - Sanmol 2x1 cth 09.20 2 8. Mengkaji pola BAB pasien 09.30 3 9. Motivasi pasien untuk banyak istirahat. 10.00 1,2,3 10. Menyarankan pasien untuk mobilisasi duduk 10.15 3 11. Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien An. FSA tampak mau minum. Ds :Ibu An. FSA mengatakan An. FSA perutnya mules. Perutnya sudah tidak kembung. - An. FSA tampak mau dan tidak menolak untuk tiduran - An. FSA tampak melihat TV acara kartun. - An. FSA tampak mau dan tidak menolak. - Ibu tampak memotivasi An. FSA.

12.30 1 12. Tingkatkan tirah baring. 13. Berikan lingkungan tenang. 14. Memberikan posisi istirahat senyaman mungkin. An. FSA tampak mau dan tidak menolak 13.30 1,2,3 15. Memonitor tetesan cairan infus : - Tetesan 15 tpm. 16. Memberi cairan IV lewat selang : - Inj. Dexa 3x1/2 amp. - Inj. Amox 3x300 mg. - Inj. Cortidex 3x1/2 amp. - Infus tampak sudah dilepas. F. Catatan Perkembangan 1 Hari/ No. Catatan Perkembangan TTD tgl/jam DX (SOAP) Selasa 1 S : 21-6- 2011, 10.45 - An. FSA mengatakan pusing. - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA selama sakit aktifitas berkurang hanya terbaring di tempat tidur dan di temanin oleh ibunya. O : - Suhu 36,8 0 C.

- An. FSA tampak lemas. - Eritrosi Widal Salmonella typhi O : 1/160 Salmonella typhi H : 1/320 Salmonella Paratyphi A : Negatif Salmonella Paratyphi B : 1/160 Salmonella Paratyphi C : Negatif - An. FSA tampak terpasang infuse RL 15 tpm. A : Masalah belum teratasi. P : Lanjutkan intervensi - Tingkatkan tirah baring. - Menyarankan untuk mobilisasi duduk - Pertahankan pemasukan peroral. - Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien.

2. S : - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA selama sakit nafsu makan menurun. - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA mual. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA selama sakit 5 hari BB menurun. O : - Porsi makan tidak habis, 1porsi hanya menghabiskan 2 sendok saja. - Minum 2-3 gelas air minum: air putih, teh 1 gelas ukuran 200cc hanya dihabiskan ½ gelas saja. - BB sebelum sakit 21 kg menjadi 18 kg turun 2 kg. - Mukosa bibir kering, lidah terlihat kotor. A : Masalah belum teratasi. Selasa, 21-6- 2011, 11.00 Selasa, 21-6- 2011, 13.00 P : Lanjutkan intervensi. - Timbang BB pasien. - Pertahankan oral hygien sebelum dan setelah makan. - Berikan porsi kecil tapi sering. - Sajikan makanan secara menarik. - Kolaborasi dengan tim gizi untuk pemberian diiet lunak ( BBS) TKTP. - Timbang BB anak setiap 2 hari. 3. S : - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA belum BAB selama 2 hari. O : - Palpasi abdomen kembung.

A : Masalah belum teratasi. P : Lanjutkan intervensi - Memotivasi pasien untuk banyak minum. - Kolaborasikan dengan tim kesehatan untuk memberikan terapi yang tepat.

Catatan Perkembangan 2 Hari/t N Catatan Perkembangan TTD gl/jam o. D (SOAP) X Rabu, 1 S : 10.45 - An. FSA mengatakan pusing berkurang. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA sudah tidak ditemani lagi O : - Suhu 36,5 0 C. - An. FSA tampak masih lemas. - An. FSA tampak masih tiduran. - An. FSA tampak terpasang infuse RL 15 tpm. A : Masalah belum teratasi. 22-6- 2011, Rabu, 22-6- 2011, 12.00 P : Lanjutkan intervensi - Tingkatkan tirah baring. - Menyarankan untuk melakukan mobilisasi duduk. - Pertahankan pemasukan peroral. - Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien. 2. S : - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA sudah tidak mual. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA selama sakit 5 hari BB menurun. O : - Porsi makan tidak habis, 1porsi hanya menghabiskan ½ porsi

saja. Minum 2-3 gelas air minum: air putih, teh 1 gelas habis. BB naik menjadi 18,5 kg. Mukosa bibir lembab, lidah tidak terlihat kotor. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan intervensi. Berikan porsi kecil tapi sering. Sajikan makanan secara menarik. Kolaborasi dengan tim gizi untuk pemberian diiet lunak ( BBS) TKTP. Rabu 22-6- 2011 09.00 3. S : - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA masih belum BAB. O : - Palpasi abdomen sudah tidak kembung tapi masih tampak besar. A : Masalah belum teratasi. P : Lanjutkan intervensi - Memotivasi pasien untuk banyak minum. - Kolaborasikan dengan tim kesehatan untuk memberikan terapi yang tepat.

Catatan Perkembangan 3 Hari/ No. Catatan Perkembangan TTD tgl/jam DX (SOAP) 1 S : - An. FSA mengatakan sudah tidak pusing. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA sudah tidak ditemani lagi O : - Suhu 36,2 0 C. - An. FSA tampak sudah tidak pucat. - An. FSA tampak melakukan mobilisasi duduk. - An. FSA tampak sudah tidak terpasang infuse. A : Masalah teratasi. Kamis, 23-6- 2011, 09.00 Kamis 23-6- 2011, 12.00 P : Pertahankan intervensi - Pertahankan pemasukan peroral. - Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien. 2. S : - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA sudah mau makan. O : - Porsi makan habis, 1 porsi habis. - Mukosa bibir lembab, lidah tidak terlihat kotor. A : Masalah teratasi. P : Pertahankan intervensi.

- Berikan porsi kecil tapi sering. - Sajikan makanan secara menarik. - Kolaborasi dengan tim gizi untuk pemberian diiet lunak ( BBS) TKTP. Kamis 23-6- 201, 11.00 3. S : - O : - Palpasi abdomen sudah tidak kembung tapi masih tampak besar. A : Masalah belum teratasi. P : Pertahankan intervensi - Memotivasi pasien untuk banyak minum. - Kolaborasikan dengan tim kesehatan untuk memberikan terapi yang tepat.

G. Evalusi Keperawatan Hari/ tgl/ Jam No. DX EVALUASI(SOAP) TTD Jumat 24-6- 2011, 09.00 1 S : - An. FSA mengatakan sudah tidak pusing. - Ibu An. FSA mengatakan An. FSA sekarang sudah mandiri dan melakukan aktivitas sendiri. O : - Tampak sudah melakukan mobilisasi duduk. - Tampak sudah tidak lemas. - Infuse sudah dilepas. A: Masalah teratasi. Jumat 24-6- 2011, 09.00 P: Pertahankan intervensi - Libatkan keluarga dengan kebutuhan pasien. - Motivasi untuk banyak istirahat. - Menciptakan suasana yang nyaman dirumah. - Motivasi untuk kontrol kedokter. 2 S : - Ibu An. FSA mengatakan bahwa An. FSA sudah mau makan dan porsi yang disediakan rumah sakit habis. O : - Tampak mau makan, 1 porsi habis. - Mukosa bibir lembab, lidah terlihat tidak kotor. A : Masalah teratasi. P : Pertahankan intervensi

Jumat 24-6- 2011, 09.00 - Sajikan makanan dalam keadaan hangat. - Beri makanan yang di senangi anak. - Kolaborasi untuk pemberian vitamin penambah nafsu makan. 3 S : - Dokter mengatakan An. FSA sudah boleh pulang. - O : - Tampak sudah tidak lemah. - Ku cukup. A : Masalah teratasi sebagian. P : Pertahankan intervensi - Memotivasi pasien untuk banyak minum. - Memotivasi pasien untuk banyak istirahat